Artikelilmiahs
Menampilkan 48.061-48.080 dari 48.725 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 48061 | 44001 | E1A020169 | KEWENANGAN DAN IMPLIKASI TINDAKAN PENJABAT KEPALA DAERAH DALAM PEMBERIAN SANKSI HUKUMAN DISIPLIN DAN MUTASI PEGAWAI APARATUR SIPIL NEGARA | Pengangkatan Penjabat (Pj) Kepala Daerah di provinsi dan kabupaten/kota pada tahun 2022 menyebabkan Menteri Dalam Negeri menerbitkan Surat Edaran Mendagri Nomor 821/5492/SJ pada September 2022, yang memperluas kewenangan Pj Kepala Daerah dalam memberikan Hukuman Disiplin dan Mutasi ASN. Namun, pada April 2023, diterbitkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2023 mengembalikan limitasi kewenangan yang ada sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah kewenangan Pj Kepala Daerah dalam memberikan hukuman disiplin dan mutasi ASN pasca Surat Edaran Mendagri Nomor 821/5492/SJ Tahun 2022 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2023, serta menilai keabsahan tindakan Pj Kepala Daerah. Metode pendekatan yang digunakan adalah analisis dan perundangundangan dengan jenis penelitian yuridis normatif serta spesifikasi penelitian preskriptif. Sumber data yang digunakan adalah sumber bahan hukum primer dan sekunder menggunakan metode pengumpulan data studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan adanya perluasan kewenangan yang tidak sah pada Surat Edaran Mendagri Nomor 821/5492/Sdj Tahun 2022, sementara Permendagri Nomor 4 Tahun 2023 mengembalikan limitasi kewenangan sesuai dengan PP Nomor 49 Tahun 2008. Adanya diharmonisasi peraturan memicu Pj Kepala Daerah melampaui wewenangnya sehingga tindakannya tidak sah. Bagi ASN yang dirugikan atas keputusan Pj Kepala Daerah yang melampaui wewenangnya dapat mengajukan banding administrasi, keberatan dan gugatan ke pengadilan. | The appointment of Acting Regional Heads in Provinces and Districts/Municipalities in 2022 caused the Minister of Home Affairs to issue Home Affairs Circular Number 821/5492/SJ in September 2022, which expanded the authority of Acting Regional Heads in granting Disciplinary Punishments and Mutations of Civil Servants. However, in April 2023, the issuance of Minister of Home Affairs Regulation Number 4 of 2023 restores the limitations of the existing authority. This study aims to examine the authority of the Acting Regional Head in providing disciplinary punishment and mutation of ASN after the Circular Letter of the Minister of Home Affairs Number 821/5492/SJ of 2022 and Minister of Home Affairs Regulation Number 4 of 2023, as well as assess the validity of the actions of the Agcting Regional Head. The approach method used is analysis and legal method, with normative juridical research types and prescriptive research specifications. The data sources used are primary and secondary legal material sources using the literature study data collection method. The results showed an unauthorized expansion of authority in the Circular Letter of the Minister of Home Affairs Number 821/5492/Sdj of 2022, while Minister of Home Affairs Regulation Number 4 of 2023 restored the limitation of authority in accordance with Goverment Regulation Number 49 of 2008. The existence of disharmonious regulations triggers the Acting Regional Head to exceed their authority so that their actions are illegitimate. For civil servants who are aggrieved by the decision of the Acting Regional Head who exceeds their authority, they can file administrative appeals, objections and lawsuits to the court. | |
| 48062 | 51459 | C1C022047 | Test Update dari Wisuda | (belum diset) | (belum diset) | |
| 48063 | 51411 | I1B022065 | Hubungan antara Body Image dengan Motivasi Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Hamil Usia Remaja | Latar belakang: Cakupan pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif di Indonesia hingga kini masih belum mencapai target nasional. Motivasi menjadi faktor yang memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Ibu hamil usia remaja sangat sensitif terhadap perubahan tubuh yang terjadi selama kehamilan. Ibu dengan body image negatif berpotensi memiliki motivasi yang kurang dalam menyusui. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara body image dengan motivasi pemberian ASI eksklusif pada ibu hamil usia remaja di Kecamatan Sumbang. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional study. Sampel penelitian ini adalah ibu hamil usia remaja pada rentang 10-24 tahun di Kecamatan Sumbang sebanyak 45 responden dengan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian ini meliputi kuesioner demografi, kuesioner body image, dan kuesioner motivasi pemberian ASI eksklusif. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil Penelitian: Karakteristik responden penelitian ini terdiri dari ibu hamil usia remaja dengan mayoritas usia kategori remaja akhir, berada pada trimester II kehamilan, pendidikan terakhir SMP dan SMA, tidak bekerja, memiliki pendapatan di bawah UMK Banyumas, serta seluruh responden menikah dan rutin melakukan kunjungan ANC. Sebagian besar responden memiliki body image negatif dan mayoritas memiliki motivasi pemberian ASI eksklusif yang tinggi. Hasil analisis bivariat diperoleh nilai p-value = 0,141 (p > 0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara body image dengan motivasi pemberian ASI eksklusif pada ibu hamil usia remaja di Kecamatan Sumbang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi pemberian ASI eksklusif cenderung lebih terbentuk melalui faktor edukatif dibandingkan faktor psikososial berupa body image. Kata kunci: ASI eksklusif, body image, kehamilan remaja, motivasi | Background: The national target for exclusive breastfeeding coverage in Indonesia has not yet been achieved. Maternal motivation to provide exclusive breastfeeding is a crucial factor in achieving exclusive breastfeeding success. Pregnant adolescents are highly sensitive to bodily changes during pregnancy. A negative body image has been suggested as a potential factor influencing breastfeeding motivation. This study aimed to examine the relationship between body image and motivation for an exclusive breastfeeding among pregnant adolescents in Sumbang Sub-District. Methods: A quantitative cross-sectional study was conducted involving 45 pregnant adolescents aged 10–24 years in Sumbang Sub-District, selected using consecutive sampling. Data were collected using a demographic questionnaire, a body image questionnaire, and a motivation for exclusive breastfeeding questionnaire. Bivariate analysis was performed using Mann-Whitney Test. Results: The characteristics of respondents showed that most were late adolescents, in the second trimester of pregnancy, had junior and senior high school education, were unemployed, had income below the Banyumas minimum wage, and all respondents were married and routinely attended antenatal care (ANC) visits. Most respondents had a negative body image, while the majority showed high motivation to provide exclusive breastfeeding. The bivariate analysis showed a p-value of 0,141 (p > 0.05). Conclusion: This study found no significant association between body image and motivation for exclusive breastfeeding among pregnant adolescents in Sumbang Sub-District. The findings indicate that motivation for exclusive breastfeeding is more strongly influenced by educational than by psychosocial factors such as body image. Keywords: adolescent pregnancy, body image, exclusive breastfeeding, motivation | |
| 48064 | 51460 | B1A021003 | Karakterisasi Jenis Kelamin Dan Tingkat Kematangan Gonad Ikan Rejung (Sillago aeolus Jordan & Evermann, 1902) | Ikan Rejung (Sillago aeolus Jordan & Evermann, 1902) merupakan salah satu ikan yang didaratkan di TPI Pemalang. Ikan Rejung dimanfaatkan sebagai ikan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat, dikhawatirkan aktivitas penangkapan ikan Rejung semakin intensif. Hal ini menyebabkan adanya tekanan eksploitasi yang berpotensi mengancam kelestarian populasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa morfologi, meristik, dan truss morphometrics yang dapat menjadi pembeda ikan Rejung jantan dan betina serta mengetahui Tingkat Kematangan Gonad ikan Rejung yang didaratkan di TPI Pemalang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive random sampling. Sampel ikan Rejung diperoleh dari TPI Pemalang sebanyak 45 ekor. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi performa morfologi, karakter truss morphometrics, dan karakter meristik. Parameter yang diukur yaitu rasio antara jarak truss morphometrics dengan panjang standar. Performa morfologi yang diamati mencakup bentuk tubuh, bentuk dan posisi mulut, bentuk sirip caudal, tipe sisik, serta tipe gigi. Karakter meristik yang diamati terdiri atas jumlah jari-jari keras dan jari jari lemah pada sirip dorsal, anal, dan pectoral, jumlah sisik di atas dan di bawah garis rusuk, dan jumlah tapis insang, Karakter truss morphometrics yang diukur mencakup jarak antar titik truss sebanyak 14 titik yang telah ditentukan. Data performa morfologi, karakter meristik dan Tingkat Kematangan Gonad dianalisis secara deskriptif, sedangkan data truss morphometrics dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan program SPSS versi 16.0. Berdasarkan penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa performa morfologi dan meristik tidak dapat digunakan sebagai pembeda antara ikan Rejung jantan dan betina. Truss morphometrics dapat digunakan sebagai pembeda antara ikan Rejung jantan dan betina, yaitu ikan Rejung jantan memiliki bentuk tubuh yang lebih ramping dibandingkan dengan ikan Rejung betina. Tingkat Kematangan Gonad ikan Rejung jantan yang didaratkan di TPI Pemalang berada pada TKG I sedangkan betina berada pada TKG I–IV. | Rejung fish (Sillago aeolus Jordan & Evermann, 1902) is one of the fish landed at the Pemalang Fish Landing Site. Rejung fish is widely consumed by the community, and there are concerns that Rejung fishing activities are becoming increasingly intensive. This has led to exploitation pressures that potentially threaten the sustainability of the population. This study aims to determine the morphological, meristic, and truss morphometric performance that can distinguish male and female Rejung fish and to determine the gonadal maturity level of Rejung fish landed at the Pemalang Fish Landing Site. The method used in this study was a survey method. Sampling was carried out using purposive random sampling. A total of 45 Rejung fish samples were obtained from the Pemalang Fish Landing Site. The variables observed in this study included morphological performance, truss morphometric characteristics, and meristic characteristics. The parameters measured were the ratio between the truss morphometrics distance and the standard length. The morphological performance observed included body shape, mouth shape and position, caudal fin shape, scale type, and tooth type. The meristic characteristics observed consisted of the number of hard and soft rays in the dorsal, anal, and pectoral fins, the number of scales above and below the lateral line, and the number of gill rakers. The truss morphometric characteristics measured included the distance between 14 predetermined truss points. Morphological performance data, meristic characteristics, and gonadal maturity levels were analyzed descriptively, while truss morphometric data were analyzed using the Chi-Square test with SPSS version 16.0. Based on this study, it can be concluded that morphological and meristic performance cannot be used to distinguish between male and female Rejung fish. Truss morphometrics can be used to distinguish between male and female Rejung fish, namely that male Rejung fish have a slimmer body shape than female Rejung fish. The Gonadal Maturity Level of male Rejung fish landed at the Pemalang Fish Landing Place was at TKG I, while females were at TKG I–IV. | |
| 48065 | 51461 | H1E021027 | Formulating Supplier Relationship Management (SRM) in the Free Nutritious Meal Program of Banyumas | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banyumas memerlukan sistem manajemen rantai pasok yang efektif untuk menjamin ketersediaan dan kualitas bahan baku sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi Supplier Relationship Management (SRM) dengan mengintegrasikan evaluasi bahan baku dan penilaian kinerja pemasok pada Yayasan Bentang Banyumas Sejahtera (YBBS). Evaluasi bahan baku dilakukan menggunakan metode Fuzzy-MADM dan Multi Dimensional Scaling (MDS) untuk menentukan kategori hubungan setiap kelompok sayuran berdasarkan klasifikasi bahan baku dan daya tarik hubungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sayuran kacang dan sayuran kecambah termasuk dalam kategori hubungan transaksional, sayuran buah dan sayuran umbi termasuk dalam kategori hubungan strategis, sedangkan sayuran bunga dan sayuran daun termasuk dalam kategori hubungan kolaboratif. Kinerja pemasok dievaluasi menggunakan metode Entropy untuk menentukan bobot setiap kriteria dan metode COPRAS untuk memperoleh nilai kinerja akhir. Hasil evaluasi mengklasifikasikan pemasok ke dalam tiga kategori, yaitu pemasok unggul (RE dan EK), pemasok baik (IV, NU, MU), dan pemasok buruk (PU, KU, UN). Integrasi kedua hasil evaluasi tersebut digunakan untuk merumuskan strategi SRM melalui model Supplier Relationship Assessment, yang menghasilkan empat kelompok strategi, yaitu prime group, collaboration group, maintenance group, dan improvement group. Setiap kelompok diberikan rekomendasi strategi yang spesifik, mulai dari penguatan kemitraan jangka panjang dan penciptaan nilai kolaboratif hingga pengembangan inovasi serta pemantauan intensif bagi pemasok dengan kinerja rendah. | The Free Nutritious Meal Program (MBG) in Banyumas requires an effective supply chain management system to ensure the availability and quality of vegetable raw materials. This study aims to formulate Supplier Relationship Management (SRM) strategies by integrating raw material evaluation and supplier performance assessment within Yayasan Bentang Banyumas Sejahtera (YBBS). Raw material evaluation was conducted using the Fuzzy-MADM and Multi Dimensional Scaling (MDS) methods to determine the relationship category of each vegetable group based on material classification and relationship attractiveness. The results indicate that bean vegetables and sprout vegetables fall into the transactional relationship category, fruit vegetables and root vegetables fall into the strategic relationship category, while flower vegetables and leafy vegetables fall into the collaborative relationship category. Supplier performance was evaluated using the Entropy method to determine the weight of each criterion and the COPRAS method to obtain the final performance score. The results classify suppliers into three categories: excellent suppliers (RE and EK), good suppliers (IV, NU, MU), and bad suppliers (PU, KU, UN). The integration of both evaluation results was used to formulate SRM strategies through the Supplier Relationship Assessment model, which produces four strategy groups: prime group, collaboration group, maintenance group, and improvement group. Each group is provided with specific strategic recommendations, ranging from strengthening long-term partnerships and collaborative value creation to innovation development and intensive monitoring for low-performing suppliers. | |
| 48066 | 51462 | H1A021089 | DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM PEMANTAUAN KECEPATAN MOTOR LISTRIK DAN POSISI CELAH ROLL SERVO PADA PENGOLAHAN GARAM INDUSTRI BERBASIS IoT MENGGUNAKAN PLC OMRON | Sistem pemantauan pada industri pengolahan garam konvensional memiliki keterbatasan dalam memantau kecepatan motor dan posisi servo secara real-time, sehingga dapat memengaruhi kestabilan proses dan kualitas hasil produksi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem pemantauan kecepatan motor listrik serta posisi servo berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan PLC Omron CP1H dan mikrokontroler ESP32. Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses pengawasan mesin secara daring dan otomatis.Metode penelitian meliputi perancangan sistem perangkat keras dan perangkat lunak, konfigurasi komunikasi Ethernet FINS/TCP, serta pemrograman PLC dan ESP32. PLC Omron CP1H berfungsi sebagai pengendali utama yang membaca sinyal analog dari inverter motor dan servo, kemudian menyimpannya dalam area memori (D15, D25, D35, dan D50). Data tersebut dibaca oleh ESP32 menggunakan pustaka LibFINS.h dan dikirim ke platform ThingSpeak setiap 16 detik melalui koneksi Wi-Fi untuk divisualisasikan dalam bentuk grafik kecepatan dan posisi servo secara real-time. Hasil pengujian menunjukkan sistem dapat beroperasi stabil dengan waktu respon rata-rata 5 detik tanpa kehilangan data. Nilai kecepatan motor dan posisi servo yang tampil di dashboard ThingSpeak sesuai dengan data aktual yang terbaca di PLC. Sistem ini berhasil mewujudkan pemantauan jarak jauh secara real-time, mendukung penerapan konsep Industri 4.0 dalam proses pengolahan garam, serta meningkatkan efisiensi dan pengendalian mutu produksi. | Conventional monitoring systems in the industrial salt processing sector have limitations in observing motor speed and servo position in real time, which can affect process stability and product quality. To address this issue, this research aims to design and implement an Internet of Things (IoT)-based monitoring system for electric motor speed and servo position using an Omron CP1H PLC and an ESP32 microcontroller. The system is expected to enhance efficiency and effectiveness in monitoring machinery remotely and automatically.The research method includes hardware and software design, Ethernet FINS/TCP communication configuration, and programming of both the PLC and ESP32. The Omron CP1H PLC functions as the main controller, reading analog signals from motor inverters and the servo motor, then storing the data in memory areas (D15, D25, D35, and D50). The ESP32 reads this data using the LibFINS.h library and transmits it to the ThingSpeak platform every 16 seconds via a Wi-Fi connection. The data are visualized on ThingSpeak in the form of real-time graphs representing motor speed and servo position.The results show that the system operates stably with an average response time of 5 seconds and without data loss. The motor speed and servo position values displayed on the ThingSpeak dashboard correspond accurately to the actual readings from the PLC. This system successfully enables real-time remote monitoring, supports the implementation of Industry 4.0 concepts in salt processing operations, and improves efficiency as well as production quality control. | |
| 48067 | 51464 | A1D022200 | POTENSI BIJI PINANG (Areca catechu L.) SEBAGAI MOLUSKISIDA NABATI UNTUK MENGENDALIKAN HAMA KEONG MAS (Pomacea canaliculata L.) PADA TANAMAN PADI | Keong mas (Pomacea canaliculata L.) merupakan salah satu hama penting pada tanaman padi. Pengendalian hama ini lebih umum dilakukan menggunakan pestisida kimia sintetik yang terbukti menimbulkan dampak negatif sehingga diperlukan alternatif pengendalian yang efektif dan ramah lingkungan seperti penggunaan pestisida nabati dari biji pinang (Areca catechu L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan efektifitas biji pinang dalam mengendalikan keong mas, mengetahui kemampuan biji pinang dalam menekan intensitas serangan keong mas pada tanaman padi, serta mengetaui fitotoksisitasnya terhadap tanaman padi. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas jenderal Soedirman pada bulan September sampai dengan Desember 2025. Penelitian ini terdiri atas empat tahap pengujian yaitu uji pendahuluan, uji efektifitas biji pinang terhadap mortalitas keong mas, uji penekanan intensitas serangan keong mas, dan uji fitotoksisitas biji pinang terhadap tanaman padi. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Variabel yang diamati yaitu mortalitas keong mas, intensitas serangan keong mas, dan fitotoksisitas biji pinang terhadap tanaman padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk biji pinang mampu menimbulkan mortalitas keong mas. Serbuk biji pinang dengan konsentrasi 1,271 g/l merupakan konsentrasi efektik dalam mengendalikan keong mas karena konsentrasi tersebut mampu menimbulkan mortalitas sebesar 95% dan mekan intensitas serangan keong mas hingga 100% yang setara dengan kemampuan moluskisida kimia sintetik. Aplikasi serbuk biji pinang pada tanaman padi tidak menimbulkan fitotoksisitas karena tidak ditemukan gejala nekrosis maupun penghambatan pertumbuhan tanaman. | Golden Apple Snail (Pomacea canaliculata L.) is one of the major pests in rice cultivation. Control of this pest is more commonly carried out using synthetic chemical pesticides, which have been proven to cause negative impacts. Therefore, effective and environmentally friendly alternatives are needed, such as the use of botanical pesticides derived from areca nut (Areca catechu L.). This study aimed to determine the effect and effectiveness of areca nut in controlling golden apple snail, its ability to suppress the intensity of snail attacks on rice plants, and its phytotoxicity to rice. The research was conducted in the greenhouse of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, from September to December 2025. The study consisted of four stages of testing: preliminary test, effectiveness test of areca nut against snail mortality, test of suppression of snail attack intensity, and phytotoxicity test of areca nut on rice plants. The experimental design used was a Randomized Block Design (RBD). The observed variables were snail mortality, intensity of snail attack, and phytotoxicity of areca nut on rice plants. The results showed that areca nut powder was able to cause mortality in golden apple snails. Areca nut powder at a concentration of 1.271 g/l was effective in controlling golden apple snails, as it caused 95% mortality and suppressed snail attack intensity by 100%, equivalent to the effectiveness of synthetic chemical molluscicides. Application of areca nut powder on rice plants did not cause phytotoxicity, as no symptoms of necrosis or growth inhibition were observed. | |
| 48068 | 51465 | H1D021066 | PERBANDINGAN REACT NATIVE DAN FLUTTER DALAM PENGEMBANGAN SISTEM APLIKASI KASIR RESTO | Perkembangan teknologi mobile mendorong penggunaan framework lintas platform dalam pengembangan aplikasi kasir restoran, di antaranya React Native dan Flutter. Perbedaan arsitektur kedua framework tersebut menimbulkan karakteristik performa yang berbeda sehingga perlu dianalisis secara empiris. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa React Native dan Flutter dalam pengembangan aplikasi kasir restoran berbasis mobile berdasarkan parameter load time, CPU usage, dan memory usage. Metode pengembangan aplikasi yang digunakan adalah waterfall yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan deployment. Pengujian fungsional dilakukan menggunakan metode black box testing untuk memastikan seluruh fitur berjalan sesuai kebutuhan, sedangkan pengujian performa dilakukan menggunakan Android Studio Profiler melalui beberapa skenario penggunaan aplikasi seperti login, transaksi, pengelolaan data, dan laporan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa React Native memiliki waktu muat awal aplikasi yang lebih cepat dengan rata-rata load time sebesar 617,6 ms pada emulator dan 1.489,4 ms pada perangkat fisik, sedangkan Flutter mencatat rata-rata 1.942,8 ms pada emulator dan 2.625,5 ms pada perangkat fisik. Namun, dari sisi penggunaan sumber daya, Flutter menunjukkan efisiensi yang lebih baik dengan rata-rata CPU usage lebih rendah (42,93% emulator dan 19,44% perangkat fisik) dibandingkan React Native (57,1% dan 28,16%), serta memory usage yang lebih kecil (187,39 MB dan 358,09 MB) dibandingkan React Native (267,15 MB dan 428,27 MB). Selain itu, ukuran build aplikasi Flutter yang lebih kecil (52 MB) dibandingkan React Native (172 MB) turut berkontribusi terhadap efisiensi penggunaan sumber daya. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa React Native unggul pada aspek kecepatan startup aplikasi, sedangkan Flutter lebih optimal dalam efisiensi CPU, memori, dan ukuran distribusi aplikasi, sehingga pemilihan framework perlu disesuaikan dengan prioritas kebutuhan pengembangan aplikasi kasir restoran berbasis mobile. | The rapid advancement of mobile technology has encouraged the adoption of cross-platform frameworks in the development of restaurant cashier applications, particularly React Native and Flutter. The architectural differences between these two frameworks lead to distinct performance characteristics that require empirical analysis. This study aims to compare the performance of React Native and Flutter in the development of a mobile-based restaurant cashier application based on load time, CPU usage, and memory usage parameters. The application development method used is the Waterfall model, which includes the stages of requirement analysis, system design, implementation, testing, and deployment. Functional testing was conducted using the black box testing method to ensure that all application features operated according to requirements, while performance testing was carried out using Android Studio Profiler through several usage scenarios such as login, transactions, data management, and reporting. The test results indicate that React Native provides a faster initial application load time, with an average load time of 617.6 ms on the emulator and 1,489.4 ms on a physical device, whereas Flutter records an average of 1,942.8 ms on the emulator and 2,625.5 ms on a physical device. However, in terms of resource utilization, Flutter demonstrates better efficiency with lower average CPU usage (42.93% on the emulator and 19.44% on the physical device) compared to React Native (57.1% and 28.16%), as well as lower memory usage (187.39 MB and 358.09 MB) compared to React Native (267.15 MB and 428.27 MB). In addition, Flutter’s smaller application build size (52 MB) compared to React Native (172 MB) also contributes to improved resource efficiency. Based on these findings, it can be concluded that React Native excels in application startup speed, while Flutter is more optimal in CPU efficiency, memory usage, and application distribution size. Therefore, the choice of framework should be aligned with the development priorities of the mobile restaurant cashier application. | |
