Artikelilmiahs

Menampilkan 5.121-5.140 dari 48.822 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
512114996G1D012074FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEMAMPUAN PERAWAT DALAM BERKOLABORASI DENGAN DOKTER DI RUANG IGD RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTOKolaborasi antara perawat dan dokter merupakan salah satu faktor penting bagi kualitas proses perawatan pasien yang memberikan dampak positif terhadap kondisi pasien. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa kolaborasi di IGD lebih baik daripada di ruang rawat inap. Kolaborasi akan efektif ketika perawat dan dokter dapat bekerja sama untuk menerapkan proses kolaborasi, namun banyak faktor yang berhubungan dengan proses kolaborasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kolaborasi perawat serta faktor-faktor yang berhubungan dengan kemampuan perawat berkolaborasi dengan dokter di IGD RSMS. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 36 perawat IGD RSMS yang dipilih secara total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang telah valid dan reliabel. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson dan Spearman. Kemampuan kolaborasi perawat memiliki skor rata-rata yang tinggi. Hasil analisis bivariat menunjukkan hubungan positif yang bermakna secara statistik antara kemampuan kolaborasi perawat dengan hasil akhir (r=0,651, p=0,000), kepentingan bersama (r=0,0524, p=0,001), lingkup praktik (r=0,416, p=0,011), struktur interaksi (r=0,377, p=0,023), dan proses (r=0,368, p=0,027); hubungan positif tidak bermakna secara statistik antara kemampuan kolaborasi perawat di IGD dengan tujuan bersama (r=0,264, p=0,119) dan kontrol kekuasaan (r=0,258, p=0,129). Ada hubungan bermakna antara hasil akhir, kepentingan bersama, lingkup praktik, struktur interaksi, dan proses dengan kemampuan perawat berkolaborasi dengan dokter di IGD RSMS.The collaboration between nurse and physician is one of important factor for the quality of patient’s treatment that giving positive impact on patient’s condition. Initial study shows that collaboration in Emergency Room (ER) is better than inpatient room. Collaboration is effective if nurse and phsycian can cooperate in collaborating process, but there are some factors that influence with this process of collaboration. This research aims to know the ability of nurse collaboration and the factors related to the ability of nurse in collaborating with physician in ER of Margono Soekarjo Hospital. This is a quantitative study by using cross sectional study design. The samples are 36 nurses with total sampling method. This research used valid and reliable questionnaire as the instrument. Pearson correlation test and Spearman correlation test are the data analysis technique. Nurse collaboration ability has high average score. The bivariate analysis result shows a positive and a statistically significant relationship between nurse collaboration ability and final result (r=0.651, p=0.000), collective interest (r=0.524, p=0.001), practical scope (r=0.416, p=0.011), interaction structure (r=0.377, p=0.023), and process (r=0.368, p=0.027); no positive significant relations statistically between nurse collaboration ability in ER by collective purpose (r=0.264, p=0.119) and authority control (r=0.258, p=0.129). There is a significant relation between final result, collective interest, practical scope, interaction structure, and process on nurse collaboration ability with physician in ER of Margono Soekarjo Hospital.
512215059G1A012025PERBEDAAN VISUS KOREKSI PENDERITA RETINOPATI DIABETIK SEBELUM DAN SESUDAH TERAPI LASER PANRETINAL FOTOKOAGULASI BULAN JANUARI-SEPTEMBER 2015 DI RS WIJAYA KUSUMA PURWOKERTOLatar belakang: Diabetes mellitus (DM) adalah suatu penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah tubuh. Salah satu komplikasi mikrovaskular DM yang dapat menyebabkan kebutaan pada orang dewasa adalah retinopati diabetika. Di Indonesia prevalensi retinopati diabetika mecapai 27,2% dari jumlah penduduk. Salah satu terapi yang masih digunakan pada saat ini adalah terapi laser panretinal fotokoagulasi. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan visus penderita retinopati diabetika sebelum dan sesudah terapi laser panretinal fotokoagulasi. Metode: Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian adalah pasien penderita retinopati diabetika yang mengunjungi RS. Wijaya Kusuma Purwokerto menggunakan teknik consecutive sampling sebanyak 58 orang. Analisis univariabel dilakukan untuk melihat distribusi dan karakteristik data diantaranya nilai minimum, nilai maximum, mean, dan standar deviasi. Analisis bivariabel menggunakan uji t berpasangan pada data yang terdistribusi normal dan uji Wilcoxon pada data yang tidak terdistribusi normal. Hasil: Hasil uji analsisi Wilcoxon didapatkan nilai p = 0.097 (p > 0.05) antara visus sebelum dilakukan terapi laser panretinal fotokoagulasi dan visus sesudah dilakukan terapi laser panretinal fotokoagulasi. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara visus sebelum terapi laser panretinal fotokoagulasi dan sesudah terapi laser panretinal fotokoagulasi pada penderita retinopati diabetikaBackground: Diabetes Mellitus (DM) is a metabolic disease that characterized by high blood sugar levels. One of the microvascular complication in DM is Diabetic Retinopathy that can caused blindness in adults. In Indonesia, the prevalence of Diabetic Retinopathy was 27,2 %. Laser photocoagulation in Diabetic Retinopathy is still used as one of the therapy until now. Objective: To evaluate the differences of visual acuity between before and after Pan Retinal Photocoagulation in Diabetic Retinopathy. Methods: Observational analytic study with cross sectional approach. A total 58 patients with Diabetic Retinopathy who visit to Wijaya Kusuma Hospital in Purwokerto was included in this study by using consecutive sampling method. Univariabel analyses was performed to show the distribution and characteristic data such as minimal and maximal value, mean and standart deviation. T paired test formula was used as a bivariabel analyses for the normal distribution data and Wilcoxon test for the non normal distribution data. Results: In our study, Wilcoxon test result p = 0,097 (p > 0,05) between visual acuity before and after Pan Retinal Photocoagulation. Conclusion: There is no differences visual acuity results between before and after Pan Retinal Photocoagulation in Diabetic Retinopathy.
512314938C1B012121ANALISIS PENGARUH PROFITABILITAS, UKURAN PERUSAHAAN, LIKUIDITAS, FREE CASH FLOW, DAN RESIKO BISNIS TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI CONSUMER GOODS DI BEIPenelitian ini merupakan studi empiris yang dilakukan di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2014. Penelitian ini berjudul: “Analisis Pengaruh Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, Likuiditas, Free Cash Flow, dan Resiko Bisnis Terhadap Struktur Modal Pada Perusahaan Sektor Industri Consumer Goods di BEI”. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, Likuiditas, Free Cash Flow, dan Resiko Bisnis terhadap Struktur Modal pada perusahaan sektor industri consumer goods di BEI.
Penelitian ini menggunakan analisis regresiberganda sebagai alat pengujian hipotesis. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan sektor industri consumer goods yang terdaftar di BEI, dengan menggunakan metodesampel purposive sampling.
Hasil penelitian didapatkan: (1) Profitabilitas berpengaruhpositif terhadap Struktur Modal; (2) Ukuran Perusahaan tidak berpengaruh terhadap Struktur Modal; (3) Likuiditas berpengaruh negatif terhadap Struktur Modal; (4) Free Cash Flowtidak berpengaruh terhadap Struktur Modal; (5) Risiko Bisnis berpengaruh negatif terhadap Struktur Modal.
Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu pihak manajemen perlu mempertimbangkan proporsi hutang dan ekuitas dalam struktur modal. Upaya yang dapat dilakukan yaitu meningkatkan laba bersih dengan mempertimbangan penjualan, penggunaan aktiva, maupun penggunaan modal sendiri. Pihak manajemen dapat meningkatan modal khususnya pada aktiva yang memiliki tingkat likuiditas tinggi dan produktif.Investor perlu mempertimbangkan informasi tentang pengelolaan asset, pengalokasian modal, maupun resiko dari sumber modal, karena hal tersebut bisaberdampakpadareturn yang dibagikanpada investor.
