Artikelilmiahs
Menampilkan 7.221-7.240 dari 48.889 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 7221 | 10282 | P2PA10006 | KAJIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI SEKITAR USAHA PETERNAKAN AYAM PETELUR DESA TAMBAKSOGRA KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Usaha peternakan ayam petelur di Indonesia memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan pertanian, memiliki nilai strategis dalam upaya pemenuhan kebutuhan protein hewani, dan mempunyai peranan dalam memanfaatkan peluang kesempatan kerja. Selain berbagai keuntungan tersebut, usaha peternakan ayam petelur memiliki beberapa dampak negatif terhadap lingkungan seperti pencemaran yang disebabkan oleh limbah peternakan yang tidak dikelola dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas sumber air minum secara fisika, kimia dan biologi; persepsi masyarakat tentang peternakan ayam petelur; serta menganalisis hubungan antara kualitas sumber air minum dan persepsi masyarakat di sekitar kandang. Penelitian telah dilakukan pada bulan Februari-Maret 2014 dengan metode survai. Sasaran penelitian adalah masyarakat di sekitar peternakan ayam petelur dengan materi sumber air warga pada jarak 0-600 m dari kandang dengan jumlah sampel sebanyak 42 sampel. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air sumur pemukiman warga yang dekat dengan peternakan ayam petelur telah tercemar; persepsi masyarakat tentang keberadaan kandang peternakan ayam petelur yang dekat dengan pemukiman warga adalah negatif, meskipun sebagian warga menerima manfaat dari keberadaan peternakan ayam petelur tersebut. Secara umum, kualitas air sumur pemukiman warga yang dekat dengan peternakan ayam petelur telah tercemar dan masyarakatnya berpersepsi negatif. | The business of broiler chicken breeding in Indonesia mainly contributes to agricultural development, brings strategic value in the effort of animal protein demand, and provides its role to open for job vacancy. However, this business brings negative effect for environment as a result of poor managed poultry waste. The research is aimed at identifying the quality of drinking water physicaly, chemically, biologically; people’s perception on broiler chicken breeding, and analyzing the relation of the quality of drinking water and people’s perception nearby. The research has been conducted in February-March 2014 by applying survey method. The object of the researgh is people nearby broiler chicken breeding by taking water spring by radius of 600 m from the coop then selecting 42 samples. Purposive random sampling technique was applied to take the sample. The result show that the quality of drinking water consumed by people nearby the chicken breeding has been polluted; the people’s perception on broiler chicken breeding is negative eventhough they take some benefit from the chicken breeding. In general, the quality of drinking water in that area has been contaminated and the people have negative perception. | |
| 7222 | 10950 | F1B008092 | IMPLEMENTASI PROGRAM JAMINAN PERSALINAN DI KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk meneliti implementasi program Jaminan Persalinan di Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Sasaran penelitian adalah pengguna layanan Jampersal dan non Jampersal di wilayah Kalibagor yaitu ibu hamil, ibu bersalin, dan ibu nifas sesuai dengan sasaran program Jampersal serta bidan dan pegawai puskesmas Kalibagor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program jaminan persalinan di mulai pada birokrasi pada level bawah (idealized policy) yakni tentang bagaimana dinas kesehatan terkait terhadap adanya kebijakan program jampersal, dan melihat bagaimana kefektifan program jampersal dalam masyarakat bermanfaat bagi masyarakat miskin yang menjadi sasaran program. Kelompok sasaran dari program Jampersal yaitu membahas tentang bagaimana pemahaman masyarakat sasaran tentang program dan bagaimana bentuk kemanfaatan program terhadap masyarakat sasaran. Dengan 8 bidan dan 4 orang perawat yang melayani 12 desa di wilayah Kalibagor dapat di analisis dengan kemampuan manajerial organisasi pelaksana dalam kegiatan jampersal, dan dengan keterbatasan sumberdaya yang dimiliki proses pelaksanaan jampersal yang ditangani tenaga kesehatan lebih dari 70%. Keterbatasan sarana dan prasarana penunjang membuat pelaksanaannya kurang optimal. Keterbatasan ruang dan minimnya fasilitas penunjang membuat proses implementasi di Kalibagor belum maksimal. Masyarakat dengan kondisi ekonomi yang relatif tidak mampu memiliki antusiasme yang lebih tinggi terhadap program. Faktanya wilayah yang cukup luas dan dengan keterbatasan sarana dan fasilitas serta minimnya Sumber Daya Kesehatan menjadi faktor penting untuk mengukur tingkat keberhasilan program jampersal. Peran serta pemerintah desa dan masyarakat menjadi salah satu faktor pendukung untuk pelaksanaan Jampersal. | The purposes of this study was to describe and examine the implementation of the Jampersal program at Kalibagor, Banyumas. The method used in this research is descriptive qualitative method. Objectives of this research is the user jampersal and non jampersal in the of pregnant women, maternity, and the puerperium according to the program jampersal and midwives and employee health centers Kalibagor.. The results showed that the employment insurance program began in the bureaucracy at the lower level ideal policy which is about how health authorities related to their program policies Jampersal, and Jampersal see how the effectiveness of community programs for the poor who become targets of the program. The target group of the program Jampersal which discusses how the public's understanding of the purpose of the program and how the shape of the target communities benefit program. With 8 midwives and 4 nurses who serve 12 villages in the area can be analyzed Kalibagor with managerial capability in the organization Jampersal implement activities, and the limited resources available Jampersal implementation process of health workers who handle more than 70 %. Limited facilities and infrastructure that make less than optimal implementation. Limitations of space and lack of support facilities are made in the process of implementation of the maximum Kalibagor Keith. Communities with economic conditions are relatively well have high enthusiasm for the program. Even a large area and with limited facilities and amenities as well as the lack of the Health Resources is an important factor to measure the level of success of the program Jampersal. Village government and community participation to be one contributing factor to the implementation Jampersal | |
| 7223 | 10951 | G1D011052 | PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BIJI KURMA (Phoenix dactylifera L) TERHADAP INDEKS ATEROGENIK PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) MODEL DIIT TINGGI LEMAK | Latar Belakang : Aterosklerosis merupakan salah satu penyebab utama penyakit jantung koroner dan penyebab kematian nomer satu di dunia. Tingginya kadar lemak dalam darah menyebabkan penumpukan plak pada arteri jantung sehingga suplai darah menuju jantung menjadi terganggu. Indek Aterogenik merupakan ratio perbandingan TG dan HDL untuk mengetahui tingkat aterosklerosis. Biji kurma mengandung antioksidan yang mempunyai peranan dalam menurunkan Indeks Aterogenik. Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak biji kurma (Phoenix Dactylifera L) terhadap indeks aterogenik pada tikus putih (Rattus norvegicus) model diit tinggi lemak. Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan pendekatan pre and post with control group design. Total hewan coba yang digunakan yaitu 36 tikus putih galur wistar dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok A (kontrol negatif), Kelompok B (kontrol positif), kelompok C perlakuan ekstrak biji kurma dosis 250 mg/Kg/BB, kelompok D perlakuan ekstrak biji kurma dosis 500 mg/Kg/BB, kelompok E perlakuan ekstrak biji kurma dosis 1000 mg/Kg/BB dan kelompok F perlakuan simvastatin. Nilai indeks aterogenik diperiksa pada akhir induksi HFD dan akhir perlakuan. Hasil pemeriksaan dianalisis menggunakan uji ANOVA dengan Post Hoc LSD, dan Post Hoc Duncan. Hasil : Hasil rerata nilai Indeks Aterogenik pretest tertinggi terdapat pada kelompok D berbeda bermakna terhadap kelompok A (p<0.05), sedangkan hasil rerata nilai indeks aterogenik posttest tertinggi terdapat pada kelompok A berbeda bemakna terhadap kelompok B,C,D,E,F (p<0.05). Hasil rerata selisih pretest- posttest tertinggi terdapat pada kelompok D. Selisih nilai indeks aterogenik pretest- posttest kelompok C,D,E tidak ada beda terhadap kelompok F (p>0.05). Kesimpulan : Ekstrak biji kurma dapat mempengaruhi Indeks Aterogenik. | Background : Atherosclerosis is one of the main cause coronary heart disease and the leading cause of death in the world. High levels of fat in blood causes the build-up of plaque in heart arteries that supply blood to heart becomes disrupted. Atherogenic Index is the ratio of TG and HDL to determine the level of atherosclerosis. Date palm seeds contain antioxidants that have a role in lowering Atherogenic Index. Objective : The aim of this study was to indentify the effect of administering date palm seed extract on Atherogenic Index levels in HFD rats model. Methods : This is an experimental study approach pre and post with control group design. Total sample are 36 Wistar rats were divided into 6 groups. Group A (negative control), Group B (positive control), group C treatment date palm seed extract dose of 250 mg/kg/BW, group D treatment of palm seed extract dose of 500 mg/kg/BW, group E treatment of date palm seed extract dose of 1000 mg/Kg/BW and group F simvastatin treatment. Atherogenic Index value is checked at the end of induction HFD and the end of the treatment. Test results were analyzed using ANOVA, Post Hoc LSD, and Post Hoc Duncan. Results : The results mean pretest Atherogenic Index value is highest in the group D was significantly different to the group A (p <0.05), whereas the mean value of the results of the posttest Atherogenic Index is highest in group A significantly different to B,C,D,E,F group (p <0.05). The results of pretest posttest mean difference is highest in group D. The difference value Atherogenic Index group pretest-posttest C,D,E not difference to the group F (p> 0.05). Conclusion : Date palm seed extract can influence Atherogenic Index. | |
| 7224 | 11426 | A1L008191 | Keberadaan Predator Pada Beberapa Teknik Budidaya dan Varietas Tanaman Padi | Padi (Oryza sativa L) adalah salah satu jenis tanaman pangan yang paling banyak di budidayakan di Indonesia. Belum terpenuhinya kebutuhan beras dikarenakan produksinya masih rendah. Salah satu penyebabnya adalah serangan hama. Tujuan penelitian adalah (1) mengetahui jenis predator pada beberapa teknik budidaya dan varietas tanaman padi, dan (2) mengetahui populasi predator pada beberapa teknik budidaya dan varietas tanaman padi. Penelitian dilaksanakan di Desa Pasir Kidul Kecamatan Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas. Waktu pelaksanaan 6 bulan dari bulan Desember 2012 sampai Juni 2013. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Tersarang. Perlakuan yang dicoba terdiri dari 2 faktor. Faktor Pertama teknik budidaya (konvensional, organik, dan SRI) dan faktor kedua varietas padi (IR 64, situ bagendit, dan cilamaya muncul). Setiap perlakuan diulang 4 kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F, dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf ketelitian 95 %. Variabel yang diamati jenis dan populasi predator. Hasil penelitian dari penelitian ini adalah: (1) adanya kesamaan jenis predator yang ditemukan pada teknik budidaya dan varietas yang dicoba. (2) jenis predator yang ditemukan adalah Menochillus sexmacullatus, Ophionea nigrofasciata, Metioche vittaticollis, Conocephalus longipennis, Limnogonus fossarum, Polytoxus fuscovittatus, Agriocnemis pygmaea, Solenopsis geminata, Lycosa pseudoannulata, Phidippus sp, Atypena formosana, Argiope catenulata, Oxyopes javanus, dan Tetraghnatha maxillosa. (3) populasi predator laba-laba tertinggi terjadi pada varietas cilamaya dengan teknik budidaya organik. (4) populasi predator serangga tertinggi terjadi pada varietas cilamaya dengan teknik budidaya konvensional. | Rice (Oryza sativa L) is one of food crops types that are mostly cultivated in Indonesia. The needs of rice has not been fulfilled because the production of rice itself is still low. One of the causes is pest attacks. The purposes of this research are (1) to know the kind of predators in some cultivating techniques and the variety of rice plant, and (2) to know the population of predators in some cultivating techniques and the variety of rice plant. This research was held in Desa Pasir Kidul Kecamatan Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas. This research took 6 months period from December 2012 till June 2013. This research used Nested design. The treatments which has been used consist of 2 factors. The first factor was cultivating techniques (conventional, organic, and SRI) and the second factor was rice variety (IR 64, Situ Bagendit and Cilamaya muncul). Every treatments were repeated four times. The data result were analyzed by F test, continued by BNT test with 95 % thoroughness level. The variables observation were types and population of predators. The results of this research were: (1) there was a similarity of predator types which found in cultivating technique and the variety which have been tried. (2) the predator types which found in this research were Menochillus sexmacullatus, Ophionea nigrofasciata, Metioche vittaticollis, Conocephalus longipennis, Limnogonus fossarum, Polytoxus fuscovittatus, Agriocnemis pygmaea, Solenopsis geminata, Lycosa pseudoannulata, Phidippus sp, Atypena formosana, Argiope catenulata, Oxyopes javanus, and Tetraghnatha maxillosa. (3) the highest population of spiders predator happened in Cilamaya variety with organic cultivating technique. (4) the highest population of insects predator happened in Cilamaya variety with conventional cultivating technique. | |
| 7225 | 8278 | C1L010027 | FACTORS AFFECTING TAX COMPLIANCE ON MICRO, SMALL, AND MEDIUM ENTERPRISES TAXPAYER'S | Penelitian ini merupakan survey pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini terlaksana karena adanya peraturan baru yaitu PP No. 46 Tahun 2013 yang diatur pemerintah untuk memungut pajak dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Penelitian ini menggunakan Theory of Planned Behavior oleh Icek Ajzen untuk menjelaskan perilaku kepatuhan pajak. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari tahu pengaruh dari sikap, norma subjektif, kontrol perilaku yang dipresepsikan, kewajiban moral terhadap niat pada kepatuhan pajak. Survey menggunakan kuisioner. Populasi dalam penelitian ini adalah Wajib Pajak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Kabupaten Banyumas. Terdapat 62 Wajib Pajak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah sebagai respondent. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan judgmental sampling. Metode analisa data menggunakan SmartPLS. Hadil dari pengujian hipotesis disimpulan bahwa : 1) sikap berpengaruh signifikan terhadap niat wajib pajak untuk patuh, 2) norma subjektif tidak berpengaruh signifikan terhadap niat wajib pajak untuk patuh,3) kontrol perilaku yang dipresepsikan berpengaruh signifikan terhadap niat wajib pajak untuk patuh, 4) kewajiban moral tidak berpengaruh signifikan terhadap niat wajib pajak untuk patuh, 5) niat wajib pajak untuk patuh berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pajak. | This research is a survey research on Micro, Small, and Medium Enterprises who has Tax Registered Number in Banyumas regencies. This research conducted because there is new regulation which is PP No. 46 Tahun 2013 that set by government for collecting tax from Micro, Small, and Medium Enterprises. This research using Theory of Planned Behavior by Icek Ajzen to explained tax compliance behavior. The aims of this research is to find out effect of attitude, subjective norm, and perceived behavioral control, moral obligation on intention toward tax compliance. This survey using a questionnaire to obtained the result. Population in this research is Micro, Small, and Medium Enterprises Taxpayer’s at Banyumas region. There were 62 Micro, Small, and Medium Enterprises Taxpayer’s that chosen as respondents. This research used purposive sampling method with judgmental sampling. Data analysis method used SmartPLS. The result of hypothesis testing conclude that : 1) attitude has a significant effect toward intention of taxpayer to comply, 2) subjective norm has no a significant effect toward intention of taxpayer to comply, 3) perceived behavioral control has a significant effect toward intention of taxpayer to comply, 4) moral obligation has no a significant effect toward intention of taxpayer to comply, 5) intention of taxpayer to comply has a significant effect toward tax compliance. | |
