Home
Login.
Artikelilmiahs
8032
Update
RAHMATULLAH
NIM
Judul Artikel
UJI PREFERENSI HAMA PENGGEREK BATANG PADI KUNING (Scirphopaga incertulas WALKER.) PADA VARIETAS IR 64, CILAMAYA DAN SITU BAGENDIT
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) munculnya gejala serangan awal hama penggerek batang padi kuning, 2) intensitas serangan hama penggerek batang padi kuning, 3) jumlah ngengat hama penggerek batang padi kuning, dan 4) jumlah kelompok telur hama penggerek batang padi kuning per tiga pasang ngengat. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman mulai bulan Agustus sampai November 2013. Penelitian menggunakan dua percobaan. Percobaan I dilakukan untuk mengetahui munculnya gejala serangan awal hama penggerek batang padi kuning, intensitas serangan hama penggerek batang padi kuning dan jumlah ngengat hama penggerek batang padi kuning dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari tiga perlakuan dengan sepuluh ulangan. Percobaan II dilakukan untuk mengetahui jumlah kelompok telur hama penggerek batang padi kuning per tiga pasang ngengat dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari tiga perlakuan dengan lima ulangan. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji F 5 dan 1 %, kemudian dilanjutkan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan varietas Situ Bagendit lebih disukai oleh hama penggerek batang padi kuning untuk variabel munculnya gejala serangan awal. Munculnya gejala serangan awal pada tanaman padi varietas Situ Bagendit lebih cepat yaitu 7,63 hari setelah infestasi (hsi) diikuti varietas Cilamaya 12,29 hsi dan varietas IR 64 12,91 hsi. Varietas Cilamaya lebih disukai oleh hama penggerek batang padi kuning untuk variabel intensitas serangan. Intensitas serangan pada tanaman padi varietas Cilamaya tertinggi sebesar 11,0 % diikuti varietas IR 64 sebesar 10,9 % dan varietas Situ Bagendit sebesar 7,2 %. Varietas IR 64 lebih disukai hama penggerek batang padi kuning untuk variabel jumlah ngengat. Jumlah ngengat pada tanaman padi varietas IR 64 sebanyak 6,3 ngengat diikuti varietas Situ Bagendit sebanyak 6,1 ngengat dan Cilamaya sebanyak 3,8 ngengat. Varietas IR 64 lebih disukai oleh hama penggerek batang padi kuning untuk variabel jumlah kelompok telur. Jumlah kelompok telur yang diletakkan pada tanaman padi varietas IR 64 sebanyak 4 kelompok telur diikuti varietas Situ Bagendit sebanyak 3 kelompok telur dan varietas Cilamaya sebanyak 2 kelompok telur.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This Research aims to determine: 1) the emergence of initial attack symptoms of yellow rice stem borer, 2) the attack intensity of yellow rice stem borer, 3) the amount of yellow rice stem borer moths, and 4). This research was conducted in the Crop Protection greenhouse, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University starting from August to November 2013. It used two experiments. Experiment I was conducted to determine the emergence of initial attack symptoms of yellow rice stem borer, the attack intensity of yellow rice stem borer and the amount of yellow rice stem borer moths was in Randomized Block Design (RBD), consisting of three treatments with ten replicates. Experiment II was conducted to determine the number of egg clusters of the yellow rice stem borer per three moth pairs was in Randomized Block Design (RBD), consisting of three treatments with five replicates. Results were analyzed using the F test of 5 and 1 % , followed by Least Significant Difference test (LSD) level of 5 %. The results showed that Situ Bagendit variety was preferred by yellow rice stem borer for variable the emergence of initial attack symptoms. The emergence of initial attack symptoms in Situ Bagendit variety was faster reaching 7.63 days after infestation (dai) followed Cilamaya variety of 12.29 dai and IR 64 variety of 12.91 dai. Cilamaya variety was preferred by yellow rice stem borer for the variable of intensity attack. The attacks intensity on the Cilamaya variety was the highest reaching 11.0 % then the IR 64 variety reaching 10.9 % and Situ Bagendit variety reaching 7.2 %. The IR 64 variety was more preferred by the yellow rice stem borer for the variable of moth guantity. The moths guantity on the IR 64 variety reached 6.3 moths then Situ Bagendit variety of 6.1 moth and Cilamaya variety of 3.8 moths. The IR 64 variety was preferred by the yellow rice stem borer for the variable egg cluster guantity. The females laid 4 egg clusters on the IR 64 variety, 3 egg clusters on the Situ Bagendit variety and 2 egg clusters on the Cilamaya variety.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save