Artikelilmiahs
Menampilkan 6.241-6.260 dari 48.852 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 6241 | 15396 | P2PA14002 | DAMPAK TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) SAMPAH TRITIHLOR JERUKLEGI TERR\HADAP KUALITAS AIR SUMUR DAN KESEJAHTERAAN PEMULUNG | RINGKASAN SRI MURNIYATI, Program Studi Ilmu Lingkungan, Program Pasca Sarjana, Universitas Jenderal Sudirman; Dampak Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tritih Lor Jeruk Legi Kabupaten Cilacap Terhadap Kualitas Air Sumur dan Kesejahteraan Pemulung; Pembimbing I, Prof. Imam Santosa, M.Si; Pembimbing II, Dr. Ir. H. Achmad Iqbal, M.Si. Pemerintah Kabupaten Cilacap mengupayakan pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah Tritih Lor Jeruklegi secara controlled landfill. Kondisi di lapangan menunjukkan pengelolaan dengan sistem tersebut tidak dilakukan secara konsisten, sehingga cenderung kembali pada sistem open dumping. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan TPA terhadap kualitas air sumur di sekitar TPA dan kesejahteraan pemulung serta hubungan kualitas air sumur dan kesejahteraan pemulung Air lindi yang merembes ke dalam tanah berpotensi menurunkan kualitas air sumur di pemukiman sekitar TPA. Potensi sampah TPA yang masih mempunyai nilai ekonomi menjadi sumber pendapatan pemulung yang bekerja di TPA. Sebagian besar pemulung tinggal di sekitar TPA dan menggunakan air sumur untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pendapatan, kesehatan dan kesadaran pemulung dalam mengelola lingkungan menjadi indikator kesejahteraan pemulung dalam penelitian ini.. Penelitian dilakukan dengan metode survei dan dilakukan pada musim penghujan pada bulan April 2016 . Pengambilan sampel air sumur dilakukan dengan metode purposive sampling pada 6 stasiun yang meliputi stasiun 1 sumur pantau di kawasan inti TPA, stasiun 2 dan 3 sumur gali di subzona penyangga dan stasiun 4,5,6 sumur gali di subzona budidaya terbatas. Variabel kualitas air sumur yaitu parameter fisika (bau, warna, rasa, kekeruhan dan suhu), parameter kimia (pH, BOD, nitrat dan cadmium), parameter mikrobiologi (total Coliform). Pengambilan sampel kesejahteraan masyarakat menggunakan metode simple random sampling dilakukan pada pemulung yang bekerja di TPA menggunakan air sumur di sekitar TPA. Status kualitas air sumur yang digunakan oleh pemulung disekitar TPA semua pada kondisi tercemar berat, dengan nilai pencemaran berkisar antara (-)78 s/d (-)48 yang berdampak pada kesehatan pemulung ditunjukkan dengan tingkatan kesehatan yang kurang baik (rendah) dengan indeks nilai rata-rata 2,53. TPA Tritih Lor Jeruklegi memberikan dampak positif secara ekonomi bagi pemulung ditunjukkan dengan pendapatan pemulung rata-rata Rp 1.800.000,-/bulan dengan tingkatan pendapatan yang cukup baik dengan indek nilai rata-rata 2,77. Kesadaran mengelola lingkungan yang cukup baik menjadi faktor pendukung pemulung memiliki tingkat kesehatan yang cukup baik pula. Kata Kunci : TPA, kualitas air sumur, pemulung, kesejahteraan. | SUMMARY SRI MURNIYATI, Environmental Science Study Program, Post Graduate Program, Jenderal Soedirman; Impact of final processing places (TPA) Tritih Lor Jeruklegi Cilacap on the Quality of Water Well and Welfare Scavengers; Supervisor I, Prof. Imam Santosa, M.Si; Supervisor II, Dr. Ir. H. Achmad Iqbal, M.Sc. The government of Cilacap is now in effort to manage the waste at waste final processing area (TPA) of Tritih Lor Jeruklegi using controlled landfill system. In actual, that system is not working consistently.The condition tends to return to the open dumping system. The purpose of this study is to determine the effect of the presence of the landfill to the quality of water wells around the landfill and scavengers welfare and well water quality relationships and well-being scavengers Leachate seeping into the ground could potentially degrade the quality of well water in the settlements around the landfill. Potential landfill waste that may have economic value into an income source scavenger who works at the landfill. Most scavengers live around the landfill and use well water to meet the needs of everyday life. Income, health and environmental consciousness become scavengers in managing welfare indicators in this research. The research was conducted by survey and conducted in the rainy season on April 2016. Well water sampling conducted by purposive sampling method on six stations covering the first station monitoring wells in the core area of the landfill, stations 2 and 3 wells in subzona buffer and 4,5,6 station dug wells in subzona limited cultivation. Variable quality of well water that physical parameters (odor, color, taste, turbidity and temperature), chemical parameters (pH, BOD, nitrate and cadmium), microbiological parameters (total coliform). Sampling welfare of the community using simple random sampling method performed on a scavenger who works at the landfill using wells water around the landfill. The quality of well water used by scavengers around the landfill is all in heavily polluted with pollution value ranging betwen (-) 78 to (-) 48, conditions impacting on the health of scavengers which is not good (low level) with average index in 2.53.On the other hand,the presence of TPA Tritih Lor Jeruklegi gives a positive impact economically for scavengers indicated by scavengers average income in Rp.1.800.000/month, with status which is quite good and average index in 2,77. Therefore, environmental awareness which well managed will be a contributing factor for scavengers to have pretty good health level. Keyword : Waste final processing area (TPA), well water quality, scavengers, welfare. | |
| 6242 | 16061 | P2EA14036 | EFEKTIVITAS PERMENKES NO. 71 TAHUN 2013 TERHADAP PELAYANAN OBAT PESERTA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL KESEHATAN (Studi di Puskesmas Kabupaten Ciamis) | Penelitian ini bertujuan menganalisa Efektivitas Permenkes Nomor 71 Tahun 2013 terhadap pelayanan obat peserta BPJS Kesehatan di Puskesmas Kabupaten Ciamis dan menganalisa penghambat pelaksanaan Permenkes Nomor 71 Tahun 2013 terhadap pelayanan obat peserta BPJS Kesehatan di Puskesmas Kabupaten Ciamis. Penelitian hukum yang akan dilakukan adalah tipe kajian sosiologis. Sumber data meliputi data primer yang dalam penelitian ini berupa pendapat langsung dari responden dalam hal ini meliputi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, 6 (enam) Puskesmas di Kabupaten Ciamis, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Kabupaten Ciamis, dan Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan, sedangkan sumber data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, literatur dan dokumen resmi yang berkaitan dengan pokok permasalahannya. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Permenkes Nomor 71 Tahun 2013 Tentang Pelayanan Kesehatan terhadap Pelayanan Obat di Puskesmas Kabupaten Ciamis belum efektif, karena dilihat dari tingkat ukuran ketaatan suatu aturan perundang-undangan, terlihat subjek hukum yaitu puskesmas di Kabupaten Ciamis dari 6 (enam) puskesmas terdapat 2 (dua) puskesmas yang taat melaksanakan peraturan tersebut, namun ada 4 (empat) puskesmas yang tidak taat dalam melaksanakan peraturan tersebut, sehingga tujuan dari Permenkes Nomor 71 Tahun 2015 yaitu peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan itu tidak tercapai. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Permenkes Nomor 71 Tahun 2013 Tentang Pelayanan Kesehatan terhadap Pelayanan Obat di Puskesmas Kabupaten Ciamis belum efektif, karena dilihat dari tingkat ukuran ketaatan suatu aturan perundang-undangan, terlihat subjek hukum yaitu puskesmas di Kabupaten Ciamis dari 6 (enam) puskesmas terdapat 2 (dua) puskesmas yang taat melaksanakan peraturan tersebut, namun ada 4 (empat) puskesmas yang tidak taat dalam melaksanakan peraturan tersebut, sehingga tujuan dari Permenkes Nomor 71 Tahun 2015 yaitu peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan itu tidak tercapai. Faktor – factor penghambat pelaksanaan Permenkes Nomor 71 Tahun 2013 terhadap pelayanan obat peserta BPJS Kesehatan di Puskesmas Kabupaten Ciamis, antara lain aturan atau hukumnya sendiri berbenturan dengan berbagai profesi kesehatan, kekosongan obat di pabrik industri obat tersebut, sumber daya manusia yang terlihat dari pendidikan yang kurang pembinaan dalam melaksanakan hak dan kewajibannya, dan masyarakat menganggap petugas dan pejabatnya tidak taat peraturan sehingga ada kekecewaan terhadap peserta BPJS Kesehatan, sehingga cenderung berdampak terhadap ketidaktaatan dalam memenuhi peraturan dalam pembayaran iuran tiap bulannya. | This study aims to analyze the effectiveness of