Artikelilmiahs

Menampilkan 52.001-52.020 dari 52.028 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
5200149143H1D018050RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI KASIR DAN PENGELOLAAN STOK
BARANG BERBASIS WEBSITE UNTUK EFISIENSI OPERASIONAL TOKO
KELONTONG
Digitalisasi UMKM menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi operasional, termasuk di toko
kelontong. Penelitian ini bertujuan merancang sistem informasi kasir dan pengelolaan stok berbasis website
menggunakan Laravel, guna menggantikan proses manual yang rawan kesalahan dan tidak efisien. Pengembangan
sistem dilakukan dengan metode Waterfall, serta menggunakan arsitektur client-server. Laravel digunakan sebagai
backend, MySQL sebagai database, dan Apache melalui XAMPP sebagai web server. Sistem menerapkan
algoritma FIFO untuk memastikan pengambilan stok berdasarkan urutan barang masuk saat transaksi penjualan.
Pengujian menggunakan metode blackbox testing, dan seluruh fitur berjalan sesuai fungsinya. Fitur utama sistem
meliputi login multi-level, manajemen barang, transaksi penjualan, laporan PDF, dan notifikasi stok minimum.
Hasil penelitian menunjukkan sistem mampu meningkatkan kecepatan, akurasi, dan efisiensi operasional toko
kelontong.
The digitalization of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) is an essential step to improve operational
efficiency, including in traditional grocery stores. This study aims to design a web-based cashier and inventory
management information system using Laravel to replace manual processes that are prone to errors and
inefficiency. The system was developed using the Waterfall method and adopts a client-server architecture. Laravel
serves as the backend framework, MySQL as the database, and Apache via XAMPP as the web server. The system
implements the FIFO (First In First Out) algorithm to ensure that stock is deducted based on the order of entry
during sales transactions. System testing was conducted using the blackbox testing method, and all features
functioned as expected. Key features include multi-level login, product management, sales transactions, PDF
report generation, and minimum stock notifications. The results of the study indicate that the system effectively
improves the speed, accuracy, and overall operational efficiency of grocery store activities.
5200210551E1A010140INTERVENSI TERHADAP KEDAULATAN SUATU NEGARA MENURUT HUKUM INTERNASIONAL (Studi Tentang Kasus Perang Korea Tahun 1950-1953) ABSTRAK

Intervensi dapat diartikan sebagai campur tangan secara diktator oleh suatu negara terhadap urusan dalam negeri lainnya dengan maksud baik untuk memelihara atau mengubah kondisi nyata di negara tersebut. Intervensi menimbulkan kontroversi karena bertentangan dengan Prinsip Kedaulatan Negara dan Prinsip non-intervensi dalam hukum internasional.
Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pelaksanaan intervensi dalam perang korea tahun 1950-1953 menurut hukum internasional. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Semua data dalam penelitian ini berasal dari data sekunder yang disajikan secara sistematis dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif.
Hasil dari penelitian menunjukan bahwa intervensi dalam Perang Korea tahun 1950-1953 dilakukan oleh Uni Soviet, Amerika Serikat, dan China melalui operasi militer dan kebijakan politik terhadap Korea. Intervensi dalam Perang Korea tahun 1950-1953 termasuk dalam intervensi yang dilarang menurut ketentuan hukum internasional karena melanggar prinsip kedaulatan negara dan prinsip non-intervensi yang terdapat dalam pasal 2 ayat (1), pasal 2 ayat (4), dan pasal 2 ayat (7) Piagam Perserikatan Bangsa Bangsa. Intervensi dalam Perang Korea tahun 1950-1953 dilakukan dengan campur tangan secara dictator yang menyerang kedaulatan negara lain dengan cara-cara kekerasan. Implikasi dari intervensi dalam Perang Korea 1950-1953 menyebabkan penyelesaian konflik antara Korea Utara dan Korea Selatan menjadi sebuah kebuntuan perang serta korban jiwa yang besar di masing-masing pihak.
ABSTRACT

Intervention can be interpreted as dictatorial interference by a State in the affairs of another State for the purpose of either maintaining or altering the actual condition of things. The intervention created a controversy among the society because it has contradicted with sovereignty and non-intervention principles on international law.
The aim of the research is to know the implementation of the intervention towards sovereignty in Korean War 1950-1953 according by international law. The approach method of this research is normative with statute approach and case approach. All data of this research is taken from secondary data that served systematically and had been analyzed by qualitative normative method.
The result of the research showed that the intervention in Korean War 1950-1953 had done by Uni Soviet, United States of America, and China with military operation and political policy toward Korea. The intervention in Korean War 1950-1953 can be included as the intervention that prohibited by international law because it had offended the sovereignty and non-intervention principles on article 2 paragraph (1), article 2 paragraph (4), and article 2 paragraph (7) United Nations Charter. The intervention in Korean War 1950-1953 had done by dictatorial interference that offence the sovereignty of another country with violence ways. The implication of the intervention in Korean War 1950-1953 had caused a settlement of the conflict between North Korea and South Korea became stalemate along with a great number of victims on both side.
5200320971F1A012030STRATEGI DAKWAH PERSATUAN ISLAM TIONGHOA INDONESIA (PITI) BANYUMAS MELALUI PARTISIPASI DALAM PERAYAAN HARI BESAR MASYARAKAT TIONGHOA

