Artikelilmiahs

Menampilkan 7.361-7.380 dari 48.889 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
73618355F1B006031KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN PEMBUATAN AKTA KELAHIRAN PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN KEBUMENABSTRAKSI
Penelitian ini berjudul “Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Pembuatan Akta Kelahiran Pada Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kebumen” bertujuan mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pembuatan akta kelahiran pada Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kebumen. Kepuasan masyarakat dipengaruhi oleh persepsi kualitas jasa, kualitas produk, harga dan faktor-faktor yang bersifat pribadi serta yang bersifat situasi sesaat. Salah satu faktor yang menentukan kepuasan pelanggan adalah persepsi pelanggan mengenai kualitas jasa yang berfokus pada kemudahan memperoleh barang dan jasa, persyaratan kualitas jasa dan kesesuaian biaya.
Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif, dengan jumlah responden 50 orang yang ditetapkan dengan rumus Solvin. Jenis data primer diperoleh melalui kuesioner dan observasi langsung di lapangan. Data sekunder bersumber dari dokumen laporan, peraturan- peraturan yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti, tulisan serta hasil penelitian mengenai pelayanan publik, dengan analisis Kuantitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa umumnya pelayanan akta kelahiran pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kebumen yang dilihat dari ketiga dimensi pelayanan yaitu kemudahan memperoleh barang dan jasa, persyaratan kualitas jasa dan kesesuaian biaya belum sepenuhnya memuaskan masyarakat karena nilai rata-rata keseluruhan persepsi masyarakat terhadap pelayanan pembuatan akta kelahiran lebih kecil jika dibandingkan dengan nilai rata-rata keseluruhan harapan masyarakat.
Kata kunci : kepuasan masyarakat, pelayanan, akta kelahiran
ABSTRAC
This research entitle “Public satisfaction on The Birth Certificate Service in the Demography and Civil Registration Office of Kebumen”. The purpose of this study is to determine how the quality of the birth certificate service in the Demography and Civil Registration Office of Kebumen. Public satisfaction is influenced by perceptions of service quality, product quality, price and other factors which are personal and momentary situation. One of the factors that determine public satisfaction is the perception of the quality of service, ease of obtaining goods and services, the requirements of quality and conformance costs.
This study uses a type of descriptive research whith applied Solvin formula to sum of respondent amount 50 employeers. Type of data consists of primary data obtained through questionnaires and direct observation in the field. Secondary data were sourced from a report document, the rules which is related to the researched issues, writings and the results of research on public service, with quantitative analysis.
These results indicate that the birth certificate service on the Department of Population and Civil Registration Kebumen is generally seen from the fifth dimension of service which are the ease of service, quality of service requirements and the suitability of the cost of not satisfying the public because the average value of the public perception of the birth certificate of service is less than the expectations of society.
Keyword : public satisfaction, service, birth certificate
73628979E1A009169TALAK SUAMI YANG SELINGKUH (Studi Terhadap Putusan Pengadilan Agama Purwokerto Nomor 1624/Pdt.G/2011/PA.Pwt.)Kesetiaan pasangan suami isteri merupakan salah satu hal yang diatur dalam Pasal 33 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo. Pasal 77 ayat (2) Kompilasi Hukum Islam. Apabila menjalani sebuah pernikahan tanpa didasari kesetiaan maka kehidupan di dalam pernikahan pun menjadi tidak tenang dan diwarnai oleh perselingkuhan yang dapat menghancurkan keutuhan pernikahan itu sendiri. Adapun yang manjadi permasalahan dalam penelitian ini yaitu landasan yuridis pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan cerai talak yang diajukan oleh suami yang berselingkuh yang terjadi di Pengadilan Agama Purwokerto pada Putusan Nomor 1624/Pdt.G/2011/PA.Pwt. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan hukum ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hukum yang dipakai hakim Pengadilan Agama Purwokerto pada Putusan Nomor 1624/Pdt.G/2011/PA.Pwt masih kurang. Hakim dalam putusannya hanya mengacu pada ketentuan Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo. 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam (KHI) mengenai pertengkaran dan perselisihan yang terus menerus dan tidak adanya harapan akan hidup rukun kembali dalam rumah tangga dengan meninggalkan ketentuan Pasal 33 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan jo. Pasal 77 ayat (2) Kompilasi Hukum Islam mengenai kewajiban suami isteri yang salah satunya adalah mengatur kewajiban untuk setia diantara pasangan suami isteri. Selain itu hakim dalam perkara ini juga kurang cermat dalam menerapkan Pasal 149 Kompilasi Hukum Islam tentang hak-hak isteri yang ditalak oleh suami.
Kata kunci : talak, selingkuh
A couple of husband and wife’s loyalty is arranged in Clause 33 A General Description of Marriage Law In Conjunction with Clause 77 paragraph (2) Compilation of Islamic Law. When marriage runs without loyalty it will uncomposure and cheating issue between them that will ruin that marriage it self. And a problem in this study is judicial base of Judge’s law onsideration in grant of cheated husband’s divorce in Religious Court Decision of Purwokerto Number 1624/Pdt.G/2011/PA.Pwt. to achieve this goal then penelation performed using normative judicial with judicial approach. The result of this study stated that, judicial base of Judge’s law onsideration in Religious Court Decision of Purwokerto Number 1624/Pdt.G/2011/PA.Pwt. is still not enough. In this decision, judge just guided by Clause 19 point (f) Government Regulation Number 9 Of 1975 In Conjunction with Clause 116 point (f) Compilation of Islamic Law about quarrel and disagreement continually and there’s no hope it will be back harmonious in marriage and left Clause 33 A General Description of Marriage Law In Conjunction with Clause 77 paragraph (2) Compilation of Islamic Law about obligations of husband and wife and one of them is about loyalty obligation between husband and wife. Beside that in this case Judge is not thorough in applied Clause 149 Compilation of Islamic Law about divorce wife’s rights.
Keyword : divorce, adulter
73638356C1L007007ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING THE USE OF ACCOUNTING INFORMATION AND ITS IMPLICATIONS ON FINANCIAL PERFORMANCE OF SMES IN BATIK INDUSTRY INDRAMAYU Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung antara pendidikan pemilik , skala usaha , modal, dan umur perusahaan terhadap kinerja keuangan UKM melalui penggunaan informasi akuntansi.
Populasi dalam penelitian ini adalah pengusaha Batik di Kabupaten Indramayu . Sedangkan sampelnya adalah pengusaha batik di Sentra Batik Paoman sebanyak 30 responden. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Analisis Path, dimana sebelumnya dilakukan uji validitas dengan korelasi product moment dan uji reliabilitas dengan cronbach alpha.
Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa ( 1 ) pendidikan pemilik, modal, skala usaha dan umur perusahaan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap penggunaan informasi akuntansi, ( 2 ) pendidikan pemilik , modal, skala usaha, dan umur perusahaan secara simultan mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap penggunaan informasi akuntansi, ( 3 ) pendidikan pemilik mempengaruhi kinerja keuangan secara signifikan melalui penggunaan informasi akuntansi, ( 4 ) umur perusahaan mempengaruhi kinerja keuangan secara signifikan melalui penggunaan akuntansi.
informasi .
Berdasarkan hasil perhitungan dengan Path Analysis , ini menunjukkan pendidikan pemilik / manager ' s , modal ventura dan usia dari variabel perusahaan pada penggunaan informasi akuntansi memiliki koefisien determinasi dari 0,7431 atau 74,31 persen , sementara yang lain 25,69 persen dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini .
The aim of research is to analyze the direct and indirect influence between owner’s education, business scale, venture capital, and age of the company on financial performance of SME through the use of accounting information.
The population was Batik enterpreneurs in Indramayu District. While the sampel was Batik
enterpreneurs in Sentra Batik Paoman by 30 respondents. The sampling technique used in this research was purposive sampling. The analysis used in this research was Path Analysis Method, where previously it was conducted validity test with product moment correlation and reliability test with cronbach alpha.
Based on the results of data analysis, it can be concluded that (1) owner’s education, venture capital, business scale and age of the company partially have significant influence on the use of accounting information, (2) owner’s education, venture capital, business scale and age of the company simultaneously have not significant influence on the use of accounting information, (3) owner’s education influences financial performance significantly through the use of accounting information, (4) age of the company influences financial performance significantly through the use of accounting
information.
Based on the result of calculation with Path Analysis , it indicates owner/manager’s education, venture capital and age of the company variable on the use of accounting information have coefficient determination of 0.7431 or 74.31 percent, while the other 25.69 percent is explained by other variables which are not examined in this research.
73643391C1K008029THE EFFECTS OF PERCEIVED SERVICE QUALITY AND PERCEIVED VALUE ON RECOMMENDATION (Case Study of Cipaganti Travel in Purwokerto)Penelitian ini berjudul Pengaruh Kualitas Pelayanan yang di rasakan dan Nilai yang di rasakan terhadap Rekomendasi (Studi Kasus pada Cipaganti Travel di Purwokerto). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan yang di rasakan pada nilai yang di rasakan, dan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh nilai yang di rasakan pada rekomendasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen Cipaganti Travel di Purwokerto yang berusia minimal 17 tahun dan pernah menggunakan jasa Cipaganti Travel di Purwokerto minimal satu kali. Responden dalam penelitian ini sebanyak 120 responden. Accidental Sampling Method digunakan untuk menentukan responden.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM), kesimpulanya adalah: (1) Kualitas pelayanan yang di rasakan mempunyai pengaruh positif terhadap nilai yang di rasakan (2) Nilai yang di rasakan mempunyai pengaruh positif terhadap rekomendasi.
Implikasi dari kesimpulan diatas adalah Cipaganti travel seharusnya meningkatkan kualitas pelayanannya, karena mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap nilai yang di rasakan oleh konsumen. Peningkatan kualitas pelayanan yang di rasakan oleh konsumen dapat di lakukan dengan memberikan perhatian lebih pada kualitas pelayanan, melalui wujud, kehandalan, kesediaan, jaminan, dan empati. Hal tersebut di lakukan untuk mencapai penilaian yang tinggi pada konsumen. Cipaganti travel di Purwokerto juga seharusnya dapat meningkatkan nilai yang di rasakan oleh konsumen, agar dapat menimbulkan komunikasi dari mulut ke mulut yang positif. Nilai pelayanan yang tinggi dapat di lakukan dengan mengerti keinginan dan kebutuhann konsumen, dan selalu memberikan pelayanan yang baik untuk konsumen. Sehingga, Cipaganti Travel di Purwokerto dapat bersaing dengan perusahaan lain yang sejenis dan dapat berkembang di masa yang akan datang.
This research is entitled “The Effects of Perceived Service Quality and Perceived Value on Recommendation (Case Study of Cipaganti Travel in Purwokerto)”. The purpose of this study is to identify and analyze the effect of perceived service quality on perceived value, and to identify and analyze the effect of perceived value on recommendation. The population in this study are customers of Cipaganti Travel in Purwokerto, aged 17 years old and over, and ever use service of Cipaganti Travel in Purwokerto minimal once. The number of samples to be used are 120 respondents. Accidental sampling method was used to determine the respondents.
Based on the result of research and data analysis using Structural Equation Modeling (SEM) the conclusion is: (1) Perceived service quality had Positive effect on perceived value (2) Perceived value had positive effect on recommendation.
The implication of the conclusion above are The Cipaganti Travel in Purwokerto should increase it service quality, because that have significant effect on service value. The increasing of perceived service quality could be doing by give more attention to dimension of service quality, they are tangibility, reliability, receptivity, assurance and empathy. It is do to achieve high perceived service value in customer Cipaganti Travel in Purwokerto. Cipaganti Travel in Purwokerto also should increase the perceived service value on customer, to be positive word of mouth communication about the company. Service value could be increasing with understand the needs and wants of customer and always giving good services for customer. So that, Cipaganti Travel in Purwokerto can be compete with similar companies and developed further.