| 48069 | 51466 | H1B022049 | ANALISIS SEBARAN INTRUSI AIR LAUT DI KOTA DAN KABUPATEN TEGAL MENGGUNAKAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGHTED (IDW) | Wilayah pesisir Kota dan Kabupaten Tegal merupakan kawasan yang rentan terhadap intrusi air laut akibat pengaruh pasang surut, perubahan iklim, serta meningkatnya aktivitas manusia seperti pemanfaatan air tanah dan perubahan tata guna lahan. Intrusi air laut berpotensi menurunkan kualitas air tanah dan air sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan sebaran intrusi air laut di Kota dan Kabupaten Tegal menggunakan metode Inverse Distance Weighted (IDW) berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Data yang digunakan meliputi data primer hasil pengukuran lapangan berupa parameter kualitas air, yaitu salinitas, Daya Hantar Listrik (DHL), Total Dissolved Solids (TDS), dan pH, serta data sekunder berupa peta batas wilayah dan tata guna lahan. Berdasarkan hasil survei lapangan didapatkan hasil salinitas sebesar 67 – 6320 ppm, TDS sebesar 67 – 6320 ppm, konduktivitas sebesar 135 – 3990 μS/cm, dan pH sebesar 6,32 – 13,17. Analisis spasial dilakukan dengan interpolasi IDW untuk menggambarkan sebaran intrusi air laut, tingkat akurasinya dievaluasi menggunakan metode Root Mean Square Error (RMSE). Hasil RMSE untuk parameter salinitas sebesar 0,021, TDS sebesar 0,252, konduktivitas sebesar 0,289, dan pH sebesar 0,021, yang tergolong dalam kategori dengan kesalahan kecil karena <0,299. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah pesisir dan daerah yang berdekatan dengan muara sungai memiliki potensi intrusi air laut yang lebih tinggi, yang ditandai nilai salinitas, TDS, pH, dan DHL yang tinggi. Sebaran intrusi air laut berkorelasi dengan tata guna lahan, terutama pada kawasan permukiman dan industri. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengelolaan sumber daya air serta perencanaan wilayah pesisir yang berkelanjutan di Kota dan Kabupaten Tegal. | The coastal areas of Tegal City and Regency are vulnerable to seawater intrusion due to tidal influences, climate change, and increasing human activities such as groundwater exploitation and land use changes. Seawater intrusion can significantly degrade the quality of river water and groundwater. This study aims to analyze and map the spatial distribution of seawater intrusion in Tegal City and Regency using the Inverse Distance Weighted (IDW) method integrated with Geographic Information Systems (GIS). The research utilizes primary data obtained from field measurements of water quality parameters, including salinity, electrical conductivity, Total Dissolved Solids (TDS), and pH, as well as secondary data such as administrative boundary maps and land use maps. Based on the results of the field survey, the salinity results were 67 – 6320 ppm, TDS 67 – 6320 ppm, conductivity 135 – 3990 μS/cm, and pH 6,32 – 13,17. Spatial analysis was conducted through IDW interpolation to identify the distribution patterns of seawater intrusion, while the accuracy of the interpolation results was evaluated using the Root Mean Square Error (RMSE) method. The results of RMSE for the salinity was 0,021, TDS was 0,252, conductivity was 0,289, and pH was 0,021, which fulfills the category with small errors because the value is <0,299. The results indicate that coastal zones and areas near river estuaries exhibithigher potential for seawater intrusion, characterized by elevated salinity, TDS, and electrical conductivity values. Furthermore, the distribution of seawater intrusion shows a relationship with land use patterns, particularly in residential and industrial areas. This study is expected to provide valuable spatial information to support water resource management and sustainable coastal area planning in Tegal City and Regency. | |
| 48070 | 51071 | B1A021047 | Potensi Bakteri Asam Laktat Asal Fermentasi Biji Kopi Robusta Kabupaten Sleman dan Kabupaten Klaten Sebagai Agen Probiotik | Kopi adalah salah satu hasil perkebunan yang memiliki nilai ekonomis tinggi di Indonesia. Fermentasi biji kopi menjadi salah satu proses peningkatan kualitas pasca panen biji kopi yang aktivitasnya dibantu oleh bakteri asam laktat. Bakteri asam laktat disebut sebagai food grade microorganism yang merupakan mikroba tidak berisiko terhadap kesehatan karena tidak menghasilkan racun berbahaya pada bahan pangan. Pada umumnya, bakteri asam laktat dimanfaatkan sebagai probiotik karena sebagian besar bersifat non patogen. Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang dapat memberikan efek baik pada organisme lain yang mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung bakteri probiotik dalam jumlah yang memadai. Sampel pada penelitian ini merupakan sampel isolat bakteri asam laktat asal fermentasi biji kopi robusta Kabupaten Sleman dan Kabupaten Klaten yang pada tahun 2022 telah diisolasi dan diidentifikasi oleh Prof. Dr. Ir. Titiek Farianti Djaafar, MP bersama tim namun belum diketahui potensinya sebagai agen probiotik. Oleh karena hal itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bakteri asam laktat asal fermentasi biji kopi robusta Kabupaten Sleman dan Kabupaten Klaten sebagai agen probiotik dan memilih isolat bakteri asam laktat yang paling berpotensi sebagai agen probiotik. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRTPP BRIN) pada bulan Mei hingga September 2025. Pengujian bakteri asam laktat asal fermentasi biji kopi robusta Kabupaten Sleman dan Kabupaten Klaten sebagai agen probiotik dilakukan secara in vitro yang meliputi uji tolerasi terhadap suhu tinggi, uji toleransi terhadap simulasi cairan lambung dan cairan usus manusia, uji aktivitas antibakteri, dan uji resistensi antibiotik. Penentuan kultur terbaik sebagai agen probiotik dilakukan dengan metode De Garmo. Hasil penentuan dari uji De Garmo kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan hasil pengujian kemampuan bakteri asam laktat mentoleransi kondisi lingkungan sebagaimana pengujian yang dilakukan di dalam laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat Lactiplantibacillus plantarum 8XB, L. plantarum 9XXB, L. plantarum 12XXVC, L. plantarum 13XXVB, dan L. plantarum 14 XXXC memiliki kemampuan yang cukup baik untuk bertahan hidup pada kondisi beberapa suhu tinggi dan pada simulasi cairan pencernaan manusia, serta memiliki sifat resisten terhadap antibiotik (chloramphenicol, ampicilin, dan kanamycin), namun aktivitas antimikrobanya masih belum maksimal (tidak mencapai 50% penghambatan). Isolat L. plantarum 165K memiliki kemampuan yang cukup baik untuk bertahan hidup pada beberapa suhu tinggi dan pada simulasi cairan pencernaan manusia, memiliki sifat resisten terhadap antibiotik, dan memiliki aktivitas antimikroba yang cukup baik terhadap bakteri S. aureus yaitu mencapai 55,62%. Oleh karena itu, isolat yang paling menunjukkan potensi sebagai agen probiotik adalah isolat L. plantarum 165K. Kata kunci: Bakteri asam laktat, Fermentasi biji kopi Robusta, Probiotik | Coffee is one of the agricultural products with high economic value in Indonesia. The fermentation of coffee beans is one of the processes to improve the quality of coffee beans after harvesting, which is aided by lactic acid bacteria. Lactic acid bacteria are referred to as food grade microorganisms, which are microbes that pose no risk to health because they do not produce harmful toxins in food. In general, lactic acid bacteria are used as probiotics because most of them are non-pathogenic. Probiotics are live microorganisms that can have a benefical effect on other organisms that consume food or beverages containing adequate amounts of probiotics bacteria. The samples in this study were lactic acid baceria isolates from the fermentation of robusta coffee beans in Sleman and Klaten Regencies, which were isolated and identified in 2022 by Prof. Dr. Ir. Titiek Farianti Djaafar, MP and her team, but their potential as probiotic agents was not yet known. Therefore, this study aimed to determine the potential of lactic acid bacteria from the fermentastion of Robusta coffee beans in Sleman and Klaten Regencies as probiotic agents. This research was conducted at the Microbiology Laboratory of the Center for Food Technology and Process research, National research and Innovation Agency (PRTPP BRIN) from May to September 2025. In vitro testing of lactic acdic bacteria from the fermentation of robusta coffee beans from Sleman and Klaten Regencies as probiotic agents was conducted, including tests for tolerance to high temperatures, tolerance to simulated human gastric and intestinal fluids, antibacterial activity, and antibiotic resisteance. The best culture for use as a probiotic agent was determined using De Garmo method. The results of the De Garmo test were analyzed descriptively based on the results of testing the ability of lactic acid bacteria to tolerate environmental conditions, as tested in the laboratory. The results of research show that Lactiplantibacillus plantarum 8XB, L. plantarum 9XXB, L. plantarum 12XXVC, L. plantarum 13XXVB, and L. plantarum 14XXXC have a good ability to tolerate at several high temperatures and in simulated human digestive fluids, and are resistant to antibiotics (chloramphenicol, ampicillin and kanamycin), but their antimicrobial activity is still not optimal (not reaching 50% inhibition). Isolate L. plantarum 165K has a good ability to tolerate at several high temperatures and in simlulated human digestive fluids, has antibotic resistance, and has fairly good antimicrobial activity against S. aureus bacteria, reaching 55,62%. Therefore, the isolate that shows the most potential as a probiotic agent L. plantarum 165K. | |
