Artikelilmiahs

Menampilkan 5.081-5.100 dari 48.822 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
508114894A1L012140KAJIAN STATUS HARA KALIUM PADA LAHAN SAWAH DI WILAYAH IRIGASI KRENCENG KECAMATAN KEMANGKON KABUPATEN PURBALINGGAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui status hara kalium pada tanah yang memperoleh air dari Irigasi Krenceng Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga, memetakan status hara kalium pada tanah sawah yang memperoleh air dari Irigasi Krenceng Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga dan mengetahui dosis pupuk yang sesuai untuk memenuhi kekurangan unsur hara kalium di dalam tanah. Penelitian dilaksanakan secara survey di lahan sawah wilayah Irigasi Krenceng Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga. Variabel yang diamati yaitu pH tanah, K-total, K-tersedia, C organik, KTK dan kejenuhan basa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa K-total pada lahan sawah wilayah Irigasi Krenceng yaitu 22,8 mg/100 g tanah dan berada pada status sedang. Hasil analisis yang dilakukan pada K-tersedia di lahan sawah wilayah Irigasi Krenceng yaitu 0,20 me/100 g tanah, menunjukkan bahwa K-tersedia dalam tanah berada pada status rendah. pH tanah pada lokasi penelitian menunjukkan status agak masam (6,1), KTK pada status rendah yaitu 11,56 me/100 g, kandungan C-organik pada lokasi penelitian yaitu 3,05% termasuk status tinggi. Persentase kejenuhan basa yaitu 59,89% dan berstatus sedang. Peningkatan kadar K-tersedia dapat ditingkatkan dengan pemupukan dan pengembalian jerami hasil panen ke dalam tanah. The research aimed to determine the nutrient status of potassium in paddy field which irrigated from Krenceng Irigation subdistrict Kemangkon Purbalingga, mapping the nutrient status of potassium in paddy field which irrigated from Krenceng Irigation subdistrict Kemangkon Purbalingga and determine dosage of fertilizer to increase the nutrient of potassium in soil. The research was conducted with survey in paddy field at area Krenceng Irigation subdistrict Kemangkon Purbalingga. Variables were observed soil pH, K-total, available K, C-organic, CEC and base saturation. The result showed that K-total in paddy field area Krenceng Irigation was 22,8 mg/100 g soil and status of K-total in medium level. Analysis result of available K in paddy field area Krenceng Irigation i.e. 0,20 me/100 g, available K at low status. Soil pH at the research area indicated status somewhat sour (6,1). CEC on low level i.e. 11,56 me/100 g, C-orgnaic content at the research area i.e. 3,05% including high status. Percentage of base saturation namely. 59,89% and medium status. The avaibility of K could be increased by fertilization and returns straw into soil.
508214895A1M012057ANALISIS TINGKAT PENERAPAN DOKUMEN SISTEM PENJAMINAN MUTU DI INDUSTRI KECIL MENENGAH GULA KELAPA KRISTAL DESA BOJONG, PURBALINGGAIndustri Kecil Menengah (IKM) Sari Bumi merupakan produsen gula kelapa di Purbalingga dengan berpedoman pada dokumen sistem penjaminan mutu yang berisi kegiatan terencana dan sistematis. Sistem penjaminan mutu yang baik, konsisten, dan berkelanjutan dapat berpengaruh pada mutu produk. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui tingkat persepsi kemudahan pelaksanaan terhadap dokumen prosedur mutu, 2) Mengetahui tingkat pelaksanaan responden terhadap dokumen prosedur mutu, 3) Mengetahui tingkat persepsi kemudahan pelaksanaan terhadap dokumen instruksi kerja, 4) Mengetahui tingkat pelaksanaan responden terhadap dokumen instruksi kerja, 5) Mengetahui pengaruh kegiatan kaji tindak terhadap karakteristik mutu gula kelapa IKM Sari Bumi berdasarkan SNI 01-3743-1995. Penelitian ini dilaksanakan di Industri Kecil Menengah Sari Bumi gula kelapa kristal Desa Bojong, Kecamatan Mrebet, Purbalingga. Penelitian dilakukan menggunakan metode kaji tindak dengan responden sebanyak 40 orang. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan kaji tindak meningkatkan persepsi tingkat kemudahan terhadap dokumen prosedur mutu pada setiap elemen. Kegiatan kaji tindak meningkatkan tingkat pelaksanaan terhadap dokumen prosedur mutu pada setiap elemen. Kegiatan kaji tindak meningkatkan persepsi tingkat kemudahan terhadap dokumen instruksi kerja proses produksi dan penggunaan utilitas dari agak mudah (5,2-5,4) menjadi mudah (5,9), sedangkan instruksi kerja pembuangan air buangan tetap sama mudah. Kegiatan kaji tindak meningkatkan tingkat pelaksanaan terhadap dokumen instruksi kerja proses produksi dari dilaksanakan cukup baik (3,2) menjadi dilaksanakan dengan baik (3,7), sedangkan penggunaan utilitas dan pembuangan air buangan tetap sama dilaksanakan cukup baik. Kegiatan kaji tindak dapat memperbaiki sifat sensori, kadar air, kadar abu, dan gula reduksi pada gula kelapa kristal di IKM Sari Bumi.Small and Medium Enterprise (SME) Sari Bumi is a crystals palm sugar producers in Purbalingga which referring to the document that contains the quality assurance system planned and systematic activities. A good quality assurance system is consistent, sustainable and can affect the quality of the product. This research aimed to determine: 1) Knowing the respondents’ perception level of the convenience of the quality procedure document implementation, 2) Knowing the respondents’ implementation level of the quality procedures document, 3) Knowing the respondents’ perception level of the convenience of the work instructions document implementation, 4) Knowing the respondents’ implementation level of the work instructions document, 5) Knowing the impact of action research to the quality characteristics of Sari Bumi’s crystal palm sugar based on SNI 01-3743-1995. This research was conducted in the Sari Bumi Small and Medium Enterprise which produces crystals palm sugar in Bojong Village, Mrebet District, Purbalingga. The research was done by using action research method and the number of respondents was 40 people. The results showed that action research activities enhance the perception of the convenience level of the quality assurance system on each element. It also increased the level of implementation of the quality assurance system document on each element. Action research activities enhanced the perception of the level of the convenience of the work instruction document in production process and the usage of utilities from ‘rather easy’ (5.2 to 5.4) becomes easy (5.9), while the work instructions remain the same in waste water disposal element. It also increased the level of implementation of the work instruction document production process from implemented fairly well (3.2) to be implemented properly (3.7), while the usage of utilities and disposal of waste water remain the same as before which is good enough. This action research can improve the sensory properties, moisture content, ash content, and reducing sugar in crystals palm sugar in Sari Bumi.
508314897A1L011160Teknologi Media Bibit Jamur Dari Limbah Serbuk Gergajian Kayu Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Aneka Jamur EdibelABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh formulasi media bibit jamur dari limbah serbuk gergajian kayu terhadap pertumbuhan dan produksi aneka jamur edibel, 2) mengetahui potensi pertumbuhan dan produksi aneka jamur edibel dengan menggunakan teknologi media tumbuh dari serbuk gergajian kayu; dan 3) mengembangkan teknologi pemanfaatan limbah serbuk gergajian kayu sebagai media tumbuh bibit jamur konsumsi yang bernilai ekonomis dan prospektif. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor. Faktor percobaan adalah sepuluh jenis jamur (jamur tiram putih, jamur tiram coklat, jamur tiram merah muda, jamur tiram ungu, jamur merang, jamur shiitake, jamur kuping, jamur enokitake, jamur nyoko, dan jamur ling zhi). Variabel yang diamati adalah waktu tumbuh jamur, bobot jamur segar, dan laju tumbuh jamur. Data dianalisis dengan analisis ragam, terhadap perlakuan yang berbeda nyata dilanjutkan dengan uji DMRT (P<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh jenis jamur yang tumbuh pada media serbuk gergajian kayu, dan terdapat tiga jenis jamur yang tidak tumbuh. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan media tumbuh berpengaruh nyata terhadap waktu tumbuh jamur serta tidak berpengaruh nyata terhadap bobot jamur segar, dan laju tumbuh jamur. Sedangkan jamur yang paling sesuai tumbuh pada media serbuk gergajian diantara ketujuh jamur tersebut yaitu Jamur Tiram Merah Muda dengan laju pertumbuhan paling besar yaitu 1,89 g/hari..

