Artikelilmiahs

Menampilkan 6.321-6.340 dari 50.086 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
632116146G1B012005PENGEMBANGAN MEDIA KOMUNIKASI, INFORMASI DAN EDUKASI (KIE) KESEHATAN DALAM PROGRAM BPJS KESEHATAN PADA SEKTOR INFORMAL.
(Studi Kasus Pada Penderes Gula Kelapa di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas)
JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2016

Abstrak

RENI ZAHRA PRATIWI
PENGEMBANGAN MEDIA KOMUNIKASI, INFORMASI DAN EDUKASI (KIE) KESEHATAN DALAM PROGRAM BPJS KESEHATAN PADA SEKTOR INFORMAL (STUDI KASUS PADA PENDERES GULA KELAPA DI KECAMATAN CILONGOK)
Latar Belakang : Pengembangan media KIE Kesehatan sebagai upaya yang digunakan untuk promosi BPJS Kesehatan pada penderes gula kelapa masih minim sehingga persentase kepesertaan BPJS Kesehatan pada sektor informal di Indonesia khususnya penderes gula kelapa di Kecamatan Cilongok rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengembangan media KIE Kesehatan untuk promosi BPJS Kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan penderes gula kelapa.
Metodologi : Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, analisis data thematic network. Informan kunci penelitian ini adalah penderes gula kelapa di Desa Langgongsari, Pageraji dan Rancamaya, Kecamatan Cilongok dan informan pendukungnya adalah kader kesehatan, tokoh masyarakat, pengurus koperasi dan tenaga kesehatan puskesmas.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukan bahwa media KIE Kesehatan untuk promosi BPJS Kesehatan pada penderes gula kelapa adalah media film dan media cetak. Isi pesan pada media KIE Kesehatan yang dibutuhkan penderes gula kelapa yaitu mengenai kesehatan, BPJS Kesehatan dan koperasi. Saluran komunikasi yang efektif untuk promosi BPJS Kesehatan bagi penderes gula kelapa adalah saluran komunikasi interpersonal seperti pertemuan RT, pertemuan koperasi dan pertemuan kelompok tani.
Kesimpulan : Pengembangan media KIE Kesehatan untuk promosi BPJS Kesehatan yang sesuai kebutuhan penderes gula kelapa adalah media film dan media cetak.
Kata kunci : penderes, BPJS Kesehatan, media KIE Kesehatan.

DEPARTEMENT OF PUBLIC HEALTH
FACULTY OF HEALTH SCIENCES
JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY
PURWOKERTO
2016

Abstract

RENI ZAHRA PRATIWI
DEVELOPMENT OF HEALTH INFORMATION, EDUCATION AND COMMUNICATION MEDIA (HEALTH IEC MEDIA) ON NATIOAL HEALTH INSURANCE (BPJS KESEHATAN) FOR INFORMAL SECTOR. (A CASE STUDY OF PALM SUGAR FARMERS IN CILONGOK DISTRICT)
Background: Development of health information, education and communication media (health IEC media) as an effort to give promotion about National Health Insurance (BPJS Kesehatan) for palm sugar farmers was still low, so the percentage of BPJS Kesehatan membership for informal sector in Indonesia, especially palm sugar farmers in Cilongok district yet still low. This research aimed to identify the development of health IEC media for promotion BPJS Kesehatan in accordance with the needs of the palm sugar farmers.
Methodology: This reseacrh was a qualitative with phenomenological approach. For data analysis, it used content analysis with thematic network method. The key informants of this research was palm sugar farmers in Langgongsari, Pageraji and Rancamaya village, Cilongok district and the supporter informants were health workers, community leaders, cooperation workers and health workers in local health center.
Results: The results showed that the IEC health media for promoted BPJS Kesehatan to palm sugar farmers were film and print media. The contents of the message in the health IEC media needed by palm sugar farmers were health, BPJS Kesehatan and cooperation. Effective communication channel for the promoted BPJS Kesehatan for palm sugar farmers was interpersonal communication channel such as neighborhood meeting, cooperation meeting and farmer groups meeting.
Conclusion: Development of health IEC media for promoted BPJS Kesehatan according to the need of the palm sugar farmers were film and print media.
Keywords: palm sugar farmers, BPJS Kesehatan, health IEC media.
632216131G1B012013Analisis Persepsi Penderes Gula Kelapa Terhadap Kualitas Pelayanan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yang Bekerjasama dengan BPJS Kesehatan (Studi Kasus Di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas) Latar Belakang : Pelayanan Kesehatan yang baik merupakan kebutuhan seluruh masyarakat. JKN program pemerintah yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan guna meningkatkan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Persepsi masyarakat terhadap jaminan kesehatan menjadi salah satu hal yang mempengaruhi tingkat pemanfaatan pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi penderes gula kelapa terhadap kualitas pelayanan FKTP yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.
Metodologi : Metode penelitian ini yaitu kualitatif fenomenologis menggunakan analisis isi dengan pendekatan thematic network. Informan kunci penelitian ini adalah penderes gula kelapa di Desa Langgongsari, Pageraji dan Rancamaya dan informan pendukungnya adalah bidan dan kepala puskesmas.
Hasil Penelitian : Berdasarkan persepsi penderes kelebihan FKTP lebih dominan pada aspek tangibles dan kekurangan lebih dominan pada aspek empathy; Kebutuhan penderes akan pelayanan kesehatan mempertimbangkan risiko pekerjaan dan status kesehatan; Harapan penderes akan kualitas pelayanan FKTP yaitu peningkatan pelayanan secara cepat, tepat, adil dan komunikatif; dan Keinginan penderes menjadi peserta BPJS Kesehatan mempertimbangkan kondisi kesehatan, ekonomi, pengetahuan akan BPJS Kesehatan dan pelayanan yang disediakan oleh fasilitas kesehatan.
Kesimpulan : Persepsi penderes gula kelapa akan kualitas pelayanan FKTP yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, berkaitan dengan kebutuhan dan harapan akan pelayanan serta keinginan untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan.
Background : Good health care was the need of public. Guarantee of National Health (JKN) as a government program conducted BPJS Kesehatan to improve the utilization of health services. The public perception of health insurance became one of the things that affect the level of health services utilization. The aimed of this study was to analyze the palm sugar farmers perception of primay health provider (FKTP) service quality in contracting with BPJS Kesehatan.
Methodology: This study used qulaitative method with phenomenology approach, analyzed by thematic network. The key informants of this study was palm sugar farmers in Langgongsari, Pageraji, Rancamaya village and supporter informants were midwife and leader of Community Health Center.
Result : Based on the perception service quality of FKTP showed the adventages dominant in tangibles aspects and disadventages dominant in empathy aspect; The needs of palm sugar farmer health services by considering occupational risks and health status; The expectation of palm sugar farmer of the FKTP quality service was the improvement of services with a fast, accurate, fair and communicative; as well as the desire of palm sugar farmer to become membership of BPJS Kesehatan with consideration of the health condition, economy, knowledge about BPJS Kesehatan and health care provided by health facilities.
Conclusion: The perception of palm sugar farmers about quality service of FKTP in contracting with BPJS Kesehatan related to the needs, expectations of the health service and the desire to became membership of BPJS Kesehatan.
632316145C1C012054ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI YIELD PAYOUT RATIO PADA PERUSAHAAN BUMN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE THUN 2012-2014Ada dua keuntungan yang akan didapat pemodal dari berinvestasi pada saham, yaitu melalui dividend (dividend yield) dan capital gain. Yang menarik bagi seorang investor adalah dengan melihat dividend yield atau suatu saham perusahaan apakah saham tersebut menghasilkan dividend yang cukup tinggi atau malah sebaliknya. Kebijakan dividend yang dilakukan perusahaan tentu saja tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya, antara lain profitabilitas perusahaan, rasio likuiditas perusahaan, solvabilitas perusahaan, ukuran perusahaan (Firm Size).
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari variabel Return on Asset ROA), Firm Size, Cash Ratio, Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Yield Payout Ratio (YPR). Sampel penelitian adalah perusahaan BUMN yang terdaftar di BEI pada periode 2012-2014. Hasil penelitian menunjukan bahwa ROA berpengaruh positif terhadap YPR. Firm Size tidak berpengaruh terhadap YPR. Cash Ratio tidak berpengaruh terhadap YPR. DER berpengaruh positif terhadap YPR.

