Artikelilmiahs
Menampilkan 48.001-48.020 dari 48.725 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 48001 | 51392 | C2A024007 | Climate Change and Employment Dynamics in Developing Regions: Evidence from Java Island | Perubahan iklim tidak hanya menimbulkan ancaman lingkungan tetapi juga dampak sosial ekonomi yang signifikan, termasuk lapangan kerja. Studi ini mengkaji pengaruh perubahan iklim terhadap tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Pulau Jawa, Indonesia, dari tahun 2015 hingga 2024. Perubahan iklim diukur menggunakan rata-rata suhu tahunan dan curah hujan, sementara pengangguran diwakili oleh TPT tingkat provinsi. Pulau Jawa dipilih karena perannya yang sentral dalam perekonomian Indonesia, menyumbang porsi terbesar dari PDB nasional. Namun, secara paradoks, pulau ini menjadi tuan rumah bagi tiga dari sepuluh provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi yaitu Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta yang menimbulkan kekhawatiran tentang inklusivitas pertumbuhan di wilayah tersebut. Studi ini menggunakan data panel dari enam provinsi (Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur). Metode Panel Autoregressive Distributed Lag (Panel ARDL) diterapkan untuk menganalisis dinamika jangka pendek dan jangka panjang. Metode ini sangat cocok karena mampu menangkap keterlambatan waktu dan mengakomodasi heterogenitas regional. Keunikan studi ini terletak pada penggunaan Panel ARDL dalam konteks interaksi pasar tenaga kerja dan iklim di Indonesia—pendekatan yang jarang digunakan dalam penelitian sebelumnya, yang sering kali berfokus pada analisis tingkat nasional atau mengabaikan struktur lag dinamis. Dengan memperkecil fokus pada Pulau Jawa, penelitian ini juga menyoroti ketidakmerataan subnasional yang sering diabaikan. Studi ini berkontribusi pada literatur empiris tentang tentang hubungan iklim dan tenaga kerja dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 8 (Pekerjaan Layak) dan Tujuan 13 (Aksi Iklim), dengan memberikan wawasan untuk kebijakan tenaga kerja yang tahan terhadap perubahan iklim. | Climate change poses not only environmental threats but also substantial socioeconomic impacts, including employment. This study investigates the influence of climate change on the open unemployment rate (TPT) in Java Island, Indonesia, from 2015 to 2024. Climate change is measured using annual average temperature and rainfall, while unemployment is represented by provincial-level TPT. Java Island was selected due to its central role in Indonesia’s economy, contributing the highest share of the national GDP. However, it paradoxically hosts three of the ten provinces with the highest unemployment rates—West Java, Banten, and DKI Jakarta—raising concerns about the inclusiveness of growth in the region. The study uses panel data from six provinces (Jakarta, Banten, West Java, Central Java, Yogyakarta, and East Java). It applies the Panel Autoregressive Distributed Lag (Panel ARDL) method to examine both short- and long-term dynamics. This method is particularly suitable because it captures temporal lags and accommodates regional heterogeneity. The novelty of this study lies in the application of Panel ARDL in the context of Indonesia’s regional labor market and climate interaction—an approach rarely used in prior research, which often focuses on national-level analyses or omits dynamic lag structures. By narrowing the focus to Java Island, this research also highlights subnational disparities often overlooked. This study contributes to the empirical literature on climate–labor linkages and supports the Sustainable Development Goals (SDGs), especially Goal 8 (Decent Work) and Goal 13 (Climate Action), by offering insights for climate-resilient employment policy. | |
| 48002 | 51398 | I1E019022 | Profil Kondisi Fisik Pelajar SMA Negeri 2 Purwokerto Peserta Popda Handball Kabupaten Banyumas / Profil Kondisi Fisik Atlet Handball SMA Negeri 2 Purwokerto | PROFIL KONDISI FISIK PELAJAR SMA NEGERI 2 PURWOKERTO PESERTA POPDA HANDBALL KABUPATEN BANYUMAS / PROFIL KONDISI FISIK ATLET HANDBALL SMA NEGERI 2 PURWOKERTO Latar Belakang: Pelajar pemain handball membutuhkan kondisi fisik yang baik. Jenis kondisi fisik yang digunakan pada penelitian ini yaitu: koordinasi mata dan tangan, kelincahan, kekuatan otot lengan dan bahu, kelentukan batang tubuh dan leher, daya tahan. Metodologi Penelitian: Penelitian ini berjenis deskriptif kuantitatif dengan metode survey. Responden sampel data diambil menggunakan teknik purposive sampling. Sampel adalah pelajar peserta popda handball Kabupaten Banyumas dari SMA Negeri 2 Purwokerto berjumlah 30 orang, dengan keterangan 15 putra dan 15 putri. Instrumen terdiri dari 5 tes kondisi fisik. Hasil Penelitian: Koordinasi mata dan tangan rata-rata putra kriteria sangat baik 0,81 dan kriteria putri baik 0,74. Kelincahan rata-rata putra kriteria baik 0,66 dan kriteria putri baik 0,61. Kekuatan otot lengan dan bahu rata-rata putra kriteria sangat baik 0,81 dan kriteria putri baik 0,65. Kelentukan batang tubuh dan leher rata-rata putra kriteria sangat baik 1 dan kriteria putri sangat baik 1. Daya tahan rata-rata putra kriteria baik 0,65 dan putri kriteria sedang 0,58. Kesimpulan: Rata-rata keseluruhan kondisi fisik putra dan putri handball SMA Negeri 2 Purwokerto memperoleh kriteria baik. | PHYSICAL CONDITION PROFILE OF STUDENTS FROM STATE SENIOR HIGH SCHOOL 2 PURWOKERTO PARTICIPATE IN THE POPDA HANDBALL CHAMPIONSHIP IN BANYUMAS REGENCY / PHYSICAL CONDITION PROFILE OF HANDBALL ATHLETES AT SMA NEGERI 2 PURWOKERTO Background: Students player handball requires good physical condition. The physical conditions used in this study were: hand-eye coordination, agility, arm and shoulder muscle strength, trunk and neck flexibility, endurance. Research Methodology: This research is a quantitative descriptive study using a survey method. Sample respondent selected using purposive sampling consisted of 30 students participating in the handball Popda competition in Banyumas Regency from SMA Negeri 2 Purwokerto. The instrument consisted of five physical condition tests. Research Results: The hand-eye coordination of boys is very good 0,81, the girls is good 0,74. The agility of boys is good 0,66, the girls is good 0,61. The strength of arm and shoulder muscles of boys is very good 0,81, the girls is good 0,65. The flexibility of trunk and neck of boys is very good 1, the girls is very good 1. The endurance of boys is good 0,65 and the girls is moderate 0.58. Conclusion: The overall average physical condition of the male and female handball players at SMA Negeri 2 Purwokerto obtained good criteria. | |
| 48003 | 51391 | C2D024004 | Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Hal Audit Utama | Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang memengaruhi pengungkapan Key Audit Matters (KAM) di Indonesia. Sampel penelitian terdiri dari 951 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2022–2024. Data yang digunakan berasal dari 1.770 laporan audit dan dianalisis menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya audit dan tata kelola perusahaan memiliki hubungan positif dengan pengungkapan Key Audit Matters. Namun, penelitian ini tidak berhasil membuktikan adanya hubungan positif antara auditor Big 4 dan pengungkapan Key Audit Matters, serta antara auditor perempuan dan pengungkapan Key Audit Matters. Sementara itu, teknologi audit terbukti memiliki hubungan negatif dengan pengungkapan Key Audit Matters. Hasil ini mengimplikasikan pentingnya penetapan biaya audit yang tepat serta signifikansi penerapan tata kelola perusahaan yang efektif. | This study aims to examine the determinants of key audit matters (KAM) disclosure in Indonesia. The sample consists of 951 companies listed on the IDX during 2022-2024. Data from 1,770 audit reports were analyzed using multiple regression analysis. The results show that audit fees and corporate governance have a positive relationship with key audit matters disclosure. However, this study fails to prove the positive relation between Big 4 auditors and key audit matters disclosure, as well as between female auditors and key audit matters disclosure. Meanwhile, the audit technology is proven to have a negative relationship with key audit matters disclosure. These results imply the importance of determining appropriate audit fees and the significance of having effective corporate governance in place. | |