| 48071 | 51467 | A1D022202 | Pengaruh Aplikasi Pupuk Organik Palm Bionic dan Pupuk Hayati Bioneensis terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kentang Atlantik di Tanah Andosoll | Kentang merupakan komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi. Selain berperan dalam diversifikasi pangan, kentang digunakan sebagai bahan baku industri dan komoditas ekspor. Di Indonesia, pemupukan kentang masih didominasi pupuk NPK sintetik karena dianggap praktis oleh petani, namun penggunaannya berpotensi menurunkan kualitas dan produktivitas lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi berbagai dosis NPK dengan pupuk organik Palm Bionic atau pupuk hayati Bioneensis terhadap pertumbuhan dan hasil kentang varietas Atlantik, mengetahui aplikasi paket pemupukan terbaik untuk mendukung pertumbuhan dan hasil kentang varietas Atlantik, dan mengetahui efisiensi penggunaan pupuk berdasar nilai Relative Agronomic Efficiency. Penelitian dilaksanakan di Desa Karangsari, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Pengambilan data biomassa dilakukan di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Universitas Jenderal Soedirman, sedangkan analisis hara dilakukan di Laboratorium Pelayanan Jasa Pusat Penelitian Kelapa Sawit Unit Bogor. Penelitian berlangsung pada bulan April hingga September 2025 dan disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial dengan satu faktor perlakuan berupa berbagai kombinasi pemupukan NPK anorganik dengan pupuk organik atau pupuk hayati. Variabel yang diamati meliputi variabel pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan kandungan klorofil), variabel hasil (bobot segar dan kering akar, tajuk, dan umbi), serta hara tanaman pada tajuk dan akar. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95%, jika analisis raga menunjukkan pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) untuk mengetahui perbedaan antarperlakuan, serta perhitungan Relative Agronomic Efficiency (RAE) untuk membandingkan efisiensi perlakuan pupuk terhadap kontrol berdasarkan hasil panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi berbagai dosis NPK dengan Palm Bionic atau Bioneensis memberikan pengaruh nyata pada seluruh variabel pengamatan, kecuali kandungan klorofil daun, serta bobot basah dan kering akar. Paket pemupukan 6,75 g NPK (75% standar) dan Bioneensis maupun Palm Bionic menjadi kombinasi terbaik karena mampu menghasilkan bobot umbi lebih tinggi dibandingkan pemupukan NPK dosis standar dengan nilai Relative Agronomic Efficiency (RAE) >95%. Hal ini menunjukkan bahwa pupuk organik Palm Bionic dan pupuk hayati Bioneensis dapat meningkatkan efisiensi pemupukan dengan reduksi dosis pupuk sintetik hingga 25%. | Potato is an agricultural commodity with high economic value. In addition to supporting food diversification, potatoes serve as raw materials for industry and as an export commodity. In Indonesia, potato fertilization is still predominantly dependent on synthetic NPK fertilizers due to their perceived practicality for farmers; however, their continuous use may degrade soil quality and productivity. This study aimed to determine the effects of combining different NPK doses with Palm Bionic organic fertilizer or Bioneensis biofertilizer on the growth and yield of Atlantic potato variety, to identify the optimal fertilization package for enhancing growth and yield of the Atlantic variety, and to evaluate fertilizer efficiency based on Relative Agronomic Efficiency. The research was conducted in Karangsari Village, Pulosari Subdistrict, Pemalang Regency. Biomass sampling was carried out at the Agronomy and Horticulture Laboratory, Jenderal Soedirman University, while nutrient analysis was performed at the Laboratory Service Unit of the Indonesian Oil Palm Research Institute, Bogor Unit. The experiment was carried out from April to September 2025 using a non-factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) with a single treatment factor consisting of various combinations of inorganic NPK fertilizers with organic or biofertilizers. Observed variables included growth parameters (plant height, leaf number, leaf area, and chlorophyll content), yield parameters (fresh and dry weight of roots, shoots, and tubers), and nutrient content of shoots and roots. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at a 95% confidence level. If significant effects were detected, Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) was applied to compare treatments, followed by the calculation of Relative Agronomic Efficiency (RAE) to evaluate fertilizer efficiency relative to the control based on harvested yield. The results indicated that various combinations of NPK with Palm Bionic or Bioneensis significantly affected all observed parameters except leaf chlorophyll content as well as fresh and dry root weight. The fertilization packages of 6.75 g NPK (75% of the standard dose) combined with either Bioneensis or Palm Bionic were identified as the best treatments, producing higher tuber weight than the application of the standard NPK dose, with Relative Agronomic Efficiency (RAE) values exceeding 95%. These findings demonstrate that Palm Bionic organic fertilizer and Bioneensis biofertilizer can improve fertilization efficiency while reducing synthetic fertilizer use by up to 25%. | |
| 48072 | 51176 | F2D024001 | UJI PUBLIK RANCANGAN PENATAAN DAERAH PEMILIHAN DAN ALOKASI KURSI ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA PEKALONGAN PADA PEMILU 2024 | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penyusunan daerah pemilihan dan penataan alokasi kursi pada pemilihan umum Tahun 2024 di Kota Pekalongan melalui mekanisme uji publik. Uji publik dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Kota Pekalongan, melibatkan unsur masyarakat, peserta pemilu dan stake holder terkait yang diharapkan memberikan tanggapan, sebelum ditetapkan secara resmi oleh Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia. Metode penelitian yang digunakan Deskripsi analisis, data diperoleh melalui studi kepustakaan. Suatu daerah pemilihan harus memenuhi 7 (tujuh) prinsip yaitu kesetaraan nilai suara, ketaatan pada sistem Pemilu yang proporsional, proporsionalitas, integralitas wilayah, berada dalam cakupan wilayah yang sama, kohesivitas dan kesinambungan. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses penyusunan dan penataan telah memenuhi kriteria terhadap 7 prinsip tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa proses penyusunan telah berjalan dengan baik. | This study aims to determine the process of compiling electoral districts and arranging seat allocations in the 2024 general election in Pekalongan City through a public test mechanism. The public test was conducted by the Pekalongan City General Election Commission, involving elements of the community, election participants and related stakeholders who were expected to provide responses, before being officially determined by the General Election Commission of the Republic of Indonesia. The research method used was descriptive analysis, data was obtained through literature studies. An electoral district must meet 7 (seven) principles, namely equality of vote value, adherence to a proportional election system, proportionality, territorial integrity, being within the same area, cohesiveness and continuity. The results of the study indicate that the process of compiling and arranging has met the criteria for the 7 principles. So it can be concluded that the compilation process has gone well. | |
| 48073 | 51580 | H1B020024 | IDENTIFIKASI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN PENGGUNA DI STASIUN BEKASI | KRL Commuter Line Jabodetabek merupakan salah satu transportasi umum massal yang paling diminati oleh masyarakat dikarenakan tarif atau harga yang terjangkau, bebas dari kemacetan dengan wilayah pelayanann mencakup hampir seluruh wilayah Jabodetabek. Dengan besarnya jumlah penumpang yang dilayani oleh stasiun bekasi, tidak menutup adanya permasalahan dalam pengoperasiannya. Masalah yang dihadapi oleh penumpang KRL Commuter Line terkait kualitas pelayanan yang akan berpengaruh terhadap kepuasan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui impresi pengguna KRL Commuter Line terhadap aspek kualitas pelayanan kehandalan (Reliability), jaminan (Assurance), dan bukti langsung (Tangible) yang telah diberikan oleh pihak Stasiun Bekasi dan PT KCI serta mengidentifikasi pengaruh faktor aspek kualitas pelayanan kehandalan (Reliability), jaminan (Assurance), dan bukti langsung (Tangible) terhadap kepuasan pengguna. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen kuesioner (angket). Proses penganalisisannya menggunakan teknik analisis Structural Equation Modelling-Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan software SmartPLS 4.0 dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna memiliki impresi yang positif terhadap aspek kualitas pelayanan kehandalan (Reliability), jaminan (Assurance), dan bukti langsung (Tangible) yang diberikan oleh pihak Stasiun Bekasi dan PT. Kereta Commuter Indonesia (KCI) dan PT KAI dengan aspek bukti langsung memiliki indeks persentase tertinggi (84%), jaminan (83%), serta kehandalan dan kepuasan pengguna (82%). Berdasarkan hasil analisis dengan PLS-SEM, aspek kualitas pelayanan kehandalan (Reliability), jaminan (Assurance), dan bukti langsung (Tangible) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna dengan aspek bukti langsung memiliki pengaruh yang paling besar terhadap kepuasan pengguna. | Jabodetabek KRL Commuter Line is one of the most popular mass public transportation systems among the community due to its affordable fares, freedom from traffic congestion, and service coverage that extends to almost the entire Jabodetabek area. Given the large number of passengers served by Bekasi Station, operational problems cannot be ruled out. The problems faced by KRL Commuter Line passengers are related to service quality, which in turn affects user satisfaction. This study aims to determine users’ impressions of the Jabodetabek KRL Commuter Line regarding the service quality aspects of reliability, assurance, and tangibles provided by Bekasi Station and PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI), as well as to identify the influence of the service quality aspects of reliability, assurance, and tangibles on user satisfaction. Data were collected using a questionnaire instrument. The data analysis process employed the Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) analysis technique with the assistance of SmartPLS 4.0 software and Microsoft Excel. Resulting from the research, users have positive impressions of the service quality aspects of reliability, assurance, and tangibles provided by Bekasi Station and PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) and PT KAI, with the tangibles aspect having the highest percentage index (84%), followed by assurance (83%), and reliability and user satisfaction, each with a percentage index of 82%. Based on the results of the PLS-SEM analysis, the service quality aspects of reliability, assurance, and tangibles have a positive and significant effect on user satisfaction, with the tangibles aspect having the greatest influence on user satisfaction. | |
| 48074 | 51429 | I1B019079 | Hubungan Faktor Kepribadian Big Five dengan Resiliensi Akademik Mahasiswa di Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman | Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor kepribadian Big Five dengan resiliensi akademik pada mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman. Metodologi: Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian mencakup 109 mahasiswa keperawatan tingkat akhir dan mahasiswa profesi ners yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling dari total populasi 189 mahasiswa. Instrumen yang digunakan terdiri dari IPIP-BFM-25 untuk mengukur kepribadian Big Five dan ARS-30 untuk mengukur resiliensi akademik. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Somers’ d untuk melihat hubungan antara variabel. Hasil Penelitian: Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kategori kepribadian Big Five sedang (73,4%) dan resiliensi akademik sedang (66,97%). Terdapat hubungan positif signifikan antara kepribadian Big Five dan resiliensi akademik dengan nilai Somers’ d simetris 0,512 (p=0,000), yang berada pada kategori kuat. Dimensi kepribadian yang lebih adaptif seperti Conscientiousness, Agreeableness, dan Extraversion berkorelasi dengan resiliensi akademik yang lebih tinggi, sedangkan Neuroticism menunjukkan kecenderungan berlawanan. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan dan positif antara faktor kepribadian Big Five dan resiliensi akademik mahasiswa keperawatan. Karakteristik kepribadian berperan sebagai faktor internal yang memengaruhi kemampuan adaptasi terhadap tekanan akademik dan profesional, sehingga dapat dipertimbangkan dalam strategi dukungan akademik maupun intervensi pendidikan keperawatan. | Background: This study aimed to examine the relationship between Big Five personality factors and academic resilience among students of the Nursing Department at Universitas Jenderal Soedirman. Methods: A quantitative correlational study with a cross-sectional approach was conducted. The sample consisted of 109 final-year undergraduate nursing students and professional nursing (Ners) students, selected using proportionate stratified random sampling from a total population of 189 students. The instruments used were the IPIP-BFM-25 to measure Big Five personality traits and the Academic Resilience Scale (ARS-30) to assess academic resilience. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses, with Somers’ d test applied to determine the relationship between variables. Results: The findings indicated that the majority of respondents exhibited moderate levels of Big Five personality traits (73.4%) and moderate academic resilience (66.97%). A significant positive relationship was found between Big Five personality factors and academic resilience, with a symmetric Somers’ d value of 0.512 (p = 0.000), indicating a strong association. More adaptive personality dimensions, such as Conscientiousness, Agreeableness, and Extraversion, were associated with higher academic resilience, whereas Neuroticism showed an opposite tendency. Conclusion: There is a significant and positive relationship between Big Five personality factors and academic resilience among nursing students. Personality characteristics function as internal factors influencing students’ ability to adapt to academic and professional stressors and should be considered in academic support strategies and nursing education interventions. | |
| 48075 | 51470 | L1B020084 | KUALITAS AIR DAN PERTUMBUHAN UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) PADA SISTEM BUDIDAYA INTENSIF DENGAN METODE MSF (MILLENIAL SHRIMP FARMING) | Produksi udang vannamei (Litopenaeus vannamei) melalui sistem budidaya intensif terus mengalami peningkatan sehingga perlu pengelolaan kualitas air yang optimal. Metode Millennial Shrimp Farming (MSF) dengan sistem resirkulasi menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan pertumbuhan udang vannamei. Penelitian ini dilakukan dengan pengamatan rutin pada parameter kualitas air pH, salinitas, nitrit, alkalinitas, dan amonia yang dilakukan pada 3 kolam MSF. Sampel diambil secara acak dari 17 kolam yang dioperasikan menggunakan metode MSF. Nilai pH di kolam no 2 berkisar antara 7,78-8,04, kolam no 8 sebesar 7,66-8,34 dan kolam no 14 sebesar 7,88-8,13. Sementara itu, salinitas di kolam no 2 sebesar 24-33, kolam no 8 sebesar 23-33 dan kolam no 14 sebesar 22-34. Nilai nitrit di kolam no 2 sebesar 0,0001-4,0750, kolam no 8 sebesar 0,0001-2,6200 dan kolam no 14 sebesar 0,0001-1,6400, sedangkan parameter alkalinitas di kolam no 2 sebesar 120-220, kolam no 8 sebesar 122-214 dan kolam no 14 sebesar 122-206. Untuk parameter amonia di kolam no 2 sebesar 0,032-0,0148, kolam no 8 sebesar 0,035-0,0095 dan kolam no 14 sebesar 0,027-0,093. Keseluruhan hasil tersebut masih optimal sesuai dengan standar SNI 8037.1:2014. Namun pertumbuhan harian rata-rata (ADG) udang vannamei yang terbaik terdapat pada kolam no 8 sebesar yaitu 0,32 gram. | The production of Vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) through intensive farming systems has been subject to a steady increase, necessitating optimal water quality management. The recirculation system employed in conjunction with the Millennial Shrimp Farming (MSF) method represents a solution that has been demonstrated to enhance the growth of vannamei shrimp. This study was conducted by routinely observing water quality parameters such as pH, salinity, nitrite, alkalinity, and ammonia in three MSF ponds. Samples were obtained from 17 ponds that were operated using the MSF method. The pH values in ponds 2, 8, and 14 ranged from 7.78 to 8.04, 7.66 to 8.34, and 7.88 to 8.13, respectively. Concurrently, the salinity levels in pond no. 2 ranged from 24 to 33, in pond no. 8 from 23 to 33, and in pond no. 14 from 22 to 34. The range of nitrite values recorded in pond number 2 was from 0.0001 to 4.0750, in pond number 8, it ranged from 0.0001 to 2.6200, and in pond number 14, the range was from 0.0001 to 1.6400. The alkalinity parameter in pond number 2 ranged from 120 to 220, in pond number 8, it ranged from 122 to 214, and in pond number 14, it ranged from 122 to 206. The ammonia parameter exhibited the following values in the respective ponds: 0.032– 0.0148 in pond no. 2, 0.035–0.0095 in pond no. 8, and 0.027–0.093 in pond no. 14. It is noteworthy that all of these results remain in accordance with the provisions stipulated in SNI 8037.1:2014 standards. However, the highest average daily growth (ADG) of vannamei shrimp was observed in pond no. 8, with a recorded value of 0.32 grams | |