This research is an empirical study on Indonesia Stock Exchange (BEI) at period 2012-2014. The research entitled “Analysis of Profitability, Firm Size, Liquidity, Free Cash Flow, and Business Risk toward Capital Structure of Consumer Goods Industry Sector Firm at Indonesia Stock Exchange (BEI)”. The aims of this research were to determine the effect of Profitability, Firm Size, Liquidity, Free Cash Flow, and Business Risk against Capital Structure of consumer goods industry sector firm at Indonesia Stock Exchange (BEI).
This research used multiple regression model as a means of testing the hypothesis. Population in this study was all of consumer goods industry firm,using purposive sampling as a sampling method.
The result of this research indicates that: (1) Profitability have positively and significantly effect toward Capital Structure; (2) Firm Size had no significant effect toward Capital Structure; (3) Liquidity have negatively and significantly effect toward Capital Structure; (4) Free Cash Flow had no significant effect toward Capital Structure; (5) Business Risk have negatively and significantly effect toward Capital Structure on consumer goods sector firm that listed in BEI 2012-2014 period.
The implications of the conclusion is the management needs to consider the proportion of debt and equity that will be used in capital structure. Efforts that can be done for example by increasing its net income by considering the sale, use of assets, as well as use their own capital. Management may seek a capital increase, especially on assets that have a high level of liquidity and productive. Investors should consider the information about asset management, capital allocation and risk arising from the use of capital resources, because it could have an impact on the return that will be distributed to investors.
512414939G1F012002FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SWAMEDIKASI NYERI CEDERA ATLET PEKAN OLAHRAGA PELAJAR DAERAH (POPDA) TINGKAT SEKOLAH MENENGAH ATAS DI WILAYAH PURWOKERTO Atlet berpotensi mengalami cedera ketika bertanding atau pada saat latihan. Swamedikasi dapat dilakukan untuk mengatasi keluhan penyakit ringan, salah satu diantaranya adalah nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku swamedikasi nyeri cedera pada atlet POPDA tingkat SMA di wilayah Purwokerto.
Penelitian ini menggunakan rancangan studi crossectional serta deskriptif korelatif yang menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden sebanyak 134. Kuesioner yang digunakan adalah pengetahuan, perilaku, paparan promosi, dan keberadaan apotek. Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariate menggunakan chi square dan dilanjutkan dengan analisis koefisien kontingensi (CC) untuk melihat kekuatan hubungan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 71.6% responden memiliki pengetahuan yang tinggi, 87.3% responden terpapar oleh promosi baik dari orang ataupun media massa, 76.9% responden menggunakan apotek sebagai sarana swamedikasi, dan 66.4% responden berperilaku baik dalam melakukan swamedikasi nyeri cedera. Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku swamedikasi nyeri cedera atlet adalah pengetahuan (r=0.181) dan paparan promosi (r=0.200). faktor keberadaan apotek tidak berhubungan dengan perilaku swamedikasi nyeri cedera atlet
Athletes potentially injured while playing or during exercise. Self medication can be done to deal with complaints of minor ailments, one of which was pain. This study aimed to determine the factors that influence self medication behaviour during injury pain at high school level POPDA athletes in Purwokerto.
This was a cross sectional study with descriptive correlative design. One hundred and thirty-four respondents were collected using total sampling technique. Data collected using knowledge, behaviour, exposure to promotion and the presence of pharmacy questionairre. The data was analyzed using univariate analysis and chi square, then analyzed the strength of correlation with CC.
The result showed that 71.6% of respondents have high knowledge, 87.3% of respondents of people or mass media, 76.9% of respondents were doing self medication in pharmacies and 66.4 % of respondents have good attitude in doing self medication during injury pain. Factors related to self medication behaviour of athletes during injury pain were knowledge (r=0.181) and promotional exposure (r=0.200). Pharmacies factors are not related to self medication behaviour of athletes during injury pain.
512514940F1A010087Eksistensi Diri Mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman Melalui Instagram @unsoedcantikEksistensi diri sebagai bentuk dari ekspresi untuk menunjukkan keberadaan diri seseorang dengan cara mengaktualisasikan diri kedalam jejaring sosial. Instagram @unsoedcantik menjadi salah satu pengaruh bentuk aktualisasi diri sebagai wujud eksistensi diri mahasiswi di jejaring sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan eksistensi diri mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman yang aktif di jejaring sosial instagram. Penelitian ini dianalisis secara sosiologis dengan pemahaman teks eksistensi diri Martin Heidegger. Sasaran penelitian adalah mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman yang fotonya diunggah di akun instagram @unsoedcantik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survai deskriptif. Pemilihan sampel penelitian menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi diri mahasiswi Universitas Jenderal Soedriman dapat dihitung melalui besarnya followers dibandingkan dengan jumlah following masing-masing akun instagram pribadi mahasiswi, Jumlah foto yang diunggah di akun pribadi setiap harinya lebih dari satu kali, jumlah like, dan komentar dari follower yang membuat mahasiswi untuk mengaktualisasikan dirinya di dalam jejaring sosial instagram, sehingga muncul keinginan untuk bereksistensi karena akun instagram @unsoedcantik sebagai pengaruh yang dapat membawa mereka menjadi mahasiswi yang populer.Self existence as a form of expression to indicate the presence of a person in a way to actualize themselves into social networking. Instagram account @unsoedcantik be one form of self-actualization as embodied existence it self student in social networking. The purpose of this study is to describe the existence of self-ed of Jenderal Soedirman University active in social networking instagram. This research then analyzed in sociological of self-existence text comprehension of Martin Heidegger. Target of this research is a student of Jenderal Soedirman University whose picture uploaded on instagram by account @unsoedcantik. The study uses a quantitative approach with descriptive survey method. Selection of the sample using simple random sampling. The research results show that self existence a student of Jenderal Soedirman University can be counted through the size of the followers relative to the number of following each personal account instagram college student, number of photos taken being uploaded to personal account every day more than once , the number of like , and commentary from follower who makes college student to actualization it self in the social network instagram , so it appeared a desire to existance because account instagram @unsoedcantik as influence can propel them to become a student of the most popular.
512614941F1A011064Potret Kehidupan Pedagang Kaki Lima (Pola Interaksi dan Bentuk Solidaritas Pedagang Kaki Lima dalam Paguyuban PKL Jalan Kampus Grendeng)Pedagang kaki lima merupakan salah satu pekerjaan di sektor informal. Pedagang kaki lima di Purwokerto berada di Kelurahan Grendeng yang tergabung dalam sebuah Paguyuban bernama Paguyuban PKL Jalan Kampus yang berdiri sejak tahun 2007. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola interaksi dan bentuk solidaritas pedagang kaki lima. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Gemeinschaft menurut Ferdinand Tonnies, dimana terdapat tiga faktor atau unsur yang mendukung adanya gemeinschaft yaitu gemeinschaft by blood terbentuk berdasarkan ikatan darah, gemeinschaft of place terbentuk berdasarkan kesamaan tempat dan gemeinschaft of mind terbentuk berdasarkan kesamaan pemikiran seperti di Paguyuban PKL Jalan Kampus dimana pedagang kaki lima terbentuk berdasarkan kesamaan pemikiran yang bisa memunculkan ikatan karena sama-sama menjadi pedagang kaki lima dan berjualan di Grendeng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif.Teknik pengambilan sasaran penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pusposive samplingdengan tujuan pemilihan informan sesuai dengan kriteria yang diajukan oleh peneliti.