Artikelilmiahs

Menampilkan 521-540 dari 52.045 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
5216596D1E009122ANALISIS FUNGSI PRODUKSI TERNAK KAMBING PERAH (Studi Kasus Pada Kelompok Ternak Kambing Perah Mendani Di Kabupaten Tegal)
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat produksi dan faktor produksi yang digunakan dalam usaha ternak kambing perah dan mengevaluasi fungsi produksi usaha kambing perah pada peternakan Kelompok Tenak Kambing Perah Mendani di Kabupaten Tegal. Metode penelitian yang digunakan adalah survai dan observasi, penetapan wilayah menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan fungsi Cobb-Douglas kemudian dilogaritmakan kedalam bentuk linier, dan uji lanjut menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor produksi berpengaruh sangat nyata terhadap produksi susu.Tingkat produksi susu berkisar 520-866 ml/ekor/hari dengan produksi susu rata-rata 629 ml/ekor/hari. Hasil analisis variansi didapat 45,47% variable Y dapat dijelaskan oleh variable X, nilai f hitung 5,2132 dengan taraf signifikasi 99% (P < 0,01). Variable yang berpengaruh nyata yaitu konsentrat dan obat-obatan dengan koefisien regresi 2,36 dan -0,57. Pakan hijauan yang diberikan adalah rendeng (daun kacang tanah) dan konsentrat menggunakan ampas tahu. Obat-obatan yang sering dipakai adalah Calsidek, vitamin B Kompleks, dan obat Cacing, ukuran kandang rata-rata 67,00 cm2 dan jumlah ternak rata-rata 22,28 STK.
Kata kunci: fungsi produksi, kambing perah, produksi susu.
The purpose of this study was to determine the level of production and factors of production used in the dairy goat business and to evaluate the production function in the dairy goat business of Mendani Goat Dairy Farmer Group in Tegal regency. The research method used was survey and observations, using purposive sampling determination, whereas the goat selection was determined with random method (simple random sampling). The analysis of the data used the Cobb-Douglas function, there it was transformed into a linear form of logarithms, and further it was tested using the t test. The results showed that the factors of production significantly affected the production of milk. The range production from 520-866 ml of milk / cow / day with an average production of milk 629 ml / head / day. The variance analysis results obtained 45.47% Y variable, can be explained by the X variable, the value f count with of 5.2132 with 99% significanct level (P <0,01). Significant variables were concentrate and drugs with regression coefficients of 2.36 and -0.57. The forage given is Rendeng (peanut leaves) and concentrated supplemented with tofu. The drugs often used were Calsidek, vitamin B complex, and worm medicine. The cage size on average were 67.00 cm2 and the average number of livestock were 22.28 STK.
Keywords: production functions, dairy goats, dairy production.
5226507A1L009081KETAHANAN GALUR PADI GOGO AROMATIK
TERHADAP PENYAKIT KRESEK DI DESA LIMBANGAN KABUPATEN PURBALINGGA DAN DI DESA KALISARI KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui ketahanan galur padi gogo aromatik terhadap penyakit kresek, 2) mengetahui intensitas penyakit kresek beberapa galur padi gogo aromatik, dan 3) mengetahui produksi beberapa galur padi gogo aromatik. Penelitian dilaksanakan di Desa Limbangan Kabupaten Purbalingga dan desa Kalisari Kabupaten Banyumas dari bulan Oktober 2012 sampai bulan Januari 2013. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 4 perlakuan yaitu Galur E (UJS 136PS) dan galur F (UJS 191) merupakan hasil persilangan verietas Mentik Wangi dan Poso. Varietas pembanding yang digunakan adalah Gajah mungkur dan Limboto. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali pada setiap lokasi. Variabel yang diamati adalah intensitas penyakit kresek dan hasil produksi padi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat ketahanan galur padi gogo aromatik terhadap patogen kresek (Xanthomonas oryzae pv. oryzae) dan produksi padi pada lokasi percobaan yang berbeda. Reaksi ketahanan pada galur yang di uji adalah agak tahan dan agak rentan. Ketahanan galur E dan F di lokasi desa Limbangan Kabupaten Purbalingga adalah agak rentan dan agak tahan, sedangkan nilai ketahanan galur E dan F di desa Kalisari Kabupaten Purbalingga adalah agak rentan. Nilai hasil produksi padi gogo aromatik di Desa Limbangan Kabupaten Purbalingga lebih rendah dari produksi padi di Desa Kalisari Kabupaten Banyumas. The aim of this research was determine 1) the resistance of aromatic upland rice to kresek disease, 2) the intencity of kresek disease several aromatic upland rice, and 3) grain yield several aromatic upland rice. The research was conducted in Limbangan Village Purbalingga Regency and Kalisari Village Banyumas Regency from October 2012 to January 2013. The research was used RAK (Randomized Block Design) with 4 treatment that is E (UJS 136PS) groove and F groove (UJS 191) from Mentik Wangi and Poso crossing. Check variety was used are Gajah Mungkur and Limboto. Every treatment 4 replicates in each location. The variables measured is kresek disease intencity and grain yield. The research result indicated difference of resistance aromatic upland rice to kresek pathogen (Xanthomonas oryzae pv. oryzae) in different experiment location. The resistance on experiment groove was moderately resistance and moderately susceptible. The resistance of E and F groove in Limbangan Village Purbalingga Regency was moderately susceptible and moderately resistance, whereas resistance value of E and F groove in Kalisari village Banyumas regency is moderately susceptible. The value of grain yield in Limbangan Village Purbalingga Regency was low than grain yield in Kalisari Village Banyumas Regency.
5236508F1F008137The Analysis of Insert Expansion (Insertion Sequences) Organization Used by Po and the Other Characters in “Kung Fu Panda” Movie Peneliti melaksanakan penelitian yang berjudul The Analysis of Insert Expansion (Insertion Sequences) Organization Used by Po and the Other Characters in “Kung Fu Panda” Movie. Penlitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman dan penjelasan yang mendetail mengenai insert expansion yang digunakan dalam film Kung Fu Panda. Penelitian ini memberikan pemahaman mengenai macam dari insert expansion dan tujuan penggunaan insert expansion melalui dialog di film. Penelitian ini difokuskan ke analisis dari insert expansion dalam film Kung Fu Panda. Insert expansion adalah salah satu macam dari organisasi sequence yang muncul diantara bagian pertama dan kedua dari pasangan dasar yang saling berdekatan. Peneliti menganalisa penggunaan insert expansion dalam film Kung Fu Panda berdasarkan teori dari Schegloff yang dibagi menjadi dua macam. Data dalam penelitian ini adalah keseluruahan dialog dari Po dengan tokoh lain. Sumber data diambil dari website dalam bentuk dialog film. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini mendeskripsikan mengenai macam dari insert expansion dan untuk alasan apakah insert expansion digunakan dalam dialog di film ini. Setelah melakukan analisa, peneliti menemukan bahwa 2 kategori dari organisasi insert expansion yang dikemukakan oleh Schegloff, keseluruhan muncul di dialog Po dengan tokoh lain. Organisasi insert expansion tersebut adalah: post-first insert expansion (4) dan pre-second insert expansion (12). Total data untuk insert expansion adalah 16.