ANALYSIS OF FACTORS THAT AFFECTING THE PAYOUT RATIO YIELD AT STATE COMPANYS IN INDONESIA STOCK EXCHANGE (IDX) PERIOD 2012-2014
632416147C1C012048PERSPEKTIF THEORY OF PLANNED BEHAVIOR (TPB) DALAM MEMPREDIKSI NIAT DAN PERILAKU BELAJAR PAJAK SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) (Studi Empiris terhadap Siswa SMK Bidang Keahlian Akuntansi di Purwokerto) Penelitian ini berjudul “Perspektif Theory of Planned Behavior (TPB) dalam Memprediksi Niat dan Perilaku Belajar Pajak Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) (Studi Empiris terhadap Siswa SMK Bidang Keahlian Akuntansi di Purwokerto). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sikap, norma subyektif, dan kontrol keperilakuan yang dipersepsikan terhadap niat siswa SMK untuk belajar pajak, pengaruh kontrol keperilakuan yang dipersepsikan terhadap perilaku belajar pajak, dan pengaruh niat terhadap perilaku belajar pajak.
Penelitian ini bersifat korelasional, dengan metode penentuan sampel purposive sampling. Pengumpulan data primer dalam bentuk kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 182. Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modeling (SEM) dengan SPSS dan AMOS 22 sebagai alat analisisnya.
Penelitian ini menghasilkan (1) sikap berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat siswa SMK untuk belajar pajak, (2) norma subyektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat siswa SMK untuk belajar pajak, (3) kontrol keperilakuan yang dipersepsikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat siswa SMK untuk belajar pajak, (4) kontrol keperilakuan yang dipersepsikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku siswa SMK untuk belajar pajak, dan (5) niat berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku siswa SMK untuk belajar pajak.
This study entitled “Perspectives of Theory of Planned Behavior (TPB) in Predicting Intention and Behavior in Tax Learning of Vocational High School (SMK) Students (Empirical Study of the Student of SMK Expertise Accounting in Purwokerto). The aims of this research is to find out the effect of attitude, subjective norm, and perceived behavioral control toward intention of SMK student in tax learning, the effect of perceived behavioral control towards behavior in tax learning and the effect of intention towards behavior in tax learning.
This is a correlational research using purposive sampling as the technique of sample method. The collecting of primary data using questionnaire by the number of respondents was 182. The analysis model used in this research was Structural Equation Modeling (SEM) with SPSS and AMOS 22 as analysis tools .
This research resulted (1) attitude has a positive and significant effect on the intention of SMK student in tax learning, (2) subjective norm has a positive and significant effect on the intention of SMK student in tax learning, (3) perceived behavioral control has a positive and significant effect on the intention of SMK student in tax learning, (4) perceived behavioral control has a positive and significant effect on the behavior of SMK Student in tax learning, and (5) the intention has a positive and significant effect on behavior of SMK Student in tax learning.
632516148C1C012091PENGARUH KOMPETENSI, SUMBER DAYA MANUSIA, KEJELASAN SASARAN ANGGARAN, PENGENDALIAN AKUNTANSI, DAN SISTEM PELAPORAN TERHADAP AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DAERAHPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kompetensi terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah daerah, pengaruh sumber daya manusia terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah daerah, pengaruh kejelasan sasaran anggaran terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah daerah, pengaruh pengendalian akuntansi terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah daerah, serta pengaruh sistem pelaporan terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah daerah.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah SKPD di Kabupaten Banyumas. Pemilihan sampel dengan metode purposive sampling, dengan jumlah responden 53 orang. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer. Teknik pengumpulan data yaitu menyebarkan kuesioner kepada Kepala Subbagian Umum dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada setiap SKPD sampel. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda.
Hasil penelitian membuktikan bahwa kompetensi tidak berpengaruh terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah daerah, sumber daya manusia berpengaruh positif signifikan terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah daerah, kejelasan sasaran anggaran berpengaruh positif signifikan terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah daerah, pengendalian akuntansi berpengaruh positif signifikan terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah daerah, serta sistem pelaporan berpengaruh positif signifikan terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah daerah. Hasil pengujian R Square menunjukkan bahwa pengaruh kompetensi, sumber daya manusia, kejelasan sasaran anggaran, pengendalian akuntansi, dan sistem pelaporan terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah daerah di Kabupaten Banyumas sebesar 65.2%, sedangkan 34.8% dapat dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti. Keterbatasan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode survei tanpa dilengkapi dengan wawancara secara langsung terhadap responden.
The purpose of this Research are to test the influance of the competence toward the accountability of local government performance, the influance of human resources toward the accountability of local government performane, the influance of budget goal clarity toward the accountability of local government performance, the influance of accounting control toward the accountability of local government performance, and the influance of reporting system toward the accountability of the local government performance.
The type of this study is a quantitative research with survey method. The population on this research were SKPD in Banyumas regency, and sample was determined based on purposive sampling method with 53 respondens. Primary data were used in this research, collected with a direct survey using questionnaire to the sub-section chief public officials and the technical implementation of activities in each SKPD sample. Multiple regression analysis are used as multiple regression.
The research proves that competence does not affect to performance accountability of local government agencies, human resources is significant positive effect on the accountability of local government performance, budget goal clarity is significant positive impact on accountability performance local government agencies, accounting control significant positive impact of the accountability of the local goverment performance, and reporting system is alto significant positive impact on the accountability of local government performance. R Square test result shows that the effect of competence, human resources, budget goal clarity, accounting controls, and reporting systems on on accountability performance local government agencies in Banyumas Regency is 65,2%, while 34,8% can be explained Bay other variables not examinated. Limitation in this research is using survey method without equipped with direct interviews.
632616167G1B012091ANALISIS PROSES ADOPSI PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN PENGEMBANGAN TABUNGAN GULA KELAPA DALAM PENINGKATAN KEPESERTAAN BPJS KESEHATAN PADA PEKERJA SEKTOR INFORMALCakupan kepesertaan BPJS Kesehatan pada sektor informal, khusunya penderes gula kelapa masih rendah sehingga perlu adanya inovasi untuk meningkatkan kepesertaan BPJS Kesehatan. Tabungan gula kelapa dianggap sebagai suatu inovasi bagi penderes gula kelapa untuk mempermudah pendaftaran dan pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses adopsi program pemberdayaan masyarakat dengan pengembangan tabungan gula kelapa dalam peningkatan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi penderes gula kelapa. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, analisis data thematic network. Informan kunci penelitian ini adalah penderes gula kelapa dan koperasi di Desa Langgongsari, Desa Pageraji dan Desa Rancamaya, Kecamatan Cilongok dan informan pendukungnya adalah kelompok tani, kader kesehatan, puskesmas, BPJS Kesehatan, dan perangkat desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan penderes akan upaya peningkatan kepesertaan BPJS Kesehatan minim, intensi penderes akan inovasi tabungan gula kelapa tinggi, penerimaan inovasi tabungan gula kelapa pada penderes bervariasi, dan terdapat kendala serta dukungan pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan kepesertaan BPJS Kesehatan dengan inovasi tabungan gula kelapa. Adopsi proses pemberdayaan masyarakat dapat diimplementasikan dengan inovasi tabungan gula kelapa yang merupakan sinergi antara penderes gula kelapa, koperasi, puskesmas, dan BPJS Kesehatan.The scope of the membership of National Health Insurance (BPJS Kesehatan) in informal sectors, especially in palm sugar farmers was still low. For that reason, some innovative ways were needed to increase BPJS Kesehatan membership. Palm sugar savings was considered as an innovation for palm sugar farmers which facilitate them to register and pay the BPJS Kesehatan dues. The aimed of this study was to analyse the adoption process of community empowerment by developing palm sugar savings to increase BPJS Kesehatan membership in Cilongok Districs, Banyumas Regions. This study employed a qualitative method which adopted the phenomenological approach, analyzed by thematic network. The key informants in this study were palm sugar farmers and economic enterprise officers in Langgongsari, Pageraji, and Rancamaya Village, Cilongok Districs. Besdies, the supporting informants were farmers, local goverment clinic, and BPJS Kesehatan. The results showed that the palm sugar farmers’ knowledge about the increasing of BPJS Kesehatan membership is still limited, palm sugar farmers’ intention about palm sugar savings innovation is high, palm sugar farmers’ acceptance of palm sugar savings innovation was various, and there were some obstacles as well as supports to this community empowerment program during the process of increasing BPJS Kesehatan membership using this palm sugar savings innovation. The adoption of community empowerment process could be implemented by developing palm sugar savings, that was a synergy between palm sugar farmers, economic enterprise, local goverment clinic, and BPJS Kesehatan.
632716150C1G014036IMPLEMENTASI SAK ETAP DALAM PENGELOLAAN ASET TETAP PADA KOPERASI KAMPUS UNSOED (KOPKUN) KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini berjudul “Implementasi SAK ETAP Dalam Pengelolaan Aset Tetap Pada Koperasi Kampus Unsoed (Kopkun) Kabupaten Banyumas“. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis kesesuaian pengelolaan aset tetap pada Kopkun Unsoed dengan ketentuan dalam SAK ETAP. Hipotesis yang diajukan adalah : Pengelolaan aset tetap pada Kopkun sudah sesuai dengan ketentuan dalam SAK ETAP.

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif komparatif. Objek penelitian adalah dokumen aset tetap pada Kopkun tahun 2015. Data yang digunakan adalah data sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan wawancara. Analisis data menggunakan metode deskriptif komparatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan aset tetap pada Kopkun sudah sesuai dengan ketentuan dalam SAK ETAP, mulai dari pengakuan aset, pengukuran, penyajian data aset, hingga pengungkapan. Masing-masing tahapan tersebut terdapat dalam pencatatan dan pelaporan aset tetap pada Kopkun. Berdasarkan hal tersebut maka hipotesis penelitian diterima.

Saran yang diajukan adalah : 1) Kopkun agar terus konsisten menggunakan SAK ETAP sebagai acuan dalam mengelola aset tetap maupun kebutuhan lain yang relevan, khususnya laporan keuangan, 2) Pencatatan dan pelaporan aset komputer agar disatukan dengan aset lain sehingga tidak tumpang tindih.
This research entitled: ""Implementation of SAK ETAP In Fixed Assets Management On Campus Cooperative of Unsoed (Kopkun) Banyumas Regency" The research purpose is to know and analyze the suitability of fixed assets management at Kopkun with the provisions of the SAK ETAP. The hypothesis proposed is: Management of fixed assets at Kopkun are in accordance with the provisions of the SAK ETAP.

This research is a comparative descriptive. The research object is a document of fixed assets of Kopkun year 2015. The data used secondary data. Methods of data collection using documentation and interviews. Data analysis using comparative descriptive method.

The results showed that the management of fixed assets at Kopkun are in accordance with the provisions of the SAK ETAP, ranging from asset recognition, measurement, presentation of data assets, until the disclosure. Each of these stages there are in the recording and reporting of fixed assets at Kopkun. Based of the results, the research hypothesis is accepted.