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara mendalam dan observasi.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pola interaksi dan solidaritas di dalam Paguyuban berupa arisan setiap bulan, perkumpulan dan musyawarah untuk membahas permasalahan yang terjadi di Paguyuban, kerja bakti dan lomba di Hari Kemerdekaan. Sedangkan bentuk solidaritas berupa menengok orang sakit, melayat, membantu pada saat hajatan, dan partisipasi pedagang dalam setiap kegiatan yang diadakan oleh Paguyuban. Konflik yang terjadi di dalam Paguyuban berupa selisish pendapat antar anggota, dan yang terbaru adalah konflik pedagang baru yang tidak memiliki ijin berjualan baik pada pihak Unsoed ataupun Paguyuban itu sendiri, peringatan sudah beberapa kali diberikan kepada para pedagang baru namun tidak dihiraukan dan tetap berjualan di lokasi tersebut.Street vendor (Pedagang Kaki Lima) is a kind jobs in informal sector. In Purwokerto, they are located in Grendeng village, who are members of an association named the Association of PKL Jalan Kampus which was established in 2007. The aim of this research is to describe the pattern of interaction and solidarity of street vendors. The theory used in this research is the Gemeinschaft by Ferdinand Tonnies, where there are three factors or elements that support the existence of gemeinschaft, they are gemeinschaft by blood formed based on blood ties, gemeinschaft of place formed based on common place and gemeinschaft of mind formed based on the similarity of thought as in the association of PKL Jalan Kampus where street vendors are formed based on the similarity of thought that could lead to a bond because both become street vendors and seller in Grendeng. The method used in this research is qualitative method. Research technique used in this research is purposive sampling by the aim of selecting the informant in accordance with the criteria proposed by researcher. Data collection technique in this research is through interviews and observation. The result shows that the patterns of interaction and solidarity within the association in the form of monthly social gathering (arisan), gathering and meetings to discuss the issues raised in the association, voluntary work and some contests in celebrating Independence Day. Solidarity form can seen such visiting sick people, funerals, helping during a feast, and the participation of traders in each of the activities organized by the association. The conflicts occur in the association such clash opinions between the members, and most recently conflict occurs is about some new traders who do not have licenses to sell both on the part of Unsoed or the association itself. The warning has given to the new traders several times, but tehy ignored the warning and still selling at the site.
512714943B1J011045ARTIFICIAL BLOOD FEEDING DAN DETEKSI VIRUS DENGUE PADA NYAMUK Aedes aegypti DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK MOLEKULERPemberian pakan darah (blood feeding) merupakan bagian yang mendasar dan protokol penting dalam rearing nyamuk Aedes aegypti di insektarium, karena nyamuk Ae. aegypti betina membutuhkan pakan darah untuk perkembangan telur. Pemberian pakan darah dalam proses rearing nyamuk dapat dilakukan secara alami dan buatan atau artificial. Meskipun metode pemberian pakan darah secara alami dapat digunakan, terdapat beberapa kondisi dimana metode ini tidak boleh digunakan, seperti pada penelitian yang membutuhkan infeksi virus atau bakteri, maka pemberian pakan tidak dianjurkan menggunakan metode pemberian pakan darah secara alami. Selain itu, terdapat beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan yaitu, kesejahteraan hewan penelitian, kemungkinan terjadinya penyebaran penyakit dan pemeliharaan hewan yang membutuhkan biaya dan waktu yang lebih. Artificial blood feeding membran parafilm-M dapat menjadi solusi alternatif untuk menggantikan hewan hidup sebagai sumber darah. Artificial blood feeding membran parafilm-M tidak hanya digunakan sebagai metode pemberian pakan darah, tetapi dapat juga digunakan sebagai cara untuk menginfeksikan virus dengue ke nyamuk.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi nyamuk yang menghisap darah atau fed menggunakan metode artificial blood feeding membran parafilm-M dan mengetahui prevalensi nyamuk fed yang positif terinfeksi oleh virus dengue. Deteksi virus dengue dilakukan dengan menggunakan teknik real time RT-PCR Simplexa Dengue assay di laboratoriun dengue Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.
Hasil penelitian menunjukan prevalensi nyamuk yang fed mencapai 66,67 % dengan lama puasa 17 jam. Nyamuk yang menghisap darah dapat dipengaruhi oleh lama puasa nyamuk, waktu pemberian pakan darah dan atraktan yang menempel pada membran parafilm-M setelah digosokan ke kulit manusia. Prevalensi nyamuk Ae. aegypti yang fed yang terinfeksi virus dengue yaitu 20,83%. Prevalensi Ae. aegypti yang terinfeksi virus dengue dipengaruhi oleh sistem imun yang dimiliki oleh nyamuk dalam melawan virus dengue.
Blood feeding is a fundamental part and essential protocol for rearing Aedes aegypti in insectarium, because female mosquitoes need blood for egg development. Mosquiotoes blood feeding in rearing process can use natural or artificial method. Natural blood feeding method can not be used in some conditions, such as in the research that require the viral or bacterial infection. In addition, there are several aspects that need to be considered, i.e. the welfare of research animals, spread of disease, and maintenance of animals that require more cost and time. Artificial blood feeding parafilm-M membrane can be an alternative solution and subtitute a live animals as a source of blood. Artificial blood feeding parafilm-M membrane is not only used as a method of blood feeding but also can be used to infect the dengue virus to mosquitoes.
This study was aimed to determine the prevalence of blood fed mosquitoes using artificial blood feeding parafilm-M membrane and determine the prevalence of blood fed mosquitoes infected by dengue virus. Detection of dengue virus was carried out by using Real Time RT-PCR Simplexa Dengue assay in laboratory Dengue Eijkman Institute for Molecular Biology.
The results showed that the prevalence of blood fed mosquitoes reached 66.67% with fasting period for 17 hours. Blood feeding mosquitoes can be affected by fasting period, blood feeding time and attractant that attached to membrane parafilm-M after rubbed into human skin. The prevalence of blood fed Ae. aegypti infected by dengue virus was 20.83%. The prevalence of Ae. Aegypti mosquitoes infected by dengue virus was affected by the mosquitoes immune system against dengue virus
512814944G1F012008EFEK ANTIINFLAMASI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas Linn.) PADA TIKUS YANG DIINDUKSI KARAGENANEkstrak dari daun J. Curcas telah terbukti memiliki aktivitas antiinflamasi sehingga merupakan peluang untuk mengembangkan alternatif terapi inflamasi baik akut maupun kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi fraksi etil asetat daun J. curcas dalam mengurangi peradangan kaki tikus yang diinduksi karagenan.
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Post Test Only Controlled Design. Daun J. curcas yang difraksinasi menggunakan etil asetat dengan metode partisi padat-cair. Sebanyak 20 ekor tikus putih jantan galur Wistar dibagi secara acak menjadi 5 kelompok perlakuan. Kelompok I merupakan kontrol negatif (CMC-Na 12,5 ml/kgBB, p.o), kelompok II merupakan kontrol positif (Na.diklofenak 4,5 mg/kgBB, p.o), Kelompok III, IV, dan V diberikan FEA 75 mg/kgBB, 150 mg/kgBB dan 300 mg/kgBB (p.o). Pengukuran volume edema dilakukan setiap 1 jam selama 6 jam serta pemeriksaan histopatologi jaringan inflamasi (perhitungan jumlah neutrofil) pada jam ke-6. Data AUC0-6, persentase daya antiinflamasi (%DAI), dan jumlah neutrofil yang diperoleh dianalisis menggunakan Kolmogorov-Smirnov, kemudian dianalisis menggunakan one-way ANOVA dan uji LSD.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat daun J. curcas dosis 75 mg/kgBB, 150 mg/kgBB, dan 300 mg/kgBB memiliki efek antiinflamasi dengan %DAI masing-masing sebesar 25,64%; 34,05%; 59,89%. Hasil perhitungan jumlah neutrofil menunjukkan bahwa fraksi etil asetat daun J. curcas mampu mengurangi jumlah neutrofil pada jaringan inflamasi yang menunjukkan bahwa fraksi etil asetat daun J. curcas memiliki efek antiinflamasi. Aktivitas antiinflamasi daun J. curcas adalah tergantung dosis.