Kesimpulannya, tujuan dibalik penggunaan insert expansion adalah untuk memperjelas beberapa ujaran yang dikarenakan adanya permasalahan dalam berbicara, mendengar, maupun memahami percakapan. Selanjutnya adalah, insert expansion menjadi awalan dari beberapa tipe khusus dari pasangan bagian kedua yang telah dibuat relefan berdasarkan tipe dari pasangan bagian pertama. Peneliti berharap bahwa penelitian ini dapat memberikan kontribusi baru kepada pembaca, terutama kalangan mahasiswa yang tertarik dengan organisasi sequence.
Kata Kunci: organisasi insert expansion, konteks, Kung Fu Panda.
The researcher conducted the research entitled The Analysis of Insert Expansion (Insertion Sequences) Organization Used by Po and the Other Characters in “Kung Fu Panda” Movie. This research is aimed to get the understanding and detailed explanation about the insert expansion that is used in Kung Fu Panda Movie. This research gave the understanding about the types of insert expansion and the intention of using insert expansion through movie dialogue. This research is focused on the analysis of insert expansion in Kung Fu Panda movie. Insert expansion is a type of sequence organization that appears between the first and second parts of base adjacency pair. The researcher analyzed the using of insert expansion in Kung Fu Panda movie based on Schegloff’s theory that distinguished into two types. The data of this research were all of dialogues by Po with the other characters. The data sources were taken from the website in form of the movie dialogue. The method used in this research is descriptive qualitative method. This research described about the kinds of insert expansion and for what reason the insert expansion used in movie dialogue. After conducting the analysis, the researcher found that 2 categories of insert expansion organization proposed by Schegloff, all of them occurred in Po’s dialogues with the other characters. The insert expansion organization is: post-first insert expansion (4) and pre-second insert expansion (12). The total of the data for insert expansion are 16.
In conclusion, the intentions behind the using of insert expansion are to make some utterances clearer than before because there are the problems in speaking, hearing, or understanding the talk. The next is, insert expansion becomes the preliminary to some particular types of second pair part which has been made relevant based on the types of first pair part. The researcher hopes that this research can give a new contribution to the readers, especially the students who are interested in sequence organizations.
Keywords: insert expansion organization, context, Kung Fu Panda.
5246509P2CB12008PENGUJIAN PECKING ORDER THEORY DALAM PEMBENTUKAN STRUKTUR MODAL PERUSAHAAN DI BURSA EFEK INDONESIAPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku pembentukkan struktur modal pada Indonesia menggunakan pendekatan pecking order. Penelitian dilakukan pada perusahaan non keuangan di Bursa Efek Indonesia dengan periode penelitian tahnu 2008 hingga 2012.
Sampel dari penelitian ini sebanyak 163 perusahaan menggunakan metode purposive sampling. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi panel data serta one way anova untuk melihat perbedaan tingkat struktur modal. Analisis dilawali dengan pemilihan model panel data. Semua variabel yang dianalisis telah melalui pengujian asumsi klasik dan terbukti bahwa data telah lolos semua uji sehingga persamaan yang dihasilkan bersifat BLUE (Best Linier Unbias Estimate).
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ternyata perilaku struktur modal dari perusahaan yang diteliti tidak mengikuti pola struktur modal yang diungkapkan oleh teori pecking order, namun dalam memenuhi defisit keuangannya, perusahaan cenderung menggunakan hutang jangka panjang dibandingkan dengan penerbitan ekuitas dan untuk setiap industri yang ada dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dari tingkat hutang yang diproksikan oleh DER antar industri.
The purpose of this study is to analyze capital structure formations behaviour of Indonesian firms using pecking order approach. This research was conducted on non financial firm listed at Indonesian Stock Exchange during 2008 until 2012 based on their financial statements published in the period of observation.
The sample of this study was 195 firms and obtained by the use of purposive sampling method. The analytical tool that used in this study is linear regression model for panel data and one way anova to prove differences the level of capital structure. The analisys strarted with model selection of panel data. All variabel have passed the test of clasic assumptions so the resulting regression equation is BLUE Best Linier Unbias Estimate).
This research finds that the capital structure behaviour of the sample firms do not follow the same pattern proposed by the pecking order theory, but to fullfing the financial deficit, selected firms tends to use long term debt than equity isuued. Last, for each industry, this study conclude that there was no significant difference in the level of debt proxied bt DER.
5256510F1F007124THE INFLUENCE OF LITTLE CHARLOTTE’S UNCONSCIOUS MIND AND HER SURROUNDING TOWARD HER LIFE DEPICTED IN HER UNIQUE BEHAVIOR IN TERESA PERRIN’S THE ICE CREAM MEMORIES OF CHARLOTTE ROWETujuan dari penilitian yang berjudul “The influence of little Charlotte unconscious mind and her surrounding toward her life depicted in her unique behavior in Teresa Perrin’s The Ice Cream Memories of Charlotte Rowe” adalah untuk menganalisis pengaruh pikiran alam bawah sadar dan lingkungan tempat tinggal sebagai pemicu perilaku unik yang terlihat pada tokoh utama dan untuk menunjukkan bagaimana pengarang mengekspresikan hal tersebut kedalam novel.
Dalam penelitian ini, metode qualitatif deskriptif digunakan untuk menganalisis data. Sumber dari penelitian ini berupa novel yang dianalisis dengan menggunakan psikologi sosial dan didukung dengan konsep pikiran alam bawah sadar. unsur-unsur intrinsik dalam novel seperti narasi, dialog, kejadian dan penokohan..
Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa pengaruh pikiran alam bawah sadar dan lingkungan tempat tinggal Charlotte kecil yang terlihat pada perilaku uniknya adalah pikiran bawah sadar sebagai gudang memori memiliki kemampuan untuk membentuk perilaku unik dan lingkungan tempat tinggal Charlotte juga mempengaruhi dirinya untuk berperilaku berbeda dari masyarakat normal karena Charlotte dikelilingi oleh lingkungan yang tidak biasa dibandingkan dengan lingkungan yang biasa.
The aims of the research entitled “The Influence of Little Charlotte’s Unconscious Mind and Her Surrounding Toward Her Life Depicted In Her Unique Behavior In Teresa Perrin’s The Ice Cream Memories of Charlotte Rowe” are to analyse the influence of unconscious mind and her surrounding as a trigger of unique behavior which appears in the main character and to show how the author expresses it in the novel.
In this research, descriptive qualitative method was used to analyze the data. The main data of this study is the novel which was analyzed by using Social Psychology and it was supported by unconscious mind concept, narrations, dialogues, events and also characterization.
The result shows that the influence of little Charlotte unconscious mind and her surrounding toward her life that depicted by her unique behavior are, unconscious mind as a part of a storehouse of memories take a part for forming Charlotte to have unique behavior and also her surrounding takes part in influencing Charlotte to behave differently toward the society because Charlotte is surrounded by such environment that is unusual compared to common environment.
