Artikelilmiahs
Menampilkan 5.581-5.600 dari 48.836 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 5581 | 15397 | B1J012030 | FEKUNDITAS DAN INDEKS KEMATANGAN GONAD IKAN NILEM BETINA (Osteochilus hasselti) YANG DIBERI VITAMIN C DENGAN DOSIS BERBEDA | Kematangan gonad adalah tahapan tertentu perkembangan gonad sebelum dan sesudah memijah. Selama proses reproduksi, sebagian energi dipakai untuk perkembangan gonad. Peningkatkan kualitas telur dan benih ikan nilem dapat dilakukan melalui pemberian pakan dan perbaikan nutrisi induk, diantaranya dengan memenuhi kebutuhan akan vitamin C. Penelitian berjudul “Fekunditas dan Indeks Kematangan Gonad Ikan Nilem Betina (Osteochilus hasselti) yang Diberi Vitamin C dengan Dosis yang Berbeda” telah dilakukan pada bulan Mei - November 2015. Penelitian tentang pemberian vitamin C dengan dosis yang berbeda terhadap ikan nilem bermanfaat dalam penyusunan ransum yang tepat untuk induk ikan nilem sehingga dapat digunakan untuk memperbaiki daya tahan tubuh dan reproduksi ikan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui fekunditas dan Indeks Kematangan Gonad (IKG) ikan nilem yang diberi vitamin C dengan dosis berbeda serta mengetahui dosis yang paling optimal untuk meningkatkan fekunditas dan IKG ikan nilem. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah A= suplementasi vitamin C 0 mg/kg pakan (kontrol), B= suplementasi vitamin C 600 mg/kg pakan , C= suplementasi vitamin C 1200 mg/kg pakan dan D= suplementasi vitamin C 1800 mg/kg pakan. Fekunditas dan IKG dianalisis menggunakan Anova dan uji lanjut Post Hoc. Suplementasi vitamin C dalam pakan dengan dosis berbeda berpengaruh terhadap peningkatan fekunditas dan IKG ikan nilem betina. Dosis vitamin C yang paling opimal untuk meningkatkan fekunditas dan IKG ikan nilem yaitu 1200 mg/kg pakan. | Gonad maturity is a certain stage of gonadal progress before and after spawning. During the reproduction process, some of the energy is used for producing of the gonads. Enhancing the quality of eggs and nilem baby fish can be done through the feeding and nutrition improvements parent, including by fulfill the need for vitamin C. The study titled " Fekunditas dan Indeks Kematangan Gonad Ikan Nilem Betina (Osteochilus hasselti) yang Diberi Vitamin C dengan Dosis Berbeda " was conducted in May - July 2015. Research on vitamin C with different doses of the nilem fish helpful in the preparation of rations is right for the parent nilem fish so that it can be used to improve the immune system and reproduction of fish. The study due to determine the fecundity and Gonada Maturity Index nilem fish were given vitamin C with different doses and determine the most optimal dose to increase fecundity and GMI nilem fish. The method used was experimental with completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 4 repeatation. The treatments were A = supplementation vitamin C 0 mg / kg of feed (control), B = supplementation of vitamin C 600 mg / kg feed, C = supplementation vitamin C 1200 mg / kg of feed and D = supplementation vitamin C 1800 mg / kg of feed. Fecundity and IKG analyzed using ANOVA and Post Hoc further test. Supplementation of vitamin C in the diet with different doses affect the increased fecundity and GMI nilem female fish. Treatment with the addition of 1200 mg / kg of feed was the best treatment to increase gonadal maturation index and fecundity. | |
| 5582 | 15398 | B1J011120 | Monitoring Struktur Komunitas Vegetasi Mangrove di Segara Anakan Cilacap Periode Tahun 2009 dan 2015 | Mangrove di kawasan ini berkurang luas akibat eksploitasi berlebihan dan perubahan fungsi lahan menjadi lahan pertanian, pertambakan serta adanya kondisi ekstrim dari lingkungan yang menyebabkan terjadinya sedimentasi dan pengurangan luasan laguna, sehingga komunitas vegetasi mangrove semakin berkurang. Melihat gejala perusakan hutan mangrove untuk berbagai kepentingan tersebut maka perlu dilakukan pengelolaan hutan mangrove secara lestari dengan cara monitoring. Monitoring perubahan komunitas mangrove dapat dilakukan secara berkala yaitu dengan melakukan monitoring perubahan luasan dan perubahan distribusi tutupan lahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas vegetasi mangrove dan perubahannya dari tahun 2009 dan 2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel pada penelitian ini yaitu komunitas vegetasi mangrove dari beberapa lokasi penelitian. Pengambilan sampel dilakukan pada 9 stasiun, masing-masing stasiun 3 kali ulangan. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah 14 spesies mangrove dari 6 familia. Mangrove kategori pohon lebih banyak ditemukan di bagian barat, sedangkan mangrove kategori pancang dan semai lebih banyak ditemukan di bagian timur. Sebagian besar stasiun penelitian memiliki indeks keanekaragaman sedang dan produktivitas mangrove yang masih bagus kecuali pada stasiun 4. Kondisi hutan mangrove di Segara Anakan pada tahun 2009 dan 2015 mengalami perubahan yang signifikan akibat berkurangnya keanekaragaman mangrove. | mangrove ecosystem in this area are greatly damaged caused by over-exploitation, land-use conversion into fish farming field, and to mention extreme condition of environment that result in sedimentation leading to reduction of lagoon area and eventually of mangrove vegetation community. Seeing these conditions, it is necessary to conduct sustainable mangrove management that can be done through monitoring system. Any changes to the mangrove community can be monitored periodically by evaluating changes in width and distribution of land coverage. This study aimed to monitor the structure of mangrove community and any changes that happened during 2009 until 2015. Purposive sampling method was used in this study. The samples were mangrove vegetation community at several different location. The samples were taken from 9 station with 3 x repetition each. The result of this study shows that there were 14 species of mangrove from 6 family. Mangrove trees were mostly found in western area, while mangrove sapling and seedling mostly found in eastern area. Most of the station had moderate value of diversity index and good productivity except station 4. Mangrove forest in Segara Anakan had significant changes during 2009 until 2015 due to the reduction of mangrove diversity. | |
| 5583 | 15399 | G1G012008 | KADAR INTERLEUKIN-6 (IL-6) PADA TIKUS (Rattus norvegicus) GINGIVITIS OLEH BAKTERI Porphyromonas gingivalis SETELAH PEMBERIAN SUSU KEDELAI | Gingivitis merupakan inflamasi pada gingiva yang ditandai adanya jaringan gingiva berwarna merah, lunak, terdapat perbedaan kontur gingiva, plak bahkan kalkulus, mudah berdarah pada sentuhan ringan dan saat probing. Interleukin-6 (IL-6) merupakan salah satu sitokin proinflamasi yang dihasilkan oleh makrofag, fibroblas dan berperan sebagai respon fase akut, kronis dan hematopoesis. Susu kedelai merupakan salah satu sumber isoflavon yang berfungsi sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar IL-6 tikus gingivitis setelah diberi berbagai dosis susu kedelai dan mengetahui dosis susu kedelai yang efektif untuk menurunkan kadar IL-6 pada tikus gingivitis. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan desain post test only control grup design. Penelitian ini menggunakan 28 ekor tikus wistar jantan yang dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok 1 merupakan kelompok tikus gingivitis yang diberi akuades, Kelompok 2 merupakan tikus gingivitis yang diberi susu kedelai bubuk dengan dosis 2,13 g/Kg BB, Kelompok 3 merupakan tikus gingivitis yang diberi susu kedelai bubuk dengan dosis 4,26 g/Kg BB, dan Kelompok 4 merupakan tikus gingivitis yang diberi susu kedelai dengan dosis 6,39 g/Kg BB. Gingivitis pada tikus dibuat dengan cara induksi bakteri P. gingivalis pada bagian sulkus gingiva gigi insisivus rahang bawah dengan konsentrasi 3 x 108 CFU sebanyak 0,02 ml menggunakan spuit 1 cc selama 2 hari. Pada hari ke-3 setelah terjadi gingivitis diberikan susu kedelai bubuk selama 28 hari. Kadar IL-6 jaringan mukosa labial tikus diperoleh menggunakan uji ELISA. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan bermakna kadar IL-6 antar kelompok (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa susu kedelai bubuk dapat menurunkan kadar IL-6 pada tikus gingivitis dan dosis paling efektif yaitu 6,39 g/KgBB jika dibandingkan dengan dosis lain yang digunakan dalam penelitian ini. | Gingivitis is an inflammation of the gingival tissue that is characterized by red color, soft texture, differences in the gingival contour , plaques and even calculus , easy bleeding on the light touch and probing. Interleukin-6 (IL-6) is a proinflammatory cytokine produced by macrophages as well as fibroblasts. IL-6 serves as acute and chronic phase responses and also plays a role in hematopoiesis. Soy milk is one source of isoflavones that act as antioxidant and anti-inflammatory substance. The purposes of this study were to determine the IL-6 levels of gingivitis rats given various doses of soy milk and determine the effective dose of soy milk in lowering levels of IL-6 in gingivitis mice. This study was a laboratory experimental research with post test only control group design. This study used 28 male wistar rats divided into 4 groups. Group 1 was gingivitis rats given distilled water, Group 2, gingivitis rats were given soy milk powder at a dose of 2.13 g/kg body weight (BW), Group 3 was gingivitis rats given soy milk powder at a dose of 4.26 g/kg BW, and Group 4 was gingivitis rats given soy milk powder at a dose of 6.39 g/kg BW. Rats were made gingivitis by the induction of P. gingivalis bacteria in the gingival sulcus of mandibular teeth. As much as 0.02 ml of 3 x 108 CFU bacteria was injected into the rats using a 1 cc syringe for 2 days. Soy milk feeding was carried out on the 3rd day after gingivitis and was continued for 28 days. Levels of IL-6 of the labial mucosa tissue of rats were obtained using the ELISA test. The results showed a significant difference in IL-6 levels between groups (p <0.05). Based on the results of the study, it is concluded that soy milk powder can result in low levels of IL-6 in gingivitis rats, and the most effective dose was 6.39 g/Kg BW when compared to other doses used in this study. | |
| 5584 | 15412 | A1L112035 | APLIKASI METABOLIT SEKUNDER DUA ISOLAT Pseudomonas fluorescens SECARA TUNGGAL DAN GABUNGAN TERHADAP PENYAKIT BUSUK KERING PADA PEPAYA LEPAS PANEN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metabolit sekunder isolat Pseudomonas fluorescens terbaik dalam menekan penyakit busuk kering dan pengaruhnya terhadap mutu buah pepaya lepas panen. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, mulai Desember 2015 sampai dengan Februari 2016. Pengujian in vitro, digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sedangkan pengujian in vivo menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) masing-masing diulang sebanyak enam kali. Perlakuan terdiri atas kontrol, metabolit sekunder P. fluorescens isolat P32, metabolit sekunder P. fluorescens isolat P60, serta metabolit sekunder gabungan isolat P. fluorescens P32 dan P60. Variabel yang diamati yaitu tingkat penghambatan antagonis, masa inkubasi, luas serangan, kadar gula dan tingkat kekerasan dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan menggunakan metabolit sekunder P. fluorescens isolate P60 mampu menekan jamur patogen sebesar 47% secara in vitro, sedangkan pada uji in vivo P. fluorescens isolat gabungan mampu menekan luas serangan sebesar 41%. Hasil uji organoleptik menunjukan semua perlakuan memengaruhi warna, rasa, aroma, tekstur dan kesukaan dengan hasil terbaik pada perlakuan gabungan. | This research aimed to know the best secondary metabolites of Pseudomonas fluorescens isolates toward dry rot and its effect on the quality of postharvest papaya. This research was conducted at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, from December 2015 to February 2016. Used Complete Random Design and Randomized Block Design with six replicates each were used in in vitro and in vivo tests, respectifely the treatments tested were control, secondary metabolite of P. fluorescens P32, secondary of P. fluorescens isolates P60 and secondary metabolite of P. fluorescens P32 and P60 combination. Variables observed were inhibition level, incubation period, attack area, sugar content, hardness level, and organoleptic analyses. Results of the research showed that the best secondary metabolite to suppress the fungal grow in vitro was P. fluorescens P60 as 47%. In in vivo one, the best secondary metabolite was the combination as 41%. The best secondary metabolite from P. fluorescens P60 could decrease the fruit papaya softness as 22%, while the best secondary metabolite could increasing sugar content was P. fluorescens P32 as 18,75%. The treatments affected color, taste, flavor, texture and preffene with the best result was in the combined treatment. | |
| 5585 | 15401 | A1L012158 | UJI DAYA HASIL DAN PERTUMBUHAN LIMA GENOTIPE BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA DUA DOSIS SULFUR MENGGUNAKAN MEDIA ARANG SEKAM | Bawang merah (Allium ascalonium L.) merupakan komoditas hortikultura yang memiliki banyak manfaat dan bernilai ekonomis tinggi, serta mempunyai prospek pasar yang menjanjikan. Umbi bawang merah mengandung senyawa yang mempunyai khasiat sebagai antioksidan, salah satunya sulfur. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui pengaruh pemberian dua dosis sulfur terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah; 2) Mengetahui perbedaan karakter dari lima genotipe bawang merah pada komponen pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah; 3) Mengetahui respon dari lima genotipe terhadap dua dosis sulfur pada variabel pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah; 4) Mengetahui respon genotipe terbaik dari lima genotipe bawang merah terhadap dua dosis sulfur. Penelitian ini dilaksanakan di screen house Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Desa Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas dengan ketinggian tempat 110 Meter dibawah permukaan laut. Penelitian telah dilaksanakan dari bulan Nopember 2015 sampai dengan Januari 2016. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan 2 faktor 3 kali ulangan. Faktor pertama yang dicoba adalah dosis Sulfur (S) yang terdiri dari S1 (30 ppm) dan S2 (90 ppm). Faktor kedua adalah lima genotipe bawang merah (Bima Curut, Kramat 1, Pikatan, Mentes, Pancasona). Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, diameter daun, bobot basah tanaman, bobot kering tanaman, diameter umbi, bobot basah umbi, bobot kering umbi, jumlah umbi, volume akar, dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian dosis sulfur berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada variabel bobot basah umbi, bobot kering umbi, diameter umbi, bobot kering tanaman. Dosis 30 ppm sulfur memberikan hasil terbaik daripada dosis 90 ppm sulfur. Perbedaan genotipe berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada variabel tinggi tanaman. Terdapat interaksi antara genotipe dengan dosis sulfur pada variabel jumlah umbi. Bima Curut memiliki tinggi tanaman terbaik daripada genotipe lainnya. Peningkatan dosis sulfur pada Bima Curut menurunkan jumlah umbi. | Shallot (Allium ascalonium L) is a horticultural commodities which have many benefits and high economic value, and has a promising market prospect. Shallot bulbs contain compounds that have properties as an antioxidant, one of which sulphur. This study aims to: 1) Determine the effect of two doses of sulphur on the growth and yield of shallot; 2) Know the different characteristics of the five genotypes of shallot on the growth and yield of shallot; 3) Know the response of five genotypes of shallot on two doses of sulphur on the growth and yield of shallot; 4) Know the genotype response best of five genotypes of shallot on two doses of sulphur. This research was conducted in screen house Laboratory of Plant Breeding and Biotechnology, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Karangwangkal Village, District of North Purwokerto, Banyumas at altitude of 110 meters above sea level. Research has been conducted from November 2015 to January 2016. The experimental design used was a Randomized Block Design (RBD) with 2 factor 3 replications. The first factor tested is doses Sulphur (S) consisting of S1 (30 ppm) and S2 (90 ppm). The second factor is the five genotypes of shallot (Bima Curut, Kramat 1, Pikatan, Mentes, and Pancasona). The variables measured were plant height, number of leaves, leaf diameter, plant fresh weight, plant dry weight, diameter bulbs, bulbs fresh weight, bulbs dry weight, number of bulb, root volume and root length. The results showed that the dosing schedule of sulphur effect on the growth and yield of shallot variable bulbs fresh weight, bulbs dry weight, bulb diameter, plants dry weight. A dose of 30 ppm sulphur gives the best results than the dose of 90 ppm sulphur. Differences in the genotype effect on the growth and yield of shallot on a variable plant height. There is no interaction between genotype with doses of sulphur on a variable number of bulbs. Bima Curut has the best plant height of the other genotype. Increasing doses of sulfur in the Bima Curut reduce the number of bulbs. | |
