Artikelilmiahs

Menampilkan 7.401-7.420 dari 50.187 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
74018379F1B009021PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MITIGASI BENCANA GUNUNG BERAPI DI DESA MELUNG
KABUPATEN BANYUMAS
Kabupaten Banyumas memilliki risiko terdampak bahaya bencana letusan Gunung Slamet. Mitigasi bencana gunung berapi menjadi tindakan yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas untuk mengurangi risiko. Pemberdayaan masyarakat kemudian menjadi tindakan yang diambil dalam mitigasi bencana. Lokasi penelitian berada di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng. Tujuan penelitian yaitu untuk melihat bagaimana pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan bencana gunung berapi. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik pemilihan informan teknik pusposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah model analisis interaktif Milles dan Huberman.
Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa pemberdayaan masyarakat yang dilakukan belum terselenggara dengan baik sebab terdapat beberapa kegiatan yang belum terselenggara. Selain itu pemberdayaan masyarakat yang dilakukan belum dapat menjangkau setiap warga di Desa Melung. Akibatnya Desa Melung masih memiliki kerentanan yang tinggi terhadap bencana gunung berapi.
Banyumas Regency has risks affected by the danger catastrophic eruptions of Mount Slamet. Volcanic disaster mitigation is action carried out by BPBD Banyumas to reduce the risk of volcanic disaster. Community empowerment then becomes the action taken in disaster mitigation. Research location in the village of Melung, Kedungbanteng. The purpose of the research is to look at how the empowerment of communities in disaster mitigation of volcanoes. Using descriptive qualitative research methods and use techniques selection of informants with snowball and purposive sampling. Data collection is done using in-depth interviews, observation and documentation. Methods of analysis used are interactive analysis model Milles and Huberman.
The results of this research indicate that community empowerment was not done well because there is still some activity that has not yet been established. In addition, community empowerment does not yet reach every citizen in the village of Melung. As a result the village Melung still have a high vulnerability to volcanic disaster.
74028380H1F008064GEOLOGI DAERAH TALANG DAN SEKITARNYA SERTA STUDI ALTERASI SUMUR TLG 1 DAERAH GUNUNG TALANG KABUPATEN SOLOK PROVINSI SUMATERA BARAT Daerah penelitian berada pada Lapangan Panas bumi Gunung Talang, Sumatera Barat. Secara geografis, daerah penelitian terletak pada zona 47 S pada koordinat UTM 684.000 mE – 689.000 mE dan Northing 9.895.000 mN – 9.900.000 mN. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik geologi, geologi sumur TLG-1 yang terletak pada koordinat 9.897.630 mN dan 685.770 mE UTM zona 47 bagian selatan, serta studi alterasi sumur TLG-1. Geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi dua satuan, yaitu Satuan Punggungan Aliran Piroklastik Gunung Talang dan Satuan Punggungan Aliran Lava Gunung Talang. Tahap geomorfik daerah penelitian adalah muda. Stratigrafi daerah penelitian terdiri atas tiga satuan batuan. Satuan tersebut dari tua ke muda yaitu Satuan Aliran Piroklastik Talang Tua, Satuan Aliran Piroklastik Talang Muda dan Satuan Lava Talang Muda. Ketiga satuan batuan tersebut terbentuk pada zaman Kuarter. Struktur geologi daerah penelitian dianalisis berdasarkan intrepretasi pola kelurusan pada citra DEM (Digital Elevation Model) daerah penelitian dan kemunculan manifestasi air panas, hasil analisis tersebut memperlihatkan pola-pola struktur geologi dan kelurusan-kelurusan yang pada umumnya berarah baratlaut – tenggara (NW-SE). Studi khusus dilakukan untuk mengetahui litologi zonasi mineral alterasi atau mineral ubahan pada sumur TLG-1. Litologi sumur TLG-1 tersusun oleh breksi piroklastik, tuf lapili dan andesit.Berdasarkan hasil pengamatan petrografi dan PIMA pada sumur TLG-1 dapat dibagi menjadi dua zona ubahan yaitu zona klorit+smektit terbentuk pada pH netral dengan temperatur pembentukan 120-180°C dan zona alunit+kaolinit+klorit+smektit terbentuk pada pH netral sampai asam dengan temperatur pembentukan 180-200°C.Research area is located in Geothermal Gunung Talang Field, West Sumatera. Gunung Talang field is located at 684.000mE – 689.000mE and 9.895.000mN – 9.900.000mN (in -47S zone). Research was done to identify characteristic of geology, geology of TLG-1 well which located at 9.897.630 mN and 685.770 mE UTM ( -47S zone), and alteration of TLG-1 well. Geomorphology of study area was divided into two units, namely Pyroclastic Flow Ridge of Mount Talang Unit and Lava Flow Ridge of Mount Talang Unit. The research area is in young geomorfic stage. Stratigraphy of research area consists of four lithological units. The lithological untis, from old to young, are Pyroclastic Flow Old Talang Unit, Pyroclastic Flow Young Talang Unit, and Lava Young Talang Unit. Those lihtological units are formed during Quarter. Geological structure in the research area were analyzed by lineaments through the DEM (Digital Elevation Model) and the emergence of manifestations of hot water, the result of the analysis show the patterns of geological structures and lineaments are generally trending northwest-southeast (NW-SE). The specific research was conducted to determine the lithological zonation of alteration minerals at TLG-1 well. TLG-1 well lithology composed of pyroclastic breccias, lapilli tuff and andesit. Based on petrographic observations and PIMA on well TLG-1 can be divided into two zones, namely alteration chlorite + smectite zone formed at neutral pH with the formation temperature of 120-180°C and alunite + kaolinite + chlorite + smectite zone formed at neutral to acidic pH with the formation temperature of 120-180°C.
74038382H1F009043GEOLOGI DAN STUDI POTENSI SUMBERDAYA (CBM) COALBED METHANE PADA LAPANGAN "ALFA" DAN SEKITARNYA KABUPATEN MUARA ENIM PROVINSI SUMATERA SELATANCBM (Coalbed Methane) pada beberapa tahun terakhir ini menjadi salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan energi fosil, pada dekade ini semakin gencarnya usaha manusia untuk menemukan sumber energi baru.
Lapangan “Alfa” merupakan lapangan operasi CBM yang terletak pada Cekungan Sumatera Selatan. Analisis yang dilakukan adalah dengan melakukan analisis bawah permukaan dengan data 3 log sumur dan 12 data line seismik.
Terdapat tiga lapisan utama yang dijadikan objek penelitian. Struktur geologi yang berkembang yaitu adanya perlipatan, sesar naik, dan sesar geser. Dari analisis elektrofasies didapatkan endapan channel, swamp, interdistributary bay dan crevasse splay yang berasosiasi dengan lingkungan pengendapan Transitional Lower Delta Plain dan masuk pada morfologi Delta Plain.
Dari hasil perhitungan gas content menggunakan formula Kim pada coal zone “X” didapatkan gas content sebesar 125,101 scf/ton. Dari hasil perhitungan sumberdaya CBM menggunakan metode volumetrik didapatkan besar sumber daya CBM pada interval kedalaman 250 – 750 m sebesar 0,538 Tcf sedangkan pada interval kedalaman 750 – 1000 m sebesar 0,696 Tcf.
CBM (Coalbed Methane) in recent years has become one of the alternative fossil energy needs, which in this decade intensifying human effort to find new energy sources.
Alfa field is a CBM field operations located in the South Sumatra Basin. The analysis is performed by analyzing subsurface using 3 data logs and 12 seismic lines.
There are three main seams which made the object of research, geology structure that form in research area fold, normal fault, thrust fault and right slip fault. Base on the analysis of electrofasies, the results of facies are channel, swamp, interdistributary bay and crevasse splay which associate with Transitional Lower Delta Plain depositional environment and include Delta Plain morphology.
Based on the calculation of gas content using Kim formulas in coal zone "X", gas content is 125,101 scf/ton. The results of calculation CBM resources using volumetric method result CBM resources in the depth interval 250 - 750 m is 0,538 Tcf, while in the depth interval 750 - 1000 m is 0,696 Tcf .
74048383F1D009029DOMINASI PERAN BIROKRASI DESA SEBAGAI STREET LEVEL BUREAUCRACY DALAM IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PHBM DI DESA KALIPUTIH, KECAMATAN PURWOJATI,
KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui dominasi peran birokrasi desa sebagai street level bureaucracy dalam implementasi kebijakan PHBM di Desa Kaliputih, Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas. Subjek penelitian ini adalah birokrasi desa, LMDH ”Wana Swakarya”, Mandor Perhutani dan masyarakat Desa Kaliputih. Hal ini dikarenakan dalam implementasi kebijakan PHBM di Desa Kaliputih tidak terlepas dari peran serta dari masing-masing pihak, khususnya pihak birokrasi desa Kaliputih yang berperan dominan. Dalam penelitian ini pada intinya membahas mengenai dominasi peran birokrasi desa sebagai street level bureaucracy dalam implementasi kebijakan PHBM di Desa Kaliputih, Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diketahui bahwa keberhasilan implementasi kebijakan PHBM di Desa Kaliputih dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah faktor kepemimpinan yang dominan dari birokrasi desa Kaliputih yang merangkap jabatan sebagai pengurus LMDH ”Wana Swakarya”. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah (1) keberhasilan implementasi kebijakan PHBM di Desa Kaliputih dipengaruhi oleh dominasi peran birokrasi desa dalam struktur LMDH “Wana Swakarya”, (2) adanya inovasi program wirausaha dari LMDH yang diakomodasi oleh birokrasi desa sukses meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus mengubah persepsi negatif dari dominasi peran (3) tingkat pendidikan dan ekonomi yang rendah dari masyarakat Desa Kaliputih menjadi alasan kuat mengapa dominasi peran birokrasi desa terjadi.This research uses descriptive qualitative research method that aims to determine the dominant role of the bureaucracy village as a street -level bureaucracy in PHBM policy implementation in the Kaliputih village, District Purwojati, Banyumas. The subjects were the bureaucracy village, LMDH "Wana Swakarya", Perhutani Overseer and Kaliputih villagers. This is because the implementation of PHBM policy in the Kaliputih village can’t be separated from the role of each party, in particular the bureaucracy village of Kaliputih is the dominant role. In this study essentially discusses the dominant role of the bureaucracy village as a street-level bureaucracy in PHBM policy implementation in the Kaliputih village, District Purwojati, Banyumas. Based on the research results, it can be seen that the success of PHBM policy implementation in the Kaliputih is influenced by several factors, including the dominant leadership factors of bureaucracy Kaliputih village which also doubled as the leader of LMDH "Wana Swakarya". The conclusion of this study were (1) the successful implementation of PHBM policy at the Kaliputih village is influenced by the dominant role of the bureaucracy village in the LMDH "Wana Swakarya" structure, (2) the innovation of entrepreneurial programs from LMDH can be accommodated by the bureaucracy village, then it can successfully increasing the local economy, at the same time it also changing negative perceptions of dominance role (3) the level of education and low economic of Kaliputih villagers are the strong reasons why the dominant role of the village bureaucracy occurred .
74058381C1C009007PENGARUH PROFIT MARGIN, INVESTMENT TURNOVER, EQUITY MULTIPLIER, SOLVABILITAS, DAN LIKUIDITAS TERHADAP KINERJA KOPERASI
(STUDI PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM
DI KABUPATEN BANYUMAS)
RINGKASAN
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Profit Margin, Investment Turnover, Equity Multiplier, Solvabilitas, dan Likuiditas Terhadap Kinerja Koperasi (Studi Pada Koperasi Simpan Pinjam Di Kabupaten Banyumas)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh profit margin, investment turnover, equity multiplier, solvabilitas, dan likuiditas secara parsial terhadap kinerja koperasi dari tahun 2010-2012.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data sekunder yaitu laporan keuangan (neraca dan perhitungan sisa hasil usaha) tahun 2010-2012. Penelitian dengan teknik purposive sampling, diperoleh sampel sebanyak 12 koperasi simpan pinjam dari total koperasi sebanyak 46 koperasi simpan pinjam di Kabupaten Banyumas. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui secara parsial variabel profit margin, solvabilitas, dan likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja koperasi. Sedangkan variabel investment turnover berpengaruh negatif dan equity multiplier tidak berpengaruh terhadap kinerja koperasi. Implikasi penelitian yaitu diharapkan dapat terus meningkatkan pendapatan dengan cara melakukan promosi dan menetapkan peraturan yang jelas untuk proses pengembalian kredit. Bagi penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel non keuangan untuk mengetahui pengaruh terhadap kinerja koperasi.

