Artikelilmiahs
Menampilkan 6.261-6.280 dari 48.851 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 6261 | 16082 | C1G014020 | ANALISIS CAPAIAN KINERJA PDAM TIRTA SATRIA KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan desain studi kasus. Penelitian ini dilakukan di PDAM Tirta Satria. Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Capaian Kinerja PDAM Tirta Satria Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor, kendala/kelemahan, dan upaya mengatasi kendala/kelemahan yang mempengaruhi capaian kinerja PDAM Tirta Satria untuk tahun buku 2015. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa PDAM Tirta Satria berhasil mencapai kinerja baik atau berstatus sehat untuk tahun buku 2015. Namun demikian, bukan berarti tiap-tiap aspek kinerja juga dapat dikatakan berkinerja baik karena masih ada beberapa indikator kinerja yang memperoleh nilai rendah. Faktor-faktor yang mendukung capaian kinerja PDAM Tirta Satria tahun 2015 adalah Kebijakan Publik, Teknologi Informasi, dan Komitmen Organisasi. Kendala/kelemahan yang mempengaruhi capaian kinerja PDAM Tirta Satria tahun 2015 adalah kenaikan beban operasional yang signifikan namun tidak diiringi kenaikan pendapatan yang signifikan, rendahnya cakupan pelayanan dan pertumbuhan pelanggan, tingginya tingkat kehilangan air, belum semua pelanggan mendapat layanan aliran air di atas 0,7 bar, rendahnya jumlah penggantian rutin meter air pelanggan, alokasi biaya diklat yang rendah, dan belum semua pegawai mengikuti diklat. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala/kelemahan tersebut adalah dengan melakukan efisiensi biaya, menambah jaringan/instalasi distribusi, mengatasi kendala/kelemahan yang menyebabkan kehilangan air, dan melakukan inhouse training agar biaya diklat menjadi lebih efisien dan semua pegawai dapat dianggap telah mengikuti diklat. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu (1) BPPSPAM perlu memberikan penilaian terhadap capaian tiap-tiap aspek kinerja. Sehingga kesimpulan atas capain kinerja dapat menyatakan dengan lebih rinci aspek kinerja mana yang perlu untuk diperbaiki atau ditingkatkan; (2) PDAM Tirta Satria hendaknya: mengevaluasi beban operasional secara menyeluruh dan berkomitmen untuk melakukan efisiensi di semua aspek pengeluaran; (3) menambah kapasitas produksi, menambah jaringan distribusi, dan memanfaatkan potensi eksternal seperti program/bantuan pemerintah guna meningkatkan cakupan layanan dan jumlah pelanggan; (4) terus-menerus aktif berkoordinasi dengan pemerintah terkait adanya program sambungan air lain yang dilaksanakan pemerintah guna mencegah hilangnya potensi pelanggan baru; (5) berupaya agar harga pemasangan sambungan baru sesuai dengan daya beli kebanyakan masyarakat Kabupaten Banyumas; (6) melakukan upaya-upaya yang dapat meningkatkan keakuratan angka volume air yang diproduksi, volume air yang didistribusi, dan pemakaian air pelanggan serta melakukan pengawasan secara optimal terhadap pipa jaringan/instalasi guna mengendalikan dan menekan angka kehilangan air; (7) menambah kapasitas produksi dan jumlah pompa agar tekanan air pada semua sambungan pelanggan minimal 0,7 bar; (8) mengalokasikan anggaran diklat yang cukup guna meningkatkan kompetensi pegawai. | This research is a qualitative research using case study design to analyze the factors, the problems/weaknesses, and the efforts to overcome problems/weaknesses affecting the performance achievment of PDAM Tirta Satria for the financial year 2015. Based on the results, it can be concluded that PDAM Tirta Satria achieved good performance by having a healthy status for the financial year 2015. However, it does not mean every single aspect of performance can also be said to be performing well because there are still some performance indicators were scored low. Factors that support the achievement of the performance of PDAM Tirta Satria are Public Policy, Information Technology, and Organizational Commitment. Problems / weaknesses affect the achievement of the performance of PDAM Tirta Satria are the increase in operating expenses were significant but not accompanied by a rise in significant revenue, low coverage and customer growth, high rates of water loss, not all customers receive the service water flow above 0.7 bar, the low number of regular replacement of the customer water meter, the allocation of the cost of training is low, and yet all employees follow the training. Efforts being made to overcome the problems / weaknesses are to reduce their costs, increase network / installation of distribution, overcoming problems / weaknesses that cause loss of water, and conduct in-house training so that the cost of training become more efficient and all employees can be considered to have followed the training. As implication of the conclusions above: (1) BPPSPAM needs to rating the achievement for each performance aspect. So the conclusion for performance achievement can be stated in more detail, which aspects of performance need to be corrected or improved; PDAM Tirta Satria should: (2) evaluate overall operational cost and committed to do efficiency in all aspects of expenditure; (3) increase production capacity, distribution network, and utilize external potency such as government program/aid to improve service coverage and the number of customers; (4) continously coordinating with government related to the water connections program conducted by the government to prevent the loss of potential new customers; (5) sought to make the price of new connections suitable for the purchasing power of most Banyumas District society; (6) sought to improve the accuracy of the produced water volume, disrtibuted water volume, and customers’ water usage as well as optimally control the pipeline network / installations to control and to reduce water loss; (7) increase production capacity and the number of pumps so that the water pressure in all customer connections is at least 0.7 bar; (8) allocate adequate training budgets to improve employees’ competence. | |
| 6262 | 16083 | F1G012001 | ANALISIS STRUKTUR KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL SURGA YANG TAK DIRINDUKAN KARYA ASMA NADIA | Penelitian berjudul Analisis Struktur Kepribadian Tokoh Utama Dalam Novel Surga Yang Tak Di Rindukan karya Asma Nadia, merupakan sebuah penelitian dengan obyek novel dengan aspek psikologi sastra. Penelitian ini mendeskripsikan tokoh, alur, dan setting. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur kepribadian tokoh utama. Struktur kepribadian yang mengacu pada anixitas (kecemasan) dalam novel Surga Yang Tak Di Rindukan karya Asma Nadia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan berupa teks dalam novel Surga Yang Tak Di Rindukan karya Asma Nadia. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca sumber data, kemudian mengklasifikasikan data, dan mengolah data berdasarkan teori yang digunakan. Teknik analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi data, menganalisis struktur kepribadian tokoh utama, melakukan interpretasi data dan menyimpulkan hasil analisis. Berdasarkan penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa novel ini membahas tentang konflik struktur kepribadian yang dialami tokoh utama yaitu Arini yang mengalami ketidakharmonisan struktur kepribadian karena poligami. Penyebab timbulnya ketidakharmonisan struktur kepribadian yaitu: (id) tokoh utama menginginkan kehidupan rumah tangga yang ideal. (Ego) tidak sejalan dengan id. (Superego) mengenali nilai baik buruk, mengacu pada moralitas seperti melakukan poligami di perbolehkan dalam islam. Ketidakharmonisan antara id dengan ego dan id dengan superego akan menimbulkan anixitas (kecemasan) objektif maupun neurotik. | This study entitles an analysis of structural personality of the main charter in the novel of Surga Yang Tak Dirindukan written by Asma Nadia is a research with an object of a novel with a literary psychological aspect. The purpose of this research is to describe the structural personality of the main character. The structural personality refers to anxiety available in the novel of Srga Yang Tak Dirindukan written by Asma Nadia. this research uses descriptive qyalitative method. The data are in the form of texts in the novel of Surga Yang Tak Dirindukan written by Asma Nadia collected by reading, classifying, and analyzing them based on the theories used. The data analysis is conducted by identifying, analyzing, interpreting, and drawing conclusion. Based on the result of the research, it can be concluded that this novel discusses the structural personality conflicts experienced by the main character, Arini, who ecperiences disharmonic structural personality facing polygamy. The possible causes of the problem are: (id) the main character is expecting an ideal life. (Ego) doesn’t go along with id. Superego recognizea good and bad values, reffering to morality, such as doing polygamy is allowed in islam. The disharmonic situation between id and ego as well as between id and superego may result in objective and neurotic anixiety. | |
| 6263 | 16084 | C1G014032 | Pengaruh kompetensi sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi dan ketersediaan anggaran terhadap efektivitas implementasi Permendagri 64/2013 | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompetensi sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi dan ketersediaan anggaran terhadap efektivitas implementasi Permendagri 64/2013 pada entitas akuntansi dan pelaporan Pemerintah Kabupaten Kebumen sebagai lokasi penelitian. Berdasarkan rumus Slovin diperoleh jumlah responden 69 dari populasi 222 SKPD/Unit kerja. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh positif kompetensi sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi dan ketersediaan anggaran terhadap efektivitas implementasi Permendagri 64/2013. | The purpose of this study is to determine the effect of human resources competencies, utilization of information technology and budget availability toward of Permendagri number 64/ 2013 implementation effectiveness on accounting and reporting entities at SKPD/Unit kerja of Kebumen Regency, Central Java, as location of this research. According Slovin’s formula with a significance level of 0,1 the sample size determined, so that totaled sample 69 respondents. The data analysis technique used is the technique of multiple regression analysis. This research illustrates that human resources competencies, utilization of information technology and budget availability have positive effect on Permendagri number 64/ 2013 implementation effectiveness on accounting and reporting entities at SKPD/Unit kerja of Kebumen Regency, Central Java. | |
| 6264 | 21306 | G1A014070 | HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN MP-ASI DINI DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK USIA 1-2 TAHUN | Latar belakang : Diare merupakan penyebab kematian nomor satu pada bayi (31,4%) dan pada balita (25,2%). Diare paling banyak diderita oleh anak berusia 1-4 tahun dengan prevalensi 16,7% (Riskesdas, 2007). Jumlah kasus diare di Provinsi Jawa Tengah secara keseluruhan mencapai 625.022 penderita dengan Incidence Rate (IR) 1,93%. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian MP-ASI dini dengan kejadian diare pada anak usia 1-2 tahun di wilayah kerja Puskesmas Sokaraja 2 Metode Penelitian : penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi yang digunakan adalah seluruh ibu yang memiliki balita berusia 2-3 tahun di wilayah kerja Puskesmas Sokaraja 2 Kabupaten Banyumas. Dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang yang diambil dengan metode pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Penelitian dilakukan tanggal 4-11 Februari 2018 dan kemudian dianalisis menggunakan Chi Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar anak diberi ASI setelah berusia diatas 6 bulan (70%) dan sebagian besar balita juga mengalami diare kurang dari sama dengan 3 kali dalam setahun (65%). Hasil analisis bivariat dengan metode uji statistik chi square ρ value = 0,043 < α = 0,005. Kesimpulan : terdapat hubungan antara pemberian MP-ASI dini dengan kejadian diare pada anak usia 1-2 tahun di Wilayah kerja Puskesmas 2 Sokaraja. | Introduction : Diarrhea is the first cause of death in baby (31,4%) and TODDLER (25,2%). Diarrhea mostly occurred in 1-4 year old child with 16,7% prevalence (Riskesdas, 2007). In central java Province, there were 625.022 people with diarrhea therefore the incidence rate (IR) is 1,93%. Objective : To determine the relationship between giving early complimentary feeding and diarrhea in 1-2 year old child Method : The study was observational analytic with cross sectional method. The population used in this study was all women who has child within the age 2-3 year in Puskesmas Sokaraja 2 region. This study took 40 sample that was taken using consecutive sampling method. The data were collected using questionnaire on 4-11 February then it was analysed with Chi Square method. Result : The result of this study showed that most of the child get complementary feeding after they are more that 6-months old (70%) and most of the child also get diarrhea in less than or equal to 3 times in a year. The bivariate analysis using chi-square method showed the ρ value = 0,043 < α = 0,005. Conclusion : This study concluded that giving early complementary feeding is related to diarrhea in 1-2 year old child. | |
| 6265 | 16085 | C1G014028 | Analisis Penilaian Efektivitas Pemungutan Dan Kontribusi Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Banyumas | Kabupaten Banyumas diberikan kewenangan untuk mencari sumber-sumber keuangan dengan memungut pajak daerah dan retribusi daerah yang nantinya menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemungutan dan kontribusi pajak daerah dan retribusi daerah terhadap PAD selama 2010-2014. Penelitian ini bersifat kuantitatif deskriptif. Analisis pajak daerah dan retribusi daerah dengan menggunakan rasio efektivitas yaitu dengan membandingkan antara target dan realisasi dan rasio kontribusi pajak daerah dan retribusi daerah dari total PAD tiap tahun. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa pemungutan pajak daerah dalam kurun waktu 2010-2014 sudah efektif tetapi pemungutan retribusi daerah untuk kurun waktu yang sama tidak efektif. Pajak Mineral bukan Logam dan Batuan adalah pajak daerah yang paling efektif pemungutannyan sedangkan Retribusi Jasa Perizinan Tertentu adalah retribusi daerah yang paling efektif pemungutannya. Pajak Penerangan Jalan adalah pajak daerah yang berkontribusi paling besar terhadap PAD sedangkan Retribusi Jasa Umum adalah retribusi daerah yang paling berkontribusi terhadap PAD. Implikasi penelitian bagi Pemda Banyumas dalam meningkatkan efektivitas pemungutan pajak daerah dan dapat melihat lebih baik potensi yang dapat memberikan nilai tambah dalam kaitannya dengan kontribusi pajak daerah dan retribusi daerah terhadap PAD Kabupaten Banyumas yang semakin besar. | Kabupaten Banyumas was given opportunity to explore the potential of financial resources by setting taxes and charges for the region to increase the acceptance of PAD. The research aims to analyze the collection effectiveness and contribution local taxation and charges to the PAD of Kabupaten Banyumas during 2010-2014. Research type in this study was a descriptive. Analysis of local taxation and local charges to the PAD in the research carried out using effectiveness ratio of targets and realization and the contributions analysis tax and charges to the total PAD each year. The results of this research found that the collection of local taxes is effective meanwhile the local charges is not effective . The biggest effectiveness collection tax comes from mineral not metal and solid rock tax. As for the biggest local charges contribution comes from certain licensing services charges. The biggest contribution of a local tax and local charges to the total PAD comes from lighting tax and public services charges. This research contributes to the Kabupaten Banyumas government to better see the potential area which is owned to add value to the contribution of local tax and local charges. | |
