Artikelilmiahs
Menampilkan 5.021-5.040 dari 48.831 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 5021 | 14836 | A1C111001 | Analisis Biaya, Pendapatan, dan Nilai Tambah Usahatani Kopra di Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) besarnya biaya dan pendapatan usahatani kopra di Kecamatan Somagede, 2) rasio penerimaan dan biaya yang dikeluarkan dalam usahatani kopra di Kecamatan Somagede, 3) analisis volume produksi dan penerimaan pada tingkat Break Even Point periode produksi April sampai dengan Mei 2015 pada usahatani kopra di Kecamatan Somagede, 4) analisis pengaruh perubahan harga jual kopra dan bahan baku terhadap pendapatan usahatani kopra di Kecamatan Somagede, 5) besarnya nilai tambah dari usahatani kopra di Kecamatan Somagede. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas pada bulan April 2015 sampai dengan Mei 2015. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, analisis Revenue Cost Ratio (R/C), analisis Break Even Point (BEP), analisis sensitivitas dan analisis nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan usahatani kopra di Kecamatan Somagede merupakan kegiatan usahatani yang dilakukan secara turun temurun dan masih menggunakan peralatan tradisional. Kopra langsung dijual ke pengepul setempat dan pabrik minyak kelapa yang datang langsung ke tempat produksi.Analisis biaya, penerimaan dan pendapatan per periode bulan April 2015 menunjukkan bahwa rata-rata total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp12.442.317,00, penerimaan yang diterima sebesar Rp19.747.932,00 dan pendapatan bersih yang diterima sebesar Rp 7.305.615,00. Produksi kopra yang dihasilkan oleh petani di Kecamatan Somagede dengan rata-rata tenaga kerja 5,43 HOK adalah 2.408,30 kg. Usahatani kopra layak dikembangkan karena nilai R/C Sebesar 1,59. BEP produksi sebesar 103,30 kg dengan penerimaan sebesar Rp693.111,00. Analisis sensitivitas pada perubahan tingkat biaya dan penerimaan menunjukkan bahwa perubahan pendapatan relatif stabil. Nilai tambah setelah diolah menjadi kopra sebesar Rp525,63. | ABSTRACT This study aims to understanding : 1) the amount of costs and income from copra farming in Somagede, 2) the ratio of revenues and expenses incurred from copra farming in Somagede, 3) analysis on production volumes and revenues at the Break Even Point level on April to Mei 2015 production period to the copra farming in Somagede, 4) analysis of the effect of changes in the price of copra and raw materials to the income of copra farming in Somagede, 5) the amount of the additional value from farming copra in Somagede. This study was implemented in the Somagede district of Banyumas in April 2015 to May 2015. The data analysis was the analysis of costs and revenues, the analysis of Revenue Cost Ratio (R / C), the analysis Break Even Point (BEP), sensitivity analysis and additional value analysis. The results showed that the Somagede copra farming is farming activities that carried out for generations and are still using traditional equipment. Copra directly sold to local collectors and oil mills who come directly to the production site. Analysis of costs, revenues and earnings per period from April 2015 shows that the average cost of Rp12.442.317,00, revenue of Rp19.747.932,00 and net income of Rp7.305.614,00. Production of copra produced by farmers in Somagede with an average of 5,43 HOK labors was 2.408,30 kg. Copra farming should be developed for the R / C amounted to 1,63. BEP production amounted to 103,30 kg with revenue of Rp693.111,00. Sensitivity analysis on changes in the level of costs and revenues shows that the changes of incomes are relatively stable. additional value when processed into copra is Rp525,63. | |
| 5022 | 14837 | H1F010044 | GEOLOGI DAN STUDI ALTERASI-MINERALISASI DAERAH CISARUA DAN SEKITARNYA, KECAMATAN NANGGUNG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT | Daerah penelitian terletak pada daerah Cisarua, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, termasuk dalam wilayah IUP PT. Aneka Tambang (Tbk) site Gunung Pongkor. Daerah penelitian terdiri dari tiga satuan geomorfologi yaitu satuan perbukitan vulkanik berlereng sedang, satuan perbukitan vulkanik berlereng terjal, dan satuan perbukitan vulkanik berlereng sangat terjal. Daerah penelitian tersusun atas empat satuan litologi, dari tua ke muda yakni satuan breksi andesit, satuan breksi tuf, satuan tuf lapili, dan satuan lava andesit. Adanya proses tektonik menghasilkan struktur geologi berupa sesar mendatar kanan Ciparay, sesar mendatar kanan Cirabig, sesar mendatar kanan Cikaniki, dan sesar mendatar kiri Cisarua. Pada daerah penelitian terdapat tiga zona alterasi yaitu zona klorit zeolit epidot, zona klorit ilit monmorilonit, dan zona kaolin haloisit monmorilonit ilit. Pola arah urat pada daerah penelitian berarah baratlaut-tenggara. Mineral bijih yang dijumpai berupa pirit, sfalerit, kalkopirit, kalkosit, dan asantit. Berdasarkan data penelitian dan pembandingan dengan model yang sudah ada sebelumnya, tipe endapan pada daerah penelitian merupakan endapan epitermal sulfida rendah. | The research area is located in Cisarua, Nanggung District, Bogor Regency, West Java, this area is included to IUP PT Antam Tbk area site Gunung Pongkor. There are three morphological units in this area, they are moderately slope of volcanic hill unit, steep slope of volcanic hill unit, and extremely steep slope of volcanic hill unit. There are four lithological units in this area, they are andesite breccia unit, tuff breccia unit, lapili tuff unit, and andesite lava unit. The existence of tectonic process produced Ciparay right slip fault, Cirabig right slip fault, Cikaniki right slip fault, and Cisarua left slip fault. There are three zones of alteration: chlorite zeolite epidote zone, chlorite illite monmorilonite zone, and kaolinit halloysite monmorilonite illite zone. In the research area, vein orientation is northwest-southeast. Ore mineral which can be identified are pyrite, sphalerite, chalcopyrite, chalcocite, and acanthite. Base on the data and comparasion with existing model, the deposit of the research area is typical of low sulphidation epithermal deposit. | |
| 5023 | 14839 | A1C111050 | Analisis Efisiensi Produksi Usahatani Kedelai Di Kecamatan Somagaede Kabupaten Banyumas | Indonesia masih bergantung kepada pasokan kedelai impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pada tahun 2013 Kabupaten Banyumas memiliki luas panen 738 ha dengan jumlah produksi 850 ton dan produktivitas 1,15 ton/ha. Produktivitas ini dapat dikatakan masih jauh dari target pemerintah yaitu 1,8 ton/ha. Selisih angka antara produksi aktual dengan produksi potensial terpaut cukup jauh. Komoditas kedelai lokal dihadapkan pada persaingan impor sehingga usahatani kedelai harus berproduksi dalam keadaan efisiensi tinggi agar dapat mencukupi permintaan akan kebutuhan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghitung besarnya biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diterima usahatani kedelai, (2) mengetahui pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi terhadap produk usahatani kedelai, dan (3) menganalisis tingkat efisiensi pemakaian input pada usahatani. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive) di Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas bulan Agustus sampai dengan September 2015. Sasaran penelitian yaitu petani kedelai Kecamatan Somagede. Analisis data yang digunakan adalah biaya dan pendapatan, fungsi produksi Cobb Douglas dan efisiensi penggunaan faktor produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan rata-rata per hektar petani kedelai Kecamatan Somagede adalah Rp5.076.848,- dengan total biaya produksi rata-rata sebesar Rp2.605.741,5,- sehingga pendapatan yang diterima adalah Rp2.471.106,-. Faktor produksi yang berpengaruh pada usahatani kedelai Kecamatan Somagede adalah luas lahan dan benih, sedangkan faktor produksi pupuk NPK, pupuk PPC, pestisida, tenaga kerja dan lama menanam tidak berpengaruh terhadap usahatani kedelai Kecamatan Somagede. Usahatani secara teknis, harga dan ekonomi di Kecamatan Somagede tidak efisien. | Indonesia still depend on imported soybean supplies to fulfill the needs of domestic. In 2013, District Banyumas had harvest area in the amount of 738 ha with amount of production 850 ton and productivity 1,15 ton/ha. This productivity could be said still far from the government targets which is 1,8 ton/ha.The difference in numbers between actual production and potencial production was far enough. Local soybean commodity was faced on import competition so soybean farming have to produce in a state of high efficiency in order to farming can be suffice the demand of national needs.The purpose of this research is to (1) determine the costs and income of soybean farming, (2) find out the effect of using production factors against soybean farming product (3) analyze efficiency level of using input on farming. The research method used survey and sampling method was Purposive sampling. The research was conducted in Somagede, district Banyumas, on August 2015 until September 2015. The analitical method used was cost and income analysis, Cobb-Dauglass production function analysis and efficiency production analysis. Result of the research showed that the average gain per hectare Somagede Sub District is Rp5.076.848,- with total production costs by an average of Rp2.605.741,5,-, so the income received is Rp2.471.106,-. The production factors influential on soybean farming were land area and seed, whereas the production factors of fertilizer NPK, fertilizer PPC, pesticide, labor and the old of planting take effect not significant to soybean farming in Somagede and technical efficiency, price, and economic efficiency on soybean farming in Somagede was not efficient. | |
| 5024 | 14838 | A1L012141 | KAJIAN STATUS HARA SULFUR PADA LAHAN SAWAH DI WILAYAH IRIGASI KRENCENG KECAMATAN KEMANGKON KABUPATEN PURBALINGGA | Tanah sawah merupakan tanah yang penting di Indonesia karena merupakan sumber daya alam utama untuk membudidayakan tanaman padi. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan padi di lahan sawah adalah ketersediaan unsur hara S. Penelitian bertujuan untuk mengetahui besarnya jumlah kandungan unsur hara S, memetakan sebaran S-total dengan skala 1:50.000 dan menentukan rekomendasi pemupukan unsur hara S pada lahan sawah di areal irigasi Krenceng Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2015 sampai Februari 2016. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Penentuan titik sampel dilakukan berdasarkan Peta Satuan Lahan Homogen (SLH), yang dibuat dengan cara menumpangtepatkan peta (overlay) peta administrasi RT RW, peta jenis tanah, peta kelerengan, peta jaringan irigasi dan peta penggunaan lahan daerah penelitian. Berdasarkan metode tersebut diperoleh 1 SLH dengan luas 541,262 Ha. Untuk itu guna memenuhi persyaratan ketelitian dengan kriteria pemetaan tinjau mendalam, yang setiap 100 Ha dapat diwakili oleh 1 sampel maka diperoleh 6 titik. Sebaran titik sampel mengikuti sebaran pintu air sekunder. Variabel yang diamati dan diukur meliputi variabel utama yaitu S-total dan variabel pendukung meliputi kandungan Kandungan C-Organik, pH tanah, KTK, Kejenuhan Basa dan kegiatan budidaya yang dilakukan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan unsur hara S pada lahan sawah di area irigasi Krenceng tergolong sedang, yaitu 19,3 ppm dan rekomendasi pemupukan unsur hara S yang dibutuhkan untuk lahan sawah di areal Irigasi Krenceng Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga sebanyak 24,42 kg Phonska/ha. | Paddy soil is soil that is important in Indonesia as a major resource for growing rice. One of the factors that influence the growth rate of rice plants in paddy fields is the availability of nutrient S. The study aims to determine the amount of the nutrient content of S, to map the distribution S-total with scale 1:50.000 and determine S fertilization for paddy field at area Irrigation Krenceng, In Sub-District Kemangkon Purbalingga. The experiment was conducted in December 2015 until February 2016. The study was conducted by survey method. The determination of sample points is based on Homogeneous Land Unit (HLU), which is made by overlay map on the map of soil types, RT RW administration maps, slope maps, irrigation system maps and land use maps of research areas. Based on this method obtained 1 HLU with broad 541.262 Ha. therefore, in order to meet the requirements precision criteria deep review mapping, that every 100 Ha can be represented by one sample then obtained 6 points. The distribution sample points follow sluice secondary distribution. The variables were observed and measured include the main variables, namely S-total and include support variable i.e. organic C content, soil pH, CEC, base saturation, and cultivation activities by farmers. The results showed that S-total content at all HLU A1L is medium, i.e. 19,3 ppm and S fertilization needed for paddy fields at area Irrigation Krenceng, In Sub-District Kemangkon Purbalingga as much as 24,42 kg Phonska/ha. | |
| 5025 | 14840 | F1A011021 | PARTISIPASI ANGGOTA BANK SAMPAH RESIK MANDIRI DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA SUMAMPIR, KECAMATAN REMBANG, KABUPATEN PURBALINGGA | Dewasa ini permasalahan lingkungan dirasa sangat perlu mendapat perhatian, baik dari kalangan akademisi, pemerintah, maupun masyarakat. Berbagai permasalahan lingkungan yang ada dan timbul kebanyakan karena faktor manusia. Permasalahan lingkungan seperti pencemaran, kerusakan hutan, polusi, dan lain-lain semestinya harus mendapat penanganan yang serius karena dapat mengganggu keberlangsungan hidup manusia.Permasalahan sampah merupakan suatu hal yang perlu mendapat penanganan karena sampah akan terus ada selama masih ada kehidupan manusia. Bank Sampah dibentuk sebagai salah satu lembaga yang sadar akan upaya mengantisipasi dampak dari pencemaran lingkungan oleh sampah. Rumusan masalah dari penelitian ini yaitu “Bagaimana partisipasi anggota Bank Sampah Resik Mandiri dalam pengelolaan sampah di Desa Sumampir, Kecamatan Rembang , Kabupaten Purbalingga”.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Dalam metode ini, diambil 8 orang informan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Mereka terdiri dari informan utama yaitu anggota Bank Sampah dan informan pendukung yaitu pemerintah desa, dinas terkait dan para pengelola Bank Sampah. Teknik yang digunakan untuk menganalisa data adalah teknik analisis interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. | Nowadays, it is necessary to think about the environmental issues, whether it is from the academia, government, and society area. Some existing and emerging environmental problems are mostly due to human factors. Some environmental problems such as any contaminations, forest destructions, pollutions, and others should have to be handled seriously because it can disrupt human life. The trash problem is a thing that needs a well-treatment because this problem will always exist as long as there is human life. Bank Sampah is established as one of some institutions which are aware in anticipating the impact of this problem. The research question of this research is "How is the participation of members of Bank Sampah Resik Mandiri in managing the trash in Sumampir village, Rembang sub-district, Purbalingga".The method used in this research is descriptive qualitative. In using this method, the researcher took 8 participants by using purposive sampling technique. Those participants consist of main informans which are the members of Bank Sampah and supporting informans which are village staff, related party and Bank Sampah managers. The technique used in analyzing the data is interactive analysis technique which consists of data collection, data reduction, data presentation and conclusion. | |