Kata kunci : profit margin, investment turnover, equity multiplier, solvabilitas,
likuiditas, kinerja koperasi.
ABSTRACT

This research, entitled "Effect of Profit Margin, Turnover Investment, Equity Multiplier, Solvency and Liquidity to Cooperative Performance (Study on Credit Unions In Banyumas)". The purpose of this study was to determine the effect of profit margin, investment turnover, equity multiplier, solvency, and liquidity partially on the performance of cooperative in 2010-2012.
This research was conducted using secondary data that the financial statements (balance sheet and calculation of net income) in 2010-2012. Study with purposive sampling technique, obtained a sample of 12 cooperatives as many as 46 of the total credit unions in Banyumas. The analysis technique used is multiple linear regression analysis.
Based on the survey results revealed in partial profit margin, solvency, liquidity and have significant positive affect on the performance of cooperative. While investment turnover have negative affect and equity multiplier does not have significant affect the performance of cooperative. Implications of this research are expected sustainable to increase revenue by promotion and establish the regulation for the process of credit reversion. Non financial variable can added to know the affect on performance of cooperatives for the future research.

Keywords : profit margin, investment turnover, equity multiplier, solvency,
liquidity, performance of cooperatives
74068384F1A010054“Perceraian Selebriti (Analisis Isi Penyebab Perceraian di Kalangan Selebriti pada Tabloid Nova, Bintang, dan Nyata Periode Januari 2012 sampai dengan Desember 2013)”
Celebrity Divorce ( The Content’s Analysis of The Divorce Causes Among Celebrities on Nova, Bintang, and Nyata Magazines in Period January 2012 until Desember 2013)
Abstrak

Perceraian banyak terjadi dalam masyarakat, akan tetapi perceraian akan menjadi berbeda jika dialami oleh selebriti. Hal ini dikarenakan selebriti adalah public figur. Selebriti yang bercerai akan diberitakan melalui berbagai media, seperti televisi, portal pemberitaan di internet, majalah, tabloid hingga koran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasangan yang diceraikan oleh selebriti, untuk mengetahui penyebab perceraian di kalangan selebriti, untuk mengetahui jenis perceraian yang dilakukan oleh selebriti, dan untuk mengetahui riwayat pernikahan selebriti yang bercerai. Metode penelitian yang digunakan adalah content analysis (analisis isi) yang berbasis data kuantitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teks berita perceraian selebriti pada tabloid Nova, Bintang dan Nyata edisi Januari 2012 hingga Desember 2013 sebanyak 97 pemberitaan meliputi 32 kasus perceraian selebriti. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis kuantitatif deskriptif yang diolah dengan program SPSS. Metode pengambilan sampel yang peneliti gunakan adalah total sampling dan teknik pengumpulan data adalah dokumentasi. Baik selebriti maupun pasangannya, rata-rata mengajukan perceraian pada usia antara 30 hingga 50 tahun. Profesi pasangan dari selebriti yang bercerai berprofesi sebagai selebriti pula 43,8 persen, sebanyak 31,3 persen bukan selebriti dan 6,3 persen pengangguran. Perceraian selebriti didominasi oleh pasangan yang seiman atau satu keyakinan 90,6 persen. Tiga penyebab tertinggi pada perceraian selebriti adalah ketidakcocokan 31,3 persen. Karena adanya orang ketiga 21,9 persen, dan adanya kekerasan dalam rumah tangga 9,4 persen. Cerai gugat mendominasi perceraian yang dilakukan oleh selebriti. Dari 32 selebriti yang bercerai, 27 di antaranya adalah cerai gugat. Separuh dari selebriti bercerai melakukan perceraian pada usia 3 hingga 10 tahun pernikahan. Sebagian besar selebriti yang bercerai memiliki anak yaitu sebanyak 84,4 persen. Sebagian besar selebriti menikah dengan restu orang tua (81,2 persen). Lebih dari sepertiga (34,38%) pasangan selebriti yang bercerai adalah selebriti dan pasangan yang pernah menikah sebelumnya. Implikasi yang bisa diambil dari skripsi ini adalah banyaknya perceraian yang terjadi pada masyarakat khususnya selebriti seharusnya dapat membuat kita bercermin dan lebih keras dalam menjaga keutuhan rumah tangga. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan ketika membuat keputusan untuk bercerai, selama masih bisa diperbaiki maka tidak boleh ada status cerai dalam pernikahan. Diperlukan adanya penelitian lebih lanjut untuk mengungkapkan berbagai penyebab perceraian dalam masyarakat khususnya selebriti.





