Home
Login.
Artikelilmiahs
51508
Update
SYIEFA AULIA AZKIA
NIM
Judul Artikel
Aktivitas Antibakteri dan Antibiofilm Ekstrak Etil Asetat Jamur Endofit Penicillium citrinum K8 Simbion Nudibranchia Terhadap Staphylococcus aureus
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Infeksi yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus menjadi tantangan kesehatan akibat meningkatnya resistensi antibiotik sehingga diperlukan eksplorasi senyawa antimikroba baru dari jamur endofit simbion biota laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan antibiofilm ekstrak etil asetat jamur endofit Penicillium citrinum K8 simbion nudibranchia terhadap S. aureus pada 24 jam dan 48 jam serta mengamati perubahan struktur morfologi biofilm. Jamur endofit diinokulasi pada media PDA hingga diperoleh isolat murni, kemudian difermentasi pada media padat beras dan diekstraksi menggunakan pelarut etil asetat dengan metode shaking selama 24 jam. Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran, sedangkan uji antibiofilm menggunakan metode mikrodilusi. Perubahan morfologi biofilm diamati menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM). Ekstrak etil asetat konsentrasi 1% memiliki aktivitas antibakteri sedang dengan diameter zona hambat 6,67±2,11 mm. Sementara itu, aktivitas antibiofilmnya ditunjukkan dengan nilai MBIC50 sebesar 0,367% pada 24 jam dan 0,18% pada 48 jam. Pemberian ekstrak menyebabkan penurunan kepadatan sel bakteri dan kerusakan matriks Extracellular Polymeric Substance (EPS) pada biofilm S. aureus.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Staphylococcus aureus infections remain a major health concern due to increasing antibiotic resistance necessitating the exploration of new antimicrobial agents from endophytic fungi associated with marine organisms. This study aimed to evaluate the antibacterial and antibiofilm activities of the ethyl acetate extract of the endophytic fungus Penicillium citrinum K8, a nudibranch symbiont, against S. aureus at 24 and 48 hours and to observe biofilm morphological changes. The endophytic fungus was cultured on PDA to obtain a pure isolate, fermented on solid rice medium, and extracted using ethyl acetate by shaking for 24 hours. Antibacterial activity was evaluated using the agar well diffusion method, antibiofilm activity using the microdilution method, and biofilm morphology using Scanning Electron Microscopy (SEM). The ethyl acetate extract at a concentration of 1% exhibited moderate antibacterial activity against Staphylococcus aureus, with an inhibition zone diameter of 6.67±2.11 mm. Furthermore, antibiofilm activity was demonstrated by MBIC50 values of 0.367% at 24 hours and 0.18% at 48 hours. Treatment with the extract resulted in decreased bacterial cell density and disruption of the extracellular polymeric substance (EPS) matrix.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save