Artikelilmiahs

Menampilkan 501-520 dari 52.045 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
5016476E1A007253PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA PENIPUAN MELALUI MODUS OPERANDI MULTI LEVEL MARKETING
(Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Nomor : 38/ Pid.B/2012/PN.Pwt.)
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penilaian hakim terhadap kekuatan alat bukti dalam tindak pidana penipuan melalui modus operandi Multi Level Marketing pada Putusan Pengadilan Nomor : 38/ Pid.B/2012/PN.Pwt. Selain itu ditujukan pula untuk mengetahui pembuktian tindak pidana penipuan melalui modus operandi Multi Level Marketing dalam Putusan Pengadilan Nomor : 38/ Pid.B/2012/PN.Pwt. Guna mencapai tujuan tersebut maka peneletian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data sekunder yang terkumpul kemudian diolah, disajikan, dan dianalisa secara kualitatif dengan penyajian data teks naratif.
Hasil penelitian menyatakan bahwa, Alat bukti yang digunakan hakim dalam membuktikan tindak pidana penipuan melalui modus operandi Multi Level Marketing dalam Putusan Pengadilan Nomor : 38/ Pid.B/2012/PN.Pwt antara lain keterangan saksi, petunjuk dan keterangan terdakwa. Hakim dalam hal ini mengutamakan dua alat bukti sesuai dengan Pasal 183 KUHAP yaitu keterangan saksi dan juga keterangan terdakwa. Walaupun alat bukti keterangan saksi dan keterangan terdakwa tidak memiliki kekuatan pembuktian sempurna, namun hakim menilai kedua alat bukti ini memiliki relevansi yang erat dalam membuktikan perbuatan terdakwa. Pembuktian tindak pidana penipuan melalui modus operandi Multi Level Marketing dalam Putusan Pengadilan Nomor : 38/ Pid.B/2012/PN.Pwt dilakukan dengan membuktikan keterkaitan satu persatu alat bukti baik keterangan saksi dan keterangan terdakwa yang menghasilkan petunjuk dan membuktikan terpenuhinya unsur penipuan. Kemudian alat bukti keterangan terdakwa membuktikan terpenuhnya unsur dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dan dan hakim yakin akan kesalahan terdakwa sehingga dijatuhi dengan pidana selama 1 tahun 2 bulan.
.

This study was conducted to determine the judge's assessment of the strength of evidence in criminal fraud through Multi Level Marketing mode on Court Decision No. 38 / Pid.B/2012/PN.Pwt . In addition it also aimed to find out evidence of criminal fraud through Multi Level Marketing mode in Court Decision No. 38 / Pid.B/2012/PN.Pwt . To achieve these aims the intensive search was conducted using the normative juridical approach. Secondary data were collected and processed , presented , and analyzed qualitatively with the presentation of narrative text data.
The study states that, Tool judge the evidence used to prove criminal fraud through Multi Level Marketing mode in Court Decision No. 38 / Pid.B/2012/PN.Pwt include witness statements , instructions and testimony of the defendant . The judge in this case put two items of evidence in accordance with Article 183 of the Criminal Procedure Code which witness testimony and testimony of the defendant. Although witnesses and evidence testimony of the defendant does not have the power of proof perfect , but both judges this evidence has relevance to the defendant to prove. Proof of criminal fraud through Multi Level Marketing mode in Court Decision No. 38 / Pid.B/2012/PN.Pwt done one by one to reveal any evidence either evidence and witness testimony that defendant produced testimony to prove the fulfillment of instructions and fraud . Later evidence proves the defendant testimony Unfulfilled elements with the intent to benefit themselves or others and unlawfully and judges believe will mistake the defendant was sentenced to a penalty of 1 year 2 months.

Keywords: Fraud, Mode and Multy Level Marketing.
5026486P2CC11044PENGARUH PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN, PRAKTIK KERJA INDUSTRI DAN LATAR BELAKANG KELUARGA TERHADAP MINAT WIRAUSAHA SISWA SMKN 2 PURWOKERTOBanyaknya pengangguran usia produktif menimbulkan banyak masalah. Salah satu alternatif yang tepat untuk mengurangi pengangguran adalah mendirikanusaha.SMKmerupakanlembagapendidikanyang bertujuan menyiapakan peserta didiknya menjadi tenaga kerja yang terampil melalui kegiatan belajar mengajar maupun praktik.Penelitianini bertujuanuntukmengetahuipengaruh pembelajaran kewirausahaaan praktik kerja industri dan latarbelakangkeluarga, secara sendiri-sendirimaupunbersama-samaterhadapminatwirausahasiswaSMKN 2 Purwokerto.
Penelitianini merupakan penelitian survey.Subjek penelitian adalahsiswaSMKN 2 Purwokerto. Sampel sebanyak 372 siswa yangditentukanmenggunakan tehnik proportionalSampling.Teknikpengumpulandata menggunakanangketdengan modelskalalikert4 alternatifjawaban.Ujivaliditasinstrumenmenggunakan content validitysedangkanuntuk reliabilitasinstrumen menggunakanrumusAlphaCronbach’s.Teknikanalisis datadalampenelitianinimenggunakanregresi linier bergandapadatarafsignifikansi5%, yangsebelumnyadilakukan ujipersyaratananalisismeliputiujinormalitas,linieritas danmultikolinieritas
Hasilanalisisregresilinier bergandamenunjukkanbahwa:1) terdapatpengaruhyang positif signifikanpembelajaran kewirausahaan terhadap minatwirausaha.2) terdapatpengaruh yang positif signifikanvariablekegiatanpraktikkerja industriterhadap minat wirausaha. 3)terdapat pengaruh yang positif signifikanlatar belakang keluarga yaitu pekerjaaan dan pendidikan orang tua terhadap minat wirausah4) terdapatpengaruhyangsignifikansecarabersama-sama variablepembelajaran kewirausahaan, praktik kerja industri dan latar belakang keluargaterhadap minat wirausaha.
The productive age unemployment causes many problems. One of the appropriate alternatives to reduce unemployment is setting up new business. SMK is an educational institution that aims to prepare learners to become skilled workforce through learning activities and practices.This study aimed to determine the effect of learning entrepreneurship industry work practices and family backgrounds, individually and collectively towardsinterests entrepreneur student readiness SMKN 2 Purwokerto.
This research is survey Subjects were students SMKN 2 Purwokerto. Sample of 372 students were determined using proportional sampling techniques. Techniques of data collection using a questionnaire with Likert scale models 4 alternative answers. Test the validity of the instrument whereas using content validity for the instrument reliability using Cronbach's alpha formula. Techniques of data analysis in this research using multiple linear regression at a significance level of 5%, which previously conducted testing requirements analysis includes tests of normality, linearity and multicollinearity
Results of multiple linear regression analysis showed that : 1) there is a significant positive effect on entrepreneurial learning entrepreneurial interests . 2) there is a significant positive effect variable activity against the interest of industry work practices of entrepreneur. 3) there is a significant positive effect of family background is education of parents to interests entrepreneur 4) a significant difference variables together entrepreneurial learning , work practices and industry backgrounds of the entrepreneur interests .
