Artikelilmiahs
Menampilkan 7.381-7.400 dari 48.889 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 7381 | 8368 | H1E008009 | ANALISIS DAN PREDIKSI KECEPATAN DAN ARAH ARUS DALAM PENGGAMBARAN ELIPS SECARA TIME SERIES DI SELAT MAKASSAR | Penelitian yang terkait dengan analisis dan prediksi kecepatan dan arah arus dalam penggambaran elips di Selat Makassar telah dilakukan pada koordinat 2,854 deg S-118,628 deg E. Data pengamatan yang digunakan dimulai pada tanggal 01/12/1996 pukul 00:00 WIT sampai dengan 28/02/1997 pukul 24:00 WIT dengan interval 20 menit dengan variasi kedalaman yang digunakan adalah 9 m, 73 m dan 145 m. Data yang digunakan bersifat statisioner dan merupakan Musim Barat La-Nina. Tujuan penilitian ini untuk menentukan spektrum arus, konstanta harmonik yang berpengaruh, kecepatan arus dominan dan prediksi kecepatan arus. Hasil analisis nilai rata-rata kecepatan dan arah arus pada tiap kedalaman adalah 0,3582 m/s dan 206,316ο, 0,2709 m/s dan 161,983ο, 0,4612 m/s dan 125,991ο. Berdasarkan penggambaran elips diketahui bahwa parameter pasang surut yang mendominasi adalah M2 (komponen yang di akibatkan pengaruh gaya tari menarik bulan dan bumi). Berdasarkan pengambaran progressive vector diagram (PVD) arus dalam komponen kecepatan u dan v yang berada pada bidang x-y pada perairan terbuka sepanjang musim aliran cenderung mengalir ke arah tenggara dan selatan. Prediksi kecepatan menggunakan distribusi peluang kontinu di dapat data kecepatan dan arah arus di Selat Makassar layak digunakan dan memiliki sifat distribusi normal. | A research related to the analysis and prediction of the speed and direction of currents in ellipse depiction within Makassar Strait has been carried out on the coordinates 2,854 deg S and 118,628 deg E. Observational data used in this analysis started on 12/01/1996 at 00:00 WIT until 24:00 WIT 02/28/1997 at intervals of 20 minutes with depth variation used is 9 m, 73 m and 145 m. The data used are statisioner and a La - Nina West season. The purpose of this research is to determine the current spectrum, harmonic constants determine the effect, dominant flow velocity and flow velocity prediction. The results of the analysis of the average value of the speed and direction of currents at each depth is: 0,3582 m/s dan 206,316ο, 0,2709 m/s dan 161,983ο, 0,4612 m/s dan 125,991ο. Based on the depiction of the ellipse is known that the dominating tidal parameters are M2 (the component that causes the effect of exciting dance styles moon and earth). Depiction of based progressive vector diagram (PVD) flow velocity components u and v are the x-y plane on the open water season stream tends to flow towards the southeast and south. Speed prediction using continuous probability distributions to the data speed and direction of currents in the Strait of Makassar is feasible and has the properties of a normal distribution. | |
| 7382 | 10323 | P2FB09063 | PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA (Studi Kasus di Desa Ngadikerso Kecamatan Sapuran Kabupaten Wonosobo) | Abstrak Indikator penilaian memperhatikan pengelolaan ADD dari perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pengawasan. Hasil evaluasi pengelolaan ADD di Kecamatan Sapuran yang relatif beragam (di satu kecamatan terdapat tiga desa yang memiliki bobot tertinggi, terendah dan sedang), menjadi fenomena tersendiri. Di Kecamatan Sapuran Desa Ngadikerso menduduki peringkat kedua terbaik dalam pengelolaan ADD se-Kabupaten Wonosobo, sedangkan desa lainnya di Kecamatan Sapuran dalam peringkat menengah dan bawah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan ADD di Desa Ngadikerso Kecamatan Sapuran tahun 2012. Penelitian fokus pada teori manajemen pengelolaan ADD pada empat aspek utama yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan ADD. Metode yang digunakan dalam penelitian kualitatif deskriptif. Informan penelitian ini terdiri dari unsur pemerintah desa, BPD dan masyarakat serta pegawai kecamatan/kabupaten. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif. Hasil penelitian diketahui proses perencanaan ADD telah dilakukan dari tingkat bawah sampai dengan desa, yaitu dimulai dari musrenbangdus dan musrenbangdes. Kegiatan perencanaan masih didominasi pada kegiatan fisik, mengingat kondisi desa relatif rusak dan membutuhkan percepatan perbaikan. Perencanaan ADD yang sudah dibuat ditindaklanjuti dengan pembentukan tim pelaksana ADD. Tim ini dibentuk melalui musrenbangdes yang diisi oleh tokoh pemerintah desa, BPD dan tokoh lembaga tingkat desa lainnya. Tim inilah yang nantinya akan mengelola seluruh dana ADD. Pelaksanaan ADD secara umum sesuai rencana, namun demikian kemampuan SDM pengelola terkadang sulit menyelesaikan administrasi tepat waktu. Pelaksanaan ADD didukung oleh masyarakat sekitar, terutama membantu tenaga dan bantuan dana. Fungsi pengawasan terhadap pengelolaan ADD dilakukan dengan tiga elemen, yaitu tim pengelolaa itu sendiri, pengawasan dari kecamatan/kabupaten dan juga masyarakat. Sistem pengawasan seringkali hanya terpusat pada laporan kegiatan secara tertulis, dan kurang diimbangi dengan pemeriksaan teknis secara faktual. | Indikator penilaian memperhatikan pengelolaan ADD dari perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pengawasan. Hasil evaluasi pengelolaan ADD di Kecamatan Sapuran yang relatif beragam (di satu kecamatan terdapat tiga desa yang memiliki bobot tertinggi, terendah dan sedang), menjadi fenomena tersendiri. Di Kecamatan Sapuran Desa Ngadikerso menduduki peringkat kedua terbaik dalam pengelolaan ADD se-Kabupaten Wonosobo, sedangkan desa lainnya di Kecamatan Sapuran dalam peringkat menengah dan bawah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan ADD di Desa Ngadikerso Kecamatan Sapuran tahun 2012. Penelitian fokus pada teori manajemen pengelolaan ADD pada empat aspek utama yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan ADD. Metode yang digunakan dalam penelitian kualitatif deskriptif. Informan penelitian ini terdiri dari unsur pemerintah desa, BPD dan masyarakat serta pegawai kecamatan/kabupaten. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif. Hasil penelitian diketahui proses perencanaan ADD telah dilakukan dari tingkat bawah sampai dengan desa, yaitu dimulai dari musrenbangdus dan musrenbangdes. Kegiatan perencanaan masih didominasi pada kegiatan fisik, mengingat kondisi desa relatif rusak dan membutuhkan percepatan perbaikan. Perencanaan ADD yang sudah dibuat ditindaklanjuti dengan pembentukan tim pelaksana ADD. Tim ini dibentuk melalui musrenbangdes yang diisi oleh tokoh pemerintah desa, BPD dan tokoh lembaga tingkat desa lainnya. Tim inilah yang nantinya akan mengelola seluruh dana ADD. Pelaksanaan ADD secara umum sesuai rencana, namun demikian kemampuan SDM pengelola terkadang sulit menyelesaikan administrasi tepat waktu. Pelaksanaan ADD didukung oleh masyarakat sekitar, terutama membantu tenaga dan bantuan dana. Fungsi pengawasan terhadap pengelolaan ADD dilakukan dengan tiga elemen, yaitu tim pengelolaa itu sendiri, pengawasan dari kecamatan/kabupaten dan juga masyarakat. Sistem pengawasan seringkali hanya terpusat pada laporan kegiatan secara tertulis, dan kurang diimbangi dengan pemeriksaan teknis secara faktual. | |
