Artikel Ilmiah : G1B010019 a.n. RUTHI ARMITA SARI

Kembali Update Delete

NIMG1B010019
NamamhsRUTHI ARMITA SARI
Judul ArtikelFAKTOR LINGKUNGAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANNUAL
PARASITE INCIDENCE (API) MALARIA DI KABUPATEN BANYUMAS
(Analisis Data Sekunder Tahun 2011-2013)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kabupaten Banyumas merupakan kabupaten yang selalu memiliki kasus malaria setiap tahunnya. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas tahun 2008-2013 menunjukkan angka Annual paracite incidence (API) yang selalu mengalami fluktuasi. Dari 27 kecamatan di Kabupaten Banyumas, 22 di antaranya memiliki kasus malaria yang masuk dalam kategori Middle case incidence (MCI)-Low case incidence (LCI). Malaria merupakan penyakit yang sangat erat kaitannya dengan keadaan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor lingkungan yang berhubungan dengan API di Kabupaten Banyumas selama tahun 2011-2013. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan penelitian cross-sectional menggunakan data sekunder dari Dinas Kesehatan dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyumas. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kecamatan di Kabupaten Banyumas, dan sampel diambil menggunakan teknik total sampling yaitu sebanyak 27 kecamatan dengan pengamatan selama 3 tahun menjadi 81 sampel kecuali pada variabel ketinggian. Hasil penelitian menunjukkan selama 3 tahun curah hujan sedang-sangat rendah (51,9%), luas tempat perindukan tidak luas (50,6%), ketinggian rendah (63%), jumlah pendatang rendah (50,6%), dan kepadatan penduduk sedang (48,1%). Faktor lingkungan yang berhubungan dengan API di Kabupaten Banyumas adalah luas tempat perindukan, jumlah pendatang, dan kepadatan penduduk. Faktor lingkungan yang tidak berhubungan dengan API adalah curah hujan dan ketinggian. Menjaga kebersihan lingkungan terutama yang berpotensi sebagai tempat perindukan vektor malaria, peningkatan sistem skrining kepada setiap pendatang yang masuk ke wilayah Kabupaten Banyumas, dan mengurangi kepadatan penduduk adalah berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi dan mengendalikan malaria.
Abtrak (Bhs. Inggris)Banyumas is a district that always has cases of malaria every year. Banyumas Health office data of 2008-2013 showed that, the Annual parasite incidence (API) always fluctuated. From 27 subdistricts in Banyumas, there are 22 subdistricts which fall into the category of Middle case incidence (MCI) and Low case incidence (LCI). Malaria is a disease that closely associated with the enviroment. The purpose of this study was to determine the environmental factors associated with API in Banyumas. This study was an analytic cross-sectional design using secondary data from Banyumas Health Office and Banyumas Statistic Center. The population in this study were all subdistricts in Banyumas, and samples were taken using total sampling technique. The sample of this study was 27 districts in Banyumas and observed for 3 years except the altitude regions factor. The results showed that the rainfall was medium-very low (51,9%), the extensive breeding places were not widespread (50,6%), low altitude regions (63%), low number of entrants (50,6%), and medium population density (48,1%). The environmental factors associated with API in Banyumas were the extensive breeding places, the number of entrants, and population density. The environmental factors that are not associated to the API were the rainfall and altitude regions. Maintain sanitation of enviroment, especially in potential location for mosquitos breeding places, increased screening system to immigrants who enter in Banyumas district, and reduced the density population, were some efforts that should be made to control malaria cases.
Kata kunciAPI, Faktor lingkungan
Pembimbing 1Dwi Sarwani Sri Rejeki SKM, M.Kes (Epid)
Pembimbing 2Dr. Nunung Nurhayati, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2014
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2014-11-26 20:10:45.045098
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.