Artikelilmiahs
Menampilkan 47.981-48.000 dari 48.725 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 47981 | 51347 | G1B022005 | EFEKTIVITAS PATCH MUKOADHESIF EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Fusobacterium nucleatum | Latar belakang. Infeksi pasca pencabutan gigi dapat menghambat penyembuhan luka dan melibatkan bakteri anaerob seperti Fusobacterium nucleatum. Antibiotik konvensional masih menjadi terapi utama, namun berpotensi menimbulkan efek samping dan resistensi bakteri, sehingga diperlukan alternatif terapi lokal berbasis bahan alam yang aman dan efektif. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri patch mukoadhesif ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea) terhadap Fusobacterium nucleatum melalui pendekatan in silico dan uji in vitro. Metode. Ekstrak bunga telang konsentrasi 15% diformulasikan ke dalam sediaan patch mukoadhesif dan dilakukan evaluasi karakteristik fisik. Aktivitas antibakteri diuji secara in vitro menggunakan metode difusi agar. Analisis in silico meliputi prediksi aktivitas antibakteri (PASS Online), profil farmakokinetik (ADME), dan toksisitas (ProTox-3.0). Hasil. Uji in vitro menunjukkan bahwa patch mukoadhesif ekstrak bunga telang memiliki aktivitas antibakteri terhadap Fusobacterium nucleatum dengan diameter zona hambat sebesar 11,87 ± 1,61 mm serta menunjukkan perbedaan bermakna dibandingkan kontrol positif dan negatif (p=0,037). Analisis in silico menunjukkan dua senyawa aktif memiliki nilai Prediction of Activity (Pa) kategori kuat, delapan senyawa kategori sedang, dan tiga senyawa kategori rendah, dengan nilai Pa secara keseluruhan lebih tinggi dibandingkan Prediction of inactivity (Pi), yang mengindikasikan potensi aktivitas antibakteri. Mayoritas senyawa memenuhi kriteria aturan Lipinski serta menunjukkan karakteristik permeabilitas dan kelarutan yang memadai, sehingga berpotensi digunakan sebagai sediaan lokal pada mukosa rongga mulut. Uji toksisitas menunjukkan bahwa senyawa bunga telang cenderung memiliki toksisitas rendah dengan rentang kelas 4 hingga 6. Simpulan. Patch mukoadhesif ekstrak bunga telang berpotensi dikembangkan sebagai alternatif terapi antibakteri lokal untuk mencegah infeksi pasca pencabutan gigi. | Background. Post-extraction infection can impair wound healing and involves anaerobic bacteria such as Fusobacterium nucleatum. Conventional antibiotics remain the main therapy but may cause adverse effects and bacterial resistance, highlighting the need for safe and effective natural-based local therapies. Objective. This study aimed to evaluate the antibacterial activity of a mucoadhesive patch containing butterfly pea flower (Clitoria ternatea) extract against Fusobacterium nucleatum using in silico and in vitro approaches. Methods. Butterfly pea flower extract (15%) was formulated into a mucoadhesive patch and evaluated for physical characteristics. Antibacterial activity was assessed in vitro using the agar diffusion method. In silico analysis included antibacterial activity prediction (PASS Online), pharmacokinetic profiling (ADME), and toxicity assessment (ProTox-3.0). Results. The in vitro assay showed that the mucoadhesive patch exhibited antibacterial activity against Fusobacterium nucleatum, with a mean inhibition zone of 11.87 ± 1.61 mm and a significant difference compared with positive and negative controls (p = 0.037). In silico analysis identified two compounds with strong Prediction of Activity (Pa), eight with moderate activity, and three with low activity, with overall Pa values exceeding Prediction of Inactivity (Pi). Most compounds met Lipinski’s rule and showed adequate permeability and solubility, indicating suitability for local oral mucosal application. Toxicity analysis indicated low toxicity, ranging from class 4 to 6. Conclusion. The mucoadhesive patch containing butterfly pea flower extract has potential as an alternative local antibacterial therapy for preventing post-extraction infections. | |
| 47982 | 51376 | I1B022076 | Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Pertolongan Pertama Trauma Muskulokleletal pada Anggota UKM Bela Diri Unsoed | Latar Belakang: Trauma muskuloskeletal merupakan risiko cedera yang tinggi pada cabang olahraga bela diri akibat kontak fisik intens. Efektivitas pertolongan pertama sangat dipengaruhi oleh ketepatan tindakan penolong yang didasari oleh pengetahuan dan sikap, guna mencegah kondisi korban memburuk. Namun, studi pendahuluan mengindikasikan masih terdapat kesenjangan antara tingkat pengetahuan dan sikap dalam pelaksanaan pertolongan pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap pertolongan pertama trauma muskuloskeletal pada anggota UKM Bela Diri Unsoed. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain korelasional cross-sectional ini melibatkan 90 mahasiswa anggota UKM Bela Diri Universitas Jenderal Soedirman yang dipilih dengan teknik convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap pertolongan pertama yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik (80%) dan sikap kategori positif (98,9%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap pertolongan pertama (p-value = 0,017). Hubungan bersifat positif dengan kekuatan korelasi lemah (Spearman rho = 0,252), yang berarti semakin baik pengetahuan responden, semakin positif sikap yang dimiliki. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap pertolongan pertama trauma muskuloskeletal pada anggota UKM Bela Diri. Temuan ini mengonfirmasi bahwa pengetahuan menjadi fondasi penting dalam membentuk kesiapan mental dan sikap positif dalam penanganan cedera olahraga. | Background: Musculoskeletal trauma is a high risk of injury in martial arts due to intense physical contact. The effectiveness of first aid is greatly influenced by the accuracy of the rescuer's actions, which are based on knowledge and attitude, in order to prevent the victim's condition from worsening. However, preliminary studies indicate that there is still a gap between the level of knowledge and attitude in the implementation of first aid. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes toward first aid for musculoskeletal trauma among members of the Unsoed Martial Arts Club. Methods: This quantitative study with a cross-sectional correlational design involved 90 students who are members of the Martial Arts Student Activity Unit at Jenderal Soedirman University, selected using the convenience sampling technique. Data were collected using valid and reliable questionnaires on first aid knowledge and attitude. Data analysis was performed using the Spearman Rank correlation test. Results: The majority of respondents had a good level of knowledge (80%) and a positive attitude (98.9%). Statistical test results showed a significant relationship between knowledge and attitude towards first aid (p-value = 0.017). The relationship was positive with a weak correlation strength (Spearman's rho = 0.252), indicating that better knowledge correlates with a more positive attitude. Conclusion: There was a significant relationship between knowledge and attitudes regarding first aid for musculoskeletal trauma among members of the Martial Arts Student Activity Unit. These findings confirm that knowledge serves as a crucial foundation in shaping mental preparedness and a positive attitude in sports injury management. | |