Kata kunci: jenis jamur, media serbuk gergaji
ABSTRACT

This research aims were to: 1) determined the effect of formulation of mushroom seedling media from wood sawdust waste to the growth and production of various edible mushrooms, 2) determined the potential growth and production of various edible mushrooms using technology media from wood sawdust waste, and 3) developed technology of wood sawdust waste as mushrooms seedling media which have economic and prospective values. This research using Completely Randomized Design (CRD) with one factor. Trial factors were ten types of mushrooms (white oyster mushroom, brown oyster mushroom, pink oyster mushroom, purple oyster mushroom, straw mushroom, shiitake mushroom, cloud ear mushroom, enokitake mushroom, nyoko mushroom, and ling zhi mushroom). The variables measured were growth time mushrooms, fresh weight mushrooms, and growth rate of the mushrooms. Data were analyzed using variance analysis towards the different treatment and continued with Duncan Multiple Range Test (P<0,05). The result showed that seven types of mushrooms grew on sawdust media, and there are three types of mushrooms did not grew. The result of variance analysis showed the growth media significantly affect the growth time of mushrooms, but did not significantly affect the fresh weight mushrooms, and that did not significantly affect to the growth rate of the mushrooms. Where the most appropriate species of mushrooms that grews on sawdust media is Pink Oyster Mushroom with highest growth rate of the mushroom is 1,89 grams/days.

Keyword: kind of mushrooms, wood sawdust waste media
508414898B1J012063Kelimpahan Bakteri dan Ciliata pada Serasah Daun Matoa Terdekomposisi Di Kebun Raya BaturradenRuntuhan serasah daun (litterfall) merupakan sumber utama dalam siklus hara di dalam ekosistem hutan. Serasah daun yang jatuh sedikit demi sedikit terkumpul di tanah hutan hingga proses dekomposisi dimulai. Proses dekomposisi akan terus berlangsung dengan adanya serasah yang terus berjatuhan. Mikroorganisme tanah, seperti bakteri dan protozoa memiliki peran penting dalam mengendalikan fungsi ekosistem melalui dekomposisi dan siklus nutrisi dan dapat dijadikan sebagai indikator perubahan penggunaan lahan dan kondisi ekosistem. Struktur dan aktivitas komunitas mikroorganisme tanah sebagian besar tergantung pada status dari habitat tanahnya. Komunitas mikroorganisme tanah dapat mengalami pergeseran komposisi pada tiap tingkatan keanekaragaman tumbuhan, dan yang paling mempengaruhi perubahan tersebut adalah komunitas bakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan bakteri dan ciliata yang berperan dalam proses dekomposisi, dan mengetahui kandungan unsur C dan N total pada serasah daun matoa terdekomposisi di Kebun Raya Baturraden. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah survey dengan pengambilan sampel secara acak terpilih (Purposive random sampling). Pengambilan sampel serasah daun matoa dilakukan di petak 2 hutan produksi terbatas sebelah barat Kebun Raya Baturraden. Parameter utama yang diamati meliputi kelimpahan bakteri dan ciliata yang terlibat dalam dekomposisi, sedangkan parameter pendukung diantaranya laju dekomposisi serasah, rasio C:N, suhu, kelembaban, pH, dan jenis tanah. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan ciliata tertinggi ditunjukkan pada akhir pengamatan mencapai 4,06 x 103 individu.g-1 berkorelasi dengan kelimpahan bakteri tertinggi mencapai 1,66 x 1013 CFU’s.g-1. Semakin lama serasah daun matoa terdekomposisi oleh bakteri maka semakin sedikit nutrisi yang tersedia pada serasah daun tersebut, ditandai dengan rasio C:N pada hari ke-49 mencapai 22,68%. Laju dekomposisi serasah daun matoa di kawasan Kebun Raya Baturraden adalah 0,0109%.Leaf litterfall is a major source of nutrient cycling in forest ecosystems. Leaf litter that falls gradually accumulates in forest soils until the decomposition process starts. The decomposition process will continue with the amount of leaf litter that continue to fall. Soil microorganisms, such as bacteria and protozoa have a role in controlling the function of the ecosystem through decomposition and nutrient cycling and can be used as indicators of changes in land use and the condition of the ecosystem. The purpose of this study was to determine the abundance of bacteria and ciliate that play a role in the decomposition process, and know the content of the elements C and total N in matoa leaf litter that decomposed at Baturraden Botanical Garden. The method used in this study is a survey with purposive random sampling. The sample of leaflitter was taken at partition 2 limited production forest west side from Baturraden Botanical Garden. The main parameters observed abundance of bacteria and ciliate involved in decomposition, while supporting parameters including the rate of decomposition of litter, C:N ratio, temperature, humidity, pH, and soil types. The data were analyzed descriptively. The results showed that the highest ciliate abundance is shown at the end of the observation reached 4,06 x 103 individual.g-1 correlates with the highest bacterial abundance reached 1,66 x 1013 CFU’s.g-1. The longer the matoa leaf litter decomposition by bacteria, the fewer nutrients available in the leaf litter, showed by the lower of C: N ratio at the end of the observation reached 22,68%. Decomposition rate of matoa leaf litter in Baturraden Botanical Garden is 0,0109%.
508514916C1B010011Analisis Pengaruh Kompensasi, Budaya Organisasi, Dan Komitmen Organisasi Terhadap Motivasi Kerja Karyawan (Studi Pada PDAM Tirta Satria Banyumas)Penelitian ini berjudul Analisis Pengaruh Kompensasi, Budaya Organisasi dan Komitmen Organisasi Terhadap Motivasi Kerja Karyawan PDAM Tirta Satria Banyumas. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh kompensasi, budaya organisasi, dan komitmen organisasional terhadap motivasi kerja karyawan. Penelitian ini merupakan studi kasus yang dilakukan dengan survey dalam pengumpulan datanya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan yang ada pada PDAM Tirta Satria Banyumas yang berstatus pegawai tetap. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dan pengujian hipotesis dilakukan dengan uji t.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi, budaya organisasi, dan komitmen organisasional mempunyai pengaruh signifikan terhadap motivasi kerja karyawan dan budaya organisasi memberikan paling besar terhadap motivasi kerja karyawan.
Implikasi dari penelitian ini bahwa PDAM Tirta Satria Banyumas harus dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan kompensasi karyawannya, meningkatkan dan menumbuhkan budaya organisasi serta menumbuhkan komitmen organisasi karyawannya dengan cara menanamkan pada karyawan memberikan arti yang besar bagi mereka sehingga motivasi kerja karyawan tetap terjaga dan semakin meningkat. Untuk meningkatkan motivasi kerja pada karyawan PDAM Tirta Satria Banyumas dapat melakukannya dengan memperbaiki budaya dalam organisasi. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain dengan meningkatkan disiplin karyawan terhadap berbagai peraturan yang berlaku bagi semua karyawan tanpa memandang status maupun jabatan dalam organisasi. Perusahaan juga dapat meningkatkan motivasi pada karyawan dengan memberikan penghargaan kepada karyawan sesuai dengan kecerdasan yang dimilikinya.
This study entitled Analysis of Effect of Compensation, Organizational Culture and Organizational Commitment Employee Motivation Banyumas PDAM Tirta Satria. The research objective was to analyze the effect of compensation, organizational culture and organizational commitment to employee motivation. This research is a case study conducted by the survey data collection. The population in this study are all existing employees at PDAM Tirta Satria Banyumas with the status of a permanent employee. The analysis tool used is multiple linear regression and hypothesis testing performed by t test.
The results showed that compensation, organizational culture and organizational commitment have a significant influence on employee motivation and organizational culture gives most to employee motivation.
The implications of this study that the Banyumas PDAM Tirta Satria should be able to maintain or even increase the compensation of employees, improve and grow the culture of the organization and the organization's commitment to grow its employees by instilling in employees give great meaning to them so that employee motivation is maintained and increased. To increase the motivation of the employees Banyumas PDAM Tirta Satria can do so by improving the culture within the organization. Some things that can be done for example by improving employee discipline against the rules which apply to all employees regardless of status or position within the organization. Companies can also increase motivation in employees by giving awards to employees in accordance with the intelligence he had.
