Artikelilmiahs
Menampilkan 5.141-5.160 dari 48.825 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 5141 | 14942 | F1A010007 | Pendampingan Orang Tua Terhadap Perubahan Kognitif Anak-Anak SD Negeri 4 Grendeng Setelah Menonton Isi Acara Tayangan Televisi Mentoring Parents Against Cognitive Changes in Elementary School Children 4 Grendeng After Watching Television Content Impressions Events | Pengaruh televisi dalam peradaban manusia sendiri cukup besar. Hal ini dikarenakan lebih dari 3,5 milyar jam dihabiskan masyarakat baik kalangan bawah, menengah ataupun atas untuk menonton televisi. Di Indonesia sendiri khususnya lingkup perkotaan, anak-anak mendominasi menjadi penikmat acara televisi. Peran penting orang tua dalam hal pengawasan dan pendampingan terhadap anak sangat diperlukan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana pendampingan orangtua mengenai pengaruh isi tontonan tayangan televisi terhadap perubahan perilaku dan pengetahuan anak-anak di SDN 4 Grendeng?” dan “Bagaimana perubahan kognitif anak-anak SDN 4 Grendeng sebelum dan sesudah menonton isi acara tayangan televisi?” Penelitian ini menggunakan Teori Kognitif dan Perilaku dari Albert Bandura yang menyatakan bahwa faktor sosial dan kognitif serta faktor pelaku memainkan peran penting dalam pembelajaran. Metode penelitian ini adalah kuantitatif melalu survai deskriptif. Sasaran penelitian yaitu orang tua murid yang bersekolah di SDN 4 Grendeng. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh orang tua yang memiliki anak bersekolah di SDN 4 Grendeng. Jumlah sample penelitian sebanyak 74 orang tua murid yang dipilih dengan menggunakan metode proportionate stratified random. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62,46 persen persepsi orang tua murid SDN 4 Grendeng masih kurang dalam hal pendampingan dan pengawasan dalam memilih acara televisi untuk anak. Namun demikian, pemilihan acara televisi yang dilakukan oleh orang tua untuk ditonton anak sudah cukup baik, yaitu sebesar 55,63 persen dari seluruh sampel orang tua memilihkan acara televisi untuk anknya. Tidak adanya perubahan kognitif menghasilkan jawaban sebesar 50,54 persen dari total keseluruhan jawaban responden. Implikasi dari penelitian ini adalah kurangnya pendampingan dan pengawasan orang tua dalam mendampingi anak ketika anak menonton isi tayangan televisi, karena anak-anak tersebut lebih memilih untuk bermain diluar rumah untuk mengisi waktu luangnya daripada menonton isi acara tayangan televisi. Ketidaksukaan anak menonton televisi berdampak pada tidak adanya perubahan kognitif dalam diri anak-anak SDN 4 Grendeng akibat dari menonton isi acara tayangan televisi. Kata kunci : Pendampingan orang tua, Perubahan kognitif, Dampak Televisi. | The influence of television in human civilization itself is quite large. This is because more than 3.5 billion hours were spent under the public good, medium or above to watch television. In Indonesia alone, especially the urban sphere, children become connoisseurs dominate television show. The important role of parents in terms of supervision and assistance to children is needed. The problem of this research is "How mentoring by parents about the influence of the contents of the spectacle of the television to change behavior and knowledge of children at SDN 4 Grendeng?" And "How to change children's cognitive SDN 4 Grendeng before and after watching the content of television programs? " This study uses the Cognitive and Behavioral Theory of Albert Bandura stated that the social and cognitive factors and actors factors play an important role in learning. This research method is quantitative descriptive survey through. Goal of research that parents of students who attend school in SDN 4 Grendeng. The population in this study are all parents who have children in school at SDN 4 Grendeng. Total sample study of 74 parents were selected using proportionate stratified random method. The results showed that 62.46 percent of the perception of parents SDN 4 Grendeng still lacking in terms of assistance and supervision in choosing television shows for children. However, the selection of television programs made by the parents to watch children is good enough, that is equal to 55.63 percent of the entire sample of parents choose to anknya television shows. The absence of cognitive changes produce an answer for 50.54 percent of the total respondents. The implications of this study are: lack of assistance and supervision of parents in assisting the child when the child watching the contents of television, because the children prefer to play outside the home to fill their spare time than watching the content of television programs. Hostility children watch television an impact on the absence of cognitive changes in children's self-SDN 4 Grendeng result of watching the content of television programs. Keywords: Mentoring parents, cognitive changes, Impact TV. | |
| 5142 | 14964 | G1D012001 | Pengaruh pemberian metode demonstrasi dengan menggunakan video terhadap kemampuan menggosok gigi anak prasekolah yang mengalami karies gigi | ABSTRAK Latar Belakang: Usia prasekolah merupakan saat yang idel untuk melatih kemampuan motorik anak. Pada masa ini mengajarkan kebiasaan anak dalam merawat gigi merupakan hal yang penting. Salah satu metode yang menarik, inovatif dan efektif bagi anak yaitu melalui tayangan video yang bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anak prasekolah dalam hal menggosok gigi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian metode demonstrasi dengan menggunakan video terhadap kemampuan menggosok gigi anak prasekolah yang mengalami karies gigi. Metode: Penelitian ini menggunakan quasi eksperiment (non randomized pre-test post-test with control group design). Sampel pada penelitian ini berjumlah 30 anak. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah total sampling. Data yang terkumpul dianalisis secara statistik pada kelompok intervensi dengan menggunakan uji Repeated Annova dan pada kelompok kontrol dengan menggunakan uji Friedman. Sedangkan perbedaan kemampuan menggosok gigi anak pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil: Pemberian metode demonstrasi dengan menggunakan video yang dilakukan pada anak prasekolah didapatkan hasil meningkatnya kemampuan menggosok gigi anak pada pertemuan kedua dan pertemuan ketiga. Terdapat perbedaan bermakna antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Pemberian metode demonstrasi dengan menggunakan video pada anak prasekolah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan menggosok gigi anak. Kata kunci: Anak prasekolah, Kemampuan menggosok gigi, Metode demonstrasi dengan video. | ABSTRACT Background: Preschool is an ideal age to train the motor skills of children. This period is essential to teach habits of children about dental care. One of interesting, innovative and effective methods for children is through video content to enhance the knowledge and ability of preschool children in brushing their teeth. Objective: This research aimed to determine the effect of demonstration method by using video on ability in brushing teeth of preschool children with caries teeth. Method: This research used quasi-experimental (non randomized pre-test post-test with control group design. Sample in this research were preschool children of 30 children. Sampling technique in this research was total sampling. The collected data were statistically analyzed in the intervention group by using Repeated Annova test and in the control group by using Friedman test. While the differences in the ability of children in brushing their teeth in the intervention and control groups were analyzed by using Mann-Whitney test. Result: Demonstration method by using video conducted on preschool children obtained the result of increasing ability in brushing teeth on children in the second and third meeting. There were significant differences between the intervention group and the control group with the value of p= 0.000 (p < 0.05). Conclusion: Demonstration method by using video on preschool children have a significant influence on the ability of children in brushing their teeth. Keywords: Preschool children, brushing teeth, demonstrasion with video. | |
