Artikelilmiahs

Menampilkan 7.241-7.260 dari 48.889 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
724111241D1E010011EVALUASI PENGGUNAAN LEVEL PERASAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) TERHADAP pH, BAU, DAN RASA KARKAS BAGIAN DADA AYAM PETELUR AFKIRPenelitan bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan level perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap pH, bau, dan rasa karkas bagian dada ayam petelur afkir. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk pH dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk bau dan rasa. Perlakuan yang diberikan yaitu K0 = karkas bagian dada tanpa perendaman, K1 = karkas bagian dada direndam dalam perasan jeruk nipis 5% selama 30 menit, K2 = karkas bagian dada direndam dalam perasan jeruk nipis 10% selama 30 menit, dan K3 = karkas bagian dada direndam dalam perasan jeruk nipis 15% selama 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan level perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) sampai dengan 15% selama 30 menit memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap pH, bau, dan rasa karkas bagian dada ayam petelur afkir. Hasil uji lanjut orthogonal pholynomial menunjukkan terdapat hubungan pemberian level perasan jeruk nipis terhadap pH secara linier (r = 0,85), hubungan pemberian level perasan jeruk nipis terhadap bau dan rasa secara kuadratik ( r = 0,72 dan r = 0,82). Disimpulkan bahwa level pemberian perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) sampai dengan konsentrasi 15% selama 30 menit dapat menurunkan pH, mengubah intensitas bau dari amis menjadi agak amis, dan mengubah rasa dari hambar menjadi asam (seperti jeruk nipis) karkas bagian dada ayam petelur afkir.The purpose of research was to determine the influence of the use level of the juice of a lime (Citrus aurantifolia) to pH, smell, and taste of culled laying chicken carcass breast. Research done by experimental method using Completely Randomized Design (CRD) for pH and Randomized Block Design (RBD) to smell and taste. The treatment given that K0 = carcass chest without soaking, K1 = carcass chest marinated in lemon juice 5% for 30 minute, K2 = carcass chest marinated in lemon juice 10% for 30 minutes, and K3 = carcass chest marinated in lemon juice 15% for 30 minutes. The results showed the use of the level of the juice of a lime (Citrus aurantifolia) up to 15% for 30 minutes gives a significant influence (P<0,01) with respect pH, smell, and taste culled laying chicken breast carcass. Further test results demonstrated an association orthogonal pholynomial level administration lime juice to pH linearly (r = 0,8532), relationship level administration lime juice to the smell and taste are quadratic (r = 0,722 and r = 0,8236). The conclution of level of use of the juice of a lime (Citrus aurantifolia) during culled laying chicken section breast carcass to 15% for 30 minutes can lower pH, the fishy smell of change become a bit fishy, and change the favor of bland to be acidic (such as lime).
72428288G1A010076PERBEDAAN KUALITAS TIDUR PADA PASIEN ASMA TERKONTROL DENGAN TIDAK TERKONTROL DI RUMAH SAKIT MARGONO SOEKARJO PURWOKERTOLatar Belakang. Asma adalah kelainan pada saluran pernapasan yang bersifat kronis, ditandai dengan periode obstruksi aliran udara yang reversibel dan inflamasi saluran pernapasan. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat prevalensi asma terus meningkat secara signifikan selama 20 tahun terakhir ini. Lebih dari 70% kasus asma yang dilaporkan, didapatkan bahwa gejala nokturnal yang terjadi dapat mengganggu kualitas tidur. Gejala nokturnal biasanya terjadi pada penderita asma yang tidak terkontrol.
Tujuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kualitas tidur pada pasien asma terkontrol dengan tidak terkontrol di RS Margono Soekarjo Purwokerto.
Metode. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Peneliti mewancarai 47 pasien asma berumur 18-60 tahun yang memeriksakan diri di poliklinik paru RS Margono Soekarjo. Responden diambil menggunakan non probability sampling dengan metode consecutive sampling. Kualitas tidur diukur dengan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan tingkat kontrol asma diperoleh melalui pengisian kuesioner Asthma Control Test (ACT). Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi square (x2).
Hasil. Terdapat perbedaan yang signifikan kualitas tidur pada pasien asma terkontrol dengan tidak terkontrol di RS Margono Soekarjo (p<0,001). Hasil penelitian menunjukkan proporsi pasien asma yang memiliki kualitas tidur buruk adalah sebesar 63,8%. Mayoritas pasien asma yang tidak terkontrol memiliki kualitas tidur buruk 85,2%.
Kesimpulan. Terdapat perbedaan kualitas tidur pada pasien asma terkontrol dengan tidak terkontrol di RS Margono Soekarjo Purwokerto.
Background. Asthma is chronic disorder of the airway characterized by periods of reversible airflow obstruction and airway inflammation. Centers for Disease Control and Prevention reported that prevalence of asthma has been increasing significantly over the past 20 years. More than 70% of asthmatics report significant nocturnal symptomps that can impair sleep quality. Nocturnal symptoms are common in poorly controlled asthma.
Objective. The study aims to determine the difference of sleep quality between controlled and uncontrolled asthma patient in RS Margono Soekarjo.
Methods. This research was an analytic observational with cross-sectional approach. Researcher interviewed 47 patients with asthma between 18-60 years old who visited pulmonology clinic RS Margono Soekarjo. Respondents were taken by using a non-probability sampling with consecutive sampling method. Sleep Quality was measured with Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) and the level of asthma conrtol was measured by using Asthma Control Test (ACT). Bivariate analysis was used by chi square test.
Results. There was a significantly difference of sleep quality between controlled and uncontrolled asthma patient (p<0,001). In this study, the proportion of patients with asthma and poor sleep quality is 63,8%. The majority of patient with uncontrolled asthma having poor sleep quality 85,2%.
Conclusion. There was a difference of sleep quality between controlled and uncontrolled asthma patient in RS Margono Soekarjo.
72438295H1F009051GEOLOGI DAN SUMBERDAYA BATUBARA DAERAH BINUNGAN KECAMATAN SAMBALIUNG KABUPATEN BERAU
PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Lokasi penelitian berada di daerah Binungan kawasan PT. Berau Coal yang mencakup area ±32 km2, yang secara administratif termasuk dalam wilayah Desa Binungan, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Secara fisiografis daerah telitian termasuk dalam Sub-Cekungan Berau dari Cekungan Tarakan. Berdasarkan kenampakan dilapangan dan peta topografi, satuan geomorfologi pada derah penelitian terbagi menjadi dua, yaitu Satuan Perbukitan Homoklin Binungan dan Satuan Dataran Banjir Binungan. Stratigrafi daerah penelitian dari tua ke muda adalah Satuan Batupasir, Satuan Batupasir-Batulempung, Satuan Batupasir Konglomeratan yang berumur Miosen Tengah sampai Miosen Akhir dan Satuan Endapan Alluvial yang berumur Resen. Struktur geologi yang berkembang didaerah penelitan yaitu sesar turun dan sesar geser kiri yang diinterpretasikan dari korelasi bawah permukaan. Korelasi lapisan batubara didaerah penelitian bagian timur laut dan bagian barat daya yang dipisahkan oleh Sungai Kelay ialah menerus. Korelasi lapisan batubara dilakukan dari karakteristik fisik masing-masing lapisan batubara berdasarkan data e-log dengan menggunakan gamma ray, long density dan short density. Jumlah lapisan batubara yang berada di daerah Binungan ialah sebanyak 43 lapisan dengan 23 lapisan batubara yang menerus dan 20 lapisan batubara yang tidak menerus Dari hasil korelasi tersebut dapat dihitung sumberdaya batubara. Sumberdaya terukur batubara pada daerah penelitian yaitu sebesar 644,612,826.99 ton dan sumberdaya tertunjuk yaitu 1,592,733,025.26 ton, dengan persyaratan batas minimal ketebalan lapisan batubara yang dihitung menurut Standar Nasional Indonesia ialah 0.40 meter.The research area is located on PT. Berau Coal Binungan Area which has ± 32 km2. It is located in Binungan village, Sambaliung district, Berau regency, East Borneo. Physiography of research area is included of Berau Sub-Basin from Tarakan Basin. According to the geomorphology factual appearance and topographic map, geomorphology unit in research area is devided into two units, those are Binungan Homocline Hill Unit and Binungan Flood Plain Unit. Stratigraphy in research area from old to young are Sandstone-Mudstone unit, interbedded Sandstone-Mudstone Unit, Conglomeratic Sandstone Unit, these are Midle-Late Miocene and also Recent Alluvial Deposition Unit. Coal seams correlation in research area that located in north east and south west which separated by Kelay river is continous. Coal seam correlation is applied from physical characteristic of each coal seam according to e-log by using gamma ray, long density and short density. Total coal seam in Binungan area is 3 seams, which 23 continous seams and 20 discontinous seams. According to the data correlation we can calculate coal research. Measured coal in research area is 644,612,826.99 ton and indicated coal is is 1,592,733,025.26 ton with condition minimal limit of coal seam thickness that calculated according SNI is 0.40 m.
72448289F1C009003PENDIDIKAN LITERASI MEDIA (STUDI DESKRIPTIF STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN LITERASI MEDIA PADA LEMBAGA REMOTIVI DI JAKARTA)Kemampuan literasi media sangat dibutuhkan oleh masyarakat di tengah banyaknya persoalan yang terjadi pada media massa hari ini. Beragam upaya dilakukan oleh lembaga-lembaga masyarakat guna meningkatkan daya melek masyarakat terhadap media massa. Remotivi termasuk lembaga yang melakukan upaya pendidikan literasi media kepada masyarakat melalui basis pelatihan dan basis pemanfaatan new media. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui basis pelatihan dan pemanfaatan new media oleh Remotivi sebagai strategi dalam meningkatkan tingkat literasi media masyarakat.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori perencanaan Charles R. Berger yang asumsi dasarnya adalah bagaimana rencana dibuat dan dirumuskan. Teori perencanaan dalam bidang komunikasi menjelaskan tentang proses individu untuk melakukan perencanaan dalam proses komunikasi untuk mencapai tujuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Data penelitian diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dokumentasi. Model analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif yaitu dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data yang digunakan adalah teknik triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan literasi media dan pemanfaatan new media merupakan perencanaan yang telah dirumuskan oleh Remotivi sebagai strategi untuk mencapai tujuan yakni meningkatkan kemampuan literasi media masyarakat. Untuk basis pelatihan, perencanaan tersebut dirancang dengan melakukan optimalisasi sumber daya manusia dalam Remotivi, menghadirkan narasumber yang berkualitas, pembuatan konsep partisipatif dalam pelatihan, spesifikasi tema dan bahasan dalam pelatihan, dan pemanfaatan media-media instruksional dalam pelatihan. Sementara untuk basis pemanfaatan new media, perencanaan tersebut dirancang dengan melakukan optimalisasi sumber daya manusia yang dimiliki oleh Remotivi, pengkajian tema dalam rapat redaksi, membuka ruang partisipatif dalam rubrik-rubrik remotivi.or.id, dan optimalisasi media-media penyebaran konten remotivi.or.id.
Media literacy skills are needed by society midst of many problems that occur in the media these days. Many efforts has undertaken by the Community agencies in enhancing society literacy power against mass media. Remotivi considered asinstitutions which tried to media literacy education to society throughtraining basis and new media utilization basis. The purpose of this research is to know the trainingbasis and new media utilization that did by Remotivi as a strategy to improve media literacy level in society.
Theory that used in this research is planning theory by Charles R. Berger which principally assumed how planning and formulating processed. In Communication field planning theory are used to explain the individual process in planning to gain its intention in communication process . Qualitative method are used in this research with descriptive study aproachment. Lab data are obtained from the interview, observation and documentation. Analysis model that used is analysis interactive model by using data reduction, data presentation, and deduction. Validity of data that used is source triangulation technique.
The results showed that media literacy training also new media utilization are planning which have been formulated by Remotivi as a strategy in achieving the objectives it is enhancing community media literacy capabilities. As training basis the planning have been designed to optimizing of Remotivi human resources, presenting a quality resources, making participatory training concept, specificating training themes and topics, and the utilizing instructional media in training. While for new media utilization basis, the planning have been designed to optimilizing human resources owned by The Remotivi, studying the theme in editorial meetings, giving participatory spaces in its rubrics in remotivi.or.id, and optimizing media in remotivi.or.id content distributions.
72458291C1B010122ANALISIS PENGARUH KREDIBILITAS MEREK, NILAI-NILAI KONSUMEN, DAN KEPRIBADIAN MEREK TERHADAP NIAT PEMBELIAN DENGAN CITRA MEREK SEBAGAI MODERASI KREDIBILITAS MEREK
(STUDI KASUS PADA PRODUK KAMERA DSLR CANON DI PURWOKERTO)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kredibilitas merek, nilai-nilai konsumen, dan kepribadian merek terhadap niat pembelian dengan citra merek sebagai variabel moderasi kredibilitas merek, secara spesifik berfokus pada kamera DSLR Canon. Penggunaan sampel dalam penelitian ini adalah 125 sampel dari masyarakat Purwokerto yang memiliki ketertarikan terhadap fotografi dan memiliki kamera digital. Data dianalisis dengan menggunakan Structural Equation Modelling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredibilitas merek dan nilai-nilai konsumen memiliki pengaruh positif terhadap niat pembelian. Citra merek diketahui memoderasi secara positif hubungan kredibilitas merek dan niat pembelian. Di sisi lain, kepribadian merek tidak berpengaruh terhadap niat pembelian. Implikasi terkait teoritis dan manajerial disarankan.The purpose of this study was to analyze the influence of brand credibility, consumer values, and brand personality toward purchase intention with brand image as moderating variable of brand credibility, specifically focused on DSLR camera of Canon. The samples of this study were 125 samples from society of Purwokerto who has interest in photography and has digital camera. The data was analyzed by using Structural Equation Modelling (SEM). The result of analysis revealed that brand credibility and consumer values had positive influence on purchase intention. Brand image is found to positively moderated the relationship between brand credibility and purchase intention. In the other hand, brand personality had no influence toward purchase intention. Implications concerning both theoretical and managerial practices are offered.
724610288P2FB12004PUBLIC GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN PENDIDIKAN BERKEADILAN STUDI KASUS DI SMA NEGERI 1 PURWOKERTO DAN SMA NEGERI 2 PURWOKERTO
Komite sekolah adalah salah satu pemangku kepentingan yang lahir dari manajemen berbasis sekolah dengan tujuan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan pendidikan. Namun, sayangnya Komite SMA Negeri 1 Purwokerto dan SMA Negeri 2 Purwokerto tidak aspiratif terhadap kebutuhan orang tua. Tujuan penelitian ini adalah menciptakan public governance dalam pengelolaan pendidikan berkeadilan melalui strategi co-production di SMA Negeri 1 Purwokerto dan SMA Negeri 2 Purwokerto. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Purwokerto dan SMA Negeri 2 Purwokerto dengan metode kualitatif deskriptif yang bersifat studi kasus instrumental. Informan diambil dengan cara teknik Purposive sampling. Sasaran penelitian adalah Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas, Pihak sekolah (Kepala, Guru dan pegawai TU SMA Negeri 1 Purwokerto dan SMA Negeri 2 Purwokerto), Komite SMA Negeri 1 Purwokerto dan SMA Negeri 2 Purwokerto, serta pihak masyarakat (orang tua/wali siswa SMA Negeri 1 Purwokerto dan SMA Negeri 2 Purwokerto). Analisis data yang digunakan adalah analisis data interaktif dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini adalah belum terwujud adanya pengkomisian bersama, sehingga penyusunan prioritas, rencana, dan anggaran masih didasarkan atas kebutuhan sekolah bukan kebutuhan orang tua siswa. Perancangan kebijakan bersama belum terwujud karena masih minimnya keterlibatan para stakeholder dalam perancangan sehingga kebijakan yang dirancang pun tidak inovatif dan kreatif. Penyampaian layanan bersama belum terwujud, akibatnya penyampaian layanan tidak memuaskan bagi orang tua siswa dan siswa. Pemantauan bersama belum terwujud, karena pihak yang terlibat dalam pemantauan hanya pihak sekolah, komite terlibat pemantauan jika program sekolah tersebut dibuat bersama-sama mereka. Oleh karena itu, perlu diciptakan public governance dalam pengelolaan pendidikan di SMA Negeri 1 Purwokerto dan SMA Negeri 2 Purwokerto.School committee is one of stakeholders that was born from school based management that aimed to increase the community's involvement on education process (management). Unfortunately the school committee in SMA Negeri 1 Purwokerto and SMA Negeri 2 Purwokerto do not aspire to the needs of parents. The purpose of this research is to create the public governance in education with justice through co-production strategy on SMA Negeri 1 Purwokerto and SMA Negeri 2 Purwokerto with qualitative descriptive method as instrumental case study. Informants are taken as purposive sampling technique. The objects of this research are Banyumas County Goverment and school's personnel (principals, teachers and administrative staffs of both SMA Negeri 1 Purwokerto and SMA Negeri 2 Purwokerto), school committee of SMA Negeri 1 Purwokerto dan SMA Negeri 2 Purwokerto, and society (SMA Negeri 1 Purwokerto dan SMA Negeri 2 Purwokerto student parent). Data analysis method used is an interactive data analysis with triangular sources. The results of this study are not yet realized any co-commissioning, so the prioritization, planning, and budget are still based on school needs not the parent needs. Co-design had not materialized because they still lack the involvement of stakeholders in the design so that the policy was not designed innovative and creative. Co-delivery had not materialized, the delivery of services is not satisfactory to the parents and students. Co-assessment had not materialized, because the monitoring just involved the school, the school committee was involved in monitoring if the program was made with them. Therefore, it is necessary to create public governance in the management of education at SMA N 1 Purwokerto and SMA N 2 Purwokerto.
72478292B1J010169KEMAMPUAN GLODOGAN (Polyalthya longifolia) SEBAGAI PENEDUH JALAN DALAM MENGAKUMULASI TIMBAL BERDASARKAN KADAR KLOROFIL DAN AKTIVITAS ENZIM SUPEROKSIDA DISMUTASEKepadatan lalu lintas di Purwokerto membuat pencemaran udara semakin meningkat. Salah satu zat pencemar tersebut ialah Timbal (Pb). Metode yang efektif untuk mereduksi kadar Pb di udara adalah fitoremediasi menggunakan tanaman. Glodogan (Polyalthya longifolia) merupakan salah satu tanaman yang banyak ditemukan sebagai peneduh jalan di Purwokerto. Tujuan penelitian adalah mengetahui kadar Pb daun P. longifolia di enam lokasi di Purwokerto, dan mengetahui hubungan kadar Pb daun terhadap kadar klorofil dan aktivitas enzim superoksida dismutase (SOD) daun P. longifolia. Metode penelitian adalah survei dengan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel daun dilakukan dengan enam kali ulangan. Variable bebas dalam penelitian adalah kadar Pb daun, variabel terikat adalah kadar klorofil dan aktivitas SOD. Hasil penelitian kadar Pb daun P. longifolia di enam lokasi di Purwokerto adalah 0.153 - 0,340 mg/L. Kadar Pb daun tertinggi terdapat di jalan H. R. Boenyamin dan terendah di jalan Dr. Soeparno namun masih berada pada nilai normal yaitu dibawah 10 mg/L. Hasil anova kadar Pb daun dengan kadar klorofil dan aktivitas SOD diperoleh hasil yang tidak signifikan, sehingga disimpulkan tidak ada hubungan antara kadar Pb daun dengan kadar klorofil dan aktivitas enzim SOD. Traffic density in Purwokerto make air pollution increased. One of the pollutants is Lead (Pb). Effective method to reduce Pb in the air is using phytoremediation. Glodogan (Polyalthya longifolia) is one of the plants which is most used as road shade tree in Purwokerto. The aim of this research is to know the content of Pb in P. longifolia leaves in six locations in Purwokerto, and to know the relation of leaves Pb content with chlorophyll content and superoxide dismutase (SOD) activity. Method of this research is survey with purposive sampling technique. Free variable in this research is leaves Pb content, bound variable is chlorophyll content and SOD activity. Result of P. longifolia leaves Pb content in six locations in Purwokerto in this research is 0.153 - 0,340 mg/L. The highest leaves Pb content in the H. R. Boenyamin road and the lowest leaves Pb content in the Dr. Soeparno road, but the leaves Pb content is still under normal limit that is 10 mg/L. The result of Anova of leaves Pb content with chlorophyll content and SOD activity is not significant, it can be concluded that there is no relation of leaves Pb content with chlorophyll content and SOD activity.
72488296F1A010040“Studi Deskripsi Tentang Mentoring Keislaman di Kampus FISIP
Universitas Jenderal Soedirman”