| 47983 | 51374 | I1J022029 | A Descriptive Study of Time Management during Clinical Practice among Students of the Professional Nursing Program at Universitas Jenderal Soedirman | Latar Belakang: Manajemen waktu merupakan keterampilan penting bagi mahasiswa profesi keperawatan untuk menyeimbangkan tuntutan akademik dan klinik selama praktik klinik. Manajemen waktu yang tidak efektif dapat menyebabkan tekanan psikologis, stres, serta penurunan kinerja klinik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keterampilan manajemen waktu mahasiswa profesi keperawatan di Universitas Jenderal Soedirman selama praktik klinik. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling. Sebanyak 93 responden berpartisipasi dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 6–20 November 2025 menggunakan Nursing Time Management Scale (NTMS) dengan skala Likert 1–5. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Sebagian besar mahasiswa menunjukkan keterampilan manajemen waktu pada kategori sedang (68,89%). Kategori sedang juga mendominasi pada aspek perencanaan dan penetapan tujuan (67,70%), koordinasi aktivitas (55,90%), serta pengorganisasian tugas keperawatan (71,00%). Berdasarkan karakteristik responden, baik mahasiswa laki-laki maupun perempuan sebagian besar berada pada kategori sedang. Namun, berdasarkan karakteristik semester, mahasiswa semester dua cenderung memiliki keterampilan manajemen waktu yang lebih baik dibandingkan mahasiswa semester satu, yang menunjukkan adanya peningkatan seiring bertambahnya tingkat semester. Kesimpulan: Mahasiswa profesi keperawatan di Universitas Jenderal Soedirman secara umum memiliki keterampilan manajemen waktu yang baik selama praktik klinik, meskipun penerapannya belum optimal. Peningkatan masih diperlukan terutama dalam perencanaan, koordinasi kegiatan klinik, serta pendokumentasian asuhan keperawatan secara efektif. | Background: Time management is an essential skill for professional nursing students to balance academic and clinical demands during clinical placement. Ineffective time management may lead to psychological pressure, stress, and decreased clinical performance. This study aimed to describe the time management skills of professional nursing students at Universitas Jenderal Soedirman during clinical practice. Methodology: This research employed a quantitative descriptive design with a total sampling technique. A total of 93 respondents participated in the study. Data were collected from November 6 to November 20, 2025, using the Nursing Time Management Scale (NTMS) with a 1–5 Likert scale. Data were analyzed using univariate analysis and presented in frequency and percentage distributions Result: Most students demonstrated moderate time management skills (68.89%). Moderate performance was dominant across planning and goal setting (67.70%), coordination of activities (55.90%), and organization of nursing tasks (71.00%). Time management based on respondent characteristics showed that both male and female students were predominantly in the moderate category. However, by semester characteristics, second semester students tended to demonstrate better time management skills than first semester students, indicating improvement with increasing semester level. Conclusion: Professional nursing students at Universitas Jenderal Soedirman showed generally adequate time management skills during clinical practice, although implementation was not yet optimal. Improvements are still needed especially in planning, coordinating clinical activities, and documenting nursing care effectively. | |
| 47984 | 51378 | C1C022017 | Pengaruh Modified Value Added Intellectual Coefficient (MVAIC) terhadap Nilai Perusahaan dengan Earnings Per Share (EPS) sebagai Variabel Mediasi pada Perusahaan Perbankan di Indonesia | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Modified Value Added Intellectual Coefficient (MVAIC) terhadap nilai perusahaan yang diproksikan dengan Price to Book Value (PBV), dengan Earnings Per Share (EPS) sebagai variabel mediasi pada perusahaan subsektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode pascapandemi COVID-19 tahun 2022–2024. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya peran aset tidak berwujud, khususnya modal intelektual, dalam menciptakan keunggulan kompetitif dan nilai perusahaan pada industri perbankan yang berbasis pengetahuan dan regulasi ketat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Populasi penelitian mencakup seluruh perusahaan subsektor perbankan yang terdaftar di BEI, dengan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 70 observasi akhir setelah proses data cleaning dan eliminasi outlier. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan auditan, laporan tahunan, dan data harga saham. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MVAIC tidak berpengaruh langsung terhadap nilai perusahaan. Namun demikian, MVAIC berpengaruh positif terhadap EPS, dan EPS berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Hasil pengujian pengaruh tidak langsung membuktikan bahwa EPS mampu memediasi secara penuh hubungan antara MVAIC dan nilai perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa modal intelektual akan diapresiasi oleh pasar apabila berhasil dikonversi menjadi kinerja keuangan yang terukur. Penelitian ini memperkuat integrasi Resource-Based View dan Signaling Theory dalam menjelaskan mekanisme penciptaan nilai perusahaan perbankan. | This study aims to analyze the effect of the Modified Value Added Intellectual Coefficient (MVAIC) on firm value, proxied by Price to Book Value (PBV), with Earnings Per Share (EPS) as a mediating variable in banking sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the post-COVID-19 period of 2022–2024. This study is motivated by the increasing importance of intangible assets, particularly intellectual capital, in creating competitive advantage and firm value within the knowledge-based and highly regulated banking industry. This research employs a quantitative approach with an explanatory research design. The population consists of all banking companies listed on the IDX, and purposive sampling is applied to obtain 70 final observations after data cleaning and outlier elimination. Secondary data are collected from audited financial statements, annual reports, and stock price data published by the companies and the Indonesia Stock Exchange. Data analysis is conducted using the Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method with the assistance of SmartPLS software. The results indicate that MVAIC does not have a direct effect on firm value. However, MVAIC has a positive effect on EPS, and EPS positively influences firm value. Furthermore, the indirect effect analysis confirms that EPS fully mediates the relationship between MVAIC and firm value. These findings suggest that intellectual capital is valued by the market only when it is successfully translated into measurable and sustainable financial performance. This study supports the integration of Resource-Based View and Signaling Theory in explaining the value creation mechanism in the banking sector during the post-pandemic period. | |
| 47985 | 51379 | G1B022011 | HUBUNGAN SUDUT GONIAL DAN TINGGI RAMUS DENGAN JARAK ANTARA UJUNG AKAR DAN KANALIS MANDIBULA PADA IMPAKSI MESIOANGULAR MOLAR KETIGA BAWAH (Studi Pada Radiografi Panoramik di RSGMP UNSOED) | Latar belakang. Impaksi molar ketiga terutama impaksi mesioangular memiliki prevalensi tinggi di Indonesia dan umumnya membutuhkan tindakan pembedahan yang berisiko mencederai saraf alveolaris inferior. Risiko cedera saraf ini dipengaruhi oleh kedekatan ujung akar gigi dengan kanalis mandibula. Evaluasi hubungan anatomis tersebut menjadi krusial dalam perencanaan bedah, khususnya melalui radiografi panoramik yang memungkinkan penilaian morfologi mandibula. Faktor morfologi mandibula khususnya variasi sudut gonial dan tinggi ramus, diketahui memengaruhi ketersediaan ruang retromolar dan kedalaman impaksi, namun hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan perbedaan antar populasi. Tujuan. Mengetahui hubungan antara sudut gonial dan tinggi ramus dengan jarak antara ujung akar gigi dan kanalis mandibula pada molar ketiga impaksi mesioangular. Metode. Penelitian ini bersifat kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional pada gambaran radiograf panoramik di RSGMP UNSOED tahun 2024-2025. Pengambilan data dilakukan melalui metode purposive sampling dengan total 167 sampel unit gigi. Pengukuran sudut gonial, tinggi ramus, dan jarak antara ujung akar ke kanalis dilakukan menggunakan software ImageJ yang dikalibrasi oleh Cliniview. Hasil. Pengukuran dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil uji didapatkan bahwa sudut gonial (r = 0,032; p = 0,681) dan tinggi ramus (r = 0,149; p = 0,055) tidak memiliki hubungan dengan jarak antara ujung akar dan kanalis mandibula (p<0,05). Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan antara sudut gonial dan tinggi ramus dengan jarak antara ujung akar dan kanalis mandibula pada impaksi mesioangular molar ketiga bawah di RSGMP UNSOED. | Background. Third molar impaction, especially mesioangular impaction, has a high prevalence in Indonesia and generally requires surgical intervention that risks damaging the inferior alveolar nerve. The risk of nerve damage is influenced by the proximity of the tooth root tip to the mandibular canal. Evaluation of this anatomical relationship is crucial in surgical planning, particularly through panoramic radiography, which allows assessment of mandibular morphology. Mandibular morphological factors, especially variations in gonial angle and ramus height, are known to affect retromolar space availability and impaction depth, but previous studies have shown differences between populations. Purpose. To determine the relationship between the gonial angle and ramus height with the distance between the root tip and mandibular canal in mesioangular impacted third molars. Method. This study was a quantitative analytical observational study with a cross-sectional design using panoramic radiographs at RSGMP UNSOED in 2024-2025. Data collection was conducted using purposive sampling with a total of 167 tooth samples. The gonial angle, ramus height, and distance between the root tip and canal were measured using ImageJ software calibrated by Cliniview. Result. The measurements were analyzed using Spearman's correlation test. The test results showed that the gonial angle (r = -0.032; p = 0.681) and ramus height (r = 0.149; p = 0.055) were not related to the distance between the root tip and the mandibular canal (p<0.05). Conclusion. There was no relationship between the gonial angle and ramus height and the distance between the root tip and mandibular canal in mesioangular impaction of the lower third molar at RSGMP UNSOED. | |