| 6266 | 16086 | C1B010023 | ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, PERSEPSIAN NILAI, CITRA PERUSAHAAN TERHADAP KEPUASAN NASABAH, DAN PENGARUH KEPUASAN NASABAH SERTA RASA PERCAYA TERHADAP LOYALITAS NASABAH DAN KOMUNIKASI DARI MULUT KE MULUT NASABAH (Studi pada Nasabah Simpedes BRI Cabang Kebumen) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari kualitas pelayanan, persepsian nilai, citra perusahaan terhadap kepuasan dan menganalisis pengaruh dari kepuasan dan rasa percaya terhadap loyalitas dan komunikasi dari mulut ke mulut di sektor bank terutama BRI Cabang Kebumen. Penelitian ini menggunakan nasabah Simpedes dari BRI Cabang Kebumen sebagai subjek penelitian khususnya bagi mereka yang memiliki pengalaman satu tahun atau lebih dalam menggunakan jasa Simpedes BRI. Teknik permodelan persamaan struktural digunakan untuk menguji model kausalitas. Penelitian ini mendemonstrasikan bahwa kualitas pelayanan, persepsian nilai dan citra perusahaan secara positif mempengaruhi kepuasan, dan kemudian kepuasan dan rasa percaya secara positif mempengaruhi loyalitas tetapi tidak memiliki pengaruh terhadap komunikasi dari mulut ke mulut. Sebagai tambahan, penelitian ini juga menemukan bahwa loyalitas mempengaruhi komunikasi dari mulut ke mulut. Penelitian ini menemukan bahwa kepuasan dan rasa percaya tidak memiliki pengaruh terhadap komunikasi dari mulut ke mulut, maka demikian variabel mediasi untuk menjelaskan hubungan antar variabel memungkinkan dibutuhkan. Di samping itu, terdapat tiga variabel yang secara positif mempengaruhi kepuasan, padahal terdapat variabel-variabel lain yang secara memungkinkan mempengaruhi kepuasan seperti harapan pelanggan, inovasi perusahaan, kualitas produk, emosi pelanggan dan fitur produk atau jasa, dan pastinya ini akan berkontribusi terhadap penelitian mendatang. Penelitian ini memandang bahwa kualitas pelayanan, persepsian nilai dan citra perusahaan adalah pondasi-pondasi utama kunci dalam rangka meningkatkan hal-hal hubungan seperti kepuasan, rasa percaya dan loyalitas, tanpa mengabaikan komunikasi dari mulut ke mulut sebagai sebuah konsekuensi yang mana dapat mengarahkan kepada perkembangan perusahaan dalam sektor perbankan. | The purpose of this research is to analyze the impact of service quality, customer perceived value, corporate image on customer satisfaction, and analyzing the impact of customer satisfaction and trust on customer loyalty and word of mouth communication in bank sector mainly BRI Branch Kebumen. This research used Simpedes customers of BRI Branch Kebumen as research subjects especially for whom having experience a year or more in using Simpedes BRI service. Structural equation modelling technique was used to test the causal model. The study demonstrated that service quality, customer perceived value and corporate image positively influence customer satisfaction, and then customer satisfaction and trust positively influence customer loyalty but have no influence on word of mouth communication. In addition, this study also found that loyalty influences word of mouth communication. This research found that customer satisfaction and trust have no influence on word of mouth communication, so that mediating variabel for clarifying the relationship among variables is likely needed. Beside that, there are three variables positively influencing customer satisfaction, in cognition there are another variables which likely influence customer satisfaction such as customer expectation, company innovation, product quality, customer emotion and service or product features, and certainly these will contribute to future research. This study viewed that service quality, customer perceived value and corporate image are key primary foundations in enhancing relationship matters such as satisfaction, trust and loyalty, without ignoring the word of mouth communication as a consequence which can maneuver company growth in banking sector. | |
| 6267 | 16087 | G1F012087 | ANALISIS PERSEPSI MAHASISWA PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI TERHADAP KONSEP PHARMACEUTICAL CARE | Apoteker memiliki tanggung jawab baru yaitu menyediakan pelayanan kesehatan dengan menerapkan konsep pharmaceutical care. Pendidikan di Indonesia pun mengalami perubahan untuk mempersiapkan apoteker yang berkompetensi dan mampu bersaing secara global. Penelitian ini dilakukan untuk menilai persepsi mahasiswa tahun ke-4 jurusan farmasi mengenai sikap dan hambatan serta kesiapan mereka berpraktik dengan menerapkan konsep pharmaceutical care. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Dilaksanakan selama enam bulan di kampus jurusan Farmasi Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. Data diambil pada seluruh mahasiswa Strata-1 Farmasi tahun ke-4. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang diadaptasi dari penelitian sebelumnya dan telah dialih bahasakan, diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian terhadap 83 orang mahasiswa menunjukan mayoritas telah memiliki sikap positif terhadap konsep pharmaceutical care yaitu sebanyak 84,68%. Sebanyak 84,2% mahasiswa setuju dan sangat setuju bahwa hambatan terbesar dalam berpraktik dengan konsep pharmaceutical care adalah kurangnya komunikasi/koordinasi dengan tenaga kesehatan lain. Secara keseluruhan rata-rata skor kesiapan pada tiap aspek telah melampaui angka 3, mahasiswa telah memiliki kesiapan berpraktik dengan konsep pharmaceutical care. Mahasiswa merasa paling siap pada aspek komunikasi dengan skor rata-rata tertinggi yaitu 3,18 dan merasa paling kurang siap pada aspek teknis dengan skor rata-rata terendah yaitu 3,08. | Nowdays, pharmacist have new responsibilities to provide pharmaceutical care, so that education has to change as well to prepare students facing their new role. This study aims to assess perspectives about attitudes, barriers and preparedness of fourth year pharmacy students to perform pharmaceutical care. This study was a cross-sectional study. A questionnaire was adapted from previous study and have been translated and then tested for validity and reliability. It was administered then to all fourth year pharmacy students of Department of Pharmacy, Faculty of Health Science, Universitas Jenderal Soedirman. Data was analyzed descriptively. About 83 students, 84,68% showed positive attitudes towards pharmaceutical care. About 84,2% agreed and strongly agreed that major bariers to perform pharmaceutical care was lack of communication with other health care professionals. Overall pharmacy student felt prepared to implement the various aspects of pharmaceutical care. The highest overall mean was in the communication aspect (3,18) and the least preparedness was in the thecnical aspects (3,08). | |
