Artikelilmiahs

Menampilkan 6.281-6.300 dari 50.086 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
628116102C1K012030THE IMPACT OF WATER QUALITY, VARIETY OF ATTRACTION, AND CUSTOMER SATISFACTION ON POST-PURCHASE BEHAVIOR (Study on Costumer of Dreamland Waterpark, Ajibarang)Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kualitas air, berbagai atraksi, dan kepuasan pelanggan terhadap perilaku pasca pembelian. Secara teoritis, manfaat penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu sumber informasi untuk mengembangkan model penelitian dan referensi pemasaran sebelumnya, khususnya terkait dengan faktor yang mempengaruhi perilaku pasca pembelian. Praktis, manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang relevan bagi manajemen PT. Pancasan (Dreamland Waterpark) untuk merumuskan dan melaksanakan beberapa kebijakan terkait untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan perilaku pasca pembelian baik secara optimal. Berdasarkan teori dan hasil penelitian sebelumnya, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian bahwa kualitas air memiliki dampak positif pada kepuasan pelanggan, berbagai objek wisata memiliki dampak positif pada kepuasan pelanggan, kualitas air memiliki dampak positif pada perilaku pasca pembelian , berbagai objek wisata memiliki dampak positif terhadap perilaku pasca pembelian, dan kepuasan pelanggan memiliki dampak positif pada perilaku pasca pembelian. Untuk menguji hipotesis ini, penelitian ini menggunakan deskriptif dengan metode survei. Sampel penelitian diambil dari populasi pelanggan dari Dreamland Waterpark dihitung dari rata-rata pengunjung di tahun 2015. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 120, Selanjutnya, analisis data teknik penelitian ini menggunakan analisis Regresi Linier Berganda.The aims of research are to analize the influence of water quality, variety of attraction, and customer satisfaction on post-purchase behavior. Theoretically, this research benefit can be used as one source of information to develop the prior research models and marketing references, particularly related to the factors influencing the post-purchase behavior. Practically, benefit of this study is expected to provide relevant information for management of PT. PANCASAN (Dreamland Waterpark) to formulate and implement the several policies related to increase the customer satisfaction and good post-purchase behavior optimally. Based on the theory and results of previous studies, it can be formulated the research hypotheses that water quality has a positive impact on customer satisfaction, variety of attraction has a positive impact on customer satisfaction, water quality has a positive impact on post-purchase behavior, variety of attraction has a positive impact to post-purchase behavior, and customer satisfaction has a positive impact on post-purchase behavior. To test these hypotheses, this research uses descriptive with survey method. Sample of this research is drawn from population of customers of Dreamland Waterpark calculated from the average of visitors in 2015. Total respondent in this research are 120, Furthermore, the technique data analysis of this study uses Multiple Linear Regression analysis.
628216109C1B011029ANALISIS PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, KEBIJAKAN DIVIDEN, KEBIJAKAN HUTANG, DAN PROFITABILITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN
(Studi pada Perusahaan Sektor Industri Barang dan Konsumsi yang Terdaftar di BEI Tahun 2010-2014 )
Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Kebijakan Dividen, Kebijakan Hutang, dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Pada Perusahaan Sektor Industri Barang dan Konsumsi yang Terdaftar di BEI Tahun 2010-2014)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kebijakan dividen, kebijakan hutang, dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor industri barang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2014. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda.
Dari hasil penelitian didapatkan: (1) Kepemilikan manajerial berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan, (2) Kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, (3) Kebijakan dividen berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, (4) Kebijakan hutang berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan, dan (5) Profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
Implikasi dalam penelitian ini adalah pihak manajemen perlu memprioritaskan kebijakan yang terkait dengan kebijakan dividen, kebijakan hutang, maupun profitabilitas perusahaan demi terus meningkatkan nilai perusahaannya. Upaya-upaya yang dapat dilakukan diantaranya adalah secara terus-menerus meningkatkan likuiditas dan profitabilitasnya melalui peningkatkan penjualan, melakukan ekspansi pasar serta meningkatkan efisiensi biaya operasi usaha. Di samping itu, pihak manajemen perusahaan juga perlu meningkatkan efektivitas pengelolaan struktur modalnya dengan cara meningkatkan penanaman modal atau investasi secara produktif dengan tetap mempertimbangkan risiko.
The research entitled “The Influence Analysis of Managerial Ownership, Institutional Ownership, Dividend Policy, Debt Policy, and Profitability on Firm Values (Study on Consumer Goods Industry Companies Listed in Indonesian Stock Exchange from 2010-2014)”. The research aims at the analyze the influence of managerial ownership, institutional ownership, dividend policy, debt policy, and profitability on firm value of consumer goods industry listed in the Indonesian Stock Exchange 2010-2014. The sample used in study is purposive sampling method and the method of analysis used is multiple regression analysis.
The result showed: (1) Managerial ownership gives negative effect on firm value, (2) Institutional ownership gives positive effect on firm value, (3) Dividend policy gives positive effect on firm value, and (4) Debt policy gives negative effect on firm value and (5) Profitability policy gives positive effect on firm value.
The implications of the study is that the management needs to prioritize policies related to dividend policy, debt policy, and the company’s profitability for the sake of continous increase of company’s value. The efforts to be attempted is by continuous increase liquidity and profitability through sale improvement, expanding markets and improving the efficiency of business operation costs. In addition, the company management need to increase the effectiveness of the management of its capital structure as well by increasing capital investment or investment productively by considering the risk.
628316103C1G014050PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN DANA PERIMBANGAN TERHADAP BELANJA MODAL PADA EMERINTAH KABUPATEN/KOTA DI JAWA TENGAHTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh PAD dan Dana Perimbangan terhadap Belanja Modal secara parsial dan simultan dengan dan tanpa lag waktu satu tahun anggaran. Objek penelitian ini adalah realisasi PAD, Dana Perimbangan, dan Belanja Modal tahun anggaran 2009-2014.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAD dan Dana Perimbangan tahun berjalan dan tahun sebelumnya secara parsial berpengaruh positif terhadap Belanja Modal. PAD tahun berjalan memiliki pengaruh yang lebih besar dibanding PAD tahun sebelumnya. Dana Perimbangan tahun berjalan juga memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan dengan Dana Perimbangan tahun sebelumnya. PAD dan Dana Perimbangan juga berpengaruh positif secara simultan terhadap Belanja Modal, baik dengan dan tanpa lag waktu. Pada kasus dengan dan tanpa lag waktu, PAD selalu memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan Dana Perimbangan. Jadi, tidak terjadi flypaper effect.
The object of this study are the realization of PAD, Balancing Funds, and Capital Expenditure of fiscal year 2009-2014. This study uses secondary data obtained from the Directorate General of Fiscal Balance at MoF. Data analysis methods used are statistics, namely simple regression and multiple regression. Simple regression is used to partially analysis, but multiple regression is used for simultaneously analysis.
The results showed that the PAD and Balancing Funds of the current year and the previous year partially influence positively on Capital Expenditure. PAD years running has a greater influence than the previous year's PAD. Balancing Funds for the year also have a greater influence than the previous year Balancing Funds. PAD and Balancing Funds also positively influence simultaneously on Capital Expenditure, both with and without a time lag. In both cases with and without lag time, PAD always have a greater influence than the Balancing Funds. So, It is clear that flypaper effect don’t occur.