73658357B1J009056PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI Sargassum polycystum DI PANTAI NUSAKAMBANGAN MENGGUNAKAN MODIFIKASI SISTEM PENANAMAN APUNG DENGAN JARAK TANAM BERBEDA
Rumput laut Sargassum polycystum merupakan salah satu komoditas hasil perikanan penghasil alginat. Permintaan bahan baku rumput laut ini di pasar dunia semakin meningkat, namun pemenuhan untuk memasok permintaan masih sangat kurang, untuk itu diperlukan budidaya yang intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modifikasi sistem penanaman rakit dengan jarak tanam berbeda terhadap pertumbuhan dan produksi, sehingga dapat diketahui sistem penanaman rakit dan jarak tanam yang terbaik untuk produksi Sarggassum polycystum di Pantai Nusakambangan.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola Split Plot, dan ulangan sebanyak tiga kali. Perlakuan yang dicobakan meliputi sistem budidaya sebagai main plot yang terdiri dari sistem rakit tubuler (S1), sistem tali tunggal rakit (S2) dan sistem jaring rakit (S3), sedangkan sub plotnya adalah jarak tanam, yaitu 30x30 cm² (J1), 40x40 cm² (J2) dan 50x50 cm² (J3). Parameter yang diamati adalah pertumbuhan dan produksi rumput laut, sedangkan parameter pendukung antara lain salinitas, suhu, derajat keasaman (pH) serta kecerahan air. Data pertumbuhan dan Produksi basah Sargassum polycystum dianalisis menggunakan Uji F, untuk mengetahui pengaruh faktor yang dicobakan.
Apabila hasilnya menunjukkan pengaruh nyata, dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan yang dicobakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sistem penanaman dan jarak tanam yang berbeda menghasilkan pertumbuhan Sargassum polycystum yang berbeda pada umur 7 hst, 14 hst, 21 hst dan 28 hst. Perlakuan menggunakan sistem jaring dengan jarak tanam 50x50² cm menghasilkan pertumbuhan Sargassum polycystum tertinggi yaitu sebesar 45,87 g.hari-1.
Sargassum duplicatum seaweed is one of the fishery commodities producing alginat. The demand for seaweed raw materials in the world market is getting more and more in the less of demand fulfillment. This study was aimed to determine the effect of planting system modification of different planting interval to growing and production, for getting the raft planting system and the best planting interval of production of Sarggassum polycystum in Nusakambangan Beach. This research used experimental method with Randomized Complete Block Design (RCBD) by split plot design and 3 repetition. Cultivation system as the main plot contains of raft tubular system (S1), monoline raft system (S2) and raft net system (S3). Planting interval as the sub plot contains of 30x30 cm² (J1), 40x40 cm² (J2) dan 50x50 cm² (J3). The main parameters measured were growing and production of Sargassum polycystum, while sub parameters were salinity, temperature, degree of acidity (pH), and water transparency. Both growing and production of Sargassum Polycystum were analyzed by F test to determine the effect of the factors tested then continued by Least Significant Difference ( LSD ) to determine different between treatments. The results showed that there is different in the growth of Sargassum polycystum on the use of both different planting system and planting interval, 7 hst, 14 hst, 21 hst and 28 hst. The highest growing of Sargassum polycystum is 45.87g.day-1 by raft net system using planting interval is 50x50 cm².
73668358F1C009054PERANAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM MEMPERTAHANKAN KEBERADAAN KOMUNITAS RAILFANS SPOORLIMO DAERAH OPERASI (DAOP) V PURWOKERTOKomunitas Railfans Spoorlimo DAOP V Purwokerto adalah wadah bagi para pecinta Kereta Api, atau penggemar fotografi Kereta Api, khususnya di wilayah Purwokerto. Komunitas Railfans Spoorlimo DAOP V ini berdiri sejak tahun 2008, hingga sekarang. Arti dari Ralfans Spoorlimo DAOP V yaitu, Railfans adalah pecinta kereta api, Spoorlimo di bagi menjadi dua Spoor dan limo, yang artinya Spoor adalah bahasa Belanda yang artinya jalur rel kereta api, serta limo diambil dari bahasa jawa, yang artinya lima, di ambil dari DAOP V, dan kebetulan jalur rel di setasiun Kereta Api Purwokerto berjumlah lima, dan itulah mengapa komuinitas tersebut di namakan komunitas Railfans Spoorlimo DAOP V Purwokerto.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pemilihan informan adalah purposive sampling, didapat delapan informan utama dan satu informan pendukung. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara menggunakan petunjuk umum, observasi dengan pola pemeran serta sebagai pengamat, dan penggunaan data. Sumber data menggunakan kata-kata dan tindakan disamping juga menggunakan sumber tertulis serta foto.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan berbagai karakteristik setiap anggota yang berbeda, bukan merupakan penghalang bagi anggota komunitas Railfans Spoorlimo DAOP V Purwokerto untuk saling berkomunikasi, bertukar pendapat, atau saling mengenal, karena anggota Komunitas Railfans Spoorlimo sudah melakukan komunikasi interpersonal dengan baik.

