Artikelilmiahs
Menampilkan 7.161-7.180 dari 48.889 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 7161 | 8249 | C1B009077 | PENGARUH PELAYANAN, LOKASI, KUALITAS LAPANGAN, HARGA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DAN MINAT BELI ULANG PADA TEMPAT FUTSAL PURWOKERTO (Studi Kasus pada Score Futsal dan PH Futsal Purwokerto) | Penelitian ini berjudul " Pengaruh Pelayanan, Lokasi, Kualitas Produk dan Harga terhadap Kepuasan Pelanggan dan Minat Beli Ulang (Studi kasus pada Score Futsal Purwokerto)". Purposive Sampling digunakan untuk memilih 150 responden. Alat analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian ini menunjukan terdapat pengaruh positif antara pelayanan, lokasi, kualitas produk dan harga terhadap kepuasan pelanggan dan minat beli ulang. Selain itu juga terdapat pengaruh positif antara kepuasan pelanggan terhadap minat beli ulang. | The title of this study is “The Effect of Service, Location, Product Quality, and Price on Customer Satisfaction and Repurchase Intention ( Case Study on Score Futsal Purwokerto )”. Purposive sampling was used to choose 150 respondent. The analysis that used in this study was using Structural Equation Modeling ( SEM ). The results of this study it can be concluded that the service, location, product quality and price of a positive and significant effect on customer satisfaction and repurchase intention. As well as customer satisfaction positive and significant effect on repurchase intention. | |
| 7162 | 10264 | G1B010067 | PERILAKU PENGGUNAAN KONTRASEPSI PADA KELOMPOK MARGINAL DI KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN | Badan Kependudukan PBB (UNFPA), menyatakan bahwa jumlah penduduk dunia tahun 2010 telah mencapai 7 miliar jiwa. Indonesia juga mengalami beragam masalah akibat pertumbuhan penduduk yang terus terjadi. Salah satu cara untuk menekan laju pertumbuhan penduduk adalah dengan pengendalian fertilitas atau dengan program Keluarga Berencana. Persoalan dilematis terjadi dalam penggunaan alat kontrasepsi pada salah satu kelompok yang berisiko terhadap unmet need yaitu pada kelompok marginal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku penggunaan kontrasepsi pada kelompok marginal di Kecamatan Purwokerto Selatan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subyek penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan bentuk criterion based yaitu mengambil subyek penelitian sebanyak 9 orang yang terdiri dari 5 orang sebagai informan utama dan 4 orang sebagai informan pendukung. Cara pengumpulan data dengan melakukan wawancara mendalam, observasi, analisis dokumen, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah tingginya angka migrasi di Kecamatan Purwokerto Selatan mendorong tingginya perilaku seks sehingga kebutuhan akan kontrasepsi yang semula untuk membantu menjarangkan kehamilan, perlahan berubah fungsinya. Kesimpulan penelitian adalah kelompok marginal belum menggunakan kontrasepsi secara baik dan benar, dikarenakan masih rendahnya niat dan kebiasaan menunggu informasi program gratis dahulu. Saran yang bisa diberikan adalah perlunya pemberian pendidikan seks agar masyarakat marginal dapat lebih baik mengetahui pentingnya berkontrasepsi. | United Nations Fund Population Agency (UNFPA), states that in 2010 the world population has reached 7 billion people. Indonesia is also dealing with a variety of problems due to the population growth. The population growth can be controled by Family Planning Program. The dilemmatic problem in using contraceptive occurs in one of the groups at risk of unmet need that is on marginalized groups. This research aims to determine the contraceptive use behavior in marginalized groups in the District of South Purwokerto. The method uses a qualitative descriptive approach. The subjects of this research recruited by purposive sampling technique with criterion based; it taken 9 people of subjects consist of 5 people as key informants and 4 people as supportive informants. The data is collected by conducting in-depth interviews, observation, document analysis, and documentation. This research finds that the high rate of migration in the District of South Purwokerto encourages the sexual behaviors thus the high need for contraceptive which was originally to help space for pregnancy, the function changed slowly. As the conclusion, the marginalized groups are not using contraception as good as true, due to the low intention and the habit of waiting information for free programs. Based on the result, it is sugested to provide the marginalized groups an adequate sex education to lead them the better knowledge of contraceptive use. | |
| 7163 | 10265 | G1B010014 | STUDI IMPLEMENTASI PELAYANAN PREVENTIF DAN PROMOTIF PERORANGAN PADA SISTEM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI PUSKESMAS KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2014 | Kecamatan Kalibagor merupakan kecamatan di Kabupaten Banyumas dengan jumlah peserta jaminan kesehatan yang tinggi (10 besar di Kabupaten) yaitu dengan jumlahpeserta Askes dan Jamkesmas sebanyak 18.720 jiwa pada Tahun 2013 dan memiliki jumlah peserta Jamkesda terbanyak hingga periode April 2014 yaitu sebesar 286 jiwa. Sejak Januari 2014, seluruh peserta jaminan kesehatan tersebut dilimpahkan pada Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara bertahap dengan menjamin kesehatan peserta secara menyeluruh baik dari pelayanan kuratif, rehabilitatif, preventif dan promotif. Salah satu pelayanan yang ada dalam paket manfaat JKN adalah pelayanan preventif dan promotif perorangan. Pelayanan preventif promotif perorangan Tahun 2013 di Puskesmas Kalibagor dilaksanakan belum optimal dibuktikan salah satunya dengan cakupan peserta KB aktif di Puskesmas yang baru mencapai 77, 18% pada Tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana gambaran implementasi pelayanan preventif promotif perorangan setelah adanya JKN di Puskesmas Kalibagor. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan pelayanan preventif dan promotif perorangan pada JKN tidak banyak mengalami perubahan dilihat dari; (i) jenis pelayanan, (ii) cakupan hasil pelayanan dan (iii) sumber pembiayaan.Kurangnya fasilitas dan sumber daya manusia, kurangnya sosialisasi kepada masyarakat, kurang jelasnyaperaturan perpelayanan preventif dan promotif perorangan yang dijamin serta masa awal transisi perubahan JKN menjadi hambatan sehingga pelayanan preventif dan promotif perorangan tersebut tidak banyak berubah. Puskesmas Kalibagor diharapkan melakukan pelayanan preventif dan promotif perorangan yang belum dilaksanakan terutama pelayanan skrinning kanker payudara dan kanker serviks. | District Kalibagor is a district located in Banyumas which has 18,720 participants of health insurance Askes and Jamkesmas in the year 2013. On April 2014, the number of Jamkesda participants has reached 286 peoples which makes this district become the highest number of Jamkesda (Regional Health Insurance) participants in Banyumas.Since January 2014, all participants of the health insurance are being transferred to the National Health Care (NHC) gradually to ensure the overall health of participants from the service of curative, rehabilitative, preventive and promotive. One of