5036487F1F009026AN ANALYSIS OF GENDER SPEECH FEATURE DIFFERENCES BETWEEN SAMANTHA AND IAN IN “IF ONLY” MOVIEPenelitian berjudul “An Analysis of Gender Speech Feature Differences between Samantha and Ian in “If Only” Movie” ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan ciri- ciri tuturan antara Samanta dan Ian dengan mengidentifikasi ciri- ciri tuturan mereka beserta fungsinya. Fokus penelitian ini adalah fitur tuturan berdasarkan teori Lakoff yang digunakan oleh Samantha dan Ian dalam ujarannya. Sepuluh fitur tuturan menurut Lakoff antara lain: lexical hedges, tag question, rising intonation on declarative, empty adjective, precise color term, intensifiers, hypercorrect grammar, superpolite form, avoidance of strong swear word, dan emphatic stress. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini mendeskripsikan fitur tuturan yg digunakan oleh Samantha and Ian dalam film If Only. Data dalam penelitian ini adalah kata, frase, clausa, dan kalimat kedua tokoh tersebut. Data tersebut dianalisis dengan menemukan konteks dari ujaran tersebut, lalu mengklasifikasikannya berdasarkan teori Lakoff, kemudian mendeskripsikan fungsi dari penggunaan fitur-fitur tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 62 fitur ujaran yang digunakan oleh Samantha dan 33 yang digunakan oleh Ian. Keduanya menggunakan Lexical Hedges, Tag Question, Rising intonation, intensifier, super polite form, avoidance strong swear words, dan emphatic stress, sedangkan Empty adjective hanya digunakan oleh Sam. Hypercorrect grammar dan Precise Color Term tidak ditemukan dalam data. Keduanya lebih banyak menggunakan fitur tuturan yang mencerminkan keraguan dan ketidakpercayaan diri. Penggunaan lexical hedges dan emphatic stress dalam ujaran Sam dan Ian tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan karena mereka memproduksi fitur tersebut hampir dalam jumlah dan fungsi yang sama. Mereka menggunakan lexical hedges untuk merefleksikan ketidakyakinan dan masalah dalam komunikasi. Mereka juga menggunakan emphatic stress untuk mempertegas makna ujaran, perbedaanya hanya saja Ian menggunakannya secara lebih emosional. Perbedaan tag question, rising intonation, empty adjectives, intensifiers, super polite form, dan avoidance of strong swear words terlihat jelas karena Sam dan Ian menggunakan fitur tersebut dalam jumlah yang sangat berbeda, dan dalam fungsi yang hampir berbeda. Sam menggunakan fitur tersebut untuk merefleksikan bahasa wanita, seperti kelembutan dan ketidak percayaan diri, sedangkan Ian menggunakannya tidak selalu untuk menunjukkan ketidakyakinan, tetapi penggunaan tersebut terjadi secara situasional. Peneliti berharap penelitian ini dapat mendorong peneliti lain untuk melakukan penelitian dengan topik yang serupa.
Kata Kunci: Gender differences, Speech Features, If Only, Movie
The research entitled “An Analysis of Gender Speech Feature Differences between Samantha and Ian in If Only Movie” was aimed at describing the differences of the speech feature between Samantha and Ian in If Only movie by identifying the speech features and their function used by Samantha and Ian. This research focuses on the speech features based on Lakoff’s theory used by Samantha and Ian in If Only movie. There are ten types of speech features proposed by Lakoff: lexical hedges, tag question, rising intonation on declarative, empty adjective, precise color term, intensifiers, hypercorrect grammar, superpolite form, avoidance of strong swear word, and emphatic stress. The design of this research is descriptive qualitative. It describes the speech features used by Samantha and Ian in If Only movie. The data are words, phrases, clauses, and sentences which are used by Samantha and Ian. The data were analyzed firstly by finding the context of the utterance, classifying them into ten types of speech features, and then describing the functional usage of the utterances based on Lakoff’s theory. The result shows that there are 62 speech features used by Samantha and 33 speech features used by Ian. Both of them produced Lexical Hedges, Tag Question, Rising intonation, intensifier, super polite form, avoidance strong swear words, and emphatic stress, while Empty adjective is only produced by Sam. Hypercorrect grammar and precise color term are not found in Sam and Ian’ speech. Both of them applied most of speech features which reflect uncertainty, unconfidence, and avoidance saying something definite. The use of lexical hedges and emphatic stress in Sam and Ian’ speech is not significantly different since they use it in almost the same amount and function. Both of them produced Lexical Hedges to show uncertainty and communication trouble. They also produced Emphatic Stress to strengthen the meaning of the utterance, but the difference is only that Ian used it in more emotional feeling. Meanwhile, the differences of the use tag question, rising intonation, empty adjectives, intensifiers, super polite form, and avoidance of strong swear words can be clearly seen since both of them use those speech features in very different amount and in almost different functions. Sam uses those speech features to show the character of women’s language, such as powerlessness, uncertainty, and lack of confidence, while Ian produced those speech features not always to show uncertainty, but it happens conditionally. The researcher expects this research can stimulate other researchers who are interested in literary works to do similar research topic.
Keywords: Gender differences, Speech Features, If Only, Movie
5046477C1A009005ANALISIS EFEKTIVITAS, EFISIENSI TEKNIS, DAN KONTRIBUSI RETRIBUSI DINAS PERHUBUNGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA (DINHUBKOMINFO) KABUPATEN PURBALINGGA TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN PURBALINGGAPenelitian ini berjudul “ANALISIS EFEKTIVITAS, EFISIENSI TEKNIS, DAN KONTRIBUSI RETRIBUSI DINAS PERHUBUNGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA (DINHUBKOMINFO)KABUPATEN PURBALINGGA TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas, efisiensi teknis, dan kontribusi retribusi di DINHUBKOMINFO Kabupaten Purbalingga terhadap Pendapatan Asli Daerah.
Penelitian ini merupakan analisis data sekunder. Data diperoleh dari Pemerintah Daerah, Dinas Pendapatan Pengelolaan Kekayaan Asli Daerah, dan DINHUBKOMINFO Kabupaten Purbalingga. Alat analisis pertama yang digunakan adalah analisis rasio untuk menghitung efektivitas pemungutan retribusi. Hasilnya menunjukan pada tahun 2009 sampai 2012 menunjukkan kondisi yang efektiv bahkan sangat efektiv, hanya saja pada Retribusi Parkir di tahun 2011 dan 2012 mengalami nilai efektivitas cukup dengan presentase 88,47 persen dan 86,10 persen, dan pada tahun 2012 dengan nilai efektivitas 78,78 persen (kurang efektiv).Analisis yang kedua menggunakan alat analisis DEA orientasi input untuk menghitung efisiensi pemungutan retribusi di DINHUBKOMINFO. Variabel yang digunakan untuk Retribusi Terminal dengan input jumlah karyawan Dinhub (orang), Luas Lahan Terminal(m^2), jumlah terminal, output yang digunakan jumlah bus masuk, jumlah angkot masuk, total penerimaan Retribusi Terminal. Variabel yang digunakan untuk Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum dengan input Jumlah karyawan Dinhub (orang), Jumlah Titik Parkir(titik), Jumlah petugas parkir(orang) serta dengan output jumlah kendaraan parkir dan total penerimaan retribusi parkir. Variabel yang digunakan untuk retribusi Pemeriksaan Kendaraan Bermotor dengan input Jumlah karyawan Dinhub(orang), Luas lahan Pengujian(m^2) serta output Jumlah pengujian kendaraan bermotor dan total penerimaan retribusi PKB. Variabel yang digunakan dengan input Jumlah karyawan Dinhub (orang), Luas lahan (m^2) serta output Jumlah perizinan trayek dan total penerimaan Retribusi Ijin Trayek. Penghitungan efisiensi teknis menggunakan metode DEA model VRS orientasi input menujukkan hasil bahwa pemungutan seluruh pos retribusi di DINHUBKOMINFO yaitu Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum,Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) serta Retribusi Terminal dari tahun 2010 hingga 2012sudah efisien, dengan kata lain penggunaan input yang ada sudah optimal.Analisis yang ketiga yaitu analisis kontribusi untuk menghitung kontribusi penerimaan retribusi di DINHUBKOMINFO terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Purbalingga. Hasil penghitungan menunjukan kenaikan dari tahun 2009 ke 2010, tapi kemudian mengalami sedikit penurunan pada tahun 2011 sebesar 0,25 persen.