628416104H1B011001OPTIMALISASI PENJUALAN SPARE PARTS MOBIL
DENGAN METODE GOAL PROGRAMMING
Penjualan spare parts mobil oleh perusahaan bertujuan untuk memperoleh pendapatan yang maksimum. Selain itu, perusahaan juga mempunyai tujuan yang lain, yaitu, meminimumkan biaya pengadaan barang, memaksimumkan jam kerja karyawan, meminimumkan jam lembur karyawan, dan memenuhi permintaan konsumen. Dalam mencapai tujuan, perusahaan mempunyai beberapa kendala, antara lain, jam kerja karyawan, jam lembur karyawan, biaya pengadaan barang, harga jual produk, dan permintaan konsumen. Penelitian ini menggunakan model goal progamming untuk mengoptimumkan penjualan perusahaan. Model goal programming merupakan perluasan dari model pemrograman linier dengan lebih dari satu tujuan, baik dengan prioritas maupun tanpa prioritas. Hasil perhitungan menjelaskan bahwa perusahaan akan memperoleh solusi yang lebih optimum jika perusahaan mengambil keputusan untuk tidak memprioritaskan salah satu tujuan. Hal ini disebabkan koefisien variabel deviasi akan semakin besar jika salah satu tujuan diprioritaskan sehingga selisih keuntungan dengan target perusahaan juga akan semakin besar.The sales of spare parts of a car by a company is aimed to obtain a maximum revenue. In the other side, the company has other purposes, namely, to minimaze the cost of procurement of goods, to maximize the employee’s working hours, to minimaze the employee’s overtime hours, and to meet consumer demands. In achieving the goals, the company has several constraints, namely, employee’s work hours, employee’s overtime hours, the cost of procurement of goods, and the selling price of the products. The research use a model of goal programming to optimize the company’s sale. A goal programming model is an extension of the linear programming model with more than one of goals, both with priority and without priority. The Company will Obtain a more optimum solution if the company make a decision not to prioritize one of the goals. This is due to the fact that the coefficient of deviation variables will increase if one of the goals is prioritized so that the difference in profits with the target company will also increase.
628516105G1D010018HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN
BELAJAR LABORATORIUM KEPERAWATAN
DENGAN KEPUASAN BELAJAR MAHASISWA JURUSAN KEPERAWATAN
HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN BELAJAR LABORATORIUM KEPERAWATAN DENGAN KEPUASAN BELAJAR MAHASISWA JURUSAN KEPERAWATAN

Indah Ayu Purwani1, Made Sumarwati2, Dian Ramawati3

ABSTRAK
Latar Belakang: Dalam proses belajar, lingkungan belajar dapat mempengaruhi konsentrasi dan penerimaan informasi bagi siswa yang akhirnya akan mempengaruhi pencapaian kompetensi mahasiswa. Kepuasan belajar merupakan perasaan perasaan puas dalam pencapaian hasil belajar yang bersifat individual, pada setiap individu memiliki tingkat kepuasan berbeda-beda.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara lingkungan belajar laboratorium dengan kepuasan belajar mahasiswa keperawatan.
Metode Penelitian: Penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain analitik korelasi dan menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan proporsionate stratified random sampling dengan jumlah 160 responden. Analisa univariat disajikan dalam tabel frekuensi dan presentase. Analisa bivariat menggunakan uji Spearman Rank.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menggunakan analisis Spearman Rank menunjukkan koefisien korelasi (r) 0,602 menunjukkan ada hubungan yang signifikan (p) 0,000 antara lingkungan belajar laboratorium dengan kepuasan belajar mahasiswa keperawatan.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan (p = 0,000) dengan hubungan yang kuat antara lingkungan belajar laboratorium dengan kepuasan belajar mahasiswa keperawatan.
Kata Kunci: Lingkungan belajar, laboratorium, kepuasan belajar
1 Mahasiswa Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
2 Dosen Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
3 Dosen Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman 
RELATIONSHIP BETWEEN THE LEARNING NURSING LABORATORY ENVIRONMENT STUDY SATISFACTION AMONG NURSING STUDENT DEPARTMENT OF NURSING

Indah Ayu Purwani1, Made Sumarwati2, Dian Ramawati3

ABSTRACT
Background: In the process of learning , the learning environment can affect concentration and acceptance of information for students who eventually will affect the achievement of student competency .Satisfaction study is feeling a sense of satisfaction in achieving the learning outcomes of the individual in which every individual has a different level of satisfaction.
Objective: To identify the relationship between laboratory learning environment with learning satisfaction of nursing students.
Method: This research was a quantitative design with analytic correlation and cross sectional approach. Sampling method with applied proporsionate stratified random sampling and the number of samples was 160 respondents. The correlation of variables were analyzed with Spearman rank test.
Results: The results using Spearman Rank analysis showed a correlation coefficient (r) 0,602, significant level (p) 0,000 between laboratory learning environment and learning satisfaction of nursing students.
Conclusion: There is a significant relationship between the learning environment laboratory and nursing student satisfaction.
Keywords: learning environment, laboratory, satisfaction study

1Student Departement of Nursing, Faculty of Health Sciences,University of Jenderal Soedirman
2Lecturer Departement of Nursing, Faculty of Health Sciences,University of Jenderal Soedirman
3Lecturer Departement of Nursing, Faculty of Health Sciences,University of Jenderal Soedirman
628616106C1K011034THE INFLUENCE OF THE WOKPLACE SPIRITUALITY DIMENSIONS ON ORGANIZATIONAL COMITMENT DIMENSIONS AND JOB INVOLVEMENTPenelitian ini memberikan gambaran tentang pengaruh kerja dimensi spiritualitas di tempat kerja terhadap organisasi dimensi komitmen organisasi dan keterlibatan kerja dalam lingkungan non-barat dan membuktikan bahwa spiritualitas di tempat kerja memiliki pengaruh pada semua dimensi komitmen organisasi dan keterlibatan kerja. Penelitian ini dilakukan di rumah sakit Prof. DR. Margono Soekarjo. Data dalam penelitian diperoleh dengan menyebarkan 78 kuesioner kepada perawat PNS dan data dianalisis dengan menggunakan Partial Least Square Analysis.Mengacu pada hasil, dapat disimpulkan semua dimensi spiritualitas di tempat kerja yakni pekerjaan yang berarti, rasa kebersamaan dan keselarasan dengan nilai-nilai organisasi memiliki pengaruh positif terhadap keterlibatan kerja serta semua dimensi komitmen organisasi yaitu afektif, normatif dan kontinuans.
Dalam banyak penelitian ditemukan bahwa komitmen organisasi dan keterlibatan kerja telah dikaitkan dengan variabel lain seperti absensi yang lebih rendah, meningkatkan kreativitas dan kinerja karyawan yang membawa banyak keuntungan bagi organisasi dan bagi karyawan itu sendiri, sehingga disarankan bagi perusahaan untuk menyediakan tempat kerja di mana spiritualitas di tempat kerja dapat tumbuh tidak hanya fokus pada profit perusahaan. Penelitian ini memiliki sejumlah kecil responden, sehingga disarankan untuk penelitian selanjutnya untuk menambahkan lebih banyak responden sehingga hasilnya dapat lebih digeneralisi.
This research provides an overview about the influence of workplace spirituality dimension on organizational commitment dimension and job involvement in non western setting and proves that workplace spirituality has influence on all dimensions of organizational commitment and job involvement. This research conducted in Prof. DR. Margono Soekarjo hospital. The data of the research were obtained by distributing 78 questionnaires to the civil servant nurse and data analyzed using Partial Least Square Analysis. Refers to the result, can be concluded all dimensions of workplace spirituality which are the meaningful work, sense of community and alignment with organizational values have positive influence on job involvement as well as all dimensions of organization commitment which are affective, normative and continuance.