J. curcas leaves extracts had been proven as anti-inflammatory so that potentially to develop alternative therapies acute and chronic inflammation. This study aimed to determine anti-inflammatory activity of ethyl acetate fraction of J. curcas leaves in rat induced by carrageenan.
This study used Post Test Only Controlled Design. J. curcas leaves were fractionated using ethyl acetate with solid-liquid partition method. Twenty male Wistar rats, randomly divided into 5 groups. Group I was a negative control (CMC-Na of 12.5 ml/kgBW, po), group II was a positive control (Na.diklofenak 4.5 mg/ kgBW, po), Group III, IV, and V were given EAF 75 mg/kgBW, 150 mg/kgBW and 300 mg/kgBW (po). Volume of edema was observed every 1 to 6 hour and inflammatory tissue histopathology (calculation of the number of neutrophils) were examined on hour-6. AUC0-6, the percentage of anti-inflammatory (% DAI), and the number of neutrophil were analyzed using the Kolmogorov-Smirnov, then analyzed using one-way ANOVA and LSD test.
The results showed that ethyl acetate fraction of J. curcas leaves at dose 75 mg/kgBW, 150 mg/kgBW, and 300 mg/kgBW had anti-inflammatory effect with DAI% respectively 25.64%; 34.05%; 59.89%. Histopathology results showed that ethyl acetate fraction of J. curcas leaves could decrease the number of neutrophils in the inflammatory tissue indicated that anti-inflammatory effect. Anti-inflammatory activity of ethyl acetate fraction of J. curcas was dependent-dose.
512914945F1I011017Gerakan Revolusi Anti Neoliberalisme: Perbandingan Gerakan Zapatista di Meksiko (2000-2005) dengan Sandinista di Nikaragua (2001-2006)
Penelitian dengan judul “Gerakan Revolusi Anti Neoliberalisme: Perbandingan Gerakan Revolusi Zapatista di Meksiko (2000-2005) dengan Sandinista di Nikaragua (2001-2006)” ini menganalisa tentang perbandingan ideologi, metode pergerakan, serta pencapaian gerakan anti neoliberalisme Zapatista di Meksiko pada kurun waktu tahun 2000 hingga 2005 dengan Sandinista di Nikaragua pada tahun 2001 hingga 2006.
Penelitian ini berfokus pada persamaan serta perbedaan gerakan Zapaista dan Sandinista di kawasan Amerika Latin dengan menggunakan analisa konsep gerakan sosial Charles Tilly, yaitu kampanye gerakan sosial, seleksi dukungan pergerakan, dan perwakilan partisipan gerakan.
Salah satu perbedaan yang mendasar dalam perbandingan antara Zapatista dan Sandinista adalah metode pergerakan, dimana Zapatista menggunakan metode pergerakan demokrasi dengan menjadi pihak oposisi pemerintah Meksiko dan bukan untuk merebut kekuasaan nasional.Sedangkan Sandinista menerapkan metode gerakan Marxis dengan masuk dalam jalur politik dan menjadi salah satu partai politik Sosialis yang berpengaruh di Meksiko.