Suggestions forward are: 1) Kopkun in order to consistently use the SAK ETAP as a reference in managing fixed assets and other relevant requirements, in particular the financial statements, 2) Recording and reporting of computer assets to be incorporated into other assets that do not overlap.
632816151G1H012028HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI, TINGKAT ASUPAN ZAT GIZI, DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN POLA MENSTRUASI PADA MAHASISWI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANProses menstruasi dapat menimbulkan potensi masalah kesehatan reproduksi wanita yang berhubungan dengan fertilitas. Status gizi yang tidak normal dengan asupan zat gizi kurang atau lebih, dan meningkatnya aktivitas fisik merupakan beberapa faktor risiko yang mempengaruhi menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi, asupan zat gizi, dan aktivitas fisik dengan pola menstruasi pada mahasiswi Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan 43 mahasiswi dipilih secara random sampling. Status gizi dikur dengan IMT. Asupan zat gizi diperoleh melalui recall 24 jam 2 hari tidak berturut-turut. aktivitas Fisik diukur dengan International Physical Activity Questionnaire Adolescent (IPAQ). Pola menstruasi diperoleh melalui kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 76,7% mahasiswi memiliki pola menstruasi normal. Terdapat hubungan antara asupan protein dengan pola menstruasi (p<0,05). Tidak ada hubungan antara status gizi, asupan energi, asupan lemak, asupan karbohidrat, dan aktivitas fisik dengan pola menstruasi (p>0,05).Process of menstruation can potential reproductive disorders related fertility. Abnormal nutritional status with nutrients intake more or less, and increasing physical activity are some risk factors that affect menstruation. This study to determine association between nutritional status, nutrients intake, and phsical activity with menstrual patterns female students at Faculty Science of Health Jenderal Soedirman University. This study used cross sectional design at 43 female students selected by simple random sampling. Nutritional status was obtained from BMI. Nutritients intake were obtained from recall 24 hours 2 days not consecutive. Physical activity were measured by International Physical Activity Questionnaire Adolescent (IPAQ). Menstrual patterns were assessed by questionnaire. Bivariat analysis used Chi-Square test. There were 74,6% female students suffered normal mentrual patterns. There was correlation between protein intake with menstrual patterns (p<0,05), There were no correlation between nutritional status, energy intake, fat intake, carbohydrate intake, and physical activity with menstrual patterns (p>0,05).
632916152F1G012048Tinjauan Atas Struktur Novel Negeri Perempuan Karya Wisran HadiSkripsi ini berjudul Tinjauan atas Struktur Novel Negeri Perempuan Karya Wisran Hadi. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan struktur novel dan keterkaitannya antarunsur struktur novel dalam novel Negeri Perempuan karya Wisran Hadi.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan difokuskan pada struktur novel yang ada pada novel Negeri Perempuan karya Wisran Hadi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah membaca dan memahami isi novel, kemudian mencatat data-data yang penting dan berkaitan dengan rumusan masalah berdasarkan struktur novel yang ada. Setalah melewati tahap mencatat data-data selanjutnya data-data itu dianalisis dengan pendekatan struktural. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah satu buah novel yang berjudul Negeri Perempuan karya Wisran Hadi dengan jumlah halaman 272 (dua ratus dua puluh tujuh) halaman.
Hasil penelitian ini menjelaskan secara deskriptif mengenai struktur novel dan hubungan antarunsur dalam novel Negeri Perempuan karya Wisran Hadi. Dengan begitu dapat dihasilkan gambaran jelas mengenai struktur novel dan hubungan antarunsur dalam novel Negeri Perempuan karya Wisran Hadi sebagai suatu struktur dasar novel tersebut.
This thesis, Tinjauan Atas Struktur Novel Negeri Perempuan Karya Wisran Hadi. The purpose of this study to describe the structure of the novel and the link between elements in the novel structure of the novel Negeri Perempuan Karya Wisran.
This study used descriptive qualitative method, with a focus on novel structures that exist in the novel Women Affairs Hadi Wisran work. The data collection technique used is to read and understand the contents of the novel, then record the data that is important and related to the formulation of the problem based on novel structures that exist. After passing through the stage of recorded data then the data was analyzed with a structural approach. The data used in this study is the fruit of a novel Negeri Perempuan Karya Wisran Hadi, with the number of pages 272 (two hundred and twenty-seven) pages.
The results of this study explain descriptive of the novel structures and relationships between elements in the novel Negeri Perempuan Karya Wisran Hadi. With so can produce a clear picture of the structure of the novel and the relationships between elements in the novel Negeri Perempuan Karya Wisran Hadi as a basic structure of the novel.
633016153G1F012073KARAKTERISASI PATI BERAS KETAN (Oryza sativa var. Glutinosa) SEBAGAI EKSIPIEN MUKOADHESIF DALAM SEDIAAN FARMASIPemanfaatan pati beras ketan dalam industri farmasi masih terbatas. Pati beras ketan memiliki kandungan amilopektin lebih besar dibandingkan beras lain yang berperan dalam sifatnya yang lengket. Dengan tingginya kadar amilopektin tersebut, diharapkan pati yang berasal dari beras ketan dapat menjadi salah satu eksipien mukoadhesif dalam sediaan farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dari pati beras ketan sebagai eksipien mukoadhesif dalam sediaan farmasi.
Penelitian ini dilakukan dengan cara mengisolasi pati beras kemudian dilakukan karakterisasi fisikokimia meliputi penampilan fisik, bentuk dan morfologi partikel, distribusi ukuran partikel, higroskopisitas, uji susut kering, identifikasi gugus fungsi dan pengukuran pH. Karakterisasi fungsional meliputi pengukuran viskositas, pemeriksaan sifat alir serbuk, indeks kompresibilitas, uji daya mengembang, dan pengujian kekuatan mukoadhesif tablet. Analisis data dilakukan dengan cara membandingkan data hasil yang didapatkan dari pengujian terhadap persyaratan literatur.
Pati beras ketan memiliki bentuk fisik poligonal dengan serbuk putih halus, tidak berwarna dan tidak berbau. Pati bersifat higroskopis dan memiliki nilai uji susut kering sebesar 10%. Pati beras ketan memiliki pH 7,8. viskositas 2731,21 cps, sudut diam dan sifat alir yang tidak bisa terukur serta nilai indeks kompresibilitas sebesar 30,782%. Indeks mengembang pati pada pH 6,8 sebesar 80%. Evaluasi daya mukoadhesif pati beras ketan menghasilkan waktu kontak dengan mukosa usus selama 4 menit 5 detik. Pati beras ketan memiliki daya mukoadhesif yang sangat rendah
The utilization of glutinous rice starch in the pharmaceutical industry is still limited. Glutinous rice starch has a higher content of amylopectin than others who play a role in the sticky nature. With high levels of amylopectin, it is expected starch derived from glutinous rice can be one of the mucoadhesive excipient in pharmaceutical preparations. This study aims to analyze the characteristics of glutinous rice starch as a mucoadhesive excipient in pharmaceutical industry.
This research was conducted by isolating glutinous rice starch then do physicochemical characterization includes physical appearance, shape and particle morphology, particle size distribution, hygroscopicity dry losses test, the identification and measurement of pH. Functional characterization include viscosity measurements, examination powder flowability, compressibility index, swelling power, and testing the strength of the mucoadhesive tablet. The data analysis is done by comparing the results obtained from testing against the requirements of the literature.
Glutinous rice starch has the physical form polygonal with fine white powder, colorless and odorless. Starch is hygroscopic and have dry losses test value of 10%. glutinous rice starch had a pH of 7.8. 2731,21 cps viscosity, angle of repose and flow properties that cannot be measured and compressibility index value amounted to 30.782%. swelling power starch at pH 6.8 is 80%. Evaluation of glutinous rice starch mucoadhesive power initial time of contact with the intestinal mucosa for 4 minutes 5 seconds. Glutinous rice starch has a very low power mucoadhesive
633116154G1F012086HUBUNGAN KEPUASAN TERAPI DAN KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 RAWAT JALAN DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO.
Diabetes Melitus tipe 2 adalah penyakit kronis yang prevalensinya meningkat dari tahun ke tahun. Kepuasan terapi yang rendah dapat menjadi salah satu penyebab kepatuhan minum obat yang rendah. kepatuhan penggunaan obat serta hubungan antara kepuasan dan kepatuhan penggunaan obat pada pasien DM tipe 2 rawat jalan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan desain studi cross-sectional. Sampel diambil secara accidental sampling dengan jumlah 103 pasien. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner kepuasan terapi Diabetes Medication Satisfaction Tool (DMSAT) dan kepatuhan penggunaan obat Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Data dianalisis secara deskriptif serta dilakukan uji Pearson untuk untuk mengetahui hubungan antara kepuasan terapi dengan kepatuhan penggunaan obat.
Hasil penelitian menunjukkan dari 103 responden sebanyak 69% pasien merasa puas terhadap terapi DM, dengan skor rata-rata 7,27 ± 0,76. Empat domain dengan skor rata-rata kesejahteraan 7,11 ± 0,91, kontrol medis 7,18 ± 0,91, gaya hidup 7,17 ± 0,95, dan kenyamanan 7,5 ± 0,75 juga masuk kedalam kategori puas. Persentase pasien yang memiliki tingkat kepatuhan rendah, sedang, tinggi, berturut-turut sebesar 25,27%, 45,63%, dan 30,10%. Kepuasan terapi berhubungan signifikan dengan kepatuhan penggunaan obat (ρ<0,05) dengan kekuatan hubungan rendah. Semakin tinggi tingkat kepuasan terapi maka akan menghasilkan kepatuhan penggunaan obat DM yang semakin tinggi pula.
Diabetes melitus type 2 is a chronic disease which prevalence increased from year to year. Low treatment satisfaction may be one of the cause of low medication adherence. This study aimed to determine the level of treatment satisfaction and adherence, and relationship between satisfaction and adherence in patients with diabetes melitus type 2 outpatient in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
This study was a non-experimental, cross-sectional study design. Samples were taken by accidental sampling of 103 patients. Diabetes Medication Satisfaction Tool (DMSAT) and Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) questionnaire were used as research instrument. Data were analyzed descriptively and were tested by Pearson's correlation to determine the relationship between treatment satisfaction and adherence.
The results showed that from 103 respondents, 69% patients were satisfied with the treatment of DM with average score of 7.27 ± 0.76. Four domains categorized in satisfied level were having with average score of 7.11 ± 0.91 in well-being, 7.18 ± 0.91 in medical control, 7.17 ± 0.95 in lifestyle, and 7.5 ± 0.75 in convenience. The percentage of patients who had a low, medium, and high level of adherence, respectively 25.27%, 45.63%, and 30.10%. Treatment satisfaction significantly related with adherence (ρ<0.05) with low strength of the relationship. Higher level of treatment satisfaction will also produce higher adherence.
633216155G1B012022Hubungan Waktu Kerja, Status Gizi dan Kadar Hemoglobin dengan Kelelahan Kerja Pedagang Nasi Goreng di Kecamatan Purwokerto UtaraABSTRAK
Latar Belakang: Pedagang nasi goreng merupakan salah satu contoh pedagang kecil
yang berisiko mengalami kelelahan kerja, karena dari persiapan alat dan bahan, proses
memasak serta menyajikan masakan dilakukan oleh pekerja dengan sikap kerja berdiri.
Tujuanpenelitian untuk mengetahui hubungan waktu kerja, status gizi dan kadar
hemoglobin dengan kelelahan kerja pedagang nasi goreng di Kecamatan Purwokerto
Utara.
Metodologi: Jenis penelitian inimenggunakan metode observasional analitik dengan
pendekatan crossectional.Populasi penelitian adalah seluruhpedagang nasi goreng di
Kecamatan Purwokerto Utarayang berjumlah 43 orang. Sampel penelitian diambil
dengan teknik purposivesamplingdiperolehsebanyak 34 orang.
Hasil Penelitian: Hasil uji statistik Fisher's Exact menunjukkan bahwa terdapat
hubungan waktu kerja dengan kelelahan kerja(nilai p= 0,004), terdapathubungan status
gizi dengan kelelahan kerja(nilai p=0,033) dan terdapat hubungan kadar hemoglobin
dengan kelelahan kerja, (nilai p = 0,025)
Kesimpulan:Terdapathubungan waktu kerja, status gizi dan kadar hemoglobin dengan
kelelahan kerja pedagang nasi goreng di Kecamatan Purwokerto Utara.
Kata Kunci: Waktu Kerja, Status Gizi, Kadar Hemoglobin, Kelelahan Kerja
ABSTRACT
Background: Fried rice trader is one example of small traders at risk of job burnout, because of the preparation of tools and materials, the process of cooking and serving dishes made by workers in standing position. This study aims to determine the relationships between work time, nutritional status and hemoglobin levels with job burnout of the fried rice traders in the North PurwokertoDistrict.
Methods:This research used observational analytic method with cross sectional approach. Population of this study are44 fried rice traders in the North Purwokerto District. Samples were taken by purposive sampling and there are 34 people joined.
Results:Results of bivariate analysis using Fisher's Exact test indicates that there are relationship between working time with job burnout (p value=0,004), nutritional status with job burnout (p value = 0,033) and hemoglobin levels with job burnout (p value = 0,025).
Conclusion:There are relationship between working time, nutritional status and hemoglobin levels with job burnout of the fried rice traders in the North PurwokertoDistrict.
Keywords:
Keywords : Working Time, Nutritional Status, Hemoglobin, Job Burnout
633316156G1F012039GAMBARAN RASA NYERI DAN STRATIFIKASI RESIKO EFEK SAMPING GASTROINTESTINAL PASIEN OSTEOARTRITIS RAWAT JALAN YANG MENGGUNAKAN OAINS DI RSMS PURWOKERTO

Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS) merupakan analgesik yang efektif mengatasi nyeri sendi pada pasien osteoartritis (OA), namun memiliki resiko tinggi gangguan gastrointestinal (GI). Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran rasa nyeri pasien setelah menggunakan OAINS dan stratifikasi faktor resiko GI pasien.
Penelitian ini bersifat non eksperimental pada pasien OA di instalasi rawat jalan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto (RSMS) selama 1 bulan penelitian (5 April-5 Mei 2016) secara cross sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Data penelitian berupa data rekam medik dan kuesioner Brief Pain Inventory dianalisis secara deskriptif, serta disajikan dalam bentuk tabel dan diagram.
Responden yang paling banyak ditemukan dalam penelitian ini berada pada kelompok usia 45-64 tahun (61,11%), berjenis kelamin wanita (66,67%), merupakan ibu rumah tangga (36,11%) dan memiliki berat badan normal (36%). Diklofenak 50 mg merupakan OAINS yang paling banyak diresepkan dalam penelitian ini (58,33%). OAINS yang menghasilkan skor keparahan nyeri terkecil adalah Kombinasi 1 (Natrium Diklofenak 50 mg, Meloksikam 15 mg dan Ketoprofen 100 mg) (1,6 ± 0) dan skor gangguan nyeri terkecil adalah Ibuprofen 400 mg (0,57 ± 0,14). Ketorolak dinilai memberikan penurunan skor nyeri terbesar (70%). Sebagian besar responden termasuk dalam stratifikasi faktor resiko efek samping GI sedang (56%) dan faktor resiko yang paling sering muncul adalah usia responden > 65 tahun (33%). Pemilihan OAINS terbaik perlu dilakukan dengan menilai manfaat dan resiko pasien.
Abstract
Non Steroidal Anti-inflammatory Drugs (NSAIDs) is an effective analgesic to treat joint pain on osteoarthritis (OA) patient, but has high risk gastrointestinal (GI) side effects. This research aimed to know about patient’s pain image after taking NSAID and patient’s stratification of GI risk factors.
This research was an observational descriptive research on OA outpatient at Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Hospital for a month (April 5th – May 5th 2016) in cross sectional way. Samples were taken by total sampling method. Research data from medical record and Brief Pain Inventory Questionnaire was descriptively analyzed in tables and diagrams form.
The respondents mostly found were in the age group of 45-64 years old (61.11%), females (66.67%), housewives (36.11%) and had normal weight (36%). Diclofenac 50 mg was the most prescribed NSAIDs (58.33%). NSAIDs with the least pain severity was Combination 1 (Diclofenac Sodium 50 mg, Meloxicam 15 mg and Ketoprofen 100 mg) (1.6 ± 0) and the least pain interference score was Ibuprofen 400 mg (0.57 ± 0.14). Ketorolac provided the greatest reduction in pain scores (70%). About 56% respondents were in the medium stratification of GI risk factors and the most frequently appear risk factor was > 65 years old (33%). Assessment of benefits and risks of NSAIDs is required to choose the best therapy for patients.