Decree No. 71 Year 2013 on drug services in Puskesmas participants BPJS Ciamis Regency and analyze inhibiting the implementation of Decree No. 71 Year 2013 on drug services in Puskesmas participants BPJS Ciamis District. Legal research that will be done is the type of sociological studies. Sources of data include primary data in this study in the form of opinion from respondents in this case include the Chief Medical Officer of Ciamis, 6 (six) health center in the district of Ciamis, Head of the Social Security Agency of Health Ciamis, and Participant Social Security Agency of Health, while secondary data sources in the form of legislation, literature and official documents relating to the subject matter. The results of the study explained that Decree No. 71 Year 2013 About the Health Care to Care Medicine at the health center Ciamis Regency has not been effective, as seen from the size of the observance of a rule of law, it appears the subject of law, namely health centers in the district of Ciamis of 6 (six) of clinics 2 (two) puskesmas devout implement these rules, there are four (4) health centers were not obedient in implementing the regulation, so that the purpose of Decree No. 71 Year 2015 that participants benefited health care and protection to meet basic health needs were not met. The results of the study explained that Decree No. 71 Year 2013 About the Health Care to Care Medicine at the health center Ciamis Regency has not been effective, as seen from the size of the observance of a rule of law, it appears the subject of law, namely health centers in the district of Ciamis of 6 (six) of clinics 2 (two) puskesmas devout implement these rules, there are four (4) health centers were not obedient in implementing the regulation, so that the purpose of Decree No. 71 Year 2015 that participants benefited health care and protection to meet basic health needs were not met. Factors - factors inhibiting the implementation of Decree No. 71 Year 2013 on drug service participants BPJS in Puskesmas Ciamis, among other rules or its own laws collide with a variety of health professions, void of drugs in industrial plants such drugs, human resources visible from education less coaching in exercising its rights and obligations, and the people considered officers and officials do not obey the rules so that there is disappointment with the participants BPJS, so it tends to affect disobedience in compliance with the regulations in the payment of dues each month. | |
| 6243 | 16062 | G1B011021 | hubungan faktor intrinsik pekerjaan dengan stres kerja guru bimbingan konseling (BK) SMK di kabupaten banyumas | Hasil survey pendahuluan di Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, diperoleh data jumlah SMK di Kabupaten Banyumas sebanyak 74 sekolah dengan jumlah guru BK sebanyak 114 orang, yang sudah PNS berjumlah 28 orang, sedangkan yang bukan PNS berjumlah 86 orang. Tingkat stres kerja guru BK SMK di Kabupaten Banyumas sebanyak 14 orang, diperoleh hasil bahwa sebanyak 2 orang (14,3%) stres sedang, 3 orang (21,4%) stres berat dan 9 orang (64,3%) stres berat sekali. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor intrinsik pekerjaan (pencahayaan, suhu, kelembaban, perjalanan ke dan dari tempat kerja, pemakaian teknologi baru dan beban kerja) dengan stres kerja guru Bimbingan Konseling (BK) SMK di Kabupaten Banyumas. Sampel penelitian ini berjumlah 31 orang dengan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan variabel yang berhubungan dengan stres kerja adalah beban kerja (p = 0,035) lebih kecil dari 0,05. Sebaiknya beban kerja guru BK disesuaikan dengan standar (mengampu 150-250 siswa). Kata Kunci : Stres Kerja, Guru BK Kepustakaan : 50 (2007-2015) | The results of a preliminary survey in Banyumas District Education Office, showed that the number of vocational schools in Banyumas regency are 74 schools number of teachers are 114, 28 teachers are civil servant, and the rest 86 teachers are not. The level of work stress of vocational counseling teacher in Banyumas as many as 14 people, the result indicates there are 2 teachers (14.3%) who have moderate stress, 3 teachers (21.4%) who have severe stress and 9 teachers (64.3%) who have severe stress once. Objective of the study is to determine the relation between intrinsic factor (lighting, temperature, humidity, distance to and from work, the use of new technologies and workload) and work stress of guidance and counseling teachers at vocational highschool in Banyumas. The sample of this research are 31 people with purposive sampling technique. The data analysis used is Chi Square's test. The results of this study showed that variables related to job stress is the workload (p = 0,035) is smaller than of 0,05. Guidance and Counseling teacher workload should be adjusted to the standard (support 150-250 students). Keywords : Work Stress, Guidance and Counseling teacher. Bibliography : 50 (2007-2015) | |
| 6244 | 16072 | C1L011011 | The Analysis of the Impact of Accounting Information System on the Effectiveness of Internal Control (Case Study at PT. Langen Kridha Pratyangga Sumedang) | Fenomena masih rendahnya efektivitas pengendalian internal PT. Langen Kridha Pratyangga diduga merupakan refleksi dari rendahnya komponen sistem informasi akuntansi. Dugaan ini harus dibuktikan dan dicari kebenaran serta solusinya karena sistem informasi akuntansi dan pengendalian internal yang efektif memberikan indikasi bahwa organisasi tersebut dikelola dengan baik dan secara fundamental akan menghasilkan perilaku karyawan yang efektif dalam mencapai tujuan organisasi. Sehingga penelitian ini mengambil judul: Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi terhadap Pengendalian Internal (Studi Kasus pada PT. Langen Kridha Pratyagga Sumedang). Penelitian ini menggunakan pendekatan teori sebab-akibat yang menjelaskan tentang perilaku organisasi di dalam sistem. Dalam pelaksanaannya penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Ukuran sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 orang karyawan yang sudah terdaftar dalam daftar karyawan PT. Langen Kridha Pratyangga Sumedang dan sudah melewati masa percobaan selama 3 bulan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner dan wawancara. Sedangkan metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian pada PT. Langen Kridha Pratyangga Sumedang menunjukkan bahwa (1) sumber daya manusia tidak berpengaruh terhadap pengendalian internal, (2) prosedur dan instruksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengendalian internal, (3) data berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengendalian internal, (4) software berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengendalian internal, (5) infrastruktur teknologi informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengendalian internal. Temuan hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa dalam mengambil kebijakan terhadap pengendalian internal, maka pimpinan PT. Langen Kridha Pratyangga dan lembaga yang terkait lainnya diharapkan untuk memperhatikan komponen sistem informasi akuntansi berupa prosedur dan instruksi, data, software, dan infrastruktur teknologi informasi karena keempat variable ini berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengendalian internal. | The phenomenon of low effectiveness of internal PT. Langen Kridha Pratyangga Sumedang was presumed to form the reflection of low in accounting information system components. This presumption must be proved and seeked its truth and solution because of the accounting information system components give indication that organization was managed with good and fundamentally will produce the effective employee’s behavior in achieving organization goals. So, This research takes the title: The Analysis of The Impact of Accounting Information System on the Effectiveness of Internal Control (Case Study at PT. Langen Kridha Pratyangga Sumedang). The research used to approach was theory of reasoned action which explains organizational behavior in a system. The implementation of this research used quantitative method, by using purposive sampling technique. The sample size was 70 persons of employees which were distributed equally to employee whose listed as employee at PT. Langen Kridha Pratyangga and have passed 3 months trial. Questionnaire and interview are used as research technique and multiple linear regression was used as the method of analysis. The result of this research at PT. Langen Kridha Pratyangga Sumedang indicated that (1) the people/human resources have no influence on the effectiveness of internal control, (2) the procedures and instructions have significant and positive influence on the effectiveness of internal control, (3) the data have significant and positive influence on the effectiveness of internal control, (4) the software has significant and positive influence on the effectiveness of internal control, (5) information technology infrastructure has significant and positive influence on the effectiveness of internal control. The result of this research gives implication in taking policy to increase internal control effectiveness. So, The Director of PT. Langen Kridha Pratyangga Sumedang and institution that related with others have expected to pay attention on people/human resources, procedure and instruction, data, software, and technology information infrastructure because four of these variables have significant and positive influence on the internal control. | |
