Artikelilmiahs
Menampilkan 6.641-6.660 dari 48.871 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 6641 | 10136 | F1F007180 | EGO-DEFENSE MECHANISM OF ISSABELLA MARIE SWAN AS REFLECTED IN STEPHENIE MEYER’S NEW MOON | Penelitian ini berjudul “Ego-defense Mechanism of Issabella Marie Swan as Reflected in Stepenie Meyer’s New Moon ” bertujuan untuk menganalisis Mekanisme pertahanan ego dari Issabella Marie Swan dalam novel Stephenie Meyer yang berjudul New Moon. Metode penelitian yang digunakan adalah diskriptif-qualitative. Sumber data utama dalam penenlitian ini adalah novel New Moon yang dianalisis menggunakan teori mekanisme pertahanan ego dalam psikoanalisis dari Sigmund Freud. Dari hasil analisis, peneliti menemukan bahwa Bella sangat menderita karena cinta. Bella merasa sulit untuk mengatasi kecemasanya terhadapmasalah yang berkaitan dengan keberadaan Edward, realitas, dan lingkungan.Ketika Edward pergi Bella sangat menderitakarena rasa kehilangan yang mendalam.Olehsebabitu, mekanisme pertahanan ego yang dilakukan Bella dipengaruhi oleh keberadaan Edward. Keberadaan Edward menjadi bagian penting bagi Bella yang mana kehadiran Edward memiliki pengaruh besar terhadap tindakan dan tingkah laku Bella. | This research entitled “ Ego-defense Mechanism of Issabella Marie Swan as Reflected in Stepenie Meyer’s New Moon ” is purposed to analyze ego-defense mechanism of Issabella Marie Swan responds toward Edward existence and environment. This research method which is used to analyze the data is descriptive qualitative method. The main data source of this research is the novel New Moon which is analyzed by using Ego-defense mechanism in Psychoanalysis theory of Sigmund Freud. Through the analysis the researcher finds that Bella character was sacrificing too much for love. It is hard for Bella to handle her problem or her anxiety well toward the problem concerning with Edward’sexistence, reality and environment.When Edward left, Bella suffers from lost. As the effect, Bella’s ego-defense mechanism in taking action is influenced by Edward presence. Edward existence becomes the significant part for the main character Bella swan in which Edward presence gives powerful effect toward Bella’s behaviors and actions. | |
| 6642 | 10137 | F1A010053 | Perempuan Pemecah Batu (Studi Tentang Kehidupan Perempuan Pemecah Batu di Desa Karangtengah Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas) | Perempuan pemecah batu Desa Karangtengah gambaran sosok kuat dan tangguh. Permasalahan yang dihadapi perempuan pemecah batu adalah kemiskinan dan pemenuhan kebutuhan ekonomi, keadaan tersebut membuat perempuan pemecah batu ikut bekerja membantu pemenuhan kebutuhan kerumahtanggaan, sehingga mereka menjalankan dua peran yaitu peran domestik sebagai ibu rumah tangga dan peran publik sebagai pemecah batu. Penelitian bertujuan mengetahui dan mendeskripsikan alasan bekerja, pembagian waktu dan peranan, serta alokasi waktu yang dicurahkan perempuan pemecah batu. Sasaran utama penelitian adalah perempuan pemecah batu, sasaran pendukung adalah keluarga dan tokoh masyarakat. Metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik mengambil informan purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah Analisis Interaktif dan Analisis Gender Moser. Validitas menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan alasan bekerja perempuan pemecah batu yaitu: kesulitan ekonomi karena penghasilan suami tidak mencukupi, perempuan ingin mandiri, kesulitan mendapatkan pekerjaan lain karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan, kebutuhan keluarga semakin beranekaragam, dan keinginan survive agar tidak kehilangan sumber penghasilan. Perempuan pemecah batu memiliki tiga peran yaitu peran produktif, reproduktif dan sosial, dalam pelaksanaannya mendahulukan peran reproduktifnya setelah itu baru melaksanakan dua peran lainnya. Perempuan pemecah batu mendapatkan pengalokasian waktu keseharian lebih berat dibandingkan anggota keluarga lainnya sehingga membuat ketidakseimbangan peran serta beban ganda. Seharusnya suami membantu sebagai mitra istri, meringankan beban istri agar tidak terjadi beban ganda. Perlu pembentukan perkumpulan pemecah batu dalam upaya pemberdayaan dan kesejahteraan mereka. | Rock breaker women in village of Karangtengah are images of a strong and resilient. The problems faced by rock breaker women in their home life is the problem of poverty and economic needs, these circumstances make rock breaker women for participating to work for helping fulfill the needs of household, it makes them have to play two roles simultaneously, namely domestic role as housewife and public role as rock-breaking labor. The research aims to identify and describe the reason for working as rock breakers women, sharing time and the role, as well as the allocation of time devoted rock breaker women. The main target of this research is the rock breaker women, while the supporting targets are families and community leaders. Qualitative research is descriptive method with purposive sampling technique of taking informants. Data analysis method used is Interactive Analysis and Gender Analysis Moser. The validity of using triangulation. The results showed the reason women working as rock breaker, namely: economic difficultes because of the husband's income is not sufficient, women's be more independent, difficulties of getting another job because of lack of knowledge and skills, the increasingly diverse needs of families, and the desire to survive in order not to lose source of income. Rock breaker women have three roles, namely productive role, reproductive, and social, in practice prioritize their reproductive role after it had implemented two other roles. Everyday rock breaker women get the allocation of their daily time is heavier than the other family members sphere makes imbalance perceived role and double burden that occurred. The husband should be a partner for their wife to help ease the burden of his wife in order to avoid double burden. The formation of rock breakers association needed in order to empower them to prosperity. | |
| 6643 | 10138 | F1F007047 | FRIENDSHIP AND LOVE AS HUMAN VALUES DESCRIBED IN SAINT-EXUPERY’S THE LITTLE PRINCE | Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana persahabatan dan cinta digambarkan dalam novel The Little Prince. Karakter-karakter yang mengambil peran penting dalam cerita adalah the little prince, the aviator, the fox, dan the rose. Dalam penelitian ini, metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data yang berupa dialog dalam novel karya Antoine de Saint-Exupery berjudul The Little Prince. Data utama dari penelitian ini kemudian diteliti dengan teori Barnet dan Murphy tentang karakter dan karakterisasi dan teori Mahfooz tentang persahabatan dan cinta. Juga, referensi lainnya dibutuhkan dalam analisis ini. Terdapat beberapa langkah yang dilakukan dalam menganalisis dan mengetahui jawaban dari pertanyaan yang diajukan dalam penelitina ini. Peneliti menentukan objek yang akan dianalisis, yaitu novel The Little Prince, kemudian mendapatkan data berupa ujaran dari karakter utama yang dapat dilihat dari naskah novel tersebut. Data-data inilah yang kemudian diklasifikasikan menjadi dua, yaitu persahabtan dan cinta. Lalu, peneliti menganalisa data-data tersebut dengan menggunakan teori persahabatan dan cinta dan referensi lainnya. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa persahabtan dan cinta adalah paling banyak muncul dalam cerita. Persahabatan muncul dalam perjalanan the little prince dan meliputi nilai-nilai pengarahan diri sendiri, hedonisme, dan universalisme. Cinta yang the little prince temukan dalam perjalanannya menunjukkan nilai-nilai universalisme dan keselamatan. Persahabatan dan cinta adalah nilai-nilai yang paling umum terjadi dalam hidup manusia karena mereka saling berinteraksi setiap detik dalam hidup mereka. | The research is aimed to analyze how friendship and love are described in The Little Prince novel. The characters that are significant in the story are the little prince, the aviator, the fox, and the rose. In this research, descriptive qualitative method is used to analyze the data which are the dialogues of The Little Prince novel by Antoine de Saint-Exupery. The primary data of this research, then, is analyzed through character and characterization by Barnet and Murphy and friendship and love theory by Mahfooz. Also, other references are needed. There are steps done in analyzing the novel as the answer of the research question. The research determines the object which is going to be analyzed that is the novel The Little Prince, and then obtains the data which are the utterances of the main characters that can be seen in the dialogues of the novel. Those data are classified into two, namely friendship and love. Then, the researcher analyzes the data by using friendship and love theory and other references. From the analysis, it is shown that friendship and love mostly appear in the story. Friendship occurs along with journey of the little prince and it also concludes the values of self-direction, hedonism, and universalism. Love that the little prince gets along his journey shows the value of universalism and security. Friendship and love are the common things that emerge in people’s life as they interact each other in every second in their life. | |