It is found in so many research that organizational commitment and job involvement have been linked to the other variable such as lower absenteeism, improved creativity and performance of the employee that bring many advantages for the organization and for the employee as well, so it is suggested for the company to provide a workplace where workplace spirituality grows not just simply focus on making profit. Since this research has small amount of respondents, it is suggested for the future research to add more respondents so that the results can be more generalized.
628716107G1F012010ANALISIS KUALITATIF PERSEPSI DOKTER BPJS TERHADAP APOTEKER DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOLABORASI DENGAN APOTEKER JEJARING BPJS DI BANYUMASJaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah jaminan pembiayaan kesehatan sebagai upaya perlindungan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau dibayarkan oleh pemerintah. Pada peraturan yang mengatur jalannya JKN, menunjukan bahwa praktek Dokter keluarga harus memiliki perjanjian kerja sama dengan Apotekyang mengharuskan Dokter BPJS berkolaborasi dengan Apoteker penanggung jawab Apotek jejaring BPJS. Walaupun kolaborasi Dokter dengan Apoteker masih sangat minim. Penelitian ini bertujuan untuk mencari persepsi Dokter terhadap Apoteker dan faktor-faktor yang mempengaruhi kolaborasinya di Banyumas.
Penelitian ini menggunakan studi kualitatif dengan melakukan indepth interview pada dokter BPJS. Metode validasi yang digunakan adalah validasi waktu dengan jarak wawancara dengan validasi selama satu bulan. Informan dipillih secara purposive sampling. Informan diambil hingga data yang diperoleh menjadi jenuh. Data yang diambil meliputi hubungan antara Dokter dengan Apoteker, manfaat kolaborasi, penghalang kolaborasi, dan fasilitator kolaborasi yang akan direduksi dan menghasilkan persepsi Dokter terhadap Apoteker dan faktor-faktor yang mempengaruhi kolaborasi dengan apoteker.
Hasil penelitian menunjukan bahwa hubungan profesional dan interpersonal sudah terjalin baik, Dokter mengetahui dan merasakan peran Apoteker sebagai pemberi Informasi Obat, Dokter merasa senang ketika Apoteker menghubunginya untuk berdiskusi masalah pergantian obat. Selain itu, pada penelitian diketahui bahwa faktor yang mempengaruhi kolaborasi adalah komunikasi dan ketersediaan Apoteker di Apotek.
National Health Insurance (NHI) is insurance to protect anyone who has paid the contributions or paid by the government. Based on the regulations which is one of rule the NHI, showed that family physicians should have an agreement with pharmacists when both had agreed to join BPJS. However, collaborations between physicians and pharmacists still low. This study was conducted to find out physicians who joined BPJS perceptions towards pharmacists who joined BPJS and factors that affect the collaborations in Banyumas Regency.
This study was conducted using a qualitative study using an in depth interview technique on family physicians who joined BPJS. Validation method used was time validation method with a month time period started on the interview process and ended on the validation process. Subjects for this study were chosen using purposive sampling technique. Subjects were asked until the data obtained unchanged. Data obtained was expressing physicians and pharmacists relationships, the collaboration benefits, the collaboration inhibitions, and the collaborationfacilitators which could be reduced and resulting in physicians perceptions toward pharmacists and factors that affect collaborations with pharmacists.
Results of this study showed that professional and interpersonal relationships have been well established, physicians knew and found the pharmacists role in telling drug informations, physicians found it helpful when pharmacists call to discuss about drug switch. Besides that, on the study we found that factors that affect collaborations are communication and pharmacist availability in the pharmacies.
628816110G1F012004ANALISIS PENGHEMATAN BIAYA KONVERSI PENGGUNAAN METRONIDAZOL INTRAVENA
KE ORAL DI RSUD PROF. DR. MARGONO
SOEKARJO PURWOKERTO
Penggunaan antibiotik di rumah sakit sebagian besar melalui intravena, yang dapat meningkatkan biaya terapi jika digunakan secara berlebihan. Konversi terapi intravena ke oral dapat menghemat biaya pengobatan. Metronidazol merupakan salah satu obat yang potensial menghemat biaya pengobatan jika dilakukan konversi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi penghematan biaya jika dapat dilakukan konversi terapi metronidazol.
Sampel dalam penelitian ini adalah 100 pasien yang menerima metronidazol intravena di RSUD Dr. Margono Soekarjo Purwokerto pada tahun 2014. Pengambilan data penelitian dilakukan secara retrospektif dengan teknik simple random sampling. Konversi terapi diasumsikan dapat dilakukan apabila pasien memenuhi kriteria inklusi. Analisis biaya yang digunakan adalah analisis penghematan biaya yang diperoleh dengan membandingkan selisih biaya terapi dan biaya non konversi.
Sebanyak 63 pasien (63%) dapat dilakukan konversi, sedangkan 37 pasien lainnya tidak. Rata-rata penghematan biaya konversi terapi per pasien adalah Rp 80.956,-. Rata-rata presentase penghematan konversi terapi per pasien adalah 48%. Besar penghematan yang diperoleh menunjukkan konversi terapi metronidazol intravena ke oral dapat menghemat biaya pengobatan di rumah sakit.
In hospitals, antibiotics are usually used through an intravenous, which can increase the treatment cost. A conversion from intravenous to oral therapy is able to save the cost of treatment. Oral therapy using metronidazole is a good alternative to minimize the treatment cost. The aim of this study is to determine the potential cost saving of conversion therapy intravenous to oral metronidazole.
The sample in this study was 100 patients who have received intravenous metronidazol in Prof. Dr. Margono Soekarjo hospital in 2014. Data is obtained retrospectively using simple random sampling technique. Conversion therapy is assumed to be applied if patients conform the inclusion criteria. The analysis of the cost savings is done by comparing the difference between the treatment cost before and after the conversion.
As many as 63 patients (63%) apply the conversion therapy, while 37 patients do not. The average cost saving of conversion therapy is 80,956.00,- IDR per patient, or 48% of the metronidazole drug cost. The result of this study shows that conversion therapy from intravenous to oral metronidazole is able to save the cost of treatment in hospital.
628916111C1C009093Pengaruh Program Kemitraan Terhadap Kinerja Keuangan Usaha Kecil Menengah Mitra Binaan di Community Development PT Telkom Tbk Sub Area IV PurwokertoTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Pengaruh Program Kemitraan Terhadap Kinerja Keuangan Usaha Kecil Menengah Mitra Binaan di Community Development PT Telkom Tbk Sub Area IV Purwokerto. Populasi penelitian ini adalah seluruh pemilik Usaha Kecil Menengah sebagai mitra dalam Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PT Telkom Sub Area IV Purwokerto pada triwulan I tahun 2015 yang berjumlah 50 Usaha Kecil Menengah. Dalam ukuran sampel penelitian ini ditentukan dengan menggunakan metode slovin, dengan alpha 10% ukuran diperoleh sampel sebanyak 34 Usaha Kecil Menengah. Teknik sampling menggunakan metode purposive sampling. analisis regresi tunggal digunakan untuk menganalisis variabel. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa program kemitraan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan Kecil Menengah Mitra Binaan di Community Development PT Telkom TbkSub Lokasi Iv Purwokerto.