| 7383 | 10325 | B1J010034 | REGENERASI SIRIP EKOR JUVENIL IKAN NILEM Osteochilus vittatus (C.V.) YANG DIAMPUTASI PADA POSISI BERBEDA DAN DIBERI PAKAN DENGAN KADAR PROTEIN BERBEDA | Regenerasi merupakan proses pembentukan kembali jaringan dan organ yang hilang setelah proses perkembangan tubuh dan diferensiasi sel-sel telah selesai. Regenerasi pada sirip ikan digolongkan sebagai regenerasi epimorfik. Regenerasi epimorfik merupakan salah satu tipe regenerasi yang melibatkan dediferensiasi struktur dewasa untuk membentuk blastema yaitu masa sel yang belum terdiferensiasi. Proses regenerasi membutuhkan protein untuk pembentukan growth factor yang diperlukan untuk mendukung berlangsungnya regenerasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan regenerasi sirip ekor juvenil ikan nilem yang diamputasi pada posisi berbeda dan mengetahui kemampuan regenerasi sirip ekor juvenil ikan nilem yang diberi pakan dengan kadar protein berbeda. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial. Faktor pertama posisi amputasi terdiri atas empat taraf N1: kontrol, N2: pangkal, N3: pertengahan antara cagak dan pangkal, N4: cagak. Faktor kedua adalah pakan berkadar protein berbeda terdiri atas tiga taraf yaitu P1: 33%, P2: 35%, dan P3: 42%. Jumlah kombinasi perlakuan sebanyak 12, pada setiap perlakuan disediakan 3 unit ulangan. Paska amputasi ikan uji dipelihara selama 5 minggu. Perkembangan regeneratif dievaluasi setiap minggu dengan mengamati morfologi, histologi dan ukuran sirip hasil regenerasi. Data morfologi dan histologi dianalisis secara deskriptif. Data panjang sirip, luas sirip, dan kecepatan regenerasi dianalisis menggunakan ANOVA dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara morfologi terdapat perbedaan pigmentasi antara sirip hasil regenerasi dan sirip yang tidak diamputasi. Struktur histologi sirip hasil regenerasi menunjukkan keberadaan lapisan epidermis, hemirays, mesenchym, jaringan ikat, blastema, dan apical epidermal cap. Luas sirip hasil regenerasi bertambah setiap minggu (p<0,05). Sirip hasil regenerasi terluas yaitu 99.11 ± 13.88 mm2 diperoleh pada perlakuan protein 35% dan posisi amputasi pangkal. Kecepatan pertambahan panjang sirip pada proses regenerasi pada minggu keempat relatif sama pada semua kelompok perlakuan (p>0,05). Panjang sirip hasil regenerasi yang terbaik adalah 14.00 ± 1.00 mm pada perlakuan protein 35% dan posisi amputasi pangkal. Kecepatan laju regenerasi pada minggu ketiga relative sama pada semua kelompok perlakuan (p>0,05). Perlakuan protein 35% dan posisi amputasi pertengahan pangkal dengan cagak memacu pertumbuhan sirip regeneratif dengan kecepatan mencapai 4.23 ± 0.41 mm per minggu. | Regeneration is the process of re-establishment of missing or damaged tissues or organs after the developmental process had been completed. Regeneration on fish fin is classified as epimorphic regeneration. This type of regeneration involve the dedifferentiation of adult structures to a mass of undifferentiate cells known as the blastema. The process of regeneration need protein for growth factor formation which is required to support the regeneration. The purpose of this research were to evaluate the ability caudal fin regeneration in juvenile nilem fish after being amputated at different positions and fed on different levels of protein in feed. The research was conducted experimentally with a factorial complete randomised design. The first factor was the position of amputation namely N1: control, N2: base, N3: halfway between the pillar and base, N4: pillar. The second factor was feed with different protein contain consisted of P1: 33%, P2: 35%, and P3: 42%. There were 12 treatment combinations each with 3 replicates. The amputated fish reared for 5 weeks. Regenerative development was evaluated each week by observing the morphology, histology and size of the regenerative fin. Morphology and histology of the regenerative fin were described. The data of the fin length, fin area, and the speed of regeneration were analyzed using two-way ANOVA. The results showed that there was differences in fin pigmentation between pre and post amputated area. Histological feature of the regenerative fin showed the existence of epidermal layer, hemirays, mesenchyme, connentive tissue, blastema, and apical epidermal cap. Fin area of all experimental group significantly increased during the experimental period (p<0.05). The largest regenerative fin area, as much as 99.11 ± 13.88 mm2 was observed in fish fed with 35% protein and amputated on the base of the caudal fin. Growth of regenerative fin up to the fourth week was similar among the experimental groups (p>0.05). The longest regenerative fin, as much as 14.00 ± 1.00 mm, was observed in fish fed with 35% protein and amputated at the base the caudal fin. There was no significant different in fin growth rate among the experimental group (p>0.05). Food containing 35% protein and amputated site at the halfway between the pillar and base was favorable for fin regeneration as indicated by its growth rate of 4.23 ± 0.41 mm per week. | |
| 7384 | 3451 | G1A008097 | HUBUNGAN KADAR PLUMBUM SERUM DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA BERBAGAI POLIMORFISMEGEN delta-ALAD : STUDI CROSS SECTIONAL PADA PEKERJA SPBU DI BANYUMAS | Latar Belakang: Timbal dalam polusi udara memiliki dampak negatif pada tubuh. Pekerja SPBU yang terpapar timbal dalam durasi yang lama memiliki risiko mengalami gangguan pada sistem hematopoetik terutama kelainan hemoglobin. Tujuan: Mengetahui hubungan kadar timbal serum dengan kadar hemoglobin pada berbagai polimorfisme gen delta-ALAD petugas SPBU di Banyumas. Metode: Penelitian cross-sectional dilakukan pada 46 pekerja SPBU di Banyumas. Data diambil dalam bulan November-Desember 2011. Darah setiap responden diambil untuk menguji polimorfisme gen delta-ALAD dengan PCR-RFLP, kadar timbal serum dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) dan kadar hemoglobin dengan menggunakan Hematology Analizer. Uji hipotesis yang dilakukan adalah uji fisher exact. Hasil: Proporsi masing-masing gen delta-ALAD 1-1 (91.3%), 1-2 (8.7% ), dan 2-2 (0%). Pb serum 16.29 ug/dL pada ALAD 1-1 homozigot, dan 20.79 ug/dL pada ALAD 1-2 heterozigot. Hemoglobin pada peserta bervariasi dari 12.20 g/dL sampai 18.20 g/dL dengan rata-rata 14.77 g/dL. Tidak terdapat hubungan (p=0.682) antara timbal serum dan hemoglobin. Tidak terdapat hubungan (p=0.104) antara polimorfisme gen delta-ALAD dan hemoglobin. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan kadar Pb serum dengan kadar Hb pada berbagai polimorfisme gen delta-ALAD pekerja SPBU di Banyumas. | Background: Lead in the air pollution has negative impact to the body. Gas station worker with long duration exposure has risk to have disturbance in hematopoietic system especially hemoglobin disturbance. Aim: To know the association between lead serum levels and hemoglobin level in delta-ALAD gene polymorphism in gas station workers in Banyumas. Metode: This cross-sectional study had 46 gas station workers in Banyumas as the subject. Data was taken between November-Desember 2011. The blood from every subject was taken to identify delta-ALAD gene polymorphism with PCR-RFLP method, lead serum levels with Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) and hemoglobin level with Hematology Analizer. Hypothesis used in this study was fisher exact test. Result: Proportion of each delta-ALAD gene polymorphism were 91.3%, 8.7%, and 0% for ALAD 1-1, ALAD 1-2, and ALAD 2-2 respectively. Lead serum levels were 16.29 ug/dL in ALAD 1-1 homozygote and 20.79 ug/dL in ALAD 1-2 heterozygote. Hemoglobin level in subject was various from 12.20 g/dL to 18.20 g/dL with mean 14.77 g/dL. There was no significant association (p=0.682) between lead serum level dan hemoglobin level. There was no significant association (p=0.104) between delta-ALAD gene polymorphism and hemoglobin. Conclusion: There was no significant association between lead serum level and hemoglobin level in delta-ALAD gene polymorphism in gas station workers in Banyumas. | |
| 7385 | 8369 | H1B010060 | Teori Ideal pada Semiring | Penelitian ini membahas tentang pembentukan ideal dari suatu semiring. Selanjutnya, didefinisikan k-ideal dan k-klosur yang diturunkan dari suatu ideal. K-ideal merupakan suatu ideal yang memenuhi syarat apabila untuk setiap elemen di ideal dan setiap elemen di semiring sedemikian sehingga hasil jumlahannya merupakan elemen di ideal tersebut, maka elemen pada semiring tersebut juga merupakan elemen di ideal. Sementara itu, k-klosur dari suatu ideal merupakan himpunan semua elemen pada semiring yang memenuhi syarat hasil jumlahannya dengan suatu elemen di ideal merupakan elemen pada ideal tersebut. Dengan menggunakan sifat-sifat k-ideal dan k-klosur, dapat dibuktikan bahwa suatu ideal merupakan k-ideal jika dan hanya jika ideal tersebut sama dengan k-klosurnya. | This paper discusses about the ideal construction of semiring. Furthermore, given some definitions, namely k-ideal and k-closure which are adopted from ideal. K-ideal is ideal which satisfying if for all elements in ideal and all elements in semiring such that the addition result is element in the ideal, then element in the semiring is element in the ideal. Meanwhile, k-klosur of ideal is sets of all elements in semiring where the addition result with some element in ideal is element in the ideal. By using the k-ideal and k-closure properties, can be proved that ideal is k-ideal if and only if the ideal is equal to the k-closure. | |
| 7386 | 8360 | C1K009047 | EFFECTS OF WORK FAMILY CONFLICT TOWARD WORK STRESS: THE MODERATING ROLE OF WORK SOCIAL SUPPORT AND COMMUNICATION SATISFACTION (Survey on employees of PT. Jasa Raharja (persero) Branch Yogyakarta | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji Pengaruh Work Family Conflict Terhadap Stres Kerja : Peran Moderasi Dukungan Kerja Sosial Dan Kepuasan Komunikasi ( Survei pada Karyawan PT Jasa Raharja ( persero ) cabang Yogyakarta) Dengan menggunakan convenience sampling sebagai tekhnik sampling , penelitian ini menggunakan 33 responden sebagai sampel . Penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana dan analisis regresi moderasi sebagai metode analisiS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konflik keluarga Kerja berpengaruh positif terhadap stres kerja . Dukungan sosial Kerja memoderasi pengaruh konflik keluarga - kerja pada stres kerja dan kepuasan Komunikasi memoderasi efek konflik keluarga - kerja pada stress kerja. Berdasarkan pada hasil penelitian dan analisis data menggunakan analisis regresi sederhana dan analisis regresi moderasi kesimpulannya adalah : ( 1 ) Semakin tinggi tingkat konflik keluarga pekerjaan , maka semakin tinggi tingkat stres kerja yang dirasakan oleh karyawan dalam pekerjaan mereka . ( 2 ) Semakin tinggi tingkat dukungan sosial kerja akan dapat melemahkan pengaruh konflik pekerjaan - keluarga di tingkat yang lebih tinggi dari stres kerja . ( 3 ) Semakin tinggi tingkat kepuasan komunikasi akan dapat melemahkan pengaruh konflik keluarga bekerja pada tingkat yang lebih tinggi dari stres kerja . | The purpose of this research was to examine Effects of Work Family Conflict Toward Work Stress: The Moderating Role of Work Social Support And Communication Satisfaction (Survey on Employees of PT. Jasa Raharja (persero) branch Yogyakarta). By using convenience sampling, this research used 33 respondents as the sample. This study used simple regression analysis and moderated regression analysis as the method. The result of this research showed that Work family conflict has positive effect toward Work stress. Work social support moderates the effect of work-family conflict on work stress and Communication satisfaction moderates the effect of work-family conflict on work stress.Based on the result of research and data analysis using simple regression analysis and moderated regression analysis the conclusion is: (1) The higher level of work family conflict, then the higher level of work stress felt by employee in their work. (2) The higher level of work social support will be able to weakens the effect of work-family conflict on the higher level of work stress. (3) The higher level of communication satisfaction will be able to weakens the effect of work family conflict on the higher level of work stress. | |
| 7387 | 8371 | F1C009071 | IMPLEMENTASI STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN WISATA DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN BANYUMAS DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN | Kabupaten Banyumas merupakan kabupaten yang memiliki banyak kekayaan alam dan budaya yang dapat jadikan obyek wisata, Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas selaku pengelola Pariwisata Banyumas terus meningkatkan upayanya dalam membangun pariwisata yang baik dan meningkatkan upaya komunikasi pemasaran dalam rangka meningkatkan jumlah wisatawan yang datang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pemilihan informan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data menggunakan data pimer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan triangulasi untuk validitas data. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam upayanya meningkatkan kunjungan wisatawan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas menempuh upaya promosi melalui langkah Door to Door, Famtour, Pameran dan Ekspose. langkah-langkah tersebut dibantu dengan adanya materi promosi seperti brosur, leaflate, booklates, CD promo. Selain melalui materi promosi tersebut, promosi juga dibantu dengan spanduk dan baliho yang digunakan untuk menarik perhatian masyarakat umum. Melalui penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi komunikasi pemasaran yang di lakukan oleh Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas dalam meningkatkan kunjungan wisatawan sudah cukup berhasil dibuktikan dengan meningkatnya jumlah wisatawan dalam 4 tahun terkahir dan diraihnya penghargaan The Best Achievement Tourism Award di Tahun 2012. | Banyumas Regency is a Regency that has many natural and cultural wealth that can make tourism, Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Banyumas continues to improve its efforts in building a good tourism and increase marketing communication efforts in order to increase the number of tourists coming. Research methods used method of descriptive is qualitative. Engineering pemilihan informer used is purposive sampling. Engineering data used is interview observation, and use of documentation.While data sources pimer using data and data secondary.This study using data triangulation for validity. Research showed that in order to improve tourists, Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Banyumas take efforts to promote through step door to door, famtour, exhibition and ekspose. The measures assisted with the existence of material promotion leaflet, as leaflate, booklates, cd promo.Than through matter this promotion, promotion also assisted with banners and billboards used to attract attention general public. Through this research it can be concluded that the marketing communication strategy on, Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Banyumas in boosting tourist visits are already quite successful is evidenced by the increasing number of tourists in 4 years later and he has reached The Best Achievement Award Tourism Award in the year 2012. | |