| 6644 | 7983 | D1E008038 | PENGGUNAAN DAUN LAMTORO (Leucaena leucocephala) SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI KECERNAAN PROTEIN DAN SERAT KASAR PADA PAKAN SAPI POTONG | Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi kecernaan protein dan serat kasar pada pakan sapi potong yang mendapat daun lamtoro. Materi yang digunakan adalah sapi jantan (PO) sebanyak 4 (empat) ekor dengan bobot awal berkisar 300-380 kg dengan rataan 345 ± 40 kg. Pakan dasar terdiri dari pollard, bungkil kelapa, jerami, tetes dan mineral mix. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental in vivo. Rancangan penelitian Bujur Sangkar Latin 4x4. Terdapat 4 jenis pakan perlakuan yaitu A = pakan dasar tanpa daun lamtoro, B = pakan dasar mengandung daun lamtoro 5 %, C = pakan dasar mengandung daun lamtoro 10 %, D = pakan dasar mengandung daun lamtoro 15% dari BK jerami padi. Pakan perlakuan diberikan dua kali per hari, yaitu pagi pukul 7.30 (50%) dan siang pukul 14.00 (50%). Setelah pemberian kosentrat, diberikan jerami padi yang telah diolah, Jerami dicincang (10cm) dicampur mengunakan probiotik yang sama secara merata, kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik untuk diberikan esok harinya. Setiap pagi sisa pakan ditimbang untuk mendapatkan jumlah konsentrat dan jerami yang dikonsumsi. Sampel jerami, sampel konsentrat diambil setiap hari dan dimasukkan ke dalam kantong plastik untuk dikomposit dan dianalisis kandungan nutrien. Hasil penelitian menunjukan bahwa periode pemeliharaan berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap kecernaan protein dan serat kasar, adapun individu sapi berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kecernaan protein dan serat kasar. Sedangkan perlakuan berpengaruh tidak nyata (p>0,05) terhadap kecernaan protein maupun kecernaan serat kasar. Kesimpulan penelitian adalah Periode pemeliharaan dan individu sapi berpengaruh terhadap kecernaan protein dan kecernaan serat kasar. Namun perlakuan pakan tidak berpengaruh terhadap kecernaan protein dan serat kasar. Hal tersebut menunjukan bahwa pemberian lamtoro sampai aras 15 persen tidak mengganggu kecernaan protein maupun kecernaan serat kasar pakan sapi. | The research aimed to evaluate the digestibility of crude protein and crude fiber in beef cattle diets that got leucaena leaves. The materials used were the progeny ongole bull as many as four (4) heads with initial weights ranging from 300-380 kg with a mean of 345 ± 40 kg. The basic diets consisted of pollard, coconut meal, rice straw, molasses and mineral mix. The research method was experimental method by in vivo. The design of this research was latin squares 4x4. There are 4 types of diets treatment i.e. A = based diets contained 100% raice straw, B = based diets contained leucaena leaves 5% of rice straw dry malter, C = based diets contained of Leucaena leucocephala leaves, 10% of dry malter rice straw, D = based diets contained of leucaena leucocephala leaves, 15% rice straw dry malter. The diets treatments were given two times per day, in the morning at 7:30 and at 14.00. The amount of chopped rice straw and molasses were weighed, and mixed with probiotic according to the rules that was listed in the brochure evenly, then put in a plastic bag to be given the next day. The next morning the remaining diets was weighed to obtain the amount of concentrate and rice straw consumed per bull per day. Samples of straw, and concentrate were taken daily and put into plastic bag to the composited and nutritionally analysed. The reaserch results showed that the feeding period had a highly significant (p<0.01) effect on the crude protein digestibility and fiber digestibility, individual bull had signifcant effect (p<0.05) on the destibility of crude protein and fiber. The treatment of the level of leucaena gave no significant effect. The research conclucions is a feeding periode and individual bull effect the digestibility of protein and crud fiber. The feed treatments has no effect on feed digestibility of proteins and crud fiber. This means that the granting of leucaena up to the level of 15 percent does not disturb digestibility. | |
| 6645 | 7976 | H1A010059 | UJI DEGRADASI METILEN BIRU DENGAN MENGGUNAKAN KATALIS BiPO4/Ag3PO4 DI BAWAH LAMPU UV C DAN LED BIRU | Katalis BiPO4 adalah salah satu katalis yang dapat digunakan untuk mendegradasi metilen biru. Semikonduktor Ag3PO4 digunakan untuk mencegah rekombinasi saat proses degradasi. Komposit BiPO4/Ag3PO4 dibuat untuk mengetahui pengaruhnya dalam mendegradasi metilen biru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lampu UV C dan LED biru terhadap katalis komposit BiPO4/Ag3PO4 dan mengetahui mekanisme degradasi metilen biru pada katalis dengan aktivitas tertinggi. Katalis disintesis dengan metode hidrotermal dengan rumus kimia (BiPO4)x (Ag3PO4)1-x (x= 0; 0,25; 0,5; 0,75; 1) pada suhu 180oC selama 12 jam, menggunakan bahan awal Bi(NO3)3, AgNO3,dan Na2HPO4.12H2O. Produk yang dihasilkan dipanaskan pada suhu 500oC selama 5 jam. Katalis yang telah disintesis dikarakterisasi menggunakan XRD dan DRS. Uji aktivitas fotokatalitik dilakukan terhadap metilen biru di bawah lampu UV C dan lampu biru. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa katalis komposit BiPO4/Ag3PO4 memiliki dua struktur yaitu monoklinik yang berasal dari BiPO4 dan kubus berpusat badan dari Ag3PO4. Hasil degradasi metilen biru tertinggi di bawah lampu UV C adalah katalis komposit (BiPO4)0,5(Ag3PO4)0,5, sedangkan di bawah lampu biru adalah katalis Ag3PO4 dengan persen penurunan berturut-turut yaitu 44,47% dan 93,20%. Mekanisme degradasi metilen biru oleh Ag3PO4 di bawah lampu biru sebagian besar melalui interaksi dengan hole langsung (h+). | BiPO4 catalyst is one of the catalysts that can be used to degrade methylene blue. Semiconductor Ag3PO4 used to prevent recombination during degradation process. Composite BiPO4/Ag3PO4 made to determine the effect in degrading methylene blue. The aims of this research are determine the effect of UV C light and LED blue to the composite catalyst BiPO4/Ag3PO4 and knowing the mechanism of degradation of methylene blue by catalyst with highest activity. The catalysts were synthesized by hydrothermal method with the chemical formula (BiPO4)x(Ag3PO4)1-x (x = 0; 0,25; 0,5; 0,75; 1) at a temperature of 180oC for 12 hours, used starting materials AgNO3, Bi(NO3)3, and Na2HPO4.12H2O. The resulting product is heated at a temperature of 500oC for 5 hours. Catalysts synthesized were characterized using XRD and DRS. Photocatalytic activity test carried out on methylene blue under UV C light and blue light. The characterization results showed that the composite catalyst BiPO4/Ag3PO4 has two structures are monoclinic of BiPO4 and body centred cubic of Ag3PO4. The highest results of the degradation of methylene blue under UV C light is the composite catalyst (BiPO4)0,5(Ag3PO4)0,5, while under the blue lights is Ag3PO4 the percent decrease in a row is 44,47% and 93,20%. Mechanism degradation of methylene blue by Ag3PO4 under blue light largely through interaction direct hole (h+). | |