Melalui penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peranan komunikasi interpersonal sangatlah berpengaruh terhadap keberadaan komunitas Railfnas Spoorlimo DAOP V Purwokerto. Dengan adanya komuniasi interpersonal yang baik, maka setiap anggota melakukan hubungan sosial, dan dengan adanya hubungan sosial yang baik dengan sesama anggota komunitas, maka akan terjalin kekompakan diantara anggota komunitas Railfans Spoorlimo DAOP V Purwokerto. Dengan adanya kekompakan Komunitas Railfans Spoorlimo DAOP V Purwokerto bisa bertahan dan bisa menjaga keberadaannya di masyarakat.
Community Spoorlimo Railfans DAOP V Purwokerto is a container for lovers of the rail, or Rail photography enthusiasts, particularly in the area of Purwokerto. Community Spoorlimo Railfans DAOP V stands since 2008, until now. The meaning of Railfans Spoorlimo DAOP V, Railfans, train lovers is Spoorlimo divided into two Spoor and limo, which means that the Netherlands is the language of the Spoor that railway lines, as well as limo taken from Javanese, which means five, taken from DAOP V, and happens to be a rail line Train station in Purwokerto amounted to five, and that's why the community named komuinitas Railfans DAOP V Spoorlimo Purwokerto.

The research method used is descriptive qualitative methods. The technique was purposive sampling informant selection, obtained eight key informant and one informant supporters. Data collection techniques used are interviews using general instructions, observation with cast patterns as well as observers, and the use of the data. Data sources use words and actions while also using the written sources and photos.

The results of this research show that the various characteristics of each different members, is not a barrier to community members Spoorlimo Railfans DAOP V Purwokerto to communicate with each other, exchanging opinions, or know each other, since the community members are already doing Spoorlimo Railfans interpersonal communication.