the services which guaranteed in NHC is personal preventive and promotive services. The personal preventive and promotive services has not been implemented optimally in Primary Health Care (PHC) Kalibagor which’s proved by the scale of active KB (Indonesian Family Planning Programe) participants coverage is only reached 77,18% in the end of year 2013. This study aimed to have a look how is the descriptive of implementation personal preventive and promotive services after NHC launching in PHC Kalibagor until April 2014 could be installed properly as the government plans.This research was a descriptive study with an qualitative design research and use triangulation technique as the method of achieving data validity. The results showed that personal preventive and promotive services of NHC implemented in PHC Kalibagor does not change a significant progressive in; (i) type of services, (ii) coverage, and (iii) source of financing. The lack of facilities and human resources, lack of socialization to the community, minor understanding of the rules combine with the initial transition period of JKN become a major barriers that makes the implementation of this programme does not change. PHC Kalibagor expected to conduct personal preventive and promotive services which have not been implemented, especially screening service of breast cancer and cervical cancer. | |
| 7164 | 8250 | F1C010043 | ETNOGRAFI KOMUNIKASI DALAM GREBEG SUDIRO (Studi Etnografi tentang Harmonisasi Antaretnis Jawa dan Tionghoa dalam Peristiwa Grebeg Sudiro pada Masyarakat Kelurahan Sudiroprajan Kecamatan Jebres Kota Surakarta) | Judul penelitian ini adalah “Etnografi Komunikasi dalam Grebeg Sudiro (Studi Etnografi tentang Harmonisasi Antaretnis Jawa dan Tionghoa dalam Peristiwa Grebeg Sudiro pada Masyarakat Kelurahan Sudiroprajan Kecamatan Jebres Kota Surakarta)”. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peristiwa Grebeg Sudiro menjadi proses komunikasi untuk menciptakan harmonisasi antaretnis Jawa dan Tionghoa di Kelurahan Sudiroprajan Kecamatan Jebres Kota Surakarta. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari lima orang yang merupakan panitia acara Grebeg Sudiro, tokoh etnis Jawa dan Tionghoa, perangkat kelurahan, pengelola Pasar Gede dan pengelola Klenteng Tien Kok Sie. Teknik pemilihan informannya menggunakan teknik purposive sampling, Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik yang disimpulkan guna mendapatkan validitas data yaitu menggunakan triangulasi sumber, dengan membandingkan dan mengecek kembali derajat kepercayaan informasi yang diperoleh dengan waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif. Berdasarkan data yang diperoleh selama penelitian berlangsung, didapatkan beberapa kesimpulan. Pertama, Grebeg Sudiro merupakan rangkaian acara yang diselenggarakan oleh warga Sudiroprajan untuk menyelaraskan keberagaman dalam menciptakan harmonisasi antarwarga Jawa dan Tionghoa. Kedua, harmonisasi antaretnis ditunjukkan melalui aktivitas komunikasi antarwarga Jawa dan Tionghoa selama berlangsungnya proses acara Grebeg Sudiro. Ketiga, Untuk menunjukkan harmonisasi dalam peristiwa Grebeg Sudiro unsur penyelenggara menggunakan komponen komunikasi di antaranya, genre, tujuan dan fungsi sebuah peristiwa, setting, bentuk partisipasi, bentuk pesan dan isi pesan. | The title of this research is “The Ethnography of Communication at Grebeg Sudiro (An Ethnograpgic Study on Harmonization between Chinese and Java in Grebeg Sudiro events at Village Community of Sudiroprajan District of Jebres Surakarta)”. The purpose of this study is to determine how was Grebeg Sudiro became the communication process to create harmony inter-ethnic Java and Chinese in the Sudiroprajan district of Jebres Surakarta. The subject of this study is consisted of five persons who are steering committees of Grebeg Sudiro, Javanese and Chinese leader, the activist of village, Pasar Gede manager and the manager of tien kok sie temple. Informant selection technique is using purposive sampling technique, data was collected by interview technique, observation and documentation. The techniques in order to obtain the validity of the data concluded that using triangulation, by comparing and checking back degree of confidence which the information obtained with time and different tools in qualitative methods. Based on the data obtained during the study, obtained some conclusions. First, Grebeg Sudiro is a series of events organized by residents Sudiroprajan to harmonize diversity in creating harmony between residents Javanese and Chinese. Second, harmonization of interethnic communication activity between residents indicated through Java and Chinese during the process Grebeg Sudiro event. Third, to demonstrate harmonization in Grebeg Sudiro events using the component element of communication in between, genre, purpose and function of an event, setting, forms of participation, forms of messages and message content. | |
| 7165 | 10266 | G1B010019 | FAKTOR LINGKUNGAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANNUAL PARASITE INCIDENCE (API) MALARIA DI KABUPATEN BANYUMAS (Analisis Data Sekunder Tahun 2011-2013) | Kabupaten Banyumas merupakan kabupaten yang selalu memiliki kasus malaria setiap tahunnya. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas tahun 2008-2013 menunjukkan angka Annual paracite incidence (API) yang selalu mengalami fluktuasi. Dari 27 kecamatan di Kabupaten Banyumas, 22 di antaranya memiliki kasus malaria yang masuk dalam kategori Middle case incidence (MCI)-Low case incidence (LCI). Malaria merupakan penyakit yang sangat erat kaitannya dengan keadaan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor lingkungan yang berhubungan dengan API di Kabupaten Banyumas selama tahun 2011-2013. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan penelitian cross-sectional menggunakan data sekunder dari Dinas Kesehatan dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyumas. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kecamatan di Kabupaten Banyumas, dan sampel diambil menggunakan teknik total sampling yaitu sebanyak 27 kecamatan dengan pengamatan selama 3 tahun menjadi 81 sampel kecuali pada variabel ketinggian. Hasil penelitian menunjukkan selama 3 tahun curah hujan sedang-sangat rendah (51,9%), luas tempat perindukan tidak luas (50,6%), ketinggian rendah (63%), jumlah pendatang rendah (50,6%), dan kepadatan penduduk sedang (48,1%). Faktor lingkungan yang berhubungan dengan API di Kabupaten Banyumas adalah luas tempat perindukan, jumlah pendatang, dan kepadatan penduduk. Faktor lingkungan yang tidak berhubungan dengan API adalah curah hujan dan ketinggian. Menjaga kebersihan lingkungan terutama yang berpotensi sebagai tempat perindukan vektor malaria, peningkatan sistem skrining kepada setiap pendatang yang masuk ke wilayah Kabupaten Banyumas, dan mengurangi kepadatan penduduk adalah berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi dan mengendalikan malaria. | Banyumas is a district that always has cases of malaria every year. Banyumas Health office data of 2008-2013 showed that, the Annual parasite incidence (API) always fluctuated. From 27 subdistricts in Banyumas, there are 22 subdistricts which fall