The purpose of this research was to analyze the influence of partnership program toward financial performance of Small Medium Enterprise Mitra Binaan at Community Development PT Telkom Tbk Sub Area Iv Purwokerto. The population of this research was whole owner of Small Medium Enterprise as the partners in the Partnership and Community Development Program of PT Telkom Sub Area IV Purwokerto in every three month 2015 which amounts to 50 Small Medium Enterprise. In this research sample size determined using slovin methode, with alpha 10% obtained sample size as much as 34Small Medium Enterprise. The sampling technique was used purposive sampling method. Single regression analysis was used to analyze the variables. Based on the results of data analysis, it can be concluded that partnership program has positive influence toward financial performance of Small Medium Enterprise Mitra Binaan at Community Development PT Telkom Tbk Sub Area Iv Purwokerto.
629016112G1A010071Respon Nyeri Pasien Pasca Operasi Terhadap Pemberian Ketorolac Dosis Tunggal di Rumah Sakit Margono Soekarjo PurwokertoLebih dari 80% pasien di dunia yang menjalani proses operasi mengalami nyeri akut pasca operasi yang bertambah berat setelah keluar dari rumah sakit. Hal ini menunjukan bahwa masih sangat diperlukannya peningkatan pengelolaan nyeri pasca operasi. Ketorolak merupakan obat golongan Anti Inflamasi Non Steroid yang bekerja dengan cara menghambat sintesis prostaglandin melalui penghambatan enzim siklooksigenase.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode consecutive sampling. Besar sampel sebanyak 45 pasien. Dilakukan pengambilan sampel 8 jam setelah pasca operasi. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan NRS (Numerical Rating Scale). Kemudian data dianalisis menggunakan program SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden adalah dewasa awal yang berumur antara 26 – 35 tahun (51,1%) dan merasakan nyeri sedang pasca operasi (68,9%), serta tidak terdapat suatu kecenderungan semakin tinggi atau semakin rendah usia responden berimplikasi dengan besar kecilnya nilai NRS setelah diberikan Ketorolac (p value > 0,05).
Terdapat pada penelitian ini bahwa responden yang berumur antara 25-35 tahun (dewasa awal) tetap merasakan nyeri sedang pasca operasi setelah diberikan ketorolac secara IV 8 jam setelah pasca operasi, sehingga diperlukan adanya regimen lain untuk manajemen nyeri pasca operasi.
Based on The International Association for the Study of Pain, pain was described as unpleasant sensory and emotional experience which accompanied with potential and actual tissue damage. Post-Operative pain defined as a pain experience which occur after operative procedure. More than 80% patients whose undergoes a surgery procedure, experience an acute post-operative pain. And become worsen after discharged from hospital. This showed us that there is some needs to improve post-operative pain management. Ketorolac is a Non Steroid Anti Inflammatory Drugs which inhibits prostaglandin synthesis by inhibiting cyclooxigenase enzyme.
This was a descriptive observational study with cross-sectional approach. This research use Consecutive sampling method to gather participant, with 45 total samples. Participant were asked to fill the questionnaire (with the help of researcher) 8 hour after surgery was conducted. Pain measured using Numerical Rating Scale (NRS), then data were analyzed for normal distribution using SPSS program.
This research show that most of participant (51.1%) is a young adults (age 26-35 years old) and most of the participant feels moderate pain (68.9%). There are no tendency in older or younger patient towards NRS score after Ketorolac were administered (p value < 0.05).
Ketorolac were administrated to reduce pain experience, but this research shows that this drug were not very effectively to reduce post-operative pain. This show us that we need more effectively way to reduce post-operative pain, maybe an multimodal analgesia regiment or other regiment that exist.
629116113C1C009025Analisis Pengaruh Kepuasan Penghasilan, Moralitas, dan Keefektivan Pengendalian Internal Terhadap Kecenderungan Aparatur Pemerintah Melakukan FraudPenelitian berjudul “Analisis Pengaruh Kepuasan Penghasilan, Moralitas, dan Keefektivan Pengendalian Internal Terhadap Kecenderungan Aparatur Pemerintah Melakukan Fraud” bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepuasan penghasilan, moralitas, keefektivan pengendalian internal terhadap kecenderungan aparatur pemerintah melakukan fraud.
Data penelitian dikumpulkan melalui survei yang bersumber dari responden penelitian yang terdiri dari kepala bagian dan sub bagian DPPKAD, Sekretariat Daerah dan BAPPEDA. Objek penelitian meliputi persepsi aparatur pemerintah daerah tentang kepuasan penghasilan, moralitas, keefektivan pengendalian internal, dan kecenderungan melakukan fraud. Analisis penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial maupun secara simultan kepuasan penghasilan, moralitas dan keefektivan pengendalian internal berpengaruh (signifikan) terhadap kecenderungan aparatur pemerintah melakukan fraud. Implikasi penelitian : untuk meminimalisir ketidakpuasan penghasilan yang dapat mengakibatkan terjadinya kecenderungan melakukan fraud dapat dilakukan melalui perbaikan tingkat gaji (pay level) dan kenaikan gaji (pay raise).
Research entitled "Analysis Effect of Income Satisfaction, Morality, and Internal Control The effectiveness of Government Personnel Conduct Against Fraud Trends" aims to determine the effect of income satisfaction, morality, effectiveness of internal control over the tendency of government officials commit fraud.
Data were collected through a survey that comes from respondents consisting of heads of sections and sub-sections DPPKAD, the Regional Secretariat and BAPPEDA. The object of research include the perception of local government officials about income satisfaction, morality, effectiveness of internal controls, and the tendency to commit fraud. This research analyzes using multiple regression analysis.
The results showed that partially or simultaneous satisfaction of income, morality and effectiveness of the internal control effect (significant) against the tendency of government officials commit fraud. Implications of the study: to minimize dissatisfaction income which may result in a tendency commit fraud doing by improvement of salary (pay level) and salary (pay raise).
629216124F1G012044ANALISIS GAYA BAHASA DALAM LIMA LIRIK LAGU ALBUM BERSINAR TERANG KARYA GEISHAPenelitian yang berjudul ‘’Analisis Gaya Bahasa Dalam Lima Lirik Lagu Album Bersinar Terang Karya Geisha’’berlatar belakang lirik lagu dalam album Geisha, menggunakan bahasa yang khas dan bahasa yang berlebihan. Oleh sebab itu, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana gaya bahasa dan citraan dalam lima lirik lagu Geisha. Tujuan penelitain ini adalah(1) mendeskripsikan gaya bahasa dalam lima lirik lagu pada album Bersinar Terang, (2)mendeskripsikan citraan dalam lima lirik lagu album Bersinar Terang karya Geisha. Penelitian ini berbentuk deskriptif, data yang dikumpulkan berupa teks lima lirik lagu album Bersinar Terang karya Geisha. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menyimak dan mencatat lima lirik lagu Geisha pada album Bersinar Terang berulang-ulang. Mencatat bagaian-bagain pada lima lirik lagu Geisha yang berkaitan dengan rumusan masalah, mengklasifikasikan data pada lima lirik lagu album Bersinar Terang karya Geisha.
Hasil pembahasan dalam penelitian gaya bahasa pada lima lirik lagu album Bersinar Terang karya Geisha adalah, Dari 33 data yang sudah diteliti terdapat 12 gaya bahasa. Majas Perbandingan terdiri dari, 4 metafora, 2 personifikasi,dan 1 antitesis. Majas pertentangan terdiri dari 5 hiperbola, 2 sinisme, 1 inversi, dan 1 ironi. Majas pertautan terdiri dari 7 elipsis dan 2 eufemisme. Adapun majas perulangan terdiri dari 4 asonansi, 4 epistrofa. Gaya bahasa paling dominan dalam lirik lagu tersebut adalah gaya bahasa elipsis sebanyak 7 data. Hasil dari pembahasan dalam penelitian citraan dalam lima lirik lagu album Bersinar Terang karya Geisha adalah, ada 3 citraan dalam limalirik lagu pada album Bersinar Terang, yaitu citraan penglihatan, citraan gerak dan citraan perasaan. Citraan penglihatan ada 3 data. Citraan gerak ada 3 data dan citraan perasaan ada 6 data, jadi semua data ada 12 data.