Abstract

Divorce happens in society, but this fenomena becomes different when it is happen to celebrity. The is due to the reson that celebrity is public figure. Divorced celebrity will be reported in various kinds of media, such as television, internet news portal, magazin, tabloid, and newspaper. This research tends to find out the characteristics of man or wife who is divorced by the celebrity, to find out the motifs of divorce among celebrity, and to analyze married track record of the divorced celebrity. Research method used in this paper is content analysis which based on quantitative data. Data sources are comes from text news about divorced celebrity in tabloid Nova, tabloid Bintang, and tabloid Nyata with time period from January 2012 until December 2013 with divorce news up to 97 news from 32 celebrity divorce. Analysis method used is quantitative descriptive method which operated with SPSS program. Sampling method of this research is total sampling and method of data collection in this research is documentation. Both celebrity and his/her partner, commonly initiate divorce in ages of 30 to 50 years old. The profession of celebrity partner as celebrity reach the number of 43,8 percent. As follows the non-celebrity profession reach the number of 31,3 percent and rest of it which is 6,3 percent is jobless. Celebrity divorce dominated by same-faith partner up to 90,6 percent. Three highest reason of divorces are incompatibility (31,3 percent), affairs (21,9 percent), dan the domestic violence (9,4 percent). Contested divorce dominate the number of celebrity divorce. From 32 celebrity divorce, 27 of all are contested divorce. Half of divorced celebrities initiate divorce in age of marriage 3 to 10 years. Half of divorced celebrity that has children from the married is 84,4 percent. Most of the celebrities married with parental consent. more than a third (34,38 percent) of the celebrity couples who divorce are celebrities and couples who have been married before. Implications that can be drawn from this paper is the number of divorces that occur in the community, especially celebrities should be able to make us keep the integrity of the household stronger. Many things to consider when making the decision to divorce, as long as it can be fixed then there should be no divorce in the marriage status. Further research is needed to reveal the causes of divorce in society, especially celebrities.
Key words: Celebrity divorce, causes of divorce, content analysis, tabloid
740710208C1J009029ANALYSIS OF VARIABLES INFLUENCE DEMAND OF IMPORTED PONKAM ORANGE IN PURWOKERTOPenelitian ini berjudul “Analisis Variabel Yang Mempengaruhi Permintaan Jeruk Ponkam Impor Di Kota Purwokerto”. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variabel harga jeruk Ponkam impor, pendapatan keluarga, harga jeruk Jember lokal terhadap permintaan jeruk Ponkam impor dan mengetahui elastisitas permintaan jeruk Ponkam impor.
Penelitian ini dilakukan dengan metode survey. Populasi dalam penelitian ini konsumen jeruk di Kota Purwokerto dan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental random sampling dengan jumlah 100 responden. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui harga jeruk Ponkam impor, pendapatan keluarga dan harga jeruk Jember lokal secara bersama-sama mempunyai pengaruh signifikan terhadap permintaan jeruk Ponkam impor di Purwokerto. Secara parsial, variabel pendapatan keluarga dan harga jeruk Jember lokal berpengaruh positif signifikan terhadap permintaan jeruk Ponkam impor, sedangkan variabel harga jeruk Ponkam impor mempunyai pengaruh negatif signifikan terhadap permintaan jeruk Ponkam impor.
Implikasi penelitian yaitu pedagang dapat menerapkan strategi persaingan harga apabila ingin meningkatkan omzet penjualan jeruk lokal. Untuk konsumen membeli jeruk lokal, selain karena jeruk lokal mempunyai harga yang lebih murah juga membantu kehidupan petani lokal. Sebaliknya pedagang menetapkan markup harga tidak terlalu besar sehingga harga jeruk impor masih terjangkau oleh pendapatan penduduk.
This research was entitled “Analysis Variables Influence Demand of Imported Ponkam Orange in Purwokerto”. The purposes of the research were to know the effect of price of imported Ponkam orange, family income, price of Jember local orange on the demand for imported Ponkam orange and to know the elasticity of demand for imported Ponkam orange. This resaerch was carried out using survey method. The population in this research was the customers of orange in Purwokerto and the sampling technique used was accidental random sampling with 100 respondents. The analysis technique used was multiple linear regression analysis. Based on the research, it can be known that the price of imported Ponkam orange, family income and the price of Jember local orange simultaneously had significant effect on the demand for the imprted Ponkam orange in Purwokerto. Partially, variables of family income and the price of Jember local orange had positive and significant effect on the demand of imported Ponkam orange, meanwhile the variable of price of imported Ponkam orange had negative and significant effect on the demand for imported Ponkam orange. The implication of the research is that the seller can apply price competition strategy if they want to increase sales revenue of local orange. Customers should buy local orange to help local farmers. Otherwise, the seller should mark up the price in low amount so that the price of imported orange can still be affordable.

