Artikelilmiahs

Menampilkan 6.301-6.320 dari 50.086 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
630116122F1B009003Evaluasi Dampak Program Jampersal terhadap Peningkatan Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir di Kota TasikmalayaTingginya AKI-AKB menyebabkan pemerintah mengeluarkan kebijakan kesehatan Program Jampersal yaitu pemerintah menanggung biaya mulai dari pemeriksaan kehamilan, persalinan hingga pelayanan nifas. Jampersal diharapkan dapat menekan AKI-AKB. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi Program Jampersal yang berdampak pada peningkatan kesehatan ibu dan bayi di Kota Tasikmalaya.
Penelitian dilakukan di Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperimental, teknik cluster random sampling. Peneliti menggunakan model evaluasi Finterbusch dan Mots, evaluasi comparative after-only dengan kelompok sasaran yaitu pengguna Jampersal dan kelompok kontrol yaitu non-pengguna Jampersal.
Berdasarkan analisa hasil penelitian menunjukkan bahwa proses evaluasi dampak Jampersal terhadap peningkatan kesehatan ibu dan bayi berdasarkan hasil uji data Z menunjukan bahwa nilai Zhitung untuk Program Jampersal sebesar 11,06, akses persalinan 9,79, peningkatan kesehatan 3,67 sedangkan Ztable sebesar 1,96 hal ini menandakan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok sasaran dengan kelompok kontrol untuk peninggkatan kesehatan ibu dan bayi baru lahir di Kota tasikmalaya.
The high maternal mortality and infant mortality rate caused the government makes a health policy which program Jaminan Persalinan/Labor Insurance (Jampersal), Jampersal is the government insure the cost of antenatal, childbirth until treatment for pospartum. This program expected to suppress the maternal mortality rate and infant mortality rate, because with a lots of access labor then an increase in maternal health and baby newborn. This research attempts to knew about the process evaluation of program Jampersal that impact on the increase the maternal health and a baby newborn in Tasikmayala city.
This research is done in Tasikmalaya city. The method which is used in this research is quantitative with quasi experimental design research and cluster random sampling technique. The collection of data is using an in-depth interview, and observation. The researcher used a model of evaluation by Finterbusch and Mots. Where the election used a comparative after-only with target group is user program Jampersal and control group is not-user Jampersal.
Based on the analysis of the results showed that the process of evaluation the impact of program Jampersal to improve maternal health and baby newborn based on test results showed that the value of the data Zcount for program Jampersal 11,06, access to labor 9,79, health improvement 3,67, while improving the health of Ztabel 1,96 it indicates that there are significant differences between the target group (user Jampersal) with a control group (not-user Jampersal) for improving the health of mothers and baby newborn in Tasikmalaya city.
630216123C1C012059PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP SENJANGAN ANGGARAN (BUDGETARY SLACK) DENGAN ASIMETRI INFORMASI, KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN, DAN LOCUS OF CONTROL SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI
(Studi Empiris pada Perusahaan BUMN di Kota Purwokerto)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh partisipasi anggaran terhadap senjangan anggaran (budgetary slack) pada perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan menggunakan tiga variabel pemoderasi yang terdiri dari asimetri informasi, ketidakpastian lingkungan dan locus of control. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tingkatan manajemen pada perusahaan BUMN di Kota Purwokerto. Sampel penelitian berjumlah 49responden yang dipilih menggunakan metode purposive sampling
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan regresi moderasi menunjukan bahwapartisipasi anggaran berpengaruh signifikan negatif terhadap senjangan anggaran (budgetary slack), asimetri informasi dan ketidakpastian lingkungan berpengaruh negatif terhadap hubungan antara partisipasi anggaran dengan senjangananggaran (budgetary slack) dan locus of control berpengaruh positif terhadap hubungan antara partisipasi anggaran dengan senjangananggaran (budgetary slack).
Implikasi dari penelitian ini adalah interaksi partisipasi anggaran dengan asimetri Informasi dan ketidakpastian lingkungan dapat menaikkan senjangan anggaran (budgetary slack). Sedangkan, interaksi partisipasi anggaran dengan locus of control dapat menurunkan senjangan anggaran.
This research aimed to examine the effect of budget participationonbudgetary slack of State-Owned Enterprises Company with three moderating variablesconsist of information asymmetry, environmental uncertainly, and locus of control. Data were collected by questionnaire. Population of this research are all levels of management of State-Owned Enterprises Company in Purwokerto Town.The number ofsamples in this study amounted to 49 respondents by purposive sampling method.
Based on the result of research and data analysis using moderated linear regression showed that budget participationhadsignificant negative effect onbudgetary slack, information asymmetry and environmental uncertainly hadnegative effect on relation between budget participation with budgetary slack, locus of controlhad positive effect on relation between budget participation with budgetary slack.
The implication of this researchthat theinteraction of budget participation on information asymmetry and environmental uncertainly can improve budgetary slack. While, the interaction of budget participation on locus of control can reduce budgetary slack.
630316149G1B012054FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERLAMBATAN PEMBAYARAN IURAN BPJS KESEHATAN PADA PESERTA PEKERJA BUKAN PENERIMA UPAH (PBPU) DI KABUPATEN BANYUMAS
Perluasan kepesertaan BPJS Kesehatan khususnya peserta pekerja bukan penerima upah (PBPU) dihadapkan pada beberapa masalah, salah satunya yaitu penunggakan pembayaran iuran bulanan oleh peserta yang sudah terdaftar. Data dari BPJS Kesehatan Purwokerto menunjukkan jika pada tahun 2015, sekitar 57,84% peserta mengalami penunggakan pembayaran iuran. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keterlambatan membayar iuran BPJS Kesehatan pada peserta PBPU di Kabupaten Ba nyumas.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control. Sampel kasus sebanyak 141 peserta dan kontrol sebanyak 141 peseta dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Berdasarkan hasil analisis multivariat dari dua belas variabel independen hanya empat variabel yang berpengaruh pada keterlambatan membayar iuran BPJS Kesehatan dengan nilai CI 95% yaitu variabel umur < 35 tahun (p-value = 0,000), status ekonomi (kuintil 1) (p-value = 0,000), jumlah anggota keluarga ≥ 5 orang (p-value = 0,011), dan nilai CI 90% yaitu status menikah (p-value = 0,059). Meningkatkan sosialisasi mengenai peraturan BPJS Kesehatan dan konsekuensi keterlambatan, meningkatkan kesadaran peserta akan pentingnya memilki asuransi kesehatan secara berkelanjutan dan memberikan prioritas kebutuhan dasar kesehatan pada pengeluaran rumah tangga merupakan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi angka keterlambatan dalam membayar iuran BPJS Kesehatan pada peserta PBPU.The participants expansion of BPJS Kesehatan, especially for participants of the informal sector (PBPU) are faced with several problems, one of the problem was late payments of premium payments per month by participants who have already registered. Data from BPJS Kesehatan Purwokerto showed if approximately 57.84% of the participants had experienced late payments in contribution payments in 2015. The purpose of this study was to find out the factors which have effect of late payments in paying the contribution payments of BPJS Kesehatan to the participants PBPU in Banyumas. This study was a quantitative research by case control approach. The case sample has as many as 141 participants and control sample has as many as 141 participants by using sampling technique of simple random sampling technique. Based on the result of multivariate analysis of twelve variables independent were only four variables that had effect of late payments in paying the premium payments of BPJS Kesehatan with values of CI 95% are variable age <35 years (p-value = 0.000), the economic status (quintile 1) (p-value = 0.000), number of family members ≥ 5 members (p-value = 0.011), and the value of CI 90% are married status (p-value = 0.059). Improving socialization of regulations and consequences of late payments of BPJS Kesehatan, increasing participants' awareness of the importance have healthcare insurance continuously and give priority to the basic health needs at the household expenses are efforts that can be done to reduce the number of late payments in the premium payments of BPJS Kesehatan to the participants PBPU.
