Home
Login.
Artikelilmiahs
8115
Update
ELISA FATMASARI
NIM
Judul Artikel
BIODEGRADASI DETERJEN BERBAHAN DASAR SURFAKTAN ETIL ESTER SULFONAT (EES) DARI MINYAK BIJI KETAPANG (Terminalia catappa L)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Surfaktan dalam deterjen diperoleh dari bahan baku minyak bumi yang tidak dapat diperbaharui dan sulit terbiodegradasi. Oleh sebab itu, diperlukan surfaktan dari bahan baku yang dapat diperbaharui dan dapat terbiodegradasi. Deterjen berbahan aktif surfaktan EES dari minyak biji ketapang telah berhasil diformulasi akan tetapi, belum diuji biodegradasi. Oleh karena itu, dilakukan penelitian biodegradasi terhadap deterjen hasil formulasi menggunakan bakteri P. fluorescence FNCC0070 dan bakteri P. putida FNCC0071. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas bakteri dalam mendegradasi deterjen dan mengetahui waktu yang tepat untuk mendegradasi deterjen. Bakteri P. fluorescence FNCC0070 memiliki aktivitas terbaik dalam mendegradasi deterjen dengan penambahan enzim papain pada konsenterasi 30 ppm dengan penurunan kadar surfaktan EES sebesar 90,48%, serta bakteri P. putida FNCC0071 memiliki aktivitas dalam mendegradasi deterjen tanpa penambahan enzim papain pada konsentrasi 30 ppm dengan penurunan kadar surfaktan EES sebesar 39,36%. Bakteri P. fluorescence FNCC0070 memiliki waktu yang tepat dalam mendegradasi deterjen berbahan dasar surfaktan EES dari hari ke-0 hingga hari ke-3. Bakteri P. putida FNCC0071 memiliki waktu yang tepat dalam mendegradasi surfaktan dalam deterjen dengan penambahan enzim papain dari hari ke-0 hingga hari ke-6 sedangkan untuk surfaktan dalam deterjen tanpa penambahan enzim papain memiliki waktu yang tepat dari hari ke-0 hingga hari ke-3.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Surfactant in detergent is allowed from petroleum material which is unrenewable resource and it is difficult to be biodegradation. Therefore, surfactant is needed from renewable resource material and be able to be biodegradation. Detergent with an active substance of surfactant EES made of catappa seeds oil has been successfully formulated but it has not been tested the degradation ability yet. Therefore, biodegradation research was conducted on detergent resulted formulation using P. fluorescence FNCC0070 bacteria and P. putida FNCC0071 bacteria. This purpose of this research are to obtain the information of the activity of bacteria in degrading detergent and to determine the right time in degrading detergent. P. flouresence FNCC0070 bacteria had the best activity in degrading with adding papain enzym in concentration of 30 ppm by persen of surfactant EES degradation is 90,48%, and also P. putida FNCC0071 bacteria had degradation activity on detergent without papain enzym in concentration of 30 ppm with degradation of surfactant EES is 39,36%. P. fluoresence FNCC0071 had the best observation time in detergent degradation with the based substance was surfactant EES was obtained on interval 0-3 days. P. putida FNCC0070 had the best observation time in detergent without adding papain enzym is obtained on interval 0-3 days, and 0-6 days for detergent with adding papain enzym.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save