| 6646 | 11682 | G1G010039 | PENGARUH COUPLING AGENT KITOSAN 2%, 4% DAN 6% TERHADAP MIKROSTRUKTUR DAN NILAI KEKERASAN KOMPOSIT ALUMINA ZIRKONIA - KARBONAT APATIT SEBAGAI MATERIAL RESTORASI GIGI DIRECT | Komposit merupakan salah satu material restorasi direk kedokteran gigi yang terbentuk oleh tiga komponen utama yaitu matriks, filler dan coupling agent. Bahan yang berasal dari alam seperti alumina, zirkonia, karbonat apatit dan kitosan mulai dikembangkan sebagai material restorasi gigi. Dalam penelitian ini, komposit sebagai restorasi direk gigi dibuat dengan cara mencampur alumina zirkonia-karbonat apatit sebagai filler, UDMA-TEGDMA-DMAEMA-HEMA sebagai matrik dengan penambahan kitosan sebagai coupling agent. Rasio filler dan matriks yang digunakan adalah 70:30. Pengaruh berbagai macam variasi konsentrasi kitosan sebagai coupling agent (2%,4%,6%) kemudian dievaluasi dari mikrostruktur dan kekerasan komposit. Sampel dibuat dengan melakukan sintesis untuk menghasilkan filler alumina-zirkonia dan filler karbonat apatit. Sampel dibagi menjadi tiga kelompok dengan penambahan masing-masing coupling agent kitosan 2% (sampel A), kitosan 4% (sampel B) dan kitosan 6% (sampel C). Hasil SEM menunjukkan ukuran partikel sampel A: 87,5 nm; B: 112,5 nm; C: 150 nm. Hasil uji kekerasan sampel A: 43,2 VHN; B: 26,47 VHN; C: 25,84 VHN. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin rendah konsentrasi kitosan yang digunakan, semakin tinggi nilai kekerasan komposit dan semakin baik distribusi partikel yang diperoleh. | Composite, one of direct restoration components in dentistry, is generally consist of three primary ingredients: matrix, filler, and coupling agent. Ingredients derived from nature such as alumina, zirconia, carbonate apatite and chitosan are recently developed as dental restoration material. In this work, composite for direct restration was prepared by mixing alumina zirconia-carbonate apatite as filler with UDMA-TEGDMA-DMAEMA-HEMA as matrix in the presence of chitosan as coupling agent. Weight ratio filler to matrix used was 70:30. The effect of various concentration of chitosan coupling agent (2%,4%,6%) was then evaluated towards composite microstructure and hardness. Sample prepared by synthetizing process to obtain alumina-zirconia filler and carbonat apatite filler. The sample were divided into three groups according to the amount of coupling agent added: Group A (2% chitosan), Group B (4% chitosan), Group C (6% chitosan). SEM images revealed that the particle size of each sample was 87,5 nm (Group A), 112,5 nm (Group B), and 150 nm (Group C). The hardness values of each sample is 43,2 VHN (Group A), 26,47 VHN (Group B), and 25,84 VHN (Group C). As conclusion, the lower concentration of chitosan, the higher hardness value of the composite, and the better particle distribution of composite were obtained. | |
| 6647 | 7978 | A1L008183 | PENGARUH PRODUK FERMENTASI LIMBAH UDANG TERHADAP HASIL TANAMAN CABAI MERAH | Cabai merah (Capsicum annum L) merupakan salah satu jenis sayuran penting yang bernilai ekonomis tinggi dan cocok untuk dikembangkan di daerah tropis seperti di Indonesia. Penggunaan pestisida pada cabai seringkali menyalahi aturan dan tanpa mempertimbangkan keadaan lingkungan di sekitarnya. Penggunaan pestisida yang berlebihan ini menyebabkan terjadinya pencemaran terhadap tanah, air, udara, dan hasil pertanian. Produk fermentasi limbah udang menjadi sumber karbon bagi bakteri dalam tanah, meningkatkan proses perubahan bahan organik dan memfasilitasi mikroorganisme untuk menghasilkan lebih banyak nutrisi dari tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi cairan hasil fermentasi limbah udang terhadap hasil tanaman cabai. Penelitian merupakan percobaan di polibag yang dilaksanakan pada bulan Juli 2012 sampai dengan bulan Oktober 2012 di rumah kasa Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Percobaan non factorial dengan perlakuan terdiri atas aplikasi cairan hasil fermentasi limbah udang secara alami (FA) dan aplikasi cairan hasil fermentasi limbah udang dengan penambahan Bacillus B298 (FE), dengan lama fermentasi 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7 hari, sehingga terdapat 18 perlakuan termasuk kontrol dengan perendaman air dan fungisida yang diulang sebanyak 6 kali. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah, panjang buah, lingkar buah, dan berat buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi produk fermentasi limbah udang tidak berpengaruh nyata pada semua variabel yang diukur kecuali variabel panjang buah. Buah tanaman cabai yang diberi perlakuan cairan hasil fermentasi limbah udang secara alami dengan lama fermentasi 2, 3, 6, dan 7 hari atau perlakuan cairan hasil fermentasi limbah udang dengan Bacillus B298 selama 2 hari memiliki buah lebih panjang daripada buah tanaman yang hanya diberi air. Buah tanaman cabai yang diberi perlakuan cairan hasil fermentasi limbah udang dengan Bacillus B298 selama 2 hari adalah yang terpanjang. | Red chili (Capsicum annum L.) is one of important vegetables, it has high economic value and it is suitable to be developed in the tropics such as in Indonesia. Pesticide application on chili is often violated the rules, without considering the circumstances surrounding environment. Excessive use of pesticides has led to the pollution of soil, water, air and agricultural products. Shrimp waste fermentation products became a source of carbon for the bacteria in the soil, improving bioconversion of organic materials and facilitating microorganisms to produce more nutrients from the soil. This research aims to know the effect of liquid product of fermented shrimp waste applied on chili on the growth and yield of pepper plants. The research was carried out on polybag from July 2012 to October 2012 in screen house, Faculty of Agriculture, the University of Jenderal Soedirman Purwokerto. Non factorial treatments consisted of the application of liquid products of shrimp waste that was fermented naturally (FA) and the application of liquid product of shrimp waste that was fermented by Bacillus B298 (FE) for 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, and 7 days. There were 18 treatments including application of water and application of fungicide. There were six replications for each treatment. Observed variables were plant height, number of leaves, the amount of fruit, fruit length, a fruit circumference, and weight of fruit. Result showed that treatments had no significant effect on all measured variables except fruit length. Fruits of chili plants treated by liquid product of shrimp waste that was fermented naturally for 2, 3, 6, 7 days or treated by liquid product of shrimp waste that was fermented by Bacillus for 2 days were longer than that of plants treated by water. Fruits of chili plant treated by liquid product of shrimp waste that was fermented by Bacillus for 2 days were the longest. | |
| 6648 | 11708 | G1B010056 | PENDAMPINGAN KESEHATAN REPRODUKSI BAGI REMAJA TUNAGRAHITA OLEH GURU DI SEKOLAH LUAR BIASA YAKUT PURWOKERTO | INTISARI Guru mempunyai peran penting dalam pelaksanaan pendidikan kesehatan reproduksi karena, sebagian besar waktu remaja tunagrahita dihabiskan di sekolah. Remaja tunagrahita memilki IQ dibawah rata-rata anak normal sehingga, memiliki keterbatasan dalam memfungsikan diri, hal ini perlu adanya pendampingan yang dilakukan oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendampingan kesehatan reproduksi bagi remaja tunagrahita oleh guru di Sekolah Luar Biasa Yakut Purwokerto. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Cara pengambilan data dengan melakukan wawancara mendalam, observasi, analisis dokumen, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah pemberian informasi mengenai kesehatan reproduksi disampaikan secara langsung dengan pendekatan secara klasikal dan individual penyampaian informasi menggunakan media video dan gambar kemudian, frekuensi pemberian informasi dilakukan 1 kali dalam seminggu dengan faktor pendorong guru dalam melakukan pendampingan yaitu adanya kepedulian dari guru kepada siswanya, dan hambatan - hambatan dalam pendampingan yaitu mood siswa yang suka berubah-ubah, sarana prasarana yang tidak lengkap. Saran menyediakan fasilitas berupa media dan dana yang diperlukan oleh guru untuk mengembangkan metode dan media ajar yang lebih efektif untuk anak tunagrahita dalam proses pembelajaran kesehatan reproduksi di Sekolah Luar Biasa Yakut Perwokerto. | ABSTRACT Teachers have an important role to implement the education of reproductive health since most of adolescent with mental disability (retarded adolescents) spend their time at school. Retarded adolescents have a below-average IQ compare to normal children which limit them in functioning themselves. It leads them to the need of assistance which can be done by their teacher. This study aimed to describe the reproductive health counseling conducted in school for special needs of Yakut, Purwokerto, done by the teacher to their students. Qualitative approach is used in this study with subjects were reqruited by purposive sampling technique. Data was collected through in-depth interviews, observation, document analysis, and documentation. The results shows that the information of reproductive health is delivered directly by classical and individual approach. Video and pictures are used in delivery of information which is done once in a week. The supporting factor for teachers to deliver the information is their concern on the students, while the students’ and limited facilities are their obstacles. It is suggested to provide media as well as fund so it can be more effective for teachers to provide and develop information of reproductive health for students. | |