508614899G1G011053PERBEDAAN MORFOLOGI DAN KEKUATAN GESER KITOSAN 2% DENGAN VARIASI KONSENTRASI ZIRKONIA-METAKAOLIN
SEBAGAI BASE LAYER ANTARA METAL DENGAN
KOMPOSIT PADA MAHKOTA GIGI
PORCELAIN FUSED TO METAL
Fraktur pada gigi tiruan porcelain fused to metal (PFM) merupakan masalah yang sering dijumpai. Perawatan pada kasus tersebut umumnya berupa penggantian mahkota PFM secara keseluruhan. Alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan penumpatan langsung menggunakan komposit dan bahan berupa base layer untuk melekatkan antara metal dengan komposit menggunakan kitosan, zirkonia, dan metakaolin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan morfologi dan kekuatan geser terhadap kitosan 2% dengan variasi zirkonia-metakaolin sebagai base layer antara metal dengan komposit pada mahkota gigi PFM. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratories dengan metode post test-only control group design. Terdapat lima kelompok sampel dalam penelitian ini. Kelompok 1 kitosan 2% perbandingan zirkonia-metakaolin 1:1, kelompok 2 kitosan 2% perbandingan zirkonia-metakaolin 2:1, kelompok 3 zirkonia-metakaolin perbandingan 1:1 tanpa tambahan kitosan, kelompok 4 zirkonia-metakaolin perbandingan 2:1 tanpa tambahan kitosan dan kelompok 5 sebagai kontrol menggunakan bahan adesif pabrikan. Karakteristik morfologi dengan scanning electron microscope (SEM) serta uji kekuatan geser dengan universal testing machine. Hasil pengukuran lebar celah kelompok 1; 2; 3; 4; 5 berturut-turut adalah 1,50µ; 0,00µ; 0.00 5,50µ; 4,01µ; 6,01µ. Hasil uji kekuatan geser kelompok 1; 2; 3; 4; 5 berturut-turut adalah 69,97 Mpa; 132,64 Mpa; 24,12; 56,50 Mpa; 234,56 Mpa. Uji Anova menunjukkan ada perbedaan bermakna antara kelima kelompok. Karakteristik morfologi menunjukkan celah terkecil dihasilkan kelompok 3, sedangkan nilai tertinggi uji kekuatan geser dihasilkan kelompok 5.Artificial tooth crown fractures are the problem that often occurs. Tooth crown fracture may occurs porcelain fused to metal (PFM). Type of treatment that usually do is by replacing overall the PFM crown. Another alternative is direct restoration by using composites and additional materials such as base layer for attaching the metal and composite, that materials can found in nature such as chitosan, zirconia and metakaolin. This study aims to determine morphological and shear strength differences of chitosan 2% with zirconia-metakaolin as a base layer between metal and composite at PFM crown. This research method is laboratory experimental with post-test-only control group design. There are five groups of samples in this study. The first group using chitosan 2% with ratio zirconia-metakaolin 1:1 with additional chitosan, second group using chitosan 2% with ratio zirconia-metakaolin 2: 1 with additional chitosan, third group using chitosan 2% with ratio zirconia-metakaolin 1:1 without additional chitosan, fourth group using chitosan 2% with ratio zirconia-metakaolin 2:1 without additional chitosan and the fifth group as a control using adhesive manufacturer. Morphological characterization done by Electron Scanning Microscope (SEM) and shear strength tests done by Universal Testing Machine. Measurement results in group 1; 2; 3; 4; 5 sequentially are 1,50µ; 0,00µ; 0.00 5,50µ; 4,01µ; 6,01µ. Shear strength test result in group 1; 2; 3; 4; 5 sequentially are 69,97 Mpa; 132,64 Mpa; 24,12; 56,50 Mpa; 234,56 Mpa. Anova showed there is significant differences between the groups. Morphological characteristics determine the smallest gap resulted in group 3 and the highest value of the shear strength test resulted in group 5.
508714905F1A011013Konsepsi Diri Kaum Gay Di Kota SurakartaTidak ada bayi yang dilahirkan dengan identitas gay. Proses pertumbuhan individu dari bayi hingga dewasa membentuk sebuah konsepsi diri. Gay adalah sebutan bagi laki-laki yang memiliki rasa ketertarikan secara emosional maupun seksual kepada sesama laki-laki. Nilai dan norma merupakan aturan baku yang mengatur kehidupan individu di dalam masyarakat yang melarang hubungan sesama jenis. Ketakutakan akan sanki sosial yang memutuskan kaum gay untuk hidup dengan dua dunia. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian kualitatif deskriptif dengan sasaran penelitian adalah kaum gay di Kota Surakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data berupa data primer dan sekunder. Analisis data menggunakan analisis interaktif dan validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada dasarnya tidak ada yang membedakan antara konsepsi diri kaum gay dengan laki-laki heteroseksual. Kisah hidup yang tidak seperti diharapkan menimbulkan satu keinginan besar untuk mendapatkan kebahagiaan yang pada akhirnya merubah identitas seorang laki-laki normal menjadi gay. Kisah percintaan yang kamu gay jalani sama seperti pada hubungan yang dijalin oleh pasangan heteroseksual. Tanpa adanya risiko kehamilan inilah yang membuat kaum gay rela menjalani hidupnya sebagai laki-laki normal di hadapan keluarga serta masyarakat dan menjadi seorang gay di dunia kedua yang mereka sembunyikan. Implikasinya bahwa hingga detik ini kaum gay belum terlepas dari anggapan sebagai orang dengan perilaku menyimpang, hingga pada akhirnya perlakuan diskriminasi tidak luput mengincar kehidupan yang dilarang oleh nilai dan norma tersebut. Disisi lain, kehidupan mereka yang menyediakan kebebasan melakukan hubungan seksual menjadi hal yang perlu mendapatkan perhatian yang lebih dari organisasi atau komunitas gay karena aktivitas seksual mereka erat kaitanya dengan penularan HIV/AIDS.
Kata Kunci : Gay, Konspesi Diri, Kisah Percintaan, Di hadapan Keluarga dan Masyarakat
No babies born with a gay identity. The process of individual growth from infant to adullt form a conception self. Gay is a term for men who have a sense of emotional and sexsual attraction to other men. Values and norms are basic rules that govern the lives of individuals in the community that prohibits same-sex relathionships. Affraid will sanksi gay social decide to live with the two worlds. The study uses descriptive qualitative research techniques with the goal of research is gay in Surakarta. The sampling technique used purposive sampling technique. Data were collected through interviews, observation, and documentation. Sources of data in the form of primary and secondary data. Analysis of data using interactive analysis and data validity using triangulation technique. The results of this study indicate that basically nothing to distinguish between the self-conception of gays by heterosexsual men. The live acts were not as expected, posing a great disire to obtain happiness that ultimately chane the identity of a man’s normal to be gay. Gay love story you live the same as on the relationship forged by heterosexsual couples. Without the risk of pregnancy is what makes gay willing to live her life as a normal man in front of the family and the community an being gay in the world they hide. The implication is that until this moment gays have not been separated from the assumption as people with deviant behaviour, ultimately did not escape the discrimination prohibited by targeting life values and norms. On the other hand, the lives of those who provide freedom of sexual intercourse, had to be getting more attention than the organization or the gay community because of their sexual activity close relation to the spread of HIV/AIDS.
Keywords : Gay, the conception of the Self, Love Story, In the presence of family an
community.