Through this research it can be concluded that the role of interpersonal communication is very influential to the existence of community Railfnas Spoorlimo V DAOP Purwokerto. By having good interpersonal komuniasi, then any member of social intercourse, and in the presence of a good social relationships with fellow community members, it will be interwoven cohesiveness among the members of the community of Railfans DAOP V Spoorlimo Purwokerto. The existence of Community cohesiveness DAOP V Spoorlimo Purwokerto Railfans can survive and be able to maintain its presence in the community.
736710320B1J010193PENYEBARAN LOGAM Cr PADA ALIRAN LIMBAH TEKSTIL PT “X” PEKALONGAN DITINJAU DARI KANDUNGANNYA DALAM TUMBUHAN ECENG GONDOK, SEDIMEN, DAN AIR
Seiring dengan perkembangan jaman, industri tekstil dan produk tekstil semakin bertambah. Pertambahan produk tekstil memicu naiknya hasil samping berupa limbah cair. Limbah cair tekstil mengandung logam berat, salah satunya adalah logam Cr dapat mencemari perairan sekitarnya dan meracuni organisme air yang hidup di lingkungan tersebut. Mengingat bahwa logam Cr yang terdapat dalam limbah cair tekstil dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan, maka telah dilakukan penelitian tentang penyebaran logam Cr yang terdapat didalam air, sedimen, dan tumbuhan eceng gondok (Eichornia crassipes (Mart.) Solms), pada aliran limbah tekstil PT “X” Pekalongan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan Cr dalam tumbuhan eceng gondok, sedimen, dan air pada rona lingkungan yang berbeda; dan mengetahui kandungan Cr tertinggi yang terdapat pada rona lingkungan yang berbeda.
Penelitian dilakukan dengan metode survei. Sampel tumbuhan eceng gondok, sedimen, dan air diambil secara Purposive Sampling di empat rona lingkungan yaitu rona sebelum pembuangan limbah pabrik, rona pabrik, rona persawahan, dan rona perumahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rona lingkungan sangat berpengaruh (F hitung > F.tabel 0,1%) terhadap penyebaran logam Cr dalam tumbuhan eceng godok, sedimen,dan air pada rona lingkungan yang berbeda dan kandungan logam Cr tertinggi dalam tumbuhan eceng gondok, sedimen, dan air terdapat pada rona lingkungan pembuangan limbah tekstil.
Along with the development, textiles industry and textile products is increasing. Added textile products can be increasing side product of textile in the form of liquid waste. Textile waste containing heavy metals, one of which is a Cr metal that can contaminate the surrounding waters and poison the aquatic organisms that live in the waters. Given that the Cr contained in the wastewater textile can causes environmental damage, it is necessary to study the spread of Cr contained in water, sediment, and water hyacinth plants (Eichornia crassipes (Mart.) Solms), the textile waste stream in PT “X” Pekalongan. The purpose of this study was to determine the content of Cr in water hyacinth plants, sediments, and water at different enviromental; and determine the highest Cr contained in different environment.
The study was conducted by survey method. Samples of water hyacinth plants, sediments, and water taken purposive sampling in four environmental setting that tone before the sewage plant, factory environment, rice fieldsenvironment, and housing environment. The results showed that the most influential environmental setting (F count>F.Table 0,1%) the spread of Cr in hyacinth water plants, sediments, and water in different environmental setting, and the highest Cr metal content in hyacinth water plants, sediments, and water contained in the evironmental setting of textile waste disposal.
736810321B1J010196MONITORING LOGAM BERAT KADMIUM PADA TANAMAN KANGKUNG, SEDIMEN DAN AIR DI LINGKUNGAN
YANG TERKENA LIMBAH CAIR TEKSTIL
PT “X” PEKALONGAN
Pekalongan merupakan kota yang diberi sebutan kota batik karena di kota tersebut terdapat ratusan industri tekstil baik skala besar maupun skala kecil (rumah tangga). Industri-industri tersebut menghasilkan limbah cair berwarna yang dapat menimbulkan pencemaran jika dibuang ke lingkungan tanpa pengolahan terlebih dahulu. Limbah cair tersebut selain berwarna juga mengandung bahan-bahan berbahaya, salah satunya adalah logam berat kadmium (Cd) yang bersifat toksik dan dapat mengakibatkan kematian organisme yang ada di lingkungan tersebut. Logam berat Cd yang terdapat di dalam limbah dapat berpindah ke badan air, terdeposit di dalam sedimen dan terakumulasi ke dalam organisme yang hidup di dalam lingkungan tercemar tersebut. Penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk mengetahui kandungan logam Cd pada air, sedimen dan tanaman kangkung di rona lingkungan yang berbeda dan mengetahui kandungan logam Cd tertinggi di rona lingkungan yang berbeda. Parameter utama yang diukur adalah kandungan logam Cd yang terdapat dalam air, sedimen dan tanaman kangkung, sedangkan parameter penunjang yang diamati adalah kondisi cuaca dan pH pada saat pengambilan sampel. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa rona lingkungan berpengaruh terhadap kandungan logam Cd dalam air, sedimen dan tanaman kangkung pada rona lingkungan yang berbeda. Kandungan logam Cd tertinggi dalam air, sedimen dan tanaman kangkung terdapat pada rona lingkungan 2 merupakan tempat pembuangan limbah industri tekstil PT “X” ke dalam badan perairan.Pekalongan is a city called ‘batik city’, because there are hundreds of textile industries on big schale or little schale (home industry). That industries produced liquid coloured waste that can stain if it throwed to environment without the processing first. That liquid waste beside coloured and also countains of the dangerous materials. One of them is heavy metal ‘ kadmium’ (Cd), it such as a toxic and can make the death of organism at that environment. It found at the waste, it can move the body of water, deposited on sediment and accumulated into organism at that environment. The research directioned to know the composition of Cd metal at the water, sediment and Ipomoea aquatica in different colour environment and to know the highest one at the different environment. The main parameter measured is composition of Cd metal in the water, sediment and I.aquatica. The supporting parameter observed is weather condition and pH at the taking sample time. The result shows that the colour of environment is very influential to the compositions of Cd metal in the water, sediment and I.aquatica at the different colours of environment. The highest composition of Cd metal in the water, sediment and I.aquatica found at second (2) colours of environment. While this is the place to throwing the waste from textile factory PT “X” Pekalongan to the body of the territorial.
736910322B1J010214KARAKTERISASI DAN UJI POTENSI AMILOLITIK, PROTEOLITIK, LIPOLITIK KAPANG DAGE DARI PASAR SOKARAJA, KARANGLEWAS, DAN AJIBARANG KABUPATEN BANYUMASDage merupakan jenis makanan fermentasi tradisional khas Banyumas yang dibuat dengan bahan baku bungkil kelapa menggunakan inokulum kapang.Inokulum yang digunakan sangat beragam sehingga kualitas dage yang dihasilkan sangat bervariasi dan kurang konsisten. Mengingat kapang merupakan salah satu faktor penentu kualitas dage, maka perlu dilakukan identifikasi kapang yang berperan dalam pembuatan dage.Kemampuan hidrolitik enzim juga perlu dilakukan untuk mengetahui kemampuan kapang dalam menguraikan senyawa komplek menjadi lebih sederhana sehingga mudah dicerna oleh tubuh manusia.
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikologi/Fitopatologi Fakultas Biologi UNSOED selama bulan Juni sampai November2014. Tujuan dari penelitian ini untukmengetahui karakteristik isolat kapang yang terdapat pada dage, mengetahui kemampuan enzimatiskapang, serta mengetahui kandungan nutrisi dage yang dihasilkan dari jenis isolat yang berbeda . Metode yang digunakan ialah survei dan eksperimental. Sampel kapang diambil dari pasar Sokaraja, Karanglewas dan Ajibarang. Parameter yang diamati adalah karakter morfologi kapang, diameter zona jernih pada masing-masing medium uji dan analisis proksimat (kadar karbohidrat, lemak, dan protein).
Hasil identifikasi menunjukkan bahwa kapang yang didapat merupakan Mucor hiemalis, M. plumbeus, dan M. racemosus. Indeks amilolitiktertinggi yaitu M. hiemalis isolat B1 dengan nilai 2. Indeks proteolitik dan indeks lipolitik tertinggi ada pada isolat A1 dengan nilai 3 yang merupakan M. racemosus.Kadar karbohidrat tertinggi yaitu 27,24% dihasilkan dari inokulum C3, kadar lemak tertinggi yaitu 4,52% dihasilkan dari inokulum C2 dan kadar protein tertinggi yaitu 7,44 % dihasilkan dari inokulum C1.
Dage is a type of Banyumas traditional fermented foods made with raw materials using coconut cake mold inoculum. Inoculum is varied so that the quality of the resulting dage highly variable and less consistent. Given mold is one of the factors determining the quality of dage, it is necessary to identify fungi that play a role in making dage. The ability of hydrolytic enzymes should also be conducted to determine the ability of fungi to decompose complex compounds into simpler ones that are easily digested by the human body. This research was conducted at the Laboratory of Mycology / Phytopathology Faculty of Biology UNSOED during June to November 2014. The purpose of this study were to determine the characteristics of fungi isolates contained on dage, knowing enzymatic ability of fungi, and to know the nutrient content dage generated from sources different isolates. The method used were survey and experimental. Mold samples taken from the market Sokaraja, Karanglewas and Ajibarang. Parameters measured were morphological characters mold, the diameter of the clear zone on each test medium and proximate analysis (carbohydrates, fats, and proteins). Identification results obtained indicate that mold is Mucor hiemalis, M. plumbeus, and M. racemosus. Highest amylolytic index isolates of M. hiemalis B1 with a value of 2. Proteolytic index and highest lipolytic index isolates A1 with a value of 3 which is the M. racemosus. Highest carbohydrate content of 27,24 % was derived from C3 inoculum, the highest fat content is 4,52 % of the inoculum produced C2 and the highest protein content of 7,44% resulting from the inoculum C1 .
73708359F1D007032GERAKAN SOSIAL PEMBERANTASAN KORUPSI: PERJUANGAN GERAKAN BERANTAS KORUPSI (GEBRAK) DALAM PENGUSUTAN KASUS KORUPSI BUPATI BREBES INDRA KUSUMAPerjuangan gerakan sosial pemberantasan korupsi, dalam hal ini perjuangan Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak) diawali dengan pengumpulan data, setelah data terkumpul Gebrak menganalisis. Data dari hasil analisis ini menjadi bahan untuk dilaporkan ke lembaga peradilan dan struktur pemerintahan yang berwenang. Untuk menguatkan gerakan sosial ini, Gebrak membuat aliansi-aliansi dengan tujuan memperkokoh gerakan dan mencerdaskan masyarakat Brebes. Setelah adanya aliansi, Gebrak audiensi dengan lembaga peradilan untuk mengetahui seberapa jauh proses peradilannya. Bila ada kemandegan, Gebrak dengan aliansinya mengerahkan massa untuk demonstrasi. Gebrak pun terus evaluasi dengan gerakannya itu, agar gerakan yang dibangun efektif dan efisien.The struggle of corruption eradication of social movements, in this case Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak), it begins with colletc the data, after that Gebrak start to analize the data. The result of this analysis become the objective to be reported to the judiciary and to the government structure which takes the authority. To reinforce the social movement, Gebrak makes an alliance to reinforce the movement and to educate the Brebes people. After the alliance formed, Gebrak makes a hearing with the judiciary to find ot how far the judicial process go on. If there is stagnation, Gebrak start to mobilize the populace for the demonstration. Gebrak also continue to evaluate with the alliance in order to the movement that built always effective and efficient.
73718361F1C009022Interaksi Simbolik sebagai Proses Penghayatan Karakter Aktor (Studi Kasus Pentas Produksi Teater SiAnak FISIP UNSOED Berjudul "Tolomias?")ABSTRAKSI
Teater merupakan sebuah wadah bagi manusia yang ingin mewacanakan segala macam peristiwa dengan tanpa melupakan unsur keindahan. Panggung teater dapat dikatakan sebagai sebuah laboratorium hidup yang memuat berbagai macam perasaan di dunia ini. Sebagai sebuah media, pelaku teater perlu untuk selalu bereksplorasi dalam menggunakan panggung agar pesan yang terkandung dapat dikomunikasikan secara efektif. Hal ini dilakukan secara kolektif oleh orang-orang yang ingin terlibat dalam sebuah pertunjukkan teater melalui peran-peran yang mereka pikul.
Keselarasan sebuah pementasan tergantung dari bagaimana para penciptanya saling bersinergi selama proses. Naskah, aktor, sutradara dan asisten sutradara, serta tim artistik merupakan unsur-unsur yang saling memengaruhi keefektifan komunikasi sebuah pertunjukkan. Mereka saling memberi impuls dan menanggapinya melalui simbol-simbol yang ditafsirkan dari naskah. Hal ini pula yang ditangkap oleh aktor selaku pemain panggung depan dalam prosesnya menubuhkan tokoh.
Penelitian ini akhirnya berfokus kepada bagaimana interaksi simbolik yang dilakukan seluruh elemen panggung dapat mendukung aktor untuk menemukan karakter tokoh. Penelitian studi kasus ini mengambil subjek tim panggung dalam pentas produksi Teater SiAnak FISIP UNSOED berjudul Tolomias?. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas dan intensitas interaksi dengan sutradara, asisten sutradara serta tim artistik dapat memengaruhi keaktoran. Pemahaman atas naskah serta makna simbol yang diciptakan oleh tim artistik dapat membantu aktor untuk bereksplorasi di atas panggung. Arahan yang intensif serta evaluasi dari sutradara dapat membantu aktor dalam melakukan perbaikan-perbaikan.
Implikasi yang muncul dari penelitian ini adalah, para pegiat teater khususnya teater kampus harus melakukan pelatihan rutin di luar waktu perkuliahan untuk meningkatkan kemampuannya dalam memahami panggung. Selain untuk kebutuhan teknis, latihan rutin juga dapat menimbulkan keintiman di antara para pegiat teater yang nantinya akan berdampak pada cara mereka bertukar pikiran selama proses produksi pementasan.