into the category of Middle case incidence (MCI) and Low case incidence (LCI). Malaria is a disease that closely associated with the enviroment. The purpose of this study was to determine the environmental factors associated with API in Banyumas. This study was an analytic cross-sectional design using secondary data from Banyumas Health Office and Banyumas Statistic Center. The population in this study were all subdistricts in Banyumas, and samples were taken using total sampling technique. The sample of this study was 27 districts in Banyumas and observed for 3 years except the altitude regions factor. The results showed that the rainfall was medium-very low (51,9%), the extensive breeding places were not widespread (50,6%), low altitude regions (63%), low number of entrants (50,6%), and medium population density (48,1%). The environmental factors associated with API in Banyumas were the extensive breeding places, the number of entrants, and population density. The environmental factors that are not associated to the API were the rainfall and altitude regions. Maintain sanitation of enviroment, especially in potential location for mosquitos breeding places, increased screening system to immigrants who enter in Banyumas district, and reduced the density population, were some efforts that should be made to control malaria cases. | |
| 7166 | 8251 | C1B009095 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT LIKUIDITAS BANK UMUM GO PUBLIC YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat likuiditas bank yang diukur menggunakan Loan to Deposit Ratio. Variabel yang dapat mempengaruhi adalah Capital Adequacy Ratio, Non Performing Loan, Net Interest Margin, Return On Assets, Return On Equity, dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional. Sampel yang digunakan adalah 16 bank umum go public yang terdaftar di bursa efek indonesia tahun 2008-2012, yang telah diseleksi menggunakan teknik purposive sampling. Untuk membuktikan hipotesis, penelitian ini menggunakan Multiple Linier Regression Model dan memilih fixed effect model. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Return On Assets, Return On Equity, dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Loan to Deposit Ratio, sedangkan Capital Adequacy Ratio, Non Performing Loan, dan Net Interest Margin tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Loan to Deposit Ratio. | The purpose of this research was to analyze the factors influencing banking liquidity that measured by Loan to Deposit Ratio. The factors were represented by some variables such as Capital Adequacy Ratio, Non Performing Loan, Net Interest Margin, Return On Assets, Return On Equity, and Operational Efficiency. The sample of this research were 16 Go Public Commercial Banks listed in Indonesian Stock Exchange during 2008 until 2012, they were selected using purposive sampling technique. To prove the hypothesis, this research was applied Multiple Linier Regression Model and used fixed effect model. The result showed that Return On Assets, Return On Equity, and Operational Efficiency had significant influence on Loan to Deposit Ratio, while Capital Adequacy Ratio, Non Performing Loan, and Net Interest Margin had no significant influence on Loan to Deposit Ratio. | |
| 7167 | 8252 | E1A010139 | Fungsi Sekretaris Perusahaan Dalam Menciptakan Tata Kelola Yang Baik Berdasarkan Pasal 29 Per- 01/MBU/2011 Pada PT. Pos Indonesia (Persero) Kantor Pusat Bandung | ABSTRAK Kebangkitan PT. Pos Indonesia (Persero) Kantor Pusat Bandung setelah hampir beberapa tahun mengalami kerugian perusahaan, tidak terlepas dari adanya penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance sehingga dapat menciptakan tata kelola yang baik di PT. Pos Indonesia (Persero) Kantor Pusat Bandung, terkait hal tersebut maka berdasarkan Pasal 29 Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor: Per-01/MBU/2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik, pada Badan Usaha Milik Negara menyebutkan bahwa direksi berkewajiban menyelenggarakan fungsi sekretaris perusahaan dalam rangka menjalankan tugas dalam penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance. Terkait hal tersebut, maka menimbulkan pertanyaan bagaimana fungsi sekretaris perusahaan yang diatur didalam Pasal 29 Peraturan Menteri BUMN Nomor: Per- 01/MBU/2011 dalam menciptakan tata kelola perusahaan yang baik di PT. Pos Indonesia (Persero) Kantor Pusat Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi sekretaris perusahaan berdasarkan pasal 29 Peraturan Menteri BUMN Nomor: Per- 01/MBU/2011 dalam menciptakan tata kelola perusahaan yang baik di PT. Pos Indonesia (Persero) Kantor Pusat Bandung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan yuridis normatif yaitu pendekatan dari sudut pandang ketentuan hukum atau peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan menggunakan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan fungsi sekretaris perusahaan berdasarkan ketentuan pasal 29 peraturan menteri BUMN di PT. Pos Indonesia (Persero) Kantor Pusat Bandung, tercermin di dalam tugas pokok, tanggung jawab dan wewenang sekretaris perusahaan yang dimuat di dalam Keputusan Direksi PT. Pos Indonesia (Persero) Nomor: KD.01/DIRUT/0112 Lampiran: 1 (Satu) Berkas tentang Organisasi dan Tata Kerja PT. Pos Indonesia (Persero). Kata Kunci : Fungsi Sekretaris Perusahaan, Tata Kelola yang Baik, PT. Pos Indonesia (Persero) Kantor Pusat Bandung | Awakening of PT. Pos Indonesia (Persero) Bandung Office Center after several years of loss, can not be separated from the application of the principles of Good Corporate Governance so can create good governance in PT. Pos Indonesia (Persero) Bandung Office Center, related to the matter, based on Article 29 of BUMN Minister Regulation No: Per-01/MBU/2011 on Implementation of Good Corporate Governance, BUMN mention that directors obligated to organize the functions of the company secretary in order to apply the principles of Good Corporate Governance. Related to this, it raises the question of how the functions of company secretary which regulated in Article 29 of BUMNMinister Regulation No: Per-01/MBU/2011 in creating good corporate governance in PT. Pos Indonesia (Persero) Bandung Office Center. This research aims to determine the function of the company secretary based on Article 29 of BUMN Minister Regulation No: Per-01/MBU/2011 in creating good corporate governance in PT. Pos Indonesia (Persero) Bandung Office Center. This research was conducted using the normative juridical approach which is the approach from the standpoint of law provisions or the legislation that valid with the secondary data. The result of research showed that the implementation of the function of the company secretary based on Article 29 of BUMN Minister Regulation No: Per-01/MBU/2011 in PT. Pos Indonesia (Persero) Bandung Office Center, reflected in the principal duties, responsibilities and authority of the company secretary contained in the Director Decision of PT. Pos Indonesia (Persero) No: KD.01/DIRUT/0112 Appendix: 1 (One) Bundle about the Organization and Work Procedure PT. Pos Indonesia (Persero). Keywords: Function of Company Secretary, Good Corporate Governance, PT. Pos Indonesia (Persero) Office Center Bandung | |