| 5586 | 15400 | F1I012014 | IMPLEMENTASI AIFTA (ASEAN-INDIA FREE TRADE AREA) DALAM KERJASAMA PERDAGANGAN BARANG DAN JASA INDONESIA-INDIA TAHUN 2010-2014 | Penelitian ini akan membahas mengenai implementasi ASEAN-India Free Trade Area (AIFTA) dalam kerjasama perdagangan barang dan jasa di Indonesia serta hubungan antara Indonesia dan India pasca terjadinya AIFTA. Penelitian yang dimulai dengan sejarah berdirinya ASEAN hingga terbentuknya model perdagangan bebas didalam ASEAN akan dijelaskan dengan metode penelitian kualitatif yang menguatkan kepada library research dan mengaplikasikan teori yang relevan terhadap implementasi yang nantinya akan dihasilkan menjadi sebuah kesimpulan. AIFTA yang mulai diterapkan pada 1 Januari 2010 dimulai dari adanya inisiatif beberapa negara anggota ASEAN untuk memperluas mitra kerjasama khususnya dibidang perdagangan, dengan konsentrasi utama yaitu perdagangan barang dan jasa serta investasi diharapkan mampu menstimulus perekonomian yang akan berdampak kepada hubungan antar negara serta posisi tawar ASEAN sendiri dalam konstelasi internasional. Implementasi akhir pada penelitian ini diharapkan membentuk dinamika perdagangan yang menunjukan keberhasilan sebuah proses pasar bebas yang sudah dicanangkan oleh ASEAN dengan matang serta membantu tujuan Indonesia dalam memperoleh pasar yang efektif serta efisien guna menciptakan hubungan kerjasama yang baik serta kondisi ekonomi yang kuat. | This study will discuss the implementation of the ASEAN-India Free Trade Area (AIFTA) in cooperation trade in goods and services in Indonesia as well as the relationship between Indonesia and India after the occurrence AIFTA. Research began with the founding of ASEAN to the formation model of free trade within ASEAN will be described with qualitative research methods that strengthen the library research and apply theory relevant to the implementation of which will be produced into a conclusion. AIFTA which was implemented on January 1, 2010 starting from the initiative some ASEAN countries to expand cooperation partners, especially trade, with the main concentration namely trade in goods and services and investment is expected to stimulate the economy which will affect the relations between states as well as the bargaining position of ASEAN in the international constellation. The final implementation of this research are expected to shape the dynamics of trade that showed the success of a free market processes which have been proposed by ASEAN to mature and help destination for Indonesia to obtain efficient and effective market in order to create a good cooperative relationship and strong economic conditions. | |
| 5587 | 15402 | A1L012002 | Pengaruh Macam Bahan Setek dan Variasi Konsentrasi Urin Sapi Terhadap Pertumbuhan Setek Nilam (Pogostemon cablin Benth.) | Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui bahan setek yang memberikan respon terbaik pada pertumbuhan setek batang tanaman nilam, 2) Mengetahui konsentrasi urin sapi yang memberikan hasil optimal pada pertumbuhan setek batang nilam, 3) Mengetahui ada atau tidaknya interaksi antara kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan setek batang nilam. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas mulai dari Maret 2016 sampai Mei 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), perlakuan merupakan kombinasi antara dua faktor. Faktor pertama adalah macam bahan setek, yaitu bahan setek bagian pucuk batang, bagian tengah batang, dan bagian pangkal batang. Faktor kedua adalah variasi konsentrasi urin sapi, yaitu 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) bahan setek bagian pucuk batang memberikan pengaruh pertumbuhan yang lebih baik pada luas daun, jumlah akar, dan bobot akar segar. 2) konsentrasi urin sapi 75% memberikan hasil yang optimal pada pertumbuhan bobot akar segar dan bobot akar kering. 3) adanya interaksi antara faktor bahan setek dengan konsentrasi urin sapi memberikan pengaruh terhadap saat tumbuh tunas dan bobot akar kering. | This research aimed to 1) know cuttings material that gives the best effect to the growth of patchouli stem cuttings, 2) know the concentration of cow urine that provided optimal results in the growth of patchouli stem cuttings, 3) know whether there is an interaction between the two factors on the growth of patchouli stem cuttings. This research was conducted at the Limpakuwus Village, Sumbang Subdistrict, Banyumas Regency, from March 2016 until may 2016. This research used a randomized block design, consisted of two factors. The first factor was the kind of cuttings material; the top of stem, the center of stem, and the base of stem. The second factor was the variation of the concentration of cow urine; 0%, 25%, 50%, 75%, and 100%. The result showed that: 1) the top of stem cuttings material had better effect on the growth in leaf area, number of roots, and weight of fresh root. 2) cow urine concentration of 75% provided optimal results in the weight of fresh and dry root. 3) the interaction between the cuttings material and cow urine concentration a give effect on while of growing shoot and weight of dry root. | |
| 5588 | 15403 | A1L010084 | PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA KULTIVAR KUBIS BUNGA DATARAN RENDAH YANG DIBERI PUPUK ORGANIK DAN PUPUK ANORGANIK | Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Memastikan bahwa tiga kultivar kubis bunga dataran rendah dapat tumbuh dengan baik 2) Mengetahui pertumbuhan dan hasil tiga kultivar kubis bunga dataran rendah yang diberi perlakuan pupuk organik dan pupuk anorganik. Penelitian ini dilaksanakan di rumah kasa Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dari bulan Maret sampai Juli 2015. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), perlakuan terdiri dari 2 faktor, yang pertama yaitu kultivar kubis bunga yang terdiri dari kultivar PM 126 F1, White Shot, Snow White dan faktor kedua jenis pupuk, yaitu Pupuk Organik dan Pupuk Anorganik. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F pada taraf signifikansi 5 % dan apabila terdapat pengaruh yang signifikan, dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf kesalahan 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua kultivar kubis bunga tumbuh dengan baik. Pertumbuhan yang paling baik ditunjukkan oleh kultivar PM 126 F1, sedangkan hasil (bobot bunga dan diameter bunga) terbaik yaitu kultivar White Shot. Kultivar kubis bunga yang menggunakan pupuk organik memberikan pertumbuhan dan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan kultivar kubis bunga yang diberi pupuk anorganik. | The objectives of this research were to : 1) determine whether the three cultivars of lowlands cauliflower grow well 2) know growth and yield of three cultivars that treated with organic fertilizer and inorganic fertilizer. The research was conducted at the screen house of the Agriculture Faculty, University of Jenderal Soedirman, Purwokerto from March to July 2015. This experimental design was arranged with a randomized block design (RBD), the treatment consist of two factors. The first was cauliflower cultivars consisted of PM 126 F1, White Shot, Snow White and the second factor was Fertilizer i.e Organic Fertilizer and Inorganic Fertilizers. Data were analyzed by F test of 5% significant level and if there was a significant difference continued by LSD test of 5%. The results showed that all cultivars of cauliflowers grow well . The best growth was PM 126 F1, while the best yield (flower weight and flower diameter) was White Shot cultivar. Cauliflower cultivars that applied with organic fertilizer better growth and yield than cauliflower cultivars that used inorganic fertilizer. | |
