Artikelilmiahs
Menampilkan 5.641-5.660 dari 48.839 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 5641 | 15465 | C1L012043 | AN ANALYSIS OF IMPLEMENTATION OF SFAS NUMBER 109 OF ACCOUNTING ZAKAT AND INFAK/SEDEKAH ON LAZIS OF MUHAMMADIYAH BANYUMAS | RINGKASAN Penelitian ini berjudul “Penerapan PSAK Nomor 109 tentang Akuntansi Zakat dan Infak/Sedekah pada Lembaga Amil Zakat dan Infak/Sedekah (LAZIS) Muhammadiyah Banyumas”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian penerapan akuntansi zakat dan infak/sedekah pada LAZISMU Banyumas dengan PSAK No. 109. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan teknik analisis data interaktif, sumber data dan teori dengan metode observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan sampai tahun 2015 LAZISMU Banyumas sudah menerapkan PSAK No. 109, kecuali Laporan Perubahan Aset belum ada. Implikasi dari penelitian ini adalah: (1) Hendaknya LAZIS Muhammadiyah Banyumas segera menerapkan semua laporan keuangan yang tercantum didalam PSAK Nomor 109 dan melaporkannya kepada muzakki tentang pengelolaan transaksi zakat dan infak/sedekah mengingat kebutuhan LAZIS Muhammadiyah Banyumas sebagai institusi pengelola zakat dan infak/sedekah milik publik. (2) sebaiknya LAZISMU Banyumas melakukan audit, tidak hanya audit yang dilakukan oleh auditor internal lembaga, tetapi juga diaudit oleh auditor independen. Hal tersebut untuk membuktikan kepada masyarakat umum atas kewajaran laporan keuangannya, sehingga lebih meningkatkan kepercayaan masyarakat terutama para donatur/muzakki. Kata kunci: PSAK 109, akuntansi zakat dan infak/sedekah, LAZISMU. | SUMMARY This research was entitled "An Analysis of Implementation of SFAS Number 109 of Accounting Zakat and Infak/Sedekah on LAZIS of Muhammadiyah Banyumas". the aim of this research is to measure suitability between application of accounting for zakat dan infak/sedekah in LAZISMU Banyumas with PSAK number 109. This study is a qualitative research which used an interactive data analysis, data sources and theory method observation and in depth interviews. The result shows in 2015 LAZISMU Banyumas Principally in accordance with SFAS 109, unless the Statement of changes in assets. The implications of this study are: (1) LAZIS Muhammadiyah Banyumas should immediately implement all financial statements stated in SFAS Number 109 and report then to muzakki about transaction management of zakat and infak/sedekah in LAZIS Muhammadiyah Banyumas as zakat management institutions and infak/sedekah belongs to the public. (2) LAZISMU Banyumas should conduct audits, not only the audit conducted by the internal auditor of institutions, but also audited by independent auditors. This is to prove to general public for the fairness of financial statements, thus further enhance public confidence, especially the donors/muzakki. | |
| 5642 | 15459 | F1B112034 | IMPLEMENTASI ALOKASI DANA DESA DI DESA CIKIDANG KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS | Hadirnya Undang – Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa tentunya membawa angin segar dalam pembangunan pada tingkat desa. Hal ini dikarenakan adanya Dana Desa (DD) yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang besarannya paling sedikit 10% dari dana perimbangan yang diterima Kabupaten/Kota dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah setelah dikurangi Dana Alokasi Khusus. Baik Alokasi Dana Desa dan Dana Desa diperuntukan melaksanakan pembangunan di desa dan juga pemberdayaan masyarakat desa. Akan tetapi pada pelaksanaannya penggunaan alokasi dana desa ini masih menemui beberapa permasalah. Menurut Sekertaris Desa Cikidang Bapak Purwono menjelaskan bahwa kualitas sumberdaya perangkat desa saat ini masih terbatas, perangkat desa masih belum mengerti sepenuhnya terkait proses pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) mulai dari pembuatan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ). Dalam pelaksanaan pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) yang dibuat oleh Pemerintah Desa masih sering dikembalikan oleh Pemerintah Kecamatan untuk direvisi kembali, hal ini tentunya berakibat pada lamanya proses pembangunan di desa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Implementasi Alokasi Dana Desa di Desa Cikidang Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, dengan teknik pemilihan informan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah model analisis interaktif menurut Miles & Huberman dan keabsahan dara diuji dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Alokasi Dana Desa di Desa Cikidang Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas telah berhasil dijalankan. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya pengadopsian pola interaksi yang diinginkan lewat alokasi dana desa oleh masyarakat desa cikidang. Dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, pemerintah desa selalu mengundang perwakilan warga dalam kegiatan MusrembangDes, untuk membahas perencanaan kegiatan, slapanan untuk membahas permasalahan dalam kegiatan dan swadaya/swakelola masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan. | The presence of Undang - Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa would bring fresh wind in development at the village level. This is because the Dana Desa (DD) derived from the Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), and the Alokasi Dana Desa (ADD), which amount is at least 10% of equalization funds received by District/Municipal Budget Revenue and Expenditure after deducting Special Allocation fund. Both Alokasi Dana Desa and Dana Desa are intended to implement village development and community empowerment. But in practice the use of the village fund allocation is still encountering some problems. Secretary of Cikidang village Mr. Purnomo explained that the quality of the resource of the village is still limited, the village goverment still do not understand fully related to the process of disbursement of the Alokasi Dana Desa (ADD) ranging from making the Letter of Request for Payment (SPP) and the Letter of Responsibility (SPJ). In the implementation of disbursement of the Alokasi Dana Desa (ADD) Letter of Request for Payment (SPP) and the Letter of Responsibility (SPJ) made by the village government was often restored by the District Government to be revised again, it would result in a lengthy process of development in the village. The purpose of this study is to investigate the implementation of the Alokasi Dana Desa in Village of Cikidang Cilongok District of Banyumas. The method used is quantitative method with purposive sampling technique for the informant election. The data collection was done by in-depth interviews, observation, and documentation. The analytical method used is an interactive model by Miles & Huberman and validity of virgin tested by triangulation. The results showed that the implementation of the Alokasi Dana Desa in Village of Cikidang, Cilongok District of Banyumas has been successfully implemened. This is shown by the adoption of the desired pattern of interaction through the Alokasi Dana Desa Cikidang village by village communities. Improve community participation, the village government has always invited representatives of the residents in activities MusrembangDes, to discuss the planning of activities, slapanan to discuss problems in the activities and swadaya/swakelola communities in the implementation of activities. | |
