Artikelilmiahs
Menampilkan 21-40 dari 48.725 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 21 | 5963 | H1K007010 | PRAKIRAAN ANGIN DAN GELOMBANG BERDASARKAN MODEL WINDWAVE 05 DI PERAIRAN CILACAP, JAWA TENGAH | Penelitian mengenai “Prakiraan Angin dan Gelombang berdasarkan Model Windwave 05 di Perairan Cilacap, Jawa Tengah” dilakukan pada bulan Januari 2013. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prakiraan angin dan gelombang di Perairan Cilacap, Jawa Tengah berdasarkan model windwave 05. Data angin diperoleh dari Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Cilacap pada bulan Februari 2010, Februari 2011, Februari 2012, berupa data angin tiap jam. Pengolahan data angin dikelompokkan berdasarkan skala beaufort. Prakiraan angin dan gelombang menggunakan model windwave 05. Hasil prakiraan angin dan gelombang di Perairan Cilacap, Jawa Tengah diperoleh kecepatan angin berkisar antara 0-5 knot termasuk dalam kategori sepoi lemah yang membentuk riak-riak kecil di Perairan Cilacap, Jawa Tengah. Sedangkan tinggi gelombang berkisar antara 0-2 m yang masuk dalam klasifikasi gelombang Perairan dalam. | The research on "Wind and wave forecast based on model Windwave 05 in Cilacap waters, Central Java," was conducted in January 2013. The purpose of this study was to find out wind and waves forecasts in the waters of Cilacap, Central Java based models Windwave 05. Wind data obtained from the Meteorology, Climatology, and Geophysics (MCG) Station of Cilacap in February 2010, 2011, and 2012, in the form of hourly wind data. Wind data were grouped according to beaufort scale. Wind and wave data were forecasted using Windwave 05 models. Results of wind and wave forecasts in Cilacap waters of Central Java showed that wind speeds ranged between 0-5 knots included in weak breeze category forming small ripples in Cilacap waters of Central Java. While the wave height ranged from 0-2 m included in deep water waves. | |
| 22 | 5964 | H1F008035 | Geologi dan Perhitungan Sumberdaya Basalt Berdasarkan Data Geolistrik Daerah Pangadegan dan Sekitarnya, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawatengah. | Kajian dilakukan di daerah Pangadegan, Kecamatan Wangon, Banyumas bertujuan untuk mempelajari geologi dan perhitungan sumberdaya basalt berdasarkan data geolistrik tahanan jenis konfigurasi schlumberger. Daerah penelitian terdiri dari empat satuan stratigrafi yaitu Satuan Batupasir, Satuan Batulempung, Satuan Basalt, dan Satuan Endapan Aluvial. Berdasarkan data geolistrik yang telah dicocokan antara hambatan dengan batuan yang ada dilapangan menghasilkan 5 titik potensi basalt dari 8 titik pengukuran dan dari hasil tersebut dapat dihitung sumberdaya basalt dengan dua metode. Metode Blok Tidak Tetap Daerah Pengaruh menghasilkan 821.453,2326 ton dan Metode Luasan Rata-rata menghasilkan 766.205,3457 ton. | The purpose of the study has been carried out in the Pangdegan, Wangon District, Banyumas, was to invetigate of geology and re resources calculation of basalt based on resistivty configuration schlumberger geoelectrical data. The research area is divided into four stratigraphic units, they are Sandstone unit, Claystone unit, Basalt Unit, and Alluvial Deposit Unit. Based on geoelectrical data that has been matched between resistivty with rocks on field generate 5 potensially point basalt from 8 point measurement and from those result can be calculated basalt resource with two method. An impact unconsistentlly blok district method resulting 821.453,2326 ton and mean area method resulting 766.205,3457 ton. | |
| 23 | 5968 | F1C008082 | Frame Berita Mengenai Konflik Antara FPI Dengan Ahmadiyah Selama Periode Januari-Desember 2012 Pada Metrotvnews.com | Pembuatan berita dalam media pada dasarnya adalah penyusunan realitas-realitas hingga membentuk sebuah cerita atau wacana yang bermakna. Dengan demikian seluruh isi media tidak lain adalah realitas yang telah dikonstruksikan (constructed reality) dalam bentuk wacana yang bermakna. Realitas yang sama dapat menghasilkan berita yang dikemas berbeda oleh media. Hal tersebut dapat terjadi karena media mempunyai cara pandang yang tidak sama dalam melihat sebuah realitas. Dan untuk mengetahui bagaimana realitas dibingkai, dikonstruksi, dan dimaknai oleh media, hal tersebut dapat dikaji dengan menggunakan analisis framing. Framing merupakan metode penyajian realitas di mana kebenaran tentang suatu kejadian tidak diingkari secara total, melainkan dibelokkan secara halus, dengan memberi penonjolan terhadap aspek-aspek tertentu, dengan menggunakan istilah-istilah yang punya konotasi tertentu, dan dengan bantuan foto, karikatur, dan alat ilustrasi lainnya. Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui bagaimana konstruksi media online metrotvnews.com dalam mengemas pemberitaan mengenai konflik yang terjadi antara organisasi masyarakat Front Pembela Islam (FPI) dengan ajaran Ahmadiyah selama periode Januari-Desember 2012. Dengan kata lain ingin mengetahui bagaimana proses pembingkaian yang dilakukan oleh metrotvnews.com dalam menyajikan realitas pemberitaan konflik yang terjadi tersebut dengan menggunakan model analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki yang dirumuskan kedalam empat struktur yaitu sintaksis, skrip, tematik dan retoris. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana framing yang dilakukan oleh metrotvnews.com dalam berita konflik yang terjadi antara FPI dengan Ahmadiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode penelitian yang digunakan yakni metode analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Objek dalam penelitian ini adalah berita mengenai konflik yang terjadi antara FPI dengan Ahmadiyah selama periode Januari-Desember 2012. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pada struktur Sintaksis metrotvnews.com menonjolkan pada kesigapan aparat keamanan untuk mencegah agar konflik tersebut tidak terjadi lagi dan sikap dari FPI yang menuntut agar Ahmadiyah dibubarkan. Skrip, pada struktur ini lebih banyak penonjolan pada what (apa), who (siapa), dan why (mengapa). Tematik, metrotvnews.com memberi penonjolan pada kegagalan pemerintah dan kesigapan dari aparat keamanan. Terakhir stuktur Retoris, pada struktur ini metrotvnews.com memadukan unsur grafis berupa judul yang dicetak tebal, tampilan foto dan video, elemen pengandaian, dan elemen gaya untuk mendukung naskah berita dengan ideologi yang masuk di dalamnya. | Making news in the media basically is the arrangement of realities so it establishes the story or valued discourse. Thereby, all the media contents are the realities that have been constructed in the form of valued discourse. Similiar reality can produce the news that is packed differently by media. It can occur because media has the different views in observing the realities. And to find out how is the reaities arranged, constructed, and defined by the media, it can be examined by using the analysis framing. Framing is the method of reality presentation where the truth about the event do not deny totally, but it is diverted smoothly, by giving the obtrusion to the certain aspects, using the terminologies that have the certain connotation, and by photo assistance, caricature, and other illustration tools. In this research, the researcher wants to find out how the construction of metrotvnews.com edition January-December 2012 in establishing the news about conflict between Islamic Defender Front (FPI) and Ahmadiyah religion. With the other words researcher want to know how is the process of establishment that is conducted by metrotvnews.com by using the analysis model Framing Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki that is formuated in four structure which is syntatic, script, thematic and rhetorical. This research aims to find out how is the framing strategy that was conducted metrotvnews.com about the news of conflict between FPI and Ahmadiyah. This research uses the descriptive qualitative approach and research method uses the framing analysis method by using model of Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki. Object in this research is the news about conflict between FPI and Ahmadiyah in media online metrotvnews.com which is started in January till December 2012. In the research result it has been known that in syntatic structure, metrotvnews.com stick out the alertness of apparatus security to prevent that conflict between FPI and Ahmadiyah not happen again in the future and the attitude of FPI to prosecute so the Ahmadiyah can break up soon. Script, in this structure many sticked on what, who and why. Thematic, metrotvnews.com gives stick on the failed of government and the alertness of apparatus security. Last rhetorical structure, in this structure metrotvnews.com to fuse grafis unsure which is bold title, photo and video view, supposed element and style element to support script news the ideology that they have. | |
