Home
Login.
Artikelilmiahs
15409
Update
SUKRISWANTO
NIM
Judul Artikel
POTENSI TANAMAN PANGAN DALAM MENDUKUNG KETERSEDIAAN PANGAN DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Sektor pertanian, khususnya subsektor tanaman pangan merupakan salah satu subsektor pertanian yang mempunyai arti penting bagi Kabupaten Banyumas. Tanaman pangan memegang peranan penting bagi perekonomian nasional, khususnya bagi ketahanan pangan nasional. Hampir setiap kecamatan di Kabupaten Banyumas mengembangkan jenis tanaman pangan yang sama, tetapi hasil yang diperoleh, baik jumlah produksi maupun luas panennya berbeda. Hal ini disebabkan pengembangan komoditas tanaman pangan belum sesuai dengan potensi yang dimiliki tiap kecamatan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai komoditas basis tanaman pangan yang berpotensi untuk dikembangkan pada tiap kecamatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Disribusi (penyebaran) komoditas tanaman pangan pada setiap kecamatan di Kabupaten Banyumas; (2) Potensi setiap kecamatan di Kabupaten Banyumas yang memiliki komoditas tanaman pangan; (3) Surplus (kelebihan) produksi komoditas basis tanaman pangan pada setiap kecamatan di Kabupaten Banyumas; (4) Tingkat pertumbuhan komoditas basis tanaman pangan pada setiap kecamatan di Kabupaten Banyumas. Data yang digunakan adalah data sekunder yang meliputi data produksi dan luas panen 3 (tiga) komoditas tanaman pangan utama (padi, jagung dan ubi kayu) setiap kecamatan di Kabupaten Banyumas tahun 2010 sampai 2014. Metode analisis yang digunakan adalah (1) Location Quotient (LQ); (2) Koefisien Lokalisasi (α); (3) Koefisien Spesialisasi (β); (4) Surplus Produksi dan Luas Panen (SP); (5) Analisis Shift Share; (6) Analisis Pergeseran Netto; (7) Analisis Super Impose (SI); (8) Analisis Ketersediaan Pangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Setiap kecamatan di Kabupaten Banyumas memiliki komoditas basis tanaman pangan yang berbeda; (2) Komoditas tanaman pangan cenderung menyebar pada setiap kecamatan dan tidak ada kecamatan yang melakukan spesialisasi; (3) Setiap kecamatan mengalami surplus produksi dan luas panen tetapi ada yang bernilai positif dan negatif, tidak semua komoditas basis memberikan kontribusi yang besar terhadap surplus kecamatan; (4) Komoditas tanaman pangan di Kabupaten Banyumas pada periode tahun 2010 sampai 2014 sedang mengalami penurunan karena memiliki nilai Pertumbuhan Regional yang negatif, dimana nilai PR untuk produksi sebesar -0,3208 dan nilai PR untuk luas panen -0,1426. Dari sisi ketersediaan pangan Kabupaten Banyumas pada tahun 2014 relatif baik, karena terdapat 20 kecamatan yang memiliki ketersediaan pangan padi (beras).
Abtrak (Bhs. Inggris)
Agriculture sector, mainly in the sub sector of food plants is one oh the agriculture sub sectors that had an important role to Banyumas Regency. Food plants played an important role to the national economy, specially to the national food sustainability. Almost every subdistrict in Banyumas Regency developed the same food plants, but the results, either the quantity of the products or the land width were different. It is caused by the development of the food plants not yet suitable with the potency of each subdistrict. Therefore, it is necessary it research about the bases commodity of food plants that had potential to be developed in each subdistrict. The aims of this study were to know: (1) The distribution of food plants commodity in each subdistrict; (2) The potency of each subdistrict that had commodity in food plants; (3) The surplus production of bases commodity of food plants on each subdistrict; (4) Food plant base commodity growth level at each subdistrict in Banyumas Regency. The data that use is secondary data that include production data and harvest of 3 (three) main food plants commodity (rice plant, corn, and cassava) each subdistrict in Banyumas Regency 2010 until 2014. Analyzed method that used were (1) Location Quotient (LQ); (2) Localization Coefficient; (3) Specialization Coefficient; (4) Surplus Production and Land Width; (5) Shift Share Analyze; (6) Net Shift Analyze; (7) Super Impose Analyze (SI); (8) Food Availability Analyze. Results showed that: (1) Each subdistrict in Banyumas Regency had different bases commodity of food plants; (2) The food commodity tend to be separated in each subdistrict and none of subdistrict did the specialization; (3) Every subdistrict occurred surplus production and land width of food plants commodity; (4) The commodity of food plants in Banyumas Regency in 2010 until 2014 was increasing because its positive value of Regional Growth, in which PR value for the land width is -0,3208 and PR value for production is -0,1426. From the Banyumas Regency’s food availability side in 2014 is good relative, because there are 20 subdistricts which has rice plants availability (rice). Suggested development food plants commodity noticed in the potency of food plants in each region.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save