| 5643 | 15460 | H1D011048 | PENGARUH PEMBUANGAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TEMPE TERHADAP KUALITAS AIR PERMUKAAN (Studi kasus: Industri Tempe di Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas) | Limbah cair yang dikeluarkan oleh industri tempe di Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas berpotensi menjadi masalah bagi lingkungan sekitarnya, karena pada umumnya industri tempe mengalirkan langsung air limbahnya ke selokan atau sungai sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Salah satu cara untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh pembuangan air limbah terhadap kualitas air permukaan adalah dengan uji parameter BOD5, COD dan DO. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode komparatif antara data primer dan baku mutu lingkungan hidup. Pengambilan sampel dilakukan di tiga tempat yaitu hulu Sungai Jelalang, Industri Tempe, dan hilir Sungai Jelalang. Alat yang digunakan dalam pengambilan sampel dan pengukuran debit yaitu botol air mineral 1500 ml, pita meteran, dan current meter. Pengujian sampel dilakukan di laboratorium meliputi pengujian BOD5, COD, dan DO. Berdasarkan hasil analisis laboratorium kadar BOD5, COD, dan DO limbah cair tempe adalah 9687,65 mg/lt, 3795 mg/lt dan 0,13 mg/lt. Sementara itu, kadar BOD5 air Sungai Jelalang di hulu dan di hilir adalah 3,00 mg/lt dan 242,80 mg/lt, sedangkan kadar COD air Sungai Jelalang di hulu dan di hilir adalah 25 mg/lt dan 179 mg/lt, dan kadar DO air Sungai Jelalang di hulu dan di hilir adalah 4,00 mg/lt dan 0 mg/lt. Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2012, kadar BOD5 adalah 150 mg/lt dan COD adalah 275 mg/lt tentang baku mutu air limbah, maka dibutuhkan perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan media biofilter anaerob-aerob untuk menurunkan parameter BOD5 dan COD limbah cair tempe tersebut sampai dibawah baku mutu. Berdasarkan pengolahan IPAL yang sudah ada didapatkan hasil kadar BOD5 dan COD sebesar 115,04 mg/lt dan 45,06 mg/lt. | Liquid waste incurred by the tempe industry in the Pliken Village, Kembaran Districts, Banyumas Regency potentially become a problem for the surrounding environment, because in general the tempe industry waste water flows directly into sewers or streams that could potentially pollute the environment. One way to determine the influence of waste water discharges to surface water quality is testing the parameters of BOD5, COD and DO. The methods used for the analysis of the results are comparative method by primary data and the raw quality of the environment. Sampling was conducted at three places, there are: the upstream of Jelalang River, tempe industries, and the downstream of Jelalang River. Tools used in the sampling and measurement of discharge are bottles of mineral water 1500 ml, tape measure, and current meters. Testing of the sample was done in the laboratory include testing of BOD5, COD, and DO. Based on the laboratory analysis, BOD5, COD, and DO levels of industrial waste water effluent are 9687,65 mg/lt, 3795 mg/lt, and 0,13 mg/lt respectively. Meanwhile the concentration of BOD5 of Jelalang River in upstream and downstream are 3,00 mg/lt and 242,80 mg/lt respectively, while the concentration of COD of Jelalang River in upstream and downstream are 25 mg/lt and 179 mg/lt respectively, and the concentration of DO of Jelalang River in upstream and downstream are 4,00 mg/lt and 0 mg/lt respectively. Based on government regulation Central Java Province No. 5, 2012, levels BOD5 and COD are 150 mg/lt and 275 mg/lt respectively about of quality standard waste water, it needs the planning installation of waste water (IPAL) with anaerobic-aerobic biofilter to lower the parameter of BOD5 and COD liquid waste water tempe so they can be under of quality standard. Based on the processing of existing IPAL obtained the results concentration of BOD5 and COD are 115,04 mg/lt and 45,06 mg/lt respectively. | |
| 5644 | 15475 | A1C008014 | PENGARUH ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN TERHADAP TOTAL PRODUKSI PADI DI KABUPATEN BANYUMAS. | RINGKASAN Lahan pertanian khususnya lahan sawah berhubungan dengan tingkat produksi. Alih fungsi lahan yang terus terjadi tentu saja turut mempengaruhi produksi padi di Kabupaten Banyumas. Jika luas lahan sawah terus berkurang karen adanya alihfungsi, maka sudah tentu produksi padi juga akan ikut berkurang. Kabupaten Banyumas merupakan kabupaten yang dalam 5 (lima) tahun terakhir terus mengalami alihfungsi lahan, khususnya lahan pertanian. Alihfungsi lahan ini mengakibatkan luas lahan pertanian di Kabupaten Banyumas terus mengalami penurunan. Lahan yang paling banyak teralihfungsikan adalah jenis lahan sawah, yang beralih fungsi menjadi lahan kering dan digunakan untuk mendirikan bangunan dan lain sebagainya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis trend perubahan luas lahan sawah dan total produksi padi tahun 2016 sampai tahun 2020 di Kabupaten Banyumas, serta menganalisis pengaruh alihfungsi lahan sawah terhadap produksi padi di Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode studi kasus dengan melihat data pemanfaatan lahan di Kabupaten Banyumas. Metode analisis data dengan menggunakan analisis trend linier untuk meramalkan luas lahan sawah dan total produksi padi di Kabupaten Banyumas tahun 2016 sampai dengan tahun 2020 dan menggunakan analisis regresi untuk menganalisis pengaruh alihfungsi lahan sawah terhadap total produksi padi di Kabupaten Banyumas. Hipotesis pada penelitian ini adalah alihfungsi lahan sawah berpengaruh terhadap produksi padi di Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian diketahui bahwa trend luas lahan sawah dalam kurung waktu 2016 sampai 2020 akan mengalami alih fungsi seluas 152,6 haatau 0,47 %. Trend produksi padi dalam kurun waktu 2016 sampai 2020 akan mengalami penurunan sebesar 76,361 ton atau 24,97 %. Alih fungsi lahan berpengaruh nyata terhadap total produksi padi di Kabupaten Banyumas. Kata kunci : alihfungsi, lahan, padi. | SUMMARY Agricultural land, especially paddy fields related to rice production. land conversion course also influence the production of rice in the district of Banyumas. when the rice field area continues to decrease the course of rice production is also reduced.Banyumas regency is one of the districts within five years of experience land conversion, especially agricultural land. The results in land conversion of agricultural land in the district of Banyumas continue to decline. Most land is a type of wetland that turned into dry land and is used to construct buildings and so forth. As for the purpose of this study is to predict the vast wetland and paddy production in 2020 in the district of Banyumas, as well as analyze the impact of wetland conversion on rice production in the district of Banyumas. The purpose of this study was to analyze the trend of changes in wetland area and total production in 2016 to 2020 in Banyumas, as well as analyze the impact of wetland alihfungsi on rice production in Banyumas. The method used in this study is the case study method to view the data of land use in Banyumas. Data analysis using linear trend analysis to predict rice field area and total production of paddy in Banyumas 2016 and 2020, and used regression analysis to analyze the effect of conversion of wet land to the total rice production in Banyumas, The hypothesis in this study is over wetland function effect on rice production in Banyumas. The survey results revealed that the broad trend of wetland in the timeframe 2016 to 2020 will experience over the function area of 152.6 ha, or 0.47%. Trend rice production in the period 2016 to 2020 will be decreased by 76.361 tonnes or 24.97 %. Land use significantly affected the total rice production in Banyumas. Key word : conversion, wetland, rice. | |
| 5645 | 15470 | C1A012004 | Pengaruh Penanaman Modal Asing (PMA), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Tenaga Kerja dan Ekspor Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi DKI Jakarta Tahun 1986-2015 | Penelitian ini mengambil judul: “PengaruhPenanaman Modal Asing (PMA), Penanaman Modal DalamNegeri (PMDN), Tenaga Kerja dan Ekspor terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi DKI Jakarta tahun 1986-2015”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh secara bersama-sama dan parsial variabel penanaman modal asing (PMA), penanaman modal dalam negeri (PMDN), tenaga kerja dan ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi DKI Jakarta tahun 1986-2015. Pada penelitian ini digunakan analisis regresi linear berganda dengan analisis yang digunakan adalah metode kuadrat terkecil (Ordinary Least Square, OLS) Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa: Secara bersama-sama variabel penanaman modal asing (PMA), penanaman modal dalam negeri (PMDN), tenaga kerja (TK) dan ekspor (X) berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi DKI Jakarta perode 1986-2015. Secara parsial, variabel penanaman modal asing (PMA) dan ekspor (X) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan variabel penanaman modal dalam negeri (PMDN) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Sementara itu variabel tenaga kerja berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi DKI Jakarta perode 1986-2015. Variabel yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta perode 1986-2015 adalah penanaman modal asing. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus tetap menjaga dan meningkatkan penanaman modal asing denagan menciptakan iklim investasi yang kondusif, penyederhanaan proses perizinan serta memperhatikan konsistensi regulasi investasi agar terjadinya kesinambungan penanaman modal (asing dan domestik). Dalam bidang ekspor, pemerintah harus tetap menjalin dan meningkatkan kerjasama dalam perdagangan internasional, serta membangun keunggulan bersaing dalam perdagangan internasional melalui diversifikasi ekspor. Perlu adanya program-program peningkatan kualitas SDM yang akan memasukki pasar kerja, seperti pengembangan sekolah kejuruan dan diploma yang dibutuhkan oleh pasar kerja, mengadakan pelatihan-pelatihan baik teknis maupun non teknis serta memperluas kesempatan kerja yang ada di Provinsi DKI Jakarta. | ABSTRACT The title of this research is “Influence of Foreign Direct Investment (FDI), Domestic Investmen (DI), labor and export to Ecomic Growth in DKI Jakarta period 1986-2015”. The purpose of this study was to determine the simultaneously and partially effect of Foreign Direct Investment (FDI), Domestic Investmen (DI), labor and export to Ecomic Growth in DKI Jakarta period 1986-2015.This study uses secondary data from various sources and related agencies. Based on the results of research and analysis of data using multiple linear regression show that:Do together the variables of foreign direct investment (FDI), domestic investment (DI), labor (L) and exports (X) effected on the economic growth in Jakarta during the period 1986-2015. Partially, variables of foreign direct investment (FDI) and exports (X) have positive and significant effect on the economic growth, while domestic investment variable (DI) have negative and significant effect on the economic growth. Meanwhile, the labor variable have negative effect and not significant on the economic growth in Jakarta during the period 1986-2015. The most influence variable on the economic growth in Jakarta during the period 1986-2015 is the foreign investment. The implications of the above conclusion is that Jakarta Provincial Government should keep and increase foreign investment with creating a conducive climate for investment, simplification of the licensing process and also watching the consistency of investment regulations so there will be continuity of investment (foreign and domestic). In the exports field, government should still establish and improve the cooperation in international trade, and build competitive advantage in international trade through export diversification. The need for programs to improve the quality of human resources that will be entering the labor market, such as the development of vocational schools and diploma required by the labor market, conducting trainings both technical and non-technical as well as expanded opportunities for employment in Jakarta. | |
| 5646 | 15462 | H1D010016 | PENGARUH VARIASI ENERGI PEMADATAN TANAH TERHADAP NILAI KUAT DUKUNG TANAH | Untuk membangun struktur rumah yang baik maka diperlukan daya dukung dari struktur tanah yang baik pula untuk mendukung pondasi rumah agar kokoh berdiri. Sedangkan sebagian besar tanah daratan yang berada di Indonesia adalah tanah lunak yang memang memiliki daya dukung tanah yang rendah. Tujuan: Oleh karena itu harus dilakukan pemadatan tanah agar tercapai daya dukung tanah minimal untuk mendukung pondasi diatasnya. Penelitian kali ini akan mencoba memvariasikan energi pemadatan tanah untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya terhadap kuat dukung tanahnya. Oleh karena itu perlu diketahui energi minimum pemadatan tanah yang menghasilkan daya dukung tanah untuk pondasi rumah sederhana. Metode: Pada kajian ini, tanah dipadatkan dengan variasi energi pemadatannya sebesar 5%, 10%, 15% dan 20% dari energi pemadatan standar proctor laboratorium. Setelah tanah dipadatkan kemudian dilakukan pengujian pembebanan dengan output kapasitas dukung tanah yang digambarkan dalam grafik hubungan beban dan penurunan. Hasil: Hasil pengujian pembebanan menunjukkan bahwa terjadi kenaikan nilai kapasitas dukung tanah dengan ditambahkannya pemadatan tersebut. Nilai kapasitas dukung tanah untuk energi pemadatan 5% adalah sebesar 321,981 Kg, 10% adalah sebesar 547,668 Kg, 15% sebesar 649,980 Kg, dan 20% adalah sebesar 806,456 Kg. Kesimpulan: Berdasarkan hasil tersebut, dapat diperkirakan energi minimum yang diperlukan agar beban kolom sebesar 1750 Kg mampu didukung oleh tanah dasarnya dengan energi pemadatan sebesar 50% dari energi maksimum pemadatan standart proctor di laboratorium. | To build structure a house would be needed capacity of soil structure good to support the foundation home so standing firm .While most of the mainland in indonesia is soft ground have capacity low ground .Hence compaction land to do so as to achieve the ground at least capacity to support the foundation on top.Purpose: Research will be trying to varying energy compaction land to know how big impact on his strong support .Hence it is important to note minimum energy compaction land generating capacity ground for the foundation a simple house.Methods: In this study , land solidified with variations energy compaction of 5 % , 10 % , 15 % and 20 % of energy compaction standard a proctor laboratory.After a solidified we do testing encumbering output capacity to support the ground described in the load and displacement chart.Result: The testing encumbering shows that increased capacity support the ground by adding that the density.The capacity for the ground for energy compaction 5 % was in 321,981 kg, 10 % was in 547,668 kg, 15 % of 649,980 kg, and 20 % was in 806,456 kg. Conclusion: Based on these results, it is estimated energy the minimum necessary to the column of 1750 kg capable of being supported by the base of energy compaction 50 % of maximum energy compaction standart a proctor in the laboratory. | |
| 5647 | 15463 | A1L011081 | PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CAISIM PADA BERBAGAI METODE APLIKASI FERTIGASI DENGAN CAMPURAN JENIS PEMBENAH TANAH DI LAHAN PASIR PANTAI | Caisim merupakan sayuran yang mudah dibudidayakan dan termasuk 22 jenis sayuran komersial yang dihasilkan di Indonesia. Upaya untuk meningkatkan produksi caisim yaitu dengan cara memanfaatkan lahan marginal, seperti lahan pasir pantai. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan 1) metode aplikasi fertigasi yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman caisim di lahan pasir pantai, (2) jenis pembenah tanah yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman caisim di lahan pasir pantai, dan (3) kombinasi metode aplikasi fertigasi dan campuran jenis pembenah tanah yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman caisim di lahan pasir pantai. Penelitian dilaksanakan di lahan pasir pantai Jetis, Desa Banjarsari, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap. Penelitian dilaksanakan selama dua bulan, yaitu pada bulan Agustus 2015 sampai dengan Oktober 2015. Penelitian menggunakan Rancangan RAKL (Rancangan Acak Kelompok Lengkap) dengan 12 perlakuan dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah metode aplikasi fertigasi yang terdiri atas : kocor per tanaman (F1), kocor per petak (F2), dan sprinkle (F3). Faktor kedua adalah pembenah tanah yang terdiri atas : tanpa pembenah tanah (J0), Vertisol (J1), pupuk kandang (J2), pupuk kandang dan Vertisol (J3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) aplikasi fertigasi kocor per petak memberikan hasil terbaik pada variabel tinggi tanaman, panjang daun, luas daun, kandungan klorofil, dan hasil panen tanaman segar, 2) pemberian jenis pembenah tanah pupuk kandang dan Vertisol memberikan hasil terbaik pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, volume akar, bobot tanaman segar, dan hasil panen tanaman segar, 3) tidak terdapat interaksi pada semua variabel antara aplikasi fertigasi dan jenis pembenah tanah terhadap pertumbuhan dan hasil caisim. | Mustard is a readily cultivated vegetable which is included in 22 kinds of commercialized vegetables produced in Indonesia. An efforts to increase production of mustard is by utilizing marginal land, such as coastal sandy land. This research is aimed to determine 1) the effectively of fertigation methods to increase growth and yield mustard plant in coastal sandy land, 2) The effectively of various methods offertigation mixed with soil conditioner material in sand beach land to increase growth and yield mustard plant in coastal sandy land, and 3) The effectively combination of Various Methods of Fertigation Application with mixed of soil conditioner matter in coastal sandy land. This research held in coastal sandy land Jetis beach, Banjarsari village, Nusawungu district, Cilacap Regency. The research was conducted for two months, from August to October in 2015. This research used Randomized Completely Block Design (RCBD) with 12 treatment and 3 repeat. The first factor is fertigation methods consist of pouring water plant by plant (F1), pouring water plot by plot (F2), and sprinkle fertigation (F3) . The second factor is soil conditioner materials consist of : without soil conditioner material (J0), vertisol (J1), manure (J2), manure and Vertisol (J3). The research result showed that 1) application of fertigation methods pouring water plot by plot giving the best results in the variable plant height, leaf length, leaf greenness levels, and harvest fresh weight, 2) Vertisol with manure soil conditioner material giving the best results in plant height, number of leaves, leaf area, volume of roots, fresh plant weight, and harvest fresh weight, 3) There is no interaction on all variables between application of fertigation methods and soil conditioner material on the growth and yield of mustard | |