| 5143 | 14956 | G1F012052 | EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BIJI TERHADAP HITUNG EOSINOFIL DARAH TIKUS MODEL ANAFILAKSIS KUTANEUS AKTIF DAN IDENTIFIKASI FLAVONOID DENGAN KLT | Daun Jambu biji (Psidium guajava L.) diketahui mengandung flavonoid kuersetin dan memiliki aktivitas anti alergi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas ekstrak etanol daun P. guajava (EEPG) sebagai anti alergi dilihat dari hitung eosinofil darah tikus model anafilaksis kutaneus aktif, serta identifikasi flavonoid dengan kromatografi lapis tipis (KLT). Rancangan penelitian dilakukan dengan metode post test only control group design. Sebanyak 25 ekor tikus jantan dibagi menjadi 5 kelompok, kelompok kontrol negatif (CMC-Na), kelompok Na-Kromolin dan kelompok EEPG (250 mg/KgBB, 500 mg/KgBB dan 750 mg/KgBB). Setiap kelompok disensitisasi ovalbumin (s.c) pada hari ke-0, ke-7 dan ke-14. Sediaan uji diberikan hari ke-14, setelah 15 menit, tikus diprovokasi dengan 5,25% ovalbumin. Hari ke-15 semua tikus diambil darahnya dari pleksus retroorbitalis untuk pengamatan hitung eosinofil. Kandungan flavonoid ekstrak etanol daun P. guajava diidentifikasi dengan KLT silika gel 60 F254 dan fase gerak n-butanol:asam asetat glasial:air (70:70:1). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa EEPG dengan dosis 500 mg/kgBB tidak mampu menurunkan hitung jenis eosinofil darah tikus model anafilaksis kutaneus aktif dan tidak berbeda signifikan secara statistik. Hasil profil KLT menunjukkan nilai Rf sampel dan kuersetin adalah 0,815 dan 0,85. Nilai Rd yang didapatkan adalah 95,5%. Hasil ini membuktikan bahwa EEPG terbukti mengandung flavonoid. | Guava leaves (Psidium guajava L.) is known that contains flavonoids quercetin and it has anti-allergic activity. The aims of this study is to determine the effectiveness of the ethanol extract of P. guava leaves (EEPG) as anti-allergic showed from the blood eosinophil count of active cutaneous anaphylaxis rat model, and identification of flavonoids by thin layer chromatography (TLC). The study design was conducted using post test only control group design. A total of 25 male rats were divided into 5 groups, negatif control group (CMC-Na), Na Cromolyn group and EEPG group (250 mg/kg, 500 mg/kg and 750 mg/kg). Each groups were sensitized with ovalbumin (s.c) on days 0 th, 7 th and 14 th. The treatment was given on day 14th, after 15 minutes, rats was provoked by 5.25% ovalbumin. On day 15th all rat have blood drawn from pleksus retroorbitalis for observation the eosinophil count. The content of flavonoids of EEPG were identified by TLC silica gel 60 F254, and the mobile phase is n-butanol: acid acetic glacial: water (70: 70: 1). The results of this study showed that EEPG with a dose of 500 mg/kg did not reduced the blood eosinophil counts of cutaneous anaphylaxis active rat model and did not differ statistically significant (p>0,05). The results of the TLC profile showed that Rf value of samples and quercetin is 0,812 and 0,85. Rd value was obtained 95.5%. This result proves that EEPG contains flavonoids. | |
| 5144 | 14958 | F1A010024 | Ibu Rumiyati (Studi Life History Seorang Tukang Parkir Perempuan di Rumah Makan Intan Sari Purwokerto) Mrs Rumiyati ( Study Life History A Women Parking Attendant in Restaurant Intan Sari Purwokerto) | Gender merupakan perbedaan perilaku antara laki-laki dan perempuan yang dikonstruksi secara sosial, melalui proses sosial dan kultural yang panjang. Seiring perkembangan zaman, emansipasi telah membuat peran perempuan menjadi bertambah, membuat beban perempuan juga berubah. Tiga jenis peran perempuan yaitu 1). Peran reproduktif adalah peran bagi perempuan yang telah menikah, yaitu melahirkan. Perempuan juga harus melakukan pekerjaan rumah tangga seperti memasak, mencuci, membersihkan rumah, mengasuh anak, mempersiapkan keperluan keluarga sehari-hari, menjaga, dan sebagainya. 2). Peran produktif, dalam hal ini perempuan dituntut untuk melakukan kegiatan yang menghasilkan barang atau jasa baik untuk dikonsumsi sendiri ataupun untuk dijual. Faktor ekonomi menjadi faktor utama mengapa seorang perempuan harus menjalankan peran ini. 3). Peran sosial, peran ini mencakup kegiatan-kegiatan sosial dalam kehidupan masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari seorang perempuan akan selalu berhubungan dengan lingkungan sosialnya. Perempuan akan bersosialisasi dengan masyarakat dan kegiatan-kegiatan sosial. Perempuan kini sudah banyak yang masuk dalam dunia kerja. Pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh laki-laki kini perempuan mampu melakukannya. Pekerjaan seperti supir bus, tukang tambal ban bahkan tukang parkir dapat dikerjakan oleh perempuan, seperti Ibu Rumiyati yang bekerja sebagai tukang parkir di Rumah Makan Intan Sari Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi life history. Sasaran utama adalah Ibu Rumiyati, dan sasaran pendukungnya adalah pemilik rumah makan Intan Sari, pelanggan parkir, dan anak Ibu Rumiyati. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Sedangkan untuk menganalisis data menggunakan analisis interaktif dengan tiga komponen pokok yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk memeriksa keabsahan data yang diperoleh digunakan triangulasi data untuk membandingkannya. Hasil penelitian ini menunjukkan sudah banyak ditemui perempuan yang terjun ke sektor public, seperti Ibu Rumiyati yang bekerja sebagai tukang parkir perempuan di Rumah Makan Intan Sari Purwokerto. Meskipun bekerja di sektor publik sebagai tukang parkir, namun ia tetap mampu menjalankan perannya pada sektor domestik, dan peran sosialnya untuk berinteraksi dengan lingkungan tempat tinggal. Implikasi dari penelitian ini adalah meskipun bekerja pada sektor publik sebagai tukang parkir, Ibu Rumiyati tetap dapat menjalankan perannya pada sektor domestik dan dapat menjalankan peran soialnya. Terkait dengan pekerjaan Ibu Rumiyati sebagai tukang parkir agar selalu bertanggung jawab dalam menjalankan pekerjaannya sehingga para pelanggan percaya untuk memarkirkan kendaraan mereka. | Gender is the behavioral differences in behavior between men and women are socially constructed, through a process of social and cultural length. Along with the times, emancipation has made the role of women be increased, making the burden of women also changed. Three types of women's roles: 1). Reproductive role is a role for women who are married, are giving birth. Women also have to do pkerjaan household such as cooking, washing, cleaning, caring for children, preparing for family daily, maintain, and so forth. 2). Productive role, in this case women are required to carry out activities that produce goods or services for personal consumption or for sale. Economic factors become main factors why a woman should play this role. 3). The social role, this role includes social activities in public life. In everyday life a woman will always be in touch with their social environment. Women will socialize with the community and social activities. Women now have a lot that goes into the world of work. The work that is usually done by men are now women are able to do so. Works like a bus driver, a tire repairman even parking attendants can be done by women, like Mrs. Rumiyati working as parking attendants at Rumah Makan Sari Intan Purwokerto. This research is used qualitative research method with study of life history. With study life history, researcher can join with research target for knowing her life history and her activities. The main subject in this research is Mrs Rumiyati, and the supporter subject is owner Intan Sari Restaurant, parking customer, and child of Mrs Rumiyati. In this research, the method that used for data collecting are interview, documentation, and observation. The data source that used is interactive analysis with three fundamental components, that are data reduction, presentation of data, and withdrawal of conclusion. For checking authenticity of obtained data is used data triangulation for comparing of it. The result of this research show us that we have found so many women who go into the public sector, like Mrs Rumiyati who works as a female parking attendant in Restaurant Intan Sari Purwokerto. Although she works as a parking attendant, but she was still able to do her activities in domestic sector, that is the activity that we do in our home, like educating children, handling homework, and social role. Social roles include social activities in public life like social gathering, praying together, and PKK. The implication of this research is despite working in the public sector as parking attendants, Mrs Rumiyati still be able to perform its role in the domestic sector and can run social role. Mrs Rumiyati associated with the work as parking attendants to always be responsible in the work so that customers believe to park their vehicles. | |