| 7388 | 8366 | G1F010070 | ANGKA KEJADIAN FIBROSIS HATI BERDASARKAN SKOR FIB-4 DAN PENGGUNAAN OBAT HEPATOTOKSIK PADA PASIEN HEPATITIS B DI RSUD MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Hepatitis B merupakan suatu penyakit yang dapat berkembang menjadi fibrosis hati. Fibrosis hati bersifat reversibel namun asimtomatik yang menyebabkan angka kejadian fibrosis hati pada pasien hepatitis B masih sulit untuk diketahui. Fib-4 merupakan salah satu penanda non-invasif yang dapat digunakan untuk mengetahui adanya fibrosis hati. Fibrosis hati pada pasien hepatitis B akan lebih cepat terjadi karena penggunaan obat-obat hepatotoksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian fibrosis hati berdasarkan skor Fib-4 dan penggunaan obat hepatotoksik pada pasien hepatitis B di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif, melalui data dari rekam medik pasien hepatitis B di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto periode Januari 2012 hingga Agustus 2013. Pengambilan data dilakukan secara total sampling yang meliputi usia, jenis kelamin, data penggunaan obat hepatotoksik, jenis komplikasi dan data laboratorium AST, ALT, dan platelet. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 25 pasien hepatitis B di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto yang memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan skor Fib-4 menunjukan kejadian fibrosis hati signifikan sebesar 44%. Kejadian fibrosis hati signifikan dijumpai pada pasien laki-laki sebesar 28%. Kejadian fibrosis hati signifikan dijumpai pada pasien dalam rentang usia 46-55 tahun sebesar 16%, dan terdapat 2 jenis komplikasi penyakit ditemukan pada pasien fibrosis hati signifikan yaitu hipertensi porta dan asites dengan presentase masing-masing sebesar 12%. Terdapat 12 jenis obat hepatotoksik yang digunakan pasien hepatitis B yaitu ranitidin (60%), spironolakton (32%), omeprazole dan ondansentron masing-masing sebesar (20%), propanolol (16%), amlodipin dan parasetamol masing-masing sebesar (8%), ISDN, pantoprazole, metronidazole,tamoxifen dan diazepam masing-masing sebesar (4%). | Hepatitis B is a disease that can progress to liver fibrosis. Liver fibrosis is reversible but asymptomatic incident which caused the numbers of liver fibrosis in patients with hepatitis B is difficult to know. Fib-4 is a non-invasive marker that can be used to determine the presence of liver fibrosis. Liver fibrosis in patients with hepatitis B will occur more quickly because the using of hepatotoxic drugs. This study aimed to determine the number of liver fibrosis scores based on Fib-4 scores and to discover the usage of hepatotoxic drugs on the hepatitis B patients at RSUD Margono Soekarjo Purwokerto . The methodology was used in this study is descriptive qualitative and quantitative which was using medical records of hepatitis B patients in RSUD Margono Soekarjo Purwokerto from January 2012 to August 2013 period. The data was taken by total sampling, including age, sex, data of hepatotoxic drug, type of complication disease, laboratory data AST, ALT, and platelets. The result showed that 25 hepatitis B patients at RSUD Margono Soekarjo Purwokerto were met the inclusion criteria. The Fib-4 score calculation’s showed the episode of significant liver fibrosis with 44%. The episode of significant liver fibrosis found on male patients with 28%. The most common age range for the episode was 46 – 55 years old with 16%, and there were 2 kinds of disease complications which portal hypertension and ascites were each 12%. There were 12 types of hepatotoxic drugs. The most used hepatotoxic drug percentage was: 60% of ranitidine, 32% of Spironolaktone, 20% of omeprazole and ondansentron, 16% of propanolol, 8% of amlodipin and parasetamol, and 4% of ISDN, pantoprazole, metronidazole, tamoxifen and diazepam. | |
| 7389 | 8372 | F1A010084 | KRITIK SOSIAL IWAN FALS DALAM BIDANG PENDIDIKAN | Judul penelitian ini adalah : “KRITIK SOSIAL IWAN FALS DALAM BIDANG PENDIDIKAN. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis karya-karya Iwan Fals yang berkaitan dengan bidang pendidikan. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode Kualitatif Deskriptif dengan jenis kajian Hermeneutik. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dua lagu Iwan Fals yang berkaitan dengan bidang pendidikan yaitu Senandung Istri Bromocorah dan Guru Oemar Bakri. Berdasarkan penelitian yang dilakukan menggunakan studi hermeneutik, diketahui bahwa lagu-lagu Iwan Fals yang berjudul Senandung Istri Bromocorah dan Guru Oemar Bakri mengandung kritikan terhadap pemerintah khususnya di bidang pendidikan. Karya-karya Iwan Fals tersebut diciptakan pada era Pemerintahan Orde Baru atau Rezim Soeharto. Pada era tersebut memang dikenal sebagai era diktator. Namun Iwan Fals tetap menciptakan berbagai lagu “cibiran” yang ditujukan kepada pemerintahan saat itu. Keadaan sosial yang memprihatinkan saat itu memicu Iwan Fals untuk menuangkan ungkapan jiwanya melalui lagu-lagu. Kata kunci : pendidikan, pemerintah, cibiran (kritikan) , lagu | The title of this research is : "IWAN FALS SOCIAL CRITICISM IN THE FIELD OF EDUCATION ” . The purpose of this study was to analyze the works of Iwan Fals related to the field of education. The method in this study uses descriptive qualitative method to study the type of hermeneutics. The data used in this study are two songs Iwan Fals related to the field of education is wife Senandung Freebooters and Master Oemar Bakri. Based on research conducted using hermeneutic studies , it is known that the songs titled Iwan Fals wife Senandung freebooters and Master Oemar Bakri containing criticism of the government , especially in the field of education . Iwan Fals works were created in the era of the New Order government or regime of Suharto . In that era is known as the era of dictator . But Iwan Fals still creating various song "scorn"addressed to the government of the day. Social circumstances of concern when it triggers Iwan Fals to pour his soul expression through songs. Keyword : education, government, criticism, songs | |
| 7390 | 10326 | D1E010212 | PENGARUH LAMA PERENDAMAN PADA LARUTAN PERASAN JERUK NIPIS TERHADAP pH, RASA DAN TEKSTUR PAHA DAGING SAPI BAGIAN Biceps femoris | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman pada larutan perasan jeruk nipis yang optimal terhadap pH, rasa dan tekstur paha daging sapi bagian Biceps femoris. Bahan penelitian yaitu paha daging sapi, air perasan jeruk nipis, aquades, larutan buffer dan alat yang digunakan yaitu nampan, pisau, alat pemeras jeruk nipis, saringan, stopwatch, timbangan, kantong plastik, waterbath, gelas ukur, pH meter, becker glass dan tissue gulung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap untuk pengukuran pH dengan 4 perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan Rancangan Acak Kelompok untuk pengukuran rasa dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perendaman pada larutan perasan jeruk nipis pada daging sapi bagian paha berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap penurunan pH. Hasil uji ortogonal polinomial menunjukkan bahwa pada pH paha daging sapi bagian Biceps femoris menurun secara linear dengan persamaan garis Y = -0,0087x + 6,3 dengan koefisien korelasi (r) = 0,761, lama perendaman larutan perasan jeruk nipis pada daging sapi bagian paha berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap rasa, dan tekstur, secara keseluruhan rasa mendekati gurih dan tekstur empuk. Kesimpulan lama perendaman larutan perasan jeruk nipis sampai dengan 45 menit dapat menurunkan pH daging, rasa dan tekstur paha daging sapi bagian Biceps femoris relatif sama. | The study aimed to determine the effect of immersion in asolution of lime juice on pH optimum, taste and texture of beef thigh Biceps femoris section. The research materials is beef thigh, lime juice, distilled water, buffer solutions and tools used are trays, knives, tools lemon squeezer, strainer, stopwatch, scales, plastic bags, water bath, measuring cups, pH meters, glass becker and tissue rolls. The method used were experimental method using a completely randomized design for the measurement of pH and randomized block design for the measure ment of taste and texture The test results showed that the orthogonal polynomials on the pH of beef thigh Biceps femoris section decreased linearly with the equation Y = -0.0087x + 6.3 coefficient of korelation (r) = 0,761%, immersion time in a solution of lime juice did not affect significantly (P> 0.05) on flavor and texture, over all approach savory flavor and soft texture. Conclusion long immersion solution of lime juice up to 45 minutes lowered the pH of the meat,howere the taste and texture of beef thigh Biceps femoris section were relatively similar. | |