| 6268 | 16088 | F1J012035 | Konsep Soushokukei Danshi Tokoh Utama Dorama Otomen Karya Masaki Tanimura | Penelitian ini berjudul “Analisis Konsep Soushokukei Danshi Tokoh Utama Dorama Otomen Karya Masaki Tanimura”, Karena penulis tertarik dengan gender dan Dorama Otomen, Penulis melakukan penelitian ini. Data yang digunakan berupa screenshot dan dialog yang terdapat dalam Dorama Otomen karya Masaki Tanimura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori semiotika Pierce yang berfokus pada trikotomi pertama qualisign, sinsign dan legisign. Penelitian kualitatif ini menggunakan teknik simak dan teknik catat. Berdasarkan hasil dari penelitian terhadap tokoh utama dalam Dorama Otomen karya Masaki Tanimura, bahwa tokoh utama Masamune Asuka memiliki karakteristik Soushokukei Danshi, seperti bersifat lembut, tidak agresif dalam percintaan, menikmati atau membaca komik Shoujo, menyukai hal-hal manis atau lucu, mementingkan penampilan atau fashion, melakukan pekerjaan rumah tangga, selalu memeriksa item baru di konbini atau sesuatu yang sedang trendi. Tetapi dalam percintaan Asuka hanya tidak bisa menyatakan cinta dan tidak sampai menjauhi perempuan. Soushokukei Danshi berbeda dengan transgender, karena transgender merubah jati diri secara keseluruhan yaitu perasaan, pikiran, penampilan dan perilaku sedangkan Soushokukei Danshi tidak merubah jati dirinya secara keseluruhan. Perasaan dan penampilan Asuka tidak berubah tetapi pikirannya berubah kemudian perilaku Asuka setengah seperti perempuan dan setengah seperti laki-laki. Maka dari itu Asuka hampir seperti Soushokukei Danshi. | This research titled "Analysis of Concept Soushokukei Danshi Main Character Dorama Otomen by Masaki Tanimura," which describe the concept Soushokukei Danshi. Because the authors are interested in gender and Dorama Otomen, author conducted this research. The data use screenshot and dialog of Dorama Otomen by Masaki Tanimura. The method used in this research is qualitative descriptive using semiotic Pierce theory that focusing on the first trichotomies qualisign, sinsign dan legisign. This qualitative research is using the gather and record technique. Based on the results of the research of the main character in Dorama Otomen by Masaki Tanimura, that the main character Masamune Asuka has characteristics Soushokukei Danshi, as is gentle, not aggressive in romance, enjoy or read comics Shoujo, like things sweet or funny, concerned appearance or fashion, doing household chores, always check out the new items at the convenience store or something that is trendy. But in romance Asuka just can’t express the love and not to keep away from women. Soushokukei Danshi different with transgender because transgender was change all of identity, that is feeling, thought, appearance and behavior while Soushokukei Danshi didn’t change the overall identity. Asuka feeling and appearance unchanged but changed his mind later half Asuka behavior such as women and half men. Therefore Asuka almost like Soushokukei Danshi. | |
| 6269 | 16089 | H1K012024 | Dampak Kenaikan Sea Surface Temperature (SST) Terhadap Karang Keras Hidup (Scleractinia) Di Nusa Dua, Bali | Dampak dari naiknya sea surface temperature (SST) adalah kasus pemutihan karang. Penyebab pemutihan pada karang adalah hilangnya zooxanthella yang memberikan warna pada karang. Nusa Dua, Bali merupakan salah satu daerah hotspot di Indonesia, sehingga penting untuk mengetahui dampak dari kenaikan SST yang signifikan di daerah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dampak kenaikan SST, perbandingan tutupan karang keras hidup sebelum dan sesudah kasus naiknya SST, dan prevalensi pemutihan karang di tiap genus dan Life Form serta parameter kualitas air. Pengambilan data dilakukan pada 2 lokasi di 2 stasiun, di Pantai Mengiat dan Samuh. Metode yang digunakan yakni metode transek sabuk (belt transect), dan Point Intercept Transect (PIT). Pengambilan data parameter kualitas air dilakukan secara in situ dengan menggunakan TDS meter, turbidity meter, sechii disk,dan pH meter. Hasil menunjukkan, persentase karang yang memutih di Pantai Mengiat sebesar 66%, Pantai Samuh sebesar 25%. Tutupan karang keras di Pantai Mengiat yang pada awalnya 23,4% menurun drastis menjadi 11,8%, sedangkan untuk Pantai Samuh yang semula mencapai 29,7%, menjadi 27,5%. Karang yang tidak mengalami pemutihan yakni Symphillia sp. dan Favia sp. Life Form yang paling sedikit mengalami pemutihan adalah karang yang berbentuk massive yakni sebesar 37,7%. | The impact of sea surface temperature (SST) rising is a case of coral bleaching. The cause of the coral bleaching is the loss of the zooxanthella which provide color on the coral. Nusa Dua, Bali is one of the hotspot area in Indonesia, so it is important to know the impact of a significant SST increase in the area. The purpose of this research was to determine the impact of the increase in SST, live hard coral cover ratio before and after the rising cases of SST, and the prevalence of coral bleaching in each genus and life form and also water quality parameters. Data were collected at two locations in two stations, in Mengiat and Samuh waters. Methods used i.e belt transect , and Point Intercept Transect (PIT). Water quality parameter data retrieval performed in situ using a TDS meter, turbidity meter, sechii disk, and a pH meter. Results showed that the percentage of bleached coral in Mengiat waters by 66%, Samuh by 25%. Hard coral cover in Mengiat waters initially plummeted 23.4% to 11.8%, while for the Samuh originally reached 29.7%, to 27.5%. Coral bleaching that are not experiencing the Symphillia sp. and Favia sp. Stylophora coral sp. 87.5% bleached. Life Form the least experienced coral bleaching is a massive shape which is equal to 37.7%. | |
| 6270 | 12690 | G1B011016 | STUDI TINGKAT KEBERHASILAN BANK SAMPAH GRENDENG DAN BANK SAMPAH JALI KOBER | Bertambahnya jumlah sampah di suatu daerah dapat berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan dan beberapa penyakit yang diakibatkan oleh pengelolaan sampah yang buruk. Salah satu pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang sedang berkembang, yaitu bank sampah yang menggunakan prinsip 3R (Reduce, Reuse,dan Recycle). Bank Sampah Grendeng merupakan salah satu bank sampah yang didirikan karena adanya dorongan dari pihak institusi sedangkan Bank Sampah Jali Kober didirikan atas kesadaran masyarakat sekitar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat keberhasilan Bank Sampah Grendeng dengan Bank Sampah Jali Kober. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif sampel dalam penelitian ini adalah nasabah bank sampah menggunakan teknik proposional random sampling didapatkan sampel 35 nasabah Bank Sampah Grendeng dan 20 nasabah Bank Sampah Jali Kober serta pengurus bank sampah menggunakan total sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara dan observasi. Teknik kuesioner diuji dengan menggunakan teknik uji validitas dan realibilitas untuk mengukur instrumen yang digunakan pada penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah menghitung persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan Bank Sampah Jali Kober mempunyai nilai persentase yang lebih tinggi (69,42%) dibandingkan dengan tingkat keberhasilan Bank Sampah Grendeng (49,21%). Bank Sampah Jali Kober yang didirikan berdasarkan kesadaran masyarakat lebih berhasil dibandingkan dengan Bank Sampah Grendeng yang didirikan berdasarkan dorongan dari pihak luar. | Increasing the amount of trashin an area could potentially cause environmental pollution and some diseases caused by poor waste management. One based community waste management is growing, waste bank that uses the principle of the 3Rs (Reduce, Reuse, and Recycle). Grendeng Trash Bank is one of the trash bank established because of the encouragement of the institution, but Jali Kober Trash Bank founded on the awareness of the surrounding community. The purpose of this study was to determine the level of success GrendengTrashBank With Jali KoberTrashBank. This research uses descriptive quantitative approach samples in this study is trash bank customers using proportional random sampling technique obtained 35 samples of Grendeng Trash Bank customers, 20 customers and Jali Kober Trash Bank management using total sampling. The data collection techniques using interviews and observation. Mechanical questionnaire was tested by using validity and reliability techniques for measuring instruments used in the study. Data analysis technique used is to calculate the percentage. The results showed that the success rate of the Trash Bank Jali Kober has a value higher percentage (69.42%) compared with a success rate Grendeng Trash Bank (49.21%). Jali Kober Trash Bank established under public awareness more successful than Grendeng Trash Bank established under the impetus of outsiders. | |