Kata Kunci : interaksi simbolik, seni peran


ABSTRACT
The theatre is a place for human beings who want to convey all sorts of events without forgetting the beauty of the item. The theatre’s stage can be described as a living laboratory that contains a range of feelings in this world. As a media theatre, actors need to always explore the use of the stage, so the message contained can be communicated effectively. This is done collectively by people who want to get involved in a theatrical performances through the roles of each.
The alignment of a staging depends from how its creators synergized during the process. Script, actors, directors, and assistant director as well as the artistic team is an interdependent elements affecting the effectiveness of communication of a show. They give each other impulses and respond to it through symbols are interpreted from the script.It it also captured by the actor as the next stage in the process cast establihsed figures.
This research ultimately focuses on how symbolic interaction is done all over the stage elements can support an actor to find the character figures. This case study takes the research subject team stage in stage SiAnak FISIP UNSOED theatre’s production titled Tolomias?. Data collection techniques used include observation, in-depth interviews, and documentation.
The results of this research shows that the quality and intensity of interaction with directors, assitant directors, and artistic team can affect the actor. Understanding of the text and meaning of symbols created by the artistic team can help the actor to explore on the stage. Intensive referral as well as an evaluation of the director can help actor in doing repairs.
The implication that arise from this research is theatre activists of campus theater in particular should do routine training outside time and associated cost to increase their ability to understand the stage. In addition to technical needs, exercise routine can also evoke the intimacy between the activists of the theatre that would later have an impact on the way exchange ideas during the production process of staging.

Keywords: symbolic interaction, drama

737210324P2FB11013KAJIAN KEPANGKATAN DANDIM DALAM RANGKA MENINGKATKAN KINERJA
(Studi Kasus Di Kodim 0733-Berdiri Sendiri/Semarang Kodam IV/Diponegoro)
NARLIANSYAH, Program Studi Ilmu Administrasi Program Pascasarjana, Universitas Jenderal Soedirman, Kajian Kepangkatan Dandim Dalam Rangka Meningkatkan Kinerja (Studi Kasus Di Kodim 0733-Berdiri Sendiri/Semarang Kodam IV/Diponegoro). Komisi Pembimbing, Ketua: Dr. Slamet Rosyadi, M.Si., Anggota: Dr. Toto Sugito, M.Si.
Kajian penyesuaian kepangkatan Dandim 0733-BS/Semarang, dimaksudkan agar diperoleh peningkatan kinerja dalam rangka mendukung tugas pokok Kodam IV/Diponegoro. Hasil penelitian dari data primer dan sekunder diperoleh gambaran bahwa peran Dandim 0733-BS/Semarang dirasakan oleh pejabat tersebut sudah maksimal, namun berdasarkan penilaian pimpinan Kodam IV/Diponegoro masih belum optimal. Konsep kenaikan pangkat Dandim 0733-BS/Semarang ini telah memenuhi kaidah teori birokrasi/manajemen, kinerja dan produktivitas. Selain itu, pembagian tugas menjadi jelas setelah adanya pemilahan dalam menjalankan fungsi utama TNI AD maupun mengemban tugas Mabes TNI dalam hal kegarnisunan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karier atau kepangkatan Dandim 0733-BS/Semarang sekarang ini agar dapat meningkatkan kinerja dengan harapan pelaksanaan tugas-tugas lebih optimal
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan sasaran Forkopimda Kota Semarang dan personel Kodim 0733-BS/Semarang berlokasi di Jalan Pemuda nomor 153 Kota Semarang. Nomor telepon 024-3545165.
Adapun hasil yang diperoleh adanya beberapa temuan terkait karir, kepangkatan, kinerja dan produktivitas.
Peneliti mengajukan saran Kodam IV/Diponegoro mengajukan konsep ini ke Mabes TNI AD dan Mabes TNI guna memperoleh keputusan Pimpinan dan diakomodasi dalam program anggaran yang akan datang. Kodam IV/Diponegoro seyogyanya menyiapkan sumber daya yang ada di internal dalam rangka menyiapkan perubahan kepangkatan maupun sarana prasarana pendukung lainnya
NARLIANSYAH, Public Administration Postgraduate Program, Jenderal Soedirman University, Analysis of Dandim Career Levelfor Improving Performance (Case Study at Kodim 0733-BS/Semarang Kodam IV/Diponegoro). Supervisor: Dr. Slamet Rosyadi, M.Si., Co-supervisor: Dr. Toto Sugito, M.Si.
Adjustment analysis of career levelof Dandim 0733-BS/Semarang, aimed to gaining improvement of performance in order to support the main duty of Kodam IV/Diponegoro. The results of the primary and secondary data we can see that the role of commander of 0733-BS/Semarang perceived by the officer has a maximum, but based on the assessmentled military Command IV/Diponegoro is still not optimal. Concept promoted commander of 0733 - BS / Semarang is in compliance with the rules of the theory of bureaucracy / management , performance and productivity . In addition, the division of tasks became clear after the sorting in the main function of the army as well as the task of the military headquarters in kegarnisunan.
This study used a qualitative method with descriptive approach with the goal of Semarang and personnel Forkopimda District Military Command 0733-BS/Semarang is located at number 153 Pemuda Street Semarang, Telephone number 024-3545165.
The results obtained by the presence of some of the findings are in line with the theory and previous researchers paakar related career, rank, performance and productivity.
Researchers propose suggestions IV/Diponegoro military command propose this concept to the Army Headquarters and Headquarters military to gain leadership decisions and accommodated in the upcoming budget program. IV/Diponegoro Military Command should prepare existing resources in order to prepare the internal rank changes and other supporting infrastructure.
73738362F1C009001MAKNA RITUAL PEPE “SUKU DAYAK INDRAMAYU”
(STUDI ETNOGRAFI KOMUNIKASI “SUKU DAYAK INDRAMAYU” DI DESA KRIMUN KABUPATEN INDRAMAYU)
Penelitian ini berjudul Makna Ritual Pepe “Suku Dayak Indramayu” (Studi Etnografi Komunikasi “Suku Dayak Indramayu” di Desa Krimun Kabupaten Indramayu).
Latar belakang penelitian ini adalah ketertarikan peneliti akan aktivitas komunikasi yang dilakukan antar anggota Suku Dayak Indramayu serta keunikan dalam kegiatan ritual Pepe. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas komunikasi yang dilakukan antar anggota serta mengetahui makna yang terdapat dalam ritual Pepe dan juga komponen komunikasi yang terkandung dalam komunikasi ritual Pepe dikomunitas Suku Dayak Indramayu.
Dalam penelitian ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dalam bentuk deskriptif dengan metode penelitian studi etnografi komunikasi.Sasaran penelitian ini adalah anggota komunitas Suku Dayak Indramayu yang aktif melakukan ritual Pepe dan bertempat tinggal di sekitar padepokan Nyi Ratu Kembar.
Dari hasi penelitian diketahui bahwa aktivitas komunikasi yang dilakukan antar anggota Suku Dayak Indramayu lebih banyak menggunakan bahasa Dermayon baik dalam kegiatan sehari-hari maupun saat akan melakukan ritual. Makna dari Ritual Pepe yakni bertujuan untuk menyatukan diri dengan alam dan untuk membersihkan jiwa.Ritual Pepe ini sifatnya tidak mengikat dan tidak memiliki tempat khusus namun memliki urutan tindakan-tindakan tertentu.
The study is titled Ritual Meaning Pepe "Suku Dayak Indramayu" (Ethnography of Communication Studies "Suku Dayak Indramayu" in Indramayu Regency Village Krimun).
The background of this research is of interest to researchers who carried out the communication activity between members of the Suku Dayak Indramayu and uniqueness in ritual activities Pepe. The purpose of this study was to determine the activities that take place between members of the communication and to know the meaning contained in the ritual Pepe and communication component also contained in the ritual of communication in the community Pepe Suku Dayak Indramayu.
In this research study is a type of qualitative research in the form of descriptive research method ethnographic study of communication. The target of this research is the Suku Dayak community members who actively perform rituals Indramayu Pepe and reside around the hermitage Nyi Ratu Kembar.
The survey results revealed that communication activities are carried out between members of the Suku Dayak Indramayu Dermayon more use of both languages in daily activities as well as when to perform the ritual. Meaning of the Ritual Pepe aims to unite ourselves with nature and to cleanse the soul. Pepe ritual is not binding in nature and do not have a special place, but possess a certain sequence of actions.
737410319B1J010195BIOEKOLOGI IKAN BREK Puntius orphoides C.V DI WADUK PANGLIMA BESAR SOEDIRMAN BANJARNEGARA
Informasi bioekologi yang mengkaji aspek biologi dan aspek ekologi sangat diperlukan dalam usaha budidaya ikan salah satunya ikan brek. Aspek biologi mencakup pola pertumbuhan dan beberapa aspek reproduksi. Aspek ekologi. Penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk mengetahui kelimpahan ikan brek dan hubungannya dengan kondisi di lingkungan di Waduk P.B Soedirman, mengetahui pola pertumbuhan ikan brek dilihat dari hubungan panjang dan berat. Mengetahui kondisi reproduksi yang meliputi indeks kematangan gonad (IKG) dan fekunditas ikan brek di Waduk P.B Soedirman.
Lokasi penelitian dilakukan di Waduk P.B Soedirman Banjarnegara yang terletak pada bagian inlet; bagian tengah dan bagian outlet. Pengamatan hubungan panjang dan berat serta rasio kelamin, IKG dan fekunditas dilakukan di Laboraturium Ekologi Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Pengukuran diameter telur dilakukan di Laboratorium Pengajaran Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.
Hasil kelimpahan ikan brek terdapat 45 yang terdiri 35 jantan dan 10 betina. Hasil pengamatan hubungan panjang berat bersifat alometrik negatif dan memiliki nilai koefisien yang tertinggi pada stasiun 4. Hasil korelasi antara kelimpahan dengan kualitas perairan yang meliputi, tidak ada yang menunjukan korelasi.