| 5648 | 15466 | A1L011068 | PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA BERBAGAI METODE APLIKASI FERTIGASI DAN DOSIS PUPUK NITROGEN DI LAHAN PASIR PANTAI | Lahan pasir pantai mempunyai kadar unsur hara yang tergolong sangat rendah dan sistem pengairan yang kurang baik sehingga penambahan pupuk N dengan dosis yang cukup dan aplikasi fertigasi yang efektif diharapkan dapat memperbaiki sifat fisik tanah serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh teknik aplikasi fertigasi yang efektif bagi pertumbuhan dan hasil bawang merah; 2) mengetahui dosis pupuk nitrogen yang optimum terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah; dan 3) mengetahui interaksi antara aplikasi fertigasi yang efektif dengan dosis pupuk nitrogen yang optimum bagi pertumbuhan dan hasil bawang merah di lahan pasir pantai. Penelitian dilaksanakan di lahan pasir pantai Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2015 sampai dengan bulan Oktober 2015. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 2 faktor, 9 perlakuan dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah metode aplikasi fertigasi terdiri dari fertigasi kocor per tanaman, fertigasi kocor per petak, dan fertigasi sprinker. Faktor kedua adalah dosis pupuk nitrogen 90 kg N/ha, 180 kg N/ha, dan 270 kg N/ha. Data pengamatan dianalisis sidik ragam uji F dan jika terjadi beda nyata dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf 5%. Hubungan antara variabel dianalisis menggunakan analisis regresi. Penerapan teknologi fertigasi kocor per petak mampu memberikan hasil tertinggi pada variabel pertumbuhan yaitu jumlah daun, panjang daun, dan bobot daun kering. Dosis pupuk 180 kg N/ha memberikan nilai tertinggi pada variabel panjang daun 29,71 cm, bobot umbi segar per rumpun 9,21 gram, hasil umbi segar 11,51 ton/ha, dan hasil umbi kering 5,40 ton/ha. Dosis pupuk 270 kg N/ha memberikan bobot tertinggi pada variabel bobot daun segar sebesar 33,83 gram. Kombinasi aplikasi fertigasi kocor per petak dengan dosis pupuk nitrogen 180 kg N/ha memberikan pertumbuhan yang lebih tinggi pada variabel panjang daun dibanding perlakuan lainnya. | The coastal sandy lands has a low value nutrient and not good enough for watering system until addition N fertilization with enough dosages and effectively fertigation application are expected to repair the physical properties of soil and to improve the growth and yield of shallots. The objectives of study were to 1) study the effect of fertigation application for growth and yield of shallot effectively; 2) determine the optimum dosages of nitrogen fertilizer for growth and yield of shallot and 3) determine the interaction between application of fertigation and the optimum dosages of nitrogen fertilizer for growth and yield of shallot. The research was conducted in the village of Banjarsari , Nusawungu subdistrict, Cilacap Regency, from July 2015 to October 2015. The experimental design was Randomized Compeletly Block Design (RCBD) consisting of 2 factors. The first factor is fertigation application consist of: pouring water plant by plant, pouring water plot by plot and sprinkle fertigation. The second factor is dosages of nitrogen fertilizer consist of: 90 kg N/ha, 180 kg N/ha, and 270 kg N/ha. The result showed that application of fertigation with pouring water plot by plot increased number of leaves and leaves dry weight. Data of observed analyzed by analysis of variance and if significantly different continue with Duncan’s multiple range test phase 5%. Relation between variable analyzed used regretion analysis. Application of fertigation of pouring water plot by plot could deliver highest results on growth variable i.e. number of leaves, length of leaves, and leavs dry weight. A dosage of 180 kg N/ha that deliver the highest variable value length of leaves 29,71 cm, bulb fresh weight per plant 9,21 gram, fresh bulk of yield shallots 11,51 ton/ha, and dry bulk of yield shallots 5,40 ton/ha. A dosage of 270 kg N/ha deliver significantly effect to fresh leaves weight. Combination application of fertigation of pouring water plot by plot with a dosage of fertilizer nitrogen 180 kg N/ha deliver highest growth on length of leaves variable than another combination treatment. | |
| 5649 | 15464 | H1A012051 | VALIDASI METODE ANALISIS KADAR BESI PADA AIR SUMUR MENGGUNAKAN COLOR SENSOR TCS230 | Telah dilakukan penelitian tentang validasi metode analisis kadar besi menggunakan Color Sensor TCS230 Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kadar besi dalam sampel air sumur serta melakukan validasi Color Sensor TCS230 dengan beberapa parameter validasi yaitu sensitivitas, presisi, akurasi, linearitas, batas deteksi, batas kuantifikasi, rentang metode, dan selektivitas. Tujuan peneltian ini adalah mengetahui kadar besi dalam sampel air dengan metode alternatif menggunakan Color Sensor TCS230. Prinsip dari Color Sensor TCS230 adalah membaca nilai intensitas cahaya yang dipancarkan oleh LED menuju fotodioda, pantulan sinar tersebut memiliki panjang gelombang yang berbeda-beda tergantung warna objek yang terdeteksi, fotodioda akan mengeluarkan arus yang besarnya sebanding dengan kadar warna dasar cahaya yang menimpanya. Hasil dari penelitian validasi metode analisis besi pada air sumur menggunakan Color Sensor TCS230 dinyatakan valid untuk presisi dengan KV 0,64% dan HORRAT 0,05; linearitas 0,9993; akurasi 105,33%; batas deteksi 0,102 ppm; batas kuantifikasi 0,34 ppm; serta rentang metode untuk besi adalah 0,34 ppm – 26,574 ppm. Hasil penelitian menunjukkan kadar besi yang terkandung dalam sampel air sebesar 1,48 ppm, 2,03 ppm, dan 2,55 ppm. | Research has been done about validation method of analysis of the level of iron using Color Sensor TCS230 this research done to know the level of iron in water samples wells and perform validation Color Sensor TCS230 with some validation parameters namely sensitivity, precise, accuracy, linearitas, limit of detection, limit of quantification, range of methods and selectivity. The purpose of this priorities is to know the level of iron in water samples with an alternative method using Color Sensor TCS230. The principle of Color Sensor TCS230 is reading the value of the intensity of the light emitted by LED toward photodiode, the reflection of the light rays have different wavelength varies depending on the color of the object is detected, photodiode will be issued a current that great comparable with the level of the basic colors of light that overwriting. The result of the validation research analysis method of iron in well water use Color Sensors TCS230 stated valid for precision shows KV 0.64% and HORRAT 0.05; linearity r value was 0.9993; accuracy was 105.33%; LOD was 0.102 ppm; LOQ was 0.34 ppm; and a range of methods to iron is 0.34 ppm – 26.574 ppm. The results of the research showed the level of iron contained in the water samples of 1.48 ppm, 2.03 ppm, and 2.55 ppm. | |