| 6271 | 16094 | C1K012033 | PRE AND POST MERGER AND ACQUISITION ANALYSIS ON THE FINANCIAL PERFORMANCE OF COMPANY FOR THE YEARS 2010-2015 | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan kinerja keuangan perusahaan sebelum dan sesudah merger dan akuisisi. Penelitian ini dilakukan selama periode 2010 sampai 2015. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan metode purposive sampling dengan kriteria tertentu yang dapat memberikan informasi yang maksimal. Dengan menggunakan purposive sampling, diperoleh delapan sampel perusahaan. Metode analisis yang digunakan adalah menggunakan rasio keuangan: : current ratio, total asset turnover, debt-equity ratio, earnings pershare, return on investment dan paired t-test untuk mengguji hipotesis. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu: 1) Ada perbedaan yang signifikan current ratio sebelum dan sesudah merger dan akuisisi pada perusahaan manufaktur di Indonesia 2) Tidak ada perbedaan yang signifikan total asset turnover sebelum dan sesudah merger dan akuisisi pada perusahaan manufaktur di Indonesia 3) Tidak ada perbedaan yang signifikan debt-equity sebelum dan sesudah merger dan akuisisi pada perusahaan manufaktur di Indonesia 4) Tidak ada perbedaan yang signifikan earnings pershare sebelum dan sesudah merger dan akuisisi pada perusahaan manufaktur di Indonesia, 5) Tidak ada perbedaan yang signifikan return on investment sebelum dan sesudah merger dan akuisisi pada perusahaan manufaktur di Indonesia. | This study aims to analyze the differences in financial performance of company pre and post mergers and acquisitions. This research was conducted during the period of 2010 until 2015. The sample in this study was determined by purposive sampling method with certain criteria that can provide maximum information. By using the purposive sampling, the research used eight companies as samples. Analytical methods used financial ratios: current ratio, total asset turnover, debt-equity ratio, earnings pershare, return on investment and paired sample t test to test the hypothesis. The conclusions were as follows: 1) There is a significant difference between the current ratio pre and post merger and acquisition of manufacturing companies in Indonesia, 2) There is not a significant difference between the total assets turn over pre and post merger and acquisition of manufacturing companies in Indonesia, 3) There is not a significant difference between the debt to equity ratio pre and post merger and acquisition of manufacturing companies in Indonesia, 4) There is not a significant difference between the earning per share pre and post merger and acquisition of manufacturing companies in Indonesia, 5) There is a not significant difference between the return on investment pre and post merger and acquisition of manufacturing companies in Indonesia | |
| 6272 | 16095 | H1H012030 | PENGARUH JUMLAH PEMBERIAN PAKAN TERHADAP AKTIVITAS PROTEASE (Trypsin-like) DAN AMILASE PADA IKAN LUNJAR PADI (Rasbora lateristriata) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas enzim digesti yang berperan dalam proses pencernaan antara lain protease (trypsin-like) dan amilase, pada ikan Lunjar padi (Rasbora lateristriata) yang diberi pakan dengan jumlah berbeda. Sebanyak 280 ekor ikan lunjar padi dengan metode ekperimental menggunakan rangkaian acak lengkap (RAL), empat perlakuan jumlah pemberian pakan 1% (P1), 3% (P2), 5% (P3), dan 7% (P4) dari berat tubuh ikan dan ulangan individu. Pakan diberikan sebanyak dua kali setiap hari dan masa pemeliharaan selama 30 hari. Konsumsi protein pada setiap perlakuan 1%, 3%, 5%, dan 7% setara dengan 5,06g; 16,28g; 34,44g; dan 42,61, sedangkan konsumsi karbohidrat pada setiap perlakuan setara dengan 0,43g; 1,40g; 2,97g; dan 3,68g. Hasil penelitian ini menunjukkan aktivitas spesifik enzim protease (trypsin-like) 40,36-57,35 U/mg protein dan aktivitas spesifik enzim amilase 9,27-14,62 U/mg protein. Hasil pertumbuhan mutlak 0,35-0,51 g, pertumbuhan spesifik 1,31-1,86 %/hari, sintasan 99,65-100 %. Parameter kualitas air antara lain suhu (25-290C), pH (6-7), oksigen terlarut (5,0-6,8 ppm). Hasil penelitan menunjukkan tidak berbeda nyata (P>0,5) antar perlakuan. Kesimpulan, aktivitas enzim digesti tidak dipengaruhi jumlah pemberian pakan sampai pada tingkat 7 %, pemberian pakan 1% dari berat tubuh ikan sudah cukup untuk kebutuhan ikan Lunjar padi. | The aim of this research is to find out the activity of enzyme digestion which have role in digestion proces,s such as protease (trypsin-like) and amylase on lunjar padi fish (Rasbora lateristriata) with the different amount of food given. There are 280 lunjar padi fishes with experimental method using Completely Randomized Design (RAL/Rangkaian Acak Lengkap), in which four diffrent treatments amount of fish feeding 1% (P1), 3% (P2), 5% (P3), and 7% (P4) from fish total mass and individual repetition. Food was given twice a day on 30 days cultivation. Protein consumption on each treatment was 1%, 3%, 5%, and 7% equivalent to 5.06 g; 16.28 g; 34.44 g; and 42.61 g, while carbohydrate consumption was equivalent to 0,43 g; 1,40 g; 2,97g; 3,68g. The result of this research showed that the specific activity of protease enzyme (trypsin-like) was 40,36 to 57,35 U/mg protein, and the specific activity of amylase enzyme was 9,27 to 14,62 U/mg protein. Absolute growth rate result is 0,35 to 0,51 g, specific growth rate was 1,31 to1,86% per days, and survival rate was 99.65 to 100%. Water quality parameters rate was temperature (25-29°C), pH (6-7), and dissolved oxygen (5.0 to 6.8 ppm). Result of research shows obviously not significant distinction (P>0.5) for each subjec between treatments. Conclusion is the activity of digestion enzymes are not influenced by the amount of fish feeding reaching the stage of 7% level, fish feeding 1% of fish total mass is enough for Lunjar padi (Rasbora lateristriata) needs. | |
