Home
Login.
Artikelilmiahs
6612
Update
AHMAD ALAUDIN AL-FAJRIY
NIM
Judul Artikel
POTENSI PENGGUNAAN PLANT GROWTH PROMOTING RIZHOBACTERIA (PGPR) Bacillus subtilis B1 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI PADA DUA KETINGGIAN TEMPAT
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Abstrak Salah satu penyebab penurunan produksi padi nasional adalah karena levelling off (kejenuhan tingkat produksi lahan) akibat penggunaan bahan-bahan agrokimia. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh formula Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Bacillus subtilis B1 bentuk padat dan cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi sawah, mengetahui pengaruh waktu aplikasi formula PGPR Bacillus subtilis B1 bentuk padat dan cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi sawah serta mengetahui perbedaan pertumbuhan dan hasil tanaman padi sawah yang telah diberi perlakuan formula PGPR Bacillus subtilis B1 bentuk padat dan cair pada ketinggian 230 meter di atas permukaan laut dan 580 mdpl. Penelitian dilaksanakan di lahan di Desa Kebumen Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas dan Desa Karangsalam Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas serta dilaksanakan dari bulan April hingga Oktober 2012. Rancangan Percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Faktor yang dicoba adalah waktu aplikasi kombinasi formula PGPR Bacillus subtilis B1 padat dan cair pada 10 hari setelah tanam (HST); 20 HST; 30 HST; kontrol serta faktor ketinggian tempat yaitu ketinggian 230 mdpl dan 580 mdpl dengan masing-masing 6 ulangan. Varibel yang diamati meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, panjang malai, jumlah anakan produktif, jumlah gabah per rumpun, bobot kering tanaman, bobot 1000 biji, dan bobot gabah per petak efektif. Data dianalisis dengan uji F dan dilanjutkan dengan uji BNJ dengan tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian formula PGPR tidak memberikan pengaruh terhadap semua variabel pertumbuhan dan hasil tanaman padi pada lahan 230 mdpl maupun 580 mdpl. Faktor ketinggian tempat memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap variabel pertumbuhan tanaman padi meskipun perlakuan waktu pemberian formula PGPR tidak ada yang memberikan pengaruh nyata di kedua lahan. Semua variabel yang ada di lahan dengan ketinggian 230 mdpl menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang lebih tinggi daripada lahan dengan ketinggian 580 mdpl.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Abstract One of the national rice production decreasing causes is levelling off because of solid and liquid form agrochemical materials uses. The aims of the research were to know the influence of Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Basillus subtilis B1 form on growth and rice yield, to know the influence of PGPR Basillus subtilis B1 form apllied time for growth and rice yield, and to know the differences of growth and rice yield that had been treated PGPR Basillus subtilis B1 form in altitude of 230 and 580 above sea levels. The research was conducted at Kebumen and Karangsalam Village, Baturraden subdistrict, Banyumas regency from April up to October 2012. Completely Randomized Block Design was used. The factors of the research were combination of liquid and solid PGPR Basillus subtilis B1 form application with different applied time 10 days after planting; 20 days after planting; 30 days after planting; and control and altitude factor 230 and 580 m above sea level and repeated 6 time for each altitude. The observed variables were crop high, number of leaves, number of tiller, lenght of panicle, number of productive tiller, number of grains per clump, dry crop weight, weight of 1000 grains, and grain weight per effective plot. Data result was analized with F test continued by Honest Significant Difference Test (HSD) at 5% levels. Result of the research showed that application of PGPR Bacillus subtilis B1 form did not influence all of growth and yield variables at both altitude. The altitude factor affected significantly all of paddy growth and yield variables although the apllication of the PGPR Bacillus subtilis B1 form did not influence in all altitude. All of growth and yield variables at altitude 230 above sea levels were higher than 580.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save