630416077F1F009082READERS’ PERSPECTIVE ON DOGS’ LOYALTY IN JACK CANFIELD’S “We are not Alone”, “Little Lost Dog” and “Cheyenne” SHORT STORIESPenelitian yang berjudul “Readers’ Perspective on Dogs’ Loyalty in Jack Canfield’s “We are not Alone”, “Little Lost Dog” and “Cheyenne” Short Stories” bertujuan untuk menganalisis pandangan pembaca terhadap kesetiaan anjing dalam tiga cerita pendek yang ditulis oleh Jack Canfield. Penelitian ini menggunakan teori Respon Pembaca yang menerapkan pendekatan Kritik Subjektif oleh David Bleich. Kritik Subjektif bekerja melalui sebuah pola dimana pembaca berada dalam sebuah lingkaran yang dipenuhi oleh aspek-aspek tertentu seperti pengalaman pribadi, pendapat psikologis dan tanggapan yang berdasarkan oleh pergantian paradigma, yakni berawal dari sebuah paradikma objektif menjadi paradikma subjektif. Analisa ini ditunjang oleh jawaban pembaca dari kuisioner dan wawancara. Maka, analisa ini menggunakan metode kualitatif yang bertujuan untuk meneliti tanggapan pembaca ketika mereka menginterpretasikan sebuah bacaan. Dalam penelitian ini, pembaca berpendapat bahwa anjing bisa berteman baik dan setia terhadap manusia. Tanggapan tersebut sangat variatif dan unik sebab pengalaman pribadi pembaca mempengaruhi penilaian mereka Hal ini berkaitan dengan teori Respon Pembaca yang dikembangkan oleh David Bleich, dimana ketika seseorang membaca sebuah karya sastra, maka secara otomatis mereka mengikutsertakan diri sendiri ke dalam identitas mereka melalui alam bawah sadar. Pengalaman menaruh kontribusi besar didalam penilaian pembaca terhadap sebuah bacaan. Secara tidak sadar, pembaca mengaitkan bacaan tersebut dengan pengalaman yang mereka miliki. Cara mereka mengukur sebuah cerita dipengaruhi oleh pengalaman mereka dengan anjing.The research entitled “Readers’ Perspective on Dogs’ Loyalty in Jack Canfield’s “We are not Alone”, “Little Lost Dog” and “Cheyenne” Short Stories” is aimed to figure out the readers’ perspective on dogs’ loyalty in Jack Canfield’s three short stories. Readers’ Response theory that focuses on Subjective Criticism is used for analyzing the readers’ perspective in Jack Canfield’s three short stories. Subjective criticizes a pattern in which readers are in the loop that the circle highlights a number of aspects such as personal experiences, psychological perspectives and interpretation reposes an paradigm shift, it is objective paradigm to the subjective paradigm. This discussion is supported by the respondents’ questionaire and interview results. The analysis was presented by using qualitative method which purposes to find out what is on readers’ mind while they interpret the text. In this research, readers consider that dogs are human’s best friend and they can be loyal to the master. The responses of the readers are variable and unique because their experiences affect their perspective and this in in line with the theory developed by David Bleich which stated that when someone reads a literary text, the readers subconsciously will insert themselves into the identity of the reading process. Experiences give the contribution to readers’ perspective towards the stories. The respondents unconsciously relate their experiences they have had with the stories. The way the respondents think about the stories they read is affected by their personal experiences with dogs.
630516129G1F008064ANALISIS KEPUASAN TENAGA KESEHATAN TERHADAP PERAN APOTEKER DI PUSKESMAS DI KOTA PURWOREJO
Pelayanan kefarmasian yang berkualitas sangat bergantung pada profesionalitas kesehatan khususnya apoteker. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepuasan tenaga kesehatan terhadap peran apoteker di Puskesmas di Kota Purworejo.
Metode yang digunakan adalah cross sectional menggunakan kuesioner harapan tenaga kesehatan dan kenyataan peran apoteker di puskesmas yang terdiri dari 16 item pertanyaan. Sampel diambil secara accidental sampling dengan jumlah sampel 60 orang tenaga kesehatan dari 3 Puskesmas yang memiliki apoteker yang terdapat di Puskesmas di Kota Purworejo. Data karakteristik responden dianalisis secara deskriptif. Data kenyataan dan harapan digunakan untuk menghitung tingkat kepuasan tenaga kesehatan menggunakan analisis gap dan uji Wilcoxon untuk uji beda.
Hasil uji validitas dan reliabilitas menunjukan bahwa r hitung lebih besar dari r table 0,374 menyatakan bahwa kuesioner valid dan reliabel. Hasil penelitian dari 60 responden menunjukkan bahwa karakteristik tenaga kesehatan dalam penelitian kebanyakan umur 25-35 tahun (48,33%) perempuan (76,67%), berprofesi sebagai perawat (55%) dan telah bekerja selama >10 tahun (48,33%). Nilai rata-rata pengalaman 3,36 dengan persentase (83,91%). dan termasuk klasifikasi tinggi dan nilai rata-rata harapan 3,60 dengan persentase (89,94%), termasuk klasifikasi tinggi. Hasil analisis gap yang diperoleh sebesar (-0,24) masuk dalam klasifikasi tingkat kepuasan sedang. Analisis uji beda menggunakan Wilcoxon sign test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor kenyataan dan harapan, yang berarti bahwa tenaga kesehatan tidak puas terhadap peran apoteker di puskesmas.
Pharmaceutical services are very dependent on the quality of health professionals, especially pharmacists. Acceptance of other health professionals to the pharmacist's role depends on the assessment of paramedics. The purpose of this study was to determine the satisfaction of health professionals on the role of pharmacists in health centers in the district of Purworejo.