| 5650 | 15467 | H1D010078 | PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN CALCIUM STEARATE TERHADAP TINGKAT ABSORBSI DAN KOROSI BAJA TULANGAN PADA BETON MUTU 20 MPa | Penggunaan beton pada lingkungan yang bersinggungan dengan air atau zat korosi lainnya kekedapaanya harus diperhatikan. Beton mempunyai permeabilitas yang besar, sehingga air mudah masuk ke dalam beton. Masuknya air ke dalam beton bertulang akan menimbulkan korosi pada baja tulangan. Pada umumnya baja tulangan yang telah diselimuti beton tidak akan terkorosi jika lingkungan sekitar beton tetap terjaga pada pH 12 hingga 13. Keadaan lingkungan yang pasif kenyataannya tidak mudah untuk diwujudkan, sehingga tulangan akan tetap terkorosi dengan proses karbonasi atau serangan klorida. Baja tulangan yang terkorosi akan membentuk lapisan karat yang akan mendesak dan merusak beton. Untuk mengurangi resiko terjadinya korosi maka perlu dibuat beton kedap air. Calcium stearate adalah bahan kedap air yang dapat diaplikasikan pada beton. Penggunaan calcium stearate pada beton diharapkan akan mampu membuat beton lebih kedap. Variasi penambahan calcium stearate pada penelitian ini adalah 0 kg, 1 kg, 5 kg, dan 10 kg per m3 beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan calcium stearate terhadap tingkat absorbsi beton dan korosi baja tulangan. Metode pengujian absorbsi mengacu pada SKSNI S-36-1990-03 sedangkan pada uji korosi dilakukan menggunakan uji korosi buatan secara elektro-kimia. Hasil pengujian menghasilkan penurunan tingkat absorbsi sebesar 41,4%, 70,2%, dan 86,8% pada penambahan calcium stearate masing-masing 1 kg, 5 kg, dan 10 kg per m3 beton. Sedangkan pada uji korosi buatan diperoleh penurunan nilai korosi tulangan sebesar 30,4%, 49,9%, dan 51,3% untuk penambahan calcium stearate masing-masing 1 kg, 5 kg, dan 10 kg per m3 beton. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penambahan calcium stearate dapat menurunkan tingkat absorbsi dan korosi tulangan. | The use of concrete in water area or the other corrosive substances should be considered in term of its construction. Concrete has great permeability so the water can easily get through the concrete. The seeps of water into the concrete will corrode the reinforcing steel. Generally, the reinforcing steel that has been covered by concrete will not be corroded if the environment around the concrete is continuously maintained at 12 to 13 pH. The state of passive environment is seemingly not easy to be realized where the reinforcement steel will remain corroded by carbonation or chloride attack. Corroded reinforcing steel will form a rust layer and damage the concrete. Watertight is needed to be made in order to reduce the risk of corrosion of the concrete. Calcium stearate is a water-resistant material that can be applied on concrete. The use of calcium stearate in concrete is expected to be able to make concrete more resistant. In this study, the variations of addition on calcium stearate were 0 kg, 1 kg, 5 kg and 10 kg per m3 of concrete. This study aimed to determine the effect of calcium stearate on the extent of absorption of concrete and corrosion of reinforcing steel. Absorption test method referred to SKSNI S-36-1990-03 while the corrosion test was performed using artificial corrosion test in electrochemical. The results of testing showed the reduction of absorption in percentage of 41.4%, 70.2%, and 86.8% for the addition of calcium stearate 1 kg, 5 kg and 10 kg per m3 of concrete. Meanwhile, the artificial corrosion tests were obtained the reduction percentage of 30.4%, 49.9%, and 51.3% for the addition of calcium stearate each 1 kg, 5 kg and 10 kg per m3 of concrete. It can be concluded that the addition of calcium stearate can reduce the extent of absorption and corrosion of reinforcement. | |
| 5651 | 15469 | H1D010044 | PENGARUH VARIASI UKURAN SERUTAN BAMBU DAN KADAR CAMPURAN SERAT AREN-SERUTAN BAMBU TERHADAP SIFAT FISIKA DAN MEKANIKA BALOK SEMEN | Seiring dengan meningkatnya angka pembangunan konstruksi di Indonesia mengakibatkan berkurangnya ketersediaan kayu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sifat fisika dan mekanika papan semen. Bahan yang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti kayu yaitu limbah serutan bambu dan limbah serat aren yang diolah menjadi produk komposit balok semen. Penelitian ini menggunakan rancangan acak dengan percobaan 3 faktorial yaitu faktor semen (1 bahan: 2 semen, 1: 3, 1: 4) dan faktor kadar campuran partikel bambu : serat aren ( 100% : 0%, 75% : 25%, 50% : 50%, 25% : 75%, 0% : 100%). Ukuran partikel serat aren yang digunakan 0,2 x 0,2 cm, 0,5 x 0,5 cm, 1 x 1 cm. Hasil analisis varian yang berbeda kemudian diuji sifat fisika dan mekanika. Parameter yang diuji pada penelitian ini berdasarkan Standar ASTM D143 yaitu kadar air, berat jenis, penyerapan air, perubahan dimensi, kuat lentur (MOR) dan moudulus elastisitas (MOE). Hasil penelitian menunjukan nilai maksimum dari kadar air yaitu 5,94 %, berat jenis yaitu 1,41, perubahan dimensi yaitu 0,97%, penyerapan air yaitu 35,00%, kuat lentur yaitu 636,03 kg/cm2 dan modulus elastisitas (MOE) yaitu 46812,75 kg/cm2.Sebagian kriteria standar yang memenuhi standar komponen bangunan menurut FAO(1996), yaitu: penyerapan air dan modulus of rupture (MOR). | For the increasing building construction in Indonesia resulted in reduced availability of wood. The purpose of this study was to determine the physical and mechanical properties of cement bars. Materials that can be used as an alternative to wood is bamboo particle and palm fiber processed into composite products such as cement bars. This study uses a randomize complete board design with 3 factorial experiment namely cement factor (1 material: 2 cement, 1: 3, 1: 4) and mixture bamboo particle : palm fiber content factor ( 100% : 0%, 75% : 25%, 50% : 50%, 25% : 75%, 0% : 100%). The particle size of palm fiber used 0.2 x 0.2 cm, 0.5 x 0.5 cm, 1 x 1 cm. The result of the different variants analysis is tested in physical and mechanics. Parameter that tested in this study is based on the ASTM D143 standard of the water content, density, water absorption, dimensional change, bending strength (MOR) and modulus elasticity (MOE). The result showed the maximum value of water content is 5,94%, a specific gravity that is 1,41, changes in dimensions is 0,97%, water absorption is 35,00%, bending strength (MOR) is 636,03 kg/cm2, modulus elasticity (MOE), namely 46812,75 kg/cm2.Half criteria that approaching the standard of building components according to FAO (1996) is density,water absorption,and bending strength (MOR). | |
| 5652 | 15473 | G1G012024 | PERBANDINGAN BESAR KEKUATAN DAN KELENTURAN KANTILEVER TUNGGAL KOIL DAN TANPA KOIL PADA AUSTRALIAN WIRE DENGAN PANJANG YANG SAMA (Penelitian Eksperimental In Vitro) | Kelenturan pegas adalah kemampuan suatu pegas untuk menghasilkan defleksi setelah menerima gaya tertentu. Kelenturan pegas bergantung pada jenis kawat, diameter kawat, diameter koil, dan panjang lengan pegas. Semakin besar diameter kawat, maka akan semakin besar kekuatan yang dihasilkan, tetapi kelenturan kawat akan semakin berkurang, sedangkan semakin panjang lengan, maka kekuatan pegas tersebut akan semakin berkurang dan kelenturannya semakin meningkat. Kelenturan dari suatu pegas perlu diperhatikan agar menghasilkan pergerakkan gigi yang diharapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kelenturan pegas kantilever tunggal koil dan pegas kantilever tunggal tanpa koil pada Australian wire ortodontik. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratoris dengan menggunakan 48 sampel untuk uji kelenturan dan dibagi dalam enam kelompok. Kelompok 1, 2, dan 3 berturut-turut adalah kantilever tunggal koil dengan diameter 0,012”, 0,014”, dan 0,016”. Kelompok 4, 5, dan 6 berturut-turut adalah kantilever tunggal tanpa koil dengan diameter 0,012”, 0,014”, dan 0,016”. Uji kelenturan dilakukan dengan teknik defleksi pegas menggunakan besar kekuatan 30 gram yang diukur dengan alat tension gauge. Hasil uji kelenturan kemudian dianalisis menggunakan uji statistik one way ANOVA. Hasilnya terdapat perbedaan kelenturan yang bermakna (p<0,05) antara pegas kantilever tunggal koil dan tanpa koil pada Australian wire berdiameter 0,012”, 0,014”, dan 0,016” dengan panjang yang sama. Simpulan dari penelitian ini adalah desain kantilever tunggal dan diameter kawat berpengaruh signifikan terhadap kelenturan pegas. Kelenturan tertinggi terdapat pada kelompok pegas kantilever tunggal tanpa koil berdiameter 0,012” dan kelenturan terendah adalah pada kelompok pegas kantilever tunggal koil berdiameter 0,016”. | Flexibility of the spring is an ability of a spring to produce the deflection after receiving a specific force. Flexibility of the spring depends on the type of wire, wire diameter, coil diameter, and length the spring arm. The larger diameter of wire, the spring will produce the greater force, but the flexibility will decrease. The longer arm will make the strength of spring is decrease and flexibility is increase. The flexibility of a spring is important in order to produce the optimal force on tooth movement during orthodontic treatment. The purpose of this study was to compare the flexibility of a single cantilever spring coil and single cantilever spring without coil in the Australian orthodontic wire. This study is an experimental laboratory study using 48 samples for testing flexibility and divided into six groups. Group 1, 2, and 3 are respectively a single cantilever coil with diameter of 0.012 ", 0.014" and 0.016 ". Group 4, 5, and 6 are respectively a single cantilever without coil with a diameter of 0.012 ", 0.014" and 0.016 ". Flexibility test was done by deflected the spring using a 30 grams force and measured with a tension gauge. The result of flexibility test were analyzed using one way ANOVA statistical test. The results show that there was significant difference in flexibility (p <0.05) between the single cantilever spring coils and single cantilever spring without coil in Australian wire with diameter of 0.012 ", 0.014" and 0.016" in equal length. Conclusions from this research was design of spring and wire diameter significantly influence the flexibility of the spring. The highest flexibility is single cantilever spring without coil with diameter 0.012" and the lowest flexibility is single cantilever spring coil with diameter 0.016". | |