A research entitles “Analisis Gaya Bahasa Dalam Lima Lirik Lagu Album Bersinar Terang karya Geisha”. Background song in the album Geisha, using language that is typical and excessive language.Therefore the problem in this research is how the style of language and imagery in the lyrics Geisha. The purposes of this research are to describe the linguistic styles and iamges avaible in those 5 song lyrics of Geisha s album Bersinar Terang. This is a descriptive research study. The data are collected in the forms of texts by repeatedly hearing and listening, recording, and then classifying those 5 song lyrics of Geisha s album Bersinar Terang.
The results of this styles research on 5 song lyrics of Geisha album, Bersinar Terang. Show that 33 data,there are 12 figurative languages. The firs consists 4 metaphors, 2 personifications, and 1 anticipation. The second consists of 5 hyperbolas, 2 cynicisms, 1 inversion, and 1 irony. The third consists of 7 ellipses and 2 euphemisms. The last consists of 4 assonances, 4 epistrophes. Meanwhile, the resuls of discussions on image of 5 of sing lyrics of Geisha s album, Bersinar Terang, are classified into 3, auditory, motion and feeling images.Of 11 data, there are 3 vision, 3 auditory, 3 motion, and 6 feeling images.

629316114P2BA12027PEMILIHAN INDEKS BIOLOGI BERDASARKAN
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROINVERTEBRATA BENTIK
PADA ALIRAN SUNGAI YANG TERKENA LIMBAH TAHU
DI KABUPATEN BANYUMAS
Peningkatan jumlah penduduk di Kabupaten Banyumas akan diikuti oleh peningkatan kebutuhan pangan, salah satunya adalah industri tahu. Beberapa sentra industri tahu terdapat di Kabupaten Banyumas, antara lain di Kecamatan Cilongok, Pekuncen dan Ajibarang. Industri tahu menghasilkan produksi tahu dan limbah padat maupun cair. Limbah cair dari industri tahu biasanya dibuang langsung ke sungai dan akan berdampak terhadap kualitas air. Hal ini akan mempengaruhi biota perairan khususnya makroinvertebrata bentik yang akan terpapar oleh limbah cair. Hasil pengamatan makroinvertebrata bentik dapat diinterpretasikan dengan beberapa indeks seperti EPT,FBI, LQI dan Signal 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak limbah cair tahu terhadap komunitas makroinvertebrata bentik, menganalisis performa indeks EPT, Family Biotic Index (FBI), Lincoln Quality Index (LQI), signal 2 dan memilih indeks yang paling tepat untuk diterapkan di sungai-sungai yang terkena limbah tahu tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik purposive random sampling. Pengambilan sampel makroinvertebrata bentik dan air dilakukan di Sungai Datar Kecamatan Cilongok, Sungai Royom Kecamatan Pekuncen dan Sungai Tengah Kecamatan Ajibarang. Masing-masing sungai dibagi menjadi 3 stasiun yaitu sebelum terkena limbah, tepat dan setelah terkena limbah dengan ulangan sebanyak 4 kali. Pengambilan makroinvertebrata bentik menggunakan jala surber ukuran 30x30 cm2 dilakukan secara komposit di tiga titik setiap stasiun. Sampel yang didapatkan diidentifikasi di laboratarium. Hasil pengamatan makroinvertebrata dikonversi ke dalam 4 indeks biologi yaitu EPT, FBI, LQI dan Signal 2. Parameter fisik yang diukur meliputi suhu, kekeruhan dan TSS dan paremeter kimiawi meliputi pH, DO, BOD5 , nitrat dan fosfat dikonversikan ke indeks NSF WQI.
Makroinvertebrata bentik yang ditemukan terdiri atas 21 spesies dari 18 familia dan 16 ordo. Perubahan ordo menunjukkan adanya ordo yang selalu hadir di stasiun 1 dan 3 yaitu Tricoptera, Plecoptera dan Ephemeroptera dan akan hilang di stasiun 2. Dan sebaliknya ordo Haplotaxida selalu ditemukan di stasiun 2 dan tidak ditemukan di stasiun 1 dan 3. Limbah cair tahu belum menunjukkan dampak yang signifikan terhadap kelimpahan antar sungai (f hit:0,59, p:0,05), namun signifikan antar stasiun dengan (f hit 6,31). Dari empat indeks biologi yang diujikan, indeks EPT menunjukkan sensifitas yang cukup baik terhadap perubahan komposisi makroinvertebrata yang merupakan dampak dari perubahan tingkat pencemaran limbah cair tahu.
The increasing of population will lead the to rise of food demand, such as tofu. In Banyumas Regent there are some tofu industries are located in Cilongok, Pekuncen, Ajibarang Sub Regents. The tofu industry produces water waste that usually throw directly to the rivers. This will effect to the water quality of those rivers and benthic mcroinvertebrate communities are widely use as biologcal incator of water quality. As Specially in assesting of organic polution, and interprated them in biologycal indicases such us EPT, FBI, LQI and signal 2. The purposes of this research were to determine the impact of water waste of tofu industry to the benthic macroinvertebrate communities, to evaluate the performers of EPT, FBI, LQI and signal 2 and to select the best indicase for assasting water waste of tofu industry.
The research was conducted in Datar, Royomnd Tengah Rivers in Banyumas Regent. The survey and purposive random sampling were applied in this study. Three sides were selected best on, before and after methode and observed four times. Macroinvertebrate was collected by used subber net and the data were conferted to EPT, LQI, FBI and signal 2. Some physic parameters as temperatur, turbidity, TSS and chemical pharameters as pH, DO, BOD5, nitrat, fofsat were measured.
The result recorded 21 species ang belongs to 18 family and 16 ordo of benthic macroinvertebrates. Ordos of Tricoptera, Plecoptera and Ephemeroptera were always occured in side 1 and 3 but not in side 2. On the other, Haplotaxida presented only in side 2. The water waste of tofu industry not yet affect to the abudance of benthic macroinvertebrates among the rivers (fc:0,59) but significantluy effected among the side (fc : 6,31). Among Four biologycal indicases, EPT had an addequated sensitivity to the change of benthic macroinvertebrate communities do to of water waste tofu undustry.
629416115C1A009131ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI YANG BERPENGARUH TERHADAP NILAI PRODUKSI TEMPE KEDELAI DAN KELAYAKAN USAHANYAPenelitian ini berjudul “ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI YANG
BERPENGARUH TERHADAP NILAI PRODUKSI TEMPE KEDELAI (studi
kasus: Indutri Kecil dan Rumah Tangga Desa Rawalo Kecamatan Rawalo
Kabupaten Banyumas)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
secara bersama-sama dan individu dari variabel biaya modal tetap, biaya bahan
baku, biaya bahan bakar dan biaya tenaga kerja serta mengetahui variabel
manakah yang paling berpengaruh terhadap nilai produksi tempe di Desa Rawalo,
Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas. Metode slovin digunakan untuk
menentukan jumlah responden sebanyak 51 dari seluruh populasi sebanyak 103
orang perajin. Pengambilan data dilakukan dengan metode survei dengan
melakukan wawancara secara langsung dan menggunakan kuisioner. Metode
analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda (multiple regression
analysis)dan R/C.