| 6245 | 16049 | G1F012055 | Formulasi Sediaan Emulsi Minyak Ikan Gabus (Channa striata) dengan Variasi Konsentrasi Gom Arab | Ikan gabus (Channa striata) bermanfaat dalam bidang kesehatan karena mengandung protein, albumin, asam-asam amino, asam lemak, serta mineral lainnya, sehingga berpotensi untuk dikembangkan menjadi food supplement. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi gom arab terhadap sifat fisik dan stabilitas emulsi serta mengetahui konsentrasi gom arab yang akan menghasilkan emulsi minyak ikan gabus yang memenuhi syarat fisik dan stabilitas emulsi. Formula emulsi minyak ikan gabus di buat dengan variasi konsentrasi gom arab (10%, 12,5%, 15%, 17,5%). Emulsi minyak ikan gabus dibuat dengan metode gom kering. Evaluasi emulsi meliputi evaluasi sifat fisik, evaluasi satabilitas dan uji hedonik. Evaluasi sifat fisik meliputi organoleptik, pengukuran pH dan pengukuran viskositas. Evaluasi stabilitas meliputi uji sentrifugasi dan uji volume creaming. Data pengukuran pH dan viskositas yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan uji anova dengan taraf kepercayaan 95%, kemudian dilanjutkan dengan uji Least Significant Different (LSD) sedangkan data organoleptikdan uji stabilitas dilakukan analisis deskriptif. Data uji hedonik dianalisis menggunakan analisis deskriftif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi gom arab pada emulsi minyak ikan gabus dapat meningkatkan viskositas dan stabilitas emulsi secara signifkan. Tetapi tidak berpengaruh pada pH dan organoleptik selama proses peyimpanan. Formula IV dengan konsentrasi gom arab 17,5% merupakan Formula yang memenuhi syarat uji sifat fisik, stabilitas dan rasa yang paling disukai. | Snakehead fish (Channastriata) is useful in the field of health because it contains protein, albumin, amino acids, fatty acids, as well as other materials. This study aims to determine the effect of variations in the concentration of gum arabic on the physical properties and stability of emulsion and determine of gum arabic which will produce snakehead fish oil emulsion with eligible physical properties and stability. Formulations of snakehead fish oil emulsion with variations of gum arabic (10%, 12,5%, 15%, 17,5%). Snakehead fish oil emulsion is prepared by dry gum method. Evaluation of the emulsion includes physical properties, stability, and hedonic. Physical propteries evaluations includes organoleptic, measurement of pH and viscosity. Stability evalutions includes centrifugation test and creaming volume test. pH and viscosity measurement data were analyzed statistically ANOVA test with significance level of 95%, followed by Least Significant Different test (LSD) while organoleptic, stability, and hedonic data was analyzed by descriptive analysis. The results showed that the addition of gum arabic concentration in snakehead fish oil emulsion can increase the viscosity and stability significantly. But has no effect on pH and organoleptic during the storing process. Formula IV with a concentration of 17,5% gum arabic is the formula that is most eligible because it meets the qualification of physical properties, stability and most favorite regarding flavor. | |
| 6246 | 16063 | H1L009008 | PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK (STUDI KASUS SMA NEGERI 1 MANONJAYA) | Peranan komputer sangat penting dalam pengolahan informasi di sekolah, karena dengan menggunakan pengolahan informasi berbasis komputer akan mampu menghasilkan suatu informasi yang tepat, akurat dan bermanfaat bagi manajemen administrasi sekolah maupun para pengajar. Informasi yang dihasilkan akan sangat bermanfaat sebagai pendukung agar tidak adanya penumpukan pekerjaan dalam manajemen administrasi sekolah untuk menghadapi banyaknya permintaan pengolahan nilai siswa (transkip nilai) secara cepat, akurat, efektif dan efesien waktu Untuk mencapai tujuannya dibutuhkan pengelolaan administrasi yang baik, pengolahan nilai akan berjalan baik jika didukung oleh perangkat komputer yang canggih dalam menghasilkan sistem informasi serta didukung pula oleh sumber daya manusia yang berpotensi. Dalam kasus sistem pengolahan nilai yang masih bersifat manual, yaitu dengan pencatatan. langsung secara fungsinya akan berjalan begitu lama, di mana sistem manual masih mengandalkan pada pelaksana pencatatan yang lebih mengutamakan ketelitian dan pengamatan yang tepat. Atau dapat dikatakan pula sistem pencatatan manual ini lebih mengedepankan suatu subjek manusia sebagai tumpuan utama dalam proses pelaksanaannya. | The role of computer is very important in the processing of information in schools because the use computer-based information processing can produce timely, accurate and useful information for the management of the school administration and the teachers. The resulting information can be very useful as a support to avoid the accumulation of work in the management of school administration in facing of numerous requests of processing student scores (academic transcript) fast, accurately, effectively and efficiently. To achieve its objective, it is needed a good administration. Score processing can run well if it is supported by a sophisticated computer in generating the information system and also supported by the human resource potential. In the case of manual score processing system, such as direct recording, the function may take a long time because manual system still rely on the implementation of recording that prefers accuracy and precise observation. It can also be said that this manual recording system prioritizes human subject as the main focus in the implementation process. | |
| 6247 | 16064 | C1C012074 | PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN DAN KINERJA PASAR EMITEN SAHAM SYARIAH DAN NON SYARIAH DI INDONESIA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kinerja keungan dan kinerja pasar pada emiten saham syariah dan non syariah di Indonesia. Penelitian ini juga menguji pengaruh kinerja keuangan terhadap kinerja pasar serta menguji apakah terdapat perbedaan pengaruh kinerja keuangan terhadap kinerja pasar pada emiten saham syariah dan non syariah di Indonesia. Proksi yang digunakan untuk kinerja keuangan yaitu ROA (return on asset), DER (debt to equity ratio), PER (price earning ratio),dan CR (current ratio) sedangkan untuk kinerja pasar menggunakan return saham dan rata-rata trading volume activity (TVA). Hipotesis yang diajukan pada penelitian ini adalah terdapat perbedaan kinerja keuangan dan kinerja pasar pada emiten saham syariah dan non syariah di Indonesia. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder dengan populasi seluruh emiten non perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2011-2014. Untuk menentukan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah independent sample t-test (uji beda rata-rata). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kinerja keuangan pada proksi ROA dan DER pada emiten saham syariah dan non syariah serta tidak terdapat perbedaan kinerja pasar pada emiten saham syariah dan non syariah. Keterbatasan pada penelitian ini salah satunya adalah jumlah emiten saham syariah jauh lebih sedikit dari emiten saham non syariah, sehingga angka perbandingan bisa lebih baik apabila jumlahnya tidak beda jauh. | This study aims to know differences between financial performance and market performance at sharia stock firm and non sharia stock firm in Indonesia. This study also examine effect financial performance on the market performance at sharia and non sharia firm in Indonesia. The proxy for financial performance use ROA (return on asset), DER (debt to equity ratio), PER (price earning ratio), and CR (current ratio)while for market performance use stock return and trading volume activity. The submitted hypothesis there are different financial performance between sharia and non sharia firm in Indonesia. The data used in this study is secondary data with population all of firm in Bursa Efek Indonesia (BEI) except bank at 2011-2014 period. Determined sample at this study use purposive sampling method. Analytical method at this study use independent sample t-test. The result showed there are different financial performance with ROA and DER as proxy between sharia and non sharia firm and also there are no different market performance between sharia and non sharia firm. One of limitation in this study is amount from sharia stock firm lesser than non sharia stock firm, so will be good comparison if the study use equal amount firm. | |