Bioecology information had looked aspect of biology and facets ecology is needed in the business of cultivating fish one brek fish. The aspect of biology includes a pattern of growth and some aspect of reproduction. The aspect of ecology covering the temperature, brightness, the depth, the speed of the current, degrees acidity (pH), oxygen dissolved and carbon dioxide free.
Research aims to know abundance Brek fish to do with condition in environment in Reservoirs P.B Soedirman. Knowing pattern growth brek fish seen from relations length and weight. In addition to know the state of reproduction which includes index ripeness of the gonads (IKG ), fecundity brek fish in Reservoirs of PB. Soedirman.
The research is done in Reservoirs of P.B. Soedirman banjarnegara located on the inlet; central portion reach and the outlet reach Observation relations length and weight, sex ratio, gonado somatic index (GSI) and fecundity ecology laboraturium Faculty Biology, University Jenderal Soedirman. Measuring the diameter of eggs done teaching laboratories the Faculty of Biology, University Jenderal Soedirman.
The results of abundance fish brek there were 45 consisting 35 male and 10 female. The results of observations long relationship heavy is alometrik negative and having the value of a coefficient that the highest at station 4 . With the quality of the results of the correlation between which includes an abundance of waters , which showed no correlation .
737511385E1A010208TINJAUAN YURIDIS HUBUNGAN HUKUM PEMAIN SEPAKBOLA DENGAN KLUB PERSIBAS BANYUMASSepakbola merupakan salah satu cabang olahraga yang cukup populer dan digemari sebagaian besar negara di dunia, termasuk di Indonesia. Hampir setiap kota di Indonesia mempunyai klub sepakbola. Klub sepakbola kota Banyumas adalah Persibas Banyumas. Dalam sebuah klub sepakbola terdapat hubungan timbal balik antara pemain dengan klub, yaitu pemain memenangkan pertandingan yang diikuti klub, dan pemain berhak atas pembayaran sejumlah uang. Hubungan antara keduanya bisa disebut juga hubungan hukum karena adanya kewajiban dan hak yang harus dipenuhi oleh masing masing pihak dan akan adanya akibat hukum apabila tidak terpenuhinya hak dan kewajiban ini. Bagaimana apabila kemenangan klub tidak terpenuhi? Apakah pemain bisa dikatakan wanprestasi? Hal itu perlu dibahas lebih lanjut lagi. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian terhadap surat perjanjian tentang “Perjanjian Kerja Persibas Banyumas dengan Pemain Persibas Banyumas Kompetisi Liga Indonesia Divisi Utama Tahun 2015” Nomor: …./PK/PERSIBAS-BMS/2015. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan hukum antara pemain dengan klub sepakbola Persibas Banyumas dan untuk mengetahui bentuk penyelesaian hukum apabila terdapat wanprestasi pada perjanjian antara keduanya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif.
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diketahui hubungan hukum antara pemain yang bernama Dede Hugo Kunarko dengan klub Persibas Banyumas merupakan bentuk perjanjian untuk melakukan suatu jasa tertentu yang merupakan spesies dari genus “perjanjian untuk melakukan pekerjaan”. Klub dapat mengakhiri hubungan kerja secara sepihak dengan memberi ganti rugi satu bulan gaji apabila pihak pemain wanprestasi, sedangkan apabila pihak klub wanprestasi secara khusus dalam perjanjian kerja antara pemain dengan klub tidak ada ketentuan yang mengaturnya, dan secara hukum pemain berhak menuntut ganti kerugian moratoir interest.
Football is one of the most popular sports in the world and everyone loved it, including the Indonesian people. In Indonesia, most cities have a football club. One of the football clubs is Persibas Banyumas. A football club definitely has a reciprocal relationship between the player and the club, a club that is represented by the player and the player is deserved to get the wage. The relationship is called Legal Relationship because of the duty and right that must be done by each party and there is penalty if right and duty is not fulfilled. What if the club wins is not met? Whether the player can be said to default? Researcher tries to examine the relationship by letter of agreement on "Perjanjian Kerja Persibas Banyumas Dengan Pemain Kompetisi Liga Indonesia Divisi Utama Tahun 2015" No: ... / PK / PERSIBAS-BMS / 2015. The purpose of this study is to determine the reciprocal relationships between clubs and players of Persibas Banyumas and to determine the form of settlement if there is a default under the agreement. This study uses yuridis normative.
The result of research shows the relationship between the players named Dede Hugo Kunarko with Persibas Banyumas is a form of an agreement to do a particular service and a species of the genus "Perjanjian Untuk Melakukan Pekerjaan". If the player does defaults, the club will terminate the contract with compensation of one month's wage. Then, there is no specific rule in employment agreements between player and club if the club are in default, and the player can claim compensation, Moratoir Interest.
737611386C1B011043PENGARUH SHOPPING LIFESTYLE, FASHION INVOLVEMENT DAN HEDONIC SHOPPING VALUE TERHADAP IMPULSE BUYING BEHAVIOR PELANGGAN BUTIK CANTIK PURWOKERTO