This research, titled “Revolutionary movement of anti neoliberalism : Comparison of Zapatista revolutionary movement in Mexico (2000-2005) and Sandinista in Nikaragua (2001-2006)”, anylizes of ideology comparison, movement method, and achievement of Zapatista anti neoliberalism movement in Mexico within 2000-2005 and Sandinista in Nikaragua within 2001-2006.
This research focus on similarities and differences between Zapatista and Sandinista movement in Latin America, applying anylisis concept of Charles Tilly’s social movement of social movement campaign, selection of movement support, and representative of the movement participant.
A fundamental differences in comparing Zapatista and Sandinista itself it’s in the movement method, while Zapatista applying democratic movement method as the opposition of Mexico’s goverment but not to seize the national power, and Sandinista applying Marxis movement method and became one of influental socialist political party in Mexico.
513014946C1C011061PENGARUH
GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG), CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY (CSR) DAN SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
(STUDI EMPIRIS PADA BANK SYARIAH DI INDONESIA TAHUN 2011-2014)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Good Corporate
Governance (GCG), Corporate Social Responsibility (CSR) dan Size terhadap
kinerja keuangan. Upaya pengelolaan perusahaan dengan menggunakan konsep
Good Corporate Governance (GCG) dan Corporate Social Responsibility (CSR)
saat ini menjadi begitu penting karena permasalahan yang dihadapi oleh perbankan
syariah semakin kompleks. Bank syariah harus tetap memberikan nilai tambah
dimata para pemangku kepentingan dengan senantiasa meningkatkan kinerja
keuangannya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penerapan
Good Corporate Governance yang diproksikan oleh komite audit, dewan
komisaris, kepemilikan managerial dan kepemilikan konstitusional terhadap kinerja
keuangan yang diukur oleh Return On Assets (ROA). Sedangkan Corporate Social
Responsibility (CSR) di tekankan dalam proksi faktor ekonomi, lingkungan dan
sosial. Penelitian ini juga menggunakan variabel kontrol yang diproksikan oleh
ukuran perusahaan (size). Penelitian ini mengambil sampel bank syariah di
Indonesia yang terdaftar di BEI yang berjumlah 11 bank syariah, namun ada 3 bank
yang tidak memenuhi kriteria dalam sampel yang diteliti, maka hanya
menggunakan 8 bank saja dengan menggunakan data laporan keuangan tahunan
secara berturut-turut dari tahun 2011-2014.
Hasil pengujian menunjukkan : 1. Pengaruh Good Corporate Governance
terhadap kinerja keuangan perbankan syariah di Indonesia, berpengaruh positif
signifikan. 2. Pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap kinerja keuangan
perbankan syariah di Indonesia, berpengaruh positif signifikan. 3. Pengaruh Size
terhadap kinerja keuangan perbankan syariah di Indonesia, berpengaruh positif
signifikan. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa semua hipotesis
menunjukkan pengaruhnya terhadap kinerja keuangan yang di hasilkan.
This study aims to determine the effect of Good Corporate Governance
(GCG), Corporate Social Responsibility (CSR) and Size of financial performance.
The effort of this study is to manage the company by using the concept of Good
Corporate Governance (GCG) and Corporate Social Responsibility (CSR) is now
becoming so important because of the problems faced by Islamic banking
increasingly complex. Islamic banks should continue to provide value added in the
eyes of stakeholders by continuing to improve its financial performance. The
purpose of this study is to determine the effect of the application of Good Corporate
Governance which is proxied by the audit committee, board of directors, managerial
ownership and constitutional ownership of financial performance as measured by
Return on Assets (ROA). While Corporate Social Responsibility (CSR) in a proxy
emphasized in economic, environmental and social. This study also uses control
variables proxied by firm size. This study took a sample of Islamic banks in
Indonesia which is listed on the Stock Exchange a total of 11 Islamic banks, but
there are three banks that do not meet the criteria in the sample studied, the only
use 8 banks only using data from the annual financial statements in a row from 2011
-2014.
The test results showed: 1. Effects of Good Corporate Governance on the
financial performance of Islamic banking in Indonesia, has a significant positive
effect. 2. Influence of Corporate Social Responsibility on the financial performance
of Islamic banking in Indonesia, has a significant positive effect. 3. Effect of Size
on the financial performance of Islamic banking in Indonesia, has a significant
positive effect. From the results of this research, all the hypothesis have an impact
on the financial performance of Islmaic bankking.
513114947C1A012029ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN INPUT PRODUKSI PADA USAHATANI KUBIS DI DESA TAMBI KECAMATAN KEJAJAR KABUPATEN WONOSOBOPenelitian ini berjudul ’’Analisis Efisiensi Penggunaan Input Produksi Pada Usahatani Kubis di Desa Tambi Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo’’. Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui pengaruh tenaga kerja, bibit, pupuk, serta obat-obatan terhadap produksi kubis, 2) untuk mengetahui tingkat efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi pada produksi kubis, 3) untuk mengetahui tingkat efisiensi ekonomi usahatani kubis di daerah penelitian.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan data primer yang diperoleh melalui wawancara dan kuesioner. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 36 petani kubis di Desa Tambi dengan metode stratified random sampling (acak berstrata). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis fungsi produksi Cobb-Douglas, analisis efisiensi alokatif, dan analisis efisiensi ekonomi dengan analisi R/C ratio.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) penggunaan faktor produksi berupa tenaga kerja (X1), bibit (X2), pupuk (X3), dan pestisida (X4) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap produksi kubis dengan nilai Fhitung sebesar 24,048. Dengan α= 0,05, secara parsial faktor produksi bibit dan pupuk berpengaruh signifikan terhadap produksi kubis, tetapi faktor produksi tenaga kerja dan pestisida tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi kubis. Hubungan penggunaan faktor-faktor produksi dengan produksi kubis dinyatakan dalam model fungsi produksi Cobb-Douglas, sebagai berikut:
Y ́=151,37 X_1^(-0,146) X_2^0,882 X_3^0,264 X_4^(-0,067)
Efisiensi penggunaan faktor produksi menunjukkan bahwa penggunaan faktor produksi bibit belum efisien dan variabel pupuk tidak efisien. Hasil analisis efisiensi ekonomi menunjukkan bahwa usahatani kubis di Desa Tambi sudah efisien secara ekonomi dengan nilai R/C ratio sebesar 3,8.
Implikasi dari penelitian ini adalah: 1) Secara parsial variabel tenaga kerja dan variabel pestisida tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi kubis di Desa Tambi. Oleh karena itu, Dinas Pertanian perlu mengadakan pendidikan non formal seperti pelatihan kepada para petani tentang tata cara bertani kubis yang benar agar dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja. Kemudian para petani juga harus lebih memperhatikan takaran atau dosis dalam menggunakan pestisida.2) Penggunaan variabel bibit pada usahatani kubis belum efisien, hal ini berarti bahwa bibit yang digunakan petani kubis di Desa Tambi terlalu sedikit. Oleh karena itu agar efisien, seyogyanya para petani menambah jumlah bibit yang digunakan sesuai dengan jumlah yang dianjurkanpemerintah yaitu 60 kg/hektar. Sedangkan penggunaan variabel pupuk tidak efisien, hal ini berarti bahwa pupuk yang digunakan petani kubis di Desa Tambi terlalu banyak. Supaya efisien, seharusnya para petani mengurangi penggunaan pupuk sesuai dengan jumlah pupuk yang dianjurkan yaitu 1.100 kg sampai dengan 2.150 kg/hektar. 3) Secara ekonomi usahatani kubis di Desa Tambi sudah efisien. Tetapi padaumumnya para petani kubis hanya mengandalkan modal sendiri yang masih terbatas. Oleh karena itu, agar para petani dapat terus meningkatkan usahataninya sebaiknya pemerintah setempat dapat membuat kebijakan yang mendukung seperti pinjaman modal dengan bunga rendah maupun bantuan sarana produksi berupa pengadaan subsidi bibit, pupuk, maupun pestisida.
ABSTRACT
This research entitled ’’Analysis Eficiency of usage Input Production Cabbages Farming in Tambi Village, Kejajar Sub District, Wonosobo Regency. The purpose of this research are : 1) to know the influences of labour, seeds, manure and pesticides having an effect the production of the cabbages, 2) to know the efficiency of use of input production of the cabbages, 3) to know the economic efficiency of cabbages farmers in Tambi Village.
The method of research is survey and usage primary data by interview and questionnaries. The number of sample is 36 respondents in Tambi Village and sample method used Stratified Random Sampling. Data analysis technique usedfunction of production Cobb-Douglas, analysis of alocative efficiency, and analysis of economic efficiency by R/C ratio.
The result of this research indicate that: 1) use of factor production islabour(X1), seeds (X2), meanure (X3), and pesticides (X4) by together have an significante effect on cabbages production and the number of F test is 24.048. With alpha 0,05, based on partialfactor production of seeds and manure have influence significante on cabbages production, but the factor of production of labour and pesticides have not influence significant on cabbages production. The correlation of use factors of production with production of cabbagess is showed in the Cobb-Douglas produce function model:
Y ́=151,37 X_1^(-0,146) X_2^0,882 X_3^0,264 X_4^(-0,067)
Efficiency in use of factor production seeds is not yet efficient and meanure is not efficient, but . The result of economic efficiency showed that cabbage’s farmer in Tambi Village isalready efficient is economic with number or R/C ratio is 3,8.
Implications of this research is: 1) labour and pesticides have not influence significant on cabbage production in Tambi Village. So, Department of Agriculture need to make non formal educated like train for labour about manners farm is true so that canto step on kuality of labour. Then farmer must be to attentiondoses in use to psticides. 2) The use of seeds variable in cabbage farmer is not yet efficient, is meaning that use seedsof cabbage farmer in Tambi Village is more little. So that efficient, farmers must be plusseeds according to government recommend 60 kg/ha. Exactly the use of meanure is not efficient, is meaning that use meanureof cabbage farmer in Tambi Village is more much. So that efficient, farmers must to less meanure acording to government recommend 1.100 kg/ha to 2.150 kg/ha. 3) Economy cabbage farm in Tambi Village is efficient. But in generaly cabbage’s farmer only use private capital that limited. Because of that, in order to farmers can to increase of cabbage farmthe government can make policy that support like capital liabillity with less interest or helped by production tools like subsidy seeds, meanure, orpesticides.


