Home
Login.
Artikelilmiahs
8036
Update
EKA FATMAWATI RAHAYU
NIM
Judul Artikel
KAJIAN NILAI TUKAR PETANI DAN FAKTOR PRODUKSI PADI DI KECAMATAN DUKUHWARU KABUPATEN TEGAL
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Padi merupakan komoditas unggulan sektor pertanian. Tanaman padi merupakan tanaman pangan yang banyak dibudidayakan oleh petani di Kabupaten Tegal. Kecamatan Dukuhwaru merupakan salah satu daerah sentra produksi padi di bagian barat wilayah Kabupaten Tegal. Namun, pada pelaksanaan usahataninya terdapat keterbatasan daya dukung seperti penguasaan lahan yang sempit dan minimnya penggunaan faktor produksi. Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui bahwa petani di Kecamatan Dukuhwaru belum sejahtera. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui besar nilai tukar petani tanaman padi dan (2) menganalisis faktor produksi yang berpengaruh pada produksi padi di Kecamatan Dukuhwaru. Pengambilan data dilaksanakan dari bulan September sampai Oktober 2013, dengan sasaran penelitian petani padi di Desa Blubuk dan Desa Slaranglor. Responden yang diambil sebanyak 48 responden. Periode data yang diambil yaitu periode tanam padi yaitu tahun 2012. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan pencatatan. Metode pengambilan sampel menggunakan two stage sampling, tahap pertama pemilihan Desa secara purposive, tahap kedua pengambilan sampel secara proporsional stratified random sampling dengan strata luas lahan. Analisis data meliputi analisis nilai tukar petani dan analisis Cobb-Douglass. Faktor Produksi yang diteliti adalah luas lahan, jumlah benih, jumlah pupuk urea, jumlah pupuk phonska, jumlah pupuk TSP, jumlah pestisida granul, jumlah pestisida cair, dan jumlah tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Nilai Tukar petani sebesar 78,81, berdasarkan kriteria bahwa NTP < 100 dapat dikatakan petani padi di Kecamatan Dukuhwaru belum sejahtera. Sedangkan berdasarkan hasil analisis nilai tukar subsisten diperoleh hasil pada strata pertama (luas lahan 0,04 sampai dengan 0,69 hektar) petani belum sejahtera dengan NTP sebesar 81,25, dan petani baru dapat dikatakan sejahtera pada strata kedua (luas lahan 0,7 sampai dengan 1,35 hektar) dengan NTP sebesar 155,83 dan strata ketiga (≥ 1,36 Hektar) dengan NTP sebesar 185,99 (2) Faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi padi di Kecamatan Dukuhwaru adalah faktor produksi luas lahan dan benih, sedangkan faktor produksi pupuk urea, pupuk ponska, pupuk TSP, pestisida granul, pestisida cair, dan tenaga kerja tidak berpengaruh nyata terhadap produksi padi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Rice is superior commodity in agriculture sector as staple food. rice is cultivated in many farmers at Tegal regency. Dukuhwaru sub district is one of rice production center area located at west side of the tegal regency. However, in rice farming application supported capacity such as narrow land owner and minimum used of production factors are limited. Based on the limitations, the farmer at Dukuhwaru sub district have not been prosperous. This research aimed at knowing (1) the exchange rate of rice farmers and (2) analyzing the production factors affected rice production at the sub district. Data collection was carried of from september up to october 2013 with the target of farmer at blubuk and slaranglor villages. the number of responden was 48. Data period collected were rice season period in the year of 2012. Survey method was used with data collection method using observation, interview, recorded ways. Sample taking method use two stage sampling with the first stage of village selection purposively and second one of sample taking with proportional stratified random sampling at field area strata. The analysis of data includes farmers exchange rate and Cobb-Doglass analysis. Production factors studied was land area, number of seed, number of urea, number of ponska, number of tsp, number of granuls pesticide, number of liquid pesticide and number of labor. Results of the research showed that (1) exchange rate farmers at 78,81, based on criteria that the NTP < 100 can be said the dukuhwaru rice farmers in the sub district have not been prosperous. While based on analysis of the results obtained subsistence rate in the first stratum (land area of 0,04 up to 0,69 hectares) farmers have not been prosperous with NTP at 81,25, and new farmers can be said to be prosperous in the second stratum (land area 0,7 up to 1,35 hectares) with NTP at 155,83 and third stratum (≥ 1.36 hectares) with NTP at 185,99. (2) production factors influencing significantly on the production was land area and seed, while production factor of urea, ponska, TSP fertilizer, granules pesticide, liquid pesticide and labor did not affect significantly the rice production.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save