| 5653 | 15476 | H1H012018 | PENGARUH PEMBERIAN PAKAN MIKROKAPSUL DENGAN INKLUSI Chlorella vulgaris TERHADAP AKTIVITAS ENZIM AMILASE DAN SELULASE PADA BENIH IKAN BANDENG (Chanos chanos Forskäl) | Pakan mikrokapsul merupakan pakan yang tersusun dari matrik (dinding) dan inklusi (inti) yang berbentuk bulat berukuran diameter < 100 µm. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan mikrokapsul dengan bahan Chlorella vulgaris dan lisin terhadap aktivitas enzim amilase dan selulase pada benih ikan Bandeng (Chanos chanos, Forskäl). Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Hewan uji menggunakan benih ikan Bandeng (Chanos chanos, Forskäl) berukuran 1-2 cm. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pakan mikrokapsul dengan inklusi Chlorella vulgaris tidak berpengaruh terhadap aktivitas enzim amilase dan selulase pada benih Bandeng (Chanos chanos Forskäl). Pertumbuhan dengan perlakuan pemberian pakan mikrokapsul dengan inklusi Chlorella vulgaris, vitamin mix dan lisin 2% menunjukan hasil yang lebih baik terhadap pertumbuhan berat mutlak yaitu 0,55± 0,027 gram, laju pertumbuhan harian yaitu 0,0098 ± 0,0005 gram/hari, pertumbuhan spesifik yaitu 2,703 ± 0,136 %, sintasan yaitu 64 ± 1 %. Kualitas air pemeliharaan terdiri beberapa parameter yaitu suhu, pH, oksigen terlarut, salinitas, total ammonia nitrogen, dan nitrit sesuai dengan standar baku budidaya untuk ikan Bandeng. Kata Kunci : Bandeng, Mikrokapsul, Chlorella vulgaris, aktivitas enzim amilase dan selulase. | Microcapsules is feed composed of a matrix (the wall) and inclusion (core) is shaped round with diameter <100 µm. The aims of this study was to determine the effect of feeding microcapsules with material Chlorella vulgaris and lysine against amylase and cellulase enzyme activity in milkfish fry (Chanos chanos, Forskäl). This research method used a completely randomized design (CRD) with four treatments and three replications. Animal trials using milkfish fry (Chanos chanos, Forskäl) measuring 1-2 cm. The results showed that feeding microcapsules with Chlorella vulgaris inclusion was not effect of the amylase and cellulase enzymes activity on the milkfish fry (Chanos chanos Forskäl). Growth with feeding mikrokaspul treatment with Chlorella vulgaris inclusion, vitamin mix and 2% lysine showed better results on the growth of absolute weight 0.55±0.027g, daily growth rate 0.0098±0.0005 g/day, spesific growth rate 2.703±0.136%/day, survival rate 64±1%. Water quality maintenance consists of several parameters such as temperature, pH, dissolved oxygen, salinity, total ammonia nitrogen and nitrite in accordance with the standards for farming milkfish. Keywords: milkfish, microcapsules, Chlorella vulgaris, amylase and cellulase enzyme activity. | |
| 5654 | 15472 | E1A011024 | PEMBINAAN ANAK DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK BANDUNG (Studi di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Bandung) | Skripsi ini membahas mengenai pembinaan anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Studi penelitian dilaksanakan di Bandung. Berdasarkan hasil penelitian pelaksanaan pembinaan anak terdiri dari bidang pendidikan dan bidang pembinaan. Pada bidang pendidikan LPKA menyelenggarakan program sekolah yang dibedakan berdasarkan tingkat pendidikan terakhir anak didik pemasyarakatan. Sedangkan untuk bidang pembinaan terdiri atas pembinaan mental rohani, wawasan kebangsaaan dan intelektual, olahraga dan kesenian, kemasyarakatan atau sosial dan pembinaan kemandirian. Faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pembinaan anak di LPKA antara lain faktor hukum, faktor penegak hukum, faktor sarana dan fasilitas, faktor masyarakat dan faktor budaya. Metode penelitian yang digunakan pada skripsi ini adalah metode yuridis sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara dan pengamatan langsung di lapangan. Melalui hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembinaan anak di LPKA Bandung dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peraadilan Pidana Anak. Pelaksanaan pembinaan anak di LPKA Bandung dinilai cukup baik dengan beberapa faktor yang mendukung pelaksanaan pembinaan. Kata Kunci : Pembinaan Anak, Lembaga Pembinaan Khusus Anak, Faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. | ABSTRACT This thesis discussed about children’s coaching at Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). This research study is conducted in Bandung. According to research’s results, implementation of children’s coaching consists of education and development areas. On the educational area, LPKA carried out school programs which are differentiated by the latest education level of correctional students. Meanwhile, spiritual and mental development, national awareness and intellectual, sports and arts, society or social and independence development are included in development area. Factors which affected the implementation of children’s coaching at LPKA can be mentioned as law, law-enforcement, infrastructure and facilities, social, and cultural factors. Research method used in this thesis is socio-juridical method. Data has been obtained through direct interview and observation on the field. Through this research, it can be concluded that children’s coaching at LPKA Bandung has been implemented in accordance to Enacment No. 11 year of 2012 about juvenile justice system. Implementation of children’s coaching at LPKA Bandung considered as a quite good by several supporting factors of coaching implementation. Keywords: Children’s coaching, Lembaga Pembinaan Khusus Anak, factors affecting law enforcement | |
| 5655 | 15477 | A1L012009 | POTENSI TIGA ISOLAT Bacillus subtilis B211, B298, DAN B315 UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA CABAI | Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengkaji potensi tiga isolat Bacillus subtilis B211, B298, dan B315 sebagai pengendali penyakit antraknosa pada cabai, 2) Mendapatkan isolat B. subtilis terbaik dalam menghambat jamur penyebab penyakit antraknosa secara in vitro, 3) Mendapatkan isolat B. subtilis terbaik dalam mengendalikan penyakit antraknosa pada cabai. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dari bulan Februari sampai dengan April 2016. Penelitian ini dilakukan melalui dua tahap, yaitu melalui uji in vitro dan uji in planta. Uji in vitro dilakukan menggunakan rancangan non faktorial dengan 4 perlakuan dan 6 kali ulangan, sedangkan uji in planta menggunakan rancangan faktorial dengan rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas 2 faktor. Faktor pertama adalah B. subtilis yaitu kontrol, isolat B. subtilis B211, B298, dan B315. Faktor kedua adalah patogen antraknosa yaitu Colletotrichum capsici dan Colletotrichum gloeosporioides, sehingga diperoleh 8 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati adalah tingkat hambatan, masa inkubasi, luas serangan, bobot gejala, dan indek sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Tiga isolat B. subtilis B211, B298, dan B315 berpotensi menekan pertumbuhan jamur penyebab penyakit antraknosa pada cabai, 2) Isolat B. subtilis terbaik pada uji in vitro adalah B. subtilis B211 dengan penghambatan terhadap jamur C. capsici sebesar 35% dan jamur C. gloeosporioides sebesar 44%, 3) Isolat B. subtilis yang efektif menghambat perkembangan penyakit antraknosa pada uji in planta ditunjukkan oleh B. subtilis B298 terhadap masa inkubasi (10,89 hari), luas serangan (17,56 mm2), bobot gejala (0,16 g), dan indek sampah (0,07 g). | This research aimed 1) To examine B211, B298, and B315 Bacillus subtilis isolates as chili anthracnose disease control, 2) Get the best B. subtilis isolates in in vitro inhibition of the fungus causing chili anthracnose disease, 3) The best B. subtilis isolates in controlling chili anthracnose disease. The research was conducted in Agriculture Faculty Plant Protection Laboratory, Jenderal Soedirman University, from February to April 2016. The research was carried out in 2 step, that were in vitro and in planta test. In vitro test was non factorial design using completed randomized design with 4 treatments and 6 replications. While in planta design was factorial design using completed randomized design with 2 factor, that were B. subtilis as the first factor, included control, B211, B298, and B315 B. subtilis isolates. The second factor was anthracnose pathogen, which were Colletotrichum capsici and Colletotrichum gloeosporioides, so there were 8 treatments combination and 3 replications. Variables observed were pathogen inhibition rate, incubation period, symptom weight, waste index, and attack wide of B211, B298, and B315 B. subtilis isolates. The results showed that 1) B211, B298, and B315 B. subtilis isolates were potential to suppress the growth of fungus that caused chili anthracnose disease, 2) The best isolate of B. subtilis in in vitro test was B211 with inhibition rate about 35% for C. capsici and 44% for C. gloeosporioides, 3) The most effective isolate of B. subtilis in in planta test was B298 with 10.89 days incubation period, 17.56 mm2 attack wide, 0.16 g symptom weight, and 0.07 g waste index in controlling anthracnose disease. | |