513214948C1C011051PERSPEKTIF MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP PENDIDIKAN INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS (IFRS)Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif bertujuan untuk mengetahui perspektif mahasiswa akunansi terhadap pendidikan International Financial Reporting Standards (IFRS) ditinjau dari aspek apresiasi mahasiswa, kepuasan mahasiswa, pengetahuan dan keterampilan mahasiswa serta preferensi mahasiswa terhadap strategi pendidikan IFRS. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program strata satu jurusan akuntansi Universitas Jenderal Soedirman. Jumlah responden yang diambil berdasarkan metode stratified random sampling adalah sebanyak 120 responden dari tahun angkatan 2011, 2012, 2013 dan 2014. Data penelitian diperoleh dengan mendistribusikan kuesioner kepada responden dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki apresiasi yang cukup baik terhadap pendidikan IFRS. Sebagian besar responden belum cukup puas terhadap penyelenggaraan pendidikan IFRS. Pada aspek pengetahuan dan keterampilan terhadap pendidikan IFRS, jawaban responden masih tergolong rendah. Sebagian besar responden menginginkan adanya penyesuaian materi IFRS terhadap mata kuliah akuntansi sebagai strategi pendidikan IFRS.
This research is a descriptive study which aims to determine accounting student perspectives on International Financial Reporting Standards (IFRS) education, from the aspect of student appreciation, student satisfaction, student IFRS knowledge and skills and preferred strategies for IFRS education. The population in this study were accounting students of undergraduate program in Jenderal Soedirman University. The number of respondents drawn by stratified random sampling method were 120 respondents from level of 2011, 2012, 2013 and 2014. Data were obtained by distributing questionnaires to the respondents and analyzed by using descriptive statistics.
The results of this study showed that most respondents had a fairly good appreciation on IFRS education. Most respondents have not quite satisfied with the implementation of IFRS education. In the aspect of student IFRS knowledge and skills, respondents still relatively low. Most respondents wanted a material adjustment to the IFRS accounting subjects as strategy for IFRS education.
513314949G1F012040PENGARUH HOME CARE APOTEKER TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI KABUPATEN BANYUMASDiabetes mellitus termasuk penyakit kronis yang memerlukan terapi jangka panjang. Penurunan kadar gula darah dipengaruhi oleh kepatuhan pasien minum obat. Salah satu strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam minum obat adalah dengan melakukan pelayanan kefarmasian di rumah (home care) kepada pasien oleh apoteker. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh home care apoteker terhadap kepatuhan minum obat pasien diabetes mellitus tipe 2 di Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini merupakan penelitian prospektif eksperimental. Intervensi yang diberikan apoteker berupa home care selama 3 bulan. Total pasien yang mengikuti penelitian ini yaitu 91 (kontrol = 43, intervensi = 48). Kepatuhan diukur menggunakan kuisioner MMAS-8. Analisis uji wilcoxon digunakan untuk menguji pretest-posttest masing-masing kelompok dan uji mann whitney untuk menguji antara kelompok kontrol dan intervensi.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan kepatuhan pretest-posttest yang signifikan pada masing-masing kelompok (intervensi p= 0.003 & kontrol p= 0.01). Terdapat peningkatan skor kepatuhan yang lebih tinggi pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol yaitu sebesar 11.47%, namun tidak signifikan (p= 0.733). Home care apoteker kepada pasien DM tipe 2 dapat meningkatkan kepatuhan minum obat pasien.
Diabetes mellitus is a chronic disease which require life long therapy. Blood glucose was affected by medication adherence. In this case, home pharmacy care is needed to enhance adherence in type 2 Diabetes Mellitus patients. The aim of this study was to evaluate the effect of home pharmacy care to type 2 Diabetes Mellitus patients adherence.
This study used prospective experimental method. A total of 91 patients were randomly assigned into two groups (control = 43, intervention = 48). The intervention group was recieved 3 times home care, on the first day, second week, and sixth week. Medication adherence were measured by 8-item Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8).
This result showed that there were a significant difference on medication adherence in intervention group (p= 0.003) and control group (p= 0.01). The increasing of medication adherence score in intervention group (11.47% ) was higher than control group (9.30%), but not significant. In conclusion, home pharmacy care can improve type 2 Diabetes Mellitus patients adherence.
513414950C1B012092Pengaruh Promosi, Persepsi Harga dan Produk Wisata Terhadap Keputusan Kunjungan Wisatawan Dengan Place Branding Sebagai Variabel ModerasiPenelitian ini berjudul: Pengaruh Promosi, Persepsi Harga Dan Produk Wisata Terhadap Keputusan Kunjungan Wisatawan Dengan Place Branding Sebagai Variabel Moderasi (Studi Pada Obyek Wisata Baturaden Adventure Forest). Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh promosi, persepsi harga dan produk wisata terhadap keputusan kunjungan wisatawan dengan place branding sebagai variabel moderasi.
Hipotesis yang diajukan adalah promosi, persepsi harga dan produk wisata berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan kunjungan wisatawan dan place branding dapat memoderasi pada pengaruh antara promosi, persepsi harga dan produk wisata terhadap keputusan kunjungan wisatawan.
Alat analisis yang digunakan adalah uji t dan regresi moderasi dengan uji selisih mutlak.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa promosi, produk wisata dan harga berpengaruh positif terhadap keputusan kunjungan wisatawan.Place branding memoderasi pengaruh promosi, persepsi harga dan produk wisata terhadap keputusan kunjungan wisatawan.
Implikasi dari penelitian ini bahwa untuk meningkatkan keputusan kunjungan wisatawan, Baturaden Adventure Forest (BAF) dapat melakukannya dengan memaksimalkan kegiatan promosi yang selama ini telah dilakukan baik melalui media cetak maupun elektronik.Hal ini dilakukan, agar masyarakat lebih mengenal obyek wisata Baturraden Adventure Forest dengan lebih baik sehingga tertarik untuk melakukan kunjungan ke BAF. Peningkatan keputusan kunjungan wisatawan juga dapat dilakukan dengan mengevaluasi kembali harga tiket yang ditawarkan, meningkatkan fasilitas yang tersedia di obyek wisatasehingga pengunjung merasa nyaman dan tentunya akan membuat merek tempat atau place branding menjadi lebih baik lagi.
This research entitled: Effect of promotion, perceived price and tourism product on visit decision with place branding as moderating variable (Study on Tourism Object Baturaden Adventure Forest). The purpose of this study is to analyze the influence of promotion, perceived price and tourism product on visit decision of tourist with place branding as a moderating variable.
The hypothesis is promotion, perceived price and tourism product has a positive effecr on visit decision and place branding is able to be a moderating variable in the influence of promotion, perceived price and tourism product.
The analytical tool used is regression analysis with t test and regression test of moderation with an absolute difference.
Based on the result of this study concluded that promotion, pervceived price and tourism product provide a positive influence on visit decision. Place branding is able to be a moderating variable in the influence of promotion, perceived price and tourism product on visit decision.
The implications of this research are to improve visit decision, management of Baturaden Adventure Forest can improve the promotion activities trough the internet or news paper. The increase of visit decision, can also be done by evaluate ticket pricing and fix the facility at the tourism object Baturaden Adventure Forest, so that visitors feel statisfied, comfortable and place branding of Baturaden can be better.
513514953C1K012056THE MEDIATING ROLE OF BRAND IMAGE BETWEEN SERVICESCAPE, SELF-IMAGE CONGRUITY TOWARD BRAND LOYALTY AN EMPIRICAL STUDY AT DAPOER PRAMBANAN RESTAURANT PURWOKERTOTujuan dari peneliian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari Servicescape, Self-Image Congruity, Brand Image dan Brand Loyalty di Dapoer Prambanan Restaurant Purwokerto. Structural Equational Model (SEM) digunakan dalam menguji hipotesis. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 120 orang yang sudah mengunjungi Dapoer Prambanan Restaurant Purwokerto. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa Servicescape, Self-Image Congruity dan brand image mempunyai pengaruh positif terhadap brand loyalty. Dari tujuh hipotesis yang di uji hanya satu yang ditolak yaitu pengaruh dari servicescape terhadap brand loyalty, hal tersebut berarti bahwa konsumen akan loyal terhadap suatu restaurant bukan dipengaruhi oleh servicescape tetapi ada faktor lain yang konsumen pertimbangkan seperti harga, waktu menunggu dan juga pelayanan yang diberikan oleh restaurant tersebut. hal ini bisa dijadikan masukan bagi management dari Dapoer Prambanan Restaurant untuk meningkatkan faktor – faktor tersebut seperti harga, pelayanan yang diberikan dan juga niat menunggu loyalitas dari konsumenThe purpose of this study was to analyze the effect of Servicescape, Self-image congruity, Brand Image and Brand Loyalty at Dapoer Prambanan Restaurant Purwokerto. Structural Equational Model (SEM) was used to test the research hypothesis. This research using a sample size of 120 people who visiting twice and have used the product or service in Dapoer Prambanan , Purwokerto. Finally, based on the analysis of the results, it can be concluded that servicescape and self-image congruity have a positive effect on brand loyalty. From seven hypothesis theres one hypothesis rejected it is the effect of servicescape to brand loyalty, it is has mean that the customer will loyal to the brand of restaurant considering the other factor such as a price, waiting motivation and also service that provide from that restaurant. It can be suggest to Dapoer Prambanan Restaurant to improve the other factor like, price, service provide and waiting time to increase the loyal of customer
513614952F1D009030Kebijakan-Kebijakan Perdagangan Indonesia dalam Menyongsong
Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015
Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk memahami, mengetahui, dan menjelaskan kebijakan perdagangan yang diambil oleh Indonesia untuk menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Serta untuk memahami peluang Indonesia dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Dengan menggunakan metode kulitatif dan pendekatan studi pustaka dalam bingkai perspektif konstruktivisme dan paradigma non-positivis, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa Indonesia masih memiliki banyak kekurangan dibandingkan negara-negara lain di ASEAN dalam menghadapi MEA 2015. Meskipun Indonesia masih memiliki kekurangan, Indonesia telah mampu menerapkan beberapa program dan kebijakan agar dapat bersaing dengan negara-negara ASEAN lainnya. Kebijakan yang dikeluarkan Indonesia dalam menyongsong MEA 2015, dimulai dari Inpres Nomor 6 tahun 2014 yang berisikan peningkatan daya saing nasional dalam rangka menghadai MEA sampai dengan yang terakhir adalah Perpres Nomor 3 tahun 2016 tentang percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional.
Peluang Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam MEA 2015 sangat besar. Dapat dilihat dari sumber daya alam yang sangat melimpah. Walaupun pada saat ini sumber daya manusia yang tersedia belum cukup memadai untuk mengolah bahan baku yang ada. Pemerintah harus lebih berperan aktif dalam membantu masyarakat kecil dan menengah. Hal ini dikarenakan untuk membangun pondasi-pondasi ekonomi yang baik dikalangan ekonomi kecil dan menengah, karena pengusaha kecil dan menengah merupakan tiang perekonomian negara.
This research based paper aims at understand and explain the trade policies taken by Indonesia in facing the ASEAN Economic Community by 2015. As well as understanding the opportunity of Indonesia in the ASEAN Economic Community in 2015. By using qualitative method and library research approach in the framework of the constructivism perspective and the non-positivism paradigm, the result of the research shown that Indonesia lessen of some aspects compared to other ASEAN countries in facing MEA 2015. Nevertheless Indonesia has been able to implement several programs and policies in competing with other ASEAN countries.. Policies issued by Indonesia in facing the AEC in 2015, starting from the Presidential Instruction Number 6 of 2014 which contains the improvement of national competitiveness in order faces a AEC until the last one is Presidential Decree No. 3 of 2016 on behalf the national strategy projects’s acceleration.
Indonesia opportunity to actively participate in AEC 2015 was greatly impressive. It was shown from the Indonesian massive natural resources; although the human resources have not been yet ready to process these raw materials. The government should be more active in helping small and medium communities. This is due to build the foundations of a good economy among small and medium-sized economy, because small and medium enterprises is the pillar of the country's economy.
513716235G1B012018Efektivitas Pelatihan Penerapan PHBS Anak Usia Dini terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap, dan Peran Orang Tua