| 7168 | 7754 | H1F009053 | Geologi dan Studi Geokimia Tanah untuk Identifikasi Mineralisasi di Daerah Suren Lor dan Sekitarnya, Kecamatan Tugu-Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur | SARI Penyelidikan yang dilakukan PSDG dan JICA (2004) menemukan bahwa tatanan geologi di daerah penelitian mengontrol mineralisasi Au. Struktur geologi di daerah penelitian adalah sesar geser berarah NE-SW terdiri dari sesar geser kiri dan sesar geser kanan. Dua sesar geser kanan mengontrol pembentukan urat. Sesar geser kiri dan sesar geser kanan dijumpai mengontrol sebaran anomali geokimia. Urat kuarsa dan batuan tersilisifikasi banyak ditemukan dibagian utara daerah penelitian. Urat kuarsa ini diperkirakan menerus hingga mencapai 1 Km. Penelitian ini di lakukan untuk mendeteksi perilaku geokimia unsur dan pola dispersinya di dalam tanah untuk menentukan daerah prospek serta kemungkinan jenis mineralisasi di daerah penelitian. Berdasarkan analisis data geokimia tanah di daerah penelitian didapatkan harga ambang Au 0,021 ppm; Cu 69,74 ppm; Pb 36,66 ppm; Zn 104,75 ppm; Mn 2340,15 ppm; Hg 0,076; As 0,228 ppm; dan Sb 2,87 ppm. Asosiasi unsur di daerah penelitian ditentukan berdasarkan metode persentil dan metode korelasi. Pada metode persentil Au berkorelasi dengan Ag, Sb, dan As. Sedangkan pada metode korelasi Au tidak menunjukan korelasi signifikan, sedangkan Cu berkorelasi dengan Pb, Zn, Mn, dan Hg. Sebagian anomali As, Hg, Sb, Cu, Zn, dan Pb menunjukan korelasi dengan Au. Sebaran anomali geokimia tanah menunjukan kecocokan dengan sebaran batuan tersilisifikasi dan pola urat yang ada di daerah penelitian. | Abstract Geology controlling the Au mineralization have found by PSDG and JICA (2004). The dextral strike slip faults seems to control the vein forming. Many quartz veins and silicified veins bearing with mineralization occur in the northern part of this district, and they all strike in the N-S to NNW-SSE direction, its probable continuity in 1 Km length. This research head for detecting soil geochemical’s behavior and dispersion then understanding its prospect and probable mineralization type in the research area. Based on geochemical data analysis that treshold for Au 0,021 ppm; Cu 69,74 ppm; Pb 36,66 ppm; Zn 104,75 ppm; Mn 2340,15 ppm; Hg 0,076; As 0,228 ppm; dan Sb 2,87 ppm. The output show the characteristic of geochemical behavior is spotting or grouping forms borders area inside it and secondary dispersed is low in surficial environment. Based on percentil method that the element associations are Au, Ag, Sb, As, (Pb), and (Hg). Based on correlation analysis that Au does not show clear relations with other elements. The occurrence of these high values was confirmed by surface survey to generally coincide with the distribution of the outcrops of silicified rocks and quartz veins area. Based on element associations and cavity filling structure the research area has the type of mineralization is low-sulphidation epithermal. | |
| 7169 | 8253 | C1B010088 | Analisis Pengaruh Faktor Lingkungan Fisik, Dukungan Sosial, dan Stres Kerja terhadap Kinerja Pekerja Outsourcing di Departemen Bag Plant PT.Holcim Indonesia Tbk. Cilacap | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Lingkungan Fisik, Dukungan Sosial, dan Stres Kerja terhadap Kinerja Outsourcing di Departemen Bag Plant PT.Holcim Indonesia Tbk. Cilacap. Populasi dari penelitian ini sebanyak 73 responden. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi berganda dan uji asumsi klasik. Hipotesis diuji dengan uji t dengan tingkat kesalahan 5%. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa lingkungan fisik mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja, dukungan sosial berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja, dan stres kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja. | The aim of this study is to analyze the influence of Physical Environment, Social Support, and Job Stress toward performance of Outsourcing in Bag Plant Department PT.Holcim Indonesia Tbk. Cilacap. The population in this research were Outsourcing of Bag Plant Department. This research use sarurated sample choosen 73 respondents. The analysis technique used multiple regression analysis and classic test assumption. The hypothesis testing use t test statistic with a level of 5%. The result shows that physical environment has significant positive influence to performance, social support has positive influence to performance, and job stress has not influence to performance. | |
| 7170 | 8115 | H1A009059 | BIODEGRADASI DETERJEN BERBAHAN DASAR SURFAKTAN ETIL ESTER SULFONAT (EES) DARI MINYAK BIJI KETAPANG (Terminalia catappa L) | Surfaktan dalam deterjen diperoleh dari bahan baku minyak bumi yang tidak dapat diperbaharui dan sulit terbiodegradasi. Oleh sebab itu, diperlukan surfaktan dari bahan baku yang dapat diperbaharui dan dapat terbiodegradasi. Deterjen berbahan aktif surfaktan EES dari minyak biji ketapang telah berhasil diformulasi akan tetapi, belum diuji biodegradasi. Oleh karena itu, dilakukan penelitian biodegradasi terhadap deterjen hasil formulasi menggunakan bakteri P. fluorescence FNCC0070 dan bakteri P. putida FNCC0071. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas bakteri dalam mendegradasi deterjen dan mengetahui waktu yang tepat untuk mendegradasi deterjen. Bakteri P. fluorescence FNCC0070 memiliki aktivitas terbaik dalam mendegradasi deterjen dengan penambahan enzim papain pada konsenterasi 30 ppm dengan penurunan kadar surfaktan EES sebesar 90,48%, serta bakteri P. putida FNCC0071 memiliki aktivitas dalam mendegradasi deterjen tanpa penambahan enzim papain pada konsentrasi 30 ppm dengan penurunan kadar surfaktan EES sebesar 39,36%. Bakteri P. fluorescence FNCC0070 memiliki waktu yang tepat dalam mendegradasi deterjen berbahan dasar surfaktan EES dari hari ke-0 hingga hari ke-3. Bakteri P. putida FNCC0071 memiliki waktu yang tepat dalam mendegradasi surfaktan dalam deterjen dengan penambahan enzim papain dari hari ke-0 hingga hari ke-6 sedangkan untuk surfaktan dalam deterjen tanpa penambahan enzim papain memiliki waktu yang tepat dari hari ke-0 hingga hari ke-3. | Surfactant in detergent is allowed from petroleum material which is unrenewable resource and it is difficult to be biodegradation. Therefore, surfactant is needed from renewable resource material and be able to be biodegradation. Detergent with an active substance of surfactant EES made of catappa seeds oil has been successfully formulated but it has not been tested the degradation ability yet. Therefore, biodegradation research was conducted on detergent resulted formulation using P. fluorescence FNCC0070 bacteria and P. putida FNCC0071 bacteria. This purpose of this research are to obtain the information of the activity of bacteria in degrading detergent and to determine the right time in degrading detergent. P. flouresence FNCC0070 bacteria had the best activity in degrading with adding papain enzym in concentration of 30 ppm by persen of surfactant EES degradation is 90,48%, and also P. putida FNCC0071 bacteria had degradation activity on detergent without papain enzym in concentration of 30 ppm with degradation of surfactant EES is 39,36%. P. fluoresence FNCC0071 had the best observation time in detergent degradation with the based substance was surfactant EES was obtained on interval 0-3 days. P. putida FNCC0070 had the best observation time in detergent without adding papain enzym is obtained on interval 0-3 days, and 0-6 days for detergent with adding papain enzym. | |