| 6248 | 16065 | B1J012138 | UJI KETAHANAN BEBERAPA KULTIVAR UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) TERHADAP PATOGEN Elsinoe batatas PENYEBAB PENYAKIT KUDIS DAUN | Ubi jalar (Ipomoea batatas (L.) Lamb.) merupakan tanaman pangan kelompok umbi-umbian yang banyak di konsumsi setelah ubi kayu. Umbi dan pucuk ubi jalar merupakan sumber energi, mineral, protein, vitamin A dan C, serta serat yang bermanfaat bagi kesehatan. Berdasarkan data BPS Nasional produksi ubi jalar tahun 2015 mengalami kenaikan sebesar 7,2% dibandingkan tahun 2014. Namun pada beberapa provinsi mengalami penurunan produksi, salah satunya yaitu provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yakni dari 175,74 kw/ha menjadi 166,85 kw/ha. Penurunan produksi ubi jalar antara lain diakibatkan adanya penyakit kudis yang disebabkan oleh jamur Elsinoe batatas. Kerugian yang ditimbulkan berupa penurunan produksi umbi sebesar 20-50% pada kultivar ubi jalar rentan. Di Indonesia, produksi umbi ubi jalar rentan yang terserang penyakit kudis mengalami penurunan hingga 30%. Penelitian ini menguji ketahanan 8 kultivar ubi jalar (Ipomoea batatas L.) diantaranya adalah kultivar Antin, Beta, Borobudur, Cangkuang, Kidal, Sari, Sukuh, Ungu tua, terhadap jamur E. batatas. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui interaksi antara kultivar ubi jalar dan umur tanaman terhadap perkembangan penyakit kudis daun, dan mengetahui kultivar ubi jalar yang tahan terkait fase pertumbuhannya terhadap penyakit kudis daun. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Mikologi dan Fitopatologi serta penanaman ubi jalar di Green House Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama adalah kultivar ubi jalar dan faktor kedua adalah waktu inokulasi jamur E. batatas. Variabel bebas adalah kultivar ubi jalar dan umur tanaman. Variabel tergantung adalah Intensitas penyakit E.batatas. Parameter yang diamati adalah intensitas penyakit E.batatas. Parameter pendukung yang diamati periode inkubasi, kerapatan trikomata, kerapatan stomata, panjang dan lebar stomata, serta suhu dan kelembapan udara Green house. Data yang diperoleh dianalisis ragam (ANOVA) menggunakan uji F dengan tingkat kesalahan 5%, kemudian dilanjutkan dengan uji DMRT dengan tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, interaksi antara kultivar dengan waktu inokulasi berpengaruh terhadap intensitas penyakit kudis daun pada tanaman ubi jalar. Kultivar ubi jalar yang tahan terhadap penyakit kudis daun adalah kultivar Sari, Borobudur, Sukuh, Kidal, dan Cangkuang. | The sweet potato (Ipomoea batatas (L.) Lamb.) is the major crop groups tubers are widely consumed after cassava. Bulbs and shoots of sweet potatoes are a source of energy, minerals, protein, vitamins A and C and fiber is beneficial for health. Based on data from the National BPS sweet potato production in 2015 increased by 7.2% compared to 2014. However, in some provinces experienced a decline in production, one of which is the province of West Nusa Tenggara (NTB) which is of 175.74 kw / ha to 166.85 kw / ha. The decrease in production of sweet potato, among others, due to their scab disease caused by the fungus Elsinoe batatas. Losses caused a decrease in tuber production by 20-50% in susceptible varieties of sweet potatoes. In Indonesia, the production of sweet potato tubers are susceptible to disease scab has decreased to 30%. This study tested the resilience of eight varieties of sweet potato (Ipomoea batatas L.) varieties include Antin, Beta, Borobudur, Cangkuang, Kidal, Sari, Sukuh, Ungu Tua, to fungus E. batatas. Research carried out aiming to understand the interaction between varieties of sweet potato and age of the plant to the development of scab disease, and know the sweet potato varieties that are resistant of scab disease. Research conducted at the Laboratory of Mycology and Phytopathology and sweet potato planting in Green House of Faculty of Biology, University of General Sudirman. The design used was completely randomized design (CRD) factorial design. The first factor is the sweet potato varieties and the second factor is the time of inoculation of the fungus E. batatas. The independent variable is the sweet potato varieties and the age of the plant. The dependent variable is the intensity of the disease E. batatas. The parameter is the intensity of the disease E. batatas. Supporting parameters observed incubation period, trikomata density, density of stomata, stomata length and width, as well as temperature and humidity Green house. Data were analyzed uniform (ANOVA) using F with an error rate of 5%, if there are significant results followed by DMRT with a confidence level of 95%. Based on the research that has been conducted in stages, the interaction between varieties with a time of inoculation effect on the intensity of scab disease in plants sweet potato leaves. Sweet potato varieties that are resistant to scab leaf varieties are Sari, Borobudur, Sukuh, Kidal, and Cangkuang. | |
| 6249 | 16066 | C1J009008 | PESANGGEM MAIZE FARMING EFFICIENCY ANALYSIS IN THE VILLAGE DUKUH TENGAH DISTRICT MARGASARI CENTRAL DISTRICT OF TEGAL | Penelitian ini berjudul "Analisis Efisiensi Ekonomi Pesanggem Jagung Farm In Central Dukuh Desa, Margasari, Tegal". Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efisiensi usahatani pesanggem jagung dan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan petani pesanggem jagung di desa Central Dukuh. Penelitian ini dilakukan dari bulan Maret sampai metode survei Agustus. Pengambilan sampel menggunakan random sampling. Jumlah responden 43 petani pesaggem jagung. Analisis yang digunakan untuk menghitung efisiensi ekonomi pertanian jagung pesanggem adalah dengan menggunakan analisis R / C Ratio, maka untuk menghitung tingkat penggunaan kesejahteraan KHL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pertanian pesanggem jagung di desa Central Dukuh sudah efisien untuk Ratio R / C lebih dari 1 3.37, 2) pertanian pesanggem jagung di tingkat kesejahteraan desa Central Dukuh ini masih di bawah rata-rata - rata dengan menghitung KHL menghasilkan nilai kurang dari 1. Bahwa 0.83. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 1) berdasarkan perhitungan rasio R / C diketahui bahwa pertanian jagung pesanggem telah tidak efisien, 2) berdasarkan perhitungan KHL pertanian pesanggem jagung tidak sejahtera. | This study entitled "Analysis of Economic Efficiency Pesanggem Corn Farm In Central Dukuh Village, District Margasari, Tegal". The purpose of this study is to analyze the efficiency of farming pesanggem corn and to analyze the level of welfare pesanggem corn farming in Central Dukuh village. This study was conducted from March to August survey method . Sampling using random sampling . Total respondents 43 pesaggem corn growers . The analysis used to calculate the economic efficiency pesanggem corn farming is by using analysis of R / C Ratio , then to calculate the level of welfare use KHL . The results showed that: 1) pesanggem corn farming in Central Dukuh village has been efficient for the R / C Ratio more than 1 is 3.37, 2) pesanggem corn farming in Central Dukuh village's prosperity level is still below the average - average by counting KHL produces a value of less than 1. That is 0,83. The conclusion of this study were 1) based on the calculation of R / C ratio is known that pesanggem corn farming has been inefficient, 2) based on the calculation KHL pesanggem corn farming is not prosperous. | |