| 6273 | 16093 | G1B012031 | PENGARUH PEMBERIAN LATIHAN PEREGANGAN (CORE STABILITATION) TERHADAP PENURUNAN LOW BACK PAIN PADA PEKERJA BATIK TULIS DI DESA PAPRINGAN KECAMATAN BANYUMAS | Low back pain (LBP) adalah nyeri yang berasal dari tulang belakang, otot, saraf atau struktur lain. LBP dapat terjadi karena aktivitas tubuh yang kurang baik. Terapi latihan menjadi komponen utama penanganan nyeri punggung bawah dari segi pemulihan kelemahan otot. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian latihan core stability terhadap penurunan keluhan nyeri pada pekerja batik di Desa Papringan kecamatan Banyumas. Penelitian ini dilakukan mengggunakan Quasi Experiment pendekatan teknik non equivalen control group design (pre -post test). Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling berjumlah 17 pembatik pada kelompok perlakuan dan 20 pembatik pada kelompok kontrol. Analisis data menggunakan uji Friedman pada kelompok perlakuan dan uji Repeated Annova pada kelompok kontrol. Analisis uji beda antara kelompok perlakuan dan kontrol menggunakan uji Mann Whitney. Hasil uji Friedman kelompok perlakuan didapatkan p-value=0,000(p<0,05) berarti terdapat pengaruh pemberian latihan terhadap penurunan keluhan nyeri. Hasil uji Repeated Annova kelompok kontrol didapatkan p-value=0,234(p>0,05), artinya tidak terdapat perbedaan keluhan nyeri pada kelompok kontrol. Hasil uji Mann Whitney didapatkan p-value=0,000(p<0,05), berarti terdapat perbedaan keluhan nyeri pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol setelah dilakukan latihan peregangan. Ada pengaruh pemberian latihan peregangan (core stability) terhadap penurunan keluhan low back pain pada pekerja batik tulis di Desa Papringan kecamatan Banyumas | Low back pain ( LBP ) is the painful sense it cause of spinal column, muscle, nerve, or another body structure. LBP can suffer a relapse because activity of the body being less good. Rehearsal therapy is become the prime component to handle low back pain according to the aspect of muscle recovery. The research purpose is to find out the effect of core stability therapy which concern to lowering painful complaint of batik artisants in Papringan village Banyumas subsdistrict. This research is using Quasi Experiment technique phenomenological non equivalen control group design (pre -post test). Sample taking is using purposive sampling technique with total 17 batik artisants in treatment group and 20 batik artisants in control group. Data analysis use Friedman experiment for treatment group and Repeated Annova experiment for control group. Experiment analysis is different between treatment group and control group with using Mann Whitney experiment. The result of Friedman experiment in treatment group shows that p-value=0,000(p<0,05), it means the therapy those given is effective to lowering painful complaint. The result of Repeated Annova experiment in control group shows that p-value=0,234(p>0,05), it means the painful complaint seems not different in control group. The result of Mann Whitney experiment shows that p-value=0,000(p<0,05) it means there are differences between painful complaint in treatment group and control group after doing core stability. There is the effect by giving core stability therapy which concern to lowering the complaint of low back pain for batik artisants in Papringan village Banyumas subdistrict. | |
| 6274 | 15536 | C1G014043 | PERBEDAAN KARAKTERISTIK WAJIB PAJAK MENGENAI PERSEPSI ETIS PENGGELAPAN PAJAK | Penelitian ini menguji perbedaan karakteristik wajib pajak mengenai persepsi etis penggelapan pajak. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data melalui kuesioner kepada wajib pajak. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah, untuk memperoleh bukti empiris karakteristik wajib pajak yang cenderung melakukan penggelapan pajak. Karakteristik wajib pajak meliputi gender, umur, tingkat pendidikan, penghasilan, risiko, jenis pekerjaan, jabatan, dan agama. Metode pengujian hasil data adalah metode kuantitatif dengan pengujian Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan jenis pekerjaan, jabatan, dan agama berpengaruh signifikan terhadap persepsi etis penggelapan pajak. Implikasi penelitian ini adalah metode pemilihan sampel untuk masalah penelitian serupa dan kebijakan serta penelitian selanjutnya terkait external locus penggelapan pajak. | . | |
| 6275 | 16096 | B1J012015 | KADAR PROTEIN DAN ALBUMIN SERUM IKAN SIDAT (Anguilla bicolor McClelland) YANG DIPELIHARA PADA SALINITAS BERBEDA | Ikan sidat (Anguilla bicolor McClelland) merupakan ikan katadromus, yaitu ikan yang hidup pada dua habitat selama fase kehidupannya. Ikan tersebut akan bermigrasi dari perairan tawar ke perairan laut untuk memijah, dengan demikian perubahan salinitas akan mempengaruhi proses fisiologi sehingga ikan sidat harus melakukan osmoregulasi untuk mengatur konsenstrasi osmotik tubuhnya. Osmoregulasi berkaitan dengan perubahan fisiologis yang akan mempengaruhi komposisi tubuh, seperti kadar protein dan albumin serum yang terdapat dalam darah. Perubahan serum darah dapat ditentukan dari jumlah protein serum total dan komponennya sehingga dapat diketahui kondisi fisiologis ikan. Peningkatan atau penurunan protein darah total, globulin dan albumin memiliki relevansi klinis pada ikan. Namun demikian kajian yang terkait dengan perubahan protein serum pada ikan sidat belum dikaji. Oleh karena itu kajian tentang hal ini terkait dengan perubahan salinitas media hidup perlu untuk dilakukan. Permasalahan yang muncul adalah apakah pada salinitas media yang berbeda akan terjadi perubahan serum darah pada ikan sidat yang dihitung dari kadar protein dan albumin serumnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perubahan kadar protein dan albumin serum ikan sidat yang dipelihara pada salinitas berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Racangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini terdiri atas tiga perlakuan berupa ikan sidat yang dipelihara pada salinitas yang berbeda yaitu 4 ppt (kontrol) dilakukan 6 kali ulangan, kemudian 15 ppt dan 30 ppt dilakukan 5 kali ulangan. Parameter yang diukur pada penelitian ini berupa kadar protein dan albumin serum ikan sidat yang dipelihara pada salinitas berbeda. Hasil pengukuran yang berupa kadar protein dan albumin serum ikan sidat dianalisis dengan ANOVA, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein serum ikan sidat menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan di antara salinitas media yang diuji (P<0,05) dan kadar protein tertinggi dijumpai pada salinitas 30 ppt mencapai 4,41 g/dl, sedangkan pada salinitas 15 ppt memiliki kadar protein yang terendah mencapai 3,41 g/dl. Pengaruh media pemeliharaan dengan salinitas berbeda terhadap kadar albumin serum tidak terdapat perbedaan yang signifikan (P>0,05), kadar albumin serum tertinggi dijumpai pada salinitas 15 ppt mencapai 1,36 g/dl, sedangkan kadar albumin serum terendah berada pada salinitas 30 ppt yaitu sebesar 1,07 g/dl. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kadar protein serum ikan sidat menunjukkan adanya perubahan pada salinitas media yang diuji, kadar protein pada salinitas 15 ppt berpengaruh beda nyata dengan salinitas lainnya (P<0,05). Sedangkan Kadar albumin serum tidak memberikan perubahan di media pemeliharaan dengan salinitas yang berbeda. | Eel (Anguilla bicolor McClelland) is catadromous, which live in two habitat during its phases of life. The fish will migrate from freshwater to sea waters to spawn, thus changes in salinity will affect the physiological processes that eels should do osmoregulation to regulate concentrations of osmotic bodies. Osmoregulation is an animal mechanism in regulating the osmotic concentration of the body to changes in environmental salinity. Osmoregulation associated with the physiological changes that will affect the body composition, such as protein and serum albumin levels that found in the blood. Changes in blood serum can be determined from the amount of total serum protein and components that can be known physiological condition of the fish. An increase or decrease in total blood protein, globulin and albumin have clinical relevance in fish. However, studies related to serum protein changes in the eel has not been studied yet. Therefore, the study