Artikel Ilmiah : I1B022001 a.n. SEPTIA SABNGATUN RIZKY
| NIM | I1B022001 |
|---|---|
| Namamhs | SEPTIA SABNGATUN RIZKY |
| Judul Artikel | Gambaran Pengetahuan Ayah Tentang Pemberian MPASI Bayi Usia 6-23 Bulan di Desa Gandatapa |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Latar Belakang: MPASI berperan dalam pemenuhan gizi bayi sejak usia 6 bulan untuk mendukung tumbuh kembang optimal. Keberhasilan praktik pemberian MPASI memerlukan keterlibatan ayah sebagai pengambil keputusan dalam keluarga. Pengetahuan ayah yang memadai berperan dalam menentukan ketepatan MPASI. Namun, penelitian terkait pengetahuan ayah tentang pemberian MPASI di Indonesia masih terbatas dan studi pendahuluan menunjukkan banyak ayah yang belum memahami pemberian MPASI yang benar. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan ayah tentang pemberian MPASI pada bayi usia 6–23 bulan di Desa Gandatapa. Metodologi: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional melibatkan 125 ayah yang memiliki bayi usia 6-23 bulan di Desa Gandatapa dan menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis secara univariat dalam bentuk frekuensi dan persentase. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 34 tahun, tingkat pendidikan terakhir SD, bekerja sebagai buruh, dan berpenghasilan dibawah UMK. Tingkat pengetahuan ayah tentang pemberian MPASI menunjukkan bahwa mayoritas ayah berada pada kategori kurang sebanyak 79 responden (63,2%), kategori cukup sebanyak 40 responden (32%), dan kategori baik sebanyak 6 responden (4,8%). Kesimpulan: Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan rendah tentang pemberian MPASI karena tingkat pendidikan rendah, waktu yang terbatas, serta minimnya pengalaman dan paparan informasi. Ayah diharapkan meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan dalam pemberian MPASI dengan memanfaatkan informasi gizi yang mudah diakses dan menyesuaikan pilihan makanan dengan kemampuan keluarga. Kata Kunci: Ayah; bayi; MPASI; pengetahuan; usia_6-23_bulan |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Background: Complementary feeding is essential for meeting the nutritional needs of infants aged 6–23 months and requires fathers’ involvement as key family decision-makers. This study describes fathers’ knowledge of complementary feeding in Gandatapa Village, Indonesia. Objective: his study aims to describe fathers’ knowledge regarding complementary feeding for infants aged 6–23 months in Gandatapa Village. Methods: Quantitative descriptive research with a cross-sectional approach involved 125 fathers of infants aged 6-23 months in Gandatapa Village using a total sampling technique. Data were analyzed using univariate methods and presented in frequencies and percentages. Result: Most respondents were 34 years old, had an elementary school education level, worked as laborers, and earned below the minimum wage. Fathers’ knowledge about complementary feeding was categorized as low among 79 respondents (63.2%), moderate among 40 respondents (32%), and good among 6 respondents (4.8%). Conclusion: The majority of respondents have a low level of knowledge about providing complementary foods due to low education levels, limited time, and minimal experience and exposure to information. Keywords: Age_6-23_months; baby; complementary feeding; father; knowledge |
| Kata kunci | Ayah; bayi; MPASI; pengetahuan; usia_6-23_bulan |
| Pembimbing 1 | Meivita Dewi Purnamasari, S.Kep., Ns., M.Kep |
| Pembimbing 2 | Kinantika Nur Dewanti, M.Kep., Ns., Sp.Kep.K |
| Pembimbing 3 | - |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2026-01-28 15:15:28.113246 |