Implikasi dari penelitian ini adalah keefektivan yang dicapai di DINHUBKOMINFO Kabupaten Purbalingga sudah baik dan perlu untuk dijaga serta ditingkatkan tiap tahunnya. Target yang belum tercapai di beberapa retribusi layak dicaritahu penyebabnya supaya dapat diatasi dengan baik. Efisiensi teknis sudah dicapai di semua pos retribusi tiap tahunnya, ini menunjukan pemungutan retribusi sudah mengoptimalkan semua inputnya. Masih rendahnya kontribusi pendapatan retribusi di DINHUBKOMINFO bagi PAD Kabupaten Purbalingga bisa menjadi evaluasi bagi dinas bersangkutan untuk dapat meningkatkan target retribusi masing masing pos retribusi di DINHUBKOMINFO.
The aim of this research is to determine the effectivity, technical efficiency and retribution contribution in DINHUBKOMINFO of Purbalingga Regency towards Local Revenue. This research is a secondary data analysis. Data obtained from Local Government, Department of Revenue and Local Wealth Management, and DINHUBKOMINFO of Purbalingga Regency. First analysis tool used is ratio analysis to assess retribution collection effectivity. The result shows in 2009 to 2012 shows effective even very effevtive condition, only thay in Parking Retribution in 2011 and 2012 experiencing average effectivity value with percentage by 88,47 percent and 86,10 percent, and stretch permitt retribution in 2012 by the effectivity value of 78,78 percent (less effective).
Analysis using DEA analysis tool input orientation to measure retribution collection effectivity in DINHUBKOMINFO. Variable used for terminal retribution with the number of Dinhub employee (person) as input, Terminal Area (the number of terminal, with output used: the number of bus entering, the number of angkot entering,total terminal retribution income). Variable used for Public Roadside Parking retribution by the input of The numner of Dinhub employee (person), The Number of Parking Area (point),The Number of Parking Officer with output by the number of vehicle parked and total parking retribution income. Variable used for Vehicle Inspection by the input of The number of Dinhub Employee (person), Inspection Area ( also output by The Number of Vehicle Inspection and total vehicle inspection retribution incomeVariable used for stretch permitt retribution by the input of The Number of Dinhub Employee (person), Land Area (also output by the number of stretch permitt and total stretch retribution income). Technical efficiency measurement using DEA method VRS model input orientation shows that collection of all retribution post in DISHUBKOMINFO are Public Roadside Parking Retribution, Stretch Permitt Retribution, Vehicle Inspection Retribution and Terminal Retribution from 2010 to 2012 already efficient, in other word the use of input already optimal.The third analysis is contribution analysis to measure contribution of retribution income. DINHUBKOMINFO towards Local Revenue of Purbalingga Regency. Measurement result shows increase from 2009 to 2010, but then experiencing a slight decrease in 2011 by 0,25 percent.
Implication from this research are The Effectivity achieved by DINHUBKOMINFO of Purbalingga Regency is already good and need to be maintained each year. Unachieved target in some retribution which has not been achieved need to be examined the cause thus can be well overcome. Technical efficiency has been achieved in all retribution post each year, this shows retributoon collection has optimalized all of its input. The low level of retribution income contribution in DINHUBKOMINFO for Local Revenue of Purbalingga Regency could be an evaluation for relevant institution Regency to be able to increase retribution target in each retribution post in DINHUBKOMINFO
5056479C1C009067ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AUDIT DENGAN REWARD SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI
(Studi Pada Aparat Pengawas Internal Pemerintah di Inspektorat Daerah Kabupaten Se Eks Karesidenan Banyumas)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompetensi, independensi, profesionalisme, skeptisisme, pengalaman kerja dan pemahaman Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) terhadap kualitas audit, serta untuk mengetahui pengaruh reward sebagai moderasi antara kompetensi, independensi, profesionalisme, skeptisisme, pengalaman kerja dan pemahaman Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) terhadap kualitas audit. Sampel dalam penelitian ini merupakan 58 orang Aparat Pengawas Internal Pemerintah di Inspektorat Daerah Kabupaten Se Eks Karesidenan Banyumas dengan metode pemilihan sampel jenuh (sensus). Analisis data penelitian menggunakan regresi linear berganda dan MRA (Moderated Regression Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kompetensi, independensi, profesionalisme, skeptisisme, pengalaman kerja dan pemahaman standar akuntansi pemerintah (SAP) berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit Aparat Pengawas Internal Pemerintah di Inspektorat Daerah Kabupaten Se Eks Karesidenan Banyumas (2) Reward tidak memoderasi pengaruh antara kompetensi, independensi, profesionalisme, skeptisisme, pengalaman kerja dan pemahaman standar akuntansi pemerintah (SAP) terhadap kualitas audit Aparat Pengawas Internal Pemerintah di Inspektorat Daerah Kabupaten Se Eks Karesidenan Banyumas. Hal ini dikarenakan reward yang diteliti adalah reward non moneter.The purposes of this research was to found out the effects of competence, independence, professionalism, skepticism, job experience, comprehension of governance audit standard toward the audit quality and also to find out the effect of moderating variable (reward) between competence, independence, professionalism, skepticism, job experience, comprehension of governance audit standard toward the audit quality. The samples in this research are 58 Auditor on Inspektorat Region Office of Banyumas Ex-residence who selected through census method. Data analysis research was used with multiple linear regression model and MRA (Moderated Regression Analysis). The results showed that (1) competence, independence, professionalism, skepticism, job experience, and comprehension of governance audit standard significantly affects toward the audit quality of Auditor on Inspektorat Region Office of Banyumas Ex-residence (2) reward was not moderate the relationship between competence, independence, professionalism, skepticism, job experience, and comprehension of governance audit standard toward the audit quality of Auditor on Inspektorat Region Office of Banyumas Ex-residence. This matter because the examined reward that was reward non moneter.