| 7226 | 8279 | F1F009038 | SEMANTICS ANALYSIS OF SPECIAL WORDS AND PHRASES IN GAME CHAMPIONSHIP MANAGER 2008 | Penelitian yang berjudul “Semantics Analysis of Special Words & Phrases in Game Championship Manager 2008” ini menjelaskan tentang analisis semantikal pada kata – kata dan frasa – frasa khusus sekaligus terminologinya dalam game Championship Manager 2008. Dalam penelitian ini, teori tentang makna dari Geoffrey Leech digunakan untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan dan menemukan jawaban dari penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Ada empat langkah dalam menganalisis data dan sekaligus menjawab pertanyaan dalam penelitian ini. Langkah pertama adalah membuat pengelompokan data menjadi dua kelompok utama, yaitu kelompok words dan kelompok phrases. Langkah kedua adalah membuat sampel penelitian yang terdiri dari lima data dari masing – masing kelompok. Langkah ketiga yaitu menganalisis makna dari sampel yang telah dibuat menggunakan teori yang digunakan dalam penelitian dan langkah yang terakhir adalah membuat kesimpulan dari penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada beberapa perbedaan yang terjadi antara makna leksikal dan makna kontekstual pada penelitian ini. Alasanutamanya adalah data dalam penelitian ini dipengaruhi oleh satu konteks dan satusituasi, yakni aturan – aturan teknis dalam sepakbola. Beberapa kata dan frasa dalamgame ini memiliki arti tersendiri yang mungkin tidak akan dujumpai dalam subjekyang lain. Berdasarkan aturan – aturan teknis dalam sepakbola itulah yang membuat makna dari kata dan frasa tersebut memiliki keunikan tersendiri dalam hal makna. | The research is entitled “Semantics Analysis of Special Words & Phrases in Game Championship Manager 2008.” It explains about semantic analysis of the special words and phrases and their terminologies in game Championship Manager 2008. In this research, Geoffrey Leech’s theory about meaning is used to answer the research questions and to find out the result of this research. The research uses aqualitative method. There are four main steps to answer the research questions and to analyze the data of this research. Those steps are grouping the data into two main groups (wordsand phrases), making the research sample containing five data from each group (five from words group and five from phrases group), analyzing the meaning of the data based on the theory that is used in the research and drawing the conclusion of the research. The findings show that there are many meaning differences between the lexical and contextual meanings in this research. The main reason is the research data are influenced by only one context and situation, that is football technical terms. Some of words and phrases have their own meaning based on the football technical terms that may not be found in another subject. These terms make those words and phrases have“unique” meanings. | |
| 7227 | 8280 | C1J009007 | ANALYSIS OF INVESTMENT LOAN DEMANDS IN NATIONAL PRIVATE BANKS IN WEST JAVA | Penelitian ini berjudul “Analisis Permintaan Kredit Investasi pada Bank Swasta Nasional di Jawa Barat”, dalam penelitian ini menganalis bagaimana pengaruh variabel Suku Bunga Kredit Investasi (SBKI), Inflasi (INF), dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap permintaan Kredit Investasi (KI) baik secara bersama-sama maupun secara parsial pada bank swasta nasional di Jawa Barat periode 2003:I – 2011:IV. Begitu juga untuk mengetahui variabel bebas manakah yang paling berpengaruh terhadap permintaan kredit investasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis data sekunder dengan menggunakan studi kepustakaan yang didukung analisis kuantitatif regresi logaritma natural linear berganda. Hasil dari perhitungan menghasilkan persamaan sebagai berikut: lnKI = -20,858 - 0,587 lnSBKI - 0,006 lnINF + 3,441 lnPDRB; berdasarkan persamaan tersebut dapat diketahui variabel suku bunga kredit investasi, inflasi dan produk domestik regional bruto secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap permintaan kredit investasi pada bank swasta nasional di Jawa Barat. Secara parsial variabel suku bunga kredit investasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap permintaan kredit investasi, variabel inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan kredit investasi, dan variabel produk domestik regional bruto berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan kredit investasi. Variabel yang paling berpengaruh terhadap permintaan kredit investasi adalah variabel produk domestik regional bruto dengan melihat koefisien regresi yang paling besar karena menggunakan regresi logaritma natural linear berganda. | This study entitled “Analysis of Investment Loan Demand in National Private Banks in West Java”, and this study is analyzing on how the investment loan interest rates (SBKI) variable, inflation (INF) variable, and Gross Domestic Regional Product (PDRB) variable will give impacts towards the demand in credit investment (KI) of national private banks in West Java whether jointly or partially, from 2003:I – 2011:IV period. Later, this research also finds out the most influential independent variable towards investment loan demand. The method used in this research is the secondary data analysis method by using literature study which is supported by quantitative analysis of multiple linear regression. The further calculation results an equation as follows: lnKI = -20,858 - 0,587 lnSBKI - 0,006 lnINF + 3,441 lnPDRB; based on the equation beforehand, it shows that the variables of investment loan interest rate, inflation and gross domestic regional product of national private banks in West Java jointly give significant effect towards investment loan demand in national private banks in West Java. Partially, investment loan interest rate variable gives significant and negative effect, inflation variable doesn’t give any significant effect and regional gross domestic product variable gives positively significant effect towards the demand. The regional gross domestic product variable is the most influential variable which contributing in the increasing demand of credit investment in national private bank in West Java. This can be taken by seeing from the greatest number of regression coefficient, because the calculation uses multiple linear natural logarithm regression. | |
| 7228 | 8281 | F1G010004 | PEMBACAAN DAN PEMAHAMAN SOSOK PEREMPUAN TOKOH UTAMA NOVEL PENGAKUAN EKS PARASIT LAJANG KARYA AYU UTAMI | Penelitian ini berjudul “Membaca dan Memahami Sosok Tokoh Utama Perempuan dalam novel “Pengakuan Eks Parasit Lajang karya Ayu Utami”. Alasan yang mendasari pemilihan novel tersebut karena cerita yang diangkat dalam novel tersebut sangat menarik. Adanya aspek seksualitas yang diceritakan oleh pengarang melalui perilaku tokoh utama menjadi keunikan tersendiri dalam novel ini. Tokoh utama yang mengumbar liar seksualitasnya dalam novel ini sebagai wujud perlawanannya terhadap kaum laki-laki yang terkadang menjadikan perempuan sebagai objek seks semata dan mengubah pandangan masyarakat yang telah terpengaruh dengan adanya budaya patriarki. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pandangan-pandangan dari tokoh-tokoh lain terhadap tokoh utama, baik dari para tokoh laki-laki maupun para tokoh perempuan dalam novel Pengakuan Eks Parasit Lajang karya Ayu Utami. Adanya pandangan dari tokoh-tokoh laki-laki seperti: Mat, Nik, Dan, Susumu Saru, A laki-laki, Ayah A, Gus dan Rik memberikan pandangan yang kuat bahwa A adalah seorang tokoh feminis. Tokoh-tokoh perempuan yang memberikan pandagan dalam novel ini seperti: Ibu A, Bibi Kurus dan Bibi Gemuk juga memberikan gambaran jika A adalah seorang perempuan yang teguh pendirian. Teori kritik sastra feminis digunakan untuk memberikan pandangan dan gambaran terhadap tokoh utama dari tokoh-tokoh lain, dan adanya sikap penulis yang ingin membebaskan perempuan dari ketakutan-ketakutan akibat ketidakadilan yang disebabkan oleh kaum laki-laki melalui sudut pandangnya sebagai perempuan.Namun, adanya sikap penulis yang ingin memberikan sedikit ruang untuk berinteraksi dengan masyarakat merubah keadaan dalam kehidupan tokoh utama. Adanya pernikahan yang semula tidak pernah diinginkan dijadikan sebagai bentuk solidaritasnya terhadap komunitas agamanya. | This research is entitled Membaca dan Memahami Sosok Tokoh Utama Perempuan dalam Novel Pengakuan Parasit Lajang karya Ayu Utami. The reason why the novel is chosen is because the story in the novel is interesting. Sexual element told through the main character by the writer of the novel is the unique one. The main character in the novel let loose her sexuality as the way to fight for male domination that put women only as the sexual object and to change society’s point of view about patriarchy. This research has goal to describe point of views of other characters, both male and female, toward the main characters in the novel Pengakuan Parasit Lajang by Ayu Utami. Based on the discussion, it is known that A is the main character in the novel Pengakuan Parasit Lajang by Ayu Utami. Male characters in the novel such us Mat, Nik, Dan, Susumu Saru, Mas, A's father, Gus and Rik give strong opinion that A is a feminist. While, female characters, for exsample, A's mother, Thin Aunt, and Fat Aunt applied to figure out how the characters in the novel see the main characters and how the writer free woman from fear of injustice created by men using woman's point of view. however, the writer creates interaction between the main characters ang the society by changing the main characters the way of life. It is marriage as the way to eliminate the gap shown by the writer as her understanding on religions's instituition. | |
| 7229 | 8282 | C1A009120 | Analisis Faktor Sosial Ekonomi, Strategi Usaha dan Kontribusi Pedagang Sayur terhadap Pendapatan Rumah Tangga di Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon | Penelitian ini berjudul “Analisis Faktor Sosial dan Ekonomi, Strategi Usaha dan Kontribusi Pedagang Sayur Terhadap Pendapatan Rumah Tangga di Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan faktor sosial dan ekonomi seperti usia, pendidikan, pengalaman, jumlah tanggungan, jam kerja dan modal dengan pendapatan, kemudian untuk menganalisis strategi usaha pedagang sayur pasar dan non pasar dan kontribusi pendapatannya terhadap pendapatan rumah tangga serta untuk mengetahui apakah pendapatan yang diterima sudah bisa memenuhi kriteria Standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Kota Cirebon. Berdasarkan hasil penelitian pada pedagang sayur pasar faktor pendidikan, pengalaman dan usia tidak berpengaruh terhadap pendapatan. Faktor jam kerja, jumlah tanggungan dan modal memiliki hubungan positif terhadap pendapatan pedagang sayur pasar. Pada pedagang sayur non pasar faktor pendidikan, jam kerja dan usia tidak berpengaruh pada pendapatan sedangkan faktor jumlah tanggungan, pengalaman dan modal memiliki hubungan positif terhadap pendapatan. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa kondisi usaha pedagang sayur di kecamatan harjamukti berada pada kondisi tumbuh dan stabil. Kontribusi pendapatan pedagang sayur pasar dan non pasar cukup besar terhadap pendapatan rumah tangganya. Kehidupan keluarga pedagang sayur pasar termasuk sejahtera karena pendapatan perkapitanya berada diatas standar KHL Kota Cirebon. Sedangkan keluarga pedagang sayur non pasar termasuk belum sejahtera karena rata-rata pendapatannya masih dibawah standar KHL. | The study entitled “Analysis of the Social and Economic Factors, Business Strategy and the Contribution of Vegetable Traders against Income of households in the town of Cirebon district Harjamukti. The purpose of this research is to analyze the relationship of social and economic factors such as age, education, experience, number of dependents, working hours and capital income, and to analyze the strategies of vegetable businesses market and non market revenues and contribute to the household income as well as to find whether the income earned can already meet the Standard criteria of Decent Living Needs (DLN) of Cirebon. Based on the results of research on vegetable traders market factor of education, experience and age has no effect to income. Working hours factor, number of dependents and capital having a positive effect to vegetable traders market income. on a vegetable traders non market, education, working hours and the age no effeect to his income, while factor of dependent, experience ana capital has a positive relationship to income. SWOT analysis result showed the business condition is at growth and stability strategy. And the contribution income vegetable traders market and non market is big enough to his household. Family life vegetable traders market including prosperous life because per capita incme is above standar decent living needs Cirebon City. But famili life vegetable traders non market has not been a prosperous because percapital his income is below the DLN Standar Cirebon City. | |
| 7230 | 10283 | P2CD10037 | PERAN THEORY OF REASONED ACTION DAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP MINAT MENGGUNAKAN PRODUK BAGI HASIL BANK SYARIAH DENGAN VARIABEL MODERATING PREFERENSI RISIKO INDIVIDU | Penelitian ini berjudul “Peran Theory of Reasoned Action dan Pemahaman Masyarakat terhadap Minat Menggunakan Produk Bagi Hasil Bank Syariah dengan Variabel Moderating Preferensi Risiko Individu”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh sikap terhadap minat, pengaruh norma subyektif terhadap minat, dan pengaruh pemahaman masyarakat terhadap minat untuk menggunakan produk bagi hasil bank syariah, dan penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui pengaruh preferensi risiko individu dalam memperkuat hubungan sikap terhadap minat, norma subyektif terhadap minat, serta pemahaman masyarakat terhadap minat menggunakan produk bagi hasil bank syariah. Penelitian ini menggunakan data primer dengan membagikan 200 kuesioner kepada masyarakat kota Cirebon yang tersebar di lima kecamatan dengan menggunakan metode purposive sampling, yaitu sampel diambil berdasarkan luas wilayah. Metode analisis yang digunakan yaitu dengan menggunakan MRA (moderated regression analysis). Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa sikap tidak berpengaruh terhadap minat masyarakat untuk menggunakan produk bagi hasil bank syariah, norma subyektif dan pemahaman masyarakat berpengaruh terhadap minat masyarakat untuk menggunakan produk bagi hasil bank syariah. Juga terbukti bahwa preferensi risiko individu dapat memperkuat hubungan norma subjektif terhadap minat. Namun, tidak dapat memperkuat hubungan sikap terhadap minat, dan hubungan pemahaman terhadap minat masyarakat untuk menggunakan produk bagi hasil bank syariah. | This research is entitled “The Role of Theory of Reasoned Action and People Understanding on the Intention to Use Profit Sharing System Product of Syaria Bank by Employing Moderated Variable of Individual Risk Preference”. It is aimed to investigate and analyze the attitude, people’s subjective norm, and people’s understanding on the intention to use profit sharing system product of Syaria Bank. Moreover, it also aims to describe the influence of individual risk preference in strengthening the relation between attitude and intention, the influence of subjective norm to the intention, and of people’s understanding on the intention to use profit sharing system product of Syaria Bank. This research uses primary data taken from questionnaires distributed to two hundred people from five districts of Cirebon by using purposive sampling method, in which the sample is taken based on the size of the area. In addition, the method of analysis applies MRA (Moderated Regression Analysis). Based on the analysis, it can be concluded that attitude does not affect people’s intention to use profit sharing system product of Syaria bank, while subjective norm and people’s understanding influence the intention to use the product. Also, it is proven that individual risk preference is able to strengthen the relation between subjective norm and intention. However, it is unable to strengthen the relation between attitude and intention and the relation between people’s understanding and intentionto use profit sharing system product of Syaria bank. | |
