Artikelilmiahs

Menampilkan 6.621-6.640 dari 48.871 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
662111209A1L011046FISIOLOGI, PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN BAWANG MERAH PADA BERBAGAI SISTEM PENGAIRAN DAN JENIS MULSA
DI LAHAN PASIR PANTAI WIDARAPAYUNG,
CILACAP
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh sistem irigasi terbaik, (2) jenis mulsa yang terbaik dan (3) kombinasi antara sistem irigasi dan jenis mulsa yang terbaik terhadap fisiologi, pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di lahan pasir pantai. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pasir pantai Widarapayung Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, Laboratorium Fisiologi Tanaman UGM, Yogyakarta, dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Unsoed, Purwokerto. Penelitian ini berlangsung selama 3 bulan mulai September sampai November 2014. Penelitian ini menggunakan Rancangan Split Plot dengan rancangan dasar RAKL, memiliki 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah sistem irigasi yang terdiri atas: konvensional (O0), semi-otomatis (O1) dan otomatis (O2). Faktor kedua adalah jenis mulsa yang terdiri atas: tanpa mulsa (M0), jerami (M1) dan mulsa plastik/MPHP (M2). Variabel yang diamati adalah jumlah dan lebar stomata, kadar klorofil, kadar prolin, tinggi tanaman, jumlah dan luas daun, jumlah anakan, bobot basah dan kering tanaman, bobot basah dan kering akar, jumlah umbi, hasil segar umbi dan hasil kering umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sistem irigasi otomatis mampu meningkatkan jumlah daun dan luas daun tanaman bawang merah. Penggunaan mulsa jerami dengan dosis 5 t/ha meningkatkan hasil umbi segar 7,6% (14,05 t/ha) dibanding tanpa mulsa. Interaksi irigasi otomatis dan mulsa jerami adalah yang terbaik dalam meningkatkan jumlah daun bawang merah.This research aims to determine: (1) the influence of the best irrigation systems, (2) the best type of mulch and (3) a combination of the best irrigation systems and type of mulch to the physiology, growth and yield of onion in the costal sandy soils. The research was conducted in costal sandy soils of Widarapayung Binangun Subdistrict, Cilacap district, Laboratory of Plant Physiology UGM, Yogyakarta, and Laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture Unsoed, Purwokerto. The study lasted three months from September to November 2014. This study used a split plot design with basic design Randomized Complete Block Design (RCBD), has 2 factors and 3 replications. The first factor is the irrigation system consisting of: conventional (O0), semi-automatic (O1) and automatic (O2). The second factor is the type of mulch consisting of: without mulch (M0), straw (M1) and plastic mulch/MPHP (M2). The variables measured were the number and width of stomata, chlorophyll content, proline content, plant height, number and leaf area, number of tillers, plant fresh weight and dry, wet and dry weight of root, tuber number, the results of fresh tubers and tuber dry results. The results showed that the use of an automatic irrigation system is able to increase the number of leaves and leaf area of onion. Straw mulch at a dose of 5 t/ha increased fresh yield of tubers was 7,6% (14 t/ha) than without mulch. Interaction automatic irrigation system and straw mulch is the best treatment of others treatment in increasing the number of leaves of onion plant.
662211212A1L010007Pengaruh Pemberian Air Cucian Beras dan Bio P60 terhadap Pertumbuhan Vegetatif Anggrek Dendrobium sp.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air cucian beras dan Bio P60, konsentrasi dan dosis yang tepat antara air cucian beras dan Bio P60, dan interaksi antara air cucian beras dan Bio P60 terhadap pertumbuhan vegetatif anggrek Dendrobium sp. Penelitian dilaksanakan di rumah plastik, Kelurahan Pasir Muncang, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas selama 4 bulan pada bulan Mei sampai dengan Agustus 2014. Metode percobaan yang digunkan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 2 faktor, yaitu air cucian beras dengan konsentrasi 250, 500, dan 750 ppm. Bio P60 dengan konsentrasi 1 ml/1 L, kemudian dibagi menjadi 3 dosis, yaitu 10, 15, dan 20 ml/larutan, serta kontrol. Variabel yang diamati adalah jumlah daun, luas daun, tinggi tanaman, warna daun, bobot segar tanaman, jumlah dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi air cucian beras berpengaruh nyata terhadap bobot segar tanaman sebesar 2,886%. Dosis Bio P60 berpengaruh terhadap bobot segar tanaman, jumlah akar, dan jumlah daun, yaitu sebesar 2,908, 4,56 dan 3,28%. Adanya interaksi antara air cucian beras dan Bio P60 yaitu pada penambahan jumlah akar dan daun, yaitu masing–masing sebesar 5,33 dan 4,33%.This research aimed at determining the effect of rice washing water and Bio P60 application. The right concentration and dosage of rice washing water and Bio P60, and the interaction between rice washing water and Bio P60 on the growth of Dendrobium sp. The research was conducted in a plastic house, Pasir Muncang Village, Subdistrict West Purwokerto, Banyumas Regency for 4 months from May to August 2014. Randomized block design was used with two factors, i.e, rice washing water with concentration of 250, 500, and 750 ppm, Bio P60 with three doses, i.e, 10, 15, and 20 ml / solution, and control. The variables measured were the number of leaves, leaf area, plant height, leaf color, plant fresh weight, number and root length. Result of the research showed that the concentration of rice water significantly affect plant fresh weight of 2.886%. P60 Bio doses effect on plant fresh weight, root number, and number of leaves, in the amount of 2.908, 4.56 and 3.28%. The interaction between rice water and Bio P60 is on increasing the number of roots and leaves, which respectively - each amounting to 5.33 and 4.33%.
662311337E1A011218PENAFSIRAN PASAL 6 AYAT (2) DAN PASAL 7 AYAT (1) CONVENTION AGAINST TORTURE AND OTHER CRUEL, INHUMAN OR DEGRADING TREATMENT OR PUNISHMENT 1984
(Studi Kasus Terhadap Putusan Mahkamah Internasional Tahun 2012 Questions Relating to the Obligation to Prosecute or Extradite)
Putusan Mahkamah Internasional pada 20 Juli 2012 Questions Relating to the Obligation to Prosecute or Extradite (Belgium v. Senegal) terkait permasalahan perbedaan interpretasi Pasal 6 ayat (2) dan Pasal 7 ayat (1) Convention Against Torture and Other Cruel, Inhuman or Degrading Treatment or Punishment 1984. Perbedaan interpretasi ini terjadi terkait pelaksanaan kewajiban yang tercantum dalam CAT 1984 pada kasus Hissène Habré.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penafsiran Pasal 6 ayat (2) dan Pasal 7 ayat (1) CAT 1984 dalam Putusan Mahkamah Internasional (Questions Relating to the Obligation to Prosecute or Extradite). Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis. Data yang digunakan adalah data sekunder, yang selanjutnya dari data tersebut diinventarisasi dan disajikan dalam bentuk uraian sistematis. Analisa yang digunakan adalah normatif kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan telah terjadi salah penafsiran te rhadap Pasal 6 ayat (2) dan Pasal 7 ayat (1) CAT 1984. Senegal telah salah menafsirkan Pasal 6 ayat (2) CAT 1984 yang memerintahkan Negara Pihak untuk segera melakukan penyelidikan awal dengan tidak segera melakukan penyelidikan terkait laporan dugaan penyiksaan yang dilakukan Hissène Habré. Belgia dan Senegal telah salah menafsirkan Pasal 7 ayat (1) CAT 1984. Belgia menafsirkan bahwa memiliki yurisdiksi untuk menuntut Hissène Habré, namun Belgia sebenarnya tidak memiliki yurisdiksi. Hal ini dikarenakan CAT 1984 baru mengikat Belgia pada 25 Juli 1999, sementara tindakan penyiksaan dilakukan Hissène Habré pada tahun 1982 hingga tahun 1990. Senegal terikat pada CAT 1984 pada 26 Juni 1987 sehingga memiliki yurisdiksi untuk menuntut, tetapi Senegal menafsirkan bahwa negara tersebut tidak memiliki yurisdiksi untuk menuntut Hissène Habré.