5066480F1C009082Perilaku Pemilih Pada Pemilukada Banyumas 2013 (Studi Kasus Pada Pemilih Pasangan Calon Bupati Incumbent dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyumas 2013-2018 di Desa Notog, Desa Sidabowa Kecamatan Patikraja dan Desa Kejawar, Desa Pasinggangan Kecamatan Banyumas)Penelitian ini mengambil judul “Perilaku Pemilih Pada Pemilukada Banyumas 2013 (Studi Kasus Pada Pemilih Pasangan Calon Bupati Incumbent dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyumas 2013-2018 di Desa Notog, Desa Sidabowa Kecamatan Patikraja dan Desa Kejawar, Desa Pasinggangan Kecamatan Banyumas).” Pemilih, media komunikasi politik dan kontestan politik merupakan objek yang sangat penting dalam pemilahan umum kepala daerah. Peferensi pemilihlah yang akan menjadikan pemilih memutuskan pilihannya untuk tetap setia memilih atau berubah terutama pada pasangan incumbent selain itu media dan bentuk komunikasi politik pun mempengaruhi keputusan pemilih.
Lokasi penelitian bertempat di Desa Notog, Desa Sidabowa Kecamatan Patikraja dan Desa Kejawar, Desa Pasinggangan Kecamatan Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode analisis dari Miles dan Huberman. Data yang dikumpulkan diperoleh dengan menggunakan metode wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan menggunakan triangulasi sumber sebagai uji validitas data.
Hasil penelitian ini yaitu: 1) Perilaku pemilih Mardjoko yang setia pada Pemilukada Banyumas 2013 dapat dikategorikan sebagai pemberi suara berdasarkan psikologis sosial. Mereka memilih Mardjoko kembali karena didasarkan atas orientasi kandidat 2) Perilaku pemilih Mardjoko yang pindah haluan dikategorikan sebagai pemberi suara responsif. Terdapat kekecewaan-kekecewaan personal yang membuat mereka pindah haluan 3) Bentuk komunikasi politik yang efektif ketika melakukan kampanye yaitu dengan melakukan penggabungan antara model pendekatan kampanye interpersonal dan model kampanye penggunaan media massa. Untuk mempertahankan para pemilih sebelumnya, sebaiknya para calon kepala daerah dalam pemilihan umum yang berstatus incumbent ketika menjabat menunjukan kualitas, kompetensi dan integritas pribadi. Selain itu, sebaiknya ketika kampanye yaitu menggunakan pendekatan interpersonal (komunikasi dialogis) dengan mengkombinasikan penggunaan media informasi canggih yang harus disesuaikan dengan target pemilih itu sendiri agar informasi yang disampaikan dapat diterima dan mempengaruhi pemilih dengan baik juga tepat sasaran.

The title of this research is “Voter’s Behavior in Banyumas Election 2013 (A Case Study at Incumbent’s Voter in Kecamatan Patikraja Included Desa Notog and Sidabowa, and Kecamatan Banyumas Included Desa Kejawar and Pasinggangan).” Political communication media, voter and candidate of regent are very important things in public election. The voters will choose to be loyal or swing voter towards the incumbent one based on their tendency and the effect of political communication media.
The locations in conducting this research are in Kecamatan Patikraja included Desa Notog and Sidabowa, and Kecamatan Banyumas included Desa Kejawar and Pasinggangan. The research design used in this research is descriptive qualitative by using Miles’ and Huberman’ model as the technique of data analysis and deep interview method and documentation as techniques of data collection. The informant chosen by using the purposive sampling with triangulation source as data validation.
Based on the result of this research, the researcher can conclude that 1) loyal voter in Banyumas Election 2013 can be categorized as social psychological voter whose choosing Mardjoko based on the incumbent’s orientation 2) swing voter whose choosing the other candidates are categorized as responsive voter who are unsatisfied towards the incumbent’s performance during become Banyumas regent 3) the most effective political communication media in promoting is mixed media which is use interpersonal promotion approach and mass campaign. In order to keep the voter to re-choose the incumbent, he or she should show the best quality, competence, and self-integrity, and in the other hand, when they do a campaign, they should use a combination method between interpersonal approach (dialogue communication) and mass media which are suitable with the target constituent. This is very useful to make the information delivered become acceptable and can influence well also appropriate to the constituent.
5076481C1L009014FACTORS AFFECTING THE USAGE OF ACCOUNTING INFORMATION SYSTEM IN BANYUMAS PRINTING AND PUBLISHING SMALL AND MEDIUM ENTERPRISES (SMES)
Tujuan ini penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh latar belakang pendidikan, pengalaman kepemimpinan, ukuran organisasi, formalisasi pengembangan sistem informasi dan pelatihan dan pendidikan pengguna pada penggunaan sistem informasi akuntansi (SIA) pada usaha kecil menengah (UKM) percetakan dan penerbitan. Penelitian ini menggunakan partial least square (PLS) analisis dengan 33 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan dan pelatihan memiliki pengaruh negatif signifikan pada penggunaan SIA. Ukuran organisasi tidak secara signifikan mempengaruhi penggunaan SIA. Kemudian, pengalaman kepemimpinan dan formalisasi pengembangan sistem informasi menunjukkan bahwa keduanya positif dan signifikan mempengaruhi penggunaan SIA.This purpose of this study is to analyze the effect of educational background, leadership experience, organization size, formalization of information system development and training and education of user on the usage of accounting information system (AIS) in Banyumas printing and publishing small and medium enterprises (SMEs). This study uses partial least square (PLS) analysis with 33 sample printing and publishing SMEs in Banyumas. The results showed that educational background and training negatively significant affect the usage of AIS. Organization size did not significantly affect the usage of AIS. Then, leadership experience and formalization of information system development showed that both of them positively and significantly affect the usage of AIS.
5086482A1L009136APLIKASI BUDIDAYA ORGANIK DAN ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LIMA VARIETAS KEDELAIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pertumbuhan dan hasil 5 (lima) varietas kedelai yang dibudidayakan di Desa Kalisari, 2) pengaruh aplikasi budidaya organik dan anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai, dan 3) tanggap pertumbuhan dan hasil dari lima varietas pada aplikasi budidaya yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas dari bulan Agustus sampai Desember 2012. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 10 perlakuan dan 3 kali ulangan. Faktor yang dicoba meliputi: 5 (lima) varietas dan 2 (dua) aplikasi budidaya yaitu budidaya organik dan anorganik. Variabel yang diamati terdiri dari komponen pertumbuhan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah cabang, bobot tajuk kering, bobot akar kering, umur berbunga dan umur panen, dan komponen hasil meliputi jumlah polong, jumlah polong isi, jumlah polong hampa, jumlah biji, bobot 100 biji, bobot biji per tanaman, bobot petak efektif dan hasil per ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) lima varietas kedelai yang dicoba menunjukkan pertumbuhan dan hasil kedelai yang berbeda-beda, 2) Aplikasi budidaya organik dan anorganik tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai dan 3) interaksi antara varietas dengan aplikasi budidaya yang mampu meningkatkan bobot tajuk kering, bobot petak efektif dan hasil per ha.This study aims to determine: 1) the growth and yield of 5 (five) soybean varieties that cultivated in the Kalisari village, 2) the effect of organic and inorganic farming application toward growth and yield of soybean, and 3) the growth and yield responses of five varieties in different cultivation applications. The experiment was conducted in lowland Kalisari village, Cilongok district, Banyumas from August to December 2012. Research using randomized block design (RBD) consisting of 10 treatments and 3 replications. Factor tested include: 5 (five) varieties and 2 (two) applications they were the cultivation of organic and inorganic farming. Observed variables consist of the growth components include plant height, leaf number, leaf area, number of branches, shoot dry weight ,root dry weight, days to flowering and harvest, and yield components include number of pods, number of contained pods, number of empty pods, number of seed, 100 seed weight, seed weight per crops, weight effectively plot and yield per ha. The results showed that 1) the five soybean varieties tested showed different growth and yield, 2) Application of organic and inorganic farming has no significant effect on the growth and yield, and 3) the interaction between cultivated varieties with applications could increase the shoot dry weight, effective plots weight and yield per ha.