633416157B1J012001ANALISIS BIOMASA DAN CADANGAN KARBON PADA BERBAGAI UMUR
TEGAKAN DAMAR (Agathis dammara (Lamb.) Rich.)
DI KPH BANYUMAS TIMUR
Meningkatnya karbondioksida di atmosfer menyebabkan terjadinya perubahan iklim global yang cukup serius. Hutan menjadi aset penting yang dapat menyerap dan menyimpan karbon dalam bentuk biomasa. Salah satu jenis hutan yang potensial sebagai penyimpan karbon adalah hutan damar. Jumlah karbon yang disimpan oleh tegakan sangat dinamis dan bervariasi sesuai dengan umur tegakannya. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur terhadap biomasa dan cadangan karbon tegakan damar, mengetahui hubungan antara umur dengan biomasa dan cadangan karbon tegakan damar, dan mengetahui umur tegakan damar yang optimum dalam menyimpan biomasa dan cadangan karbon. Penelitian ini dilakukan di tegakan damar RPH Karang Gandul, KPH Banyumas Timur selama 4 minggu pada bulan mei 2016. Metode yang digunakan yaitu survei dengan teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Tegakan damar yang digunakan dalam penelitian ini dikelompokkan ke dalam 5 kelompok umur dengan 5 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dengan tingkat kesalahan 5% dan dilanjutkan dengan uji lanjut LSD untuk hasil yang berpengaruh nyata serta analisis regresi untuk mengetahui hubungan umur dengan biomasa dan cadangan karbon tegakan damar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur berpengaruh terhadap biomasa dan cadangan karbon tegakan damar, hubungan yang terbentuk antara umur tegakan dengan biomasa dan cadangan karbon adalah kuadratik, dan umur tegakan yang optimum dalam menyimpan biomasa dan cadangan karbon adalah 35 tahun.Increased carbon dioxide in the atmosphere causes global climate change seriously. Forests serve as an important asset that can absorb and store carbon in the form of biomass. One type of potential forest as a carbon sink is forests resin. The amount of carbon stored by standing very dynamic and varies according to the age of its standing. Therefore, studies will be needed to determine the effect of age on biomass and carbon stocks stands resin, determine the relationship between age and standing biomass and carbon stocks resin, and knowing the optimum resin stand age in storing biomass and carbon stocks. This research was conducted at the stands of resin RPH Karang Gandul, KPH Banyumas Timur for four weeks in May 2016. The method used is a survey with a sampling technique using cluster random sampling. Stands resin used in the study were classified into five age groups with 5 replicates. Data were analyzed using ANOVA with an error rate of 5% and continued with LSD for further test results were significant and regression analysis to determine the relationship of age with biomass and carbon stocks stands resin. The results showed that the age effect on biomass and carbon stocks stands resin, the relationship formed between the age of stand with biomass and carbon stocks are quadratic, and age optimum in storing biomass and carbon stocks is 35 years.