74088385H1F009015GEOLOGI DAN STUDI POTENSI SUMBERDAYA CBM (COALBED METHANE) FORMASI BALIKPAPAN PADA LAPANGAN “A” DAN SEKITARNYA
KABUPATEN KUTAI TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Coalbed Methane (CBM) adalah sumberdaya unconventional yang mulai dikembangkan di Indonesia sebagai salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan energi fosil. Hal ini dilatarbelakangi karena produksi minyak sedang mengalami penurunan secara global maupun nasional.
Lapangan “A” merupakan daerah operasi CBM yang terletak pada Cekungan Kutai, Provinsi Kalimantan Timur. Analisis yang dilakukan ialah dengan melakukan analisis kualitatif dan kuantitatif dengan mengkalibrasikan data 4 log sumur dan 9 data lintasan seismik. Fokus studi pada penelitian ini adalah mengidentifikasi lapisan batubara pada Formasi Balikpapan sebagai reservoar dan menghitung potensi sumberdaya gas metana pada daerah prospek.
Berdasarkan analisis system tract, zona A terdapat pada transgressive system tract (TST) 2, zona B pada highstand system tract (HST) 1, dan zona C pada TST 1. Total gas content sebanding dengan meningkatnya kedalaman dimana zona C memiliki total gas content paling besar dengan coal rank berupa bituminous, seerta diendapkan pada lingkungan delta plain berdasarkan analisis fasies pada tiap sumur lapangan A.
Hasil nilai total gas content zona A sebesar 105,3493349 scf/ton, zona B sebesar 117,368021 scf/ton, zona C sebesar 129,5697196 scf/ton dengan derajat batubara berupa bituminous. Berdasarkan hasil perhitungan sumberdaya CBM Zona A, B, dan C dapat diketahui total sumberdaya gas metana dengan interval kedalaman 250-750 m sebesar 0,0734050896174 Tcf.
Coalbed Methane ( CBM ) is unconventional resources that were developed in Indonesia, as alternative in great need of fossil energy. This base on oil production is in decline globally and nationally amid demand for oil and gas immediately to increase.
“A” field is an area operation Coalbed Methane located in the Kutai Basin, East Kalimantan. Qualitative and quantitative analysis was performed by calibrate the data 4 wells logs and 9 line seismic data. The focus of this study is identify the Balikpapan Formation coal seam as reservoir and calculate the potential methane gas resource in the prospect area.
Based on the analysis of system tract, zone A located on the second transgressive system tract (TST) 2, zone B in the highstand system tract (HST) 1 and zone C at TST 1. Total gas content comparable with the increasing depth of the zone C which has the greatest total gas content in the form of bituminous coal rank and the depositional environment is on the delta plain based on facies analysis each well field A.
The results of gas content are 105.3493349 scf / ton in zone A , 117.368021 scf / ton in zone B , 129.5697196 scf / ton in zone C with coal rank is bituminous . Based on the calculated properties of coal in zones A , B and C can be determined that total methane gas resource at 250 m - 750 m depth (gas in-place) is 0,0734050896174 Tcf.
74098386G1D010047HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP INTERPROFESSIONAL EDUCATION ( IPE ) DENGAN PELAKSANAAN MENTORING KOLABORASI OLEH CLINICAL INSTRUCTOR ( CI ) DI RSUD BANYUMASLatar Belakang : Kolaborasi interprofesi diperlukan untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan. Interprofessional Education (IPE) merupakan upaya untuk mempersiapkan kemampuan berkolaborasi sejak dini di tatanan pendidikan. Pelaksanaan IPE di tatanan klinik dapat dilakukan melalui pelaksanaan mentoring kolaborasi yang dilakukan oleh CI.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap IPE dengan pelaksanaan mentoring kolaborasi oleh Clinical Instructor (CI) di RSUD Banyumas.
Metode: Penelitian dilakukan terhadap 175 orang CI di RSUD Banyumas dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Persepsi IPE diukur menggunakan Interdiciplinary Education Perception Scale (IEPS), sedangkan pelaksanaan mentoring diukur menggunakan Clinical Instructor Behavior Instrument (CIBI) yang dimodifikasi oleh peneliti.
Hasil: Mayoritas CI berpendidikan terakhir D3 Keperawatan (65,1%), dan bekerja sebagai CI ≥ 3 tahun (77,0%). Jumlah CI perempuan sedikit lebih besar disbanding laki-laki (56,3% dibanding 43,7%). Skor rerata persepsi CI terhadap IPE adalah 83,63%. Skor rerata Pelaksanaan mentoring kolaborasi adalah 81,83%. Terdapat hubungan antara persepsi CI terhadap IPE dengan pelaksanaan mentoring kolaborasi oleh CI di RSUD Banyumas dengan p value = 0,000 dan r 0,313.
Kesimpulan: Ada hubungan antara persepsi terhadap IPE dengan pelaksanaan mentoring kolaborasi oleh CI di RSUD Banyumas.
Kata kunci : Interprofessional Education (IPE), mentoring kolaborasi
Background: Interprofessional collaboration is required to optimize health care. Interprofessional Education (IPE) is one of strategies to prepare the collaboration skill since at educational stage. The implementation of IPE in clinical setting can be conducted through the implementation of mentoring collaboration by CI.
Purpose: To determine the relationship between perception of IPE and implementation of mentoring collaboration among Clinical Instructor (CI) in Banyumas Hospital.
Methods: This study used cross-sectional design. A total of 175 CI’s in Banyumas Hospital participated in this study. IPE perception was measured using Interdiciplinary Education Perception Scale (IEPS), while the implementation of mentoring was measured using the Clinical Instructor Behavior Instrument (CIBI) modified by the researcher.
Result: The majority of respondents holds diploma degree in Nursing (65.1 %), and has been working as a CI ≥ 3 years ( 77.0 % ). There are slightly more females CI’s than male’s CI (56.3 % compared to 43.7 %). The average score of CI’s perception of IPE was 83.63 %. Meanwhile, the average score of implementation of mentoring collaboration was 81.83 %. There is a significant relationship between perception of IPE and implementation of mentoring collaboration among CI in Banyumas (p = 0.000 and r= 0.313).
Conclusion: There is a relationship between perception of IPE with the implementation of mentoring collaboration among CI in Banyumas Hospital
74108387G1D010023HUBUNGAN TIPE KEPRIBADIAN DENGAN KALA II LAMA
DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO
PURWOKERTO
Latar Belakang: Kala II lama merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kesakitan maternal di Indonesia. Kala II Lama menempati urutan kelima terjadinya mortalitas ibu setelah perdarahan, eklampsi, infeksi dan komplikasi nifas. Tipe kepribadian telah diketahui sebagai faktor risiko penting terhadap kejadian kala II lama. Kepribadian dapat mempengaruhi respon individu terhadap stresor. Ibu yang mempunyai kepribadian mudah stres dapat merangsang pengeluaran hormon stres dan mengurangi kontraksi uterus.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tipe kepribadian dengan kala II lama di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik korelasi dengan pendekatan case control terhadap 56 responden yang terbagi menjadi 28 responden kala II lama dan 28 responden kala II tidak lama. Pengambilan data dilakukan dengan teknik purposive sampling.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara tipe kepribadian dengan kala II lama di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto dengan p value = 0,007 (p ≤ 0,05).
Kesimpulan: Ada hubungan antara tipe kepribadian dengan kala II lama di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.

Kata kunci : Persalinan, tipe kepribadian, kala II lama
Background: Prolonged second stage is one of maternal mortality and morbidity major causes in Indonesia. Prolonged second stage take a fifth place of maternal mortality after hemorraghe, eclampsia, infection and puerperal complication. Personality type has been identified as an important risk factor for prolonged second stage of labor. Personality can influence individual responses to stressors. Mothers who have easily-stressed personality during labor can stimulate stress hormone excretion and decrease uterine contraction.
Purpose: The aim of this research was to identify the relationship between personality type and prolonged second stage of labor at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Methods: This research used analytic correlation method by case control approach to the 56 respondents who divided into 28 respondents with prolonged second stage and 28 respondents without prolonged second stage. The samples were taken by purposive sampling.
Result: The results showed that there was relationship between personality type and prolonged second stage of labor at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto with p value = 0,007 (p ≤ 0,05).
Conclusion: There was correlation between personality type and prolonged second stage of labor at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto

Keywords: labor, personality type, prolonged second stage
74118388F1A010095Kehidupan Perempuan Mesir yang Digambarkan dalam Novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal El Saadawi
(Egyptian Women’s Life which Reflected on The Novel Perempuan di Titik Nol by Nawal El Saadawi)
Kehidupan perempuan Mesir adalah kehidupan yang penuh dengan kungkungan norma, tradisi dan agama yang menjadikan mereka sebagai tolak ukur moral masyarakat. Budaya patriarki menjadikan perempuan sebagai pihak yang harus tunduk dan hidup dalam subordinasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendapatkan gambaran mengenai kehidupan perempuan Mesir, terutama mencakup kuasa tubuh perempuan, penomorduaan, dan tradisi dan agama yang melekat pada kehidupan mereka, yang digambarkan dalam novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal El Saadawi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian diawali dengan pengumpulan data terkait dan relevan dengan proses penelitian ini, kemudian melakukan kategorisasi terhadap data, kemudian dianalisis secara sosiologis dengan metode pemahaman teks hermeneutik Gadamer. Hasil penelitian menunjukan bahwa perempuan Mesir menerima berbagai ketidakadilan selama hidup mereka, terutama menyangkut peran seksual mereka. Peran seksual yang dipaksakan pada mereka dan subordinasi pada akhirnya membawa tokoh utama pada kesadaran akan haknya atas tubuh dan hidupnya sendiri. Hal ini adalah cerminan kehidupan perempuan yang hidup dalam kuasa budaya patriakhi di Mesir dan negara Arab lainnya.
Egyptian women’s life is life with full of norm, tradition, and religion which is make them a kind of moral symbol to the society. Patriarchy culture makes women life subordinated. The aim of this research is to know and to learn about Egyptian women’s life, especialy about woman’s body authority, subordination, tradition and religion which are become the part of their life and reflected on Perempuan di Titik Nol by Nawal El Saadawi. The research is qualitative descriptive research. The research begins with data collecting which is related and relevan with the research, then classify the data, after that analyze the data sociologically by the Gadamer’s hermeneutics text understanding method. The result of the research shows that Egyptian women have unfair life, especialy because of their sexual role. Sexual role which is forced to them and the subordination, finally bring Egyptian women to realize their rights as human being. That is a reflection of women who live in patriakhi society in Egypt and other Arabian country.
74128389F1A010064FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN LALU LINTAS DI WILAYAH KABUPATEN BANYUMAS
Factors Causing Traffic Accidents in The District Banyumas
Abstraksi
Jumlah kendaraan bermotor yang semakin meningkat mengakibatkan banyaknya jumlah kecelakaan lalu lintas. Data dari Kepolisian Negara Republik Indonesia, Resor Banyumas Satuan Lalu Lintas menyatakan jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Banyumas tahun 2012 sebanyak 1451 kejadian, meninggal dunia 298 orang, luka berat 155 orang, luka ringan 2.106 orang, dan kerugian material 2.172.540.000 rupiah. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Banyumas. Metode penelitian menggunakan Analisis Data Sekunder, alat analisisnya menggunakan Distribusi Frekuensi. Hasil analisis faktor penyebab kecelakaan di wilayah Kabupaten Banyumas disebabkan oleh empat faktor yaitu faktor manusia, jalan, tekhnis dan cuaca. Faktor manusia 2.043 atau 89,persen, faktor jalan 145 atau 6,4 persen, faktor tekhnis 54 atau 2,4 persen dan faktor cuaca 19 atau 0,8 persen. Faktor manusia paling banyak terjadi yaitu tidak menjaga jarak dengan kendaraan yang ada di depan/samping, 630 atau 27,persen, faktor kedua tertinggi yaitu melaju kecepatan tinggi atau ngebut 448 atau 19,7 persen. Solusinya yaitu ubahlah maindset kita tentang mematuhi peraturan untuk keselamatan diri kita bukan keselamatan dari polisi, tanamkan etika berlalu lintas sejak dini, patuhi peraturan lalu lintas dimulai dari diri kita sendiri, dan pemerintah seharusnya lebih memperhatikan, menindaklanjuti kondisi jalan rusak.
Kata kunci : Kendaraan Bermotor, Kecelakaan, Penyebab, Kesalahan Manusia
Abstrac
The number of motor vehicles namely the occurrence of traffic accidents. Data from the Indonesian National Police, the Traffic Unit Banyumas resort states that the number of traffic accidents in the area Banyumas in 2012 as many as 1451 incident, the dies as many as 298 people, as many as 155 people Trauma, Injury Light weight many as 2106 people, and material losses as much as 2.17254 billion dollars. The purpose of the study to analyze the factors causing traffic accidents in the district Banyumas. Metode research using secondary data analysis, analysis tool using Frequency Distribution. The results of the factor analysis of the causes of accidents in the area Banyumas is caused by four factors,that is human factors, roads, technical and weather. The human factor as much as 2043 or 89.9 %, road factor of 145 or 6.4 percent, technical factors as much as 54 or 2.4 percent, and weather factor as much as 19 or 0.8 percent. The human factor is the most common that do not keep a distance with the vehicle in front side or behind side 630 or 27.2 percent the second highest factor is drove at high speed or speeding 448 or 19,7 percent. The solution is changed our maindset about obeying the safety rules for ourselves not for the safety of the police. The ethics better instilled from an early age, obey traffic laws start from ourselves. The government should pay more attention, follow-up the bad condition road .
Keyword: Keyword: motor vehicles, accident, causing, humman error
741310330H1K010015AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN IDENTIFIKASI AKTINOMISETES DARI SEDIMEN
MANGROVE SEGARA ANAKAN CILACAP
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas antibakteri dari aktinomisetes sedimen mangrove Segara Anakan dan mengidentifikasi spesies isolat penghasil senyawa antibakteri. Aktivitas antibakteri dapat diketahui dengan metode overlay dan metode difusi. Isolat aktinomisetes yang digunakan dalam penelitian ini didapatkan dari koleksi laboratorium bioteknologi kelautan, UNSOED yang diisolasi dari sedimen mangrove Segara Anakan-Cilacap. Skrining awal yang dilakukan menghasilkan satu isolat (SA 7) yang dapat menghambat Escherichia coli Multidrug resistant (MDR) dan Staphylococus aureus MDR. Dua isolate lain dapat menghambat Staphylococus aureus MDR (SA 2 dan SA 5). Uji difusi agar menghasilkan enam isolat yang menghambat Staphylococus aureus MDR dan satu isolat yang dapat menghambat kedua bakteri uji. Identifikasi aktinomisetes dilakukan secara molekuler berdasarkan PCR 16S rDNA dan analisis sekuen DNA dengan penelusuran program database Basic Local Alignment Search Tool (BLAST). Isolat yang memiliki aktivitas antibakteri diduga merupakan spesies Rhodococus equi dengan kemiripan 100%, Streptomyces koyangensis, Streptomyces shenzenensis, Streptomyces chormosfuscus, dan Streptomyces pilosus dengan kemiripan 99%.This research aims to determine the antibacterial activity of sedimentary mangrove actinomycetes from Segara Anakan and to identify isolated species producing antibacterial compounds. Antibacterial activities have been evaluated using the overlay method following by diffusion method. The actinomycetes isolates used in this study were obtained from the laboratory collection of marine biotechnology UNSOED which are isolated from sediments of mangrove Segara Anakan-Cilacap. The initial screening showed one isolate (SA 7) was active against Escherichia coli Multidrug resistant (MDR) and Staphylococus aureus MDR. Two other isolate (SA 2 and SA 5) have shown Staphylococus aureus MDR. The agar diffusion test showed six isolates enable to form an observable clear zone againts Staphylococus aureus MDR and one isolate to inhibit both MDR. Isolates have been identificated using 16S rDNA PCR and DNA sequence analysis with a program Basic Local Alignment Search Tool (BLAST), resulting Rhodococus equi with 100% similarity, Streptomyces koyangensis, Streptomyces shenzenensis, Streptomyces chormosfuscus, and Streptomyces pilosus with 99% similarity.
741411438A1H011004PENGARUH WARNA KEMASAN TERHADAP WARNA JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) SELAMA PENYIMPANAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh warna kemasan pada kertas minyak terhadap warna jambu biji selama penyimpanan. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian, Teknologi Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penyimpanan dilakukan pada suhu ruang selama 10 hari dengan kelembaban udara sebesar 75-83% dengan perlakuan tanpa kemasan (P0T), kemasan merah satu lapis (P1T), kemasan merah dua lapis (P2T), kemasan hijau satu lapis (P3T), kemasan hijau dua lapis (P4T), kemasan biru satu lapis (P5T), dan kemasan biru dua lapis (P6T). Variabel yang diamati adalah warna jambu biji yang meliputi nilai L (kecerahan), nilai a+ (warna merah), nilai a- (tingkat kehijauan), nilai b+ (tingkat kekuningan). Variabel lain yang diamati selain warna yaitu kekerasan, perubahan kadar brix, perubahan kadar air, kandungan vitamin C serta suhu dan kelembaban relatif (%) udara. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan analisis data menggunakan persamaan kinetika reaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemasan yang paling mampu mempertahankan warna jambu biji yang paling baik berdasarkan perubahan nilai L dan a+ adalah pada kemasan merah satu lapis dan dua lapis (P1 dan P2), berdasarkan nilai a- dan b+ yaitu pada kemasan biru dua lapis (P6).
The aim of this research is to determine the effect of package color on the greaseproof paper to the guava fruit of storage. The experiment was conducted in the laboratory of food processing Technique and Agricultural Product, Agricultural Technology, University of General Soedirman, Purwokerto. Storage is performed at room temperature for 10 days at ambient temperature with 75-83% RH with non packaging (P0T) treatment, a red layer packaging (P1T), two red layers packaging (P2T), a green layer packaging (P3T), two green layers packaging (P4T), a blue layer packaging (P5T) and two blue layers packaging (P6T). The variables observed were the color of guava which includes the value of L (brightness), the value of a + (red color), the value of a- (greenish level), the value of b + (yellow level). Other variables that observed in addition to the color are the hardness, changes of brix level, changes in water content, the content of vitamin C as well as temperature and relative humidity (%) of the air. The method that being used is a Completely Randomized Design (CRD) and the analyzing of the data analysis is reaction kinetics equation. The results showed the package that most able to maintain the guava fruit color based on the changes in the value of L and a+ is on the red single layer and two layers (P1 and P2); and the value of a - and b + is on the two layered blue package (P6).