| 5026 | 14841 | H1B012009 | MODEL DINAMIK PERTUMBUHAN BIOMASSA UDANG | Penelitian ini mengkaji model pertumbuhan biomassa udang yang bergantung pada model pertumbuhan berat dan model pertumbuhan populasi, dengan asumsi model pertumbuhan berat mengikuti model pertumbuhan Von Bertalanffy dan model pertumbuhan populasi mengikuti model eksponensial yang dipengaruhi oleh faktor kematian. Model pertumbuhan biomassa digunakan untuk menentukan pola pertumbuhan udang dan waktu panen yang tepat. Model berupa persamaan diferensial yang diselesaikan secara analitik dengan menggunakan metode peubah terpisah. Penyelesaian model menghasilkan formulasi panjang, berat, jumlah udang dalam populasi, dan biomassa pada waktu tertentu, serta waktu panen saat biomassa mencapai maksimum. | This research discuss the growth model of shrimp biomass that depend on the growth model of weight and the growth model of population, which follow two assumptions the growth model of weight is based on Von Bertalanffy’s model and the growth model of population is based on exponential’s model which is influenced by mortality factor. The growth model of shrimp biomass is used to determine the growth pattern of shrimp and the appropriate harvest time. The model is formulated by differential equation which is solved analytically by separate variables. The solution of model results formulation of length, weight, population, and biomass at certain time, and also the harvest time when biomass reaches its maximum. | |
| 5027 | 14843 | H1B011012 | Algoritma Pewarnaan Titik pada Graf Fuzzy | Graf fuzzy GF = (V, EF) merupakan graf dengan V adalah himpunan titik tegas dan EF adalah himpunan sisi fuzzy dengan setiap sisi di GF memiliki derajat keanggotaan yang terletak di selang [0, 1]. Pewarnaan titik pada graf fuzzy GF ini menggeneralisasi konsep pewarnaan titik pada graf tegas. Pada penelitian ini, dibuat algoritma pewarnaan titik pada graf fuzzy GF = (V, EF) untuk menentukan bilangan kromatik fuzzy menggunakan α-cut yang diperkenalkan oleh Munoz pada tahun 2005. α-cut dari graf GF = (V, EF) merupakan graf tegas Gα = (V, Eα) dengan Eα merupakan cut pada himpunan sisi EF. | Fuzzy graph GF = (V, EF) is a graph with V as the set of crisp vertex and EF is the set of fuzzy edge with each edge of GF has a degree of membership that is located in the interval of [0 , 1]. Vertex coloring on fuzzy graph GF generalize the concept of vertex coloring on a crisp graph. In this study, vertex coloring algorithms on fuzzy graph GF = (V, EF) are made to determine the fuzzy chromatic number using α-cut which was introduced by Munoz in 2005. α-cut from graph GF = (V, EF) is a crisp graph Gα = (V, Eα) with Eα as the cut on the set of Eα edge. | |
| 5028 | 14611 | H1E010040 | PEMODELAN DAN SIMULASI KINERJA GENERATOR KINCIR ANGIN SUMBU HORISONTAL DENGAN PITCH VARIABLE MENGGUNAKAN PERSAMAAN RUANG KEADAAN (STATE SPACE) | Pemodelan kincir angin sumbu horizontal dilakukan berdasarkan hukum fisika tentang gerak rotasi dan rangkaian listrik. Hasil pemodelan direpresentasikan dalam persamaan matematika dan diubah menjadi persamaan ruang keadaan. Pemodelan bertujuan untuk mengetahui performansi dari model generator kincir angin yang memiliki jari-jari rotor 0,5 meter. Diasumsikan kincir angin mendapat kecepatan angin konstan 4,5 m/s sehingga kecepatan rotor maksimalnya adalah 28 rad/s. Kemudian simulasi dilakukan dengan 3 skenario yang berbeda. Hasil simulasi ketika tegangan beban diubah-ubah diketahui bahwa semakin besar nilai input tegangan beban maka kecepatan sudut generator juga semakin besar. Hasil simulasi ketika sudut diubah-ubah diketahui bahwa semakin besar nilai input sudut rotor maka kecepatan sudut generator juga semakin besar. Hasil simulasi ketiga menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai tegangan beban pada generator maka sudut rotor semakin kecil untuk membuat generator kincir angin bekerja dengan kecepatan sudut tetap. Perubahan sudut rotor berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan kecepatan putar generator. Generator kincir angin yang bekerja dengan kecepatan konstan memiliki waktu respon paling cepat (3-4 detik). Generator kincir angin dikatakan stabil karena nilai eigennya negatif. | Modelling horizontal axis wind turbine is done using physical laws of rotational motion and electrical circuits. Modeling results are represented in mathematical equations and converted into state space equation. Modelling aims to determine the performance of a model the generator of the wind turbine that has a radius rotor of 0,5 meters. The wind turbine is assumed received a constant wind speed of 4,5 m/s so the maximum rotor speed is 28 rad/s. Then the simulation is done with 3 different scenarios. The simulation results when the load voltage changed showed that the greater value of the load voltage make the angular velocity of the generator are also getting bigger. The simulation when the angle changed showed that the larger of the rotor angle make angular velocity of the generator are also getting bigger. The third simulation results showed that the higher value of the load voltage on the generator make the rotor angle gets smaller to make the generator work with fixed angular velocity. The function of changed rotor angle is to make angular velocity of generator are getting faster or slow. The generator of the wind turbine that work with constant speed has the fastest response time (3-4 seconds). The generator of the wind turbine is stable because the eigenvalues is negative. | |
| 5029 | 14845 | A1L011136 | Repelensi Zat Volatil Asal Tanaman Tropis Terhadap Hama Gudang Corcyra cephalonica Stainton. | Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui repelensi zat volatil yang berasal dari beberapa tanaman tropis terhadap C. cephalonica, 2) mengetahui jenis tanaman tropis yang menghasilkan zat volatil terbaik sebagai repelen terhadap C. cephalonica. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto pada bulan September 2015 – Februari 2016. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), menggunakan dua faktor. Faktor yang pertama yaitu jenis tanaman penghasil zat volatil: P1=serai wangi, P2=daun selasih, P3= daun nilam, P4=daun salam. Faktor kedua yaitu tingkat konsentrasi: K1=5%, K2=10%, K3=15%. Total kombinasi perlakuan 12 kombinasi dan 5 kali ulangan. Variabel yang diamati adalah tingkat repelensi ekstrak tanaman terhadap serangga. Data dianalisis dengan cara uji F, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf kesalahan 5%. Hasil dari penelitian ini adalah 1) ekstrak tanaman serai wangi, selasih, nilam, dan salam memiliki tingkat repelensi tinggi yaitu kelas IV (empat) dan V (lima), 2) tanaman serai wangi dan selasih merupakan penghasil zat volatil terbaik. | The goals of research were to 1) determine repellency of volatile substance of some tropical plants against C. cephalonica, and 2) determine some tropical plants which produce the best volatile substance as repelent against C. cephalonica. The research was conducted at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture Jenderal Soedirman University Purwokerto on September 2015 - February 2016. This research used Randomized Block Design with two factors. The first factor was the species of plants that produce volatile substances: P1= Cymbopogon nardus, P2= Ocimum basilicum, P3= Pogostemon cablin P4= Syzygium polyanthum. The second factor was concentration of substances: K1 = 5%, K2 = 10%, K3 = 15%. Total combined treatment was 12 combinations and each treatment combination was replicated 5 times. The observed variable was level repellency of plant extracts to insects. Data was analyzed by F test and continued by 5% DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) if significantly different. The results from this research were 1) extract of Cymbopogon nardus, Ocimum basilicum, Pogostemon cablin, and Syzygium polyanthum, were high repellent (grade IV and V), 2) Cymbopogon nardus and Ocimum basilicum was the best volatile source. | |
