Home
Login.
Artikelilmiahs
8232
Update
RIVAN AGASTIAN MUHARRAM
NIM
Judul Artikel
Perempuan Penderita HIV/AIDS: Antara Single Parenting, Stigmatisasi, dan Isu Gender
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Sampai sekarang ini stigma yang beredar di masyarakat mengenai orang dengan HIV/AIDS (ODHA) adalah sebagai akibat dari perilaku ODHA yang menyimpang semasa hidupnya sebelum terinfeksi HIV/AIDS, seperti menggunakan narkoba jarum suntik dan seks bebas. Keadaan tersebut memaksa seorang ODHA untuk berusaha menutupi statusnya agar tidak mengalami pengasingan atau dikucilkan oleh masyarakat. Secara biologis perempuan jauh lebih rentan terinfeksi virus HIV daripada laki-laki. Selain itu, ketidakadilan gender menjadi salah satu faktor pendukung seorang perempuan dapat terinfeksi penyakit mematikan ini. Dalam kasus ini, perempuan dapat menjadi korban penularan HIV/AIDS akibat perilaku menyimpang suaminya. Penelitian ini berjudul “Perempuan Penderita HIV/AIDS: Antara Single Parenting, Stigmatisasi, dan Isu Gender”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman hidup Ibu Siti, seorang perempuan dengan HIV/AIDS sekaligus seorang single parent di dalam lingkaran stigmatisasi terhadap ODHA dan ketidakadilan gender terhadap perempuan. Ibu Siti merupakan sasaran penelitan yang dipilih oleh penulis melalui teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dalam bentuk studi biografis atau life story. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kabupaten Banyumas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman yang Ibu Siti alami sebagai ODHA membutuhkan perjuangan yang keras untuk bertahan hidup. Ia merupakan korban penularan HIV/AIDS akibat perilaku seksual suaminya yang tidak sehat. Suaminya yang seringkali “jajan” sembarangan untuk memenuhi kebutuhan biologisnya saat berada di luar kota menjadi penyebab utama ia tertular HIV/AIDS. Peran seorang istri adalah melayani suaminya, termasuk melayani kebutuhan biologisnya. Selain itu, sebagai seorang istri yang baik Ibu Siti tidak patut untuk menanyakan riwayat kesehatan suaminya yang sebenarnya telah terinfeksi virus menular dan mematikan, yakni HIV/AIDS. Kematian suaminya menjadi pukulan berat bagi Ibu Siti. Kini, Ibu Siti harus bertahan hidup sebagai seorang single parent dengan menutupi statusnya sebagai ODHA dari gempuran stigma di masyarakat, sementara penyakit yang dideritanya semakin menggerogoti sistem kekebalan tubuhnya. Ibu Siti harus tetap hidup dan bekerja demi anak-anaknya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Until now circulating in the community stigma of people living with HIV/AIDS as a result of aberrant behavior during her life before infected with HIV / AIDS, such as drug use and sex-free syringe. The situation forces a status of people living with HIV/AIDS to seek cover in order not to suffer from isolation and ostracized by society. Woman are far more biologically susceptible HIV infected than men. Moreover, gender inequality to be one of the factors supporting a woman can be infected with this deadly disease. In this case, the woman can be a victim of HIV/AIDS as a result of her husband’s deviant behavior. The present study titled "Female with HIV/AIDS: Between Single Parenting, Stigmatization, and Gender Issues". The purpose of this study was to determine Mrs. Siti life experience, a woman with HIV/AIDS as well as a single parent in a circle stigmatization againts people living with HIV/AIDS and gender inequality against woman. Mrs. Siti was the target of scrutiny by the authors selected through purposive sampling technique. This study uses qualitative research methods in the study of biographical or life story. Location of this research is in Banyumas. The results of this study indicate the experience of Mrs. Siti as people living with HIV/AIDS in need of a hard struggle for survival. She is a victim of HIV/AIDS as a result of her husband's sexual behavior that is not healthy. Her husband, who often "junk" to meet the needs of his sexuality arbitrary time outside of the main reason for it to be infected with HIV/AIDS. The nature of a woman is to serve her husband, including serving the needs of sexuality. In addition, as a good wife Mrs. Siti did not think fit to ask her husband 's health history that actually has infected the virus, HIV/AIDS. The death of her husband to be a heavy blow for Mrs. Siti. Now, Mrs. Siti must survive as a single parent with a cover fierce storm status as a person with HIV/AIDS from stigma in society, while the illness she suffered increasingly eroding her body 's immune system. Mrs. Siti must still live and work for her childrens.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save