| 47986 | 51380 | J1E019041 | A Content Analysis of Profil Pelajar Pancasila Values in Lead-In Materials on Kurikulum Merdeka-Based English Textbook for Tenth Grade Students Published by Erlangga | Aprilia, Ira Kurnia. 2025. “A Content Analysis of Profil Pelajar Pancasila Values in Lead-In Materials on Kurikulum Merdeka-Based English Textbook for Tenth Grade Students Published by Erlangga”. Skripsi. Pembimbing 1: Erna Wardani, S.Pd., M.Hum. Pembimbing II: Novita Pri Andini, S.Pd., M.Pd. Ketua Penguji Eksternal: Slamet Riyadi, S.S., M. Pd. Penguji Eksternal: Nisa Roiyasa, S.Pd., M.Ed., TESOL. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusal Pendidikan Bahasa, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai yang sesuai dengan dimensi profil pelajar Pancasila pada buku Bahasa inggris untuk kelas X berjudul “Pathway to English” yang diterbitkan oleh Erlangga. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kemerosotan moral yang terjadi pada siswa akibat dari adanya globalisasi dan pandemi COVID-19. Adanya visi untuk pembentukan siswa sesuai dengan nilai Pancasila yang termuat dalam Kemendikbudristek No. 22 Tahun 2020 menjadi alasan mengapa perlu adanya penelitian terkait dengan keterkandungan dimensi profil pelajar Pancasila dalam buku teks yang digunakan di sekolah. Dalam profil pelajar Pancasila ada enam dimensi yang harus dikuasai oleh siswa: a) Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia b) Berkebhinekaan Global c) Bergotong Royong d) Mandiri e) Bernalar Kritis f) Kreatif. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis konten, dimana peneliti fokus menganalisis kalimat yang ada pada salah satu sub-unit dalam buku teks “Pathway to English” yang berjudul “Lead-In”. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan sebanyak 55 kalimat atau frasa yang mengandung nilai profil pelajar Pancasila pada buku teks ini. Dari data yang ditemukan, dapat disimpulkan bahwa semua dimensi pada profil pelajar Pancasila ini dapat ditemukan pada teks utama untuk sub-unit “Lead-In”meskipun frekuensi kemunculan masing-masing dimensi pada setiap unit berbeda. Berdasarkan data hasil temuan, dimensi profil pelajar Pancasila yang paling dominan muncul adalah dimensi Bernalar Kritis dan dimensi yang frekuensi kemunculannya paling rendah adalah dimensi Bergotong royong dan Kreatif. | Aprilia, Ira Kurnia. 2025. “A Content Analysis of Profil Pelajar Pancasila Values in Lead-In Materials on Kurikulum Merdeka-Based English Textbook for Tenth Grade Students Published by Erlangga”. Thesis. Supervisor 1: Erna Wardani, S.Pd., M.Hum. Supervisor II: Novita Pri Andini, S.Pd., M.Pd. Chief External Examiner: Slamet Riyadi, S.S., M. Pd. External Examiner: Nisa Roiyasa, S.Pd., M.Ed., TESOL. Ministry of Higher Education, Science, and Technology, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, Department of Language Education, English Language Education Study Program, Purwokerto. This research aims to identify values aligned with the dimensions of the Pancasila Student Profile in the tenth-grade English textbook entitled “Pathway to English” published by Erlangga. This research is motivated by the moral decline observed among students as a result of globalization and the COVID-19 pandemic. The vision of shaping students in accordance with Pancasila values, as stated in the Regulation of the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology No. 22 of 2020, underlies the need for research on the inclusion of the Pancasila Student Profile dimensions in textbooks used in schools. The Pancasila Student Profile consists of six dimensions that students are expected to develop: (a) faith in God Almighty and noble character, (b) global diversity, (c) mutual cooperation, (d) independent, (e) critical reasoning, and (f) creative. The research method employed in this study is content analysis, in which the researcher focuses on analyzing sentences found in one sub-unit of the Pathway to English textbook entitled “LeadIn”. Based on the research findings, the researcher identified 55 sentences or phrases containing values of the Pancasila Student Profile in this textbook. From the data obtained, it can be concluded that all dimensions of the Pancasila Student Profile are present in the main text of the Lead-In sub-unit, although the frequency of each dimension varies across units. Furthermore, the findings indicate that the most dominant dimension is critical reasoning, while the dimensions with the lowest frequency of occurrence are mutual cooperation and creative. | |
| 47987 | 51399 | I1J022023 | SOCIAL INTERACTION WITH QUALITY OF LIFE IN ADOLESCENTS WITH TRANSFUSION DEPENDENT THALASSEMIA (TDT) | Latar Belakang: Remaja dengan talasemia sering mengalami keterbatasan fisik dan tantangan psikososial yang dapat mengurangi interaksi sosial mereka dan berdampak negatif pada kualitas hidup mereka, sehingga penting untuk meneliti hubungan antara interaksi sosial dan kualitas hidup remaja penyandang talasemia di RSUD Banyumas. Metode: Studi korelasi cross-sectional kuantitatif ini melibatkan 51 remaja dengan talasemia menggunakan teknik consequtive sampling, menggunakan RAND Social Health Battery dan PedsQL 4.0 untuk pengumpulan data, serta Somers’ D untuk analisis bivariat. Hasil: Sebagian besar responden memiliki interaksi sosial yang baik (51%) namun memiliki kualitas hidup yang buruk (64.7%), terutama pada domain fungsi sekolah (84.3% kategori buruk). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan negatif tetapi tidak signifikan antara interaksi sosial dan kualitas hidup (d=-0.068; p=0.628). Kesimpulan: Sebagian besar remaja dengan talasemia memiliki interaksi sosial yang baik tetapi kualitas hidup yang buruk, khususnya dalam aspek fisik, emosional, dan sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara interaksi sosial dan kualitas hidup, sehingga upaya peningkatan kualitas hidup perlu difokuskan tidak hanya dengan dukungan sosial tetapi juga pada aspek fisik, emosional, dan fungsi sekolah. | Background: Adolescents with thalassemia often experience physical limitations and psychosocial challenges that can reduce their social interactions and negatively impact their quality of life. Therefore, it is important to examine the relationship between social interactions and quality of life among adolescents with thalassemia at Banyumas Regional General Hospital. Methods: This quantitative cross-sectional correlation study involved 51 adolescents with thalassemia using consecutive sampling techniques, using the RAND Social Health Battery and PedsQL 4.0 for data collection, and Somers' D for bivariate analysis. Results: Most respondents had high social interactions (51%) but poor quality of life (64.7%), especially in the school function domain (84.3% in the poor category). The bivariate analysis showed a negative but no significant correlation between social interaction and quality of life (d=-0.068; p=0.628). Conclusion: Most adolescents with thalassemia had high social interactions but poor quality of life, particularly in the physical, emotional, and school aspects. This study concluded that there was no significant relationship between social interaction and quality of life, so efforts to improve quality of life need to focus not only on social support but also on physical, emotional, and school functioning aspects. | |
