| NIM | A1D019062 |
| Namamhs | IDNI KIARKANI |
| Judul Artikel | Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kubis dan Tomat pada Pematah Angin Berbasis Sistem Pertanaman di Lahan Pasir Pantai Antar Musim |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pemanfaatan lahan pasir pantai sebagai media tanam hortikultura berpotensi mengatasi keterbatasan lahan pertanian, meskipun menghadapi cekaman lingkungan seperti salinitas dan angin kencang yang membawa garam. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh berbagai jenis pematah angin terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (peka salinitas) dan kubis (tahan salinitas) pada dua musim berbeda (kemarau dan penghujan). Rancangan yang digunakan adalah Petak Terpisah dengan tiga faktor: musim, jenis pematah angin, dan jenis tanaman. Hasil menunjukkan bahwa pematah angin plastik 1,5 m memberikan capaian tertinggi pada variabel jumlah bunga, bobot kering batang, bobot kering akar, dan bobot kering buah. Tanaman tomat memberikan hasil lebih baik pada parameter vegetatif dan generatif, sedangkan kubis unggul pada akar dan krop. Musim kemarau secara umum menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman lebih optimal dibandingkan musim penghujan. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi mikroklimat seperti pematah angin dalam meningkatkan produktivitas hortikultura di lahan marginal pesisir. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The utilization of beach sand land as a horticultural planting medium has the potential to overcome agricultural land limitations, despite facing environmental stresses such as salinity and strong winds carrying salt. This study aims to evaluate the effects of different types of windbreaks on the growth and yield of tomato (salinity-sensitive) and cabbage (salinity-resistant) crops in two different seasons (dry and rainy). The design used is a Split Plot with three factors: season, type of windbreak, and type of plant. The results show that a 1.5 m plastic windbreaker achieves the highest outcomes in the variables of flower count, dry weight of the stem, dry weight of the roots, and dry weight of the fruit. Tomato plants perform better in vegetative and generative parameters, while cabbage excels in root and head development. Generally, the dry season produces more optimal plant growth and yield compared to the rainy season. This research emphasizes the importance of microclimate strategies such as windbreaks in enhancing horticultural productivity on marginal coastal lands. |
| Kata kunci | Tomat, kubis, salinitas, pematah angin, kemarau, penghujan dan pasir pantai |
| Pembimbing 1 | Prof. Dr. Ir. Saparso, M.P. |
| Pembimbing 2 | Ir. Supartoto, M.Agr.Sc. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 11 |
| Tgl. Entri | 2025-08-22 10:17:03.975764 |
|---|