| 5145 | 14987 | G1H011011 | HUBUNGAN PEMBERIAN ASI DAN STATUS INFEKSI DENGAN STATUS GIZI BAYI 0-6 BULAM DI WILAYAH PUSKESMAS II PURWOKERTO UTARA | ASI eksklusif adalah makanan yang paling sehat untuk bayi 0-6 bulan karena kandungan zat gizi dan zat aktif lainnya. Pemberian ASI meningkatkan kesehatan, melindungi dari penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI dan status infeksi dengan status gizi bayi 0-6 bulan yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas II Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas, menggunakan desain cross sectional dan pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling dipenuhi 44 responden. Analisis data dilakukan dengan dua tahap: analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil uji menunjukkan sebanyak (45,45%) diberi ASI eksklusif, (38,64%) bayi diberi ASI predominan dan (15,91%) bayi diberi ASI parsial. (59,09%) bayi tidak mempunyai penyakit infeksi dan bayi yang mempunyai penyakit infeksi sebesar (40,91%). Status gizi bayi kategori gizi baik 41 bayi (93,18%), 1 bayi dengan gizi lebih (2,27%), dan bayi kategori gizi kurang sebanyak 2 bayi (4,55%). Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan antara ASI eksklusif dengan status gizi bayi (p=1,000), tidak ada hubungan antara status infeksi dengan status gizi bayi (p=0,558). Ibu selalu memperhatikan gizinya untuk memperlancar pengeluaran ASI. menambah pengetahuan dan informasi melalui membaca buku-buku dan majalah mengenai ASI eksklusif. Memperhatikan asupan gizi agar ibu selalu sehat dan ASI yang diproduksi lancar dan banyak. Rutin melatih keterampilan dan mengaplikasikan keterampilannya mengenai teknik-teknik pemberian ASI eksklusif dalam kehidupan sehari-hari selama menyusui. | Breastfeeding is the most health food for infants because of its contents and other active substances. Breastfeeding could increase health status and protects from disease. This study aimed to find out the relation of breastfeeding and infection status with the nutritional status of infants 0-6 months that was held in Puskesmas II Purwokerto Utara Banyumas district, cross sectional design stratified random sampling was used as sampling method with the total sample of 44 respondents. Data analysis using the 2 stages: univariate analysis and chi square test for bivariate analysis. The test results showed as much (45,45%) are given exclusive breastfeeding, (38,64%) infants are given predominant breastfeeding and (15,91%) infants are given partial breastfeeding. (59,09%) infants have not the infection disease and (40,91%) infants have infection disease. There are 41 infants with good nutritional status (93,18%), 1 infant with over nutrition status (2,27%) and 2 infants with mal nutrition status (4,55%). The result analysis showed no relation between exclusive breastfeeding and nutritional status of infants (p=1,000) and no relation between infection status with nutritional status of infants (p=0,558). Mother always attention to nutrition to facilitate breastfeeding expenditure. increase knowledge and information through reading books and magazines about exclusive breastfeeding. Noting that maternal nutritional intake is always healthy and the milk produced smoothly and more. Routine practice skills and apply their skills on techniques of exclusive breastfeeding in everyday life during breastfeeding. | |
| 5146 | 14986 | G1G011028 | PERBANDINGAN DEFLEKSI PEGAS STAINLESS STEEL WIRE DIAMETER 0,5 mm PADA VARIASI PANJANG WIRE UNTUK PERGERAKAN GIGI ORTODONSI SECARA IN VITRO | Pegas kantilever tunggal merupakan komponen aktif peranti ortodonsi lepasan. Pegas ini berfungsi untuk menggerakkan gigi ke arah distal maupun mesial dengan panjang pegas sekitar 15-20 mm. Pegas ini dibuat dari 18-8 austenitic stainless steel wire dengan diameter 0,5 mm. Kekuatan optimal untuk menggerakkan gigi tipping adalah 40 gram. Defleksi optimal yang menghasilkan kekuatan 40 gram adalah sebesar 3 mm. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai defleksi pegas stainless steel wire diameter 0,5 mm pada variasi panjang wire, menentukan panjang optimal wire yang menghasilkan nilai defleksi optimal, dan membandingkan selisih nilai defleksi pegas setiap penambahan panjang wire sebesar 1 mm. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan menggunakan 48 sampel yang terbagi menjadi 6 kelompok. Kelompok 1 panjang wire 15 mm, kelompok 2 panjang wire 16 mm, kelompok 3 panjang wire 17 mm, kelompok 4 panjang wire 18 mm, kelompok 5 panjang wire 19 mm dan kelompok 6 panjang wire 20 mm. Alat uji defleksi pegas menggunakan tension gauge. Data dianalisis menggunakan uji one way Anova kemudian dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan bermakna (p<0,05) nilai defleksi pegas 18-8 austenitic stainless steel wire diameter 0,5 mm pada variasi panjang wire sedangkan perbandingan selisih nilai defleksi pegas setiap penambahan panjang wire 1 mm memiliki perbedaan bermakna (p<0,05). Simpulan penelitian ini adalah semakin panjang wire nilai defleksi pegas semakin besar, panjang optimal wire yang menghasilkan nilai defleksi optimal adalah panjang wire 19 mm, dan terdapat perbedaan selisih nilai defleksi pegas setiap penambahan panjang wire 1 mm. | Finger spring is an active component of removable orthodontic appliance. The spring is used to move the teeth towards distal and mesial which has the length about 15-20 mm. This spring was made of 18-8 austenitic stainless steel wire, diameter 0,5 mm. The force optimal for tipping movement teeth is 40 grams. Optimal deflection to the force of 40 grams is about 3 mm. The purpose of this study to compare the deflection stainless steel wire 0,5 mm in diameter of spring between diffrent length wire, find out the optimal length of wire for optimal deflection, and compare the difference in the value of deflection every additional length of wire 1 mm. This study is an experimental research laboratory by using 48 samples into six groups. The first group was the wire with a length of 15 mm. The second group was the wire with a length of 16 mm. The third group was the wire with a length of 17 mm. The fourth group was the wire with a length of 18 mm. The five group was the wire with a length of 19 mm and the six group was the wire with a length of 20 mm. The instrument used to measure deflection of spring was tension gauge. Results of spring deflection measurements and results the difference in the value of defelction every additional length of wire 1 mm were analyzed using one way Anova and followed by LSD test. The results show that there was siginficant difference (p<0,05) of spring deflection stainless steel wire 0,5 mm in diameter on the length of wire variation, while the difference in the value of defelction every additional length of wire 1 mm was significant difference (p<0,05). The conclusion of this study is the longer the length of wire, the deflection value will be greater. Length of wire for optimal deflection is equal to 19 mm. There was difference in the difference in value deflection every additional of the length wire 1 mm. | |
