Home
Login.
Artikelilmiahs
10264
Update
IRENE INGRET YOSPINTA SIMARMATA
NIM
Judul Artikel
PERILAKU PENGGUNAAN KONTRASEPSI PADA KELOMPOK MARGINAL DI KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Badan Kependudukan PBB (UNFPA), menyatakan bahwa jumlah penduduk dunia tahun 2010 telah mencapai 7 miliar jiwa. Indonesia juga mengalami beragam masalah akibat pertumbuhan penduduk yang terus terjadi. Salah satu cara untuk menekan laju pertumbuhan penduduk adalah dengan pengendalian fertilitas atau dengan program Keluarga Berencana. Persoalan dilematis terjadi dalam penggunaan alat kontrasepsi pada salah satu kelompok yang berisiko terhadap unmet need yaitu pada kelompok marginal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku penggunaan kontrasepsi pada kelompok marginal di Kecamatan Purwokerto Selatan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subyek penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan bentuk criterion based yaitu mengambil subyek penelitian sebanyak 9 orang yang terdiri dari 5 orang sebagai informan utama dan 4 orang sebagai informan pendukung. Cara pengumpulan data dengan melakukan wawancara mendalam, observasi, analisis dokumen, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah tingginya angka migrasi di Kecamatan Purwokerto Selatan mendorong tingginya perilaku seks sehingga kebutuhan akan kontrasepsi yang semula untuk membantu menjarangkan kehamilan, perlahan berubah fungsinya. Kesimpulan penelitian adalah kelompok marginal belum menggunakan kontrasepsi secara baik dan benar, dikarenakan masih rendahnya niat dan kebiasaan menunggu informasi program gratis dahulu. Saran yang bisa diberikan adalah perlunya pemberian pendidikan seks agar masyarakat marginal dapat lebih baik mengetahui pentingnya berkontrasepsi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
United Nations Fund Population Agency (UNFPA), states that in 2010 the world population has reached 7 billion people. Indonesia is also dealing with a variety of problems due to the population growth. The population growth can be controled by Family Planning Program. The dilemmatic problem in using contraceptive occurs in one of the groups at risk of unmet need that is on marginalized groups. This research aims to determine the contraceptive use behavior in marginalized groups in the District of South Purwokerto. The method uses a qualitative descriptive approach. The subjects of this research recruited by purposive sampling technique with criterion based; it taken 9 people of subjects consist of 5 people as key informants and 4 people as supportive informants. The data is collected by conducting in-depth interviews, observation, document analysis, and documentation. This research finds that the high rate of migration in the District of South Purwokerto encourages the sexual behaviors thus the high need for contraceptive which was originally to help space for pregnancy, the function changed slowly. As the conclusion, the marginalized groups are not using contraception as good as true, due to the low intention and the habit of waiting information for free programs. Based on the result, it is sugested to provide the marginalized groups an adequate sex education to lead them the better knowledge of contraceptive use.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save