508814901F1A011017REALITA KEHIDUPAN KAUM WARIA DI KAMPUNG SRI RAHAYU PURWOKERTO
(Studi Mengenai Front Stage dan Back Stage Kehidupan Sosial Kaum Waria)
Waria merupakan sebutan bagi kaum laki-laki yang memiliki kelainan orientasi seksual dan cenderung lebih terlihat serta nyaman menjadi seorang perempuan. Diantara pelaku penyimpangan orientasi seksual lain seperti lesbian, gay, biseksual, dan transeksual, seorang waria pada umumnya lebih terlihat eksis dan banyak diketahui masyarakat akan kehadirannya. Diskriminasi dan stigma negatif dari masyarakat adalah sesuatu yang selalu melekat dalam kehidupannya. Diskriminasi tersebut antara lain dapat berupa kekerasan fisik, pelecehan, pengucilan, dan sebagainya. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif deskriptif. Sasaran penelitiannya adalah kaum waria dengan kategori menetap lebih dari satu bulan, menjalani hidup sebagai seorang waria lebih dari satu tahun, dan memiliki profesi yang berbeda satu sama lain. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Lokasi penelitian ini adalah di Kampung Sri Rahayu, Purwokerto. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisa data dilakukan dengan metode analisis interaktif dan validasi data yang digunakan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam menjalani kehidupannya, setiap profesi yang ditekuni oleh waria memiliki perbedaan konteks pengelolaan peran dalam front stage dan back stage nya. Pengelolaan peran tersebut mereka tunjukkan dalam menjalankan pekerjaan, berinteraksi dengan masyarakat, teman, dan keluarga. Namun mereka memiliki berbagai permasalahan dalam menjalankan kehidupan di front stage maupun back stage, sehingga harus membutuhkan strategi untuk tetap menjalankan perannya dengan baik di hadapan masyarakat. Selain itu, mereka juga memiliki beberapa faktor dan alasan untuk mempertahankan posisi di hadapan masyarakat. Faktor tersebut terdiri dari faktor ekonomi, faktor psikologis, dan faktor sosial. Implikasi dalam penelitian ini yaitu kita sebagai kaum heteroseksual harus bersikap saling menghargai kodrat dan apapun yang terjadi antar sesama manusia, dan berhenti menilai seseorang dari penampilan luarnya saja. Sebagai kaum yang selalu menerima diskriminasi, berdasarkan fakta dalam menjalani kehidupannya, waria tidak selalu bertindak menyimpang, namun mereka juga mampu berusaha serta memiliki profesi yang tidak melanggar norma, bahkan mampu berbaur dengan masyarakat secara baik.Transsexual is a term for men who have disorders of sexual orientation and tend to be more visible and comfortable being a woman. Among the perpetrators of sexual orientation other irregularities such as lesbian, gay, bisexual, and transsexual, transvestite generally be seen to exist and as a community that’s known by the public. Discrimination and stigma is something that is always inherent in his life. Discrimination among others can be physical violence, harassment, exclusion, etc. This study was a descriptive qualitative research. Goal of research is the transvestites with categories persist for more than one month, live life as a transsexual more than one year. The sampling technique used purposive sampling technique. The location of this research is in Sri Rahayu hutmant, Purwokerto. Data were collected through interviews, observation, and documentation. The analysis of data was conducted using interactive analysis and validation of the data used by triangulation techniques. The results of study showed that in living her life, every profession occupied by transsexual have different roles in the context of the impression management of front stage and back stage. The impression management of the role they have shown in carrying out the work, interact with peoples, friends, and family. However, they have various problems in the running of life on the front stage and back stage, so it should require a strategy for fixed function well in public. In addition, they also have some of the factors and reasons to maintain a position in front of public. These factors conssist of economic factors, psychological factors and social factors. The implication in this study that we as heterosexuals should be mutual respect nature and whatever happens among humans, and stop judging someone from their appearance alone. As a people who have always discriminated, based on the facts in living her life, not always deviated transsexual, but they were also able to try and have a profession that does not violate the norms, even able to mingle with the community as well.
508914684E1A009156UPAYA KEJAKSAAN NEGERI PURWOKERTO DALAM MENCEGAH TINDAK PIDANA KORUPSITindak pidana korupsi di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun, dan membawa dampak buruk terhadap perekonomian nasional. Oleh karena itu upaya-upaya untuk memberantas tindak pidana korupsi menjadi perhatian utama bagi pemerintah, diantaranya dengan melakukan pencegahan terhadap tindak pidana korupsi. Kejaksaan merupakan salah satu lembaga yang mempunyai peranan penting dalam upaya pencegahan Tindak Pidana Korupsi agar tidak semakin meluas dan membudaya di kalangan masyarakat, yaitu dengan melaksanakan upaya preventif, represif, dan edukatif.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan sumber bahan hukum, primer dan sekunder dengan metode normatif kualitatif. Metode pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan studi kepustakaan, inventarisasi peraturan perundang-undangan dan studi dokumen. Metode penyajian bahan hukum disajikan dalam bentuk teks naratif.
Pencegahan represif direfleksikan dengan meningkatnya penyelesaian perkara tindak pidana khusus, yaitu sebanyak 9 kasus korupsi dari target 1 kasus tindak pidana korupsi. Upaya preventif yang dilakukan, adalah dengan meningkatkan profesionalitas pegawai Kejaksaan melalui bimbingan, pengarahan, ajakan dan pendidikan kilat bagi para Jaksa. Sedangkan Upaya edukatif dilaksanakan melalui penerangan hukum masyarakat anti KKN sebanyak 4 kali oleh Kejaksaan Negeri Purwokerto.
Upaya preventif dalam memberantas Tindak Pidana Korupsi diharapkan dapat lebih dioptimalkan, karena upaya preventif relatif lebih menyingkat waktu dan biaya dibandingkan dengan upaya represif yang membutuhkan waktu penyelesaian yang lama dan biaya yang besar
Corruption in Indonesia was increasing from year to year, and an adverse impact to the national economy. Therefore, efforts against the corruption has being a major concern for the government, including the prevention of corruption. Public attorney is one institution that has an important role in the prevention of Corruption, in order not to spread more wide and entrenched in the community, namely by implementing preventive measures, repressive and educative.
The method used in this research is normative juridical approach to legislation. Specifications of the research is a descriptive study using material source of law, the primary and secondary qualitative normative method. Methods of collecting legal material to do with the study of literature, an inventory of legislation and study the document. Method of presenting legal materials presented in the form of narrative text.
Repressive effort reflected by the increasing settlement of criminal case specifically, as many as 9 cases of corruption from 1 case targeted before. Preventive measures implemented by enhance the professionalism of employees of the Attorney through the guidance, direction, invitations and lightning education for the prosecutors. While educational efforts carried out through by public lighting anti-corruption law as much as 4 times by the District Attorney of Purwokerto.
Preventive effort against the corruption is expected to be further optimized, because preventive efforts save more time and cost compared to repressive efforts that require long lead time and cost.
509014902B1J011053Intensitas dan Variasi Morfometrik Trichodina sp. pada Benih Ikan Gurami (Osphronemus gouramy Lacepede) Pendederan I yang dijual di Pasar Ikan Purwonegoro Kabupaten BanjarnegaraPasar Ikan Purwonegoro, Kabupaten Banjarnegara merupakan pasar ikan terbesar se-Jawa Tengah. Pasar ikan ini berfungsi sebagai sentra jual beli ikan dan lalu lintas benih ikan di tempat tertentu ke lokasi petani ikan. Hal ini menyebabkan terjadinya penyebaran suatu jenis penyakit tertentu dari satu daerah ke daerah lain. Trichodina sp. ditemukan hampir di seluruh wilayah sentra jual-beli ikan gurami dengan tingkat patogenisitas mencapai 80%. Trichodina sp. memiliki peran besar dalam produksi budidaya ikan gurami dengan cara menurunkan kondisi fisik ikan sehingga membahayakan dan menimbulkan kematian ikan gurami pada fase benih. Hasil penelitian ditemukan tingkat patogenitas sebesar 37,33%. Hal ini menunjukkan bahwa sebanyak 150 ekor benih ikan gurami yang diperiksa, 56 ekor benih yang terinfeksi Trichodina sp. Jumlah Trichodina sp. yang ditemukan sebanyak 573 individu dari benih yang terinfeksi. Intensitas total Trichodina sp. pada benih ikan gurami sebesar 10,97 individu/ekor dan tergolong cukup tinggi. Hasil pengukuran karakter morfometrik Trichodina sp. menunjukkan adanya variasi morfometrik dengan diameter tubuh 47,5 – 112,5 µm; diameter cincin dentikel 22,5-47,5 µm ; diameter dentikel 12,5-42,5 µm, diameter adhesive disc 37,5-65 µm; lebar membran 2,5-7,5 µm dan jumlah dentikel 13-28. Trichodina sp. yang ditemukan diduga terdapat tiga jenis yaitu T. heterodentata, T. nigra, dan T. acuta. Fish market Purwonegoro, Banjarnegara district is the largest fish market in Central Java. This fish market serves as a center for selling fish and fish seed traffic in a certain place to fish farmers. This led to the spread of a certain types of diseases from one area to another. Trichodina sp. are found almost in all regions of the Central trading gouramy fish with pathogenicity level reaches 80%. Trichodina sp. has a major role in the production of gouramy fish farming by means of lowering the physical condition of the fish so that the harm and cause of death of fish gouramy in the seed. Results of the study found levels of highly pathogenic of 37,33%. This shows that as many as 150 tail gourami fish seed which checked, tails of infected seed 56 Trichodina sp. number of Trichodina sp. was found as many as 573 individual from infected seed. The total intensity of Trichodina sp. on gouramy fish seed of individual 10.97/tail and is quite high. The results of measurements morphometric characters of Trichodina sp. showed a morphometric variation with a diameter of body 47.5 – 112.5 µm; the diameter of the denticle ring 22.5-47,5 µm; diameter of denticle 12.5-42.5 µm, diameter adhesive disc 37.5-65 µm; the width of the membranes of 2.5-7.5 µm and the number of denticle 13-28. Trichodina sp. was found allegedly contained three types namely T. heterodentata, T. nigra, and T. acuta.