| 7231 | 10284 | H1L009063 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI RAWAT INAP PUSKESMAS BINANGUN MENGGUNAKAN YII FRAMEWORK | ABSTRAK RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI RAWAT INAP PUSKESMAS BINANGUN MENGGUNAKAN YII FRAMEWORK Waskito Ma’ruf Paradigma Puskesmas Binangun merupakan layanan yang mempunyai sistem informasi untuk mengelola pelayanan rawat inap pasien yang ada di Puskesmas Binangun. Sistem Informasi rawat inap tersebut masih menggunakan manual atau selembaran kertas. Kelemahan proses secara manual tersebut disebabkan karena adanya faktor penumpukan data serta kesalahan manusia dalam penggunaan sistem. Penulis ingin merancang dan membangun sebuah aplikasi Rawat Inap Puskesmas Binangun Berbasis Web Menggunakan Yii Framework yang berfungsi untuk mempermudah proses pencarian data pasien, pendaftaran pasien, laporan data pasien, laporan pembayaran serta cetak rincian pembayaran. Pembuatan aplikasi tersebut menggunakan perancangan Object Oriented Programming (OOP) dan Unified Modeling Language (UML) yaitu Use case dan Sequence diagram dan menggunakan metode pengembangan sistem yaitu metode waterfall. Setelah melalui proses pengujian aplikasi, didapat hasil dimana aplikasi rawat inap puskesmas ini dapat digunakan oleh suatu instansi kesehatan sebagai alat pendataan pasien yang benar dan akurat. Kata kunci: Aplikasi Rawat Inap, Puskesmas, Yii Framework. | ABSTRACT INPATIENT INFORMATION SYSTEM DESIGN IN BINANGUN HEALTH CENTER USING YII FRAMEWORK Waskito Ma’ruf Paradigma Binangun health center is a service that has information system to manage inpatient service for patient in the health center.This inpatient information system still using the manual why or sheets of papers. The main disadvantage in doing it manually is because of the data accumulation that still use paper sheets and human error in its use. Therefore, writer wants to design and build a web-based inpatient application in Binangun health center using Yii Framework that has functions to make searching patient data process easier, patient registration, patient data report, payment report and payment detail printing. This application is designed by using Object Oriented Programming (OOP) and Unified Modeling Language (UML) such us, Use case and Sequence diagram and this application uses waterfall method to develop its system. After the testing process, there will be a result that this health center inpatient application can be used by health instance as an exact and correct patient data collecting device. Keyword : Inpatient application, health center, Yii Framework | |
| 7232 | 10286 | H1F010029 | Geologi, Alterasi dan Mineralisasi Daerah Cijulang dan Sekitarnya, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. | Pemetaan geologi dan alterasi dilakukan di daerah Cijulang dan sekitarnya, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat dengan luas daerah penelitian 5 km2. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tatanan geologi, alterasi dan mineralisasi hidrotermal. Daerah penelitian dibagi menjadi 2 satuan geomorfologi meliputi: (1) Satuan Perbukitan Aliran Lava Berlereng Agak Curam (V8), (2) Satuan Perbukitan Struktural Berlereng Curam (S3). Sedangkan satuan batuan di daerah penelitian dibagi menjadi 3 satuan dari yang tertua ke yang termuda meliputi: (1) Satuan Tuf Kristal, (2) Satuan Lava Andesit, (3) Satuan Intrusi Diorit. Struktur yang berkembang di daerah penelitian yaitu sesar mendatar. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, petrografi, XRD dan analisis terraspec, zonasi alterasi hidrotermal di daerah penelitian dikelompokkan menjadi 7 zonasi, yaitu (1) kuarsa±vuggy kuarsa (silisifikasi), (2) alunit-kuarsa (argilik lanjut), (3) alunit-dikit-pirofilit-kuarsa±kaolinit (argilik lanjut), (4) dikit-kuarsa (argilik lanjut), (5) kaolinit-dikit-kuarsa(argilik) , (6) kaolinit-illit-monmorilonit-kuarsa (argilik), (7) klorit-monmorilonit-ilit±karbonat (propilitik). Zonasi Kuarsa ± vuggy kuarsa (silisifikasi) dicirikan dengan kehadiran mineral kuarsa dengan tekstur batuan setempat terdapat vuggy kuarsa, terbentuk pada suhu 1000 C-3200 C pada pH ≤ 4. Zonasi alunit-kuarsa (argilik lanjut) dicirikan dengan kehadiran mineral alunit, terbentuk pada suhu >1000 C-3200 C pada pH 2-3. Zonasi alunit-dikit-pirofilit-kuarsa ± kaolinit (argilik lanjut) dicirikan dengan kehadiran mineral pirofilit, terbentuk pada suhu 2000 C-2800 C pada pH 2,5-4. Zonasi dikit-kuarsa (argilik lanjut) dicirikan dengan kehadiran mineral dikit, terbentuk pada suhu 1200 C-2400 C pada pH 2,5-4,5. Zonasi kaolinit-dikit-kuarsa (argilik) dicirikan dengan kehadiran mineral kaolinit, terbentuk pada suhu <500 C-2000 C pada pH 2,5-4,5. Zonasi kaolinit-illit-monmorilonit-kuarsa (argilik) dicirikan dengan kehadiran mineral monmorilonit, terbentuk pada suhu <500 C-2000 C pada pH 4-5. Zonasi klorit-monmorilonit-illit ± karbonat (propilitik) dicirikan dengan kehadiran mineral klorit dan monmorilonit, terbentuk pada suhu <500 C-2000 C pada pH 6-7. Mineralisasi yang terbentuk di daerah penelitian terdiri dari 3 jenis, pertama yaitu mineral sulfida terdiri dari pirit, kalkopirit, dan kovelit. Kedua yaitu mineral sulfosat terdiri dari enargit dan tennantit. Ketiga yaitu mineral oksida terdiri dari hematit, limonit, dan gotit. Berdasarkan karakteristik mineral ubahan yang bersifat asam dan terbentuk pada suhu yang relatif tinggi seperti alunit, pirofilit, dan dikit. Kemudian berdasarkan keterdapatan mineralisasi dari enargit dan tennatit yang juga terbentuk pada suhu yang relatif tinggi maka daerah penelitian termasuk kedalam sistem epitermal sulfidasi tinggi. Struktur utama yang mengontrol terbentuknya alterasi dan mineralisasi di daerah penelitian adalah sesar mendatar yaitu sesar mendatar cikahuripan. | Geological and alteration mapping carried out in the surrounding area of Cijulang, Talegong Subdistrict, Garut, West Java Province with an area of 5 km2 study area. This research aims to study the geological structure, hydrothermal alteration and mineralization. The study area was divided into two geomorphological units include: (1) Lava Flow hills rather steep slope Unit (V8), (2) Structural hills steep slope Unit (S3). While the rock units in the study area was divided into 3 units from oldest to youngest are: (1) Crystal Tuff Unit, (2) Andesite Lava Unit, (3) Diorite Intrusion Unit. Developing structure in the study area is strike-slpi fault. Based on field observations, petrographic, XRD and terraspec analysis, hydrothermal alteration zoning in the study area are grouped into seven zoning, namely (1) quartz ± vuggy quartz (silicification), (2) quartz-alunite (advanced argillic), (3) alunite -dickite-pyrophyllite-quartz ± kaolinite (advanced argillic), (4) dickite-quartz (advanced argillic), (5) kaolinite-dickite-quartz (argillic), (6) kaolinite-illite-montmorillonite-quartz (argillic), (7) montmorillonite-illite-chlorite ± carbonate (prophylitic). Zoning quartz ± vuggy quartz (silicification) is characterized by the presence of the quartz mineral with local rock textures are vuggy quartz, formed at a temperature of 1000 C-3200 C at pH ≤ 4. Zoning alunite-quartz (advanced argillic) is characterized by the presence of the alunite mineral, formed in temperatures > 1000 C-3200 C at pH 2-3. Zoning alunite-dickite- pyrophyllite-quartz ± kaolinite (advanced argillic) is characterized by the presence of the pyrophyllite mineral, formed at a temperature of 2000 C-2800 C at pH 2.5-4. Zoning dickite-quartz (advanced argillic) is characterized by the presence of a dickite mineral, formed at a temperature of 1200 C-2400 C at pH 2.5 to 4.5. Zoning kaolinite-dickite-quartz (argillic) is characterized by the presence of the kaolinite mineral, formed at temperatures <500 C-2000 C at pH 2.5 to 4.5. Zoning kaolinite-illite-montmorillonite-quartz (argillic) is characterized by the presence of montmorillonite minerals, formed at temperatures <500 C-2000 C at pH 4-5. Zoning montmorillonite-illite-chlorite ± carbonate (prophylitic) is characterized by the presence of chlorite and montmorillonite minerals, formed at a temperature of <500 C-2000 C at pH 6-7. Mineralization formed in the study area consists of three types, the first is sulphides minerals consist of pyrite, chalcopyrite, and covellite. The second is sulphosalts minerals consists of enargite and tennantite. The third is oxides mineral consists of hematite, limonite, and goethite. Based on the characteristics of acidic alteration minerals and formed at relatively high temperatures such as alunite, pyrophyllite, and dickite. Then based on the occurrences of enargite and tennatite mineralization were also formed at relatively high temperatures, the study area belongs to high sulphidation epithermal systems. The main structure that controls the formation of alteration and mineralization in the study area is strike-slip fault of Cikahuripan. | |
| 7233 | 8283 | C1C010042 | PENGARUH KARAKTERISTIK KEPEMILIKAN, CORPORATE GOVERNANCE DAN HUBUNGAN POLITIK TERHADAP TINDAKAN PAJAK AGRESIF | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik kepemilikan, corporate governance dan hubungan politik terhadap tindakan agresif. Hipotesis dalam penelitian ini adalah (1) karakteristik kepemilikan, corporate governance dan hubungan politik berpengaruh secara simultan terhadap tindakan pajak agresif, (2) karakteristik kepemilikan berpengaruh positif terhadap tindakan pajak agresif, (3) corporate governance berpengaruh negatif terhadap tindakan pajak agresif, (4) hubungan politik berpengaruh positif terhadap tindakan pajak agresif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di BEI tahun 2010 – 2012. Sampel penelitian ini adalah 42 perusahaan dengan total observasi 126 firm-years. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling. Metode analisis regresi data yang digunakan adalah metode analisis regresi data panel Fixed Effect. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik kepemilikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tindakan pajak agresif. Sedangkan corporate governance dan hubungan politik tidak terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap tindakan pajak agresif. Kata kunci : karakteristik kepemilikan, corporate governance, hubungan politik, tindakan pajak agresif. | This study analyzes the effect of ownership characteristics, corporate governance and political connection to tax aggressiveness. The hypotesis (1) ownership characteristics, corporate governance and political connection influence simultaneously to tax aggressiveness (2) ownership characteristics affects positively to tax aggressiveness (3) corporate governance affects negatively to tax aggressiveness (4) political connection affects positively to tax aggressiveness. The population of this study were companies that listed in the Indonesian Stock Exchange for the years 2010 – 2012. The final sample of this study were 126 companies for three years period of observation. Data were collected using purposive sampling method and analyzed using Fixed Effect regression method. The result show that there is possitive effect of ownership characteristics on tax aggressiveness. Corporate governance was not shown to affect tax aggressiveness, neither political connection. Political connection was not proven to affect the tax aggressiveness. Keywords : ownership characteristics, corporate governance, political connection, tax aggressiveness | |
| 7234 | 8284 | H1F009068 | GEOLOGI DAN STUDI POTENSI SUMBERDAYA CBM (COALBED METHANE) FORMASI WARUKIN PADA LAPANGAN GIA DAN SEKITARNYA KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN | Secara fisiografi, daerah telitian berada pada Cekungan Barito. Cekungan ini berisi beberapa formasi batuan. Salah satu satuan batuan formasi pembawa batubara adalah satuan batuan Formasi Warukin yang menjadi bahan penelitian untuk mengetahui potensi sumberdaya CBM di daerah tersebut. Lingkungan pengendapan daerah telitian berada pada di lingkungan Transitional Lower Delta Plain. Struktur geologi yang mempengaruhi daerah telitian berupa sesar dan lipatan berarah NE-SW akibat dari tektonik Meratus berarah NE-SW. Total sumberdaya CBM untuk asumsi luas area peta sweetspot dengan interval kedalaman 250-750 m sebesar 0,093 Tcf dan pada zona interval 750-1000 m menghasilkan 0,057 Tcf. Sementara total sumberdaya CBM untuk asumsi luas area dengan metode circular USGS dengan interval kedalaman 250-750 m sebesar 1,49108 x 10-7 Tcf dan pada zona interval 750-1000 m menghasilkan 1,49135 x 10-7 Tcf. | In physiographic, area of research is in the Barito Basin. This basin contains several rock formations. One of the coal carrier formation lithology unit is lithology unit of Warukin Formation are the subject of a study to determine the potential of CBM resources in the area. Depositional environment in the study area is located at Transitional Lower Delta Plain. Geological structures that affect research areas such as fault and trending folds NE-SW as a result of tectonic Meratus trending NE-SW. Resources total for CBM assumptions sweetspot area maps with the depth interval 250-750 m of 0,093 Tcf and the zone of 750-1000 m intervals produces 0,057 Tcf. While the total CBM resources to assuming a circular area with the USGS method with a depth interval 250-750 m of 1,49108 x 10-7 Tcf and at intervals of 750-1000 m zone produce 1,49135 x 10-7 Tcf. | |
| 7235 | 8285 | C1J010013 | INCOME AND MARKETING ANALYSIS OF WATERMELON FRUIT FARMING IN NGOMBOL SUBDISTRICT PURWOREJO REGENCY | Penelitian ini berjudul “Analisis Pendapatan dan Pemasaran Buah Semangka di Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pendapatan dan efisiensi usahatani semangka di daerah penelitian, (2) pola saluran pemasaran, (3) efisiensi operasional pola pemasaran semangka, (4) efisensi harga pola pemasaran buah semangka. Data yang di gunakan adalah data primer dengan responden berdasarkan jumlah populasi yang ada. Alat analisis data yang digunakan adalah analisis tabulasi, benefit cost ratio, marjin pemasaran, farmer’s share, dan regresi linear sederhana dalam bentuk logaritma untuk mengetahui korelasi harga dan elastisitas transmisi harga . Hasil dari penelitian ini adalah (1)Usahatani buah semangka di Kecamatan Ngombol telah menguntungkan dan efisien. (2)Terdapat empat pola saluran pemasaran buah semangka di kecamatan Ngombol kabupaten Purworejo, yaitu: Pola I (Petani → Penebas → Konsumen), Pola II (Petani → Penebas → Pengecer → Konsumen), Pola III (Petani → Penebas → Pengepul → Pengecer → Konsumen), dan Pola IV (Petani → Penebas → Pengepul → Pedagang Besar → Pengecer → Konsumen). (3) Pemasaran buah semangka di Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo belum efisien secara operasional, hal ini diketahui dengan indicator nilai marjin pemasaran lebih besar daripada nilai farmer’s share. (4) Pemasaran buah semangka di Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo telah mencapai efisiensi harga, hal ini di tunjukkan oleh nilai koefisien harga dan nilai elastisitas transmisi harga yang tinggi. Dari penelitian ini sebaiknya para petani lebih memilih pemasaran dengan pola pemasaran pertama, karena pada pola pertama nilai marjin pemasaran sama dengan nilai farmer’s share. Selain itu perlu adanya upaya lembaga pemasaran untuk menekan biaya pemasaran sehingga pada akhirnya meningkatkan efisiensi operasional. Petani juga sebaiknya membuat paguyuban atau kelompok petani semangka sehingga petani dapat bekerjasama dalam penentuan harga dan posisi penawaran harga di tingkat petani menjadi lebih kuat pada saat proses tawar-menawar dengan penebas sehingga keuntungan yang di dapat akan semakin besar. | This research title is "Income and Marketing Analysis of Watermelon Fruit Farming in Ngombol Subdistrict Purworejo Regency". The purpose of this research i.e (1) to find the income and the efficiency of watermelon farming in the area of study, (2) to find the patterns of marketing channels, (3) to find the operational efficiency marketing channel of watermelon, (4) to find the price efficiency of marketing channel of watermelon. The data in use is the primary data by the respondents based on the number of existing populations . Data analysis used is tabulation analysis, benefit cost ratio, marketing margin, farmer's share, and simple linear regression in logarithmic form to determine the correlation of price and price transmission elasticity. The results of this study shows that (1) watermelon farming in Ngombol Subdistrict been profitable and efficient business. (2) There are four marketing pattern in the Ngombol Subdistrict Purworejo Regency namely: Pattern I ( Farmer → middlemen→ Consumer ) , Pattern II ( Farmer → middlemen → Retailer → Consumer) , Pattern III ( Farmers Collectors → middlemen → Collectors→ Retailers → Consumer ) , and pattern IV (Farmer → Middlemen → Collectors → Wholesalers → Retailer → Consumer ). (3) Marketing watermelon in Ngombol Subdistrict has not reached the operational efficiency. (4) Watermelon marketing in Ngombol Subdistrict Purworejo Regency has reached the efficiency price. The marketing pattern of watermelon which close to efficient is the first marketing pattern. Thus, the farmers should prefer the first marketing pattern. It is necessary for the producers and marketing agencies to reduce the cost of marketing to achieve the operational efficiency. Farmers should make a watermelon farmer associations so farmers can cooperate on pricing and positioning offers farm gate price becomes stronger during the bargaining process with middlemen so that benefits can be even greater. | |
| 7236 | 8286 | G1A010035 | Hubungan Letak Lesi dengan Derajat Aktivitas Kehidupan Sehari-hari pada Pasien Stroke Non Hemoragik Pasca Rawat Inap di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto | Latar Belakang : Stroke dapat menyebabkan kecacatan dan ketergantungan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Stroke non hemoragik dapat menimbulkan gejala yang berbeda, tergantung pada letak lesi di otak (hemisfer kanan atau kiri) yang dapat mengganggu aktivitas kehidupan sehari-hari. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara letak lesi dengan derajat aktivitas kehidupan sehari-hari pada pasien stroke non hemoragik pasca rawat inap. Metode : Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek Penelitian berjumlah 35 responden. Data diambil dari rekam medis di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto serta hasil pengisian kuesioner Barthel Index. Analisis data menggunakan uji Chi Square (X2). Hasil : Hasil penelitian diperoleh nilai p = 0,816 (p >0,05). Kesimpulan : tidak terdapat hubungan antara letak lesi dengan derajat aktivitas kehidupan sehari-hari pada pasien stroke non hemoragik pasca rawat inap, tetapi pada penelitian ini ditemukan hubungan antara letak lesi dengan beberapa poin dalam penilaian kuesioner Barthel Index. | Background : Stroke can cause disability and dependence in activities of daily living. Non- hemorrhagic stroke can induce different symptoms, depend on the location of lesion in the brain ( right or left hemisphere ) that can disturb activities of daily living. Objective : To determine the relationship between the location of lesion with the degree of activity of daily living in patients with non-hemorrhagic stroke post-hospitalization. Methods : This study used observational analytic methods with cross-sectional approach. The study subjects totaling 35 respondents. The data retrieved from the medical records in RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto and the results of Barthel Index’s questionnaire. Data’s analysis used Chi Square ( X2 ). Results : The study’s result obtained p-value = 0.816 ( p > 0.05 ). Conclusion : There is no relationship between the location of lesion with the degree of activity of daily living in patients with non-hemorrhagic stroke post-hospitalization, but the study found relationship between the location of lesion with some points in the Barthel Index’s questionnaire. | |
| 7237 | 8287 | G1F010053 | FORMULASI GRANUL EFERVESEN EKSTRAK PURWOCENG DAN KECAMBAH KACANG HIJAU DENGAN VARIASI MANITOL DAN SUKROSA | Purwoceng (Pimpinella alpina) diketahui memiliki efek afrodisiak, dan kecambah kacang hijau (Vigna radiata) memiliki khasiat antisterilitas. Tujuan penelitan ini adalah untuk membuat granul efervesen dari ekstrak purwoceng dan kecambah kacang hijau serta untuk mengetahui pengaruh variasi pemanis manitol dan sukrosa terhadap sifat fisik sediaan. Ekstrak purwoceng dan kecambah kacang hijau diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 90%. Granul efervesen dibuat 4 formula dengan perbandingan pemanis manitol dan sukrosa (F1 23,5% : 1% , F2 22,5% : 2%, F3 21,5% : 3%, F4 20,5% : 4%). Pembuatan granul efervesen dilakukan dengan metode granulasi basah. Evaluasi terhadap granul efervesen meliputi uji sifat fisik (waktu alir, sudut diam, kandungan lembab, waktu larut, pH) dan uji tanggap rasa. Analisis data yang digunakan adalah ANOVA satu arah dan uji Kruskal-Wallis dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol purwoceng dan kecambah kacang hijau dapat diformulasikan menjadi sediaan granul efervesen. Semua formula memenuhi syarat uji sifat fisik sediaan, kecuali kandungan lembab. Variasi kadar manitol dan sukrosa berpengaruh terhadap waktu alir, sudut diam, dan kelembaban granul, namun tidak berpengaruh terhadap pH dan waktu larut. Berdasarkan hasil uji tanggap rasa, formula 3 merupakan formula yang paling disukai responden. | Purwoceng (Pimpinella alpina) commonly used as aphrodisiac and mung bean sprout (Vigna radiata) has been known increase fertility. The aimed of this research is to made granules effervesent from extract purwoceng and mung bean sprout as herbal medicine and to investigate the effect of variation levels manitol and sucrose as sweeteners on granule’s physical properties. Purwoceng and mung bean sprout were extracted with maseration method with etanol 90% as solvent. Effervescent granules made 4 formula with a ratio of mannitol and sucrose sweeteners (F1 23,5% : 1% , F2 22,5% : 2%, F3 21,5% : 3%, F4 20,5% : 4%). Effervescent granules prepare by wet granulation methods. The evaluation of the effervescent granule preparation includes physical properties test (angle of repose, flow rate, moisture content, dissolving time, pH) and preferences test. Data of analysis that used is ANOVA one way and Kruskal-Wallis test with significance level 95%. The results of study showed that the ethanol extract of purwoceng and mung bean sprout can be formulated into a granul effervescent that meets requirements of physical properties test preparation except in moisture content. Variation levels manitol and sucrose effect on angle of repose, flow rate, moisture content granule’s, except in pH and dissolving time. Formula 3 showed the most is accepted formula flavour test. | |
| 7238 | 10287 | P2PA12010 | KAJIAN LINGKUNGAN DALAM PENGELOLAAN SAMPAH PEMUKIMAN DENGAN KONSEP ZERO WASTE DI UPS BUMDES KABUPATEN CIREBON | Sampah pemukiman dihasilkan dari kegiatan manusia dan dipandang sebagai barang tidak berguna. Berdasarkan konsep zero waste, sampah pemukiman dirubah menjadi barang bermanfaat dan bernilai ekonomi di Unit Pengolahan Sampah Badan Usaha Milik Desa (UPS Bumdes) Kabupaten Cirebon. Tujuan Penelitian adalah untuk 1) mengetahui persepsi masyarakat dalam pengelolaan sampah, 2) mengetahui potensi nilai ekonomi sampah, 3) mengetahui kualitas produk olahan sampah, serta 4) menganalisis hubungan antara persepsi masyarakat, potensi nilai ekonomi, dan kualitas produk olahannya. Pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling di 10 titik. Metode analisis dilakukakn secara kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat dalam mengelola sampah terbaik di titik I (95,23%) dan diikuti sampai titik X (67,45%). Potensi ekonomi produk kompos (63,11%), Refuse Derived Fuel (26,78%), bahan recycling (6,73%) dan disposal (3,39%) adalah cukup prospektif di titik I (kompos=70,50%, RDF=21,50%, recycling=5,00%, dan disposal=3,00%) dan diikuti sampai titik X (kompos=67,00%, RDF=21,75%, recycling=7,00%, dan disposal=3,88%). Kualitas produk olahan sampah yang dihasilkan sesuai standar SNI dan RDF memiliki nilai kalor yang memenuhi standar bahan bakar alternatif industri di titik I (C=25,49% dan GHV=4.715 kkal/kg) dan diikuti sampai titik X (C=27,04% dan GHV=3.645 kkal/kg). Secara umum, pengelolaan sampah yang baik cenderung menghasilkan produk yang bermanfaat, potensi ekonomi berkembang, dan persepsi masyarakat semakin baik sebagaimana kecenderungan yang dimulai dari titik I. | Municipal solid waste generated from human activities and considered as a useless item. Based on the concept of zero waste, it is converted into useful and valuable economic items at Unit Pengolahan Sampah Badan Usaha Milik Desa (UPS Bumdes) Cirebon Regency. The purpose of research was to 1) determine public perception of waste management, 2) determine the potential of waste economic value, 3) determine the quality of the waste processed products, and 4) analyzing the relationship among public perception, the potential of waste economic value, and the quality of waste processed products. Sampling was used by purposive sampling method in 10 points. The analyzed method was done by quantitative and qualitative descriptive analysis. The results showed that the best public perception of waste management was at point I (95.23%) and followed up to point X (67.45%). The potential of waste economic value of compost products (63.11%), Refuse Derived Fuel (26.78%), recycling materials (6.73%) and disposal (3.39%) were prospective in point I (compost=70.50%, RDF=21.50%, recycling=5.00%, disposal=3.00%) and followed up to point X (compost=67.00%, RDF=21.75%, recycling=7.00%, disposal=3.88%). The quality of the waste processed products which produced based on the SNI standard and RDF has a caloric value of qualified alternative fuel industry at the point I (C=25.49%, GHV=4,715 kcal/kg) and followed up to point X (C=27.04%, GHV=3,645 kcal/kg). In general, the best waste management tends to produce useful products, the potential of developing economies, and the better public perception as a trend that started from the point I. | |