| 24 | 5958 | A1L009146 | EKSPLORASI DAN UJI EFEKTIVITAS JAMUR ENTOMOPATOGEN UNTUK MENGENDALIKAN HAMA WERENG COKLAT Nilaparvata lugens Stal | Penelitian bertujuan untuk mendapatkan spesies jamur entomopatogen dan mengetahui potensinya sebagai agens pengendali hayati hama Nilaparvata lugens Stal, serta mengetahui konsentrasi jamur entomopatogen yang efektif mengendalikan hama N. lugens. Penelitian dilaksanakan dari bulan April sampai bulan November 2012 di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan rumah plastik Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial dengan 6 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan yang dicoba, meliputi: pemberian air steril/kontrol, pemberian F. cf. solani 7,80 x 105; 1,05 x 106; 6,80 x 107; 1,99 x 108 dan 3,55 x 109 spora/ml. Variabel yang diamati adalah mortalitas N. lugens (%), waktu kematian N. lugens, perubahan kenampakan serangga N. lugens terinfeksi dan kepadatan spora per ekor serangga N. lugens terinfeksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies jamur entomopatogen yang berhasil didapatkan dari N. lugens yang mati pada pertanaman padi dan berpotensi sebagai agens pengendali hayati hama N. lugens adalah Fusarium cf. solani. Jamur F. cf. solani konsentrasi 105-109 spora/ml belum efektif mematikan N. lugens, mampu menekan N. lugens berkisar 25-41,25%, dengan LC50 sebesar 3,48 x 1011 spora/ml, nilai LT50 pada konsentrasi 109 spora/ml yaitu 4,2 hari. | This research purposed to get entomopathogenic fungi and know the potention as biological control Nilaparvata lugens Stal, and to know the effective concentration of entomopathogenic fungi to control of N. lugens pest. The experiment was conducted in April to November 2012 at Laboratory of Plant Protection and green house, Agriculture Faculty, Jenderal Sudirman University, Purwokerto. Non-factorial Randomized Block Design (RBD) was used with six treatment and four replicates.The treatments tested were addition of sterile water/control, addition of F. cf. solani at concentrations 7.80x105; 1.05x106; 6.80x107; 1.99x108 and 3.55x109spores/ml. Observed variables were mortality N. lugens (%), time of N. lugens death, appearance changes of the infected N. lugens pests and spore density of each infected N. lugens pests. Result of the research showed that entomopathogenic fungi species were successfully obtained from infected N. lugens on rice cultivation and have potential as biocontrol agents is Fusarium cf. solani. Concentration of F. cf. solani was 105-109 spores/ml has not been effectively to kill N. lugens, suppressed N. lugens between 25-41.25%, LC50 is 3.48 x 1011 spores/ml, LT50 value at concentration 109 spores/ml is 4.2 days. | |
| 25 | 5969 | E1A006306 | PENGANGKATAN JABATAN STRUKTURAL (Studi Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) | ABSTRAK Analisa jabatan, prosedur, serta evaluasi pengangkatan jabatan struktural pada dasarnya harus dilakukan, sehingga tidak boleh dilakukan secara sembarangan, tetapi kurang dipahami masyarakat dan pegawai negeri sipil untuk itu perlu dilakukan suatu kajian ilmiah. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis syarat dan prosedur pengangkatan jabatan struktural di Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Selain itu ditujukan pula untuk mengetahui evaluasi pengangkatan jabatan struktural di Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Guna mencapai tujuan tersebut maka peneletian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data sekunder yang terkumpul kemudian diolah, disajikan, dan dianalisa secara kualitatif dengan penyajian data teks naratif. Hasil penelitian menyatakan bahwa, dalam proses pengangkatan jabatan struktural pada Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ditentukan bahwa syarat-syarat bagi Pegawai Negeri Sipil untuk dapat diangkat dalam jabatan struktural tersebut adalah berstatus Pegawai Negeri Sipil, serendah-rendahnya menduduki pangkat 1 (satu) tingkat dibawah jenjang pangkat yang ditentukan, memiliki kualifikasi dan tingkat pendidikan yang ditentukan, semua unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir, memiliki kompetensi jabatan yang diperlukan ; dan sehat jasmani dan rohani. Syarat-syarat di atas mengacu pada ketentuan Pasal 5 Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2002 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah nomor 100 Tahun 2000 Tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Struktural. Tim analisa dan evaluasi Jabatan struktural di Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi hanya memberikan usulan nama Pegawai Negeri Sipil yang memiliki kompetensi untuk menduduki jabatan tersebut ke Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi. Pengangkatan dalam jabatan struktural eselon I di lingkungan instansi pusat, seperti di Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ditetapkan dengan Keputusan Presiden setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Komisi Kepegawaian Negara, dengan ketentuan bahwa sebelum Komisi Kepegawaian Negara dibentuk, pertimbangan dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Evaluasi jabatan struktural ini menggunakan metode FES yang terdiri dari: ruang lingkup dan dampak program, pengaturan organisasi, wewenang penyeliaan dan manajerial, hubungan personal, kesulitan dalam pengarahan pekerjaan, dan kondisi lain. Oleh karena itu dalam pengangkatan Jabatan Struktural perlu dilakukan adanya pengawasan sehingga tidak terjadi nepotisme terhadap penetapan kriteria dan syarat pengangkatan jabatan struktural. Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi perlu menerapkan lelang jabatan secara umum untuk pengangkatan jabatan struktural. Kata kunci: Analisa, evaluasi dan Jabatan Struktural | ABSTRACT Position analysis, procedures, and evaluation of structural appointments should basically done, so it should not be done arbitrarily, but poorly understood, and civil society is necessary for a scientific study. This study aimed to analyze the requirements and procedures of structural appointments in the Ministry of State for Administrative Reform and Bureaucratic Reform. In addition it also aimed to determine the structural evaluation appointments in the Ministry of State for Administrative Reform and Bureaucratic Reform. To achieve these aims the intensive search was conducted using the normative juridical approach. Secondary data were collected and processed, presented, and analyzed qualitatively with the presentation of narrative text data. The study states that, in the process of structural appointments in the Ministry of State for Administrative Reform and Bureaucratic Reform determined that the requirements for civil servants to be appointed in the structural position is the status of civil servants, as low as occupying the rank 1 (one) levels below the rank of a specified level, and level of educational qualifications specified, all elements of performance appraisal is well worth at least two (2) years, have a job competency