of it is associated with changes in the salinity of the growth medium is necessary to do. Issues that arises is whether the media of different salinity changes will occur in the blood serum of eel calculated from the levels of the protein and serum albumin. The purpose of this study was to determine changes in levels of protein and serum albumin of eels were breeded on media of different salinities breeding media.The method used in this study is an experimental method with Randomized Complete Design. The study consisted of three treatments in the form of breeding media with different salinity which are 4 ppt (control) performed 6 repetitions, then 15 ppt and 30 ppt performed five repetitions The parameters measured in this study are the protein levels and serum albumin of eel that breeded at different salinities. The observations in the form of protein and albumin serum levels of eels analyzed by ANOVA, continued with Least Significant Difference test (LSD) at 95% confidence level. The results showed that serum protein levels eels showed a significant difference between the growth medium’s salinity (P <0.05) and the highest protein levels was found in the salinity of 30 ppt reached 4.41 g / dl, whereas at 15 ppt salinity levels reaching its lowest proteins 3.41 g / dl. Effect of growth medium with different salinity against serum albumin there was no significant difference (P> 0.05), the highest serum albumin levels found in the salinity of 15 ppt reached 1.36 g / dl, while the lowest serum albumin levels were at a salinity of 30 ppt reached 1.07 g / dl. It can be concluded that the eel serum protein levels indicate a change in salinity media, the levels of the protein at a salinity of 15 ppt affects difference with the other salinities (P <0.05). While the levels of serum albumin does not give change in breeding media with different salinity. | |
| 6276 | 15534 | G1B012051 | Pengaruh Neck Exercise Terhadap Musculocervical Disorders Pada Pekerja Batik Tulis di Kecamatan Sokaraja | Pekerjaan dalam posisi kerja statis, seperti pekerja batik, serta gaya dan fleksi leher yang statis dalam posisi duduk berhubungan dengan kejadian musculocervical disorders. Exercise dapat menjadi salah satu strategi untuk mengatasi keluhan nyeri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh neck exercise terhadap musculocervical disorders pada pekerja batik tulis di Kecamatan Sokaraja. Penelitian quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest design with control group. Teknik sampling menggunakan Purposive Sampling. Sampel penelitian adalah pekerja batik tulis sebanyak 17 orang kelompok perlakuan dan 17 orang kelompok kontrol yang telah memenuhi kriteria inklusi. Analisis data menggunakan uji Friedman pada kelompok perlakuan dan uji Repeated Anova pada kelompok kontrol. Analisis data antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol menggunakan uji t tidak berpasangan pada data yang berdistribusi normal dan uji Mann-Whitney pada data yang berdistribusi tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh neck exercise terhadap musculocervical disorders pada kelompok perlakuan setelah 10 hari latihan (p = 0,000), tidak terdapat pengaruh pada kelompok kontrol (p = 0,090). Terdapat perbedaan keluhan musculocervical disorders antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p = 0,000). Simpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh neck exercise terhadap musculocervical disorders. Ada perbedaan musculocervical disorders antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. | Working in a static position with static neck style and flexion in a sitting position related with the incident of musculocervical disorders, such as batik worker. Exercise is one of a strategy to settle the pain. This research purpose is to find out the influence of neck exercise toward musculocervical disorders of handmade batik worker at Sokaraja Subdistrict. This research was a quasi experiment with a pretest-posttest design with control group. The sampling technique was purposive sampling. This research samples were handmade batik workers with 17 people in a treatment group and 17 people in a control group whom fulfill the inclusion criteria. Data analysis used Friedman test in a treatment group and Repeated Anova test in a control group. Data analysis between treatment group and control group used unpaired T test in a normal distributed data and Mann-Whitney test in an abnormal distributed data. The result of the research showed that many influences of neck exercise toward musculocervical disorders in a treatment group after 10 days exercising (p = 0,000), no influence in a control group (p = 0,090). There are different complaints of musculocervical disorders between treatment group and control group (p = 0,000). The conclusion, there are influences of neck exercise toward musculocervical disorders. There are differences of musculocervical disorders between treatment group and control group. | |
| 6277 | 16097 | F1B010066 | IMPLEMENTASI PROGRAM JAMINAN SOSIAL BIDANG KESEHATAN DI RSUD PROF DR MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Program BPJS sebagai kebijakan dari Pemerintah Indonesia merupakan kebijakan yang harus diterapkan disetiap daerah di seluruh Indonesia, termasuk kota Purwokerto untuk meningkatkan pembangunan kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia. BPJS merupakan jaminan kesehatan yang diselenggarakan oleh pemerintah yang terbagi dalam BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) dan BPJS NON-PBI (tidak menerima bantuan iuran). Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan Implementasi Program Jaminan Sosial Bidang Kesehatan di RSUD PROF. DR. Margono Soekarjo Purwokerto dalam pembangunan kesehatan masyarakat, menjelaskan mengenai bagaimana pelaksanaan program BPJS di RSUD PROF. DR. Margono Soekarjo Purwokerto. Lokasi penelitian di lakukan di RSUD PROF. DR. Margono Soekarjo Purwokerto. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dan teknik snowball sampling. Untuk memperoleh data penelitian menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukan implementasi program jaminan sosial bidang kesehatan BPJS di RSUD PROF. DR. Margono Soekarjo Purwokerto sudah berjalan dengan baik, hal tersebut dapat dilihat dari komunikasi yang sudah berjalan dengan baik antara pihak pemberi pelayanan dengan pasien, sumber daya manusia yang memadai, karakterisitik yang dimiliki pihak pelaksanan pelayanan kesehatan sudah baik dan konsisten, dan struktur organisasi yang sudah tertata dengan baik. | BPJS program is seen as a policy of Indonesian Goverment that should be applied in each area troughout Indonesia, including Purwokerto to establish the social health.BPJS is health insurance that is provided by the government and divided into BPJS PBI (Beneficiary Contribution) and BPJS NON-PBI (not receiving tuition assistance). The purpose of this research is to comprehend and to describe the Implementation of Social Security Program of Health Sector in Prof. Dr. Margono Soekarjo in Purwokerto as the effort of social health establishment, explain about how the implementation of BPJS program in Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital. The location of the research done at RSUD PROF.DR. Margono Soekarjo Purwokerto. This type of research is Qualitative Research Model by using descriptive analysis. The selection of purposive sampling and snowball sampling. Technique using informants and to obtain research data using interviews, observation and documentation. While the data analysis techniques using interactive analysis model is. The results showed the implementation of social security programs in the health field hospitals BPJS PROF . DR . Margono Soekarjo Purwokerto has been running well , it can be seen from the communication that has been going well between other service providers with patients , human resources adequate , characteristic that owned the conduct of health services has been good and consistent , and organizational structures that have been arranged well. | |