Penelitian ini berjudul “Pengaruh Shopping Lifestyle, Fashion Involvement dan Hedonic Shopping Value Terhadap Impulse Buying Behavior Pelanggan Butik Cantik Purwokerto”. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Shopping Lifestyle, Fashion Involvement dan Hedonic Shopping Value terhadap Impulse Buying Behavior Pelanggan Butik Cantik Purwokerto. Populasi penelitian adalah pelanggan Butik Cantik Purwokerto. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling, dan diperoleh sebanyak 100 responden.
Hipotesis penelitian ini adalah: 1) Terdapat pengaruh shopping lifestyle terhadap impulse buying pelanggan Butik Cantik Purwokerto, 2) Terdapat pengaruh fashion involvement terhadap impulse buying pelanggan Butik Cantik Purwokerto, 4) Terdapat pengaruh hedonic shopping value terhadap impulse buying pelanggan Butik Cantik Purwokerto, dan 5) Variabel hedonic shopping value mempunyai pengaruh dominan terhadap impulse buying pelanggan Butik Cantik Purwokerto.
Penelitian ini menggunakan metode analisis jalur dan untuk menguji koefisien jalur digunakan uji F dan uji t. Hasil penelitian menyatakan bahwa secara parsial terdapat pengaruh Shopping Lifestyle, Fashion Involvement dan Hedonic Shopping Value terhadap Impulse Buying Behavior pelanggan Butik Cantik Purwokerto. Hedonic Shopping Value mempunyai pengaruh dominan terhadap Impulse Buying Behavior.
The title of this research is“Effects of Shopping Lifestyle,Fashion Involvement and Hedonic shopping Value towards Impulse Buying Behavior Consumer Boutique Cantik Purwokerto”. The purpose of this research was to Effects of Shopping Lifestyle,Fashion Involvement and Hedonic shopping Value towards Impulse Buying Behavior Consumer Boutique Cantik Purwokerto. The population of this research was the Consumer Boutique Cantik. The sampling technique was used purposive sampling method.
The hypothesis are: 1) There is effect of Shopping Lifestyle towards Impulse Buying Behavior Consumer Boutique Cantik Purwokerto, 2) There is effect of Fashion Involvement towards Impulse Buying Behavior Consumer Boutique Cantik Purwokerto, 3) There is effect of Hedonic Shopping Value towards Impulse Buying Behavior Consumer Boutique Cantik Purwokerto, 4) Hedonic Shopping Value have a dominant influence towards Impulse Buying Behavior Consumer Boutique Cantik Purwokerto
This research used the method of path analyze and to test the overall path coefficients with F test and t test. The results show that Shopping Lifestyle, Fashion Involvement and Hedonic Shopping Value have effect towards Impulse Buying Behavior Consumer Boutique Cantik Purwokerto, Hedonic Shopping Value have a dominant influence towards Impulse Buying Behavior Consumer Boutique Cantik Purwokerto
73778363C1B010094PENGARUH PEMBERDAYAAN KARYAWAN TERHADAP UPAYA PELAYANAN DAN KINERJA KARYAWAN DENGAN SIKAP KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA PT. TELKOM INDONESIA CABANG PURWOKERTOPenelitian ini berjudul “Pengaruh Pemberdayaan Karyawan terhadap Upaya Pelayanan dan Kinerja Karyawan dengan Sikap Kerja Sebagai Variabel Mediasi Pada PT. Telkom Indonesia Cabang Purwokerto”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuidan menganalisis pengaruh pemberdayaan karyawan terhadap upaya pelayanan dan kinerja karyawan dengan sikap kerja sebagai variabel mediasi. Metode yang digunakan adalah survei dan teknik sampling yang digunakan yaitu non-probability sampling dengan simple random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Telkom Indonesia Cabang Purwokerto, dengan sampel sebanyak 52 responden. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan Partial Least Square (PLS) yang menunjukan bahwa: (1) Pemberdayaan karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap kerja pada PT. Telkom Indonesia Cabang Purwokerto. (2) Pemberdayaan karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap upaya pelayanan pada PT. Telkom Indonesia Cabang Purwokerto. (3) Pemberdayaan karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Telkom Indonesia Cabang Purwokerto. (4) Sikap kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap upaya pelayanan pada PT. Telkom Indonesia Cabang Purwokerto. (5) Sikap kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Telkom Indonesia Cabang Purwokerto. (6) Sikap kerja memediasi pengaruh pemberdayaan karyawan terhadap upaya pelayanan pada PT. Telkom Indonesia Cabang Purwokerto. Ternyata pengaruh langsungnya 0,586 lebih besar daripada pengaruh tak langsungnya yaitu 0,135. Jadi hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa sikap kerja hanya memediasi secara parsial hubungan antara pemberdayaan karyawan terhadap upaya pelayanan. (7) Sikap kerja memediasi pengaruh pemberdayaan karyawan terhadap kinerja karyawan pada PT. Telkom Indonesia Cabang Purwokerto. Ternyata pengaruh langsungnya 0,363 lebih besar daripada pengaruh tak langsungnya yaitu 0,179. Jadi hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa sikap kerja hanya memediasi secara parsial hubungan antara pemberdayaan karyawan terhadap kinerja karyawan.The research is titled "Effects of Employee Empowerment on Service Effort and Employee Performance with Job Attitude as a Mediating Variable in PT. Telkom Indonesia Cabang Purwokerto". The aims of research are to find out and to analyze the effect of employee empowerment on service effort and employee performance with job attitude as a mediating variable. The method used was a survey with a sampling technique using non-probability sampling with simple random sampling. The population of this research is employee in PT. Telkom Indonesia Cabang Purwokerto, it is known that sample size of this research is 52 respondents. Based on the analysis of research data by using Partial Least Square (PLS) showed that: (1) Employee empowerment positive and significant effect on job attitude at PT. Telkom Indonesia Cabang Purwokerto. (2) Employee empowerment positive and significant effect on service effort at PT. Telkom Indonesia Cabang Purwokerto. (3) Employee empowerment positive and significant effect on employee performance at PT. Telkom Indonesia Cabang Purwokerto. (4) Job attitude positive and significant effect on service effort at PT. Telkom Indonesia Cabang Purwokerto. (5) Job attitude positive and significant effect on employee performance at PT. Telkom Indonesia Cabang Purwokerto. (6) Job attitude mediates the effect of employee empowerment to the service effort at PT. Telkom Indonesia Cabang Purwokerto. It turns out that the direct effect coefficient 0.586 is greater than the indirect effect is 0.135. So the results of the above analysis it can be concluded that job attitude is only partially mediate the relationship between employee empowerment in service effort. (7) Job attitude mediates the effect of employee empowerment to the employee performance at PT. Telkom Indonesia Cabang Purwokerto. It turns out that the direct effect coefficient 0.363 is greater than the indirect effect is 0.179. So the results of the above analysis it can be concluded that job attitude is only partially mediate the relationship between employee empowerment in employee performance.
73788364C1K009027EFFECTS OF PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT ON ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR : THE MODERATING ROLE OF LOCUS OF CONTROLPenelitian ini berjudul “Pengaruh Persepsi dukungan Organisasi terhadap Perilaku Kewargaan Organisasi: Peran Lokus Kendali sebagai Variabel Moderasi”. Tujuan dari penilitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh persepsi dukungan organisasi terhadap perilaku kewargaan organisasi serta pengaruh moderasi dari lokus kendali. Subjek dari penilitian ini adalah pegawai tetap yang secara langsung berhubungan dengan XYZ Bank. Dengan menggunakan stratified random sampling, penelitian ini menggunakan 70 responden sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan analisis regresi dan berdasarkan dari hasil yang diperoleh, dapat ditarik kesimpulan bahwa: (1) Semakin baik persepsi dukungan organisasi pada karyawan maka akan semakin tinggi tingkat altruism karyawan. (2) Semakin baik persepsi dukungan organisasi pada karyawan maka akan semakin tinggi tingkat conscientiousness karyawan. (3) Semakin baik persepsi dukungan organisasi pada karyawan maka akan semakin tinggi tingkat sportsmanship karyawan. (4) Semakin baik persepsi dukungan organisasi pada karyawan maka akan semakin tinggi tingkat civic virtue karyawan. (5) Semakin baik persepsi dukungan organisasi pada karyawan maka akan semakin tinggi tingkat courtesy karyawan. (6) Lokus kendali tidak memiliki pengaruh moderasi terhadap hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan altruism. (7) Lokus kendali tidak memiliki pengaruh moderasi terhadap hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan consceintiousness. (8) Lokus kendali tidak memiliki pengaruh moderasi terhadap hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan sportsmanship. (9) Lokus kendali tidak memiliki pengaruh moderasi terhadap hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan civic virtue. (10) Lokus kendali tidak memiliki pengaruh moderasi terhadap hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan courtesy.
This research is entitled “Effects of Perceived Organizational Supports on Organizational Citizenship Behavior : The Moderating Role of Locus of Control”. The purpose of this research is to determine the effect of perceived organizational support on organizational citizenship behavior and the moderating effect of locus of control. Research subject of this research are permanent employees that directly affiliated with XYZ Bank. By using stratified random sampling, this research uses 70 respondents to be the sample. This study uses regression analysis. Based on the result of research and data analysis using simple and moderating regression analysis the conclusion is: (1) The better employee’s perceived organizational support, the higher level of employee’s altruism. (2) The better employee’s perceived organizational support, the higher level of employee’s conscientiousness. (3) The better employee’s perceived organizational support, the higher level of employee’s sportsmanship. (4) The better employee’s perceived organizational support, the higher level of employee’s civic virtue. (5) The better employee’s perceived organizational support, the higher level of employee’s courtesy. (6) Locus of control have not moderating effect toward the relationshop between perceived organizational support and altruism. (7) Locus of control have not moderating effect toward the relationshop between perceived organizational support and conscientiousness. (8) Locus of control have not moderating effect toward the relationshop between perceived organizational support and sportsmanship. (9) Locus of control have not moderating effect toward the relationshop between perceived organizational support and civic virtue. (10) Locus of control have not moderating effect toward the relationshop between perceived organizational support and courtesy.
73798365C1A009118Efisiensi Ekonomi dan Tingkat Kesejahteraan Perajin Sabut Kelapa Desa Pucung Lor Kecamatan Kroya Kabupaten CilacapPenelitian ini berjudul “Efisiensi Ekonomi Dan Tingkat Kesejahteraan Perajin Sabut Kelapa Desa Pucung Lor Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap”. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat efisiensi ekonomi usaha perajin sabut kelapa serta mengukur tingkat kesejahteraan perajin sabut kelapa dari pendapatan bersih yang diterima oleh perajin. Dengan menggunakan metode analisis pendekatan rasio penerimaan dan biaya (R/C) untuk mengetahui tingkat efisiensi ekonomi, untuk mengetahui tingkat kesejahteraan dapat dengan membandingkan antara pendapatan peranggota keluarga dengan besarnya rata-rata KHL Kabupaten Cilacap tahun 2013 yaitu Rp1.066.954.