Hasil analisis regresi berganda menyatakan bahwa variabel modal tetap,
bahan baku, bahan bakar dan tenaga kerja secara bersama-sama berpengaruh
signifikan terhadap produksi tempe dengan nilai F-
hitung
113,196 > F-
2,57.
Hasil pengujian secara individu menyatakan bahwa variabel bahan baku dengan
nilai t-hitung 9,682 > t-tabel 2,013 dan tenaga kerja dengan nilai t-hitung 3,645 >
t-tabel 2,013 berpengaruh positif terhadap produksi tempe. Tenaga kerja
merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap produksi tempe di Desa
Rawalo Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas dengan nilai koefisien beta
1,832. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh bahwa total pendapatan dari usaha
pembuatan tempe kedelai ini lebih besar dari pada biaya produksi yang
digunakan, sehingga pelaksanaan usaha ini sudah menguntungkan. Hal tersebut
terlihat dari nilai R/C rasio yang lebih besari dari 1, yakni sebesar 1,6.
Implikasi dari penelitian ini yaitu para perajin tempe kedelai perlu
memperhatikan faktor bahan baku dan tenaga kerja dalam proses produksi tempe
(3)
tabel
kedelai, karena variabel bahan baku dan tenaga kerja merupakan variabel yang
berpengaruh terhadap peningkatan produksi tempe kedelai. Hal yang perlu
dilakukan oleh para perajin untuk meningkatkan produksi tempe kedelai yaitu
dengan menambah penggunaan bahan baku yang berkualitas dengan harga yang
relaif lebih murah dan menambah tenaga kerja yang memilki ketrampilan serta
pengalaman. Selain itu juga cara mengkombinasikan antara bahan baku dan
tenaga kerja secara tepat.
Kata kunci :
Tempe kedelai, Desa Rawalo, Total Produksi.
This research entitled “THE ANALYSIS OF PRODUCTION FACTORS THAT
INFLUENCE THE PRODUCTION OF SOY TEMPE” (A Case Study: Small
Industry and Households in Rawalo village, Sub district of Rawalo, District of
Banyumas). The purpose of this research is to know the influence of permanent
capital variable, basic commodity, fuel and workers, either collectively or
individually. And also to know which one is the most influential variables to the
production of soy tempe, in Rawalo village, Rawalo sub district, Banyumas
district. Slovin method is used to determine 51 repondents from the whole
population 103 soy tempe markers. The writer uses survey method to get the data,
that is by direct interview and questioner. Meanwhile, the data analysis method
used is multiple regression analysis and R/C.
The results of multiple regression analysis states that, collectively
permanent capital variable, basic commodity, fuel and workers are significantly
influencing the production of soy tempe with value F-hitung 113,196 > F-table
2,57. The results of individual experiment states that basic commodity variable
with value T-hitung 9,682 > T-table 2,013 and the workers with value T-hitung
3,645 > T- table 2,013 positively influence the production of soy tempe. The
workers is the most influential variable to the production of soy tempe in Rawalo
village, Rawalo sub district, Banyumas district with beta coefficient value 1,832.
It is seen from the value of R / C ratio of greater than 1, which is equal to 1.6.
The implication from this research is that the tempe makers should notice
the factors of basic commodity and workers in the process of producing soy
tempe, because these variables are influencing variables in increasing soy tempe
production. Things that should be done by tempe makers to increase soy tempe
production are by adding the basic commodity with good quality but in cheap
price, and also adding skillful and experienced workers. Besides, it also needs to
combine between the basic commodity and workers appropriately.
Keywords :
Soy Tempe, Rawalo Village, Total Production.
629516117C1A010052ANALISIS PENDAPATAN PETERNAKAN SAPI PERAH DAN KONTRIBUSI TERHADAPA PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI DESA TUMIYANG KECAMATAN PEKUNCEN KABUPATEN BANYUMAS PenelitininiberjudulAnalisis Pendapatan Peternak Sapi Perah dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Rumah Tangga di Desa Tuminyang Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas, bertujuanuntuk menganalisis keuntungan dengan besarnya pendapatan dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan peternak sapi perah Anggota Koperasi Pesat di Desa Tumiyang untuk menganalisi Kontribusi pendpatan rumah tangga peterank sapi perah, yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, sedangkan metode pengambilan sampel menggunakan metode stratified random sampling diperoleh 44 sampel penelitian. Metodeanalisis yang digunakan dalah metode analaisi penerimaan dan pendapatan, analisisregresi liner berganda, dan analisis kontribusi pendapatan rumah tangga.
Hasil penelitian menunjukan bahaw secara bersama-sama variable-variabel indipenden jumlah kepemiikan sapi perah dan jumlah kepemilikan induklaktasi berpengruh positif dan sinifikan terhadap pendapatan, sedangkan harga jual susu, harga jual anak sapi, biaya pakan, pelengkpan melah, biaya tenagga kerja berpengaruh negative dan tidak signifikan terhadap pendapatan peternak sapi perah pada anggota koperasi pesat di Desa Tumiyang Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas. Terdapat 20 peternak sapi perah yang berkontribusi di bawa 50 persen dari total pendapatan rumah tangga, sedangakan terdapat 24 peternak yang menyumbang hasil usaha ternak sapi perah berkontribusi diatas 50 persen dari total pendapatan rumah tangga.
Usah peternak sapi perah anggota Koperasi Pesat di Desa Tumiyang Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas sangat menguntungkan namun memelukan biaya yang cukup besar oleh karenaitu harus memperhatikan biaya yang mengurangi pendapatan seperti biaya pakan, harga jual susu, harga jualanakan sapi, biaya perlengkapan, biaya tenaga kerja. Usaha peternak sapi perah berpotensi untuk dikembangkan dan dapat menjadi salah satu sumber pendapatan utama.

Kata Kunci :PeternakSapiPerah, Pendapatan, Faktor-faktor yang mempengaruhi Pendapatan, Kontribusi.
This experiment berjudu lAnalisis Revenue Farmers Dairy Cattle and Contribution to Household Income in Rural Tuminyang District of Pekuncen Banyumas, bertujuanuntuk analyze profit by the amount of income and analyzes the factors that affect the income of dairy farmers Cooperative Members Rapidly in the village Tumiyang to analyze Contributions of return home peterank stairs dairy cows, which are used in this research is quantitative descriptive, while the method of sampling using stratified random sampling method was obtained 44 samples of the study. Metodeanalisis used dalah analaisi revenue and income method, multiple linear analisisregresi, and analysis of the contribution of household income.
The results showed bahaw together variables independent number kepemiikan dairy cows and the number of holdings induklaktasi berpengruh positive and sinifikan to earnings, while the selling price of milk, the selling price of calves, feed costs, pelengkpan Melah, costs tenagga influential work negatively and not significantly to the income of dairy farmers in the cooperative members rapidly in the village Tumiyang Pekuncen District of Banyumas. There are 20 dairy farmers who contribute brought 50 percent of total household income, while the there are 24 farmers who contribute the results of operations of dairy cows contribute over 50 percent of total household income.
Dairy farmers need Rapidly Cooperative members in the village Tumiyang Pekuncen District of Banyumas very profitable but take some considerable cost by karenaitu must take account of costs which reduce income such as feed costs, the price of milk, cow jualanakan prices, equipment costs, labor costs. Enterprises dairy farmers have the potential to be developed and can be one of the main sources of income.