International court of justice judgement in July 20th 2012 Questions Relating to the Obligation to Prosecute or Extradite (Belgium v. Senegal) concerned to differences interpretation of Article 6 (2) and Article 7 (1) Convention Against Torture and Other Cruel, Inhuman or Degrading Treatment or Punishment 1984. These differences are happened relating to the implementation of obligation that states in CAT 1984 Hissène Habré case.
The purpose is to know about the interpretation of Article 6 (2) and Article 7 (1) CAT 1984 in International Court of Justice Judgement. This research uses normative juridical approach method with secondary data. These data is inventoried and presented in the form of a systematic description. This research uses normative qualitative analysis.
The result of the research shows that there is misinterpretation of Article 6 (2) CAT 1984. Senegal has misinterpretated Article 6 (2) CAT 1984 that command the State Party to immediately make a preliminary inquiry by did not make the preliminary inquiry according to allegation of torture report did by Hissène Habré. Belgium and Senegal have misinterpretated Article 7 (1). Belgium interpretated that has jurisdiction to prosecute Hissène Habré, but in fact Belgia has no jurisdiction. This was happened because Belgium was bound to CAT in July 25th 1999. Meanwhile, torture did by Hissène Habré was happened in 1982 until 1990. Senegal was bound to CAT 1984 in June 26th 1987, so that it has jurisdiction to prosecute Hissène Habré, but Senegal interpretated that has no jurisdiction to do that.
66247964H1I010001PENGAWETAN SPERMATOPHORA UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii)
DALAM LARUTAN MADU, NaCl, AQUADES PADA TEMPERATUR -250
C
Penelitian ini berjudul “Pengawetan Spermatophora Udang Galah (macrobrachium
rosenbergii) Dalam Larutan Madu, NaCl, Aquades Pada Temperatur -250
C”. Spermatophora
merupakan kantung pembungkus sel spermatozoa pada udang. Teknologi pengawetan
spermatophora bertujuan memperpanjang viabilitas spermatozoa untuk membantu
keberlangsungan produksi benih melalui pemijahan buatan. Salah satu cara menambah viabilitas
dan motilitas spermatozoa adalah penggunaan larutan ekstender yang tepat. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui viabilitas dan motilitas spermatozoa udang galah (macrobrachium
rosenbergii) pasca pengawetan menggunakan ekstender madu, Nacl fisiologis dan aquades
sebagai kontrol. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak
Lengkap (RAL), untuk 3 perlakuan 5 ulangan, spermatophora disimpan dalam larutan pengencer
madu, NaCl dan aquades dengan perbandingan 1:9 (Volume spermatophora : Volume larutan
pengencer). Data dianalisis dengan ANAVA dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil
(BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstender dengan madu memberikan
pengaruh sangat nyata tehadap motilitas dan viabilitas spermatozoa udang galah.
The study entitled “Spermatophore Preservation of the River Giant Prawn
(Macrobrachium rosenbergii) in Honey and NaCl Solutions, and Distilled Water under
Temperature of -250
C”. Spermatophore is a wrapper sac of sperm cells in prawns. Preservation
technology of spermatophores aims to prolong viability and motility of sperms for sustainable
larval production through artificial fertilization. Use of an appropriate extender solution could be
one method in increasing viability and motility of sperms. This study aims to find out viability
and motility of sperm in prawns (macrobrachium rosenbergii) after preservation using extenders
of honey solution, physiological NaCl and distilled water as a control.An experimental method
applied completely randomized design (CRD) to examine 3 treatments in quintureplicates.
Spermatophores were stored in honey solution, physiological NaCl and distilled water in a ratio of
1:9 (spermatophore volume:extender solution volume). Data were F-tested (ANOVA) followed
by least significant difference test (LSD). The results showed that with honey solution extender
influenced high significantly motility and viability of sperms in prawns.
66257955A1M010059PENERAPAN DOKUMEN SISTEM PENJAMINAN MUTU
INDUSTRI KECIL MENENGAH GULA KELAPA CETAK
KABUPATEN PURBALINGGA
Industri Kecil Menengah (IKM) gula kelapa cetak di Kabupaten Purbalingga merupakan salah satu sentra penghasil gula kelapa cetak yang sangat potensial. IKM gula kelapa cetak di Kabupaten Purbalingga merupakan salah satu IKM unggulan. IKM unggulan memerlukan Dokumen Sistem Penjaminan Mutu secara utuh dan integral, sehingga diharapkan IKM gula kelapa cetak di kabupaten Purbalingga dapat berkembang dan mampu bersaing dipasar bebas. Tujuan umum penelitian ini adalah menyusun Dokumen Sistem Penjaminan Mutu industri gula kelapa cetak di Kabupaten Purbalingga, adapun tujuan khusus penelitian ini untuk mengetahui tingkat penerimaan responden terhadap draft Dokumen Sistem Penjaminan Mutu yang terdiri dari draft Dokumen Pedoman Mutu, draft Dokumen Prosedur Mutu, draft Dokumen Instruksi Kerja, dan draft Dokumen Formulir Mutu. Penelitian diawali dengan menyusun draft Dokumen Sistem Penjaminan Mutu (SPM) gula kelapa cetak berdasarkan pada SNI gula kelapa cetak (SNI 013743-1995), HACCP, ISO 9001:2008 dan kondisi riil teknis IKM gula kelapa cetak. Metode Focus Grup Discussion (FGD) dilaksanakan untuk menjaring masukan dari responden gula kelapa cetak, masukan tersebut akan menjadi acuan dalam pembuatan Dokumen SPM gula kelapa cetak yang sesuai dengan kondisi riil teknis dan harapan pengrajin gula kelapa cetak. Penelitian ini menghasilkan draft Dokumen Sistem penjaminan Mutu yang berisi draft Dokumen Pedoman Mutu, draft Dokumen Prosedur Mutu, draft Dokumen Instruksi Kerja dan draft Dokumen Formulir Mutu. Berdasarkan tingkat penerimaan responden terhadap draft Dokumen Pedoman Mutu rata-rata sebesar 65,9%, draft Dokumen Prosedur Mutu rata-rata sebesar 85,09 %, draft Dokumen Instruksi Kerja rata-rata sebesar 82%, dan draft Dokumen Formulir Mutu rata-rata sebesar 79,20 %.Small medium enterprise of palm sugar in Purbalingga regency is one of potential producer for palm sugar. Palm sugar’s small medium enterprise in Purbalingga is one of prime small medium enterprise. Prime small medium enterprise need a document of quality control’s system as intact and integral, so it expected to palm sugar’s small medium enterprise in Purbalingga regency will develop and able to compete in free market. General purpose of this research is to arrange Document of Quality Assurance System of palm sugar’s enterprise in Purbalingga regency, as for the specific purpose of this research are to discover acceptance level from respondent for draft of Document of Quality Assurance System which consist of Document of Quality Guidance’s draft, Document of Quality Procedure’s draft, Document of Work Instruction’s draft, and Document of Quality Form’s draft. This research began with the arrangement for Document of Quality Assurance System of palm sugar based from palm sugar’s SNI (SNI 013743-1995), HACCP, ISO 9001:2008 and real technical condition of palm sugar’s small medium enterprise. Focus Group Discussion (FGD) method held to encompass advive from palm sugar’s respondent, that advice will become reference in creating Document of Quality Assurance System of palm sugar that appropriate with real technical condition and palm sugar’s respondent’s expectation. The research result system quality assurance document which consist of quality guidance’s document, quality procedure’s document, work instruction’s document, and quality form’s document. Based on level of acceptance from respondent to draft of quality guidance’s document is evenly in 65,9%; draft of quality procedure’s document is evenly in 76,61%; draft of work instruction’s document is evenly in 82%; and draft of quality form’s document is evenly in 79,20%.
