Artikelilmiahs

Menampilkan 6.681-6.700 dari 48.867 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
668110147F1F007057Exploring Students’ English Ability in Writing Descriptive Text
(A Study of Students’ Exercise in the Eighth Grade Students at MTs Negeri Sumbang Academic Year 2013/2014)
ABSTRAK

Sofiana, Rina. 2014. Exploring Students’ English Ability in Writing Descriptive Text (A Study of Students’ Exercise in the Eighth Grade Students at MTs Negeri Sumbang Academic Year 2013/2014).
Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas IImu Budaya dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.Tahun Akademik 2013/2014. Dibimbing oleh Drs. Ashari, M.Pd, Indriyati Hadiningrum, S.S, M.Pd, and R. Pujo Handoyo, S.S, M.Hum.

Keywords: Exploring students’ English ability, descriptive text, writing skill, the Eighth Year Students of MTs Negeri Sumbang

Focus dari penelitian ini adalah tentang mengeksplor kemampuan bahasa inggris siswa dalam menulis deskriptif teks. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk menemukan aktifitas guru dalam mengajar menulis deskriptif teks. (2) untuk menemukan masalah-masalah yang dihadapi siswa dalam menulis deskriptif teks.
ABSTRACT
Sofiana, Rina. 2014. Exploring Students’ English Ability in Writing Descriptive Text (A Study of Students’ Exercise in the Eighth Grade Students at MTs Negeri Sumbang Academic Year 2013/2014). English Language and Literature Study Program, Department of Humanities, Faculty of Social and Political Science, Jenderal Soedirman University Purwokerto. Supervised by Drs. Ashari, M.Pd, Indriyati Hadiningrum, S.S, M.Pd, and R. Pujo Handoyo, S.S, M.Hum.

Keywords: Exploring students’ English ability, descriptive text, writing skill, the Eighth Year Students of MTs Negeri Sumbang

The main concern of the research is about “exploring students’ English ability in writing descriptive text (A Study of Students’ Exercise in the Eighth Grade Students at MTs Negeri Sumbang Academic Year 2013/2014). The purposes of the research are (1) To find out the teacher activity in teaching writing descriptive text. (2) To find out the students’ problems in writing descriptive text.

668210148B1J010128KELULUSAN HIDUP, PERTUMBUHAN DAN LAJU METABOLISME BENIH IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy Lac.) YANG DIPELIHARA DENGAN JENIS PAKAN BERBEDA
Ikan Gurami (Osphronemus gouramy Lac.) merupakan jenis ikan yang memiliki kandungan protein yang cukup tinggi yaitu sebesar 19%, sehingga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan sumber protein. Namun, ikan ini memiliki pertumbuhan yang lambat dan juga benih ikan gurami memiliki mortalitas yang tinggi. Selama ini petani ikan memberikan denol (pakan buatan) dan Tubifex sp. (cacing sutra) sebagai pakan benih. Pemberian denol maupun Tubifex sp. belum memperlihatkan pertumbuhan yang signifikan maupun kelulusan hidup yang tinggi. Dengan demikian, dilakukan upaya pencarian pakan yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan kelulusan hidup benih ikan gurami. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian ganggang Spirulina platensis. Selain pakan yang memiliki kualitas dan kuantitas yang baik, kelangsungan hidup benih ikan juga ditentukan oleh kemampuannya memperoleh oksigen yang cukup dari lingkungannya. Oksigen yang dikonsumsi ikan digunakan untuk menilai laju metabolisme ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelulusan hidup, pertumbuhan dan laju metabolisme benih ikan gurami yang dipelihara dengan jenis pakan berbeda, serta mengetahui jenis pakan terbaik yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan kelulusan hidup benih ikan gurami. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan P1 (denol), P2 (denol+Spirulina platensis), P3 (Tubifex sp.+Spirulina platensis) dan P4 (Tubifex sp.) dengan 4 kali ulangan. Kelulusan hidup dianalisis dengan rumus perhitungan kelulusan hidup, pertumbuhan benih ikan gurami dianalisis menggunakan ANOVA serta konsumsi oksigen dianalisis dengan rumus perhitungan oksigen terlarut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelulusan hidup tertinggi terdapat pada perlakuan pakan Tubifex sp.+Spirulina platensis sebesar 46% serta pertumbuhan tertinggi terdapat pada perlakuan pemberian pakan Tubifex sp.+Spirulina platensis, sedangkan untuk laju metabolisme tertinggi terdapat pada perlakuan pakan denol sebesar 3.38 mg.g-1.jam-1. Kesimpulan penelitian yaitu terdapat perbedaan pada tingkat kelulusan hidup, pertumbuhan dan laju metabolisme benih ikan gurami setelah pemberian pakan berbeda. Kombinasi Tubifex sp.+Spirulina platensis merupakan jenis pakan terbaik yang mampu meningkatkan kelulusan hidup, pertumbuhan dan laju metabolisme benih ikan gurami. Kualitas air pada tiap perlakuan berada dalam kondisi optimum untuk budidaya ikan.Gouramy fish (Osphronemus gouramy Lac.) is a fish that has high protein level is 19%, so that it can be used to fulfill animal protein source of people. However, this fish has slow process to grow and high level of mortality. Along this time, farmers feed the gouramy with denol (artificial feed) and Tubifex sp., in which unfortunately didn’t show any significant result. Therefor, an effort was done in terms of feeding that might increase their growth and survival. The effort was to give alga Spirulina platensis. Besides the good quality and quantity of the food, oxygen also took an important part in their survival particularly for their metabolism. This research was aimed to know the survival, growth, and metabolism rate of the gouramy that were given different foods and also to know the best food that could increase their survival and growth. This research was conducted through experimental method using complete random plan which consisted of 4 treatment P1 (denol), P2 (denol+Spirulina platensis), P3 (Tubifex sp.+Spirulina platensis), and P4 (Tubifex sp.) with 4 repetitions. Survival was analyzed by survival calculation formula, the growth of gouramy was analyzed by ANOVA and oxygen consumption was analyzed by dissolved oxygen formula. The results showed that the survival is highest in feed treatment Tubifex sp.+Spirulina platensis by 46% and the highest growth are the treatment of feeding Tubifex sp.+Spirulina platensis, while for the highest metabolic rate contained in the feed treatment denol at 3,38 mg.g-1.jam-1. Research conclusions that there is a difference in the survival rate, growth and metabolic rate of carp seed after feeding different. Combination of Tubifex sp.+Spirulina platensis showed the best result which is able to increase survival, growth, metabolism rate of gouramy seed. The quality of water in each treatment was in optimum condition for fish cultivation.
66837219K1A006113UJI TOKSISITAS AKUT METANOL 50% BERBAGAI VOLUME TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU MENCIT Sprague dawleyTOKSISISTAS AKUT METANOL 50% BERBAGAI VOLUME TERHADAP PERILAKU MENCIT Sprague dawley


ABSTRAK


Latar Belakang: Metanol merupakan senyawa kimia yang sangat beracun bila dibandingkan dengan etanol. Metanol sering disalah gunakan sebagai bahan pembuat minuman keras yang digunakan sebagai pengganti etanol karena harganya yang relatif lebih murah.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku mencit Sprague dawley setelah pemberian metanol 50% berbagai volume yaitu 6ml, 12ml, dan 18ml.
Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data dianalsis dengan uji F (ANOVA) 1 arah dengan taraf kepercayaan 99% (α = 0,01) dilanjutkan post test with control design. Hewan coba yang digunakan dalam penelitian ini adalah mencit Sprague dawley. Terdapat 4 macam perlakuan terhadap hewan coba adalah sebagai berikut: Kelompok kontrol, yaitu kelompok yang tidak diinduksi metanol 50% volume toksik akut tetapi tetap diberi pelarut aquabidest sebanyak 0,2 ml. Kelompok perlakuan I, yaitu kelompok yang diinduksi metanol 50% volume toksik akut dengan kadar 6 mg/KgBB dan diamati toksisitasnya dalam 24 jam. Kelompok perlakuan II, yaitu kelompok yang diinduksi metanol 50% volume toksik akut dengan kadar 12 mg/KgBB dan diamati toksisitasnya dalam 24 jam. Kelompok perlakuan III, yaitu kelompok yang diinduksi metanol 50% volume toksik akut dengan kadar 18 mg/KgBB dan diamati toksisitasnya dalam 24 jam.
Hasil: Hasil Data dianalisis dengan One-way uji Annova menunjukkan p=0,000. Dilanjutkan dengan tes Post Hoc menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara K-P1 (p =0,000), K-P2 (p = 0,000), K-P3 (p = 0,000), P1-P3 (p = 0,204), P2-P3 (p = 0,938).
Kesimpulan: Terdapat perbedaan perubahan perilaku mencit antar kelompok kontrol dengan kelompok studi secara bermakna.