| 5147 | 14959 | C1L012010 | THE EFFECT OF VALUE RELEVANCE OF EARNINGS AND BOOK VALUE OF EQUITY TOWARDS STOCK PRICE: THE IMPACT OF IFRS APPLICATION IN INDONESIA | Penerapan IFRS di Indonesia merupakan topik yang menarik untuk diteliti, karena Indonesia melalui proses konvergensi yang cukup panjang. Penelitian ini mengambil judul: “Pengaruh Relevansi Nilai Laba dan Nilai Buku Ekuitas terhadap Harga Saham: Dampak Penerapan IFRS di Indonesia”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relevansi nilai laba dan nilai buku ekuitas terhadap harga saham pada 3 tahap penerapan IFRS di Indonesia, yaitu Tahap Adopsi, Tahap Persiapan Akhir, dan Tahap Implementasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia. Purposive Sampling Method digunakan dalam penentuan sampel penelitian.Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 88 perusahaan dalam 7 tahun pengamatan, dengan jumlah total 616 observasi. Hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: (1) Relevansi nilai laba terhadap harga saham lebih kuat pada Tahap Persiapan Akhir daripada Tahap Adopsi, (2) Relevansi nilai buku ekuitas terhadap harga saham lebih kuat pada Tahap Persiapan Akhir daripada Tahap Adopsi, (3) Relevansi nilai aba terhadap harga saham lebih kuat pada Tahap Implementasi daripada Tahap Persiapan Akhir, (4) Relevansi nilai buku ekuitas terhadap harga saham lebih kuat pada Tahap Implementasi daripada Tahap Persiapan Akhir. | IFRS application in Indonesia is an interesting topic to be examined, because Indonesia undertook a long process of convergence. This research entitled: “The Effect of Value Relevance of Earnings and Book Value of Equity: The Impact of IFRS Application in Indonesia”. The objective of this research is to determine whether value relevance of earnings and book value of equity affect the stock price in 3 stages of IFRS application, which are Adoption Stage, Final Preparation Stage, and Implementation Stage. Population in this research is all companies listed in Indonesia Stock Exhange. Purposive sampling method is used in the sample selection. The samples selected in this research are 88 companies within 7 years, with the total of 616 observations. The results of the reseach show that: (1) Value relevance of earnings towards stock price stronger in Final Preparation Stage compared to Adoption Stage, (2) Value relevance of book value of equity towards stock price stronger in Final Preparation Stage compared to Adoption Stage, (3) Value relevance of earnings towards stock price stronger in Implementation Stage compared to Final Preparation Stage, (4) Value relevance of book value of equity towards stock price stronger in Implementation Stage compared to Final Preparation Stage. | |
| 5148 | 14961 | C1C012121 | Analisis Perbandingan Komponen Islamic Social Reporting (ISR) Pada Bank Syariah Antara Negara Indonesia dan Malaysia | Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat pelaksaanaan dan pengungkapan kinerja sosial perbankan syariah di Indonesia dan Malaysia berdasarkan Islamic Social Reporting Index. Hasil yang diharapkan ialah dapat memberikan kontribusi bagi praktek bisnis bank syariah sebagai bahan evaluasi kinerja sosial bank syariah, khususnya di Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Bank Umum Syariah baik di Indonesia dan Malaysia tahun 2012-2014. Metode yang digunakan untuk menentukkan sampel penelitian adalah metode purposive sampling, sehingga diperoleh masing-masing 11 sampel Bank Umum Syariah yang berada di Indonesia dan Malaysia. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan tahunan tahun 2012-2014. Laporan tahunan dianalisis dengan menggunakan metode content analysis. Kemudian, perbedaan tingkat pengungkapan ISR di uji menggunakan Independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan pelaksananan dan pengungkapan kinerja sosial perbankan syariah di Malaysia lebih baik dibandingkan perbankan syariah di Indonesia, serta berdasarkan pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengungkapan ISR perbankan syariah di Indonesia dengan Malaysia. | This research aimed to compare implementation and disclosure the social performance of Islamic banking in Indonesia and in Malaysia by using a model of Islamic Social Reporting Index (ISR Index). The expected result is to contribute to the business practices of Islamic banking as an evaluation of social performance of Islamic banking, especially in Indonesia. Population of this research is Islamic banking in Indonesia and Malaysia in 2012-2014. The method used to determine the sampel is purposive sampling, thus obtained 11 samples of Islamic banking for each country. This research used secondary data, that is annual report from 2012-2014. Annual reports were analyzed using content analysis method. Furthermore, the difference of degree of Islamic Social Reporting disclosure tested by using Independent Sample t-Test. The result of this study indicate that overall social performance of Islamic banking in Malaysia is better than of in Indonesia, and based of Independent Sample t-Test showed that there are significant differences of the degree of ISR disclosure between Islamic banking in Indonesia and in Malaysia. | |
| 5149 | 14960 | C1C011097 | PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN CORPORATE SOCIAL DISCLOSURE TERHADAP PROFITABILITAS PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2010-2014 | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Good Corporate Governance dan Corporate Social Disclosure terhadap profitabilitas perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010 hingga 2014. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan menjadikan beberapa kriteria sebagai syarat untuk menentukan jumlah sampel yang akan diteliti. Dari hasil purposive sampling tersebut didapatkan sampel berjumlah 6 perusahaan yang terbagi menjadi tiga sektor, yaitu: sektor pertambangan, sektor konstruksi dan infrastruktur, dan sektor keuangan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Corporate Governance Perception Index, Corporate Social Disclosure Index, dan Return On Asset dengan periode pengamatan lima tahun berturut-turut dari tahun 2010 hingga 2014. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Good Corporate Governance tidak berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan, hal tersebut menjelaskan bahwa penerapan praktik Good Corporate Governance yang dilakukan perusahaan belum dapat meningkatkan laba atau profitabilitas. (2) Corporate Social Disclosure berpengaruh positif terhadap profitabilitas perusahaan, hal tersebut menjelaskan bahwa Corporate Social Disclosure yang dilakukan perusahaan dapat meningkatkan laba atau profitabilitas. | This research aims to determine the effect of Good Corporate Governance and Corporate Social Disclosure to the profitability of companies listed on the Indonesia Stock Exchange period 2010 to 2014. This research used purposive sampling method by having some criteria as a condition for determining the number of samples to be studied. Based on purposive sampling results was obtained sample of six companies that were divided into three sectors: mining, construction and infrastucture, and financial sector. The data used in this research is Corporate Governance Perception Index, Corporate Social Disclosure Index, and Return On Asset with five consecutive years as observation period from 2010 to 2014. The result of this research indicate that: (1) Good Corporate Governance does not has effect on company’s profitability, it is explained that the implementation of Good Corporate Governance of the company have not been able to increase earnings or profitability. (2) Corporate Social Disclosure has positive effect on company’s profitability, it is explained that the Corporate Social Disclosure of the company can increase earnings or profitaility. | |
| 5150 | 14962 | F1B111004 | IMPELEMENTASI KEBIJAKAN PENATAAN RUANG UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU PERKOTAAN DI KABUPATEN BANJARNEGARA | Implementasi kebijakan penataan ruang untuk memenuhi kebutuhan ruang terbuka hijau perkotaan di Kabupaten Banjarnegara mengacu pada Perda Nomor 11 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Banjarnegara. Hingga tahun 2015 ruang terbuka hijau yang tersedia di wilayah Perkotaan Banjarnegara baru sebesar 7,16% dari total luas wilayah pengembangan ruang terbuka hijau di Perkotaan Banjarnegara. Dengan adanya kebijakan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan minimal ruang terbuka hijau Perkotaan Banjarnegara sebesar 30% pada tahun 2031 mendatang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana proses implementasi kebijakan penataan ruang untuk memenuhi kebutuhan ruang terbuka hijau di wilayah Perkotaan Banjarnegara. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptifdengan menggunakan pendekatan compliance yang dikemukakan oleh Randall B. Ripley. Hasil penelitian menyajikan fakta para pelaksana kebijakan telah menjalankan kewajiban sesuai dengan tugas dan pokok masing – masing. Hal tersebut ditandai dengan telah dilaksanakannya tugas pokok dan fungsi dari masing – masing stakeholders yang terlibat dan adanya penambahan ruang terbuka hijau serta pengembangan ruang ruang terbuka hijau eksisting di wilayah Perkotaan Banjarnegara. | Spatial planning policy implementation to meet needs of urban green open space in Banjarnegara Regency is refer to The Norm of the Banjarnegara Regency No. 11 of 2011 on Spatial Planing Banjarnegara Regency. Up to the year of 2015 there is only 7,16% of green open space available from the total green open space development zone in Banjarnegara Urban area. Given this policy is expected to meet the minimal needs of Banjarnegara Urban green open space by 30% by the year 2031. The purpose of this study was to determine and describe how the implementation process of spatial planning policy to meet the needs of open green space in the Banjarnegara urban area. Research methodology that used is descriptive qualitative with compliance approach by Randall B. Ripley. The results of the research presents the facts of the implementers of policies have been run in accordance with the duties and obligations of the principal. It is characterized by has been the implementation of the duties and functions of each stakeholders involved and the addition of green open space and development of open green space of the existing space in the Banjarnegara urban area | |
| 5151 | 15009 | P2BA11027 | FUNGIVORI COLLEMBOLA DALAM MENGENDALIKAN KELIMPAHAN JAMUR Fusarium oxysporum | Collembola memiliki potensi yang besar sebagai pengendali pertumbuhan jamur patogen. Pemahaman mengenai interaksi fungivori Collembola terhadap jamur sangat diperlukan sebagai langkah awal dari aplikasi Collembola menjadi agensia pengendali jamur patogen tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi interaksi fungivori Collembola terhadap jamur F. oxysporum dengan mengamati dinamika komunitas Collembola, kelimpahan jamur F. oxysporum dan korelasi keduanya dengan faktor lingkungan. Penelitian dilakukan dengan menginteraksikan Collembola dan jamur F. oxysporum melalui percobaan laboratorium dengan rancangan Split plot. Dinamika Collembola diperoleh dengan menghitung kelimpahan dan ragam familia Collembola pada setiap pengamatan dengan cara ekstraksi dan identifikasi. Kelimpahan F. oxysporum dihitung menggunakan mikroskop cahaya dan metode pewarnaan, sedangkan Canonical Correspondence Analysis (CCA) digunakan untuk mengetahui korelasi antara komunitas Collembola, kelimpahan jamur dan faktor lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Collembola berfluktuasi variatif bergantung pada kebiasaan makan sebelumnya. Kelimpahan Collembola tertentu (202,41-213,33 individu/ 1000 g) dan ragam Collembola yang tinggi (7 familia) diperlukan untuk menekan pertumbuhan F. oxysporum. Kelimpahan jamur dan faktor lingkungan berkorelasi kuat (aksis-1 0,77; aksis-2 0,65) terhadap kelimpahan dan keragaman Collembola. Komunitas Collembola yang beragam secara bersamaan seperti pada perlakuan C mampu menekan pertumbuhan F. oxysporum dan diperlukan dominansi Familia Entomobrydae dalam komunitas tersebut. | Collembolans are potentially capable in controling the growth of pathogenic fungi. The study about this is required as the early stage of Collembolan aplication as biological control of pathogenic fungal. The objectives of this research were to evaluate the interaction of Collembolan fungivory to F. oxysporum by observing the dynamics of Collembolan community, F. oxysporum density and their correlations to environmental factors. Split plot design was applied to by interacting between Collembolan and F. oxysporum in laboratory experiments. The dynamic of Collembolan was obtained from the abundance and diversity of Collembolan family through extraction and identification. The abundance of F. oxysporum were calculated using light microscopy and staining method. Canonical Correspondence Analysis (CCA) was used to investigate correlation between Collembolan community, the abundance of fungi and environmental factors. The results showed that dynamics of Collembolan community were varied depending on their feeding habit. The high abundance (202,41-213,33 individuals/ 1000 g) and diversity (7 families) of Collembolan were required to suppress F. oxysporum growth. Fungal abundance and environmental factors had a great correlation (axis-1 0,77; axis-2 0,65) to Collembolan community. Collembolan diversity of treatment C was able to suppress F. oxysporum growth and dominance of Entomobrydae were needed in the community. | |
| 5152 | 14965 | G1D012005 | PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP NYERI DISMENORE PADA MAHASISWI DI KELURAHAN GRENDENG, PURWOKERTO UTARA | Menstruasi merupakan perdarahan yang teratur dari uterus sebagai tanda bahwa organ kandungan telah berfungsi matang. Saat menstruasi, wanita kadang mengalami nyeri dismenore. Terapi tertawa merupakan salah satu teknik untuk mengatasi nyeri karena dapat merangsang pengeluaran hormon endorphin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi tertawa terhadap nyeri dismenore pada mahasiswi. Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimental dengan pendekatan one group pre-post test design. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling. Besarnya sampel yaitu 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon. Mayoritas responden berusia 21 tahun (43,33%), menarche 13 tahun (36,67%), lama menstruasi (46,67%), riwayat keluarga dismenore 23 orang (76,67%), dan IMT normal 16 orang (53,33%). Skala nyeri sebelum dilakukan terapi tertawa memiliki nilai median 4, skor minimum 2, dan skor maksimum 6. Skala nyeri responden setelah dilakukan terapi tertawa memiliki nilai median 3, skor minimum 1, dan skor maksimum 5. Uji Wilcoxon pada skala nyeri responden menunjukan p-value 0,00. Terapi tertawa menurunkan nyeri dismenore pada Mahasiswi. | Background: Menstruation is a regular uterine bleeding as a sign that the organ functioning uterus has matured. During menstruation, women sometimes experience dysmenorrhea pain. Laughter therapy is a technique to manage pain because it can stimulate endorphin secretion. Purpose: This research aimed to determine the effect of laughter therapy on dismenorrhea pain among students. Method: This study used a pre-experimental with one group pre and posttest design. The study used total sampling technique. This study recruited 30 respondents who met the inclusion criteria. Data were analyzed using Wilcoxon test. Result: The majority of respondents aged 21 years old (53.7%), menarche occured on 13 years (36.67%), long periods of menstruation (46.67%), number of dysmenorrhea family history amount of 23 peoples (76.67%), and 16 people (53.33%) in normal BMI. Before laughter therapy, the median, minimum score, and maximum score of the pain scale were 4, 2, and 6, respectively. After laughter therapy, the median, minimum score, and maximum score of the pain scale were 3, 1, and 5. The Wilcoxon test showed that there was a difference between dysmenorrhea pain scale before and after intervention (p<0.001). Conclusion: The laughter therapy can reduce dysmenorrhea pain among students. | |
| 5153 | 15966 | H1A012053 | ISOLASI DAN ELUSIDASI STRUKTUR SENYAWA BIOAKTIF DARI KULIT BATANG CALOPHYLLUM INCRASSATUM M.R. HENDERSON & WYATT-SMITH | Calophyllum incrassatum, merupakan salah satu spesies dari famili Cluciaceae. Berbagai kandungan kimia dari berbagai spesies Calophyllum telah banyak dilaporkan diantaranya senyawa golongan santon dan kumarin. Penelitian ini dilakukan untuk mengisolasi senyawa yang terkandung di dalam kulit batang Calophyllum incrassatum dan menentukan struktur serta uji bioaktivitas senyawa kimia yang diperoleh. Elusidasi struktur dilakukan dengan alat spektroskopi UV, IR, 1H NMR, 13C NMR, HMQC dan HMBC serta ditentukan titik lelehnya dengan melting point tester. Data yang diperoleh dibandingkan dengan data yang pernah dilaporkan sebelumnya dan dianalisis BMnya menggunakan LC-MS. Hasil uji toksisitas dengan BSLT memperlihatkan fraksi etil asetat toksik terhadap A. salina Leach dengan nilai LC50 786,6 ppm sehingga ekstrak ini dipilih untuk difraksinasi dengan KVC (silika gel 60 G) dan kolom kromatografi yang dimonitor oleh KLT. Satu senyawa berhasil diisolasi yakni anc3347 yang diketahui merupakan senyawa kumarin C21H18O5 dengan BM 350,40 memiliki nilai Rf = 0,72 dan titik leleh 184-185 ºC. Uji toksisitas terhadap A. salina Leach memperlihatkan bahwa senyawa hasil isolasi merupakan senyawa yang tidak toksik ( LC50 = 4667,57 ppm). | Calophyllum incrassatum, which is belongs to the Clusiaceae family. Chemical contain from some species of Calophyllums have reported among as xanthones and coumarins. This research was intended to isolate a compound from stem bark of Calophyllum incrassatum, elucidate, and also measure biological active compound. The structur was elucidated with the aid of spectroscopic technique UV, IR, 1H NMR, 13C NMR, HMQC and HMBC. Melting point of pure compound determined by melting point tester. Data was compared with previously reported data and molecul weight was analyzed by LC-MS. Result of toxicity activity test showed extract of etil acetate was toxic against A. salina Leach with LC50 value is 786.6 ppm so this extract selected for fractionated by KVC (Silica gel 60 G) and column chromatography which monitored by KLT. The research found a compound (anc3347) as a coumarin C21H18O5 with molecular weight 350.40, Rf = 0.72, and melting point 184-185 ºC. Study of toxicity effect against A. salina showed that anc3347 does not toxic ( LC50 = 4667.57 ppm). | |