The method was cross sectional using questionnaires The method used is cross sectional questionnaire expectations of paramedic and the fact that the role of pharmacists in health centers each consisting of 16 items of questions. Samples were taken by accidental sampling with a sample of 60 paramedic from three health centers that have contained pharmacist at the health center in the distric of Purworejo. Data were analyzed descriptively characteristics of respondents. Data reality and expectations used to calculate the level of satisfaction of paramedic using gap analysis and Wilcoxon tests for different test
Validity and reliability test result show that r is bigger than r table 0,374 states that the questionnaire are valid and reliable. The results of the 60 respondents indicated that the characteristics of the health workers in the study mostly aged 25-35 years (48,33%) of the women (79.2%), professional midwives (40.8%) and have been working for >10 years (48,33%). The average value of 3,36 was classified as moderate experience and expectations of the average value of 3.60 was classified as high. Gap analisys results obtained for (-0.245) was classified as moderate satisfaction levels. Different test analysis using the Wilcoxon sign test showed a significant difference which means that paramedics are not satisfied with the role of the pharmacistin health center.
630616130B1J012179Jenis-Jenis Tumbuhan Bawah yang Berpotensi Sebagai Tumbuhan Obat Pada Hutan Rakyat Berbasis Pinus (Pinus merkusii) Di Desa Serang Karangreja PurbalinggaSalah satu vegetasi penyusun hutan adalah tumbuhan bawah yang memberikan peran dan fungsi yang sangat penting bagi ekosistem hutan maupun masyarakat. Fungsi tumbuhan bawah dalam ekosistem hutan diantaranya adalah sebagai penutup tanah, mengurangi bahaya erosi ketika terjadi hujan, serta sebagai sumber bahan organik untuk menyuburkan tanah hutan. Sedangkan bagi masyarakat, tumbuhan bawah banyak dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan struktur vegetasi tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tumbuhan obat pada Hutan Rakyat berbasis Pinus di Desa Serang kecamatan Karangreja pada ketinggian tempat yang berbeda serta untuk mengetahui manfaat penggunaan tumbuhan obat oleh masyarakat sekitar hutan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survai dengan teknik pengambilan sampel menggunakan kuadrat. Data dalam penelitian ini terdiri atas jumlah jenis dan jumlah individu setiap jenis tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tumbuhan obat pada ketinggian tempat A (antara 1.100-<1.200 m dpl ), B (antara 1.200-<1.300 m dpl), C (antara 1.300-<1.400 m dpl), dan D (≤ 1.400 m dpl). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman (diversity index of Shannon-Wiener), indeks kemerataan jenis (indeks Evenness), indeks nilai penting, indeks kesamaan komunitas (index of similarity), dan analisis varian (ANOVA) antar ketinggian tempat di atas permukaan laut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks kemerataan tumbuhan obat pada berbagai ketinggian tempat di atas permukaan laut adalah relatif seragam. Di lokasi penelitian stasiun A terdapat 17 jenis, di stasiunB terdapat 10 jenis, di stasiun C terdapat 7 jenis, dan di stasiun D terdapat 9 jenis dengan indeks keanekaragaman masing-masing 2,27, 1,82, 1,67, dan 1,80. Nilai indeks keanekaragaman pada seluruh lokasi ketinggian tempat tersebut adalah tergolong sedang. Indeks kemerataan menghasilkan 0,81, 0,80, 0,88, 0,82 menunjukan bahwa nilai kemerataan antar jenis relatif seragam. Hasil analisis varian menunjukkan bahwa ketinggian tempat sangat berbeda nyata terhadap jumlah jenis dan jumlah individu.
One of the vegetation forest founder is undergrowth vegetation.Which had very important function for the forest ecosystem and society.the function in forest ecosystem is covering soil, to reduce erosion when occuring heavy rain andas organic source for fertilize soil in the forest.otherwhile function for society, people can get benefit from undergrowth for herbalism or traditional medicine. Purpose from this reseach is to know composition and stucture from undergrowth vegetationand to know potential benefit from undergrowth vegetation for medice or herbalism in people forest Serang Karangreja with different elevation and to know how the people around forest use the benefit from undergrowth as medicine plant. The method used in this reseach is survey with quadrat. Sampling the data in this study consists of the number of species and number of individuals of each species under potential as a medicinal plant at different altitudes A (1.110-<1.200), B (1.200-<1.300), C (1.300-<1.400) and D (≤1.400) above sea level. Obtainable data will be analize using index diversity counting, evenness indexs, important value indexs, indexs of similiarity and varian analysis between elevation above sea level. The result of this reseach got 17 species of medicine plant in station A,10 species in station B, 7 species in station C, and 9 species in station D. Diversity value from medicine plant got result 2.27, 1.82, 1.67, and 1.80 it show average diversity value in one areas. Indexs evenness result 0.81, 0.69, 0.88, and 0.85 it show that evenees among species relativley equal. Varian analysis result that elevation its very different to amount of species and individual.
630716125G1B012011PENGARUH WORKPLACE STRETCHING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PEKERJA BATIK TULIS DI KECAMATAN SOKARAJAProses pembuatan batik tulis, khususnya “mbironi”, dikerjakan dalam posisi duduk. Apabila posisi duduk seperti ini dipertahankan dalam jangka panjang, akan menimbulkan ketegangan otot yang kemudian menimbulkan keluhan pada sistem muskuloskeletal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari Workplace Stretching Exercise (WSE) terhadap penurunan keluhan MSDs pada pekerja batik tulis. Penelitian ini termasuk desain quasi eksperimen dengan non-equivalent control group design. Jumlah sampel adalah 37 pekerja batik tulis berjenis kelamin wanita dengan teknik pemilihan sampel yaitu purposive sampling. Data diuji dengan uji Friedman dan uji Wilcoxon, serta uji Independent t Test dan uji Mann Whitney untuk sampel tidak berpasangan dengan tingkat kesalahan 5% atau α = 0,05. Diperoleh hasil uji statistik setelah pre-test p-value = 0,317 (>0,05) sehingga tidak ada perbedaan keluhan MSDs pada kelompok perlakuan dan kontrol. Kemudian setelah middle-test dan post-test diperoleh nilai p-value = 0,000 (<0,05), maka ada perbedaan rata-rata keluhan MSDs yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kontrol. Dari hasil middle-test dan post-test dapat disimpulkan ada pengaruh WSE terhadap penurunan keluhan MSDs pada pekerja batik tulis kelompok perlakuan.Batik maked process especially “mbironi”, is done in sit position. If this position maintained for a long period, that could be cause muscle strain which may lead into musculoskeletal disorders. The research was aim to know the effect of Workplace Stretching Exercise (WSE) to reduced MSDs in hand-made batik workers. The research was quasy experimental by non-equivalent control group design. Subjects were 37 female handmade batik workers used purposive sampling. Data analysis used Friedman test and Wilcoxon test, then for two independent sample used Independent t Test and Mann Whitney test with significancy level at 5% or α = 0,05. Analysis result show that there is no difference in MSDs on experiment and control group after pre-test which had p-value = 0,371 (>0,05). The result of middle-test and post-test p value = 0,000 (<0,05) that there is significant mean difference of MSDs between experiment and control group. Based on the middle-test and post-test analysis result, it could be conclude that there is an effect of WSE to reduce MSDs of handmade batik workers.