| 7239 | 10952 | C1K010061 | The Analysis of Bank Efficiency and Impact on Stock Return of Conventional Banks in Indonesia | Penelitian ini merupakan studi empiris pada Bank Konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian yang berjudul "Analisis Bank Efisiensi dan Dampak Pada Return Saham Bank Konvensional Di Indonesia". Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi bank konvensional dan bank dampaknya terhadap return saham selama periode 2012-2013. Data yang digunakan adalah data bank konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan menggunakan purposive sampling, 25 bank konvensional dipilih sebagai sampel. Ada dua metode yang digunakan dalam penelitian ini. Pertama, penelitian ini menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA) dengan pendekatan intermediasi untuk mengukur efisiensi masing-masing bank. Variabel input yang dipilih adalah deposit, asset, dan personnel expenses, sedangkan pinjaman dan pendapatan dipilih sebagai variabel output. Kedua, metode regresi berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh efisiensi perbankan terhadap return saham. Selain itu, penelitian ini menambahkan variabel independen (Firm Size dan CAR) sebagai variabel kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Tingkat efisiensi perusahaan perbankan konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tidak mencapai level efisiensi atau 93,56 persen. (2) Efisiensi Bank memiliki pengaruh signifikan terhadap return saham perusahaan perbankan konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. (3) Ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham perusahaan perbankan konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. (4) Rasio Kecukupan Modal memiliki pengaruh signifikan terhadap return saham perusahaan perbankan konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sebagai implikasi dari kesimpulan di atas, bank yang tidak efisien disarankan untuk meningkatkan tingkat efisiensi untuk bersaing dengan bank lain. Sebagai upaya untuk meningkatkan return saham terus menerus, manajemen perusahaan perbankan konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia perlu memperhatikan efisiensi perbankan dan rasio kecukupan modal. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan tingkat efisiensi operasional bank, investasi aset yang memiliki tingkat likuiditas tinggi dan memperhitungkan biaya hutang dan risiko, memberikan perhatian lebih pada pengelolaan modal yang bersumber dari dana pihak ketiga secara efisien dengan menggeser uang ke rekening bunga yang diperoleh ketika dana tidak diperlukan di tempat lain dan kemudian menempatkan mereka ke dalam account yang berbeda ketika perusahaan membutuhkan dana. | This research is an empirical study on Conventional Banks listed on Indonesia Stock Exchange. The research entitled “The Analysis of Bank Efficiency and Impact On Stock Return of Conventional Banks In Indonesia”. This study aims at analyzing the efficiency of conventional banks and its impact banks on stock return during the period 2012-2013. The data of population are conventional banks listed in Indonesian Stock Exchange (IDX). By using purposive sampling research, 25 conventional banks are chosen as sample. There are two methods used in this research. First, this study uses Data Envelopment Analysis (DEA) method with intermediation approach to measure the efficiency of each bank. Input variables chosen are deposit, asset, and personnel expenses, while loan and income are chosen as the output variables. Second, multiple regression method is used to determine the effect of bank efficiency on stock return. In addition, this study adds independent variable (firm size and CAR) as control variables. The result of this research indicates that: (1) Efficiency level of conventional banking companies listed on Indonesia Stock Exchange was not perfectly efficient or 93.56 percent. (2) Bank efficiency had significant effect on the stock return of conventional banking companies listed on Indonesia Stock Exchange. (3) Firm size did not have significant effect on stock return of conventional banking companies listed on Indonesia Stock Exchange. (4) Capital adequacy ratio had significant effect on stock return of conventional banking companies listed on Indonesia Stock Exchange. As implications of the conclusion above, the less efficient banks suggested to increase the level of efficiency to compete with other banks. As an effort to increase the stock return continuously, management of conventional banking companies listed on Indonesia Stock Exchange need to pay attention to the bank efficiency and capital adequacy ratio. It can be done by improving the efficient level of bank operations, investing the assets that have a high level of liquidity and taking into account the cost of debt and risk, giving more attention to capital management that source from third-party funds efficiently by shifting the money into an interest-accruing account when the funds are not necessary elsewhere and then put them into a different account when company needs the fund. | |
| 7240 | 7826 | B1J009160 | DAYA SERAP KARBON DIOKSIDAHUTAN RAKYAT SENGON (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen) PADA BEBERAPA STRATA UMUR YANG BERBEDA | Karbon dioksida dibutuhkan oleh tanaman pada proses fotosintesis. Besarnya serapan karbon dioksida tanaman berbeda-beda.Faktor yang mempengaruhi daya serap karbon tersebut salah satunya adalah umur tanaman.Tanaman yang digunakan dalam penelitian ini adalah sengon (Paraserianthes falcataria (L.)Nielsen) yang merupakan kelompok pohon cepat tumbuh.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur tegakan sengon dengan daya serap karbon dioksida dan untuk mengetahui umur tegakan sengon yang paling optimal dalam menyerap karbon diosida. Sampel daun diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Variabel bebas berupa umur tegakan sengon dan variabel tergantung berupa daya serap daun terhadap CO2.Parameter yang diamati terdiri dari jumlah daun per pohon, dan kandungan CO2pada daun.Data pengaruh umur terhadap daya serap CO2 tegakan sengon dianalisis menggunakan ANOVA kemudian dilakukan uji lanjut Duncan untuk mengetahui hubungan antara umur tegakan sengon dengan daya serap CO2. Hasil penelitian menunjukkan umur sengon yang paling optimal dalam menyerap CO2 per individu pohon yaitu pada umur > 4 – 5 tahun dengan daya serap CO2rata-rata sebesar690,63 g/pohon/jam sedangkan untuk daya serap CO2 per hektar lahan yaitu sebesar 3.240.096,576 g/Ha/jam.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara daya serap karbon dioksida dengan umur tanaman sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen), dan umur tanaman sengon paling optimal dalam menyerap karbon dioksida yaitu pada umur > 4 – 5 tahun. | Carbon dioxide is used by plants for photosynthesis process. The amount of carbon dioxide absorption has a different quantities for every each plants. The causes that can affect the absorption of carbon dioxide is an age. The plants was used in this research is sengon(Paraserianthesfalcataria(L.)Nielsen) which a fast growing plants. The aims of this research were to investigated the relationship between sengon age and the absorption of carbon dioxide and to know the best optimize age in absorption of carbon dioxide. The leafs were taken by using stratified random sampling. Variable were using by the absorption carbon dioxide by leaf and the age from sengon. Parameters was investigated by the amounts of leaf per tree and carbon dioxide. Data was analyzed using ANOVA and Duncan test to know the relationship between sengon age and carbon dioxide absorption. The results showed that the most optimize Sengon to absorb the carbon dioxide on range between > 4 – 5 years with the absorption of CO2 by an average is 690,63 g/tree/ hour, while for absorption per hectare was 3.240.096,576 g/Ha/hour. |