5266531D1E009100PENGARUH SILASE COMPLETE FEED BERBASIS LIMBAH RAMI DENGAN SUMBER PROTEIN BERBEDA TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN PERTUMBUHAN KAMBING BETINA PERANAKAN ETTAWA LEPAS SAPIHPenelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat konsumsi pakan dan PBBH kambing Ettawa betina lepas sapih dengan sumber protein berbeda yang berbasis limbah rami. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 20 ekor kambing betina. Penelitian dilaksanakan dengan metode experimental, dirancang menggunakan rancangan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL), Perlakuan terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan, yaitu CF0N = complete feed sumber protein nabati tanpa ensilase, CF0H = complete feed sumber protein hewani tanpa ensilase, CF1N = complete feed sumber protein nabati dengan ensilase dan CF1H = complete feed sumber protein hewani dengan ensilase. Peubah yang diamati adalah konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan harian. Data dianalisis dengan analisis kovariansi dan dilanjutkan dengan uji BNT (beda nyata terkecil). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan harian. Rataan konsumsi pakan perlakuan CF0N =747,16 ± 83,16 gram perlakuan CF0H =795,47 ± 173,46 gram perlakuan CF1N = 650,65 ± 110,41 gram dan perlakuan CF1H =566,86 ± 102,05 gram. Rataan pertambahan bobot badan harian perlakuan CF0N=0,24 ± 0,05 kg perlakuan CF0H=0,36 ± 0,17 kg perlakuan CF1N= 0,07 ± 0,03 kg dan perlakuan CF1H=0,17 ± 0,12 kg. Kesimpulan penelitian Perlakuan silase complete feed terbukti mengganggu konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan harian. Perlakuan sumber protein asal hewani lebih baik dibanding sumber protein asal nabati. pada cempe betina lepas sapihThis research aimed find out the level of consumption and average daily gain of female Ettawa Goat after weaning with difference sources of protein that was based on the jute waste. The materials in the research were 20 female goats. The research was conducted by using the method of experimental, it was designed by using the basic of Completely Random Design (RAL), the treatments consisted of 4 treatments with 5 replication namely CF0N = complete feed consisted of fresh forage and vegetable source of protein, CF0H = complete feed consisted of ensilaged forage and animal source of protein, CF1N = complete feed as vegetable source protein with ensilage and CF1H = complete feed as the animal protein source with ensilage. The variables that were consumption and average daily gain. The data were analyzed of covariance and continued with the test of Least significant differences (LSD). The results of the research showed that the treatment gave the significant effect (P<0.05) on the consumption of the increasing of daily body weight. The averages of consumption were CF0N = 747.16 ± 83.16 gr, CF0H = 795.47 ± 173.46 gr, CF1N = 650.65 ± 110.41 gr, and CF1H = 566.86 ± 102.05 gr. The increasing average of daily body weight of treatment CF0N = 0.24±0.05 kg, CF0H = 0.36±0.17 kg, CF1N = 0.07 ± 0.03 kg and CF1H = 0.17 ± 0.12 kg. The conclusion of the research of the treatment of silage complete feed is that the silage can disturb the consumption and average daily gain. animal protein source is better that the vegetable protein source in the female goat after weaning.
5276511H1A009003UJI AKTIVITAS FOTOKATALIS KOMPOSIT BiPO4/Ag3PO4 TERHADAP ZAT WARNA METILEN BIRUFotokatalis merupakan suatu metode yang memerlukan bantuan cahaya sebagai sumber energi dan katalis (semikonduktor) untuk melangsungkan transformasi kimia. Salah satu fotokatalis yang ada adalah Ag3PO4. Ag3PO4 merupakan suatu fotokatalis yang dapat aktif pada daerah sinar tampak dengan energi celah pita 2,3 eV dengan energi celah pita yang kecil Ag3PO4 mempunyai kelemahan dalam pemisahan antara elektron dan hole selama proses fotokatalitik. Katalis lainnya adalah BiPO4 yang mempunyai energi celah pita yang besar sebesar 3,8 eV. Pembentukkan katalis komposit BiPO4/Ag3PO4 untuk melihat pengaruh aktivitas fotokatalitik Ag3PO4 dengan ditambahnkannya katalis BiPO4. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas fotokatalitik katalis komposit BiPO4/Ag3PO4 menggunakan perbandingan mol antara kedua senyawa tersebut. Katalis disintesis dengan persamaan (BiPO4)x (Ag3PO4)1-x (x= 0; 0,25; 0,5; 0,75; 1) menggunakan metode hydrothermal. Katalis yang terbentuk dikarakterisasi dengan menggunakan instrument DRS dan XRD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa katalis komposit BiPO4/Ag3PO4 memiliki dua struktur yaitu monoklinik dan rombik. Aktivitas fotokatalitik terbaik pada lampu UV pada katalis (BiPO4)0,75(Ag3PO4)0,25 dengan persen penurunan sebesar 34% dan sinar biru pada katalis (BiPO4)0,25(Ag3PO4)0,75 dengan persen penurunan 84%.
Photocatalyst is a method that needed catalysis with light irradiation. One of the catalyst is Ag3PO4. Ag3PO4 is a catalyst which can active in visible light area with band gap energy of 2,3 eV. This small band gap energy has a weakness in separated between electron and hole during photocatalyst process. Another catalyst is BiPO4. BiPO4 can be active for photocatalysis under ultraviolet light, because BiPO4 has a large band gap energy of 3.8 eV. Therefore increasing photocatalyst activated in the visible light region design of BiPO4/Ag3PO4 composite should be done, Ag3PO4 has a lower band gap energy of 2.3 eV. These catalysts synthesized by equation (BiPO4)x (Ag3PO4)1-x (x = 0; 0.25, 0.5, 0.75, 1) by using hydrothermal method. The catalyst that formed was characterized by DRS and XRD. The result showed that the composite catalyst BiPO4/Ag3PO4 have two structures are monoclinik and rhombic. Best photocatalytic activity in UV light on the catalyst (BiPO4)0.75(Ag3PO4)0,25 decreased in 34% for 5 hours and for the blue light on the catalyst (BiPO4)0.25(Ag3PO4)0,75 decreased in 84% for 5 hours.
5286512H1A009054AMOBILISASI DAN KARAKTERISASI ENZIM LIPASE DARI BAKTERI Azospirillum sp. PRD1 MENGGUNAKAN POLIAKRILAMIDAEnzim lipase mempunyai peranan penting sebagai katalis dalam berbagai reaksi kimia salah satu diantaranya sebagai katalis reaksi hidrolisis minyak Penggunaan lipase seringkali masih berupa enzim bebas sehingga tidak dapat digunakan ulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengamobilisasi lipase dari Azosprillum sp. PRD1 dengan metode penjebakan menggunakan poliakrilamida. Penelitian ini diawali dengan peremajaan isolat Azosprillum sp. PRD1, pembuatan inokulum dan produksi enzim selanjutnya disentrifugasi untuk mendapatkan ekstrak kasar lipase. Ekstrak kasar lipase kemudian diamobilisasi dengan menggunakan poliakrilamida. Enzim bebas dan amobil kemudian dikarakterisasi meliputi suhu, pH, konsentrasi substrat , waktu inkubasi dan uji pemakaian berulang enzim amobil. Aktivitas lipase diukur dengan menggunakan metode titrimetri. Berdasarkan hasil karakterisasi enzim bebas dan amobil didapatkan optimalisasi yang sama pada enzim bebas dan amobil yaitu pada suhu 35 °C, pH 7, konsentrasi substrat 25%, waktu inkubasi 30 menit. Enzim amobil dapat dipakai berulang sampai 4 kali.Lipase enzyme has an important role as a catalyst in many chemical reactions such the one of the catalyst of oil hydrolysis reaction. The used of lipase enzymes frequently in the form of released enzyme, so it cannot be reused. This research aimed to immobilization of lipase from azospirillum sp. PRD1 by trapped method using polyacrylamide. This research began with rejuvenation Azosprillum sp . PRD1 isolates, made inoculums and enzyme production then centrifuged to obtain crude extract lipase. Crude extract was then immobilized by polyacrylamide. Released and immobilized enzyme was then characterized include temperature, pH, substrate concentration, incubation time, and the repeated test of immobilized enzymes. Lipase activity was measured by titrimetric method. Based on the result of released and immobilized enzyme characterization obtained the same optimalized on released and immobilized enzyme that is at a temperature 35 °C, pH 7, substrate concentration 25%, incubation time 30 minutes. Immobilized enzyme can be repeatedly used up to 4 times.