| 7391 | 10958 | G1D011010 | PERBEDAAN SKOR PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK PRASEKOLAH YANG MENGIKUTI PAUD DAN TIDAK MENGIKUTI PAUD DI KARANGWANGKAL | Latar Belakang: Perkembangan sosial dibentuk ketika anak usia prasekolah. Anak prasekolah merupakan individu yang berusia 3-6 tahun dan umumnya mulai mendapatkan pendidikan formal seperti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Salah satu peran PAUD adalah mengembangkan kemampuan sosialisasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan skor perkembangan sosial anak prasekolah yang mengikuti PAUD dan tidak mengikuti PAUD di Kelurahan Karangwangkal, Purwokerto Utara. Metode: Desain cross sectional dan purposive sampling digunakan dalam penelitian ini. Sampel terdiri dari 50 responden. Lokasi penelitian di Kelurahan Karangwangkal, Purwokerto Utara. Perbedaan perkembangan sosial diuji dengan Mann Whitney. Hasil: Nilai median skor perkembangan sosial anak usia prasekolah yang mengikuti PAUD 29 dan yang tidak PAUD 22. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan skor perkembangan sosial anak usia prasekolah antara yang mengikuti PAUD dan tidak PAUD (p = 0,005) (p < 0,05). Kesimpulan: Skor perkembangan sosial anak usia prasekolah yang mengikuti PAUD dan tidak mengikuti PAUD menunjukkan adanya perbedaan. Anak yang mengikuti PAUD cenderung memiliki skor perkembangan sosial lebih tinggi. | Background: Social development is formed in preschool age. Preschools is an individuals aged 3-6 years and commonly get early childhood education. One of the early childhood education roles is develop socialization. Purpose: This study aim to find out the differences in social development score between preschool children who takes early childhood education and doesn’t take early childhood education in Karangwangkal village, North Purwokerto sub-district. Method: A cross-sectional design and purposive sampling used in this study. Sample study was 50 respondents. This study was conducted in Karangwangkal village, North Purwokerto sub-district in December, 2014. Data analysis used Mann Whitney test. Results: The median value of social development score of preschool children who takes early childhood education 29 and doesn’t 22. Statistical analysis showed there is differences in social development scores among preschool children who takes the early childhood and doesn’t (p = 0.005 (p <0.05). Conclusion: Social development Scores of preschool children who takes early childhood education and doesn’t showed a difference. Children who takes early childhood education tend to have higher social development scores. | |
| 7392 | 8373 | H1C009043 | Konektivitas antar IPPBX dan PABX Analog menggunakan Asterisk dan Freeswitch pada jaringan lokal Universitas Jenderal Soedirman | Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) menggunakan jalur Public Switch Telephone Network (PSTN) untuk menghubungkan setiap Private Automatic Branch Exchange (PABX) Analog pada masing-masing unit kerja, walaupun membutuhkan biaya yang besar. Konektivitas antar Internet Protocol Private Branch Exchange (IPPBX) dan PABX Analog dibutuhkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan jalur PSTN. Sehingga konektivitas antar IPPBX dan PABX Analog harus dilakukan untuk mengurangi ketergantungan tersebut dan menguji unjuk kerjanya. Penelitian ini menguji unjuk kerja dari 2 buah softswitch yaitu Asterisk dan Freeswitch. Pada penelitian ini dilakukan konektivitas antara 2 buah IPPBX dan konektivitas antara IPPBX dengan PABX analog yang dibangun di jaringan lokal UNSOED. Kualitas konektivitas yang telah dibangun diuji dengan melakukan panggilan rata-rata selama 30 detik dan dipantau menggunakan Wireshark. Untuk mengetahui kombinasi terbaik, dilakukan panggilan menggunakan skenario Phone to Phone untuk memperoleh parameter pengukuran delay, jitter, packet loss, total packet, dan bandwidth serta sebuah parameter subjektif dari pengguna yaitu MOS (Mean Opinion Score). Sehingga diperoleh Asterisk-Asterisk dan Freswitch-Freeswitch merupakan kombinasi rute konektivitas antar IPPBX terbaik yang dapat digunakan dan asterisk-freeswitch merupakan yang paling buruk pada penelitian ini. Kombinasi rute konektivitas terbaik yang dapat digunakan antara IPPBX dan PABX analog adalah Freeswitch-PABX analog dan PABX analog-Freeswitch sedangkan Asterisk-PABX analog dan PABX analog-Asterisk merupakan yang paling buruk pada penelitian ini | Jenderal Soedirman University (UNSOED) use Public Switch Telephone Network (PSTN) to connect all Analog Private Automatic Branch Exchange (PABX) at each unit, even if it’s needs a high cost. Connectivity between internet protocol private branch exchange (IPPBX) and Analog PABX are needed to decrease the dependency of PSTN link usage. Therefore connectivity between IPPBX and Analog PABX must be implemented to decrease the dependency and measure it’s performance. This reasearch measure performance of Asterisk and Freeswitch as a softswitch. This reasearch build connectivity between 2 pieces of IPPBX and build connectivity between IPPBX and analog private automatic branch exchange (PABX), which that will built in jenderal Soedirman University ( UNSOED ) local network. Connectivity Quality that has been built are tested by making a call for 30 seconds and monitored using Wireshark. To find the best combination the call is using Phone to Phone scenarios to obtain the measurement parameters that are delay, jitter, packet loss, total packets, and bandwidth and also subjective parameters of a user that is the MOS (Mean Opinion Score). Thus the result is belong to this conclusion that Asterisk-Asterisk and Freeswitch-Freswitch is the best connectivity combination between these IPPBX which can used and asterisk-freeswitch is the worst in this research . The best connectivity combination between IPPBX and analog PABX that can be used is Freeswitch-analog PABX and analog PABX-Freeswitch whereas Asterisk-analog PABX and analog PABX-Asterisk are the worst in this reasearch | |
| 7393 | 8374 | H1C009018 | DESAIN GENERATOR MAGNET PERMANEN AXIAL AC 1 FASA PADA PUTARAN RENDAH DENGAN KAPASITAS 100 WATT DAN 48 VOLT | Studi ini merancang generator magnet permanen putaran rendah menggunakan dua buah piringan rotor yang akan mengapit satu buah piringan stator. Perancangan dilakukan menggunakan software AutoCad 2007 dan 20 buah magnet permanen Neodymium-Iron-Boron sebagai penghasil fluks. Tiap magnet permanen mempunyai Br sebesar 0,35 Tesla dan berukuran 4 x 4 x 1 cm. Untuk ukuran piringan rotor yang digunakan sebesar 22 cm dan mendapatkan Ri, Ro, jl dan jd masing-masing sebesar 6,5 cm; 10,5 cm; 2,69 cm dan 0,21 cm. Sedangkan untuk tiap piringan stator menggunakan kawat email dengan diameter sebesar 0,13 cm dan masing-masing kumparan mempunyai belitan sebanyak 80 belitan. Hasil studi berupa desain generator magnet permanen dengan kapasitas 100 Watt dan 48 Volt dengan spesifikasi massa tiap piringan rotor sebesar 2,25 kg, massa tiap magnet sebesar 116,369 gram, rotor total tiap piringan sebesar 3,41 kg, luas area magnet sebesar 10,592 cm2, Bmax dan fluks max masing-masing sebesar 0,27 Tesla dan 2,85984 x 10-4 Wb. | This study designed a low speed permanent magnet generator uses two disk rotor that will flank a single stator disc. The design is done using AutoCAD software in 2007 and 20 pieces of permanent magnet Neodymium-Iron-Boron as a producer of flux . Each permanent magnet has Br of 0.35 Tesla and measuring 4 x 4 x 1 cm. For disc rotor size used was 22 cm and obtain Ri, Ro, jl and jd respectively 6.5 cm; 10.5 cm; 2.69 cm and 0.21 cm. As for each stator disk using the email wire with a diameter of 0.13 cm and each coil has 80 windings. The study design in the form of a permanent magnet generator with a capacity of 100 Watt and 48 Volt with the specifications of each disc rotor mass of 2.25 kg, the mass of 116.369 grams per magnet, each disc rotor total of 3.41 kg, magnetism area of 10.592 cm2, Bmax and flux max respectively of 0.27 Tesla and 2.85984 x 10-4 Wb . | |
