Home
Login.
Artikelilmiahs
14957
Update
HANI SEPTIANI
NIM
Judul Artikel
PERTUMBUHAN MIKROALGA Dunaliella sp. YANG DIKULTUR PADA MEDIA LIMBAH CAIR TAPIOKA DENGAN TINGKAT PENGENCERAN DAN SALINITAS YANG BERBEDA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Mikroalga merupakan salah satu organisme yang dinilai ideal dan potensial untuk dijadikan sebagai bahan baku produksi biofuel. Salah satu mikroalga potensial untuk dijadikan sumber energi alternatif adalah Dunaliella sp. Dunaliella sp. adalah mikroalga halotolerant yang memiliki kandungan minyak yang cukup tinggi yaitu antara 45% dan 55% dari berat totalnya. Selain itu, Dunaliella sp. memiliki kemampuan menghindari kontaminasi parasit, dan memiliki produktivitas yang tinggi. Dengan kemampuan tersebut Dunaliella sp. diperkirakan mampu untuk tumbuh pada lokasi terbuka seperti perairan tercemar limbah. Tingkat pengenceran pada limbah cair berpengaruh terhadap konsentrasi nutrien yang terkandung di dalamnya. Konsentrasi nutrien akan menurun jika tingkat pengenceran semakin tinggi. Salinitas media berkaitan dengan kemampuan mikroalga untuk mempertahankan tekanan osmotik antara protoplasma dengan lingkungan hidupnya. Alga laut yang bersel tunggal biasanya sangat toleran terhadap perubahan salinitas yang besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat pengenceran dan salinitas yang berbeda pada media limbah cair tapioka sehingga dapat menghasilkan pertumbuhan Dunaliella sp. yang optimal. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat 12 perlakuan yang merupakan kombinasi dari tingkat pengenceran dan salinitas. Tingkat pengenceran limbah cair tapioka yang digunakan yaitu 0%, 10%, 20%, dan 30%, sedangkan salinitas yang digunakan yaitu 20 ppt, 30 ppt, dan 40 ppt. Parameter utama yang diukur yaitu jumlah sel Dunaliella sp. yang dihitung menggunakan Haemocytometer, sedangkan parameter pendukung yaitu suhu, pH, intensitas cahaya, kadar CO2, nitrat dan fosfat. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pengenceran dan salinitas berpengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan Dunaliella sp. pada kultur skala laboratorium. Hasil uji lanjut menunjukkan perlakuan terbaik yang menghasilkan pertumbuhan Dunaliella sp. optimal adalah media limbah cair tapioka dengan tingkat pengenceran 20% salinitas 30 ppt.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Microalgae is one of organism that is considered ideal and potential to be used as raw material for biofuel productions. Dunaliella sp. is a halotolerant microalgae which have fairly high oil content between 45 % and 55 % of total weight. Additionally, Dunaliella sp. have the ability to avoid parasite and contamination. With these capabilities Dunaliella sp. is expected to grow at open site like waste polluted waters. Tapioca liquid waste has an essential nutrient content which can be utilized as an alternative growth medium for Dunaliella sp. This research are using CRD experimental method. There are 12 treatment which is combination of dilution rate and salinity. The Main parameters is number of Dunaliella sp. cells, whereas the supporting parameters were temperature, pH, light intensity, CO2, salinity, nitrate, and phosphate. The results of variance test with 95% and 99 % confidence level indicates that the dilution rate and salinity affect the increased growth of Dunaliella sp. on laboratory scale culture. The result of HSD indicate the best treatment that produse the highest growth of Dunaliella sp. was tapioca liquid waste medium with 20 % dilution rate and 30 ppt salinity.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save