Artikelilmiahs
Menampilkan 48.021-48.040 dari 48.725 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 48021 | 51393 | I1B021052 | Gambaran Kemampuan Berpikir Kritis dan Pengetahuan Penentuan Masalah Keperawatan pada Mahasiswa Sarjana Keperawatan | Latar Belakang: Berpikir kritis berperan penting dalam pendidikan keperawatan serta menjadi salah satu kompetensi dasar dalam mencapai profesionalisme keperawatan. Kemampuan mengidentifikasi masalah pasien merupakan salah satu faktor penting dalam asuhan keperawatan sehingga kemampuan tersebut perlu dimiliki mahasiswa untuk dapat menyusun diagnosis keperawatan yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kemampuan berpikir kritis dan pengetahuan penentuan masalah keperawatan pada mahasiswa sarjana keperawatan. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penentuan sampel menggunakan teknik stratified random sampling dan didapatkan jumlah sampel sebanyak 190 responden yang berasal dari angkatan 2022 dan 2023. Instrumen penelitian menggunakan instrumen Critical Thinking Disposition Inventory (CTDI) dan kuesioner penentuan masalah keperawatan. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia responden berada pada rentang 19-23 tahun, mayoritas berjenis kelamin perempuan (87,4%), berasal dari angkatan 2023 (52,7%), dan memiliki IPK dalam rentang 3,50-4,00 (84,2%). Rata-rata skor berpikir kritis responden adalah 101,84 ± 10,854 dan nilai tengah skor pengetahuan penentuan masalah keperawatan adalah 50 yang berada dalam rentang 5,56-88,89. Kesimpulan: Mahasiswa keperawatan menunjukkan rata-rata skor berpikir kritis yang cukup tinggi, akan tetapi pengetahuan penentuan masalah keperawatan masih dalam tingkat sedang. | is a basic competencies in achieving nursing professionalism. The ability to identify patients problems is a important factor in nursing care, so this ability needs to be owned by nursing students to be able to make the right nursing diagnosis. The purpose of this research was to determine the description of critical thinking ability and nursing problem determination knowledge among undergraduate nursing students. Methodology: This research used descriptive quantitative method with cross sectional approach. The sample determination used a stratified random sampling technique and obtained a sample size of 190 respondents from the class of 2022 and 2023. The research instrument used Critical Thinking Disposition Inventory (CTDI) and nursing problems determination questionaire. The data analysis used univariate analysis. Result: The results showed the age of the respondents was in the range of 19-23 years old, the majority was female (87,4%), from the class of 2023 (52,7%), and the GPA of 3,51-4,00 (84,2%). The average of critical thinking score was 101,84 ± 10,854 and the median of nursing problems determination knowledge was 50 with the range of 5,56-88,89. Conclusion: Nursing students showed a fairly high average of critical thinking score, but the knowledge of determining nursing problems was still at moderate level. | |
| 48022 | 51420 | C1A022016 | Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia, Inflasi, Dan Tingkat Pengangguran Terbuka Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kota Sorong | Pertumbuhan ekonomi Kota Sorong selama periode 2010–2024 menunjukkan kondisi yang relatif tidak stabil dan cenderung lebih rendah dibandingkan wilayah lain di Provinsi Papua Barat Daya, meskipun tingkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Sorong tergolong tinggi. Variasi inflasi perkotaan serta tingkat pengangguran terbuka yang belum sepenuhnya terkendali turut memengaruhi dinamika pertumbuhan ekonomi daerah. Penelitian ini menganalisis IPM melalui indikator pendidikan, kesehatan, pengeluaran per kapita, inflasi, dan tingkat pengangguran terbuka terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Sorong dengan metode pendekatan kuantitatif menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan, inflasi, dan tingkat pengangguran terbuka berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, kesehatan berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan pengeluaran per kapita tidak berpengaruh. Penelitian memberikan implikasi bahwa peningkatan kualitas pendidikan, pengendalian inflasi, dan penciptaan lapangan kerja perlu menjadi prioritas kebijakan pembangunan daerah, serta pengelolaan sektor kesehatan perlu diarahkan pada peningkatan produktivitas jangka panjang. | Economic growth in Sorong City during the period 2010–2024 shows relatively unstable conditions and tends to be lower than other regions in Southwest Papua Province, despite the high level of the Human Development Index (HDI). Urban inflation variations and the open unemployment rate that have not been fully controlled affect the dynamics of regional economic growth. This study analyzes HDI through education, health, per capita expenditure, inflation, and the open unemployment rate on economic growth in Sorong City using a quantitative approach with multiple linear regression analysis. The results show that education, inflation, and the open unemployment rate have a positive and significant effect on economic growth, health has a negative and significant effect, while per capita expenditure has no effect. The study provides implications that improving education quality, controlling inflation, and expanding employment opportunities should become regional development policy priorities, while the health sector needs to be directed toward enhancing long-term productivity. | |
| 48023 | 51421 | E1A022091 | IMPLEMENTASI POS BANTUAN HUKUM (POSBAKUM) BAGI MASYARAKAT TIDAK MAMPU PADA PERKARA PIDANA (Studi di Pengadilan Negeri Purwokerto) | Pasal 28D ayat (1) UUD NRI 1945 mengamanatkan persamaan kedudukan setiap individu di hadapan hukum. Sebagai implementasi dari amanat tersebut, maka dibentuk Posbakum pengadilan pada setiap instansi peradilan guna mengatasi kendala ekonomi yang kerap menghalangi pencapaian keadilan. Posbakum pengadilan berfungsi sebagai garda terdepan untuk menyediakan layanan hukum gratis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pelaksanaan Posbakum pengadilan dalam memberikan akses keadilan bagi masyarakat tidak mampu pada perkara pidana di Pengadilan Negeri Purwokerto. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris dengan metode pendekatan kualitatif. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Analisis data dilakukan dengan content analysis dan disajikan secara matriks kualitatif dan teks naratif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Posbakum pengadilan dalam memberikan akses keadilan bagi masyarakat tidak mampu pada perkara pidana di Pengadilan Negeri Purwokerto sudah terlaksana dengan baik. Hal ini tercermin dari hubungan kerja sama yang selektif dan profesional, mekanisme layanan pemberian bantuan hukum Posbakum pengadilan komprehensif, evaluasi kerja Posbakum pengadilan yang efektif dan berdampak, serta manajemen dan akuntabilitas Posbakum pengadilan yang terstruktur. Faktor yang mendukung Posbakum pengadilan adalah faktor sarana atau fasilitas yang memadai, adanya partisipasi masyarakat yang terlibat perkara, dan kemudahan akses untuk mendapatkan informasi mengenai Posbakum pengadilan. Sedangkan faktor yang menghambat Posbakum pengadilan adalah faktor hukum dan keterbatasan ruang gerak, faktor penegak hukum yang terbatas, dan faktor administrasi yang terkadang rumit dari lingkungan pemohon layanan Posbakum pengadilan. | Article 28D pharagraph (1) of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia mandates the equality of all individuals before the law. As an implementation of this mandate, Posbakum were established in every judicial institution to address the economic barriers that frequently hinder the pursuit of justice. Posbakum pengadilan serve as the front line in providing free legal services. This study aims to determine the implementation and factors influencing the operation of court legal aid posts in providing access to justice for underprivileged individuals in criminal cases at the Pengadilan Negeri Purwokerto. This research uses empirical legal research with a qualitative approach. The research specification used is descriptive, utilizing primary and secondary data. Data analysis was conducted using content analysis and presented in both matrix and narrative text formats. The results show Posbakum pengadilan in providing access to justice for underprivileged people in criminal cases at the Pengadilan Negeri Purwokerto has been implemented well. This is reflected in selective and professional cooperation, comprehensive Posbakum pengadilan service mechanisms, effective and impactful Posbakum pengadilan work evaluations, and structured Posbakum pengadilan management and accountability. Factors supporting the Posbakum pengadilan are adequate facilities or infrastructure, community participation in cases, and ease of access to information about the Posbakum pengadilan. Meanwhile, factors hindering the Posbakum pengadilan are legal factors and limitations on mobility, as well as factors related to law enforcement. Factors supporting court legal aid posts include adequate facilities and infrastructure, community participation in cases, and easy access to information about Posbakum pengadilan. Factors hindering Posbakum pengadilan include legal constraints and limited scope of action, limited law enforcement, and sometimes complex administrative factors in the environment of Posbakum pengadilan service applicants. | |
