| NIM | B1J012063 |
| Namamhs | TEDI SEPTIADI |
| Judul Artikel | Kelimpahan Bakteri dan Ciliata pada Serasah Daun Matoa Terdekomposisi Di Kebun Raya Baturraden |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Runtuhan serasah daun (litterfall) merupakan sumber utama dalam siklus hara di dalam ekosistem hutan. Serasah daun yang jatuh sedikit demi sedikit terkumpul di tanah hutan hingga proses dekomposisi dimulai. Proses dekomposisi akan terus berlangsung dengan adanya serasah yang terus berjatuhan. Mikroorganisme tanah, seperti bakteri dan protozoa memiliki peran penting dalam mengendalikan fungsi ekosistem melalui dekomposisi dan siklus nutrisi dan dapat dijadikan sebagai indikator perubahan penggunaan lahan dan kondisi ekosistem. Struktur dan aktivitas komunitas mikroorganisme tanah sebagian besar tergantung pada status dari habitat tanahnya. Komunitas mikroorganisme tanah dapat mengalami pergeseran komposisi pada tiap tingkatan keanekaragaman tumbuhan, dan yang paling mempengaruhi perubahan tersebut adalah komunitas bakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan bakteri dan ciliata yang berperan dalam proses dekomposisi, dan mengetahui kandungan unsur C dan N total pada serasah daun matoa terdekomposisi di Kebun Raya Baturraden. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah survey dengan pengambilan sampel secara acak terpilih (Purposive random sampling). Pengambilan sampel serasah daun matoa dilakukan di petak 2 hutan produksi terbatas sebelah barat Kebun Raya Baturraden. Parameter utama yang diamati meliputi kelimpahan bakteri dan ciliata yang terlibat dalam dekomposisi, sedangkan parameter pendukung diantaranya laju dekomposisi serasah, rasio C:N, suhu, kelembaban, pH, dan jenis tanah. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan ciliata tertinggi ditunjukkan pada akhir pengamatan mencapai 4,06 x 103 individu.g-1 berkorelasi dengan kelimpahan bakteri tertinggi mencapai 1,66 x 1013 CFU’s.g-1. Semakin lama serasah daun matoa terdekomposisi oleh bakteri maka semakin sedikit nutrisi yang tersedia pada serasah daun tersebut, ditandai dengan rasio C:N pada hari ke-49 mencapai 22,68%. Laju dekomposisi serasah daun matoa di kawasan Kebun Raya Baturraden adalah 0,0109%. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Leaf litterfall is a major source of nutrient cycling in forest ecosystems. Leaf litter that falls gradually accumulates in forest soils until the decomposition process starts. The decomposition process will continue with the amount of leaf litter that continue to fall. Soil microorganisms, such as bacteria and protozoa have a role in controlling the function of the ecosystem through decomposition and nutrient cycling and can be used as indicators of changes in land use and the condition of the ecosystem. The purpose of this study was to determine the abundance of bacteria and ciliate that play a role in the decomposition process, and know the content of the elements C and total N in matoa leaf litter that decomposed at Baturraden Botanical Garden. The method used in this study is a survey with purposive random sampling. The sample of leaflitter was taken at partition 2 limited production forest west side from Baturraden Botanical Garden. The main parameters observed abundance of bacteria and ciliate involved in decomposition, while supporting parameters including the rate of decomposition of litter, C:N ratio, temperature, humidity, pH, and soil types. The data were analyzed descriptively. The results showed that the highest ciliate abundance is shown at the end of the observation reached 4,06 x 103 individual.g-1 correlates with the highest bacterial abundance reached 1,66 x 1013 CFU’s.g-1. The longer the matoa leaf litter decomposition by bacteria, the fewer nutrients available in the leaf litter, showed by the lower of C: N ratio at the end of the observation reached 22,68%. Decomposition rate of matoa leaf litter in Baturraden Botanical Garden is 0,0109%. |
| Kata kunci | bakteri, ciliata, laju dekomposisi, serasah, P. pinnata. |
| Pembimbing 1 | Dr. Oedjijono, M.Sc. |
| Pembimbing 2 | Dra. Ardhini Rin Maharning, M.Sc., P.hD. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 52 |
| Tgl. Entri | 2016-04-29 15:14:35.025799 |
|---|