5096483F1D006023Strategi Unit Pengelola Kegiatan (UPK) dalam Upaya Pemberdayaan Partisipasi Masyarakat di Desa Gumelar Kecamatan Gumelar Kabupaten BanyumasPenelitian ini menjelaskan tentang partisipasi masyarakat Desa Gumelar dalam kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan tentang tingkat partisipasi masyarakat Desa Gumelar dalam kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan dan strategi yang dilakukan oleh Unit Pengelola Kegiatan (UPK) dalam memberdayakan partisipasi masyarakat. Melalui paradigma non positivisme, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan studi kasus.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat Desa Gumelar terhadap setiap kegiatan yang dilakukan oleh PNPM Mandiri Perdesaan Desa Gumelar tergolong baik. Hal ini terbukti dengan keberhasilan program-program yang dilaksanakan dan juga intensitas kehadiran dan keaktifan warga dalam setiap proses PNPM Mandiri Perdesaan Desa Gumelar. Tingginya tingkat partisipasi tidak lepas dari usaha Unit Pengelola Kegiatan (UPK) dalam memberdayakan partisipasi masyarakat. Strategi yang dilakukan meliputi: 1) Sosialisasi dengan baik dan tepat sasaran; 2) Membentuk kader pemberdayaan masyarakat yang dekat dengan masyarakat Desa Gumelar; dan 3) Menjaga citra baik pengurus dimata masyarakat Desa Gumelar.
This study describes the participation of the community in the PNPM Mandiri Perdesaan Gumelar activities. The purpose of this study was to describe the level of community participation in the PNPM Mandiri Perdesaan Gumelar activities and strategies undertaken by Unit Pengelola Kegiatan (UPK) in empowering community participation. Through non-positivism paradigm, this study used qualitative research methods and case study approach.
Results of this study indicated that the level of participation of villagers Gumelar to any activity undertaken by the PNPM Mandiri Perdesaan Gumelar quite good. It was proven with the success of programs implemented and also the intensity of the presence and activity of residents in each process PNPM Mandiri Perdesaan Gumelar. The high level of participation cannot be separated from efforts Unit Pengelola Kegiatan (UPK) in empowering community participation. The strategies include: 1) Socialization well and on target, 2) Establish agents of community that have close bond with the villager of Gumelar, and 3) Maintain a good image of Unit Pengelola Kegiatan (UPK) in the eyes of the Gumelar villagers.
5106484F1B008045AKUNTABILITAS DANA ASURANSI KECELAKAAN JASA RAHARJA KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya asuransi kecelakaan Jasa Raharja sebagai bentuk pelayanan publik dari pemerintah, dimana setiap orang yang menjadi korban kecelakaan lalu-lintas berhak mendapatkan dana santunan dari PT. Jasa Raharja. Namun, terkadang proses klaim terhadap dana santunan tersebut dirasa sulit oleh masyarakat dan terkadang jumlah yang diberikan tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui akuntabilitas proses penyaluran asuransi kecelakaan Jasa Raharja serta mengetahui ketepatan penerima santunan dan jumlah yang diterima. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling, accidental sampling dan snowball. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme akuntabilitas secara vertikal yang dilaksanakan oleh PT. Jasa Raharja kantor perwakilan Purwokerto telah berjalan dengan baik. Namun, pada akuntabilitas horizontal dibutuhkan perbaikan dalam pengawasan dan sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat juga bisa melakukan pengawasan.This study is based on Jasa Raharja's accident insurance as a public service from the government , every victims of traffic accidents had a right to get compensation fund from PT. Jasa Raharja . But, sometimes the claims process looks difficult for the society , and sometimes the amount not in accordance with the regulations. The Purpose of this study is for analyze and knowing the accountability distribution process of Jasa Raharja's accident insurance and also for perceive pertinence beneficiaries and the exact amount received. The method of this study is qualitative descriptive method. The selection of informants techniques are purposive sampling, accidental sampling and snowball. The data collection techniques are in-depth interviews method , observation , and documentation . The Result of this study shows that the mechanism of accountability vertically conducted by PT. Jasa Raharja representative office Purwokerto have gone well. Nevertheless , on horizontal accountability needs refinement at the supervision and socialization to the society so they can supervise as well.
5116485P2CC11037PENGARUH PENGGUNAAN PROBLEM BASED INSTRUCTION TERHADAP KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI AKUNTANSI PADA MAPEL TEORI KEJURUAN
SMKN 1 PURWOKERTO
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan Model Problem Based Instruction terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa . Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Model PBI sebagai variabel bebas sedangkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa sebagai variabel terikat. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas XI Akuntansi 3 sebagai kelas kontrol dan siswa kelas XI Akuntansi 2 sebagai kelas eksperimen. Teknik pengambilan sampel dengan Cluster Random Sampling.. Teknik analisis data menggunakan Analisis deskriptif statistic dilanjutkan dengan uji F(ANOVA) . Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa untuk variabel keaktifan belajar nilai F hitung ( 116,65) > nilai F tabel/critis ( 4,00) , Nilai P-value ( 0,00 ) < nilai probalitiy (α) 0,05 . Untuk variabel hasil belajar nilai F hitung (9,03) > nilai F tabel/critis (4,00) , Nilai P-value (0,00 ) < nilai nilai probalitiy (α) 0,05 . Terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen yang menggunakan model Problem Based Instruction dengan kelompok kontrol yang tidak menggunakan model problem based instruction.The research objective is to recognize Effect of Using Problem-based Instruction Model on student activism and student learning result. This study is an Experimental Research. The Learning model is as an independent variable while the Activism and Student Learning Result as the dependent variable. The samples in this study is students of class XI Accountancy 3 as the kontrol class and the students of class XI Accountancy 2 as the experimental class. The sampling technique of this study uses Cluster Random Sampling. The technique of data analysis uses descriptive statistical analysis followed by F test (ANOVA). According to the result of this research it can be concluded that for the variable of learning activism the score F calculation (116,65) > the score of F table / critis (4,00), The score of P-Value (0,00) < probability value (α) of 0.05. For learning outcome variables calculated F value (9,03) > F table value / critis (4.00), P-Value value (0,00) < the score of probability (α) 0.05. There were significant differences between the experimental group using the model of Problem Based Instruction with the kontrol group that did not use a mode of problem based instruction.