| 48024 | 51422 | F1B021018 | IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM SEKOLAH ADIWIYATA DI SMP NEGERI 1 SEPATAN TIMUR KABUPATEN TANGERANG | Kerusakan lingkungan yang semakin parah mendorong Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia bekerja sama membuat program menanamkan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH) lewat program sekolah adiwiyata. Program sekolah adiwiyata merupakan sebuah bentuk penghargaan yang diberikan oleh Kementerian/Provinsi/Kabutapen/Kota kepada sekolah yang berhasil menerapkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup (PBLHS). SMP Negeri 1 Sepatan Timur mendapat predikat sekolah adiwiyata kabupaten pada 2024. Sekolah ini menerapkan kebijakan kurikulum berbasis lingkungan hidup pada modul ajar/RPP sebagai salah satu komponen penilaian dalam program sekolah adiwiyata. Kebijakan kurikulum berbasis lingkungan hidup adalah wujud integrasi materi lingkungan hidup ke dalam modul ajar/RPP yang disusun oleh sekolah dengan memperhatikan kondisi serta potensi yang ada di daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan kurikulum berbasis lingkungan hidup pada program sekolah adiwiyata melalui aspek-aspek yang ada di dalam teori Ripley dan Franklin yaitu Compliance (Kepatuhan) dan What’s Happening and Why? (Apa yang Terjadi dan Mengapa?). Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dan teknik dalam memilih informan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selain itu, untuk keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber. Dalam penelitian ini terdapat 10 narasumber yaitu: RD, H, TSH, UUH, S, AYR, IBR, SM, SR, UK yang terdiri dari kepala sekolah, bendahara sekolah, wakasek bidang kurikulum, ketua koordinator program sekolah adiwiyata, koordinator tim sampah dan kertas, guru mata pelajaran, hingga siswa di SMP Negeri 1 Sepatan Timur. Penelitian ini menunjukkan implementasi kebijakan kurikulum berbasis lingkungan pada program sekolah adiwiyata di sekolah sudah berjalan dengan baik. Dengan adanya penambahan materi lingkungan hidup ke dalam pelajaran, siswa mengalami perubahan pada sikapnya di sekolah dengan program pembiasaan. Para aktor dalam implementasi ini berpartisiasi dan melaksanakan kebijakan dengan baik. Walaupun secara keseluruhan, kepatuhan guru dalam mematuhi bahan ajar sudah baik, namun kendala dalam pelaksanaan program ini juga muncul dari faktor-faktor yang tidak terkendali. Kesimpulan penelitian ini adalah implementasi kebijakan kurikulum berbasis lingkungan hidup pada program sekolah adiwiyata di SMP Negeri 1 Sepatan Timur sudah berjalan dengan baik. Kepatuhan guru dalam mematuhi bahan ajar sudah mencapai 40% dari keseluruhan materi yang disusun. Namun, kendala-kendala pada implementasi kurikulum ini masih sering ditemui lewat faktor-faktor yang tidak terkendali yang mempengaruhi implementasi kebijakan. Sehingga perlu untuk mengoptimalisasikan pengembangan kurikulum dengan pengawasan serta evaluasi yang ketat agar kebijakan kurikulum ini bisa berkelanjutan. | The worsening environmental damage has prompted the Ministry of Education, Science, and Technology and the Ministry of Environment and Forestry of the Republic of Indonesia to collaborate in creating a program to instill Environmentally Friendly Behavior (PRLH) through the Adiwiyata school program. The Adiwiyata school program is a form of appreciation given by the Ministry/Province/Regency/City to schools that have successfully implemented the Environmental Care and Culture Movement (PBLHS). SMP Negeri 1 Sepatan Timur received the predicate of the district Adiwiyata school in 2024. This school implements an environmental-based curriculum policy in the teaching module/RPP as one of the assessment components in the Adiwiyata school program. The environmental-based curriculum policy is a form of integration of environmental material into the teaching module/RPP created by the school by taking into account the conditions and potentials in the region. This study aims to analyze the implementation of the environmental-based curriculum policy in the Adiwiyata school program through aspects contained in Ripley and Franklin's theory, namely Compliance and What's Happening and Why?. The research method used is descriptive qualitative and the technique in selecting informants uses purposive sampling. Data collection was carried out through interviews, observation, and documentation. In addition, to ensure data validity, this study used source triangulation techniques. In this study there were 10 informants, namely: RD, H, TSH, UUH, S, AYR, IBR, SM, SR, UK consisting of the principal, school treasurer, vice principal for curriculum, head of the Adiwiyata school program coordinator, waste and paper team coordinator, subject teachers, and students at SMP Negeri 1 Sepatan Timur. This study shows that the implementation of the environmental-based curriculum policy in the Adiwiyata school program in schools has been running well. With the addition of environmental material into the lessons, students experienced changes in their attitudes at school with a habituation program. The actors in this implementation participated and implemented the policy well. Although overall, teacher compliance in complying with the teaching materials was good, obstacles in the implementation of this program also arose from uncontrollable factors. The conclusion of this study is that the implementation of the environmentally-based curriculum policy within the Adiwiyata school program at SMP Negeri 1 Sepatan Timur has been running well. Teacher compliance with teaching materials has reached 40% of the total material developed. However, obstacles to this curriculum implementation are still frequently encountered through uncontrollable factors that influence policy implementation. Therefore, it is necessary to optimize curriculum development with strict monitoring and evaluation to ensure the sustainability of this curriculum policy. | |
| 48025 | 51423 | I1J022024 | RELATIONSHIP BETWEEN SITTING POSTURE WHEN USING LAPTOP AND MUSCULOSKELETAL DISORDERS COMPLAINTS IN NURSING STUDENTS | Latar Belakang: Penggunaan laptop yang berkepanjangan dengan postur duduk yang buruk dapat meningkatkan risiko gangguan muskuloskeletal (MSD), yang merupakan penyebab utama nyeri, keterbatasan fungsional, dan kecacatan. Mahasiswa keperawatan juga berisiko karena penggunaan laptop yang intensif selama kegiatan akademik, terutama dalam menyelesaikan tugas dan tesis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara postur duduk saat menggunakan laptop dan keluhan gangguan muskuloskeletal (MSD) pada mahasiswa keperawatan di Universitas Jenderal Soedirman. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara postur duduk saat menggunakan laptop dan keluhan gangguan muskuloskeletal (MSD) pada mahasiswa keperawatan. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan deskriptif korelasional yang melibatkan 60 dari 142 mahasiswa keperawatan angkatan 2022 di Universitas Jenderal Soedirman melalui pengambilan sampel acak sederhana. Postur duduk diukur menggunakan Rapid Upper Limb Assessment (RULA) dan keluhan MSD diukur menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) yang didistribusikan dalam Google Form. Hubungan antara kedua variabel tersebut dianalisis menggunakan uji Somers' D. Hasil penelitian: Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa mayoritas responden berada dalam kategori ringan, (95%), dan mayoritas responden mengalami keluhan muskuloskeletal dalam kategori sedang, (83,3%). Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara postur duduk saat menggunakan laptop dan keluhan MSD (r=0,089, p=0,548). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan postur duduk saat menggunakan laptop tidak berhubungan dengan keluhan MSD pada mahasiswa Keperawatan di Universitas Jenderal Soedirman. | Background: Prolonged Laptop use with poor sitting posture may increase the risk of musculoskeletal disorders (MSDs), which are a leading cause of pain, functional limitation, and disability. Nursing students are also at risk due to high intensive laptop use during academic activities, especially in completing assignments and theses. This study aims to analyze the relationship between sitting posture when using laptop and musculoskeletal disorders (MSDs) complaints in nursing students at Universitas Jenderal Soedirman. Objective: This study aimed to determain relationship between sitting posture when using laptop and musculoskeletal disorders (MSDs) complaints in nursing student. Methodology: This study was a quantitative study using a cross-sectional design with a correlational descriptive approach involving 60 of 142 nursing class of 2022 students at Universitas Jenderal Soedirman through simple random sampling. Sitting posture was measured using Rapid Upper Limb Assessment (RULA) and MSDs complain was measured using Nordic Body Map (NBM) questionnaire distributed in Google Form. The relationship between the two variables was analyzed using Somers' D test. Research results: Results of the descriptive analysis showed that the majority of respondents were in the slight category, (95%), and the majority of respondents experienced musculoskeletal complaints in the mild category, (83.3%). The results of the bivariate test showed that there was no significant relationship between sitting posture when using a laptop and MSD complaints (r=0.089, p=0.548). Conclusion: This study shows sitting posture when using a laptop did not relate with MSDs complaints in Nursing Students at Universitas Jenderal Soedirman. | |