| 6278 | 16128 | H1G012016 | STRATEGI PENGELOLAAN SATWA LUMBA-LUMBA HIDUNG BOTOL (Tursiops sp.) SEBAGAI UPAYA KONSERVASI DI TAMAN SAFARI INDONESIA – BATANG DOLPHINS CENTER | Populasi lumba-lumba hidung botol (Tursiops sp.) mengalami penurunan akibat aktivitas penangkapan oleh nelayan. Penurunan populasi ini menjadikan lumba-lumba hidung botol sebagai jenis mamalia laut yang dilindungi berdasarkan UU No. 5 Tahun 1990. Upaya pelestarian mamalia laut ini dapat dilakukan dengan cara konservasi ex-situ. Konservasi ex-situ dilakukan dengan membangun kolam penangkaran seperti yang dilakukan oleh Lembaga Konservasi Batang Dolphins Center (BDC). BDC merupakan unit Taman Safari Indonesia yang didirikan untuk tujuan pelestarian lumba-lumba. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi yang digunakan dalam mengelola kolam penangkaran dan satwa lumba-lumba hidung botol di BDC. Pengambilan sampel menggunakan metode survei dan dilakukan dengan cara observasi, wawancara serta dokumentasi. Data dianalisis menggunakan time series dan deskriptif – komparatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi dalam mengelola kolam penangkaran dilihat dari 2 aspek yaitu aspek sistem sirkulasi air dan aspek parameter air, sedangkan strategi dalam mengelola satwa lumba-lumba hidung botol terbagi menjadi 3 tahap yaitu karantina, pemeliharaan dan pelepasan atau perkembangbiakan. Ada 3 hal yang harus diperhatikan dalam mengkonservasi satwa lumba-lumba hidung botol, yaitu manajemen kualitas air, manajemen pakan dan manajemen kesehatan. | The population of bottlenose dolphin (Tursiops sp.) have declined because of fishing activities by fishermen. Therefore, bottlenose dolphin protected by the government with UU No. 5 of 1990. The conservation of marine mammals performed with ex-situ conservation. Ex-situ conservation can be done by building a breeding pond as performed by Batang Dolphins Center (BDC). BDC is a unit Taman Safari Indonesia which established for the purpose of conservation of dolphins. Aims to know managing strategy an animal captivity pond and bottlenose dolphins at BDC. Sampling method were use direct survey by observation, interview and documentation. Data were analyzed using qualitatively based on the model of Miles and Huberman, time series analysis and descriptive – comparative . Results showed the strategy in managing the breeding pond viewed from two aspects are water circulation system and water parameters, while strategies to manage wildlife bottlenose dolphin is divided into 3 stages are quarantine, maintenance and release or breeding. Three things that must be considered in bottlenose dolphin conservation are water quality management, feed management and health management. | |
| 6279 | 16098 | G1B012089 | EFEKTIVITAS PELATIHAN SAFETY BEHAVIOR GUNA MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KADER KESEHATAN DI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS | Kecelakaan kerja merupakan masalah keselamatan dan kesehatan kerja. Safety behavior dapat meningkatkan keselamatan, produktivitas, menurunkan kecelakaan kerja dan menyejahterakan pekerja. Pelatihan kader dapat membantu pekerja di sektor informal dalam memberikan informasi yang berwawasan kesehatan tentang penerapan safety behavior. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan safety behavior guna meningkatkan pengetahuan dan sikap kader kesehatan. Penelitian quasi experiment dengan rancangan nonequivalent control group design. Jumlah sampel penelitian ini masing-masing 50 kader kesehatan, baik kelompok perlakuan maupun kelompok kontrol, dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian adalah angket. Analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan pada pre test antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p<0,05), tidak ada perbedaan sikap pada pre test antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p>0,05), tidak ada perbedaan baik pengetahuan maupun sikap sebelum dan sesudah pada kelompok perlakuan (p>0,05), tidak ada perbedaan baik pengetahuan maupun sikap pada pre test dan post test kelompok kontrol (p>0,05), ada perbedaan pengetahuan pada post test antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p>0,05), tidak ada perbedaan sikap pada post test antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p>0,05). Simpulan penelitian ini adalah pelatihan safety behavior efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap kader kesehatan. | Workplace accident is an issue of occupational safety and health. Safety behavior improves safety, productivity, and welfare of worker while decreasing workplace accidents. The training of cadres help workers in the informal sector in providing health oriented information on the implementation of safety behavior. This research aims to determine the effectiveness of safety behavior training to improve the knowledge and attitude of health cadres. Quasi experiment research design with nonequivalent control group design. Total samples of this study are 50 health cadres divided into the exprimental group and the control group using purposive sampling techniques. The research instrument is a questionnaire. Analysis of data uses statistical test of Wilcoxon and Mann Whitney. The results shows that there are differences of knowledge in pretest between experimental and control group (p<0,05), no attitude difference in pre test between experimental and control group (p>0,05), no difference in both knowledge and attitude towards experimental group before and after training (p>0,05), no difference in both knowledge and attitudes on the pre test dan post test control group (p>0,05), there are differences of knowledge in post test towards experimental group and control group (p>0,05), there is no difference of attitude in post test between experimental and control groups (p>0,05). Conclusion of the research is training of safety behavior improves knowledge and attitude of health cadres effectively. | |
| 6280 | 16108 | C1K012041 | THE INFLUENCE OF PERCEIVED EASE OF USE, PERCEIVED USEFULNESS, SATISFACTION, PERCEIVED ENJOYMENT, TRUST AND PRIVACY TOWARD ONLINE REPURCHASE INTENTION (Study on consumer Er-en shop) | Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor kunci untuk mengidentifikasi kecenderungan individu melakukan pembelian kembali secara online. Responden merupakan konsumen dari Er-en shop. 177 responden mengisi kuesioner yang diberikan. Analisis data menggunakan analisi regresi berganda untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa persepsi kemudahan, manfaat yang dirasakan, kepuasan, kesenangan yang dirasakan, kepercayaan dan privasi memiliki pengaruh positif terhadap niatan pembelian kembali pada penjualan online. | The purpose of this study is to analyze the key factors to identify the intention of individuals to repurchasing at online shop. Respondents are consumers of Er-en Shop who make repurchased. 177 respondents completed questionnaires were given. Data analysis using multiple regression analysis to determine the relationship between variables. The results of this research are that the perceived ease of use, perceived usefulness, satisfaction, perceived enjoyment, trust and privacy has a positive influence toward repurchase intention on selling online. |