509114903H1K010028DISTRIBUSI MAKRO DAN MIKRO PLASTIK DI PANTAI DAN PERAIRAN TELUK PENYU, CILACAPMakro dan mikro plastik yang terdistribusi ke pantai dan perairan Teluk Penyu diduga memiliki potensi bahaya bagi biota laut dan secara tidak langsung berdampak pada keberlanjutan kehidupan manusia. Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui jenis, warna, jumlah, ukuran dan berat makro dan mikro plastik. Penelitian ini menggunakan metode survei dan teknik pengambilan data menggunakan simple random sampling dengan 5 titik stasiun di pantai dan 3 titik stasiun di perairan. Hasil menunjukkan jenis makroplastik yang paling banyak ditemukan yaitu polypropylene (PP) dan yang paling sedikit ditemukan yaitu polyethylene therephtlate (PETE) serta didominasi warna putih. Stasiun V merupakan stasiun dengan rata-rata ukuran makroplastik tertinggi sedangkan stasiun I merupakan stasiun dengan rata-rata ukuran terendah. Jumlah berat makroplastik tertinggi terdapat pada stasiun I, jumlah berat terendah terdapat pada stasiun IV. Mikroplastik yang paling banyak ditemukan yaitu film dan yang paling sedikit ditemukan yaitu fiber dan fragment. Stasiun III merupakan stasiun dengan rata-rata ukuran mikroplastik tertinggi sedangkan stasiun I merupakan stasiun dengan rata-rata ukuran terendah. Jumlah berat mikroplastik tertinggi terdapat pada stasiun I, jumlah berat terendah terdapat pada stasiun III.

Macro and micro plastics are distributed on Teluk Penyu costal and in marine water has potential danger to marine organism and indirectly affect the sustainability of human life. This study aims to determine the type, color, number, size and weight of the macro and micro plastics. A survey method carried out using simple random sampling with 5 stasions in coastal and 3 stations in marine water. The results indicated that polypropylene (PP) was the highest found as macroplastics type and polyethylene therephtlate (PETE) was the lowest found which dominated by white colour. The highest average of macroplastics size was in station V and the lowest was in station I. Station I was the highest weight and the station IV the lowest weight of macroplastics. Film was the highest found as microplastics type, fiber and fragment was the lowest found. Station III was the highest average and the station I was a lowest average of microplastics size. Station I was the highest and the station III the lowest weight of microplastics.

509214904F1A011009ANAK YANG BERKONFLIK DENGAN HUKUM DI MATA PENEGAK HUKUM
(Kajian Sosiologis Tentang Penanganan Anak Yang Berkonflik Dengan Hukum Di Tingkat Polsek Wilayah Purwokerto)
The role of law enforcement agencies, especially the police is very important in the treatment of children in conflict with the law. Police became the first side to deal directly with ABH and became party leader in the handling of children in conflict with the law. This is the background of this research. The purpose of this study to determine the perception and handling of Purwokerto Regional Police investigators children in conflict with the law and understanding its laws and regulations. Research using qualitative research methods descriptive. The research objectives are Purwokerto Territory police investigators were selected using purposive sampling technique.
The results showed that the police investigation Purwokerto Regional Police have the perception that must be protected children in conflict with the law see the causes and factors of the child misbehaves. Investigators are always seeking mechanisms Restorative Justice by way of diversion, besides the investigator always contact the relevant parties during the process of investigation children in conflict with the law like BAPAS and PPT-PKBGA. However, some investigators do not fully understand the Law of the Child Criminal Justice System 11 2012 that lays out in detail the guidelines in the handling of children in conflict with the law. Besides obstacles in the effort because of the diversion of the child victims who can not accept the actions of the child and keep processing it into legal channels, or no agreement in Restorative Justice at the time in the Police.
Governments and their staffs need to activate socializing Law Child Criminal Justice System 11 In 2012 the law enforcement agencies, especially the Police in order to run optimally, as well as protection against ABH can go as expected. Should Restorative Justice and diversion enforced on children in conflict with the law, of course, with certain classifications
Peran penegak hukum khususnya polisi sangat penting dalam penanganan anak yang berkonflik dengan hukum (ABH). Polisi menjadi pihak pertama yang berhadapan langsung dengan ABH serta menjadi pihak terdepan dalam penanganan ABH. Hal ini yang melatarbelakangi dilakukan penelitian ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi dan penanganan penyidik Polsek Wilayah Purwokerto terhadap ABH serta pemahaman peraturan perundang-undangannya. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Sasaran penelitian adalah penyidik Polsek Wilayah Purwokerto yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyidik Kepolisian Polsek Wilayah Purwokerto mempunyai persepsi bahwa ABH harus dilindungi melihat sebab dan faktor sang anak berperilaku menyimpang. Penyidik selalu mengupayakan mekanisme Restorative Justice dengan cara diversi, selain itu penyidik selalu menghubungi pihak terkait saat proses penyidikan ABH seperti BAPAS dan PPT-PKBGA. Namun, beberapa penyidik belum memahami betul Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak No.11 Tahun 2012 yang secara rinci menjabarkan pedoman dalam penanganan ABH. Selain itu kendala dalam upaya diversi sang anak dikarenakan pihak korban yang tidak bisa menerima tindakan sang anak dan tetap memprosesnya ke jalur hukum, atau tak ada kesepakatan dalam Restorative Justice pada saat di Kepolisian. Pemerintah beserta jajarannya perlu menggiatkan sosialisasi Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak No.11 Tahun 2012 kepada para penegak hukum khususnya Kepolisian agar dapat berjalan optimal, serta perlindungan terhadap ABH bisa berjalan sesuai yang diharapkan. Sudah seharusnya Restorative Justice dan diversi diberlakukan pada ABH, tentunya dengan klasifikasi tertentu.
509314906F1G010027PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM WACANA KARTUN PANTI JOMBLO
Penelitian ini berjudul “Pelanggaran Prinsip Kerja Sama dalam Wacana Kartun Panti Jomblo”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud pelanggaran prinsip kerja sama terhadap maksim-maksim, yaitu maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim hubungan, dan maksim cara yang terdapat pada wacana kartun Panti Jomblo.
Penelitian ini termasuk dalam bentuk deskriptif kualitatif. Data yang digunakan adalah wacana kartun Panti Jomblo. Pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik dasar teknik sadap dan teknik simak bebas libat cakap serta teknik lanjutan yaitu teknik catat. Pada tahap analisis data digunakan metode padan pragmatis dengan teknik dasar teknik pilah unsur penentu dan teknik hubung banding sebagai teknik lanjutannya.
Pelanggaran dalam wacana kartun Panti Jomblo, ditemukan sebanyak empat puluh dua data yang meliputi pelanggaran maksim kuantitas sebanyak tujuh data, pelanggaran maksim kualitas sebanyak sembilan data, pelanggaran maksim hubungan sebanyak enam belas data, dan pelanggaran maksim cara sebanyak sepuluh data. Pelanggaran terbanyak adalah maksim hubungan yaitu enam belas data.Pelanggaran maksim hubungan banyak dijumpai karena penutur dan mitra tutur tidak fokus pada topik pembicaraan sehingga kurang relevan terhadap situasi dalam percakapan. Pelanggaran paling sedikit adalah maksim kuantitas yaitu tujuh data.Pelanggaran maksim kuantitas tidak banyak dijumpai karena penutur tidak memenuhi kontribusi yang dibutuhkan dalam menjawab mitra tutur. Dalam wacana kartun ini kelucuan ditampilkan melalui tidak relevan pada topik pembicaraan penutur dan mitra tutur sehingga menciptakan efek tersenyum bagi pembaca yang mengerti akan maksud tuturan tokoh di dalamnya. Dalam penelitian ini ditemukan juga satu wacana yang terdapat dua maksim, seperti data Bakso dan data Putusnya Butuh Kata. Data Bakso terdapat pelanggaran maksim kuantitas dan maksim kualitas. Data Putusnya Butuh Kata terdapat pelanggaran maksim kualitas dan maksim hubungan. Dengan hasil tersebut dapat diketahui bahwa dalam percakapan dibutuhkan keterkaitan antara konteks dengan pengetahuan bersama untuk tercapainya komunikasi yang lancar. Pembentukan kelucuan didasarkan pada relevansi terhadap topik pembicaraan yang kurang tepat di waktu, tempat, dan situasi dalam percakapan antarpartisipan.