741510961G1D011008PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BIJI KURMA TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL TIKUS HIPEKOLESTEROLEMIALatar Belakang: Kebiasaan masyarakat mengonsumsi makanan tinggi lemak secara berlebihan dapat menyebabkan hiperkolesterolemia. Kondisi hiperkolesterolemia yang berlangsung lama dapat menimbulkan aterosklerosis sehingga mengakibatkan penyakit jantung koroner atau PJK. Biji kurma mengandung banyak senyawa aktif seperti flavonoid, oleat, fenolik dan pektin yang diduga dapat menurunkan kadar kolesterol total dalam darah.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak biji kurma terhadap kadar kolesterol total pada tikus putih yang diinduksi diet tinggi lemak.
Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan metode true experiment pretest-posttest with control group design. Total sampel yang digunakan yaitu sebanyak 36 ekor tikus putih galur Wistar yang dikelompokan menjadi 6 kelompok (Kelompok A sebagai kontrol negatif, kelompok B sebagai kontrol positif, perlakuan berupa ekstrak biji kurma diberikan kepada kelompok C (250 mg/kg/BB), D (500 mg/kg/BB), dan E (1000 mg/kg/BB), dan kelompok F diberi Simvastatin 0,18 mg/200g/BB). Induksi diet tinggi lemak dilakukan selama 35 hari dengan pakan HFD dan kuning telur bebek. Perlakuan diberikan selama 7 hari sesuai dengan dosis yang telah ditentukan. Uji hipotesis menggunakan one-way ANOVA dan dilanjutkan dengan analisis Post-hoc LSD.
Hasil: Kelompok perlakuan dengan ekstrak biji kurma yang mengalami penurunan kadar kolesterol terbanyak yaitu kelompok D (4.5±5.5). Hasil uji one way ANOVA terhadap selisih kadar kolesterol total (pre-posttest) menunjukan ada beda ( p<0.05). Perbedaan yang bermakna terdapat pada kelompok A dengan Kelompok C (p=0.009), D (p=0.008), E (p=0.004), F (p=0.001) dan antara kelompok B dengan F (p=0.017).
Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian ekstrak biji kurma terhadap kadar kolesterol total pada tikus putih model diet tinggi lemak.
Background: The habit of eating high-fat foods in excess can cause hypercholesterolemia. Hypercholesterolemia is condition that lasts a long time can cause atherosclerosis resulting in coronary heart disease or CHD. Date seeds contain many active compounds such as flavonoids, oleic, phenolic, and pectin which could be expected to reduce total cholesterol in the blood.
Objective: The aim of this study was to determine the effect of date seed extract on total cholesterol levels in HFD rats model.
Methods: This study used true experiment pre-posttest control group design. Total samples were 36 Wistar rat which divided into 6 (Group A as a negative control; Group B as a positive control; date seed extract given to group C (250 mg/kg/BW), group D (500 mg/kg/BW), and group E (1000 mg/kg/BW); Simvastatin 0,18mg/200g/BW given to group F). Induction of high-fat diet for 35 days performed by feeding HFD and duck egg yolk. Treatment was given for 7 days in accordance with a predetermined dose. The hypothesis tested by one-way ANOVA followed by LSD Post-hoc analysis.
Results: Group D has the higher decreased of total cholesterol levels than other treatment group (4.5 ± 5.5). The results of one way ANOVA test showed a difference (p<0.05). There were significant differences in the groups A with group C (p=0.009), D (p=0.008), E (p=0.004), F (p=0.001) and the group B with F (p=0.017).
Conclusion: There is an effect of date seed extract on total cholesterol levels in the rat model of a high-fat diet.
74168391F1A007055SEMIOTIKA TAROT
(Studi tentang Simbol-simbol yang terdapat dalam Tarot)
RINGKASAN

Penelitian ini berjudul “Semiotika Tarot (studi tentang simbol-simbol yang terdapat dalam tarot)”. Tujuan penelitian adalah untuk memberikan penjelasan bagaimana makna dari ikon, indeks, dan simbol yang terdapat dalam Kartu Tarot. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan berbagai sumber data kepustakaan mengenai Kartu Tarot.
Objek dalam penelitian ini adalah Kartu Tarot Nusantara karya Hisyam A. Fachri. Metode penelitian dengan cara pengamatan dan mencermati, studi kepustakaan dan analisis data.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat berbagai fenomena gejala sosial dalam masyarakat yang berkaitan dengan ramal- meramal. Berbagai metode meramal dan media digunakan dalam proses ramal –meramal. Dengan berbagai alasan diutarakan, ingin mengetahui seputar karier pekerjaan, keuangan yang lancar, hingga masalah percintaan. Kebudayaan ramal –meramal atau memprediksi telah dikenal sejak dahulu. Hingga sekarang kebudayaan tersebut tersebar dan berkembang melalui media cetak dan media elektronik seperti Koran, majalah, radio, televisi dan internet.
Kartu Tarot termasuk dalam kebudayaan ramal- meramal yang terdapat pada masyarakat Benua Eropa dan Mesir. Kartu Tarot telah dikenal sejak dahulu, menggunakan media kartu dengan jumlah kartu total 78 kartu, yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu Arcana Mayor berjumlah 22 kartu dan Arcana Minor berjumlah 56 kartu. Kartu Tarot tersebar ke berbagai negara dengan perpaduan budaya setempat, yang menghasilkan beragam tema kartu. Tema kartu yang bervariasi menjadikan keindahan tersendiri yang menjadi keunikan ciri khas kartu Tarot di negaranya berasal. Seperti Tarot Fengshui yang berasal dari Negara Cina, Fairy Tales Tarot yang berasal dari Eropa yang menceritakan tentang legenda maupun dongeng, Tarot Ukiyoe bergambar simbol tradisional serta sosok dalam kartu mengenakan pakaian khas Negara Jepang, dan lain sebagainya. Terdapatnya Kartu Tarot versi Indonesia yang menjadi keunikan tersendiri, dengan kebudayaan khas yang dimiliki Indonesia. Seperti Kartu Tarot Wayang, Kartu Tarot Nusantara dan Kartu Tarot Panca Saka.
Dengan berbagai metode tebaran Kartu Tarot, seorang Tarot Reader melakukan pembacaan dan menginterpretasikan simbol- simbol yang terdapat dalam kartu kepada kliennya. Keberadaan ilmu Semiotika sebagai ilmu tentang pembacaan tanda, dapat membantu proses interpretasi Kartu Tarot. Dengan dipadukan ilmu psikologi Carl Gustav Jung untuk menyelami psikologis klien. Bahwa sesuatu hal terjadi dalam diri klien.
Implikasi penelitian ini adalah keberadaan Kartu Tarot dengan jejaring komunitas Tarot dan bermunculannya Tarot Reader. Semoga dapat membuka pencitraan Kartu Tarot yang keberadaanya dianggap sebagian masyarakat sebagai tahayul, mitos dan bahkan dikatakan sebagai musyrik. Menjadi suatu hal yang bermanfaat dan mengandung pesan moral dari filosofinya.
Kartu Tarot yang memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan memiliki filosofi pembelajaran tentang kehidupan. Juga sebagai sebuah seni gambar desain untuk dapat dimaknai artinya dan diresap.