| 7394 | 8375 | G1F010023 | Kajian Implementasi Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek Wilayah Pemalang | Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek telah diatur oleh Kepmenkes RI Nomor 1027/Menkes/SK/IX/2004. Hasil penelitian di beberapa kota menunjukkan bahwa pelayanan kefarmasian yang dilakukan di apotek masih dikategorikan kurang memenuhi standar yang telah ditentukan. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi aspek pelayanan antara lain frekuensi kehadiran apoteker dan keikutsertaan apoteker dalam pelatihan atau seminar. Metode penelitian yaitu non-eksperimental deskriptif menggunakan kuesioner. Penentuan sampel dengan mengambil seluruh anggota populasi sebagai responden. Sampel adalah apotek di Kabupaten Pemalang yang terdaftar di Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang. Responden adalah Apoteker Pengelola Apotek atau Apoteker Pendamping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 54 responden, 33,3% apotek merupakan milik Apoteker Pengelola Apotek (APA), 14,6% apotek mempunyai apoteker pendamping, dan 68,5% apotek menerima resep kurang dari 10 lembar setiap harinya. Secara umum, rata-rata skor penerapan standar pelayanan kefarmasian di apotek Kabupaten Pemalang pada tahun 2014 dapat dikategorikan cukup dengan memiliki skor 74,13%. Sebanyak 27,8% apotek masuk dalam kategori baik, 63% apotek masuk kategori cukup, dan kategori kurang sebanyak 9,3% apotek. Hasil analisis uji Rank Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi kehadiran apoteker dengan aspek pelayanan di apotek (p = 0,000) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara keikutsertaan apoteker dalam pelatihan atau seminar dengan aspek pelayanan di apotek (p = 0,476). | Standard of pharmaceutical services in the pharmacy has been governed by the decision of Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1027/Menkes/SK/IX/2004. From several studies in several cities, performed that pharmaceutical services in the pharmacy still considered not meet the standard. The several factors that can influence the service aspect are the frequency of attendance of the pharmacist and the pharmacist participation in pharmaceutical training or seminars. The method of this research is non experimental descriptive using questionnaire. Sampling by taking all members of the population as respondents. Samples are pharmacies in Pemalang District that are listed by Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang. Respondents are Pharmacists Pharmacy Manager or Pharmacists Companion. The result showed that from 54 respondents, 33,3% pharmacies belong to the Pharmacist Pharmacy Manager, 14,6% pharmacies have Pharmacist Companion, and 68,5% pharmacies accept less than 10 recipes everyday. In general, the average score of the application of standard pharmaceutical services in Pemalang Pharmacies in 2014 can be categorized good enough by having a score 74,13%. As many as 27,8% pharmacies in good category, 63% pharmacies in good enough category, and 9,3% pharmacies in bad category. Spearman Rank test analysis result show that there is a significant relationship between the frequency of attendance of the pharmacist in the pharmacy service aspect (p=0,000) and there is no significant relationship between the pharmacist participation in pharmaceutical training or seminars with the pharmacy service aspect (p=0,476). | |
| 7395 | 8376 | B1J009053 | PERTUMBUHAN Sargassum duplicatum MENGGUNAKAN MODIFIKASI SISTEM JARING DENGAN BOBOT AWAL BERBEDA DI PERAIRAN TELUK PENYU CILACAP | Rumput laut S. duplicatum merupakan salah satu komoditas hasil perikanan penghasil alginat. Permintaan bahan baku rumput laut ini di pasar dunia semakin meningkat, namun pemenuhan untuk memasok permintaan masih sangat kurang, Oleh karena itu memerlukan penanganan yang serius terhadap S. duplicatum melalui budidaya yang intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan Sargassum duplicatum, sehingga dapat diketahui sistem jaring dan bobot awal yang dapat menghasilkan produksi S. duplicatum paling tinggi di Perairan teluk penyu Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan percobaan Rancangan Acak kelompok (RAK) pola split plot dengan 3 kali ulangan. Adapun perlakuan-perlakuan yang dicobakan sebagai mainplot adalah tubuler rakit (A1), waring rakit (A2) dan sistem jaring rakit (A3), sedangkan subplotnya adalah bobot awal, yaitu 50 g (B1), 100 g (B2) dan 150 g (B3). Parameter yang diamati adalah pertumbuhan dan produksi rumput laut, sedangkan parameter pendukung yang diukur antara lain salinitas, suhu, derajat keasaman (pH), nitrat, fosfat serta kecerahan air. Data pertumbuhan dan produksi basah S. duplicatum dianalisis menggunakan analisys of variance (ANOVA), dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan sistem jaring tubuler dengan bobot awal 150 g (A1B3) menghasilkan pertumbuhan S. duplicatum tertinggi sebesar 67.87 g.hari-1 dan produksi basah tertinggi sebesar 4389,3 g.m-2. | S. duplicatum seaweed is one of the fishery commodities producing alginat. The demand for seaweed raw materials in the world market is getting more and more in the less of demand fulfillment. Serious handling is needed to S. duplicatum through intensive cultivation. This study was aimed to determine the growth of S. duplicatum to know tissue system and initial weight producing the highest S. duplicatum in Teluk Penyu Cilacap. This research used experimental method with Randomized Block Design (RBD) by split plot design and 3 repetition. The main plot treatments were raft tubular (A1), raft waring (A2) and raft tissue system (A3), while the sub plot treatments were initial weight : 50 g (B1), 100 g (B2) and 150 g (B3). Parameters observed were growing and seaweed production. Parameters measured contains of salinity, temperature, degree of acidity (pH), nitrate, fosfate and water clarity. The data of growth of S. duplicatum and the brutto was analyzed by analysis of variance (ANOVA) then continued by Least Significant Different (LSD). The results showed that the highest growth of S. duplicatum is 67.87 g per day-1 using tubular tissue system by initial weight is 150 g (A1B3) and the highest brutto is 4389,3 g.m-2. | |