| 48076 | 51472 | F1A022093 | Interaksionisme Simbolik dalam Era Digital: Persepsi Mahasiswa FISIP Unsoed terhadap Akun Sharing Netflix dari Penjual Nonresmi | Perkembangan teknologi menyebabkan meningkatnya permintaan dan keragaman konten digital. Salah satu perkembangan teknologi yang saat ini populer digunakan adalah aplikasi streaming. Aplikasi streaming berbasis langganan pada kenyataannya menimbulkan praktik ilegal, yaitu akun sharing di masyarakat terutama di kalangan generasi Z sebagai pengguna terbanyak aplikasi streaming. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pengguna akun sharing ilegal aplikasi streaming Netflix di kalangan mahasiswa FISIP Unsoed. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara. Informan dipilih dengan menggunakan metode snow ball. Teori yang digunakan untuk menganalisis fenomena pengguna akun sharing aplikasi Netflix adalah teori interaksionisme simbolik dari Mead. Teori interaksionisme simbolik merupakan pendekatan sosiologis yang berfokus pada individu menciptakan makna melalui interaksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial dan lingkungan sosial terdekat seperti keluarga dan teman sebaya memiliki peran penting pada pembentukan pola konsumsi digital mahasiswa, termasuk dalam memperkenalkan dan penggunaan akun sharing aplikasi Netflix. Pengalaman mahasiswa menggunakan akun sharing aplikasi Netflix menunjukkan sebuah konsumsi digital yang tidak resmi memiliki struktur sosial dan logika perilaku yang kompleks. Fenomena penggunaan akun sharing aplikasi Netflix di kalangan mahasiswa menunjukkan bahwa norma kolektif dan logika sosial lebih dominan membentuk persepsi tindakan. | Technological advancement has led to increased demand and diversity in digital content. One of the most popular forms of technological development today is subscription-based streaming applications. However, in practice, these applications have given rise to illegal behaviours, notably account sharing, which has become widespread in society, particularly among Generation Z as the largest group of streaming service users. Therefore, this study aims to explore the perceptions of users engaged in illegal account sharing of the Netflix streaming application among students of the Faculty of Social and Political Sciences (FISIP) at Universitas Jenderal Soedirman. This research employs a qualitative method with a phenomenological approach. Data were collected through in-depth interviews, and informants were selected using the snowball sampling technique. The theoretical framework used to analyze this phenomenon is the symbolic interactionism theory developed by George Herbert Mead. Symbolic interactionism is a sociological approach that focuses on how individuals construct meaning through social interaction. The findings indicate that social media and immediate social environments, such as family and close friends, play a significant role in shaping students' digital consumption patterns, including introducing and disseminating the use of shared Netflix accounts. The experiences of students using shared Netflix accounts reflect that this form of unofficial digital consumption possesses its own social structure and behavioral logic. The phenomenon of account sharing among university students illustrates that collective norms and social logic tend to be more influential in shaping perceptions of legality than formal legal norms. | |
| 48077 | 51473 | E1A022119 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENCIPTA LAGU “BILANG SAJA” ATAS PELANGGARAN HAK CIPTA DALAM PERTUNJUKAN MUSIK KOMERSIAL BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA (Studi Putusan Nomor 825 K/Pdt.Sus-HKI/2025) | Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berfungsi sebagai instrumen hukum yang memberikan perlindungan terhadap hasil karya cipta untuk mendorong terciptanya keadilan bagi para pelaku industri kreatif. Salah satu bentuk perlindungan tersebut adalah hak cipta dalam industri musik, khususnya bagi para pencipta lagu. Kasus pelanggaran hak cipta atas lagu “Bilang Saja” dalam 3 pertunjukan musik komersial di Jakarta, Bandung dan Surabaya membuat perlindungan hukum terhadap pencipta lagu dan mekanisme penarikan royalti di Indonesia dipertanyakan. Metode yuridis normatif digunakan dalam penelitian, dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder, metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk teks naratif dan metode analisis data yang digunakan yaitu metode kualitatif. Berdasarkan data hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap pencipta lagu “Bilang Saja” belum terwujud secara nyata. Sistem penarikan royalti di Indonesia belum mampu memberikan keadilan substantif bagi pencipta. Perlindungan hukum terhadap pencipta lagu di Indonesia masih perlu diperkuat dengan sistem pengelolaan royalti berbasis penggunaan aktual (usage-based system) yang terintegrasi secara digital melalui Sistem Informasi Lagu dan/atau Musik (SILM) agar perlindungan hukum terhadap hak ekonomi dan moral pencipta dapat terwujud secara adil, transparan, dan akuntabel. | Intellectual Property Rights (IPR) function as legal instruments that provide protection for creative works in order to promote justice for actors within the creative industry. One form of such protection is copyright in the music industry, particularly for songwriters. The case of copyright infringement involving the song “Bilang Saja” in three commercial music performances in Jakarta, Bandung, and Surabaya has raised questions regarding legal protection for songwriters and the mechanism of royalty collection in Indonesia. This research employs a normative juridical method with a descriptive-analytical research specification. The data used are secondary data, collected through literature study. The collected data are presented in narrative form, and the analysis is carried out using a qualitative method. The research findings indicate that legal protection for the songwriter of “Bilang Saja” has not been effectively realized. The royalty collection system in Indonesia has not yet been able to provide substantive justice for creators. Therefore, legal protection for songwriters in Indonesia needs to be strengthened through an actual usage-based royalty management system that is digitally integrated through the Song and/or Music Information System (SILM), so that legal protection of the creators’ economic and moral rights can be realized in a fair, transparent, and accountable manner. | |
| 48078 | 51474 | E1A022095 | PERLINDUNGAN HAK CIPTA ATAS KARYA HASIL PENGGUNAAN GENERATIVE ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PERSPEKTIF HUKUM DI INDONESIA | Hak cipta termasuk dalam cabang HKI yang melindungi ciptaan manusia di bidang seni, sastra, dan ilmu pengetahuan. Perkembangan GenAI memberikan dampak yang signifikan dalam bidang hak cipta sekaligus rentan terhadap potensi pelanggaran hukum. Munculnya kasus tren ghiblifikasi dan kasus Noxa dengan Perusahaan Garena Free Fire memberikan kompleksitas terkait kepemilikan serta urgensi pengaturan terhadap perlindungan hukum hak cipta atas karya berbasis GenAI. Metode penelitian yang digunakan yaitu yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Sumber data yang digunakan berupa data sekunder dengan studi kepustakaan, serta metode penyajian data berupa teks naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan hak cipta atas karya yang dihasilkan menggunakan GenAI belum terdapat pengaturannya dalam UU Hak Cipta. Suatu karya yang dihasilkan menggunakan GenAI harus mencakup prompt yang kompleks, proses editing, dan modifikasi, sehingga terdapat kontribusi manusia dalam proses kreatifnya, serta memiliki sifat khas dan pribadi dari pencipta. Pembaharuan ketentuan mengenai AI saat ini menjadi urgensi untuk memberikan perlindungan dan kepastian hukum yang lebih mengikat kepada pelaku industri kreatif. Pembentukan RUU Hak Cipta dapat menjadi langkah yang tepat untuk memperkuat aturan terkait transparansi data, etika penggunaan, serta tanggung jawab hukum hak cipta atas karya berbasis GenAI. | Copyright constitutes a branch of Intellectual Property Rights (IPR) designed to safeguard human creations within the realms of art, literature, and science. While the advancement of Generative AI (GenAI) has made significant contributions across various sectors, including copyright, it simultaneously presents vulnerabilities regarding potential legal infringements. The emergence of the ghiblification trend and the Noxa case involving Garena Free Fire has raised complex issues regarding ownership and the urgent need for regulations to protect the copyright of GenAI-based works. This study utilizes a normative juridical methodology, employing statutory, conceptual, and case-based approaches. The data sources used are secondary data, literature review, and the data presentation method is descriptive text. The findings reveal that copyright ownership for works generated via GenAI is not currently addressed within the Copyright Law. To qualify for protection, a GenAI-generated work must involve complex prompting, editing process, and correction thereby establishing a human contribution to the creative process and reflecting the creator’s personal distinctiveness. Addressing the impact of technological advances on copyright is surely an exigency for updating and strengthening the legal framework. The establishment of a new Copyright Bill would be an appropriate step towards strengthening regulations on data transparency, ethical use, and legal responsibility for copyrighted works based on GenAI. | |