Kata kunci: Kartu Tarot, Semiotika, Ramal-meramal
Kata Kunci : Kemampuan Kerja, Disiplin Ker
SUMMARY

This research entitle "Semiotic Tarot (the study of symbols contained in the tarot)". The purpose of the research is to provide an explanation of how the meaning of icons, index, and symbols contained in the Tarot cards. The research was conducted by collecting a variety of data sources literature on Tarot Cards.
The object in this research is the Nusantara Tarot card by Hisham A. Fachri. Research methods is examine by observation, literature study and analysis of data.
The results showed there were various social phenomena in society symptoms associated with fortune-telling. Various methods are used to predict and the media in the process of fortune-telling. With a variety of stated reasons, want to find out about job careers, financial smoothly, problems of romance. Culture fortune-telling or predicting been known since long ago . Until now this culture spread and evolve through print media and electronic media such as newspapers, magazines, radio, television and the internet.
Tarot cards are included in the fortune-telling culture contained in Continental Europe and the Egyptian people. Tarot cards have been known since long ago, using a media card with a number of cards total of 78 cards, which is divided into two parts, totaling 22 cards of the Major Arcana and Minor Arcana cards amounted to 56 cards. Tarot cards are scattered to different countries with a mix of local culture, which produces a variety of theme of the card. Themes varied card makes its own beauty which are unique characteristic of Tarot cards originated in the country. Like the Tarot Fengshui originating from China, the Fairy Tales of Tarot that comes from Europe that tells the legends and fairy tales, Tarot Ukiyoe traditional pictorial symbol and a figure dressed in a typical card Country Japan, and others. The presence of the Indonesian version of Tarot cards which are unique to its own, with a originated culture of Indonesia. Like a Wayang Tarot Cards, Nusantara Tarot Cards and PancaSaka Tarot Cards.
With a variety of methods of this spread Tarot cards, With a variety of methods of this spread Tarot cards, Tarot Reader doing a reading and interpreting the symbols contained in the cards to their clients. The existence of science Semiotics as the science of reading a sign, it can help the process of interpretation of the Tarot cards. Combined with the science of Psychology Carl Gustav Jung to explore psychological clients. That something happens within the client.
The implication of this research is the existence of Tarot cards Tarot communities and networking with the emergence of Tarot Reader. Hopefully can open Tarot Cards imagery that its existence is considered part of the society as superstition, myth and even said to be idolatrous. Into something useful and contains a moral message of his philosophy.
Tarot cards have a long history and has a philosophy of learning about life. As well as an art of design drawings for meaning can be interpreted and absorbed.

Keywords : Tarot Cards , Semiotics , Fortune-telling
74178392F1G010028Struktur Wacana Dan Tindak Tutur Ilokusi Dalam Wacana Motivasi Mario Teguh Golden Ways Di Metro TvPenelitian ini berjudul “Struktur Wacana dan Tindak Tutur Ilokusi dalam Wacana Motivasi Mario Teguh Golden Ways di Metro TV”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur wacana dan tindak tutur ilokusi yang digunakan oleh Mario Teguh dalam wacana motivasiMario Teguh Golden Waysdi Metro TV.
Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data yang digunakan adalah tema “Apa yang diinginkan laki-laki” dan tema “Emosi wanita”. Tahap pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik dasar sadap dan teknik lanjutan yaitu teknik catat. Pada tahap analisis data digunakan metode padan referensial dan metode padan pragmatis dengan teknik dasar pilah unsur penentu dan teknik hubung banding memperbedakan dan menyamakan sebagai teknik lanjutannya.
Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, penulis menemukan bahwa struktur wacana dalam wacana motivasi Mario Teguh Golden Ways adalah struktur wacana pembuka, batang tubuh dan penutup. Dalam episode “Apa yang diinginkan laki-laki” bagian pembuka berisi tahap awal, dan tahap akhir. Pada bagian batang tubuh berisi tahap awal, tahap tengah dan tahap akhir. Pada bagian akhir berisi tahap awal dan tahap akhir. Dalam episode “Emosi wanita” bagian pembuka berisi tahap awal, tahap tengah dan tahap akhir. Pada bagian batang tubuh berisi tahap awal dan tahap akhir. Pada bagian akhir berisi tahap awal dan tahap akhir.
Dalam penelitian ini ditemukan empat jenis tindak tutur ilokusi yang digunakan oleh Mario Teguh untuk memotivasi terdiri atas tindak ilokusi asertif, direktif, ekspresit dan deklarasi. Tindak ilokusi asertif terdiri dari menyatakan, memberitahukan, menunjukkan. Tindak tutur ilokusi direktif terdiri dari menyarankan, mengajak, menyuruh. Tindak ilokusi ekspresif terdiri dari mengucapkan terima kasih, memuji, mengkritik, kekesalan. Tindak ilokusi deklarasi yaitu melarang.