| 5154 | 15683 | F1A012055 | PENGEMBANGAN PARIWISATA (STUDI TENTANG STRATEGI KELOMPOK SADAR WISATA DALAM MENGEMBANGKAN EKOWISATA CURUG NANGGA DI DESA PETAHUNAN, KECAMATAN PEKUNCEN, KABUPATEN BANYUMAS) | Masyarakat lokal merupakan pelaku pembangunan yang memiliki peranan dalam mengembangkan pariwisata di wilayahnya. Bentuk peran masyarakat lokal dalam pengembangan pariwisata direalisasikan dalam pembentukan Kelompok Sadar Wisata. Ekowisata Curug Nangga merupakan wisata alam yang ditangani langsung oleh masyarakat lokal melalui peran Kelompok Sadar Wisata tanpa ada campur tangan dari pihak swasta. Tujuan penelitian untuk menjelaskan strategi, bentuk kegiatan, serta kendala yang dihadapi Kelompok Sadar Wisata dalam mengembangkan Ekowisata Curug Nangga. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik penentuan informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Proses pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis kualitatif pada penelitian ini mengacu pada model analisis interaktif milik Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan untuk mengembangkan Ekowisata Curug Nangga adalah melakukan koordinasi dengan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas serta Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas, peningkatan sarana pendukung, pembebasan tanah, dan peningkatan pemasaran untuk wisata. Sementara bentuk kegiatan yang dilakukan yakni pembentukan sekretariat Kelompok Sadar Wisata dan perbaikan sarana pendukung. Kendala yang dihadapi selama proses pengembangan berlangsung adalah anggaran pemerintah yang tidak mencukupi, kesadaran warga tentang wisata tergolong rendah, dan masalah pembebasan tanah dan perbaikan fasilitas yang belum sepenuhnya selesai. Implikasi penelitian adalah kelompok sadar wisata, pemerintah, dan masyarakat semestinya harus lebih mampu untuk bersinergi dalam pengembangan Ekowisata Curug Nangga demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. | Local communities are development actors have a role in developing tourism in the region. Shape the role of local communities in tourism development realized in the formation of Travel Awareness Group. Nangga Curug ecotourism is nature that is handled directly by the local community through the Tourism Awareness Group role without any interference from the private sector. The research objective to describe the strategy, forms of activities, as well as obstacles faced by Tourism Awareness Group in developing Ecotourism Curug Nangga. This research is a qualitative descriptive approach. Mechanical determination of informants used in this research is purposive sampling. The process of data collection is done by in-depth interviews, observation, and documentation. Methods of qualitative analysis in this study refers to an interactive model belongs to Miles and Huberman. The results showed that the strategy pursued to develop Ecotourism Curug Nangga is coordinating with the Department of Youth, Sports, Culture and also Tourism and the Department of Transportation Banyumas, supporting infrastructure improvement, land acquisition, and increased marketing for travel. While the shape of the formation activity carried secretariat Tourism Awareness Group and improvement of means of support. Obstacles encountered during the development process takes place is insufficient government budget, the awareness of citizens about travel is low, and the problem of land acquisition and improvement of facilities have not been fully completed. Implications of the study are aware group travel, government, and society should have to be able to work together in the development of Ecotourism Curug Nangga for the improvement of people's welfare. | |
| 5155 | 16042 | C1C012031 | EVALUASI PENILAIAN KEMBALI ASET TETAP DALAM HUBUNGAN DENGAN PENGHEMATAN PAJAK PENGHASILAN BADAN (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014) | Penelitian ini merupakan penelitian survei pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2014, yang melakukan revaluasi aset tetap terhadap seluruh aset tetap kecuali tanah atau seluruh aset tetap termasuk tanah. Penelitian ini mengambil judul: “Evaluasi Penilaian Kembali Aset Tetap dalam Hubungan dengan Penghematan Pajak Penghasilan Badan (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara Pajak Penghasilan Badan jika perusahaan tidak melakukan penilaian kembali (revaluasi) aset tetap dan jika perusahaan melakukan penilaian kembali (revaluasi) aset tetap; dan untuk menghitung dan mengetahui apakah terjadi penghematan Pajak Penghasilan Badan pada masing-masing perusahaan setelah perusahaan melakukan penilaian kembali (revaluasi) aset tetap. Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis menggunakan paired sample T-test menunjukkan bahwa: (1) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara Pajak Penghasilan Badan jika perusahaan melakukan revaluasi aset tetap dan jika perusahaan tidak melakukan revaluasi aset tetap, (2) Dengan melakukan revaluasi aset tetap, pada PT Holcim Indonesia Tbk; PT KMI Wire and Cable Tbk; dan PT Polychem Indonesia Tbk terjadi penghematan PPh Badan (non final), sedangkan pada PT Indofarma Tbk dan PT Eterindo Wahanatama Tbk tidak terjadi penghematan PPh Badan (non final). Namun, apabila mempertimbangkan PPh Final 10% yang dikenakan atas selisih lebih revaluasi aset tetap, tidak terjadi penghematan PPh pada seluruh perusahaan yang menjadi sampel penelitian, justru meningkatkan besarnya pajak yang harus dibayar. | This research is a survey research on the manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) in 2014, that are performs fixed assets revaluation for the entire fixed assets except land or the entire fixed assets including land. The aims of research is to analyze whether there is a significant difference between the Corporate Income Tax if the company does not performs fixed assets revaluation and if the company performs fixed assets revaluation; and to calculate and find out whether Corporate Income Tax savings occurred on each company after company performs fixed assets revaluation. Based on the results of data analysis and hypothesis test using paired samples T-test showed that: (1) there was no significant difference between the Corporate Income Tax if the company performs fixed assets revaluation and if the company doesn't performs fixed assets revaluation, (2) by performing a fixed assets revaluation, on PT Holcim Indonesia Tbk; PT KMI Wire and Cable Tbk; dan PT Polychem Indonesia Tbk can reduce the Corporate Income Tax (non-final), whereas in PT Indofarma Tbk and PT Eterindo Wahanatama Tbk can not reduce the Corporate Income Tax (non-final). However, if considering the Final Income Tax 10% imposed on surplus of the fixed assets revaluation, Corporate Income Tax savings does not occur in all companies that become samples of research, thus increasing the amount of the tax to be paid. | |