THE STRATEGY OF THE CHINESE ISLAMIC ASSOCIATION OF INDONESIA (PITI) BANYUMAS THROUGH PARTICIPATION IN THE GREAT DAY OF THE CHINESE COMMUNITY
PITI Banyumas adalah wadah interaksi masyarakat Islam Tionghoa di Banyumas. Tujuan berdirinya PITI Banyumas supaya para mualaf, khususnya mualaf etnis Tionghoa tidak kembali ke agama sebelumnya. PITI Banyumas berdakwah secara kultural untuk mencapai tujuan dari organisasi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif diskriptif. Teknik pengambilan sasaran penelitian dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi adaptasi antar-budaya dalam menganalisis bentuk strategi dakwah PITI Banyumas.
Hasil penelitian ini menunjukkan strategi dakwah yang dilakukan oleh PITI, yaitu melalui partisipasi hari besar Masyarakat Tionghoa. Berupa partisipasi PITI dalam setiap acara hari besar Masyarakat Tionghoa. Berpartisipasinya PITI dalam acara perayaan hari besar Tionghoa berawal dari kerjasama yang terjalin sejak tahun 1998 dengan pihak Klenteng Boen Tek Bio Banyumas. Dukungan positif baik secara moral dan kerja sama serta toleransi budaya yang dilakukan PITI Banyumas memberi dampak positif baik dari bertambahnya anggota organisasi, maupun semakin eksisnya nama PITI Banyumas sebagai organisasi keagamaan. Strategi dakwah di luar partisipasi dalam hari besar Masyarakat Tionghoa juga cukup signifikan untuk perkembangan organisasi PITI. Tergabung dalam FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama) membuat PITI berbaur dengan ormas-ormas lintas agama dan membuka wawasan untuk bertoleransi dalam setiap perbedaan. Dakwah dengan tausiyah Al-Quran, pengajian rutin mingguan dan pengajian akbar, hingga santunan kepada fakir miskin.
Saran untuk penelitian ini penguatan internal organisasi adalah salah satu hal yang penting dalam pengembangan organisasi, sehingga dalam pecapaian tujuan organisasi tidak hanya bertumpu pada satu atau dua orang tokoh sebagai icon, tetapi semua anggota harus berpartisipasi dalam setiap kegiatan organisasi khususnya dalam berdakwah. Selain berdakwah melalui partisipasi dalam perayaan hari besar masyarakat Tionghoa, dakwah PITI yang lain harus semakin digencarkan.
Chinese Islamic Association of Indonesia (PITI) Banyumas is a place of interaction to Chinese Islamic community in Banyumas. The purpose of the PITI is to provide place for mualaf (recent convert to Islam), especially for the Chinese mualaf, not to return to their previous religion. PITI Banyumas culturally delivered da'wah to achieve the organizational goals.
The method used in this research is qualitative descriptive. Technique of decision making in this research is purposive sampling, that is sampling method oriented to certain considerations that lead to scope of the research. This study uses communication theory of intercultural adaptation in analyzing the da'wah strategy of PITI Banyumas.
The results of this study showed the da'wah strategy of PITI Banyumas is done through joining the Chinese People's Day event and also another agendas which is not related to it. The PITI participation in the celebration of the Chinese People's Day started from the cooperation that was established since 1998 with the Boen Tech Bio Temple. Many positive supports, both morally and mentally, and also the cooperation based on cultural tolerance conducted by PITI give positive impacts, both from the addition of organization members and the strengthen existance of PITI as religious organization in Banyumas. The da'wah strategy outside of the Chinese People's Day is also significant to the increase of the PITI 's members. Joining FKUB (Religious Communication Forum) made PITI mingles with interfaith mass organizations and opens PITI's insight to tolerate every difference. Da'wah by delivering Quran contents, doing regular weekly Quran recitation and great Quran recitation, also giving help to the poor is a path of PITI da'wah in achieving organizational goals.
This research suggested that the strengthen internal organization is an important unit in organizational development. So in achieving the organizational goal is not only rely on one or two person as an icon, all members must participate in every organizational’s activities especially in da'wah. In addition, PITI's da'wah should be intensified, not only through participation in the celebration of the Chinese community's day but also in other scope of life.
520048812H1E010032RANCANG BANGUN INKUBATOR PORTABLE DENGAN SISTEM OTOMATISASI PEMANTAU SUHU MENGGUNAKAN
SENSOR NEGATIVE TEMPERATURE COEFFICIENT (NTC)
Sebuah inkubator portable dengan sistem otomatisasi pemantau suhu menggunakan sensor Negative Temperature Coefficient (NTC) telah berhasil dibuat sebagai alat bantu menstabilkan suhu BBLR. Tahap awal perancangan ini melakukan karakterisasi sensor NTC dengan hasil hubungan suhu terhadap resistansi. Inkubator portable dirancang dengan mendesain ulang selimut bayi dengan penambahan modul XH-W1207 dan elemen pemanas peltier. Pengukuran suhu dilakukan untuk mengetahui kestabilan dan sebaran suhu di permukaan bagian dalam selimut dengan dan tanpa objek. Kinerja inkubator diuji dengan memantau perubahan suhu dari waktu 0 sampai 5 jam. Waktu respon sensor sekitar 2 menit. Dari pengujian dengan ada dan tanpa objek dalam inkubator diperoleh awalnya pergerakan suhu ruangan rata-rata naik dari waktu 0 sampai 1 jam. Namun dari waktu 1 sampai 5 jam pergerakan suhu rata-rata cenderung stabil. Suhu ruangan rata-rata terukur di dalam inkubator portable dengan dan tanpa objek berkisaran antara 34,0-35,7 derajat Celcius. Berdasarkan pemetaan sebaran suhu ruangan pada inkubator dengan dan tanpa objek, belum memperlihatkan sebaran suhu ruangan yang merata atau tidak terdistribusi dengan baik. Untuk mendapatkan hasil yang sesuai dan maksimal, maka desain inkubator hendaknya disempurnakan kembali.A portable incubator with temperature monitoring automation system using Negative Temperature Coefficient (NTC) censor was successfully designed as an instrument to stabilize Low Birth Weight (LBW) babies temperature. The first step of this design is conducting NTC censor characterization the result of temperature relation towards resistance. Portable incubator was designed by redesigning the baby blanket with module increase of XH-W1207 and element of peltier. The measure of the temperature was performed to determine the stability and distribution of the room temperature with the existing circumstances and without object. The work of this incubator was examined by monitoring room’s temperature changes from 0 to 5 hours. The time response of censor is approximately about 2 minutes. From the examination with and without involving an object into incubator was obtained the average of room’s temperature movement from 0 to 1 hours. However, from 1 to 5 hours of the temperature movement was tend to stable. The average of room’s temperature was measured in the incubator portable without and with an object is about 34,0 -35,7 derajat Celcius. Based on temperature’s mapping within incubator with or without involving an object has not showed the spread of room’s temperature evenly or has not distributed. To get the appropriate and maximum, the design of the incubator should be refined again.
5200521860E1A011119GUGAT CERAI KARENA PERSELISIHAN dan PERTENGKARAN TERUS MENERUS
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Purwokerto Nomor 2693/Pdt.G/2016/PA.Pwt)
Semua individu yang sudah memasuki kehidupan berumah tangga pasti menginginkan terciptanya suatu rumah tangga yang bahagia, sejahtera lahir dan batin serta memperoleh keselamatan hidup dunia maupun di akhirat. Tentu saja dari keluarga yang bahagia ini akan tercipta suatu masyarakat yang harmonis dan akan tercipta masyarakat rukun, damai, adil, dan makmur, namun tidak setiap perkawinan akan mencapai tujuan yang diharapkan yaitu kebahagiaan yang diinginkan dan tidak menutup kemungkinan akan terjadinya perceraian.
Permasalahan dalam penelitian ini yaitu pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara gugat cerai karena perselisihan dan pertengkaran terus menerus yang terjadi di Pengadilan Agama Purwokerto pada Putusan Nomor 2693/Pdt.G/2016/PA.Pwt. Metode penelitian yang penulis pakai adalah dengan pendekatan Yuridis Normatif, spesifikasi penelitian dengan menggunakan deskriptif analisis, sumber data yang digunakan data sekunder, metode pengumpulan data dengan kepustakaan dan inventarisasi data, dan metode analisis dengan menggunakan normative kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam memutus perceraian dalam gugat cerai di Pengadilan Agama Purwokerto dalam Putusan Perkara Nomor 2693/Pdt.G/2016/PA.Pwt, adalah Karena terbukti telah terjadi perselisihan dan pertengkaran terus – menerus dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga. Gugatan Penggugat untuk bercerai dengan Tergugat menurut hukum dapat dibenarkan sesuai ketentuan Pasal 19 (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Jo Pasal 116 (f) Kompilasi Hukum Islam.
All individuals who have entered the marriage life would want the creation of a happy, prosperous and spiritual home and the salvation of the world and the hereafter. Of course from this happy family will create a harmonious society and will create a harmonious, peaceful, just, and prosperous society, but not every marriage will achieve the expected goal of happiness is desired and does not rule out the possibility of divorce.
The problem in this research is judge's legal consideration in deciding the case of divorce lawsuit due to continuous dispute and quarrel which happened in Religious Court of Purwokerto on Decision Number 2693 / Pdt.G / 2016 / PA.Pwt. The research method used by the writer is Juridical Normative approach, research specification using descriptive analysis, data source used secondary data, data collection method with bibliography and data inventory, and method of analysis by using normative qualitative.
Based on the results of research and discussion can be concluded that the judge's legal considerations in deciding divorce in divorce in Purwokerto Religious Court in Decision Case Number 2693 / Pdt.G / 2016 / PA.Pwt, is Because proven there has been continuous disputes and quarrels and there is no hope of living in harmony again in the household. Plaintiff's lawsuit to divorce the Defendant according to law may be justified in accordance with the provisions of Article 19 (f) of Government Regulation Number 9 Year 1975 Jo Article 116 (f) Compilation of Islamic Law.
5200655483E1A021236PENERAPAN PENJATUHAN PIDANA PENJARA DAN RESTITUSI TERHADAP ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN (Studi Putusan Nomor 4/Pid.Sus/2024/Pn.Sgn)Pidana penjara terhadap anak merupakan bentuk perampasan kemerdekaan yang seharusnya dijadikan upaya terakhir (ultimum remedium) sesuai dengan UU SPPA. Sementara restitusi adalah kewajiban pelaku untuk membayar ganti rugi kepada korban sebagai wujud pertanggungjawaban dan pemulihan kerugian. Penelitian ini bertujuan untuk membahas mengenai dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana penjara dan restitusi terhadap anak, serta menganalisis kesesuaian penerapannya dengan asas-asas yang diatur dalam UU SPPA. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan dengan menggunakan perspektif analitis. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana penjara dan restitusi didasarkan pada gabungan pertimbangan yuridis dan non-yuridis. Dari sisi substansi, penerapan restitusi dalam putusan ini sudah sejalan dengan semangat keadilan restoratif, karena berupaya memulihkan kerugian korban. Namun penerapan pidana penjara dalam putusan ini belum sepenuhnya mencerminkan asas-asas UU SPPA, khususnya asas kepentingan terbaik bagi anak dan asas ultimum remedium. Oleh karena itu, dalam penelitian ini penulis menyarankan agar hakim lebih konsisten menerapkan diversi dan sanksi non-penjara sehingga pidana penjara benar-benar dapat dijadikan sebagai upaya terakhir, serta perlunya pengaturan lebih rinci mengenai mekanisme restitusi dalam perkara anak.Imprisonment of children is a form of deprivation of liberty that should be used only as a last resort (ultimum remedium) in accordance with the Child Protection Act. Meanwhile, restitution is the offender’s obligation to pay compensation to the victim as a form of accountability and redress for the harm caused. This study aims to examine the legal basis for judges’ decisions in imposing prison sentences and restitution on minors, as well as to analyze the consistency of such applications with the principles set forth in the Child Protection Act (SPPA). This study employs a normative legal research methodology using both a statutory and a case-based approach. The data source used in this study was secondary data obtained through a literature review using an analytical perspective. The analysis in this study employed a normative qualitative method. The results of the study indicate that judges’ considerations in imposing prison sentences and restitution are based on a combination of legal and non-legal factors. In terms of substance, the application of restitution in this ruling is consistent with the spirit of restorative justice, as it seeks to compensate the victim for their losses. However, the imposition of a prison sentence in this ruling does not yet fully reflect the principles of the Child Protection Act, particularly the principle of the best interests of the child and the principle of ultimum remedium. Therefore, in this study, the author recommends that judges apply diversion and non-custodial sanctions more consistently so that imprisonment can truly be used as a last resort, and emphasizes the need for more detailed regulations regarding restitution mechanisms in cases involving children.
5200751301I1B022003Hubungan Kesadaran dan Efikasi Diri dengan Perilaku Pencegahan Hipertensi Mahasiswa Beresiko di Fikes Unsoed
Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular dengan prevalensi yang tinggi dan semakin banyak terjadi pada usia muda. Mahasiswa yang berisiko hipertensi memerlukan perilaku pencegahan yang tepat untuk menghindari terjadinya komplikasi. Faktor internal, khususnya kesadaran diri dan efikasi diri, berperan penting dalam menentukan kemampuan individu dalam menerapkan perilaku sehat untuk pencegahan hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kesadaran diri dan efikasi diri dengan perilaku pencegahan hipertensi pada mahasiswa berisiko di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober hingga November 2025. Sampel penelitian berjumlah 181 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner kesadaran diri, kuesioner efikasi diri (High Blood Pressure Self-Care Profile–Self-Efficacy Scale), dan kuesioner perilaku pencegahan hipertensi (HBP-SCP–Behavior Scale). Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan Fisher’s Exact Test.