is required, and physically and mentally healthy. The terms above refer to the provisions of Article 5 of Government Regulation No. 13 Year 2002 on Amendment to Government Regulation number 100 of 2000 On Appointment of Civil Servants in structural positions. Team analysis and evaluation of structural position in the Ministry of State for Administrative Reform and Bureaucratic Reform proposals only give the name of Civil Servants who have the competence to occupy the post of Minister of State for Administrative Reform and Bureaucratic Reform. Appointment in the first echelon structural position in the central government, such as the Ministry of State for Administrative Reform and Bureaucratic Reform established by the Decree of the President after obtaining the written judgment of the Civil Service Commission, provided that prior to the Civil Service Commission was established, consideration was based on the laws and lations. Evaluation of the structural position using FES method comprising: the scope and impact of the program, setting organizational, supervisory and managerial authority, personal relationships, difficulties in directing the work, and other conditions. Therefore the removal of structural positions need to be done so there is no oversight of nepotism against criteria for appointment and terms of structural position. Ministry of State Apparatus Empowerment and Reforms need to apply the post of general auction for structural appointments. Keywords: Analysis, evaluation and structural positions | |
| 26 | 5971 | G1B009084 | PENGARUH TANAMAN RUMPUT BEBEK (Lemna minor) DALAM MENURUNKAN BAHAN ORGANIK LIMBAH RUMAH PEMOTONGAN HEWAN (RPH) | Limbah cair Rumah Pemotongan Hewan (RPH) mempunyai sifat-sifat umum yaitu mengandung darah, protein, lemak, kelarutan dan campuran zat organik tinggi. Darah dapat meningkatkan tingginya nilai Biochemichal Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) serta padatan tersuspensi. Metode yang dapat digunakan untuk mengolah limbah organik adalah metode biologi dengan cara bioremediasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh tanaman rumput bebek (Lemna minor) dalam menurunkan bahan organik (BOD dan COD) limbah RPH. Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimen semu dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan menggunakan variasi waktu tinggal (0, 3, 5, 7, dan 9 hari) dengan 4 kali ulangan. Analisis yang digunakan adalah Paired T Test, One Way Anova, LSD, Kruskal-Wallis, U-Mann Whitney dengan signifikansi α=0,05. Hasil analisis menggunakan uji Paired T Test menunjukkan kadar BOD dan COD pada setiap variasi waktu tinggal mengalami penurunan yang signifikan. Waktu tinggal yang paling efektif adalah 9 hari dengan penurunan kadar BOD sebesar 98,32% dan COD sebesar 90,94%. Hasil penelitian ini berarti bahwa bioremediasi menggunakan tanaman rumput bebek (Lemna minor) dapat menjadi salah satu alternatif pengolahan limbah RPH yang efektif. Manajemen RPH direkomendasikan dapat menerapkan pengolahan limbah menggunakan metode biologi ini untuk menurunkan kadar bahan organik (BOD dan COD). | The waste of slaughterhouses has general characteristic as blood, protein, fat, solubility and a mixture of organic matter. Blood is able to increase the value of Biochemichal Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD) and suspended solids. Biological method, such as bioremediation can be used to process organic waste. The aim of this study was to determine the effectiveness of duckweed plants (Lemna minor) in decreasing concentration organic matter (BOD and COD) waste. The type of research is quasi experimental with Complete Random Design (CRD). The treatment used residence time variation (0, 3, 5, 7, and 9 days) with 4 replications. The analysis used Paired T Test, One Way Anova, LSD, Kruskal-Wallis, Mann-Whitney U with α= 0.05. The value of Paired T Test showed levels of BOD and COD in each residence time variation decreased significant . The most effective residence time was 9 days with decreasing levels of BOD 98,32% and COD 90,94%. Bioremediation using duckweed plants (Lemna minor) can be an effective alternative waste of slaughterhouses treatment. Management of slaughterhouses is recommended to apply this biological method in order to decrease levels of organic matter (BOD and COD). | |
| 27 | 5993 | A1C009010 | PROFIL USAHATANI BUNGA POTONG ANTHURIUM DI KECAMATAN WONOSOBO KABUPATEN WONOSOBO | Abstrak Usahatani bunga potong anthurium merupakan usahatani tanaman hias yang belum lama berkembang di Kabupaten Wonosobo. Kecamatan Wonosobo merupakan sentra produksi bunga potong anthurium di Kabupaten Wonosobo. Sebagai usahatani yang belum lama berkembang, informasi mengenai usahatani bunga potong anthurium masih terbatas. Oleh karena itu diperlukannya informasi mengenai profil usahatani bunga potong anthurium untuk mendukung perkembangan usahatani tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil usahatani bunga potong anthurium, mengetahui biaya dan pendapatan usahatani, mengetahui titik impas, dan mengetahui RC rasio usahatani bunga potong anthurium. Metode penelitian ini yaitu survai dengan rancangan pengambilan sampel yaitu sensus, sebanyak 18 petani responden. Variabel dan pengukuran yang diamati pada penelitian ini yaitu luas lahan, jumlah bibit, pupuk organik dan pupuk kimia, pestisida, tenaga kerja, produk, harga produk, biaya tetap, biaya variabel, biaya total, penerimaan usahatani, dan pendapatan usahatani. Analisis data pada penelitian ini yaitu analisis deskriptif, analisis biaya dan pendapatan, analisis break even point, dan analisis RC rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani bunga potong anthurium diusahakan sebagai usaha sampingan yang berawal dari hobi akan tanaman hias. Profil petani bunga potong anthurium memiliki latar belakang pendidikan tinggi serta memiliki penghasilan yang cukup, sebagian besar petani telah pada usia pensiun dan juga tanggungan keluarga yang sedikit. Hasil analisis dari rata-rata luas lahan 589,11 m2 biaya rata-rata yang dikeluarkan Rp.5.512.570,11dan pendapatan rata-rata Rp.5.761.240,07. Sedangkan nilai BEP unit 1.294,62 tangkai dan BEP rupiah Rp.3.344.433,27. Nilai RC ratio yang diperoleh 2,05. Diperoleh kesimpulan bahwa usahatani bunga potong anthurium telah memberikan keuntungan dan pengelolaannya sudah efisien. Kata kunci : Profil, Bunga Potong Anthurium, Wonosobo. | Abstract Anthurium cut flower farming is farming ornamental plants recently developed in Wonosobo regency. Wonosobo districts is a center for the production of anthurium cut flower in Wonosobo regency. As farm recently developed, information about anthurium cut flower farming is still limited. Hence the need for information about the profile of anthurium cut flower farming to support the development of the farm. This study aims to determine the profile of anthurium cut flower farming, knowing the cost and farm income, determine the break even point, and knowing RC ratio anthurium cut flower farming. This research method is survey the sampling design used is the census, a total of 18 farmer respondents. Variables and measurements were observed in this study is the land area, number of seeds, organic fertilizers and chemical fertilizers, pesticides, labor, product, product price, fixed costs, variable costs, total costs, farm receipts and farm income. Data analysis in this research is the descriptive analysis, analysis of costs and revenues, the break even point analysis, and analysis of the RC ratio. The results showed that the cultivated anthurium cut flower farming as a sideline hobby that began with ornamental plants. Profile of cut flower anthurium growers have higher educational background as well as having sufficient income, most farmers have at retirement age and also a bit of family dependents. Results of the analysis of the average land area of 589.11 m2 total average costs incurred Rp.5.512.570,11and the average income of Rp.5.761.240,07. While the value of BEP and BEP unit stalk 1.294,62 Rp.3.344.433,27. RC values obtained ratio 2,05. The conclusions are that the anthurium cut flower farming has paid dividends and management is efficient. Keywords: profile, Anthurium Cut Flowers, Wonosobo. | |