66267966H1A010052SINTESIS CROSSLINK KITOSAN TRIPOLIFOSFAT DAN APLIKASINYA DALAM MENURUNKAN KADAR Cu(II)


Telah dilakukan sintesis crosslink kitosan-tripolifosfat (TPP) dan aplikasinya dalam penurunan kadar Cu(II). Sintesis crosslink kitosan-TPP dilakukan dengan mereaksikan larutan kitosan dan larutan natrium tripolifosfat pH 3. Crosslink kitosan-TPP kemudian dikarakterisasi dengan FTIR. Crosslink kitosan-tripolifosfat selanjutnya digunakan untuk mengadsorpsi Cu(II). Hasil penelitian menunjukkan bahwa crosslink kitosan-TPP memiliki ukuran pori yang lebih besar dari pada kitosan. Crosslink kitosan-TPP dapat mengadsorpsi logam Cu(II) secara optimum pada pH 5, dengan waktu kontak 70 menit.

Synthesis of chitosan- tripolyphosfate crosslink had done and its application for Cu(II) adsorption. The synthesis of chitosan-tripolyphosfate crosslink in this research was carried out by reacting a solution of chitosan in acetic acid with tripolyphosfate pH 3. The chitosan and chitosan-tripolyphosfate crosslink were characterized by Fourier Transform Infra-Red Spectrophotometer (FTIR). Chitosan-tripolyphosfate crosslink was used to adsorp Cu(II) with parameters the influence of pH, contact time variation, and the isotherm adsorption. The result of research showed that chitosan-tripolyphosfate crosslink had size bigger than chitosan. Crosslink chitosan-triployphosfate could adsorp Cu(II) optimally on pH 5 with contact time 70 menit.
66277965F1C007045POLA KOMUNIKASI WARGA MUHAMMADIYAH DAN WARGA NAHDLATUL ULAMA
DI DESA RABAK KECAMATAN KALIMANAH PURBALINGGA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan hambatan komunikasi dan pola komunikasi warga Muhammadiyah dan NU dalam membina kerukunan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian di Desa Rabak Kalimanah Purbalingga. Lokasi berjarak 20 menit dari pusat kota. Data utama diperoleh dengan melakukan wawancara dan observasi. Sampel diambil secara purposive sampling. Model analisis adalah analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan, hambatan komunikasi yang dihadapi adalah hambatan sosio-antro-psikologis yang berkaitan dengan hal status sosial, agama, ideologi, tingkat pendidikan, tingkat kekayaan, dan sebagainya. Pola komunikasi yang digunakan adalah pola komunikasi kelompok dengan pengajian Jumat Kliwon sebagai medianya. Komunikator adalah kepala desa selaku opinion leader.This study aimed to determine and describe the barriers of communication and communication patterns of Muhammadiyah and NU in fostering harmony. This study used qualitative methods. Location of the study in the village of Rabak Kalimanah Purbalingga. The location is 20 minutes from downtown. The main data obtained by interview and observation. Samples were taken by purposive sampling. The analysis model is interactive analysis. The results showed, communication barriers are obstacles facing socio-anthropological-psychological associated with social status, religion, ideology, level of education, level of wealth, and so on. This study description a group communication pattern which Friday Kliwon recitation as a media. Communicator is the village head as opinion leaders.
66287975G1F010024EFEK NEFROPROTEKTIF KOMBINASI EKSTRAK JAHE DAN CABE JAWA PADA TIKUS YANG DIINDUKSI DOKSORUBISINDoksorubisin merupakan antibiotik golongan antrasiklin yang digunakan untuk terapi kanker yang memiliki efek samping nefrotoksik. Tanaman jahe dan cabe jawa mempunyai potensi untuk mencegah terjadinya efek nefrotoksik yang disebabkan oleh penggunaan doksorubisin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek nefroprotektif kombinasi ekstrak jahe dan cabe jawa pada tikus yang diinduksi doksorubisin.
Tikus jantan galur Wistar dibagi menjadi lima kelompok masing-masing terdiri dari tujuh tikus. Kelompok I diberi NaCMC 1,5% selama 16 hari, Kelompok II diberi doksorubisin 2,5 mg/kg BB i.p pada hari 1, 4, 7, 10, 13, 16 kelompok III diberi doksorubisin 2,5 mg/kg BB i.p + ekstrak 125 mg/kgBB/hari p.o selama 16 hari, kelompok VI diberi doksorubisin 2,5 mg/kg BB i.p + ekstrak 250 mg/kgBB/hari p.o selama 16 hari dan kelompok V diberi doksorubisin 2,5 mg/kg BB i.p + ekstrak 500 mg/kgBB/hari p.o selama 16 hari. Darah diambil pada hari ke-17 dan organ ginjal diambil.
Hasil penelitian menunjukkan pemberian kombinasi ekstrak jahe dan cabe jawa dengan dosis meningkat tidak mampu menurunkan kadar ureum dan kreatinin pada tikus yang diinduksi doksorubisin. Gambaran histopatologi ginjal mengalami perbaikan pada ginjal tikus kelompok perlakuan ekstrak jahe dan cabe jawa yang diinduksi doksorubisin, namun tidak mampu memproteksi terhadap kerusakan ginjal yang diinduksi doksorubisin. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi jahe dan cabe jawa tidak memiliki efek proteksi terhadap kerusakan ginjal berdasarkan parameter kadar ureum, kreatinin dan histopatologi ginjal.
Doxorubicin is an anthracyclic antibiotic with anti-neoplastic activity, but its effectiveness has been limited by the occurrence of side effect such us nephrotoxicity. Zingiber officinale and Piper retrofractum have potential effect to prevent the occurrence of toxicity effects that caused by the use of doxorubicin.
This Wistar male rats were divided into five groups , each consisting of seven mice . Group 1 was given NaCMC 1.5 % for 16 days, Group 2 was given doxorubicin 2.5 mg / kg ip on days 1 , 4 , 7 , 10 , 13 , 16, group 3 was given doxorubicin 2.5 mg / kg ip + extract 125 mg / kg / day po for 16 days , group 4 were given doxorubicin 2.5 mg / kg ip + extract 250 mg / kg / day po for 16 days and group 4 were given doxorubicin 2.5 mg / kg ip + extract 500 mg / kg / day po for 16 days. Blood was taken on day 17 and taken his kidney organs.
The results showed administration of a combination of Zingiber officinale and Piper retrofractum extract with increased dosage was not able to reduce levels of urea and creatinine in mice induced doxorubicin. Renal histopathological picture has improved in the treatment group extracts of Zingiber officinale and Piper retrofractum with doxorubicin-induced, but not able to protect against doxorubicin-induced renal damage. The results of this study indicate that the combination extract of Zingiber officinale and Piper retrofractum does not have a protective effect against kidney damage based on parameters of urea levels, creatinine and renal histopathology.