| 5030 | 14846 | H1F011058 | GEOLOGI DAN ANALISIS SEBARAN BATUAN BEKU MENGGUNAKAN METODE GEOMAGNET DAN GEOLISTRIK, DAERAH PEKUNCEN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN JATILAWANG, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH | Batuan beku adalah batuan yang terbentuk akibat pembekuan dari magma yang berasal dari dalam bumi. Pembekuan tersebut dapat terjadi juga di dalam bumi (plutonik) ataupun di permukaan bumi (vulkanik). Proses pembekuan tersebut berpengaruh kepada ukuran dari mineral-mineral penyusun batuan beku yang terbentuk. Batuan beku banyak dimanfaatkan sebagai bahan untuk pembangunan infrastruktur dan ornamen sehingga menjadi komoditas yang sangat mendukung kehidupan manusia. Fokus penelitian adalah untuk mengetahui persebaran batuan beku dengan menggunakan metode pemetaan geologi dan analisis geofisika berupa metode geomagnet dan geolistrik. Setelah melakukan pemetaan geologi tersebut diketahui bahwa batuan beku pada daerah penelitian memiliki struktur intrusi berupa sill dan dike. Sifat batuan beku yang memiliki medan magnet yang tinggi dapat menjadi petunjuk persebaran batuan beku dengan metode geomagnet dengan 100 buah titik survei atau titik ikat. Data dari metode geomagnet diolah melaui tahapan koreksi harian dan IGRF, reduksi pada bidang datar, pengangkatan ke atas 6400 m, dan koreksi anomali regional. Pada daerah penelitian ditemukan bahwa batuan beku memiliki nilai medan magnet berkisar antara 600-900 nT berdasarkan peta anomali medan magnet lokal. Selain itu untuk mengetahui keberadaan batuan beku di bawah permukaan bumi kita dapat melacaknya dengan memanfaatkan sifat tahanan jenis (resistivity) dari batuan beku dengan metode geolistrik pada 5 lokasi closure yang memiliki nilai medan magnet paling tinggi. Setelah itu diolah dengan aplikasi Progress 3.0 sehingga menghasilkan tahanan jenis sebenarnya. Tahanan jenis yang dimiliki oleh batuan beku pada daerah penelitian adalah di atas 40 ohm m. | Igneous rock is rock formed by the freezing of magma originating from the earth. Freezing can occur also in the earth (plutonic) or on the earth's surface (volcanic). The freezing process affect the size of the constituent minerals of igneous rocks are formed. Igneous rocks are used as materials for infrastructure development and ornaments so that it becomes a commodity that supports human life. The focus of the study was to determine the distribution of igneous rocks using geological mapping method and geophysical analysis in the form of geomagnetic and geoelectric method. After finished geological mapping is known that the igneous rocks in the research area has structure in the form sill and dike intrusion. The nature of igneous rock that has a high magnetic field can be the manual distribution of igneous rocks with geomagnetic method with 100 survey point or loop point. Data of geomagnetic method is processed through the stages of daily and IGRF correction, reduction in flat plane, upward continuation at an altitude 6400 m above the spheroid to separate regional anomalies and local anomalies, and correction of regional anomalies. In the research found that the area of igneous rock has a magnetic field value ranges between 600-900 nT anomaly map based local magnetic field. In addition to knowing where igneous rocks below the earth's surface we can trace it by utilizing the properties of resistivity (resistivity) igneous with geoelectric method at 5 locations closure which has the highest value of the magnetic field. After the application is processed by Progress 3.0 resulting in a resistivity actually. Resistivity owned by igneous rocks in the research area is above 40 ohm m. | |
| 5031 | 14844 | F1F011043 | A CONTRASTIVE STUDY OF ENGLISH AND SUNDANESE DERIVATIONAL NOUN PROCESSES FOUND IN NEW YORK TIMES AND SUNDA NEWS ONLINE NEWSPAPERS (A Case Study of Spare Times for Children for April 24-30 and Kaulinan Barudak Lembur Articles) | Penelitian yang berjudul “A Contrastive Study of English and Sundanese Derivational Noun Processes Found in New York Times and Sunda News Online Newspapers (A Case Study of Spare Times for Children for April 24-30 and Kaulinan Barudak Lembur Articles)” ini bertujuan untuk menganalisis tipe proses derivasi kata benda di Bahasa Inggris dan untuk menganalisis tipe proses derivasi kata benda di Bahasa Sunda. Selain itu, penelitian ini juga mencoba menemukan persamaan dan perbedaan proses derivasi di Bahasa Sunda dan Bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis data utama. Data yang digunakan berasal dari artikel Spare Times For Children for April 24-30 dan Kaulinan Barudak Lembur yang di ambil dari koran online New York Times dan Sunda News. Data di analisis menggunakan teori derivasi dari Francis Katamba dan Fatimah Djajasudarma. Penelitian ini menunjukan adanya derivasi nomina dengan jumlah total 90; 67 derivasi nomina Bahasa Inggris dan 23 derivasi nomina Bahasa Sunda dengan klasifikasi tipe proses derivasi sebagai berikut: (53) sufiks merubah verba menjadi nomina, (5) sufiks merubah kata sifat menjadi nomina, (4) kompleks derivasi, (5) perubahan kecil di derivasi. Sementara itu, klasifikasi derivasi di Bahasa Sunda diantaranya: (4) konfik ka-an (verba menjelaskan suatu kondisi), (7) konfik ka-an (kata sifat menjelaskan suatu kondisi), (4) konfik pa-an merubah verba menjadi nomina (mengindikasikan suatu tempat), (2) konfiks pang-an merubah verba menjadi nomina (mengindikasikan suatu kondisi atau tempat tertentu), (2) sufiks –an merubah verba menjadi nomina (hasil dari suatu proses), (4) kombinasi dwipurwa + sufiks –an. Selain itu, penulis juga menganalisis persamaaan dan perbedaan derivasi nomina dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Sunda. Persamaannya yakni pada fungsi, karakteristik, dan afiksasi, sedangkan perbedaannya yakni pada bentuk jamak, tipe afiksasi yang paling banyak digunakan, variasi pengulangan kata, dan keterlibatan nasalisasi. | The research entitled “A Contrastive Study of English and Sundanese Derivational Noun Processes Found in New York Times and Sunda News Online Newspapers (A Case Study of Spare Times for Children for April 24-30 and Kaulinan Barudak Lembur Articles) aims to find the types of English derivational noun processes and to find the types of Sundanese derivational noun processes. Moreover, it tries to find the similarities and differences between English and Sundanese derivational noun processes. The researcher used qualitative method in analyzing the data. The main data were Spare Times For Children for April 24-30 and Kaulinan Barudak Lembur articles which were taken from New York Times and Sunda News online newspapers. These data were analyzed by using derivational theory by Francis Katamba and Fatimah Djajasudarma. The result reveals that there are 90 total derivational nouns; 67 English derivational nouns and 23 Sundanese derivational nouns with the classification of types of derivational noun processes as follows: 53 nouns for suffixes changing verbs to nouns, 5 nouns for suffixes changing adjectives to nouns, 4 nouns for complex derivations, and 5 nouns for minor changing in derivational noun process. Meanwhile, the classification in Sundanese derivational nouns are showed as follows: 4 nouns for confix ka-an (state of condition or action from verbs), 7 nouns for confix ka-an (state of condition or action from adjectives), 4 nouns for confix pa–an changing verbs to nouns (state of place or referring to particular place), 2 nouns for confix pang-an changing verbs to nouns (state of condition or particular place), 2 nouns for suffix –an changing verbs to nouns (state of result), 4 nouns for combination of dwipurwa + suffix –an. Moreover, the researcher also analyzes the similarities and the differences in English and Sundanese derivational noun processes. For the similarities: the function, characteristics, and affixation. For the differences: the plurality, the mostly used affixation types, the variation of word reduplication, and nasalizations involvement. | |