5126490C1K008025FACTORS INFLUENCING BANK’S PROFITABILITY IN INDONESIA :
INTERNAL FACTOR ANALYSIS
(Empirical study on banking companies listed on the
Indonesia Stock Exchange 2009 - 2011)
Tujuan utama dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh ukuran perusahaan, rasio modal terhadap total aset, rasio utang terhadap aset, kredit bermasalah dan rasio utang terhadap deposito secara simultan (bersama-sama) terhadap profitabilitas industri perbankan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Populasi dalam peneitian ini adalah semua bank umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode tahun 2009-2011 yang berjumlah 31 bank. Tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan firm size tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, equity to total asset ratio berpengaruh signifikan positif terhadap profitabilitas, loan to asset ratio berpengaruh signifikan positif terhadap profitabilitas, nonperforming loan berpengaruh signifikan negatif terhadap profitabilitas, dan loan to deposit ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas.
The main objective of this study is to know and analyze the influence of Firm’s Size, Equity to Total Asset Ratio, Loan to Asset Ratio, Non Performing Loan, Loan to Deposit Ratio simultaneously on profitability of banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange.
The population was the entire Bank that listed on the Indonesian Stock Exchange in 2009-2011, whereby were 31 banks accounted. The sampling technique was purposive sampling. Technique of data analysis was multiple regression.
Based on the results of research it can be concluded that: Firm Size gives no significant influence on Return on Assets value, Equity to Total Asset gives positive influence on Return on Assets value, Loan to Asset Ratio gives positive influence on Return on Assets value, Non Performing Loan gives negative influence on Return on Assets value, and Loan to Deposit Ratio gives no significant influence on Return on Assets value
5136492D1E009070PENGARUH PERLAKUAN FISIK DAN KIMIAWI TERHADAP KADAR SERAT KASAR DAN GROSS ENERGY KONSENTRAT PROTEIN BUNGKIL BIJI JARAKPenelitian berjudul “Pengaruh Perlakuan Fisik dan Kimiawi terhadap Kadar Serat Kasar dan Gross Energy Konsentrat Protein Bungkil Biji Jarak”, dilaksanakan 12 Januari sampai 20 Maret 2013 di Laboratorium Ilmu Bahan dan Makanan Ternak Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Metode penelitian adalah experimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2 x 3 x 4 ulangan. Perlakuan terdiri atas dua faktor, faktor A (konsentrasi SDS), yaitu A1=0,173 g/l dan A2=0,346 g/l, dan faktor B (lama perendaman), yaitu B1=12 jam ; B2=24 jam ; B3=36 jam. Kesimpulannya bahwa konsentrasi SDS (0,173 gr/l dan 0,346 gr/l) dan lama waktu perendaman (12jam, 24jam, 36jam) belum mampu menurunkan kadar serat kasar dan gross energy konsentrat protein bungkil biji jarak.A research entitled “Effect of Physical and Chemical Treatments on Crude Fiber and Gross Energy Contents of Protein Concentrate Obtained from Jatropha curcas Seed Meal”, was conducted from January 12th to March 20th 2013 in Feed science Laboratory, Faculty of Animal Science Jenderal Soedirman University Purwokerto. Experimental study was conducted using Completely Randomized Design (CRD) factorial 2 x 3 x 4. The treatment consists of two factors, factor A (SDS concentration), i.e. A1 = 0.173 g/l and A2 = 0.346 g/l, and factor B (soaking time), i.e. B1 = 12 hours; B2 = 24 hours; B3 = 36 hours. The conclusion is SDS cocentration and soaking time have no effect on reducing crude fiber and gross energy contents of jatropha curcas seed meal.
5146489A1L009018PENGUJIAN EKSTRAK NILAM DAN JAMUR ENTOMOPHATOGEN (Fusarium cf. solani) TERHADAP WERENG BATANG COKLAT
(Nilaparvata lugens Stal)

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak cair nilam terhadap pertumbuhan koloni jamur entomopatogen F. solani, untuk mengetahui kemempanan ekstrak limbah nilam dan jamur entomopatogen Fusarium cf. solani dalam mengendalikan hama wereng batang cokelat (WBC) Nilaparvata lugens Stal. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan rumah kaca Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilaksanakan dari bulan November 2012 sampai bulan April 2013. Penelitian ini terdiri dari dua tahap yaitu (1). Uji penghambatan ekstrak limbah nilam terhadap jamur entomopatogen dan (2). Uji bioaktivitas ekstrak limbah nilam dan patogenisitas jamur tersebut dalam mematikan WBC. Penelitian pertama menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuannya adalah aplikasi 1-4 tetes ekstrak pada kertas piringan yang ditanam pada PDA disamping jamur. Penelitian kedua menggunakan rancangan acak kelompok dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuannya adalah aplikasi penyemprotan ekstrak (5 - 30 ml / 100 ml pelarut) dan jamur (5 - 30 ml / 100 ml air steril) terhadap WBC secara kontak dan melalui perut. Dalam kedua penelitian tersebut digunakan kontrol. Variabel yang diamati adalah diameter jamur dan mortalitas WBC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak limbah nilam menghambat pertumbuhan jamur. Diameter koloni jamur mencapai 5,2 mm, lebih rendah dari kontrol 12,7 mm. Selanjutnya, mortalitas serangga WBC mulai terjadi pada hari kedua setelah aplikasi. Tingkat mortalitas dengan konsentrasi efektif pada hari keempat mencapai 52,8 persen dengan LC50 24,46 ml/100ml pelarut pada metode uji kontak dan 51,3 persen pada uji perut dengan LC50 57,94 ml/100ml pelarut. Mortalitas WBC akibat infeksi jamur mulai terjadi hari ketiga setelah aplikasi. Tingkat mortalitas WBC pada hari keempat 45,8 persen, dengan LC50 54,02 ml/100ml pelarut.

The goal of research was to examine effectiveness of patchouli waste extract and entompathogenic fungus (Fusarium cf solani) in killing brown planthoppers (BPHs), Nilaparvata lugens Stal. The research was conducted at Plant Protection Laboratory and screen house Faculty of Agriculture University of Jenderal Soedirman Purwokerto, Central Java. It lasted 6 months (November 2012 - April 2013). This research consisted of two phases, namely 1) Inhibition test of patchouli to growth of the fungus and 2) bioactivity test of extract and pathogenecity of fungus in killing BPHs. The first experiment used Randomized Complete Block Design (RCBD) with four treatments and six replications. The treatment was application 1 – 4 drops extract to disc paper that implanted on PDA inside the fungus. The second experiment used Randomized Complete Block Design (RCBD) with six treatments and four replications. The treatment was spraying application of extract (5 - 30 ml / 100 ml solvent) and the fungus (5-30 ml / 100 ml sterile water) to BPHs and or rice plants. Observed variables were colony diameter of the fungus and BPHs mortality. The result showed the extract inhibited the growth fungus, diameter reached 5.2 mm lower than controls 12.7 mm. Next, BPHs mortality began at two days after application with effective consentration. Mortality rate at 4 days after application52.8 percent the result LC50 24.46 ml/100ml pelarut on contact test and 51.3 percent residual test the result LC50 57.94 ml/100ml pelarut. BPHs mortality due to be fungus infection began at 3 days after application BPHs mortality reached 45.8 percent the result LC50 54.02 ml/100ml pelarut occurred at four days after application.