Kata kunci: Uji toksisitas akut, Metanol 50%, Perubahan perilaku.
ACUTE TOXICITY TEST METHANOL 50% VARIOUS VOLUME OF BEHAVIOR CHANGES MICE Sprague Dawley

ABSTRACT
Background :This study aims to determine the behavior of mice Sprague-Dawley after being given of various volumes of 50% methanol is 6ml, 12ml, and 18ml. The material used in this study were male mice Sprague dawley were obtained from the Research Institute of the Faculty of Veterinary Medicine University of Gajah Mada.
Method: There are 4 kinds of treatment of experimental animals was as follows: control group, the group that is not 50% volume methanol induced acute toxic but still be as much as 0.2 ml of solvent aquabidest. I treatment groups, is groups that induced 50% methanol by volume acute toxic levels of 6mg/KgBB and observed toxicity in 24 hours. II treatment, which is a group that induced 50% methanol by volume acute toxic levels of 12mg/KgBB and observed toxicity within 24 hours. III treatment groups, is groups that induced 50% ethanol by volume acute toxic levels of 18mg/KgBB and observed toxicity in 24 hours.
Result : Data result is analysed by One-way Annova test showed p=0,000. Continued by Post Hoc test showed that there is a significant differences between K-P1(p=0,002), K-P2(p=0,004), K-P3(p=0,000), P1-P3(p=0,204), P2-P3 (p=0,938).
Conclusion: There is a significant difference between the change in the behavior of mice in the control group who were given a dose of methanol with 6ml, 12ml dose, and dose of 18ml.

Keywords : Acute toxicity test, Methanol 50%, Behavior Changes Mice.

668410149H1B010025PELABELAN FUZZY PADA GRAFPada makalah ini, dibahas mengenai pelabelan fuzzy dan sifatnya.
Pelabelan fuzzy merupakan suatu pemetaan bijektif yang memasangkan simpul
dan sisi ke himpunan bagian [0,1]. Sifat terkait yang dibahas adalah pelabelan
fuzzy subgraf, gabungan dua graf, dan graf ajaib fuzzy. Hasil menunjukkan
bahwa kekuatan keterhubungan sepasang simpul pada sebuah graf dengan label
fuzzy selalu lebih besar atau sama dengan kekuatan keterhubungan sepasang
simpul tersebut di subgrafnya. Selain itu, gabungan dua graf dengan label fuzzy
akan membentuk sebuah graf dengan pelabelan fuzzy. Sementara itu, pada
pelabelan yang bersifat ajaib selalu terdapat jembatan fuzzy pada graf ajaib
fuzzy.
On this paper, discussed properties of fuzzy labelling graph.
G*(V,E) such that an edge label always smaller than twice of vertices incident
with its. The properties which discussed is fuzzy labelling of subgraph, graph
union, and fuzzy magic graph. The results showed that the strength of
connectedness pair of vertices in a graph with fuzzy labeling is always greater
than or equal to the strength of connectedness that pair of vertices in its
subgraph. In addition, union of two graph with fuzzy labeling will form a graph
with fuzzy labeling. Meanwhile, on magic labelling there is always a fuzzy bridge
on fuzzy magic graph.
668511711D1E011049RESPON TROMBOSIT DAN HEMATOKRIT DARAH KELINCI SETELAH UJI TANTANG DENGAN Eimeria stiedai
(THROMBOCYTES AND HEMATOCRITS RESPONSE IN RABBITS BLOOD AFTER Eimeria stiedai CHALLENGE TEST)
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh infeksi dan uji tantang Eimeria stiedai terhadap jumlah trombosit dan hematokrit darah kelinci New Zealand White. Penelitian menggunakan metode eksperimen. Dua puluh lima kelinci New Zealand White jantan umur 3 bulan dengan bobot badan 2 kg ± 0,5 kg diteliti dan dibagi dalam 5 kelompok perlakuan yaitu D0 : infeksi 0 (kontrol tanpa infeksi dan tanpa uji tantang), D1 : infeksi 101 dengan uji tantang 103, D2 : infeksi 102 dengan uji tantang 103, D3 : infeksi 103 dengan uji tantang 103, dan D4 : infeksi 0 dengan uji tantang 103 (kontrol uji tantang). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi. Total jumlah trombosit dan hematokrit kelinci New Zealand White digunakan sebagai variabel pengamatan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah rataan jumlah trombosit perlakuan D0, D1, D2, D3, dan D4 berturut-turut 390,2 ribu/mm3; 494,6 ribu/mm3; 346,0 ribu/mm3; 335,0 ribu/mm3; 284,2 ribu/mm3. Jumlah hematokrit 37,16%; 38,90%; 39,78%; 40,84%; 40,92%. Terjadi peningkatan dan penurunan jumlah trombosit dan hematokrit namun masih dalam rentang jumlah normal trombosit dan hematokrit. Hasil analisis variansi menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang nyata untuk setiap perlakuan (P>0,05). Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian, dapat disimpulkan bahwa infeksi dan uji tantang Eimeria stiedai dapat meningkatkan jumlah trombosit dan hematokrit darah kelinci New Zealand White.This study aims to determine the effect of Eimeria stiedai’s infection and challenge test against thrombocyte and hematocrit number in the blood of New Zealand White rabbits. The research using experimental methods. Twenty-five New Zealand White male rabbits 3 months years old with 2 kg body weight ± 0.5 kg studied and divided into 5 groups, namely D0 : infection 0 (control without infection and without challenge test), D1 : 101 infection with 103 challenge test, D2 : 102 infection with 103 challenge test, D3 : 103 infection with 103 challenge test, D4 : 0 infection with 103 challenge test (challenge test control). The result was analyzed using analysis of variance. Total number of thrombocyte and hematocrit New Zealand White rabbits are used as observation variables. The results obtained from this study is the average number of thrombocytes treated D0, D1, D2, D3, and D4 respectively 390.200/mm3; 494.600/ mm3; 346.000/mm3; 335.000/mm3; 284.200/mm3. Total hematocrit 37.16%; 38.90%; 39.78%; 40.84%; 40.92%. There were increase and decrease of thrombocyte and hematocrit number, but it was still in the normal range. Results of analysis of variance showed there was not significant difference for each treatment (P> 0.05). Based on the results obtained from the study, it can be concluded that the Eimeria stiedai’s infection and challenge test can increase blood thrombocyte and hematocrit number of New Zealand White rabbits.
66867936A1M009020FORMULASI TIWUL INSTAN BERBAHAN UTAMA TEPUNG UBI KAYU-TEPUNG KEDELAI DENGAN TAMBAHAN TAPIOKA DAN SUSU BUBUK RENDAH LEMAKPenelitian ini mengkaji pengaruh penambahan tepung kedelai juga pengaruh penambahan tapioka dan susu bubuk rendah lemak. Tujuan penelitian ini 1) Menentukan proposi tepung ubi kayu-tepung kedelai yang optimal agar menghasilkan tiwul instan dengan kandungan protein tinggi; 2) Menentukan penambahan optimal tapioka dan susu bubuk rendah lemak untuk menghasilkan tiwul instan dengan sifat fisik, kimia dan sensori yang baik; 3) Menentukan interaksi perlakuan antara proporsi tepung ubi kayu-tepung kedelai, penambahan tapioka dan susu bubuk rendah lemak agar menghasilkan tiwul instan dengan kualitas terbaik dari aspek kimia, fisik dan sensori. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang dicoba terdiri dari 3 faktor yaitu, proporsi tepung ubi kayu-tepung kedelai (P, b/b) yakni 100:0 (P0); 90:10 (P1); 80:20 (P2); 70:30 (P3); penambahan tapioka terhadap berat total tepung bahan utama (T, b/b) sebesar 0% (T0); 3,5% (T1); 7% (T2) dan penambahan susu bubuk rendah lemak (S, b/b) terhadap berat total tepung bahan utama (S, b/b) sebesar 0% (S0); 3,5% (S1); 7% (S2), sehingga diperoleh 36 unit perlakuan yang diulang 2 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah tiwul instan P3T2S1 (tepung ubi kayu-tepung kedelai 70:30, tapioka 7% dan susu bubuk rendah lemak 3,5%) dengan kadar protein total 12,68 %bk; kadar protein terlarut 0,21 %bk; kadar lemak 8,1 %bk; kadar karbohidrat (by difference) 75,74 %bk; kadar air 7,23 %bb; kadar abu 1,73 %bk; rendemen 114,38%; densitas kamba 0,59; koefisien rehidrasi 2,53; warna 2,65 (agak cokelat), tekstur 2,74 (kenyal), bau tepung kedelai 2,68 (agak terasa), flavor 2,41 (agak enak) dan nilai kesukaan 2, 38 (agak suka).This research studied on the effect of substitution cassava flour with soy flour and addition of tapioca and low fat milk powder The purpose of this research were 1) determine the proportion of cassava flour-soy flour in order to produce instant tiwul with high protein content, 2) to determine the optimum addition of tapioca and low-fat milk powder to produce instant tiwul with good physical, chemical and sensory properties and 3) to determine the interaction of treatment between the proportion of cassava flour-soy flour, tapioca and the addition of low-fat milk powder in order to produce the highest quality of instant tiwul with good chemical, physical and sensory properties. This research used a randomized block design (RBD). Factors tested of three factors, namely, the proportion of cassava flour-soybean meal (P, w/w) i.e. 100:0 (P0); 90:10 (P1); 80:20 (P2); 70:30 (P3); addition of tapioca (T,w/w) of the total weight of flour i.e. 0% (T0), 3.5% (T1), 7% (T2) and the addition of low-fat milk powder (S, w/w) of the total weight of flour i.e. 0% (S0), 3.5% (S1), 7% (S2), so those were 36 treatment unit which repeated 2 times. The results showed that the best treatment was instant tiwul P3T2S1 (proportion of cassava flour-soy flour 70:30, tapioca 7% and low-fat milk powder 3.5%) which had total protein content of 12.68% db; soluble protein 0.21% db; fat content of 8.1% db; carbohydrate (by difference) 75.74% db; moisture content of 7.23% wb; ash content of 1.73% db; yield of 114.38%; bulk density of 0.59; rehydration coefficient of 2.53; colors of 2.65 (slightly brown), 2.74 texture (chewy), soy flour smell of 2.68 (rather feels), 2.41 flavor (rather tasty) and the hedonic value 2.38 (somewhat like).
66878002B1J009165PENGARUH KEDALAMAN DAN BOBOT AWAL TERHADAP PERTUMBUHAN Sargassum duplicatum MENGGUNAKAN JARING TUBULER
BERTINGKAT DI PERAIRAN TELUK PENYU CILACAP
Rumput laut Sargassum duplicatum merupakan makroalga kosmopolit yang tumbuh di perairan pantai yang bersubstrat karang. Sargassum sebagai penghasil alginat banyak dipakai dalam berbagai industri. Hingga saat ini, rumput laut S. duplicatum belum dibudidayakan. Oleh karena itu, pengembangan yang intensif perlu dilakukan melalui metode budidaya dan sistem penanaman yang baik. Penanaman sistem jaring tubuler bertingkat menggunakan kedalaman dan bobot awal yang tepat diharapkan dapat menghasilkan produksi rumput laut maksimal. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak kelompok pola split plot. Sebagai petak utama adalah kedalaman (0, 30 dan 60 cm), dan sebagai anak petak adalah bobot awal (75 dan 125 gram). Masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali sehingga diperoleh 18 unit percobaan. hasil penelitian menunjukan pertumbuhan dan produksi tertinggi diperoleh S. duplicatum dengan kedalaman 60 cm dan bobot awal 75 gram sebesar 11,714 gram.hari-1 dan 203,333 gram.m-2.Sargassum duplicatum seaweed is a cosmopolite macroalgae growing in coastal waters with coral substrate. Sargassum as a producer of alginate is widely used in various industries. Until now , S. duplicatum seaweed has not been cultivated yet. Therefore intensive development needs to be carried out through methods of cultivation and a good planting system. A tubular nets multilevel system planting using appropriate depth and initial mass is expected to generate a maximum seaweed production. The study was conducted using an experimental method with a randomized block design in a split plot pattern. The main plot is the depths (0, 30 and 60 cm), and the subplot is the initial mass (75 and 125 grams). Each treatment combination was replicated 3 times to obtain 18 experimental units. The result showed the highest growth and production in Teluk Penyu beach, Cilacap obtained S. duplicatum in the depth of 60 cm and the initial mass of 75 grams with 11.714 grams.day-1 and 203.333 gram.m-2.
66888003B1J009177PERTUMBUHAN Sargassum polycystum MENGGUNAKAN BAGIAN TALUS DENGAN SISTEM PENANAMAN YANG BERBEDA DI PERAIRAN NUSAKAMBANGAN TIMURSargassum polycystum merupakan rumput laut penghasil alginat, yang banyak dibutuhkan dalam industri pangan dan non pangan. S. polycystum memiliki talus bentuk batang, cabang, daun dan gelembung udara (bladder) yang berfungsi sebagai alat pengapung dan menjaga keseimbangan air. Budidaya S. polycystum perlu dilakukan secara intensif menggunakan metode budidaya dan sistem penanaman yang disesuaikan dengan lingkungan perairan yang digunakan untuk budidaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bagian talus dan sistem penanaman yang berbeda terhadap pertumbuhan S. polycystum di perairan Nusakambangan Timur. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan dasar adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial. Sebagai faktor I adalah bagian talus yaitu bagian talus pangkal dan bagian talus ujung. Sebagai faktor II adalah sistem tali tunggal, sistem jaring tubuler dan sistem jaring tabung. Parameter utama yang diukur adalah bobot talus rumput laut S. polycystum, sedangkan parameter pendukung adalah suhu air, salinitas, kecerahan air, nitrat, fosfat dan pH. Pengamatan pertumbuhan dilakukan setiap 7, 14, 21 dan 28 hst. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertumbuhan rumput laut S. polycystum tertinggi pada bagian talus ujung dengan sistem jaring tabung (A2B3) sebesar 8.095 g.hari-1. Sargassum polycystum is seaweed producing alginate, that need in food industrial and non food. S. polycystum had thallus shaped of bar, branch, leaf and air bubble ( bladder ) that functioning as drifter and water balance. Cultivation S. polycystum need intensively been done utilize cultivation method and cultivated system that adjusted by environmentally waters which is utilized for cultivation. This study aims to determine part of thallus influence and cultivated system that variably growth S. polycystum at East Nusakambangan water. This study used an experimental method with the basic design of Randomized Completely Block Design (RCBD) factorial pattern. As factor I was part of thallus consist of apical thallus and base thallus. As factor II was single rope system, tubular dragnet (sacknet) system and tube dragnet system. The main parameter observed is weight of S. polycystum seaweed, meanwhile supporting parameter is water temperature, salinity, water brightness, nitrate, phosphate and pH. Growth of seaweed observed each 7, 14, 21 and 28 days after planting. This study result showed that the highest growth of seaweed of S. polycystum obtained by the apical part of thallus treatment and tube dragnet system (A2B3) was 8.095 g/days.
66898004A1C009035KAJIAN FINANSIAL USAHA AGROINDUSTRI GULA KELAPA KRISTAL
(Kasus pada perajin anggota Kelompok Tani Legen Ardi Raharja Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas)