| 7396 | 8143 | G1F010003 | Angka Kejadian Fibrosis Hati Berdasar Skor APRI dan Penggunaan Obat Hepatotoksik Pasien Hepatitis B di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto | Infeksi virus hepatitis B pada perkembangannya dapat menyebabkan terjadinya fibrosis hati yang bersifat asimptomatik. Oleh karena itu diperlukan adanya petanda laboratorik untuk mengetahui angka kejadian fibrosis hati, salah satunya adalah skor Aspartate aminotransferase-to-Platelet Ratio Index (APRI). Penggunaan obat hepatotoksik pada pasien hepatitis B dapat meningkatkan resiko kerusakan hati, sehingga penggunaannya perlu dikaji dengan cermat agar tidak memperburuk kondisi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian fibrosis hati pada pasien hepatitis B serta untuk mengetahui penggunaan obat hepatotoksik pada pasien hepatitis B di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto. Penelitian ini bersifat retrospektif dan pengambilan data dilakukan secara total sampling dengan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Sumber data yang digunakan berupa data rekam medik pasien hepatitis B di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto periode Januari 2012 hingga Agustus 2013. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 25 pasien hepatitis B yang memenuhi kriteria inklusi perhitungan skor APRI. Perhitungan skor APRI menunjukkan kejadian fibrosis hati signifikan sebesar 8%. Kejadian fibrosis hati signifikan dijumpai pada pasien laki-laki sebesar 12,5%. Kejadian fibrosis hati signifikan dijumpai pada pasien dalam rentang usia 46 – 55 tahun sebesar 8%, dan terdapat 2 jenis komplikasi penyakit ditemukan pada pasien fibrosis hati signifikan yaitu hipertensi portal dan asites masing-masing sebesar 4%. 24 pasien hepatitis B memperoleh terapi obat hepatotoksik. Terdapat 12 jenis obat hepatotoksik yang digunakan. Penggunaan obat hepatotoksik terbesar yaitu ranitidin (60%), diikuti oleh spironolakton (32%), omeprazol (20%) dan ondansentron (20%). | In the progression of hepatitis B virus infection can lead to the asymptomatic liver fibrosis. Hence, a laboratory markers is needed to acquire the number of fibrosis, which one of it is by using APRI score (Aspartate aminotransferase-to-Platelet Ratio Index). The usage of hepatotoxic drug for hepatitis B patients might increase the risk the liver damage, therefore the application is needed to be studied thoroughly so then it will not worsen the patient’s condition. This study aimed to determine the number of liver fibrosis and to discover the usage of hepatotoxic drug on the hepatitis B patients at RSUD Margono Soekarjo, Purwokerto. This research is retrospective and the data were taken by total sampling with descriptive qualitative and quantitative analysis. The source of data was medical records of hepatitis B patients from RSUD Margono Soekarjo Purwokerto from January 2012 to August 2013 period. Data that had been taken was represented on table. The result showed that there were 25 patients that fulfilled the inclusion criteria of APRI score. The APRI score calculation’s showed the episode of significant liver fibrosis with 8%. The episode of significant liver fibrosis found on male patients with 12.5%. The most common age range for the episode was 46 – 55 years old with 8%, and there were 2 kinds complications of disease which were portal hypertension and ascites with 8%. 24 hepatitis B patients received hepatotoxic drug therapy. There were 12 kinds of hepatotoxic drugs that were available to use. The highest usage of hepatotoxic were ranitidine (60%), followed by spironolactone (32%), omeprazole (20%) and ondansentron (20%). | |
| 7397 | 10327 | F1B009002 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECENDERUNGAN SISWA MENGIKUTI BIMBINGAN BELAJAR DI PURWOKERTO | Rendahnya kualitas pendidikan saat ini disebabkan oleh belum efektifnya proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah. Hal ini berdampak pada pesatnya pertumbuhan Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) khususnya di Purwokerto. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku siswa mengikuti bimbingan belajar diantaranya adalah persepsi orang tua mengenai kualitas pembelajaran dan kepuasan terhadap layanan pendidikan, dan motivasi siswa. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui seberapa besar pengaruh persepsi orang tua terhadap pendidikan dan motivasi siswa dalam mengikuti bimbingan belajar di Purwokerto. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan sample 97 responden yang terdiri dari 57 responden siswa dan orang tua siswa di SMPN 8; dan 40 responden siswa dan orang tua di SMPN 9 Purwokerto. Analisis data menggunakan tabulasi silang, Kendall tau, serta regresi ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum persepsi orang tua mengenai kualitas pembelajaran dan kepuasan terhadap layanan pendidikan termasuk dalam kategori baik dengan indeks sebesar 67,7%. Motivasi belajar pada siswa juga termasuk dalam kategori tinggi yakni sebesar 74,9%. Tingginya motivasi belajar siswa dan persepsi orang tua mempengaruhi perilaku siswa dalam mengikuti bimbingan belajar sebesar 68,04%. Peningkatan kualitas pendidikan dapat dilakukan melalui evaluasi dan peninjauan ulang kebijakan yang diterapkan agar penerapan kebijakan yang baru tepat pada sasaran. | The low quality of education in Indonesia is caused by the less effective learning process in schools. This affects on the rapid growth of many learning courses (LBB), especially in Purwokerto, The factors that become the focus in this research are parents perception towards the quality of learning process in school and the satisfaction of education service, and students motivation when studying that affects on their behavior when attending learning courses. The method of this research is quantitative with 97 respondens were divided into 57 and 40; 57 for 8 Junior High School and 40 for 9 Junior High School. Hypothesis analyzed by crossed table analysis, Kendall Tau analysis, and ordinal regression analysis. The result of this research is shown by the perception of parents towards th equality of learning process and satisfaction of education service mostly good, with the 67,7% index. Students motivation is also at the high category, with the 74,9% index. The high percentage of students motivation and parents perception affect on students behavior when attending learning courses is at the high category also with 68,04% index. Aside from three factors above, the research shows that parents education background and social economic status also affect the parents perception on choosing the right education for their children. Improving the quality of education can be done through the evaluation. So that the application of the new policy is based and right on target. Keyword: Education, parents perception, students motivation, students behavior | |
| 7398 | 3477 | C1A006022 | PENDAPATAN DAN KONSUMSI PEDAGANG KAKI LIMA DI PASAR GEDE CILACAP | Penelitian ini mengambil judul “Analisis Pendapatan dan Konsumsi Pedagang Kaki Lima di Pasar Gede Cilacap”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pendapatan pedagang kaki lima yang ditentukan oleh faktor modal usaha, jam kerja, tenaga kerja dan tingkat pendidikan. Mengetahui pemenuhan kebutuhan hidup pedagang kaki lima melalui konsumsi sehari-hari serta mengetahui seberapa banyak konsumsi beras pedagang kaki lima. Berdasarkan analisi data, faktor yang menentukan besarnya pendapatan yang diperoleh pedagang kaki lima adalah faktor modal usaha, jam kerja, tenaga kerja, dan tingkat pendidikan. Pendapatan terendah yang diperoleh sebesar Rp450.000,00 dan pendapatan tertinggi sebesar Rp4.000.000,00, untuk pendapatan rata-ratanya sebesar Rp1.510.937,50. Nilai APC keseluruhan adalah 0,749 yang berarti tingkat konsumsi lebih kecil dari tingkat pendapatan yang diperoleh sehingga kebutuhan hidup keluarga pedagang kaki lima terpenuhi. Jumlah konsumsi beras ratarata dari keseluruhan keluarga pedagang kaki lima sebesar 48,56 kg dan konsumsi per individu pedagang kaki lima sebesar 15 kg tiap bulannya. Total konsumsi beras adalah 26,04 persen dari keseluruhan konsumsi keseluruhan keluarga pedagang kaki lima. Implikasi dari penelitian ini para pedagang kaki lima diharapkan dapat menggunakan modal usaha secara proposional, agar usaha yang dijalankan efektif, bagi para pedagang kaki lima yang bekerja kurang dari 7 jam kerja perlu menambah jam kerjanya agar pendapatan ratarata yang diperoleh dapat terus ditingkatkan tetapi dengan penambahan jam kerja jika dirasa perlu, penambahan tenaga kerja dapat dilakukan agar pendapatan yang diperoleh pun dapat meningkat. Bagi pedagang kaki lima dengan pendapatan yang tinggi diharapkan dapat meningkatkan mutu beras yang digunakan. Selain itu, diharapkan