Abstrak


Latar Belakang: Keterlibatan dan kemampuan orang tua terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) anak usia dini sangat menentukan kualitas kesehatan anak. Kemampuan orang tua mengenai PHBS ditingkatkan dengan pendidikan kesehatan seperti pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pelatihan penerapan PHBS terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan peran orang tua siswa PAUD.

Metodologi: Penelitian quasy experimental ini menggunakan desain non equivalent control group design. Sampel 38 orang dibagi dua kelompok (19 perlakuan dan 19 kontrol), dipilih menggunakan consecutive sampling. Setelah pre test dan sebelum post test, hanya kelompok perlakuan yang diberikan pelatihan. Setelah hari ke 15, dilakukan post test peran pada kedua kelompok. Data diuji dengan wilcoxon test dan paired t test untuk sampel berpasangan, serta independen T test dan Mann Whitney untuk sampe l tidak berpasangan.

Hasil Penelitian: Hasil uji menunjukkan pada kelompok perlakuan terdapat perbedaan pengetahuan, sikap, dan peran sebelum dan sesudah pelatihan dengan nilai p berturut-turut 0,000; 0,003; dan 0,000 (<0,05). Perbedaan signifikan antara kelompok perlakuan dan kontrol pada pengetahuan, sikap, dan peran dengan nilai p berturut-turut adalah 0,004; 0,001; dan 0,000.

Kesimpulan: Pelatihan penerapan PHBS anak usia dini efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan peran orang tua.

Kata Kunci : PHBS, orang tua, anak usia dini
Abstract
Background: Parent’scomplicity and capability to clean and healthy behaviour of early childhood totally determine quality of children health. This capability can improved by health education, training. This study was aimed to understand about effectiveness of early childhood of healthy behaviour practice training to improve parent’s knowledge, atttitude, and role.

Methods: This quasy experimental study used non equivalent control group design. 38 persons categorized in two groups (19 experiment-19 control) by purposive sampling. After pre test, experiment group only is given training before post test. Post test for role is given on 15th days of two groups. The data was analysed with wilcoxon and paired t test for related sample, independent T test and Mann Whitney was used for independent sample.

Results: The analysis result showed that experiment group were significant difference for knowledge, attitude, and role before and after training which p value 0,000; 0,003; and 0,000, and significant difference after training between experiment and control for knowledge, attitude, and role which p value 0,004; 0,001; and 0,000.

Conclusion: The early childhood of clean and healthy behaviour practice training were effective to improve parent’s knowledge, attitude, and role.