| 28 | 5972 | E1A011286 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS KERUGIAN YANG DIDERITA DALAM PENGIRIMAN BARANG DI PT. PANDU SIWI SENTOSA PURWOKERTO | Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri atas ribuan pulau yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara. Keadaan geografis yang demikian membuat transportasi memegang peranan yang sangat penting. Pentingnya transportasi terlihat dari semakin banyaknya permintaan jasa transportasi baik jasa angkutan bagi manusia maupun angkutan barang. Dalam hal penyelenggaraan jasa angkutan barang, tidak menutup kemungkinan adanya kelalaian dari pihak pengangkut yang menimbulkan hilangnya barang kiriman. Kasus kehilangan barang kiriman juga pernah terjadi di PT. Pandu Siwi Sentosa Purwokerto yang bertindak sebagai Pengangkut sekaligus Pelaku Usaha. Terkait dengan kasus kehilangan barang yang terjadi di PT. Pandu Siwi Sentosa Purwokerto, maka bagaimanakah tanggung jawab Pelaku Usaha terhadap kerugian yang diderita konsumen jasa pengiriman barang akibat kesalahan PT. Pandu Siwi Sentosa Purwokerto. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekataan kasus dan pendekatan perundang-undangan yang bersifat kualitatif dengan metode yuridis normatif. Pengumpulan data melalui seluruh bahan-bahan kepustakaan, inventarisasi peraturan perundang-undangan, dan putusan badan peradilan. Teknik menyajian data disajikan dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis, rasional, dan logis. Terhadap kasus kehilangan yang terjadi sebagai akibat dari kelalaiannya, PT. PANDU SIWI SENTOSA Purwokerto telah memenuhi tanggung jawabnya dengan mengganti kerugian sesuai kesepakatan dengan pihak pengirim yang dalam hal ini menjadi konsumen jasa ekspedisi PT. PANDU SIWI SENTOSA yaitu separuh dari harga barang yang hilang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di satu sisi PT. PANDU SIWI SENTOSA Purwokerto sebagai Pelaku Usaha bidang jasa ekspedisi yang juga berperan sebagai Pengangkut, secara normatif sudah melaksanakan tanggung jawabnya sebagaimana diatur di dalam ketentuan Pasal 19 ayat (1) Undang-Undang Pelindungan Konsumen, Pasal 193 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta Pasal 14 dan 23 Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2011 tentang Angkutan Multimoda. Namun, di sisi lain tindakan PT. PANDU SIWI SENTOSA telah melanggar ketentuan Pasal 19 ayat (2) Undang-Undang Pelindungan Konsumen dan asas itikad baik. | Indonesia Republic is an archipelago country which consists of thousands of islands spread across the Indonesian archipelago. The geographical condition makes transportation has a very important role. The importance of transportation is reflected on the increase of transportation service demand as well as transportation services for humans and goods. There are possibilities on transport organizer negligence which causes a loss of the shipment goods in the implementation of goods transportation service. The case of shipment goods loss has ever happened on PT. Pandu Siwi Sentosa Purwokerto which acts as a transport and business organizer. In related to the case of the goods loss happened on PT. Pandu Siwi Sentosa Purwokerto, so how is the responsibilities of the business organizer on the loss caused by errors and suffered by the consumers of the goods transportation service. The approach used on this research is the qualitative case and legislation approach with a normative juridical method. The data collection is provided through literature data, legislation rule inventory and juridiction verdict. The data presentation technique is provided with desscription arranged rationally logically. In consideration with the loss case happened as a cause of the company negligence, PT. PANDU SIWI SENTOSA Purwokerto has recovered its responsibility by compensating in correspondence with the sender as the consumer of PT. PANDU SIWI SENTOSA Purwokerto’s expedition service by replacing half of the lost goods’ price. The result of the research shows that on the one hand PT. PANDU SIWI SENTOSA Purwokerto, the expedition service field business organizer which acts also as the transport organize, normatively has done its responsibility as being regulated in the rule of Article 19 subsection (1) on The Consumer Protection Laws, Article 193 Number 22 Year 2009 on The Road Transport and Traffic Laws and Article 14 & 23 of The Government Rule Number 8 Year 2011 about Multi-Mode Transport. On the other hand, the action committed by PT. PANDU SIWI SENTOSA Purwokerto has violated the rule of Article 19 subsection (2) on The Consumer Protection Laws and the principle of good faith. | |
| 29 | 5974 | J1A006012 | ANALISIS POTENSI BIOMASSA BERDASARKAN TINGKAT PERTUMBUHAN VEGETASI MANGROVE DI PLAWANGAN TIMUR, SEGARA ANAKAN, CILACAP, JAWA TENGAH | Ekosistem mangrove adalah ekosistem yang berada diantara daratan dan lautan, bersifat unik dan khas, terdapat di daerah pasang surut di wilayah pesisir, pantai, dan pulau-pulau kecil. Biomassa digunakan sebagai dasar perhitungan bagi kegiatan pengelolaan hutan, hal ini disebabkan karena hutan dapat dianggap sebagai sumber dan sinks dari karbon. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui nilai biomassa pada mangrove di Kawasan Plawangan Timur, Segara Anakan, Cilacap, Jawa Tengah. Skripsi ini dilakukan pada bulan Januari 2013 dan selesai pada Juni 2013. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan metode sampling, metode ini dilakukan dengan mengukur diameter pohon dan menggunakan persamaan alometrik untuk mengekstrapolasi biomassa serta memasukan data Kerapatan. Setelah data didapat maka dilakukan proses pemetaan menggunakan software ArcView dan Surfer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kawasan Plawangan Timur, Segara Anakan Cilacap didapat nilai total potensi rata-rata biomassa mangrove yaitu berkisar antara 23,08-55,73 ton/Ha. Pada proses pemetaan didapat gambaran sebaran potensi rata-rata biomassa mangrove yang ditunjukkan dengan perbedaan warna pada setiap lokasi pengambilan. | Mangrove ecosystem, located between land and sea, is unique and distinctive, in tidal, coastal areas, or in coastal and small islands. Biomass is used for forest management activities; since the forest could be considered as source and sinks of carbon. This study aimed to examine biomass of mangroves in East Plawangan of Segara Anakan of Cilacap, Central Java. This work was conducted during January-June 2013. Sampling method was performed by measuring tree diameter and using allometric equations to extrapolate biomass and density data. The mapping process was then carried out using the ArcView and Surfer softwares. The results showed that in East Plawangan the average biomass of mangroves ranged 23.08-55.73 tons/ha. According to mapping process, distribution of biomass of mangroves in average were indicated by the different color for each site. | |
| 30 | 5935 | E1A007207 | PEMBUKTIAN ALAT BUKTI INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK DALAM PEMBOBOLAN ATM (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Perkara Nomor: 85/PID.B/2012/PN.PWT) | ABSTRAK Perkembangan ilmu pengetahuan , tentunya memberikan suatu dampak yang cukup signifikan di bidang hukum acara pidana. Oleh karena itu, pengertian yang limitative didalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana dapat menjadi sempit, dikarenakan banyaknya terobosan-terobosan baru dibidang ilmu teknologi dan informasi seperti telefon genggam (handphone), fax, video, internet, dsb. Berkaitan dengan hal tersebut, dalam penggunaannya perlu diperhatikan mengenai sisi keamanan, kemanfaatan, dan kepastian hukum dalam penggunaan teknologi informasi, media, dan komunikasi agar dapat berkembang secara optimal dan tidak terjadi penyalahgunaan. Sehubungan dengan itu, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik memberikan perluasan-perluasan arti alat bukti yang sah menurut hukum acara yang berlaku di Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan alat bukti Informasi dan Transaksi Elektronik yang berupa CD rekaman CCTV dalam pembuktian di persidangan mengenai Tindak Pidana pencurian dengan pembobolan ATM berdasarkan putusan Nomor: 85/Pid.B/2012/PN.Pwt dan untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana dalam kasus serupa. Pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif yaitu penelitian yang menggunakan legis positivis, yang menyatakan bahwa hukum identik dengan norma-norma tertulis yang dibuat dan diundangkan oleh lembaga atau pejabat yang berwenang. Data kemudian dianalisis menggunakan metode analisis normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa alat bukti Informasi dan Transaksi Elektronik merupakan “perluasan” dari pasal 184 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana mengenai alat bukti yang sah dan sifat dari alat bukti adalah limitatif atau terbatas pada yang ditentukan saja. | ABSTRACT Development of science gives a significant impact in the field of criminal law. Therefore, understanding of limitative in Law No. 8 of 1981 on the Criminal Procedure Law may be narrow, because many new breakthroughs in the field of science and information technology, cell phones (mobile phones), fax, video, internet, etc.. In this regard, it should be noted regarding the safety, usefulness, and legal certainty in the use of information technology, media, and communications in order to develop optimally and avoid misuse. Accordingly, the Law No. 11 Year 2008 on Information and Electronic Transactions give meaning extensions valid evidence under the applicable procedural law in Indonesia. This study was conducted to determine the use of Information and Electronic Transaction evidence in the form of CDs of CCTV footage in evidence at the hearing concerning the Crime of the ATM burglary theft by Verdict Number: 85/Pid.B/2012/PN.Pwt and to know the basic considerations for judges to convict in the same case. The approach used is the normative juridical studies using legis positif, stating that the law is identical to the written norms are created and was enacted by institution or authorized officer.. Data were analyzed using qualitative methods of normative analysis. Based on the research result shows that the evidence is Information and Electronic Transactions "extension" of Article 184 of Law No. 8 of 1981 on the Criminal Procedure Law on valid evidence and the nature of the evidence is limitedly or limited to a specified course. | |
| 31 | 5976 | C1J007009 | ANALYSIS REVENUE AND CONSUMPTION OF STRAWBERRY FARMER IN SERANG VILLAGE KARANGREJA PURBALINGGA REGENCY | Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu strowbery pendapatan keluarga, konsumsi, stroberi keluarga stroberi constribution pertanian untuk keluarga pendapatan total pendapatan. Jenis dari penelitian ini survei deepth wawancara dengan pertanian dari strowbey. Teknik analisis data kuantitatif menggunakan pendapatan bersih, analisis constribution, keluarga konsumsi. Berdasarkan penelitian yang dapat conclussion yang rata-rata pendapatan per bulan dari strowbery keluarga di serang memiliki gaji minimum yang lebih rendah dari daerah kabupaten purbalingga ( umk ) / ) rp. 818.500, - dan berbasis biaya rp.762.000, - .. Rata-rata konsumsi strowbery keluarga di serang desa seperti makanan ( 51.92 % ) telah lebih besar dari konsumsi non makanan ( 48.08 % ). Pangkalan di penelitian yang dilakukan yang yang paling pendapatan keluarga strowbery 74.0 % lebih besar dari pendapatan lain | This study aimed to finding out strowbery family income, stowbery family consumption, constribution stroberi farm income to family total income. Type of research is survey deepth interview with farm of strowbey. Quantitative techniques of data analysis using the net income, constribution analysis, family consumption. Based on the research can be conclussion that average income per month of strowbery family in Serang have lower than Regional Salaries Minimum of Kabupaten (UMK)/Purbalingga) is Rp. 818.500,- and based expenses Rp.762.000,-.. Average consumption of strowbery family in Serang village such as foods (51.92%) have larger than consumption non foods (48.08%). Base on the research was conducted that most income strowbery family is 74.0% larger than other income | |
| 32 | 5934 | J1A006016 | TINGKAT EUTROFIKASI PERAIRAN WADUK SEMPOR KECAMATAN SEMPOR KABUPATEN KEBUMEN | Penelitian ini berjudul “Tingkat Eutrofikasi Perairan Waduk Sempor Kecamatan Sempor, Kebumen“. Dilaksanakan pada bulan Oktober 2012 dan lokasi pengambilan sampel di Waduk Sempor Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi parameter penentu eutrofikasi (N Total, P Total, penetrasi cahaya dan produktivitas primer) dan mengetahui tingkat eutrofikasi berdasarkan parameter penentu eutrofikasi di perairan waduk Sempor. Penelitian ini menggunakan metode survey dan teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Random Sampling dengan membagi lokasi penelitian menjadi 5 stasiun pengambilan sampel. Parameter yang diamati yaitu N-Total, P-Total, penetrasi cahaya dan produktivitas primer. Hasil penelitian yaitu kadar N-Total berkisar 0,613 - 1,135 mg/L, kadar P-Total berkisar 0,120 – 0,642 mg/L, nilai penetrasi cahaya berkisar 2,1 – 3 m dan nilai produktivitas primer berkisar 43,75 – 82,71 mgC/m3. Berdasarkan parameter penentu eutrofikasi, maka perairan Waduk Sempor berada pada tingkatan mesotrofik-eutrofik. | This study entitled "Water Eutrophication Level of Sempor Reservoir in Kebumen District ", was held in October 2012 and the sampling sites were at Sempor Reservoir of Kebumen District. The study was to find out the parameters conditioning eutrophication (N total, P total, light penetration and primary productivity) and to know eutrophication level based on eutrophication parameters in the reservoir. The study used survey method and purposive random sampling techniques by dividing the sites into 5 stations. Parameters observed were N-total, P-total, light penetration and primary productivity. The results were N-total ranged 0.613-1.135 mg/L, P-total ranged 0.120-0.642 mg/L, light penetration ranged 2.1-3.0 m, and primary productivity ranged 43.75-82.71 mg C/m3. The reservoir was classified mesotrophic-eutrophic level. | |
| 33 | 5977 | P2CB12013 | PENGARUH PRAKTIK MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA BERBASIS ISLAM TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASIONAL DENGAN RELIGIUSITAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Pada Sekolah Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh praktik MSDM berbasis Islam terhadap kepuasan kerja dan komitmen organisasional, kepuasan kerja terhadap komitmen organisasional, pemediasi kepuasan kerja pada hubungan antara praktik MSDM berbasis Islam dengan komitmen organisasional, pemoderasi religiusitas pada hubungan antara praktik MSDM berbasis Islam dengan kepuasan kerja di sekolah Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto. Sampel penelitian ini adalah118 responden dengan menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Partial Least Square (PLS) dengan software SmartPLS. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulakan bahwa praktik MSDM berbasis Islam berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja dan komitmen organisasional, serta kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap komitmen organisasional. Uji Sobel menunjukkan peran pemediasi variabel kepuasan kerja pada hubungan antara praktik MSDM berbasis Islam dengan komitmen organisasional. Religiusitas juga dapat memoderasi hubungan antara praktik MSDM berbasis islam dengan kepuasan kerja. | The purpose of this study is to analyze the influence of Islamic HRM practices toward job satisfaction and organizational commitment, job satisfaction toward organizational commitment, Islamic HRM practices toward organizational commitment by adding job satisfaction as a mediating variable, and Islamic HRM practices toward job satisfaction by adding religiousity as moderating variable on Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto. The sample of this study is 118 respondents using purposive sampling method. The research method is survey method with quantitative approach. The analytical tool in this study is Partial Least Square with software SmartPLS. Based on the results of data analysis can be concluded that the Islamic HRM practices has positive correlation with job satisfaction and organizational commitment, job satisfaction has positive correlation with organizational commitment, job satisfaction is a mediating variable between Islamic HRM practices toward organizational commitment, and religiousity is a moderating variable between Islamic HRM practices toward job satisfaction. | |