| 48004 | 51246 | I1B022014 | Gambaran Kualitas Pelayanan Kader pada Posyandu Era Integrasi Layanan Primer | Latar Belakang: Posyandu era Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan pembaruan pelayanan kesehatan dasar yang menekankan penguatan peran kader. Namun demikian, implementasi ILP di lapangan masih menunjukkan variasi kualitas pelayanan yang signifikan dengan beberapa dimensi yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi gambaran kualitas pelayanan kader pada posyandu era Integrasi Layanan Primer. Metode: Penelitian kuantitatif deskriptif observasional dengan 163 responden pengunjung posyandu ILP di Kelurahan Purwokerto Kidul, Kabupaten Banyumas. Sampel dipilih menggunakan proportional cluster random sampling dari populasi 246 pengunjung. Pengumpulan data menggunakan kuesioner berbasis Teori Model SERVQUAL diadaptasi dari Sihaloho (2022) dengan 20 item pertanyaan valid (r > 0,312, cronbach's alpha 0,865). Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Sebanyak 91 responden (55,8%) menilai kualitas pelayanan baik dan 72 responden (44,2%) menilai kurang baik. Analisis lima dimensi SERVQUAL menunjukkan: empati 73,6% baik, daya tanggap 55,2% baik, keandalan 49,7% baik, jaminan 45,4% baik, dan bukti fisik 31,9% baik. Kesimpulan: Mayoritas responden menilai kualitas pelayanan kader posyandu ILP baik dengan dimensi empati menjadi dimensi terkuat, sebaliknya kelemahan kritis pada dimensi bukti fisik. Hal inilah yang membuktikan perlunya peningkatan berkelanjutan infrastruktur dan kompetensi kader. | Background: Integrated Healthcare Centers operating within the Primary Service Integration (ILP) era have been established as a basic health service reform that emphasizes strengthened roles of community health workers. Implementation in the field, however, has demonstrated significant variations in service quality across multiple dimensions that remain suboptimal. The study aimed to identify service quality provided by community health workers at Integrated Healthcare Centers in the Primary Service Integration era. Methods: A quantitative descriptive observational study was conducted involving 163 respondents who were visitors at Integrated Healthcare Centers implementing ILP in Purwokerto Kidul Village, Banyumas Regency. Proportional cluster random sampling was used to select samples from a population of 246 visitors. Data collection was performed using a questionnaire based on SERVQUAL Model Theory adapted from Sihaloho (2022), containing 20 valid items (r > 0.312, Cronbach's alpha 0.865). Univariate analysis was conducted using frequency distribution and percentage calculations. Results: Among 163 respondents, 91 respondents (55.8%) assessed service quality as good, while 72 respondents (44.2%) assessed it as inadequate. Analysis of five SERVQUAL dimensions revealed: empathy 73.6% good, responsiveness 55.2% good, reliability 49.7% good, assurance 45.4% good, and tangibles 31.9% good. Conclusion: The majority of respondents evaluated the quality of services provided by ILP community health workers as good, with the empathy dimension being identified as the strongest dimension, whereas a critical weakness was found in the tangible dimension. These findings demonstrated the need for continuous improvement in infrastructure and community health workers competence. | |
| 48005 | 51394 | I1B022021 | Faktor Risiko Depresi Postpartum pada Ibu Primipara Bekerja di Wilayah Puskesmas Perkotaan Kabupaten Cilacap | Latar Belakang: Depresi postpartum merupakan salah satu gangguan psikologis berat yang sering terjadi pada ibu setelah melahirkan dan berdampak negatif terhadap ibu, bayi, serta hubungan keluarga. Ibu primipara yang bekerja memiliki risiko lebih tinggi mengalami depresi postpartum karena harus menyesuaikan peran ganda antara pekerjaan dan pengasuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko depresi postpartum pada ibu primipara bekerja di wilayah kerja puskesmas perkotaan Kabupaten Cilacap. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Dengan teknik convenience sampling, sampel pada penelitian ini adalah ibu postpartum dalam rentang 2 minggu-1 tahun yang bekerja pada sektor formal di Kabupaten Cilacap sebanyak 74 responden. Instrumen yang digunakan yaitu Edinburgh Post-natal Depression Scale (EPDS), Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), dan Alat Asesmen Ibu Postpartum (ASIPP). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan chi-square, dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil Penelitian: Hasil EPDS menunjukkan 77,0% tidak depresi dan 23,0% mengalami depresi. Variabel di uji dengan nilai signifikansi p-value <0,05. Hasil variabel yang tidak memengaruhi depresi postpartum adalah usia (p=0,323), pendapatan (p=0,131), jenis pekerjaan (p=0,583), dukungan sosial (p=0,881), kepuasan pernikahan (p=0,881) dan yang memengaruhi depresi postpartum adalah durasi bekerja (p=0,025) serta regulasi emosi (p=0,039). Variabel yang paling berpengaruh adalah durasi bekerja (OR=3,657). Kesimpulan: Durasi bekerja merupakan faktor paling dominan memengaruhi depresi postpartum pada ibu primipara bekerja. Semakin lama durasi bekerja, semakin tinggi pula risiko ibu mengalami depresi postpartum. Perawat diharapkan mampu memberikan edukasi, konseling, serta dukungan psikologis yang komprehensif kepada ibu postpartum dan keluarganya guna mencegah dan menangani depresi postpartum secara optimal. Kata Kunci: Depresi postpartum, Ibu bekerja, Primipara | Background: Postpartum depression is a serious psychological disorder that often occurs in women after childbirth and negatively impacts the mother, baby, and family relationships. Working primiparous mothers are at higher risk of experiencing postpartum depression due to the need to juggle the dual roles of work and childcare. This study aims to determine the risk factors for postpartum depression among working primiparous mothers in the working area of the urban community health center of Cilacap Regency. Methodology: This study used a correlational analytical design with a cross-sectional approach. Using a convenience sampling technique, the sample consisted of 74 postpartum mothers working in the formal sector in Cilacap Regency within 2 weeks to 1 year. The instruments used were the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), and the Postpartum Mother Assessment Tool (ASIPP). Data were analyzed using univariate analysis, bivariate analysis using chi-square analysis, and multivariate analysis using logistic regression. Research Results: The EPDS results showed that 77.0% were not depressed and 23.0% were depressed. Variables were tested with a significance value of p-value <0.05. The results of variables that did not affect postpartum depression were age (p=0.323), income (p=0.131), type of employment (p=0.583), social support (p=0.881), marital satisfaction (p=0.881) and those that did affect postpartum depression were duration of employment (p=0.025) and emotional regulation (p=0.039). The most influential variable was duration of employment (OR=3.657). Conclusion: Work duration is the most dominant factor influencing postpartum depression in working primiparous mothers. The longer the work duration, the higher the risk of postpartum depression. Nurses are expected to provide comprehensive education, counseling, and psychological support to postpartum mothers and their families to optimally prevent and manage postpartum depression. Keywords: Postpartum depression, Working mothers, Primiparous | |