66297967H1A010037OPTIMASI KUALITAS DETERJEN ENZIMATIK
BERBAHAN AKTIF METIL ESTER SULFONAT (MES)
HASIL PEMURNIAN MINYAK BIJI NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L.) DENGAN MENGGUNAKAN ENZIM PAPAIN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi deterjen yang memiliki karakteristik terbaik. Selain itu, untuk mengkaji pengaruh penambahan enzim papain dan menentukan jumlah enzim papain yang ditambahkan untuk memproduksi deterjen dengan karakteristik terbaik. Formulasi deterjen menggunakan bahan aktif surfaktan metil ester sulfonat (MES) dari minyak biji nyamplung. Semua bahan penyusun dihomogenkan hingga diperoleh deterjen bubuk. Deterjen bubuk dikarakterisasi meliputi pH, stabilitas emulsi, stabilitas busa, berat jenis, kadar air, bahan tidak larut air dan daya deterjensi. Hasil karakterisasi diperoleh deterjen dengan konsentrasi penambahan MES hasil pemurnian ke dalam formula deterjen. Deterjen yang diperoleh berwarna kuning. Deterjen dengan karakteristik terbaik digunakan untuk membuat deterjen dengan penambahan enzim papain. Enzim papain yang digunakan adalah enzim papain komersial dengan variasi jumlah penambahan tertentu. Hasil formulasi deterjen dengan enzim papain berwarna kuning. Hasil uji DMRT diperoleh deterjen dengan papain komersial pada sampel S4 merupakan deterjen dengan karakteristik terbaik. Deterjen tersebut memiliki karakteristik antara lain pH sebesar 10,770, stabilitas emulsi sebesar 97,74%, stabilitas busa 62,505%, bahan tidak larut air sebesar 29,5%, kadar air sebesar 3,190%, densitas sebesar 0,846 g/mL dan daya deterjensi sebesar 1225 NTU.This research aims to determine the formulation of detergent that has the best characteristics. In addition, to examine the effect of determining the amount of the papain enzyme and papain enzyme that was added to produces with the best characteristics. Formulations of detergent used the active ingredients methyl ester sulfonate (MES) from nyamplung seed oil. The ingredients of detergent homogenized and dried to obtain powder detergent. Characterization of detergent powder include pH, emulsion stability, foam stability, density, moisture content, water-insoluble material and detergency test. The result of characterization obtained with concentrations of detergent addition of MES purified into the detergent formulation. Detergents obtained yellow. Detergents with the best characteristics was used to make detergents with the addition of the papain enzyme. The papain enzyme used was a commercial with a various of the number of increments. The result formulation of detergent with papain enzyme yellow. The results of DMRT test obtained with detergent papain commercial is S4 was a detergent with the best characteristics. Detergent has the characteristics include pH of 10.770, emulsion stability of 97.74 %, foam stability of 62.505 %, water -insoluble materials at 29.5 %, water content of 3.190 %, density of 0.846 g / mL and detergency test of 1225 NTU.
66307968H1A010004SINTESIS FOTOKATALIS Ag3PO4 DALAM BERBAGAI MEDIA PELARUT ORGANIK DAN UJI AKTIVITASNYA UNTUK DEGRADASI
ZAT WARNA METILEN BIRU

Pengaruh pelarut organik pada sintesis Ag3PO4 telah diamati pada penelitian ini. Ag3PO4 disintesis dengan metode kopresipitasi menggunakan AgNO3 dan Na2HPO4.12H2O dengan perbandingan mol 3 : 1. Pelarut metanol, etanol, dan isopropanol digunakan digunakan dalam sintesis. Ag3PO4 yang terbentuk dikarakterisasi menggunakan XRD dan DRS. Berdasarkan analisis XRD, Ag3PO4 yang disintesis dengan pelarut metanol memiliki tingkat kristalinitas tertinggi. Karakterisasi DRS menunjukkan Ag3PO4 memiliki nilai energi celah pita sebesar ~2,4 eV. Aktivitas fotokatalitik ditentukan melalui degradasi zat warna metilen biru di bawah lampu biru. Hasil penelitian menunjukkan Ag3PO4 yang disintesis dengan pelarut metanol memiliki aktivitas tertinggi. Reaksi fotokatalitik mengikuti reaksi pseudo orde pertama. Konstanta kecepatannya adalah 0,172 menit-1, 0,145 menit-1, dan 0,121 menit -1 untuk sampel yang disintesis dengan metanol, etanol, dan isopropanol berturut-turut.The effect of organic solvents in the synthesis of silver orthophosphate has been observed in this research. Silver orthophosphate was synthesized by the coprecipitation method using AgNO3 and Na2HPO4.12H2O with the molar ratio of 3 : 1. The solvents of methanol, ethanol, and isopropanol were used in the synthesis. The products were characterized using XRD and DRS. Based on the XRD analysis, the catalyst synthesized by methanol had the highest crystallinity. The band gap energy of silver orthophosphate was ~2.4 eV. The photocatalytic activity could be determined for all the sample using methylene blue degradation under blue light irradiation. The result showed that the highest photocatalytic activity were sample which synthesized by methanol. The photocatalytic reactions followed the pseudo first order kinetics. The rate constant were 0.172 min-1, 0.145 min-1, and 0.121 min-1 for the sample which synthesized using methanol, ethanol, and isoprophanol, respectively.
66317969H1A010034SINTESIS, KARAKTERISASI, DAN OPTIMASI KUALITAS PRODUK SABUN ANTIOKSIDAN
DARI MINYAK BIJI NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L)
Meningkatnya minat masyarakat untuk mendapatkan antioksidan dari bahan alam (alami) saat ini, mendorong dilakukan penelitian guna mensintesis sabun antioksidan berbahan dasar minyak biji nyamplung dengan bahan antioksidan dari fraksi etil asetat ekstrak metanol daging buah ketapang. Sabun antioksidan dikarakterisasi berdasarkan SNI 06-3532-1994 dan uji Hedonik. Untuk mengetahui aktivitas antioksidan sabun dilakukan dengan penentuan IC50 atau besarnya peredaman dengan menggunakan metode DPPH yang diukur absorbansinya dengan spektrofotometer pada panjang gelombang tertentu dan operating time. Standar antioksidan yang digunakan berupa asam askorbat. Setiap metode analisis dilakukan dengan tiga kali pengulangan. Penentuan formulasi sabun antioksidan terbaik dilakukan berdasarkan formulasi sabun antioksidan yang memiliki karakteristik paling baik. Penentuan tingkat kesukaan panelis terhadap sabun antioksidan dilakukan berdasarkan tekstur, warna, bau dan pemakaian berulang sabun antioksidan produk. Hasil penelitian menunjukkan sabun antioksidan yang memiliki formulasi terbaik berdasarkan SNI 06-3532-1994 adalah SP2 dengan rataan kadar air sebesar 30,72%, rataan kadar asam lemak total sebesar 81,59%, rataan asam lemak bebas sabesar 0,175% dan rataan lemak tak tersabunkan atau lemak netral sebesar 21,96%. Sabun yang memiliki aktivitas antioksidan tertinggi adalah SP2 dengan besarnya peredaman (IC50) sebesar 72,32%. Sabun yang memiliki tingkat kesukaan tertinggi terhadap panelis adalah SP2 dengan nilai suka terhadap tekstur dan pemakaian berulang, sangat suka terhadap warna dan normal terhadap bau.The increasing of people interest to get antioxidants from natural materials (natural) this time, encourage research to synthesize antioxidant soap Nyamplung seed oil with antioxidant ingredients from the ethyl acetate fraction of methanol extract of the fruit flesh Ketapang. Soaps characterized by SNI 06-3532-1994 and a comparison Hedonik test. To determine of antioxidant soap activity, it’s done with IC50 determination by DPPH absorbance measured with spectrophotometer at a wavelength and operating time. Standard antioxidants used ascorbic acid. Each method of analysis performed with three repetitions. Determination of the best antioxidant soap formulation is a soap formulation of antioxidants which have the most excellent characteristics. Determination of the best level antioxidant soap conducted by panelists preference level of the texture, color, odor and repeated use antioxidants soap products. The results showed that the antioxidant soap has the best formulation based on SNI 06-3532-1994 is SP2 with an average moisture content about 30.72%, the average of the total fatty acid content about 81.59%, the average sabesar free fatty acids about 0.175% and the average fat or fat saponified neutral about 21.96%. A soap which has the highest antioxidant activity is SP2 with Inhibition Concentration (IC50) about 72.32%. A soap that has the highest of panelist levels preference is SP2 with a value like the texture and repeated use, really like the color and normal to smell.
663210134F1F007116THE HATRED ACT TOWARDS GERMAN IMMIGRANTS IN AMERICAN SOCIETY IN DOROTHY GARLOCK’S THE MOON LOOKED DOWNDwi. Anggi. 2014. The Hatred Act Towards German Immigrants in American Society in Dorothy Garlock’s The Moon Looked Down. Skripsi, Program studi Bahasa dan Sastra Inggris, Jurusan Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman, Tahun Akademik 2014/2015. Di bimbing oleh Tribuana Sari, S.S.,M.Si., Rizky Februansyah,S.S., M.A, dan Rosyid Dodiyanto, S.S., M.Hum,

Kata Kunci: Kebencian, Komponen kebencian, Akar-akar Kebencian, Kekerasan, Kriminal.