FINANCIAL ANALYSIS BUSINESS AGRO-INDUSTRY COCONUT SUGAR CRYSTALS
(Case Study at member of artisans Farmer Group Legen Ardi Raharja, Karanggintung Village, Kemranjen District, Banyumas Regency)
Produksi gula kelapa tidak hanya terbatas pada gula kelapa cetak saja, tetapi sudah berkembang dalam bentuk gula kelapa kristal (gula semut) sejalan dengan kemajuan teknologi dan pola konsumsi masyarakat. Kelompok Tani Legen Ardi Raharja di Desa Karanggintung, Kecamatan Kemrajen, Kabupaten Banyumas merupakan pilot project program pengklasteran gula kelapa kristal yang dilaksanakan oleh BAPPEDA dan Bank Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil dan mengetahui kelayakan finansial usaha agroindustri gula kelapa kristal pada perajin anggota Kelompok Tani Legen Ardi Raharja Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas. Metode Penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pengambilan data menggunakan metode sensus dan dilaksanakan mulai tanggal 22 Juni sampai 19 Juli 2013, pada perajin anggota Kelompok Tani Legen Ardi Raharja yang telah membuat gula kelapa kristal. Jumlah perajin yang menjadi responden dalam penelitian sebanyak 30 orang yang mengolah nira menjadi gula kelapa kristal. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, analisis biaya dan pendapatan, break even point (BEP), R/C, dan rentabilitas. Profil usaha gula kelapa kristal menunjukan: sebagian besar perajin berumur 46 sampai 55 tahun dengan pendidikan rata-rata lulusan SD dan rata-rata lama usaha 1,5 tahun. Rata-rata jumlah pohon yang disadap sebanyak 18 pohon, sedangkan rata-rata jumlah tanggungan keluarga perajin sebanyak 4 orang. Modal yang digunakan perajin gula kelapa kristal berasal dari modal sendiri karena skala usaha yang relatif kecil. Usaha gula kelapa kristal sifatnya sebagai mata pencaharian pokok. Pengolahan gula kelapa kristal dilakukan di tingkat perajin dengan kegiatan penyadapan, pemasakan, kristalisasi, pengayakan dan pengeringan dan dilanjutkan di kelompok tani dengan kegiatan pengovenan, pengayakan, sortasi dan pengemasan. Berdasarkan kajian finansial, usaha pengolahan gula kelapa kristal selama satu bulan pada perajin anggota Kelompok Tani Legen Ardi Raharja sudah menguntungkan dan sudah dijalankan secara efisien. Hal ini dilihat dari rata-rata pendapatan sebesar Rp431.483,51 per bulan per perajin, jumlah rata-rata produksi yaitu 129,16 kg per bulan per perajin dengan harga jual gula kristal Rp13.500,00 per kilogram dan rata-rata penerimaan usaha sebesar Rp1.770.015,00 per bulan per perajin berada di atas nilai BEP (unit) sebesar 49,38 kilogram dan penerimaan pada saat BEP sebesar Rp659.785,47, sedangkan rata-rata biaya yang dikeluarkan sebesar Rp1.338.531,48 per bulan per perajin. Nilai R/C lebih dari 1 yaitu 1,32 dan rentabilitas 32,23 persen per bulan lebih besar dari suku bunga bank BRI satu persen per bulan, berarti usaha agroindustri gula kelapa kristal pada perajin anggota Kelompok Tani Legen Ardi Raharja di Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas layak diusahakan.The production of coconut sugar is not just limited to print palm sugar only, but has developed in the form of coconut sugar crystals (sugar ants) in line with the advances in technology and consumption patterns. Farmers Group Legen Ardi Raharja Karanggintung Village, Kemranjen Distric, Banyumas Regency clustering program is a pilot project of coconut sugar crystal BAPPEDA and implemented by Bank Indonesia. The purpose of this study was to determine the profile and determine the financial study of crystal palm sugar agro-industry at member of artisans Farmers Group Legen Ardi Raharja Karanggintung Village, Kemranjen Distric, Banyumas Regency.
The research method used a case study. Retrieval of data using a census method and held from 22th June to 19th July 2013, the members of Farmers Group Legen Ardi Raharja that has made the coconut sugar crystals. The number of artisans who were respondents in a study of 30 people who cultivate coconut sap into sugar crystals. Data were analyzed using descriptive analysis, analysis of cost and revenue, the break even point (BEP), R/C, and profitability.
Mostly artisans aged 46 to 55 years old with an average education of primary school graduates and an average length of 1,5 years of business. The average number of trees total of 18 trees, while the average number of dependents in a family of 4 people. Capital employed craftsmen coconut sugar crystals derived from its own capital because of relatively small scale of business. Efforts of its palm sugar as the principal livelihood. Processing of coconut sugar crystals performed at the level of craftsmen and farmers’ groups continued. Processing of coconut sugar crystals at the level crafters with wiretapping activities, cooking, crystallization, sifting and drying, while at the level of farmer group with activities oven, sifting, sorting and packing. Based on the financial study, it can be said that the processing of coconut sugar crystals at Karanggintung Village already profitable and has been run efficiently. It seen from the average income of Rp431.483,51 per month per artisan, the average amount of production is 129,16 kg with cost of coconut sugar is Rp13.500 per kilograms and the average receipts from operation of Rp1.770.015,00 is above the BEP value of 49,38 kg and acceptance at the time of BEP for Rp659.785,47,while average total cost is Rp1.338.531,48 per month per artisan. Value R/C more than 1 is 1,32 and 32,23 percent earnings per month is greater than the interest rate of BRI per month.
66908006A1C008059Partisipasi Angota Koperasi Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya
(Studi Kasus Di KUD PATIKRAJA Kabupaten Banyumas)
Partisipasi merupakan keterlibatan individu baik secara emosional maupun spiritual terhadap suatu sistem. Partisipasi sangat dibutuhkan oleh koperasi yang dalam kegiatannya tidak mungkin terlepas dari anggota.Prinsip keanggotan di dalam koperasi didasarkan pada prinsip dual identity, yaitu selain sebagai pemilik, anggota juga sebagai konsumen dari koperasi.Hal tersebut menjadi faktor utama penunjang kemajuan koperasi. KUD PATIKRAJA merupakan salah satu koperasi yang tergolong besar di Kabupaten Banyumas dengan jumlah anggota sebanyak 1396 anggota dan unit usaha yang beragam.Hal ini menjadikan KUD PATIKRAJA membutuhkan tingkat partisipasi yang besar pula untuk menjalankan kegiatannya dalam memenuhi kebutuhan anggota. Penelitian ini bertujuan: 1) menganalisis tingkat partisipasi anggota KUD PATIKRAJA dan 2) menganalisis faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi anggota KUD PATIKRAJA.
Penelitian ini dilakukan pada 13November sampai 15Desember 2013 di KUD PATIKRAJA dengan sasaran penelitian seluruh anggota KUD PATIKRAJA. Pengambilan sampel menggunakan metode Simple Random Sampling. Data penelitian berupa data primer dan sekunder diambil dengan cara wawancara dan studi pustaka. Indikator tingkatpartisipasi berdasarkan partisipasi dalam pengambilan keputusan (manajemen), partispasi dalam kontribusi modal, dan partisipasi dalam pemanfaatan layanan.Tingkat partisipasi dianalisis menggunakan Metode Succesive Interval (MSI).Sementara untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh menggunakan analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian dan perhitungan menunjukkan tingkat partisipasi memiliki skor 19,79 dan termasuk dalam kategori rendah.Hal tersebut dipengaruhi oleh variabel independen secara bersama sama sebesar 70, 5%. Sementara secara parsial, variabel independen yang mempunyai pengaruh terhadap tingkat partisipasi anggota KUD PATIKRAJAyaitu variable umur dan tanggungan keluarga.
Participation is the involvement of individuals both emotionally and spiritually toward a system. Participation is required by cooperatives in operation is not possible apart from member. Membership in the cooperative principle is based on the principle of dual identit,. in addition to the owner, as well as members of consumer cooperativesKUD PATIKRAJA is one of the relatively large cooperative in Banyumas with a number of members who are many and considerable business units.This makes KUD PATIKRAJA require greater levels of participation to run its operations to meet the needs of members. The research aims to: 1)analyze the level of participation of members of KUD PATIKRAJA and 2) analyze the factors that affect the level of participation of members of KUD PATIKRAJA.
The research was conducted from November13rd untiDesember20th 2013 in KUD PATIKRAJA, the target of research is all members of KUD PATIKRAJA. The used Sampling was done by simple random sampling method by 30 respondents. The research data were primary and secondary data which is got by interviews, questionnaires, and literature study. Indicators of participation based on participation in decision-making (management), participation in the capital contribution, and participation in the utilization of the services detailed above 9 questions that were previously tested for validity and reliability. The participation rate was analyzed using the method of Successive Interval (MSI), while to determine the factors that influence use of multiple linear regression analysis.
Research results and calculations shows the level of participation has a score of 19.79 and is included in the ‘low category’. It is influenced by the independent variables are jointly equal to 75, 6%. While partially, independent variables that have a significant effect on the level of participation of members of KUD PATIKRAJA is variable age and number of dependent.
66918005P2AA12005STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI JAGUNG DI KABUPATEN TEMANGGUNGSurplus produksi jagung di Kabupaten Temanggung, belum dimanfaatkan dengan optimal. Potensi jagung sebagai bahan pangan berkualitas dan penggunaan jagung sebagai pangan pokok sebagian masyarakat memberikan peluang untuk dikembangkan agroindustri jagung. Tujuan penelitian ini untuk merumuskan konsep strategi pengembangan agroindustri jagung di Kabupaten Temanggung dengan mengetahui prioritas tujuan, prioritas faktor pendukung, prioritas strategi dan prioritas pelaku strategi pengembangan agroindustri jagung. Analisis penentuan strategi menggunakan metode Analitical Hierarchy Process (AHP). Hasil analisis strategi pengembangan agroindustri jagung di Kabupaten Temanggung yaitu diversifikasi produk olahan jagung dengan mengoptimalkan pemanfaatan bahan baku jagung, melalui pengembangan jaringan usaha, yang didukung oleh pelatihan teknologi proses dan manajemen usaha, fasilitasi akses modal serta dikembangkan pada sekala industri rumah tangga atau UMKM, yang dilaksanakan oleh pemerintah dengan memberikan perhatian yang lebih besar pada proses formulasi strategi kebijakan pengembangan agroindustri jagung. The surplus production of corn in Temanggung, has not been used optimally. Potential of corn as food quality and the use of corn as a staple food of part of the community an opportunity to develop agro-industries corn. The purpose of this research is to formulate the concept of agroindustry development strategy of corn in Temanggung by knowing the priority objectives, priorities supporting factors, priority strategies and priority offenders corn agroindustry development strategy. Analysis of the determination of strategies using Analytical Hierarchy Process (AHP). The results of the analysis of agroindustry development strategy of corn in Temanggung is diversification of processed corn products by optimizing the utilization of corn feedstocks, through the development of a business network, supported by technology process and business management training, facilitating access to capital and developed in the household industries or SMEs scale, which is implemented by the government to give greater attention to the process of strategy formulation corn agroindustry development policy.
66927998A1L008044PERKEMBANGAN POPULASI Sitophilus oryzae DAN INTENSITAS KERUSAKANNYA PADA LIMA MACAM VARIETAS BERASSerangga yang sering merusak beras dalam penyimpanan adalah Sitophilus oryzae. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui perkembangan S. oryzae pada berbagai varietas beras (Memberamo, IR 64, beras merah varietas Tewe, beras ketan varietas Lusi, dan beras hitam varietas Lokal) yang di uji, 2) mengetahui kerusakan beras dengan berbagai macam varietas beras. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada ketinggian tempat 110 meter di atas permukaan laut (dpl). Penelitian berlangsung selama 3 bulan mulai bulan Februari sampai Mei 2013. Penelitian terdiri dari satu percobaan yaitu pengaruh satu faktor dengan menggunakan RAL, yaitu varietas beras. V1= beras varietas IR 64, V2= beras varietas membramo, V3= beras merah varietas tewe, V4= beras hitam varietas lokal , V5= beras ketan varietas lusi. Variabel yang diamati meliputi jumlah imago muncul, tingkat kerusakan kualitatif dan tingkat kerusakan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beras varietas IR 64 dapat menekan perkembangan populasi, susut mutu dan bobot, berturut-turut 28,6 imago, 0,38% susut bobot dan 27% susut mutu.