| 5589 | 15406 | A1C112010 | ANALISIS TINGKAT KAPABILITAS PETANI DALAM BERUSAHATANI CABAI MERAH DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Cabai merah merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas Jawa Tengah karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Kebutuhannya banyak digunakan sebagai barang konsumsi rumah tangga dan bahan baku industri pengolahan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Tingkat kapabilitas petani dalam berusahatani cabai merah, (2) komponen pembentuk kapabilitas petani dalam berusahatani cabai merah, dan (3) faktor-faktor internal yang mempengaruhi tingkat kapabilitas petani dalam berusahatani cabai merah. Penelitian dilaksanakan di Desa Kebanggan, Gandatapa dan Limpakuwus Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas, pada bulan Maret sampai dengan April 2016. Sasaran penelitian adalah petani cabai merah di masing-masing desa untuk musim tanam tahun 2015. Analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda dan analisis deskriptif, dengan bantuan alat ukur skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tingkat kapabilitas petani dalam berusahatani cabai merah dalam kategori sedang, (2) komponen pembentuk tingkat kapabilitas petani yang dianalisis adalah kemampuan memperoleh kebutuhan benih, penanaman benih, pemupukan, penggunaan alat pertanian, pemanenan, pengangkutan, dan penjualan hasil panen, komunikasi mengenai informasi pasar dan bertukar pengalaman dan ilmu usahatani, penyediaan modal, penyediaan lahan, penyediaan tenaga kerja dari luar, penyediaan pupuk dan penyediaan alat pertanian, (3) faktor-faktor internal petani (usia, pendidikan formal, luas lahan, dan pengalaman berusahatani) secara keseluruhan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kapabilitas petani; secara parsial faktor pendidikan, luas lahan, dan pengalaman berusahatani berpengaruh signifikan terhadap tingkat kapabilitas petani, sedangkan faktor usia tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kapabilitas petani. | Red chili is one type of horticultural crops are many cultivated by farmers in Sumbang Districts, Banyumas Regency Central Java, because it has a high economic value. Red chili is widely used as household consumption and raw material for food processing industry. This research aims to analyze: (1) The level of farmers capability in red chili farming, (2) the components forming capability of farmers in red chili farming, and (3) the internal factors that effect the level of farmers capability in red chili farming. The research was carried out at Kebanggaan village, Gandatapa village and Limpakuwus village Sumbang District, Banyumas Regency, was held on March until April 2016. Target of research is a red chili farmers in respective village for the planting season in 2015. The analysis of data used is multiple linear regression analysis and descriptive analysis, with the assistance Likert scale measuring instrument. The results showed that: (1) the level of farmers capability in red chilli farming classified in medium category, (2) components forming of farmers capability that analyzed are the ability to obtain need of seeds, seed planting, fertilization, use of farm equipment, harvesting, transporting, and selling of harvests, communication of market information, exchange experiences and knowledge of farming, capital supply, land supply, labor supply from the outside, fertilizers supply and farm equipment supply, (3) internal factors of farmer (age, formal education, land size, and farming experience) overall has an significant effect towards the level of farmers capability; partial factor of formal education, land size, and farming experience has an significant effect to the level of farmers capability, while the age factor has no significant effect to the level of farmers capability. | |
| 5590 | 15404 | A1M012073 | PENGARUH JENIS DAN UKURAN KEMASAN TERHADAP TINGKAT KEMANISAN, TINGKAT KEASAMAN, DAN KESUKAAN COCOGHURT DRINK SELAMA PENYIMPANAN PADA SUHU REFRIGERATOR | Cocoghurt drink merupakan yoghurt yang terbuat dari santan kelapa. Cocoghurt drink dalam penelitian ini menggunakan beberapa jenis dan ukuran kemasan untuk mempertahankan karakteristik sensorisnya. Tujuan dari penelitian ini adalah: mengetahui pengaruh kombinasi keduanya terhadap tingkat kemanisan, tingkat keasaman dan kesukaan cocoghurt drink selama penyimpanan pada suhu refrigerator. Kombinasi perlakuan yang menghasilkan cocoghurt drink dengan tingkat kemanisan, tingkat keasaman dan kesukaan terbaik adalah J2U1 (PP ukuran 100ml) dengan rasa agak manis manis (skor 2,60); berasa asam (skor 3,47); dan agak disukai (skor 3,38). | Cocoghurt drink is yoghurt made by coconut milk. In this research, Cocoghurt drink is using a various type and size of packaging to maintaining the characteristic of its sensory. The study aim to know the effect of both combination toward sweetness level, sourness level and preferences of cocoghurt drink during storage time in refrigerator temperature. The combination treatment has result that cocoghurt drink which has the best sweetness level, sourness level and prefererence is J2U1(PP in size 100ml) with rather sweet taste (score of 2.60); sour taste (score of 3.47); and slight preferred by panelists (score of 3.38). | |
| 5591 | 15405 | E1A012096 | TINJAUAN YURIDIS PELANGGARAN HAK KEKEBALAN PEJABAT DIPLOMATIK AMERIKA SERIKAT DI IRAN MENURUT HUKUM INTERNASIONAL (CASE CONCERNING UNITED STATES DIPLOMATIC AND CONSULAR STAFF IN TEHRAN 1979) | Hubungan diplomatik tidak mungkin dihindari oleh suatu negara dikarenakan merupakan suatu kebutuhan di zaman modern ini dalam berinteraksi dengan negara-negara lain, namun penerapannya masih ditemukan bentuk-bentuk pelanggaran dalam hubungan diplomatik. Pelanggaran hak kekebalan pejabat diplomatik Amerika Serikat terjadi di Teheran, Iran yang mengakibatkan penyanderaan pejabat diplomatik. Pejabat diplomatik tersebut disandera selama 444 hari oleh para militan Iran yang sebelumnya melakukan demontrasi di depan gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat di Teheran dan mengambilalih gedung kedutaan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelanggaran hak kekebalan pejabat diplomatik Amerika Serikat di Iran menurut hukum internasional dan penyelesaian sengketa melalui Mahkamah Internasional terkait pelanggaran hak kekebalan pejabat diplomatik Amerika Serikat di Iran. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan pengumpulan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Hasil penelitian menunjukkan, pelanggaran hak kekebalan diplomatik yang terjadi di Teheran merupakan suatu pelanggaran hukum internasional yang diatur dalam Pasal 22, Pasal 25, Pasal 26, Pasal 27 ayat 1, dan Pasal 29 Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik. Putusan Mahkamah Internasional yang tidak dipatuhi oleh Republik Islam Iran telah sesuai dengan Pasal 59 Statuta Mahkamah Internasional dan penyelesaian sengketa dengan cara negosiasi antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran yang diadakan di Aljazair telah sesuai dengan Pasal 33 Piagam PBB. Republik Islam Iran sebagai negara penerima seharusnya dapat mencegah terjadinya penyanderaan pejabat diplomatik di Kedutaan Besar Amerika Serikat karena Republik Islam Iran telah menyadari adanya pelanggaran terhadap hukum internasional khususnya hukum diplomatik yang diatur dalam Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik. | Diplomatic relations can not be avoided by any states because it needs in this modern era to communicate with other states, however the implementation still found a violation of diplomatic relations. The violation of immunity rights of United States of America diplomatic staffs in Tehran, Iran which caused they became as hostages. The diplomatic staffs forcely became as hostages for 444 days by Iran militant who demonstrated in front of United States of America Embassy in Tehran