Penelitian ini berjudul “The Hatred Act toward German Immigrants in American Society in Dorothy Garlock’s The Moon Lokeed Down”. Penelitian ini menjelaskan tentang upaya karakter antagonis dalam novel yang merupakan warga Amerika asli menyakiti dan berusaha mengusir mereka dengan cara menunjukkan rasa kebencian kepada mereka. Dalam penelitian ini, metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisa data. Sumber data dari penelitian ini adalah novel The Moon Looked Down karangan Dorothy Garlock yang unsure-unsur satra nya dianalisa menggunakan teori kebencian oleh Robert J. Sternberg dan teori tentang akar kebencian oleh R.F Baumeister.
Setelah melakukan penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa ada tiga komponen kebencian dan juga beserta akar-akar penyebabnya yang dilihat dari tokoh antagonis Riley, Ellis dan Graham kepada Sophie Heller dan keluarganya sebagai tokoh imajiner yang ditemukan dalam novel. Riley, Ellis dan Graham adalah warga negara Amerika asli yang menjadi kunci dalam penelitian ini. Tahap-tahap kebencian yang mereka lakukan kepada immigran Jerman yaitu keluarga Sophie Heller menjadi bahan peneliti melakukan analisa tentang teori kebencian dan juga akar-akarnya. Konflik terjadi karena para tokoh antagonis menunjukkan rasa kebenciannya dengan cara yang brutal bahkan tergolong kriminal. Hasil dari analisa peneliti adalah kebencian yang muncul dalam diri karakter antagonis memiliki proses dan juga sebab-sebanya.
Dwi. Anggi. 2014. The Hatred Act Towards German Immigrants in American Society in Dorothy Garlock’s The Moon Looked Down.Thesis, English Language and Literature Study Program, Department of Humanities, Faculty of Social and Politicial Sciences, Jenderal Soedirman University Purwokerto. Academic Year 2013/2014. Supervised by Tribuana Sari, S.S.,M.Si., Rizky Februansyah,S.S., M.A, dan Rosyid Dodiyanto, S.S., M.Hum,

Keywords: Hatred, hatred Components, roots of Hate, Violence, Crime.

This research, entitled "The Hatred Act toward German Immigrants in American Society in Dorothy Garlock's The Moon Lokeed Down". This research describes efforts antagonist characters in the novel who are Americans hurting and trying to drive them in a way to show their hatred. In this research, a qualitative descriptive method is used to analyze the data. The data source of this research is the novel The Moon Looked Down Dorothy Garlock is Literature its elements are analyzed using the theory of hatred by Robert J. Sternberg and theories about the roots of hatred by RF Baumeister.
After doing this research, the researcher concluded that there are three components of hatred and also along the root causes of the antagonist seen Riley, Ellis and Graham to Sophie Heller and his family as imaginary characters found in the novel. Riley, Ellis and Graham is a native American citizen who was key in this research. Stages of hatred that they did to the German immigrants Sophie Heller family became the researchers conducted an aalysis on the theory of hatred and also the roots. The conflict occurs because the antagonist showed a sense of hatred in a way that even a relatively brutal criminal. The results of the analysis is the hatred that appears in the antagonist characters has a process and also it causes.
66337153C1A008122KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI PEDAGANG SAYUR PASAR TRADISIONAL
(Studi Kasus di Pasar Segamas Kabupaten Purbalingga)
Penelitian ini berjudul “KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI PEDAGANG SAYUR PASAR TRADISIONAL (Studi Kasus di Pasar Segamas Kabupaten Purbalingga)”. Penelitian ini berlatar belakang pada kondisi di negara sedang berkembang, negara berkembang adalah istilah yang umum digunakan untuk menjelaskan suatu negara dengan kesejahteraan material tingkat rendah. Pada umumnya negara sedang berkembang memiliki laju pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi di setiap tahunnya. Laju pertumbuhan angkatan kerja yang tinggi apabila tidak diimbangi dengan penyediaan lapangan kerja yang memadai dapat menimbulkan pengangguran. Sektor informal memiliki peran yang besar di negara-negara sedang berkembang termasuk Indonesia. Sektor informal adalah sektor yang tidak terorganisasi, tidak teratur, dan kebanyakan legal tetapi tidak terdaftar. Salah satu sektor informal yang terdapat pada kabupaten Purbalingga adalah perdagangan, termasuk juga pedagang sayur yang terdapat pada pasar Segamas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui modal harian, jam kerja, lama usaha, dan jumlah tanggungan keluarga dari pendapatan usaha dagang sayur, untuk mengetahui kesejahteraan pedagang sayur blok C di pasar Segamas Kabupaten Purbalingga.
Penelitian ini dilakukan dengan metode survey. Data diperoleh dari hasil wawancara dan penyebaran kuesioner pedagang sayur blok C di pasar Segamas. Metode yang digunakan dalam penentuan jumlah responden yang diambil adalah simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 72 pedagang sayur dari keseluruhan populasi sebanyak 258 responden dengan menggunakan rumus Slovin. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis tabulasi silang.

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara pendapatan usaha dagang sayur dengan modal setiap hari pedagang sayur yaitu semakin banyak modal harian yang digunakan pedagang maka pedagang sayur tersebut juga akan menambah jenis barang dagangannya. Hubungan antara jam kerja dengan pendapatan mempunyai korelasi yang positif. Artinya dengan penggunaan jam kerja yang lebih efektif maka pedagang sayur dapat lebih cepat menjual barang dagangannya kepada konsumen. Terdapat hubungan yang positif antara lama usaha pedagang sayur dengan pendapatan usaha dagang sayur. Artinya semakin lama mereka memulai usaha dagang sayurnya, maka besar kemungkinan lebih banyak pelanggan yang akan membeli barang dagangannya daripada mereka yang baru sebentar berprofesi sebagai pedagang sayur. Pendapatan rumah tangga mempunyai hubungan yang positif terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga. Artinya semakin besar pendapatan yang mereka peroleh maka pengeluaran konsumsi yang mereka gunakan akan lebih banyak. Hubungan antara jumlah tanggungan keluarga dengan pengeluaran konsumsi rumah tangga mempunyai hubungan yang positif. Artinya semakin banyak tanggungan keluarga yang mereka miliki maka akan semakin besar juga kebutuhan dalam pengeluaran konsumsi. Kesejahteraan pedagang sayur diukur menggunakan standar nilai KHL Kabupaten Purbalingga sebesar Rp 1.050.488,00 yang sudah terpenuhi oleh sebagian besar responden pedagang sayur dengan pendapatan rata-rata per bulannya sebesar Rp 1.671.684,00.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pedagang sayur blok C yang sudah sejahtera sebanyak 46 responden (63,89 %) dan yang belum sejahtera sebanyak 26 responden (36,11%). Sehingga secara umum pedagang sayur blok C Pasar Segamas Kabupaten Purbalingga sebagian besar sudah sejahtera.

Implikasi dari penelitian ini adalah perlu adanya perhatian dari pedagang sayur terhadap modal usahannya, jam kerja agar lebih efektif dan efisien, memiliki usaha lain selain berjualan sayur di pasar serta upaya dalam menghemat pengeluaran guna memenuhi standar Kebutuhan Hidup Layak yang akan terus mengalami peningkatan seiring dengan berkembangnya kehidupan di zaman modern yang akan membawa taraf kehidupan manusia ke arah yang lebih baik.
Kata Kunci: Modal, Pendapatan, Jam Kerja, Lama Usaha, Jumlah Tanggungan Keluarga dan Konsumsi Rumah Tangga.
The research is titled " SOCIAL ECONOMIC LIFE VEGETABLE TRADITIONAL MARKET TRADERS ( Case Studies in Market Segamas Purbalingga ) " . The background research on the conditions in developing countries , developing country is a term commonly used to describe a country with a low level of material well-being . In general, developing countries have a population growth rate is quite high in each year . Labor force growth rate is high if it is not matched by the provision of adequate employment can lead to unemployment . The informal sector has a major role in developing countries , including Indonesia . Informal sector is a sector that is not organized , disorganized , and mostly legal but unregistered . One contained in the informal sector is trading Purbalingga district , including vegetable vendors also contained in Segamas market . The purpose of this study to determine the capital daily , hours of work, length of business , and number of dependents of trading revenues vegetable , vegetable vendors to determine the welfare of block C in Purbalingga Segamas market .
The research was conducted by survey method. Data obtained from interviews and questionnaires vegetable vendors in the market Segamas C block. The method used in determining the number of respondents drawn is simple random sampling. The sample in this study amounted to 72 vegetable vendors of the overall population of 258 respondents using Slovin formula. Data analysis techniques in this study using cross-tabulation analysis.
Results of the study showed that there is a positive relationship between income trading business with the capital every day vegetable vegetable vendors are daily more and more capital is used trader then the vegetable vendors also will increase the types of wares. Relationship between hours worked by income has a positive correlation . It means that with the use of more effective working hours then the vegetable vendors can sell their wares faster to consumers . There is a positive relationship between the old greengrocer business with revenues vegetable trade . It means that the longer they start vegetable trading business , the more likely it is that customers will buy their wares rather than new ones briefly worked as a greengrocer . Household income has a positive relationship to household spending . Ie, the greater the income they earn then they use consumption expenditure will be more . Relationship between the number of family dependents with household consumption expenditure has a positive relationship . Means more dependents they have , the greater the consumption expenditure also needs . Welfare is measured using a standard vegetable vendors KHL Purbalingga value of Rp 1,050,488.00 which was met by the majority of respondents greengrocer with an average income per month is Rp 1,671,684.00.
Based on the results of this study concluded that the greengrocer block C which was prosperous as many as 46 respondents (63.89%) and that has not prosper as much as 26 respondents (36.11%). So generally block C Market greengrocer Segamas Purbalingga largely prosperous.
The implication of this research is the need for attention from vegetable vendors to capital in his own efforts, working hours in order to more effectively and efficiently, has other business besides selling vegetables in the market and attempt to save money in order to meet the standards of the Living Needs will continue to increase along with the development life in the modern era that will bring people to a standard of living better direction.
Keywords: Capital, Income, Hours of Work, Old Business, Family and Dependents Total Household Consumption.
66344910E1A008056Pelaksanaan Pencatatan Perkawinan Beda Agama di Kota Magelang (Tinjauan Yuridis Penetapan Nomor 04/Pdt.P/2012/PN.MGL)Menurut ketentuan Pasal 35 huruf (a) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, pencatatan perkawinan diperuntukan pula kepada perkawinan yang dilangsungkan antar umat yang berbeda agama dimana syarat untuk dapat dicatatkannya perkawinan beda agama adalah adanya salinan penetapan pengadilan yang memberikan izin untuk itu. Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah alasan substansial hakim dalam menetapkan untuk memberi izin dilangsungkan dan dicatatkannya perkawinan beda agama di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil pada Penetapan Nomor 04/PDT.P/2012/PN.MGL serta pelaksanaan pencatatan perkawinan beda agama di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Magelang. Dalam penulisan hukum ini penulis menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan metode pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa :
1. Alasan substansial hakim dalam Penetapan Nomor 04/PDT.P/2012/PN.MGL adalah telah terjadi kekosongan hukum dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Hakim kemudian menetapkan perkawinan beda agama dengan alasan bahwa perkawinan beda agama merupakan hak konstitusi dan hak azasi manusia yang dimiliki setiap warga negara Indonesia, serta merupakan suatu kenyataan yang hidup dalam masyarakat Indonesia.
2. Pencatatan perkawinan beda agama yang dilaksanakan oleh pejabat pencatatan sipil di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Magelang tidak berlandaskan hukum.
Berdasarkan kesimpulan tersebut maka dapat diajukan saran bahwa Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 perlu diperbarui agar dapat memenuhi hak konstitusi dan hak azasi manusia yang dimiliki oleh setiap warga negara Indonesia.
Based on article 35 point a of statute number 23 of 2006 about demographic administration said that interfaith marriage registration is important to do, but it should be completed with copy of court order. Therefore, the research problem are why does the judge issue local regulation about the interfaith marriage registration and how does the Demographic and Civilian Registration Department of Magelang City implement it. Moreover, the juridical-normative research method with cases and statute approach is used in this research. Based on the result research could be concluded that :
1. The judge substansial reason at case number 04/Pdt.P/2012/PN.MGL is no regulation about interfaith marriage, especially in Statute Number 1 of 1974 about marriage. Therefore, the judge set a interfaith marriage, because marriage is constitution right and human right for every Indonesian citizen, as well as the reality in Indonesia.
2. The registration interfaith marriage in Demographic and Civilian Registration Department of Magelang City is not based in law.
Based on these conclusions can be suggested, that the Statute Number 1 of 1974 about marriage must be updated to be able to fulfill the constitution right and human right for every Indonesian Citizen.
66357973F1F008104OPERATIONAL INSTRUCTIONS ANALYSIS OF TRANSLATION STRATEGIES AND ACCURACY IN USER MANUAL TRANSLATION NEXIAN NX-G911 DUAL SIM GSM PHONETri Setio, Meilana. 2014. “Operational Instructions Analysis of Translation Strategies and Accuracy in User Manual Translation Nexian NX-G911 Dual SIM GSM Phone”. Skripsi dibimbing oleh R. Pujo Handoyo, S.S, M.Hum., Erna Wardani, S.Pd, M.Hum., dan Tuti Purwati,S.S, M.Hum. Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Departemen Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Tahun Akademik: 2013/2014.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketepatan dan menjelaskan strategi yang digunakan dalam penerjemahan buku panduan penggunaan telepon Nexian NX-G911 Dual SIM GSM. Teori-teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori-teori penerjemahan dari Hornby dan dari Newmark.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik percontohan total. Penelitian ini mempunyai dua macam sumber data, yaitu: data primer ( kalimat-kalimat yang diambil dari buku panduan penggunaan telepon Nexian NX-G911 versi Inggris dan versi Indonesia) dan data sekunder (hasil kuesioner yang didapat dari ketiga penilai untuk mengukur tingkat ketepatan dari penerjemahan).Analisa pada penelitian ini dibagi menjadi dua analisa data utama: analisa mengenai strategi dan analisa mengenai ketepatan penerjemahan. Analisa mengenai strategi dilakukan dengan mengidentifikasi dan menjabarkan setiap kalimat yang mengandung strategi penerjemahan. Analisa mengenai ketepatan penerjemahan dilakukan dengan menghitung nilai rata-rata, mengidentifikasi dan menjabarkan penerjemahan berdasarkan tingkat ketepatannya.
Hasil analisa menunjukan bahwa ada beberapa strategi penerjemahan yang muncul di penerjemahan buku panduan penggunaan telepon Nexian NX-G911. Dari 100 data, 22 data merupakan transference, 12 data naturalization, 12 data addition, 10 data deletion, 2 data reduction, 4 data expansion, 7 data synonymy, 1 datum modulation, 2 data cultural equivalent, 1 datum componential equivalent, 25 data transposition dan 2 data tidak memiliki strategi penerjemahan. Dari 100 data, 84 data digolongkan kedalam sangat tepat, 12 data tepat, 2 data tidak tepat, dan 2 data sangat tidak tepat. Oleh karena itu penerjemahan buku panduan penggunaan telepon Nexian NX-G911 ini digolongkan kedalam tepat.
Tri Setio, Meilana. 2014. “Operational Instructions Analysis of Translation Strategies and Accuracy in User Manual Translation Nexian NX-G911 Dual SIM GSM Phone”. Supervised by R. Pujo Handoyo, S.S, M.Hum., Erna Wardani, S.Pd, M.Hum., and Tuti Purwati,S.S, M.Hum. English Language and Literature Study Program, Department of Humanities, Faculty of Social and Political Science, Jenderal Soedirman University Purwokerto. Academic Year: 2013/2014.
The research is aimed to find out the accuracy assessment and to explain the strategies used in user manual translation Nexian NX-G911 Dual SIM GSM phone. The theories used in this research are translation theory from Hornby, and from Newmark.