| 48006 | 51396 | C1B022066 | THE INFLUENCE OF PERSONALITY TRAITS ON JOB PERFORMANCE WITH PSYCHOLOGICAL CAPITAL AS A MODERATING VARIABLE (A STUDY OF MEMBERS OF THE STUDENT EXECUTIVE BOARD OF UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN) | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kepribadian terhadap kinerja individu dengan Psychological Capital (PsyCap) sebagai variabel moderasi pada anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian menggunakan pendekatan survei kuantitatif, dengan pengumpulan data dilakukan terhadap anggota BEM aktif periode 2025 melalui teknik proportional random sampling. Kepribadian diukur menggunakan model Big Five Personality, kinerja individu diukur berdasarkan indikator kinerja individual, serta PsyCap diukur melalui empat dimensi, yaitu self-efficacy, hope, optimism, dan resilience. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linear berganda dan moderated regression analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Conscientiousness, Extraversion, Agreeableness, dan Openness berpengaruh positif terhadap kinerja individu, sedangkan Neuroticism berpengaruh negatif. Selain itu, Psychological Capital terbukti memperkuat pengaruh positif sebagian besar dimensi kepribadian terhadap kinerja individu serta melemahkan pengaruh negatif Neuroticism. Temuan ini mengindikasikan bahwa karakteristik kepribadian individu akan berkontribusi lebih optimal terhadap kinerja apabila didukung oleh tingkat psychological capital yang tinggi dalam konteks organisasi kemahasiswaan. | This study examines the effect of personality traits on job performance with Psychological Capital (PsyCap) as a moderating variable among members of the Student Executive Board (BEM) at Universitas Jenderal Soedirman. Using a quantitative survey approach, data were collected from active BEM members in the 2025 period through proportional random sampling. Personality traits were measured using the Big Five model, job performance was assessed based on individual performance indicators, and PsyCap was measured through self-efficacy, hope, optimism, and resilience. Data were analyzed using multiple linear regression and moderated regression analysis. The results indicate that Conscientiousness, Extraversion, Agreeableness, and Openness have a positive effect on job performance, while Neuroticism has a negative effect. Moreover, Psychological Capital strengthens the positive influence of most personality traits on job performance and weakens the negative effect of Neuroticism. These findings suggest that individual personality traits contribute more effectively to optimal performance when supported by strong psychological capital within student organizations | |
| 48007 | 51397 | C1A022018 | Determinan Stunting Di Provinsi Nusa Tenggara Timur | Prevalensi stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih relatif tinggi dan belum menunjukkan penurunan yang merata. Kondisi ini mengindikasikan bahwa permasalahan stunting tidak hanya dipengaruhi oleh faktor kesehatan, tetapi juga terkait dengan pembangunan manusia, kondisi ekonomi, dan sosial keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita, Indeks Pemberdayaan Gender (IDG), dan Indeks Pembangunan Keluarga (IBANGGA) terhadap prevalensi stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Data yang digunakan merupakan data panel sekunder pada 22 kabupaten/kota selama periode 2021–2024. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Random Effect Model (REM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPM berpengaruh negatif dan signifikan terhadap prevalensi stunting, sedangkan PDRB per kapita berpengaruh positif dan signifikan. IDG dan IBANGGA tidak berpengaruh signifikan terhadap prevalensi stunting. Temuan ini menunjukkan bahwa upaya penurunan stunting di NTT perlu difokuskan pada peningkatan kualitas pembangunan manusia serta kebijakan ekonomi yang mendukung pemenuhan gizi rumah tangga. | Stunting prevalence in East Nusa Tenggara (NTT) remains relatively high and unevenly distributed. This condition indicates that stunting is influenced not only by health factors but also by human development, economic conditions, and family social factors. This study aims to analyze the effects of the Human Development Index (HDI), Gross Regional Domestic Product (GRDP) per capita, Gender Empowerment Index (GEI), and Family Development Index (IBANGGA) on stunting prevalence in East Nusa Tenggara Province. The study uses secondary panel data from 22 regencies/cities during the 2021–2024 period. Panel data regression with the Random Effect Model (REM) is applied as the analytical method. The results show that HDI has a negative and significant effect on stunting prevalence, while GRDP per capita has a positive and significant effect. Meanwhile, GEI and IBANGGA do not have a significant effect on stunting prevalence. These findings indicate that stunting reduction efforts in NTT should focus on improving human development and economic policies that support household nutritional adequacy. | |
| 48008 | 51402 | I1B022019 | Hubungan Kecerdasan Emosional dan Resiliensi Akademik pada Mahasiswa S1 Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman | ABSTRAK HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DAN RESILIENSI AKADEMIK PADA MAHASISWA S1 KEPERAWATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Az zahra Lintang Cahyani1, Made Sumarwati2, Asep Iskandar 3 Latar Belakang: Mahasiswa keperawatan menghadapi berbagai tuntutan akademik dan klinik yang berpotensi menimbulkan tekanan psikologis dan berdampak pada kemampuan adaptasi akademik mahasiswa. Resiliensi akademik diperlukan agar mahasiswa mampu bertahan dan beradaptasi terhadap tuntutan tersebut. Salah satu faktor yang berperan dalam membentuk resiliensi akademik adalah kecerdasan emosional. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan crosssectional. Sampel berjumlah 96 mahasiswa S1 Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman yang dipilih menggunakan stratified random sampling. Instrumen menggunakan Emotional Intelligence Inventory (EII) dan Connor-Davidson Resilience Scale 25 (CD-RISC 25). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Nilai median kecerdasan emosional sebesar 52 dan median resiliensi akademik sebesar 97. Karena data tidak berdistribusi normal, analisis hubungan antarvariabel dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil uji menunjukkan terdapat hubungan yang kuat dan positif antara kecerdasan emosional dan resiliensi akademik (r = 0,679; p < 0,001). Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara kecerdasan emosional dan resiliensi akademik pada mahasiswa S1 Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman. Hubungan positif ini menunjukkan bahwa mahasiswa dengan tingkat kecerdasan emosional yang lebih tinggi cenderung memiliki resiliensi akademik yang lebih baik. Namun, mengingat desain penelitian yang bersifat korelasional, temuan ini tidak dapat diinterpretasikan sebagai hubungan sebab-akibat, melainkan sebatas menunjukkan keterkaitan antarvariabel yang diteliti.. Kata kunci: Kecerdasan Emosional, Mahasiswa Keperawatan, Resiliensi Akademik | ABSTRACT THE RELATIONSHIP BETWEEN EMOTIONAL INTELLIGENCE AND ACADEMIC RESILIENCE IN UNDERGRADUATE NURSING STUDENTS AT GENERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY Az zahra Lintang Cahyani1, Made Sumarwati2, Asep Iskandar3 Background: Nursing students face various academic and clinical demands that may lead to psychological pressure and affect their ability to adapt academically. Academic resilience is therefore essential for enabling students to persist and adapt to these demands. One factor that has been associated with academic resilience is emotional intelligence. Methods: This study employed a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. A total of 96 undergraduate nursing students at Universitas Jenderal Soedirman were selected using stratified random sampling. Data were collected using the Emotional Intelligence Inventory (EII) and the Connor-Davidson Resilience Scale 25 (CD-RISC 25). Data analysis was conducted using the Spearman correlation test. Results: The median score of emotional intelligence was 52, while the median score of academic resilience was 97. As the data were not normally distributed, the Spearman correlation test was applied to examine the relationship between variables. The results indicated a strong and positive correlation between emotional intelligence and academic resilience (r = 0.679; p < 0.001). Conclusion: This study demonstrated a significant and positive relationship between emotional intelligence and academic resilience among undergraduate nursing students at Universitas Jenderal Soedirman. The positive correlation suggests that students with higher levels of emotional intelligence tend to exhibit better academic resilience. However, due to the correlational nature of the study design, these findings should not be interpreted as a causal relationship but rather as an association between the variables examined. Keywords: Academic Resilience, Emotional Intelligence, Nursing Students. | |
| 48009 | 51404 | I1J022026 | The Effect of Topical Application of Ginger and Olive Oil on Primary Dysmenorrhea in Female Martial Arts Students at Universitas Jenderal Soedirman | Latar Belakang: Dismenore primer adalah kondisi umum yang dialami oleh wanita di usia muda. Kondisi ini terjadi akibat peningkatan produksi prostaglandin, yang menyebabkan kontraksi rahim yang lebih kuat. Aktivitas berintensitas tinggi, terutama di kalangan mahasiswi yang menjadi anggota UKM bela diri, dapat meningkatkan produksi prostaglandin dan memperparah nyeri, sehingga memerlukan pengobatan. Intervensi ginger dan olive oil merupakan terapi non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi dismenore primer. Metode: Studi kuantitatif quasi-eksperimental dengan desain kelompok kontrol pretest–posttest dilakukan menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel total adalah 38 responden, dengan masing-masing kelompok terdiri dari 19 responden. Alat penelitian yang digunakan adalah Numeric Rating Scale (NRS). Intervensi yang diberikan adalah ginger dan olive oil, dioleskan sekali pada hari pertama nyeri menstruasi. Analisis data penelitian menggunakan Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Analisis Wilcoxon menunjukkan hasil p=0.000<0.05, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan pada skor nyeri dismenore primer sebelum dan setelah pemberian ginger dan olive oil secara topikal pada kelompok intervensi. Analisis Mann Whitney menunjukkan hasil p=0.003<0.05, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan pada skor nyeri setelah pemberian ginger dan olive oil antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kesimpulan: Pemberian ginger dan olive oil secara topikal memiliki efek yang signifikan terhadap skor nyeri dismenore primer. | Background: Primary dysmenorrhea is a common condition that experienced by young women. This condition occurs due to increased prostaglandin production, which causes increased uterine contractions. High-intensity activities, especially among female students who are members of martial arts clubs, can increase prostaglandin production and increase pain, thus requiring treatment. Ginger and olive oil intervention is a non-pharmacological therapy that can be used to reduce primary dysmenorrhea. Method: A quantitative quasi-experimental study with a pretest–posttest control group design was conducted using purposive sampling. The total number of samples was 38 respondents, with each group consisting of 19 respondents. The research instrument used was the Numeric Rating Scale (NRS). The intervention given was ginger and olive oil therapy, applied once on the first day of menstrual pain. Research data analysis used Wilcoxon and Mann-Whitney. Results: Wilcoxon analysis showed a result of p=0.000<0.05, which means there was a significant difference in primary dysmenorrhea pain scores before and after the administration of ginger and olive oil in the intervention group. The Mann Whitney analysis showed a result of p=0.003<0.05, which means that there was a significant difference in pain scores after administering ginger and olive oil between the intervention group and the control group. Conclusion: There is a significant effect of ginger and olive oil administration on primary dysmenorrhea pain scores. | |
| 48010 | 51406 | I1B019042 | HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN EXCESSIVE DAYTIME SLEEPINESS (EDS) PADA MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang: Kualitas tidur yang buruk merupakan masalah yang dapat pada mahasiswa keperawatan akibat tingginya beban akademik, yang dapat memicu terjadinya Excessive Daytime Sleepiness (EDS) dan berdampak negatif terhadap konsentrasi, prestasi akademik, serta keselamatan dan kualitas pelayanan keperawatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengertahui hubungan antara kualitas tidur dengan excessive daytime sleepiness (EDS) pada mahasiswa jurusan keperawatan Universitas Jenderal Soedirman. Metodologi: Penelitian ini menggunakan kuantitatif analitik korelasional dengan teknikproportional random sampling. Data yang berdistribusi normal diuji menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, kemudian dilanjut uji bivariat menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil Penelitian: Sebanyak 187 mahasiswa memiliki kualitas tidur buruk (83,5%) dan 37 mahasiswa memiliki kualitas tidur baik (16,5%). Mahasiswa yang mengalami EDS sebanyak 143 mahasiswa(63,8%) dan 81 mahasiswa tidak mengalami EDS (36,2%). Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan signifikan (p-value 0,012 < 0,05) namun memiliki keeratan lemah (r=0,168) dengan arah hubungan yang bersifat positif. Kesimpulan: Mayoritas responden memiliki kualitas tidur yang buruk dan mengalami EDS, meskipun terdapat partisipan yang memiliki kualitas tidur yang baik serta tidak mengalami EDS. Ada hubungan signifikan yang bersifat positif namun memiliki sifat keeratan yang lemah antara kualitas tidur dan EDS di mana semakin buruk kualitas tidur, maka semakin tidak mngalami EDS. | Background: Due to heavy workloads, nursing students may have poor sleep quality, which can lead to Excessive Daytime Sleepiness (EDS) and have a negative impact on focus, academic performance, safety, and the standard of nursing care. This study seeks to figure out the connection between excessive daytime sleepiness (EDS) and sleep quality among Jenderal Soedirman University nursing students. Methods: This study is a quantitative analytical correlational study. The proportionate random sampling approach was used to determine the sample. The Kolmogorov-Smirnov test was used to evaluate normally distributed data, and the Pearson correlation test was used for a bivariate analysis. Results: A total of 187 students had poor sleep quality (83.5%), while 37 students had good sleep quality (16.5%). Additionally, 143 students (63.8%) experienced EDS, and 81 students (36.2%) did not. The correlation test shows a significant relationship (p-value 0.012 < 0.05) but with a weak strength (r=0.168) and a positive direction. Conclusion: The majority of respondents reported poor sleep quality and experienced EDS, although there were participants with good sleep quality who did not experience EDS. There was a small but significant positive connection between EDS and sleep quality; the respondent's probability of experiencing EDS increased with decreasing sleep quality | |
| 48011 | 51405 | I1J022027 | RELATIONSHIP BETWEEN LEVEL OF KNOWLEDGE AND ATTITUDES ABOUT REPRODUCTIVE HEALTH WITH PREMARITAL SEXUAL PREVENTION BEHAVIOR AMONG ADOLESCENTS | HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA Firda Fadila, Lutfatul Latifah, Nina Setiawati Latar Belakang: Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap perilaku seksual pranikah akibat perubahan biologis dan psikologis serta pengaruh lingkungan. Pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi berperan dalam membentuk perilaku pencegahan, namun pengetahuan yang baik tidak selalu berbanding lurus dengan perilaku pencegahan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku pencegahan seksual pranikah pada remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Lokasi penelitian adalah mahasiswa FIKes angkatan 2024–2025 berusia 17–19 tahun dengan jumlah responden sebanyak 319 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Analisis data menggunakan uji gamma. Hasil: Mayoritas responden berusia 18 tahun dan didominasi oleh perempuan. Sebagian besar responden berasal dari angkatan 2025. Mayoritas responden dalam penelitian ini memiliki pengetahuan yang baik, sikap yang positif, dan perilaku pencegahan yang cukup. Hasil analisis hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku pencegahan seksual pranikah tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p = 0,995), sedangkan sikap tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku pencegahan seksual pranikah menunjukkan hubungan yang signifikan (p = 0,000). Kesimpulan: Pengetahuan kesehatan reproduksi tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku pencegahan seksual pranikah, sedangkan sikap tentang kesehatan reproduksi memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku pencegahan seksual pranikah. Kata kunci: Sikap, Pengetahuan, seksual pranikah, perilaku pencegahan, kesehatan reproduksi | RELATIONSHIP BETWEEN LEVEL OF KNOWLEDGE AND ATTITUDES ABOUT REPRODUCTIVE HEALTH WITH PREMARITAL SEXUAL PREVENTION BEHAVIOR AMONG ADOLESCENTS Firda Fadila, Lutfatul Latifah, Nina Setiawati Background: Adolescents are a vulnerable age group when it comes to premarital sexual behavior due to biological and psychological changes and environmental influences. Reproductive health knowledge and attitudes play a role in shaping preventive behavior, but good knowledge does not always translate into good preventive behavior. This study aims to analyze the relationship between the level of knowledge and attitudes about reproductive health and premarital sexual prevention behavior in adolescents. Methods: This study used quantitative analytics with a cross-sectional approach. The research location was FIKes students from the 2024-2025 cohort aged 17–19 years, with a total of 319 respondents. The sampling technique used simple random sampling. Data analysis used the gamma test. Results: The majority of respondents were 18 years old and predominantly female. The majority of respondents were from the class of 2025. The majority of respondents in this study had good knowledge, positive attitude and adequate preventive behavior. The results of the analysis of the relationship between reproductive health knowledge and premarital sexual prevention behavior did not show a significant relationship (p= 0.995), while reproductive health attitudes and premarital sexual prevention behavior showed a significant relationship (p=0.000). Conclusion: Reproductive health knowledge has no significant relationship with sexual prevention behavior, whereas reproductive health attitudes have a significant relationship with premarital sexual prevention behavior. Keywords: Attitudes, Knowledge, premarital sexual, prevention behaviors, reproductive health | |
| 48012 | 51407 | C1C022081 | Pengaruh Literasi Digital, Financial Behavior, Pengembangan Usaha, dan Cloud Based System terhadap Efektivitas Aplikasi Akuntansi Digital pada Usaha Mikro di Purwokerto Kabupaten Banyumas | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital, financial behavior pengembangan usaha, dan cloud based system terhadap efektivitas aplikasi akuntansi digital pada Usaha Mikro di Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada pelaku Usaha Mikro yang selanjutnya dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan literasi digital, financial behavior, pengembangan usaha, dan cloud based system berpengaruh signifikan terhadap efektivitas aplikasi akuntansi digital. Secara parsial, literasi digital dan cloud based system berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas aplikasi akuntansi digital. Sementara itu, financial behavior dan pengembangan usaha tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan pelaku usaha dalam memahami teknologi digital serta dukungan sistem berbasis cloud menjadi faktor utama dalam meningkatkan efektivitas penggunaan aplikasi akuntansi digital. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pelaku Usaha Mikro dan pemangku kepentingan dalam mendorong optimalkan digitalisasi akuntansi. | This study aims to analyze the influence of digital literacy, financial behavior, business development, and cloud-based systems on the effectiveness of digital accounting applications in micro-enterprises in Purwokerto City, Banyumas Regency. This research employs a quantitative approach using a survey method. Data were collected through questionnaires distributed to micro-enterprise owners and analyzed using multiple linear regression with SPSS software. The results indicate that digital literacy, financial behavior, business development, and cloud-based systems simultaneously have a significant effect on the effectiveness of digital accounting applications. Partially, digital literacy and cloud-based systems have a positive and significant effect on the effectiveness of digital accounting applications, while financial behavior and business development do not show a significant influence. These findings suggest that digital capability and technological support play a crucial role in enhancing the effective use of digital accounting applications. This study is expected to provide insights for micro-enterprises and policymakers in strengthening accounting digitalization strategies. | |
| 48013 | 51408 | I1B022017 | Pengaruh Video Edukasi tentang Pubertas terhadap Peningkatan Citra Tubuh dan Penerimaan Diri pada Remaja Perempuan Awal | Latar Belakang: Masa pubertas pada remaja ditandai dengan perubahan fisik dan psikologis yang dapat memengaruhi citra tubuh dan penerimaan diri, khususnya pada remaja perempuan awal. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang tepat melalui media video. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh video edukasi tentang pubertas terhadap citra tubuh dan penerimaan diri pada remaja perempuan awal. Metode: Penelitian menggunakan quasi experimental design with pretest-postest control group. Teknik sampling menggunakan cluster random sampling. Sampel berjumlah 76 siswi kelas VIII yang terdiri dari 38 pada masing-masing kelompok. Instrumen yang digunakan adalah Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire (MBSRQ) dan skala penerimaan diri berdasarkan teori Berger (1952). Analisa data menggunakan uji Paired Samples t-test dan Independent t-test. Hasil: Mayoritas responden berusia 13–14 tahun, berat badan kurang (56,6%), menggunakan media sosial 4–6 jam per hari (46,1%), mengakses konten hiburan (48,7%), tinggal bersama kedua orang tua (86,8%), dan paling sering berkomunikasi dengan ibu (35,3%). Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan penerimaan diri yang signifikan pada kelompok intervensi (p = 0,043), namun tidak terdapat peningkatan citra tubuh yang signifikan (p = 0,162), serta terdapat perbedaan posttest yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol pada citra tubuh (p = 0,028) dan penerimaan diri (p = 0,000). Kesimpulan: Video edukasi tentang pubertas berpengaruh meningkatkan penerimaan diri, namun tidak berpengaruh secara signifikan terhadap citra tubuh pada remaja perempuan awal Kata Kunci: Citra tubuh; penerimaan diri; pubertas; remaja perempuan awal; video edukasi. | Background: Puberty in adolescents is characterized by physical and psychological changes that may influence body image and self-acceptance, particularly among early adolescent girls. Therefore, appropriate education delivered through video media is needed. This study aimed to determine the effect of puberty educational videos on body image and self-acceptance among early adolescent girls. Methods: This study used a quasi-experimental design with a pretest–posttest control group. The sampling technique used was cluster random sampling. The research sample consisted of 76 eighth grade female students, with 38 respondents in each group. The instruments used were the Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire (MBSRQ) and a self-acceptance scale based on Berger’s theory (1952). Data analysis was conducted using the Paired Samples t-test and the Independent t-test. Results: The majority of respondents were aged 13–14 years, underweight (56.6%), used social media for 4–6 hours per day (46.1%), accessed entertainment content most frequently (48.7%), lived with both parents (86.8%), and most often communicated with their mothers (35.3%). The results showed a significant improvement in self-acceptance in the intervention group (p = 0.043), while no significant improvement was found in body image (p = 0.162). In addition, there were significant posttest differences between the intervention and control groups in body image (p = 0.028) and self-acceptance (p = 0.000). Conclusion: Puberty educational videos have an effect on improving self-acceptance but do not have a statistically significant effect on body image among early adolescent girls. Keywords: Body image; ; early adolescent girls; educational video; puberty; self-acceptance. | |
| 48014 | 51409 | I1E021065 | Analisis Tingkat Kebugaran Jasmani Berdasarkan Status Gizi Menggunakan Metode Food Recall 24 Jam Pada Siswa kelas IX SMPN 9 Purwokerto | Latar Belakang: Permasalahan gizi pada remaja masih menjadi isu penting karena berpengaruh terhadap tingkat kebugaran jasmani dan kemampuan siswa dalam melakukan aktivitas fisik sehari-hari. Status gizi yang kurang maupun berlebih dapat berdampak negatif terhadap daya tahan tubuh, kekuatan otot, serta performa kebugaran jasmani siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebugaran jasmani berdasarkan status gizi menggunakan metode food recall 24 jam pada siswa kelas IX SMP N 9 Purwokerto. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 80 siswa kelas IX yang dipilih secara random sampling. Pengukuran status gizi dilakukan melalui analisis asupan energi menggunakan metode food recall 24 jam yang diolah dengan aplikasi NutriSurvey, sedangkan tingkat kebugaran jasmani diukur menggunakan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) untuk usia 13–15 tahun. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian: Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar siswa dengan tingkat kecukupan gizi defisit berat dan sedang berada pada klasifikasi kebugaran jasmani kategori kurang. Sebaliknya, siswa dengan tingkat kecukupan gizi cukup hingga berlebih seluruhnya berada pada klasifikasi kebugaran jasmani kategori baik. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kecukupan gizi dengan tingkat kebugaran jasmani siswa (χ² = 127,439; p = 0,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi berdasarkan metode food recall 24 jam dengan tingkat kebugaran jasmani siswa kelas IX SMP N 9 Purwokerto. Status gizi yang baik berperan penting dalam menunjang kebugaran jasmani siswa. Kata kunci: status gizi, kebugaran jasmani, food recall 24 jam, TKJI, siswa SMP | Background: Nutritional problems among adolescents remain an important issue because they influence physical fitness levels and students’ ability to perform daily physical activities. Poor or excessive nutritional status can negatively affect endurance, muscle strength, and overall physical fitness performance. This study aimed to analyze the level of physical fitness based on nutritional status using the 24-hour food recall method among ninth-grade students at SMP N 9 Purwokerto. Methodology: This study employed an observational research design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 80 ninth-grade students selected using random sampling. Nutritional status was assessed by analyzing energy intake using the 24-hour food recall method processed with NutriSurvey software, while physical fitness levels were measured using the Indonesian Physical Fitness Test (Tes Kesegaran Jasmani Indonesia/TKJI) for adolescents aged 13–15 years. Data were analyzed descriptively and inferentially using the Chi-Square test. Result: The results showed that most students with severe and moderate energy intake deficits were classified in the low physical fitness category. In contrast, students with adequate to excessive energy intake were entirely classified in the good physical fitness category. The Chi-Square test indicated a significant relationship between nutritional adequacy levels and physical fitness classification (χ² = 127.439; p = 0.000). Conclusion: there is a significant relationship between nutritional status based on the 24-hour food recall method and physical fitness levels among ninth-grade students at SMP N 9 Purwokerto. Adequate nutritional status plays an important role in supporting students’ physical fitness. Keywords: nutritional status, physical fitness, 24-hour food recall , TKJI, junior high school students | |
| 48015 | 51410 | H1E021069 | AUDІT ENЕRGІ DAN USULAN РЕNGЕNDАLІАN EFІЅІЕNЅІ MЕNGGUNАKАN SIKLUS PDCA DI PT. SІNАR GRАGЕ JАУА CІRЕBОN | Penelitian іnі bertujuan untuk melakukan audit еnеrgі di PT. Sіnаr Grage Jaya Cirebon serta memberikan rеkоmеndаѕі реngеndаlіаn еfіѕіеnѕі energi. Ruаng lіngkuр реnеlіtіаn meliputi evaluasi реnggunааn еnеrgі mеlаluі audit еnеrgі уаng dіlаnjutkаn dеngаn реnеrараn metode Plan–Do–Check–Act (PDCA) gunа mеmаѕtіkаn реrbаіkаn kіnеrjа еnеrgі yang bеrkеlаnjutаn. Mеtоdе уаng digunakan mеlірutі pengumpulan data рrіmеr dаn sekunder, реrhіtungаn Intеnѕіtаѕ Kоnѕumѕі Energi (IKE) total bаngunаn, IKE area produksi, serta Sресіfіс Enеrgу Consumption (SEC). Hasil реnеlіtіаn mеnunjukkаn bahwa nilai IKE mengalami реnіngkаtаn dаrі 28,286 kWh/m² раdа tahun 2023 mеnjаdі 43,495 kWh/m² раdа tаhun 2024 dаn 48,525 kWh/m² раdа tahun 2025. Nіlаі SEC раdа tаhun 2023 ѕеbеѕаr 179,791 kWh/juta batang rokok mеnurun mеnjаdі 161,293 kWh/juta batang rokok раdа tahun 2024, namun mеnіngkаt signifikan mеnjаdі 246,020 kWh/juta batang rokok раdа tahun 2025. Berdasarkan analisis tеrѕеbut, SEC ditetapkan sebagai indikator kіnеrjа еnеrgі utama dеngаn nіlаі bаѕеlіnе tahun 2024 sebesar 161,293 kWh/juta batang rokok dan penerapan ѕіѕtеm mаnаjеmеn еnеrgі bеrbаѕіѕ PDCA dіrеkоmеndаѕіkаn untuk mеnіngkаtkаn еfіѕіеnѕі еnеrgі ѕесаrа berkelanjutan di PT. Sinar Grage Jaya Cirebon. | Thіѕ study аіmѕ to соnduсt аn еnеrgу аudіt at PT. Sіnаr Grаgе Jауа Cіrеbоn and tо provide rесоmmеndаtіоnѕ fоr еnеrgу efficiency соntrоl. Thе scope of the ѕtudу іnсludеѕ thе еvаluаtіоn оf еnеrgу usage thrоugh аn energy аudіt followed bу thе іmрlеmеntаtіоn оf the Plаn–Dо–Chесk–Aсt (PDCA) method to еnѕurе соntіnuоuѕ improvement іn еnеrgу реrfоrmаnсе. Thе mеthоdѕ used include thе соllесtіоn оf рrіmаrу аnd ѕесоndаrу dаtа, the саlсulаtіоn оf tоtаl buіldіng Enеrgу Cоnѕumрtіоn Intensity (ECI), рrоduсtіоn аrеа ECI, аnd Sресіfіс Enеrgу Cоnѕumрtіоn (SEC). Thе rеѕultѕ ѕhоw thаt thе ECI value іnсrеаѕеd frоm 28.286 kWh/m² іn 2023 tо 43.495 kWh/m² іn 2024 and 48.525 kWh/m² іn 2025. The SEC vаluе іn 2023 wаѕ 179.791 kWh реr mіllіоn сіgаrеttеѕ аnd dесrеаѕеd tо 161.293 kWh реr mіllіоn сіgаrеttеѕ in 2024, indicating improved efficiency; hоwеvеr, іt increased significantly tо 246.020 kWh реr mіllіоn сіgаrеttеѕ іn 2025. Based on thіѕ analysis, SEC was еѕtаblіѕhеd аѕ thе mаіn еnеrgу performance indicator, with the 2024 value оf 161.069 kWh реr unit оf рrоduсt ѕеt аѕ thе еnеrgу baseline, and thе іmрlеmеntаtіоn оf a PDCA-based energy mаnаgеmеnt ѕуѕtеm іѕ rесоmmеndеd tо achieve ѕuѕtаіnаblе еnеrgу еffісіеnсу іmрrоvеmеnt аt PT. Sinar Grаgе Jауа Cіrеbоn. | |
| 48016 | 51413 | D1B023004 | COMPARISON OF PRODUCTIVITY OF LIMOUSIN CATTLE AND SIMMENTAL CATTLE SLAUGHTERED AT BUMI PETERNAKAN WAHYU UTAMA, TUBAN, EAST JAVA | Penelitian bertujuan untuk membandingkan produktivitas antara sapi Limousin dan Simmental sebagai indikator efisiensi produksi daging. Penelitian dilaksanakan di Bumi Peternakan Wahyu Utama, Desa Sukolilo, Kecamatan Bulu, Kabupaten Tuban. Materi yang digunakan sapi Limousin 43 ekor dan sapi Simmental 43 ekor. Metode penelitian yang digunakan adalah survei data di lapangan. Data diperoleh dari pencatatan bobot hidup sebelum pemotongan dan bobot karkas setelah pemotongan. Analisis data yang dilakukan menggunakan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi (p > 0,05) menunjukkan bahwa semua variabel berbeda tidak nyata, menunjukkan produktivitas sapi Limousin dan Simmental relatif sama. | The study aimed to compare the productivity of Limousin and Simmental cattle as indicators of meat production efficiency. The study was conducted at Bumi Peternakan Wahyu Utama, Sukolilo Village, Bulu Subdistrict, Tuban Regency. The materials used were 43 Limousin cattle and 43 Simmental cattle. The research method used was a field data survey. Data were obtained from recording live weight before slaughter and carcass weight after slaughter. Data analysis was performed using the T-test. The results showed that the significance value (p > 0.05) indicated that all variables were not significantly different, suggesting that the productivity of Limousin and Simmental cattle was relatively the same. | |
| 48017 | 51415 | K1A021023 | KAJIAN TERMODINAMIKA ADSORPSI METILEN BIRU MENGGUNAKAN KITOSAN TERMODIFIKASI MAGNETIT DAN SiO2 DARI ABU LAYANG | Proses produksi tekstil menghasilkan banyak limbah salah satunya adalah limbah zat warna metilen biru, yang merupakan senyawa organik yang sukar terurai, dan toksik. Berbagai metode digunakan untuk mengolah limbah mengandung zat warna, adsorpsi adalah salah satu metode yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, kinetika, dan termodinamika adsorpsi metilen biru (MB) oleh Fe₃O₄@SiO₂-CS. Sintesis Fe₃O₄@SiO₂–CS berhasil dilakukan dengan persen rendemen 33,11% dengan sampel berupa padatan yang berwarna hitam. Karakterisasi material dilakukan menggunakan FTIR, XRD, SEM-EDX, TEM, BET, dan VSM. Hasil FTIR menunjukkan adanya gugus –OH, –NH, Si–O–Si, dan Fe–O yang menandakan keberhasilan sintesis. Analisis XRD memperlihatkan puncak difraksi khas magnetit silika dengan struktur kubik, sedangkan SEM–EDX menunjukkan morfologi partikel tidak beraturan dengan distribusi unsur Fe, Si, O, dan C yang merata. Hasil TEM memperlihatkan partikel berbentuk bulat dengan struktur core–shell dan ukuran rata-rata sekitar 39 nm. Analisis BET menunjukkan penurunan luas permukaan spesifik setelah modifikasi kitosan, sedangkan VSM mengonfirmasi sifat superparamagnetik. Kinetika adsorpsi mengikuti PSO dengan nilai energi aktivasi 27,06 kJ/mol dengan isoterm Freundlich. Analisis termodinamika menunjukkan bahwa proses adsorpsi bersifat spontan dan endotermik, dengan peningkatan suhu menyebabkan kenaikan kapasitas adsorpsi. Nilai energi bebas Gibbs (ΔG°) bernilai negatif, sedangkan entalpi (ΔH°) dan entropi (ΔS°) bernilai positif, yang menandakan bahwa proses adsorpsi terjadi secara fisik. Uji Reusability dilakukan 4 kali pengulangan dengan rentang persen 92-60%. | The textile production process generates a lot of waste, one of which is methylene blue dye waste, which is an organic compound that is difficult to decompose and toxic. Various methods are used to treat dye-containing waste, and adsorption is one of the methods used. This study aims to determine the characteristics, kinetics, and thermodynamics of methylene blue (MB) adsorption by Fe₃O₄@SiO₂–CS. The synthesis of Fe₃O₄@SiO₂–CS was successfully carried out with a yield of 33.11% with a black solid sample. Material characterization was performed using FTIR, XRD, SEM-EDX, TEM, BET, and VSM. The FTIR results showed the presence of –OH, –NH, Si–O–Si, and Fe–O groups, indicating successful synthesis. XRD analysis showed characteristic diffraction peaks of silica magnetite with a cubic structure, while SEM–EDX showed irregular particle morphology with an even distribution of Fe, Si, O, and C elements. TEM results showed spherical particles with a core–shell structure and an average size of approximately 39 nm. BET analysis showed a decrease in specific surface area after chitosan modification, while VSM confirmed superparamagnetic properties. Adsorption kinetics followed PSO with an activation energy value of 27,06 kJ/mol with Freundlich isotherm. Thermodynamic analysis showed that the adsorption process was spontaneous and endothermic, with an increase in temperature causing an increase in adsorption capacity. The Gibbs free energy (ΔG°) value was negative, while the enthalpy (ΔH°) and entropy (ΔS°) values were positive, indicating that the adsorption process occurred physically. The reusability test was performed 4 times with a range of 92-60%. | |
| 48018 | 51416 | K1A021051 | SINTESIS DAN KARAKTERISASI BODY ARMOR (KOMPOSIT RESIN EPOKSI/GO) PENGUAT SERAT ALAM DAN KERAMIK Al2O3 DENGAN PENAMBAHAN Cr2O3 DARI LIMBAH Cr(VI) | Kinerja logam dalam menahan serangan proyektil sangat efektif, tetapi logam memiliki kepadatan yang sangat tinggi sehingga membatasi fleksibilitas dan manuver para pasukan tempur. Perlindungan dan mobilitas merupakan kunci utama dari sebuah armor. Tingkat perlindungan dari sebuah armor ditentukan dengan bagaimana suatu energi kinetik dari sebuah peluru dapat diserap oleh armor. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan sintesis dan karakterisasi hard armor level III yang terdiri atas lapisan depan keramik Al₂O₃ yang ditambahkan Cr₂O₃ hasil reduksi, pengendapan, dan kalsinasi limbah Cr(VI), serta lapisan belakang berupa komposit resin epoksi yang diperkuat graphene oxide (GO) dan serat alam. Limbah elektroplating yang mengandung Cr(VI) direduksi menggunakan agen pereduksi hingga membentuk endapan Cr(OH)₃, kemudian dikalsinasi menjadi Cr₂O₃. Hasil karakterisasi X-Ray Diffraction (XRD) menunjukkan bahwa Cr₂O₃ yang terbentuk memiliki fase eskolaite dengan ukuran kristalit pada kisaran 8,6 –15,48 nm. Bahan keramik Al₂O₃ + Cr₂O₃ berhasil disintesis melalui proses ball milling, pengeringan, penambahan binder PVA, dan sintering bertahap hingga 1300 °C sehingga diperoleh spesimen dengan struktur padat dan homogen. Pada sisi komposit, penambahan GO menghasilkan dispersi yang baik dan memperbaiki impregnasi resin terhadap serat, sehingga laminasi komposit menjadi lebih kuat dan minim cacat. Uji balistik dilakukan menggunakan proyektil 5.56×45 mm pada jarak 15 m sesuai standar NIJ level III. Pengujian balistik menggunakan proyektil 5.56 × 45 mm tidak sepenuhnya sesuai standar NIJ karena beberapa kendala teknis, termasuk kerusakan backing clay dan tembakan yang mengenai area tepi spesimen. Akibatnya, terjadi edge impact yang menyebabkan penetrasi dan tidak menggambarkan performa balistik sebenarnya. Analisis SEM–EDS pada area tumbukan memperlihatkan perubahan morfologi material dan ketidakhadiran sinyal Cr pada keramik akibat distribusi Cr yang sangat kecil atau tertutup lapisan karbon. | Metals exhibit excellent performance in resisting projectile impacts; however, their high density significantly limits the flexibility and maneuverability of combat personnel. Protection and mobility are essential aspects of armor systems, and the level of protection is determined by how effectively the armor absorbs the kinetic energy of incoming projectiles. This research aims to synthesize and characterize a level III hard armor system consisting of a front layer of Al₂O₃ ceramic doped with Cr₂O₃ derived from the reduction, precipitation, and calcination of Cr(VI) electroplating waste, and a back layer composed of an epoxy resin composite reinforced with graphene oxide (GO) and natural fiber. The Cr(VI) waste was reduced using a chemical reducing agent to form Cr(OH)₃, which was then calcined into Cr₂O₃. X-ray Diffraction (XRD) analysis confirmed the formation of eskolaite-phase Cr₂O₃ with an average crystallite size of 8,6 –15,48 nm. The Al₂O₃ + Cr₂O₃ ceramic was successfully synthesized through ball milling, drying, PVA binder addition, and multi-stage sintering up to 1300 °C, producing dense and homogeneous specimens. In the composite layer, the addition of GO improved dispersion and enhanced resin impregnation into the fibers, resulting in stronger and low-void laminates. Ballistic testing using 5.56 × 45 mm projectiles at 15 m, based on NIJ level III requirements, could not be fully executed according to the standard due to technical issues, including backing clay damage and off-center shots. These issues led to edge impacts, causing penetration that did not represent the true ballistic performance of the armor. SEM–EDS analysis of the impact region showed morphological changes and the absence of Cr signals in the ceramic, likely due to the low concentration or carbon coating during sample preparation. | |