Kata kunci: prinsip kerja sama, wacana kartun
This study entitles “The Violation of Cooperative Principles in Cartoon Discourse of Panti Jomblo”. The purpose of this study is to describe the violation of maxims, such as maxims of quantity, quality, relevance and manner within a cartoon discourse of Panti Jomblo.
This study is included into a qualitative descriptive research. The research data are cartoon discourse of Panti Jomblo. Data are collected through obsevation method with basic techniques of tapping and free listening while speaking followed by a recording technique as the further. The data are then analyzed using an equivalent pragmatic method with a basic technique of sorting particular elements followed by a relational comparative technique as the further.
This research finds forty two data violations; seven data of violation of maxim of quantity, nine data of violation of maxim of quality, sixteen data of violation of maxim of relevance, and ten data of violation of maxim of manner. The most violation is founded in maxim of relevance. It happened because the speaker and the speaker's partner were not focus on the topic so it was irrelevant to the situation of conversation. Meanwhile, violation of maxim of quantity are not found as much as violation of maxim of relevance. This is due to the speaker does not have contribution in answering speaker's partner. The humorous thing is showed through the background understanding of the topic between speaker and speaker's partner so it made who read this thing laugh. This research also finds that there are two maxims in a discourse, such as violation of maxims of quantity-quality and violation of maxims of quality-relevance. From this research, it can be concluded that in conversation, the relationship between context and knowledge of the speaker and the speaker’s partner is required in order to obtain a good communication. The humorous formation is based on its relevance to a topic being discussed which is irrelevant in time, place, and situation of conversation between participants.
Keywords: cooperative principles, cartoon discourse
509414911B1J011029ISOLASI DAN DETEKSI KERAGAMAN GENETIK BAKTERIOFAG PENGINFEKSI Staphylococcus aureus RESISTEN METHICILLIN DARI TANAH DI KABUPATEN BANYUMAS DENGAN TEKNIK MULTIPLEX PCR
Staphylococcus aureus resisten methicillin (MRSA) merupakan bakteri penyebab infeksi lokal maupun sistemik. Kejadian infeksi yang disebabkan oleh bakteri ini semakin meningkat di banyak rumah sakit di seluruh dunia setiap tahunnya. Penggunaan antibiotik untuk mengendalikan bakteri menjadi tidak efektif karena bakteri tersebut mengalami resistensi terhadap methicillin serta terhadap banyak antibiotik golongan beta laktam. Penggunaan bakteriofag sebagai agen pengendali biologi merupakan strategi lain yang menjanjikan untuk mengatasi bakteri MRSA. Bakteriofag mampu menginfeksi bakteri spesifik dan menghancurkan sel tersebut. Bakteriofag banyak ditemukan tersebar luas di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan bakteriofag penginfeksi MRSA tanah di wilayah Banyumas, mendapatkan bakteriofag penginfeksi spsesifik MRSA dan mendeteksi keragaman genetik bakteriofag penginfeksi spesifik MRSA dengan teknik multiplex PCR.
Metode penelitian dilakukan secara survey dengan teknik purposive random sampling dari tanah pengelolaan limbah di Banyumas. Bakteriofag diisolasi dari tanah dengan teknik presipitasi partikel bakteriofag dan metode plaque. Bakteriofag selanjutnya diuji spesifisitasnya terhadap MRSA dan bakteri patogen lain. Bakteriofag yang memiliki spesifitas tinggi terhadap fmMRSA selanjutnya dideteksi keragaman genetiknya dengan teknik multiplex PCR. Variabel yang digunakan adalah bakteriofag penginfeksi MRSA. Paramater yang diamati terdiri dari kehadiran plaque, bakteriofag spesifik penginfeksi MRSA dan keragaman genetik bakteriofag penginfeksi MRSA. Data dianalisis secara deskriptif untuk menginterpretasikan kehadiran plaque bakteriofag, kemampuan bakteriofag menginfeksi secara spesifik, dan keragaman genetik bakteriofag spesifik penginfeksi MRSA.
Berdasarkan hasil peneilitian diperoleh bahwa bakteriofag penginfeksi MRSA dapat diisolasi dari tanah, bakteriofag memiliki spesifisitas yang berbeda-beda terhadap MRSA dan sel inang bakteri lainnya, bakteriofag-bakteriofag spesifik penginfeksi MRSA memiliki keragaman genetik yang tinggi. Hasil amplifikasi multiplex PCR diperoleh 23 pita DNA bersifat polimorfik dari total 24 pita yang teramplifikasi.

Kata kunci: Bakteriofag, Staphylococcus aureus Resisten Methicillin, Tanah, Multiplex PCR
Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) is a bacterium agent causing local or systemic infection. The incidence of infections caused by these bacteria is increasing in many hospitals around the world every year. The use of antibiotics therapy to control bacteria is becoming ineffective because the bacteria are resistant to methicillin and to many beta-lactam class of antibiotics. The use of bacteriophage as biological control agent is a promising strategy to control MRSA. Bacteriophage can infect specific bacteria and destroy their cells. Bacteriophages are found widespread in nature. The aim of this research is to determine the presence of MRSA bacteriophages from soil at Kabupaten Banyumas, to get specific MRSA bacteriophages and to detect bacteriophage genetic diversity using multiplex PCR technique.
The applied research method was survey by using purposive random sampling to take the soil of waste management at Kabupaten Banyumas. Bacteriophages were isolated from the soil by bacteriophage particles precipitation techniques and plaque assay. Bacteriophages from the isolation were henceforth tested for their specificity against MRSA and other pathogenic bacteria. Bacteriophages that have a high specificity for MRSA used for henceforth detected its genetic diversity by using multiplex PCR technique. The variable of research was MRSA bacteriophages. Parameters that were observed encompass the presence of plaque, specific MRSA bacteriophages and genetic diversity of MRSA bacteriophage specific. Data were analyzed descriptively to interpret the presence of plaque bacteriophages, the ability of bacteriophage to infect specific host cell (MRSA), and the genetic diversity of MRSA bacteriophages specific.
The result reveals that the MRSA bacteriophages could be isolated from the soil, specific MRSA bacteriophages had high genetic diversity. The obtained result of multiplex PCR shows that 23 polymorphic DNA bands of a total of 24 bands were amplified.

Keywords: Bacteriophage, Methicillin Resistant Staphylococcus aureus, Soil, Multiplex PCR.
509514918F1C011069POLA KOMUNIKASI SUAMI ISTRI BERBEDA AGAMA DALAM MEMPERKENALKAN AGAMA KEPADA ANAK PADA USIA DINI
(STUDI KASUS KELUARGA BEDA AGAMA ANTARA ISLAM DAN KRISTIANI) DI BANYUMAS
Penelitian ini mengambil judul Pola Komunikasi Suami-Istri Beda Agama Dalam Memperkenalkan Agama Pada Anak Pada Usia Dini (Studi Kasus Keluarga Beda Agama Antara Islam dan Kristiani) di Purwokerto. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola komunikasi suami-istri beda agama yang seperti apa yang digunakan dalam memperkenalkan agama kepada anak di usia dini.