The researcher uses descriptive qualitative method and total sampling technique. This research has two kind of data source, they are: the primary data (the sentences taken from user manual of Nexian NX-G911 in English version and Indonesian version) and the secondary data (the result of the questionnaire that is taken from the three raters to measure the accuracy assessment of the translation). The analysis was divided into two main data analysis: the analysis of strategy and the analysis of accuracy. The analysis of strategy was conducted by identifying and clarifying each sentence which contains translation strategy. The analysis of accuracy was conducted by calculating the mean score, identifying and clarifying the translation based on the accuracy level.
The analysis result reveals that there are some translation strategies occur in user manual translation of Nexian NX-G911. Among 100 data, 22 data are transference, 12 data are naturalization, 12 data are addition, 10 data are deletion, 2 data are reduction, 4 data are expansion, 7 data are synonymy, 1 datum is modulation, 2 data are cultural equivalent, 1 datum is componential equivalent, 25 data are transposition and 2 data are no translation strategy. From 100 data, 84 data are classified into very accurate, 12 data are accurate, 2 data are inaccurate, and 2 data are very inaccurate. Hence, the translation in user manual of Nexian NX-G911 is classified into accurate.
66367970B1J009081KELIMPAHAN SERANGGA COCOPET (Dermaptera)
PADA LAHAN PERTANIAN ORGANIK DAN INTENSIF DI DESA MELUNG




Penelitian untuk mengetahui keragaman dan kelimpahan Dermaptera pada lahan pertanian organik dan intensif, serta mengetahui kelimpahan Dermaptera pada lahan pertanian organik dan intensif telah dilakukan di lereng Gunung Slamet di Desa Melung, Kecamatan Kedung Banteng, Purwokerto pada bulan mei sampai november 2013. Dalam penelitian ini digunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara sistematik menggunakan line transect yang terbagi menjadi 5 kuadran. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan perangkap pitfall trap dan core sampler dengan interval satu bulan selama tiga bulan di masing-masing lokasi penelitian. Variabel yang diamati meliputi keragaman dan kelimpahan Dermaptera dari masing-masing lahan pertanian. Parameter yang diamati berupa ragam familia dan jumlah individu setiap familia Dermaptera. Parameter lain yang diukur adalah pH tanah, kelembaban tanah, temperatur tanah. Data kelimpahan serangga Dermaptera dianalisis secara deskriptif pada level familia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keragaman serangga Dermaptera pada lahan pertanian organik lebih banyak (familia Labiidae, Carcinophoridae dan Forficulidae) dibandingkan lahan pertanian intensif (familia Labiidae dan Carcinophoridae). Kelimpahan serangga Dermaptera pada lahan pertanian organik sebanyak 19 individu, sedangkan pada lahan pertanian intensif sebanyak 4 individu.




A study aimed to determine the Dermapteran insect diversity and abundance in organic and intensive farmland and to determine Dermaptera abundance in organic and intensive farmland on the southem slope of Mount Slamet, Melung Kedungbanteng Purwokerto has been conducted in may-november 2013. This research used a survey method with systematic samplings. The sampling points were determined by using line transects and each of which was divided into 5 quadrants. Pitfall traps and core samplers were used to collect the insects at each quadrant. Sampling was conducted once a month during the period of three months from may to juli. The variables observed consisted of Dermapteran diversity and Dermapteran abundance from each farmland. The parameters observed were the number of families and the number of individuals in each family of the Dermapteran insects collected. Other parameters were soil pH, soil moisture, and soil temperature. The Dermapteran abundance data were analyzed descriptively at the level of family. The results showed that the diversity of the Dermapteran insects in the organic farmland (family : Labiidae, Carcinophoridae, and Forficulidae) was greater than in the intensive farmland (family : Labiidae and Carcinophoridae). The Dermapteran abundance in organic farmland was 19 individuals, while in intensive farmland was 4 individuals.
66377971H1A010001KARAKTERISASI PARTIKULAT UDARA AMBIEN DI SLEMAN YOGYAKARTA Partikulat udara dikumpulkan di Sleman Yogyakarta pada bulan Juli 2013 hingga Februari 2014. Pengambilan sampel dilakukan seminggu sekali menggunakan Gent Stacked Filter Unit Sampler dan filter polycarbonate. Jumlah sampel adalah 39 sampel termasuk sampel ketika erupsi Gunung Kelud, 14 Februari 2014. Partikulat yang telah terkumpul pada filter dianalisis dengan metode gravimetri untuk menentukan konsentrasi PM2,5 dan PM10. Selain itu, metode EEL Smoke Stain Reflectometry digunakan untuk menentukan konsentrasi Black Carbon yang terkandung dalam PM2,5. Komposisi unsur yang terkandung diukur menggunakan Energy Dispersive X-Ray Fluorescence Spectrometry (ED-XRF) Epsilon 5. Analisis unsur yang dilakukan meliputi Al, Si, S, K, Ca, Ti, Cr, Mn, Fe, Ni, Cu, Zn dan Pb. Hasil menunjukan bahwa rata-rata konsentrasi untuk PM2,5 dan PM10 sebelum erupsi masing-masing adalah 11,05 μg/m3 and 22,09 μg/m3, sedangkan rata-rata konsentrasi Black Carbon sebesar 2,45 μg/m3. Konsentrasi unsur tertinggi diperoleh oleh unsur Si senilai 437,26 ng/m3 dalam PM2,5-10 dan unsur S sebesar 370,87 ng/m3 dalam PM2,5. Pengambilan sampel yang dilakukan saat terjadi erupsi Gunung Kelud menunjukan konsentrasi PM2,5 dan PM10 masing-masing meningkat menjadi 6,8 kali dan 24,6 kali lebih besar dari konsentrasi rata-rata normal di wilayah tersebut. Konsentrasi unsur-unsur Si, Ti, Al, Fe, Ca, Mn dan K juga meningkat secara signifikan. Unsur Si mempunyai konsentrasi tertinggi, meningkat 144 kali lebih besar dalam PM2,5 dan 123 kali lebih besar dalam PM2,5-10. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan berbasis ilmiah dalam membuat kebijakan terkait baku mutu dan parameter logam berat di udara. Airborne Particulate Matters were collected in Sleman Yogyakarta from July 2013 to February 2014. The sampling was done once a week using a Gent Stacked Filter Unit Sampler and polycarbonate filters. The total sample are 39 samples including samples when the eruption of Mount Kelud, February 14th 2014. The collected particulate on filters were analyzed using gravimetry method to determine concentration of PM2.5 and PM10. Beside that, EEL Smoke Stain Reflectometry was used to determine Black Carbon concentration on PM2.5. Elementals composition was analyzed using Energy Dispersive X-Ray Fluorescence Spectrometry (ED-XRF) Epsilon 5. The elements include Al, Si, S, K, Ca, Ti, Cr, Mn, Fe, Ni, Cu, Zn and Pb. The results showed that the average concentration PM2.5 and PM10 before eruption are 11.05 μg/m3 and 22.09 μg/m3, whereas the average concentration of Black Carbon on PM2.5 is 2.45 μg/m3. The highest concentrations were Si 437.26 ng/m3 on PM2.5-10 and S 370.87 ng/m3 on PM2.5. The concentrations of PM2.5 and PM10 increase up to 6.8 times and 24.6 times compared with the average normal concentration when the eruption of Mount Kelud occured. The element concentrations Si, Ti, Al, Fe, Ca, Mn and K are also increase significantly. Si is the most highest concentration, increasing 144 times on PM2.5 and 123 times on PM2.5-10. The result can be used as scientific-base to make policy about quality standard and heavy metal parameter on air.