Hasil: Kesadaran diri menunjukkan hubungan yang signifikan dengan perilaku pencegahan hipertensi. Efikasi diri juga berhubungan secara signifikan dengan perilaku pencegahan hipertensi. Selain itu, jenis kelamin, program studi, dan indeks massa tubuh berhubungan dengan perilaku pencegahan hipertensi, sedangkan variabel lainnya tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.

Kesimpulan: Kesadaran diri, efikasi diri, jenis kelamin, program studi, dan indeks massa tubuh berhubungan dengan perilaku pencegahan hipertensi pada mahasiswa berisiko.

Kata kunci: Efikasi diri, Kesadaran diri, Mahasiswa berisiko, Perilaku pencegahan hipertensi.
Background: Hypertension is a cardiovascular disease with a high prevalence and is increasingly occurring at a young age. University students at risk of hypertension require appropriate preventive behaviors to avoid serious complications. Internal factors, such as self-efficacy and self-awareness, play an important role in determining the extent to which individuals can implement healthy habits in hypertension prevention. This study aims to analyze the relationship between self-efficacy and self-awareness with hypertension prevention behavior in at-risk students at the Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman.

Methods: This study employed a quantitative correlational design with a cross-sectional approach and was conducted from October to November 2025. A total of 181 respondents were selected using simple random sampling. The research instruments included self-awareness questionnaires, self-efficacy questionnaires (High Blood Pressure Self-Care Profile–Self-Efficacy Scale), and hypertension preventive behavior questionnaires (HBP-SCP–Behavior Scale). Data were analyzed using the chi-square test and Fisher’s Exact Test.

Results: Self-awareness was significantly associated with hypertension preventive behavior (χ² = 6.295; p = 0.043). Self-efficacy also showed a significant association (χ² = 38.964; p < 0.001). In addition, gender, study program, and body mass index (BMI) were significantly associated with hypertension preventive behavior. Variables including age, year of study, family history of hypertension, smoking behavior, alcohol consumption, sleep duration, physical activity, and emotional control showed no significant association.

Conclusion: There is a relationship between self-awareness, self-efficacy, sex, study program, and BMI and hypertension preventive behavior.