Key Words :cows with, factors that affect the income, contribution
629616116F1D009060GERAKAN FORUM PERJUANGAN PETANI BATANG (FPPB) DALAM KONFLIK HAK MILIK TANAH DI KABUPATEN BATANGSecara umum, artikel dari hasil penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui dan menjelaskan tentang bentuk Gerakan Sosial Politik yang mengambil kajian tentang gerakan yang dilakukan oleh organisasi FPPB dalam aktifitas organisasinya dan dalam rentan waktu yang telah ditentukan. 2) memahami dengan mendeskripsikan secara kronologis peristiwa dan kejadian dalam batasan waktu yang telah ditentukan untuk mengetahui bentuk dan strategi gerakan termasuk faktor-faktor kontekstual penghambat dan pendorong gerakan tersebut serta mengetahui aktor-aktor yang memiliki peran didalamnya. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan menggunakan paradigma post-positivisme dan konstruktivisme serta menggunakan perspektif behavioralisme. Dengan landasan teori penelitian menggunakan teori gerakan sosial, gerakan agraria, konflik dan resolusi, organisasi dan landreform, hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa gerakan sosial politik yang dilakukan oleh FPPB pada akhirnya adalah bentuk dari banyaknya benturan-benturan konflik yang dialami yang dalam tiap-tiap perkembangannya memberikan pelajaran berupa pendewasaan diri bagi organisasi khususnya, serta bagi siapapun yang memiliki kaitan dengan organisasi FPPB. Sementara sebagian besar konflik yang muncul dalam gerakan yang dilakukan FPPB bermula dari kurangnya sumberdaya manusia serta keberpihakan situasi politik yang terjadi. Alhasil, setelah berdiri lebih dari 17 tahun FPPB menjadi salah satu organisasi yang sangat diperhitungkan di tingkat lokal bahkan menjadi referensi bagi organisasi-organisasi lain dari banyak daerah.In general, articles from the results this study aims to: 1) identifying and explaining about the shape of social movement politics by takes research about movements performed by the FPPB organization especially the activities of the organization in a vulnerable time specified. 2) understand by describing the chronological events within a time frame has been determined to know the shape and movement strategies including contextual factors and constraints of the movement and to know the actors who have a role in it. The method used is a qualitative method, using the paradigm of post-positivism and constructivism and use behavioralisme perspective. By the theoretical basis of research using social movement theory, the agrarian movement, conflict and resolution, organization and land reform. The results of this study revealed that the socio-political movements performed by FPPB in the end is the shape of many clashes of the conflict experienced that in each development gives lessons of maturation itself to the organization in particular, and for anyone who has a connection with the FPPB organization, while most of the conflicts that arise in the movement by FPPB stems from a lack of human resources as well as alignments political situation. As a result, after had stand for more than 17 years FPPB became one of the organization that taken into account at the local level and even become a reference for other organizations from many regions.
629716118C1K012003THE INFLUNCE ANALYSIS OF PROFITABILITY, EFFECTIVE TAX RATE, NON-DEBT TAX SHIELD, FIRM SIZE AND GROWTH OPPORTUNITY ON FINANCIAL LEVERAGE OF INDONESIAN MANUFACTURING COMPANIESPenelitian berjudul "Analisis pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan, Non-debt tax shield, peluang pertumbuhan dan Effective tax rate terhadap Financial Leverage pada perusahaan manufaktur di Indonesia" ini adalah studi analisis yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh setiap variabel terhadap financial leverage sebagai bagian dari struktur modal penting untuk mempertimbangkan banyak hal yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilakukan selama periode 2010 hingga 2013. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sementara sampel ditentukan dengan metode purposive sampling untuk menghilangkan saham yang keluar atau mendaftar kembali di Bursa saham (Delisting atau Relisting). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, kajian pustaka dan penelusuran melalui internet. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah multiple regresi, f-test dan t-test dalam pengujian hipotesis.The research entitled “The Influence Analysis of Profitability, Firm size, Non-debt tax shield, Growth opportunity and Effective tax rate on Financial Leverage of Indonesian Manufacturing Company” was an analysis study using quantitative approach. The objectives of this research were to analyze the influences of each variable towards financial leverage as it is part of capital structures and it is important to consider many things that influencing it. This research was conducted during the period of 2010 until 2013. The population in this research was all of manufacturing companies listed in Indonesian stock exchange. While sample was determined by purposive sampling method to eliminate the move out or returning stock in the stock exchange (Delisting or Relisting). Data collection techniques used were method of documentation, literature review and internet search. Analytical methods used were multiple regression, f test and t test to test the hypothesis.
629816119B1J011102FAKTOR KUNCI YANG MENENTUKAN KELIMPAHAN TUNGAU PARASIT PADA LARVA NYAMUK Aedes sp. DI DAERAH ENDEMIS DEMAM BERDARAH DENGUE KABUPATEN BANJARNEGARADemam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan melalui nyamuk. Dua jenis nyamuk sebagai vektor DBD di Indonesia yaitu Aedes aegypti dan Aedes albopictus. A.aegypti sebagai vector utama yang tinggal di dalam rumah, sedangkan A.albopictus sebagai vector sekunder hidup dan berkembangbiak di kebun atau semak-semak. Insidence Rate demam berdarah di Indonesia khususnya Banjarnegara dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. Tahun 2014 tercatat incidence rate demam berdarah di Kabupaten Banjarnegara sebesar 14,6/100.000 penduduk. Meningkatnya IR yang terjadi karena populasi vector DBD yang meningkat yaitu nyamuk Aedes sp. Musuh alami yang biasa digunakan untuk menekan populasi nyamuk Aedes sp ialah tungau parasite. Tungau parasite adalah tungau yang hidup sebagai parasit pada Aedes sp. Baik pada stadia larva, pupa dan dewasa. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tungau parasite dalam menginfeksi inangnya diantaranya temperature, pH, Dissolved Oxygen (DO). Dari faktor-faktor lingkungan tersebut terdapat satu atau beberapa factor kunci yaitu factor yang menentukan kelimpahan suatu organism dalam hal ini tungau parasite larva Aedes sp.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui familia tungau parasite larva Aedes sp dan menentukan factor kunci yang menentukan kelimpahan tungau parasite larva Aedes sp.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan teknik pengambilan sampel menggunakan stratified sampling. Tungau parasite yang diperoleh di identifikasi menggunakan buku identifikasi Pesic (2003), Gerecke (2004) dan Proctor (2006). Analisis data menggunakan software SPSS 16, dengan analisis regresi linear, quadratic, dan cubic untuk menentukan factor kunci kelimpahan tungau parasite larva Aedes sp. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini ditemukan tiga familia tungau parasit yaitu familia Pionidae, Hydrachnidae dan Hydryphantidae. Faktor ekologi tungau parasite larva Aedes sp yaitu temperature, pH dan DO. Faktor kunci kelimpahan tungau parasite larva Aedes sp adalah temperature yang mempunyai pengaruh sebesar 89% (R2 = 0.890)
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by the dengue virus is transmitted by mosquitoes. Two types of mosquito vectors of dengue fever in Indonesia, namely Aedes aegypti and Aedes albopictus.A.aegypti as the main vector of living in the house, while A.albopictus as secondary vectors live and breed in gardens or bushes. Insidence Rate of dengue fever in Indonesia, especially Banjarnegara from year to year always increase experience. In 2014 recorded incidence rate of dengue fever in Banjarnegara regency of 14.6 / 100,000 population. Increased IR happened because the population increased dengue vector Aedes sp. Natural enemies are used to suppress the Aedes spmosquito population is a parasite mites. Mite parasite is a mite that lives as a parasite on the Aedes sp. larval stage, pupa and emago. The several factors that affect the mite parasite infects its host including temperature, pH, Dissolved Oxygen (DO).From these environmental factors are one or a few key factors, namely factor that determines the abundance of an organism in this case mite parasite larvae of Aedes sp. The purpose of this study was to determine familia mite parasite larvae of Aedes sp and determine the key factors that determine the abundance of mite parasite larvae of Aedes sp.