| 5656 | 15478 | F1B012070 | MANAJEMEN OBYEK WISATA AIR BOJONGSARI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN PURBLINGGA | Penelitian ini berjudul “Manajemen Obyek Wisata Air Bojongsari sebagai Upaya Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Purbalingga ”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen yang dilakukan dalam proses pengelolaan Owabong, mengingat Owabong merupakan obyek wisata di Kabupaten Purbalingga yang memiliki angka kunjungan dan sumbangan terbesar terhadap Pendapatan Asli Daerah jika dibadingkan dengan obyek wisata lain di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini adalah dengan purposive sampling dan accidental sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan model analisis interaktif dari Miles, Hubberman, dan Saldana. Penelitian ini dilakukan di Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Purbalingga dan Obyek Wisata Air Bojongsari yang menjadi fokus penelitian. Sasaran dalam penelitian ini adalah Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Purbalingga, Kepala Divisi Operasional dan pengembangan Owabong, Supervisor Marketing, Kepala Divisi Keuangan dan Akuntansi, serta para pengunjung. Berdasarkan hasil analisis penelitian, manajemen dalam pengelolaan Owabong dapat dikatakan sudah cukup optimal. Hal tersebut dapat kita lihat dari perkembangan Owabong yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Namun demikian, masih ada hal-hal yang perlu diperhatikan demi Owabong yang lebih baik pada masa mendatang seperti hal dokumentasi dan publikasi terkait operasional wahana-wahana di Owabong mengingat wahana di Owabong sangat banyak. | The Research title is “The Management of Obyek Wisata Air Bojongsari as an effort to increase the Distric Own Source Revenue Purbalingga.” The aims of this research is to know about how the management done in Owabong management process. Considering that Owabong is an object excuision in district Purbalingga which had a big number of visitors and contribution froward the Own Source Revenue it compared with other object excursion in district Purbalingga. This research using a descriptive qualitative method. The technique of choosing an informant is with purpossive sampling and accidental sampling. The data technique metode used is an interview, observation, and documentation. The data analysis method using an interactive analysis model from Miles, Huberman, and Saldana. The research done in Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda and Olahraga district Purbalingga and Owabong. The target in this research is the Head of Tourism Sector of Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda and Olahraga district Purbalingga, Head of Division of Operational and Development of Owabong, Sepervision Marketing, Head of Division of Finance and Accounting, and all the visitors. Based on the research analysis result management in Owabong can be said already quite optimal. This master can be seen from the Owabong development which increase more from year to year. However, there are stile things most be attentioned for better Owabong in a future such as documentation and publication related with the vehicle operasional in Owabong. | |
| 5657 | 15479 | A1L008199 | GATRA FISIOLOGI PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH ( AlliumAscalonicum. L) PADA BERBAGAI SISTEM IRIGASI DAN SISTEM MULSA DI LAHAN PASIR PANTAI | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik irigasi terhadap sifat fisiologi bawang merah di lahan pasir pantai, mengetahui pengaruh jenis mulsa terhadap sifat fisiologi bawang merah di lahan pasir pantai, serta mengetahui teknik pengairan dan jenis mulsa yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi bawang merah di lahan pasir pantai. Penelitian dilaksanakan di Desa Banjarsari, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola split plot design dengan main plot M (mulsa) dan sub plot irigasi (T). Percobaan ini terdiri dari kombinasi faktorial dengan tiga teknik irigasi (T), tiga bahan mulsa (M), dan tiga kali ulangan, yaitu irigasi konvensional (T0), irigasi tetes (T1), irigasis pringkel (T2), tanpa mulsa (M0), mulsa jerami (M1), mulsa plastik (M2). Variabel yang diamati meliputi jumlah stomata (stomata), luas stomata (mm), kadar prolin (umol/g), kadark lorofil (mg/l),tinggi tanaman (cm), panjang daun (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm), panjang akar (cm), jumlah akar (helai), bobot segar tanaman (g), bobot kering tanaman (g), bobot segar akar (g), bobot kering akar (g), bobot segar umbi (ton/ha), bobot kering umbi (ton/ha), bobot segar daun (g), bobot kering daun (g), jumlah umbi (umbi). Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem irigasi konvensional, tetes dan springkel belum mampu meningkatkan gatra fisiologi tanaman bawang merah. Penggunaan mulsa jerami (M1) mampu meningkatkan gatra fisologi antara lain lebar bukaan stomata dan kombinasi perlakuan sistem irigasi dan sistem mulsa yang baik terhadap pertumbuhan adalah irigasi tetes dan mulsa jerami (T1M1) dalam meningkatkan tinggi tanaman, panjang daun, dan jumlah daun, sedangkan sistem irigasi dan sistem mulsa yang kurang baik yaitu irigasi tetes dan mulsa plastik (T1M2) dan irigsai springkel dan tanpa mulsa (T2M0). | This study aims determine the effect of irrigation technique to the physiological traits of onion in the sandy soil, study the effect of mulch on the physiological traits of onion in the sandy soil, as well as knowing the irrigation techniques and the type of mulch that is able increase the growth and production of onion in the beach sand land.The research was conducted in the Banjar sari village, Nusawungu Sub-District, Cilacap Regency. The research used Rondomized complete block design Design (RAK). a pattern of split plot design with the main plot M ( mulch ) and the sub- plot irrigation ( T ), and three replications, the conventional irrigation (T0), drip irrigation (T1), springkle irrigation (T2), without mulch (M0), straw mulch (M1), plastic mulch (M2). The observed variables include the stomata number (stomata), the stomata area (mm), the prolin level (umol/l), the chlorophyll conten (mg/l), the plant height (cm), the leaft lenght (cm), the leaves number (leaf), the leaf area (cm), the root lenght (cm), the roots number (pieces), the fresh plant weight (g), the dry plant weight (g), the fresh root weight (g), the dry root weight (g), the fresh tuber weight (ton/ha), the dry tuber weight (ton/ha), the fresh leaf weight (g), the dry leaf weight (g), the tuber total (tuber). The results showed that conventional irrigation systems , drip and springkel have not been able to increase gatra onion crop physiology ,the use of straw mulch ( M1 ) have increased gatra fisologi include a wide stomataand combination treatment of irrigation systems and a good mulch system on the growth is drip irrigation and mulching straw ( T1M1 )in increased plant height , leaf length and number of leaves , whereas the irrigation system and mulch systems are less well that drip irrigation and plastic mulch ( T1M2 ) and irigsai springkel and without mulch ( T2M0 ) . | |