| 5156 | 14929 | F1D009046 | PEMIKIRAN POLITIK MAO TSE TUNG TENTANG REVOLUSI DUA TAHAP UNTUK PEMBANGUNAN SOSIALISME DI TIONGKOK | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan tentang Revolusi Dua Tahap dalam perspektif pemikiran Mao Tse Tung. Selain itu juga untuk memahami dan menjelaskan bahwa revolusi dua tahap bertujuan untuk membangun sosialisme di Tiongkok. Penelitian ini menggunakan perspektif filsafat politik dengan metode kualitatif dan pendekatan Hermeneutika, sedangkan konstruktivisme digunakan sebagai paradigma dalam penelitian. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pemikiran politik Mao Tse Tung tentang Revolusi Dua Tahap untuk pembangunan sosialisme di Tiongkok terpengaruh oleh marxisme-leninisme dan kondisi sosial politik di Tiongkok. Revolusi dua tahap merupakan karakter revolusi dari Tiongkok yang merupakan negara setengah jajahan setengah feodal. Dalam hal ini, Revolusi Dua Tahap terdiri dari revolusi demokrasi baru dan revolusi sosialis. Revolusi demokrasi baru merupakan revolusi tahap pertama dengan tujuan menghancurkan dominasi imperialisme dan feodalisme di Tiongkok. Revolusi Demokrasi Baru memiliki tiga aspek pokok, yaitu kepemimpinan Partai Komunis Tiongkok, perang tahan lama, dan pembangunan front persatuan nasional. Tenaga penggerak dalam Revolusi Demokrasi Baru adalah kelas-kelas revolusioner di Tiongkok yang terdiri dari, proletariat, kaum tani, borjuasi kecil, dan borjuiasi nasional yang progresif. Revolusi Demokrasi Baru bertujuan untuk mendirikan negara Republik Rakyat Tiongkok dengan karakter diktator demokrasi rakyat. Sedangkan Revolusi Sosialis adalah revolusi yang akan membangun sistem sosialisme di Tiongkok. Negara akan berubah menjadi negara yang berkarakter diktator proletariat. Terdapat tiga aspek pokok dalam upaya pembangunan sosialisme di Tiongkok, yaitu revolusi agraria, pembangunan industri nasional, dan revolusi besar kebudayaan proletariat. Artinya revolusi yang bertahap tersebut secara berangsur-angsur bertujuan untuk menghancurkan penghisapan dan penindasan serta pertentangan kelas dalam masyarakat. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa Revolusi Dua Tahap adalah revolusi yang mengantarkan Tiongkok untuk membangun negara dengan sistem sosialis menuju masyarakat tanpa kelas, yaitu masyarakat komunis. | This research-based paper aims to comprehend and describe the Two-Stage Revolution in the perspective of Mao Tse Tung, and also to comprehend and explain that the Two-Stage Revolution that aims to establish the socialism in Tiongkok. This research uses the perspective of political philosophy with qualitative methods and Hermeneutics approach, while constructivism is used as a paradigm in this research.The results of this research is to reveal that the political thought of Mao Tse Tung on Two-Stage Revolution for the development of socialism in Tiongkok influenced by marxism-leninism and the political and social conditions in Tiongkok. Two-Stage Revolution is a character of the revolution in Tiongkok, which is a semi-colonial semi-feudal country. In this case, the Two-Stage Revolution consists of the New Democratic Revolution and the Socialist Revolution. The New Democratic Revolution is the first stage revolution, with the aim of wrecking the domination of imperialism and feudalism in Tiongkok. The New Democratic Revolution has three main aspects, the first one is the Tiongkok Communist Party leadership, long-lasting wars, and the establishment of a National United Front. The propultion in the New Democratic Revolution is the revolutionary classes in Tiongkok, that consists of the proletariat, the peasantry, the petite bourgeoisie, and national progressive bourgeoisie.The new democratic revolution aimed to establish the People's Republic of Tiongkok with the character of people's democratic dictatorship. While the socialist revolution is a revolution that will establish a socialist system in Tiongkok. The state will turn into a country withproletariat dictatorship character. There are three main aspects for development of socialism in Tiongkok, the first one is the agrarian revolution, national industrial development, and the great cultural revolution of the proletariat. This means that the gradual revolution that gradually aim to destroy the exploitation, oppression and also the class conflict in society. Based on these descriptions above, it can be concluded that the two-stage revolution is the revolution that brought the Tiongkok to establish a country with a socialist system, lead up to the classless society, the communist society. | |
| 5157 | 14995 | G1D011022 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RSUD PROF. Dr. MARGONO SOEKARDJO PURWOKERTO | ABSTRAK Latar Belakang : Diabetes melitus merupakan penyakit kronis dan tidak dapat disembuhkan sehingga dapat berpengaruh terhadap kualitas hidup. Berbagai penelitian tentang kualitas hidup telah banyak dilakukan, tetapi belum ditemukan penelitian yang secara spesifik mengenai faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pada pasien DM baik DM tipe 1 ataupun DM tipe 2, terutama yang dilakukan oleh perawat. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pada pasien diabetes melitus di RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo Purwokerto. Metode : Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Responden penelitian dipilih menggunakan teknik consecutive sampling dalam jangka waktu satu bulan dan didapatkan sebanyak 65 responden. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil : Sebagian besar pasien diabetes melitus berumur 41-60 tahun (92,3%), berjenis kelamin perempuan (67,7%), berpendidikan tinggi (60%), memiliki pekerjaan (60%), lama menderita diabetes kurang dari 10 tahun (73,8%), memiliki komplikasi (52,3%), memiliki pengetahuan yang tinggi tentang manajemen diabetes melitus (50,8%), selalu menggunakan koping konstruktif (64,6%) serta memiliki kualitas hidup yang sedang (41,5%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa secara keseluruhan nilai p>0,05. Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang signifikan antara umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, lama menderita diabetes melitus, komplikasi, pengetahuan manajemen diabetes melitus, dan koping dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus di RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo Purwokerto. | ABSTRACT Background : Diabetes mellitus is a long life and an incurable disease, so that can affect the quality of life. Various research on quality of life have been conducted, but has not been found the reseach that specifically concern to the factors related quality of life in type 1 and type 2 diabetes mellitus patients, especially which were conducted by nurses. Purpose : This research aimed to identify factors related to the quality of life on diabetes mellitus patients in Prof. Dr. Margono Soekardjo Purwokerto hospital. Methods : This research used a cross sectional method. Respondent was chosen used consecutive sampling technique for a month and obtained 65 respondents. The instrument used to collected the data was questionnaire. Data analysis used chi-square test. Result : Most of diabetes mellitus patients was 41-60 years (92,3%), female (67,7%), highly educated (60%), have a job (60%), duration of diabetes less than 10 years (73,8%), had complications (52,3%), had a high knowledge of the management of diabetes mellitus (50,8%), always used constructive coping (64,6%) and had a moderate quality of life (41,5%). The results of bivariate analysis showed that the overall values of p>0,05. Conclusion : There were no significant relationship between age, gender, education, employment, duration of diabetes mellitus, complication, knowledge of the management of diabetes mellitus, and coping with the quality of life on diabetes mellitus patients in Prof. Dr. Margono Soekardjo Purwokerto hospital. | |