| 34 | 6064 | E1A008073 | PENGAJUAN PENINJAUAN KEMBALI YANG DILAKUKAN OLEH PENUTUT UMUM (TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 109PK/PID/2007) | Upaya hukum peninjauan kembali adalah upaya hukum luar biasa yang dilakukan dalam rangka pencapaian rasa keadilan. Fenonema yang muncul saat ini adalah upaya hukum peninjauan kembali yang diajukan oleh jaksa. Padahal dalam Pasal 263 ayat (1) KUHAP telah jelas dinyatakan bahwa yang dapat mengajukan upaya hukum peninjauan kembali adalah jaksa. Meskipun begitu, bukan berarti pengajuan upaya hukum peninjauan kembali oleh jaksa tidak berdasarkan landasan hukum. Jaksa mengajukan upaya hukum peninjauan kembali dengan berdasarkan pada pasal 23 Undang-Undang No. 4 Tahun 2004 Tentang Pokok-pokok Kekuasaan Kehakimann, selain itu, Pasal 263 Ayat (3) sendiri telah memberikan celah bagi Jaksa untuk kemudian mengajukan upaya hukum peninjauan kembali. Adanya putusan MA RI No. 55 Tahun 1996 kemudian dijadikan sebagai yurisprudensi bagi perkara-perkara upaya hukum peninjauan kembali selanjutnya. Alasan Hakim Agung menerima/mengabulkan upaya hukum peninjauan kembali yang diajukan oleh jaksa adalah karena peran hakim yang tidak boleh menolak perkara yang diajukan terhadapnya, oleh karena itu hakim harus melakukan penemuan hukum bila peraturan perundang-undangan yang mengaturnya tidak jelas. Tumpang tindihnya peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pihak-pihak yang dapat mengajukan upaya hukum peninjauan kembali mengakibatkan ketidakjelasan peraturan yang mengatur tentang pihak-pihak yang dapat mengajukan upaya hukum peninjauan kembali dan oleh karena itulah Hakim melakukan penemuan hukum berdasarkan asas-asas hukum, peraturan perundang-undangan yang ada dan doktrin-doktrin hukum. Berdasarkan penemuan hokum yang dilakukan oleh Hakim Agung mak ditemukan cukup alasan untuk menerima/mengabulkan upaya hokum peninjauan kembali (PK)/Herziening yang diajukan oleh penuntut umum | Review of legal action is an extraordinary legal remedy is done in order to achieve a sense of justice. Fenonema emerging today is a review of the legal action filed by prosecutors. Whereas in Article 263 paragraph (1) Criminal Procedure Code has been clearly stated that the law should apply effort reconsideration is the prosecutor. Even so, it does not mean filing legal action review by the prosecutor is not based on a legal basis. Prosecutors filed a legal action to judicial review pursuant to Article 23 of Law No.. 4 of 2004 on the Principles of Power Jutice, in addition, Article 263 Paragraph (3) has provided the opportunity for the attorney to bring a legal action reconsideration. No. The existence of the Supreme Court decision. 55 In 1996, then used as jurisprudence for legal remedy matters further reconsideration. Chief Justice Reason accept / grant the remedy reconsideration filed by the prosecutor is due to the role of a judge who may not refuse the case filed against him, therefore the judge should conduct legal discovery if the legislation is not clear who set it. Overlapping regulations governing parties can file an obscurity reconsideration resulted in regulations governing parties can file an review and that is why the judge did the discovery of the law based on the principles of law, regulation existing laws and legal doctrines. Based on the findings of law made by the Chief Justice mak found sufficient reason to accept / grant reconsideration legal efforts filed by prosecutors. Keywords: judicial review, judicial review Prosecutor | |
| 35 | 5986 | G1B009004 | DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PEKERJA INDUSTRI GENTENG DI KECAMATAN PETANAHAN KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2013. | Musculoskeletal disorders (MSDs) adalah keluhan pada bagian-bagian otot skeletal yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan yang sangat ringan sampai sangat sakit. Data kasus MSDs masih tinggi, di Inggris sebanyak 141.000 pada tahun 2011/2012. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui determinan yang berhubungan dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja industri genteng di Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen tahun 2013. Jenis dan metode penelitian ini adalah observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 50 responden Data didapatkan melalui wawancara responden dengan menggunakan kuesioner dan observasi langsung. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (chi square). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel yang berhubungan signifikan dengan keluhan MSDs adalah resiko kerja (p=0,000), Umur (p=0,000), jenis kelamin (p=0,000), masa kerja (p=0,000). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan secara signifikan yaitu kebiasaan merokok (p=0,392). Disarakan pekerja sebaiknya melakukan istirahat selama 5 menit disaat sudah mulai merasakan kelelahan atau pegal pada otot tubuh. | Musculoskeletal disorders (MSDs) are the complaints on the parts of skeletal muscle is felt by anyone ranging from very mild to very sick complaints. MSDs case data is still high, as many as 141,000 in United Kingdom in the year 2011/2012. The purpose of this study is to determine the determinant related to the complaint Musculoskeletal disorders (MSDs) in the tile industry workers in the District Petanahan Kebumen in 2013. Type and method of this study is observational with cross sectional approach. The total sample of 50 respondents the data obtained through interviews using questionnaires and direct observation. Data analysis is performed using univariate and bivariate (chi square). Results of this study showed that the variables significantly associated with MSDs complaints is workplace risk (p = 0.000), age (p = 0.000), gender (p = 0.000), years (p = 0.000). While the variables are not significantly associated smoking habits (p = 0.392). Suggested workers should do rest for 5 minutes when start to fatigue or stiffness in the muscles of the body. | |