| 6649 | 7979 | C1J009002 | ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING HOUSEHOLD ELECTRICITY CONSUMPTION PREFERENCE IN JATI UNGGUL HOUSING HARAPAN JAYA, BEKASI CITY | Penelitian ini berjudul ”Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Preferensi Konsumsi Listrik Rumah Tangga di Perumahan Jati Unggul Kelurahan Harapan Jaya, Kota Bekasi”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi masyarakat di Perumahan Jati Unggul dalam memilih alternatif listrik yaitu prabayar dan pascabayar, menganalisis pengaruh variabel pendapatan, jumlah anggota keluarga, tingkat pendidikan, tipe rumah dan jenis pekerjaan secara parsial terhadap preferensi konsumsi listrik rumah tangga di Perumahan Jati Unggul. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yang pertama adalah listrik pascabayar lebih diminati oleh masyarakat di Perumahan Jati Unggul. Hipotesis kedua adalah secara parsial variabel pendapatan, jumlah anggota keluarga, tingkat pendidikan, tipe rumah dan jenis pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi konsumsi listrik rumah tangga di Perumahan Jati Unggul. Populasi dalam penelitian ini adalah warga di Perumahan Jati Unggul yang ditentukan menggunakan teknik convenience sampling. Sampel penelitian yang digunakan adalah sebanyak 78 responden. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Deskriptif dengan Tabulasi untuk menguji hipotesis pertama dan Analisis Regresi Logistik yang dilanjutkan dengan pengujian parameter menggunakan Wald t Test dan Nagelkerke R Square untuk menguji hipotesis kedua. Berdasarkan hasil analisis tabulasi diperoleh hasil pemahaman tentang gambaran preferensi masyarakat pada konsumsi listrik di Perumahan Jati Unggul Kelurahan Harapan Jaya Kota Bekasi, Responden lebih memilih listrik pasca bayar. Berdasarkan hasil perhitungan dapat diketahui bahwa secara parsial variabel pendapatan, jumlah anggota keluarga dan tipe rumah berpengaruh secara signifikan terhadap konsumsi listrik. Sedangkan variabel pendidikan dan jenis pekerjaan tidak berpengaruh secara signfikan terhadap konsumsi listrik, Berdasarkan hasil penelitian diperoleh implikasi bahwa masyarakat harus bisa berhemat dan disiplin dalam menggunakan listrik agar dapat mengurangi konsumsi listrik. Sehubungan dengan program baru dari PLN yaitu listrik Prabayar, PLN harus melakukan sosilaisasi yang lebih mendalam agar masyarakat memahami tentang program baru tersebut. | This study entitled “Analysis Factors Affecting Household Electricity Consumption in Jati Unggul Housing Harapan Jaya, Bekasi City”. This study aimed to analyze which one of Jati Unggul residents prefer use between postpaid or prepaid electricity in the housing, to analyze the effect of the income variable, family size, level of education, type of housing and type of job on household electricity consumption preference. Hypothesis in this study are, Postpaid electricity is more used in Jati Unggul housing. The second hypothesis is the head of the family income, family size, education level, house classification and type of job effect positively and significantly on the amount of household electricity consumption preference in Jati Unggul housing. Population in this research are Jati Unggul residents who determined by convenience sampling. The samples used in this study were 78 respondents. Analysis method used were Descriptive Analysis Tabulation to test the first hypothesis and Logistic Regression Analysis which contains Wald Test and Nagelkerke R Square Test to test the second hypothesis. Based on the tabulation analysis result it is obtained, it finds out some description of residents preferences on electricity consumption, Respondents prefer to use postpaid electricity. Based on the calculation, it can be concluded that in partial, variables of income, family size and house classification have significantly effect to the electricity consumption preference. Based on the research results, it is obtained by the implication that the society should be able to save electricity and discipline in consuming electricity in order to increase the household electricity consumption. Related to the new policy provided by PT. PLN (Persero) that is a prepaid electricity, PT. PLN should socialize about the new program, so that more people understand the advantages and disadvantages of the new tariff. | |
| 6650 | 10139 | F1A008006 | STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA (Strategi dan Realisasi Pengembangan Pariwisata oleh Pelaku Wisata di Kabupaten Indramayu) | ABSTRAK Kabupaten Indramayu memiliki beberapa jenis wisata yang ditawarkan antara lain ada wisata alam, wisata kota, wisata iptek, wisata agro, wisata rohani, wisata ziarah. Namun belum semua jenis potensi wisata yang ditawarkan dan dipromosikan itu dikelola secara maksimal. Disporabudpar Indramayu menyatakan bahwa, Obyek Wisata yang memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Indramayu itu adalah Water Park Bojongsari sebesar 400 juta rupiah dan Pantai Tirtamaya sebesar 45 juta rupiah setiap tahunnya. Namun, ada keluhan masyarakat seperti terbatasnya SDM dan anggaran, papan reklame promosi wisata Indramayu yang rusak, masih adanya premanisme yang merugikan pihak pengelola obyek wisata, promosi wisata yang masih kurang maksimal, kamar bilas yang rusak, kebersihan obyek wisata belum terjaga dengan baik. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana strategi, realisasinya, serta apa kendala yang dihadapi oleh pemda yang bekerjasama dengan swasta dalam pengembangan pariwisata di Indramayu. Tujuan penelitiannya untuk mendeskripsikan strategi, realisasi, serta kendala yang dihadapi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif serta melalui instrumen pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dokumentasi dan teknik pengambilan sampelnya menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa Pemda memiliki strategi program rutin setiap tahunnya mengikuti pameran-pameran di Taman Mini. memperkenalkan kesenian tari topeng ,wayang kulit, wayang golek Indramayu, memperkenalkan obyek wisata dan kulinernya, kemudian souvenir, selain itu membuat compatc disc dan booklet-booklet tentang pariwisata Indramayu yang dibagikan kepada masyarakat. Realisasinya, sudah pernah mengikuti festival atau pameran tidak hanya ruang lingkup provinsi saja tapi juga mengikuti secara nasional, selain itu di Pantai Tirtamaya sekarang sudah ada kapal cepat, dan peralatan-peralatan untuk menyelamnya juga. Kendalanya yaitu anggarannya sedikit dan jumlah sumber daya manusianya juga masih sedikit. Pemda diharapkan dapat bekerjasama dengan swasta dan masyarakat sebagai aktor wisata yang memiliki peran masing-masing dengan tujuan yang sama. Agar, pariwisata yang berciri khas Indramayu selalu terjaga dengan kesan yang baik. | ABSTRACT Indramayu regency has some of kind of tourism which are offered, they are natural tourism, city tours, science-tech tourism, agro tourism, spiritual tourism, and pilgrimage tourism. However, notall types of these tourism are well promoted and well managed optimally. Department of Sport, Culture and Tourism of Indramayu regency stated that, Tourism Object has already providere venue, the largest one is Water Park Bojongsari which amounted to 400 million dollars, and also Turkish Tirtamaya which earn 45 million annually. However, there are complaints from society such as limited human resources and budget, billboards of tourism promotion which damaged, the persistence of the hooliganism that harm the tourism managers. The problem also caused by tourism promotion which is stillless than the maximum target, rinsethe damage drooms, clean linesssights that not properly maintained. The research problem sare how the strategy, realization, and what are obstacles which faced by the government in cooperation with the private sector in the development of tourism in Indramayu regency. The purpose this research to describe the strategy, realization, as well as the obstacles encountered. Using descriptive qualitative method of data collection instruments as well as through interviews, observation, documentation and sample collection technique using purposive sampling technique. The results of this research indicate that the local government as a strategy of routine program every year to follow exhibitions in Taman Mini. For instance, introducing theart of dance masks, puppets, puppet show Indramayu, introducing tourism and culinary, then souvenirs, besides making compact discs and booklets about tourism Indramayu distributed to the public. Realization, hadnever attended a festival or exhibition which not only the scope of the province, but also to follow nationally, other than that in Turkish Tirtamaya now there are fast boats which well-provide, and equipment for diving as well. The obstacles from is this case is that, the tourism still less budget and less human resourcesas well. The Government is expected to cooperate with the private and the public. More over, Indramayu tourism distinctively always can be well maintained so it will have a good impression toward society and visitors. | |
| 6651 | 11709 | G1A011074 | PENGARUH SPRINT INTERVAL TRAINING (SIT) TERHADAP PERSENTASE LEMAK TUBUH MAHASISWA JURUSAN KEDOKTERAN UMUM UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO | Salah satu komponen kebugaran fisik adalah komposisi tubuh yang digambarkan melalui persentase lemak tubuh. Alternatif latihan fisik yang dapat diterapkan untuk mengurangi lemak tubuh dan efektif dalam segi waktu adalah sprint interval training (SIT). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh SIT terhadap persentase lemak tubuh mahasiswa Jurusan Kedokteran Umum Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan desain pretest dan posttest tanpa kontrol. Subyek merupakan 32 orang mahasiswa laki-laki. Latihan fisik yang diberikan merupakan SIT 3 kali perminggu selama 6 minggu. Pengukuran persentase lemak tubuh menggunakan skinfold calliper. Analisis perbedaan rerata persentase lemak tubuh sebelum dan sesudah SIT menggunakan uji T-Test berpasangan dengan tingkat kemaknaan pada p<0,05. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat perbedaan rerata bermakna persentase lemak tubuh sebelum dan sesudah SIT pada mahasiswa Jurusan Kedokteran Umum Universitas Jenderal Soedirman (p=0,000). Nilai rerata persentase lemak tubuh sebelum SIT adalah 11,22±2,61% sedangkan rerata persentase lemak tubuh setelah SIT adalah 6,49±1,42%. Asupan makanan (p=0,351) dan asupan lemak (p=0,171) bukan merupakan variabel perancu. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh SIT terhadap persentase lemak tubuh mahasiswa Jurusan Kedokteran Umum Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto yaitu terjadi penurunan persentase lemak tubuh. | One component of physical fitness is body composition which can be reflected by body fat percentage. An alternative physical exercise that able to reduce body fat and effective in terms of time, is sprint interval training (SIT). This study aimed to analyze the effect of SIT toward body fat percentage of medical students in Jenderal Soedirman Purwokerto University. This study used an experimental method with pretest and posttest without control design. The participants are 32 male students. SIT was done 3 times per week for 6 weeks. Body fat percentage were measured using skinfold calliper. Paired T-tests was used to analyze the difference of mean percentage body fat before and after SIT with a significance value at p<0,05. The result showed a significant (p = 0.000) difference between the students’ body fat percentage before and after sprint interval training. The mean value of body fat percentage before SIT was 11.22 ± 2.61% and 6.49 ± 1.42% after SIT. Food intake (p=0,351) and fat intake (p=0,171) were not ambigous variable. So, there was an effect of SIT toward body fat percentage of medical students in Jenderal Soedirman Purwokerto University, which decreased of body fat percentage. | |
| 6652 | 11380 | H1L009026 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI KOPERASI SIMPAN PINJAM BERBASIS WEB (Studi Kasus PT SRIWIJAYA AIR) | Koperasi Simpan Pinjam merupakan salah satu lembaga keuangan bukan bank yang bertugas memberikan pelayanan masyarakat, berupa pinjaman dan tempat penyimpanan uang bagi masyarakat. Proses pengolahan data serta konfirmasi informasi simpan pinjam yang masih manual akan lebih efektif dan efisien apabila dilakukan menggunakan sistem informasi. Oleh karena itu penulis merancang dan membangun sebuah Sistem Informasi Koperasi Simpan Pinjam (Sikopi) berbasis Web yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan informasi dan pelayanan respon peminjaman yang cepat dan akurat. Sistem informasi koperasi dibuat menggunakan beberapa metode yaitu studi pustaka, observasi, dan wawancara. Teknologi yang digunakan adalah bahasa pemrograman PHP berorientasi objek dalam Yii framework. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode waterfall. Sistem informasi koperasi simpan pinjam berfokus pada tiga proses yaitu proses peminjaman, pengelolaan data pengguna dan laporan akhir. Pengujian aplikasi ini dilakukan oleh staf koperasi PT Sriwijaya Air yang menguji setiap fungsi dari aplikasi ini apakah dapat dijalankan dengan benar dan menghasilkan output yang diinginkan. Setelah melalui proses pengujian, didapat hasil dimana sistem informasi koperasi dapat digunakan sebagai alat yang mempermudah dalam mengelola proses peminjaman. | Credit Unions are one of the non-bank financial institutions in charge of providing public services, in the form of loans and storage of money for the community. Data processing and confirmation of savings and loan information is still manual therefore will be more effective and efficient when done using information systems. Therefore, the authors design and develop a Web-based Credit Unions Information Systems (Sikopi) functions to meet the needs of information, fast response and accurate services of loaning. The credit unions information system is made using several methods such as literature study, observation, and interviews. The technology used is based on the PHP object oriented programming language in Yii framework. System development method used is the waterfall method. Credit unions information system focuses on three processes, namely the loaning process, the management of user data and the final report. After the application testing was passed, the result will show whether the credit unions information system can be work as an loaning process facilitating tools. | |
| 6653 | 7980 | E1A010104 | PENERAPAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 25 TAHUN 1981 TENTANG ASURANSI SOSIAL PEGAWAI NEGERI SIPIL (STUDI DI PT TASPEN (PERSERO) PURWOKERTO) | PENERAPAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 25 TAHUN 1981 TENTANG ASURANSI SOSIAL PEGAWAI NEGERI SIPIL (STUDI DI PT. TASPEN (PERSERO) PURWOKERTO) OLEH : HAPSARI ARUM KINANTHI NIM. E1A010104 ABSTRAK Pegawai Negeri Sipil mempunyai peranan penting dalam pembangunan nasional. Pegawai Negeri Sipil diberi kesejahteraan meliputi program pensiun dan Tabungan Hari Tua. Mekanisme penyelenggaraan kesejahteraan diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 1981 tentang Asuransi Sosial Pegawai Negeri Sipil dan sebagai dasar dari PT.Taspen dalam melakukan kewajibannya sebagai badan yang ditunjuk pemerintah dalam melakukan penyelenggaraan kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil. PT. Taspen mempunyai 2 (dua) program yaitu pensiun dan Tabungan Hari Tua. Untuk mendapatkan hak nya Pegawai Negeri Sipil harus memenuhi prosedur yang telah ditentukan oleh PT. Taspen sesuai peraturan perundangan yang berlaku dan penyelenggaraan program PT. Taspen memenuhi Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 1981 tentang Asuransi Sosial Pegawai Negeri Sipil. Prosedur dalam pengurusan Taspen baik pada Program Pensiun dan Tabungan hari Tua bahwa dalam waktu 6 bulan sebelum masa pensiun peserta harus telah mengajukan permohonan pensiun. Tiga bulan sebelum jatuh tempo SK pensiun sudah diterbitkan. Setelah mendapatkan SK Pensiun, peserta dapat datang langsung ke PT. Taspen (Persero) untuk mengajukan pensiun dan tabungan hari tua dengan membawa persyaratan yang telah ditentukan atau dapat datang ke mitra PT. Taspen (Persero) yaitu Bank BRI, Bank BTPN, Bank BPD, Bank Syariah Mandiri, Bank Saudara atau via cek pos. PT. Taspen telah melakanakan program pensiun dan tabungan hari tua sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 1981 tentang Asuransi Sosial Pegawai Negeri Sipil. | APPLICATION RULE GOVERNMENT NO. 25 OF 1981 ABOUT SOCIAL INSURE CIVIL SERVANT GOVERNMENT (STUDY AT PT. TASPEN (PERSERO) PURWOKERTO) BY : HAPSARI ARUM KINANTHI NIM. E1A010104 ABSTRACT The civil servant government has important rule in national development. Civil servant government is given safety which include pension programme and “Tabungan Hari Tua”. Mekanism execution safety. Is ruled in government regulation no. 25 of 1981 about social insurance civil servant government and as basic from PT. Taspen (Persero) do obligation as corporation that pointed by government in execution safety civil servent government. PT. Taspen (Persero) has two programme, they are pension found and savings days old. To get their right, civil servant government have to fulfill procedure that have been determind by PT. Taspen (Persero) in suitable with government regulation that was done and execution programme PT. Taspen (Persero) to fulfill government regulation number 25 years 1981 as social insurance civil servant government. The procedure in management PT. Taspen as well as pension programme and “ Tabungan Hari Tua” that needed six months before pension periode have to suggested pension submission. Three months before due date pension SK letter of decision has been published. After getting pension letter of decision, they can go to PT. Taspen (Persero) for suggest pension and “Tabungan Hari Tua” they are : BRI Bank, BTPN Bank, BPD Bank, Syariah Mandiri Bank, Saudara Bank or via post cek. PT. Taspen has done pension progrmme and savings days old related with government regulation no. 25 of 1981 as social insurance civil servant programme. | |