Keywords: At-Risk Students, Hypertension Preventive Behavior, Self-Awareness, Self-Efficacy,
5200822678C1K014013The Influence of Financial Literacy Towards Financial Behavior (Study on The Small Medium Enterprises Under the Guidance of Bank Indonesia in Banyumas)
Kemampuan untuk mengelola keuangan pribadi telah menjadi semakin penting di dunia saat ini. Studi tentang keuangan pribadi menantang untuk diselidiki, karena jarangnya penelitian mengenai topik ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor demografi terhadap literasi keuangan dan dampaknya terhadap perilaku keuangan dari anggota UMKM di bawah binaan Bank Indonesia di Banyumas. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan metode penelitian survei. Teknik convenience sampling yang berasal dari teknik non-probability sampling digunakan untuk pemilihan sampel. Sampel dari penelitian ini berjumlah 83 responden dan menggunakan OLS sebagai estimasi model. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan secara signifikan mempengaruhi tingkat literasi keuangan dan tingkat perilaku keuangan. Kemudian, pendapatan juga secara signifikan mempengaruhi perilaku keuangan, tetapi tidak mempengaruhi literasi keuangan seseorang. Anehnya, literasi keuangan tidak mempengaruhi perilaku keuangan anggota dan variabel lain seperti jenis kelamin, usia, dan status perkawinan juga tidak mempengaruhi tingkat literasi keuangan dan tingkat perilaku keuangan. Hasil ini dapat memberikan bukti tentang faktor-faktor yang mempengaruhi literasi keuangan dan perilaku keuangan sehingga dapat memberikan implikasi kepada Bank Indonesia dan UMKM untuk meningkatkan kemampuan keuangan pribadi secara keseluruhan.The ability to manage personal finance has become increasingly important in today’s world. The study about personal finance is challenging to be investigated, due to the rare of research regarding this topic. This research is aim to know the influence of demographic factors towards financial literacy and its impact towards financial behavior from the members of SMEs under the guidance of Bank Indonesia in Banyumas. The research methodology that used in this study is a case study with survey research method. Convenience sampling technique derived from non-probability sampling techniques are used for sample selection. The sample of this research are 83 respondents and used the OLS as the model estimation. The results of this study indicate that education significantly influences the financial literacy level and the financial behavior level. Then, income also significantly affects financial behavior, but does not affect a person's financial literacy. Surprisingly, the financial literacy does not affect the financial behavior of the members and other variables such as gender, age, and marital status also do not affect both financial literacy level and financial behavior level. This result could give evidence about the factors affecting financial literacy and financial behavior thus it could give the implications to the Bank Indonesia and the SMEs for increasing the personal financial ability as a whole.
5200914985G1D012025HUBUNGAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN DAN PENGETAHUAN DENGAN KESIAPAN MENGHADAPI MENSTRUASI PERTAMA (MENARCHE) PADA SISWI SD NEGERI 1 DAN 2 KARANGWANGKAL PURWOKERTOMenarche atau menstruasi pertama merupakan salah satu tanda seorang anak perempuan telah memasuki masa pubertas. Usia menarche semakin mengalami penurunan, maka dari itu diperlukan kesiapan untuk menghadapinya agar peristiwa menarche ini tidak dipersepsikan negatif. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi kesiapan seorang anak menghadapi menarche diantaranya adalah tipe kepribadian dan pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tipe kepribadian dan pengetahuan dengan kesiapan menghadapi menstruasi pertama (menarche) pada siswi SD Negeri 1 dan 2 Karangwangkal Purwokerto. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan menggunakan desain cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalam total sampling dengan besar sampel sebanyak 45 siswi. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil uji chi-square tipe kepribadian dengan kesiapan menarche menunjukkan nilai p=0,783 (>0,05). Sedangkan pengetahuan dengan kesiapan menarche menunjukkan nilai p=0,001 (<0,05). Maka dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan antara tipe kepribadian dengan kesiapan menarche. Akan tetapi, terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kesiapan menarche.Menarche or first menstrual period is a sign of female child entering puberty. The age of menarche is getting decreased, therefore the readiness is required to face it, so that menarche may not be perceived as something negative. There are many factors that influence the child’s readiness to face menarche, such as types of personality and knowledge. This research aimed to determine the relationship between types of personality and knowledge to readiness to face first menstrual period (menarche) in female students of SD Negeri 1 and 2 Karangwangkal Purwokerto. This research was a correlational study using a cross sectional design. This research used total sampling technique with a sample size of 45 students. Data analysis was carried out by using chi-square test. The result of chi-square test showed that there was no correlation between types of personality and readiness to face menarche p=0.783 (>0.05), while there was a correlation between knowledge and readiness to face menarche p=0.001 (<0.05).There was no relationship between types of personality to the readiness for menarche. However, there was a relationship between knowledge and readiness for menarche.
5201029703I1D016011LITERATURE REVIEW
HUBUNGAN PERSONAL HIGIENE PENJAMAH MAKANAN DENGAN KONTAMINASI Escherichia coli PADA MAKANAN
ABSTRAK
LITERATURE REVIEW: HUBUNGAN PERSONAL HIGIENE PENJAMAH MAKANAN DENGAN KONTAMINASI Escherichia coli PADA MAKANAN
Anggun Putri Utami1 Indah Nuraeni2 Izzati Nur Khoiriani2

Latar belakang: Kontaminasi Escherichia Coli pada makanan dapat menimbulkan adanya KLB keracunanan makanan dan KLB diare. Personal higiene penjamah makanan diketahui berperan penting dalam mencegah adanya kontaminasi tersebut. Studi literatur ini digunakan untuk mengetahui hubungan personal higiene penjamah makanan dengan kontaminasi E. coli pada makanan.
Metodologi: Jurnal terkait hubungan personal higiene penjamah makanan dengan kontaminasi E. coli pada makanan dicari menggunakan situs ScienceDirect, GoogleSchoolar, Pubmed, dan Portal garuda. Kriteria inklusi adalah jurnal yang berkaitan dengan personal higiene penjamah makanan dan kontaminasi E. coli, menggunakan sampel makanan dan penjamah makanan di tempat pengelolaan makanan (TPM), jurnal terindeks, jurnal yang dapat diakses secara penuh dan merupakan jurnal publikasi sepuluh tahun terakhir. Didapatkan lima dari 1.320 jurnal yang dapat dianalisis lebih lanjut.
Hasil penelitian: Berdasarkan lima jurnal yang dianalisis, dua jurnal menyebutkan bahwa personal higiene memiliki hubungan dengan kontaminasi E. coli pada makanan. Tiga jurnal lain memilih variabel berupa praktik cuci tangan dan atau kebesihan diri penjamah makanan yang mana kedua variabel tersebut masuk ke dalam parameter personal higiene penjamah makanan. Ketiga variabel tersebut memiliki hubungan dengan kontaminasi E. coli pada makanan.
Kesimpulan: Personal higiene penjamah makanan memiliki hubungan dengan kontaminasi E. coli pada makanan. Kebersihan diri dan praktik mencuci tangan memiliki hubungan langsung terhadap kontaminasi E. coli pada makanan.
ABSTRACT
LITERATURE REVIEW: PERSONAL HYGIENE OF FOOD HANDLERS IN RELATION TO Escherichia coli CONTAMINATION IN FOOD
Anggun Putri Utami1 Indah Nuraeni2 Izzati Nur Khoiriani3