Kata kunci :beras, Sitophilus oryzae, varietas beras.
An insect that usually damage rice in the storage is Sitophilus oryzae. This research aimed to 1 ) observe the S. oryzae development in all varieties (Memberamo, IR 64, red rice Tewe variety, sticky rice Lusi variety, and black rice Lokal variety) and 2) observe damage caused by S. Oryzae in all tested varieties. This research was carried out in Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto at an altitude 110 meters above sea level. This research lasted three months started from February to May 2013. This research was consisted of one experiment consisiting of influence of one factor by using RAL, which are varieties of rice as follows. V1= IR 64 variety of rice, V2= Memberamo variety of rice, V3 = red rice Tewe variety, V4= black rice Lokal variety V5 = sticky rice Lusi variety. Observed variable total number of imago S. oryzae and level of qualitative and quantitative damage. Result showed that IR 64 is able to decrease S. oryzae population development, quality and quantity reduction, continues 28,6 imago, 0,38% imago body weights, and 27% quality reduction

Keywords: rice, sitophilus oryzae, varieties of rice.
669311215A1H010021KAJIAN EROSI DAN KEHILANGAN NUTRISI TANAH PADA LAHAN KENTANG ATLANTIK DENGAN APLIKASI BIOARANG, DAN VARIASI JENIS PUPUK DAN MULSA Kentang pada umumnya ditanam pada lahan miring di dataran tinggi tropis dengan sistem guludan vertikal, yang pada gilirannya memicu terjadinya erosi terutama pada musim hujan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi besarnya aliran permukaan dan kehilangan tanah pada lahan kentang dengan sistem guludan horizontal di bawah aplikasi bioarang, serta variasi jenis pupuk dan mulsa. Penelitian dilakukan di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, sedangkan analisis Laboratorium dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah dan Laboratorium Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Agustus 2014. Perlakuan dibedakan berdasarkan jenis pupuk dan mulsa yang digunakan, yaitu: Mulsa Plastik dengan Pupuk Organik (MPO), Mulsa Jerami dengan Pupuk Organik (MJO), Tanpa Mulsa dengan Pupuk Organik (TMO), Mulsa Plastik dengan Pupuk Kimia (MPK), Mulsa Jerami dengan Pupuk Kimia (MJK), Tanpa Mulsa dengan Pupuk Kimia (TMK). Variabel yang diamati meliputi Aliran Permukaan dan Kehilangan Tanah dan Nutrisi terutama N dan P (untuk pengukuran langsung di lapang), serta Erosivitas (R), Erodibilitas (K), Faktor Panjang Lereng (L), Faktor Kemiringan Lereng (S), Faktor Pengelolaan Tanaman (C) dan Faktor Pengelolaan dan Konservasi Tanah (P) (untuk pendugaan). Analisis dilakukan secara grafis dan perhitungan dengan metode Universal Soil Loss Equation (USLE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya aliran permukaan pada masing-masing demplot adalah MPO: 617.1 m³/ha, MJO: 631.59 m³/ha, TMO: 661.87 m³/ha, MPK: 541.98 m³/ha, MJK: 561.95 m³/ha dan TMK: 615.27 m³/ha. Besarnya kehilangan tanah hasil pengukuran langsung di lapangan pada masing-masing demplot adalah MPO: 1.88 ton/ha, MJO: 2.15 ton/ha, TMO: 3.62 ton/ha, MPK: 1.99 ton/ha, MJK: 2.29 ton/ha dan TMK: 3.23 ton/ha, sedangkan besarnya kehilangan tanah hasil prediksi pada masing-masing demplot adalah MPO: 2.35 ton/ha, MJO: 2.35 ton/ha, TMO: 8.40 ton/ha, MPK: 2.35 ton/ha, MJK: 2.35 ton/ha dan TMK: 8.40 ton/ha. Besarnya kehilangan nutrisi hasil pengukuran langsung di lapangan pada masing-masing demplot adalah MPO: 113.85 kg/ha (N) dan 146.50 kg/ha (P), MJO: 127.59 kg/ha (N) dan 111.65 kg/ha (P), TMO: 88.19 kg/ha (N) dan 104.83 kg/ha (P), MPK: 60.86 kg/ha (N) dan 71.34 kg/ha (P), MJK: 92.04 kg/ha (N) dan 97.37 kg/ha (P) dan TMK: 99.65 kg/ha (N) dan 129.26 kg/ha (P).Potato is generally cultivated in sloping land of tropical agricultural areas with vertical ridge system, which in turn encourages erosion particularly in rainy season. This research was aimed to identify the rate of surface runoff and soil loss on the potato-cropping plot with horizontal ridge system under biochar, and different fertilizer and mulch application. The research was conducted at the potato (Atlantik variety)-cropping plots located in Serang village, Karangreja district, Purbalingga regency, and at Laboratory of Soil Science and Laboratory of Agricultural Engineering, Jenderal Soedirman University, started from May to August 2014. The treatment is differentiated based on fertilizers and mulches utilized, namely: Plastic Mulch with Organic Fertilizer (MPO), Rice-Straw Mulch with Organic Fertilizer (MJO), No-Mulch with Organic Fertilizer (TMO), Plastic Mulch with Anorganic Fertilizer (MPK), Rice-Straw Mulch with Anorganic Fertilizer (MJK) and No-Mulch with Anorganic Fertilizer (TMK). The investigated variables included Surface Run Off and Soil and Nutrients Loss especially N and P (for direct measurement at field), and also Erosivity (R), Erodibility (K), Length (L) and Slope (S) Factor, Cultivation Factor (C), and Land Conservation Factor (P) (for prediction). Analysis was conducted graphically and by using prediction model of Universal Soil Losses Equation (USLE).The result showed that the rate of surface run off on each plot was MPO: 617.1 m3/ha, MJO: 631.59 m3/ha, TMO: 661.87 m3/ha, MPK: 541.98 m3/ha, MJK:561.95 m3/ha, and TMK: 615.27 m3/ha. The rate of soil losses with direct field measurement on each plot was MPO: 1.88 ton/ha , MJO: 2.15 ton/ha, TMO: 3.62, MPK: 1.99 ton/ha, MJK: 2.29 ton/ha, and TMK: 3.23 ton/ha, while those with prediction model on each plot was MPO: 2.35 ton/ha, MJO: 2.35 ton/ha, TMO: 8.40 ton/ha, MPK: 2.35 ton/ha, MJK: 2.35 ton/ha dan TMK: 8.40 ton/ha. The rate of nutrition losses with direct field measurement on each plot was MPO: 113.85 kg/ha (N) and 146.50 kg/ ha (P), MJO: 127.59 kg/ha (N) and 111.65 kg/ha (P), TMO: 88.19 kg/ha (N) and 104.83 kg/ha (P), MPK: 60.86 kg/ha (N) and 71.34 kg/ha (P), MJK: 92.04 kg/ha (N) and 97.37 kg/ha (P), and TMK: 99.65 kg/ ha ( N) and 129.26 kg/ha (P)
66948007A1C009052PENGARUH PELAYANAN KOPERASI TERHADAP PENDAPATAN PETERNAK ANGGOTA KOPERASI PESAT
DI KABUPATEN BANYUMAS
Koperasi PESAT adalah koperasi primer yang bergerak di bidang produksi susu sapi di Kabupaten Banyumas. Koperasi berusaha meningkatkan produktivitas susu anggota dengan memberikan fasilitas seperti pelayanan pakan konsentrat, inseminasi buatan dan kesehatan ternak agar produksi dan kualitas susu meningkat sehingga pendapatan peternak bertambah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kebersihan kandang dan pelayanan koperasi terhadap produksi dan kualitas susu sapi segar dari peternak anggota koperasi, mengetahui pengaruh produksi dan kualitas susu sapi segar terhadap pendapatan peternak anggota koperasi. Penelitian ini dilakukan di 10 kelompok peternak sapi perah dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang di Kecamatan Pekuncen, Cilongok, Karanglewas, Kedungbanteng, Baturaden dan Sumbang di Kabupaten Banyumas. Analisis data dilakukan menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pelayanan koperasi yang meliputi pelayanan pakan konsentrat, inseminasi buatan dan kesehatan ternak serta kebersihan kandang selama ini belum mampu meningkatkan produksi susu. Selanjutnya untuk peningkatan kualitas susu dapat dilihat dari tata kelola (kandang) yang baik, sedangkan pelayanan yang diberikan koperasi tidak mempunyai pengaruh terhadap upaya peningkatan kualitas susu. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa semakin tinggi produksi susu yang dihasilkan peternak maka perolehan pendapatan peternak akan semakin meningkat.Cooperative PESAT is a primary cooperative which is involved in the production of milk in Banyumas Regency. This organization is trying to increase milk productivity of their members by providing more facilities such as concentrate food services, artificial insemination and animal health in order to increase the production and quality of milk as well as the income of their dairy farmers. The purpose of this study is to determine the effect of clean cowshed and cooperative services on the production and quality of fresh milk from the cooperative members as well as determine the effect of production and quality of fresh cow milk on the income of cooperative members. This study was conducted in 10 groups of dairy farmers with a total sample of 50 people in Pekuncen District, Cilongok, Karanglewas, Kedungbanteng, Baturaden and Sumbang in Banyumas Recency. Data analysis was performed by using path analysis. The results of this study indicate that the cooperative services which include services of concentrated feed, artificial insemination and animal health as well as cleaning the cage has not been able to increase milk production. Furthermore, milk quality improvement can be noticed from the good cowshed management, while the service given by the cooperative doesn’t have any influence to the improvement of milk quality. The research results also shows that farmers income will increase if the milk production is higher.