5156497B1J009121INTENSITAS SERANGAN Brevipalpus phoenicis PADA BEBERAPA KLON TANAMAN TEH DI PTPN IX KALIGUA KABUPATEN BREBESKerusakan pada berbagai perkebunan teh di Indonesia seperti yang terjadi di PTPN IX Kaligua Kabupaten Brebes antara lain disebabkan oleh serangan tungau hama. Salah satu hama yang biasa ditemukan dalam perkebunan teh ialah Brevipalpus phoenicis yang menyerang daun teh, dari pohon yang berasal dari berbagai klon. Tungau hama ini menyerang tanaman teh sepanjang tahun dan intensitas serangannya meningkat pada musim kemarau. Tujuan penelitian ini adalah menentukan intensitas serangan tungau hama B. phoenicis pada berbagai klon tanaman teh. Metode yang digunakan yaitu survei dengan teknik pengambilan sampel secara sistematis. Penentuan titik pengambilan sampel pada lokasi penelitian menggunakan metode diagonal. Sampel berupa daun teh diambil sebanyak 5 tangkai daun dari tiap sudut lahan tanaman teh dan bagian tengah lahan. Pengambilan sampel diulang sebanyak 4 kali, dengan interval waktu 1 minggu. Materi yang digunakan adalah B. phoenicis hasil sampling setiap klon tanaman teh. Seluruh daun teh diperiksa di bawah mikroskop stereo dan dihitung jumlah tungau hama B. phoenicis yang ditemukan. Data dianalisis dengan menggunakan analisis variansi pada tingkat kesalahan 20 %. Data pendukung yang diamati antara lain temperatur, kelembaban udara dan curah hujan.Damage on various tea plantations in Indonesia as happened in PTPN IX Kaligua Brebes partly due to mite infestation of pests. One of the common pests found in tea plantations is Brevipalpus phoenicis which attacks tea leaves, from trees originating from different clones. This pest mites attacking tea plants throughout the year and the intensity of its attacks increased during in dry season. The purpose of this study was to determine the intensity of mite pests on various clones B. phoenicis tea plant. The method used is the survey with systematic sampling technique. Determination of sampling points in the study site using the diagonal method. Samples were taken as a tea leaf petiole 5 from each corner of the land and the center of the tea crop land. Sampling was repeated four times, with a time interval of a week. The material used is B. phoenicis sampling results of each tea plant clones. The whole leaf teas examined under a stereo microscope and counted the number of pest mites B. phoenicis found. Data were analyzed using analysis of variance on the error rate of 20%. Supporting data were observed between temperature, humidity and rainfall.
5166500H1A009046MODIFIKASI Fe3O4 DARI PASIR BESI DENGAN ASAM OLEAT SEBAGAI ADSORBEN RODAMIN BMaterial Fe3O4 dan modifikasi permukaan material Fe3O4 dengan asam oleat telah berhasil dilakukan dengan metode kopresipitasi. Karakteristik hasil XRD material modifikasi Fe3O4 dengan adanya asam oleat mampu memperkecil ukuran partikel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya adsorpsi Fe3O4 yang telah dimodifikasi dengan asam oleat terhadap rodamin B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi permukaan ini mampu meningkatkan kemampuan daya adsorpsi terhadap rodamin B dengan kapasitas maksimum 83,33 mg/g dan pola adsorpsi yang sesuai yaitu isoterm Langmuir.
Fe3O4 material and its surface modification with oleic acid had been successfully carried out by coprecipitation method. Characteristic observed through XRD of the Fe3O4 material modification in the presence of oleic acid was capable of reducing particle size. This research aimed to determine the adsorption of Fe3O4, which had been modified with oleic acid, on rhodamine B. The results showed that the surface modification could improve the adsorption ability on rhodamine B with a maximum capacity of 83.33 mg/g and an appropriate adsorption pattern, namely, the Langmuir isotherm.
5176504H1A009055FORMULASI DETERJEN BERBAHAN AKTIF ETIL ESTER SULFONAT (EES) DARI MINYAK BIJI KETAPANG (Terminalia catappa, L) DENGAN PENAMBAHAN
ENZIM PAPAIN
Enzim papain merupakan salah satu enzim protease yang dapat dijadikan sebagai additive pada formulasi deterjen. Protease dalam deterjen secara spesifik membantu menghilangkan protein yang menodai pakaian. Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji pengaruh penambahan enzim papain yang merupakan enzim protease terhadap karakteristik deterjen berbahan aktif etil ester sulfonat dari minyak biji ketapang (Terminalia cattapa). Karakteristik deterjen yang ditentukan meliputi: Bahan tidak larut dalam air, Stabilitas emulsi, dan Stabilitas busa. Hasil penelitian ini diperoleh karakteristik bahan tidak larut dalam air dari deterjen tanpa papain dan deterjen dengan penambahan papain 1, 3, 5, 7, dan 9 g berturut-turut sebesar 6, 6, 5, 4, 5, dan 4%. Stabilitas emulsi deterjen tanpa papain dan deterjen dengan penambahan papain 1, 3, 5, 7, dan 9 g berturut-turut adalah 93,05; 90,20; 90,70; 94,55; 94,60 dan 96,05% dan Stabilitas busa deterjen tanpa penambahan papain dan deterjen enzimatik dengan penambahan papain 1, 3, 5, 7, dan 9 g berturut-turut adalah 83,33; 70,00; 78,33; 78,59; 73,64, dan 77,50%. Penambahan enzim papain pada deterjen hasil formulasi menggunakan surfaktan etil ester sulfonat dari minyak biji ketapang berpengaruh terhadap karakteristik deterjen yang meliputi bahan tidak larut dalam air, Stabilita semulsi, dan Stabilitas busa.The enzyme papain is one of protease enzyme that can be used as an additive in detergent formulations. Protease in detergents specificly help to remove protein in staining clothes. This study aimed to examine the effect of adding the enzyme papain with the characteristic of the ethyl ester sulfonate detergent from ketapang seed oil (Terminalia cattapa). Detergent characteristics isdetermined include: waterinsoluble material, emulsion stability, and foam stability. The result of research for water insoluble material of detergent without papain and papain of detergent with 1, 3, 5, 7, and 9 g, respectively are 6, 6, 5, 4, 5, and 4%. The stability emulsion detergent without and with papain 1, 3, 5, 7, and 9 g, respectively are, 93.05; 90.20; 90.70; 94.55; 94.60 and 96.05% and foam stability detergentwithout and with papain 1, 3, 5, 7, and 9 g, respectively are, 83.33; 70.00; 78.33; 78.59; 73.64, and 77.50%. The addition of the enzyme papain in detergent formulations results using ethyl ester sulfonate surfactants of oil seeds ketapang influence the water insoluble material, emulsion stability, and foam stability

Keywords: Detergent, Terminalia cattapa, papain
5186505F1D008021KADERISASI CALON ANGGOTA LEGISLATIF PDI PERJUANGAN KABUPATEN BANYUMAS PADA TAHUN 2009Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses kaderisasi bagi calon legislatif PDI Perjuangan Kabupaten Banyumas dan faktor- faktor yang menjadi kendala dalam proses kaderisasi calon legislatif PDI Perjuangan Kabupaten Banyumas pada tahun 2009. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif. Penelitian dilaksanakan di DPC Kabupaten Banyumas. Informan penelitian ini meliputi ketua, wakil ketua, ketua bidang kaderisasi partai dan peserta kaderisasi. Informan kunci (key informant) adalah ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banyumas. Analisis data mengggunakan analisis interaktif.