| 5032 | 14847 | F1C008098 | STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN RADIO ARDI LAWET DALAM MEMPERTAHANKAN PENDENGARNYA DI KABUPATEN PURBALINGGA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi pemasaran radio Ardi Lawet dalam mempertahankan pendengarnya.Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah lima orang, yaitu dua orang karyawan dan tiga orang pendengar radio Ardi Lawet. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode analisis data deskriptif dengan model analisis interaktif. Teknik pemilihan informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik purposive samplin. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Validitas data pada penelitian ini menggunakan teknik triangulasi untuk menguji keabsahan data Hasil penelitian ini diketahui bahwa strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan radio Ardi Lawet yaitu membuat kegiatan off air dan on air. Kegiatan off air yang dilakukan radio ardilawet antara lain ; kegiatan Ardilawet Idol (ALI) dan konser amal bersama Indie Band. Keduanya merupakan alat unggulan untuk mempromosikan radio Ardi Lawet, dan ternyata mampu memberikan suguhan yang menarik. Sedang kegiatan on air radio ardi lawet menyajikan program-program yang dibutuhkan masyarakat antara lain memberikan berita yang informatif dan aktual dan juga suguhan kerohaniahan. Radio Ardi Lawet juga menjalin kerjasama dengan organisasi tertentu dan perusahaan khusunya yang berada di Kabupaten Purbalingga untuk pemasangan iklan. Dengan terpadunya kegiatan-kegiatan tersebut radio Ardi Lawet bisa mendapatkan perhatian dari para pendengarnya. | This study aims to determine how the marketing communication strategy radio Ardi Lawet in maintaining liteners. Sampel used in this study were five people, two employees and three radio listeners Ardi Lawet. The method in this study using descriptive data analysis with interactive analysis model. Informant selection techniques used in this research is by using purposive sampling. Data collection techniques used were interviews, observation and documentation. The validity of the data in this study using triangulation techniques to test the validity of the data The results of this research note that marketing communications strategy do radio Ardi Lawet is making activities off air and on air. Activities off air made radio ardilawet among others; Ardilawet Idol (ALI) and the joint charity concert Indie Band. Both are featured tool to promote radio Ardi Lawet, and were able to provide an interesting treats. Moderate activity on air radio Ardi lawet present programs that people depend, among others, provide informative news and real-time and also treats kerohaniahan. Radio Ardi Lawet also cooperate with organizations and companies especially those located in Purbalingga for advertising. With its integrated these activities Lawet radio Ardi could get the attention of his audience. | |
| 5033 | 14848 | H1F011003 | GEOLOGI DAN KARAKTERISTIK ENDAPAN MANGAN DAERAH TIMPEH KECAMATAN TIMPEH KABUPATEN DHARMASRAYA PROVINSI SUMATERA BARAT | Daerah penelitian terletak di daerah Timpeh dan sekitarnya, Kecamatan Timpeh, Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat. Daerah penelitian termasuk dalam wilayah yang dikaji oleh Pusat Sumber Daya Geologi (PSDG) Bandung. Pada daerah tersebut tempat prospek bijih mangan yang belum dikaji lebih detail. Metode yang digunakan untuk mengkaji kondisi geologi dan karakteristik endapan mineral logam pada daerah penelitian berupa metode survey (kerja lapangan) dan metode eksperimental (analisis studio/laboratorium). Data-data yang didapatkan berdasarkan metode penelitian berupa data litostratigrafi, satuan batuan, sampel bijih mangan, dan sampel sedimen sungai yang diolah menjadi peta pengambilan sampel, peta geologi, peta geomorfologi, peta pola pengaliran sungai dan peta zonasi kadar mangan. Beberapa sampel batuan terpilih digunakan sebagai sampel analisis laboratorium dengan menggunakan metode analisis Petrografi, FA-AAS, Mineragrafi, dan Kandungan Kimia Unsur. Lokasi penelitian terdiri dari tiga satuan geomorfologi yaitu satuan dataran aluvial-fluvial, satuan perbukitan sesar, dan satuan lembah sesar. Daerah penelitian tersusun atas enam satuan litologi, dari tua ke muda yakni satuan batuan lithic tuff, satuan batugamping kristalin, satuan filit, satuan vitric tuff, satuan batugamping mudstone dan satuan endapan aluvial. Bijih mangan yang ditemukan di lokasi penelitian mempunyai dua macam karakteristik yaitu mangan jenis primer dan jenis sekunder. Dari hasil analisis sampel bijih mangan, daerah penelitian djadikan menjadi tiga zonasi kadar mangan. Mineral yang ditemukan pada bijih mangan berupa manganit, psiomelan dan hidrous iron oxide. | The research area is located at Timpeh and surrounding area, Timpeh District, Dharmasraya Regency, West Sumatera. This reasearch area is Pusat Sumber Daya Geologi (PSDG) Bandung research area. There are prospects area that has not been examined throughly before. The method which used to assess geological conditions and characteristics of manganese deposits at research area are survey method (fieldwork) and experimental methods (studio analysis / laboratory). The data which obtained by the research methods are lithostratigraphic data, rock units, manganese ore samples, and samples of river sediment sampling were processed into maps of sampling, geology, geomorphology maps, maps of the river drainage patterns and zoning map manganese content. Some of the selected rock samples are used as a laboratory analysis of samples using analytical methods petrograpbic, FA-AAS, mineragraphy, and the content of Chemical Elements. Location of the study consists of three units, namely geomorphology of the alluvial plain-fluvial unit, structural hilly fault unit and structural valleys fault unit.. The research area is composed of six lithological units, from the young to the old lithic tuff units, units of crystalline limestone, phyllite unit, unit vitric tuff, mudstone limestone units and alluvial unit. Manganese ore is found in the study site has two kinds of characteristics those are primary manganese and secondary manganese. From the analysis of manganese ore samples, the study area are splited into three zones manganese area. Minerals found in the form of manganese ore manganit, psiomelan and hydrous iron oxide. | |