| 7171 | 10267 | B1J010109 | POLEN MANGROVE HOLOSEN SEBAGAI INDIKATOR PERUBAHAN MUKA LAUT DI HULU SUNGAI BENGAWAN DAERAH ADIPALA CILACAP JAWA TENGAH | Polen merupakan gametofit jantan pada tumbuhan Gymnospermae dan Angiospermae, sedang spora dihasilkan dari tumbuhan non vaskular seperti alga, jamur, lumut serta tumbuhan vaskular tingkat rendah yaitu paku-pakuan. Keterdapatan dan distribusi butiran polen dan spora pada suatu sedimen dapat digunakan untuk merekonstruksi lingkungan darat dan transisi, hal ini tidak terlepas dari kondisi lingkungan yang mampu mengawetkan polen dan spora tersebut. Salah satu media pengawetannya adalah endapan yang terbentuk di daerah mangrove . Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui keanekaragaman tumbuhan kala holosen berdasarkan bukti palinologi di Hulu Sungai Bengawan Daerah Adipala dan Mengetahui dinamika perubahan muka laut kala holosen berdasarkan keanekaragaman tumbuhan pada masa tersebut di Hulu Sungai Bengawan Daerah Adipala. Analisis data menggunakan program PAST ver 0,99 dan Sigma plot. Hasil yang diperoleh sebanyak 43 taksa. 17 taksa yang teridentifikasi hingga tingkat spesies, 20taksa yang teridentifikasi hingga tingkat genus dan 6 taksa yang teridentifikasi hingga tingkat famili dengan indeks keanekaragaman simpson sebesar 0,77 yang berarti memiliki keanekaragaman yang tinggi serta tingkat kesamaan antar sampel 0,44 dimana nilai tersebut menunjukkan kesamaan yang rendah. Vegetasi di Hulu Sungai Bengawan Adipala Cilacap di dominasi oleh Arboreal pollen sebesar 59,69% dengan zona perubahan muka laut sebanyak 6 zona. | Pollen is the male gametophyte in gymnosperms and Angiosperms plants, spores were usually generated non vascular plants such as algae, fungi, mosses and vascular plants, namely low levels of ferns. Occurrences and distribution of pollen grains and spores in a sediment can be used to reconstruct the terrestrial environment and transition, it is not independent of environmental conditions capable of preserving the pollen and spores, One is the preservation media precipitate formed in the mangrove area. The aim of this reasearch is to determine the diversity of plants based on evidence Palynology Holocene epoch and determine the condition of vegetation due to changes in sea level when the Holocene based on the diversity of plants in the future in the Upper River Region Bengawan Adipala Cilacap Central Java. The analyze used paleontological statistics (PAST ver 0.99) and Sigma plot ver 11. Based on the palinomorf identification found 43 taxa. 17 taxa was spesies level. 20 taxa was genus level and 6 taxa family level with Simpson diversity index of 0.77 and 0.44 level of similarity between samples. Vegetation in the Upper Bengawan Adipala Cilacap dominated by Arboreal pollen by 59.69 % with the zone change sea level by 6 zones. | |
| 7172 | 10923 | F1D009015 | KONFLIK POLITIK: KONFLIK ANTARA PENGUSAHA DAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENAMBANGAN PASIR LIAR DI DESA KARANGTENGAH, KECAMATAN CILONGOK, KABUPATEN BANYUMAS | Tujuan penelitan adalah untuk mendeskripsikan dan memahami proses terjadiya konflik antara Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas dan pengusaha tambang terkait penambangan pasir di Karangtengah. Serta untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan konflik antara Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas dan Pengusaha tambang pasir di Desa Karangtengah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konflik yang terjadi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas dan pengusaha tambang bermula dari tidak adanya Izin Usaha Penambangan (IUP) resmi dari para pengusaha tambang dalam melakukan penggalian bahan galian C sehingga dinyatakan melanggar Peratura Daerah No. 11 Tahun 2012 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dan dinyatakan ilegal oleh Pemerintah. Pelanggaran itu kemudian ditertibkan oleh Pemerintah melalui Satpol PP namun mendapatkan perlawanan dari buruh tambang dan warga desa yang kemudian menimbulkan bentrokan fisik. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan konflik antara lain adalah sosialisasi dari Pemerintah yang kurang masif mengenai IUP. Kemudian penolakan pengusaha, penambang, dan warga desa terhadap penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP. Terakhir konflik kepentingan antar aktor yang terlibat dalam penambangan pasir di desa Karangtengah. | This research aims at describe the process of conflict among the Government of District Banyumas with the mines commerce linkage abaout sand mining in the Karangtengah village. Also to knows the factors which made the that conflict. The result of this research is showed that conflict are happened among Goverment of District of Banyumas and mines commerce sterned from the mines commerce who have not legal permitted knowns as Izin Usaha Penambangan (IUP) that meaning Mining License in Indonesia to mining the level C mines Materials therefore breaking the Peraturan Daerah No. 11 Tahun 2012 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (District Rules No. 11, 2012 about Mineral and coal mining) punished illegal by Government. That failure is ordered by Government drive by Satpol PP but againts by mine labours and the villagers who made chaos and phisical riots. This research also showed that the factors of that conflict are the government socialization of IUP is not massive, the denial from the mine comerces, mine labours, and villagers for the order by Satpol PP, and the onflict of interest of the actors that conflict include. | |
| 7173 | 11562 | H1K010044 | PRODUKSI ENERGI TOTAL DAN DERIVATNYA DARI BEBERAPA JENIS MARINE PHYTOPLANKTON (Chlorella vulgaris, Nannochloropsis oculata, Spirulina platensis) | Sumber pangan dan mineral yang berasal dari bahan nabati saat ini sangat dibutuhkan oleh manusia, tetapi sumber energi nabati yang berasal dari marine phytoplankton belum banyak dimanfaatkan dan masih dalam taraf pengkajian. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Jenderal Soedirman. Bertujuan untuk mengetahui kandungan energi total dan derivat energi dari beberapa jenis marine phytoplankton yaitu Chlorella vulgaris, Nannochloropsis oculata dan Spirulina platensis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratoris dengan rancangan RAL Faktorial, menerapkan 3 perlakuan konsentrasi pupuk: (A) Urea:ZA:TSP dengan rasio 10:20:10 g; (B) Urea:ZA:TSP dengan rasio 20:20:10 g; (C) Urea:ZA:TSP dengan rasio 30:20:10 g; dan masing-masing 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan energi total tertinggi yaitu pada jenis Spirulina platensis dengan perlakuan pupuk Urea(30g): ZA(20g): TSP(10g) (CF) (5912,45±1,72 cal/g) dan yang terendah pada jenis Nannochloropsis oculata dengan perlakuan pupuk Urea(10g): ZA(20g): TSP(10g) (AE) (876,54±1,29 cal/g). Derivat energi tertinggi terdapat pada protein kasar dari Spirulina platensis dengan perlakuan pupuk Urea(30g): ZA(20g): TSP(10g) (CF) yaitu sebesar 3705.92 cal/g. | Source of food and minerals derived from plant materials is urgently needed now by humans, but plant-based energy sources derived from marine phytoplankton has not been used widely and are still in the research. This research was conducted at the Laboratory Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Jenderal Soedirman University. The aims to determine the total energy content and energy derivatives some of marine phytoplankton that Chlorella vulgaris, Nannochloropsis oculata and Spirulina platensis.. This study was used experimental laboratory with 3 treatment RAL Factorial design. Namely the treatment concentration fertilizer (A) Urea: ZA: TSP with a ratio 10:20:10 g; (B) Urea: ZA: TSP with a 20:20:10 ratio g; (C) Urea: ZA: TSP with a ratio 30:20:10 g; and each of the three replications. The results showed that the highest total energy content on Spirulina platensis with treatment fertilizer Urea(30g): ZA(20g): TSP(10g) (CF) (5912,45±1,72 cal/g) and the lowest on the type Nannochloropsis oculata with treatment fertilizer urea (10g): ZA (20g): TSP (10g) (AE) (876.54 ± 1.29 cal / g). The highest energy derivatives contained in Spirulina platensis the crude protein with fertilizer treatment Urea(30g): ZA(20g): TSP(10g) (CF) that is equal to 3705.92 cal/g. | |
| 7174 | 11667 | F1A010080 | Hubungan antara Faktor Demografi Sosial dan Dukungan Keluarga dengan Pemanfaatan Kartu BPJS Kesehatan di Puskesmas Rowokele Kabupaten Kebumen | Kebutuhan akan kesehatan menjadi kebutuhan primer yang harus dipenuhi setiap orang, terutama golongan masyarakat kurang mampu. Dalam membantu memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat kurang mampu, pemerintah memberikan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Sejak Januari 2014, peserta jamkesmas otomatis menjadi Peserta PBI BPJS Kesehatan yang dana iurannya dibayarkan pemerintah. Meskipun telah diberikan fasilitas pelayanan kesehatan gratis bagi peserta PBI BPJS Kesehatan namun dalam pelaksanaannya masih menemui kendala dan kurang optimal. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan kartu BPJS Kesehatan dari faktor pendorong yaitu faktor demografi sosial yang meliputi jenis kelamin, umur, dan tingkat pendidikan. Maupun faktor pendukung yaitu dukungan dari keluarga seperti dukungan materi (pendapatan) dan dukungan non-materi (support). Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini ingin mengetahui hubungan antara faktor demografi sosial dan dukungan keluarga dengan pemanfaatan kartu BPJS Kesehatan di Puskesmas Rowokele Kebumen. Hasil penelitian mengenai pemanfaatan kartu BPJS Kesehatan di Puskesmas Rowokele menunjukkan 5 hal. Pertama adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan pemanfaatan kartu BPJS Kesehatan. Kedua adalah terdapat hubungan yang signifikan antara umur dengan pemanfaatan kartu BPJS Kesehatan. Ketiga adalah terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan pemanfaatan kartu BPJS Kesehatan. Keempat adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pendapatan dengan pemanfaatan kartu BPJS Kesehatan. Terakhir yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan non-materi keluarga dengan pemanfaatan kartu BPJS Kesehatan. | Health care needs will be the primary needs for everyone, no exception for low classes society. To help meet the health needs of the poor, the goverment provides health insurances (Jamkesmas) to get free fasilities. Participants Jamkesmas since January 2014 automatically become participants PBI BPJS which fund whose contributions are paid by goverment. Participants PBI can avail the facility of free health care to participants PBI BPJS, but the implementation is still encountering many obstacles and less than optimal. Factors that may affect the use BPJS card of predisposing factors that include sex, age annd education level. As well as enabling factors that support family which includes material support (income) and nonmaterial support. Accordingly, this study wanted to know the relationship between social demographic factors and family support with the use of BPJS card in the public health center Rowokele. Results of the research of the use of BPJS cards in the public health center Rowokele Kebumen show 5 results. Firstly: there is no significant relationship between sex with BPJS card utilization. The second: there is a significant relationship between age being with BPJS card utilization. The third: there is very low and significant relationship between education with BPJS card utilization. The fourth: there is a strong and significant relationship between income with BPJS card utilization. Finally there is a strong and significant relationship between non-mterial support for families with BPJS card utilization | |
| 7175 | 12291 | E1A010057 | PERAN PENYIDIK DALAM PELAKSANAAN DIVERSI TERHADAP ANAK DI WILAYAH HUKUM POLRES CIAMIS | Proses beracara dalam penyelesaian perkara anak secara umum berlaku ketentuan yang terdapat dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana dan secara khusus berlaku Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, yang didalamnya terdapat konsep keadilan restoratif dan diversi. Polisi sebagai aparat penegak hukum yang menjadi penyidik dalam perkara anak mempunyai peran yang sangat penting dalam proses pelaksanaan diversi terhadap anak yang berhadapan dengan hukum. Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana peran penyidik dalam pelaksanaan diversi terhadap anak di wilayah hukum Polres Ciamis dan apa saja yang menjadi hambatan bagi penyidik dalam pelaksanaan diversi terhadap anak di wilayah hukum Polres Ciamis. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, data bersumber dari data sekunder yang kemudian didukung dengan data primer yang diperoleh dengan melakukan wawancara dengan informan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Peran penyidik dalam pelaksanaan diversi terhadap anak yang berhadapan dengan hukum di wilayah hukum Polres Ciamis adalah sebagai fasilitator dan mediator dalam pelaksanaan diversi. Namun dalam pelaksanaan diversi di wilayah hukum Polres Ciamis ditemukan beberapa hambatan diantaranya dari faktor masyarakat yakni adanya pandangan dari masyarakat yang cenderung menganggap bahwa penyidik lebih berpihak pada pelaku dan susah untuk mengumpulkan pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan diversi. | Settlement of legal proceeding in the case of children generally applicable provision which is contained in the Statute Book of Criminal Procedure and specifically applicable in the Law Number 11 Year 2012 regarding Children Criminal Justice System, in which there are the concepts of restorative justice and diversion. Police as the law enforcement officer who becomes an investigator in the case of children has a very important role in the implementation process of diversion of children in conflict with the law. The problems in this research are how the investigator's role in the diversion implementation of children in Ciamis district police jurisdiction and what are the obstacles to the investigators in the diversion implementation of children in Ciamis district police jurisdiction. The method of this research is normative juridical, the data are derived from the secondary data which is supported by the primary data which is acquired by conducting the interview with the informant. The data acquired are analyzed descriptively qualitative. The investigator’s role in the diversion implementation of children in conflict with the law in Ciamis district police jurisdiction is as a facilitator and mediator in the diversion implementation. However, in the diversion implementation in Ciamis district police jurisdiction is found several obstacles such as society factor that views the society who thinks that the investigator tends to get more side the perpetrator and difficult to gather the parties which are involved in the diversion implementation. | |