630816126C1C012123Model Pengelolaan Dana DesaPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini mengambil judul: “Model Pengelolaan Dana Desa”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model pengelolaan dana desa di Desa Sokaraja Kulon. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan Pengelolaan Dana Desa di Sokaraja Kulon pada tahun anggaran 2015 lebih diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur karena hal tersebut yang dinilai lebih mendesak dan dikarenakan ketersediaan dana desa yang terbatas. Model pengelolaan dana desa secara ringkas dibagi menjadi empat tahap mulai dari proses perencanaan, pencairan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban. Terdapat beberapa kendala yang dihadapi saat pengelolaan dana desa yaitu : kendala administratif, kendala kurangnya jumlah Dana Desa, kendala aturan Dana Desa yang masih baru, kendala keterlambatan pencairan Dana Desa.The method of this research is qualitative. The title of this research is: " Model of Village Fund Management". The aims of research is to find out the model of village fund management in Sokaraja Kulon. Based on the results showed in the Sokaraja Kulon’s Village Fund Management in fiscal year 2015 higher priority to infrastructure development because it is considered more urgent and due to the limited availability of village fund. The model of village fund briefly divided into four stages, from planning, disbursement, implementation, and accountability. There are several obstacles currently facing the village fund management, such as : administrative constraints, constraints of insufficient numbers of Dana Village, the Village Fund constraint rules are still new, late disbursement constraints Village Fund,
630916132C1L011017ANALYSIS OF INTERNAL CONTROL SYSTEM IN
PT. PERTAMINA (PERSERO) BRANCH OF CILACAP
Penelititan ini berjudul “Analisa Sistem Pengendalian Internal Pada PT. Pertamina (Persero) Cabang Cilacap”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu tingkat memadai sistem pengendalian internal yang dimiliki oleh fungsi procurement pada PT. Pertamina (Persero) Cilacap dari sudut pandang COSO (Commitee of Sponsoring Organization of Threadway Commission)

Metode pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari kuesioner yang diisi oleh responden yang berkerja untuk fungsi procurement pada PT. Pertamina (Persero) Cilacap Refinery Unit IV. Metode analisa yang digunakan adalah metode Persentase Champion.

Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa sistem pengendalian internal yang dimiliki oleh fungsi procurement pada PT. Pertamina (Persero) Cilacap dikategorikan dengan metode Persentase Champion adalah sangat memadai bila dilihat dari sudut pandang COSO (Committee of Sponsoring Organization of Threadway Commission). Ditemukan kelemahan pada sistem pengendalian internal, penulis juga membahas dan memberikan saran untuk perusahaan.
This research is entitled “Analysis of Internal Control System in PT. Pertamina (Persero) Branch of Cilacap”. The objective of this research is to find out the adequacy of internal control system owned by procurement function in PT. Pertamina (Persero) Cilacap from perspective of COSO (Committee of Sponsoring Organization of Threadway Commission).

This research method used was quantitative method. The data used were primary that obtained with questionnaires filled by respondents working for the procurement function of PT. Pertamina (Persero) Cilacap Refinery Unit IV. Analysis method used was Champion Percentage method.

The result of this research indicates that internal control system owned by procurement function of PT. Pertamina (Persero) Cilacap categorized with Champion Percentage method is very adequate viewed from the perspective of COSO (Committee of Sponsoring Organization of Threadtway Commission). There is a weakness part in there, the author also discuss and give a suggestion to the company.
631016133F1J012005ANALISIS FAKTOR SOSIAL RAGAM SONKEIGO PREFIKS O- DAN GO- PADA BUKU MINNA NO NIHONGO SHOKYUU DAN CHUUKYUUABSTRAK

Tuniasih
Analisis Faktor Sosial Ragam Sonkeigo Prefiks O- dan GO- pada Buku Minna no Nihongo (Shokyuu dan Chuukyuu)
Universitas Jenderal Soedirman
Jurusan Sastra Jepang
2016

Pembimbing Utama : Dr. Ely Triasih R. M.Hum
Pembimbing Pendamping I: Hartati, S. S. M.Hum
Penguji Pendamping II : Dr. Haryono, M.Pd

Penelitian ini mengkaji tentang faktor sosial ragam sonkeigo prefiks o- dan go- pada buku Minna no Nohongo (Shokyuu dan Chuukyuu). Pada bahasa Jepang, untuk menghormati mitra tutur atau orang yang sedang menjadi topik pembicaraan menggunakan ragam keigo. Keigo terdiri atas sonkeigo, teineigo dan kenjougo. Keigo dilatarbelakangi oleh faktor sosial. Faktor sosial meliputi hubungan antara penutur dengan mitra tutur (pelayan dengan pelanggan, yang berhubungan dengan tempat kerja, kekerabatan, dan lain sebagainya). Penggunaan prefiks o- dan go- ini membedakan penggunaan nomina untuk diri sendiri sebagai penutur dan orang lain sebagai mitra tutur atau orang yang sedang menjadi topik pembicaraan. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan metode kepustakaan untuk mengumpulkan data.
Data dianalisis menggunakan faktor sosial, hasilnya adalah hubungan antara pelayan dengan pelanggan sebanyak 6 (petugas, penjaga toko, dan pelanggan), hubungan dengan tempat pekerjaan sebanyak 10 (atasan dan bawahan, orang luar dan orang dalam), tingkat keakraban sebanyak 11 (tetangga baru, orang yang baru dikenal). Hasilnya adalah penggunaan prefiks o- dan go- pada buku Minna no Nihongo, untuk menghormati mitra tutur atau orang yang menjadi topik pembicaraan, penutur akan selalu memperhatikan hubungan antar individu (atasan dan bawahan, orang yang lebih tua dan orang yang lebih muda, dan faktor kedekatan) dan tempat.
Kata Kunci: Prefiks o- dan go-, Nomina, Keigo, faktor sosial
ABSTRACT

Tuniasih
Analysis of Social Factor Variety of Sonkeigo Prefiks O- and Go- on Minna no Nihongo (Shokyuu and Chuukyuu)
Jenderal Soedirman University
Japanese Literature
2016
Advicer I : Dr. Ely Triasih R. M.Hum
Advicer II : Hartati, S. S. M.Hum
Examiner : Dr. Haryono, M.Pd

This research is learning about social factor variety of sonkeigo prefix o- and go- on Minna no Nihongo (Shokyuu and Chuukyuu). On Japanese language used keigo by speaker to respect the hearer and the other person who become the main topic. Keigo consist of sonkeigo, teineigo, and kenjougo. Keigo supported by social factors. Kind of social factors is social status, position, kinship, etc. The using of prefiks o- and go- is to compare nouns for self as speakers, the hearer, and the other person who become the main topic. This qualitative description research is using literature method to collecting data.
Data were analyzed using social factors, and the results are the relationship between the officers and costumers as 6, the relationship place and work as 10 (senior and junior, superiors and subordinates), level of familiarity as 11. The result are prefix o- and go- on Minna no Nihongo (Sokyuu and Chuukyuu) to respect the hearer and the other person who become the main topic, speakers will always regard relationship among individuals (superiors and subordinates, older and younger) and place.