5296513H1A009015PENENTUAN TOKSISITAS EKSTRAK DAUN PALA DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST DAN IDENTIFIKASI SENYAWA BIOAKTIFNYATelah dilakukan penelitian untuk mengetahui nilai LC50 ekstrak daun pala dengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) dan mengidentifikasi senyawa metabolit sekundernya. Daun pala dimaserasi secara berturut-turut menggunakan pelarut n-heksan, kloroform, etil asetat, dan metanol. Ekstrak n-heksan, ekstrak kloroform, ekstrak etil asetat, dan ekstrak metanol diuji toksisitasnya terhadap larva udang A. salina Leach. Ekstrak yang memiliki toksisitas tertinggi adalah ekstrak etil asetat dengan nilai LC50 sebesar 11,67 ppm. Ekstrak etil asetat diidentifikasi senyawa metabolit sekundernya menggunakan pereaksi warna pada plat KLT yang sebelumnya telah ditentukan eluen terbaiknya yaitu n-heksan : etil asetat (5:1). Ekstrak etil asetat mengandung senyawa terpenoid, alkaloid, flavonoid, dan saponin. Ekstrak etil asetat dipisahkan menggunakan kromatografi kolom. Fraksi yang dihasilkan sebanyak 8 fraksi kemudian diuji toksisitasnya menggunakan larva udang A. salina Leach. Fraksi yang memiliki toksisitas tertinggi dengan nilai LC50 sebesar 16,74 yaitu fraksi 2. Fraksi 2 diidentifikasi menggunakan spektrofotometer FT-IR menunjukkan adanya gugus –C=C, -O-H, -C-H alifatik, dan -C=O, serta diidentifikasi menggunakan GC-MS menunjukkan adanya 2 puncak senyawa dominan yang mirip dengan Myristicin dengan BM 192 dan Neophytadiene dengan BM 278.This study aims to determine the LC50 value nutmeg leaf extract with BSLT method (Brine Shrimp Lethality Test) and to identify the secondary metabolites. Nutmeg leaves was macerated in a row using the solvent n-hexane, chloroform, ethyl acetate, and methanol. Extract of n-heksan, chloroform, ethyl acetate and methanol were tested their toxicity to shrimp larvae A. salina Leach. Extract which has the highest toxicity is ethyl acetate extract with LC50 of 11.67 ppm. Ethyl acetate extract was identified by their secondary metabolites using color reagent on the TLC plate. Ethyl acetate extract contains terpenoids, alkaloids, flavonoid and saponins. Compounds Ethyl acetate extract was separated using column chromatography. Tottaly fraction's product is 8 fraction, then were tested toxicity to shrimp larvae A. salina Leach. Ethyl acetate extract of secondary metabolites was identified using colour reagent on the TLC plate which have been previously determine that the best eluent is n-hexane : ethyl acetate (5:1). Fraction which has the highest toxicity with LC50by 16.74 ppm which is the fraction 2. Fraction 2 was identified using FT-IR spectrophotometer, and if showed a -C=C, -O-H , -C-H aliphatic, and -C=O, and identified using GC-MS showed a compound similar to Myristicin with MW 192 and Neophytadiene with MW 278.
5306521D1E009247PENGARUH BERBAGAI DOSIS PROSTAGLANDIN (PGF2α) TERHADAP KARAKTERISTIK ESTRUS PADA DOMBA GARUTASEP NASIRIN, Penelitian tentang “Pengaruh Berbagai Dosis Prostaglandin (PGF2α) Terhadap Karakteristik Estrus Pada Domba Garut” telah dilaksanakan di Kampung Cigunung Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut, dari tanggal 15 Juli sampai 07 Agustus 2013. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penggunaan prostaglandin dalam menginisiasi estrus pada domba Garut. Manfaatnya untuk mendapatkan informasi tentang dosis pemberian prostaglandin yang efisien dalam waktu pengamatan estrus dan meningkatkan produktivitas domba Garut. Metode penelitian ini dilakukan dengan metode experimental,menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Materi penelitiannya yaitu 18 ekor domba Garut betina yang pernah beranak serta 3 ekor pejantan dewasa yang digunakan sebagai penggoda (teaser). Preparat stimulator estrus yang digunakan adalah Prostaglandin merk “Lutalyse” dengan komposisi per ml mengandung Dinoprost trometamin 5 mg dan Benzil Alkohol 9,45 mg. Perlakuan yang diberikan yaitu: A dengan dosis 1 ml, B dengan dosis 1,5 ml dan C dengan dosis 2 ml. Hasil penelitian setelah penyuntikan Prostaglandin ke 2 dengan jarak 11 hari menunjukkan bahwa perbedaan dosis yang telah diberikan pada setiap perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) baik itu terhadap onset estrus, standing heat, lama estrus dan intensitas estrus serta semua domba memperlihatkan estrus 100 persen. Jadi pemberian dosis prostaglandin 1 ml cukup efisien dalam mensinkronisasi estrus domba Garut.ASEP NASIRIN, Research on the effects of various doses of Prostaglandin on estrus characteristics in sheep was carried out in Cigunung village, Kadungora district, Garut regency from July 15 until August 7, 2013. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the use of prostaglandins in initiating estrus in Sheep. Benefit of this study is to obtain the information about the administered dose of prostaglandin which efficient in estrus observation time and improve productivity Garut sheep.The experimental method, a completely randomized design (CRD) was used. A total of 18 Garut ewes and three adult males were used. Prostaglandin brands Lutalyse with Dinoprost composition per ml containing of 5 mg tromethamine and 9.45 mg benzyl alcohol was used. Treatment given was A: 1 ml of PGF; B: 1,5 ml of PGF and C: 2 ml of PGF. The results after the second injection of prostaglandin on days 11 showed that the differences in the dose given at each treatment had no significant effect (P> 0.05) either the onset of estrus, standing heat, length of estrus and estrus intensity and all ewes showed estrus 100 percent. So prostaglandin 1 ml dose is quite efficient in synchronizing of estrus in Garut ewes.