Hasil penelitian yaitu proses kaderisasi bagi calon anggota legislatif PDI Perjuangan Kabupaten Banyumas dimulai dari proses menjadi anggota partai. Pengkaderan dilakukan secara berjenjang mulai dari kader pratama, madya dan utama. Pengkaderan calon legislatif tahun 2009 tidak dilakukan secara khusus, namun dilakukan bersamaan dengan kegiatan rapat partai baik yang dilakukan secara tertutup maupun terbuka yang melibatkan DPC dan DPP, termasuk trainer yang berkompeten dibidangnya. Materi kaderisasi sudah baku yang terdiri dari enam materi dasar. Calon legislatif dari PDI Perjuangan tahun 2009 berasal dari kader partai yang memiliki persyaratan seperti sudah lama menjadi kader partai, memiliki loyalitas dan komitmen yang tinggi pada partai yang dilakukan oleh DPC termasuk pendaftarannya di Komisi Pemilihan Umum sesuai yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2008 Tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Kendala yang dihadapi dalam pengkaderan calon legislatif tahun 2009 adalah masalah dana dan banyaknya kader PDI Perjuangan yang potensial serta profesi anggota partai yang beragam. Permasalahan dana diatasi dari hasil sumbangan kader baik di tingkat kabupaten maupun pusat. Senioritas dan kontribusi anggota partai baik secara finansial maupun non finansial yang diantaranya menjadi pengurus partai menjadi solusi dalam menjaring banyaknya anggota partai yang mencalonkan diri menjadi anggota legislatif.
Rekruitmen kader calon legislatif perlu dilakukan dengan prosedur yang baku agar dapat menjaring kader yang berkompeten. Kegiatan pengkaderan hendaknya terdokumentasi agar dapat menjadi bahan evaluasi dalam proses pengkaderan selanjutnya.
This study aims to determine the regeneration process for candidates PDIP Banyumas and factors which become obstacles in the process of regeneration PDI candidates Banyumas in 2009. Methods of research using qualitative methods. The experiment was conducted in Banyumas DPC. Informants of this study include the chairman, vice chairman, chairman of the regeneration field cadre parties and participants. Key informants (key informants) is chairman of the DPC PDIP Banyumas. Use traditional data analysis interactive analysis.
The result is the regeneration process for legislative candidates PDI Banyumas start of the process of becoming members of the party. Cadre is done in stages, starting from the cadre pratama, intermediate and primary. Cadre of legislative candidates in 2009 was not done specifically, but done in conjunction with a meeting of the party activities either through overt or covert involving DPC and DPP, including trainers who are competent in their field. Regeneration is the raw material that consists of six basic material. Candidates of the Democratic Party of Struggle in 2009 came from the party cadres who have such requirements have long been the party cadres, loyalty and commitment to the party conducted by the DPC, including its registration in accordance Election Commission set out in the Law of the Republic of Indonesia Number 10 2008 on Election of Members of the House of Representatives, Regional Representatives Council, and the Regional Representatives Council. Obstacles encountered in the cadre of legislative candidates in 2009 is a matter of funding and the number of potential PDI-P cadres and party members are diverse professions. Issues addressed from donated funds at the district level cadres and central. Seniority and contribution of members of the party both financially and non-financially that such a party official to be the solution in attracting many party members who run for the legislature.
Cadre recruitment candidates need to be done with standard procedures in order to recruit competent cadres. Activities of the cadre should be documented in order to be material in the process of evaluating the next cadre.

5196506A1L008186PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH VARIETAS BIRU PROBOLINGGO PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK KANDANG DAN INTENSITAS PENYIRAMAN DI LAHAN PASIR PANTAIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pemberian pupuk kandang dan intensitas pemberian air terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah di lahan pasir pantai selatan pulau jawa, dan mengetahui interaksi antara dosis pupuk kandang dan intensitas pemberian air terhadap hasil bawang merah di lahan pasir pantai. Penelitian dilaksanakan di Desa Banjarsari, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan perlakuan: (i) dosis pupuk kandang (0 ton/ha, 30 ton/ha dan 60 ton/ha) dan (ii) intensitas penyiraman (satu kali sehari, dua kali sehari, dan tiga kali sehari). Pengamatan dianalisis dengan menggunakan (DMRT) pada taraf 5%. Hubungan antar variabel dianalisis menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian yang diperoleh sebagai berikut: (i) pemberian dosis pupuk kandang 30 ton/ha menghasilkan bobot umbi 13,85 ton/ha, dan (ii) intensitas pemberian air 2 kali sehari menghasilkan bobot umbi 14,62 ton/ha, dan (iii) interaksi antara dosis pupuk kandang 30 ton/ha dan intensitas pemberian air 2 kali sehari menghasilkan rata-rata bobot umbi kering 17,88 ton/ha.This study was aimed to determine the dose of manure application and watering intensity on the growth and yield of shallot on the sandy land of south coast of Java, and the interaction between dose intensity of manure and watering intensity to the shallot in the land of sand beach. The experiment was conducted in the of Banjarsari village, Nusawungu Subdistrict, Cilacap District. Research was employed of RCBD with treatments application of: (i) a dose of manure (0 t / ha, 30 t / ha and 60 t / ha),and (ii) the intensity of watering (once a day, twice a day, and three times a day), and the data were analyzed using F test and continued by (DMRT) at 5% level. Relationships between variables were analyzed using regression analysis. The research result were: (i) the best dose of manure application was 30 t/ha wich resulted of tubers equal to 13,85 t/ha, (ii) watering intensity twice hier day was the best which resulted of tubers egual to 14,62 t/ha, and (iii) the best interaction that of manure aplicationt 30 t/ha and watering intensity twice times a day that was resulted the highest tubers 17,88 t/ha.
5206518H1A009043PEMBUATAN MEMBRAN DARI DAGING BUAH PALA UNTUK MENURUNKAN COD, BOD DAN TDS LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHUSalah satu pemanfaatan daging buah pala yaitu mengolah menjadi Nata de Myristica fragrans Houtt dengan bantuan A. xylinum. Nata de Myristica fragrans Houtt dengan metode perendaman yang diaplikasikan untuk menurunkan COD, BOD dan TDS pada limbah cair industri tahu. Membran dari daging buah pala memiliki berat jenis sebesar 2,3895 g/cm3, nilai fluks sebesar 112,5652 L/(m2jam), niali uji tarik sebesar 1,4372 MPa. Membran tersebut mampu menurunkan kadar COD sebesar 25,00%, kadar BOD sebesar 25,00% dan TDS sebesar 32,80%.One of the utilization of the nutmeg peel is turning into Nata de Myristica fragrans houtt supported by A. xylinum. Nata de Myristica fragrans Houtt applied with submerged method to decrease COD, BOD, and TDS in tofu industry liquid waste. This research aimed to know membrane characteristics and to know decreasing COD, BOD and TDS in tofu industry liquid waste. Nutmeg peel membrane has specific weight 2.3895 g/cm3, fluks value 112.5652 L/(m2h), tensile test value 1.4372 MPa. That membrane is able to decrease COD in 25.00%, BOD in 25.00%, and TDS in 32.80%.