Keyword: Prefix o- and go-, Noun, Keigo, Social factors
631116134H1K012013POTENSI BAKTERI PENDEGRADASI AGAR DARI SERASAH RUMPUT LAUT Gelidiella acerosa, Gracilaria corticata DAN Rhodymenia palmata DI PANTAI KARAPYAK PANGANDARANPada saat ini kehadiran industri agar semakin meningkat. Hal ini menyebabkan limbah agar juga meningkat dan jika tidak ditangani dapat menyebabkan pencemaran. Penanganan limbah dapat dilakukan dengan mempercepat proses dekomposisi. Solusi alternatif untuk menangani permasalahan tersebut yaitu dengan mencari bakteri potensial pendegradasi agar. Bakteri pendegradasi agar dapat diperoleh dari rumput laut agarofit terdekomposisi. Penelitian ini dilakukan untuk mencari bakteri potensial pendegradasi agar dari rumput laut Gelidiella acerosa, Gracilaria corticata dan Rhodymenia palmata. Metode penelitian ini meliputi pendekomposisian serasah rumput laut, isolasi bakteri pendekomposisi, pengamatan morfologi isolat bakteri, kultur murni bakteri dan uji potensi bakteri pendegradasi agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah total dan jumlah jenis koloni bakteri yang diperoleh yaitu 23,59 x 104 CFU’s/mL dan 8 jenis koloni. Serasah rumput laut R. palmata memiliki jumlah total dan jumlah jenis koloni paling banyak (9,9 x 104 CFU’s/mL dan 6 jenis), kemudian G. acerosa (7,58 x 104 CFU’s/mL dan 4 jenis) dan paling sedikit pada G.corticata (6,11 x 104 CFU’s/mL dan 3 jenis). Hasil uji potensi pendegradasi agar menunjukkan bahwa G. corticata merupakan rumput laut yang memiliki isolat bakteri paling cepat dalam mendegradasi agar. Dari total 8 koloni isolat bakteri yang ditemukan pada ketiga rumput laut tersebut, memperlihatkan bahwa sebanyak 6 isolat bakteri potensial dalam mendegradasi agar, isolat bakteri dengan kode E merupakan isolat bakteri paling potensial dengan indeks agarolitik sebesar 3,67.Recently, the presence of agar industrial has been increasing. As the consequences of the increasing in agar industry, agar waste is also increasing and if it is not handled properly, it will cause contamination in the environment. Alternative solution for agar waste handling is by finding the agarolytic bacteria. Agarolytic bacteria can be isolated from decomposed seaweed. This research was aimed to find potential bacteria for agar degradation from seaweed Gelidiella acerosa, Gracilaria corticata and Rhodymenia palmata. The methods in this research are consisted of seaweed decomposing, bacteria isolation, bacteria morphological observation, pure culture and agarolytic activity assay of bacteria. The result showed that total colony found was 23,59 x 104 CFU’s/mL and there were 8 types colony. The highest total colony and colony type was isolated from R. palmata (9,9 x 104 CFU’s/mL and 6 types), then G. acerosa (7,58 x 104 CFU’s/mL and 4 types) and the fewest colony was isolated from G.corticata (6,11 x 104 CFU’s/mL and 3 types). The result of agarolytic activity assay showed that G. corticata had the most highest decomposition rate for agar degrading with agarolytic index 1,98. Among 8 bacteria isolates, bacteria E code showed the highest agarolytic index (3,67).
631216135G1F012060FORMULASI DAN UJI ANTIOKSIDAN SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOLIK BUAH STROBERI (Fragaria Vesca L) DENGAN BASIS METHOCEL K15MBuah Stroberi (Fragaria vesca L), merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan. Kandungan utama yang diduga memiliki peran sebagai antioksidan adalah flavonoid yang terdapat pada buah stroberi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi basis Methocel K15M terhadap sifat fisik sediaan gel ekstrak etanolik buah stroberi serta mengetahui persen peredaman dari gel terpilih yang memiliki aktivitas antioksidan.
Gel dibuat menjadi 4 formula dengan variasi konsentrasi basis Methocel K15M 3,5 ; 4 ; 4,5 ; dan 5% b/v. Kemudian sediaan gel di uji sifat fisik sediaan selama 28 hari dan di uji stabilitas fisik sediaan dengan Freeze-thaw sebanyak 5 siklus. Uji organoleptis, homogenitas dan Freeze-thaw dianalisis secara deskriptif. Uji viskositas, pH, daya lekat dan daya sebar dianalisis menggunakan one way ANOVA, jika hasil berbeda signifikan dilanjutkan dengan uji LSD. Formula terpilih diuji aktivitas antioksidan dengan DPPH.
Hasil Uji Fisik menunjukkan bahwa variasi konsentrasi methocel K15M akan menurunkan nilai viskositas dan daya lekat gel serta meningkatkan nilai daya sebar. Gel yang stabil adalah FI dengan basis 3,5% methocel K15M yang memiliki nilai viskositas 162.400-226.000 cps, daya lekat 5,97-18,7 detik, daya sebar 5,67-7,00 cm, stabil pada uji freeze-thaw, slope -14842 serta memiliki persen peredaman terhadap radikal DPPH sebesar 74,91%.
Strawberry (Fragaria vesca L) is a potential plant as antioxidant. The main nutrient that is expected to contribute the antioxidant effect is the flavonoid in the strawberry. The purpose of this study was to find out the effect of different concentrations of Methocel K15M on the physical properties of gel formulations containing ethanolic extract of strawberry and also to find out the percentage of inhibition of the chosen gel which has the antioxidant effect.
Gel was produced into 4 different formulations using 3.5,4, 4.5, and 5% b/v Methocel K15M. The physical properties of the gel were then tested for 28 days and the physical stability of the preparation using 5 cycle of Freeze-thaw. Organoleptic, homogeneity, and Freeze-thaw test were analyzed descriptively. Viscosity, pH, adhesiveness, and dispersive power were analyzed using one way ANOVA, and if there were significant difference then will be followed with LSD test. Antioxidant activity of the chosen formula was tested using DPPH.
Results of the study showed that the various concentration of Methocel K15M would reduce the gel viscosity and increase the dispersive power. The most stable gel was the FI consisting Methocel K15M 3.5% as the basis. This gel viscosity value was 162,400-226,000 cps, adhesiveness value was 5.97-18.7 seconds, dispersive power value was 5.67-7,00 cm, stable on freeze-thaw test, the slope was -14842 and the 74,91% for inhibition of DPPH radical.