5316514H1A009018DEGRADASI ZAT WARNA AZO METHYLENE BLUE MENGGUNAKAN
OKSIDASI FOTOKATALITIK DALAM SISTEM TiO2-Fe(VI)-UV
Degradasi fotokatalitik merupakan kombinasi proses fotokimia dan katalitik dimana diperlukan cahaya dan katalis untuk melangsungkan transformasi kimia. Pada penelitian ini telah dikembangkan metode degradasi fotokatalitik menggunakan sistem TiO2-Fe(VI) dengan aktivasi sinar UV sehingga diperoleh air limbah zat warna yang berkualitas dan bisa menjadi metode alternatif pengolahan zat warna yang tepat, aman, ekonomis, dan ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pH dan waktu kontak pada sistem TiO2, Fe(VI) dan TiO2-Fe(VI)-UV terhadap degradasi fotokatalitik methylene blue dan mengetahui jumlah kandungan nitrat dan amonia pada hasil degradasi methylene blue. Sistem TiO2, persentase penurunan sebesar 39,88% dan pada pH 2 mampu menurunkan sebesar 97,63% pada lampu UV. Sistem Fe(VI), persentase penurunan sebesar 81,12% dan pada 5 mampu menurunkan sebesar 99% pada lampu UV. Untuk sistem TiO2-Fe(VI)-UV, persentase penurunan sebesar 89,41% dan penurunan terbesar pada pH 2 sebesar 99,97%. Kadar nitrat dan amonia yang dihasilkan sebesar 7,275 ppm dan 0,5 ppm.
Photocatalytic degradation is a combination of photochemical and catalytic processes where light and catalyst carry out chemical transformations. A research has been conducted to improve the photocatalytic degradation method uses TiO2-Fe(VI) system with UV light activation on various pH, in order to obtain high quality water by an alternative method of processing the dye which are accurate, safe, economical, and environmental friendly. The purpose of this research is to find out the effect of pH and contact time on system of TiO2, Fe(VI), and TiO2-Fe(VI)-UV towards photocatalytic degradation of methylene blue and knowing the amount of nitrate and ammonia on the degradation of methylene blue. TiO2 system , the decrease percentage is 39.88 % and at pH 2 can reduce 97.63 % of the UV lamp. For Fe (VI) system, the decrease precentage of methylene blue on UV lamp irradiation and in the dark room are 81.12% and and the 5 can reduce by 99 % the UV lamp. For TiO2-Fe(VI)-UV system, the highest percentage of methylene blue concentration decrease on UV irradiation is 89.41% at pH of 2 giving 99.97% methylene blue concentration decrease. Nitrate and ammonia levels generated at 7.275 and 0.5 ppm
5326517P2CC10044ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KARYAWAN DI PD. BPR GARUTPenilaian kinerja pegawai Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Garut (PD. BPR Garut) selama periode 2009-2011 menunjukkan hasil yang fluktuatif. Sebagai salah satu bank milik Kabupaten Garut yang baru mengalami masa transisi (konsolidasi) dari 9 bank, kinerja para pegawai menjadi perhatian utama pemegang saham. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai. Budaya organisasi, umpan balik penilaian kinerja, persepsi keadilan penilaian kinerja, kepuasan kerja intrinsik dan kepuasan kerja ekstrinsik merupakan variabel-variabel bebas yang diteliti. Data diperoleh dari total populasi 133 orang pegawai PD. BPR Garut melalui metode survey. Hipotesis diuji dengan uji t, uji F dan uji Sobel. Hasil penelitian menunjukkan semua variabel bebas penelitian berpengaruh positif terhadap kinerja (individu) pegawai. Persepsi keadilan penilaian kinerja merupakan variabel yang paling berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai PD. BPR Garut.Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Garut (PD. BPR Garut) employee’s performance appraisal during 2009-2011 period indicated fluctuated result. As one of Garut government bank that in transition period (consolidation from 9 banks), employees performance was become a share holders main concern. The aim of this study was find out individual (employee) performance determiner factors. Organization culture, performance appraisal feedback, performance appraisal fairness perceive, intrinsic job satisfaction and extrinsic job satisfaction were independent variables. The data for this study were obtained from population through a survey from 133 PD. BPR Garut employees. Hypothesizes was tested with t-test, F test and Sobel test. The findings showed all of independent variables have positive effect toward individual performance. Performance appraisal fairness perception was significantly influential variable to employee’s performance.
5336519C1L009017THE INFLUENCE OF EDUCATION, EXPERIENCE, LEVERAGE AND FIRM AGE ON PROFITABILITY ON SMEs ( Case Study on Clothing and Textile Shop in Purwokerto)This research is entitled ”The Influence of Education, Experience, Leverage and Firm Age On Profitability On SMEs (Case Study on Clothing and Textile Shop in Purwokerto)”. The aims of research are to find out the influence of education on profitability, to find out the influence of business experience on profitability, to find out the influence of leverage on profitability and to find out the influence of firm age on profitability of clothing and textile shop in Purwokerto.
The research is conducted at Purwokerto city in Banyumas Regency. The method of research is survey with sampling technique uses probability sampling by simple random sampling. Target population of this research is total owner of clothing and textile shop in Purwokerto is 52 managerial. Based on the questionnaire return rate, it is known there are 49 questionnaires were feasible as instrument of research. Furthermore, the technique data analysis that used in this study is multiple regression analysis.
Based on the result of data analysis, it can be concluded that educational level, business experience and firm age has significant and positive influence on profitability, and furthermore leverage has significant and negative influence on profitability of clothing and textile shop in Purwokerto of clothing and textile shop in Purwokerto.
Based the conclusions, it can be implied that as an effort to increase profitability, the owner of clothing and textile shop in Purwokerto needs to increase the level of the formal education, building the professional learning communities and improve the business knowledge through autodidactic learning via variety of media, to improve their skills and creativity, build strong their confidence, learn to apply the professional management, dare to risk-based on the business strategies implemented, dedicated and always ready to work hard in a long time in building their business, giving more attention to capital management is sourced from third-party funds in efficiently and to maintain the existence of the business carried on in continuously through the application of professional management.
This research is entitled ”The Influence of Education, Experience, Leverage and Firm Age On Profitability On SMEs (Case Study on Clothing and Textile Shop in Purwokerto)”. The aims of research are to find out the influence of education on profitability, to find out the influence of business experience on profitability, to find out the influence of leverage on profitability and to find out the influence of firm age on profitability of clothing and textile shop in Purwokerto.
The research is conducted at Purwokerto city in Banyumas Regency. The method of research is survey with sampling technique uses probability sampling by simple random sampling. Target population of this research is total owner of clothing and textile shop in Purwokerto is 52 managerial. Based on the questionnaire return rate, it is known there are 49 questionnaires were feasible as instrument of research. Furthermore, the technique data analysis that used in this study is multiple regression analysis.
Based on the result of data analysis, it can be concluded that educational level, business experience and firm age has significant and positive influence on profitability, and furthermore leverage has significant and negative influence on profitability of clothing and textile shop in Purwokerto of clothing and textile shop in Purwokerto.
Based the conclusions, it can be implied that as an effort to increase profitability, the owner of clothing and textile shop in Purwokerto needs to increase the level of the formal education, building the professional learning communities and improve the business knowledge through autodidactic learning via variety of media, to improve their skills and creativity, build strong their confidence, learn to apply the professional management, dare to risk-based on the business strategies implemented, dedicated and always ready to work hard in a long time in building their business, giving more attention to capital management is sourced from third-party funds in efficiently and to maintain the existence of the business carried on in continuously through the application of professional management.
