Artikel Ilmiah : F1B021018 a.n. SOFI NURFAIZA AATHIFAH

Kembali Update Delete

NIMF1B021018
NamamhsSOFI NURFAIZA AATHIFAH
Judul ArtikelIMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM SEKOLAH ADIWIYATA DI SMP NEGERI 1 SEPATAN TIMUR KABUPATEN TANGERANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kerusakan lingkungan yang semakin parah mendorong Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia bekerja sama membuat program menanamkan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH) lewat program sekolah adiwiyata. Program sekolah adiwiyata merupakan sebuah bentuk penghargaan yang diberikan oleh Kementerian/Provinsi/Kabutapen/Kota kepada sekolah yang berhasil menerapkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup (PBLHS). SMP Negeri 1 Sepatan Timur mendapat predikat sekolah adiwiyata kabupaten pada 2024. Sekolah ini menerapkan kebijakan kurikulum berbasis lingkungan hidup pada modul ajar/RPP sebagai salah satu komponen penilaian dalam program sekolah adiwiyata. Kebijakan kurikulum berbasis lingkungan hidup adalah wujud integrasi materi lingkungan hidup ke dalam modul ajar/RPP yang disusun oleh sekolah dengan memperhatikan kondisi serta potensi yang ada di daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan kurikulum berbasis lingkungan hidup pada program sekolah adiwiyata melalui aspek-aspek yang ada di dalam teori Ripley dan Franklin yaitu Compliance (Kepatuhan) dan What’s Happening and Why? (Apa yang Terjadi dan Mengapa?).
Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dan teknik dalam memilih informan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selain itu, untuk keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber. Dalam penelitian ini terdapat 10 narasumber yaitu: RD, H, TSH, UUH, S, AYR, IBR, SM, SR, UK yang terdiri dari kepala sekolah, bendahara sekolah, wakasek bidang kurikulum, ketua koordinator program sekolah adiwiyata, koordinator tim sampah dan kertas, guru mata pelajaran, hingga siswa di SMP Negeri 1 Sepatan Timur. Penelitian ini menunjukkan implementasi kebijakan kurikulum berbasis lingkungan pada program sekolah adiwiyata di sekolah sudah berjalan dengan baik. Dengan adanya penambahan materi lingkungan hidup ke dalam pelajaran, siswa mengalami perubahan pada sikapnya di sekolah dengan program pembiasaan. Para aktor dalam implementasi ini berpartisiasi dan melaksanakan kebijakan dengan baik. Walaupun secara keseluruhan, kepatuhan guru dalam mematuhi bahan ajar sudah baik, namun kendala dalam pelaksanaan program ini juga muncul dari faktor-faktor yang tidak terkendali.
Kesimpulan penelitian ini adalah implementasi kebijakan kurikulum berbasis lingkungan hidup pada program sekolah adiwiyata di SMP Negeri 1 Sepatan Timur sudah berjalan dengan baik. Kepatuhan guru dalam mematuhi bahan ajar sudah mencapai 40% dari keseluruhan materi yang disusun. Namun, kendala-kendala pada implementasi kurikulum ini masih sering ditemui lewat faktor-faktor yang tidak terkendali yang mempengaruhi implementasi kebijakan. Sehingga perlu untuk mengoptimalisasikan pengembangan kurikulum dengan pengawasan serta evaluasi yang ketat agar kebijakan kurikulum ini bisa berkelanjutan.
Abtrak (Bhs. Inggris)The worsening environmental damage has prompted the Ministry of Education, Science, and Technology and the Ministry of Environment and Forestry of the Republic of Indonesia to collaborate in creating a program to instill Environmentally Friendly Behavior (PRLH) through the Adiwiyata school program. The Adiwiyata school program is a form of appreciation given by the Ministry/Province/Regency/City to schools that have successfully implemented the Environmental Care and Culture Movement (PBLHS). SMP Negeri 1 Sepatan Timur received the predicate of the district Adiwiyata school in 2024. This school implements an environmental-based curriculum policy in the teaching module/RPP as one of the assessment components in the Adiwiyata school program. The environmental-based curriculum policy is a form of integration of environmental material into the teaching module/RPP created by the school by taking into account the conditions and potentials in the region. This study aims to analyze the implementation of the environmental-based curriculum policy in the Adiwiyata school program through aspects contained in Ripley and Franklin's theory, namely Compliance and What's Happening and Why?.
The research method used is descriptive qualitative and the technique in selecting informants uses purposive sampling. Data collection was carried out through interviews, observation, and documentation. In addition, to ensure data validity, this study used source triangulation techniques. In this study there were 10 informants, namely: RD, H, TSH, UUH, S, AYR, IBR, SM, SR, UK consisting of the principal, school treasurer, vice principal for curriculum, head of the Adiwiyata school program coordinator, waste and paper team coordinator, subject teachers, and students at SMP Negeri 1 Sepatan Timur. This study shows that the implementation of the environmental-based curriculum policy in the Adiwiyata school program in schools has been running well. With the addition of environmental material into the lessons, students experienced changes in their attitudes at school with a habituation program. The actors in this implementation participated and implemented the policy well. Although overall, teacher compliance in complying with the teaching materials was good, obstacles in the implementation of this program also arose from uncontrollable factors.
The conclusion of this study is that the implementation of the environmentally-based curriculum policy within the Adiwiyata school program at SMP Negeri 1 Sepatan Timur has been running well. Teacher compliance with teaching materials has reached 40% of the total material developed. However, obstacles to this curriculum implementation are still frequently encountered through uncontrollable factors that influence policy implementation. Therefore, it is necessary to optimize curriculum development with strict monitoring and evaluation to ensure the sustainability of this curriculum policy.

Kata kunciImplementasi Kebijakan, Kebijakan Kurikulum Berbasis Lingkungan Hidup, Program Sekolah Adiwiyata, Kepatuhan, Apa yang Terjadi dan Mengapa
Pembimbing 1Drs. Darmanto Sahat Satyawan, M.Kes., M.Si.
Pembimbing 2Drs. Guntur Gunarto, M.Si.
Pembimbing 3Drs. Simin, M.Si.
Tahun2025
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2026-01-28 13:21:10.939095
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.