633516159F1J011004Karakter Maskulin Tokoh Shizuma dan Amane dalam Anime Yuri "Strawberry Panic!"Penelitian ini berjudul Karakter Maskulin Tokoh Shizuma dan Amane dalam Anime Yuri “Strawberry Panic!”, bertujuan untuk menganalisis maskulinitas pada tokoh utama wanita dalam anime yuri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang menggolongkan data menjadi data visual dan audio tekstual. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara menonton secara keseluruhan anime “Strawberry Panic!”, menyimak dan mencatat dialog serta melakukan screen capture gambar pada adegan yang akan dianalisis. Teknik analisis data dilakukan dengan menganalisis bentuk-bentuk maskulinitas yang mewujud dan tidak mewujud yang ditunjukkan oleh tokoh Shizuma dan Amane dengan menggunakan pendekatan konsep maskulinitas, serta teori semiotik Peirce. Hasil analisis dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara tidak mewujud tokoh Shizuma dan Amane merepresentasikan nilai-nilai maskulinitas yang seharusnya ada pada laki-laki seperti memiliki sifat dominan, kuat, mandiri, berani, dan dapat diandalkan. Sedangkan secara mewujud, penggambaran fisik tokoh Shizuma dan Amane sama dengan penggambaran tokoh laki-laki dalam anime. Kesimpulan yang dapat diambil adalah tanda maskulinitas tokoh wanita dalam anime yuri “Strawberry Panic!” bisa dilihat dari segi penggambarannya serta sifat dan bahasa tubuhnya.The title of this research is Masculine Character of Shizuma and Amane in Yuri Anime of “Strawberry Panic!”. The purpose of this research is to analyze the masculinity of women characters in yuri anime. This research used qualitative method, which divided the data in textual auditive data, and visual data. The technique of collecting the data were watching the Strawberry Panic video, screen capturing the important scenes and noting dialogues in the important parts that will be analyzed. The technique for analyzing the data was analyzing the sign of masculinity represented by Shizuma and Amane. The result of this research showed that the physical imagery which count as embodied masculinity of Shizuma and Amane was same with the imagery of male character in anime, and also their personality which count as disembodied masculinity were categorized as masculine, such as dominant, strong, independent, insensitive, hides emotion, brave, and dependable. The result was the sign of masculinity of female character in yuri anime of Strawberry Panic! can be seen from the embodied character aka imagery, and also the disembodied character aka personality.
633616172G1F012062Pengembangan dan Validasi Spektrofotometri dengan Kemometrika Principal Component Regression untuk Analisis Kadar Natrium Benzoat dan Asam Sitrat
dalam Minuman
Pengembangan dan validasi spektrofotometri dengan pendekatan kemometrika Principal Component Regression dilakukan untuk analisis kadar secara simultan natrium benzoat dan asam sitrat dalam produk minuman. Metode ini mampu menetapkan kadar senyawa multikomponen yang memiliki masalah overlapping pada spektrum UV.
Model kalibrasi dibuat dengan menggunakan 16 campuran sintetik dan diukur absorbansinya pada panjang gelombang 190-400 nm. Didapatkan rentang panjang gelombang 235-250 nm untuk natrium benzoat dan 220-240 nm untuk asam sitrat. Nilai PC optimum yang dipilih adalah PC 6 untuk natrium benzoat dan PC 2 untuk asam sitrat. Rentang panjang gelombang dan PC yang optimum dievaluasi berdasarkan parameter statistik berupa koefisien determinasi (R2), RMSEC, RMSECV, % recovery, dan % RSD.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa spektrofotometri UV yang digabungkan dengan pendekatan kemometrika PCR dapat digunakan untuk analisis secara simultan kadar larutan campuran natrium benzoat dan asam sitrat, dapat memenuhi persyaratan validasi metode analisis seperti akurasi, presisi, linearitas dan rentang, batas deteksi dan batas kuantifikasi, serta mampu diaplikasikan untuk penentuan kadar natrium benzoat dan asam sitrat secara simultan pada sediaan minuman berenergi.
Development and validation of principal component regression chemometric assisted spectrophotometry was performed for the simultaneous analysis of sodium benzoate and citric acid in the beverage product. This method can determine the contents of multicomponent compounds that have overlapping problems in the UV spectrum.
Calibration model was made using 16 synthetic mixture and those absorbances was measured at the range 190-400 nm. We obtained wavelength range 235-250 nm for sodium benzoate and 220-240 nm for citric acid. The selected optimum PC is 6 for sodium benzoate and 2 for citric acid. The optimum PC and wavelength range will be evaluated based on statistical parameters such as coefficient of determination (R2), RMSEC, RMSECV, % recovery and % RSD.
The results showed that PCR chemometric assissted spectrophotometry can be used for the simultaneous analysis of sodium benzoate and citric acid’s mixture solution, can comply validation requirements analysis methods such as accuracy, precision, linearity and range, limit of detection and limits of quantification, and be able applied for the determination of sodium benzoate and citric acid simultaneously on the preparation of energy drinks.
633716160G1B012067PENGARUH LATIHAN PEREGANGAN (WILLIAM FLEXION EXERCISE) TERHADAP PENURUNAN LOW BACK PAIN PADA PEKERJA BATIK TULIS DI DESA PAPRINGAN KECAMATAN BANYUMASPekerja batik tulis bekerja setiap hari selama 6-8 jam dengan posisi kerja statis mempunyai resiko terkena low back pain (LBP). Untuk menurunkan keluhan LBP pada pekerja batik tulis dapat dilakukan dengan latihan William Flexion Exercise. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian latihan peregangan (William Flexion Exercise) terhadap penurunan LBP pada pekerja batik tulis di Desa Papringan Kecamatan Banyumas. Jenis penelitian ini Quasi Experimental pretest posttest control group design. Sampel penelitian ini sebanyak 17 responden kelompok perlakuan di Desa Papringan dan 20 responden kelompok kontrol di Desa Mruyung yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Friedman, uji Repeated Anova dan uji Mann Whitney. Hasil uji Friedman pada kelompok perlakuan menunjukkan p=0,000 yang berarti terdapat perbedaan keluhan LBP pada kelompok perlakuan dan Hasil uji Repeated Anova pada kelompok kontrol menunjukkan p=0,234 yang berarti tidak terdapat perbedaan keluhan LBP pada kelompok kontrol. Hasil Uji Mann Whitney terdapat perbedaan keluhan LBP kelompok perlakuan dan kelompok kontrol saat pre-test menunjukkan p-value (0,002), pada saat middle- test diperoleh p-value (0,003), pada saat post-test diperoleh p-value (0,000). Ada pengaruh pemberian latihan peregangan William Flexion Exercise terhadap penurunan keluhan LBP pada pekerja batik tulis di Desa Papringan Kecamatan Banyumas.
Batik workers work each day for 6-8 hours with a static work positions has the risk of low back pain (LBP). To reduce the complaints of LBP on batik workers can be solved with William Flexion Exercise. The purpose of this research is to determine the effect of giving the stretching exercises (William Flexion Exercise) towards the complaints reduction of LBP on batik workers in Papringan village in Banyumas district.This type of research used Quasi Experimental pretest posttest control group design. The samples of this research are 17 respondents of the treatment group in Papringan village and 20 respondents of the control group in Mruyung village obtained by purposive sampling technique. Data analysis used the Friedman test, Repeated Anova and Mann Whitney test.Freidman’s test result on the treatment group showed p=0.000 which means there was a difference of LBP complaints on the treatment group and Repeated Anova’s test result showed p=0.234 which means there was no difference of LBP complaints on the control group. Mann Whitney’s test result showed a difference of LBP complaints on the treatment and the control group when pre-test showed p-value (0.002), p-value (0.003) was obtained when middle test, p-value (0.000) was obtained when post-test.There is effect of giving stretching exercise (William Flexion Exercise) towards the complaints reduction of LBP on the batik workers in Papringan village in Banyumas district.
633816161F1B009008KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PROGAM CAR FREE DAY DI PURWOKERTOCar free day atau hari bebas kendaraan bermotor adalah sebuah program Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas yang bertujuan untuk menambah ruang terbuka hijau (RTH) yaitu untuk meningkatkan kualitas lingkungan serta penghematan konsumsi bahan bakar yang intinya mengurangi polusi udara di Purwokerto. Dalam pelaksanaannya, car free day di Purwokerto masih terdapat beberapa permasalahan, antara lain ketepatan jadwal selesainya car free day, tataan parkir yang tidak rapih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan kepuasan masyarakat pengunjung Car Free Day di Purwokerto Studi Pada Pelaksanaan Perda Kabupaten Banyumas No. 10 Tahun 2011 mengenai setiap wilayah wajib menyediakan 30% Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan sekitar kawasan car free day di alun – alun Purwokerto. Responden dalam penelitian ini adalah para pengguna program car free day di kawasan alun – alun Purwokerto. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan melakukan observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif yaitu penelitian yng dilakukan terhadap variabel mandiri, yaitu tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lain.
Hasil penelitian menunjukan pelaksanaan car free day di Jalan Jend Soedirman Purwokerto dilihat dari kepuasan masyarakat yang dikemukakan oleh Garvin secara keseluruhan sudah dilaksanakan namun masih terdapat kendala. Sasaran dan tujuan sudah tercapai namun beberapa standar kebijakan masih belum tercapi dalam 7 aspek yaitu kinerja (performence), kesesuaian desain spesifikasi (conformence of spesification), ciri – ciri atau keistimewaan ( features), keandalan (reliability), estetika (esthetic), kualitas yang dipersepsikan (perveied qulity), dan service abilty.