| 7176 | 8257 | F1C010068 | Berita Tentang Bentrok Suporter Persis Solo Vs PSS Sleman (Studi Analisis Framing Model Robert Entmant di Surat Kabar Harian Solopos dan Kedaulatan Rakyat) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji perbedaan sudut pandang antara Surat Kabar Harian Solopos dan Kedaulatan Rakyat dalam menuliskan dan mengkonstruksi berita mengenai bentrok suporter Persis dan PSS dengan didasarkan pada model analisis framing Robert Entmant. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Korpus dalam penelitian ini adalah berita-berita mengenai bentrok antar suporter Persis Solo dan PSS Sleman pada surat kabar harian Solopos dan Kedaulatan Rakyat bulan April 2012, Juni 2013, dan September 2013. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan metode dokumenter resmi. Dan metode analisis yang digunakan yaitu metode analisis framing model Robert Entman. Validitas data dilakukan dengan triangulasi teori dengan menggunakan teori konstruksi sosial, teori pemikiran kelompok (groupthink theory), dan teori framing. Hasil dari penelitian ini adalah, terdapat kesamaan dan perbedaan sudut pandang antara Solopos dan Kedaulatan Rakyat dalam memberitakan bentrok antar suporter Persis Solo dan PSS Sleman berdasarkan aspek analisis framing model Robert Entman. Perbedaan tersebut terletak pada aspek pendefinisian masalah, perkiraan penyebab masalah, dan penilaian moral. Pada aspek pendefinisian masalah, Solopos lebih melihat peristiwa ini sebagai konflik, sedangkan Kedaulatam Rakyat lebih melihat peristiwa ini sebagai persaingan antar tim. Pada aspek penyebab masalah, Solopos lebih cenderung menyalahkan PSS, sedangkan Kedaulatan Rakyat cenderung menyalahkan Persis sebagai penyebab masalah. Pada aspek penilaian moral, Solopos memberikan dalih moral bahwa apa yang dilakukan Persis adalah hal yang wajar dilakukan, sedangkan Kedaulatan Rakyat lebih memfokuskan kesalahan terhadap Persis. Selanjutnya pada aspek pemberian saran penyelesaian, antara Solopos dan Kedaulatan Rakyat memiliki kesamaan, yakni sama-sama memberikan solusi perdamaian antar kedua tim. | The aim of this research are to examine the differences perspective between Solopos and Kedaulatan Rakyat in writing and constructing news about suppoerters clashes between Persis and PSS based on the Robert Entmant framing analysis. This study used qualitative research methods. Corpus in this study is the news clashes between supporters of Persis Solo and PSS Sleman on daily newspaper Solopos and Kedaulatan Rakyat April 2012, June 2013, and September 2013. The data collection is carried out by official documentary methods. And the method of analysis used framing analysis study of Robert Entmant’s. The data was validating with triangulasi theory, the theory which used in this research is social contruction, groupthink theory, and framing theory. The research’s result, there is a same and difference things in perspective between Solopos and Kedaulatan Rakyat when reporting clashes between PSS Sleman and Persis Solo suporters. The difference things located on three aspects of framing Robert Entman models, they are defining problem, diagnosing cause, and making moral judgement. The defining problem aspect, Solopos seen this incident as a conflict, on the other hand Kedaulatan Rakyat seen this incident as a competition among the teams. The diagnosing cause aspect, Solopos tend to blame the PSS, while Kedaulatan Rakyat tend to blame the Persis as a trouble maker. The making moral judgement aspect, Solopos gave the moral pretext that what is Persis doing is a reasonable things, while Kedaulatan Rakyat more focused on Persis’s mistake. Next on treatment recommendation, Solopos and Kedaulatan Rakyat have a same solution, that is providing solution for reconsiliation to both teams. | |
| 7177 | 8255 | D1E009137 | ANALISIS KINERJA EKONOMI PETERNAK SAPI JABRES PADA POLA PEMELIHARAAN YANG BERBEDA DI KABUPATEN BREBES | Penelitian bertujuan untuk menganalisis kinerja ekonomi dan membandingkan pendapatan dan efisiensi ekonomi usaha ternak sapi jabres berdasarkan pola pemeliharaan keremen dan umbaran di Kabupaten Brebes dan menganalisis pengaruh jumlah kepemilikan ternak, lama beternak, pendidikan, jumlah keluarga dan umur terhadap jumlah pendapatan dan efisiensi ekonomi yang diterima peternak sapi jabres di Kabupaten Brebes. Metode penelitian dengan melakukan survei dan wawancara kepada peternak. Penetapan wilayah menggunakan metode purposive sampling dan pengambilan sampel menggunakan metode stratified random sampling sebanyak 30 peternak pola keremen dan 30 peternak pola umbaran. Metode analisis Pendapatan menggunakan cash Flow, efisiensi ekonomi menggunakan R/C dan analisis regresi linier berganda. Pendapatan yang diperoleh peternak sapi jabres pola keremen sebesar Rp 2.882.289,31 per tahun dan peternak pola umbaran 4.680.626,43, efisiensinya peternak pola keremen yaitu 1,15 dan peternak pola umbaran 1,20. Hasil analisis menunjukan jumlah kepemilikan ternak dan pola pemeliharaan berpengaruh nyata terhadap pendapatan dan efisiensi ekonomi. | This research was aimed to analyze economy performance and to compare the income and economy efficiency of jabres cattle breeding based on “keremen” and “umbaran” breeding pattern in Brebes Regency and to analyze the effect of the cattle number, breeding duration, education, number of family members and age on the income and economy efficiency received by jabres cow breeder in Brebes Regency. The methods of this research were survey and interview to the breeders. Area sampling technique was carried out using purposive sampling and the breeders sampling technique employed stratified random sampling method; 30 breeders with “keremen” pattern and 30 breeders with “umbaran” pattern. The methods analysis income use cash flow, economy efficienty use R/R and regretion double linier. The income received by the breeders with “keremen” pattern at Rp 2.882.289,31 per year and that by the breeders with “umbaran” pattern at 4.680.626,43. The efficiency of the breeders with “keremen” pattern was 1,15 and that of with “umbaran” pattern was 1,20. The analysis result showed that the number of cattle and breeding pattern had significant effect on the income and economy efficiency. | |