| 5034 | 14849 | F1G012037 | Skizofrenia Paranoid Tokoh Evi dalam Novel Limbah Dosa Karya Mira W. | RINGKASAN Skripsi ini berjudul “Skizofrenia Paranoid Tokoh Evi dalam Novel Limbah Dosa Karya Mira W“. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan skizofrenia paranoid yang dialami oleh tokoh Evi dalam novel Limbah Dosa karya Mira W. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis, dengan difokuskan pada gangguan skizofrenia paranoid yang dialami oleh tokoh Evi pada novel Limbah Dosa karya Mira W. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah membaca dan memahami isi novel, kemudian mencatat data-data yang penting dan mengklasifikasikan data tersebut sesuai dengan rumusan masalah berdasarkan struktur novel yang ada. Selanjutnya dianalisis dengan pendekatan Psikologi Sastra. Hasil penelitian ini menjelaskan secara deskriptif mengenai skizofrenia paranoid yang dialami tokoh Evi, dengan ciri-ciri adanya waham dan halusinasi yang mencolok, difungsi sosial, kemarahan, dan menjaga jarak atau menutup diri dari lingkungan. Tidak adanya gangguan katakonik dan pembicaraan yang kacau. Semua ciri tersebut mengarah pada gangguan skizofrenia paranoid. Berdasarkan hal tersebut, dapat dihasilakan gambaran mengenai gangguan mental berupa skizofrenia paranoid sebagai cerminan kehidupan manusia yang telah dituliskan oleh Mira W dalam novel Limbah Dosa. | SUMMARY The research is entitled “Skizofrenia Paranoid Tokoh Evi dalam Novel Limbah Dosa karya Mira W”. The objective of this research is to describe paranoid schizophrenia experienced by Evi in Limbah Dosa Novel by Mira W. The research uses descriptive analysis method which is focused on paranoid schizophrenia disorder occured in one of character in Limbah Dosa Novel by Mira W, named Evi. The technique of data collection used in this research are reading and understanding the content of novel, writting the crucial data and classifying the data that is appropriate with the research questions based on existing novel structure. Then, the data are analyzed based on psychological literature approach. The result of this research explains descriptively about paranoid schizophrenia experienced by Evi, which has some characteristics such as striking delusion and hallucination, social dysfunction, anger, keep the distance and become closed-personality to the environment. In this case, there is no katakonik and speaking disorder. These characteristics lead to paranoid schizophrenia disorder. Based on the expalanation above, it can be concluded that there is a overview of mental disorder named paranoid schizophrenia as a reflection of human life written by Mira W in Limbah Dosa Novel. | |
| 5035 | 14850 | A1L111020 | PENGARUH KOMPOSISI PUPUKMAJEMUK NP GRANUL TERHADAP HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH INCEPTISOL | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi pupuk majemuk NP granul terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah varietas Bima Curut dan Bangkok Warso, mengetahui komposisi pupuk majemuk NP granul yang paling baik pengaruhnya terhadap hasil tanaman bawang merah, dan mengetahui varietas yang paling baik pertumbuhannya terhadap pemberian pupuk majemuk NP granul. Penelitian ini dilaksanakan di lahan petani di Desa Kebanggan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada bulan Juni sampai dengan Oktober 2015. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Petak utama adalah varietas bawang merah yaitu, Bima Curut dan Bangkok Warso. Anak petak adalah komposisi pupuk majemuk NP Granulyaitu, 0 g pupuk/petak (NP0), 428,58 g pupuk/petak (NP1),423,53 g pupuk/petak (NP2), 492,05 g pupuk/petak (NP3), 494,27 g pupuk/petak (NP4),463,52 g pupuk/petak (NP5) atau setara 120 kg N/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk majemuk NP Granul dapat menurunkan nilai pH H2O, meningkatkan nilai DHL tanah, tinggi tanaman, kadar kehijauan daun, bobot kering umbi, dan volume kering umbi tetapi tidak berpengaruh terhadap nilai serapan P oleh tanaman. Varietas tanaman bawang merah berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah akar, bobot kering akar, kecuali serapan P oleh tanaman, klorofil a dan b, kadar kehijauan daun, bobot basah tajuk, bobot kering tajuk, bobot basah umbi, bobot kering umbi, jumlah umbi, volume basah umbi, dan volume kering umbi. Terdapat interaksi antara komposisi pupuk majemuk NP granul dengan varietas tanaman bawang merah terhadap kadar kehijauan daun, bobot kering akar, jumlah umbi, dan volume kering umbi. Komposisi pupuk majemuk NP granul yang baik adalah (494,27 g pupuk/petak). | The purposes of this research were to determine thecomposition effect of NP granule compound fertilizer tocrop growth and yield of Bima Curut and Bangkok Warso varieties, determine the best composition of NP granule compound fertilizer on yield of shallot, and to determine the best shallot varieties on crop growth of NP granule compound fertilizer. This research was conducted at local farmer field in Kebanggan Village, Sumbang District, Banyumas Regency on June to October 2015. This research was using Split Plot Design with 2 factors and 3 replications. Main plot was shallot Bima Curut and Bangkok Warso varieties. Sub plot was NP granule compound fertilizer composition, which were 0 g N/petak (NP0), 428,58 g fertilizer/plot, (NP1),423,53 g fertilizer/plot (NP2), 492,05 g fertilizer/plot (NP3), 494,27 g fertilizer/plot (NP4),463,52 g fertilizer/plot (NP5) or equal 120 kg N/ha. The result showed that NP granule compound fertilizer application increased pH H2O and electrical conductivity value, plant height, leaf green index, tuber dry weight, and tuber dry volume. The application was not affecting P sorption value. Shallot varieties were affecting plant height, leaf numbers, root fresh weight, and root dry weight but weren’t affecting P sorption value, chlorophyll A and B, leaf green index, shoot fresh weight, shoot dry weight, tuber fresh weight, tuber dry weight, tuber quantity, tuber fresh volume, and tuber dry volume. There was an interaction between NP granule compound fertilizer composition and shallot varieties to leaf green index, root dry weight, tuber quantity, and tuber dry volume. The best NP granule compound fertilizer is NP4 (494,27 g fertilizer/plot). | |
| 5036 | 14851 | C1B012036 | ANALISIS PERBANDINGAN PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, LEVERAGE, SAHAM, ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) DAN MARKET VALUE ADDED (MVA) SEBELUM DAN SESUDAH MERGER DAN AKUISISI | Penelitian ini merupakan penelitian perbandingan kinerja perusahaan yang melakukan aktivitas merger dan akuisisi dan terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia). Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Perbandingan Profitabilitas, Likuiditas, Leverage, Saham, Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) Sebelum dan Sesudah Merger dan Akuisisi”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kinerja perusahaan sebelum dan sesudah merger dan akuisisi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan yang terdaftar di BEI yang melakukan aktivitas merger dan akuisisi pada periode 2009-2013. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 19 perusahaan dengan menggunakan Purposive sampling method. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan Paired Sample T-test untuk data berdistribusi normal dan Wilcoxon Signed Rank Test untuk data tidak berdistribusi normal menunjukkan bahwa: (1) Tidak ada perbedaan profitabilitas (return on investment) sebelum dan sesudah baik perusahaan merger maupun akuisisi; (2) Tidak ada perbedaan likuiditas (current ratio) sebelum dan sesudah baik perusahaan merger maupun perusahaan akuisisi; (3) Tidak ada perbedaan leverage (debt to equity ratio) sebelum dan sesudah baik perusahaan merger maupun perusahaan akuisisi; (4) Tidak ada perbedaan saham (price earnings ratio) sebelum dan sesudah baik perusahaan merger maupun perusahaan akuisisi; (5) Tidak ada perbedaan Economic Value Added (EVA) sebelum dan sesudah baik perusahaan merger maupun perusahaan akuisisi; (6) Tidak ada perbedaan Market Value Added (MVA) sebelum dan sesudah baik perusahaan merger maupun perusahaan akuisisi. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu bagi perusahaan yang akan dan telah melakukan merger dan akuisisi untuk melakukan perencanaan yang terintegrasi dan mendetail agar seluruh aktivitas pasca merger dan akuisisi selaras dengan apa yang direncanakan sebelumnya. Mengetahui secara rinci dan pasti tentang kondisi perusahaan target secara menyeluruh termasuk budaya perusahaan target tersebut agar sinergi dapat tercapai, baik dari segi finansial maupun non finansial. Bagi perusahaan yang akan melakukan merger dan akuisisi perlu diperhatikan bahwa sinergi relative belum terjadi pada tahap awal periode setelah merger dan akuisisi sehingga perlu adanya motivasi untuk tetap konsisten pada tujuan awal dilakukannya merger dan akuisisi. Faktor utama yang menentukan kesuksesan perusahaan melakukan merger dan akuisisi adalah kontrol atau pengendalian perusahaan. Oleh karena itu perlu dilakukan kontrol atau pengendalian perusahaan yang lebih mendetail dan menyeluruh sejalan dengan tujuan perusahaan melakukan merger dan akuisisi. | This study is a comparison of the performance of companies that conduct merger and acquisition activity and listed on the BEI (Bursa Efek Indonesia). This study entitled : " Comparative Analysis Profitability, Liquidity, Leverage, Equity, Economic Value Added ( EVA ) and Market Value Added ( MVA ) Before and After Merger and Acquisition " . The purpose of this study was to determine the differences in performance of the company before and after mergers and acquisitions. The population in this study was all companies listed on the Indonesian Stock Exchange that perform merger and acquisition activity in the period 2009-2013. The number of samples taken in this study were 19 companies by using purposive sampling method. Based on the results of research and data analysis using Paired Sample T-test for normal distribution of data and Wilcoxon Signed Rank Test for data not normally distributed show that: (1) There is no difference in profitability (return on investment) before and after both the company mergers and acquisitions ; (2) There is no difference in liquidity (current ratio) before and after both company mergers and acquisitions; (3) There is no difference in leverage (debt to equity ratio) before and after both company mergers and acquisitions; (4) There is no difference in the stock (price earnings ratio) before and after both company mergers and acquisitions; (5) There is no difference in Economic Value Added (EVA) before and after both company mergers and acquisitions; (6) There is no difference Market Value Added (MVA) both before and after both company mergers and acquisitions. | |
| 5037 | 14082 | D1E011103 | KEMANDIRIAN PETERNAK DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERKAITAN DENGAN USAHA TERNAK SAPI PERAH DI KABUPATEN SEMARANG | Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara karakteristik peternak terhadap kemandirian peternak dalam pengambilan keputusan berkaitan dengan usaha ternak sapi perah. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Semarang pada tanggal 10 Oktober 2015 sampai dengan 29 Oktober 2015. Penelitian dengan metode survey. Sasaran penelitian adalah peternak sapi perah yang tergabung dan masih aktif menjadi anggota Koperasi Susu di Kabupaten Semarang. Metode penetapan sampel wilayah yang digunakan yaitu Stratified Random Sampling, dengan mengelompokkan menjadi tiga strata berdasarkan tahun berdiri kelompok. Penetapan sampel responden dilakukan dengan metode random sampling dengan mengambil sampel sebanyak 20% dari masing-masing kelompok peternak terpilih. Data dianalisis secara deskriptik statistik dan korelasi. Hasil analisis menunjukkan, terdapat korelasi negatif antara umur peternak, pengalaman beternak dan jumlah ternak dengan kemandirian pengambilan keputusan. Selain itu, ditemukan korelasi positif antara tingkat pendidikan dengan kemandirian pengambilan keputusan. | This research was conducted to determine the characteristics of breeders, the independence of breeders in decision making, and to analyze the relationship between age, level of education, breeding experience and livestock numbers to the independence of breeders in decision making relating to livestock business of dairy cattle. The research has been conducted in the district of Semarang on October 10th – 29th , 2015. The research was conducted by survey method and the objectives of this research are dairy breeders who are an active member in Dairy Cooperatives. To determine the sample of regions, the researcher used Stratified Random Sampling by classifying into three strata based on years formed. Determination of the sample of respondents was conducted by random sampling method by taking a sample of 20% of each group of randomly selected breeders. The analysis showed that there was a negatif correlation between age breeders, breeding experience making, and number of livestock with the independence of decision. which is included in the. The results of the analysis between level of education and independence of decision making is a positive correlation value 0.296* with low level of correlation closeness. | |
| 5038 | 14852 | F1G011038 | Perbandingan Penggunaan Makian dalam Bahasa Melayu Riau Kecamatan Kempas dan Makian dalam Bahasa Indonesia | Penelitian ini berjudul “Perbandingan Penggunaan Makian dalam Bahasa Melayu Riau Kecamatan Kempas dan Makian dalam Bahasa Indonesia”. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk, kategori dan fungsi penggunaan makian bahasa Melayu Riau Kecamatan Kempas dan penggunaan makian dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif, data penelitian ini berupa tuturan-tuturan yang mengandung bahasa makian yang digunakan oleh masyarakat Melayu Riau Kecamatan Kempas dan masyarakat bahasa indonesia. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode simak yang diwujudkan dengan teknik simak bebas libat cakap, tenik catat, dan teknik rekam. Penelitian ini menggunakan metode padan pragmatis sebagai metode analisis data. Berdasarkan analisis data bentuk dan kategori penggunaan makian dalam bahasa Melayu Riau Kecamatan Kempas yaitu makian berbentuk kata berkategori nomina, makian berbentuk kata berkategori adjektiva, makian berbentuk frase berkategori nimona, dan kata majemuk. Kemudian bentuk dan kategori penggunaan makian dalam bahasa Indonesia yaitu, makian berbentuk kata berkategori nomina, makian berbentuk kata berkategori adjektiva, makian berbentuk klausa berkategori nomina, dan kata majemuk. Berdasarkan fungsi penggunaan makian dalam bahasa Melayu Riau Kecamatan Kempas dan makian bahasa Indonesia yaitu, mengungkapkan rasa kecewa, mengungkapkan rasa kekesalan, mengungkapkan rasa marah, mengungkapkan rasa mengejek, mengungkapkan rasa menghina, mengungkapkan rasa mengutuk, mengungkapkan rasa keakranban dan mengungkapkan rasa pujian. Persamaan penggunaan makian dalam Bahasa Melayu Riau Kecamatan Kempas dan Makian dalam bahasa Indonesia yaitu, makian berbentuk kata, frase, klausa dan kata majemuk. Kemudian perbedaan penggungaan makian dalam Bahasa Melayu Riau Kecamatan Kempas dan Makian dalam Bahasa Indonesia yaitu fungsi penggunaan makian berbentuk kata, frase, klausa, dan kata majemuk. | This study entitles “the comparison of invective uses in Riau Malayan Language of Kempas sub-district and those in Indonesian Language. The purpose of this study is to describe forms, categories, and functions of invective uses in Riau Malayan Language of Kempas sub-district and those in Indonesian Language. This research is in the form of qualitative description. The research data are in the form of utterances containing invective languages used by people of Riau Malayan of Kempas sub-district and those of Indonesian. The method used to collect the research data is listening implemented by free listening while speaking, recording, and tapping. This research is analyzed using pragmatic equivalence method. Based on data analysis, forms and categories of invective uses in Riau Malayan Language of Kempas sub-district are in the form of words categorized as nouns, adjectives, verbs, phrases, as well as those in compound words. Meanwhile, forms and categories of incentive uses in Indonesian language are in the form of words categorized as nouns, adjectives, verbs, phrases, and clauses as well as those in compound words. Based on functions of invective uses in Riau Malayan Language of Kempas sub-district and those in Indonesian, they are revealing disappointment, vexation, anger, derision, insult, condemnation, intimacy, as well as compliment. The similarities of inventive uses in Riau Malayan Language of Kempas district and those in Indonesian Language are in the form of words categorized as nouns, adjectives, verbs, phrases, clauses as well as those in compound words. Meanwhile, the differences of inventive uses in Riau Malayan Language of Kempas sub-district and those in Indonesian Language are their functions in the form of words, phrases, clauses, and compound words. | |