5346516H1A009060UJI METIL ESTER HASIL TRANSESTERIFIKASI MINYAK GORENG CURAHTelah dilakukan penelitian tentang uji metil ester hasil transesterifikasi minyak goreng curah dengan bantuan katalis NaOH. Pembuatan ion metoksida dari katalis NaOH ke dalam metanol yang akan digunakan untuk proses transesterifikasi minyak goreng curah dengan rasio mol minyak goreng curah : metanol (1 : 12). Transesterifikasi dilakukan pada suhu 65 °C disertai dengan pengadukan yang dijaga konstan. Produk metil ester yang terbentuk dikarakteristik meliputi bilangan penyabunaan, bilangan asam dan bilangan ester. The research on methyl ester test that produced by transesterification of cooking oil with NaOH catalyst had been conducted. Methoxide ion manufacture of NaOH catalyst into methanol will be used for cooking oil transesterification process with a mole ratio of cooking oil : methanol ( 1 : 12 ). Transesterification process was going at temperature of 65°C with constant stirring. Methyl ester products were characterized include soap number, acid number and ester number.
5356554P2CC09062PENGARUH MOTIVASI INTRINSIK, MOTIVASI EKSTRINSIK DAN INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi pada Kantor Administrator Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap)
Untuk meningkatkan kinerja organisasi, faktor pengabdian, pengembangan diri dan lainnya dapat menjadi dorongan pegawai dalam bekerja. Artinya motivasi intrinsik yang sudah tertanam dalam diri pegawai mampu berkontribusi pada hasil kerjanya. Tidak hanya motivasi instrinsik, motivasi ekstrinsik yang bersumber dari organisasi dalam bentuk balas jasa juga menjadikan pegawai akan lebih terdorong dalam bekerja. Kinerja yang kurang makimal juga disebabkan sebagian pegawai yang belum memiliki kompetensi memadai terkait dengan tugas kerja yang menjadi tanggung jawabnya, serta karakter yang belum mampu mendukung proses kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis peran karakteristik individu dalam memoderasi hubungan antara motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik dan intellectual capital dengan kinerja pegawai Administrator Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap. Populasi dalam penelitan ini adalah pegawai administrator Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap yang berjumlah 87 pegawai. Dengan menggunakan metode total sampling atau sampling jenuh, maka seluruh pegawai dijadikan sebagai responden penelitian. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi moderasi. Hasil penelitian menyimpulkan motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik dan intellectual capital berpengaruh terhadap kinerja. Hasil lainnya karakteristik individu tidak memoderasi hubungan antara motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik dengan kinerja, sedangkan karakteristik individu memoderasi hubungan antara intellectual capital dengan kinerja pegawai.To improve organizational performance , service factor , and other self-improvement can be a boost employee well-being. It means that intrinsic motivation has been ingrained in employees to contribute to their work . Not only intrinsic motivation , extrinsic motivation that comes from the organization in the form of fringe benefits also make the employees will be more motivated to work. Underperformance makimal also caused some employees who do not have sufficient competence related to work assignments of responsibility, as well as the characters that have not been able to support the work processes.
The purpose of this study to identify and analyze the role of individual characteristics in moderating the relationship between intrinsic motivation, extrinsic motivation and intellectual capital with employee performance Tanjung Intan Port Administrator Cilacap Regency. Population in this research is the employee administrator Cilacap Port of Tanjung Intan totaling 87 employees. The method of sampling used total sampling, then all employees serve as research respondents. The method analysis used multiple and moderation regression analysis.
The research result is intrinsic motivation , extrinsic motivation and affect the performance of intellectual capital. Other results of individual characteristics do not moderate the relationship between intrinsic motivation and extrinsic motivation with performance , while individual characteristics moderate the relationship between intellectual capital with employee performance.
5366522E1A007263KEKERASAN SEKSUAL DALAM RUMAH TANGGA DITINJAU DARI SISI KRIMINOLOGI (STUDI DI POLRES BANYUMAS)
Kejahatan merupakan suatu fenomena yang kompleks dan dapat dipahami dari berbagai sisi yang berbeda. Salah satu persoalan yang sering muncul ke permukaan dalam kehidupan masyarakat ialah tentang kejahatan pada umumnya, terutama mengenai kejahatan dengan kekerasan. Persoalan kejahatan merupakan masalah abadi dalam kehidupan manusia, karena ia berkembang sejalan dengan perkembangan tingkat peradaban umat manusia.
Berkaitan dengan soal kejahatan, maka kekerasan yang merupakan pelengkap dari bentuk kejahatan itu sendiri. Bahkan ia telah membentuk suatu ciri tersendiri dalam khasanah tadi studi tentang kejahatan. Kejahatan kekerasan seksual dalam rumah tangga dalam kenyataannya dari berbagai mitos selama ini pelaku tak selalu laki-laki dan korban pun tak selalu perempuan, serta tidak mengenal kelas sosial ekonomi, budaya dan ras. Kejahatan KDRT merupakan salah satu masalah yang bukan dikategorikan lagi sebagai masalah dalam keluarga, dan penegakan hukum perlu dilaksanakan secara konsekuen agar dapat memberikan kontribusi besar terhadap perlindungan korban-korban kejahatan kekerasan dalam rumah tangga.
Budaya masyarakat yang patrilineal adalah faktor terbesar yang menyebabkan lahirnya kekerasan terhadap perempuan, budaya inipun turut melegitimasi dan melestarikan kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di wilayah Banyumas. Perlindungan dalam proses penegakan hukum, mulai dari proses pelaporan, pemeriksaan, penyidikan, hingga persidangan berakhir. Dengan berpijak pada ketiga elemen dalam sistem hukum, maka disusunlah parameter yang merupakan prasyarat bagi perbaikan serta upaya yang dapat dilakukan.
Kebijakan Penerapan hukum untuk tindak pidana kekerasan seksual terbagi menjadi 2 yaitu : Penal yaitu menggunakan sarana hukum pidana yang ada (aparat penegak hukum dan Per UU), Non penal yaitu melakukan sosialisasi terhadap elemen-elemen masyarakat dan bekerja sama dengan instansi terkait (Bapernas,diknas dan yang mengenai UU no.23 tahun 2002 dan 2004.

Crime is a complex phenomenon and can be understood from many different sides. One issue that often comes to the fore in public life is about crime in general, especially regarding violent crimes. The issue of crime is a perennial problem in human life, as it develops in line with the level of development of human civilization.
With regard to crime, the violence that is a complement of the crime itself. In fact he has formed its own characteristics in the repertoire of an earlier study of crime. Crimes of sexual violence in the home, in fact from myth during the offender does not always men and the victims are not always women, and knows no socio-economic class, culture and racist. Crime of domestic violence is one issue that is not considered anymore as a problem in the family, and law enforcement need to be implemented consistently in order to make a major contribution to the protection of victims of domestic violence crimes.