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis konsep dari Miles dan Huberman dan dipadukan dengan konsep pola komunikasi. Sedangkan untuk metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam dan teknik observasi keluarga beda agama dan juga jurnal serta literatur yang berkaitan dengan komunikasi suami-istri pada anak.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pola komunikasi yang dilakukan oleh suami-istri beda agama pola komunikasi persamaan (Equility Pattern) bahwa suami-istri memiliki hak yang sama dalam berkomunikasi. Peran suami-istri dalam keluarga dibagi secara merata. Komunikasi didalam keluarga berjalan dengan jujur, terbuka, langsung, dan bebas dari pembagian kekuasaan. Proses pengambilan keputusan dalam keluarga dilakukan bersama karena setiap keluarga memiliki hak yang sama. Dalam memperkenalkan agama kepada anak, suami-istri membaginya secara adil sehingga suami-istri mendapatkan hak yang sama untuk memperkenalkan agama mereka.
Proses komunikasi dalam memperkenalkan agama suami-istri menggunakan pola sosialiasi demokratis dimana mereka tidak memaksakan keinginannya kepada anak. Suami-istri sepakat dalam urusan agama tugas mereka hanya memperkenalkan agama kepada anak. Namun, untuk keputusan memilih agama mana yang akan dipilih suami-istri menyerahkannya kepada anak karena nantinya mereka yang akan menjalani.
This research topic is “Husband - Wife Communication Patterns In Introducing Interfaith Religion In Children In Early Childhood ( Case Study of Interfaith Families Between Islam and Christianity) in Purwokerto”. Therefore, this research aims to know what patterns in Husband – wife communication in introducing interfaith religion in early childhood era.
This analytical method used in this research is the method of analysis of the concept of Miles and Huberman, then, it combined with the concept of communication patterns. The method of data collection is done by in-depth interviews and observation techniques interfaith families as well as journals and literature relation to spousal communication in children.
The results obtained from this research is communication made by the Husband-Wife interfaith communication patterns equation (equality pattern) is that the husband and wife have equal rights in communication and to communicate. The role of husbands and wife in the family was evenly divided. Communication within the family carried out honestly, openly, directly and free of power sharing. The decision making process in the family should be together, the reason is because every member of family has the same rights in introducing the value of religion to their children, a husband and wife should divide it equitably, so that husband and wife acquire the same right to introduce their religion.
The process of communication in their (husband-wife) religious introduction is using democratic socialization patterns where they do not force their desires to the child. And finally, husband and wife agree their role only tell and introduce their religion. Then, for the decision of choosing which religion the child will take care, the parents only hand over to them, because of one reason, the children have the right to lead what they choose.
509614907F1I011033Implikasi Kebijakan Energi China di Nigeria terhadap Pemenuhan Kebutuhan Energi China Tahun 2006-2011Penelitian yang berjudul “Implikasi Kebijakan Energi China di Nigeria terhadap Pemenuhan Kebutuhan Energi China Tahun 2006-2011” ini, akan berusaha menggambarkan keterkaitan antara kebijakan energi China dengan pemenuhan kebutuhan energinya yang berasal dari Nigeria. China dengan keadaan ekonominya yang meningkat, harus menjaga agar kondisinya tetap stabil, kondusif, dan terjaga demi menjaga momentum peningkatan ekonominya. Energi merupakan salah satu faktor penting yang berhubungan dengan ekonomi. Oleh karena itu, China harus bisa menjaga memenuhi kebutuhan energinya. Kebijakan China yang menyangkut energi mengarahkan China untuk bekerja sama dengan negara lain. Nigeria merupakan salah satu pihak yang bekerja sama dengan China. Nigeria dengan kondisinya yang surplus energi menjadi salah satu dari negara pemasok energi ke China. Nigeria memberi kontribusi positif pada China dengan pasokan energi yang disalurkannya. Bagi China aliran energi Nigeria tidak begitu banyak jumlahnya, namun demikian tetap saja sangat penting bagi China yang memiliki kebutuhan energi tinggi.This research, titled “Implikasi Kebijakan Energi China di Nigeria terhadap Pemenuhan Kebutuhan Energi China Tahun 2006-2011” will try to describe the implication of China’s energy policy against China’s energy compliance, which comes from Nigeria. The increasing in China’s economy has had to China to stay stabilized and conducive, so that can make China’s economy still in positive impact. Energy is one of the prominent factors related to the economy. Hence, China has to afford the energy. China’s policy energy has pointed China to cooperate with the other states. Nigeria is one of the partner, which has collaborated with China. Nigeria’s surplus in energy has made Nigeria as a China’s energy supplier. Nigeria has made a positive ante to China for the energy’s supply. To China, the flow of energy from Nigeria is less from its needs, yet it is still a significant thing to China, which has a high-level of energy needs.
509714676C1K012027THE INFLUENCE OF PERCEIVED QUALITY, PERCEIVED VALUE AND BRAND TRUST ON CUSTOMER SATISFACTION IN LISTRIK PINTAR SERVICE OF PT. PLN (PERSERO) APJ CILACAP RAYON KROYAPenelitian ini berjudul “THE INFLUENCE OF PERCEIVED QUALITY, PERCEIVED VALUE AND BRAND TRUST ON CUSTOMER SATISFACTION IN LISTRIK PINTAR SERVICE OF PT. PLN (PERSERO) APJ CILACAP RAYON KROYA”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui signifikansi pengaruh variabel kualitas yang dipersepsikan terhadap kepuasan konsumen dan nilai yang dipersepsikan, untuk mengetahui pengaruh nilai yang dipersepsikan maupun kepercayaan merek terhadap kepuasan konsumen, serta untuk mengetahui peran nilai yang dipersepsikan dalam memediasi pengaruh kualitas yang dipersepsikan terhadap kepuasan konsumen. Jenis penelitian ini adalah survei. Populasi dalam penelitian ini adalah total jumlah konsumen PT. PLN (Persero) APJ Cilacap Rayon Kroya yang menggunakan layanan Listrik Pintar tahun 2015 sebanyak 39.198 orang. Dengan menggunakan rumus Slovin, dan mengacu pada pendapat Hair, et. al., (dalam Ferdinand, 2005) dapat ditentukan ukuran sampel sebanyak 110 responden. Selanjutnya, teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan Structural Equation Model (SEM) dan Sobel test
Berdasarkan hasil analisis data, dapat diambil kesimpulan bahwa kualitas yang dipersepsikan mempunyai pengaruh yang positif terhadap kepuasan konsumen, kualitas yang dipersepsikan mempunyai pengaruh yang positif terhadap nilai yang dipersepsikan, nilai yang dipersepsikan mempunyai pengaruh yang positif terhadap kepuasan konsumen, nilai yang dipersepsikan memediasi pengaruh kualitas yang dipersepsikan terhadap kepuasan konsumen, dan kepercayaan merek mempunyai pengaruh yang positif terhadap kepuasan konsumen. Mengacu pada kesimpulan tersebut, maka dapat diimplikasikan bahwa sebagai upaya untuk terus meningkatkan nilai yang dipersepsikan dan kepuasan konsumen secara optimal, manajemen PT. PLN (Persero) APJ Cilacap Rayon Kroya perlu memprioritaskan kebijakan yang terkait dengan kualitas yang dipersepsikan dan kepercayaan merek. Cara yang dapat dilakukan diantaranya adalah dengan menerapkan prosedur dan proses layanan program Listrik Pintar yang lebih efektif dan efisien sesuai dengan harapan pelanggan, menampilkan kinerja terbaik secara konsisten, merekrut staf karyawan bagian layanan pelanggan yang memahami pentingnya kualitas layanan program Listrik Pintar, dan menindaklanjuti keluhan terkait dengan permasalahan yang dihadapi konsumen dalam layanan Listrik Pintar.
The aims of research were to analize the influence of perceived quality on customer
satisfaction and perceived value, to find out the influence of perceived value as well as brand trust on customer satisfaction, and to find out the mediating role of perceived value on the influence of perceived quality on customer satisfaction. Type of this research uses survey. Population of this research was total number of customers of PT. PLN (Persero) APJ Cilacap Rayon Kroya who use Listrik Pintar in 2015 of 39,198 people. By using Slovin formula, and refers to the opinion of Hair, et. al., in Ferdinand (2005), it determined that sample size of this study was 110 respondents. Furthermore, technique data analysis of this study uses Structural Equation Model (SEM) analysis. Based on the result of data analysis, it could be concluded that perceived quality has a positive influence on customer satisfaction, perceived quality has a positive influence on perceived value, perceived value has a positive influence on customer satisfaction, perceived value mediates the influence of perceived quality on customer satisfaction and brand trust has a positive influence on customer satisfaction. Refers to these conclusions, it could be implied that as an effort to increase the customers’ perceived value and satisfaction optimally, management of PT. PLN (Persero) APJ Cilacap Rayon Kroya needs to make priority on perceived quality and brand trust policies. The ways can be done by create and make the procedure and process of Listrik Pintar service more effective and efficient in according to the customer’s expectation, consistently perform at best practice levels, recruit the staff or employee of customer service that understand the importance of service quality of Listrik Pintar program for the customers, build the communication with the customers who use the Listrik Pintar program service and follow up the consumer complaints related to the Listrik Pintar services problems or error.