Car free day is a program which is held by Banyumas Regency Department of Transportation that aims to increase the green-open space (Ruang Terbuka Hijau) or (RTH). Specifically, it also aims to improve the environment quality and fuel consumption savings that essentially reduce air pollution in Purwokerto. In implementation, there are still some problems on the car free day in Purwokerto. They are the completion schedule accuracy and park settings that are not neatly. The purpose of this study is to describe people's satisfaction as Car Free Day visitors in Purwokerto. Study is on Implementation of Banyumas Regency Regulation No. 10 Year 2011 regarding each area is required to provide 30% of green open space (RTH).
This research is included as descriptive research with quantitative approach that carried around car free day area in the Purwokerto Main Square. Informants in this study were the participants of car free day program in the area of the Purwokerto Main Square. Data collection techniques was obtained by observation, questionnaire, and documentation. The Analysis technique that was used is quantitative-descriptive analysis which means the research is done on the independent variable, i.e the technique which is done without making comparisons or connect to other variables.
The result shows that the implementation of car free day at Jalan Jenderal Sudirman, Purwokerto which viewed from people satisfaction expressed by Garvin as an entirety has carried out but there are still obstacles. The goals and objectives have reached but some of standard policies were still not reached yet in seven aspects, i.e performance, the suitability of the design specification (conformance of specification), characteristics or privileges (features), reliability, aesthetic, perceived quality, and service ability.
633916182C1C012067ANALISIS PENGUKURAN KINERJA BERBASIS BALANCE SCORECARD

(Studi Kasus Pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Sehat RSUD Prof. Margono Soekarjo-Purwokerto)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja KPRI Sehat RSUD Prof. Margono Soekarjo dengan menggunakan metode balance scorecard. Penelitian ini penting untuk dilakukan karena kinerja dalam suatu organisasi tidak hanya berdasarkan kinerja keuangannya (perspektif keuangan) saja namun juga berdasarkan aspek non keuangan (perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran)
Jenis penelitian ini adalah studi kasus pada KPRI Sehat RSUD Prof. Margono Soekarjo. Sumber data dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu data primer yang berupa jawaban kuesioner kepuasan karyawan dan anggota serta hasil wawancara,dan juga data sekunder yang berupa laporan keuangan, laporan pertumbuhan anggota, gambaran umum KPRI Sehat RSUD Prof. Margono Soekarjo dan data lain yang menunjang penelitian ini. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner, studi pustaka dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan mengukur kinerja berdasarkan empat perspektif dalam balance scorecard kemudian mendeskripsikannya.
Hasil penelitian ini menunjukkan dari pengukuran terhadap empat perspektif pada balance scorecard dapat ditarik kesimpulan bahwa kinerja koperasi secara keseluruhan menunjukkan kondisi kinerja yang baik. Implikasi dari penelitian ini adalah penelitian ini menguatkan teori dibidang akuntansi manajemen, bahwa metode balance scorecard dapat diterapkan sebagai sistem pengukuran kinerja secara komperhensif di koperasi
The aim of the research is to determine KPRI Sehat RSUD Prof. Margono Soekarjo’s performances by using balance scorecard method. This research is important to be done because the performance in an organization is not only based on financial performance (financial perspective), but also by other aspects as customer perspective, internal business and learning and growth perspectives
Types of this research is case study at KPRI Sehat RSUD Prof. Margono Soekarjo. The data sources in this research were divided into two groups, first is primary data which are employee and members’ satisfaction survey question and interview along with secondary data which are financial statements, report of membership growth, an overview of KPRI Sehat RSUD Prof. Margono Soekarjo and other data that support this research. The data collection method in this research was based on questionnaires, literaturesreview, and interviews. Data analysis technique used is to measure performance based on four perspectives in balance scorecard. Balance scorecard analysis technique used is to measure performance based on four perspectives in balance scorecard and then describe it.
Based on results of research indicate measurement of the four perspectives in the balanced scorecard can be concluded that the overall performance of the cooperative showed good performance. The implication of this research is to bolster the theory in the field of management accounting, that the balance scorecard method can be applied as a comprehensive performance measurement system in a cooperative manner.
634016162C1G014060PENGARUH SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) DAN KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PADA KANTOR PENGAWASAN DAN PELAYANAN BEA DAN CUKAI TIPE PRATAMA PURWOKERTODesain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain
kuantitatif dengan metode survei. Penelitian ini mengambil judul : ”Pengaruh Sistem
Pengendalian Intern pemerintah (SPIP) dan Kompetensi Sumber Daya Manusia
(SDM) terhadap Kualitas Pelayanan pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan
Cukai (KPPBC) Tipe Pratama Purwokerto”. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui pengaruh sistem pengendalian intern pemerintah dan kompetensi sumber
daya manusia terhadap kualitas pelayanan. Populasi dalam penelitian ini adalah
pegawai dan/atau pejabat pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe
Pratama Purwokerto.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan aplikasi
SPSS (Statistical Package for Social Science) for Windows version 21 menunjukkan
bahwa: (1) Sistem Pengendalian Intern pemerintah berpengaruh positif terhadap
positif Kualitas Pelayanan, (2) Kompetensi Sumber Daya Manusia berpengaruh positif
terhadap Kualitas Pelayanan, (3) Sistem Pengendalian Intern Pemerintah dan
Kompetensi Sumber Daya Manusia secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap
Kualitas Pelayanan.
Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu perbaikan standar operasi dan prosedur
dan uraian tugas bagi para pegawai dan pejabat, keterbukaan dalam proses promosi,
remunerasi dan pemindahan pegawai, evaluasi secara terpisah atas kelemahan yang
ditemukan pada KPPBC Tipe Pratama Purwokerto. Selain itu, perlu juga untuk
memberikan pelatihan kepada para pegawai KPPBC Tipe Pratama Purwokerto dan
menambah sarana dan prasarana kantor guna menunjang pelayanan yang lebih baik
bagi para pengguna jasa.
This research entitled: "The Influence of Government Internal Control System
(SPIP) and Competence of Human Resources (HR) on the Quality of Service on Kantor
Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Pratama Purwokerto". The
purpose of this research was to determine the effect of the government internal control
system and human resource competencies to service quality. Based on the results of
research and data analyzing using SPSS (Statistical Package for Social Science) for
Windows version 21 determined that: (1) the Government Internal Control System has
positive effect on service quality, (2) Competence of Human Resources has positive effect
on the Quality of Service (3) Both the Government Internal Control System and the
Human Resource Competencies has positive effect on the Quality of Service
simultaneously.
The implications of this research are standard operations and procedures improvement
and job descriptions for the employee and managers, transparency in promotion process,
remuneration and rotation of the employee, separated evaluation on weakness in
Purwokerto KPPBC Tipe Pratama Purwokerto. In addition, it is also necessary to
provide training to KPPBC Tipe Pratama Purwokerto employee and enhance the office
facilities and infrastructure to support better services to stakeholders.