| 47988 | 51419 | D1A022126 | Pemberdayaan Kelompok Griya Tani Desa Sikapat melalui Pemanfaatan Limbah Kerabang Telur menjadi Pupuk Organik Cair | Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) merupakan program yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi melalui perguruan tinggi berbasis program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Unit Pengabdian Masyarakat, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman sebagai tim pelaksana PPK Ormawa mengimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan di Desa Sikapat. Potensi limbah kerabang telur berasal dari salah satu perusahaan unggas di Desa Sikapat yaitu sebanyak 7 ton/bulan yang diberikan kepada pihak ketiga untuk dikelola. Tercatat 100% limbah kerabang telur tersebut tidak dimanfaatkan secara optimal karena keseluruhan hanya dialokasikan ke kebun sekitar yang bisa memberi pengaruh buruk bila dilakukan dalam jangka waktu panjang. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk berkolaborasi dengan Kelompok Griya Tani Desa Sikapat dalam pemanfaatan limbah kerabang telur menjadi pupuk organik cair, dan meningkatkan pengetahuan anggota kemompok, serta meningkatkan pendapatan petani. Metode yang digunakan pada yaitu sosialisasi pelatihan pembuatan pupuk organik cair limbah kerabang telur dan demonstrasi secara langsung. Pembuatan pupuk organik cair menggunakan perlakuan yang berbeda, yaitu non kerabang (P2), kerabang murni (P3) kerabang dicuci (P4), dan kerabang direbus (P5) dengan variabel kontrol yaitu urin murni (P1). Materi yang digunakan dalam pembuatan pupuk organik cair limbah kerabang telur terdiri dari urin domba 20 liter, kerabang telur 1,2 kg (kerabang murni 400 gr, kerabang cuci 400 gr, kerabang rebus 400 gr), air cucian beras 1,6 liter, air kelapa 1,6 liter, bonggol pisang 320 gr, molases 320 ml, EM4 32 ml, dan air sumur 2,528 liter. Hasil pengabdian ini menunjukkan kualitas pupuk organik cair ditinjau dari kadar total dissolved solids (TDS), garam (salt), dan pH menggunakan TDS meter diperoleh hasil yang sangat tinggi serta pH yang baik, karena sesuai KepMentan Nomor 261/KPTS/SR.310/M/4/2019. Kualitas pupuk organik cair ditinjau dari kadar kalsium (Ca), dan magnesium (Mg) telah memenuhi SNI-19-7030-2004 dan Fe memenuhi KEPMENTAN 261/KPTS/SR.310/M/4/2019. Adanya peningkatan pengetahuan Kelompok Griya Tani tentang pupuk organik cair terlihat dari peningkatakan rata-rata dari pretest ke postest sebesar 17,07 dan N-gain 43% dalam kategori sedang. Berdasarkan kegiatan ini disimpulkan bahwa pupuk organik cair yang dihasilkan sudah sesuai SNI-19-7030-2004 dan KEPMENTAN 261/KPTS/SR.310/M/4/2019. Terdapat peningkatan pengetahuan Kelompok Griya Tani tentang pupuk organik cair sebesar 17,07 dan N-gain 43% (kategori sedang), serta memiiki minat yang tinggi untuk melakukan praktik pembuatan pupuk organik cair secara mandiri. | The Student Organization Capacity Building Program (PPK Ormawa) is a program organized by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology through the Directorate of Learning and Student Affairs, Directorate General of Higher Education, Research and Technology through universities based on community service and empowerment programs. Unit Pengabdian Masyarakat, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University as the implementing team for PPK Ormawa implemented it in the community service and empowerment program in Sikapat Village. The potential for eggshell waste comes from one of the poultry companies in Sikapat Village, namely 7 tons/month which is given to a third party to be managed. It was recorded that 100% of the eggshell waste was not utilized optimally because the entire amount was only allocated to surrounding gardens which could have a negative impact if done in the long term. The purpose of this community service activity was to collaborate with the Sikapat Village Farmers Group in utilizing eggshell waste into liquid organic fertilizer, and increase the knowledge of group members, and increase farmers' income. The method used was socialization of training in making liquid organic fertilizer from eggshell waste and direct demonstrations. The manufacture of liquid organic fertilizer uses different treatments, namely non-shell (P2), pure shell (P3) washed shell (P4), and boiled shell (P5) with the control variable being pure urine (P1). The materials used in the manufacture of liquid organic fertilizer from egg shell waste consist of 20 liters of sheep urine, 1.2 kg of egg shell (400 gr pure shell, 400 gr washed shell, 400 gr boiled shell), 1.6 liters of rice washing water, 1.6 liters of coconut water, 320 gr banana stem, 320 ml molasses, 32 ml EM4, and 2,528 liters of well water. The results of this community service show that the quality of liquid organic fertilizer is reviewed from the levels of total dissolved solids (TDS), salt, and pH using a TDS meter, very high results and good pH are obtained, because according to the Minister of Agriculture Decree Number 261 / KPTS / SR.310 / M / 4/2019. The quality of liquid organic fertilizer reviewed from calcium (Ca) and magnesium (Mg) content has met SNI-19-7030-2004 and Fe meets KEPMENTAN 261/KPTS/SR.310/M/4/2019. There is an increase in the knowledge of the Griya Tani Group about liquid organic fertilizers as seen from the average increase from pretest to posttest of 17.07 and N-gain of 43% in the moderate category. Based on this activity, it was concluded that the liquid organic fertilizer produced is in accordance with SNI-19-7030-2004 and KEPMENTAN 261/KPTS/SR.310/M/4/2019. There is an increase in the knowledge of the Griya Tani Group about liquid organic fertilizers by 17.07 and N-gain of 43% (moderate category), and has a high interest in practicing making liquid organic fertilizers independently. | |
| 47989 | 51424 | I1B022001 | Gambaran Pengetahuan Ayah Tentang Pemberian MPASI Bayi Usia 6-23 Bulan di Desa Gandatapa | Latar Belakang: MPASI berperan dalam pemenuhan gizi bayi sejak usia 6 bulan untuk mendukung tumbuh kembang optimal. Keberhasilan praktik pemberian MPASI memerlukan keterlibatan ayah sebagai pengambil keputusan dalam keluarga. Pengetahuan ayah yang memadai berperan dalam menentukan ketepatan MPASI. Namun, penelitian terkait pengetahuan ayah tentang pemberian MPASI di Indonesia masih terbatas dan studi pendahuluan menunjukkan banyak ayah yang belum memahami pemberian MPASI yang benar. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan ayah tentang pemberian MPASI pada bayi usia 6–23 bulan di Desa Gandatapa. Metodologi: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional melibatkan 125 ayah yang memiliki bayi usia 6-23 bulan di Desa Gandatapa dan menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis secara univariat dalam bentuk frekuensi dan persentase. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 34 tahun, tingkat pendidikan terakhir SD, bekerja sebagai buruh, dan berpenghasilan dibawah UMK. Tingkat pengetahuan ayah tentang pemberian MPASI menunjukkan bahwa mayoritas ayah berada pada kategori kurang sebanyak 79 responden (63,2%), kategori cukup sebanyak 40 responden (32%), dan kategori baik sebanyak 6 responden (4,8%). Kesimpulan: Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan rendah tentang pemberian MPASI karena tingkat pendidikan rendah, waktu yang terbatas, serta minimnya pengalaman dan paparan informasi. Ayah diharapkan meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan dalam pemberian MPASI dengan memanfaatkan informasi gizi yang mudah diakses dan menyesuaikan pilihan makanan dengan kemampuan keluarga. Kata Kunci: Ayah; bayi; MPASI; pengetahuan; usia_6-23_bulan | Background: Complementary feeding is essential for meeting the nutritional needs of infants aged 6–23 months and requires fathers’ involvement as key family decision-makers. This study describes fathers’ knowledge of complementary feeding in Gandatapa Village, Indonesia. Objective: his study aims to describe fathers’ knowledge regarding complementary feeding for infants aged 6–23 months in Gandatapa Village. Methods: Quantitative descriptive research with a cross-sectional approach involved 125 fathers of infants aged 6-23 months in Gandatapa Village using a total sampling technique. Data were analyzed using univariate methods and presented in frequencies and percentages. Result: Most respondents were 34 years old, had an elementary school education level, worked as laborers, and earned below the minimum wage. Fathers’ knowledge about complementary feeding was categorized as low among 79 respondents (63.2%), moderate among 40 respondents (32%), and good among 6 respondents (4.8%). Conclusion: The majority of respondents have a low level of knowledge about providing complementary foods due to low education levels, limited time, and minimal experience and exposure to information. Keywords: Age_6-23_months; baby; complementary feeding; father; knowledge | |