Background: Escherichia coli contamination in food can lead to food poisioning outbreaks and diarrhea outbreaks in Indonesia. Personal hygiene of food handlers is known to have an important role in preventing the contamination. This literature review is used to identify personal higiene of food handlers in relation to escherichia coli contamination in food.
Methods: Journals that examine personal higiene of food handlers in relation to Escherichia coli contamination in food are searched using ScienceDirect, GoogleSchoolar, Pubmed, dan Portal garuda. Inclusion criteria were studies related to personal higiene of food handlers and E. coli contamination in food, using food and food handlers sample at food management places, indexed journals, full-access journals and published at least from the last ten years. Obtained five journals that can be analyzied further.
Results: Based on five journals, two journals stated that personal hygiene of food handlers had a relation to E. coli contamination in food. Three other journals chose different variables, yaitu practice of washing hand and or cleaniless of food handlres, where two variables were included in the personal higiene parameters. These two variables also had a realtion to E. coli contamination in food
Conclusion: Personal hygiene of food handlers has relation to Escherichia coli contamination in food. The cleaniless of food handlers and practice of washing hand has a direct relation to Escherichia coli contamination in food.
5201155484G4A024004PENGARUH SLOW DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP TINGKAT STRES PADA PASIEN HIPERTENSILatar Belakang Faktor gangguan psikologis seperti stres sangat berpengaruh terhadap peningkatan tekanan darah yang nantinya akan menyebabkan hipertensi. Slow deep breathing exercise metode bhramari pranayama merupakan metode yang efektif untuk mengurangi salah satu penyebab hipertensi berupa stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh slow deep breathing exercise terhadap tingkat stres pada pasien dengan hipertensi. Metode Penelitian ini menggunakan metode analitik pre-eksperimental dengan desain one group pretest posttest pada 26 lansia dan pralansia penderita hipertensi di Posyandu Lansia Waras Winangun Kelurahan Arcawinangun. Tingkat stres diukur menggunakan Depression, Anxiety, Stress Scale (DASS-42). Data dianalisis menggunakan uji hipotesis uji non parametrik wilcoxon dengan nilai p<0,05 menunjukkan ada perbedaan secara statistik. Hasil Jumlah responden pada penelitian ini 26 dengan laki-laki berjumlah 7 (26,92%) dan perempuan berjumlah 19 (73,08%). Tingkat stres pada responden sebelum perlakuan didapatkan tingkat stres normal 13 (50%), stres ringan 5 (19,2%), dan stres sedang 8 (30,8%). Setelah perlakuan didapatkan responden dengan tingkat stres normal 24 (92,3%) dan stres ringan 2 (7,7%). Pada penelitian ini didapatkan perbedaan tingkat stres sebelum dan sesudah slow deep breathing exercise secara signifikan (p=0,001). Kesimpulan Terdapat pengaruh slow deep breathing exercise terhadap penurunan tingkat stres pada pasien hipertensi Background Psychological disturbance factors such as stress greatly influence the increase in blood pressure which will later cause hypertension. Slow deep breathing exercise, the Bhramari Pranayama method, is an effective method for reducing one of the causes of hypertension, namely stress. This study aims to identify the effect of slow deep breathing exercise on stress levels in patients with hypertension. Method This research used a pre-experimental analytical method with a one group pretest posttest design on 26 elderly and pre-elderly people with hypertension at Posyandu Lansia Waras Winangun, Arcawinangun Village. Stress levels were measured using the Depression, Anxiety, Stress Scale (DASS-42). Data were analyzed using the Wilcoxon non-parametric hypothesis test with a p value <0.05 indicating there was a statistical difference. Result The number of respondents in this study was 26 with 7 men (26.92%) and 19 women (73.08%). The level of stress among respondents before treatment was found to be normal stress level 13 (50%), mild stress level 5 (19.2%), and moderate stress level 8 (30.8%). After treatment, respondents obtained a normal stress level of 24 (92.3%) and mild stress 2 (7.7%). In this study, differences in stress levels were obtained before and after slow breathing exercises (p=0.001). Conclusion There is an effect of slow deep breathing exercise on reducing stress levels in hypertensive patients
5201244850C1A020115Analisis Determinan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Perempuan di IndonesiaSalah satu aspek penting dalam kaitannya dengan kesetaraan dan pembangunan gender, sebagaimana dibahas dalam Indeks Ketimpangan Gender (GII), adalah peran perempuan di pasar tenaga kerja. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan di Indonesia setiap tahunnya lebih rendah dibandingkan laki-laki dan perbedaannya sangat besar. Selain itu, tren Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan masih stabil di kisaran 50% selama lebih dari satu dekade. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi TPAK Perempuan di Indonesia tahun 2018-2023. Dengan memilih judul : “Analisis Determinan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan di Indonesia”. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh upah, pendidikan, perempuan kepala rumah tangga, dan pernikahan dini terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) perempuan di Indonesia. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan data panel dari 34 provinsi pada periode 2018-2023.

Dengan menggunakan metode analisis regresi data panel. Model penelitian terbaik yang dipilih adalah fixed effect model (FEM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi rata-rata upah pekerja perempuan tahun sebelumnya dan rata-rata lama sekolah mempengaruhi TPAK perempuan. Sedangkan perempuan kepala keluarga dan pernikahan dini tidak mempengaruhi TPAK perempuan di Indonesia. Oleh karena itu, terdapat implikasi penting dalam penelitian ini terhadap kebijakan pemerintah, seperti menetapkan kebijakan pengupahan yang memperhatikan pertumbuhan upah pada tahun sebelumnya, meningkatkan investasi di bidang pendidikan khususnya bagi perempuan, mengembangkan program dan kegiatan, mengembangkan fasilitas dan layanan, dan memperkuat kesetaraan gender dalam kebijakan dan program pembangunan dengan fokus pada pemberdayaan perempuan, termasuk remaja yang sudah menikah.
One of the critical aspects in relation to gender equality and development, as discussed in the Gender Inequality Index (GII), is the role of women in the labor market. The Labor Force Participation Rate (FLFP) of women in Indonesia is lower than that of men every year and the difference is huge. In addition, the trend of women's Labor Force Participation Rate has remained stable at around 50% for more than a decade. Therefore, this study aims to analyze the factors that affect Women's FLFP in Indonesia in 2018-2023. By choosing the title: "Analysis of Determinants of Women's Labor Force Participation Rate in Indonesia". The purpose of this study is to analyze the influence of wages, education, women heads of households, and early marriage on the level of female labor force participation (FLFP) in Indonesia. This research is quantitative using panel data from 34 provinces in the 2018-2023 period.