| 5158 | 14981 | F1B010060 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIVITAS PROGRAM EXPANDING MATERNAL AND NEONATAL SURVIVAL DI PUSKESMAS I BATURADEN KABUPATEN BANYUMAS | Expanding Maternal and Neonatal Survival (EMAS) adalah program dari USAID di Indonesia yang dilaksanakan pada tahun 2011-2016 merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah Indonesia dalam mengurangi kematian ibu dan bayi. Untuk mencapai tujuan program EMAS di Puskesmas I Baturaden yang bersumber dari Kesesuaian Program Dengan Kebutuhan Masyarakat dan Kemampuan Organisasi Pelaksana Program. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kesesuaian Program Dengan Kebutuhan Masyarakat dan Kemampuan Organisasi Pelaksana Program terhadap Efektivitas Program EMAS di Puskesmas I Baturaden. Penelitian ini berlokasi di wilayah Puskesmas I Baturaden Kabupaten Banyumas. Metode dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif asosiatif, dengan jumlah sampel sebanyak 82 ibu bersalin yang memanfaatkan tenaga medis di Puskesmas I Baturaden tahun 2014. Pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling. Metode analisis dengan menggunakan Korelasi Kendall Tau-b, Korelasi Parsial, Korelasi Kendall W, dan Regresi Ordinal. Berdasarkan hasil analisis penelitian dapat disimpulkan ada pengaruh positif dan signifikan antara Kesesuaian Program Dengan Kebutuhan Masyarakat terhadap Efektivitas Program EMAS, dan Kemampuan Organisasi Pelaksana Program dengan Efektivitas Program EMAS, serta pengaruh secara bersama-sama Kesesuaian Program Dengan Kebutuhan Masyarakat dan Kemampuan Organisasi Pelaksana Program terhadap Efektivitas Program EMAS di Puskesmas I Baturaden. | Expanding Maternal and Neonatal Survival is a program of USAID in Indonesia were carried out in 2011-2016 are a form of support to the Indonesian government's efforts in reducing maternal and infant mortality. To achieve the goal of EMAS program in Puskesmas II Baturaden sourced from the conformity of the program with the needs of society and the ability of organizations implementing the program. This research is located in the region of Puskesmas I Baturaden, Banyumas Regency. The method in this research is quantitative method, with a total sample of 82 mothers who utilize medical personnel at the health center I Baturaden 2014. Sampling was done by simple random sampling. Correlation analysis method using Kendal Tau-b, Partial Correlation, Kendall W Correlation and Regression Ordinal. Referring to the results of the analysis of this study concluded there is positive and significant influence between the Compliance Program with Community Needs of the Effectiveness Program EMAS, and the ability of Implementing Organization Program with Program Effectiveness EMAS, as well as the influence jointly Compliance Program with Community Needs and Capabilities Implementing Organization Program of the Effectiveness EMAS program in Puskesmas I Baturaden. | |
| 5159 | 14997 | D1E009223 | KINERJA SARJANA MEMBANGUN DESA (SMD) PERIODE 2008-2012 DALAM PENERAPAN TEKNOLOGI BUDIDAYA PETERNAKAN SAPI POTONG | RIZA AGNES. Fakultas Peternakan. Universitas Jenderal Soedirman. Kinerja Sarjana Membangun Desa (SMD) Periode 2008-2012 dalam Penerapan Teknologi Budidaya Peternakan Sapi Potong. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui SMD, hambatan penerapan teknologi, dan membedakan kinerja SMD antar tahun dan antar kabupaten. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei. Penetapan sampel wilayah dipilih secara sengaja (purposive sampling) yaitu kelompok peternak sapi potong program SMD di Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, Kebumen. Total kelompok yang diteliti sebanyak 83 kelompok (diterapkan secara sensus). Parameter yang diamati meliputi: teknologi pakan yang terdiri atas silase dan jerami amoniasi, teknologi reproduksi yang terdiri atas deteksi birahi dan inseminasi buatan (IB), dan teknologi pengolahan limbah yang terdiri atas kompos dan biogas, faktor yang menghambat penerapan masing-masing teknologi peternakan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh bahwa Kinerja SMD dalam mendampingi kelompok peternak sapi potong periode 2008-2012 cenderung rendah. Hal ini dibuktikan dengan sedikitnya penerapan teknologi peternakan yang diterapkan kelompok. Kelompok yang berhasil menerapkan teknologi peternakan ada 5 kelompok yaitu Cipta Karya, Mugi Barokah, Bina Karya, Ngudi Kamulyan, dan Sari Widodo. Peran Sarjana Membangun Desa (SMD), kelompok peternak dan Dinas Peternakan terhadap teknologi mempunyai pengaruh terhadap hasil produksi sapi potong. Kinerja SMD tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap penerapan teknologi dalam suatu kelompok ternak. Kata kunci: Kinerja, Teknologi, Sapi Potong, SMD | RIZA AGNES. Animal Science Faculty. University of Jenderal Soedirman. Performance of Sarjana membangun Desa (SMD) 2008-2012 period on the technology application beef cattle farming. The purposes of the research were to know performance of Sarjana Membangun Desa (SMD), obtacle of technology application, compare the performance of Sarjana membangun Desa (SMD) between 2008-2012 period and regency. The survey method was applied. Total of 83 farmer groups by Sarjana Membangun Desa (SMD) program were involved in the current survey covering in Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, Kebumen. The parameters observed: feed technology which silase and amoniac straw, reproduction technology which estrus detection and artificial insemination, cesspool processing which compost and biogas, obstacle factor technological farm each application. The result showed performance of Sarjana membangun Desa (SMD) on the technology application beef cattle farming 2008-2012 was a low tend. This is proved by at least the application of technology applied to farm groups. Groups that successfully apply technology farms there were five groups which is Cipta Karya, Mugi Barokah, Bina Karya, Ngudi Kamulyan, dan Sari Widodo. SMD roled, farmers group, and animal husbandry Department has an influence the technology on the results of beef cattle production. SMD performance had no significant effect (P>0,05) to application of technology in one livestock groups. Key word: Productivity, Technology, Beef Cattle, SMD | |
| 5160 | 15030 | D1E012164 | PENGUJIAN KECERNAAN LEMAK DAN ENERGI DEDAK PADI DARI BERBAGAI VARIETAS PADI SECARA IN VITRO (The Digestibility of Fat and Energy of Rice Bran from any Rice Varieties by In Vitro) | Penelitian yang dilaksanakan sejak tanggal 16 Februari hingga 25 Maret 2016 di Laboratorium Ilmu Nutrisi Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, ini bertujuan untuk mengkaji kecernaan lemak dan energi dedak padi dari berbagai varietas padi secara in vitro. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dan menggunakan model General Liniear Model dengan lima perlakuan dan empat kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis variansi dan apabila hasil berpengaruh nyata akan dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Peubah yang diukur adalah kecernaan lemak dan kecernaan energi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan dedak dari berbagai varietas padi pengaruh tidak nyata (P<0,05) terhadap kecernaan lemak dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kecernaan energi. Uji lanjut BNJ menunjukkan Kecernaan energi dari R3 (10,47±1,65%) menunjukkan hasil yang berbeda lebih rendah, dibandingkan perlakuan yang lain di antaranya R1, R2, R4, dan R5 (44,79 ± 9,99 %; 35,09 ± 8,91 %; 31,03 ± 7,06%; 44,45 ± 6,91 %) di mana di antara dedak tersebut menunjukkan hasil yang berbeda tidak nyata. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kecernaan energi dedak padi dipengaruhi oleh varietas padi sedangkan kecernaan lemaknya tidak dipengaruhi oleh perbedaan varietas tersebut. | The purpose of this study was to assess the fat and energy digestibitites of different bran from various rice varieties by in vitro. This experimental research had been conducted from 16 February to 25 March 2016 at the Laboratory of Animal Nutrition and Food Science, Faculty of Animal Science, University of Jenderal Soedirman, Purwokerto. It used a General Linier design with five treatments and four replications. The measured parameters were the digestibility of its fat and energy. Data was analyzed by using an analysis of variance and, had it resultted in a significant effect, would have been followed with an Honestly Significant Difference test (HSD). The result showed that the differences in rice varieties have no effect (P<0.05) on the digestibility of fat but highly significant (P<0.01) on that of energy. The HSD test showed that the energy digestibility of R3 (10.47± 1.65%) is significantly different, lesser than other treatments, which are (R1 44,79 ± 9,99 %; R2 35,09 ± 8,91 %; R4 31,03 ± 7,06%; and R5 44,45 ± 6,91 %), where among the other bran showed insignificant differences. It can be concluded that digestibility of energy is affected by the rice variety while that of fat is not. |