para pedagang kaki lima dapat menyisihkan sebagian pendapatannya untuk ditabung. Untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga juga dapat dilakukan dengan cara mencari pekerjaan sampingan. | This title of this research is "Analysis of Income and Consumption of cadger in Pasar Gede Cilacap". The purpose of this study was to know the amount of cadger revenue determined by factors of capital, working hour, labor and education level. Knowing subsistence cadger through daily consumption and knowing how much the consumption of rice by cadger. Based on data analysis, the factors capital is a factor, hours of work, labor, and education level was determined of cadgers revenue. Obtained for the lowest revenue Rp450.000, 00 and the highest revenue is Rp4.000.000, 00, and averall the average revenue is Rp1.510.937, 50. The average rice consumption of the entire family of cadger is 48.56 kg and per individual cadger is 15 kg per month. Total consumption of rice was 26.04 percent of the total consumption of the entire family of street vendors. Value of total APC was 0.749, which means consumption is smaller than revenue so that need of cadger life and their family can be met. The implications of this reseacrh are expected to use the cadger run private capital for private venture capital for business-run proportional effective. For those who work less than 7 hours of work needs to increase her working hours so that the average revenue earned can be improved but with additional hours of work if necessary, additional labor can be done so that the income can be increased. For cadger with high incomes are expected to improve the quality of rice used. Also expected to set aside part of their income for savings. To improve household income can also be done by finding a second job. | |
| 7399 | 10328 | B1J009083 | INVENTARISASI JAMUR PELAPUK PUTIH DI PERKEBUNAN KARET (Hevea brasiliensis) PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IX (Persero) KEBUN KRUMPUT BANYUMAS JAWA TENGAH | Jamur adalah salah satu jenis komponen hayati yang terdapat di hutan tropis Indonesia yang telah terungkap beberapa potensi dan manfaatnya. Jamur pelapuk putih merupakan jamur yang dapat mendegradasi lignin dari kayu secara selektif dan cepat dibandingkan mikroorganisme lain. Jamur pelapuk putih dapat digunakan sebagai agen biologi yang ramah lingkungan. Wilayah kebun karet PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) Kebun Krumput Banyumas Jawa Tengah memiliki kondisi tanah lembab dan terdapat pepohonan karet maupun tumpukan kayu yang kaya akan komponen lignoselulosa. Hal ini memungkinkan adanya keberadaan jamur pelapuk putih. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jamur pelapuk putih yang diperoleh dari kebun karet PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) Kebun Krumput Banyumas Jawa Tengah dan mengetahui genus jamur pelapuk putih dari hutan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survai dengan teknik pengambilan sampel secara acak terpilih (Purposive Random Sampling). Berdasarkan hasil penelitian 20 isolat jamur berhasil diisolasi, 7 isolat jamur menunjukkan hasil positif pada uji Bavendamm dan 13 isolat jamur menunjukkan hasil negatif. Hasil identifikasi jamur diperoleh 7 genus jamur, yaitu Auricularia, Botryotrichium, Alternaria, Verticillium, Periconia, Humicola, dan Ganoderma. Inventarisasi jamur makroskopis menggunakan larutan FAA (Formaldehyde Acetic-acid Alcohol) di Laboratorium Mikologi dan Fitopatologi Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. | Mushrooms are one type of biological components found in the tropical forests of Indonesia have revealed some of the potential and benefits. White rot fungi are fungi of the class Basidiomycetes are able to degrade lignin from wood selectively and rapidly than other microorganisms. White rot fungi can be used as a biological agent that is environmentally friendly. PTPN IX (Persero) Kebun Krumput Banyumas Central Java areas have moist soil conditions and there are many rubber trees and woodpile that are rich woody lignocellulosic components. This allows the existence of white rot fungi. The aim of this study was to conduct an inventory of white rot fungi obtained from PTPN IX (Persero) Kebun Krumput Banyumas Central Java white rot fungus genus obtained from thar forest. The method used in the study is a survey method with random sampling technique was selected (purposive random sampling). Based on the results of the study were isolated 20 fungal isolates, 7 fungal isolates showed positive results in test 5 Bavendamm and fungal isolates showed negative results. Results of identification of fungi obtained 7 fungal genera, namely Auricularia, Botryotrichium, Alternaria, Verticillium, Periconia, Humicola, dan Ganoderma. Inventory of macroscopic fungi using a solution of FAA (Formaldehyde Acetic acid-Alcohol) in Mycology and Phytopathology Laboratory of the Faculty of Biology, University General Sudirman. | |
| 7400 | 10960 | C1B011088 | ANALISIS PENGARUH PROFITABILITAS, UKURAN PERUSAHAAN, LEVERAGE, INVESTASI DAN LIKUIDITAS TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN BUMN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA) | Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, Leverage, Investasi dan Likuiditas terhadap Kebijakan Dividen (Studi Empiris pada Perusahaan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia)”. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Return On Assets (ROA), ukuran perusahaan, Debt to Equity Ratio (DER), investasi dan Cash Ratio terhadap Dividend Payout Ratio (DPR) pada perusahaan BUMN yang terdaftar di BEI. Populasi penelitian adalah seluruh perusahaan BUMN yang terdaftar di BEI selama tahun 2011-2013. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling, dan diperoleh sebanyak 14 perusahaan. Hipotesis penelitian ini adalah: 1) Terdapat pengaruh positif antara ROA terhadap DPR, 2) Terdapat pengaruh positif antara ukuran perusahaan terhadap DPR, 3) Terdapat pengaruh negatif antara DER terhadap DPR, 4) Terdapat pengaruh negatif antara investasi terhadap DPR, dan 5) Terdapat pengaruh positif antara cash ratio terhadap DPR. Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif berupa analisis regresi berganda dengan syarat uji lolos asumsi klasik, yaitu: uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif ROA terhadap DPR dan pengaruh negatif DER serta investasi terhadap DPR. Namun, tidak terdapat pengaruh antara ukuran perusahaan dan cash ratio terhadap DPR. | The title of this research is “Analysis the Effects of Profitability, Firm Size, Leverage, Investment and Liquidity towards Dividend Policy (Empirical Study on BUMN Companies listed in BEI)”. The purpose of this research is to analyze the influence of Return on Assets (ROA), Firm Size, Debt to Equity Ratio (DER), Investment and Cash Ratio towards Dividend Payout Ratio (DPR). The population of this research is BUMN companies that are listed in BEI during 2011-2013. The method used in this research is purposive sampling, with 14 companies used as the sample. The hypothesis are: 1) There is a positive effect of ROA towards DPR, 2) There is a positive effect of firm size towards DPR, 3) There is a negative effect of DER towards DPR, 4) There is a negative effect of investment towards DPR and 5) There is a positive effect of cash ratio towards DPR. This research used the method of quantitative analysis of multiple regression analysis with classical assumption tests, such as: normality test, multicollinearity test, heteroscedasticity test and autocorrelation test. The results show that ROA has a positive effect towards DPR, while DER and investment have negative effects towards DPR. On the other hand, firm size and cash ratio have no effect towards DPR. |