Home
Login.
Artikelilmiahs
6606
Update
SEPTIYANI
NIM
Judul Artikel
EVALUASI KETAHANAN BEBERAPA GALUR PADI GOGO TERHADAP PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI (Xanthomonas oryzae pv. oryzae)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penyakit hawar daun bakteri (HDB) yang disebabkan oleh patogen. Xanthomonas oryzae pv. oryzae merupakan salah satu faktor pembatas produksi tanaman padi. Pencarian gen tahan terhadap HDB sangat diperlukan untuk pengendalian penyakit HDB. Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui tingkat ketahanan beberapa galur padi gogo terhadap serangan patogen penyebab penyakit HDB (Xanthomonas oryzae pv. oryzae). Penelitian dilakukan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan rumah plastik Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Perlakuan yang diuji yaitu inokulasi bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae terhadap setiap tanaman dari 35 galur padi gogo hasil persilangan 5 tetua yaitu G39 x Ciherang, Mentik Wangi x G39, G39 x Mentik Wangi, Silugonggo x G39, dan Poso x Milky Rice serta terhadap 1 varietas tahan (Ciherang) dan 1 varietas rentan (Silugonggo), diuji menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 3 ulangan. Variabel yang diamati adalah masa inkubasi, intensitas penyakit (%), jumlah stomata, jumlah anakan maksimum, tinggi tanaman (cm). Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F, dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman memberikan respon tingkat ketahanan yang berbeda dan memberikan respon tahan pada seluruh galur, kecuali pada galur 13 (PF6-MW//G39-G30-12) dengan intensitas penyakit sebesar 11.29 % dan masa inkubasi sebesar 5.78 hari.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Bacterial leaf blight (BLB) caused by Xanthomonas oryzae pv. oryzae is one of the rice production limiting factors. Searching for resistant genes for bacterial leaf blight is for the doesn’t is highly needed to control the diease. The research aimed at knowed: To knowing the resistance level the rice lines on attack of the pathogen. The research was stared out at the Laboratori of plant protect and the screen house Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University. Attack of the pathogen to every lines upland rice from were 35 upland rice resulted from of crossing 5 parental i.e G39 x Ciherang, Mentik Wangi x G39, G39 x Mentik Wangi, Silugonggo x G39, dan Poso x Milky Rice and to resistant varieties (Ciherang), and susceptible varieties (Silugonggo), using a randomized block design with three replicated. Variables observed were incubation period, the disease intensity (%), crop height (cm), number of stomata, the number maximum of tillers. Data were analyzed by F test, continuous with DMRT at 5%. Of the result indicated that the different resistance responsis was given in the lines and resistance respon was performed in all lines except for strain 13 (PF6-MW//G39-G30-12) with disease intensity is 11.29 % and incubation period is 5.78 day.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save