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan praktik mentoring keislaman di Kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman dan bagaimana mahasiswa yang mengikuti mentoring memahami dan menerapkan ilmu yang diberikan dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah analisis data interaktif. Hasil dari penelitian ini memberikan gambaran bahwa praktik mentoring keislaman di Kampus FISIP sudah cukup baik, hal ini dilihat dari peningkatan jumlah tentor mentoring dari tahun ke tahun dan adanya kerjasama yang baik dengan seluruh pihak pelaksana mentoring. Pelaksanaan mentoring keislaman di Kampus FISIP Unsoed masih menemui banyak kendala, Dari banyak kendala ada dua kendala utama antara lain waktu pelaksanaan yang bersamaan dengan agenda lain dan tentor yang kurang berkompeten. Pemahaman yang baik terhadap sistem mentoring merupakan solusi mengatasi berbagai kendala mentoring yang ada. Penerapan yang dilakukan oleh mahasiswa yang mengikuti mentoring sangat beragam, meliputi aspek ibadah vertikal dan horizontal. Mulai dari peningkatan kapasitas diri sebagai seorang muslim hingga hal-hal yang berhubungan dengan aktivitas sosial.

Kata kunci : Mentoring, Islam, Mahasiswa, Pendidikan, Tentor


This study aims to know the processes and practices of Islamic Mentoring in Faculty of Social and Political Science (FISIP) Campus, Jenderal Soedirman University and the students of mentoring understand and apply the knowledge given in daily life. The research method that used is a qualitative. The technique of determining the informants in this study using purposive sampling. An interactive data analysis methods were used. The results of this study illustrate that the Islamic practice of mentoring on campus FISIP is quite good , it is seen from the increase in the number of mentoring tutors from year to year and a good cooperation with all parties who held mentoring. Implementation of Islamic mentoring in Campus FISIP Unsoed still encountered many obstacles, from many constraints there are two main obstacles include the time coincide with other event and any little experiences tutors. A good understanding of the mentoring system is a solution to overcome the existing mentoring obstacles. Implementation those carried out by mentoring students is very diverse, covering vertical and horizontal aspects of worship. Ranging from capacity building yourself as a Moslem as well as matters related to social activity.

Keywords : Mentoring, Islam, Students, Education, Tutors

724910289G1A010020HUBUNGAN POLIMORFISME GEN ACTN3 DENGAN KEKUATAN OTOT PADA ATLET UNIT KEGIATAN MAHASISWA (UKM) SEPAK BOLA DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTOKekuatan otot merupakan salah satu aspek dasar komponen biomotorik yang berfungsi sebagai daya penggerak dari setiap aktivitas fisik, sehingga sangat diperlukan bagi tubuh seorang atlet. Faktor internal yang dapat mempengaruhi kekuatan otot salah satunya gen, yaitu gen ACTN3, suatu gen yang mengkode protein-α-aktinin 3 di serabut otot rangka tipe cepat. Gen ACTN3 mengalami variasi genetik dimana terjadi perubahan basa C menjadi T sehingga protein yang seharusnya arginin (R) tergantikan oleh stop codon (X) di asam amino yang menghasilkan tiga kombinasi alel R577X yaitu RR, RX, dan XX. Genotip RR mempresentasikan kekuatan dan daya otot, genotip RX mempresentasikan kekuatan dan ketahanan otot, sedangkan XX mempresentasikan ketahanan otot. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan polimorfisme gen ACTN3 dengan kekuatan otot pada atlet UKM sepak bola di Universitas Jenderal Sudirman Purwokerto. Penelitian ini menggunakan rancangan studi observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Metode pengumpulan subjek pada penelitian ini menggunakan non probability sampling jenis consecutive. Subjek pada penelitian ini adalah atlet yang mengikuti UKM sepak bola Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto yang berjumlah 47 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah leg strength test dengan menggunakan alat back-leg dynamometer untuk mengukur kekuatan otot dan PCR-RFLP. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat lalu analisis bivariat dengan uji ANOVA satu arah. Hasil yang diperoleh adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara polimorfisme gen ACTN3 dengan kekuatan otot (p = 0,321). Rerata kekuatan otot atlet UKM sepak bola di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto adalah 106,606 ± 22,55 kg. Kekuatan otot tertinggi dimiliki oleh kelompok genotip RR dengan rerata 113,962 ± 30,52 kg. Kesimpulannya adalah tidak terdapat hubungan antara polimorfisme gen ACTN3 dengan kekuatan otot pada atlet UKM sepak bola di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.Muscular strength is one of the basic aspect biomotoric components that serves as the driving force of any physical activity, so it is necessary for the body of an athletes. One of the influencing internal factors of strength is particularly ACTN3 gene, a gene encoding alpha-actinin-3 in fast-twitch skeletal muscle fibers. ACTN3 gene undergoes genetic variation where C base turns into T; consequently, protein that should be arginine (R) is replaced by stop codon (X) in amino acid, producing three R577X allele combinations namely RR, RX, and XX. RR genotype represents power and strength, RX genotype represents strength and endurance, while XX represents endurance. Objective is aim of this study was to know the association between of the ACTN3 gene polymorphism with strength in athletes of soccer Students Activity Unit (UKM) at Jenderal Soedirman University Purwokerto. The methods is used of analytical Observational Study with cross sectional approach. Subject collection in this study applied consecutive non-probability sampling. The subject in this study was 47 athletes of soccer Students Activity Unit (UKM) at Jenderal Soedirman University Purwokerto. The method used in this study was the leg strength test by using a back-leg dynamometer to measure strength. PCR-RFLP. Data were subject to univariate then bivariate with one way ANOVA. The results is there was no significant association between of ACTN3 gene polymorphism with strength (p= 0,321). The mean strength of soccer athlete of students activity unit, Jenderal Soedirman University was 106,606 ± 22,55 kg. The highest explosive power belonged to those of RR genotype group scoring 113,962 ± 30,52 kg on average. Conclusion is there no association between of ACTN3 polymorphism with strength in soccer athletes of students activity unit (UKM) at the Jenderal Soedirman University Purwokerto.
725010285H1F010062Geologi dan Karakteristik Geokimia Granit Daerah Rajik dan Sekitarnya Kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Rajik berada di Bangka Selatan yang masuk ke dalam provinsi Kepulauan Bangka Belitung terdiri dari Granit Klabat dan Metasedimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji geokimia granit di daerah Rajik yang selanjutnya akan digunakan untuk menentukan sumber magma dan kondisi tektoniknya. Metodologi yang digunakan yaitu pemetaan daerah penelitian, observasi petrografi (thin section), major elemen dan trace elemen (unsur jejak). Umur granitnya adalah Trias (John Cobbing (2000), dalam Barber (2005)). Analisis dari semua sayatan Granit menunjukkan Alkali Feldspar dan Syeno Granite (Le Bas dan Streckeisen, 2001 dimodifikasi hanya untuk batuan plutonik). Variasi diagram SiO2 menunjukkan penurunan terhadap unsur mayor K2O,. CaO, MgO, TiO2 dan Al2O3 dengan peningkatan SiO2 dipengaruhi oleh afinitas magmatik dari calcic – calc alkali (MALI) dan calsic – shoshonite (diagram SiO2 – K2O). Diagram Alumina Saturation Index (ASI) menunjukkan peraluminous dengan nilai 1,85 (N-76) , 1,73 (N-52), 2,28 (N-54), 1,18 (Granit Permisan), 1,85 (N-22) dan 1,85 (N-33). Dari tipologi nya termasuk ke dalam Granit tipe S. Granit tipe S merupakan Orogenik Granit dengan daerah tektoniknya kolisi dan pasca kolisi Cobbing., dkk 2000) dengan sumber magma nya berasal dari kerak dan berhubungan dengan subduksi ditandai dengan nilai Ti2O < 1,25 % dan tingginya nilai K2O.Rajik is in the South Banka, Province Banka Billiton archipelago which composed by Granite Klabat and Metasediment. This study aimed to investigate the characteristics geochemistry of granite in Rajik to be applied in the study of magmatism and tectonic situation. The metodology used is mapping in the field, observated in thin section of rock (petrography), mayor element and trace element. Granites ages is Late Triassic (John Cobbing (2000), in Barber (2005)). Petrographic analysis of all granite showed Alkali Feldspar Granite and Syeno Granite ( Le Bas and Streickeisen, 2001 modification just for plutonic rock). SiO₂ variation diagrams show declining in the proportion of the major element K2O,. CaO, MgO, TiO₂ and Al₂O₃ with increasing of SiO₂ influenced by affinity fractionation as calcic – calc alkali magma (MALI) and calsic – shoshonie series (SiO2 – K2O diagram disrciminant). Alumina Saturation Index (ASI) diagram show that peraluminous with 1,85 (N-76) , 1,73 (N-52), 2,28 (N-54), 1,18 (Granit Permisan), 1,85 (N-22) dan 1,85 (N-33). Granites typology generally is peraluminous with S type. Tectonic Setting to S-type granite occurance orogenic granite, at Collision and post Collision (Cobbing.,et al 2000) with source of magma from the crustal and relates with subducting according to TiO2 < 1,25 % and high K2O.


725110290P2FB11005ANALISIS PROSES PERENCANAAN DALAM PROGRAM PELATIHAN KERJA DI UPT BALAI LATIHAN KERJA INDUSTRI (BLKI) CILACAP
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis proses perencanaan dalam pelaksanaan program pelatihan di UPT BLKI Cilacap, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan proses perencanaan di UPT BLKI Cilacap.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Fokus penelitian ini mengaplikasikan unsur-unsur perencanaan yang meliputi: Rumusan Misi, Masalah, Rumusan Tujuan, dan Rumusan Kegiatan. Analisis data menggunakan teknik model Miles dan Huberman yaitu aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan dilakukan secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa BLKI Cilacap memiliki fungsi penyusunan rencana teknis operasional di bidang pelatihan dan pemasaran kerja industri. Proses penyusunan rencana teknis operasional tersebut meliputi rumusan misi kegiatan pelatihan, rumusan kegiatan pelatihan dan berbagai masalah yang ingin diselesaikan dengan melibatkan semua unsur BLKI (Bagian Tata Usaha, Seksi Pemasaran dan Informasi, Seksi Penyelenggaraan Pelatihan dan Instruktur Pelatihan). Prioritas dalam perencanaan BLKI meliputi perencanaan pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi, masalah sumber daya pelatihan serta besarnya anggaran yang dibutuhkan. Tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan pelatihan kerja industri oleh BLKI Cilacap tidak hanya pencapaian output yang optimal tetapi adalah peningkatan jumlah lulusan BLKI yang terserap oleh perusahaan atau melaksanakan usaha mandiri. Dalam proses perencanaan pelatihan kerja industri mendapatkan dukungan sepenuhnya dari kebijakan internal dan ketersediaan faktor pendukung lainnya. Temuan menarik dari penelitian ini adalah tidak terserapnya lulusan BLKI karena para lulusan cenderung tidak berminat karena perusahaan yang saat ini menjadi mitra BLKI Cilacap memberikan upah yang rendah.
This study aim to identify and analize procces of planning on training program in BLKI Cilacap, and also identify factors that affect the procces of planning in BLKI Cilacap.
The type of research used in this study is qualitative research. The focus of this research apply the elements of planning include formulating the mission, problem, formulating the goal, formulating the activities. Analisys of data using techniques that model of Miles and Huberman activities in qualitative data analysis conducted interactive and continuously carried trough to competion, so that data is already saturated.
The result show that BLKI Cilacap has technical and operational planning fuction in the field of trainig and marketing of industrial work. Technical and operational planning process includes the formulating the mission, problem, formulating the goal, formulating the activities and variety of problem will be solved by involving all elements of BLKI (section of Administration, Marketing and Information, Training Section and Training Instructo). Priorities in planning includes planing the implementation of competency based training, training resources issue and the amount of budget required. The objectives of the industrial employment training by BLKI not only achieving optimum output, but is an increasing number of graduates of BLKI absorbed in industries or carrying out independent business. In the process of planning industrial job traing to get full support of internal policies and the availability of the other supporting factors. Interesting finding of this study is not due to the absortion of graduates BLKI was the graduates tend not interested because the company is currently a partner BLKI Cilacap provide low wages.
72527836P2FB09057KINERJA IMPLEMENTASI PROGRAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM) ( Analisis Peningkatan Pendapatan Masyarakat Di Desa Jingkang Kecamatan Karangjambu Kabupaten Purbalingga)
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kinerja implementasi program Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat ( PHBM ) apakah memberikan kontribusi peningkatan pendapatan masyarakat di Desa Jingkang Kecamatan Karangjambu Kabupaten Purbalingga, melalui kajian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan implementasi PHBM di Desa Jingkang Kecamatan Karangjambu Kabupaten Purbalingga yang mengacu pada teori yang dikemukakan George Edward III, yaitu, Aspek Komunikasi, Aspek Sumberdaya, Aspek Disposisi dan Aspek Struktur Birokrasi.

Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam (Indept Interview) dengan para informan yang ditentukan melalui teknik purposive sampling terhadap key informan dari Perum Perhutani yaitu KPH Banyumas Timur, BKPH Gunung Slamet Timur dan RPH Picung, serta jajaran Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan, Pemerintah Desa Jingkang, LMDH dan masyarakat penerima manfaat/ kelompok sasaran, dengan informan sejumlah 16 orang. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dan pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi dan observasi lapangan. Teknik analisis data penelitian menggunakan analisa data kualitatif secara sistematis melalui model interaktif dari Miles dan Huberman.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa (1) aspek komunikasi dalam implementasi program PHBM sosialisasi dan peningkatan pemahaman serta skill mengenai kebijakan dan implementasi PHBM dilaksanakan oleh Perum Perhutani hanya diawal implementasi kebijakan dan tidak dilakukan secara intensif selama program masih berjalan; (2) Sumberdaya yang tersedia untuk kelancaran implementasi program PHBM dari aspek skill/ kapasitas pelaksana kurang memadai; (3) Sikap pelaksana dari sub aspek kejujuran cukup baik, sedangkan dari sub aspek komitmen masih kurang, (4) Perum Perhutani tidak melaksanakan sepenuhnya kewajiban-kewajibannya sebagaimana SK Direksi Perum Perhutani Nomor 268/KPTS/DIR/2007 682/KPTS/DIR/2009 dan stakeholders khususnya Pemerintah Daerah, LSM dan lembaga lain yang terkait belum memainkan perannya dalam implementasi program PHBM di Desa Jingkang. Prosedur/ mekanisme pelaksanaan program tidak berbelit dan cukup mudah. Dengan proses implementasi yang berjalan sebagaimana tersebut, Program PHBM di Desa Jingkang Kecamatan Karangjambu Kabupaten Purbalingga baru bisa memberikan kontribusi peningkatan pendapatan sebesar Rp 90.000,- / bulan. Peningkatan pendapatan sebesar ini tidak menghitung sumberdaya pemeliharaan. Namun pada aspek keamanan hutan, Program Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat berdampak cukup baik yaitu semakin menurunnya tingkat pencurian sumberdaya hutan serta konflik kehutanan antara masyarakat dengan Perum perhutani.
This research aims to examine the Implementation Performance Program of Forest Resource Cultivation With Society (PHBM) whether gives the contribution of society income increment in the Village of Jingkang, Sub district of Karangjambu in the Regency of Purbalingga, through the examination to the factors that affect the success or failure of PHBM implementation in the Village of Jingkang, Sub district of Karangjambu in the Regency of Purbalingga that refers to the theory that has been invented by George Edward III, Communication Aspect, Resource Aspect, Disposition Aspect and Bureaucracy Structure Aspect.
The approach in this research uses the qualitative descriptive by using technique of data collection through the Indept Interview with the informant that has been determined through the technique of purposive sampling to the key informant from the Perum Perhutani that is KPH Banyumas TImur, BKPH Gunung Slamet Timur and RPH Picung, and the officers of Regional Governmnet in this case in the Department of Agriculture, Plantation and Forestry, Village Government of Jingkang, LMDH and society as the acceptor of benefit/ target group, with the total informant 16 people. The instrument of research is the research itself and data collection through the interview, documentation and field observation. Technique of data analysis in this research uses the qualitative analysis data systematically through the interactive model from Miles and Huberman.
Based on the research that has been conducted, it is obtained the result that (1) aspects of communication in the dissemination and implementation of the CBFM program understanding and skill enhancement and implementation of CBFM policy implemented by Perhutani is only the beginning of the implementation of the policy and not conducted intensively during the program is still running, (2) Resources are available for the smooth implementation of the CBFM program aspects of skills / inadequate executive capacity, (3) attitude implementing aspects of the sub honesty quite good, while the sub-aspect of commitment is still lacking, (4) Perhutanioffice not fully implement its obligations as Directors Decree No. Perhutanioffice 268/KPTS/DIR / 2007 682/KPTS/DIR/2009 and stakeholders, especially local governments, NGOs and other relevant institutions have not played a role in the implementation of the CBFM program in the village Jingkang.
Procedure/mechanism of program implementation does not be complicated and it must be easy. With the implementation process that run as mentioned previously, Program of PHBM in the Village of Jingkang, Sub district of Karangjambu in the Regency of Purbalingga can gives the increment contribution of income is Rp.90,000,-/month. This increment of income does not calculate the resource of treatment. But in the security aspect of forest, Cultivation Program of Forest Resource With Society gives the good impact there is the reduction of theft occurrence to the forest resource and forestry conflict among the society with the Perum Perhutani.
72538293G1A010056Studi Komparatif Tingkat Kecemasan dalam Proses Ujian antara Mahasiswa dengan Mahasiswi Jurusan Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman Angkatan 2012Latar belakang: Perasaan cemas muncul dari dalam diri manusia apabila seseorang dalam suatu tekanan atau ancaman dari luar yang menimbulkan rasa ketakutan terhadap sesuatu. Proses ujian merupakan salah satu sumber kecemasan bagi mahasiswa dan mahasiswi.

Tujuan: Mengetahui perbandingan tingkat kecemasan dalam proses ujian antara mahasiswa dengan mahasiswi jurusan Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman angkatan 2012.

Metode: Penelitian menggunakan metode cross-sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2014. Jumlah responden sebanyak 155 responden dengan metode sampel peneitian Total Sampling dan memenuhi kriteria inklusi serta eksklusi pada angkatan 2012. Data penelitian didapatkan dari hasil pengisian kuesioner TMAS (Taylor Manifest Anxiety Skill) untuk mengukur tingkat kecemasan dan L-MMPI (Lie-Minnesotta Multiphasic Personality Inventory) untuk mengukur skor kebohongan. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Independent Sample T-test.

Hasil penelitian: Hasil uji Independent Sample T-test menunjukkan nilai t-hitung yang dihasilkan adalah sebesar 12,313 dengan nilai -value (signifikansi) sebesar 0,000. Dari hasil analisis data tersebut diperoleh nilai -value (signifikansi) t-hitung sebesar 0,000 < alpha 0,05; yang berarti bahwa terdapat perbedaan tingkat kecemasan antara mahasiswa laki-laki dan mahasiswa perempuan dalam menghadapi ujian SOCA.

Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan tingkat kecemasan mahasiswa perempuan dengan mahasiswa laki-laki, di mana tingkat kecemasan mahasiswa perempuan lebih tinggi dibandingkan mahasiswa laki-laki.
Background: The anxiety feelings come up from inside of human if somebody in pressure or threat situation that causes sense of fear toward something. The examination process is one of anxiety’s sources for university students.

Objective: To know the comparison of anxiety levels in examination process between male and female University Students of Medical Department of Jendeal Soedirman University Purwokerto Years 2012

Method: The research used Cross-Sectional Method. The research was done on May 2014. The number of respondents is 155 respondents with Total Sampling Method and fulfills the criteria of inclusion and exclusion in Medical Department years 2012. The research data was obtained from the result of questionnaires TMAS (Taylor Manifest Anxiety Skills) to quantify the anxiety levels and L-MMPI (Lie-Minnesota Multiphase Personality Inventory) to quantify the lie score. The used static analysis is Independent Sample T-Test.

Result: The result of Independent Sample T-Test showed the produced t-hitung value is 12,313 with -value (significant) is 0,000. From the analysis data above, it was obtained that -value (significant) of t-hitung is 0,000<alpha 0,05; which means there is difference of anxiety levels between male and female university students in finishing off the SOCA examination.