By using the regression analysis method of panel data. The best research model selected is the fixed effect model (FEM). The results of this study show that the higher the average wage of female workers in the previous year and the average length of schooling affect the FLFP of women. Meanwhile, women heads of households and early marriage do not affect women's TPAK in Indonesia. Therefore, there are important implications in this study for government policies, such as establishing wage policies that pay attention to wage growth in the previous year, increasing investment in the education sector, especially for women, developing programs and activities, developing facilities and services, and strengthening gender equality in development policies and programs with a focus on women's empowerment, including married teenagers.
5201344306A1F019025PENDUGAAN UMUR SIMPAN GULA KELAPA CAIR DENGAN PENAMBAHAN PENGAWET ALAMI MENGGUNAKAN METODE Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) MODEL ARRHENIUSGula kelapa cair memiliki potensi sebagai pemanis alami yang mudah untuk dikonsumsi. Namun, gula dapat mengalami kerusakan apabila tidak disimpan dengan baik. Kerusakan tersebut dapat berupa terbentuknya kristal gula akibat kristalisasi sukrosa dan tumbuhnya yeast atau kapang selama penyimpanan. Salah satu cara untuk mencegah kristalisasi adalah dengan menambahkan pengawet alami. Penambahan pengawet alami ekstrak kulit buah manggis diharapkan dapat memperpanjang umur simpan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui menduga umur simpan gula kelapa cair dengan penambahan pengawet alami menggunakan metode Accelerated Shelf-Life Testing (ASLT) model Arrhenius.
Penelitian difokuskan pada pendugaan umur simpan gula kelapa cair dengan metode Accelerated Shelf-Life Testing (ASLT) model Arrhenius. Suhu penyimpanan adalah 30, 40, dan 50°C dan waktu penyimpanan selama 28 hari dengan interval pengamatan 7 hari (0, 7, 14, 21, 28). Total unit yang diamati adalah 6 unit yang terdiri dari perlakuan penambahan pengawet alami konsentrasi 0% dan 0,3% yang disimpan dalam berbagai suhu. Parameter kritis pendugaan umur simpan adalah kadar sukrosa. Hasil pendugaan umur simpan gula kelapa cair tanpa penambahan pengawet alami 0,3% yang disimpan pada suhu 30, 40, dan 50°C yaitu 29, 27, dan 27 hari, sedangkan umur simpan gula kelapa cair dengan penambahan pengawet alami lebih lama dibandingkan tanpa pengawet yaitu 30, 29, dan 29 hari.
Liquid coconut sugar has the potential to be a natural sweetener because of its ease of consumption. However, sugar can also be spoiled if is not stored properly. This spoil can include the formation of sugar crystals due to sucrose crystallization and the growth of yeast or mold during storage. One way to prevent crystallization is to add natural preservatives. The addition of natural preservative mangosteen peel extract is expected to maintain the quality of liquid coconut sugar during storage and extend the shelf life of the product. This study aims to knowing the estimation of the shelf life of liquid coconut sugar with addition of natural preservative using Accelerated Shelf-Life Testing (ASLT) method.
The research focused on estimating the shelf life of liquid coconut sugar used in this study was Accelerated Shelf-Life Testing (ASLT) with the Arrhenius model. The storage temperature used were 30, 40, and 50°C. Furthermore, the duration of storage was 28 days with observation intervals of 7 days (0, 7, 14, 21, and 28 days). The total units observed were 6 units consisting of treatments with the addition of natural preservatives with concentrations of 0% and 0,3% which were stored at various temperatures. Chemical properties as critical parameters observed to estimate the shelf life of liquid coconut sugar was sucrose content. The result showed that the estimated shelf life of liquid coconut sugar without the addition of natural preservatives 0,3% stored at 30, 40, and 50°C were 29, 27, and 27 days. Meanwhile, the estimated shelf life of liquid coconut sugar with the addition of natural preservatives were 30, 29, and 29 days.
5201443054C1B020030Pengaruh Daya Tarik, Citra Destinasi, dan Kualitas Pelayanan Terhadap Minat Berkunjung Kembali Melalui Kepuasan Wisatawan Sebagai Variabel Intervening (Studi Pada Objek Wisata di Kabupaten Purbalingga)Wisatawan yang berkunjung kembali dapat mengurangi biaya pemasaran. Sehingga penting untuk memahami minat berkunjung kembali wisatawan. Penelitian ini didasari adanya perbedaan hasil penelitian terdahulu yaitu dari pengaruh daya tarik terhadap minat berkunjung kembali, pengaruh citra destinasi terhadap minat berkunjung kembali, dan pengaruh kualitas pelayanan terhadap minat berkunjung kembali. Kepuasan wisatawan diyakini dapat menjadi variabel intervening dalam topik minat berkunjung kembali. Oleh karena itu, diperlukan penelitian mengenai pengaruh daya tarik, citra destinasi, dan kualitas pelayanan terhadap minat berkunjung kembali melalui kepuasan wisatawan sebagai variabel intervening. Populasi penelitian ini adalah wisatawan berusia 18-64 tahun yang pernah berkunjung ke objek wisata di Kabupaten Purbalingga minimal satu kali dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2019-2023). Peneliti mengambil 100 responden dengan teknik Purposive Sampling. Berdasarkan analisis data menggunakan SEM AMOS menunjukkan: (1) daya tarik tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung kembali, (2) citra destinasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung kembali, (3) kualitas pelayanan tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung kembali, (4) daya tarik tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan wisatawan, (5) citra destinasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan wisatawan, (6) kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan wisatawan, (7) kepuasan wisatawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung kembali, (8) daya tarik tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung kembali melalui kepuasan wisatawan, (9) citra destinasi tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung kembali melalui kepuasan wisatawan, (10) kualitas pelayanan tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung kembali melalui kepuasan wisatawan.Returning tourists can reduce marketing costs. So it is important to understand revisit intention. This research is based on the differences in the results of previous studies, the effect of attractiveness on revisit intention, the effect of destination image on revisit intention, and the effect of service quality on revisit intention. Tourist satisfaction is believed to be an intervening variable in the topic of revisit intention. Therefore, research is needed. The population of this study are tourists aged 18-64 years who have visited tourist attractions in Purbalingga Regency at least once in the last 5 years (2019-2023). Researchers took 100 respondents with purposive sampling. Based on data analysis using SEM AMOS shows: (1) attractiveness does not have a positive and significant effect on revisit intention, (2) destination image has a positive and significant effect on revisit intention, (3) service quality has no positive and significant effect on revisit intention, (4) attractiveness has no positive and significant effect on tourist satisfaction, (5) destination image has a positive and significant effect on tourist satisfaction, (6) service quality has a positive and significant effect on tourist satisfaction, (7) tourist satisfaction has a positive and significant effect on revisit intention, (8) attractiveness does not have a positive and significant effect on revisit intention through tourist satisfaction, (9) destination image does not have a positive and significant effect on revisit intention through tourist satisfaction, (10) service quality does not have a positive and significant effect on revisit intention through tourist satisfaction.
5201524796I1F017005FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN LENGTH OF STAY (LOS) PADA PASIEN ANAK USIA2-59 BULAN DENGAN PNEUMONIA DI RSUD KOTA YOGYAKARTALatar Belakang: Pneumonia merupakan salah satu penyebab kesakitan dan kematian terbanyak anak-anak berusia di bawah lima tahun di dunia. Status kesehatan anak dengan pneumonia selama rawat inap dapat dipengaruhi oleh riwayat tumbuh kembangnya. Standar lama rawat inap (length of stay) pada pasien pneumonia adalah 5 hari. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan length of stay (LOS) pada pasien anak usia 2-59 bulan dengan pneumonia.
Metodologi: Metode observasional analitik dengan pendekatan retrospektif digunakan dalam penelitian ini. Teknik total sampling dilakukan pada data rekam medis pasien anak usia 2-59 bulan dengan pneumonia tahun 2017. Analisa data menggunakan uji Somers’d untuk variabel ordinal dan uji koefisien kontingensi untuk variabel nominal.
Hasil penelitian: Sampel berjumlah 69 dengan usia toddler 35 (50,7%), laki-laki 36 (52,2%), status gizi baik 45 (65,2%), imunisasi lengkap 66 (95,7%), aterm 69 (100%), tingkat pendapatan menengah ke atas 38 (55,1%), dan sampel dengan LOS panjang 28 (40,6%). Nilai signifikansi bermakna pada variabel status gizi (p=0,043) terhadap LOS. Nilai signifikansi tidak bermakna pada variabel usia (p=0,485), jenis kelamin (p=0,870), status imunisasi (p=0,304), dan tingkat pendapatan (p=0,118).
Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan length of stay.
Background: Pneumonia is one of the major causes of mobidity and mortality in children under five in the world. Hospitalised children with pneumonia healthy status were affected by their history of growth and development. Length of stay (LOS) standard for patients with pneumonia is 5 days. The aimed of this study was to obtained the factors related to length of stay on hospitalised children 2-59 months aged with pneumonia.
Methods: This study was retrospective observational analytic study design. Total sampling was used to collect medical record data from hospitalised children 2-59 months aged with pneumonia during 2017. Somers’d was used to analized ordinal variabel, coeficient contingency was used to analized nominal variabel.
Results: This study have collected 69 patients which toddler 35 (50,7%), male 36 (52,2%), nourished 45 (65,2%), immunized 66 (95,7%), aterm 69 (100%), upper middle income 38 (55,1%), and longer LOS 28 (40,6%). Significance value between nutritional status and LOS (p=0,043, r=0,182). Aged (p=0,485), sex (p=0,870), immunization (p=0,304), and level income (p=0,118) had no significance relationship with LOS.
Conclusion: The study showed that there was significance relationship between nutritional status with length of stay.
5201640236C1A019032ANALISIS NILAI TAMBAH PENGOLAHAN KAYU PADA USAHA MEBEL DI KECAMATAN BALAPULANG KABUPATEN TEGALKayu dipilih sebagai bahan baku mebel karena menghasilkan produk yang lebih baik. Namun, pengrajin mebel di Kecamatan Balapulang kurang mempertimbangkan nilai tambah dari mebel, dan adanya keterbatasan bahan baku menjadi faktor penghambat dalam proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tambah yang dihasilkan dari proses produksi mebel di Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal, serta strategi yang dapat digunakan untuk mengatasi kelangkaan bahan baku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis nilai tambah metode Hayami dan Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tambah yang diperoleh setelah melewati proses produksi menjadi lemari sebesar Rp2.917.519, dengan rasio nilai tambah sebesar 61%. Sedangkan, nilai tambah meja dan kursi sekolah setelah melewati proses produksi sebesar Rp1.995.365 dengan rasio sebesar 53%. Strategi yang tepat untuk mengatasi kelangkaan bahan baku adalah strategi agresif dengan pengembangan strategi S-O (Strength and Opportunities). Analisis nilai tambah menggunakan metode Hayami menunjukkan bahwa produk olahan berupa lemari dan meja kursi sekolah memberikan pendapatan besar bagi pengrajin mebel, perlu diperhatikan faktor efisiensi produksi dan keterampilan pekerja untuk menghasilkan inovasi produk yang menarik. Dalam memperoleh stok bahan baku, perlu kerjasama antara pengrajin dengan pemasok kayu yang berkualitas. Pemerintah dapat mendukung pengembangan industri mebel melalui pengembangan infrastruktur, peningkatan akses ke pasar, pelatihan dan pendidikan, serta penyediaan layanan keuangan yang memadai untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal.Wood is chosen as the raw material for furniture because it produces better products. However, furniture craftsmen in Balapulang District do not consider the added value of furniture, and the limited raw materials are a hindrance in the production process. This study aims to determine the added value generated from furniture production processes in Balapulang District, Tegal Regency, as well as strategies that can be used to overcome the scarcity of raw materials. The method used in this study is the Hayami value-added analysis method and SWOT analysis (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). The results showed that the added value obtained after passing through the production process for a wardrobe was Rp2,917,519, with a value-added ratio of 61%. Meanwhile, the added value of school tables and chairs after going through the production process was Rp1,995,365 with a ratio of 53%. The appropriate strategy to overcome the scarcity of raw materials is an aggressive strategy with the development of S-O (Strength and Opportunities) strategies. The value-added analysis using the Hayami method shows that processed products such as wardrobes and school tables and chairs provide significant income for furniture craftsmen. Factors such as production efficiency and workers' skills must be considered to produce innovative and attractive products. In obtaining raw material stocks, cooperation between craftsmen and quality wood suppliers is necessary. The government can support the development of the furniture industry through infrastructure development, increased market access, training and education, and providing adequate financial services to improve economic growth and community welfare in Balapulang District, Tegal Regency.
5201732241I1B017081Gambaran Perilaku Sedentari dan Aktivitas Fisik Mahasiswa Unsoed Selama Masa Pandemi Covid-19Latar belakang: Sistem pendidikan di Indonesia dialihkan menjadi online selama pandemi Covid-19. Mahasiswa akan lebih sering melakukan perilaku sedentari terutama untuk kuliah online serta dapat berpotensi menurunnya tingkat aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku sedentari dan aktivitas fisik pada mahasiswa Unsoed selama masa pandemi Covid-19.

Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan data dilakukan secara online melalui google form. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa aktif S1 dan D3 Universitas Jenderal Soedirman angkatan 2017 hingga 2020. Pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 376 mahasiswa.

Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 73,7% mahasiswa Unsoed selama pandemi memiliki tingkat perilaku sedentari yang sangat tinggi dan aktivitas fisik tinggi (50,8%). Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku sedentari dengan jenis kelamin (p=0,04), serta tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku sedentari dengan periode angkatan dan zona risiko Covid-19 (p=0,569, p=0,38).

Kesimpulan: Perilaku sedentari dan aktivitas fisik mahasiswa selama masa pandemi berada pada kategori sangat tinggi dan aktivitas fisik tinggi.

Kata kunci: perilaku sedentari, Covid-19, aktivitas fisik, mahasiswa, pandemi
Background: The education system in Indonesia was switched to online during the Covid-19 pandemic. Students will often perform sedentary behaviour, especially for studying online and there can be a potential for decreased levels of physical activity. This study aims to describe the sedentary behaviour and physical activity of Unsoed students during the Covid-19 pandemic.

Method: This study is a descriptive study using a cross-sectional approach. Data was collected online via a google form. The population in this study were active undergraduate and D3 students of Jenderal Soedirman University year of study of 2017 to 2020. The sample was taken using a stratified random sampling technique with a total sample of 376 students.

Results: The results showed that 73.7% of Unsoed students during the pandemic had a very high sedentary level of behaviour and high physical activity (50.8%). There was a significant relationship between sedentary behaviour and gender (p = 0.04), also there was no significant relationship between year of study and the Covid-19 risk zone (p = 0.569, p = 0, 38).

Conclusion: The sedentary behaviour and physical activity of students during the pandemic are in very high category and high physical activity.