and took over that embassy. The purposes of research are to know the violation of immunity rights of United States of America diplomatic staffs in Iran based on international law and the solution of dispute through International Court of Justice according the violation immunity rights of United States of America diplomatic staffs. This research uses normative juridical approach with secondery data that consist of primery law material, secondery law material, and tertiary law material. The result of this research shows the violation immunity rights which happened in Tehran is a violation of international law according Article 22, Article 25, Article 26, Article 27 paragraph 1, and Article 29 Vienna Convention 1961 on Diplomatic Relation. The judgement of International Court of Justice which not obeyed by Islamic Republic of Iran do not break the international law according Article 59 Statute of International Court of Justice and the solution with negotiation between United States of America and Islamic Republic of Iran which held in Algeria do not break the international according Article 33 Charter of United Nations. Islamic Republic of Iran as receiving state should be prevent the incident of diplomatic staffs become as hostages in United States of America Embassy because Islamic Republic of Iran realizes it is a violation of international law especially diplomatic law based on Vienna Convention 1961 on Diplomatic Relations. | |
| 5592 | 15407 | A1L012134 | KAJIAN BEBERAPA VARIETAS TANAMAN JERUK (Citrus sp.) UNTUK MENGINISIASI PEMBUNGAAN DENGAN PERLAKUAN STRESS AIR | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui varietas jeruk yang paling cepat berbunga; 2) mengetahui perlakuan dosis stress air yang dibutuhkan tanaman jeruk untuk dapat menginisiasi pembungaan ; dan 3) mengetahui respon varietas jeruk terhadap perlakuan stress air yang paling baik dalam inisiasi pembungaan.. Penelitian dilaksanakan di Rumah Plastik Cilengko Farm Desa Pandak Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas pada bulan Desember 2015 sampai Maret 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial yang terdiri dari 12 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor ke-1 adalah varietas dengan: (Purut, Siam, Sunkist, Santang) dan faktor ke-2 adalah stress air dengan dosis: (100% kapasitas lapang, 60% kapasitas lapang, dan 20% kapasitas lapang). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa variabel yang menunjukkan hasil beda nyata diantaranya bunga jadi, bunga rontok dan jumlah tunas. Hasil penelitian juga menunjukkan variabel yang tidak beda nyata yang disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan. Penelitian ini belum dapat dikatakan sudah mendapatkan hasil yang memuaskan, oleh karena itu perlu diadakan penelitian lanjutan dengan mengkombinasikan perlakuan fisik dan kimia untuk menginduksi pembungaan agar hasil yang didapatkan lebih maksimal. | This study aims to: 1) determine the citrus varieties are the fastest flowering for the treatment of water stress; 2) determine the dose of water stress citrus plants need to stimulate flowering; and 3 know the best responses from orange varieties to the water stress doses are best at flowering initiation.The experiment was conducted in screenhouse Cilengko Farm Pandak Village Baturraden District of Banyumas in December 2015 to March 2016. The study used Randomized Complete Block Design (RCDB) factorial consisting of 12 treatments and 3 replications. Factor-1is varieties with: (Lime, Siam, Sunkist, Santang) and factor-2 is water stress by dose (100% of field capacity, 60% of field capacity, and 20% of field capacity). The data of study results were analyzed by using Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at level 5% error. The results showed that there were several variables that resulting significantly different results among matured flowers, interest losses and number of shoots. However, there are still many variables that show no significant difference caused by genetic and environmental factors. This study cannot be mentioned to have a satisfactory result. Therefore, it is necessary to hold a further research by combining physical and chemical treatment to induce flowering in order to obtain maximum results. | |
| 5593 | 15409 | A1C110007 | POTENSI TANAMAN PANGAN DALAM MENDUKUNG KETERSEDIAAN PANGAN DI KABUPATEN BANYUMAS | Sektor pertanian, khususnya subsektor tanaman pangan merupakan salah satu subsektor pertanian yang mempunyai arti penting bagi Kabupaten Banyumas. Tanaman pangan memegang peranan penting bagi perekonomian nasional, khususnya bagi ketahanan pangan nasional. Hampir setiap kecamatan di Kabupaten Banyumas mengembangkan jenis tanaman pangan yang sama, tetapi hasil yang diperoleh, baik jumlah produksi maupun luas panennya berbeda. Hal ini disebabkan pengembangan komoditas tanaman pangan belum sesuai dengan potensi yang dimiliki tiap kecamatan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai komoditas basis tanaman pangan yang berpotensi untuk dikembangkan pada tiap kecamatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Disribusi (penyebaran) komoditas tanaman pangan pada setiap kecamatan di Kabupaten Banyumas; (2) Potensi setiap kecamatan di Kabupaten Banyumas yang memiliki komoditas tanaman pangan; (3) Surplus (kelebihan) produksi komoditas basis tanaman pangan pada setiap kecamatan di Kabupaten Banyumas; (4) Tingkat pertumbuhan komoditas basis tanaman pangan pada setiap kecamatan di Kabupaten Banyumas. Data yang digunakan adalah data sekunder yang meliputi data produksi dan luas panen 3 (tiga) komoditas tanaman pangan utama (padi, jagung dan ubi kayu) setiap kecamatan di Kabupaten Banyumas tahun 2010 sampai 2014. Metode analisis yang digunakan adalah (1) Location Quotient (LQ); (2) Koefisien Lokalisasi (α); (3) Koefisien Spesialisasi (β); (4) Surplus Produksi dan Luas Panen (SP); (5) Analisis Shift Share; (6) Analisis Pergeseran Netto; (7) Analisis Super Impose (SI); (8) Analisis Ketersediaan Pangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Setiap kecamatan di Kabupaten Banyumas memiliki komoditas basis tanaman pangan yang berbeda; (2) Komoditas tanaman pangan cenderung menyebar pada setiap kecamatan dan tidak ada kecamatan yang melakukan spesialisasi; (3) Setiap kecamatan mengalami surplus produksi dan luas panen tetapi ada yang bernilai positif dan negatif, tidak semua komoditas basis memberikan kontribusi yang besar terhadap surplus kecamatan; (4) Komoditas tanaman pangan di Kabupaten Banyumas pada periode tahun 2010 sampai 2014 sedang mengalami penurunan karena memiliki nilai Pertumbuhan Regional yang negatif, dimana nilai PR untuk produksi sebesar -0,3208 dan nilai PR untuk luas panen -0,1426. Dari sisi ketersediaan pangan Kabupaten Banyumas pada tahun 2014 relatif baik, karena terdapat 20 kecamatan yang memiliki ketersediaan pangan padi (beras). | Agriculture sector, mainly in the sub sector of food plants is one oh the agriculture sub sectors that had an important role to Banyumas Regency. Food plants played an important role to the national economy, specially to the national food sustainability. Almost every subdistrict in Banyumas Regency developed the same food plants, but the results, either the quantity of the products or the land width were different. It is caused by the development of the food plants not yet suitable with the potency of each subdistrict. Therefore, it is necessary it research about the bases commodity of food plants that had potential to be developed in each subdistrict. The aims of this study were to know: (1) The distribution of food plants commodity in each subdistrict; (2) The potency of each subdistrict that had commodity in food plants; (3) The surplus production of bases commodity of food plants on each subdistrict; (4) Food plant base commodity growth level at each subdistrict in Banyumas Regency. The data that use is secondary data that include production data and harvest of 3 (three) main food plants commodity (rice plant, corn, and cassava) each subdistrict in Banyumas Regency 2010 until 2014. Analyzed method that used were (1) Location Quotient (LQ); (2) Localization Coefficient; (3) Specialization Coefficient; (4) Surplus Production and Land Width; (5) Shift Share Analyze; (6) Net Shift Analyze; (7) Super Impose Analyze (SI); (8) Food Availability Analyze. Results showed that: (1) Each subdistrict in Banyumas Regency had different bases commodity of food plants; (2) The food commodity tend to be separated in each subdistrict and none of subdistrict did the specialization; (3) Every subdistrict occurred surplus production and land width of food plants commodity; (4) The commodity of food plants in Banyumas Regency in 2010 until 2014 was increasing because its positive value of Regional Growth, in which PR value for the land width is -0,3208 and PR value for production is -0,1426. From the Banyumas Regency’s food availability side in 2014 is good relative, because there are 20 subdistricts which has rice plants availability (rice). Suggested development food plants commodity noticed in the potency of food plants in each region. | |