Conclusion: There is a significant difference of anxiety levels between male and female university students, where the female’s anxiety levels is higher than male.
725410292P2FB12011STUDI EVALUASI DAMPAK PROGRAM POSYANDU LANSIA DI KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN DAN KEBASEN KABUPATEN BANYUMASPeningkatan jumlah lansia di Kabupaten Banyumas harus diiringi dengan pelayanan kesehatan yang memadai bagi lansia. Posyandu lansia merupakan salah satu program kesehatan berbasis masyarakat yang menangani kesehatan lansia di Indonesia. Namun, fakta di lapangan menunjukan bahwa dalam pelaksanaannya, terdapat posyandu lansia yang aktif dan kurang aktif. Kondisi tersebut terjadi pada posyandu lansia di Kecamatan Purwokerto Selatan dan Kebasen.
Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi dampak program posyandu lansia di Kecamatan Purwokerto Selatan dan Kebasen Kabupaten Banyumas menggunakan pendekatan model logika.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Informan diambil dengan cara teknik Purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis data interaktif dengan triangulasi sumber.
Hasil penelitian ini adalah input yang baik pada program posyandu lansia di Kecamatan Purwokerto Selatan yang terdiri dari sumber daya manusia, anggaran dan peralatan berdampak pada activities yang baik. Input dan activities yang baik berdampak pada output berupa tingkat partisipasi lansia yang relatif tinggi sebesar 42%. Short term outcomes berupa peningkatan kesadaran, pengetahuan dan sikap lansia.Intermediate Outcomes berupa perubahan perilaku yaitu perilaku terhadap sakit dan penyakit dan makanan sehat.Long term outcomesnya adalah meningkatnya peran pemerintah, masyarakat dan swasta terhadap posyandu lansia. Sedangkan Posyandu lansia di Kecamatan Kebasen belum memiliki input yang baik, activities belum berjalan dengan baik. Outputs berupa tingkat partisipasi lansia yang relatif rendah yaitu sebesar 11 %.Short term outcomes berupa rendahnya kesadaran lansia ,peningkatan pengetahuan dan sikap lansia terhadap sakit dan penyakit dan makanan sehat.Intermediate Outcomes berupa perubahan perilaku yaitu perilaku terhadap sakit dan penyakit dan makanan sehat.Long term outcomesnya belum adanya peningkatan peran pemerintah, masyarakat dan swasta.
The increasing number of elderly people in Banyumas, shouldbe accompanied by adequate health carefor the elderly. Posyandu Lansia is one of the community-based health programs for elderly in Indonesia. However, the facts show thatin practice, there is posyandu lansia active and less active. The condition occurs in elderly neighborhood health center in the District of South Purwokerto and Kebasen.
The purpose of this study is to evaluate the impact of program of posyandu lansia in the South Purwokerto and Kebasen’s distric tapproach logic model. This research using descriptive qualitative method. Informants were taken using purposive sampling technique. Analysis of the data used is an interactive data analysis by triangulation.
The results of this study area good input on posyandu lansia program in the South Purwokerto district elderly consisting of human resources, budget and equipment that have an impact on both activities. Input and output of the activities have an impact on the high level of participation of the elderly by 42%. Short-term outcomes include increased awareness of the elderly visit posyandu lansia, changes in knowledge and attitudes of the elderly. Intermediate Outcomes form of behavior change that behavior to illness and disease and healthy food. Long term outcomes is the increasing role of government, public and private to posyandu lansia. While posyandu lansia program in Kebasen has not had a good inputs, activities have not been going well. Outputs in the form of low participation of the elderly in the amount of 11%. Short term outcomes such as low awareness of seniors visiting posyandu lansia. Knowledge and attitude changes towards illness and disease elderly and healthy food. Intermediate Outcomes form of behavior change that behavior to illness and disease and healthy food. Long term outcomes there is no increase in the role of government, public and private.
72558294F1C009012POLA KOMUNIKASI KELUARGA REMARRIAGE (PERKAWINAN ULANG) DI KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMASKeluarga remarriage merupakan keluarga dari pernikahan yang terjadi dari pasangan suami istri, dimana pernikahan tersebut merupakan pernikahan yang dilakukan setelah pernikahan sebelumnya berakhir atau mengalami kegagalan. Pernikahan remarriage dapat dilakukan oleh kedua pihak baik suami ataupun istri.Penelitian ini mencoba melihat bagaimana pola komunikasi antara orangtua tiri dan anak dalam keluarga remarriagedi Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskrptif kualitatif. Sasaran penelitian ini adalah orangtua tiri dan anak tiri dalam keluarga remarriage. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi. Penelitian ini menggunakanteknik purposive sampling untuk memilih informan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif dengan model interaktif.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa keluarga remarriage memiliki Pola Komunikasi yang berbeda-beda berdasarkan latar belakang pernikahan, karakteristik orangtua tiri, dan karakteristrik anak tiri. Berdasarkan 4 konsep pola komunikasi Devito yaitu pola komunikasi persamaan, pola komunikasi tak seimbang terpisah, pola komunikasi seimbang terpisah dan pola komunikasi monopoli. Pendominasian pola komunikasi persamaan digunakan oleh informan kedua dan kelima, pola Komunikasi seimbang terpisah digunakan oleh informan keempat, pola komunikasi tak seimbang terpisah digunakan oleh informan pertama dan pola komunikasi monopoli digunakan oleh informan ketiga. Terkait dengan keterpaduan dan adaptasi antara orangtua tiri dan anak tiri, bapak tiri lebih menyentuh hati dibandingkan dengan ibu tiri disebabkan berbagai faktor seperti latar belakang pernikahan, karakteristik orangtua tiri serta karakteristik anak tiri itu sendiri. Permasalahan ini cocok dikaji menggunakan teori belajar Thorndike yang menjelaskan tiga hukum utama dalam belajar yakni hukum kesiapan, hukum latihan dan hukum efek.

Remarriage family is a family from weddings of married couples, where the marriage is a marriage conducted after previous marriage ended or has failed. Remarriage can be done by either couple or both husband or wife. This study tried to see how the patterns of communication between stepparents and children in remarriage families in the district Kembaran of Banyumas.
The method used in this study is a qualitative method deskrptif. The target of this research is the stepparent and stepchild in the remarriage family. Techniques of data collection using interviews and observation. This study used purposive sampling to select informants. Data analysis method used is descriptive qualitative analysis with interactive models.
Based on the results we concluded that remarriage family have a different communication patterns based on backgrounds marriage, stepparents characteristics and stepchildren characteristics. Based on four Devito concept of communication pattern that is Equility Pattern, Balance Split Pattren, Unbalanced Split Pattern and Monopoly Pattren. Domination of Equility Pattern used by second and the last informants, Balance Split Pattren is used by fourth informant, Unbalanced Split Pattern is used by the first informant and then Monopoly pattern is used by third informant. Associated with cohesion and adaptation between stepparents and stepchildren, stepfather even more pertinent and more adaptable to the stepchild caused by various factors such as wedding background, characteristics of stepparents and stepchildren's own characteristics. This issue is examined using a suitable learning theories Thorndike's which explain three main legal in learning that is the readiness law, legal practice and legal effect .
725610291P2CC09067ANALISIS KARTESIUS KEPUASAN PASIEN TERHADAP ATRIBUT-ATRIBUT PELAYANAN KEPERAWATAN
DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSU PURWOGONDO KEBUMEN
.Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap kinerja pelayanan Instalasi Gawat Darurat RSU Purwogondo Kabupaten Kebumen dan (2) untuk mengetahui harapan dan tingkat kepuasan pasien terkait kualitas pelayanan Instalasi Gawat Darurat RSU Purwogondo Kabupaten Kebumen baik medis dan non medis. Penelitian ini dilaksanakan di RSU Purwogondo Kabupaten Kebumen, dengan sampel sebanyak 60 responden diambil secara accidental sampling. Analisis data yang digunakan adalah diagram kartesius, menggunakan lima dimensi kualitas pelayanan sebagai indikator, yang meliputi tangible, reliability, responsiveness,assurance dan emphaty.
Hasil penelitian ini membuktikan ada empat indikator yang masuk dalam kuadran A (atribut pelayanan dianggap sangat penting untuk mempengaruhi kepuasan pasien, namun pihak RSU Purwogondo belum melaksanakan sesuai harapan pasien. Ada enam indikator yang masuk kuadran B yang menunjukkan atribut-atribut pelayanan telah berhasil dilaksanakan di RSU Purwogondo dengan sangat memuaskan, sehingga wajib dipertahankan. Ada tujuh indikator yang masuk kuadran C yang menunjukkan bahwa ada beberapa atribut yang dinilai kurang penting bagi pasien sehingga pelaksanaannya dilakukan secara biasa-biasa saja oleh RSU Purwogondo dan tidak memuaskan pasien. Ada tiga indikator masuk kuadran D yang dianggap kurang penting oleh oleh pasien, akan tetapi pelaksanaannya berlebihan tetapi sangat memuaskan.