Penelitian ini menggunakan data primer, dari perhitungan dapat diketahui bahwa rata-rata tingkat efisiensi usaha perajin sabut kelapa sebesar 2,4 hal ini menunjukan bahwa usaha perajin sabut kelapa sudah efisien dan menguntungkan. Pendapatan perajin sabut kelapa rata-rata belum dapat memenuhi standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Rasio antara pendapatan peranggota keluarga dan KHL menunjukan hasil 0,80.

Agar kegiatan perajin semakin efisien maka perajin sabut kelapa sebaiknya mampu merespon tren pasar yang sedang berkembang. Oleh karena itu perajin dapat membuat produk yang nilai ekonomisnya lebih tinggi. Selain itu perajin dapat menggunakan alat yang lebih modern dalam proses produksi.

Pendapatan perajin sabut kelapa harus lebih ditingkatkan agar dapat memenuhi standar Kebutuhan Hidup Layak. Pendekatan pendapatan tersebut dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas dan kuantitas produk sabut kelapa. Memproduksi jenis produk yang lain seperti sabutret.


Kata Kunci : Efisiensi Ekonomi, Kesejahteraan Perajin Sabut Kelapa, Return Cost Ratio, Kebutuhan Hidup Layak.

This study entitled “Economic Efficiency and the Welfare Level of Coir Craftsmen in Pucung Lor Village, Sub-district of CilacapKroya“. This study aims to measure the level of economic efficiency of enterprises and coir craftsmen’s welfare by measuring the net income that they received. By using the method of analysis cost and revenue ratio (R / C) approach to determine the level of economic efficiency, to determine the level of welfare level can be compared between family member’s incomes with the average income of Cilacap KHL in 2013 that is Rp. 1,066,954.

This study uses primary data; from the calculation can be seen that the average of the efficiency level of business coir craftsmen is 2.4, this shows that coir craftsmen effort has been efficient and profitable. Average revenue of crafters doesn’t meet the living needs standard (KHL). The result shows that the ratio between the family member’s incomes and the living needs standard is 0.80.

In order to make the crafters more efficient they should be able to respond to emerging market trends. Therefore, crafters will be able to make the product with higher economic value. In addition, crafters also can use more modern tools in the production process. The revenue of coconut coir craftsmen must be improved in order to meet the standards of the Living Needs. That approach income can be done by improving the quality and quantity of coir products. Produce other types of products such as large rimbagan and sabutret.


Keywords: Economic Efficiency, Welfare Coir Craft, Return Cost Ratio, Standard Living Needs.


73808367F1C009065STUDI DESKRIPTIF MENGENAI POLA DAN HAMBATAN KOMUNIKASI KOMUNITAS PARKOUR KAKI GUNUNG SLAMET (KAGUSA) DI PURWOKERTO DALAM MEMPERTAHANKAN SOLIDARITAS ANGGOTANYAKomunitas adalah wadah untuk berkumpul seseorang yang mempunyai kesamaan dan ketertarikan terhadap suatu minat. Komunitas dibentuk untuk menyalurkan visi, tujuan, ide maupun persamaan hobi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pola dan hambatan komunikasi dalam komunitas Parkour Kagusa di Purwokerto.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pemilihan informan adalah purposive sampling, diperoleh lima informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Sumber data menggunakan data primer (observasi dan wawancara) serta data sekunder (dokumentasi). Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif (Interactive Analysis). Penelitian ini menggunakan triangulasi untuk validitas data.
Hasil penelitian menunjukkan pola komunikasi di dalam komunitas Kagusa Parkour Purwokerto adalah pola komunikasi diantara admin/coordinator dengan seluruh anggota. Media yang digunakan yaitu handphone dan facebook. Admin/coordinator bertugas mempersiapkan pesan yang kemudian disampaikan keseluruh anggotanya. Komunikasi antaranggota Kagusa Parkour berjalan lancar. Lancar dikarenakan saling berkomunikasi dan memberikan tanggapan atau feedback, menggunakan handphone dan facebook dalam berkomunikasi. Hambatan-hambatan komunikasi untuk komunitas Kagusa Parkour Purwokerto ada dua jenis yaitu hambatan fisik dan hambatan status.
Melalui penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pola komunikasi komunitas Parkour Kagusa adalah pola komunikasi diantara admin/koordinator dengan seluruh anggota serta antara anggota dengan anggota. Bentuk pola komunikasi yang dilakukan dalam kegiatan rutin Kagusa Parkour yaitu latihan dan menghadiri event jamnas yang diadakan setiap tahun. Saran yang diberikan adalah meningkatkan kualitas komunikasi antaranggota dan menjaga kesolidan juga kekompakan.
Community is a place to gather a person who has an interest in the similarities and about the interests. The goal for community is to deliver the vision, goals, ideas and similarities hobby. The purpose of this study was to determine the pattern and communication barrier in the parkour community Kagusa in Purwokerto.
The research methods that is used is qualitative descriptive research methods. The informant selection techniques is purposive sampling, five were main informant. Data collection techniques that are used are interviews using general instructions, observation and the use of official data. Source of data using primary data (observations and interviews) and secondary data (documentation). The collected data is analyzed using interactive analysis techniques (Interactive Analysis). This research uses triangulation
The result of the research indicates communication pattern inherent in the community Kagusa Parkour Purwokertois a communication pattern between admin/coordinator with all members. Admin/coordinator in charge of preparing the message then deliverd throughout member. Communication between Kagusa Parkour is fluent. Fluent communicate with each other due and provide responses or feedback, use the phone and facebook. Communication barriers for communication Kagusa Parkour Purwokerto there are two types that is physical barrier and status barrier.
Through this research it can be concluded that the communication pattern community parkour Kagusa. Forms of communication patterns performed in routine Kagusa Parkour training and attend an event that is held every year Jamnas. The advice that is given is improve and maintain the quality of communication between members solidity and compactness.