| 48079 | 51476 | A1D022030 | Baciillus cereus Isolat Rizosfer sebagai Pengendali Penyakit Hawar Daun Bakteri Bawang Merah dan Potensinya sebagai Pupuk Hayati | Penyakit hawar daun bakteri yang disebabkan oleh Xanthomonas axonopodis pv. allii merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya bawang merah. Upaya pengendalian dapat dilakukan melalui pemanfaatan mikroba rizosfer untuk menekan resistensi patogen, residu kimia, serta dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi isolat rizosfer Bacillus cereus sebagai agen biokontrol penyakit hawar daun bakteri serta potensinya sebagai pupuk hayati. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Desa Linggasari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, sedangkan analisis potensi B. cereus Bm1, Bm2, Bm3, Bm4, dan konsorsium sebagai biokontrol secara in vitro, bertempat di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian UNSOED. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial yang terdiri atas 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama berupa pola tanam monokultur dan tumpangsari, sedangkan faktor kedua perlakuan pupuk hayati Bm1, Bm2, Bm3, Bm4, dan Konsorsium. Variabel yang diamati adalah mekanisme enzimatis patogen Xaa, diameter zona hambat, intensitas penyakit, area under the disease progress curve (AUDPC), efektivitas pengendalian, penghasil siderofor, tingkat pelarut fosfat, aktivitas protease, dan serapan hara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa patogen Xaa memiliki aktivitas protase dan selulase dalam menginfeksi tanaman. Aplikasi B. cereus mampu menghambat pertumbuhan Xaa secara in vitro melalui mekanisme bakteriostatik, dengan isolat Bm3 menghasilkan daya hambat sebesar 14,75 mm. Seluruh perlakuan B. cereus terbukti dapat menekan perkembangan penyakit dan perlakuan konsorsium memberikan hasil terbaik dengan intensitas penyakit 8,33%, efektivitas pengendalian 51,93%, serta ketahanan lebih tinggi (AUDPC=28,09%.hari) dibandingkan perlakuan lainnya pada pola tanam tumpangsari pada pengamatan keempat. Selain itu, seluruh perlakuan B. cereus juga berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk hayati karena mampu menghasilkan siderofor, pelarut fosfat, aktivitas protease, dan meningkatkan serapan hara tanaman. | Bacterial leaf blight disease, caused by Xanthomonas axonopodis pv. allii, is one of the most difficult aspects of shallot farming. Rhizosphere bacteria can be used in control attempts to reduce disease resistance, residues, and adverse environmental effects. The aim of this research is to investigate the potential of Bacillus cereus rhizosphere isolates as multipurpose agents, namely biofertilizer and biocontrol of bacterial leaf blight disease. The study was conducted in the experimental field of Linggasari Village, Kembaran District, Banyumas Regency for in vivo experiments, and the analysis of the potential of B. cereus Bm1, Bm2, Bm3, Bm4, and the consortium as biocontrol in vitro conducted at the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, UNSOED. This study used a 2 factor experiment with 3 replications in Randomized Complete Block Design (RCBD). The first factor was a monoculture and intercropping planting, while the second factor was the treatment of biofertilizer Bm1, Bm2, Bm3, Bm4, and Consortium. The variables observed were the enzymatic mechanism of the Xaa pathogen, inhibition zone diameter, disease intensity, area under the disease progress curve (AUDPC), control effectiveness, siderophore production, phosphate solubilization, protease activity, and nutrient uptake. The results demonstrated that the Xaa pathogen infects plants with cellulase and protease activities. Through a bacteriostatic mechanism, B. cereus treatment was able to stop Xaa growth in vitro with the Bm3 isolate produced an inhibitory power of 14.75 mm. All B. cereus treatments were shown to suppress disease development and the consortium treatment provided the best results with a disease intensity of 8.33%, control effectiveness of 51.93%, and higher resistance (AUDPC = 28,09%.day) compared to other treatments in the intercropping pattern in the fourth observation. Additionally, B. cereus treatments can produce siderophores, phosphate solubilization, protease activity, and enhance plant nutrient uptake, which renders them potential biofertilizers. | |
| 48080 | 51563 | E1A019146 | PERBUATAN MELAWAN HUKUM AKIBAT PENJUALAN TANAH SECARA SEPIHAK PADA HARTA BERSAMA (Tinjauan Yuridis Putusan pengadilan Negeri Nomor 127/Pdt.G/2023/PN.Kln.) | ABSTRAK Manusia sebagai subjek hukum memiliki hak dan kewajiban yang berpotensi menimbulkan hubungan hukum akibat perbedaan kepentingan. Pelanggaran terhadap hak orang lain yang menimbulkan kerugian dapat dikualifikasikan sebagai perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 KUH Perdata. Penulis tertarik melakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum Hakim dalam mengkualifisir kriteria perbuatan melawan hukum dalam penjualan tanah secara sepihak pada harta bersama serta pertimbangannya dalam mengabulkan gugatan ganti kerugian karena perbuatan melawan hukum pada Putusan Pengadilan Negeri Klaten Nomor 127/Pdt.G/2023/PN.Kln. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual dan pendekatan kasus. Spesifikasi penelitian preskriptif analitis, sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, sekunder dan tersier yang dilakukan dengan studi kepustakaan. Data disajikan dalam bentuk teks naratif kemudian dianalisis secara normatif kualitatif. Penelitian ini mengkaji pertimbangan hukum dalam Putusan Pengadilan Negeri Klaten Nomor 127/Pdt.G/2023/PN.Kln terkait penjualan tanah sepihak pada harta bersama yang dilakukan Para Tergugat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun hakim mengabulkan gugatan dan menyatakan perbuatan Para Tergugat sebagai perbuatan melawan hukum, pertimbangan yang diberikan tidak secara tegas menguraikan kriterium perbuatan melawan hukum yang terpenuhi. Berdasarkan analisis penulis, tindakan Para Tergugat memenuhi unsur melanggar hak subjektif orang lain dan bertentangan dengan kewajiban hukum, karena melanggar ketentuan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Pasal 1320 KUHPerdata tentang syarat sahnya perjanjian yaitu suatu sebab yang halal. Selain itu, pengabulan tuntutan ganti kerugian oleh hakim juga tidak disertai analisis mendalam mengenai empat syarat pada Pasal 1365 KUHPerdata, padahal tindakan Para Tergugat dan Turut Tergugat secara substansial memenuhi keseluruhan unsur tersebut, termasuk adanya kesalahan, kerugian, dan hubungan kausal. Namun, Majelis Hakim hanya menggunakan alasan bahwa PPJB yang sah, AJB yang cacat hukum dan SHM yang tidak memiliki kekuatan hukum. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian menyarankan agar Majelis Hakim PN Klaten dalam Putusan Nomor: 127/Pdt.G/2023/PN. Kln diharapkan lebih komprehensif dalam menguraikan kriteria Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dengan menyelaraskan doktrin ilmu hukum serta pemenuhan syarat-syarat kumulatif ganti kerugian sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 KUH Perdata. | UNLAWFUL ACT DUE TO UNILATERAL SALE OF LAND IN JOINT PROPERTY (A Juridical Review of Klaten District Court Decision Number 127/Pdt.G/2023/PN.Kln.) By: Faza Rayhan Adifa E1A019146 ABSTRACT Humans, as legal subjects, possess rights and obligations that potentially give rise to legal relationships due to differing interests. A violation of another person’s rights that causes harm can be classified as an unlawful act as regulated in Article 1365 of the Indonesian Civil Code (KUH Perdata). This research aims to analyze the judges’ legal considerations in qualifying the criteria of an unlawful act in the unilateral sale of land that constitutes joint property, as well as the basis for granting compensation claims for such unlawful acts as decided in Klaten District Court Decision Number 127/Pdt.G/2023/PN.Kln. This study is a normative juridical research employing statutory, conceptual, and case approaches. The research specification is prescriptive-analytical, with data derived from primary, secondary, and tertiary legal materials obtained through library research. The data are presented in narrative form and analyzed qualitatively in a normative manner. This research examines the legal considerations in the Klaten District Court Decision Number 127/Pdt.G/2023/PN.Kln regarding the unilateral sale of joint property by the Defendants, revealing that while the court declared the actions as an unlawful act (Perbuatan Melawan Hukum), the judgment lacked an explicit breakdown of the specific legal criteria satisfied. The author’s analysis indicates that the Defendants’ conduct violated the subjective rights of others and breached legal obligations under Law Number 1 of 1974 concerning Marriage and Article 1320 of the Civil Code regarding a lawful cause, yet the court granted damages without a profound analysis of the four cumulative elements—fault, damage, and causality—prescribed in Article 1365 of the Civil Code. Instead, the Panel of Judges relied primarily on the formal status of the legal documents, such as the validity of the Sale and Purchase Binding Agreement (PPJB) and the legal flaws in the Sale and Purchase Deed (AJB) and Freehold Title (SHM); therefore, this study recommends that the Klaten District Court provide more comprehensive reasoning in future rulings by aligning legal doctrines with the cumulative requirements for damages under Article 1365 of the Civil Code. |