66387972A1M010005PENERAPAN DOKUMEN PROSEDUR MUTU INDUSTRI KECIL MENENGAH KUE KERING DI PURBALINGGAIndustri Kecil Menengah (IKM) kue kering di Kabupaten Purbalingga merupakan salah satu industri penghasil kue kering yang cukup potensial di Jawa Tengah. IKM kue kering di Kabupaten Purbalingga merupakan salah satu IKM unggulan. Sebagai IKM unggulan, maka industri harus ditopang oleh penjaminan mutu yang baik, konsisten, dan berkelanjutan.Tujuan umum penelitian ini adalah menyusun Dokumen Prosedur Mutu kue kering di Kabupaten Purbalingga, adapun tujuan khusus penelitian ini untuk mengetahui tingkat penerimaan responden terhadap draft Dokumen Prosedur Mutu yang terdiri dari draft Dokumen Proses Manajemen, draft Dokumen Kontrol Proses & Sanitasi, dan draft Dokumen SOP. Penelitian ini diawali dengan menyusun draft Dokumen Prosedur Mutu kue kering berdasarkan pada SNI kue kering (01-2973-1992), HACCP, ISO 9001:2008, dan kondisi riil teknis IKM kue kering. Metode Focus Grup Discussion (FGD) dilaksanakan untuk memperoleh masukan dari responden kue kering, masukan tersebut akan menjadi acuan dalam pembuatan Dokumen Prosedur Mutu kue kering yang sesuai dengan kondisi riil dan harapan responden kue kering. Berdasarkan tingkat penerimaan responden terhadap Draft Prosedur Mutu, didapat rata-rata yang sama pada draft Dokumen Proses Manajemen, draft Dokumen Kontrol Proses dan Sanitasi, draft Dokumen SOP Quality Control & Quality Assurance, draft Dokumen SOP Logistik, serta draft Dokumen SOP Survei dan Pengendalian yaitu sebesar 100%. Draft Dokumen SOP Penyediaan Utilities dari semua elemen memiliki rata-rata sebesar 72,67%, sementara tingkat penerimaan responden terhadap draft Dokumen SOP Proses Produksi adalah 66,7%.Small Scale Industry (IKM) of cookies in Purbalingga Regency is one of potential cookies producers in Central Java. IKM of cookies in Purbalingga Regency is one of trustworthy IKM. As trustworthy IKM, the industry should be supported by good, consistent and continuous quality assurance. The general goal of this research was to compile documents of cookies quality procedure in Purbalingga Regency. In addition, the specific goal of this research was to know respondents’ acceptance level towards draft of Quality Procedure Document which consisted of draft of Management Process Document, draft of Process and Sanitation Control Documents, and draft of POS (Procedure of Operational Standard). This research was initiated by compiling draft of quality procedure of cookies based on SNI serial number (01-2973-1992), HACCP, ISO 9001:2008, and technical real condition of cookies IKM. Focus Group Discussion (FGD) was carried out to obtain respondents’ suggestions. Those suggestions would be reference in compiling Quality Procedure Documents of cookies based on the real condition and respondent’s expectation. Based on the level of respondents’ acceptance towards draft of Quality Procedure Documents, the same average of draft of Management Process Document, draft of Process and Sanitation Control Documents, draft of POS (Procedure of Operational Standard) of Quality Control and Quality Assurance, draft of Logistic POS Document, and draft of Survey and Control POS Document was obtained at 100%. The average of draft of Utilities Supply POS Document of all elements was 72,67%. Meanwhile, level of respondents acceptance towards draft of Production Process POS Documents was 66,7%.
66397974A1M009052PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK PALA DAN GULA PASIR TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA DAN SENSORIS SIRUP NIRA-PALASirup nira-pala merupakan salah satu inovasi dari sirup nira. Penambahan ekstrak pala pada sirup nira bertujuan untuk memberikan aroma dan rasa khas pada sirup nira. Penambahan gula pasir bertujuan untuk meningkatkan daya terima sensoris sirup nira-pala. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi perlakuan terbaik untuk menghasilkan sirup nira-pala dengan sifat sensoris yang baik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan tiga kali ulangan. Faktor yang dicoba yaitu penambahan ekstrak pala (P) terdiri dari penambahan 10% (P1), penambahan 20% (P2), penambahan 30% (P3), penambahan 40% (P4) dan penambahan gula pasir (G) yang terdiri dari penambahan 5% (G1), penambahan 10% (G2) dan penambahan 15% (G3) sehingga diperoleh 12 kombinasi perlakuan. Variabel fisik dan kimia yang diamati meliputi: pH, kadar air dan kadar sukrosa. Variabel sensori meliputi: warna dan kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan terbaik adalah perlakuan dengan penambahan ekstrak pala 10% serta penambahan gula pasir 15% menghasilkan menghasilkan sirup nira-pala dengan skor warna sirup sebesar 3,51 (coklat); dan skor kesukaan sebesar 3,7 (suka). Sap-Nutmeg Syrup is a product innovation on processing of sap syrup. Nutmeg extract addition into sap syrup aims to give unique odor and taste of sap syrup. Sugar addition aims to increase sap-nutmeg sensory. This research aims determine the best combination treatment of the effect of nutmeg extract addition and sugar addition to produce sap-nutmeng syrup with good sensory,. This research was used randomized complete block design with two factors were nutmeg extract addition (P), consist of 10% (P1), 20% (P2), 30% (P3), 40% (P4), and sugar addition (G) consist of 5% (G1), 10% (G2), and 15% (G3). The pH, water content and sucrose content and sensory (colour and preference) was evaluated in the research. Results of the experiment showed that the best combination treatment is nutmeg extract addition 10% and sugar addition 15% that produce nutmeg syrup colour level at 4.07 (brown) and preference level at 3.52 (like).
664010135B1J010037DISTRIBUSI POPULASI TUNGAU PREDATOR Phytoseius sp. PADA BERBAGAI KLON TANAMAN TEH SETELAH AUGMENTASI INUNDATIF DI PTPN IX SEMUGIH, PEMALANGTungau merupakan salah satu spesies hama yang banyak menyerang tanaman teh. Salah satu cara pengendalian tungau hama secara biologi yaitu dengan menggunakan tungau predator Phytoseius sp. yang merupakan tungau predator dengan daya jelajah yang sangat luas sehingga dapat ditemukan pada berbagai klon teh di PTPN IX kebun Semugih. Kemampuan menyebar (distribusi) dan mengadakan kolonisasi luas secara alami akan menentukan tingkat keberhasilan tungau predator sebagai agen pengendalian hayati tungau hama.
Adanya teknik optimalisasi peranan predator dalam pengendalian hama tungau melalui strategi augmentasi inundasi berpotensi membawa perubahan distribusi predator.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola distribusi populasi predator Phytoseius sp. dari berbagai klon teh yang berbeda di PTPN IX Semugih. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei yang dilakukan pada 3 klon (Gambung, Tri 2024 dan Asam) dengan ulangan 3 kali.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola distribusi tungau predator Phytoseius sp. dalam klon Gambung dan TRI 2024 adalah mengelompok, namun pola distribusi pada klon Asam adalah teratur. Secara keseluruhan klon distribusi tungau predator Phytoseius sp. antar klon Gambung, TRI 2024 dan Asam adalah mengelompok.

Mite is one of the many specieses of pest that attack the tea plant. One way to control mites biologically is by using predatory mites Phytoseius sp. which is a predatory mite with very wide cruising range so that Phytoseius sp. can be found in various clones of tea in the garden at Semugih PTPN IX. The ability to spread (distribution) and to conduct extensive colonization will naturally determine the success rate of predatory mites as biological control agents of pest mites.
The existence of techniques to optimize the role of predators in controlling pest mites through inundation augmentation strategy to bring changes in the distribution of the inundation potential predators.
The purpose of this research was to determine the distribution pattern of predator populations of Phytoseius sp. from a variety of different tea clones in PTPN IX Semugih. The method used in this study was a survey conducted in three clones (Gambung, TRI 2024 and Asamica) replicated 3 times.
The research results showed that the distribution pattern of predatory mites Phytoseius sp. in clone TRI 2024 and Gambung are clustered, but the distribution pattern of the clones Asamica is random. Overall distribution of predator mite clones Phytoseius sp. between clones Gambung, 2024 TRI Asamica are clustered.