| NIM | F1B008006 |
| Namamhs | LUCKY SETYA WARDHANI |
| Judul Artikel | Networking Governance Dalam Penanganan Gelandangan dan Pengemis di Purwokerto |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kota Purwokerto merupakan kota administratif dari Kabupaten Banyumas. Sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, ironisnya masih banyak gelandanganya dan pengemis menghiasi kota ini. Mereka adalah masyarakat yang berurbanisasi namun tidak mempunyai keterampilan dan berakhir menjadi gelandangan dan pengemis. Penelitian ini bertujuan untuk mencari eksistensi networking governance dalam penanganan gelandangan dan pengemis di Purwokerto. Penanganan gelandangan dan pengemis merupakan tanggung jawab Negara, yaitu pemerintah, swasta dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitain di Kota Purwokerto. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini adalah menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis interaktif dari Miles dan Huberman Hasil penelitian menunjukan bahwa networking governance dalam penanganan gelandangan dan pengemis di Purwokerto belum optimal. Saat ini hanya pemerintah saja yang terlibat langsung dalam penanganan gelandangan dan pengemis di Purwokerto. Aktor tersebut adalah Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Satuan Polisi Pamong Praja Banyumas. Baik Dinsosnakertrans maupun Satpol PP mempunyai tugas pokok dan fungsi masing-masing dalam menangani gelandangan dan pengemis. Dibutuhkan komunikasi yang baik pula antara para aktor dengan gelandangan dan pengemis agar dalam proses penanganan lebih efektif. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Purwokerto is an administrative city of Banyumas Regency. As the center of economic growth and development, ironically there are still a lot of homeless drifters and beggars adorn this city. They are the people who do urbanization but does not have the skills and ended up to be a homeless drifters and beggars. The purpose of this research is to find there is or is not networking governance in handling of homeless drifters and beggars in Purwokerto City. Handling of homeless drifters and beggars are the responsibility of nation, there are state, privat and society. This research uses descriptive qualitative method research and the locus is Purwokerto City. Informan selection techniques in this research is purposive sampling technique and snowball sampling technique. Techniques of data collection by interview, observation and documentation. The analysis techniquesed is interactive analysis from Milles and Huberman. The result of the research is networking governance in handling beggars and homeless drifters in Purwokerto have not been successful. The involvement of other actors than government, the private and the society is needed. Currently only governments who are directly involved in the handling of homeless drifters and beggars in Purwokerto. There are Social, Labor and Transmigration Service and Police Unit of Civil Service Banyumas. Both of them have duties and functions in handling beggars and homeless drifters. Communication between Social, Labor and Transmigration Service and Police Unit of Civil Service are good. Communication between the actors with beggars and homeless drifters need to be good too in order handling process more effective. |
| Kata kunci | gelandangan dan pengemis. good governance, networking governance |
| Pembimbing 1 | Tobirin, S.sos, M.Si |
| Pembimbing 2 | Drs. Mahmud Setiahadi, M.Si |
| Pembimbing 3 | Dr. Sukarso, M.Si |
| Tahun | 2013 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |
|---|