| 47990 | 42391 | L1B019016 | PENAPISAN BAKTERI AMILOLITIK DARI USUS IKAN NILA (Oreochromis niloticus) YANG DIBUDIDAYAKAN PADA KOLAM MINA PADI DESA PANEMBANGAN, KECAMATAN CILONGOK, BANYUMAS | Bakteri amilolitik pada saluran pencernaan ikan nila adalah bakteri yang memiliki kemampuan menghasilkan enzim amilase yang berfungsi memecah karbohidrat sehingga membantu proses pencernaan. Keberadaan Bakteri amilolitik dipengaruhi oleh pakan dan lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proporsi dan indeks aktivitas bakteri amilolitik pada usus ikan nila. Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan pengambilan sampel purposive sampling. Bakteri amilolitik diisolasi dari usus ikan nila pada mina padi blok A dan E. Bakteri yang berhasil diisolasi ditumbuhkan pada media starch agar 1% dengan waktu inkubasi selama 48 jam dan diamati pada interval 24 jam kemudian dilakukan beberapa uji karaktersitik seperti Gram KOH, katalase, dan oksidase. Berdasarkan hasil penelitian proporsi bakteri amilolitik pada usus ikan nila dari kedua blok berturut-turut diperoleh 10 isolat proporsi 44% dan 12 isolat dengan proporsi 48%. Rata-rata indeks aktivitas amilolitik didapatkan dari blok A adalah 0,96 ± 0,237 dan dari blok E sebesar 1,49 ± 0,501. Indeks aktivitas amilolitik terbesar diperoleh pada isolat KSA 19 dengan nilai 1,33 dari blok A, sedangkan dari blok E nilai indeks aktivitas amilolitk terbesar adalah 2,6 pada isolat KSE 5. | Amylolytic bacteria in the digestive tract of tilapia are bacteria that have the ability to produce amylase enzymes which function to break down carbohydrates to help the digestive process. The presence of amylolytic bacteria is influenced by feed and environment. The purpose of this study was to determine the proportion and activity index of amylolytic bacteria in the intestines of tilapia. This study used the observation method with purposive sampling. Amylolytic bacteria were isolated from tilapia in mina padi blocks A and E. The isolated bacteria were grown on 1% starch agar media with an incubation time of 48 hours and observed at 24 hour intervals and then carried out several character tests such as Gram KOH, catalase, and oxidase . Based on the results of the study on the proportion of amylolytic bacteria in the intestines of tilapia from the two blocks, 10 isolates with a proportion of 44% and 12 isolates with a proportion of 48% were obtained successively. The average amylolytic activity index obtained from block A was 0.96 ± 0.237 and from block E was 1.49 ± 0.501. The largest amylolytic activity index was obtained in isolate KSA 19 with a value of 1.33 from block A, while from block E the highest amylolytic activity index value was 2.6 in isolate KSE 5. | |
| 47991 | 51381 | E1A022102 | PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMEGANG HAK MEREK TERKENAL ‘DELI WAFFLE’ BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016: STUDI PUTUSAN NOMOR 22/PDT.SUS-MEREK/2025/PN NIAGA. JKT. PST. | Merek terkenal yaitu merek yang reputasinya sudah melampaui batas negara asal dan dikenal secara luas di berbagai negara. Di Indonesia, pelanggaran merek terkenal kerap terjadi pada peniruan atau pemalsuan merek untuk memperoleh keuntungan instan, hingga diperlukan perlindungan hukum yang tegas, termasuk bagi merek terkenal yang belum terdaftar apabila pendaftarannya dilakukan dengan iktikad tidak baik. Setiap pelanggaran terhadap hak atas merek menimbulkan konsekuensi hukum. Penelitian bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum bagi pemegang hak merek terkenal “Deli Waffle” dan akibat hukum di dalam putusan Mahkamah Agung Nomor 22/Pdt.Sus-Hki/Merek/2025/PN.Niaga.Jkt.Pst. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif pada pendekatan deskriptif-analitis dan menggunakan data sekunder yang diperoleh pada studi kepustakaan kemudian diolah dan dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif dalam bentuk teks naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengabulan gugatan pembatalan Merek “Deli Waffle” yang terdaftar atas nama Tergugat yaitu bentuk perlindungan hukum terhadap Merek terkenal “Deli Waffle” milik Penggugat sebagaimana diaturkan pada Pasal 21 ayat (1) huruf b dan Pasal 21 ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Akibat hukumnya adalah pembatalan dan pencoretan merek dari Daftar Umum Merek serta hilangnya hak eksklusif bagi pihak yang dibatalkan, sekaligus menegaskan kembali status merek “Deli Waffle” dan memulihkan hak serta nilai komersial, reputasi, dan goodwill merek terkenal milik Penggugat. | Well-known trademark is a trademark whose reputation has transcended the borders of its country of origin and is widely recognized in various countries. In Indonesia, infringements of well-known trademarks often occur in the form of imitation or counterfeiting of trademarks for instant profit, requiring strong legal protection, including for well-known trademarks that are not yet registered if the registration is made in bad faith. Any infringement of trademark rights has legal consequences. This study aims to analyze the legal protection for the holder of the famous trademark “Deli Waffle” and the legal consequences in the Supreme Court decision Number 22/Pdt.Sus-Hki/Merek/2025/PN.Niaga.Jkt.Pst. The research method used is a normative juridical method with a descriptive-analytical approach and uses secondary data obtained from literature studies, which is then processed and analyzed using a qualitative normative method in the form of narrative text. The results of the study show that the granting of the lawsuit to cancel the “Deli Waffle” trademark registered in the name of the Defendant is a form of legal protection for the well-known “Deli Waffle” trademark owned by the Plaintiff as stipulated in Article 21 paragraph (1) letter b and Article 21 paragraph (3) of Law Number 20 of 2016 concerning Trademarks and Geographical Indications. The legal consequences are the cancellation and removal of the trademark from the General Trademark Register and the loss of exclusive rights for the party whose trademark has been canceled, while reaffirming the status of the “Deli Waffle” trademark and restoring the rights and commercial value, reputation, and goodwill of the Plaintiff's well-known trademark. | |
| 47992 | 51382 | B1B019036 | SOME REPRODUCTIVE PARAMETERS OF SNAKEHEAD FISH (Channa striata, BLOCH 1793) CAPTURED FROM THE BODO RIVER, KEBUMEN REGENCY | Sungai Bodo, bagian dari Sungai Idjo, terletak di muara Kecamatan Ayah antara Kabupaten Kebumen dan Cilacap. Penelitian ini berfokus pada biologi reproduksi ikan gabus (Channa striata), yang bernilai ekonomis dan menghadapi penipisan stok akibat penangkapan berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur secara kuantitatif beberapa parameter reproduksi ikan gabus (C. striata) di Sungai Bodo, Kebumen, termasuk rasio kelamin, Tingkat Kematangan Gonad (TKG), Indeks Kematangan Gonad (IKG), fekunditas, ukuran telur, dan ukuran gonad pertama matang. Penelitian ini dilakukan melalui metode pengambilan sampel acak bertujuan dari bulan Mei hingga Juni 2024. Parameter pendukungnya adalah kualitas air termasuk suhu, kejernihan air, kedalaman, pH, dan oksigen terlarut. Data kuantitatif dianalisis secara statistik menggunakan uji Chi-kuadrat untuk rasio jenis kelamin, dan data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah analisis Chi-kuadrat, rasio jenis kelamin ikan gabus di Sungai Bodo seimbang. Data TKG menunjukkan bahwa bulan Mei dan Juni bukanlah periode pemijahan utama. Data IKG menunjukkan bahwa Mei dan Juni tidak siap untuk bertelur. Gonad matang pertama pada ikan betina muncul pada ukuran antara 20,2-21,3 cm. Tingkat kesuburan berkisar antara 1.280 hingga 14.022 telur. Diameter telur berkisar antara 0,92 hingga 1,12 mm. Parameter kualitas air meliputi suhu air (23-33°C), kedalaman (0,6-3,0 meter), kejernihan (50-89 cm), pH (7-8), dan oksigen terlarut (4,5-7,3 mg/L). Oleh karena itu, penangkapan ikan harus dilakukan untuk ikan yang lebih besar dari ukuran saat mereka pertama kali mencapai kematangan gonad. | The Bodo River, a part of the Idjo River, is located in the estuary of Ayah District between Kebumen and Cilacap Regencies. This study focuses on the reproductive biology of