Artikel Ilmiah : F1C006057 a.n. JAYYID MUZAYYIN
| NIM | F1C006057 |
|---|---|
| Namamhs | JAYYID MUZAYYIN |
| Judul Artikel | KOMUNIKASI INSTRUSIONAL DALAM “METODE KOMUNIKASI TOTAL” PADA KELAS TUNARUNGU DI SDLB NEGERI KEBAKALAN KEBUPATEN BANJARNEGARA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Proses pendidikan berbahasa pada anak tunarungu menarik untuk dilakukan suatu penelitian. Berdasarkan hal tersebut di atas perumusan masalah yang diajukan adalah Bagaimana Komunikasi Instruksional dalam pengajaran metode komunikasi total pada kelas tunarungu di SDLB Negeri Kebakalan Kabupaten Banjarnegara. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana komunikasi instruksinal pada proses pengajaran komunikasi total beserta kendala-kendalanya. Lokasi penelitian dilakukan di Banjarnegara, dengan mengambil objek penelitian adalah pengajar anak tunarungu di SDLB Negeri Kebakalan Banjarnegara. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan komunikasi instruksional. Informan dalam penelitian ini dipilih dengan teknik purposive sampling. Data primer diperoleh dari observasi dan wawancara. Sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen yang menunjang penelitian. validitas data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber yaitu mengumpulkan data sejenis dari sumber yang berbeda. Dengan demikian kebenaran sumber data yang satu akan dikonfirmasikan dengan data yang diperoleh dari sumber yang lain. Teknik analisa data yang digunakan adalah model analisis interaktif yang bergerak diantara tiga komponen yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengajar SDLB Negeri Kebakalan menerapkan kombinasi antara komunikasi lisan dan komunikasi isyarat dengan dibantu dengan berbagai media pembelajaran pada metode Komunikasi Total yang mereka terapkan. Pengajaran Komunikasi Total pada kelas 1 sampai kelas 3 diutamakan pada penggunaan isyarat. Pengajaran Komunikasi Total pada kelas 4 hingga kelas 6 siswa tunarungu difokuskan untuk lebih mengasah kemampuan oral. Namun Komunikasi Total di SDLB Negeri Kebakalan tidak sesuai dengan prinsip Komunikasi Total. Penerapan prinsip tersebut dianggap akan menyulitkan dan memperlambat proses pendidikan sedangkan masa studi anak SDLB dibatasi oleh sistem pendidikan. Keadaan ini memaksa SDLB Negeri Kebakalan tetap menggunakan satu bentuk komunikasi yang sama untuk diterapkan pada semua siswa tunarungu di sekolahnya. SDLB Negeri Kebakalan Banjarnegara juga tidak dapat menerapkan ketentuan tinggal kelas bagi siswa tunarungu dikarenakan kondisi psikologi siswa tunarungu yang sangat sensitif terhadap kekurangan pada diri mereka. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Process of language education for deaf students is interesting to study. Based on the above, the researcher proposed the formulation of the problem is How Instructional Communication in the Total Communication method of teaching deaf class in the Kebakalan Special Public School of Banjarnegara. The research objective is to identify and explain how the instructional communication in the Total Communication teaching process and its constraints. Location of the research conducted in Banjarnegara, by taking the object of research are deaf student teachers in Kebakalan Special Public School of Banjarnegara. The research methods is descriptive qualitative method by using the theory of instructional communication. Informants in this study were selected by purposive sampling technique. Primary data were obtained from observations and interviews. While the secondary data obtained from the documents that support the research. Validity of the data is done by triangulation techniques that collect similar data from different sources. Thus the truth of the data source to be confirmed with data obtained from other sources. Data analysis technique used is interactive model that moves between three components: data reduction, data display and conclusion (verification). The results showed that the Kebakalan Special Public School teachers applying a combination of verbal communication and sign language communication, assisted with a variety of instructional media at Total Communication methods that they used. Teaching Total Communication in grade 1 to grade 3 are focused on the use of sign language communication. Total Communication teaching at grade 4 to grade 6 students are focused on the use of oral communication. But Total Communication in Kebakalan Special Public School is not in accordance with the principles of Total Communication. The application of these principles will be difficult and make the process of education going slow while Special Public School study period was limited by the education system. This situation forced the Kebakalan Special Public School still using the same form of communication to be applied to all deaf students at the school. Kebakalan Special Public School of Banjarnegara also can not apply no grade system for deaf students, it was because they psychological conditions are very sensitive to deficiencies in them. |
| Kata kunci | komunikasi total, komunikasi tunarungu, anak tunarungu |
| Pembimbing 1 | Dr. Toto Sugito |
| Pembimbing 2 | Agus Ganjar Runtiko M.Si |
| Pembimbing 3 | Drs. Ch. Herutomo M.Si |
| Tahun | 2013 |
| Jumlah Halaman | 11 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |