Home
Login.
Artikelilmiahs
51386
Update
ELANG YEWISEN SYACHLA ELDEN
NIM
Judul Artikel
SINERGITAS LEMBAGA PEMASYARAKATAN DAN BALAI PEMASYARAKATAN DALAM PEMBINAAN KETERAMPILAN NARAPIDANA SEBAGAI UPAYA REINTEGRASI SOSIAL (Studi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Purwokerto dan Balai Pemasyarakatan Kelas II Purwokerto)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pembinaan keterampilan narapidana merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang diberikan melalui seragkaian program pelatihan keterampilan kerja sebagai salah satu upaya mewujudkan reintegrasi sosial. Pembinaan melibatkan semua lembaga yang ada dalam sistem pemasyarakatan diantaranya Lembaga Pemasyarakatan dan Balai Pemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis sinergi antara Lapas Kelas IIA Purwokerto dan Bapas Kelas IIA Purwokerto dalam pembinaan keterampilan narapidana. Metode yang digunakan adalah yuridis-empiris dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan petugas Lapas dan Bapas serta studi kepustakaan. Hasil penelitian menujukan bahwa sinergi antara Lapas dan Bapas dalam pembinaan keterampilan dapat diwujudkan melalui dokumen hasil penelitian kemasyarakatan atau disebut sebagai litmas yang memuat rekomendasi program pembinaan yang akan diberikan kepada narapidana. Sinergi tersebut didukung dengan letak geografis yang berdekatan dan adanya koordinasi yang baik, namun memiliki kendala keterbatasan sarana prasarana dan sumber daya manusia. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sinergi tersebut sudah efektif namun belum optimal dalam implementasinya karena terdapat kendala dan memerlukan evaluasi lebih lanjut.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Skill development for inmates is part of self-reliance development provided through a series of vocational training programs as one effort to achieve social reintegration. This development involves all institutions within the correctional system, including the Correctional Institution (Lapas) and the Probation Office (Bapas). This study aims to analyze the synergy between Lapas Kelas IIA Purwokerto and Bapas Kelas IIA Purwokerto in the skill development of inmates. The research employs a juridical-empirical method with a qualitative approach conducted through interviews with officers from Lapas and Bapas as well as literature studies. The research results show that the synergy between Lapas and Bapas in skill development is realized through the social research document or Litmas, which contains recommendations for development programs to be given to inmates. This synergy is supported by close geographical locations and good coordination, but faces constraints in terms of facilities infrastructure and limited human resources. This study concludes that the synergy is already effective but not yet optimal in its implementation due to existing constraints and requires further evaluation.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save