| 48026 | 51426 | F1A022078 | Gaya Hidup Urban dan Konsumsi Simbolik: Fenomena Penggunaan Tumbler sebagai Simbol Status Sosial di Kalangan Mahasiswi Unsoed | Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana penggunaan high-end brand tumbler oleh mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) merepresentasikan gaya hidup urban dan simbol status sosial dan apa saja alasan mahasiswi Unsoed menggunakan tumbler. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode wawancara mendalam kepada informan yang dipilih secara purposif, mencakup pengguna high-end brand tumbler dan non-brand. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tumbler tidak lagi sekadar memenuhi fungsi praktis, tetapi telah menjadi bagian dari konsumsi simbolik yang mencerminkan identitas, selera, dan posisi sosial. Mahasiswi memilih tumbler berdasarkan desain, estetika, nilai eksklusivitas, serta dorongan sosial, seperti pengaruh teman, keluarga, media sosial, hingga fenomena Fear of Missing Out (FoMO). Selain itu, high-end brand tumbler dianggap sepadan dari segi harga, kualitas, dan citra sosial yang diperoleh. Media sosial dan influencer juga berperan besar dalam membentuk persepsi serta memperluas tren penggunaan tumbler. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tumbler telah bertransformasi menjadi simbol gaya hidup modern di kalangan mahasiswi karena mengalami pergeseran pola konsumsi dari kebutuhan fungsional menuju konsumsi berbasis simbolik sebagaimana dijelaskan dalam teori Jean Baudrillard. | This study aims to understand how the use of high-end brand tumblers by female students at Jenderal Soedirman University (Unsoed) represents urban lifestyle and functions as a symbol of social status and what are the reasons they choose to use tumblers. A qualitative approach was employed through in-depth interviews with purposively selected informants, including users of both high-end brand and non-brand tumblers. The findings reveal that tumbler usage has shifted beyond practical needs and has become part of symbolic consumption reflecting identity, taste, and social position. Students choose tumblers based on design, aesthetics, exclusivity, and social influences such as peers, family, social media, and the phenomenon of Fear of Missing Out (FoMO). Moreover, high-end brand tumblers are perceived as worth the price due to their quality and associated social image. Social media and influencers play a significant role in shaping perceptions and expanding tumbler usage trends. This study concludes that tumblers have transformed into symbols of modern lifestyle among students, marking a shift from functional consumption to symbolic consumption, as explained by Jean Baudrillard’s theory. | |
| 48027 | 51427 | H1E022061 | Peningkatan Kualitas Produk Pada Workcenter APESA1 Menggunakan Pendekatan Lean Six Sigma (Studi Kasus: PT Dirgantara Indonesia) | Workcenter APESA1 pada Divisi Perakitan dan Integrasi Pesawat Terbang (AC1000) PT Dirgantara Indonesia merupakan unit produksi yang berperan dalam perakitan dan pembuatan komponen struktur untuk berbagai program pesawat, seperti NC212, CN235, NC295, dan N219. Namun, data produksi tahun 2023–2024 menunjukkan tingkat defect yang tinggi, yang menurunkan efisiensi produksi, meningkatkan aktivitas rework dan scrap, serta menghambat pemenuhan standar kualitas industri kedirgantaraan. Jumlah defect yang mendekati atau melebihi jumlah unit yang berhasil diproduksi mengindikasikan bahwa proses belum stabil dan memerlukan analisis komprehensif untuk mengidentifikasi akar penyebab dominan. Penelitian ini bertujuan menentukan penyebab utama terjadinya defect serta merumuskan tindakan perbaikan terstruktur menggunakan pendekatan Lean Six Sigma. Metode penelitian mengikuti tahapan DMAIC yang mencakup pengukuran performa proses menggunakan metrik Six Sigma, identifikasi waste melalui Waste Assessment Model, serta analisis akar penyebab menggunakan Fault Tree Analysis (FTA). Hasil tahap Measure menunjukkan level sigma sebesar 2,48σ, yang mengindikasikan rendahnya kapabilitas proses. Dari lima karakteristik Quality Assurance, Classification memiliki level sigma terendah sebesar 2,59σ. Hasil FTA mengonfirmasi bahwa penyebab dominan defect berasal dari penggunaan alat cutting yang telah melampaui usia pakai optimal akibat tidak adanya kebijakan penggantian preventif. Oleh karena itu, ditetapkan Preventive Replacement Interval (PRI) berbasis pola peminjaman dan penggunaan alat sebagai batas operasional penggantian sebelum penurunan performa terjadi, guna menekan defect dan meningkatkan stabilitas kualitas proses secara berkelanjutan. | Workcenter APESA1 in the Aircraft Assembly and Integration Division (AC1000) of PT Dirgantara Indonesia is a production unit responsible for the assembly and manufacturing of structural components for various aircraft programs, such as NC212, CN235, NC295, and N219. However, production data from 2023–2024 indicate a high defect rate, which reduces production efficiency, increases rework and scrap activities, and hinders compliance with aerospace industry quality standards. The number of defects approaching or exceeding the number of successfully produced units indicates that the process is unstable and requires comprehensive analysis to identify the dominant root causes. This study aims to determine the primary causes of defects and to formulate structured improvement actions using a Lean Six Sigma approach. The research method follows the DMAIC phases, including process performance measurement using Six Sigma metrics, waste identification through the Waste Assessment Model, and root cause analysis using Fault Tree Analysis (FTA). The results of the Measure phase show a sigma level of 2.48σ, indicating low process capability. Among the five Quality Assurance characteristics, Classification has the lowest sigma level at 2.59σ. The FTA results confirm that the dominant cause of defects originates from the use of cutting tools beyond their optimal service life due to the absence of a preventive replacement policy. Therefore, a Preventive Replacement Interval (PRI) based on tool borrowing and usage patterns is established as an operational replacement limit before performance degradation occurs, in order to reduce defects and improve long-term process quality stability. | |
| 48028 | 51435 | E1A022062 | PELAKSANAAN KEWENANGAN JAKSA PENUNTUT UMUM DALAM PENGELOLAAN BARANG BUKTI PADA PERKARA LALU LINTAS (Studi Penelitian di Kejaksaan Negeri Purwokerto) | Pengelolaan barang bukti memiliki peranan yang sangat penting, karena berkaitan dengan efektivitas pelaksanaan penegakan hukum. penelitian ini dilatarbelakangi oleh cukup tingginya perkara lalu lintas yang menimbulkan barang bukti cukup meningkat untuk dikelola. Namun, tingkat kesadaran masyarakat cukup rendah dan sarana prasarana yang kurang memadai, sehingga menimbulkan penumpukan barang bukti di Kejaksaan Negeri Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pelaksanaan kewenangan Jaksa Penuntut Umum dan hambatan yang dihadapi Jaksa Penuntut Umum dalam melaksanakan kewenangan pengelolaan barang bukti pada perkara lalu lintas di Kejaksaan Negeri Purwokerto . Untuk menjawab permasalahan tersebut, peneliti melakukan penelitian yuridis empiris dengan menggunakan data primer dan sekunder melalui teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kewenangan dalam pengelolaan barang bukti pada perkara lalu lintas di Kejaksaan Negeri Purwokerto telah berjalan dengan cukup efektif dan sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku, serta hambatan yang dihadapi Jaksa Penuntut Umum dalam melaksanakan kewenangan pengelolaan barang bukti pada perkara lalu lintas di Kejaksaan Negeri Purwokerto terjadi karena beberapa faktor, sehingga menimbulkan penumpukan barang bukti di Kantor Kejaksaan Negeri Purwokerto. Oleh karena itu, sebaiknya Jaksa dapat memperluas gudang barang bukti dan memberlakukan e-tilang secara optimal. | The management of evidence plays a very important role, as it is related to the effectiveness of law enforcement. This study was motivated by the high number of traffic cases, which has led to an increase in the amount of evidence that needs to be managed. However, public awareness is low and infrastructure is inadequate, resulting in a backlog of evidence at the Purwokerto District Attorney's Office. This study aims to examine the implementation of the Public Prosecutor's authority and the obstacles faced by the Public Prosecutor in exercising his authority to manage evidence in traffic cases at the Purwokerto District Attorney's Office. To answer these questions, the researcher conducted empirical legal research using primary and secondary data through qualitative analysis techniques. The results of this study indicate that the implementation of authority in the management of evidence in traffic cases at the Purwokerto District Attorney's Office has been quite effective and in accordance with applicable laws and regulations. The obstacles faced by public prosecutors in exercising their authority to manage evidence in traffic cases at the Purwokerto District Attorney's Office are due to several factors, resulting in the accumulation of evidence at the Purwokerto District Attorney's Office. Therefore, it is recommended that prosecutors expand the evidence warehouse and implement e-tickets optimally. | |
| 48029 | 51508 | I1C022041 | Aktivitas Antibakteri dan Antibiofilm Ekstrak Etil Asetat Jamur Endofit Penicillium citrinum K8 Simbion Nudibranchia Terhadap Staphylococcus aureus | Infeksi yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus menjadi tantangan kesehatan akibat meningkatnya resistensi antibiotik sehingga diperlukan eksplorasi senyawa antimikroba baru dari jamur endofit simbion biota laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan antibiofilm ekstrak etil asetat jamur endofit Penicillium citrinum K8 simbion nudibranchia terhadap S. aureus pada 24 jam dan 48 jam serta mengamati perubahan struktur morfologi biofilm. Jamur endofit diinokulasi pada media PDA hingga diperoleh isolat murni, kemudian difermentasi pada media padat beras dan diekstraksi menggunakan pelarut etil asetat dengan metode shaking selama 24 jam. Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran, sedangkan uji antibiofilm menggunakan metode mikrodilusi. Perubahan morfologi biofilm diamati menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM). Ekstrak etil asetat konsentrasi 1% memiliki aktivitas antibakteri sedang dengan diameter zona hambat 6,67±2,11 mm. Sementara itu, aktivitas antibiofilmnya ditunjukkan dengan nilai MBIC50 sebesar 0,367% pada 24 jam dan 0,18% pada 48 jam. Pemberian ekstrak menyebabkan penurunan kepadatan sel bakteri dan kerusakan matriks Extracellular Polymeric Substance (EPS) pada biofilm S. aureus. | Staphylococcus aureus infections remain a major health concern due to increasing antibiotic resistance necessitating the exploration of new antimicrobial agents from endophytic fungi associated with marine organisms. This study aimed to evaluate the antibacterial and antibiofilm activities of the ethyl acetate extract of the endophytic fungus Penicillium citrinum K8, a nudibranch symbiont, against S. aureus at 24 and 48 hours and to observe biofilm morphological changes. The endophytic fungus was cultured on PDA to obtain a pure isolate, fermented on solid rice medium, and extracted using ethyl acetate by shaking for 24 hours. Antibacterial activity was evaluated using the agar well diffusion method, antibiofilm activity using the microdilution method, and biofilm morphology using Scanning Electron Microscopy (SEM). The ethyl acetate extract at a concentration of 1% exhibited moderate antibacterial activity against Staphylococcus aureus, with an inhibition zone diameter of 6.67±2.11 mm. Furthermore, antibiofilm activity was demonstrated by MBIC50 values of 0.367% at 24 hours and 0.18% at 48 hours. Treatment with the extract resulted in decreased bacterial cell density and disruption of the extracellular polymeric substance (EPS) matrix. | |
| 48030 | 51430 | I1B022104 | Gambaran Mekanisme Koping pada Mahasiswa Program Studi Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman | Latar Belakang: Mahasiswa keperawatan berada pada fase dewasa awal yang dihadapkan pada berbagai tuntutan akademik, sosial, dan praktik klinik yang berpotensi menimbulkan stres. Kondisi tersebut menuntut mahasiswa memiliki mekanisme koping yang tepat agar mampu beradaptasi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan mekanisme koping yang digunakan oleh mahasiswa Program Studi Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel Penelitian terdiri dari 635 mahasiswa keperawatan angkatan 2022-2025 yang dipilih menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mekanisme koping modifikasi dari Brief COPE Inventory (BCI) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase, sedangkan data usia disajikan dalam bentuk median, minimum, dan maksimum. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa keperawatan menggunakan mekanisme koping adaptif dan maladaptif dengan variasi frekuensi pada setiap item pernyataan. Mekanisme koping adaptif cenderung lebih sering digunakan, dengan pendekatan spiritual sebagai bentuk koping adaptif yang dominan. Sementara itu, mekanisme koping maladaptif yang masih ditemukan antara lain perubahan pola makan, perasaan tidak berdaya, serta konsumsi kafein. Kesimpulan: Mahasiswa keperawatan lebih dominan menggunakan mekanisme koping adaptif, meskipun mekanisme koping maladaptif masih ditemukan. Penguatan mekanisme koping adaptif diperlukan untuk mendukung kesehatan mental dan keberhasilan akademik mahasiswa. | Background: Nursing students are in early adulthood and face various academic, social, and clinical practice demands that have the potential to cause stress. These conditions require students to have appropriate coping mechanism in order to adapt optimally. This study aims to decribe the coping mechanism used by students in the Nursing Study Program at Jenderal Soedirman University. Methodology: A quantitative descriptive study with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 635 nursing students from the 2022-2025 cohort, selected using total sampling. Data were collected using a modified coping mechanism questionnaire from the Brief COPE Inventory (BCI), which had been tested for validity and reliability. Data analysis was performed univariately and presented in the form of frequency distributions and percentages, while age data were presented in the form of medians, minimums, and maximums. Result: The results showed that nursing students used adaptive and maladaptive coping mechanism with varying frequencies for each statement item. Adaptive coping mechanism tended to be used more frequently, with spiritual approaches being the dominant form of adaptive coping. Meanwhile, maladaptive coping mechanism that were still found included changes in eating patterns, feelings of helplessness, and caffeine consumption. Conclusion: Nursing students predominantly use adaptive coping mechanism, although maladaptive coping mechanism are still found. Strengthening adaptive coping mechanism is necessary to support students mental health and accademic success | |
| 48031 | 51431 | I1B022086 | HUBUNGAN KEAKTIFAN MENGIKUTI POSYANDU INTEGRASI LAYANAN PRIMER (ILP) DENGAN ACTIVITY OF DAILY LIVING (ADL) PADA LANSIA | Latar Belakang : Lanjut usia (lansia) mengalami penurunan fungsi fisik, kognitif, dan psikososial yang dapat memengaruhi kemandirian dalam melakukan Activity of Daily Living (ADL). Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesehatan lansia secara promotif dan preventif, namun tingkat keaktifan lansia dalam mengikuti posyandu ILP masih rendah. Metode : Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 117 lansia di Desa Suro yang dipilih melalui metode consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik responden, kuesioner keaktifan mengikuti Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), serta Indeks Katz untuk menilai Activity of Daily Living (ADL) . Analisis data univariat menggunakan uji statistic deskriptif dan analisis data bivariat menggunakan Somers’D. Hasil : Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia aktif mengikuti Posyandu ILP (72,6%), serta memiliki ADL yang mandiri (92,3%). Indikator yang paling dominan pada keaktifan mengikuti Posyandu ILP adalah kehadiran lansia mengikuti posyandu. Analisis bivariat tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan (p value =0,098). Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara keaktifan mengikuti posyandu Integrasi Layanan Primer dengan Activity of Daily Living (ADL) pada lansia. Keaktifan mengikuti Posyandu ILP bukan satu-satunya faktor yang dapat memengaruhi tingkat ADL pada lansia, sehingga masih ada faktor lain yang lebih dominan dalam memengaruhi tingkat ADL pada lansia. | Background : Elderly people experience declines in physical, cognitive, and psychosocial function, which can impact their independence in performing Activities of Daily Living (ADL). Integrated Primary Service Posts (ILP) are a government effort to improve the health of the elderly through promotive and preventive means, but the level of active participation of the elderly in ILP Posyandu remains low. Methods : The study used an analytical design with a cross-sectional approach, involving 117 elderly people in Suro Village selected through consecutive sampling. Data were collected using a questionnaire on respondent characteristics, a questionnaire on their active participation in Integrated Primary Service Posts (ILP), and the Katz Index to assess Activities of Daily Living (ADL). Univariate data analysis used descriptive statistical tests and bivariate data analysis used Somers' D. Results : Research shows that the majority of elderly people actively participate in Posyandu ILP (72,6%), and are independent in ADL (92,3%). The most dominant indicator of active participation in Posyandu ILP is attendance. Bivariate analysis did not show a significant relationship (p-value = 0.098). Conclusions : There is no significant relationship between active participation in Integrated Primary Service Posyandu (ILP) and Activity of Daily Living (ADL) in the elderly. Active participation in Integrated Primary Service Posyandu (ILP) is not the only factor that can influence ADL levels in the elderly; other factors are more dominant in influencing ADL levels in the elderly. | |
| 48032 | 51432 | I1J022031 | DESKRIPSI INTERAKSI SOSIAL, SIKAP, DAN PERSEPSI TEMAN SEBAYA TERHADAP ANAK-ANAK DENGAN KEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH INKLUSIF | Latar Belakang: Pendidikan inklusif bertujuan untuk memastikan kesempatan belajar yang setara bagi semua siswa, termasuk anak-anak dengan kebutuhan khusus. Kesuksesan pendidikan inklusif tidak hanya ditentukan oleh kebijakan sekolah, tetapi juga oleh kualitas interaksi sosial, sikap, dan persepsi teman sebaya terhadap anak-anak dengan kebutuhan khusus, yang memainkan peran penting dalam mendukung perkembangan sosial dan emosional mereka. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan interaksi sosial, sikap, dan persepsi teman sebaya terhadap anak-anak dengan kebutuhan khusus di sekolah inklusif. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif cross-sectional dan dilakukan di sekolah swasta pada November–Desember 2025. Sampel penelitian terdiri dari 132 siswa reguler di kelas inklusif yang dipilih melalui sampling total. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dan dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada dalam rentang usia remaja 15–18 tahun. Interaksi sosial, sikap, dan persepsi teman sebaya terhadap anak-anak dengan kebutuhan khusus umumnya berada dalam kategori sedang hingga tinggi, mencerminkan penerimaan, pemahaman, dan kecenderungan sikap positif terhadap kehadiran anak-anak dengan kebutuhan khusus di lingkungan sekolah inklusif. Kesimpulan: Interaksi sosial, sikap, dan persepsi teman sebaya terhadap anak-anak dengan kebutuhan khusus di sekolah inklusif umumnya berada pada tingkat yang cukup hingga baik, yang mengonfirmasi peran lingkungan sekolah dalam mendukung penerimaan dan perkembangan sosial anak-anak dengan kebutuhan khusus. Oleh karena itu, dukungan berkelanjutan dari sekolah, pendidik, dan tenaga kesehatan diperlukan untuk mendorong interaksi positif dan sikap inklusif terhadap anak-anak dengan kebutuhan khusus. Kata kunci: Anak-anak dengan kebutuhan khusus, Sekolah Inklusif, Sikap Teman Sebaya, Persepsi Teman Sebaya, Interaksi Sosial. | Background: Inclusive education aims to ensure equal learning opportunities for all students, including children with special needs. Its success is determined not only by school policy, but also by the quality of social interaction, attitudes, and perceptions of peers towards children with special needs, which play an important role in supporting their social and emotional development. Therefore, this study aims to describe the social interactions, attitudes, and perceptions of peers towards CSN in inclusive schools. Method: This study used a descriptive cross-sectional quantitative design and was conducted at private school in November–December 2025. The study sample consisted of 132 regular students in inclusive classes selected through total sampling. Data were collected using a validated questionnaire and analyzed univariately using frequency distribution and percentages.. Result: The results showed that the majority of respondents were in the 15-18 years old adolescent age range. Social interactions, attitudes, and peer perceptions of children with special needs were generally in the moderate to high category, reflecting acceptance, understanding, and a tendency toward positive attitudes toward the presence of children with special needs in inclusive school environments. Conclusion: Social interaction, attitudes, and peer perceptions toward children with special needs in inclusive schools are generally at a fair to good level, which confirms the role of the school environment in supporting the acceptance and social development of children with special needs. Therefore, continuous reinforcement from schools, educators, and health workers is needed to encourage positive interaction and inclusive attitudes toward children with special needs. Keyword: Children with special needs, Inclusive School, Peer Attitudes, Peer Perceptions, Social interaction. | |
| 48033 | 51412 | I1B022113 | Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan Penyakit Kardiovaskular pada Dosen FIKes Unsoed | Latar Belakang: Penyakit kardiovaskular (PKV) masih menjadi penyebab kematian nomor satu dunia. Dosen merupakan kelompok pekerja dengan beban kerja tinggi sehingga berpotensi meningkatkan risiko PKV. Meskipun dosen Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKes) memiliki latar belakang pendidikan kesehatan, tingginya beban kerja akademik dan administratif dapat memengaruhi perilaku pencegahan PKV. Penelitian mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan PKV pada dosen, khususnya dosen FIKes di Indonesia masih sangat terbatas. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 118 dosen FIKes Universitas Jenderal Soedirman dari lima jurusan: Keperawatan, Kesehatan masyarakat, Gizi, Farmasi, dan Pendidikan jasmani. Purposive sampling didasarkan pada kriteria inklusi dan eksklusi, dengan ukuran sampel minimum menggunakan rumus Slovin. Kriteria inklusi adalah dosen yang bersedia menjadi responden. Kriteria eksklusi adalah dosen yang cuti melahirkan, tugas belajar, dan dosen yang tidak ada di tempat atau mengalami sakit fisik selama proses penelitian. Kuesioner yang digunakan, yaitu ABCD sub-pengetahuan, regulasi emosi, Work-Life Balance (WLB), CVD prevention practices. Analisis data menggunakan uji Chi-Square untuk analisis bivariat dan regresi logistik untuk analisis multivariat. Hasil Penelitian: Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan dengan perilaku pencegahan PKV (p<0,05): riwayat PKV (0,049), pengetahuan (0,029), dan WLB (0,015). Analisis multivariat mengidentifikasi riwayat PKV (OR=8,353) dan WLB (OR=2,976) memiliki hubungan signifikan dengan perilaku pencegahan PKV. Kesimpulan: Riwayat PKV dan WLB memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku pencegahan PKV pada dosen FIKes. Kata Kunci: dosen, fakultas ilmu-ilmu kesehatan, penyakit kardiovaskular, perilaku pencegahan. | Background: Cardiovascular disease (CVD) remains the leading cause of death worldwide. Lecturers are a group of workers with high work demands, which potentially increases risk of CVD. Although lecturers at the Faculty of Health Sciences (FHS) have a background in health education, their high academic and administrative workloads can affect their CVD prevention behavior. Research on factors related to CVD prevention behavior among lecturers, particularly FHS lecturers in Indonesia, remains very limited. Methods: This study employed quantitative research with a cross-sectional design. The research sample consisted of 118 FHS Jenderal Soedirman University lecturers from five departments: Nursing, Public Health, Nutrition, Pharmacy, and Physical Education. Purposive sampling is based on inclusion and exclusion criteria, with the minimum sample size using the Slovin formula. The inclusion criteria were lecturers who were willing to be respondents. Exclusion criteria were lecturers on maternity leave, study leave, and lecturers who were absent or physically ill during research process. The questionnaire used were the ABCD sub-knowledge, emotional regulation, Work-Life Balance (WLB), and CVD prevention practices. Data analysis used the Chi-Square test for bivariate analysis and logistic regression for multivariate analysis. Results: Bivariate analysis showed a significant relationship with CVD prevention behavior (p<0.05): CVD history (0.049), knowledge (0.029), and WLB (0.015). Multivariate analysis identified history of CVD (OR=8.353) and WLB (OR=2.976) as factors significantly associated with CVD prevention behavior. Conclusion: History of CVD and WLB are significantly associated to CVD prevention behavior in FHS lecturers. Keywords: cardiovascular disease, faculty of health sciences, lecturers, prevention behavior. | |
| 48034 | 51443 | I2B024031 | PENGARUH ALAT RESUSITASI JANTUNG PARU (ARJUNA) TERHADAP KETEPATAN TINDAKAN HIGH QUALITY KOMPRESI PADA MAHASISWA KEPERAWATAN DI UNIVERSITAS BHAKTI HUSADA INDONESIA | ABSTRAK PENGARUH ALAT RESUSITASI JANTUNG PARU (ARJUNA) TERHADAP KETEPATAN TINDAKAN HIGH QUALITY KOMPRESI PADA MAHASISWA KEPERAWATAN DI UNIVERSITAS BHAKTI HUSADA INDONESIA Mega Utami¹, Sidik Awaludin², Iwan Purnawan³ Latar Belakang: Henti jantung merupakan keadaan gawat darurat yang memerlukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) berkualitas tinggi. Pembelajaran RJP pada mahasiswa keperawatan masih menggunakan metode konvensional dan manekin standar yang tidak menyediakan umpan balik real-time, sehingga ketepatan kompresi sering kurang optimal. Inovasi media pembelajaran yang mampu memberikan feedback objektif dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pelatihan. Tujuan: Meneliti pengaruh penggunaan Alat Resusitasi Jantung Paru (ARJUNA) terhadap ketepatan tindakan High Quality Kompresi pada mahasiswa keperawatan. Metode: Penelitian ini dilakukan dalam dua tahapan, yaitu tahap (Research and Development) dan tahap dengan True Experiment menggunakan desain Randomized Control Group Pretest–Posttest. Tahap I melibatkan pengembangan prototype melalui model prototyping, uji pakar, dan uji kelayakan hingga menghasilkan ARJUNA yang valid dan reliabel. Tahap II melibatkan 66 mahasiswa profesi Ners yang dipilih melalui simple random sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi (n=33) yang dilatih menggunakan ARJUNA serta kelompok kontrol (n=33) yang menggunakan manekin standar. Instrumen observasi memiliki nilai CVI 1,00 dan kappa 0,843. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney. Hasil: Pada tahap I, ARJUNA dinyatakan valid dan reliabel berdasarkan penilaian ahli dan uji pengguna. Pada tahap II, kelompok intervensi menunjukkan peningkatan signifikan ketepatan High Quality Kompresi setelah pelatihan (p=0,008; r=0,465), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan peningkatan signifikan (p=0,157;r=0,246). Uji Mann–Whitney post-test menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p=0,028; r=0,271). Simpulan: ARJUNA terbukti efektif meningkatkan ketepatan tindakan High Quality Kompresi dengan kategori efek sedang, dan direkomendasikan sebagai media pembelajaran inovatif dalam pendidikan kegawatdaruratan. Kata Kunci: ARJUNA, Resusitasi Jantung Paru, High Quality Kompresi, Pembelajaran Keperawatan, Mahasiswa Keperawatan 1Mahasiswa Program Studi Magister Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman 2Departemen Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman | ABSTRACT THE EFFECT OF THE ARJUNA (ALAT RESUSITASI JANTUNG PARU) ON THE ACCURACY OF HIGH-QUALITY COMPRESSION PERFORMANCE AMONG NURSING STUDENTS AT BHAKTI HUSADA INDONESIA UNIVERSITY Mega Utami¹, Sidik Awaludin², Iwan Purnawan³ Background: Cardiac arrest is a medical emergency that requires high-quality cardiopulmonary resuscitation (CPR). CPR training for nursing students still uses conventional methods and standard mannequins that do not provide real-time feedback, resulting in suboptimal compression accuracy. Innovative learning media that can provide objective feedback is needed to improve the quality of training. Objective: To examine the effect of using the Cardiopulmonary Resuscitation Device (ARJUNA) on the accuracy of High Quality Compression in nursing students. Methods: This study was conducted in two stages, namely the Research and Development stage and the True Experiment stage using a Randomized Control Group Pretest–Posttest design. Stage I involved prototype development through prototyping models, expert testing, and feasibility testing to produce a valid and reliable ARJUNA. Phase II involved 66 nursing students selected through simple random sampling and divided into an intervention group (n=33) trained using ARJUNA and a control group (n=33) using standard mannequins. The observation instrument had a CVI value of 1.00 and a kappa of 0,843. Data analysis used the Wilcoxon and Mann–Whitney tests Results: In stage I, ARJUNA was declared valid and reliable based on expert assessment and user testing. In stage II, the intervention group showed a significant increase in the accuracy of High Quality Compression after training (p=0.008; r=0.465), while the control group did not show a significant increase (p=0.157; r=0.246). The post-test Mann–Whitney test showed a significant difference between the two groups (p=0.028; r=0.271). Conclusion: ARJUNA was proven to be effective in improving the accuracy of High Quality Compression with a moderate effect category and is recommended as an innovative learning medium in emergency education. Keywords: ARJUNA, Cardiopulmonary Resuscitation, High Quality Compression, Nursing Education, Nursing Students 1Master's Program Student, Nursing Department Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University 2Department of Health Sciences, Jenderal Soedirman University | |
| 48035 | 51436 | C1C021069 | Pengaruh Pengungkapan Emisi Karbon, Dewan Komisaris Independen, dan Modal Intelektual Terhadap Kinerja Keuangan | Penelitian ini mengambil judul “Pengaruh Pengungkapan Emisi Karbon, Dewan Komisaris Independen, dan Modal Intelektual terhadap Kinerja Keuangan”. Penelitian ini bermaksud untuk menguji dan menganalisis pengaruh pengungkapan emisi karbon, dewan komisaris independen, dan modal intelektual terhadap kinerja keuangan. Teori sinyal dan agensi dijadikan landasan dalam penelitian ini. Pendekatan kuantitaif kausal dengan menggunakan data sekunder dari laporan keuangan dan laporan keberlanjutan digunakan dalam penelitian ini. Perusahaan sektor energi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021-2024 menjadi populasi dalam penelitian ini. Teknik purposive sampling diterapkan dalam pemilihan sampel dan diperoleh 31 perusahaan. Teknik analisis data yang diterapkan yakni analisis statistik deskriptif, model regresi data panel, uji pemilihan model regresi data panel, uji asumsi klasik, analisis regresi data panel, uji kelayakan model, dan uji hipotesis. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa: (1) pengungkapan emisi karbon tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan; (2) dewan komisaris independen tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan; (3) modal intelektual berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Implikasi dari penelitian ini adalah perusahaan diharapkan konsisten mengungkapkan dan meningkatkan kualitas pengungkapan emisi karbon, perusahaan sebaiknya memastikan dewan komisaris independen benar-benar melakukan monitoring dan pengelolaan dengan baik, serta disarankan untuk meningkatkan pengelolaan modal intelektualnya. Sebelum berinvestasi, investor disarankan mempertimbangkan faktor-faktor seperti pengungkapan emisi karbon, keberadaan dewan komisaris independen, serta modal intelektual pada perusahaan. | This study, entitled "The Effect of Carbon Emission Disclosure, an Independent Board of Commissioners, and Intellectual Capital on Financial Performance," aims to examine and analyze the influence of carbon emission disclosure, an independent board of commissioners, and intellectual capital on financial performance. Signaling and agency theory serve as the foundation for this research. A causal quantitative approach using secondary data from financial reports and sustainability reports was employed. The population of this study was energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2021-2024 period. A purposive sampling technique was used to select the sample, resulting in 31 companies. The data analysis techniques employed included descriptive statistical analysis, panel data regression models, panel data regression model selection tests, classical assumption tests, panel data regression analysis, model feasibility tests, and hypothesis testing. This study found that: (1) carbon emission disclosure has no effect on financial performance; (2) an independent board of commissioners has no effect on financial performance; and (3) intellectual capital has an effect on financial performance. The implications of this research are that companies are expected to consistently disclose and improve the quality of their carbon emissions disclosures. Companies should ensure that independent boards of commissioners effectively monitor and manage their operations, and they are advised to improve their intellectual capital management. Before investing, investors are advised to consider factors such as carbon emissions disclosure, the presence of an independent board of commissioners, and the company's intellectual capital.Kinerja keuangan, pengungkapan emisi karbon, dewan komisaris independen, modal intelektual. | |
| 48036 | 51450 | I1B022108 | Gambaran Usability Aplikasi Bantuan Asuhan Keperawatan Berbasis Artificial Intelligence, SDKI, SLKI, dan SIKI (BAKBAIS3) | GAMBAlRAN USABILITY APLIKASI BANTUAN ASUHAN KEPERAWATAN BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE, SDKI, SLKI, DAN SIKI (BAKBAIS3) Hantonny Wijaya, Annas Sumeru, Akhyarul Anam Latar Belakang: Mahasiswa keperawatan sering mengalami kesulitan dalam proses penyusunan asuhan keperawatan secara manual menggunakan buku SDKI, SLKI, dan SIKI. Sejalan dengan hal tersebut, pada era industri 4.0 ini, teknologi berperan sangat penting dalam berbagai bidang, khususnya keperawatan. Oleh karena itu peneliti telah menyusun suatu inovasi berupa aplikasi untuk membantu proses penyusunan asuhan keperawatan bernama Bantuan Asuhan Keperawatan Berbasis Artificial Intelligence, SDKI, SLKI, dan SIKI (BAKBAIS3). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran usability aplikasi BAKBAIS3. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini berjumlah 51 mahasiswa Pendidikan Profesi Ners Universitas Jenderal Soedirman angkatan 35 dan 36. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner System Usability Scale (SUS) setelah penggunaan aplikasi BAKBAIS3 selama minimal tiga hari. Analisis data dilakukan secara univariat dengan uji statistik deskriptif. Hasil Penelitian: Hasil penelitian diperoleh bahwa skor rata-rata SUS pengguna aplikasi sebesar 72,157 (SD=13,6292), sehingga diperoleh hasil akhir bahwa tingkat usability aplikasi BAKBAIS3 termasuk dalam kategori acceptable (dapat diterima) berdasarkan acceptable scale, kategori passive (pengguna pasif) berdasarkan net promotor scale, kategori good (baik) berdasarkan adjective scale, dan kategori grade C berdasarkan grade scale. Kesimpulan: Aplikasi BAKBAIS3 dinilai baik oleh pengguna dan layak digunakan secara optimal. Namun, aplikasi ini masih memerlukan pengembangan dan perbaikan ke depannya. | OVERVIEW OF THE USABILITY OF THE ARTIFICIAL INTELLIGENCE, SDKI, SLKI, AND SIKI-BASED NURSING CARE ASSISTANCE APPLICATION (BAKBAIS3) Hantonny Wijaya, Annas Sumeru, Akhyarul Anam Background: Nursing students often experience difficulties in the process of manually compiling nursing care using the SDKI, SLKI, and SIKI books. In line with this, in the era of industry 4.0, technology plays a very important role in various fields, especially nursing. Therefore, the researchers have developed an innovation in the form of an application to assist in the process of compiling nursing care plans called Artificial Intelligence-Based Nursing Care Assistance, SDKI, SLKI, and SIKI (BAKBAIS3). This study aims to determine the usability of the BAKBAIS3 application. Method: This study used a quantitative descriptive method. The sample consisted of 51 Ners students from Jenderal Soedirman University, batches 35 and 36. Data collection was conducted using the System Usability Scale (SUS) questionnaire after using the BAKBAIS3 application for at least three days. Data analysis was performed using univariate descriptive statistical tests. Research Results: The results of the study show that the average SUS score of application users is 72.157 (SD=13.6292). The final result of the BAKBAIS3 usability application is in the acceptable category based on the acceptable scale, passive category based on the net promoter scale, good category based on the adjective scale, and grade C category based on the grade scale. Conclusion: The BAKBAIS3 application is rated highly by users and is suitable for optimal use. However, this application still requires further development and improvement in the future. | |
| 48037 | 51452 | E1A021166 | ANALISIS YURIDIS KEKEBALAN PEJABAT NEGARA TERHADAP PENERAPAN YURISDIKSI UNIVERSAL MENURUT HUKUM INTERNASIONAL (Studi tentang Arrest Warrant of 11 April 2000 untuk Abdoulaye Yerodia Ndombasi di Mahkamah Internasional antara Kongo v. Belgia) | Permasalahan terjadi ketika aturan kekebalan pejabat negara yang bertujuan untuk menjamin kelancaran hubungan internasional dihadapkan dengan penerapan yurisdiksi universal yang bertujuan untuk menghukum pelaku kejahatan internasional, seperti yang terjadi dalam kasus Arrest Warrant of 11 April 2000 antara Kongo dan Belgia di Mahkamah Internasional. Pengadilan Tribunal Brussels di Belgia mengeluarkan surat perintah penangkapan in absentia kepada Abdoulaye Yerodia Ndombasi selaku Menteri Luar Negeri Kongo dengan tuduhan sebagai pelaku kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Kongo kemudian mengajukan gugatan terhadap Belgia ke Mahkamah Internasional pada 17 Oktober 2000. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui serta menganalisis pengaturan mengenai kekebalan pejabat negara dan kedudukannya terhadap penerapan yurisdiksi universal dalam kasus Arrest Warrant of 11 April 2000 berdasarkan hukum internasional. Tipe penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis menggunakan sumber data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan yang disajikan dalam bentuk uraian sistematis dan dianalisis secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, pengaturan terkait kekebalan pejabat negara secara universal diatur dalam Konvensi PBB 1969 tentang Misi Khusus dan Konvensi Wina 1975 tentang Perwakilan Negara-negara dalam hubungannya dengan Organisasi Internasional Bersifat Universal. Kekebalan pejabat negara juga diatur secara regional, salah satunya oleh ASEAN dalam Piagam ASEAN dan Perjanjian 2009 tentang Keistimewaan dan Kekebalan ASEAN. Mahkamah Internasional memutuskan bahwa dengan mengeluarkan surat perintah penangkapan, Belgia telah gagal untuk menghormati kekebalan Menteri Luar Negeri Kongo menurut hukum internasional. Mahkamah menyatakan bahwa penerapan yurisdiksi universal tanpa adanya hubungan tertentu antara pelaku dan negara yang mengadili tidak dapat diterapkan, terutama terhadap pejabat negara yang memiliki kekebalan. | The problem arises when the immunity of state officials, which aims to ensure the smooth running of international relations, is confronted with the application of universal jurisdiction, which aims to punish perpetrators of international crimes, as in the case of the Arrest Warrant of 11 April 2000 between Congo and Belgium at the International Court of Justice. The Brussels Tribunal in Belgium issued an in absentia arrest warrant for Abdoulaye Yerodia Ndombasi as the Congolese Minister of Foreign Affairs on charges of war crimes and crimes against humanity. Congo then filed a lawsuit against Belgium at the International Court of Justice on 17 October 2000. The purposes of the study were to examine and analyze the regulations regarding the immunity of state officials and its position on the application of universal jurisdiction in the case of the Arrest Warrant of 11 April 2000 based on international law. The type of research used was normative juridical with legislative approach, case approach, and conceptual approach method. The research specification used was descriptive analytical using secondary data sources. Data collection was carried out through a literature study presented in the form of a systematic description and analyzed normative-qualitatively. Based on the results of the study, provisions regarding the immunity of state officials were universally regulated in the 1969 UN Convention on Special Missions and the 1975 Vienna Convention on the Representation of States in their Relations with International Organisations of a Universal Character. The immunity of state officials was also regulated regionally, one of which was by ASEAN in the ASEAN Charter and the 2009 Agreement on the Privileges and Immunities of ASEAN. The International Court of Justice ruled that by issuing an arrest warrant, Belgium had failed to respect the immunity of the Congolese Foreign Minister under international law. The Court stated that the application of universal jurisdiction without a specific connection between the perpetrator and the adjudicating state cannot be applied, especially against state officials who have immunity. | |
| 48038 | 51437 | F1B022001 | Pengaruh Kemudahan Penggunaan dan Kualitas Informasi terhadap Kepuasan Pengguna Aplikasi Access by KAI di Stasiun Purwokerto | Transformasi digital dalam sektor transportasi publik menjadikan kepuasan pengguna sebagai salah satu indikator utama keberhasilan layanan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan aplikasi Access by KAI sebagai kanal utama pemesanan tiket, yang memiliki tingkat penggunaan tinggi di Stasiun Purwokerto. Namun, tingginya penggunaan aplikasi tersebut belum sepenuhnya mencerminkan tingkat kepuasan pengguna yang optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemudahan penggunaan dan kualitas informasi terhadap kepuasan pengguna aplikasi Access by KAI di Stasiun Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksplanatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner kepada 100 responden. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, serta regresi linier sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan dan kualitas informasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna, baik secara parsial maupun simultan, dengan kemudahan penggunaan sebagai variabel paling tinggi. Kedua variabel tersebut mampu menjelaskan 65,4% variasi kepuasan pengguna. Temuan ini menegaskan bahwa kemudahan penggunaan dan kualitas informasi merupakan faktor penting dalam membentuk kepuasan pengguna layanan transportasi publik berbasis digital. | Digital transformation in the public transportation sector has made user satisfaction one of the main indicators of service success. PT Kereta Api Indonesia (Persero) has introduced the Access by KAI application as the main channel for ticket reservations, which has a high usage rate at Purwokerto Station. However, the high usage of this application does not fully reflect the optimal level of user satisfaction. Therefore, this study aims to determine the effect of ease of use and information quality on user satisfaction with the Access by KAI application at Purwokerto Station. This study uses an explanatory quantitative method with data collection through questionnaires to 100 respondents. The data were analyzed using validity and reliability tests, classical assumption tests, and simple and multiple linear regression. The results show that ease of use and information quality have a significant effect on user satisfaction, both partially and simultaneously, with ease of use as the highest variable. These two variables explain 65.4% of the variation in user satisfaction. These findings confirm that ease of use and information quality are important factors in shaping user satisfaction with digital-based public transportation services. | |
| 48039 | 51515 | J1E021002 | THE EFFECTIVENESS OF USING SCRAMBLE LETTER GAMES IN TEACHING ENGLISH VOCABULARY FOR STUDENTS WITH INTELLECTUAL DISABILITY IN SENIOR HIGH SCHOOL LEVEL (A Quasi-Experimental Research at the 10th Grade of SLB C and C1 Yakut Purwokerto in the Academic Year of 2025/2026) | Salsabila, Arindya Putri, 2026. The Effectiveness of Using Scramble Letter Games in Teaching English Vocabulary For Students With Intellectual Disability In Senior High School Level (A Quasi-Experimental Research at The 10th Grade of SLB C and C1 Yakut Purwokerto in The Academic Year of 2025/2026). Pembimbing Skripsi I: Dian Adiarti, S.Pd., M.Hum., Pembimbing Skripsi II: Laxmi Mustika Cakrawati, M.Pd., Ketua Penguji: Slamet Riyadi, S.S., M.Pd., Penguji: Mustasyfa Thabib Kariadi, S.Pd., M.Pd. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Pendidikan Bahasa, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Purwokerto. Penguasaan kosakata merupakan komponen penting dalam pembelajaran bahasa Inggris, khususnya bagi siswa dengan hambatan intelektual yang memerlukan teknik pembelajaran yang tepat dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan penguasaan kosakata serta untuk mengetahui persepsi siswa kelas X SLB C dan C1 Yakut Purwokerto tahun ajaran 2025/2026 terhadap penggunaan permainan huruf acak sebagai teknik pembelajaran dalam meningkatkan penguasaan kosakata. Penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen satu kelompok pra-test dan pasca-test. Sampel penelitian berjumlah 19 siswa kelas X yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes kosakata dan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dan skala Likert. Hasil tes menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa meningkat dari 50.00 pada pretest menjadi 76.32 pada posttest. Hasil uji paired sampel t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 (p < 0,05). Hasil kuesioner menunjukkan bahwa siswa memberikan persepsi positif terhadap penggunaan permainan huruf acak karena kegiatan tersebut menyenangkan, menarik, dan membantu siswa dalam memahami kosakata baru. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa (1) penggunaan permainan huruf acak secara signifikan meningkatkan penguasaan kosakata siswa dengan hambatan intelektual; (2) sebagian besar siswa memberikan respons positif dengan persentase 78,95% yang menyatakan bahwa permainan huruf acak membantu mereka memahami kosakata baru dengan lebih mudah serta meningkatkan minat dan kesenangan dalam proses pembelajaran. Disarankan agar guru menggunakan permainan huruf acak sebagai teknik pendukung dalam pembelajaran kosakata. | Salsabila, Arindya Putri, 2026. The Effectiveness of Using Scramble Letter Games in Teaching English Vocabulary for Students with Intellectual Disability In Senior High School Level (A Quasi-Experimental Research at The 10th Grade of SLB C and C1 Yakut Purwokerto in The Academic Year of 2025/2026). Thesis Supervisor 1: Dian Adiarti, S.Pd., M.Hum., Thesis Supervisor 2: Laxmi Mustika Cakrawati, M.Pd., Chief External Examiner: Slamet Riyadi, S.S., M.Pd., External Examiner: Mustasyfa Thabib Kariadi, S.Pd., M.Pd. Ministry of Higher Education, Science, and Technology, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, Department of Language Education, English Education Study Program, Purwokerto. Vocabulary mastery is a fundamental component in learning English, especially for students with intellectual disability who require appropriate and engaging teaching techniques. This research is aimed to find out the improvement in vocabulary mastery and to know the perceptions of 10th grade students at SLB C and C1 Yakut Purwokerto in the academic year of 2025/2026 on the use of scramble letter games as teaching technique to improve vocabulary mastery of students with intellectual disability. This research employed a quasi-experimental one-group pretest–posttest design. The samples were 19 of 10th grade students, selected through purposive sampling. The instruments used were vocabulary tests and questionnaire. The data were analyzed using a paired sample t-test and a Likert scale. The test result showed that the mean score improved from 50.00 in pretest to 76.32 in posttest. The paired sample t-test result showed the significance value of 0.001 (p < 0.05). The questionnaire results showed that students had positive perceptions toward the use of scramble letter games, finding the activity enjoyable, engaging, and helpful in understanding new vocabulary. Therefore, it can be concluded that (1) the use of scramble letter games has significantly improved the vocabulary skill of the students with intellectual disability; (2) most students showed positive responses with the percentage of 78.95% expressed that scramble letter games helped them understand new vocabulary more easily and stimulated interest and enjoyment in the learning process. It is suggested that teachers are encouraged to use scramble letter games as supportive teaching technique in vocabulary learning. | |
| 48040 | 51438 | H1D022002 | Pengembangan Executive Information System (EIS) Berbasis Business Intelligence untuk Monitoring Kinerja Kelembagaan DPRD Kabupaten Ciamis | Efektivitas pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD sangat bergantung pada ketersediaan informasi kinerja yang cepat, ringkas, dan akurat. Di Sekretariat DPRD Kabupaten Ciamis, proses pelaporan serta analisis data kelembagaan masih dilakukan secara manual menggunakan dokumen dan spreadsheet yang tidak terintegrasi, sehingga menyulitkan pimpinan dalam pengambilan keputusan strategis. Penelitian ini membangun platform DPRD Work Hub sebagai sistem operasional terintegrasi serta modul Executive Information System (EIS) berbasis Business Intelligence (BI) sebagai lapisan analitis. Implementasi BI dilakukan melalui proses Extraction, Transformation, dan Loading (ETL) untuk menyajikan 13 indikator kinerja utama (Key Performance Indicators) melalui dashboard visual interaktif. Modul EIS berhasil mengagregasi data strategis, di antaranya capaian Kepatuhan Lapor Reses sebesar 95,92%, monitoring 37 total aktivitas dewan, hingga visualisasi kesehatan fiskal dengan Total Realisasi Anggaran sebesar Rp 2,6 M. Sistem dikembangkan menggunakan metode Prototyping dengan arsitektur client–server, framework Laravel pada sisi back-end dan React.js (Inertia.js) pada sisi front-end. Hasil pengujian Black Box Testing menunjukkan seluruh fungsi sistem berjalan sesuai spesifikasi kebutuhan, sedangkan hasil User Acceptance Test (UAT) memperoleh tingkat penerimaan pengguna sebesar 95,11%. Hasil tersebut membuktikan bahwa sistem layak digunakan sebagai instrumen monitoring kinerja dan pendukung pengambilan keputusan strategis bagi pimpinan DPRD Kabupaten Ciamis. | The effectiveness of the DPRD's oversight function relies heavily on the availability of fast, concise, and accurate performance information. In the Secretariat of the Ciamis Regional House of Representatives (DPRD), reporting and institutional data analysis processes are still conducted manually using non-integrated documents and spreadsheets, which complicates strategic decision-making for leadership. This research develops the DPRD Work Hub platform as an integrated operational system and the Executive Information System (EIS) module based on Business Intelligence (BI) as an analytical layer. The BI implementation is executed through Extraction, Transformation, and Loading (ETL) processes to present 13 Key Performance Indicators (KPIs) via interactive visual dashboards. The EIS module successfully aggregates strategic data, including a Reses Reporting Compliance rate of 95,92% monitoring of 37 total legislative activities, and fiscal health visualizations with a Total Budget Realization of IDR 2.6 billion. The system was developed using the Prototyping method with a client-server architecture, utilizing the Laravel framework on the back-end and React.js (Inertia.js) on the front-end. Black Box Testing results indicate that all system functions operate according to specifications, while the User Acceptance Test (UAT) yielded a user acceptance rate of 95.11%. These results demonstrate that the system is highly feasible for use as a performance monitoring instrument and a strategic decision-support tool for the leadership of the DPRD of Ciamis Regency. |