| 7178 | 8256 | H1E010018 | KARAKTERISASI STRUKTUR DAN SIFAT MAGNETIK BARIUM HEKSAFERIT (BaO.6Fe2O3) SEBAGAI BAHAN MAGNET PERMANEN ISOTROPIK | Pengaruh variasi konsentrasi aditif BaCO3 terhadap kristalinasi dan suseptibilitas barium heksaferite menggunakan isotropik (solid state reaction), dikaji berdasarkan hasil karakterisasi X-Ray Diffraction (XRD), distribusi ukuran kristalit dan kurva histeresis magnetisasi dari Vibrating Sample Magnetometer (VSM). Pada penelitian ini bahan dasar ferit (Fe2O3) hasil ektraksi pasir besi dari Cilacap akan ditambahkan dengan bahan BaCO3 dengan variasi konsentrasi 15%, 30% dan 45%. Metoda pembuatan Barium heksaferitnya secara urut meliputi proses milling, kalsinasi, mixing, kompaksi tanpa induksi magnet dan sintering pada suhu 1100 C. Hasil analisis dan karakterisasi telah menunjukkan bahwa penambahan BaCO3 selain berpengaruh pada pembentukan multi fasa pada kristal Barium Ferit dan memperlebar distribusi ukuran kristalit, juga berpengaruh menurunkan magnetisasi remanensi dan saturasi bahan tersebut. Komposisi terbaik magnet Barium Ferit diperoleh untuk konsentrasi aditif 15%, dengan suseptibilitas massa tertinggi 2,4 × 10-6 M3/Kg. | The influence concentration variation and susceptibility BaCO3 to kristalinasi Barium hexsaferite with is isotropic methods or solid state reactions. will be assessed based on the characterization of X - Ray Diffraction ( XRD ) , crystallite size distribution and magnetization hysteresis curve of Vibrating Sample Magnetometer (VSM) . In this research, Fe2O3 of Cilacap iron sands are doped with BaCO3 with various concentration of 15%, 30% and 45% at 1100 C of sintering temperature. The results of the analysis and characterization has shown that the addition of BaCO3 addition to an effect on the formation of the multi-phase barium ferrite crystals and widen the crystallite size distribution, an effect also lowers the saturation magnetization and the material remanensi. Barium Ferrite magnets best composition obtained for 15% additive concentration, the highest mass susceptibility of 2.4 × 10-6 M3/Kg. | |
| 7179 | 11890 | H1A011015 | VALIDASI METODE PENENTUAN MIKONAZOL DALAM SAMPEL OBAT SECARA KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI | Mikonazol merupakan salah satu obat antijamur yang termasuk dalam turunan imidazole. Senyawa ini biasanya digunakan secara topical (seperti kulit) atau pada membran mukosa untuk mengobati infeksi yang disebabkan fungi. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan validasi metode kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) pada penentuan mikonazol dan menentukan kadar mikonazol dalam sampel obat (powder) secara KCKT. Sampel dilarutkan dengan metanol lalu dianalisis secara KCKT menggunakan kolom C8 ukuran 150 x 4,6 mm, fase gerak metanol:air 85:15, laju alir 0,8 mL/menit dan deteksi pada panjang gelombang 220 nm. Validasi metode dilakukan berdasarkan parameter presisi, akurasi, linearitas, batas deteksi, batas kuantifikasi dan selektivitas. Validasi metode KCKT menunjukkan hasil uji presisi dengan KV = 0,96%, nilai %recovery sebesar 101,28 %, linearitas diperoleh koefisien determinasi sebesar 0,9983, nilai batas deteksi sebesar 2,24 ppm, nilai batas kuantifikasi sebesar 7,47 ppm dan uji selektivitas sebesar 2,21. Kadar mikonazol dalam sampel bedak (powder) diperoleh sebesar 1,965%. | Miconazole is an imidazole antifungal agent. It is commonly used to the skin or to mucus to cure fungal infections. The purpose of the research is to determine validation of high performance liquid chromatography (HPLC) method and determine the concentration of miconazole in drug sample (powder) by HPLC. Sample was eluted with methanol and then analyzed by HPLC using C8 column (150 x 4.6 mm), mobile phase of methanol:water 85:15, flow rate of 0.8 mL/minute and wavelength of 220 nm. The following validation characteristics were addressed by precision, accuracy, linearity, limit of detection (LOD), limit of quantification (LOQ) and selectivity. The result of HPLC method validation showed precision (RSD = 0.96%), recovery of 101.28 %, linearity with R2 value was 0.9983, LOD was 2.24 ppm, LOQ was 7.47 ppm and selectivity was 2.21. Concentration of miconazole in drug sample (powder) showed 1.965%. | |
| 7180 | 11999 | F1B011011 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IMPLEMENTASI PAJAK RUMAH KOS DI KELURAHAN GRENDENG | Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 1 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah disebutkan bahwa pajak rumah kos merupakan salah satu komponen dari pajak hotel. Kelurahan Grendeng memiliki jumlah wajib pajak terbanyak dibanding kelurahan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi implementasi pajak rumah kos di Kelurahan Grendeng. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pemillihan informan purposive sampling.Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah wawancara mendalam, dokumentasi dan observasi. Metode analisis yang digunakan yaitu model analisis interaktif Milles dan Huberman dan keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa implementasi pajak rumah kos di Kelurahan Grendeng baru sampai pada tahap penerapan kebijakan tanpa sanksi, ada empat faktor yang mempengaruhi yaitu pertama faktor komunikasi yang belum optimal sehingga mempengaruhi tahap sosialisasi. Kedua sumber daya yang terbatas khususnya SDM DPPKAD sehingga mempengaruhi tahap penerapan kebijakan tanpa sanksi dan sumber daya finansial DPPKAD yang sudah mencukupi namun tidak berpengaruh terhadap sosialisasi. Ketiga disposisi yang masih lemah sehingga mempengaruhi tahap sosialisasi dan penerapan kebijakan dengan sanksi. Keempat struktur birokrasi yang kurang mendukung sehingga mempengaruhi tahap penerapan kebijakan tanpa sanksi kemudian petunjuk teknis pembayaran belum diketahui oleh pemilik rumah kos. | According to Banyumas Regional Regulation Number 1 of 2011 on Local Taxes mentioned that the boarding house tax is one of the hotel tax component. Grendeng is one of the villages that has the highest number of tax payers compared to other villages. The purpose of this research is to know what factors that influence the implementation of boarding house tax in Grendeng. This research used descriptive qualitative method with purposive sampling for choosing the informant. Data collection techniques used observation, documentation and depth interview. The analytical method used interactive model by Milles and Huberman and data validity tested with source triangulation. Based on this research known that the implementation of boarding house tax in Grendeng up to the stage of implementation of the policy without sanctions. There are four factors that influence, the first is communication not optimum so its influence socialization stage. The second, resources are limited, especially in human resources of DPPKAD that influence the stage of implementation of the policy without sanctions and financial resources of DPPKAD which enough but its not influence to socialization. The third, disposition is weak so its influence socialization and the stage of implementation of the policy without sanctions. The fourth, bureaucracy structure do not support the implementation so its influence the stage of implementation of the policy without sanctions besides the payment technical instructions is not known by the owner of the boarding house. |