This study aims (1) To analize the relationship between patient satisfaction and the service performance of Emergency Room in the hospital; (2) To analize the expectations and level of satisfaction related to patient care quality of Emergency Room in the hospital both medical and non-medical. This study was conducted at Purwogondo Hospital in Kebumen district, with a sample of 60 respondents taken by accidental sampling. Analysis of the data used is Cartesian diagram, used five dimention of service quality as indicator covering tangible, reliability, responsiveness, assurance and emphaty.
These results prove are four indicators that fall into B quadrant (very important service attributes considered to affect patient satisfaction, but the patients of Purwogondo hospital have not executed as expected). There are six indicators that enter the B quadrant which shows the attributes of the service has been successfully implemented in Purwogondo hospital with very satisfactory, making it mandatory is maintained. incoming there are seven indicators quadrant C showed that there are some attributes that are considered less importance for the patient so that the implementation is done mediocre by the Purwogondo hospital and unsatisfactory patient. Incoming there are three indicators that affect the D quadrant patient is less important, but its implementation is less important exaggerated but very satisfying
725710293P2FB12003EVALUASI DAMPAK PROGRAM “DESA INTERNET” TERHADAP TATA KELOLA PEMERINTAHAN DESA MELUNG KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS
Akses internet mendukung terciptanya good governance. Umumnya penerapan akses internet dalam good governance hanya terjadi di lingkup pemerintahan pusat ataupun daerah (provinsi dan kabupaten). Pelaksanaan e-government langka diimplementasikan pada tataran pemerintahan desa. Namun Desa Melung, meskipun terletak di lokasi pegunungan yang terpencil, berhasil menggagas program tersebut. Desa ini menjadi pioner didirikannya “Desa Internet” di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan evaluasi dampak program “Desa Internet” terhadap tata kelola pemerintahan Desa Melung. Fokus kajiannya dispesifikasikan pada evaluasi dampak akses internet terhadap transparansi, partisipasi publik, dan efektivitas-efisiensi tata kelola pemerintahan Desa Melung. Adapun metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses internet berdampak terhadap semua sub fokus penelitian, kecuali sub fokus partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan di Desa Melung.Internet access support the realization of good governance. Generally application of internet access in good governance only occurs in the scope of central or local government (provincial and district). Implementation of e-Government rare implemented on village governance. However Melung village, although located in a remote location, successfully initiated the program. The village became a pioneer of the establishment of "Internet Village" in Indonesia. This study aims to describe the impact evaluation of the program "Internet Village" to Melung village governance. Focus of this study is specified in the impact evaluation of internet access for transparency, public participation, and effectiveness-efficiency Melung village governance. The research method used is descriptive qualitative with data collection technique by interview, observation, and documentation. Research result shows that internet access has an impact on all sub-focus of research, except sub-focus of public participation in decision-making at the Melung village.
725810294P2CD12014ANALISIS KINERJA MAQASID PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA DAN MALAYSIA
Kinerja suatu perbankan dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal, serta diukur dari aspek keuangan dan non keuangan. Pengukuran kinerja ini menunjukkan kondisi perusahaan terkait tujuan yang ingin dicapai, dan sebagai informasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam pengambilan keputusan. Indikator kinerja perbankan syariah harus memperhatikan kemaslahatan umat, dimana Islam telah mengatur bahwa kegiatan muamalah harus dilaksanakan sesuai dengan prinsip syariah, yaitu dengan memahami tujuan-tujuan syariah (maqasid syariah). Konsep maqasid syariah bertujuan untuk mendidik individu, menciptakan keadilan dan kemaslahatan. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan suatu pengukuran kinerja perbankan/entitas syariah melalui indek maqasid syariah.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kinerja maqasid syariah yaitu pengaruh dimensi pengembangan pengetahuan, peningkatkan keterampilan baru, menciptakan kesadaran masyarakat akan keberadaan bank syariah, kontrak yang adil, produk dan jasa yang terjangkau, penghapusan ketidakadilan, profitabilitas, distribusi pendapatan dan kekayaan, serta investasi pada sektor riil terhadap maqasid syariah. Dan untuk mengetahui perbedaan kinerja maqasid perbankan syariah di Indonesia dan Malaysia.
Sampel pada penelitian ini adalah lima Bank Umum Syariah (BUS) di Indonesia dan lima perbankan syariah di Malaysia. Teknik penyampelan yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Untuk menguji pengaruh dimensi-dimensi terhadap kinerja maqasid syariah, dilakukan dengan pengujian analisis regresi berganda, dan uji beda independent sample t test digunakan untuk menguji perbedaan kinerja maqasid perbankan syariah di Indonesia dan Malaysia.
Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa terdapat pengaruh positif menciptakan kesadaran masyarakat akan keberadaan bank syariah dan investasi pada sektor riil terhadap maqasid syariah. Dan tidak terdapat pengaruh positif pengembangan pengetahuan, peningkatkan keterampilan baru, kontrak yang adil, produk dan jasa yang terjangkau, penghapusan ketidakadilan, profitabilitas, distribusi pendapatan dan kekayaan terhadap maqasid syariah. Kemudian, terdapat perbedaan kinerja maqasid perbankan syariah di Indonesia dan Malaysia.
Performance of a bank is affected by internal and external factors, as well as measured by financial and non-financial aspects. The performance measurement is indicated the condition of the company related objectives to be achieved, and information to interested parties in decision-making. Indicators of Islamic banking performance, must be consider the maslahah of the people, which Islam has set that muamalah activities must be conducted in accordance with Islamic principles, namely to understand the objectives of sharia (sharia maqasid). The concept of sharia maqasid aims to educate people, create justice and welfare. For achieve these objectives, performed a measurement of the performance of the banking/sharia entity by sharia maqasid index.
The purpose of this research is to analyze factors that affect the performance of sharia maqasid, namely is affected of dimensions advancement knowledge, instilling new skill and improvement, creating awareness of Islamic banking, fair return, cheap products and services, elimination of injustices, profitability, distribution of income and wealth, and investment in real sector to performance of sharia maqasid. And, to analyze the different of maqasid performance at sharia banks in Indonesian and Malaysian.
Sample at this research are five Islamic banks in Indonesian and five Islamic banks in Malaysia. The sample technique is purposive sampling technique. To analyze the affect of dimensions to performance of maqasid sharia is using multiple regresion and independent sample t tes to analyze the different of maqasid performance at sharia banks in Indonesian and Malaysian.
Based on the analysis, there are positive effect of creating awareness of Islamic banking and investment in real sector to performance of sharia maqasid. And, there are not positive effect advancement knowledge, instilling new skill and improvement, fair return, cheap products and services, elimination of injustices, profitability, distribution of income and wealth to performance of sharia maqasid. Then, there are different of maqasid performance at sharia banks in Indonesian and Malaysian.
72598298C1A009023Analisis Kelayakan Usaha dan Strategi Pengembangan Industri Batik di Kecamatan Wiradesa Kabupaten PekalonganPenelitian ini berjudul “Analisis kelayakan Usaha dan Strategi Pengembangan Industri Batik di Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan”. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui profil usaha industri batik di Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan, (2) untuk mengetahui kelayakan usaha industri batik di Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan, (3) untuk mengetahui strategi pengembangan usaha industri batik di Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan, Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan. Jumlah responden yang diambil 54 (10 persen daripopulasi) yang mempunyai usaha industri batik dalam kategori UKM. Metode analisis data menggunakan anaisis kelayakan usaha secara finansial (NPV, BCR, dan ROI) serta analisis SWOT untuk menentukan strategi pengembangan industri batik.Hasil penelitian antara lain. Industri batik di kecamatan Wiradesa merupakan kegiatan yang layak dilakukan ditinjau dari nilai NPV Rp350.211.835.400 BCR sebesar 466,9491139 serta nilai ROI sebesar 17388.7 persen. Sedangkan berdasarkan hasil analisis SWOT, maka strategi yang perlu dikembangkan dalam industri batik di Kecamatan Wirades adalah :
1) Meningkatkan kualitas produk agar mampu menjaring lebih banyak konsumen,
2) Memperkuat kerja sama baik antar industri maupun antara industri dengan pemerintah,
3) Melakukan promosi dengan efektif dan efisiensi,
4) Melakukan efisiensi untuk menekan biaya operasional industri batik,
5) Meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing dengan industry batik dari daerah lain untuk meningkatkan kepercayaan konsumen,
6) Melakukan kemitraan usaha,