631316140C1G014062PENGARUH KOMPETENSI, PENGALAMAN, DAN UKURAN SATUAN KERJA TERHADAP KEPATUHAN PROSEDUR PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BERBASIS AKRUAL MENGGUNAKAN APLIKASI SAIBAPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kompetensi, pengalaman, dan ukuran satuan kerja terhadap kepatuhan prosedur penyusunan laporan keuangan akrual menggunakan aplikasi SAIBA. Populasi objek dari penelitian ini adalah seluruh operator SAIBA setiap satker di bawah wilayan kerja KPPN Purwokerto. Pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh dimana semua anggota populasi menjadi sampel. Data dalam penelitian ini diperoleh dari kuesioner yang disebar kepada responden dan data jumlah pencairan dana setiap satker yang diperoleh dari KPPN. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 51 orang. Pengujian hipotesis menggunakan analisis persamaan regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis pertama, dan kedua, yaitu kompetensi, dan pengalaman operator auditor secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan prosedur penyusunan laporan keuangan menggunakan Aplikasi SAIBA diterima. Hipotesis ketiga yaitu ukuran satuan kerja berpengaruh secara negatif terhadap kepatuhan prosedur penyusunan laporan keuangan menggunakan SAIBA ditolak. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah dengan Adanya pengaruh kompetensi dan pengalaman terhadap kepatuhan prosedur penyusunan laporan keuangan satker yang dilaksanakan pada satuan kerja di wilayah kerja KPPN Purwokerto, menunjukkan agar Kementrian Keuanagan Selaku Bendahara Umum Negara melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk senantiasa meningkatkan kompetensi dan pengalaman operator aplikasi SAIBA melalui pemberian pelatihan-pelatihan dan bimbingan teknis mengenai pengoperasian aplikasi SAIBA.
This research is a quantitative study which aims to examine the effect of the competence, experience, and size of work units to compliance procedures accrual financial statements using SAIBA application. The population in this research was all operator SAIBA in every unit under KPPN Purwokerto working area. Sampling using saturated sample in which all members of the population being sampled. This research using primary data by distributing questionnaires and secondary data amount of the disbursement of each satker obtained from KPPN. The number of respondents were taken in this study is 51 people. Hypothesis testing using multiple linear regression analysis.
The results showed that the first hypothesis, and secondly, that the competence and experience of the operator auditor partially positive and significant impact on the financial statements of compliance procedures using SAIBA applications received. The third hypothesis is that the size of the government working unit adversely affect the compliance of the procedure of preparing financial statements using SAIBA rejected. The implication of this study is the existence of the effect of the competence and experience of the compliance procedure of preparing the financial statements government working unit carried out at the working unit in the working area KPPN Purwokerto, indicate that the Ministry of Finance As General Treasurer through Direktoret General Treasury to continuously improve the competence and experience of the operator application SAIBA through the provision of training and technical guidance regarding the application operation SAIBA.
631416136H1H010007PENGARUH PERBEDAAN FREKUENSI PEMBERIAN Daphnia sp. TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN LARVA IKAN NILEM (Osteochilus hasselti C.V.)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan frekuensi pemberian Daphnia sp. terhadap pertumbuhan dan sintasan larva ikan nilem (Osteochilus hasselti C.V.). Penelitian dilakukan selama 10 hari. Metode penelitian menggunakan eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah P1: pemberian Daphnia sp. 1 kali sehari, P2: pemberian Daphnia sp. 2 kali sehari, P3: pemberian Daphnia sp. 3 kali sehari dan P4: pemberian Daphnia sp. 4 kali sehari. Jumlah Daphnia sp. yang diberikan adalah 155 ekor daphnia sp./hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan frekuensi pemberian Daphnia sp. tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan berat mutlak dan sintasan larva ikan nilem, untuk pertumbuhan panjang berbeda nyata. Dari hasil penelitian diperoleh nilai pertumbuhan berat mutlak berkisar antara 0,69 ± 0,09 mg – 0,54 ± 0,20 mg, pertumbuhan panjang berkisar antara 0,11 ± 0,04 cm – 0,14 ± 0,03 cm. Nilai sintasan pada penelitian ini berkisar antara 12.00 % - 25,00 %. Parameter kualitas air dari awal sampai akhir penelitian terjaga pada kisaran normal. The objective of research was to determine the effect of different feeding frequency Daphnia sp. on growth and survival of fish larva Nilem (Osteochilus hasselti C.V.). This research was conducted over 10 days. Research using experimental methods with a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 4 replications. Treatment P1: feeding once a day, P2: Feeding twice a day, P3: three times a day and P4: feeding four times a day. The amount of feed given was 155 Daphnia sp./day. The results showed that differences in the frequency of Daphnia sp. did not significantly affect the growth of absolute weight, and survival of fish larvae nilem, for real growth of different lengths. The result showed heavy growth of absolute values ranged from 0.67 ± 0.09 mg - 0.54 ± 0.20 mg, a long growth ranged from 0.11 ± 0.04 cm - 0.14 ± 0.03 cm. Value survival rate in this study ranged from 12.00% - 25.00%. Water quality parameters from the beginning to the end of the study maintained in the normal range.
631516137G1F012018AKTIVITAS YOGURT KUNYIT (Curcuma longa) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli PENYEBAB DIAREKunyit (Curcuma longa) merupakan tanaman obat yang diteliti secara ilmiah memiliki khasiat sebagai antibakteri. Inovasi dibutuhkan untuk pemanfaatan sari kunyit secara luas seperti yogurt kunyit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya daya hambat, konsentrasi optimum sari kunyit dalam formula yogurt dalam menghambat Escherichia coli penyebab diare dan mengevaluasi formula yogurt kunyit yang disukai oleh panelis.
Penelitian eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap. 5 formula dengan variasi konsentrasi sari kunyit 0% sebagai kontrol, 1%, 2%, 3%, dan 4% v/v. Pengujian antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan tiga kali pengulangan. Evaluasi mutu yogurt meliputi uji hedonik, uji organoleptik meliputi warna, aroma, tekstur, kekentalan, rasa, dan uji pH. Data uji antibakteri berupa diameter zona hambat dianalisis statistik menggunakan Anova One Way taraf kepercayaan 95% dilanjutkan uji LSD. Data hasil uji organoleptik dianalisis deskriptif dan uji hedonik dianalisis statistik menggunakan Kruskal Wallis taraf kepercayaan 95% dilanjutkan uji Mann Whitney.
Hasil uji antibakteri menunjukkan formula kontrol, 1, 2, 3, dan 4 dapat menghambat bakteri Escherichia coli dengan diameter zona hambat masing – masing 10,50 mm; 11,02 mm; 11,35 mm; 13,39 mm; 13,5 mm; dengan hasil analisis statistik berbeda signifikan (p=0,003). Pengujian hedonik menunjukkan formula 1 menjadi formula yogurt disukai oleh panelis.
Turmeric (Curcuma longa) is a medicinal plant whitch scientifically approved has a efficacious antibacterial. The inovation of usage widely of the turneric extract such as turmeric yoghurt. The purpose of this study was to find out the inhibitory effects, optimum concentration of turmeric yoghurt’s formula against Escherichia coli caused diarrhea, and also evaluated the turmeric yogurt acceptance by the panelist. This experimental study was using completely randomized design (CRD). There are 5 formula with 1, 2, 3, 4% v/v concentrations of the turneric extract and also 0% as control. Antibacterial test was done using disc diffusion method with three times repetition and the quality of yoghurt were evaluated by hedonic test, organoleptic value, such as color, scent, texture, consistency, flavor and pH test. Antibacterial test data was obtained from the diameter of inhibition zone and was statistically tested using one way anova with 95% confidence interval followed with LSD test. Organoleptic data test was analyzed descriptively and hedonic test was analyzed statistically using Kruskal Wallis with 95% confidence interval followed with Mann Whitney test. The antibacterial test result showed of control formula, 1, 2, 3, and 4 could inhibited against Escherichia coli with the inhibition zone diameters were 10.50 mm, 11.02 mm, 11.35 mm, 13.39 mm, and 13.50 mm with results of the study showed statistically significant difference (p=0.003). Formula 1 was a formula which got the like from the panelists.