Keywords: sedentary behaviour, Covid-19, physical activity, students, pandemic.
5201830674K1A016052PEMBUATAN SPRAY GEL EKSTRAK DAUN MANGGA BACANG (Mangifera foetida L.) UNTUK MENGATASI BAU KAKI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureusSalah satu senyawa aktif dari tanaman yang berpotensi sebagai antibakteri adalah ekstrak daun mangga bacang (Mangifera foetida L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antibakteri ekstrak daun mangga bacang terhadap S. aureus, penentuan nilai konsentrasi hambat tumbuh minimum (KHTM), dan memformulasikan ekstrak metanol dan fraksi etil asetat daun mangga bacang dalam sediaan spray gel untuk mengatasi bau kaki. Sediaan spray gel dilakukan karakterisasi selama 16 hari yang meliputi homogenitas, pH, viskositas, dan pola penyemprotan. Nilai KHTM ekstrak metanol daun mangga bacang terhadap S. aureus yaitu 0,5 ppm dengan zona hambat sebesar 0,90 mm. Sediaan spray gel dibuat dengan penambahan ekstrak metanol dan fraksi etil asetat sebesar 0,5, 1, dan 5 ppm. Karakteristik sediaan spray gel setelah dilakukan penyimpanan selama 16 hari yaitu bersifat homogen, pH berkisar 5,50 - 6,00, nilai viskositas berkisar 750-1300 cPs. Hasil pola penyemprotan pada jarak 3 dan 5 cm adalah bulat dan menggumpal, sedangkan pada jarak 10 cm menghasilkan pola yang bulat dan menyebar dengan bobot sebesar 0,09-0,12 gram. Aktivitas antibakteri sediaan spray gel ekstrak metanol dan fraksi etil asetat dengan konsentrasi 0,5; 1; dan 5 ppm pada hari ke-1 secara berturut-turut adalah 1,42; 1,22; 1,62 mm dan 1,77; 2,07; 2,28 mm, sedangkan pada hari ke-16 secara berturut-turut adalah 1,22; 1,62; 1,91 mm dan 1,34; 1,74; 1,89 mm. Uji organoleptik memperoleh nilai terbesar pada parameter bentuk spray gel dengan nilai 4,0 dan 4,1.Bachang mango leaves extract (Mangifera foetida L.) is a potential extract for antibacterial agent. This research aims to examined the potential of bachang mango leaf extract as an antibacterial agent againts S. aureus, determine the minimum inhibitory concentration, formulate bachang mango leaf extract of spray gel to reduce food odor. Spray gel characterized for 16 days includes homogenity, pH, viscosity, and spraying pattern. The minimum inhibitory concentration for the methanol bachang manggo leaves extract is known at 0.5 ppm with the zone diameter of 0.90 mm. The spray gel were developed with methanol extract and ethyl acetat fraction of 0.5; 1; and 5 ppm. The characteristic of spray gel after keeping for 16 days were homogeneous, 5.50 – 6.00 pH range, and 750 – 1300 cPs viscosity range. The result of spraying pattern test at a distance of 3 and 5 cm were round and lumpy pattern, while at a distance of 10 cm it produced a round and diffuse pattern with a weight of 0.09 – 0.12 gram. Antibacterial activity of spray gel with methanol extract and ethyl acetat fraction 0.5; 1; and 5 ppm on day 1 were 1.42; 2.07; 2.73 and 1.77; 2.07; 2.08. while antibacterial activity on day 16 were 1.22; 1.62; 1.91 mm, and 1.34; 1.74; 1.89 mm. The organoleptic test obtained the greatest value on spray gel form parameter with a value of 4.0 and 4.1.
5201950869A1D020151Karakterisasi, Penilaian Kerusakan, dan Pola Penyebaran Penyakit Bercak Daun Antraknosa Pada Durian Bawor di Desa Tanggeran, Kecamatan SomagedePenyakit bercak daun antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum gloeosporioides menjadi salah satu faktor pembatas produktivitas durian Bawor karena menyebabkan bercak nekrosis dan gugurnya daun sehingga menurunkan kapasitas fotosintesis tanaman. Penyakit bercak daun antraknosa semakin sering dijumpai di Desa Tanggeran, namun informasi ilmiah terkait karakteristik patogen, tingkat serangan, dan penyebaran penyakit masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi karakter morfologi patogen penyebab penyakit, 2) menilai tingkat kerusakan yang ditimbulkan, 3) menganalisis pola penyebaran penyakit bercak daun antraknosa pada tanaman durian Bawor. Metode peneliian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui survei lapangan di Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas dan indentifikasi di Laboratorium Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Tanaman durian yang terinfeksi diambil menggunakan purposive sampling pada lima kebun durian Bawor berumur 4–5 tahun dengan total 88 pohon sampel berdasarkan rumus Slovin. Identifikasi jamur dilakukan secara morfologis pada media Potato Dextrose Agar (PDA) melalui pengamatan makroskopis dan mikroskopis. Uji patogenitas dilakukan secara in planta menggunakan postulat koch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bercak daun yang ada lima lahana Desa Tanggeran merupakan bercak daun yang disebabkan oleh jamur C. gloeosporioides dengan bagian atas koloni berwarna putih dan bagian bawah berwarna keabu-abuan, konidia hialin tanpa sekat berbentuk silindiris, dan berukuran 9-16 × 2-4 µm. Kejadian penyakit mencapai 100 % pada seluruh lahan pengamatan dan intensitas penyakit dalam kategori sedang dengan rata-rata sebesar 37,4 %. Pola penyebaran penyakit membentuk pola seragam (uniform pattern), diduga dipengaruhi oleh keberadaan sumber inokulum tetap pada daun yang terinfeksi serta kondisi lingkungan lembap akibat curah hujan tinggi dan pengelolaan budidaya petani, khususnya keberadaan gulma dan tidak adanya pemangkasan dahan bawah. Hasil uji patogenitas menunjukkan gejala serupa dengan gejala lapangan sehingga memperkuat bahwa C. gloeosporioides merupakan penyebab utama bercak daun antraknosa di wilayah tersebut.Anthracnose leaf spot disease caused by Colletotrichum gloeosporioides is one of the limiting factors for Bawor durian productivity because it causes necrotic spots and leaf fall, thus reducing the photosynthetic capacity of the plant. Anthracnose leaf spot disease is increasingly common in Tanggeran Village, but scientific information regarding the characteristics of the pathogen, the level of attack, and the spread of the disease is still limited. This study aims to 1) identify the morphological characteristics of the pathogen causing the disease, 2) assess the level of damage caused, 3) analyze the spread pattern of anthracnose leaf spot disease in Bawor durian plants. The research method uses a quantitative descriptive approach through a field survey in Tanggeran Village, Somagede District, Banyumas Regency and identification at the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. Infected durian plants were taken using purposive sampling in five Bawor durian orchards aged 4–5 years with a total of 88 sample trees based on the Slovin formula. Fungal identification was performed morphologically on Potato Dextrose Agar (PDA) media through macroscopic and microscopic observations. Pathogenicity tests were conducted in planta using Koch's postulates. The results showed that the leaf spots in five fields in Tanggeran Village were caused by the fungus C. gloeosporioides, with white colonies on the top and grayish on the bottom. The hyaline conidia were cylindrical in shape and measured 9-16 × 2-4 µm. The disease incidence reached 100 % in all observation fields, and the disease intensity was in the moderate category with an average of 37,4 %. The disease spread pattern formed a uniform pattern, thought to be influenced by the presence of a permanent inoculum source on infected leaves, humid environmental conditions due to high rainfall, and farmer cultivation management, particularly the presence of weeds and the absence of pruning of lower branches. The results of the pathogenicity test showed symptoms similar to field symptoms, thus confirming that C. gloeosporioides is the main cause of anthracnose leaf spots in the area.
5202046764C1L020028Efektivitas Model Pembelajaran Teams Game Tournament Berbantuan Teka-Teki Silang Terhadap Berpikir Kritis dan Kreativitas Siswa Kelas XI SMAN 3 Purwokerto Penelitian ini bertujuan mengkaji apakah model pembelajaran teams games tournament
(TGT) berbantuan teka-teki silang (TTS) efektif terhadap kemampuan berpikir kritis dan
kreativitas siswa kelas XI pada mata pelajaran ekonomi di SMAN 3 Purwokerto tahun pelajaran
2024/2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif quasy experimental design dengan
nonequivalent control group design yang pada proses penelitian menggunakan dua kelas yaitu
kelas kontrol dan kelas eksperimen. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 98 siswa yang
merupakan jumlah seluruh siswa kelas XI-F3 (jurusan ekonomi) di SMAN 3 Purwokerto. Teknik
pengambilan sampel yang digunakan yaitu Purposive Sampling. Oleh karena itu, sampel dalam
penelitian ini diperoleh 66 responden yang terdiri dari siswa kelas XI-F3A sebagai kelas kontrol
dan kelas XI-F3B sebagai kelas eksperimen. Hasil penelitian dan analisis data dengan
menggunakan uji independent sample t-test diperoleh: (1) pada variabel berpikir kritis nilai thitung
6,192 > ttabel 1,99962 dengan signifikansi 0,000 < 0,05 pada aspek kognitif dan nilai thitung 2,958 >
ttabel 2,00404 dengan signifikansi 0,005 < 0,05 pada aspek afektif, sehingga model pembelajaran
TGT berbantuan TTS efektif terhadap kemampuan berpikir kritis baik pada aspek kognitif
maupun afektif siswa. (2) pada variabel kreativitas nilai thitung 4,822 > ttabel 1,99962 dengan
signifikansi 0,000 < 0,05 pada aspek kognitif dan nilai thitung 4,050 > ttabel 1,99834 dengan
signifikansi 0,000 < 0,05 pada aspek afektif, sehingga model pembelajaran TGT berbantuan TTS
efektif terhadap kemampuan kreativitas siswa.
This research aims to examine whether the teams games tournament (TGT) learning model
assisted by crossword puzzles (TTS) is effective in enhancing the critical thinking and creativity
skills of eleventh-grade students in economics at SMAN 3 Purwokerto for the 2024/2025
academic year. This study employs a quantitative quasi-experimental design with a nonequivalent
control group design, utilizing two classes in the research process, namely the control class and
the experimental class. The population in this study consists of 98 students, which represents the
total number of students in class XI-F3 (economics major) at SMAN 3 Purwokerto. The sampling
technique used is Purposive Sampling. Therefore, the sample in this study comprises 66
respondents, consisting of students from class XI-F3A as the control class and class XI-F3B as the
experimental class. The results of the research and data analysis using the independent sample t-
test obtained: (1) for the critical thinking variable, the t-value is 6.192 > t-table 1.99962 with a
significance of 0.000 < 0.05 in the cognitive aspect and the t-value is 2.958 > t-table 2.00404 with
a significance of 0.005 < 0.05 in the affective aspect, thus the TGT learning model assisted by TTS
is effective in enhancing students' critical thinking skills in both cognitive and affective aspects.
(2) for the creativity variable, the t-value is 4.822 > t-table 1.99962 with a significance of 0.000 <
0.05 in the cognitive aspect and the t-value is 4.050 > t-table 1.99834 with a significance of 0.000
< 0.05 in the affective aspect, thus the TGT learning model assisted by TTS is effective in enhancing
students' creativity skills.