| 5658 | 15481 | F1B012026 | EFEKTIVITAS PENGELOLAAN PELAYANAN PENGADUAN MASYARAKAT DI BADAN PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN KABUPATEN BANYUMAS | Pelayanan publik yang buruk dapat menimbulkan krisis kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Hal ini dapat diatasi dengan adanya pengelolaan pengaduan. Salah satu instansi yang menerapkan pengelolaan pengaduan masyarakat adalah Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Kabupaten Banyumas. Namun pengelolaan ini belum berjalan secara optimal. Maka perlu diteliti lebih jauh bagaimana efektivitas pengelolaan pengaduannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pengelolaan pelayanan pengaduan masyarakat di Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif deskriptif. Teknik pemilihan respondennya adalah total sampling. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode angket, studi dokumentasi, dan observasi. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan peneliti, semua dimensi masuk dalam kategori efektif namun dengan derajat yang berbeda. Dimensi yang memiliki nilai efektivitas tertinggi adalah quality improvement dengan nilai efektivitas sebesar 158,3 dan dimensi yang memiliki nilai efektivitas terendah adalah transparansi. Setelah melakukan penelitian, peneliti memberikan masukan kepada instansi yaitu menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan, transparansi pengelolaan pelayanan pengaduan sebaiknya diperbaiki dan pegawai sebaiknya mengetahui job description miliknya dan milik pegawai lain. | The bad public service can make a crisis of public confidence to the government. This problem can be handle by the management of complaints. One of the institution that implement it is the Board of Investment and Licensing Services of Banyumas. However, this management has not work optimally. Because of that, it need to deeply research how the effectiveness management of complaints. The purpose of this research is to knowing the effectiveness of complaints service management in Board of Investment and Licensing Services of Banyumas. The method that used is descriptive quantitative. Respondent selection technique is total sampling. The data collection technique was conducted by questionaire, study documentation, and observation. Based on the analysis that has been done by researchers, all of the dimensions are categorized as effective but with different degrees. Dimension that have the highest value is quality improvement with effectiveness score amount to 158,3 and dimensions that have the lowest effectiveness score is transparancy. After conducting the study, researchers provide feedback to institution that are maintain and improve the quality of service, transparancy of the management service complaints should be repaired and the employees should know their job description and the other employees. | |
| 5659 | 15480 | C1C012025 | PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE, DAN MANAJEMEN LABA TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN | Kinerja keuangan adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba. Untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan melakukan beragam cara diantaranya melalui penerapan mekanisme corporate governance, beberapa mekanismenya diantaranya komite audit, dewan komisaris independen, dewan komisaris, dan kepemilikan institusional. Tidak jarang perusahaan juga berusaha untuk meningkatkan kinerja keuangan dengan intervensi dalam laporan keuangan melalui praktik manajemen laba. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari mekanisme corporate governance dan manajemen laba terhadap kinerja keuangan perusahaan. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan laporan tahunan sejak 2010 hingga 2014. Analisis data menggunakan uji asumsi klasik, uji regresi berganda, uji goodness of fit, uji determinan dan uji t. Perusahaan yang digunakan sebagai bahan penelitian sebanyak 17 emiten. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ukuran komite audit berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, proporsi dewan komisaris independen berpengaruh tidak signifikan terhadap kinerja keuangan, ukuran dewan komisaris tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, kepemilikan institusional berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, dan manajemen laba tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. | Financial performance is the company's ability to generate profits. To improve the financial performance of companies, companies perform a variety of ways including through the implementation of corporate governance mechanism, several mechanisms including the audit committee, independent board, board of commissioners, and institutional ownership. The company also try to improve the financial performance by interventions on the financial statements through earnings management practices. The purpose of this study was to determine the influence of the mechanism of corporate governance and earnings management on the financial performance of the company. This research was conducted in the mining company that listed on Indonesia Stock Exchange with annual reports from 2010 to 2014. Data were analyzed using classic assumption test, multiple regression test, goodness of fit test, determinant test and t test. Companies that are used as research material are 17 companies. These results indicate that the size of the audit committee has a significant influence on financial performance, the proportion of independent board has not significant influence on financial performance, board size has no significant influence on the performance of financial, institutional ownership has a significant influence on the financial performance and earnings management has not significant influence financial performance. | |
| 5660 | 15482 | H1C011064 | RANCANG BANGUN ALAT UKUR KUALITAS BETON MENGGUNAKAN SENSOR FIBER OPTIK DAN PHOTOTRANSISTOR BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO UNO R3 | Beton merupakan salah satu material yang banyak digunakan sebagai bahan dasar pembangunan karena kualitas beton sangat baik. Namun tetap saja material ini akan mengalami penurunan kualitas bahkan kerusakan karena pengaruh lingkungan seperti tekanan. Oleh karena itu perlu adanya pemantauan kualitas untuk menghindari dampak negatif akibat penurunan kualitas tersebut. Dengan memanfaatkan prinsip kerja FO sebagai sensor, maka dibuat suatu alat untuk melihat kualitas beton melalui nilai regangannya. Untuk membuat alat tersebut, diperlukan pengirim cahaya dan penerima cahaya. Sehingga diperlukan sebuah alat ukur baru yang dapat memberikan nilai regangan beton, dimana regangan pada beton dapat menjadi penyebab adanya keretakan hingga terjadi kerusakan. Pada penelitian ini digunakan sensor phototransistor 5mm untuk detektor cahaya dan untuk sumber cahaya menggunakan laser tak tampak dengan panjang gelombang 850nm, fiber optic yang digunakan sebagai sensor regangan menggunakan fiber optic bertipe Multimode kemudian untuk membaca hasil regangan dan menampilkan hasil ukur digunakan mikrokontroler Arduino UNO R3. Hasil dari pengujian pada 3 beton yang telah dilakukan didapatkan keluaran tegangan yang ditampilkan oleh alat ukur stabil selama penekanan terhadap beton maka beton dikatakan masih dalam kondisi baik, ketika terjadi perubahan tegangan yang menurun ini mengindikasikan bahwa kondisi beton sudah tidak baik dan batas kekuatan beban yang diterima oleh beton telah mencapai puncaknya. | Concrete is one material that is widely used as a base material for the construction of concrete quality is very good. Still, these materials will decrease the quality or even damage due to environmental influences such as pressure. Hence the need for quality monitoring to avoid the negative impact of the loss of quality. By exploiting the working principle of optical fiber as the sensor, then created a tool to see the quality of concrete through the stretch value. To make the tool requires the sender light and the light receiver. So, we need a new measuring devices that can give concrete strain, wherein the strain in the concrete may be the cause of a rift until damage occurs. In this study used sensor phototransistor 5mm to a light detector and to a light source using a laser is not visible with a wavelength of 850nm, optical fiber is used as a sensor strain using a fiber optic type Multimode then to read the results of strain and displays the results of measurement used microcontroller Arduino UNO R3. The results of testing on three concrete has been done obtained voltage output that is displayed by the measuring instrument is stable during the repression of the concrete, the concrete is said to be still in good condition, when a slew decline indicates that the condition of the concrete is not good and limit the power of the load received by concrete has reached the maximum. |