Artikel Ilmiah : F1G010027 a.n. ANNISA MARAYA

Kembali Update Delete

NIMF1G010027
NamamhsANNISA MARAYA
Judul ArtikelPELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM WACANA KARTUN PANTI JOMBLO
Abstrak (Bhs. Indonesia) Penelitian ini berjudul “Pelanggaran Prinsip Kerja Sama dalam Wacana Kartun Panti Jomblo”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud pelanggaran prinsip kerja sama terhadap maksim-maksim, yaitu maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim hubungan, dan maksim cara yang terdapat pada wacana kartun Panti Jomblo.
Penelitian ini termasuk dalam bentuk deskriptif kualitatif. Data yang digunakan adalah wacana kartun Panti Jomblo. Pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik dasar teknik sadap dan teknik simak bebas libat cakap serta teknik lanjutan yaitu teknik catat. Pada tahap analisis data digunakan metode padan pragmatis dengan teknik dasar teknik pilah unsur penentu dan teknik hubung banding sebagai teknik lanjutannya.
Pelanggaran dalam wacana kartun Panti Jomblo, ditemukan sebanyak empat puluh dua data yang meliputi pelanggaran maksim kuantitas sebanyak tujuh data, pelanggaran maksim kualitas sebanyak sembilan data, pelanggaran maksim hubungan sebanyak enam belas data, dan pelanggaran maksim cara sebanyak sepuluh data. Pelanggaran terbanyak adalah maksim hubungan yaitu enam belas data.Pelanggaran maksim hubungan banyak dijumpai karena penutur dan mitra tutur tidak fokus pada topik pembicaraan sehingga kurang relevan terhadap situasi dalam percakapan. Pelanggaran paling sedikit adalah maksim kuantitas yaitu tujuh data.Pelanggaran maksim kuantitas tidak banyak dijumpai karena penutur tidak memenuhi kontribusi yang dibutuhkan dalam menjawab mitra tutur. Dalam wacana kartun ini kelucuan ditampilkan melalui tidak relevan pada topik pembicaraan penutur dan mitra tutur sehingga menciptakan efek tersenyum bagi pembaca yang mengerti akan maksud tuturan tokoh di dalamnya. Dalam penelitian ini ditemukan juga satu wacana yang terdapat dua maksim, seperti data Bakso dan data Putusnya Butuh Kata. Data Bakso terdapat pelanggaran maksim kuantitas dan maksim kualitas. Data Putusnya Butuh Kata terdapat pelanggaran maksim kualitas dan maksim hubungan. Dengan hasil tersebut dapat diketahui bahwa dalam percakapan dibutuhkan keterkaitan antara konteks dengan pengetahuan bersama untuk tercapainya komunikasi yang lancar. Pembentukan kelucuan didasarkan pada relevansi terhadap topik pembicaraan yang kurang tepat di waktu, tempat, dan situasi dalam percakapan antarpartisipan.
Kata kunci: prinsip kerja sama, wacana kartun
Abtrak (Bhs. Inggris) This study entitles “The Violation of Cooperative Principles in Cartoon Discourse of Panti Jomblo”. The purpose of this study is to describe the violation of maxims, such as maxims of quantity, quality, relevance and manner within a cartoon discourse of Panti Jomblo.
This study is included into a qualitative descriptive research. The research data are cartoon discourse of Panti Jomblo. Data are collected through obsevation method with basic techniques of tapping and free listening while speaking followed by a recording technique as the further. The data are then analyzed using an equivalent pragmatic method with a basic technique of sorting particular elements followed by a relational comparative technique as the further.
This research finds forty two data violations; seven data of violation of maxim of quantity, nine data of violation of maxim of quality, sixteen data of violation of maxim of relevance, and ten data of violation of maxim of manner. The most violation is founded in maxim of relevance. It happened because the speaker and the speaker's partner were not focus on the topic so it was irrelevant to the situation of conversation. Meanwhile, violation of maxim of quantity are not found as much as violation of maxim of relevance. This is due to the speaker does not have contribution in answering speaker's partner. The humorous thing is showed through the background understanding of the topic between speaker and speaker's partner so it made who read this thing laugh. This research also finds that there are two maxims in a discourse, such as violation of maxims of quantity-quality and violation of maxims of quality-relevance. From this research, it can be concluded that in conversation, the relationship between context and knowledge of the speaker and the speaker’s partner is required in order to obtain a good communication. The humorous formation is based on its relevance to a topic being discussed which is irrelevant in time, place, and situation of conversation between participants.
Keywords: cooperative principles, cartoon discourse
Kata kunciprinsip kerja sama, wacana kartun
Pembimbing 1Dra. Dyah Wijayawati, M.Pd.
Pembimbing 2Siti Junawaroh, S.S, M.Hum.
Pembimbing 3
Tahun2016
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2016-05-02 03:07:57.838398
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.