| 48019 | 51417 | I2B024034 | PENGARUH INOVASI DIGITAL MOPINDO DALAM SIMRS TERHADAP KEPATUHAN PERAWAT DALAM DOKUMENTASI PENGENDALIAN INFEKSI DI KAMAR BEDAH | ABSTRAK PENGARUH INOVASI DIGITAL MOPINDO DALAM SIMRS TERHADAP KEPATUHAN PERAWAT DALAM DOKUMENTASI PENGENDALIAN INFEKSI DI KAMAR BEDAH Nurhadi1, Endang Triyanto2 , Desiyani Nani2 Latar Belakang: Infeksi Daerah Operasi (IDO) merupakan masalah keselamatan pasien yang memerlukan pengendalian infeksi dan dokumentasi yang akurat di kamar bedah. Perawat berperan penting dalam pelaksanaan dan pendokumentasian pencegahan dan pengendalian Infeksi (PPI); namun kepatuhan dokumentasi masih rendah akibat sistem manual, beban kerja tinggi, dan keterbatasan integrasi data. Inovasi digital Mopindo yang terintegrasi dalam SIMRS dikembangkan untuk menstandarkan dokumentasi pengendalian infeksi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh Mopindo terintegrasi SIMRS terhadap kepatuhan dokumentasi pengendalian infeksi perawat di kamar bedah. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) yang dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama mengadaptasi model ADDIE untuk pengembangan aplikasi Mopindo yang divalidasi oleh ahli dan diuji akseptabilitas pengguna. Tahap kedua menggunakan desain pra-eksperimental one-group pretest–posttest dengan melibatkan 17 perawat kamar bedah. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed-Rank. Hasil: Instrumen yang dikembangkan memiliki validitas dan reliabilitas yang baik serta dinyatakan layak berdasarkan uji akseptabilitas. Seluruh item memiliki nilai koefisien korelasi di atas r tabel dan nilai Cronbach’s alpha lebih dari 0,60. Terdapat peningkatan signifikan kepatuhan perawat dalam dokumentasi pengendalian infeksi setelah penerapan Mopindo terintegrasi SIMRS. Kesimpulan: Inovasi digital Mopindo efektif meningkatkan kepatuhan dokumentasi pengendalian infeksi di kamar bedah dan mendukung peningkatan keselamatan pasien serta mutu pelayanan keperawatan. Kata Kunci: Dokumentasi, Inovasi Mopindo, Kepatuhan Perawat, Kamar Bedah, Pengendalian Infeksi. | ABSTRACT “The Effect of Mopindo Digital Innovation in Hospital Management Information Systems on Nurses’ Compliance with Infection Control Documentation in the Operating Room.” Nurhadi1, Endang Triyanto2 , Desiyani Nani2 Background: Surgical Site Infection (SSI) is a patient safety issue that requires effective infection control and accurate documentation in the operating room. Nurses play a vital role in the implementation and documentation of Infection Prevention and Control (IPC); however, documentation compliance remains low due to manual systems, high workload, and limited data integration. The digital innovation Mopindo, integrated into the Hospital Management Information System (HMIS), was developed to standardize infection control documentation. This study aimed to determine the effect of Mopindo integrated with HMIS on nurses’ compliance with infection control documentation in the operating room. Method: This study employed a Research and Development (R&D) approach conducted in two stages. The first stage adapted the ADDIE model to develop the Mopindo application, which was validated by experts and tested for user acceptability. The second stage used a pre-experimental one-group pretest–posttest design involving 17 operating room nurses. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank statistical test. Results: This study employed a Research and Development (R&D) approach conducted in two stages. The first stage adapted the ADDIE model to develop the Mopindo digital application, which was validated by experts and tested for user acceptability. The second stage applied a pre-experimental one-group pretest–posttest design involving 17 operating room nurses. Data were analyzed using statistical tests, including the Wilcoxon Signed-Rank Test. Conclusion: The Mopindo digital innovation effectively improves nurses’ compliance with infection control documentation in the operating room and contributes to enhanced patient safety and the quality of nursing care. Keywords: Documentation, Mopindo Innovation, Nurse Compliance, Operating Room, Infection Control | |
| 48020 | 51418 | D1A021184 | Pengaruh Bangsa Sapi Lokal yang Diberi Pakan Jerami Padi dan Konsentrat Terhadap Average Daily Gain (ADG) dan Feed Conversion Ratio (FCR) | Sapi lokal merupakan sumber daya genetik vital dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sehingga studi komparatif mengenai performa produksinya sangat esensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan bangsa sapi lokal terhadap Average Daily Gain (ADG) dan Feed Conversion Ratio (FCR) yang dipelihara dengan pakan basal jerami padi dan konsentrat. Materi penelitian yang digunakan adalah empat bangsa sapi lokal yang terdiri dari Sapi Bali Flores, Sapi Madura Flores, Sapi Peranakan Ongole (PO), dan Sapi Madura. Pakan yang diberikan berupa jerami padi dan konsentrat. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental. Peubah yang diamati meliputi Average Daily Gain (ADG) dan Feed Conversion Ratio (FCR). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Duncan apabila terdapat pengaruh yang nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan bangsa sapi memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap bobot badan awal dan bobot badan akhir, serta memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap Feed Conversion Ratio (FCR). Perlakuan perbedaan bangsa sapi memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap Average Daily Gain (ADG). Rataan bobot badan awal tertinggi dicapai oleh Sapi Bali Flores (285,50 kg) dan terendah pada Sapi Madura (153,75 kg). Meskipun terdapat perbedaan ukuran tubuh, rataan ADG relatif seragam berkisar antara 0,51 – 0,72 kg/ekor/hari. Nilai FCR terbaik (paling efisien) dicapai oleh Sapi Madura dengan angka 7,44, sedangkan Sapi Bali Flores, Madura Flores, dan PO memiliki nilai FCR yang lebih tinggi (9,32 – 9,72). Kesimpulan dari penelitian ini adalah Sapi Madura memiliki tingkat efisiensi pakan yang paling baik dibandingkan bangsa sapi lainnya ketika dipelihara dengan pakan berbasis jerami padi, karena memiliki kebutuhan hidup pokok yang lebih rendah. | Local cattle represent vital genetic resources for supporting national food security, making comparative studies on their production performance essential. This research aimed to determine the effect of different local cattle breeds on Average Daily Gain (ADG) and Feed Conversion Ratio (FCR) reared on a basal diet of rice straw and concentrate. The research materials consisted of four local cattle breeds: Bali Flores cattle, Madura Flores cattle, Ongole Crossbred (PO) cattle, and Madura cattle. The feed provided consisted of rice straw and concentrate. The research employed an experimental method. The observed variables included Average Daily Gain (ADG) and Feed Conversion Ratio (FCR). The obtained data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA), followed by Duncan’s Multiple Range Test where significant effects were detected. The results showed that different cattle breeds had a highly significant effect (P<0.01) on initial and final body weight, and a non-significant effect (P>0.05) on Feed Conversion Ratio (FCR). However, the different cattle breeds had a non-significant effect (P>0.05) on Average Daily Gain (ADG). The highest average initial body weight was achieved by Bali Flores cattle (285.50 kg), while the lowest was observed in Madura cattle (153.75 kg). Despite differences in body size, the average ADG was relatively uniform, ranging from 0.51 to 0.72 kg/head/day. The best (most efficient) FCR value was achieved by Madura cattle at 7.44, whereas Bali Flores, Madura Flores, and PO cattle recorded higher FCR values (9.32 – 9.72). The conclusion of this research is that Madura cattle have the best feed efficiency compared to other breeds when reared on a rice straw-based diet, due to their lower maintenance requirements. |