Keywords : clean and healthy behaviour, parent, early childhood
513814951P2CC12008Analisis Penyebab Permasalahan Kinerja Karyawan
Dengan Interrelationship Diagram
(Studi Kasus Di STIKes Harapan Bangsa Purwokerto)
Abstrak : Kinerja merupakan hasil kerja yang dilakukan oleh karyawan sesuai dengan jabatan masing-masing dalam periode waktu tertentu, yang memberikan dampak terhadap pencapaian tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor penyebab kinerja karyawan yang kurang baik dan untuk menganalisis keterkaitan antara faktor-faktor penyebab yang berkaitan dengan permasalahan kinerja antara satu penyebab dangan penyebab lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab satu masalah dengan masalah lain adalah faktor beban kerja karena banyaknya mata kuliah yang diampu oleh dosen luar yang mengakibatkan keterlambatan penyerahan soal ujian dan keterlambatan penginputan nilai. Faktor disiplin diri karena manajemen waktu yang mengakibatkan ketidaktepatan pelaporan pangkalan pendidikan tinggi. Faktor kepemimpinan karena pimpinan jarang di tempat mengakibatkan keterlambatan pendisposisian surat masuk dan pembayaran honor kegiatan, perjalanan dinas dan supervisi praktek dibayarkan terlalu lama. Faktor pengawasan dan manajemen waktu karena lupa dan pola kerja mengakibatkan dosen tidak mengisi jurnal. Faktor pengawasan dan koordinasi karena harus adanya konfirmasi kehadiran dosen ke dosen yang bersangkutan sehingga terjadi ketidaktepatan waktu perekapan presensi dosen. Faktor scheduling karena masih ada perkuliahan satu minggu sebelum ujian mengakibatkan terjadinya keterlambatan presensi mahasiswa. Faktor manajemen waktu, scheduling dan beban kerja karena banyaknya kegiatan dosen mengakibatkan keterlambatan penyerahan rancangan pertemuan perkuliahan dan perubahan jadual perkuliahan. Beban dosen mengajar tinggi, banyaknya libur mengakibatkan perubahan jadual perkuliahan. Abstract: Working performance is as a result done by employee according to their position in a certain working period, which gives impact on the determined goals of an organisation. The purpose of the study was to analyze the cause factors related to one working problem with the others. The result of the study showed that the cause faktor of one problem with the others was working load because the course subject handled by impermanent lecturer affecting to the lateness of test document and score input. Self-discipline factor because of time management caused inaccuracy in reporting it to higher education base. Leadership factor because of a rare presence of chairperson in campus impacted the delay of in-letter disposition and event-fee-payment, business trip and clinical supervision paid too long.Supervision and time management factors because of forgetfulness and working pattern led lecturers not filling in the journal. Supervision and coordination factors because of the compulsory to do confirmation of lecturer’s presence to lecturer concerned caused the inaccuracy on lecturers’ presence calculation. Scheduling factor because of unfinished lecturing a week before examination caused the late report of students’ presence. Time management factor, scheduling and working load factors because of the amount of lecturer’s activities led to the late submission of the draft meeting schedule and the change of lecturing schedule. The Lecturer’s teaching load as many as the number of holiday caused the change of lecturing schedule.
513914954C1L012008THE INFLUENCE OF COMPANY SIZE, PROFITABILITY, LEVERAGE, EARNING MANAGEMENT AND COUNTRY TOWARD VOLUNTARY DISCLOSURE IN ANNUAL REPORT OF BANKING SECTOR COMPANY IN INDONESIA AND MALAYSIAPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, manajemen laba, dan negara terhadap pengungkapan sukarela pada laporan tahunan perusahaan perbankan di Indonesia dan Malaysia tahun 2009-2014. Populasi pada penelitian ini menggunakan purposive sampling, dengan 29 perusahaan perbankan di Indonesia dan Malaysia. Pada penelitian ini, pengungkapan sukarela diukur dengan menggunakan checklist Hawashe (2014) dan disesuaikan dengan peraturan yang berlaku di Indonesia dan Malaysia. Peraturan di Malaysia yaitu Malaysia Accounting Standard Board (MASB). Sedangkan peraturan di Indonesia yaitu peraturan X.K.6 Keputusan Ketua Bapepam No: Kep-431/BL/2012.
Hasil pengujian regresi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) ukuran perusahaan dan profitabilitas berpengaruh positif terhadap pengungkapan sukarela; (2) leverage dan negara berpengaruh negatif terhadap pengungkapan sukarela; dan (3) manajemen laba tidak berpengaruh terhadap pengungkapan sukarela.
This research was conducted to determine the effect of company size, profitability, leverage, earning management, and country to voluntary disclosure in annual report of banking sector company in Indonesia and Malaysia year 2009-2014. Population in this research using purposive sampling, who has 29 banking sector companies in Indonesia and Malaysia. This research, voluntary disclosure in annual report of banking sector companies measured by Hawashe (2014) checklist and adapted to the prevailing regulations in Indonesia and Malaysia. Extisting regulations in Malaysia, the Malaysia Accounting Standard Board (MASB). Whereas the existing regulation in Indonesia, the regulation X.K.6 the Chairman of Bapepam Number: Kep-431/BL/2012.
Results of regression testing in this research indicate that: (1) company size and profitability positive effect on voluntary disclosure; (2) leverage and country negative effect on voluntary disclosure; and (3) earning management does not affect on voluntary disclosure.
514014955F1F010019AN ANALYSIS OF TRANSLATION TECHNIQUES OF WORDS CONTAINING REFERENTIAL MEANING IN SUBTITLE OF GREEN STREET HOOLIGANS MOVIE.
Penelitian yang berjudul “Analisis Teknik Penerjemahan Kata-Kata yang Mengandung Referential Meaning di dalam Subtitle pada Film Green Street Hooligans” ini bertujuan untuk menganalisis kata-kata yang mengandung referential meaning khususnya Personal Reference dan Demonstrative Reference yang ditemukan di dalam subtitle pada film Green Street Hooligans serta menghubungkan kata-kata tersebut dengan teknik penerjemahan yang sesuai dengan konteks dan situasi di dalam film.

Peneliti menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis data utama. Karena penelitian ini hanya berfokus pada Personal Reference dan Demonstrative Reference, maka purposive sampling digunakan dalam penelitian ini. Hal ini karena purposive sampling digunakan untuk mengambil sebagian data untuk mewakili sebuah populasi dengan criteria tertentu. Data yang diambil hanyalah kata-kata yang tidak diterjemahkan secara literal di bahasa target.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ditemukan total data sebanyak 58 kata-kata yang mengandung referential meaning. Ditemukan Personal Reference sebanyak 32 data dan Demonstrative Reference sebanyak 26 data. Dalam mengartikan maksud dari kata-kata referential meaning yang ditemukan, peneliti lalu menghubungkannya dengan teknik-teknik penerjemahan sesuai dengan konteks dan situasi pada film. Dari 18 teknik penerjemahan, hanya ada 5 teknik penerjemahan yang bisa dihubungkan ke kedua references tersebut.
The research entitled “An Analysis of Translation Techniques of Words Containing Referential Meaning in Subtitle of Green Street Hooligans movie” aims to analyze the words containing referential meaning, especially Personal Reference and Demonstrative Reference which are found in the subtitle of Green Street Hooligans movie and then to link them by using a suitable translation technique based on the context and the situation in the movie.

The researcher used qualitative method to analyze the main data. Since this research only focuses on Personal Reference and Demonstrative Reference, purposive sampling was used in this research. This is because purposive sampling is used to take some data to represent the population with certain criteria. The data that are taken are only the words which are not translated literally in target language.

The result of this research shows that there are 58 data of words containing referential meaning. There are 32 data of Personal Reference and 26 data of Demonstrative Reference. In determining the meaning and the reason of the words containing referential meaning, the researcher linked the words to translation techniques based the context and the situation in the movie. From 18 translation techniques, there are only 5 translation techniques that can be linked to those references.