Artikel Ilmiah : P2FB12007 a.n. RIBUT RELA RAHAYUNINGSIH, S.Sos

Kembali Update Delete

NIMP2FB12007
NamamhsRIBUT RELA RAHAYUNINGSIH, S.Sos
Judul ArtikelANALISIS EFEKTIVITAS KINERJA PUSKESMAS DI KABUPATEN BREBES
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pembangunan kesehatan dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi–tingginya. Tantangan pembangunan kesehatan dan permasalahan pembangunan kesehatan makin bertambah berat dan kompleks serta terkadang tidak terduga. Untuk mewujudkan kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya diselenggarakan oleh puskesmas. Puskesmas merupakan unit pelayanan kesehatan yang letaknya berada paling dekat ditengah-tengah masyarakat dan mudah dijangkau. Mengingat pentingnya peranan puskesmas dalam mewujudkan tujuan pembanguan kesehatan, maka efektivitas kinerja puskesmas sangat menentukan keberhasilaan pembangunan kesehatan di wilayahnya. Efektivitas kinerja puskesmas adalah suatu keadaan atau kondisi dimana dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai dan sarana atau peralatan yang digunakan serta kemampuan yang dimiliki adalah tepat sehingga tujuan yang diinginkan dapat dicapai dengan hasil yang memuaskan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja puskesmas di Kabupaten Brebes dari aspek efisiensi dan efektivitas, serta membandingkan kinerja puskesmas dari aspek efisiensi dan efektivitas berdasarkan kategori puskesmas rawat inap dan bukan rawat inap, puskesmas yang berlokasi di kota kecamatan dan bukan di kota kecamatan, serta puskesmas yang dipimpin oleh dokter dan bukan dokter.
Penelitian dilakukan di Kabupaten Brebes dengan jumlah sampel seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Brebes sebanyak 38 puskesmas (total sampel), sedangkan untuk menganalisis kinerja puskesmas yaitu melalui pendekatan deskriptif kuantitatif untuk mengukur efisiensi dan efektivitas kinerja puskesmas melalui ratio input, output dan outcame, dengan fokus pada enam kegiatan pokok yang wajib dilaksanakan oleh puskesmas, yaitu upaya promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan ibu, anak dan KB, perbaikan gizi, pencegahan dan pemberantasan penyakit menular serta pengobatan umum.
Berdasarkan hasil analisis kinerja puskesmas berdasarkan aspek efisiensi, kinerja puskesmas di Kabupaten Brebes sebagian besar puskesmas (85,96 persen) adalah efisien. Nilai efisiensi tertinggi pada kegiatan kesehatan lingkungan dan kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyakit menular yaitu (94,74 persen), sedangkan nilai efisiensi terendah pada kegiatan promosi kesehatan (65,79 persen. Berdasarkan hasil analisis kinerja puskesmas dari aspek efektivitas, kinerja puskesmas di Kabupaten Brebes sebagian besar puskesmas efektif (68,42 persen). nilai efektivitas tertinggi pada kegiatan upaya perbaikan gizi (84,21 persen) sedangkan nilai efektivitas terendah pada kegiatan upaya promosi kesehatan (45,61 persen). Berdasarkan hasil analisis komparatif dari nilai efisiensi, puskesmas rawat inap lebih efisien daripada puskesmas bukan rawat inap tetapi dari nilai efektifitas puskesmas bukan rawat inap lebih efektif daripada puskesmas rawat inap. Kemudian untuk puskesmas yang berlokasi di kota kecamatan ternyata lebih efisien daripada puskesmas yang berlokasi bukan di kota kecamatan, tetapi puskesmas yang berlokasi di bukan kota kecamatan lebih efektif dari puskesmas yang berlokasi di kota kecamatan. Untuk puskesmas dengan pimpinan dokter lebih efisien daripada puskesmas dengan pimpinan bukan dokter, tetapi puskesmas dengan pimpinan bukan dokter lebih efektif daripada puskesmas dengan pimpinan dokter. Ada 3 opsi sebagai pilihan dalam tata kelola puskesmas untuk menentukan darimana mencapai kinerja , yaitu efisiensi dan efektif yang bertolak belakang, efektif saja atau efektif dan efisien secara bersama-sama.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to analyze Puskesmas performance from the aspects of efficiency and effectiveness in the Brebes regency. The study was conducted in Brebes regency with a sample of all Puskesmas in the Brebes regency as many as 38 Puskesmas (total sample), while to analyze Puskesmas performance was through descriptive quantitative approach. To measure the efficiency and effectiveness of Puskesmas performance through the ratio of input, output and outcame, with a focus the six main activities that must be carried out by Puskesmas, namely health promotion, environmental health, maternal health, child and family planning, nutrition, prevention and eradication of infectious diseases and general medicine. Based on the analysis of Puskesmas performance from the aspects of efficiency, Puskesmas performance in Brebes, most of Puskesmas (85.96 percent) was efficient. Based on the analysis of Puskesmas performance from the aspects of effectiveness, most Puskesmas performance in Brebes was effective Puskesmas (68.42 percent). Thus in this study Ho (most Puskesmas in Brebes regency did not have an effective performance) was rejected and Ha (most Puskesmas in Brebes regency had an effective performance) was accepted.
Kata kunciPerformance, effectiveness
Pembimbing 1Dr. Bambang Tri Harsanto, M.Si
Pembimbing 2Dr. Sukarso, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2014
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2014-11-26 14:40:29.66267
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.