| 6250 | 16067 | B1J012162 | UJI KETAHANAN BEBERAPA KULTIVAR UBI JALAR (Ipomoea batatas) TERHADAP PATOGEN Cercospora sp. PENYEBAB BERCAK DAUN | Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) merupakan salah satu komoditas pangan di Indonesia. Berbagai macam kandungan gizi yang terkandung dalam 100 g umbi ubi jalar diantaranya kalori 123 kal, protein 1,8 g, lemak 0,7 g, karbohidrat 27,9 g, air 68,5 g, serat 1,4 g, kadar gula 0,4 g, dan beta karoten 54 g. Berdasarkan data BPS Nasional 2015 produksi ubi jalar mengalami kenaikan sebesar 7,2% dari tahun 2014, namun pada beberapa wilayah seperti Nusa Tenggara Barat mengalami penurunan yakni dari 175,74 kw/ha menjadi 166,85 kw/ha salah satu penyebabnya adalah penyakit bercak daun yang disebabkan jamur Cercospora sp. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui interaksi antara kultivar dengan umur tanaman terhadap perkembangan penyakit bercak daun dan mengetahui kultivar ubi jalar (Ipomoea batatas) yang tahan terhadap infeksi jamur Cercospora sp. penyebab bercak daun. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikologi dan Fitopatologi serta penanaman bibit ubi jalar di rumah kaca Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial. Faktor pertama adalah kultivar ubi jalar sedangkan faktor kedua adalah waktu inokulasi jamur Cercospora sp. Variabel bebas yang diamati adalah kultivar ubi jalar dan umur tanaman sedangkan variabel tergantungnya adalah intensitas penyakit Cercospora sp. Parameter utama yang diamati adalah intensitas penyakit Cercospora sp. Parameter pendukungnya adalah periode inkubasi, kejadian penyakit, kerapatan trikomata atas dan bawah daun, panjang stomata, lebar stomata, kerapatan stomata atas dan bawah daun, suhu serta kelembapan di green house. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA pada tingkat kesalahan 5%, apabila terdapat hasil yang berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji DMRT dengan tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil kultivar yang memiliki nilai intensitas penyakit paling rendah (tahan) adalah Ungu Tua sebesar 2,35, Beta sebesar 2,53 dan Kidal sebesar 2,58 dan paling tinggi (rentan) adalah kultivar Cangkuang sebesar 3,10 dan Sukuh sebesar 2,98. Tidak terjadi interaksi antara perlakuan kultivar dengan waktu inokulasi, hanya perlakuan tunggal yang mempengaruhi intensitas penyakit pada beberapa kultivar ubi jalar yang disebabkan oleh jamur Cercospora sp. | The sweet potato (Ipomoea batatas L.) is one of the food commodities in Indonesia. A wide variety of nutrients contained in 100 g of sweet potato tubers including 123 calories, 1.8 g protein, 0.7 g fat, 27.9 g carbohydrates, 68.5 g of water, 1.4 g fiber, 0,4 g sugar, and 54 g of beta carotene. Based on data from the National BPS 2015 sweet potato production increased by 7.2% from 2014, but in some regions such as West Nusa Tenggara which decreased from 175.74 kw / ha to 166.85 kw / ha one of the reason is leaf spot disease by Cercospora sp. The purpose of the study is to examine the interaction between varieties with the age of the plant against leaf spot disease progression and determine which varieties of sweet potato (Ipomoea batatas) are resistant to fungal infections Cercospora sp. cause leaf spot. This research was conducted at the Laboratory of Mycology and Phytopathology and sweet potato planting in the green house of the Faculty of Biology, University of General Sudirman. The study was carried out experimentally with a completely randomized design (CRD) factorial pattern. The first factor is the sweet potato varieties and the second factor is the time of inoculation of the fungus Cercospora sp. The independent variables measured were sweet potato varieties and the age of the plant, while the dependent variable is the intensity of the disease Cercospora sp. The main parameters measured were theintensity of the disease. Parameter supporters is the incubation period, the incidence of the disease, the density trichomata upper and lower leaf stomata length, width stomata, stomatal density of the upper and lower leaf, green house temperature and humidity. Data were analyzed using ANOVA at an error rate of 5%, if there are significant results followed by DMRT with a confidence level of 95%. Based on the research that has been done, the result of varieties that have the lowest disease intensity value (resistance) is Ungu Tua with a value of 2.35, with a beta value of 2.53 and Kidal with a value of 2.58 and the highest (susceptible) varieties are Cangkuang with a value of 3.10 and Sukuh with a value of 2.98. No interaction between treatment varieties with inoculation time, only a single treatment that affects the intensity of the disease in some varieties of sweet potato is caused by the fungus Cercospora sp. | |
| 6251 | 16070 | C1K012047 | The Role Of Optimism And Religiosity on the Relationship Between Work-Family Conflict (WFC) and Work Engagement of Career Woman | Penelitian berjudul “ Peran Optimisme dan Religiusitas pada Hubungan antara Konflik Pekerjaan-Keluarga dan Keterikatan Keja terhadap Wanita Karir” merupakan studi empiris yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh konflik pekerjaan-keluarga (WFC) pada keterikatan kerja, untuk menganalisa pengaruh optimisme dalam hubungan antara pekerjaan menginterfensi keluarga (WIF) dan keterikatan kerja, untuk menganalisa pengaruh optimisme dalam hubungan anatar keluarga menginterfensi pekerjaan (FIW), dan untuk menganalisa efek moderasi antara WFC dan work engagement oleh religiusitas. Penelitian ini berlangsusng pada Juli 2016. Populasi dalam penelitian ini menggunakan pekerja wanita yang sudah menikah pada Bank Syariah Komersial dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah di Purwokerto. Sedangkan sampel menggunakan kuota sampel. Teknik pengumpuln data memakai pendekatan kuesioner yang mencakup pengukuran WFC oleh Netemeyer (1996) untuk mengukur WIF dan FIW, Utrecht Work Engagement Scale (UWES-9) oleh Schaufeli (2006) untuk mengukur keterikatan kerja, Revised Life Orientation Test (LOT-R) oleh Michael F. Scheier & Charles S. Carver (1985) untuk mengukur optimisme, dan The Centrality of Religiosity Scale (CRS) oleh Huber and Huber (2012) untuk mengukur religiusitas. Metode analisis yang digunakan adalah Structural Equation Modeling berbasis Varian yang memakai pendekatan Partial Least Square. Berdasarkan hasil yang telah ada menggunakan Outer Model, Inner Model, dan Pengujian hipotesis menggunakan T-tes, penelitian ini menunjukan bahwa konflik pekerjaan-keluarga (WFC) signifikan dan berpengaruh negatif secara langsung terhadap keterikatan kerja. Kemudian, optimisme tidak memediasi hubungan WFC dengan keterikatan kerja. Religiusitas tidak memoderasi hubungan WFC dengan keterikatan kerja. Tetapi, yang menarik adalah konflik pekerjaan menginterfensi keluarga (WIF) signifikan dan berhubungan positif langsung terhadap optimisme. | The research entitled “The Role of Optimism and Religiosity on the Relationship between Work-Family Conflict (WFC) and Work Engagement of Career Woman” was empirical study using quantitative approach. The objectives of this research were to analyze influence of work-family conflict to work engagement, to analyze optimism influence in relationship between work-interference with family (WIF) toward work engagement, to analyze optimism influence in relationship between family-interference with work (FIW) toward work engagement, and to analyze religiosity as moderator in relationship WFC toward work engagement. This research was conducted of July 2016. The population in this research was women workers who had been married of Sharia Commercial Bank and Sharia Rural Bank in Purwokerto. While sample was determined by quota sampling. Data collection techniques used was method of questionnaire obtains WFC Scale by Netemeyer et al.. (1996) for measure WIF and FIW, Utrecht Work Engagement Scale (UWES-9) by Schaufeli et al., (2006) for measure work engagement, Revised Life Orientation Test (LOT-R) by Michael F. Scheier & Charles S. Carver (1985) for measure optimism, and The Centrality of Religiosity Scale (CRS) by Huber and Huber (2012) for measure religiosity. Analytical methods used Variance based Structural Equation Modeling method employed Partial Least Square approach. Based on the result of which were Outer Model, Inner Models, and Hypotheses Testing by T-test, this research revealed work-family conflict (WFC) significantly and has direct negatively affected toward work engagement. Then, optimism was not mediating WFC toward work engagement. Religiosity was not moderating WFC toward work engagement. But, the interest one is founded that work-interference with family (WIF) was significantly and direct positive affected toward optimism. | |