| 36 | 5984 | C1C009047 | Keputusan Menjual Atau Memproses Lebih Lanjut Telur Itik Berdasar Informasi Akuntansi Diferensial (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Ternak Itik "Bebek Umbaran" Desa Negarayu Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes) | Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus pada Kelompok Tani Ternak Itik (KTTI) “Bebek Umbaran” Desa Negarayu Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes dengan judul “Keputusan Menjual Atau Memproses Lebih Lanjut Telur Itik Berdasar Informasi Akuntansi Diferensial”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis informasi akuntansi diferensial yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan menjual atau memproses lebih lanjut telur itik. Metode analisis data menggunakan analisis informasi akuntansi diferensial berupa analisis biaya diferensial dan analisis pendapatan diferensial dengan pendekatan tradisional. Hasil analisis informasi akuntansi diferensial menunjukkan bahwa alternatif menjual telur itik atau memproses lebih lanjut menjadi bibit menghasilkan keputusan untuk memproses lebih lanjut menjadi bibit itik dan juga alternatif menjual telur itik atau memproses lebih lanjut menjadi telur asin menghasilkan keputusan untuk memproses lebih lanjut menjadi telur asin. Salah satu implikasi dari penelitian ini adalah keputusan pemilihan memproses lebih lanjut menjadi bibit itik secara melembaga dapat menjadi pengembangan usaha sebagai duck breeding center yang dapat meningkatkan permintaan DOD dari berbagai wilayah. | This research is the case study at “Bebek Umbaran” duck farmer group in Negarayu, Tonjong Subdistrict Brebes on titled “Decision to Sell Or Further Process the Duck Egg by Differential Accounting Information Basis”. The aim of this research was to analyze the differential accounting information applied for decision-making to sell or further process the duck egg. The method in this research were used differential costs and revenues analysis with traditional approaches. The results of this study showed that the best alternative sell or further process duck eggs were alternative way to produce day-old-ducks (DOD). One of implication this research was decision-making for producing DOD so that can be as duck breeding center that can complete the demands of DOD and improve the business. Keywords: Sell or process further, differential accounting information, duck egg, day-old-ducks (DOD), salted egg | |
| 37 | 5989 | H1D008062 | ANALISIS PERSEPSI PENUMPANG TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KERETA API KELAS EKSEKUTIF DENGAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (STUDI KASUS KA TAKSAKA) | KA Eksekutif merupakan kereta api dengan tingkat tertinggi dalam kelas kereta api penumpang. KA Eksekutif memiliki performa dan fasilitas yang paling lengkap dan nyaman jika dibandingkan dengan kereta api kelas yang lain. Meskipun demikian, KA Eksekutif perlu meningkatkan kualitas pelayanannya agar para penumpangnya mendapatkan fasilitas dan kenyamanan yang setara dengan biaya yang telah dikeluarkan. Sesuai dengan Peraturan Presiden RI No. 53 Tahun 2012, pelayanan angkutan kereta api yang digunakan untuk menyelenggarakan kewajiban pelayanan publik harus memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui atribut apa saja yang mempengaruhi tingkat kepuasan penumpang, menganalisis penilaian penumpang terhadap tingkat pelayanan saat ini dan tingkat harapan penumpang, menganalisis tingkat perbedaan/gap antara tingkat pelayanan saat ini dengan tingkat harapan penumpang serta atribut-atribut apa saja yang menjadi prioritas untuk direkomendasikan dalam upaya peningkatan kepuasan penumpang terhadap kualitas pelayanan jasa KA Eksekutif. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Gap Analysis. Acuan dari penelitian ini adalah Standar Pelayanan Minimum (SPM) dalam perjalanan kereta api antar kota berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. 9 Tahun 2011. Pengumpulan data dilakukan melalui suatu wawancara untuk pengisian kuisioner kepada 100 orang responden penumpang kereta api eksekutif Taksaka yang telah melakukan perjalanan dengan kereta api tersebut minimal dua kali perjalanan. Hasil analisa kuisioner dengan metode Importance Perfomance Analysis (IPA) menunjukan secara umum pelayanan kereta eksekutif Taksaka sudah dinilai baik oleh responden, hal ini ditunjukkan oleh banyaknya atribut yang masuk dalam kuadran II sehingga perlu dipertahankan kinerjanya untuk saat ini. Atribut pelayanan yang menjadi prioritas utama yang perlu ditingkatkan pada parameter fasilitas kenyamanan di dalam kereta meliputi kebersihan toilet, ketersediaan air di toilet dan pengatur sandaran tempat duduk yang berfungsi baik. Atribut fasilitas khusus untuk penyandang cacat, wanita hamil, lanjut usia dan balita perlu diadakan/disediakan oleh operator karena penumpang menilai atribut ini sangat penting. Kualitas atribut pelayanan yang memiliki prioritas rendah untuk ditingkatkan meliputi lampu penerangan dalam kereta, fasilitas hiburan dan keberadaan pedagang asongan dalam kereta. Hasil analisa gap terbesar terdapat pada kinerja atribut fasilitas untuk penyandang cacat, lanjut usia, wanita hamil, dan balita, dengan nilai gap -4,67. | Executive train is a train with the highest level of passenger rail in the classroom. Executive train performance has the most complete facilities and comfort when compared to the other class train. Nonetheless, executive train need to be improved the quality of service that passengers get the facilities and comfort equal to the cost incurred. In accordance with Peraturan Presiden RI No. 53 tahun 2012, rail freight services are used to hold public service obligations must meet minimum service standards. The purpose of this study was to determine the attributes that influence the level of passenger satisfaction, passenger assessment to analyze the current level of service and the level of customer expectations, gap analysis between the current level of service with a level of customer expectations as well as the attributes of what is being priorities recommended in an effort to increase passenger satisfaction on the quality of executive train services. The study was conducted by using the method of Importance Performance Analysis (IPA) and Gap Analysis. Reference of this study is the Minimum Service Standards (MSS) in the inter-city rail travel by the Minister of Transportation Regulation No.. 9 in 2011. The data was collected through an interview for filling the questionnaire to 111 respondents Taksaka passenger train executives who had traveled with the train traveling at least twice,with 100 reapondents are declared valid. Results of questionnaires with analysis methods Importance Perfomance Analysis (IPA) is showed generally train services executive Taksaka already considered was good by the respondents, this is indicated by a number of attributes that fall into quadrant II, so it needs to be maintained for the current performance. Service attributes that a top priority for improvement in parameters leisure facilities on the train covers the toilet cleanliness, availability of water in the toilet, regulator seat that works well. Special facilities attribute for the disabled, pregnant women, elderly and young children need to be held or provided by the carrier as passengers assess this attribute is very important. Quality of service attributes that have low priorities include improved lighting for the railway, entertainment facilities and the presence of street vendors in the train. The largest gap analysis results on the performance attributes contained facilities for the disabled, pregnant women, elderly and young children, with a gap value of -4.67. | |