the economically valuable snakehead fish (Channa striata), which faces stock depletion due to overfishing. The purpose of this study is to measure quantitatively some parameters of the reproduction of snakehead fish (C. striata) in the Bodo River, Kebumen, including the sex ratio, Gonad Maturity Level (GML), Gonad Somatic Index (GSI), fecundity, egg size, and size of the first mature gonads. The research was conducted through a purposive random sampling method from May to June 2024. The supporting parameters were water quality including temperature, water clarity, depth, pH and dissolved oxygen. Quantitative data were statistically analysed using Chi-square test for sex ratios, and qualitative data were descriptively analysed. Result of the research indicated that after Chi-square analysis, the sex ratio of snakehead fish in the Bodo River is balanced. GML data suggested that May and June are not prime spawning periods. GSI data indicate that May and June not prepared to spawn. The first mature gonads in female fish appear at a size between 20.2-21.3 cm. Fecundity ranged from 1,280 to 14,022 eggs. Egg diameters range from 0.92 to 1.12 mm. Water quality parameters included water temperature (23-33°C), depth (0.6-3.0 meters), clarity (50-89 cm), pH (7-8), and dissolved oxygen (4.5-7.3 mg/L). Therefore, fishing must be done for fishes larger than the size at which they first gonad maturity. | |
| 47993 | 51401 | H1D022054 | IMPLEMENTASI CHATBOT KONSELING MULTI-AGENT DENGAN RETRIEVAL-AUGMENTED GENERATION (RAG) UNTUK DUKUNGAN KESEHATAN MENTAL PADA PLATFORM TELEGRAM | Penelitian ini mengembangkan sistem chatbot konseling multi-agent berbasis Retrieval-Augmented Generation (RAG) untuk mendukung kesehatan mental melalui platform Telegram. Sistem ini mengintegrasikan Agent Empathetic Listener yang memberikan respons empatik kontekstual, dan Agent Knowledge Retriever yang menyediakan informasi berbasis sumber buku Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Pengujian menggunakan metrik BertScore menghasilkan skor rata-rata 0.85, menandakan akurasi dan relevansi tinggi pada respons Agent RAG. User Acceptance Test (UAT) menunjukkan tingkat kepuasan pengguna mencapai rata-rata 4.36 dari skala 5, mengindikasikan penerimaan yang baik terhadap kegunaan dan keandalan sistem. Hasil wawancara dengan ahli mendukung validitas konten dan keandalan sistem dengan skor rata-rata 4.0, meskipun aspek kelayakan klinis masih memerlukan peningkatan. Sistem chatbot ini terbukti efektif dalam memberikan dukungan konseling berbasis CBT secara digital dan berpotensi menjadi solusi akses kesehatan mental yang terjangkau dan mudah digunakan. Penelitian merekomendasikan peningkatan keamanan data, perluasan sumber pengetahuan, dan integrasi dengan layanan profesional untuk pengembangan selanjutnya. | This research develops a multi-agent counseling chatbot system based on Retrieval-Augmented Generation (RAG) to support mental health through the Telegram platform. The system integrates an Empathetic Listener Agent that provides contextual empathetic responses, and a Knowledge Retriever Agent that provides information sourced from Cognitive Behavioral Therapy (CBT) literature. Evaluation using the BertScore metric yielded an average score of 0.85, indicating high accuracy and relevance in the RAG Agent's responses. User Acceptance Test (UAT) results show an average user satisfaction score of 4.36 out of 5, reflecting well-received usability and reliability. Expert interviews further affirm the content validity and system reliability with an average score of 4.0, although clinical feasibility still requires improvement. This chatbot system is proven effective in delivering CBT-based counseling support digitally and holds potential as an accessible and user-friendly mental health solution. The study recommends enhancing data security, expanding knowledge sources, and integrating with professional services for future development. | |
| 47994 | 51383 | H1A022018 | ANALISIS KUALITAS DATA INTERNET OF THINGS DENGAN PROTOKOL MQTT PADA ALAT SMART POWER METER : STUDI KASUS TELKOM JAKARTA BARAT | Pemantauan konsumsi energi secara real-time melalui perangkat smart power meter berbasis Internet of Things (IoT) membutuhkan komunikasi data yang andal, khususnya ketika menggunakan protokol Message Queuing Telemetry Transport (MQTT) sebagai mekanisme utama pengiriman data. Pada kondisi implementasi nyata, masih ditemukan adanya kehilangan data yang mengakibatkan ketidaksesuaian antara nilai total daya hasil pemantauan dengan tagihan resmi dari penyedia listrik, sehingga diperlukan analisis terhadap kualitas data yang dikirim agar tidak terjadi grafik pemantauan yang tidak kontinu maupun kesalahan akumulasi konsumsi daya. Penelitian ini menganalisis kualitas layanan (Quality of Service/QoS) protokol MQTT pada perangkat smart power meter di Gedung Telkom Jakarta Barat dengan mengukur tiga parameter utama, yaitu throughput, delay, dan packet loss. Pengujian dilakukan pada tiga skema lingkungan jaringan yang berbeda, meliputi variasi jarak perangkat terhadap akses Wi-Fi, kekuatan sinyal (RSSI) dan jumlah perangkat terhubung. Data diperoleh melalui sniffing paket menggunakan Wireshark selama periode pengujian lima hari dan dianalisis secara kuantitatif berdasarkan standar TIPHON. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas komunikasi MQTT sangat dipengaruhi oleh kondisi jaringan, di mana peningkatan jarak, lemahnya RSSI yang menyebabkan kenaikan delay dan packet loss, serta penurunan throughput. Skema 1 memberikan performa terbaik dengan transmisi stabil, sedangkan Skema 3 mengalami degradasi signifikan akibat sinyal rendah (−86 hingga −90 dBm) dan idle time panjang. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas data menggunakan protokol MQTT bergantung pada kestabilan sinyal nirkabel, konfigurasi jaringan yang tepat, serta minimnya gangguan di lapisan MAC, sehingga dapat mendukung sistem monitoring energi yang lebih efisien, andal, dan berkelanjutan. | Real-time energy consumption monitoring using Internet of Things (IoT)-based smart power meters requires reliable data communication, especially when employing the Message Queuing Telemetry Transport (MQTT) protocol as the primary mechanism for data transmission. This study analyzes the Quality of Service (QoS) performance of the MQTT protocol on smart power meter devices deployed in the Telkom Jakarta Barat Building by measuring three key parameters: throughput, delay, and packet loss. The evaluation was conducted under three different network scenarios that varied in device-to-access point distance, signal strength (RSSI), number of connected devices, and levels of wireless interference. Data were obtained through packet sniffing using Wireshark over a five-day measurement period and analyzed quantitatively based on the TIPHON standard. The results show that MQTT communication quality is strongly influenced by network conditions, where increased distance, weakened RSSI, and high interference lead to higher delay and packet loss, as well as reduced throughput. Scenario 1 demonstrated the best performance with stable transmission, while Scenario 3 exhibited significant degradation due to weak signal strength (−86 to −90 dBm) and prolonged idle time. These findings emphasize that the successful implementation of IoT-based smart power meters depends on stable wireless signal quality, proper network configuration, and minimal interference at the MAC layer, enabling more efficient, reliable, and sustainable energy monitoring systems. | |