| 6252 | 15946 | G1H012001 | Gambaran Pengetahuan dan Kebiasaan Makan pada Remaja Putri yang Mengalami Anemia di SMA Negeri 4 Purwokerto | Latar Belakang : Angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi, disebabkan oleh perdarahan persalinan. Penyebab terjadinya anemia adalah pada kehamilan sebagai manifestasi dari anemia masa remaja. Faktor yang melatarbelakangi tingginya prevalensi anemia adalah perilaku atau kebiasaan dan pengetahuan. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan pengetahuan, kebiasaan makan, dan faktor-faktor yang mendorong kebiasaan makan pada remaja putri yang mengalami anemia di SMAN 4 Purwokerto. Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan total 18 subjek penelitian yang terdiri dari 6 subjek penelitin utama, 6 subjek penelitian pendukung orang tua, dan 6 subjek penelitian pendukung teman. Hasil Penelitian : Remaja putri yang mengalami anemia mengetahui pengertian anemia yaitu kurang darah, kurang hemoglobin, dan tekanan darah rendah. Subjek penelitian utama mengetahui pengertian anemia hanya sebatas kadar hemoglobin yang rendah, namun tidak mengetahui batas normal kadar hemoglobin. Kebiasaan makan remaja putri cenderung tidak teratur, jarang sarapan, dan kurang mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Faktor-faktor yang mendorong kebiasaan makan remaja putri adalah faktor ekonomi, paparan informasi, peran keluarga, dan pengaruh teman. Kesimpulan : Pengetahuan tentang anemia pada remaja putri, yaitu kekurangan darah, kekurangan hemoglobin, dan tekanan darah rendah. Kebiasaan makan remaja putri tidak teratur, jarang sarapan pagi, dan kurang mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang. Kata Kunci : Anemia, Pengetahuan, Kebiasaan Makan | Background : The maternal mortality caused by bleeding when they were breeding in Indonesia is very high. It was caused by the pregnant anemia as manifest of anemia when they were teenagers. The factors which caused high prevalence of anemia were social condition, habit of life and knowledge about anemis. The purpose of this study is describing knowledge, the habit of having foods and the factors which can stimulate female teenager’s having food habits in SMAN 4 Purwokerto. Methods : This study is descriptive qualitative study with 18 subjects, stand for 6 main subjects (students) and 12 secondary subjects (6 parents and 6 friends). Result : Female teenagers who having anemia know the meaning of anemia. It’s mean having less blood, less hemoglobin and low blood pressure. The female teenager’s having food habits were not good, they were rare having breakfast, and rare consuming food with balance nutrition. The factors wich can influence having food habits are economical condition of their families, family’s support and their friend’s. Conclusion : The female teenager’s knowledge about anemia are having less blood, less hemoglobin and low blood pressure. The female teenager’s having food habits are rare having breakfast and rare having food with balance nutrition. Keywords : Anemia, Knowledge, Having Food Habits. | |
| 6253 | 16071 | C1G014003 | PENGARUH INSTRUMEN PROMOSI DAN KONFLIK PEKERJAAN - KELUARGA TERHADAP TURNOVER INTENTION AUDITOR INTERN PEMERINTAH DENGAN KINERJA SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi pada Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh instrumen promosi dan konflik pekerjaan-keluarga terhadap turnover intention auditor intern pemerintah. Selain itu, dalam model penelitian ini juga diusulkan kinerja sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan analisis data primer. Kuesioner disebarkan kepada auditor intern pemerintah pada Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dan regresi linier moderasi. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa instrumen promosi berpengaruh negatif terhadap turnover intention dan konflik pekerjaan-keluarga berpengaruh positif terhadap turnover intention. Sedangkan kinerja tidak memoderasi pengaruh instrumen promosi terhadap turnover intention. | This study examines the effect of promotion instrumentality and work-family conflict on turnover intention of governmental intern auditor. Moreover, in the proposed research model, job performance will be moderating variable. This research uses primary data analysis. Data was collected using a survey from intern auditor in Ministry of Finance Inspectorate General. Data were analyzed by multiple regression and moderating multiple regression. According to the result, promotion instrumentality is negatively influences turnover intention but the influences is not moderated by job performance and work-family conflict is positively influences turnover intention. | |
| 6254 | 16073 | C1B012014 | Analisis Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik, Keselamatan Kerja dan Kesehatan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan (Studi pada Karyawan Teknis PDAM Tirta Satria Banyumas) | Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik, Keselamatan Kerja dan Kesehatan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan (Studi pada Karyawan Teknis PDAM Tirta Satria Banyumas)”. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh lingkungan kerja fisik, keselamatan kerja, dan kesehatan kerja terhadap produktivitas kerja. Metode yang digunakan adalah survei dan teknik sampling yang di gunakan yaitu sampling jenuh. Populasi pada penelitin ini adalah karyawan teknis lapangan di PDAM Tirta Satria Banyumas dengan sampel sebanyak 37 responden. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan Partial Least Square (PLS) yang menunjukkan bahwa: (1) Lingkungan Kerja Fisik berpengaruh positif terhadap Keselamatan Kerja. (2) Lingkungan Kerja Fisik berpengaruh positif terhadap Kesehatan Kerja. (3) Keselamatan Kerja berpengaruh positif terhadap Produktivitas Kerja. (4) Kesehatan Kerja berpengaruh positif terhadap Produktivitas Kerja. (5) Lingkungan Kerja Fisik berpengaruh positif terhadap Produktivitas Kerja. | The research titled “Analysis of Effect of Physical Work Environment, Safety and Health at Work to Employee Productivity. (Study on Technical Employees Banyumas PDAM Tirta Satria)”. The purpose of the study is to examine and analyze the influence of the physical working environment, safety, occupational health and the productivity of labor. The method used was survey and sampling techniques in use that is saturated sampling. The population in this experiment is a field technical employees at PDAM Tirta Satria Banyumas with a sample of 37 respondents. Analysis of the data used in this study is the use of Partial Least Square (PLS) which showed that: (1) Physical Work Environment positive effect on Safety. (2) Work Environment Physical positive effect on Occupational Health. (3) Safety positive effect on Work Productivity. (4) Health positive effect on Work Productivity. (5) Working Environment Physical positive effect on Work Productivity. | |
| 6255 | 16076 | F1J012024 | KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM FILM RUROUNI KENSHIN DENSETSU NO SAIGO HEN KARYA KEISHI OHTOMO (Kajian Psikologi Sastra) | Penelitian ini berjudul Konflik Batin Tokoh Utama dalam Film Rurouni Kenshin Densetsu no Saigo Hen. Penelitian ini menjelaskan konflik batin dengan menggunakan kajian psikologi sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur intrinsik, menganalisis konflik batin tokoh utama yang menimbulkan kecemasan, mencari cara yang digunakan tokoh utama untuk mengatasi konflik batin. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang menggunakan teknik simak dan catat. Data yang digunakan adalah dialog dalam film Rurouni Kenshin Densetsu no Saigo Hen. Hasil analisis menunjukkan bahwa konflik batin yang dialami Kenshin adalah rasa takut jika membunuh orang lagi, tapi dia harus mengalahkan Shishio agar dia bisa membantu pemerintah Jepang. Kedua konflik batin itulah yang melatar belakangi timbulnya kecemasan pada diri Kenshin. Pada era Meiji Kenshin merasa bersalah karena masa lalunya, Kenshin tidak mau membunuh orang lagi dan berbalik melindungi orang-orang yang lemah. Kenshin menggunakan mekanisme pertahanan diri berupa sublimasi untuk mengatasi konflik batinnya. | The title of this research is Internal Conflict of the Main Character in Rurouni Kenshin The Movie Densetsu no Saigo Hen. This research describes internal conflict using psychology of literature. The purposes of this research are to explain the intrinsic elements, to analyze internal conflict that caused anxiety, and to find method that the main character uses to overcome his internal conflict.This research is a qualitative research that uses gather and record technique. The data that used in this research is dialogue from the movie. The result of this research is the internal conflict that happened to Kenshin make him afraid to kill people again but he have to beat Shishio in order to help Japanese government, and that conflict make Kenshin had anxiety. In Meiji, Kenshin feeling guilty because of his past, he doesn’t want to kill people again and he decided to protect the weak people. Kenshin used defense mechanism which is sublimation to overcome his anxiety. | |