| 5039 | 14853 | A1L111002 | PENGARUH KOMPOSISI PUPUK NP ZEOLIT GRANUL TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH, PERTUMBUHAN DAN SERAPAN N OLEH BAWANG MERAH (Allium ascalonicum. L) PADA INCEPTISOL | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh komposisi pupuk NP Zeolit Granul terhadap sifat kimia tanah dan serapan N oleh tanaman bawang merah. 2) pengaruh komposisi pupuk NP Zeolit Granul terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah pada tanah Inceptisol. 3) komposisi pupuk NP Zeolit Granul yang paling baik pengaruhnya dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kebanggan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas dan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini berlangsung selama sembilan bulan dan dilaksanakan pada Maret 2015 sampai dengan Desember 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design), dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Sebagai faktor pertama ialah varietas bawang merah yang terdiri atas 2 taraf yaitu: V1 = varietas Bima Curut dan V2 = varietas Bangkok Warso. Faktor kedua ialah perlakuan kombinasi pupuk NP Zeolit granul (pupuk N Zeolit granul : Batuan Fosfat Alam) yang terdiri dari enam taraf yaitu: tanpa pupuk (Ko), 1 : 1 (NP1), 1 : 1,5 (NP2), 1 : 2 (NP3), 1 : 2,5 (NP4), dan 1 : 3 paket perlakuan (NP5). Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, bobot kering tajuk,bobot kering umbi, pH-H2O, DHL, N- tersedia, N-total tanah, dan N jaringan tanaman serta serapan N. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas sebagai pengaruh mandiri berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman. Komposisi pupuk sebagai pengaruh mandiri berpengaruh nyata terhadap sifat kimia tanah yaitu pH H2O dan DHL, sedangkan pada variabel pertumbuhan bawang merah hanya tinggi tanaman dan bobot kering umbi. Tidak terdapat interaksi antara komposisi pupuk dengan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. | .The study aims to find out: 1) the effect of the composition of granule zeolite NP compound fertilizer againsts soil chemical properties, N uptake by shallots crop. 2) the effect of the composition of granule zeolite NP compound fertilizer on the growth and production of shallots crop on the Inceptisol. 3) the best composition of granule zeolite NP compound fertilizer in improving the growth and production of shallots crop. This study was held in Kebanggan, Sumbang District, Banyumas and Soil Science Laboratory of Faculty Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto from March 2015 to December 2015. The study was laid out in Split Plot Design with two factors and three replications. The first factor was shallots consisting of two varieties, i.e: V1 = Bima Curut variety and V2 = Bangkok Warso variety. The second factor was P content zeolite NP fertilizer (granule N Zeolite fertilizer: Natural Phosphate Rock), that consisting of six levels i.e: without fertilizer (Ko), 1: 1 (NP1), 1: 1.5 (NP2), 1: 2 (NP3), 1: 2.5 (NP4), and 1: 3 (NP5). The variables observed were the height of plant, number of leaves, number of tillers, weight of dry shoot,and N weight of dry tuber , pH-H2O, DHL, available N, N- soil total, N plant system and N uptake. The results of the study showed that the varieties gave a significant effect on the plant height. The fertilizer composition showed a significant effect soil chemical properties, i.e: (pH H2O and DHL), weight of plant and weight of the dry tuber. There was no interaction between fertilizer composition and varieties on the shallots growth and yield. | |
| 5040 | 14854 | A1H010081 | Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kentang Atlantik dengam Kombinasi Jenis Pupuk dan Mulsa pada Sistem Guludan Horizontal dan Aplikasi Biochar | Budidaya kentang di dataran tinggi dengan sistem guludan vertikal dan penggunaan pupuk kimia secara terus menerus menyebabkan erosi dan menurunnya kesuburan tanah. Sistem guludan horizontal dengan kombinasi penggunaan mulsa dan pupuk organik serta penambahan biochar disinyalir mampu mengurangi erosi dan menjaga kesuburan tanah, akan tetapi penelitian yang mengkaji hal tersebut belum dilakukan secara komprehensif. Tujuan penelitian adalah 1) mengidentifikasi hubungan pertumbuhan dan hasil tanaman kentang atlantik dengan kombinasi jenis pupuk dan mulsa dan, 2) mengetahui kombinasi jenis pupuk dan mulsa yang optimal untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kentang atlantik pada sistem guludan horizontal dan aplikasi biochar . Untuk itu, 6 demplot masing - masing berukuran 3 x 6 m2 disiapkan untuk kombinasi perlakuan pupuk dan mulsa, yaitu mulsa plastik pupuk organik (M1P1), mulsa jerami pupuk organik (M2P1), tanpa mulsa pupuk organik (M0P1), mulsa plastik pupuk kimia (M2P1), mulsa jerami pupuk kimia (M2P2), dan tanpa mulsa pupuk kimia (M0P2). Variabel pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun majemuk, diameter batang, bobot basah biomassa, bobot kering biomassa, jumlah umbi dan bobot umbi. Analisis yang digunakan adalah uji T. Hasil penelitian menunjukkan pupuk organik berbeda nyata terhadap variabel diameter tanaman, mulsa jerami berbeda nyata terhadap tinggi tanaman sedangkan mulsa plastik berbeda nyata terhadap variabel jumlah daun majemuk, diameter batang, dan bobot umbi hasil panen. Kombinasi M2P1 menunjukkan hasil optimal terhadap tinggi tanaman dan kombinasi M1P1 menunjukkan hasil optimal terhadap jumlah daun majemuk, diameter batang, dan bobot umbi hasil panen. | Potatoes cultivation in the highland with vertical ridge sytem and intensive use of chemical fertilizer caused erosion and degradation of soil fertility. Horizontal ridge system with combination of mulch and organic fertilizers and addition of biocharcoal was expected to be effective in reducing soil erosion and maintaining soil fertility, but the related researchs has not been performed comprehensively yet. The objective of this research was 1) to identify the relations beetwen growth and yield of atlantic potato crop with combination of mulch dan fertilizer, and 2) to find out the optimal combination of mulch dan fertilizer for growth and yield of atlantic potato crop under horizontal ridge system and biocharcoal aplication. For that purpose, 6 potato croping plots with 3 x 6 m2large each were prepared for several combined tratment, namely plastic mulch with organic fertilizer (M1P1), rice straw mulch with organic fertilizer (M2P1), no-mulch with organic fertilizer (M0P1), plastic mulch with chemical fertilizer (M1P2), rice straw mulch with chemical fertilizer (M2P2), and no-mulch with chemical fertilizer (M0P2). The observed variable are plants height, number of leaves, stem diameter, fresh weight biomass, dry weight biomass, number and weight f tuber. The data analysis were performed using T-test. The result showed that the organic fertilizer had significant interaction with stem diameter, rice straw mulch had significant interaction with plant height, whereas plastic mulch had significant interaction with number of leaves, stem diameter, and weight of tubers. The M2P1 combination showed optimum results on plant height, and M1P1 combination show optimum results on number leaves, stem diameter and weight of tubers. |