This study entitled “Struktur Wacana dan Tindak Tutur Ilokusi dalam Wacana Motivasi Mario Teguh Golden Ways di Metro TV”. The study aims to describe the structure of discourse in motivation discourse, and the speech act of illocutionary using Mario Teguh in motivation discourse of Mario Teguh Golden Ways.
The method used in the research is qualitative descriptive.The sample is taken from two sample spoken languange of “Apa yang diinginkan laki-laki” and “Emosi wanita”. The data collection uses obsevation method to the basic technique of tapping technique and advanced technique is written technique. In analysis data, it uses referential identity and pragmatic identity with techniqueused in the research is determiner sorting technique using pragmatic sortingcapacity and the continual technique in equivalence method is correlationtechnique.
The researcher finds one types of discourse structure in motivation discourse is opening, body, and closing. In episode “Apa yang diinginkan laki-laki” part of opening the contain is fisrt stage, and last stage. In past of body the contain is fisrt stage, middle stage and last stage. Part of closing the contain is fisrt stage, and last stage. In episode “Emosiwanita” part of opening the contain is fisrt stage, and last stage. In past of body the contain is fisrt stage, and last stage. Part of closing the contain is fisrt stage, and last stage.
Based on theanalysis, the results show that theIllocutionary acts that Mario Teguh uses to motivatingoccur are assertives, directives, expressives, and declaratives. Assertive illocutionary acts uttered are information act, statement, and show. Directive illocutionary acts are intended to provide suggestion, invite, and ordering. Expressive illocutionary acts are aimed to thank, congratulate, praise, criticize, and annoyance. Declaratives illocutionary acts is to prohibit.
74188395G1A010064PERBEDAAN FUNGSI KOGNITIF PASIEN PASCA STROKE HEMORAGIK DAN STROKE NON HEMORAGIK DENGAN SKORING MoCA-INA DI POLIKLINIK SARAF RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTOLatar Belakang : Stroke adalah suatu manifestasi klinis gangguan peredaran darah otak yang menyebabkan defisit neurologis baik fokal maupun global. Disabilitas yang diakibatkan oleh stroke diantaranya gangguan fungsi kognitif.
Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan fungsi kognitif pasien pasca stroke hemoragik dan stroke non hemoragik di poliklinik RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto
Metode : Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectional. Subjek adalah pasien pasca stroke hemoragik dan stroke non hemoragik yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian ini dilakukan di poliklinik saraf RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto bulan April-Mei 2014. Gangguan fungsi kognitif diukur dengan skoring Montreal Cognitive Assesment (MoCA). Analisis data menggunakan analisis bivariat dengan Chi-square.
Hasil : Jumlah sampel pada penelitian ini 60 responden yang terdiri dari 28 pasien stroke hemoragik dan 32 pasien stroke non hemoragik. Didapatkan fungsi kognitif normal sebanyak 25 (41,7%) dan tidak normal sebanyak 35 (58,3%). Hasil uji chi-square perbedaan fungsi kognitif pasien pasca stroke hemoragik dan stroke non hemoragik didapatkan nilai p=0,005.
Kesimpulan : Terdapat perbedaan yang signifikan fungsi kognitif pasien pasca stroke hemoragik dan stroke non hemoragik di poliklinik RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Background : Stroke is clinical manifestation of brain blood circulation disorder that causes both focal and global neurological deficits. Disability caused by stroke include impaired cognitive function.
Purpose : To determine differences in cognitive function post hemorrhagic stroke and non hemorrhagic stroke patients at neurology polyclinic Prof. Dr. Margono Soekarjo hospital Purwokerto.
Method : This study is an analytic observational study with cross sectional design. Subjects were patients with post hemorrhagic stroke and non hemorrhagic stroke within certain inclusion criteria. This research was conducted at neurology polyclinic Prof. Dr. Margono Soekarjo hospital Purwokerto in April-May. Cognitive impairment was measured by scoring Montreal Cognitive Assesment (MoCA). Analysis of the data using bivariate analysis with Chi-square.
Results : Total sampels were 60 respondent, composed of 28 hemorrhagic stroke patients and 32 non hemorrhagic stroke. Normal cognitive function obtained by 25 persons (41,7%) and 35 persons (58,3%) have abnormal cognitive function. The result of chi square differences test in cognitive function post hemorrhagic stroke patiens and non hemorrhagic stroke obtained value of p=0,005.
Conclusion: There are significant differences in cognitive function post hemorrhagic stroke and non hemorrhagic stroke patients at neurology polyclinic Prof. Dr. Margono Soekarjo hospital Purwokerto.
74198394P2EA12030UPAYA BADAN NARKOTIKA NASIONAL DALAM PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN VARIASI TANAMAN DAN ZAT YANG MENGANDUNG EFEK NARKOTIKA (Studi di Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia)Penelitian ini berjudul “Upaya Badan Narkotika Nasional dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Variasi Tanaman dan Zat yang Mengandung Efek Narkotika (Studi di Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya dan kendala-kendala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan variasi tanaman dan zat yang mengandung efek narkotika.
Metode Penelitian dalam penelitian tesis ini menggunakan pendekatan Yuridis Sosiologis, disamping itu juga dengan pendekatan deskriptif yaitu menggambarkan upaya dan kendala yang dihadapi Badan Narkotika Nasional dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan variasi tanaman dan zat yang mengandung efek narkotika
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terhadap pokok permasalahan yang diajukan dalam penelitian tesis ini, maka dapat disimpulkan bahwa Upaya Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan variasi tanaman dan zat yang mengandung efek narkotika dapat diwujudkan dalam bentuk: Upaya Pre-emtif, Preventif dan Represif. Upaya Pre-Emtif dilakukan dengan tahapan pencegahan primer yang bersifat moralistik dengan penyuluhan tatap muka, penyuluhan tidak langsung (media cetak dan media elektronik). Upaya preventif dilakukan dengan tahapan pencegahan sekunder dan pencegahan tersier melalui kegiatan konseling, bimbingan sosial, penerangan pendidikan, pengembangan ketrampilan bekerja dan melakukan pengawasan sosial. Represif yaitu upaya dilakukan pada saat telah terjadi tindak pidana atau kejahatan yang tindakannya berupa penegakan hukum. Upaya yang dilakukan yaitu melakukan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana.
Kendala-kendala yang dihadapi Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia antara lain: Faktor hukumnya yaitu ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai tanaman dan zat baru yang mengandung efek narkotika belum diatur dalam Golongan I, Golongan II dan Golongan III pada Lampiran I Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika maka BNN memiliki kewenangan diskresi melalui tindakan penafsiran atau interpretasi ekstensif dengan melakukan uji laboratorium (21 jenis tanaman dan zat) sehingga menetapkan temuan tersebut ke dalam golongan yang terlampir dalam Undang-Undang tersebut; Faktor dari masyarakat yaitu kurangnya kesadaran dan peran serta masyarakat untuk bersama-sama melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan terhadap adanya penyalahgunaan variasi tanaman serta zat yang mengandung efek narkotika; Faktor dari budaya yaitu kuatnya nilai-nilai dan sikap-sikap yang tertanam dalam diri masyarakat yaitu lebih mementingkan kepentingan pribadi (keuntungan pribadi saja) dari pada kepentingan umum.
NINING YURISTA PRAWITASARI, Legal Studies Program, Graduate Program, University of Jenderal Soedirman, Counselors Commission: Chairman of Commission is Dr. Noor Aziz Said S.H.,M.S, Member of Commission is Dr. Setya Wahyudi, S.H., M.H.
This research entitled The Effort of The National Narcotics Board in Preventing and Eradicating of Plantation Variety and Substance Abuse which Contain Narcotics Effect (Case Study at The National Narcotics Board Republic Indonesia). This research purposes to know the effort and problems that is faced by The National Narcotics Board Republic Indonesia in preventing and eradicating plantation variety and substance abuse which contain narcotics effect.
The Methodology of this research use qualitative method with Social Legal Approach. Research plans are observation and documentation. Research specification is descriptive and Research Location in The National Narcotics Board at Jakarta.
Based on the result and discussion of those research questions of this research therefore, it can be concluded that effort of The National Narcotics Board in preventing and eradicating of plantation variety and substance abuse which contain narcotics effect can be embodied into premier, secondary, and tertiary prevention. The Effort of The National Narcotics Board in eradicating of plantation variety and substance abuse which contain narcotics effect can be embodied into investigation of truth report of plantation variety and substance abuse which contain narcotics effect; Interrogating suspect person who is suspected to conduct it; Summoning the person for giving testimony as the witness; Conducting espionage related to substance abuse after the existence of early enough evidence; Conducting urine test, blood test, hair test, DNA test and other part of bodies test; taking finger print and taking a picture of the suspect person; Checking every stuff and other tool which is suspected and related to the substance abuse; Sealing the evidence and conducting laboratory test to the sample and evidence to the substance abuse; Destroying plantation variety and substance abuse which contain narcotics effect like discovering twenty one new various plantation and substance; Conducting coordination with the related institution in medical and social rehabilitation.
The problems that are faced by The National Narcotics Board Republic Indonesia in preventing and eradicating the plantation variety and substance abuse which contain narcotics effect such as law factor, society factor and cultural factor. The law factor is clause of regulation which regulate about the existence of plantation and new substance that contains narcotic effect which is not regulate yet in narcotic group I,II,III in the first appendix of the Regulation Number 35/2009 about narcotics. Therefore, The National Narcotics Board uses interpretation of law. The society factor is like lack of awareness and society role to do together the prevention and eradication to the plantation variety and substance abuse which contain narcotics effect; The cultural factor is like strong of values and society behaviors which prefer to personal business than community business
742010962G1D011028PENGARUH TERAPI MUSIK DAN NAFAS DALAM UNTUK MENURUNKAN NYERI ANAK DENGAN KANKER Latar Belakang: Kanker dapat menyerang semua kelompok usia termasuk pada usia anak. Pasien kanker sebagian besar melaporkan tingkat nyeri pada skala berat sehingga untuk mengatasinya diberikan terapi farmakologi berupa obat analgesik. Disamping pemberian obat analgesik tersebut, diperlukan metode non farmakologi seperti terapi musik dan terapi relaksasi nafas dalam untuk mempercepat penurunan nyeri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan skor nyeri anak dengan penyakit kanker pada kelompok terapi musik dan kelompok terapi relaksasi nafas dalam. Metode: Penelitian ini menggunakan quasi eksperimental dengan rancangan two group pretest-posttest design. Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dalam periode 30 Oktober 2014-2 Januari 2015 di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo memperoleh 10 anak yang terdiri dari lima anak kelompok terapi musik dan lima anak kelompok terapi relaksasi nafas dalam. Instrumen penelitian ini menggunakan face pain rating scale. Analisa data menggunakan uji statistik t test dependent, Wilcoxon, t test independent. Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan antara skor nyeri sebelum dan setelah diberikan terapi musik dengan nilai p = 0,005 (p < 0,05). Terdapat perbedaan yang signifikan antara skor nyeri sebelum dan setelah diberikan terapi relaksasi nafas dalam dengan nilai p = 0,025 (p < 0,05). Kedua terapi ini berpengaruh dalam menurunkan skor nyeri. Namun, tidak ada perbedaan skor nyeri antara kelompok terapi musik dan kelompok terapi relaksasi nafas dalam dengan nilai p = 0,471 (p > 0,05). Kesimpulan: Terapi musik dan terapi relaksasi nafas dalam mempunyai pengaruh yang sama dalam menurunkan skor nyeri ringan sampai sedang pada anak dengan kanker. Background: Cancer may attack all range of age including children. Most of cancer patients report pain level at severe pain. Pharmacological therapy of analgesic medicine was given to overcome. Moreover, non pharmacological therapies such as music therapy and deep breathing relaxation therapy also considered to accelerate pain reduction. Objective: The purpose of this research was to identify the differences level of pain of children with cancer in music therapy group and deep breathing relaxation therapy group. Methods: This study is quasi experimental design with two group pretest-posttest design. Sampling method used is consecutive sampling on October 30, 2015 until January 2, 2015 at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo involving 10 children that consist of five children in music therapy group and the other five children in deep breathng relaxation therapy group. Research instrument used face pain rating scale. Statistical data analysis used are dependent t test, Wilcoxon, independent t test. Results: There are differences between the pain level before and after music therapy with p value = 0.005 (p <0.05). There are differences between the pain level before and after the deep breathing relaxation therapy with p value = 0.025 (p <0.05). Both of these therapeutic effect in lowering the pain level. However, there is no difference in pain level between music therapy group and deep breathing relaxation therapy group with p value = 0.471 (p> 0.05). Conclusion: Both music and deep breathing relaxation therapy are have the similar effect in reducing pain level at mild pain to moderate pain in children with cancer.