| 6654 | 7982 | E1A010178 | IMPLEMENTASI PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 53 TAHUN 2010 TENTANG DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL DI KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN BANYUMAS. | Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil adalah landasan hukum untuk menjamin Pegawai Negeri Sipil dan dijadikan dasar untuk mengatur penyusunan aparatur Negara yang baik dan benar. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas telah mengimplementsikan peraturan tersebut dan menunjukan bahwa selama peraturan pemerintah tersebut dilaksanakan tidak banyak terjadi pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh Pegawai Negeri Sipil. Pelanggaran disiplin yang terjadi adalah kategori pelanggaran disiplin ringan, dan terjadi satu kasus pelanggaran disiplin berat yang belum mendapatkan putusan final. Dalam penulisan ini akan diajukan masalah berupa implementasi Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil dan upaya meningkatkan disiplin di Satuan Kerja di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah yuridis sosiologis. Hasil penelitian menyatakan bahwa Satuan Kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas telah mengimplementasikan Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Upaya yang dilakukan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas untuk meningkatkan disiplin Pegawai Negeri Sipil di Satuan Kerjanya adalah dengan dilakukan upaya evaluasi dan pembinaan secara rutin bagi Pegawai Negeri Sipil di Satuan Kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas. Selain itu terdapat pula faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi peningkatan disiplin para Pegawai Negeri Sipil. Faktor internal merupakan faktor-faktor yang ada disetiap diri individu yaitu niat dari individu itu sendiri, niat untuk bekerja sebaik mungkin menjalankan segala kewajiban dan tugas-tugasnya sebagai Pegawai Negeri Sipil, sedangkan faktor eksternal adalah segala faktor yang ada di luar diri individu. | The Government Regulation Number 53 Year 2010 about Civil Servants discipline is the law base in ensuring the Civil Servants; and to regulate the good and right state apparatus arrangements. The Religious Ministry of Banyumas District had been implementing those government regulation and shows that there is not much discipline violation by the Civil Servants during the government regulation implementation. The discipline violation can be categorized as minor violation, and there is only one serious discipline violation that still waiting for the final judgment. This research will be focus on the implementation of The Government Regulation Number 53 Year 2010 about the Civil Servant discipline and the effort to increase the discipline in the working unit of Religious Ministry Office of Banyumas District. The research method that used in this research is sociological judicial. The research findings states that the working unit of Religious Ministry Office of Banyumas District had been implemented The Government Regulation Number 53 Year 2010 about Civil Servant Discipline. The effort done by the Religious Ministry Office of Banyumas District is to increase their civil servants are through evaluation effort and routine treatments for the civil servants in the working unit of Religious Ministry Office of Banyumas District. Moreover, there are internal and external factors that affect the discipline improvements among the Civil Servants. The internal factors are the factors that exist in every individual Civil Servants. For instance; the individual motivation to working well on their jobs and responsibility as Civil Servants. Whereas the external factors are every factors that comes out from the outside ofindividual. | |
| 6655 | 7981 | E1A010176 | IMPLEMENTASI PROGRAM KARTU BANYUMAS SEHAT DALAM PELAYANAN KESEHATAN BAGI MASYARAKAT MISKIN DI RSUD BANYUMAS (Studi dengan Pendekatan Sosiologi Hukum). | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi program Kartu Banyumas Sehat dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin di RSUD Banyumas dan untuk mengetahui faktor-faktor yang cenderung berpengaruh terhadap implementasi program Kartu Banyumas Sehat dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin di RSUD Banyumas. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan metode penelitian yuridis empirik terutama kuantitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis. Dalam mendukung pendekatan tersebut, penelitian ini menggunakan metode survei, kepustakaan dan dokumenter, dengan spesifikasi penelitian yang menekankan pada penelitian deskriptif. Penelitian ini mengambil lokasi di RSUD Banyumas dengan populasi sasaran pasien sebagai peserta program Kartu Banyumas Sehat (KBS) dan beberapa pejabat RSUD Banyumas. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sampel random sampling sebanyak 50 (10%) responden. Jenis dan sumber data meliputi data primer dan data sekunder yang dikumpulkan dengan menggunakan metode angket, interview dan dokumenter. Data yang terkumpul diolah dengan menggunakan metode coding data, editing data dan tabulasi data yang secara keseluruhan disajikan dalam bentuk tabel-tabel terutama tabel distribusi frekuensi dan tabel silang frekuensi serta dalam bentuk naratif. Dalam penelitian ini, analisis data menggunakan kuantitatif dengan model distribusi frekuensi dan tabel silang frekuensi untuk data yang bersifat kuantitatif, sedangkan untuk data kualitatif digunakan model content analysis dan comparative analysis. Teknik analisis menggunakan metode teoritical interpretation dengan cara mendiskusikan data disatu pihak dan teori dilain pihak. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa implementasi program Kartu Banyumas Sehat dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin di RSUD Banyumas adalah efektif. Hal ini dapat dibuktikan dengan indikator mudahnya persyaratan kepesertaan dan administratif peserta program KBS untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, sederhananya prosedur pelayanan kesehatan yang harus dilalui peserta program KBS dan tingginya tingkat sosialisasi dan pengetahuan yang diterima oleh peserta program KBS melalui program Kartu Banyumas Sehat. Di samping itu, diperoleh juga faktor-faktor yang cenderung berpengaruh terhadap implementasi program Kartu Banyumas Sehat dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin di RSUD Banyumas adalah faktor peranan institusi, fasilitas kesehatan dan sosial budaya sebagai faktor sosial, serta sumber daya manusia (SDM) dan tingkat kepuasan sebagai faktor personal. | The purpose of this research is investigate the implementation of Banyumas Health Card program in health services for the poor in Banyumas hospital and to determine the factors that tend to influence the implementation of Banyumas Health Card program in health services for the poor in Banyumas hospital. To achieve that aim, empirical juridical method is used in this research primarily quantitative method with socio-juridical approach. To sustain this approach, this study uses survey methods; literature and documentation, with the specification of research emphasizes on descriptive research. This research takes place in Banyumas District Hospital with the target population patients who are participants of Banyumas Health Card ( KBS ) and some officer of Banyumas hospital. Samples that are taken in this research sample random sampling of 50 (10 %) respondents. The types and sources of data include the primary and secondary data are collected by using questionnaires; interviews; and documentaries. The collected data are processed using the method of data coding, data editing and tabulation of data as a whole are presented as tables, especially frequency distribution tables; cross frequency table and as narrative. In this research, the analysis of the data uses quantitative method with the model of frequency distributions and cross-frequency table for quantitative data, qualitative data model is used for content analysis and comparative analysis. Analytical techniques of this research uses teoritical interpretation by discussing the data on the one hand and on the other hand theory . The result showed that the implementation of Banyumas Health Card program in health services for the poor in hospitals Banyumas is effective. It can be proved with the indicator of easy requirements of membership and administrative for participants of KBS program to obtain health services, simple health care procedures to be followed by KBS program participants and the high intensity of socialization and knowledge received by the KBS program participants through Banyumas Health Card program. In addition, the researcher acquire the factors that tend to influence the implementation of Banyumas Health Card program in health services for the poor in hospitals Banyumas is the role of institutional factors, socio-cultural and health facilities as social factors, as well as human resources (HR) and satisfaction rate as personal factors. | |