| 47995 | 51384 | E1A022016 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENGHAPUSAN PATEN TERDAFTAR ASING DITINJAU BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2016 TENTANG PATEN (Studi Putusan Nomor 231 K/Pdt.Sus-HKI/2025) | Penelitan dilatarbelakangi dengan banyaknya pendaftaran Paten asing di Indonesia yang menimbulkan tantangan dalam perlindungan hukum berupa pemberian hak eksklusif terhadap inventor asing di Indonesia. Hak eksklusif yang diberikan berupa komersialisasi invensi yang telah terdapat dalam Daftar Umum Pemegang Paten dan melarang pihak lain untuk memproduksi, mempergunakan, dan menggandakan tanpa seizin Pemegang Paten. Sengketa Paten yang terjadi di Indonesia salah satunya terdapat dalam Putusan Nomor 231 K/ Pdt.Sus-HKI/2025 mengenai Penghapusan Paten Terdaftar Asing di Indonesia. Sengketa Paten yang terjadi antara PT. Harsen Laboratories merasa bahwa Merck Sharp & Dohme B.V. tidak menjalankan usaha Patennya di Indonesia sehingga harus dihapuskan dari Daftar Umum Pemegang Paten. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk meneliti bagaimana kepastian hukum terhadap pihak yang berhak mengajukan gugatan penghapusan Paten di Indonesia dan perlindungan hukum terhadap penghapusan Paten terdaftar asing yang ditinjau berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten. Metode penelitian menggunakan yuridis-normatif dengan spesifikasi penelitian berupa deskriptif analitis. Sumber data dalam penelitian berupa data sekunder dan metode penyajian data berupa studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemohon tidak memiliki kepastian hukum sebagai pihak yang berhak mengajukan gugatan penghapusan Paten terdaftar asing di Indonesia karena tidak dapat membuktikan bahwa dirinya sebagai pihak yang mewakili kepentingan nasional dan negara berkewajiban memberikan perlindungan hukum kepada Termohon sebagai Pemegang Paten terdaftar asing karena Termohon telah melaksanakan kegiatan Patennya di Indonesia. Penelitian yang dilakukan diharapkan dapat memberikan reformasi hukum terhadap jaminan kepastian dan perlindungan hukum guna Pemegang Paten di Indonesia. | The research was motivated by the large number of foreign patent registrations in Indonesia, which posed challenges in terms of legal protection in the form of granting exclusive rights to foreign inventors in Indonesia. The exclusive rights granted are in the form of commercialisation of inventions that are listed in the General Register of Patent Holders and prohibit other parties from producing, using, and reproducing without the permission of the Patent Holder. One of the patent disputes that occurred in Indonesia is found in Decision Number 231 K/Pdt.Sus-HKI/2025 concerning the Revocation of Foreign Registered Patents in Indonesia. The patent dispute between PT. Harsen Laboratories and Merck Sharp & Dohme B.V. arose because PT. Harsen Laboratories felt that Merck Sharp & Dohme B.V. was not operating its patent in Indonesia and should therefore be removed from the General List of Patent Holders. The research aims to examine the legal certainty for parties entitled to file a patent revocation lawsuit in Indonesia and the legal protection for the revocation of foreign registered patents as reviewed based on Law No. 13 of 2016 concerning Patents. The research method used is juridical-normative with descriptive analytical research specifications. The data sources in this research are secondary data, and the data presentation method is a literature study. The results of the study indicate that the Petitioner does not have legal certainty as the party entitled to file a lawsuit for the revocation of a foreign registered patent in Indonesia because it cannot prove that it represents the national interest, and the state is obliged to provide legal protection to the Respondent as the holder of a foreign registered patent because the Respondent has carried out its patent activities in Indonesia. The research is expected to bring about legal reforms regarding legal certainty and protection for Patent Holders in Indonesia. | |
| 47996 | 51385 | H1A022016 | INTEGRASI MPC-CBF DALAM KENDALI HIERARKIS UNTUK PELACAKAN JALUR AMAN WAYPOINT DAN PENGHINDARAN RINTANGAN PADA KENDARAAN OTONOM BERBASIS ROS | Navigasi kendaraan otonom yang aman dan bebas tabrakan menuntut integrasi sistem kendali yang andal dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem kendali hirarkis dalam pelacakan jalur dan penghindaran rintangan dengan mengembangkan kontroler Model Predictive Control (MPC) yang diintegrasikan dengan lapisan keamanan Control Barrier Function (CBF) dan mekanisme penghindaran rintangan berbasis LiDAR. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental dengan arsitektur kontrol hierarkis yang diuji pada platform fisik Micro Electric Vehicle (MEVi). Kontrol tingkat tinggi pada Robot Operating System (ROS) menangani logika navigasi dan keselamatan, sementara kontrol tingkat rendah pada mikrokontroler mengeksekusi algoritma MPC untuk aktuasi kemudi yang optimal. Kinerja sistem divalidasi secara kuantitatif melalui serangkaian skenario pengujian di lingkungan dunia nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur kontrol hierarkis yang diusulkan berhasil mencapai semua tujuan. Kontroler MPC terbukti secara signifikan lebih unggul dari metode PID dan Fuzzy dalam hal akurasi dan stabilitas. Lapisan keamanan CBF dan modul penghindaran rintangan LiDAR juga terbukti efektif dalam menjaga kendaraan tetap aman dengan melakukan intervensi korektif yang tepat saat mendekati batas jalur atau rintangan. Validasi pada platform fisik MEVi membuktikan bahwa sistem yang dirancang layak untuk aplikasi dunia nyata. | The objective of autonomous vehicle navigation is to ensure safety and prevent collisions. This necessitates the integration of reliable and secure control systems. The objective of this research is to implement a hierarchical control system in path tracking and obstacle avoidance by developing a Model Predictive Control (MPC) controller integrated with a Control Barrier Function (CBF) security layer and a LiDAR-based obstacle avoidance mechanism. The research method employs an experimental approach with a hierarchical control architecture, which is tested on a Micro Electric Vehicle (MEVi) physical platform. The Robot Operating System (ROS) is responsible for high-level control functions, including navigation and safety logic. In contrast, the microcontroller provides low-level control, executing the MPC algorithm to ensure optimal steering actuation. The system's performance was validated quantitatively through a series of test scenarios in a real-world environment. The findings demonstrated that the proposed hierarchical control architecture effectively accomplished all objectives. The MPC controller was found to be significantly superior to both PID and fuzzy methods with regard to accuracy and stability. The efficacy of the CBF safety layer and LiDAR obstacle avoidance module in ensuring the vehicle's safety was demonstrated by their ability to perform appropriate corrective interventions when approaching lane boundaries or obstacles. The validation process conducted on the physical MEVi platform demonstrated the efficacy of the designed system for real-world applications. | |
| 47997 | 51386 | E1A021120 | SINERGITAS LEMBAGA PEMASYARAKATAN DAN BALAI PEMASYARAKATAN DALAM PEMBINAAN KETERAMPILAN NARAPIDANA SEBAGAI UPAYA REINTEGRASI SOSIAL (Studi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Purwokerto dan Balai Pemasyarakatan Kelas II Purwokerto) | Pembinaan keterampilan narapidana merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang diberikan melalui seragkaian program pelatihan keterampilan kerja sebagai salah satu upaya mewujudkan reintegrasi sosial. Pembinaan melibatkan semua lembaga yang ada dalam sistem pemasyarakatan diantaranya Lembaga Pemasyarakatan dan Balai Pemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis sinergi antara Lapas Kelas IIA Purwokerto dan Bapas Kelas IIA Purwokerto dalam pembinaan keterampilan narapidana. Metode yang digunakan adalah yuridis-empiris dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan petugas Lapas dan Bapas serta studi kepustakaan. Hasil penelitian menujukan bahwa sinergi antara Lapas dan Bapas dalam pembinaan keterampilan dapat diwujudkan melalui dokumen hasil penelitian kemasyarakatan atau disebut sebagai litmas yang memuat rekomendasi program pembinaan yang akan diberikan kepada narapidana. Sinergi tersebut didukung dengan letak geografis yang berdekatan dan adanya koordinasi yang baik, namun memiliki kendala keterbatasan sarana prasarana dan sumber daya manusia. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sinergi tersebut sudah efektif namun belum optimal dalam implementasinya karena terdapat kendala dan memerlukan evaluasi lebih lanjut. | Skill development for inmates is part of self-reliance development provided through a series of vocational training programs as one effort to achieve social reintegration. This development involves all institutions within the correctional system, including the Correctional Institution (Lapas) and the Probation Office (Bapas). This study aims to analyze the synergy between Lapas Kelas IIA Purwokerto and Bapas Kelas IIA Purwokerto in the skill development of inmates. The research employs a juridical-empirical method with a qualitative approach conducted through interviews with officers from Lapas and Bapas as well as literature studies. The research results show that the synergy between Lapas and Bapas in skill development is realized through the social research document or Litmas, which contains recommendations for development programs to be given to inmates. This synergy is supported by close geographical locations and good coordination, but faces constraints in terms of facilities infrastructure and limited human resources. This study concludes that the synergy is already effective but not yet optimal in its implementation due to existing constraints and requires further evaluation. | |
