Home
Login.
Artikelilmiahs
16240
Update
ANGGITA PURNAMASARI
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI ZAT BESI DAN VITAMIN C DENGAN TINGKAT KELELAHAN KERJA PADA BURUH TETAP DI GUDANG PERUM BULOG KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kelelahan merupakan gangguan kesehatan yang paling umum dialami oleh tenaga kerja di dunia. Zat besi dan vitamin C memiliki peranan penting dalam metabolisme tubuh berkaitan dengan kelelahan. Kurangnya konsumsi zat besi dan vitamin C diduga berhubungan dengan timbulnya kelelahan kerja. Penelitian cross-sectional dilakukan untuk menguji hubungan tingkat konsumsi zat besi dan vitamin C dengan kelelahan kerja pada bulan April-Juli 2016 terhadap 32 buruh tetap Gudang Perum BULOG Kabupaten Banyumas. Data yang diambil berupa usia dan masa kerja yang diketahui melalui wawancara, beban kerja melalui pengukuran denyut nadi kerja dengan metode 10 denyut, status gizi dengan pengukuran IMT, tingkat konsumsi zat besi dan vitamin C dengan 2x24 hour food recall dibandingkan dengan AKG, dan kelelahan berdasarkan waktu reaksi dengan reaction timer. Uji korelasi Spearman (alpha=0,05) hubungan tingkat konsumsi zat besi dengan kelelahan kerja memperoleh nilai p=0,280 (>α=Ho diterima) dan hubungan tingkat konsumsi vitamin C dengan kelelahan kerja memperoleh nilai p=0,534 (>α=Ho diterima). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ho diterima, yang berarti bahwa tingkat konsumsi zat besi dan vitamin C tidak berhubungan dengan kelelahan kerja.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Fatigue is the most common health problems experienced by workers. Iron and vitamin C has an important role in the metabolism of the body associated with fatigue. Lack of consumption of iron and vitamin C were related to the onset of fatigue. The cross-sectional study to investigate correlation between iron and vitamin C consumption with fatigue at work was conducted in April-July 2016. 32 permanent labours of Perum BULOG Banyumas were assessed. Data of the age and working period known through interviews, the workload by 10 beats method, nutritional status by BMI, the level of consumption of iron and vitamin C with a 2x24-hour food recall then compared with RDA and fatigue based on reaction time. Spearman correlation test (alpha=0.05) produced the correlation between iron consumption with fatigue at work obtain p=0,280 (>α=Ho accepted) and the correlation between the level of vitamin C with fatigue at work obtain p=0,534 (>α=Ho accepted). The results showed that Ho is accepted, which means the level of consumption of iron and vitamin C is not related to fatigue at work.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save