| 6656 | 7984 | E1A010154 | EFEKTIVITAS STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL KEPERAWATAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT UMUM NIRMALA PURBALINGGA | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas standar prosedur operasional keperawatan dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Nirmala Purbalingga dan untuk mengetahui faktor-faktor yang cenderung mempengaruhi efektivitas standar prosedur operasional keperawatan dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Nirmala Purbalingga. Dalam mencapai tujuan tersebut, digunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis, dan untuk mendukung pendekatan tersebut digunakan metode survei lapangan, studi pustaka serta studi dokumenter dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini mengambil lokasi di Rumah Sakit Umum Nirmala Purbalingga dengan populasi sasaran perawat dan pasien yang ada di Rumah Sakit Umum Nirmala Purbalingga. Pengambilan sampel yang dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling sebanyak 43 responden. Jenis dan sumber data meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh dari metode angket, dokumenter, dan kepustakaan. Kemudian, data yang terkumpul diolah dengan menggunakan metode coding, editing dan tabulasi data yang secara keseluruhan disajikan dengan tabel-tabel terutama tabel distribusi frekuensi dan tabel silang frekuensi serta dalam bentuk naratif. Analisis untuk data kuantitatif menggunakan metode statistik sederhana terutama model tabel distribusi frekuensi dan tabel silang frekuensi, sedangkan untuk data kualitatif menggunakan model analisis isi dan analisis perbandingan. Teknik dalam menganalisis menggunakan metode teoritical interpretation dengan cara mendiskusikan data disatu pihak dan teori atau norma dilain pihak. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh bahwa pelaksanaan standar prosedur operasional keperawatan di Rumah Sakit Umum Nirmala Purbalingga adalah efektif, namun belum maksimal. Hal ini dibuktikan dengan indikator-indikator yakni tingginya tingkat kompetensi perawat, tingginya tingkat pengetahuan dan pemahaman perawat terhadap standar prosedur operasinal keperawatan, dan baiknya penilaian pasien terhadap pelaksanaan standar prosedur operasional keperawatan. Selain itu, diperoleh pula faktor-fakor yang cenderung memengaruhi efektivitas standar prosedur operasional keperawatan dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Nirmala Purbalingga yaitu faktor personal meliputi faktor kepemimpinan dan faktor kedisiplinan serta faktor sosial meliputi faktor fasilitas dan faktor kerjasama tim. Kata kunci : Efektivitas standar, Pelayanan kesehatan, Kepemimpinan, Kedisiplinan, Fasilitas, Kerjasama | ABSTRACT The purpose of this study is to determine the effectiveness level of nursing standard operating procedures in the public health care at the Nirmala General Hospital of Purbalingga and to determine the factors that affect the effectiveness of the standard operating procedures of nursing in the public health care at the Nirmala General Hospital of Purbalingga. The researcher used quantitative research method with socio-juridical approach and used field survey method, literature and documentary studies with descriptive research specification to support the study. This study took place at the Nirmala General Hospital of Purbalingga and the target population is nurses and patients in the Nirmala General Hospital of Purbalingga. Sampling method that use in this study is simple random sampling by 43 respondents. Types and sources of the data include the primary data and secondary data that obtained from the questionnaire method, documentaries, and literature. Then, the collected data was processed using the method of coding, editing and tabulation of data and overall presented with tables and cross tables of frequency distribution and frequency in the narrative form. Simple statistical methods, especially models and frequency distribution tables cross frequency tables was used to analyze the quantitative data, whereas content analysis models and comparative analysis was used to analyze the qualitative data. The technique used to analyze the theoretical interpretation method by discussing the data on the one side and the theory or norm on the other side. Based on the outcomes of research conducted by the researcher, it has been found that the carrying out of the nursing standard operating procedures at the Nirmala General Hospital of Purbalingga is effective, but not maximized. This is shown by the following indicators: the high level of competence of nurses, the high degree of cognition and savvy of the nursing operational standard procedure, and good patient assessment of the implementation of standard operating procedures. In addition, there are factors that tend to affect the effectiveness of the standard operating procedures of nursing in public health care at the Nirmala General Hospital of Purbalingga such as personal factors include the factors of leadership and discipline factors and social factors include facilities factors and teamwork factors. Keywords: Effectiveness standards, health care, leadership, discipline, facilities, teamworks. | |
| 6657 | 10141 | B1J010106 | KAJIAN TAKSONOMI SALAK LOKAL BANJARNEGARA (Salacca zalacca (Gaert.) Voss) BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI | Salak adalah tanaman asli Indonesia, termasuk dalam suku Arecaceae (Palmae), tumbuh berumpun, berumah dua, pada waktu muda batangnya hampir tidak kelihatan karena tertutup oleh pelepah daun, pada batang dapat tumbuh tunas baru yang dapat menjadi anakan dalam jumlah yang banyak. Salak lokal banjarnegara dahulu merupakan hasil pertanian unggulan di Kabupaten Banjarnegara. Salak ini terkenal karena ukurannya yang besar, rasanya sepat manis, dan berdaging tebal. Kulit salak lokal berwarna cokelat, warna daging buahnya putih kekuningan dan banyak mengandung air. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman dan variasi morfologi salak lokal banjarnegara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan pengambilan sampel secara acak terpilih di wilayah Kabupaten Banjarnegara. Parameter yang diamati meliputi morfologi daun, bunga jantan, bunga betina, buah dan biji,dan tinggi tanaman. Data diolah menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 5 kultivar salak lokal banjarnegara yang penamaannya sesuai dengan tempat hidupnya yaitu Salacca zalacca ‘Banjarnegara’, S. zalacca ‘Madukara’, S. zalacca ‘Banjarmangu’, S. zalacca ‘Sigaluh’, dan S. zalacca ‘Pagedongan’.Karakteristik morfologi salak lokal banjarnegara memiliki buah yang besar (diameter berkisar 3-5 cm), ujung buah membulat dengan bagian pangkal buah meruncing hingga membulat, kulit buah bersisik dan berduri, tekstur buah masir dan tidak masir, dan rasa buah sepat manis hingga sepat asam.Setiap lokasi yang diambil memiliki variasi morfologi yang khas, yaitu padajumlah tulang daun pada anak daun ujung, bentuk buah, bobot buah, warna kulit buah, warna daging buah, ukuran buah, rasa daging buah, dan bentuk biji. | Snake fruit (Salacca zalacca) is a kind of fruit native to Indonesia which is included in the family Arecaceae (Palmae). This plant is dioecious, when young the trunk is not visible because it is too short and covered by the leaf sheath and stalk. From stem a lot of new shoots can grow. Long time ago, local snake fruit banjarnegara was the best agricultural product in Banjarnegara. Which is well known for its large size, rather astringent sweet, and thickly fleshy. Their skin were brown, to yellowish-white, and contains a lot of water. The purpose of this study is to determine the diversity and variation in morphology of local snake fruit banjarnegara. The method used in this study is a survey method with purposive random sampling in the district of Banjarnegara. Parameters observed included morphology of leaves, male and female flowers, fruits and seeds, and plant height. The data were analyzed descriptively. The result showed that there are some local snake fruit banjarnegara namely Salacca zalacca ‘Banjarnegara’, S. zalacca ‘Madukara’, S. zalacca ‘Banjarmangu’, S. zalacca ‘Sigaluh’, and S. zalacca ‘Pagedongan’. The morphological characteristics of the local salak banjarnegara is large fruits (diameter 3-5 cm), tapered end pieces with the best rounded fruits, prickly rind like scales, the taste astringent sweet. Each location has the typical morphological features, such as the fruits shape, fruit flesh flavour, fruit weight, and seed size. | |