631616138C1G014025PENGARUH PERSEPSI IMPLEMENTASI QUALITY MANAGEMENT SYSTEM ISO 9001:2008 TERHADAP KINERJA PEGAWAI KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN NEGARA YOGYAKARTAPenelitian ini merupakan penelitian survei terhadap pegawai KPPN Yogyakarta terkait implementasi Quality Management System ISO 9001:2008. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh persepsi perencanaan sertifikasi, persepsi komitmen organisasi, dan persepsi penerapan prosedur dalam implementasi QMS ISO 9001:2008 terhadap kinerja pegawai KPPN Yogyakarta. Responden yang diambil dalam penelitian ini adalah semua pejabat dan pegawai KPPN Yogyakarta. Jumlah responden adalah 49 orang. Analisis data menggunakan regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: (1) Persepsi perencanaan QMS ISO 9001:2008, komitmen organisasi, dan penerapan prosedur secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai KPPN Yogyakarta, (2) Persepsi perencanaan QMS ISO 9001:2008 berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai KPPN Yogyakarta, (3) Persepsi komitmen organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai KPPN Yogyakarta, (4) Persepsi penerapan prosedur standar tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai KPPN Yogyakarta.This research is a survey research on employee of KPPN Yogyakarta regarding the implementation of the Quality Management System ISO 9001: 2008. The aims of this research is to determine the effect of certification planning perception, organizational commitment perception, and perception of procedures in the implementation of QMS ISO 9001: 2008 on employee performance KPPN Yogyakarta. Respondents were chosen in this research are all officers and employees KPPN Yogyakarta. The number of respondents is 49 people. Analysis of data using multiple linear regression. Based on the research and analysis of the data showed that: (1) Perceptions of planning QMS ISO 9001:2008, organizational commitment, and application procedures simultaneously significant effect on employee performance KPPN Yogyakarta, (2) The perception of planning QMS ISO 9001: 2008 has a significant effect on performance Yogyakarta KPPN employees, (3) The Perception of organizational commitment does not significantly influence employee performance KPPN Yogyakarta, (4) the perception of the application of the standard procedure does not significantly influence employee performance KPPN Yogyakarta.
631716139C1G014051ANALISIS PENGARUH PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN, KEJELASAN SASARAN ANGGARAN, INFORMASI AKUNTANSI, DAN KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP
KINERJA PELAKSANAAN ANGGARAN
Penelitian ini berjudul “ANALISIS PENGARUH PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN, KEJELASAN SASARAN ANGGARAN, INFORMASI AKUNTANSI, DAN KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KINERJA PELAKSANAAN ANGGARAN”. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas proses penganggaran pada DJBC. Jumlah responden dalam penelitian ini berjumlah 321 pegawai. Pengolahan data menggunakan analisis regresi linear dengan bantuan aplikasi SPSS 21.
Secara empiris terbukti bahwa partisipasi penyusunan anggaran, kejelasan sasaran anggaran, informasi akuntansi, dan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pelaksanaan anggaran pada tingkat keyakinan 95%. Selanjutnya partisipasi penyusunan anggaran, kejelasan sasaran anggaran, informasi akuntansi, dan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pelaksanaan anggaran.
Hasil analisis terhadap nilai mean data diperoleh sikap positif terhadap kinerja pelaksanaan anggaran sebesar 79,07% (setuju dan sangat setuju), partisipasi penyusunan anggaran sebesar 76,48%, kejelasan sasaran anggaran sebesar 78,82%, informasi akuntansi sebesar 78,44%, dan kapasitas SDM sebesar 83,49 %.
Kinerja pelaksanaan anggaran pada DJBC sudah cukup baik hal ini ditunjukkan dengan capaian kinerja penyerapan anggaran sebesar 97,15%. Hal ini juga didukung dari sikap positif responden terhadap kinerja pelaksanaan anggaran. namun berdasarkan data yang diperoleh masih perlu dilakukan perbaikan terhadap partisipasi penyusunan anggaran berupa partisipasi menyeluruh dari seluruh bagian/ bidang pada masing-masing kantor. Kecermatan pegawai dalam menentukan harga perolehan barang dalam belanja masih perlu diperbaiki. Kemampuan pegawai agar lebih ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan keuangan.
This study entitled "ANALYSIS OF THE PREPARATION PARTICIPATION OF BUDGETING, BUDGET GOALS CLARITY, ACCOUNTING INFORMATION, AND HUMAN RESOURCE CAPACITY TO THE PERFORMANCE OF BUDGET". This study aimed to evaluate the effectiveness of the budgeting process in DJBC. The number of respondents in this research were 321 employees. Processing data using linear regression analysis with SPSS 21.
Empirically proven that budget participation, budget goal clarity, accounting information, and the capacity of Human Resources (HR) has positive and significant impact on the performance of budget at the 95% confidence level. Further budgetary participation, budget goal clarity, accounting information, and the capacity of Human Resources (HR) simultanuosly has positive and significant impact on the performance of budget implementation.
From the analysis of the mean value of data obtained positive response towards the implementation of the budget performance of 79.07% (agree and very agree), budgeting participation 76.48%, the budget goals clarity 78.82%, accounting information 78.44%, and human resource capacity of 83.49%.
The Performance of budget execution in DJBC has been good enough this is determinedby the gains of budget consumption of 97.15%. It is also supported by the positive response from respondents to the performance of the budget implementation. but based on data there are still things needs to be improved. Such as budget participation to be comprehensively involve the participation of all departments in each office. The accuracy of employees in determining the acquisitin price of goods in expenditures to be improved. The ability of employees to be further enhanced through financial education and training.
631816141P2CD14030Efek Mediasi Informasi Asimetris dan Moderasi Locus of Control pada Pengaruh Partisipasi Anggaran dan Penekanan Anggaran terhadap Budgetary SlackDalam perencanaan dan pelaksanaan anggaran daerah, ada kecenderungan pemerintah daerah melakukan budgetary slack dengan menganggarkan pendapatan dengan asas minimal dan belanja dengan asas maksimal. Penelitian yang berkaitan dengan perencanaan dan pelaksanaan anggaran yang meneliti tentang faktor-faktor yang memengaruhi penciptaan budgetary slack telah banyak dilakukan, namun demikian hasilnya masih belum menunjukan hasil yang konsisten. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan pendekatan kontingensi dengan memadukan variabel mediasi dan moderasi dalam satu model sebagai kebaruan dari penelitian tentang anggaran daerah.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan secara empiris peranan informasi asimetris sebagai variabel mediasi dan locus of control sebagai variabel moderasi pada pengaruh partisipasi anggaran dan penekanan anggaran terhadap budgetary slack.
Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan explanatory, data dikumpulkan dengan teknik kuesioner yang disebarkan kepada pejabat structural eselon III dan IV yang terlibat dalam perencanaan atau anggaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara. Data dianalisis dengan menggunakan model persamaan struktural. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program aplikasi Amos 22..
Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi anggaran dan penekanan anggaran memiliki pengaruh yang signifikan terhadap informasi asimetris. Adapun partisipasi anggaran dan informasi asimetris memiliki pengaruh yang signifikan terhadap budgetary slack, tetapi penekanan anggaran tidak berpengaruh signifikan terhadap budgetary slack. informasi asimetris memediasi pengaruh partisipasi anggaran terhadap budgetary slack, tetapi tidak memediasi efek penekanan anggaran terhadap budgetary slack. Locus of control memoderasi pengaruh partisipasi anggaran dan penekanan anggaran terhadap budgetary slack.
Penelitian ini memberikan kontribusi bagi Pemerintah untuk meminimalisir budgetary slack dengan mengoptimalkan peranan partisipasi eksekutif sebagai media untuk memperoleh informasi sehingga keputusan yang diambil lebih akurat, serta kontribusi secara akademik bagi pengembangan teori dalam bidang akuntansi sektor publik.
There is a tendency of local governments to make budgetary slack by budgeting income with minimum principle and maximum principle to expenditure. Research related to the budget planning and execution that examines the factors that influence the creation of budgetary slack has been done by previous research. Nevertheless, the results have been inconsistent. Therefore, this study uses a contingency approach by combining mediating and moderating variables in the model as the novelty of the research on local budgets. The purpose of this study is to provide empirical evidence on the role of asymmetric information as a mediating variable and locus of control as a moderating variable on the effect of budget participation and emphasis of budget on budgetary slack. This study uses a quantitative method with the explanatory approach. Data collected through questionnaires to officials of echelon III and IV are involved in the planning or budget in Banjarnegara district government. Data were analyzed using structural equation modeling. Data processing was performed using an application program Amos 22. The results showed that budget participation and emphasis of budget have significant effect on asymmetric information. Moreover budget participation and asymmetric information have significant influence on budgetary slack, but emphasis of budget does not significantly influence the budgetary slack. Asymmetric information mediate the effect of budget participation on budgetary slack, but does not mediate the effect of emphasis of budget on budgetary slack. Locus of control moderate the influence of budget participation and emphasis of budget on budgetary slack. This study contributes to the government to minimize the budgetary slack by optimizing the role of executive participation as a medium to obtain information so that more accurate decisions. Furthermore, this study provides academic contribution in the development of theory in the public sector accounting.
631916143F1J012025ANALISIS JENIS DAN FUNGSI ALIH KODE DALAM DRAMA ATENSHON PURIIZU
Penelitian ini adalah penelitian sosiolinguistik yang menganalisis jenis dan fungsi alih kode. Penelitian kualitatif ini menggunakan data berupa tuturan yang mengandung alih kode pada drama televisi dengan teknik pengumpulan data simak dan catat. Metode analisis menggunakan metode padan. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan 7 alih kode intern dan 14 alih kode ekstern. Selain itu ditemukan pula alih kode berupa kutipan 2, berupa spesifikasi lawan bicara 4, berupa interjeksi 1, berupa pengulangan 9, berupa penjelas pesan 1, dan berupa personalisasi atau objektivisasi 4. Fungsi dari alih kode dalam drama ini yaitu untuk menunjukkan kesan akrab, sebagai ungkapan permintaan maaf, meminta bantuan, menekankan sebuah pesan, dan melunakkan suasana.This research is sociolinguistic research which analyses types and functions of code switching. This qualitative research is used data that are the speech in drama television that has code switching by gather and record technique as the data collection technique. The analysis method uses equal method. Based on data analysis results are found 7 cases as intern code switching and 14 cases as extern code switching. The researchers also found other types of code switching, those are 2 cases as the quotations, 4 cases as addressee specification, 1 case as an interjection, 9 cases as the reiteration, 1 cases as message qualification, and 4 cases as personalization versus objectivization. The functions of code-switching in this drama are for indicating intimate, as an expression of apologizing, asking for help, emphasizing a message, and easing tension.
632016144G1B012062EFEKTIVITAS MEDIA KIE KESEHATAN DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PROGRAM BPJS KESEHATAN PADA PENDERES GULA KELAPA (STUDI KASUS DI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS)Rendahnya kepesertaan BPJS Kesehatan pada sektor informal di Banyumas dikarenakan sosialisasi menggunakan media KIE Kesehatan saat ini belum merata sehingga pengetahuan dan sikap tentang program BPJS Kesehatan belum menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media KIE Kesehatan dalam peningkatan pengetahuan dan sikap tentang program BPJS Kesehatan pada penderes gula kelapa di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan metode quasi eksperiment dengan desain non-randomized pre-test and post-test with control group design. Total sampel 120 penderes gula kelapa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dan sesudah intervensi terdapat perbedaan pengetahuan dengan ρ-value film (0,000), leaflet (0,000), booklet (0,000), sikap menggunakan film (0,000), dan booklet (0,001). Tidak terdapat perbedaan pengetahuan kontrol (0,693), sikap menggunakan booklet (0,058) dan kontrol (0,248). Terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap antar kelompok media (0,000) dengan film memiliki nilai rata-rata tertinggi pengetahuan (16,9667), leaflet (16,8), booklet (16,1), dan sikap film (40,4333), leaflet (36,2333), booklet (34,5333). Terdapat perbedaan efektivitas media KIE Kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap penderes gula kelapa tentang program BPJS Kesehatan dengan film memiliki nilai rata-rata tertinggi.The low membership of BPJS Kesehatan in informal sector at Banyumas due to the usage of Health IEC media socialization currently was not spreaded evenly, so that the knowledge and attitude about BPJS program were not comprehensive. The aimed of this study was to analyze the effectiveness of Health IEC media in improving knowledge and attitude about BPJS Kesehatan program of palm sugar farmers in Cilongok District of Banyumas Regency. This study used quantitative method of quasi experiment with design non-randomized pre-test and post-test with control group design. The total samples were 120 palm sugar farmers. The results showed that there were the differences before and after intervention such as, knowledge with ρ-value films (0,000), leaflets (0,000), booklets (0,000), attitudes of using film (0,000), and booklets (0,001). There were no differences in knowledge of the control (0.693), attitude of using the booklet (.058) and control (0.248). There were differences in knowledge and attitude among media groups (0,000) of film with the highest average score of knowledge (16,9667), leaflets (16,8), booklets (16,1), and attitude film (40.4333), leaflet (36,2333), booklet (34,5333). There were differences in the effectiveness of health IEC media to increase knowledge and attitude of palm sugar farmers on BPJS Kesehatan with the film program has the highest average value.