7) Membuang limbah ke IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah),
8) Menciptakan desain baru agar calon pembeli memiliki lebih banyak pilihan,
9) Meningkatkan motivasi pelaku usaha untuk dapat mengembangkan usahanya.
This research entitled “Feasibility Analysis and Batik Industry Development Strategy Counties in the District Wiradesa Pekalongan”.The purpose of this study is (1)to know the profile of industry enterprises in the district Wiradesa batik Pekalongan, (2) to determine the feasibility of the batik industry in Pekalongan District Wiradesa, (3) to determine the business development strategy of the batik industry in Pekalongan District Wiradesa,The research was conducted in the District WiradesaPekalongan. The number of respondents who captured 54 ( 10persent of the population ) who have businesses in the category of UKM batik industry. Analsisi method data using the financial feasibility anaisis( NPV, BCR, and ROI ) as well as a SWOT analysis to determine the batik industry development strategy.The results include.Wiradesa batik industry in the district is an activity worth doing in terms of NPV Rp350.211.835.400, the value BCR 466,9491139, and ROI of 17388.7%. While based on the SWOT analysis, the strategy needs to be developed in the industry in the District Wiradesabatiks :
1) Improving the quality of products to be able to attract moreconsumers,
2) Strengthening of cooperation both between industries and between industry and government,
3) Conduct promotion of effective and efficient,
4) Perform efficiency us to reduce operating costs batik industry,
5) improving the quality of products in order to compete with the batik industry from other areas to improve consumer confidence,
6) Doing business partnership,
7) Disposing of waste into the WWT (Waste Water Treatment),
8) Creating new design so that potential buyers have more choices,
9) Enhancing motivation for entrepreneurs to develop their business.
The implications of this research is a strategy that needs to be done in the batikindustry development in Sub Wiradesa is to use force to seize the opportunities that exist with the way (1) use the experience to make batik Pekalongan batik typical seed, (2) create a marketing tool new exhibits are like, are in poor, so that people get to know the uniqueness of batik, (3) enhancing uniqueness motive to increase public interest in batik.
726010261P2FB11009DAMPAK MORATORIUM PENEMPATAN TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) PEKERJA SEKTOR DOMESTIK
DI KABUPATEN CILACAP
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis dampak yang terjadi dari penerapan kebijakan moratorium penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Pekerja sektor domestik terhadap Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Kabupaten Cilacap. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Fokus penelitian ini adalah dampak kebijakan moratorium penempatan tenaga kerja indonesia (TKI) pekerja sektor domestik yang meliputi 1)dampak terhadap tujuan kebijakan pengiriman TKI, 2) dampak terhadap tindakan-tindakan pelaku kebijakan, 3) dampak kebijakan (policy impact outcomes dan policy output).Analisis data menggunakan teknik model Miles dan Huberman yaitu aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan dilakukan secara terus menerus sampai tuntas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kebijakan moratorium pengiriman tenaga kerja sektor domestik di Kabupaten Cilacap memberikan dampak pada peningkatan sistem penempatan dan perlindungan terhadap calon TKI dan para TKI sejak didalam negeri, di negara tujuan sampai kembali ke tempat asal TKI. Untuk memberikan perlindungan TKI, pemerintah daerah dan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cilacap telah menerbitkan Peraturan Daerah Kabupaten Cilacap Nomor 7 Tahun 2014 tentang Penempatan Dan Perlindungan TKI yang bertujuan untuk untuk memberdayakan dan mendayagunakan TKI secara optimal dan manusiawi, memberikan jaminan dan perlindungan kepada calon TKI atau TKI sejak didalam negeri, di negara tujuan sampai kembali ke tempat asal TKI serta meningkatkan kesejahteraan TKI dan keluarganya. 2) Pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta BNP2TKI terus melakukan perbaikan sistem penempatan dan perlindungan TKI. Kebijakan moratorium diberlakukan sebagai terobosan dalam upaya negosiasi dengan pemerintah negara tujuan agar terjadi kesepakatan antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah negara tujuan sehingga para TKI akan mendapatkan perlindungan dan hak-haknya yang lebih sebagai tenaga kerja. 3) Tujuan kebijakan moratorium pengiriman tenaga kerja sektor domestik di Kabupaten Cilacap dipahami oleh perusahaan penyalur penyalur TKI dan calon TKI yaitu untuk memberikan perlindungan dan memperbaiki sistem penempatan TKI yang bekerja di luar negeri, sehingga nasib para TKI di luar negeri menjadi lebih baik. 4) Pengiriman TKI sektor domestik pasca moratorium tujuan Arab Saudi hingga saat ini masih dihentikan total, tidak ada aktivitas rekrutmen. Sedangkan pengiriman tujuan TKI tujuan Malaysia sudah mulai dibuka kembali oleh pemerintah setelah pemerintah malaysia bersedia menandatangani MoU. Sistem rekrutmen yang diterapkan sesuai dengan syarat masing-masing negara tujuan penempatan. Negara tujuan timur tengah masih menerapkan sistem Quota Visa sedangkan negara-negara di Asia Pasifik mulai menerapkan standar tertentu seperti pendidikan minimal dan ketrampilan sesuai dengan bidang kerjanya. Sistem penempatan TKI yang diterapkan masih kurang memberikan perlindungan sehingga berpotensi menjadi ancaman bagi para TKI karena akan mendapatkan diskriminasi dan kekerasan dari majikan dan oknum yang mendukung majikan atau mendapatkan ancaman gaji tidak dibayarkan. Terkait dengan upaya perlindungan terhadap hak para TKI, pemerintah terus berupaya melakukan negosiasi agar negara tujuan penempatan TKI bersedia memenuhi MoU yang diajukan Pemerintah Indonesia. Seiring dengan upaya negosiasi dengan otoritas negara tujuan pengiriman TKI tersebut, pemerintah juga perlu melakukan pembenahan internal agar fungsi pengawasan dan pembinaan pemerintah yang dilaksanakan oleh Kedutaan Besar Indonesia dapat dilaksanakan secara akuntabel.
Dampak Kebijakan (policy impact outcomes dan policy output) 1) Kebijakan moratorium memberikan dampak positif berupa, peningkatan kesiapan calon TKI baik dari segi mental maupun ketrampilan, meningkatkan nilai jual atau daya saing TKI dengan tenaga kerja asal negara lain, meningkatkan perlindungan dan penataan sistem kerja yang lebih baik sehingga para TKI terhindar dari tindakan diskriminasi dan praktek perbudakan yang dilakukan oleh majikan maupun keluarga majikan yang lain. 2) Kebijakan moratorium pengiriman TKI sektor domestik ke Arab Saudi dan Malaysia bersifat absulut, semua pihak yang terlibat dalam kegiatan pengiriman TKI ke negara tersebut harus mematuhi sampai dengan dibukanya kembali kebijakan pengiriman TKI. Dari kebijakan tersebut diketahui PPTKIS sebagai perusahaan penyalur TKI dengan tujuan Arab Saudi dan Malaysia merupakan pihak yang paling terkena dampak. Dampak terhadap sosial ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat disebabkan pendapatan yang diperoleh warga yang menjadi TKI diluar negeri belum dikelola dengan baik, seperti digunakan sebagai modal usaha yang dapat dijadikan sumber pendapatan keluarga setelah tidak lagi bekerja menjadi TKI di luar negeri. Hal tersebut terjadi karena keterbatasan SDM sehingga belum mampu mengembangkan kreatifitas untuk membuka usaha atau memanfaatkan pengalaman di luar negeri untuk mencari pekerjaan di dalam negeri.
The purpose of this study was to analyze the impact of policy implementation of the moratorium at Cilacap Regency. This type of research used in this study is qualitative research. The focus of this research is the major stages that must be met in the policy impact.
Analysis of data using techniques that model of Miles and Huberman activity in qualitative data analysis is done interactively and continuously carried through to completion, so the data is already saturated.
The results showed that 1) The moratorium on sending workers in the domestic sector Cilacap Regency impact on improving the system of placement and protection of migrant workers and the workers candidates from within the country, in the country of destination to return to the place of origin of migrant workers. 2) The Government through the Ministry of Manpower and Transmigration and the continuous improvement of the system BNP2TKI placement and protection of migrant workers. 3) The purpose of the moratorium on labor export policy of the domestic sector in Cilacap Regency understood by dealer supply company workers and prospective workers is to provide protection and improve the system of placement of workers who work abroad, so the fate of migrant workers abroad for the better. 4) Delivery of domestic sector workers after the moratorium destination Saudi Arabia is still suspended a total, no recruitment activity. TKI placement system implemented is still not provide protection so that could potentially be a threat to the workers because it will get discrimination and violence from employers and unscrupulous employers who support or do not get paid a salary threats. Policy Impact (impact policy outcomes and policy output) 1) The moratorium gives positive impact, increase readiness prospective workers both mentally and skills, improve the competitiveness of the sale value or workers with workers from other countries, increasing protection and structuring of work better so that the workers avoid discrimination and slavery committed by the employer or another employer's family. 2) Policies moratorium on sending domestic workers to Saudi Arabia sector and Malaysia is absolute, all parties involved in the activities of sending workers into the country must adhere to the policy of sending workers reopening.