66958008F1C010040KOMUNIKASI KELUARGA ANTARA AYAH DAN ANAK REMAJA DALAM UPAYA MEMPERTAHANKAN KEDEKATAN EMOSIONAL DI DESA KALIMANDI KECAMATAN PURWAREJA KLAMPOK KABUPATEN BANJARNEGARAPenelitian ini berjudul Komunikasi Keluarga Antara Ayah dan Anak Remaja Dalam Upaya Mempertahankan Kedekatan Emosional Di Desa Kalimandi Kecamatan Purwareja Klampok Kabupaten Banjarnegara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi keluarga antara anak remaja dan ayah yang bekerja di luar kota dalam rangka mempertahankan kedekatan emosional di antara keduanya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pemilihan informan purposive sampling atau sampel bertujuan. Informan yang dipilih berjumlah empat orang, keempat informan tersebut adalah informan yang memiliki karakteristik tertentu, yaitu informan yang berusia remaja di Desa Kalimandi (usia 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi perempuan, dan usia 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi laki – laki) dan anak remaja tersebut memiliki ayah yang bekerja di luar kota.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pekerjaan ayah di luar kota berpotensi pada berkurangnya kedekatan emosional di antara ayah yang bekerja di luar kota dengan anak remaja di Desa Kalimandi. Agar kedekatan emosional di antara anak remaja dan ayah tetap terjaga dibutuhkan kualitas hubungan yang baik di anatara anak dan ayah pada saat ayah sedang di rumah dan pada saat ayah di luar kota. Ketika ayah sedang berada di rumah, agar kualitas hubungan di antara anak remaja dan ayah tetap baik yang di lakukan adalah melakukan berbagai kegiatan yang memiliki nilai kebersamaan yang tinggi. Sedangkan ketika ayah berada di luar kota, agar kualitas hubungan baik di antara anak remaja dan ayah tetap terjaga yang perlu dilakukan adalah menjalin komunikasi sebaik mungkin dengan memanfaatkan teknologi komunikasi yang ada, seperti telepon seluler dan BBM (BalckBerry Messenger).
The research is titled Family Communication between Father and Teenager in Efforts to Maintain Emotional Closeness in Kalimandi Village District Purwareja Klampok, Banjarnegara City. The purpose of this research was to determine the family communication between teenager and father who work out of town in order maintain emotional intimacy between them.
The method used in this research is descriptive qualitative with purposive sampling technique or sample aims to informant selection. Informants selected were four people, the fourth informants were informants who have certain characteristics, that is teenager informant in the Kalimandi village (age 12 years to 21 years for women, and 13 years to 22 years for men) and the teenager has a father who work out of town.
The results of this research shows that fathers work outside the city could potentially decrease emotional closeness between fathers who work outside the city and teenager in Kalimandi. In order for the emotional closeness between teenager and father needed quality maintained a good relationship between teenager and father when the father at home and at the time of the father outside city. When father was at home, so that the quality of the relationship between fathers and teenage good be done is do a variety of activities that have a high value of togetherness. Meanwhile, when the father is out of town, so that the quality of a good relationship between the child and the teenager's father maintained that needs to be done is to establish communication as possible by utilizing existing communication technologies, such as Handphone and BBM (BalckBerry Messenger).
66968009A1H010017ANALISIS EFISIENSI KOMPOR BIOMASSA BERBAHAN BAKAR BRIKET ARANG TEMPURUNG KELAPABriket arang tempurung kelapa adalah briket biomassa yang memiliki nilai kalor yang tinggi untuk proses pembakaran. Kualitas briket ditunjukkan oleh nilai kalor yang tinggi, besar nyala api, waktu nyala briket, dan kadar air yang rendah. Efisiensi suatu kompor biomassa ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya ditentukan oleh konsumsi bahan bakar, massa air menguap, energi yang dibutuhkan dan energi yang tersedia dari bahan bakar. Penelitian ini menggunakan tiga jenis kompor yang berbeda yakni kompor UB 03-1, kompor PT.Tropica Nucifera Industry Yogyakarta tipe silinder (PT.TNIY Silinder) dan tipe kotak (PT.TNIY Kotak).Tujuan dari penelitian ini adalah, mengetahui efisiensi tiga jenis kompor biomassa dengan bahan bakar briket arang tempurung kelapa, waktu untuk memanaskan 5 liter air, dan mengetahui konsumsi bahan bakar. Variabel yang diamati meliputi kenaikan suhu air setiap 5 menit, konsumsi bahan bakar,dan massa air menguap. Data hasil pengukuran dianalisis menggunakan persamaan efisiensi energi untuk mengetahui nilai dari efisiensi dari tiga kompor yang ditinjau dari konsumsi bahan bakar.Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah efisiensi rata-rata tertinggi pada kompor biomassa UB 03-1 18,91%, kompor PT. TNIY Silinder 15,27% dan PT. TNIY Kotak 15,83%.Waktu yang dibutuhkan kompor untuk memanaskan 5 liter air untuk kompor biomassa UB 03-1 70 menit, kompor PT. TNIY Silinder 40 menit hingga suhu 100˚C dan PT. TNIY Kotak selama 70 menit namun hanya mencapai 62,25˚C. Konsumsi bahan bakar kompor UB 03-1 0,54 kg, kompor PT. TNIY Silinder 0,6 kg dan PT. TNIY Kotak 0,225 kg.Coconut shell charcoal briquette is biomass briquettes that have a high calorific value for the combustion process. Briquettes quality are showed by the flame of briquettes, durable, and low water content. The efficiency of a biomass stove in terms of the use of the affected by fuel consumption, the mass of the water evaporates, the energy required and avaliable of fuel. This study used three different types of stoves those are UB 03-1, Tropica Nucifera Industry Yogyakarta cylinderstove (PT.TNIY Cylinder) and box type stove (PT.TNIY Box). The purposes of this study are to know the stove efficiency of the three types of biomass fuel stoves using coconut shell charcoal briquettes, the time needed to boil 5 liters of water, and knowing fuel consumption. Variables observed were the increase in water temperature every five minutes, environmental temperature, relative humidity, fuel consumption, and water evaporated. Measurement data were analyzed using the energy efficiency equation to determine the value of the efficiency of three biomass stoves in terms of fuel consumption.The research finding from this study are the highest average efficiency for biomass stoves UB 03-1 18.91 %, PT.TNIY Cylinder stove 15.27 % and PT.TNIY Box stove 15.83 %. The time required to boil 5 liters water for biomass stoves UB 03-1 is 70 minutes, PT.TNIY Cylinder stove is 40 minutes to reach temperature of 100˚C and PT.TNIY Box stove for 70 minutes but only reached 62.25˚C. Fuel consumption UB 03-1 stove of 0.54 kg, PT.TNIY Cylinder stove of 0.6 kg and PT.TNIY Box stove of 0.225 kg.
66977944P2EA12021PENERAPAN AJARAN PENYERTAAN DALAM TINDAK PIDANA KECELAKAAN LALU LINTAS YANG DILAKUKAN OLEH ANAK
(Studi Perkara di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Purworejo)
Endi Nurindra Putra, Program Studi Ilmu Hukum, Program Pascasarjana Universitas Jenderal Soedirman, Penerapan Ajaran Penyertaan Dalam Tindak Pidana Kecelakaan Lalu Lintas Yang Dilakukan Oleh Anak (Studi Perkara di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Purworejo), Komisi Pembimbing, Ketua : Dr. Noor Aziz Said, S.H., M.S., Anggota : Dr. Setya Wahyudi,S.H., M.H.
Anak bagian dari generasi muda bangsa merupakan salah satu sumber daya manusia yang memiliki potensi strategis untuk meneruskan cita-cita pembangunan bangsa dan negara Indonesia di masa yang akan datang, maka anak memerlukan pembinaan dan perlindungan secara terus-menerus untuk menjamin pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental dan sosial secara utuh. Perlindungan tersebut dimaksudkan guna menghindarkan anak dari trauma dan stigmatisasi terhadap anak yang berkonflik dengan hukum.
Banyaknya kasus yang memaksa anak harus bertanggung jawab atas tindak pidana kecelakaan lalu lintas yang dilakukannya telah menjadi keprihatinan berbagai pihak. Orangtua seolah-olah membiarkan hal tersebut terjadi tanpa menyadari adanya kesalahan yang diperbuatnya.
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji dua permasalahan, yaitu pertama, dapat atau tidaknya diterapkan ajaran penyertaan dalam tindak pidana kecelakaan lalu lintas yang dilakukan oleh anak, dan kedua, bentuk-bentuk ajaran penyertaan yang dapat diterapkan dalam tindak pidana kecelakaan lalu lintas yang dilakukan oleh anak di wilayah hukum Pengadilan Negeri Purworejo.
Dengan menggunakan metode pendekatan yuridis-normatif, melalui studi terhadap peraturan perundang-undangan, azas hukum, dan doktrin yang berkaitan dengan ajaran penyertaan dalam tindak pidana kealpaan, yang didukung dengan data praktek di wilayah hukum Pengadilan Negeri Purworejo, maka orangtua yang berbuat kelalaian atau kealpaan dari tanggung jawabnya untuk mengasuh, menjaga, memelihara, mendidik dan melindungi anak, dapat dipidana dan dituntut ganti kerugian dengan menggunakan ajaran penyertaan dalam hukum pidana dengan bentuknya sebagai Penganjuran (uitlokking) dan Pembantuan (medeplichtige) dalam jenisnya yang kedua yaitu Pembantu sebelum kejahatan dilakukan, dan secara eksepsional menggunakan prinsip vicarious liability dalam pembaharuan hukum pidana. Pemikiran progresif dalam penelitian ini diharapkan mampu mewujudkan penegakan hukum yang berorientasi pada kepentingan terbaik untuk anak.