| 6256 | 16078 | C1L011001 | ANALYSIS OF THE BANKING RATE INFLUENCE USING RISK-BASED BANK RATING METHOD TO THE STOCK PRICE: An Empirical Study of Banking Companies Listed On Indonesian Stock Exchange During 2013-2015 | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh rasio RBBR terhadap harga saham perusahaan perbankan. Rasio-rasio yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: LDR (Loan to Deposit Ratio), NIM (Net Interest Margin), GCG (Good Corporate Governance), and CAR (Capital Adequacy Ratio). Populasi dari penelitian ini adalah semua perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI pada tahun 2013-2015. Total sampel penelitian adalah753 perusahaan perbankan yang ditentukan melalui purposive sampling. Variabel independen penelitian ini adalah: LDR, NIM, GCG, dan CAR. Variabel dependen penelitian ini adalah harga saham. Penelitian ini menggunakan Signalling Theory dan Efficient Market Hypothesis sebagai dasar teori. Analisis data dilakukan dengan uji asumsi klasik dan pengujian hipotesis dengan model regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel NIM dan GCG berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Variabel NIM secara signifikan berpengaruh positif terhadap harga saham, sedangkan GCG berprngaruh negatif. Variabel LDR dan CAR tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham | This research aims to examine the influence of RBBR ratios to banking stock price. Ratios that was applied in this research are: LDR (Loan to Deposit Ratio), NIM (Net Interest Margin), GCG (Good Corporate Governance), and CAR (Capital Adequacy Ratio). The population of this research are all of banking companies listed in Indonesian Stock Exchange 2013-2015. Total sample in this research are 75 banking firms that selected with purposive sampling. Independent variable in this research are: LDR, NIM, GCG, and CAR. Dependent variable in this research is stock price. This research used Signalling Theory and Efficient Market Hypothesis as theoritical basis. Data analyzed by classic assumption test and hypothetical testing with multiple regression models. The results of this research indicates that NIM and GCG variables had significant influence to stock price. NIM variable significantly had a positive influence to stock price, while GCG had a negatif influence. LDR and CAR variables had not a significant influence to stock price. | |
| 6257 | 16079 | H1H012048 | ISOLASI GEN PENGKODE PROTEIN CLAUDIN-3 PADA PERMUKAAN TUBUH BENIH GURAME (Oshpronemus gouramy Lac) | Protein claudin berperan dalam pembentukan tight junction yang salah satu fungsinya sebagai barier mekanik pada lapisan epithelium. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi gen pengkode protein claudin-3 pada benih gurame (Osphronemus gouramy) pada permukaan tubuh. Penelitian tentang claudin pada spesies ini baru pertama kali dilakukan. Sampel RNA diisolasi dari jaringan kulit, insang dan saluran pencernaan. Sample RNA digunakan dalam sintesis cDNA yang digunakan sebagai template pada PCR. Amplifikasi gen claudin-3 pada benih gurame (Osphronemus gouramy) telah berhasil dilakukan dan sekuen sepanjang 160 bp dari gen claudin-3 gurame berhasil diketahui. Hasil analisis blast menunjukkan sekuen gen claudin-3 gurame memiliki tingkat similaritas tertinggi dengan gen claudin-3 pada ikan Stegastes partitus dan ikan Larimichthys crocea (92%). Berdasarkan hasil analisis filogenetik gen claudin-3 gurame berada pada cabang yang sama dengan gen claudin-3d dan Claudin-2 pada ikan fugu (Takifugu rubripes). Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui ekspresi gen claudin-3 pada masing-masing jaringan permukaan tubuh. | Claudin proteins is essential part of tight junction that one of its functions is as for mechanical barrier of epithelium. Aim of this study were to isolate gene encoding claudin-3 proteins of giant gourami (Osphronemus gouramy) on body surfaces. This is the first study of claudin gene of the fish. RNA was extracted from skin, gill, and intestine tissues. sample of RNA was reverse-transcribed into cDNA to be used as template in polymerase chain reaction (PCR) method. Claudin-3 gene was successfully amplified from giant gourami fry and a 160 bp partial fragment of the gene was identified. Blast analysis result of the sequence showed that claudin-3 gene of giant gourami was high similar with this of Stegastes partitus and larimichthys crocea (92%). based on phylogenetic analysis result claudin-3 gene from giant gouramy is on same branch with claudin-3d and claudin-2 genes from puffer fish (Takifugu rubripes). Further research is needed to know the expression of cludin-3 gene in each body surface tissues of the fish. | |
| 6258 | 16080 | B1J012076 | EKSPRESI mRNA BRLF1 EPSTEIN-BARR VIRUS SEBAGAI PETANDA BIOMOLEKUL DIAGNOSIS KARSINOMA NASOFARING | Penyakit kanker merupakan salah satu masalah kesehatan yang penting di dunia. Salah satu jenis penyakit kanker adalah karsinoma nasofaring (KNF). Karsinoma nasofaring adalah tumor ganas yang tumbuh di daerah nasofaring dengan predileksi di daerah fossa Rosenmuller. Sebanyak 120 kasus baru KNF per tahun ditemukan di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo (RSMS), Purwokerto. KNF adalah kanker yang sulit didiagnosis karena tumor primernya berada di dekat dasar tengkorak dan berbagai struktur organ vital. Oleh karena itu, metode yang dapat mendeteksi KNF sejak dini diperlukan untuk pemeriksaan KNF. Etiologi KNF bersifat multifaktor yang terdiri dari faktor genetik, faktor infeksi Epstein-Barr Virus (EBV) dan faktor lingkungan. KNF tidak berdiferensiasi (KNF WHO-3) telah terbukti konsisten berhubungan dengan infeksi EBV. EBV mempunyai dua fase dalam daur infeksinya yaitu fase litik dan fase laten. Ekspresi mRNA BRLF1 dengan metode RT-PCR dapat digunakan untuk menegakkan diagnosis KNF, sehingga metode ini dapat meningkatkan efisiensi pemeriksaan KNF. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan deteksi ekspresi mRNA BRLF1 sebagai penanda molekul siklus litik Epstein-Barr virus pada penderita KNF dengan teknik RT-PCR dan mengetahui sensitivitas metode RT-PCR dalam melakukan deteksi ekspresi mRNA BRLF1. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang berbentuk studi belah lintang (cross sectional). Sampel penelitian ini adalah biopsi jaringan tumor penderita karsinoma nasofaring sebanyak 22 yang di diagnosis pasti sebagai KNF WHO III dari hasil pemeriksaan Patologi Anatomi dari Poli THT RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto serta memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gen BRLF1 sebagai penanda molekul siklus litik Epstein-Barr Virus pada penderita KNF dapat diidentifikasi dengan metode RT-PRC dan dihasilkan pita cDNA berukuran 157 bp. Gen BRLF1 dapat terdeteksi pada 14 sampel (60,8%) dari 23 sampel penelitian. | SUMMARY Cancer is one of the most important health problem worldwidely. One type of cancer is nasopharyngeal carcinoma. Nasopharyngeal carcinoma is a malignant tumor that grows in the nasopharynx with a predilection in the fossa Rosenmuller. A total of 120 new cases per year KNF found in hospitals Prof. dr. Margono Soekarjo (RSMS), Purwokerto. The NPC is difficult to be diagnose caused its primary tumor lies closed to the skull base as well as various structures of vital organs. Therefore, methods that can detect early NPC required for inspection. The etiology of NPC is multifactorial consisting of genetic factors, factors of infection Epstein-Barr Virus (EBV) and environmental factors. NPC undifferentiated (WHO KNF-3) has been shown to consistently associated with EBV infection. EBV has two phases in the cycle of infection that is the phase of lytic and latent phase. Expression of BRLF1 mRNA applied to the by RT-PCR method can be used to support the NPC diagnose, so this method can improve the efficiency of the examination of NPC. The purpose of this study was detection of mRNA expression as a marker molecule BRLF1 lytic cycle of Epstein-Barr virus in patients with NPC by RT-PCR and determine the sensitivity of RT-PCR method to detect the expression of mRNA BRLF1. The method used is descriptive method shaped cross sectional study (cross-sectional). Samples were tumor tissue biopsy nasopharyngeal carcinoma patients as many as 22 at a definite diagnosis as NPC WHO III of Anatomical Pathology examination of Poly THT Hospital Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto and met the inclusion criteria. The results showed that the gene as a marker molecule BRLF1 lytic cycle of Epstein-Barr virus in patients with NPC can be identified by RT-PRC methods and the resulting cDNA band sized 157 bp. The BRLF1 genes was detected in 14 samples (60.8%) of 23 samples of the study. | |
