Home
Login.
Artikelilmiahs
50436
Update
EKA PUTRI DAMAYANTHI
NIM
Judul Artikel
EVALUASI PROGRAM PENANGGULANGAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANDIRAJA 1 KABUPATEN BANJARNEGARA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan endemis di Indonesia, khususnya di Kabupaten Banjarnegara dengan total 887 kasus dan 1 angka kematian pada tahun 2024. Total kasus DBD di wilayah Puskesmas Mandiraja 1 yaitu 146 dengan 1 kematian menjadikannya salah satu wilayah dengan angka tertinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi program penanggulangan DBD pada Puskesmas Mandiraja I tahun 2024 dengan pendekatan model Context, Input, Process, Product (CIPP). Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan metode CIPP. Subjek penelitian melibatkan 11 informan. Analisis data yang digunakan yaitu content analysis. Hasil Penelitian : 1) Evaluasi Context yaitu program dilatarbelakangi oleh tingginya angka kasus di wilayah kerja puskesmas. Tujuan dan sasaran program sudah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayah. 2) Evaluasi Input yaitu SDM yang terlibat masih kurang. Dana untuk tahun 2024 kurang. SOP kegiatan sudah tersedia, namun pelaksanaannya masih menyesuaikan dengan keadaan di lapangan. Bahan dan alat yang digunakan sudah cukup. 3) Aspek Process yaitu PSN cenderung dimasifkan ketika terjadi lonjakan kasus. PE dilakukan setiap ada kasus yang dilaporkan. Penyuluhan DBD dilakukan sebulan sekali. Fogging dilakukan jika memenuhi syarat. Koordinasi lintas sektor dilakukan dengan berbagai pihak. Keterlibatan masyarakat masih kurang. 4) Aspek Product yaitu ABJ pada tahun 2024 <95%. Kasus naik dari 27 menjadi 146 tahun 2024. Partisipasi masyarakat kurang. Kesimpulan : Program Penanggulangan Penyakit DBD di Puskesmas Mandiraja 1 belum berjalan secara optimal karena masih terdapat kendala dalam pelaksanaannya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an endemic health issue in Indonesia, particularly in Banjarnegara District, which reported a total of 887 cases and 1 death in 2024. The Mandiraja 1 Health Center area recorded 146 cases with 1 death, making it one of the areas with the highest incidence rates. The objective of this study is to evaluate the DHF control program at Mandiraja I Health Center in 2024 using the CIPP model (Context, Input, Process, Product). The study employed a qualitative approach using the CIPP method. The research subjects included 11 informants. Data analysis was conducted using content analysis. Result : 1) Context Evaluation: The program was initiated due to the high number of cases in the health center's working area. The program's objectives and targets are in line with the needs and conditions of the area. 2) Input Evaluation: The number of human resources involved is still insufficient. Funding for 2024 is insufficient. Standard Operating Procedures (SOPs) for activities are available, but their implementation is still being adjusted to the conditions on the ground. The materials and tools used are sufficient. 3) Process Aspect: PSN tends to be intensified when there is a surge in cases. PE is conducted whenever a case is reported. DBD education is conducted once a month. Fogging is conducted if the conditions are met. Cross-sector coordination is conducted with various parties. Community involvement is still lacking. 4) Product Aspect: ABJ in 2024 < 95%. Cases increased from 27 to 146 in 2024. There is a lack of community participation.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save