Endi Nurindra Putra, Study Program of Law, Postgraduate Program, Jenderal Sudirman University, Application of the Doctrine of Complicity in Crime of Traffic Accident Done By Children (Case Studies in District Court Jurisdiction Purworejo), by supervision : Dr. Noor Aziz Said, S.H., M.S. (Chief of Thesis Consultant) and Dr. Setya Wahyudi, S.H., M.H. (Member).
Children, as the young generation in our nation contribute to the human resource capital, since they had a strategic potential to continue the nation building in the future, thus, children need a guidence and protection continually to ensure their social, mental, and physical growth appropriately. Meanwhile, the protection was initiated to overcome children from being trauma and stigmatization in their legal affairs.
The number of cases which force children to be responsible for the criminal acts of a traffic accident that did have a concern of various parties. Parents as if letting it happen without realizing it produces an error.
This study was conducted to examine two issues: first, whether or not applied the doctrine complicity in the crime of traffic accident committed by a child, and second, the forms of complicity that the doctrine can be applied in a traffic accident criminal offense committed by a child in Purworejo District Court jurisdiction.
By using the method of juridical-normative approach, through a study of laws and regulations, legal principles, and doctrines relating to the participation in criminal acts doctrine of negligence, which is supported by the data practices law in the area of the Purworejo District Court, so parents who do negligence or neglect of its responsibility to care for, maintain, nurture, educate and protect children, may be liable and sued for damages by using the teachings of the complicity in the criminal law as a form Advocacy (uitlokking) and Assistance (medeplichtige) in the second kind is the Helper before the crime is committed , and is exceptional using the principle of vicarious liability in criminal law reform. Progressive thinking in this study is expected to realize a law enforcement oriented to the child's best interests.
66989921F1A009063STUDI DESKRIPTIF MENGENAI RITUAL MALAM MINGGU WAGE PAGUYUBAN TUNGGUL SABDO JATI DI GUNUNG SRANDIL, GLEMPANG PASIR,
ADIPALA KABUPATEN CILACAP
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Sasaran dalam penelitian ini adalah pengurus Paguyuban Tunggul Sabdo Jati yang masih aktif sebagai sasaran utma. Sedangkan sasaran pendukung adalah anggota paguyuban dan juru kunci Gunung Srandil. Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen, buku-buku dan keterangan yang relevan dengan penelitian. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ritual Malam Minggu Wage merupakan sebuah betuk kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dimana di dalamnya berisi ajaran-ajaran luhur berdasarkan atas ajaran yang diwariskan oleh nenek moyang suku Jawa. Ritual ini dilakukan untuk mengucap rasa syukur dan memohon doa kepada Tuhan dan merupakan sebuah media untuk mengungkapkan rasa hormat kepada para leluhur. Para pengikut disebut sebagai peghayat kepercayaan dan tergabung dalam wadah sebuah organisasi yaitu Paguyuban Tunggul Sabdo Jati. Ritual Malam Minggu Wage yang dilaksanakan oleh Paguyuban Tunggul Sabdo Jati merupakan bentuk sebuah kebudayaan daerah yang masih aktif hingga sekarang. Kenapa disebut kebudayaan? Karena apabila ditarik benang merah dari awal sejarah kebudayaan bangsa Indonsia, mulai dari zaman prasejarah bangsa ini sudah mengenal kepercayaan yang bersifat religi terbukti dengan ditemukanya bukti sejarah seperti cara pemakaman dan ritual yang dilakukan. Makna ritual yang utama adalah perasaan tenang dan tentram perasaan ini muncul setelah selesei mengikuti ritual, manfaat lain adalah menumbuhkan rasa kekeluargaan diantara para anggota paguyuban. Eksistensi Ritual Malam Minggu Wage masih tetap terjaga hingga sekarang terbukti dengan masih berlangsungnya ritual tersebut setiap bulanya tepatnya setiap malam minggu wage.Abstract
The research method used for this research was descriptive qualitative and the sample collecting methods was purposive sampling. The main informants in this research were the managers of Tunggul Jati’s community who still be active. Meanwhile, the supporting informants were the members of Tunggul Jati community and spiritual master of Mount Srandil. The primary data which taken from interview and the secondary data were from documents which were books, jurnals, and statements related with the topic research. Data analysis used was descriptive qualitative analysis. The research result has shown that Malam Minggu Wage’s ritual was a kind of beliefs for God The One and Almighty in which inside the rituals contained sacred and pure thoughts based on what of the ancestors of Java tribes have passed down. The ritual’s done for giving thankful and respect to the ancestors. Those followers called believers and joined in a group called Tunggul Sabdo Jati community. Malam Minggu Wage’s ritual that have been done by Tunggul Sabdo Jati community was kind of local culture and remained active until present time. The reason it’s called the culture because when we pulled a bottom line from the very beginning of Indonesian culture histories, started from the pre historical of this country has known beliefs. It’s proved by the discoveries such as the funeral manner and the ritual that they done. The truly meaning from this ritual was the peace and joy feeling that appeared after the prayer was finished. The other advantages from the ritual are growing the sense of kinship among the community members. The existence of Malam Minggu Wage’s ritual was remained sealed until now is proven by the ritual process that still established every month exactly every Saturday night.
66997241A1M009044PENGARUH JENIS, PREPARASI, DAN CARA EKSTRAKSI JAHE TERHADAP INTENSITAS BROWNING, WARNA, DAN AROMA KHAS JAHE KONSENTRAT MINUMAN NIRA-JAHE
(The effect of type, preparation, and ginger extraction methods on the browning intensity, colors, and ginger typical aromas of concentrate coconut sap-ginger beverage)
Salah satu minuman tradisional yang cukup digemari masyarakat adalah wedang jahe. Penggunaan nira kelapa dalam pembuatan wedang jahe merupakan salah satu diversifikasi dari produk olahan nira kelapa. Produk dibuat dalam bentuk konsentrat dengan tujuan untuk mengurangi kadar air sehingga masa simpannya menjadi lebih panjang. Jenis jahe, preparasi jahe, dan cara ekstraksi jahe diduga akan memberikan pengaruh terhadap karakteristik produk. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui intensitas browning, warna dan aroma khas jahe konsentrat minuman nira-jahe pada berbagai jenis, preparasi, dan cara ekstraksi jahe dan 2) menentukan kombinasi perlakuan yang menghasilkan konsentrat minuman nira-jahe yang memiliki warna dan aroma khas jahe yang diterima. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak kelompok (RAK). Faktor yang diuji yaitu jenis jahe (J) yang terdiri dari jahe merah (J1) dan jahe emprit (J2); preparasi jahe (P) yang terdiri dari dibakar (P1) dan tidak dibakar (P2); serta cara ekstraksi jahe (E) yang terdiri dari dimemarkan (E1) dan diblender (E2). Kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan intensitas browning konsentrat minuman nira-jahe dengan cara ekstraksi diblender (1,46) lebih tinggi daripada cara ekstraksi dimemarkan (1,16). Kombinasi perlakuan jahe emprit, dibakar, dan dimemarkan (J2P1E1) menghasilkan konsentrat minuman nira-jahe dengan warna dan aroma khas jahe konsentrat minuman nira-jahe yang dapat diterima yaitu warna coklat tua (4,71) dan aroma khas jahe cukup kuat (3,85).
One of the traditional beverage that quite popular in society is wedang jahe. The use of coconut sap in making wedang jahe is one of diversification of coconut sap processed product. Product was made in concentrate form in order to reduced the water content level so the self life become longer. The type, preparation, and extraction methods of ginger were expected effected on the characteristics of the product. The research aimed to: 1) find out the browning intensity, colors, and ginger typical aromas of cocentrate coconut sap-ginger beverages the on variety of types, preparation, and ginger extraction methods and 2) determine which treatment combination produced cocentrate coconut sap-ginger beverages which has accepted colors and ginger typical aromas. The research was done by experimental method using a randomized block design. Factors tested were ginger types (J), that consist of red ginger (J1) and emprit ginger (J2); ginger preparation (P), that consist of burnt (P1) and not burnt (P2); and ginger extraction methods (E), that consist of bruised (E1) and blended (E2). The treatment combination was repeated three times so there were 24 units in this research. The result showed that the browning intensity of cocentrate coconut sap-ginger beverages by blended extraction methods (1.46) was higher than the bruised extraction methods (1.16). The treatment combination of ginger emprit, burned, and bruised extraction methods produce a cocentrat coconut sap-ginger baverage with accepted colors and ginger typical aromas, that color is dark brown (4.71) and the typical aroma of ginger is strong enough (3.85).
670011873G1A010031HUBUNGAN RASIO ASUPAN NATRIUM KALIUM DENGAN HIPERTENSI DI KABUPATEN BANYUMAS