Patrilineal culture that is the biggest factor that led to the birth of violence against women, even this culture helped legitimize and perpetuate violence against women that occurred in the area of Banyumas. Protection in the law enforcement process, starting from the reporting, inspection, investigation, until the trial ends. Relying on the third element in the legal system, then drafted parameters is a prerequisite for improvement and effort to do.
Application of legal policy for sexual violence crimes are divided into two, namely: Penal namely by means of the criminal justice (law enforcement officers and Legislation), Non penal is to disseminate the elements of the community and work with relevant agencies (Bapernas, diknas and that the Legislation no.23 of 2002 and 2004.


5376555A1M008079FORMULASI PANGAN DARURAT BERBASIS TEPUNG JAGUNG INSTAN DAN TEPUNG KEDELAI INSTAN MENGGUNAKAN SORBITOL DAN GLISEROL SEBAGAI HUMEKTANPenanganan pangan darurat di Indonesia selama ini masih belum mendapat perhatian lebih. Pangan darurat yang berkembang lebih kepada pangan siap olah (ready to cook), bukan pangan siap saji (ready to eat). Penambahan humektan bertujuan untuk menurunkan kadar air dan bahan baku lokal untuk memperbaiki cita rasa. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi pangan darurat berbahan baku empat varietas jagung dan tepung kedelai, mengetahui pengaruh sorbitol dan gliserol sebagai humektan terhadap karakteristik kimia pangan darurat dan mengetahui prototipe pangan darurat terbaik dari tepung jagung dan tepung kedelai yang mempunyai sifat mudah ditelan dan disukai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga kali ulangan. Faktor yang dicoba yaitu varietas jagung J1 (jagung Bisi); J2 (jagung Lokal); J3 (jagung Pioneer); J4 (jagung Srikandi) dan jenis humektan H1 (sorbitol 5%); H2 (gliserol 1,5%) sehingga diperoleh 8 kombinasi. Hasil penelitian menunjukkan prototipe formula pangan darurat terbaik berbahan dasar tepung jagung Lokal terdiri dari 36% tepung jagung Lokal, 23% tepung kedelai, 16% susu bubuk full cream, 8% gula halus dan 16,4% minyak goreng. Mengandung kadar protein 15,36 (%bk), kadar lemak 28,04 (%bk) dan kadar karbohidrat sebesar 50,42 (%bk) dan menghasilkan produk yang agak mudah sampai mudah ditelan, aftertaste agak pahit sampai tidak pahit.The handling emergency food product in Indonesia still has not received more attention. Emergency food to a growing more ready to cook, notready to eat. The addition of humectants aims to reduce of water content and local komodity to improve taste. The purpose of this research was to create emergency food formulations made from four varieties of corn and soy flour determine the effect of sorbitol and glycerol as a humectants against emergency food chemicall characteristics and determine a prototype emergency food from corn flour and soy flour which has properties easy to swallow and preferred. This research used Complete Random Design (RAL) factorial with three replicates. The factors tested are kind of corn varieties J1(Bisi), J2(Lokal); J3(Pioneer); J4(Srikandi), and type of humectants H1(sorbitol5%), H2(1,5% glycerol) to obtain 8 combined treatment. The result showed that the best prototype emergency food formula made from Lokal corn flour consists of 36 % Local corn flour, soy flour 23%, 16% full cream milk powder, 8% icing sugar and coconut oil 16,4%. Best prototype containing protein content 15,36 (% db), lipid content 28,04 (% db) and carbohydrate content 50,42 (% db), produce a product that is rather easy up to easy to swallow, rather bitter aftertaste up to not bitter.
5386590D1E009166SUPLEMENTASI TEPUNG DAUN SALAM (SYZYGIUM POLYANTHUM) DALAM RANSUM TERHADAP BOBOT TUBUH DAN PERSENTASE KARKAS ITIK RAMBON JANTAN Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2013 di Desa Dukuh Waluh, Kecamatan Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dan level pemberian yang optimal tepung daun salam terhadap bobot tubuh dan persentase karkas Itik Rambon jantan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Penelitian ini menggunakan 80 ekor Itik Rambon jantan . Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan, masing-masing ulangan terdiri dari 4 ekor Itik Rambon jantan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan orthogonal polynomial untuk mengetahui persentase tepung daun salam yang optimal sebagai suplementasi. Perlakuan dalam penelitian ini terdiri dari R0 (Ransum tanpa penambahan tepung daun salam), R1 (Ransum + 3% tepung daun salam), R2 (Ransum + 6% tepung daun salam), R3 (Ransum + 9% tepung daun salam). Peubah yang diamati adalah bobot tubuh dan persentase karkas. Rata-rata bobot tubuh dan persentase karkas dari perlakuan secara berurutan yaitu R0 =1355,8±82,42 g/ekor dan 61,3±1,99%, R1=1372,8±79,68 g/ekor dan 62,2±1,74%, R2 =1389,8±97,72 g/ekor dan 62,17±1,36%, R3 =1378,8±59,25 g/ekor dan 61,03±0,66% . Hasil analisis variansi menunjukkan suplementasi tepung daun salam dengan level 3%, 6%, 9% tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot tubuh dan persentase karkas Itik Rambon jantan. Penggunaan tepung daun salam (Syzygium polyanthum) sebagai pakan suplementasi sampai dengan level 9 % dalam ransum menghasilkan bobot tubuh dan persentase karkas Itik Rambon jantan yang relatif sama. This reserch was conducted on May 20, 2013 in the Dukuh Waluh village, Purwokerto, Banyumas. The purpose of this reserch was to determine the optimal level of propotion Salam leaf meal on the body weight and carcass percentage Rambon Drakes. The method used in this research was the experimental method. This reserch used 80 Rambon Drakes. The experimental design used was a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and 5 replicates, each replicate consisted of 4 Rambon Drakes. Data were analyzed using analysis of variance and orthogonal polynomial. This analyze aims to determine the optimal percentage of Salam leaf meal as supplementation. The reserch treatments consisted of R0 (diet without the addition of salam leaf meal), R1 (diet + 3% salam leaf meal), R2 (diet + 6% salam leaf meal), R3 (diet + 9% salam leaf meal). Variables measured were body weight and carcass percentage. The average body weight and carcass percentage of the treatments are R0 = 1355.8 ± 82.42 g / drake and 61.3 ± 1.99%, R1 = 1372.8 ± 79.68 g / drake and 62.2 ± 1.74%, R2 = 1389.8 ± 97.72 g / drake and 62.17± 1.36%, R3 = 1378.8 ± 59.25 g / drake and 61.03 ± 0.66% respectively. Results of analysis of variance showed that salam leaf meal supplementation to the level of 3%, 6%, 9% did not significantly (P>0,05) affect body weight and carcass percentage Rambon Drakes. The supplementation salam leaf meal (Syzygium polyanthum) up to 9% level in the diet produce body weight and carcass percentage of Rambon Drakes relatifely similar.