| 5594 | 15411 | H1D012029 | ANALISIS BIAYA KECELAKAAN PADA KENDARAAN RODA EMPAT DAN ANGKUTAN UMUM DENGAN METODE GROSS OUTPUT (STUDI KASUS DI WILAYAH KABUPATEN PURBALINGGA) | Sejak tahun 2012 sampai tahun 2015 kasus kecelakaan yang melibatkan kendaraaan roda empat dan angkutan umum di Kabupaten Purbalingga terus meningkat. Hal ini menyebabkan banyak kerugian, baik korban meningga dunia, luka berat, luka ringan, maupun kerusakan properti. Penelitian ini disusun untuk mengetahui besar biaya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan roda empat dan angkutan umum pada ruas jalan di Kabupaten Purbalingga dengan menggunakan metode gross output. Dua metode gross output yang digunakan untuk menganalisis biaya kecelakaan lalu lintas yaitu Silcock and TRL (2003) dan Pd.T-02-2005-B. Biaya kecelakaan dianalisis berdasarkan tingkat keparahan korban kecelakaan yaitu meninggal dunia, luka berat, luka ringan dan kerugian harta benda (property damage only/PDO). Berdasarkan hasil wawancara, survei dan kepemilikan kendaraan, didapat data kecelakaan maupun biaya yang timbul akibat kecelakaan, baik kecelakaan serius, ringan, maupun PDO. Dari hasil analisa gross output didapat besarnya biaya per korban dan per kejadian yang berpengaruh pada persentase kerugian dari total nilai PDRB Kabupaten Purbalingga akibat kecelakaan lalu lintas pada kendaraan roda empat dan angkutan umum. Biaya kecelakaan per korban dengan metode Gross Output menurut Silcock dan TRL (2003) adalah Rp 1.117.978.452 untuk korban meninggal dunia, Rp 218.400.000 untuk korban luka berat, Rp 19.185.998 untuk korban luka ringan, dan Rp 3.500.000 untuk PDO. Biaya kecelakaan per korban dengan metode Gross Output menurut Pd.T-02-2005-B adalah Rp 1.205.242.394 untuk korban meninggal dunia, Rp 290.566.667 untuk korban luka berat, Rp 19.185.998 untuk korban luka ringan, dan Rp 3.500.000 untuk PDO. Biaya kecelakaan per kejadian dengan metode Gross Output menurut Silcock dan TRL (2003) adalah Rp1.244.465.343 untuk kecelakaan fatal,Rp 262.174.028 untuk kecelakaan serius, Rp 94.478.760 untuk kecelakaan ringan, dan Rp 4.454.545 untuk PDO. Biaya kecelakaan per kejadian dengan metode Gross Output menurut Pd.T-02-2005-B adalah Rp1.341.575.194 untuk kecelakaan fatal, Rp 348.571.621 untuk kecelakaan serius, Rp 94.478.760 untuk kecelakaan ringan, dan Rp 4.454.545 untuk PDO. | Since 2012 to 2015 cases of accident involving four wheels vehicle and public transport in Purbalingga have rapidly increased. These cases cause slight injuries, serious injuries, fatal, and property damage. The aim of this study is to estimate the cost of road traffic accidents in Purbalingga, Central Java using gross output method. There are two gross output methods to be used to analyse the cost of traffic accidents, the first one is according to Pd.T-02-2005-B (2006) and the second one is Silcock and TRL (2003). The accident cost components consist of cost of repairing the vehicle, lost productivity, medical cost, administration cost, human cost and other costs paid by family and friends. Based on interviews, surveys, and ownership of vehicles, can be identified the accident casualties and the costs caused by accident: serious accident, slight accident, or PDO. The gross output analysis conducted in this research found amount of per victim and per incident cost affected percentage loss of Purbalingga’s GDP in accordance with traffic accident involving four-wheel vehicles and public transport. The accident cost per victim, according to Silcock and TRL IDR 1.117.978.452 for passed away, IDR 218.400.000 for serious injury, IDR 19.185.998 for slight injury and IDR 3.500.000 for PDO. According to Pd.T-02-2005-B, IDR 1.205.242.394 for passed away, IDR 290.566.667 for serious injury, IDR Rp 19.185.998 for slight injury and IDR 3.500.000 for PDO. The accident cost per incident, according to Silcock dan TRL (2003) IDR 1.244.465.343 for a fatal accident, IDR 262.174.028 for a serious accident, IDR 94.478.760 for the slight accident, and Rp 4.454.545 for PDO. According to Pd.T-02-2005-B IDR 1.341.575.194 for a fatal accident, IDR 348.571.621 for a serious accident, IDR 94.478.760 for the slight accident, and Rp 4.454.545 for PDO. | |
| 5595 | 15413 | A1M012054 | KAJIAN SIFAT SENSORIS DAN FISIK MINUMAN KUNYIT SERBUK DALAM BERBAGAI JENIS KEMASAN DAN LAMA PENYIMPANAN PADA SUHU RUANG | Minuman kunyit serbuk pada umumnya diolah menggunakan gula kelapa, flavouring agent dan dikemas menggunakan plastik dengan penyimpanan pada suhu ruang. Kandungan senyawa pada minuman kunyit merupakan senyawa polifenol yang sangat mudah rusak karena adanya interaksi cahaya, suhu, pH, dan udara. Penanganan yang sesuai untuk memperpanjang umur simpan produk yaitu dengan pemilihan jenis kemasan yang tepat selama penyimpanan pada suhu ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis kemasan, lama penyimpanan dan interaksi jenis kemasan dan lama penyimpanan terhadap sifat sensoris dan fisik minuman kunyit serbuk. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial dengan 4 kali ulangan. Dua faktor yang dicoba yaitu meliputi jenis kemasan (K) terdiri dari aluminium foil (K1); kertas laminasi PE (K2); plastik PP (K3), dan lama penyimpanan (L) terdiri dari 5 bulan (L1); 8 bulan (L2). Variasi jenis kemasan dan lama penyimpanan berpengaruh nyata terhadap sifat sensoris dan fisik minuman kunyit serbuk. Minuman kunyit serbuk memiliki nilai intensitas kecerahan dan kekuningan tertinggi berturut turut pada jenis kemasan aluminium foil, kertas laminasi PE, dan plastik PP dengan nilai (L*) = +45,55 ; +40,56 ; +35,52 dan nilai (b*) = +30,9 ; +20,67 ; 12,91 serta intensitas kecerahan dan kekuningan pada lama penyimpanan 5 bulan lebih tinggi dari lama penyimpanan 8 bulan dengan nilai (L*) = +50,56 ; 30,52 dan nilai (b*) = +25,73 ; +17,25. Kombinasi perlakuan antara jenis kemasan dan lama penyimpanan berpengaruh nyata terhadap sifat sensoris minuman kunyit serbuk. Minuman kunyit serbuk dengan kombinasi perlakuan K1L1 menghasilkan nilai rata-rata tertinggi terhadap warna 3,1(kuning kecoklatan), rasa asam 3,6 (kuat), flavor 3,5 (enak), dan kesukaan 3,5 (suka). | Turmeric powder drinks are generally processed using Palm sugar, flavouring agent and packaged using plastic storage at room temperature. Compounds of turmeric on the drinks is a very easy polyphenol compound is broken due to the interaction of light, temperature, pH, and air. Appropriate responses to prolong the shelf life of the product by the selection of the right type of packaging for storage at room temperature. This research aims to know the influence of the type of packaging, storage and the interaction of different types of packaging and prolonged storage against the nature of sensory and physical turmeric powder drinks. The method used is the method of experimental design of randomized complete (RAL) are arranged in factorial with 4 replicates. Two factors that include the type of packaging that is being tested (K) consists of aluminum foil (K1); paper laminated PE (K2); plastic PP (K3), and prolonged storage (L) consists of 5 months (L1); 8 months (L2). Variations of this type of packaging and retention effect real sensory and physical properties against drinks turmeric powder. Turmeric powder drinks have the highest brightness and intensity of the yellowish successive takes part on the type of packaging aluminum foil, paper laminated plastic PP and PE, with values (L *) = + 45.55; + 40.56; + 35.52 and value (b *) = + 30.9; 20.67 +; 12.91 as well as the intensity of the brightness and yellowish on prolonged storage 5 months old storage is higher than 8 months with values (L *) = + 50.56; 30.52 and value (b *) = + 25.73; + 17.25. A combination of treatment between different types of packaging and prolonged storage a real sensory properties against influential beverages turmeric powder. Turmeric powder drink with combination treatment K1L1 produce the highest average value against 3.1 color (brownish yellow), a sour taste (strong), 3.6 flavor 3.5 (tasty), and the penchant of 3.5 (like). | |