| 6658 | 7985 | A1D007054 | Pengaruh pH dan Lama Penyimpanan Terhadap Sifat Sensori Minuman Jeli Pepaya-Nanas dengan Penambahan Ekstrak Biji Buah Somba | Minuman jeli merupakan salah satu alternatif dalam pengolahan insdustri komersial. Pembuatan minuman jeli terutama ditujukan untuk meningkatkan umur simpan serta daya guna buah-buahan. Penambahan pewarna alami bisa memberikan daya tarik tersendiri. Somba (Bixa orellana L.) merupakan tanaman Indonesia yang berpotensi sebagai pewarna alami makanan. Pigmen alami yang terdapat pada somba adalah karotenoid yang tersusun dari bixin dan norbixin yang menghasilkan warna kuning hingga merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1). Mengetahui pengaruh pH pelarut terhadap sifat sensori pada minuman jeli pepaya-nanas dengan penambahan ekstrak biji somba; 2). Mengetahui pengaruh umur simpan terhadap sifat sensori pada minuman jeli pepaya-nanas dengan penambahan ekstrak biji somba; 3). Mengetahui pengaruh kombinasi antara pH pelarut dan umur simpan terhadap sifat sensori minuman jeli pepaya-nanas dengan penambahan ekstrak biji somba. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor yang dicoba berupa penambahan pH pelarut (P) ekstrak biji somba yang terdiri dari 3 taraf: 4 (P1),7 (P2) dan 10 (P3), serta umur simpan (L) produk dalam refrigerator dengan suhu 50-80C yang terdiri dari 4 taraf: minggu ke-0 (L0), minggu ke-1 (L1), minggu ke-2 (L2) dan minggu ke-3 (L3). Variabel yang diamati berupa variabel warna, aroma dan kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi perlakuan yang optimal adalah P3L1 yaitu kombinasi perlakuan pH 10 dan umur simpan minggu ke-1 dengan kualitas minuman jeli pepaya-nanas sebagai berikut: warna 4,9 (oranye kemerahan), aroma 1,3 (tidak kuat) dan kesukaan 4,0 (suka). | Jelly drink is one of the alternative in the processing of commercial industry. The making of jelly drink is primarily intended to increase the usability and the shelf life of the fruit . The addition of natural dyes can provide its own appeal. Somba (Bixa orellana L.) is an Indonesia plant which are potential as a natural dye food. Natural pigment contained in somba is carotenoid that are composed of bixin and norbixin that which produces yellow to red color. This research aimed to: 1). Determine the effect of solvent pH on the sensory properties of the papaya-pineapple jelly drink with the addition of somba seed extract; 2). Determine the effect of the shelf life on the sensory properties of the papaya-pineapple jelly drink with the addition of somba seed extract; 3). Determine the effect of a combination between the solvent pH and shelf life on the sensory properties of papaya-pineapple jelly drink with the addition of somba seed extract.The research used a randomized block design (RBD) that was arranged in a factorial with 3 replication. The tested factors include the solvent pH of somba seed extract (P) which consist of : 4 (P1), 7 (P2) and 10 (P3), and the shelf life of the product in a refrigerator with 50-80C temperature (L) that consist of : zero week (L0), first week (L1), second week (L2) and third week (L3). The observed variables included color, aroma and preferences. The results showed that the optimal combination of treatments was P3L1, a treatment with pH 10 and first week in shelf life with the quality of papaya-pineapple jelly drink as follows: color value of 4,9 (reddish orange); aroma value of 1,3 (not strong); and preferences value of 4,0 (like). | |
| 6659 | 7986 | C1L008021 | THE INFLUENCE OF PLANNING, IMPLEMENTATION, GUIDANCE, MONITORING AND CONTROL, FINANCING ON THE DISTRICT ASSET MANAGEMENT IN BREBES REGENCY GOVERNMENT | Penelitian ini merupakan survey pada pegawai yang bertugas mengelola barang milik daerah di tingkat kecamatan di Kabupaten Brebes. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh perencanaan, pelaksanaan, pembinaan, pengawasan dan pengendalian, pembiayaan secara simultan dan parsial terhadap pengelolaan barang milik daerah pemerintah Kabupaten Brebes.Selain itu untuk menguji faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi pengelolaan barang milik daerah pemerintah Kabupaten Brebes Penelitian ini menggunakan data primer dengan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode total sampel. Responden penelitian ini adalah 57 pegawai yang bertugas mengelola barang milik daerah di tingkat kecamatan di Kabupaten Brebes. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan SPSS 16.0 for Windows melalui analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan, pelaksanaan, pembinaan, pengawasan dan pengendalian, pembiayaan secara simultan dan parsial berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan barang milik daerah pemerintah Kabupaten Brebes. Pelaksanaan merupakan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi pengelolaan barang milik daerah pemerintah Kabupaten Brebes. | This research is a survey on employees which are responsible for managing the district asset on Local Government Unit (SKPD) in district level of Brebes Regency. The purpose of this study is to examine the simultan and partially influence of planning, implementation, guidance, monitoring and controlling, financing on the district asset management in Brebes Regency Government and to examine the most dominant factor in influencing the district asset management in Brebes Regency Government This study used primary data with questionnaires as research instrument.The sampling technique method used total sampling. The respondents of this study were 57 employee in charge of managing the goods or assets of the Local Government Unit (SKPD) at the district level.Data analysis used in this study are SPSS 16.0 for Windows through multiple linear regression analysis. The results showed that there is the simultaneously significant influence between planning, implementation, guidance, monitoring and control, financing on the district asset management Brebes regency. There is the partially significant influence between planning, implementation, guidance, monitoring and control, financing on the district asset management Brebes regency. Implementation factor have the most dominant influence variable on the district asset management in Brebes Regency Government | |
| 6660 | 7987 | A1L008220 | SIFAT FISIK TANAH PADA SISTEM TANAM PADI GOGO – RUMPUT GAJAH DAN PENGARUHNYA TERHADAP HASIL | Penerapan pola tanam berbasis padi gogo berpeluang meningkatkan produksi padi nasional. Upaya yang sedang dicoba adalah menumpangsarikan padi gogo dengan rumput gajah (Pennisetum purpureum). Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui perubahan kadar air kering lapangan, kapasitas lapangan, kadar air maksimal, berat jenis isi, serta porositas tanah pada saat dan setelah tumpangsari antara padi gogo dan rumput gajah, dan 2) mengetahui pengaruh tumpangsari antara padi gogo dan rumput gajah terhadap hasil padi gogo. Penelitian dilaksanakan di Desa Banjaranyar, Sokaraja, dan Laboratorium Tanah/Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Unsoed. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design). Variabel yang diamati adalah kadar air tanah lapangan, kapasitas lapangan, kadar air maksimum, Berat jenis isi, porositas, dan C-organik tanah dan komponen hasil tanaman padi gogo. Hasil penelitian menunjukan bahwa setelah panen tumpangsari antara padi gogo dan rumput gajah meningkatkan kadar air tanah lapangan dari 4,99% menjadi 5,97%, kapasitas lapangan dari 27,48% menjadi 33,07%, dan kadar air tanah maksimal dari 81,13% menjadi 86,15%. Selain itu, terjadi peningkatan kandungan C-organik tanah dari 1,24% menjadi 1,92%. Tumpangsari antara padi gogo dan rumput gajah tidak berpengaruh terhadap komponen hasil, kecuali pada bobot gabah isi. Bobot gabah isi meningkat dan bobot gabah isi terbesar diperoleh pada tumpangsari padi gogo dengan rumput gajah. | Upland rice cropping system has potency to improve national rice production. Rice – elephant grass intercropped could possible to improve soil physic characters for enhancing soil water content and yield of rice. Objectives of this study were to know field dry water content, field capacity, maximum water content, bulk density, and porosity before during and after harvesting and effect of rice – elephant grass intercropped on yield of rice. The study was conducted in dry land rainfed area of Banjaranyar village, Banyumas regency and Laboratory of Soil Science, Faculty of Agriculture, Jendral Soedirman University. The study was use split plot design. Observed variables of field dry water content, field capacity, maximum water content, bulk density, porosity, C-organic, and yield an yield components of rice were analyzed. After harvesting time on field dry water content from 4.99% to 5.97%, field capacity from 27.48% to 33.07%, the maximum soil water content of 81.13% to 86.15% and C-organic soil from 1.24% to 1.92%, respectively. Rice – elephant grass intercropped had no effect on yield or yield components except on weight of filled grain. Weight of filled grain increased and the largest weight of filled grain obtained on upland rice intercropping with elephant grass. |