| 6259 | 16091 | P2BA13008 | Respon Fisiologis Tikus Putih Jantan Model Gagal Ginjal Akut Yang Diinduksi CCl4 (Karbon Tetraklorida) Terhadap Lendir Bekicot (Achatina Fulica) | Penanganan pasien gagal ginjal seperti Haemodialisa dan transplantasi ginjal membutuhkan biaya yang mahal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi respon fisiologis tikus model gagal ginjal akut (GGA) yang diinduksi Karbon Tetraklorida (CCl4) terhadap lendir bekicot (Achatina fulica) berdasarkan kadar Superoxide dismutase (SOD) dan kadar Cu. Sebanyak 42 ekor tikus putih jantan galur Wistar umur 3 bulan dan bobot 200-230 g dengan 7 perlakuan dan 3 kelompok. Kontrol Negatif, Kontrol Toksik, Kontrol Cu (23,3 µg/200gBB), Kontrol Zn (1,6 µg/200gBB), Dosis 1 lendir bekicot (150 µl/200gBB), Dosis 2 lendir bekicot (300 µl/200gBB) dan Dosis 3 lendir bekicot (500 µl/200gBB). Pemberian CCl4 dosis 1,5 ml/kgBB dalam olive oil 1:1 secara intraperitoneal diberikan hanya 1 kali, pada semua perlakuan terkecuali kontrol negatif dan setelah 3 hari diberi lendir bekicot secara oral setiap hari dalam 3 kelompok waktu yaitu 1 minggu, 2 minggu dan 3 minggu sekaligus diambil darahnya. Hasil menunjukkan bahwa tikus induksi CCl4 kemudian diberi lendir bekicot dosis 1, dosis 2 dan dosis 3 mampu menurunkan kadar SOD dan kadar Cu ke level yang sama dengan kadar SOD dikontrol negatif. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian lendir bekicot yang mengandung SOD sebagai antioksidan berfungsi menetralisir radikal bebas dari induksi CCl4 yang masuk ke dalam tubuh tikus. | Handling such Haemodialisa patients with kidney failure and kidney transplants are very expensive. This study aimed to evaluate the physiological response of rat models of acute renal failure (ARF) induced by carbon tetrachloride (CCl4) against slime snail (Achatina fulica) based on the levels of Superoxide Dismutase (SOD) and Cu content. A total of 42 rats Wistar male 3 months old and weighs 200-230 g with 7 treatments and 3 groups. Negative control, Control of toxic, Control Cu (23,3 g/200gBB), Control Zn (1,6 g/200gBB), Dose 1 snail slime (150 µl/200gBB)), Dose 2 snail slime (300 µl/200gBB) and Dose 3 snail slime (500 µl/200gBB). Award CCl4 dose of 1,5 ml/kgBB in olive oil 1: 1 intraperitoneally administered only one time, all treatments except the negative control and after 3 days of snail slime was given orally every day in 3 groups of the time is 1 week, 2 weeks and 3 weeks at a time to have blood drawn. The results showed that CCl4 induction mice were then given the snail slime dose 1, dose 2 and dose 3 is able to reduce levels of SOD and Cu levels to levels similar to the levels of SOD negative control. This shows that the administration of snail slime containing SOD function as antioxidants neutralize free radicals from the CCl4 induction into the mouse body. | |
| 6260 | 16081 | F1A009029 | PERILAKU SAKIT ( Pemeliharaan kesehatan Penduduk Miskin Yang Tidak Memanfaatkan Jamkesmas di Desa Pandansari Kecamatan Ajibarang ) | ABSTRAK Skripsi ini berjudul Perilaku Sakit ( Pemeliharaan kesehatan penduduk miskin yang tidak memanfaatkan jamkesmas di desa pandansari kecamatan ajibarang ). Penelitian ini dilatarbelakangi adanya Undang-Undang 1945 pasal 28 H dan Undang-Undang no 23/1992 tentang kesehatan, menetapkan bahwa setiap orang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan ini teruntuk setiap individu tak terkecuali oleh penduduk miskin. Kemiskinan dan kesehatan saling berhubungan erat yang mana kesehatan hak setiap individu tak terkecuali penduduk miskin. Penduduk miskin yang seringkali rentan terhadap penyakit seperti menderita gizi buruk, kurangnya kebersihan lingkungan dan pola hidup bersih yang masih rendah. Hal tersebut disebabkan karena sulitnya mengakses layanan kesehatan karena ada anggapan kalau biaya untuk berobat itu mahal. Pemerintah berdasarkan UU No.4 tahun 2004 tentang Jaminan Sosial Nasional pasal 2 dan 3 menyatakan bahwa tujuan penjaminan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dasar kesehatan. Pada tahun 2005 muncul program ASKESKIN kemudian tahun 2008 berubah menjadi Jamkesmas. Jamkesmas merupakan program pemerintah untuk pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin guna terselenggaranya akses dan mutu pelayanan kesehatan serta memberikan kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan. Program jamkesmas menjadi program yang tepat namun yang menariknya disini penduduk miskin yang senantiasa menjadi sasaran program ini justru masih terdapat penduduk yang tidak memanfaatkan jamkesmas padahal mereka terdaftar menjadi peserta jamkesmas.Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu bagaimana perilaku sakit penduduk miskin yang tidak memanfaatkan jamkesmas di desa pandansari kecamatan ajibarang. Tujuannya untuk mengetahui perilaku sakit dalam pemeliharaan kesehatan penduduk miskin yang tidak memanfaatkan jamkesmas. Adapun manfaatnya adalah mengetahui perilaku sakit pada penduduk miskin yang tidak memanfaatkan jamkesmas. Metode penelitian ini menggunakan metode survey deskriptif sedangkan sasaran penelitiannya adalah penduduk miskin yang memperoleh kartu jamkesmas tetapi tidak memanfaatkan jamkesmas di desa pandansari. Lokasi penelitian ini di desa pandansari. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling.sumber data yaitu sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan quisioner observasi dan dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian ini adalah penduduk pandansari yang menjadi sasaran penelitian ini ketika sakit akan berperilaku sesuai dengan pengalaman, pengetahuan serta kebiasaan dalam mencari kesembuhan. Baik pengobatan tradisional,modern serta sendiri. Hal ini dilakukan sesuai dengan keyakinan masing-masing warga. Perilaku sakit yang dilakuakn oleh responden disesuaikan dengan pengetahuan serta pengaruh dari dalam diri maupun dari luar responden. Kata kunci : Perilaku sakit, Penduduk miskin, Jamkesmas. | ABSTRACT This thesis titled Behavioral Hospital (Health Maintenance poor people who do not use health card in village districts Pandansari Ajibarang). This research is motivated their Act 1945 section 28 H and Law No. 23/1992 on health, provides that everyone is entitled to health services. This health service for every individual is no exception to the poor. Poverty and health are closely related to each other in which the health of each individual's right not to mention the poor. Poor people are often vulnerable to diseases such as suffering from malnutrition, lack of clean environment and clean lifestyle is still low. This was due to the difficulty of accessing health services because there is a presumption that the cost for treatment is expensive.Government by Law No.4 of 2004 on National Social Security chapters 2 and 3 states that the purpose of guaranteeing that participants benefited basic health care and health protection. In 2005 appeared ASKESKIN program later in 2008 turned into a medical treatment. JAMKESMAS is the government's health care program for the poor to the implementation of access and quality of health care as well as providing easy access to health services. Program jamkesmas be the right program, but interestingly here poor people who continue to be targets of the program is actually still there are people who do not use health card when they registered a participant jamkesmas. Formulation of the problem in this research is how the ill behavior of poor people who do not use health card in the village Pandansari Ajibarang districts. The goal is to find out the ill behavior of health care of poor people who do not use health card. The benefit is knowing the ill behavior of poor people who do not use health card. This research method using descriptive survey method whereas research target is the poor who obtain a health card but did not take advantage of a health card in Pandansari village. The location of this research in the village Pandansari. The sampling technique using simple random sampling.sumber of data are primary and secondary data sources. Methods of data collection using questionnaires observation and documentation. The results of this study are Pandansari the target population of this study when the pain will behave in accordance with the experience, knowledge and habits in the search for a cure. Good traditional medicine, modern as well as his own. This is done in accordance with the beliefs of each resident. Ill behavior committed by the respondent adjusted with the knowledge and the influence of the inside and outside of respondents. Keywords: Behavior sick, poor in JAMKESMAS |