| 5596 | 15414 | A1M012074 | Penyusunan Dokumen Sistem Manajemen Mutu SNI ISO 9001:2008 pada UMKM Getuk Goreng Sari Murni Sokaraja | Penerapan Sistem Manajemen Mutu SNI ISO 9001:2008 merupakan salah satu cara untuk meningkatkan daya saing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) melalui penjaminan dan pengendalian mutu. UMKM Getuk Goreng Sari Murni merupakan salah satu produsen getuk goreng potensial di Sokaraja yang ingin mengendalikan mutu produknya dengan dokumentasi sistem manajemen mutu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) menganalisis tingkat kesesuaian kondisi awal UMKM Getuk Goreng Sari Murni terhadap pemenuhan persyaratan SNI ISO 9001:2008, (2) menyusun dokumen sistem manajemen mutu di UMKM Getuk Goreng Sari Murni. Penelitian ini merupakan penelitian kaji tindak yang diawali dengan studi lapangan dan studi literatur. Selanjutnya dilakukan identifikasi awal penerapan sistem manajemen mutu dan penyusunan dokumen sistem manajemen mutu. Analisis data dilakukan menggunakan Gap Analysis Tool. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian kondisi awal UMKM Getuk Goreng Sari Murni sebesar 41 %; dokumen mutu yang disusun adalah dokumen manual mutu, prosedur mutu, instruksi kerja dan formulir mutu. | Implementation of the Quality Management System SNI ISO 9001: 2008 is one way to improve competitiveness in the era of the ASEAN Economic Community (AEC) through assurance and quality control. Micro, Small and Medium Enterprises (SMEs) Getuk Goreng Sari Murni is one of getuk goreng producer which is potential in Sokaraja that want to controlling product quality by applying the documents of quality management system. This study aims to: (1) analyze degree of conformity of the initial conditions of SMEs Getuk Goreng Sari Murni towards fulfillment of SNI ISO 9001:2008 requirements, (2) preparation of quality management system documents in SMEs Getuk Goreng Sari Murni. This study is an action research wich begins with field studies and literature. Then, initial identification of the uality managements system and preparation of quality management system documents. Data analysis was performed using a Gap Analysis Tool. This research resulted in the level of conformity of the initial conditions of SMEs Getuk Goreng Sari Murni towards fulfillment of the requirements of SNI ISO 9001:2008 is 41%. Quality management system documents that arranged in SMEs Getuk Goreng Sari Murni 2 is 13 documents of quality guidelines, 16 documents of quality procedures, 7 document work instructions and the 28 documents of quality forms. | |
| 5597 | 15380 | C1A012089 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TABUNGAN MASYARAKAT PADA BANK UMUM DI JAWA TAHUN 2010-2014 (Studi Kasus Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur) | Tabungan merupakan bagian dari pendapatan yang tidak digunakan untuk konsumsi. Dalam perekonomian, tabungan merupakan suatu aspek yang memiliki peranan penting. Dana yang dihimpun oleh perbankan dari masyarakat dalam bentuk tabungan, merupakan salah satu sumber sumber pendanaan dari dalam negeri yang nantinya dapat digunakan untuk modal pembangunan suatu bangsa. Tabungan di Indonesia, dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Jika dilihat dari ruang lingkup yang lebih kecil, jumlah tabungan pada tiap provinsi di Indonesia berbeda-beda. Banyaknya jumlah penduduk di suatu wilayah, tidak serta merta membuat jumlah tabungannya lebih tinggi dari daerah lain. Penelitian ini menggunakan model regresi data panel, dan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel tingkat suku bunga tabungan, deflator PDRB, PDRB per kapita dan jumlah kantor bank terhadap tabungan pada Bank Umum di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur tahun 2004-2014, serta untuk menganalisis trend perkembangan tabungan di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur dan meramalkan nilai tabungan di tiga provinsi tersebut pada periode selanjutnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel tingkat suku bunga tabungan, PDRB per kapita dan jumlah kantor bank memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tabungan. Sedangkan variabel deflator PDRB memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap tabungan masyarakat pada Bank Umum di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur tahun 2004-2014. Analisis trend yang dilakukan pada penelitian ini menunjukkan hasil bahwa tabungan masyarakat pada Bank Umum di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur menunjukkan kecenderungan terus meningkat. | Saving is a part of income which is not used for consume. In the economy, saving is an important aspect. As a fund which is collected by bank, saving would be used develop our nation. In Indonesia, the amount of saving always increased each year. And if it analyzed from smaller region, each province in Indonesia has a different amout of saving. The higher quantity of population from each province doesn’t mean that a province has a higher amount of saving. This research use panel regression model, and the objectives of this research are to analyze the influence of interest rate, Gross Regional Domestic Product Deflator (Deflator GRDP), GRDP percapita, and the quantity of bank office to the saving mount in West Java, Central Java, and East Java at 2004-2014 period; and to analyze the saving trend in 2004 to 2014 period and make a forecasting about saving amount at the next period in both of 3 provinces. The results of this research show that interest rate, GRDP percapita, and quantity of bank office have positive and significant effect to the saving. In the other side, GRDP deflator has negative and significant effect to the saving in West Java, Central Java, and East Java at the period of 2004 to 2014. Trend analysis in this research shows that the amount of saving in both of three provinces has an increasing trend. | |
| 5598 | 15415 | H1D010034 | PENGARUH KADAR SEMEN DAN KADAR CAMPURAN SERAT AREN – SERUTAN BAMBU TERHADAP SIFAT FISIKA DAN MEKANIKA BALOK SEMEN | Seiring dengan meningkatnya angka pembangunan konstruksi di Indonesia mengakibatkan berkurangnya ketersediaan kayu. Bahan yang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti kayu yaitu limbah serutan bambu dan limbah serat aren yang diolah menjadi produk komposit balok semen. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sifat fisika dan mekanika balok semen. Penelitian ini menggunakan rancangan acak dengan percobaan 2 faktorial yaitu faktor semen (perbandingan berat komposisi campuran dengan berat semen, dengan perbandingan 1: 2, 1: 3, 1: 4) dan faktor kadar campuran partikel bambu - serat aren ( komposisi 100% - 0%, 75% - 25%, 50% - 50%, 25% - 75%, 0% - 100%). Hasil analisis varian yang berbeda kemudian diuji sifat fisika dan mekanika. Parameter yang diuji pada penelitian ini berdasarkan Standar ASTM D143 yaitu kadar air, berat jenis, penyerapan air, perubahan dimensi, kuat lentur (MOR) dan moudulus elastisitas (MOE). Hasil penelitian menunjukkan nilai maksimum dari kadar air adalah 5,55 %, berat jenis adalah 1,65, perubahan dimensi adalah 1,01%, penyerapan air adalah 48,01%, kuat lentur adalah 438,78 kg/cm2, dan modulus elastisitas (MOE) adalah 3466,93 kg/cm2. Sebagian kriteria standar yang memenuhi standar komponen bangunan menurut FAO(1996), yaitu: kerapatan, penyerapan air dan modulus of rupture (MOR). | For the increasing building construction in Indonesia resulted in reduced availability of wood. Materials that can be used as an alternative to wood is bamboo particle and palm fiber processed into composite products such as cement beam. The aim of this study was to determine the physical and mechanical properties of cement beam. This study uses a randomize complete board design with 2 factorial experiment namely cement factor (comparison of weight cement with mixture composition, the comparison is 1 : 2, 1 : 3, 1 : 4) and bamboo particle - palm fiber mixture content factor ( 100% - 0%, 75% - 25%, 50% - 50%, 25% - 75%, 0% - 100%), . The result of the different variants analysis is tested in physical and mechanical properties. Parameter that tested in this study is based on the ASTM D143 standard of the water content, density, water absorption, dimensional change, Modulus of Rupture (MOR) and Modulus of Elasticity (MOE). The result showed the maximum value of water content is 5,55%, a specific gravity that is 1,65, changes in dimensions is 1,01%, water absorption is 48,01%, Modulus of Rupture (MOR) is 438,78 kg/cm2, and modulus of elasticity (MOE) is 3466,93 kg/cm2. Criteria that approaching the standard of building components according to FAO (1996) is density,water absorption,and Modulus of Rupture (MOR). | |