5396524E1A008170PENJATUHAN PIDANA TERHADAP ANAK PELAKU MEMBUJUK ANAK UNTUK MELAKUKAN PERBUATAN CABUL
(TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN PENGADILAN NEGERI CILACAP NOMOR 26/PID.SUS/2012/PN.CLP)

Penelitian ini mengambil judul “Penjatuhan Pidana Terhadap Anak Pelaku Membujuk Anak Untuk Melakukan Perbuatan cabul” (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Negeri Cilacap Nomor 26/PID.SUS/2012/PN.CLP). Permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana penerapan unsur-unsur Pasal 81 ayat (2) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak jo Pasal 64 ayat (1) KUHP terhadap tindak pidana pencabulan terhadap anak yang dilakukan oleh anak dalam Perkara Nomor: 26/PID.SUS/2012/PN.CLP serta apa dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana membujuk anak untuk melakukan perbuatan cabul yang dilakukan oleh anak dalam perkara Nomor : 26/PID.SUS/2012/PN.CLP.
Untuk membahas permasalahan tersebut, maka metode yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan sumber data sekunder dan data disajikan dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis dengan analisis kualitatif.
Penerapan Pasal dalam perkara Nomor: 26/PID.SUS/2012/PN.CLP Hakim dalam menerapkan unsur-unsur Pasal 81 ayat (2) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP sebagai tindak pidana pencabulan terhadap anak yang dilakukan secara berlanjut telah terpenuhi dengan memperhatikan fakta hukum yang diperoleh di persidangan dan Hakim telah memperoleh keyakinannya.
Dasar pertimbangan hakim dalam penjatuhan putusan pidana terhadap Terdakwa dalam putusan Nomor 26/PID.SUS/2012/PN.CLP mendasarkan pada Pasal 50 Undang-undang No 48 Tahun 2009 yaitu berupa dasar mengadili, dasar memutus, dan memperhatikan nilai-nilai yang hidup di masyarakat. Hakim dalam pertimbangannya juga mengacu kepada Pasal 81 ayat 2 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan Pasal 26 ayat (1) Undang-undang Nomor 3 Tahun 1997 Tentang Pengadilan Anak serta memperhatikan laporan dari BAPAS dan juga memperhatikan mengenai hal-hal yang meringankan dan memberatkan terdakwa.

Kata kunci: Penjatuhan pidana terhadap, Pelaku anak membujuk anak melakukan perbuatan cabul
This research is entitled “The verdict toward children as accused of an act of encouraging children of doing an act of sexual abuse” (Judicial view towards verdicts of State Court of Cilacap No:26/PID.SUS/2012/PN.CLP). The subject matter in this research is the implementation of substances of chapter 81 verse (2) statute number 23 year of 2002 with respect to children protection jo chapter 64 verse (1) KUHP toward criminal act of sexual abuse done by children to children in lawsuit number: 26/PID.SUS/2012/PN.CLP and the magistrate’s judicial consideration in deciding the verdict for encouraging children to do an act of sexual abuse which is done by children in the lawsuit number: 26/PID.SUS/2012/PN.CLP.
This research applied the normative-judicial method with secondary source of data and the data are displayed in forms of descriptions which are drafted systematically with qualitative analysis.
The implementation of chapter in lawsuit number: 26/PID.SUS/2012/PN.CLP: the substances of chapter 81 verse (2) statute number 23 year of 2002 Jo chapter 64 verse (1) KUHP as the verdict toward the act of sexual abuse toward children which is done continually has been completed by considering the judicial facts examined during the court trial and the judge has obtained his conclusiveness.
The magistrate consideration in the verdict number: 26/PID.SUS/2012/PN.CLP is based on the chapter 50 statute No. 48 year of 2009 which is a principal of adjudicating, principal of issuing verdicts, and considering the values respected by the society. In issuing the verdicts, the magistrate also referred to the chapter 81 verse 2 statute number: 23 year of 2002 with respect to children protection and chapter 26 verse 1 statute number 3 year of 1997 in regards of children court and considering the reports from BAPAS and the matters which aggravate and alleviate the accused.

Keywords: verdict toward, children as accused of an act of encouraging children of doing an act of sexual abuse

5406525F1F008080An Analysis of the Associative Meanings in the Lyrics of Linkin Park’ Songs in Hybrid Theory AlbumTujuan penelitian ini adalah untuk mencari tahu tipe-tipe makna asosiatif dan fungsi-fungsi dari makna asosiatif tersebut yang terdapat dalam lirik lagu Linkin Park di album Hybrid Theory. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif.
Peneliti menggunakan teknik purposive sampling untuk mengambil data dengan proses menyeleksi data berdasarkan apa yang dibutuhkan dalam penelitian. Data dari penelitian ini adalah lirik dari lagu-lagu Linkin Park yang terdapat dalam album Hybrid Theory. Sementara itu sample penelitan adalah lirik-lirik yang mengandung makna asosiatif berdasarkan teori dari Leech.
Setelah melakukan analisa, peneliti menemukan bahwa semua tipe makna asosiatif yang dikemukakan oleh Leech terdapat di dalam penelitian ini. Tipe-tipe itu adalah: Makna Konotatif (37), Makna Stylistic (8), Makna Afektif (28), Makna Reflektif (18), dan Makna Kolokatif (9). Peneliti juga menemukan beberapa fungsi dari berbagai tipe makna asosiatif tersebut, yaitu: Makna Konotatif yang berfungsi untuk menyampaikan sesuatu yang maknanya lebih dari sekedar makna yang terdapat di dalam kamus, Makna Stylistic yang berfungsi untuk menyampaikan gaya berbahasa yang muncul dalam pemakaiannya, Makna Afektif yang berfungsi untuk menyampaikan perasaan atau emosi dari pengguna bahasa, Makna Reflektif yang berfungsi untuk menyampaikan makna baru yang timbul dalam pemakaian bahasa, dan Makna Kolokatif yang berfungsi untuk menyampaikan asosiasi dari kata-kata yang cenderung berhubungan dengan lingkup kata-kata lain. Makna Konotatif memiliki jumlah temuan terbanyak karena dalam album Hybrid Theory banyak terdapat kata-kata konotatif, dan Makna Sylistic mempunyai jumlah temuan paling sedikit karna hanya sedikit kata-kata yang mengandung makna Stylistic dalam album ini.
The purposes of this research are to find out the types of associative meanings and the functions of those associative meanings that exist in the lyrics of Linkin Park’s songs in Hybrid Theory album. The method that is used in this research is descriptive qualitative method.
The researcher used purposive sampling technique to take the sample that means the process of selecting sample based on the need of the research. The data of this research are all of the lyrics of Linkin Park’s songs in Hybrid Theory Album, while the samples of this research are the lyrics that contain associative meanings based on Leech’s theory.
After conducting the analysis, the researcher found that all of the types of Leech’s associative meanings theory are in the data. Those types are: Connotative Meaning (37), Stylistic Meaning (8), Affective Meaning (28), Reflected Meaning (18), and Collocative Meaning (9). Also, the researcher found several functions of those types of associative meanings, which are: Connotative Meaning which is to communicate something more than the meaning that exists in dictionary, Stylistic Meaning which is to convey the stylistic style which appears in language, Affective Meaning which is to communicate the feeling or emotion of the speaker or writer, Reflected Meaning which is to deliver the new sense of a word that relates to another phenomenon in the same expression, and Collocative Meaning which is to convey the associate of words which tends to occur in the environment of another word. Connotative Meaning has the highest number in this research because Hybrid Theory consists of many Connotative Meanings, and Stylistic is the lowest because there is just a little Stylistic Style in this album.