509814909F1D009019RELASI KUASA DALAM PEMBANGUNAN RUANG TERBUKA HIJAU
DI KABUPATEN BANYUMAS
(Studi Kasus Pembangunan RTH Glempang Kecamatan Purwokerto Utara)
Artikel berdasarkan hasil penelitian ini bertujuan untuk : 1) memahami dan mendeskripsikan bagaimana relasi kuasa dalam pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Glempang di Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas; 2) mengetahui mengapa tidak tercapai konsensus dalam pembangunan RTH Glempang dari perspektif politik lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini menemukan bahwa relasi kuasa dalam pembangunan RTH Glempang muncul dari benturan kepentingan antara Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Masyarakat. Pemerintah yang ingin membangun RTH menekan masyarakat melalui relasi kuasa formal dan posisional berdasarkan otoritas yang mereka miliki. Di lain sisi masyarakat yang menolak akhirnya berhasil menekan balik melalui pendekatan relasi kuasa reputasional dengan kuasa Local Strongman dibelakang mereka. Penelitian ini juga menemukan bahwa tidak terciptanya konsensus disebabkan oleh tidak adanya niat dari masyarakat untuk bernegosiasi dengan Pemerintah untuk membahas pembangunan RTH Glempang.This based-research articles is aims at to: 1) understood and described about power relations in the construction of Glempang green open space (GOS) in subdistrict Purwokerto Utara of District Banyumas; 2) knows why the consensus in the construction of Glempang GOS is not reached by the political environtment perspective. This research used the qualitative research methode with the case study approach. The result of this research found that power relations in the Glempang GOS stems from the clash of interest by the government of District Banyumas and the Civil Society. The Government who wanted to constructing the Glempang GOS pushed the Civil Society by the power of the formal and positional relations power according to their authorities. In other side the Civil Soceity who refused the construction pushed back and finally succesfull to unallowed the GOS construction by the power of reputational relations power by the Local Strongman beyond them. This research also found that consensus was not reached becaused the Civil Society have not determined to negotiating the construction of Glempang GOS with the Government.
509914910C1L011025THE INFLUENCE OF GOOD CORPORATE GOVERNANCE, PROFITABILITY, AND SIZE ON VALUE OF FIRM
(Empirical Study on Banking Companies listed on the Indonesia Stock Exchange 2012-2014)
The purpose of this research is to analyze the influence of good corporate governance, profitability, and size on value of firm in banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The research method used is quantitative research with purposive sampling method. The number of data are 42 and take from 14 sample companies in 2012 to 2014. The Good Corporate Governance was measured by ASEAN CG Scorecard, profitability was measured by Return on Equity, size was measured by Total Assets while value of firm was measured by Tobin’s Q ratio. This research used SPSS version 16 as a tool to analyze the data and testing the influence of corporate governance, profitability, size on value of the firm.
The conclusions of this research are as follows: (1) Good corporate governance has no positive significant influence on value of the firm, (2) Profitability has positive influence on value of the firm, (3) Size has no significant influence on value of the firm. The implication of this research are as follows: (1) The firm should be more focus on profit publication as financial performance rather than the extent of determining the Good Corporate Governance, (2) The company should provide assurance that profit increase, will automatically increase the dividend for investors, (3) The augmenting of assets should be able to be converted for profit increase, so that assets accumulation should be in the forms of capital goods and not for long term investment.
The purpose of this research is to analyze the influence of good corporate governance, profitability, and size on value of firm in banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The research method used is quantitative research with purposive sampling method. The number of data are 42 and take from 14 sample companies in 2012 to 2014. The Good Corporate Governance was measured by ASEAN CG Scorecard, profitability was measured by Return on Equity, size was measured by Total Assets while value of firm was measured by Tobin’s Q ratio. This research used SPSS version 16 as a tool to analyze the data and testing the influence of corporate governance, profitability, size on value of the firm.
The conclusions of this research are as follows: (1) Good corporate governance has no positive significant influence on value of the firm, (2) Profitability has positive influence on value of the firm, (3) Size has no significant influence on value of the firm. The implication of this research are as follows: (1) The firm should be more focus on profit publication as financial performance rather than the extent of determining the Good Corporate Governance, (2) The company should provide assurance that profit increase, will automatically increase the dividend for investors, (3) The augmenting of assets should be able to be converted for profit increase, so that assets accumulation should be in the forms of capital goods and not for long term investment.
510014957B1J011169PERTUMBUHAN MIKROALGA Dunaliella sp. YANG DIKULTUR PADA MEDIA LIMBAH CAIR TAPIOKA DENGAN TINGKAT PENGENCERAN DAN SALINITAS YANG BERBEDA

Mikroalga merupakan salah satu organisme yang dinilai ideal dan potensial untuk dijadikan sebagai bahan baku produksi biofuel. Salah satu mikroalga potensial untuk dijadikan sumber energi alternatif adalah Dunaliella sp. Dunaliella sp. adalah mikroalga halotolerant yang memiliki kandungan minyak yang cukup tinggi yaitu antara 45% dan 55% dari berat totalnya. Selain itu, Dunaliella sp. memiliki kemampuan menghindari kontaminasi parasit, dan memiliki produktivitas yang tinggi. Dengan kemampuan tersebut Dunaliella sp. diperkirakan mampu untuk tumbuh pada lokasi terbuka seperti perairan tercemar limbah. Tingkat pengenceran pada limbah cair berpengaruh terhadap konsentrasi nutrien yang terkandung di dalamnya. Konsentrasi nutrien akan menurun jika tingkat pengenceran semakin tinggi. Salinitas media berkaitan dengan kemampuan mikroalga untuk mempertahankan tekanan osmotik antara protoplasma dengan lingkungan hidupnya. Alga laut yang bersel tunggal biasanya sangat toleran terhadap perubahan salinitas yang besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat pengenceran dan salinitas yang berbeda pada media limbah cair tapioka sehingga dapat menghasilkan pertumbuhan Dunaliella sp. yang optimal. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat 12 perlakuan yang merupakan kombinasi dari tingkat pengenceran dan salinitas. Tingkat pengenceran limbah cair tapioka yang digunakan yaitu 0%, 10%, 20%, dan 30%, sedangkan salinitas yang digunakan yaitu 20 ppt, 30 ppt, dan 40 ppt. Parameter utama yang diukur yaitu jumlah sel Dunaliella sp. yang dihitung menggunakan Haemocytometer, sedangkan parameter pendukung yaitu suhu, pH, intensitas cahaya, kadar CO2, nitrat dan fosfat. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pengenceran dan salinitas berpengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan Dunaliella sp. pada kultur skala laboratorium. Hasil uji lanjut menunjukkan perlakuan terbaik yang menghasilkan pertumbuhan Dunaliella sp. optimal adalah media limbah cair tapioka dengan tingkat pengenceran 20% salinitas 30 ppt.Microalgae is one of organism that is considered ideal and potential to be used as raw material for biofuel productions. Dunaliella sp. is a halotolerant microalgae which have fairly high oil content between 45 % and 55 % of total weight. Additionally, Dunaliella sp. have the ability to avoid parasite and contamination. With these capabilities Dunaliella sp. is expected to grow at open site like waste polluted waters. Tapioca liquid waste has an essential nutrient content which can be utilized as an alternative growth medium for Dunaliella sp. This research are using CRD experimental method. There are 12 treatment which is combination of dilution rate and salinity. The Main parameters is number of Dunaliella sp. cells, whereas the supporting parameters were temperature, pH, light intensity, CO2, salinity, nitrate, and phosphate. The results of variance test with 95% and 99 % confidence level indicates that the dilution rate and salinity affect the increased growth of Dunaliella sp. on laboratory scale culture. The result of HSD indicate the best treatment that produse the highest growth of Dunaliella sp. was tapioca liquid waste medium with 20 % dilution rate and 30 ppt salinity.