The method used in this research is survey method with a sampling technique using stratified sampling. Mite parasite obtained in identification using identification book Pesic (2003), Gerecke (2004) and Proctor (2006) Analysis of the data using SPSS 16, with a linear regression analysis, quadratic, and cubic key factor to determine the abundance of mite parasite larvae of Aedes sp , The results obtained in this study were obtained parasite mites familia familia Pionidae ie, Hydrachnidae and Hydryphantidae. Ecological factors mite parasite larvae of Aedes sp is temperature, pH and DO. A key factor abundance mite parasite larvae of Aedes sp is the temperature that has the effect of 89% (R2 = 0.890)
629916120P2BA14007Analisis Polimorfisme Gen TCF7L2 (rs7903146-C>T) Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Pada Populasi Etnis Dayak di Palangka RayaKasus Diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) terjadi karena interaksi kompleks antara faktor genetik dengan faktor lingkungan. Salah satu faktor genetik yang berkaitan dengan kerentanan terhadap DMT2 adalah polimorfisme gen TCF7L2 (rs7903146-C>T). Gen TCF7L2 berperan dalam aktivasi banyak gen jalur sinyal Wnt domain downstream dan produksi hormon GLP-1. Jalur Wnt dan hormon GLP-1 ini penting dalam fungsi homeostasis glukosa di dalam darah. Tujuan penelitian untuk mengetahui distribusi genotip dan frekuensi alotip gen TCF7L2 (rs7903146-C>T) penderita Diabetes mellitus tipe 2 pada populasi etnis Dayak di Palangka Raya. Metode yang digunakan untuk menganalisis polimorfisme gen TCF7L2 (rs7903146-C>T) adalah teknik PCR-RFLP pada situs restriksi SspI. Subyek penelitian adalah penderita DMT2 sejumlah 30 individu. Hasil penelitian ini menemukan genotip homozigot wild type (CC) sebanyak 28 individu (93,3%), heterozigot mutan (CT) yang berisiko DMT2 sebanyak 2 individu (6,7%), dan tidak ditemukan homozigot mutan (TT) (0%). Distribusi genotip gen ini tidak menyimpang dari Hardy-Weinberg Equilibrium (p=0,8501 atau p>0,05). Dengan demikian, ditemukan frekuensi alel mutan (T) yang berisiko terhadap DMT2 sebesar 3,3% pada populasi etnis Dayak di Palangka Raya yang sesuai dengan beberapa populasi di wilayah Asia Timur, sedangkan frekuensi alel wild type (C) sebesar 96,7%.The type 2 diabetes mellitus (T2DM) occurs due to complex interactions between genetic and environmental factors. The TCF7L2 gene (rs7903146-C>T) polymorphism is one of genetic factors that is associated with T2DM susceptibility. This gene plays a role in the activation of many genes downstream of the Wnt signaling pathways and production of GLP-1 hormone. They are important in blood glucose homeostasis. This study aimed to explore genotype distribution and allotype frequency of TCF7L2 gene (rs7903146-C>T) in Dayak ethnic population in Palangka Raya. The polymorphism was genotyped with PCR-RFLP method on restriction site of SspI enzyme. A total of 30 subjects with T2DM were enrolled in this study. Two genotypes were observed in Dayak ethnic Population with T2DM. Homozygote wild type genotype (CC) which is characterized by having 139 bp fragments and heterozygote mutant genotype (TT) which is characterized by having 139 bp, 111 bp dan 28 bp fragments. The distribution of homozygote wild type (CC) was of 28 subjects (93.3%), heterozygote mutant (CT) that risk for T2DM was of 2 subjects (6.7%), and homozygote mutant (TT) was not observed (0=0%). The genotype distribution of this gene was parallel to the Hardy-Weinberg Equilibrium where (p=0,8501 or p>0,05). Thus, the frequency of mutant allele (T) that risk for T2DM was of 3.3% and it was similar with some populations in the East Asia, whereas wild type allele (C) was of 96.7%.
630016121G1F012046Pengembangan dan Validasi Spektrofotometri dengan Pendekatan Kemometrika Partial Least Squares-1 untuk Analisis Simultan Asam Benzoat dan Salisilat dalam Sediaan LarutanAsam benzoat (AB) dan asam salisilat (AS) dalam sediaan kombinasi tidak dapat dianalisis secara simultan dengan spektrofotometri karena memiliki spektrum yang overlap. Metode spektrofotometri dengan pendekatan kemometrika partial least square-1 (PLS-1) dikembangkan dan divalidasi untuk menganalisis senyawa asam benzoat dan asam salisilat secara simultan dalam sediaan larutan.
Model PLS-1 dibangun dengan set kalibrasi sebanyak 16 seri pada konsentrasi 1,96-7,84 μg/ml untuk AB dan 2,88-11,52 μg/ml untuk AS. Kemudian model divalidasi secara internal dengan leave one out-cross validation (LOO-CV) dan secara eksternal dengan set validasi yang dibuat sebanyak 10 seri pada rentang konsentrasi yang sama, namun komposisinya belum digunakan dalam set kalibrasi. Parameter statistik yang diuji meliputi root mean squares error of calibration (RMSEC), root mean squares error of prediction (RMSEP), dan koefisien determinasi (r2). Validasi metode analisis dilakukan dengan menguji nilai linearitas, akurasi, presisi, batas deteksi dan batas kuantitasi.
Hasil validasi menunjukkan bahwa metode yang dikembangkan memenuhi beberapa persyaratan parameter validasi, seperti linearitas dan presisi. Sedangkan untuk akurasi hanya AS yang memenuhi persyaratannya. Sehingga metode ini dapat diaplikasikan untuk analisis simultan AB dan AS dalam sediaan larutan dengan hasil recovery masing-masing sebesar 109,97-114,411% dan 92,20-102,32%.
Benzoic and salicylic acid in combination preparation can not be analyzed simultaneously by spectrophotometry because of the overlapping of their UV spectra. Chemometrics assisted spectrophotometry partial least square 1 (PLS-1) was developed and validated to analyze benzoic and salicylic acid simultaneously in the preparation of solution.
PLS-1 model was built by a calibration set of 16 series in the concentration range of 1.96-7.84 µg/ml for benzoic acid and 2.88-11.52 µg/ml for salicylic acid. Then the model was validated internally with a leave-one out-cross validation (LOO-CV) and externally with the 10 series validation set at the same concentration range. Statistical parameters that used in this study were the root mean squares error of calibration (RMSEC), root mean squares error of prediction (RMSEP), and the coefficient of determination (r2). The method was validated by testing the value of linearity, accuracy, precision, detection limits and quantitation limits.
The result of validation showed that the method developed was satisfied on the linearity and precision requirements. Meanwhile, only salicylic acid that was satisfied the accuracy requirement. Therefore, this method can be applied for analyzing simultaneously benzoic and salicylic acid in the solution preparation with a recovery yield of 109.97-114.411% and 92.20-102.32%, respectively.