| 47998 | 51387 | F2C023018 | Komunikasi Pemasaran Starline Store Melalui Instagram | Penelitian ini memiliki bahasan mengenai bagaimana Starline Store, sebuah toko pakaian yang ada di Pekalongan, Jawa Tengah, melaksanakan strategi komunikasi pemasaran. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini untuk menganalisis komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Starline Store melalui media sosial yaitu Instagram. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dan paradigma konstruktivis. Teori yang digunakan untuk menganalisis adalah integrated marketing communication. Data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan validitas datanya menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil dari penelitian menganalisis bahwa Starline Store melakukan pemasaran melalui media sosial Instagram dengan nama akun @starlinestore.official. Tiga jenis kegiatan pemasaran yang dilakukan berdasarkan teori integrated marketing communication yaitu periklanan, promosi penjualan, dan pemasaran interaktif. Periklanan dilakukan dengan mengunggah katalog produk, promosi penjualan dengan memberikan diskon dan bonus, dan pemasaran interaktif dengan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. | This study discusses how Starline Store, a clothing store in Pekalongan, Central Java, implements marketing communication strategies. The purpose of this study is to analyze marketing communications carried out by Starline Store through social media, namely Instagram. The method used is descriptive qualitative and constructivist paradigm. The theory used for analysis is Integrated Marketing Communication. Data were obtained through interviews, documentation, and observation. Informants were selected using purposive sampling techniques and the validity of the data used source triangulation techniques. The results of the study analyzed that Starline Store conducts marketing through Instagram social media with the account name @starlinestore.official. Three types of marketing activities carried out based on the theory of integrated marketing communication are advertising, sales promotions, and interactive marketing. Advertising is done by uploading product catalogs, sales promotions by providing discounts and bonuses, and interactive marketing by providing the best service to customers. | |
| 47999 | 51388 | C1A020038 | ANALISIS PENDAPATAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI PADI DI KECAMATAN NGOMBOL KABUPATEN PURWOREJO (Studi Kasus: Desa Ngentak dan Desa Wasiat) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pendapatan petani padi, menganalisis perbedaan pendapatan petani padi, dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani padi di Desa Ngentak dan Desa Wasiat. Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendapatan petani, sedangkan variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu luas lahan, biaya produksi, umur, tingkat pendidikan, dan wilayah. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dari kuisioner dan wawancara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik analisis deskriptif, uji mann-whitney, dan regresi linear berganda. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan petani di Desa Ngentak Rp. 30.260.487/Ha lebih tinggi di bandingkan Desa Wasiat Rp. 22.793.716/Ha. Hasil uji mann-whitney menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua wilayah. Selanjutnya, analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa luas lahan, biaya produksi, dan umur petani berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani, sedangkan tingkat pendidikan dan wilayah tidak berpengaruh signifikan. Implikasi dari temuan ini dalam peningkatan pendapatan petani perlu diarahkan pada optimalisasi pemanfaatan lahan, efisiensi penggunaan input produksi, serta peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan teknis pertanian yang aplikatif. | This study aims to analyze the income level of rice farmers, analyze the differences in rice farmers' income, and analyze the factors that influence the income of rice farmers in Ngentak Village and Wasiat Village. The dependent variable used in this study is farmer's income, while the independent variables used in this study are land area, production costs, age, education level, and region. The type of data used in this study is primary data from questionnaires and interviews. This study uses a descriptive quantitative method with descriptive analysis techniques, the Mann-Whitney test, and multiple linear regression. The results of the descriptive analysis show that the average income of farmers in Ngentak Village is Rp. 30,260,487/Ha higher than that of Wasiat Village Rp. 22,793,716/Ha. The results of the Mann-Whitney test show that there is a significant difference between the two regions. Furthermore, multiple linear regression analysis shows that land area, production costs, and farmer's age have a positive and significant effect on farmer's income, while education level and region do not have a significant effect. The implications of these findings for increasing farmer incomes require optimizing land use, efficient use of production inputs, and increasing farmer capacity through applicable agricultural technical training. | |
| 48000 | 51389 | L1A020050 | Tingkat Kualitas Air Menggunakan Metode Family Biotic Index Berdasarkan Keberadaan Makrozoobentos di Sungai Pelus, Kabupaten Banyumas | Pencemaran di Sungai Pelus disebabkan oleh faktor manusia dan alam. Pencemaran di sungai akan mengganggu keseimbangan ekosistem sungai. Salah satu bioindikator pencemaran yang efektif adalah makrozoobentos. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pencemaran organik di Sungai Pelus menggunakan Family Biotic Index (FBI), karena penelitian terkait di Sungai Pelus masih terbatas. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode purposive sampling. Penelitian dilakukan di tiga stasiun, dengan tiga kali pengulangan di setiap titik pengambilan sampel. Pengambilan makrozoobentos dilakukan menggunakan surber net. Parameter kualitas air yang diukur meliputi pH, oksigen terlarut, kecepatan arus, dan suhu. Perhitungan nilai FBI digunakan untuk mengetahui tingkat pencemaran organik di Sungai Pelus. Makrozoobentos yang didapatkan terdiri atas 4 kelas, 12 ordo dengan 17 famili, dengan famili terbanyak yang didapatkan adalah Tubificidae dan Baetidae. Stasiun 1 dan 2 tercemar sedang (FBI=5,06; 5,38), Stasiun 3 tercemar agak berat (FBI=6,2). Indeks keanekaragaman pada ketiga stasiun tergolong sedang (H’=2,20; 2,03; 1,85), indeks dominansi rendah (D=0,13; 0,17; 0,17) dan indeks kemerataan tinggi (E=0,78; 0,72; 0,65). Secara umum, kualitas air menurun seiring meningkatnya pencemaran. | Pollution in the Pelus River is caused by both anthropogenic and natural factors. River pollution can disrupt the balance of the river ecosystem. One effective bioindicator of pollution is macrozoobenthos. This study aims to assess the level of organic pollution in the Pelus River using the Family Biotic Index (FBI), as related research in the river is still limited. This research is descriptive and quantitative in nature, using a purposive sampling method. The study was conducted at three stations, with three replications at each sampling point. Macrozoobenthos were collected using a surber net. Water quality parameters measured included pH, dissolved oxygen, current velocity, and temperature. The FBI was used to determine the level of organic pollution in the Pelus River. The macrozoobenthos found consisted of 4 classes, 12 orders, and 17 families, with Tubificidae and Baetidae being the most dominant families. Stations 1 and 2 were moderately polluted (FBI = 5.06; 5.38), while Station 3 was fairly heavily polluted (FBI = 6.20). The diversity index at the three stations was moderate (H′ = 2.20; 2.03; 1.85), the dominance index was low (D = 0.13; 0.17; 0.17), and the evenness index was high (E = 0.78; 0.72; 0.65). In general, water quality declined with increasing levels of pollution. |