| 38 | 5990 | B1J009092 | HUBUNGAN RASIO TOTAL NITROGEN DAN TOTAL FOSFOR DENGAN KELIMPAHAN CYANOPHYTA DI PERAIRAN WADUK PANGLIMA BESAR SOEDIRMAN | Nitrogen dan fosfor dibutuhkan untuk pertumbuhan fitoplankton. Cyanophyta merupakan produsen primer dan ditemukan di setiap lingkungan baik perairan laut maupun perairan tawar seperti waduk. Waduk P.B. Soedirman terletak di Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan total N, total P, rasio total N/P, total NP dengan kelimpahan Cyanophyta dan hubungan total N, total P, rasio total N/P, total NP secara bersama dengan kelimpahan Cyanophyta di perairan Waduk P.B. Soedirman. Penelitian menggunakan metode survei. Pengambilan sampel dilakukan secara acak terpilih pada tujuh stasiun pengamatan berdasarkan perbedaan rona lingkungan waduk. Pengambilan sampel diulang sebanyak tiga kali dengan interval waktu 1 bulan. Hubungan total N, total P, rasio total N/P, total NP dan total N, total P, rasio total N/P, total NP secara bersama dengan kelimpahan Cyanophyta dianalisis menggunakan korelasi dan regresi. Hasil analisis hubungan dari beberapa parameter didapatkan hubungan total N, total P, rasio total N/P, dan total NP secara bersama dengan kelimpahan Cyanophyta didapatkan hubungan yang sangat kuat dengan koefisien korelasi 0,870 dan kehandalan yang cukup tinggi dengan koefisien determinasi 66,96 %. Besarnya hubungan antara total N, total P, rasio total N/P secara bersama ditunjukkan dengan persamaan Y = 158,100 + 23,478 TN – 3670,370 TP – 0,636 TN/TP. | Nitrogen and phosphorus needed by for phytoplankton growth. Cyanophyta is primary producer and can be found in every environment both marine and fresh waters such as reservoir. Panglima Besar Soedirman Reservoir located in Banjarnegara. The purpose of this research is to know the relation of N total, P total, NP total and ratio of N/P total with the abundance of Cyanophyta and relation of N total, P total, ratio of N/P total, NP total collectively with the abundance of Cyanophyta in the P.B. Soedirman Reservoir. This research used survey method. Sampling was conducted randomly selected in seven observation stations based on different environmental reservoir zone. Sampling was repeated three times at intervals of 1 month. Relation of N total, P total, ratio of N/P total, NP total and N total, P total, ratio of N/P total, NP total collectively with abundance of Cyanophyta were analyzed by correlation and regression analysis.The result shows relation of several parameters obtained relations N total, P total, ratio of N/P total and NP total colectively with abundance of Cyanophyta found a very strong correlation with correlation coefficient is 0.870 and high reliability with a coefficient of determination is 66.96%. The relation of N total, P total, and N/P total collectively indicated by the equation Y = 158.100 + 23.478 TN - 3670.370 TP - 0.636 TN/TP. | |
| 39 | 5991 | G1A009096 | KORELASI ANTARA USIA, LAMA HARI RAWAT, DAN JENIS FRAKTUR DENGAN STATUS FUNGSIONAL PASIEN PASCA OPEN REDUCTION INTERNAL FIXATION (ORIF) FRAKTUR EKSTREMITAS BAWAH (Studi Belah Lintang di Rumah Sakit Orthopedi Purwokerto) | Latar Belakang : Fase rehabilitasi merupakan fase kemampuan fungsional yang berada pada tahap paling rendah dibandingkan fase lain. Pemulihan fungsi fisik menjadi priorotas yang dapat dilihat dari status fungsional. Tujuan : Penelitan ini bertujuan mengidentifikasi korelasi antara usia, lama hari rawat, dan jenis fraktur terhadap status fungsional pasien pasca ORIF fraktur ekstremitas bawah. Metode : Desain penelitan adalah cross¬ sectional dengan 39 responden dan pengumpulan data menggunakan kuisioner. Varabel independen adalah usia, lama hari rawat, dan jenis fraktur sementara variabel dependen adalah status fungsional. Hasil : Dari 39 responden, didapatkan nilai tengah usia yaitu usia 37,00, nilai tengah lama hari rawat adalah 4,00, jenis fraktur yang paling banyak terjadi adalah fraktur simpel sebanyak 13 responden (33,33%), dan rata-rata status fungsional adalah 63,200. Uji korelasi pearson digunakan untuk data numerik sedangkan korelasi spearman digunakan untuk data kategorik. Hasil penelitan menunjukan usia (r = -0,501 dan nilai p = 0,001) serta lama hari rawat (r = 0,424 dan nilai p = 0,007) merupakan faktor yang berkorelasi terhadap status fungsional. | Background : Rehabilitaton phase is a phase of functional ability at the stage of the lowest compared to other phases. Recovery of physical function is a priority from functional status. Conducted reasearch on the functional status as the basis for the restorative care. Objective : The reasearch aimed to identify the correlation of age, length of day care, and type of fracture with functional status post ORIF fracture n the lower extremities. Methods : The study design was a cross-sectional with 39 respondents and collecting data using questionnaires. Independent variables were age, length of day care, and type of fracture; as the dependent variable was functional status. Result : Of the 39 respondents it was found that the median of age is 37,00, the median of length of day care s 4,00, the most common type of fracture is simple fracture by 13 respondents (33,33%), and the average of functional status is 63,200. Pearson correlation used for numerical data, meanwhile Spearman correlation used for categorical data. The result show that age (r = -0,501 and p- value = 0,001) and length of day care (r = 0,424 and p- value = 0,007) are factors that have correlation with functional status. | |
| 40 | 5994 | G1A009131 | Hubungan Kadar Kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL) dengan Kadar C-Reactive Protein (CRP) pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Obes di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto | Latar Belakang: Obesitas memiliki kecenderungan yang besar untuk terjadinya dislipidemia. Kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL) merupakan parameter yang penting dalam penatalaksanaan dislipidemia karena dipandang sebagai subklas fenotip LDL, yaitu small dense LDL, yang merupakan parameter utama terbentuknya aterosklerosis pada cardiovascular event. Kadar C-Reactive Protein (CRP) merupakan salah satu petanda inflamasi sistemik akut yang sering ditemukan pada penyakit cardiovascular event. Pengukuran kadar kolesterol LDL dan CRP merupakan salah satu metode yang kini mulai banyak digunakan untuk mengetahui tingkat risiko penyakit cardiovascular dan penyakit komplikasi DM. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan kadar kolesterol LDL dengan kadar CRP pada pasien diabetes melitus tipe 2 obes di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional study. Sampel diambil dengan metode consecutive sampling. Analisis menggunakan uji korelasi pearson Hasil: Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara kadar kolesterol LDL dengan kadar CRP (p<0,05) dengan kekuatan korelasi sedang (r=0,476) dan memiliki arah korelasi positif. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna kadar kolesterol LDL dengan kadar CRP pada pasien DM tipe 2 obes di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Semakin tinggi kadar kolesterol LDL maka semakin tinggi kadar CRP pasien DM tipe 2 obes di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. | Background of study: The obesity has a great affect for the occurrence of dyslipidemia. Low Density Lipoprotein (LDL) cholesterol is an important parameter in the implementation of dyslipidemia because it is seen as a subclass of phenotype LDL, that is small dense LDL which is the main parameter of atherosclerosis in cardiovascular event. C-Reactive Protein (CRP) level is the systematic inflammation acute sign which is often found in cardiovascular event. The measurement of LDL cholesterol and CRP are the one method which is recently and often used to determine the level of risk in cardiovascular and DM complication. Purpose of the study: The purpose of this study was used to examine the correlation between LDL cholesterol level and CRP level in type 2 of diabetes mellitus’s obese patients at RSUD Margono Soekarjo Purwokerto. Methodology: This study is an observational analytic study, in analyzing this study the researcher used the cross sectional study. And the sample which is used in analyzing this study was the consecutive sampling method. Furthermore, the analysis which is used by the researcher to analyze this study is Pearson correlation. Research findings: The result of this analysis shows that there is a correlation between LDL cholesterol level and CRP level (p<0,05) in medium correlation (r=0,476) thus, it belongs to positive correlation. Conclusion: There is a correlation between LDL cholesterol level and CRP level in type 2 of diabetes mellitus’s obese patient at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto which shows in medium correlation and it belongs to positive correlation. If the level of LDL cholesterol was high, the levels of CRP in type 2 of diabetes mellitus’s obese patient at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto would be high too. |