ABSTRAK
Latar Belakang : Hipertensi disebut sebagai pembunuh tak terlihat (silent killer), karena penyakit hipertensi seringkali tidak menimbulkan gejala sehingga banyak orang tidak terdiagnosis. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Nasional (Riskesdas) tahun 2013, diperoleh data bahwa dari tahun 2007 sampai 2013 terjadi peningkatan prevalensi hipertensi dari 7,6% menjadi 9,5% dan kasus hipertensi di masyarakat sebesar 63,2% tidak terdiagnosis. Salah satu faktor penyebab hipertensi adalah tingginya rasio asupan natrium kalium.
Tujuan : Mengetahui hubungan rasio asupan natrium kalium dengan hipertensi di Kabupaten Banyumas.
Metode: Observasional analitik dengan pendekatan crosss sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive melibatkan 50 subjek penelitian usia 30-40 tahun. Rasio natrium kalium diperoleh dengan membandingkan asupan natrium dan kalium yang diperoleh dengan food record. Tekanan darah diperoleh dari hasil pengukuran menggunakan tensi meter digital.
Hasil : Hasil penelitian menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai sebesar 3,947, p value = 0,047, karena nilai probabilitas < 0,05, terdapat hubungan signifikan rasio asupan natrium kalium dengan hipertensi di Kabupaten Banyumas.
Kesimpulan: Terdapat hubungan rasio asupan natrium kalium dengan hipertensi di Kabupaten Banyumas.
ABSTRAC
Background: Hypertension is called the silent killer because oftenly hypertension does not cause any symptoms and many people are undiagnosed. Based on National Basic Health Research (Riskesdas) on 2013, data showed that the prevalence of hypertension increased from 7.6% to 9.5% from 2007 to 2013 and hypertension case in the community as much as 63.2% are undiagnosed. One of the causes of hypertension is the high intake ratio of sodium potassium.
Objective: To determine the association between ratio of sodium potassium intake with hypertension at Banyumas Regency.
Method: Analytical observation with cross sectional approach. Sampling was done in consecutive study involving 50 subjects aged 30-40 years. Sodium potassium ratio is obtained by comparing the intake of sodium potassium which obtained by food record. Blood pressure measurements obtained from digital tension meter.
Results: The results from Chi-Square test obtained value of 3.947, p value = 0.047, because of probability value <0.05 then there is a significant association between ratio of sodium potassium intake with hypertension at Banyumas Regency.
Conclution: There is an association between ratio of sodium potassium intake with hypertension at Banyumas Regency.