| 5599 | 15416 | G1F012061 | EVALUASI KEPUASAN PASIEN TERHADAP LAYANAN KONSELING APOTEKER DI PUSKESMAS KEMBARAN 1 PURWOKERTO | Konseling merupakan salah satu standar layanan kefarmasian di puskesmas pada bidang farmasi klinis. Konseling mempengaruhi tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien pada konseling apoteker, faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien, dan untuk melihat hubungan antara karakteristik pasien dengan kepuasan pasien di Puskesmas Kembaran 1 Purwokerto. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional selama 1 bulan. Responden sebanyak 35 pasien diambil secara total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kepuasan pasien dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif untuk menentukan tingkat kepuasan dan secara kualitatif melalui proses koding untuk menentukan faktor-faktor kepuasan pasien terhadap konseling apoteker. Karakteristik pasien jenis kelamin dihubungkan dengan kepuasan menggunakan uji Chi-square, sedangkan karakteristik usia, pekerjaan, dan pendidikan dengan uji T-independen. Hasil tingkat kepuasan pasien adalah 82,06%, tergolong kepuasan baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien adalah apoteker menggali riwayat pasien, pengetahuan apoteker, bahasa yang digunakan apoteker, dan sikap apoteker. Tidak ada perbedaan antara kepuasan pasien dengan jenis kelamin (p > 0,05), usia (p > 0,05), dan pekerjaan (p > 0,05). Terdapat perbedaan kepuasan pasien dengan tingkat pendidikan pasien (p < 0,05). | Counseling is one of pharmacy services at the public health center in clinical pharmacy. Counseling affect the level of patient satisfaction. This research aimed to determine the level of patient satisfaction, factor affecting patient satisfaction, and the relationship between patient characteristic and satisfaction in Puskesmas Kembaran 1 Purwokerto. This research was using cross-sectional design for a month. 35 respondents was taken by total sampling. Data were collected using patient satisfaction questionnaires and interviews. Data were analyzed quantitatively to determine the level of satisfaction and qualitatively by coding process to determine the factors of patient satisfaction. The gender characteristic were compared to patient satisfaction using Chi-square test, whereas age, occupation, and education characteristics were compared to patient satisfaction using T-independent test. The results of patient satisfaction was 82.06%, classified as good satisfaction. Factors that influence patient satisfaction were pharmacist exploring patient’s history, pharmacist knowledge, language used by pharmacist, and pharmacist attitudes. There were no difference between patients satisfaction and gender (p > 0.05), age (p > 0.05), and occupation (p > 0.05). There was difference between patient satisfaction and level of patient education (p < 0.05). | |
| 5600 | 15418 | C1A012129 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INVESTASI ASING DI PROVINSI JAWA TENGAH | Penelitian ini berjudul “Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Investasi Asing di Provinsi Jawa Tengah”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh inflasi, suku bunga, upah minimum regional, dan kurs terhadap investasi asing di Provinsi Jawa Tengah, mengetahui variabel yang paling memengaruhi investasi asing di Provinsi Jawa Tengah, dan memproyeksi investasi asing di Provinsi Jawa Tengah beberapa tahun ke depan. Penelitian ini dilakukan di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data time series dengan periode pengamatan tahun 2000-2014. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda metode Ordinary Least Square (OLS), analisis elastisitas, dan analisis trend. Hasil penelitian ini menunjukkan secara bersama-sama variabel inflasi, suku bunga, upah minimum regional, dan kurs memengaruhi investasi asing di Provinsi Jawa Tengah. Secara parsial, variabel inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap investasi Provinsi Jawa Barat, sedangkan variabel suku bunga, upah minimum regional, dan kurs berpengaruh negatif dan signifikan terhadap investasi asing Provinsi Jawa Tengah. Faktor yang paling berpengaruh terhadap investasi asing Provinsi Jawa Tengah adalah inflasi. Trend investasi asing Provinsi Jawa Tengah menunjukkan trend yang negatif. Implikasi untuk penelitian ini yaitu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah perlu menjaga dan meningkatkan penanaman modal yang ada di Provinsi Jawa Tengah, dengan menciptakan iklim investasi yang kondusif, serta memperhatikan konsistensi regulasi investasi agar terjadinya kesinambungan penanaman modal asing. Pemerintah dan Bank Indonesia sebagai penentu kebijakan fiskal dan pemegang otoritas moneter harus bisa saling bekerjasama dalam menjaga kestabilan variabel-variabel makroekonomi yang mempengaruhi investasi asing, khususnya inflasi, suku bunga, dan kurs guna meningkatkan arus investasi asing ke daerah sehingga dapat mempercepat proses pembangunan ekonomi. | This research entitled "Analysis of Factors Affecting Foreign Investment in Central Java Province". These purposes of this research are; firstly, to determine the effect of inflation, rate of interest, minimum wage, and exchange rate on foreign investment in Central Java Province. Secondly, to recognize the variables that most affect foreign investment in Central Java Province. The last, to project foreign investment in Central Java Province next few years. Type of this research is associative research. This research was conduct in the area of Central Java Province. This research used secondary data such astime series data with the observation period 2000-2014. The analytical tools used in this research are multiple linear regression method of Ordinary Least Squares (OLS), elasticity analysis, and trend analysis. Research result showed that simultaniously inflation, rate of interest, minimum wage, and exchange rate have significant effect to foreign investment in Central Java Province. Partially, inflation has positive significant effect to foreign investment of Central Java Province, while rate of interest, minimum wage, and exchange rate have negative significant effect to foreign investment of Central Java Province. The most variable that affecting foreign investment of Central Java province is inflation. Trend analysis show that foreign investment in Central Java Province is positive trend. Implications of this research are Central Java Provincial government needs to maintain and increase capital investment by creating a climate conducive to investment, simplification of the licensing process, as well as pay attention to the consistency of investment regulations to make continuity of foreign investment. Govenrment and Bank of Indonesia as a fiscal and monetary policy’s maker have to cooperate in maintaining stability macroeconomics variables that affect foreign investment, especially inflation, rate of interest, and exchange rate to increase foreign investment flows to the region in order to accelerate the process of economic development. |